0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
467 tayangan48 halaman

Metode Induced Polarization untuk Eksplorasi

Metode IP digunakan untuk mendeteksi mineral logam dengan mengukur polarisasi yang diinduksi pada batuan oleh arus listrik. Survei dilakukan di daerah tambang dengan mengukur parameter chargeability dan resistivitas menggunakan alat Iris Instruments untuk mengidentifikasi endapan mineral sulfida.

Diunggah oleh

Fajar Rohmala
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
467 tayangan48 halaman

Metode Induced Polarization untuk Eksplorasi

Metode IP digunakan untuk mendeteksi mineral logam dengan mengukur polarisasi yang diinduksi pada batuan oleh arus listrik. Survei dilakukan di daerah tambang dengan mengukur parameter chargeability dan resistivitas menggunakan alat Iris Instruments untuk mengidentifikasi endapan mineral sulfida.

Diunggah oleh

Fajar Rohmala
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Induced Polarization

Khristian Enggar Pamuji

April 23, 2018


Electrical Surveying…
 Resistivity Method
 Induced Polarization (IP) Method
 Self Potential Method

Higher Frequency methods (electromagnetic surveys)


 Electromagnetic induction methods
 Ground penetrating radar (GPR)

April 23, 2018


Metode Induced Polarization (IP)
Sesuai dengan namanya metode IP mengukur adanya polarisasi
di dalam medium karena pengaruh arus listrik yang melewatinya.
Polarisasi banyak terjadi pada medium yang mengandung
mineral logam

Aplikasi metode ini :


 Ekplorasi mineral logam
 Menentukan lokasi clay (lempung) untuk survey hidrogeologi
 Memetakan Reaksi elektrokimia untuk mengetahui
pencemaran dalam tanah

April 23, 2018


Prinsip Dasar Metode Polarisasi
Terinduksi

 Mengukur efek
polarisasi di dalam
medium yang
terinduksi.

 Menggunakan empat
elektroda yaitu 2
elektroda arus dan 2
elektroda potensial.

April 23, 2018


 Pada saat arus dimatikan
nilai beda potensial tidak
segera menjadi nol,
melainkan akan timbul
potential decay yang
akan menjadi nol setelah
beberapa detik.

 Potential Decay terjadi disebabkan oleh


proses elektrokimia yang terjadi pada
medium yang terpolarisasi (polarisabel)
tersebut.

April 23, 2018


Sumber Polarisasi
• Polarisasi tejadi karena adanya
penyimpanan energi pada saat arus
dialirkan ke dalam medium.

• Bentuk energi yang tersimpan dapat


berupa energi mekanik (elektro-
kinetik), energi listrik dan energi
kimia (elektrokimia).

April 23, 2018


 Polarisasi Membran
disebabkan karena adanya variasi
mobilitas ion dalam medium

April 23, 2018


 Polarisasi Elektroda
variasi daya hantar listrik ionik dan
elektronik pada medium yang
mengandung mineral logam

April 23, 2018


April 23, 2018
Prinsip Pengukuran IP
Time-domain IP (Kawasan waktu )
Parameter yang diukur
1. IP efek (%)

2. Chargeability
t2
1
M 
VP  Vs(t )dt
t1

April 23, 2018


Prinsip Pengukuran IP
Frequency-domain IP (Kawasan frekuensi )
Parameter yang diukur
1. Percent Frequency Effect
(PFE)
l   h
PFE  x100%
h
2. Metal Factor
PFE
MF  x 2x1000
h

April 23, 2018


Efek Gangguan Dalam Pengukuran Metode
Polarisasi terinduksi
 Kawasan Waktu  Kawasan Frekuensi

 Stray Current,  Adanya Arus yang


 Noise yang ditimbulkan mempunyai frekuensi yang
elektroda, lebih tinggi (sekitar 50-60
 Arus telluric Hz) dari frekuensi yang
 Noise akibat frekuensi dari digunakan dalam
arus di kabel pengukuran pengukuran metode
polarisasi terinduksi

April 23, 2018


Sifat IP Batuan

April 23, 2018


April 23, 2018
April 23, 2018
April 23, 2018
Kelebihan
 Dapat mendeteksi penyebaran mineral (yang
sulit jika menggunakan resistivity)
 Sangat sensitif terhadap keberadaan lempung
dalam aquifer

Kelemahan
 Sama dengan kelemahan pada metode
resistivity
 Fenomena Elektrokimia belum bisa dimengerti
 Surei IP lebih mahal dibandingkan resistivity

April 23, 2018


Akuisisi Data

April 23, 2018


Susunan Elektroda

Schlumberger
Survei IP biasanya
menggunakan susunan
elektroda Diferensial
Schlumberger untuk pemetaan
kearah lateral

Konfigurasi Schlumburger, jarak


titik tengah O terhadap
elektroda arus A sama dengan
jarak titik tengah ke elektroda
B, sepanjang L.

Sedangkan elektroda potensial M dan N terletak didalam


kedua elektroda arus dan masing masing elektroda tersebut
berjarak b dari titik tengah O.

April 23, 2018


 Konfigurasi ini sering digunakan untuk pengukuran
sounding karena praktek di lapangan lebih praktis.

 Harga faktor Geometri untuk susunan


Schlumburger adalah :

April 23, 2018


Dipole-Dipole
Susunan elektroda
Dipole-dipole adalah
jarak elektroda arus
AB sama dengan jarak
elektroda potensial
MN.

Faktor geometri susunan


Dipole-dipole adalah

April 23, 2018


Elektroda

 Dalam survei IP selalu dipakai elektroda “porous


pot” sebagai elektroda potensialnya,
dimaksudkan untuk mengurangi polarisasi pada
elektrodanya sendiri.

 Sedangkan untuk arus tetap menggunakan


elektroda baja anti karat (stainless steel)

April 23, 2018


Contoh Alat Survei
 IP Scintrex, meliputi :

◦ Motor Generator
TSQ-4
◦ Transmitter Control
TSQ-3
◦ Receiver Time
Domain IPR-12

April 23, 2018


 Peralatan Pendukung, meliputi :

 1 gulung meteran @ 200 m


 2 kabel gulung @ 200 m (kabel arus I)
 5 kabel gulung @ 400 m (kabel potensial P)
 2 elektroda arus (logam)
 5 elektroda potensial (porous-pot)
 1 perangkat tool set
 1 buah multimeter
 1 buah kompas geologi
 3 buah Handy-Talky (HT)
 CuSO4
 1 buah palu geologi
 2 buah palu
 Buku lapangan dan alat tulis
 Payung

April 23, 2018


Interpretasi

 Interpretasi dalam model IP masih


dilakukan secara semikuantitatif yaitu
dengan membandingkan hasil lapangan
dengan model (matematis/teori atau
fisik)

April 23, 2018


April 23, 2018
April 23, 2018
CONTOH KASUS

SURVEI GEOFISIKA METODE POLARISASI TERIMBAS


(IP = INDUCED POLARIZATION)
UNTUK MINERAL LOGAM DI DAERAH TAMBANGAN KAB.
PASAMAN, PROVINSI SUMATERA BARAT

April 23, 2018


Lokasi
Pengukuran

April 23, 2018


Gambar 2. Peta Topografi dan Grid Lintasan
Pengukuran IP daerah penyelidikan

April 23, 2018


Morfologi
Daerah
penyelidikan
termasuk dalam
satuan morfologi
perbukitan
bergelombang,
terletak pada
ketinggian 250 s/d
500 meter dpl.
dengan kemiringan
lereng 20º - 40º

April 23, 2018


STRATIGRAFI
1) Aluvial, terendapkan pada daerah aliran sungai
Tambangan, berupa material lepas yang terdiri atas
batu filit, granodiorit, granit, kuarsit dalam bentuk
bongkah sampai pasir halus, berumur kwarter.

2) Satuan batu filit, menempati sebagian besar wilayah


eksplorasi, dan hampir seluruh wilayah eksplorasi
merupakan batuan dari Formasi Kuantan (filit) yang
telah mengalami proses diagenesa akibat proses
endogen dan eksogen, sehingga terjadi proses
mineralisasi (pembentukan logam-logam) ekonomis.

3) Granodiorit, tersingkap pada daerahdaerah lembah


yang dijumpai pada hulu aliran sungai Tambangan
dan pada aliran anak-anak sungai yang bermuara ke
sungai Tambangan.

April 23, 2018


STRUKTUR GEOLOGI
 Struktur geologi daerah penelitian berupa sesar,
antiklin serta sinklin. Sesar pada wilayah eksplorasi
sangat jelas terlihat pada sungai Tambangan yang
berbelok sangat tajam dan jejak sesar terlihat pada
batuan filit dengan arah umum barat laut-tenggara,
dan sesar-sesar minor yang memotong arah tersebut.

 Pada batuan filit dan granodiorit yang tersingkap di


permukaan, sangat banyak dijumpai rekahan-rekahan
akibat sesar yang terjadi, sehingga banyak dijumpai
rekahan-rekahan yang terisi oleh mineral-mineral
alterasi. Struktur tersebut sangat dikontrol oleh
struktur sesar regional yang dikenal dengan Sesar
Semangko

April 23, 2018


Foto singkapan batuan granodiorit yang
terkekarkan di Sungai Tambangan

April 23, 2018


METODA IP

 Metoda yang digunakan adalah metoda IP


time domain, yang mana parameter yang
diukur adalah Chargeability (mV/V) dan
Tahanan jenis listrik (Ohm-m). Metoda ini
merupakan metoda geolistrik yang
umumnya digunakan untuk eksplorasi
endapan mineral sulfida atau mineral
logam.

April 23, 2018


Peralatan Pengukuran IP

 Peralatan yang digunakan adalah satu


unit Iris Instruments – 1, avenue Buffon,
B.P. 6007 Orleans Cedex 2, France (satu
unit) yang terdiri dari: Transmitter,
Receiver, dan Converter.

April 23, 2018


Hasil Pengukuran IP
Harga Chargeability berkisar antara 0.1 s/d 313.9
mV/V yaitu:

 • Line A: 0.3 – 80.7 mV/V


 • Line B: 0.3 – 33.4 mV/V
 • Line C: 0.2 – 212,2 mV/V
 • Line D: 0.7 – 253.7 mV/V
 • Line E: 0.5 – 95 mV/V
 • Line F: 0.5 – 268.3 mV/V
 • Line G: 0.1 – 313.9 mV/V
 • Line H: 0.1 – 126.4 mV/V
 • Line J: 0.1 – 115.2 mV/V
 • Line K: 0.3 – 114.6 mV/V
 • Line L: 0.5 – 86.3 mV/V
 • Line M: 0.4 – 59.7 mV/V

April 23, 2018


April 23, 2018
 Harga Resistivity berkisar antara 2.1 s/d 11659.9
Ohm-m yaitu:

 Line A: 4.1 – 11659.9 Ohm-m


 Line B: 8.7 – 18152.6 Ohm-m
 Line C: 18.9 – 1955.9 Ohm-m
 Line D: 6.1 – 1869.3 Ohm-m
 Line E: 11.3 – 985.6 Ohm-m
 Line F: 6.3 – 4412.9 Ohm-m
 Line G: 8.8 – 1088.3 Ohm-m
 Line H: 8 – 2893.3 Ohm-m
 Line J: 2.1 – 8439.2 Ohm-m
 Line K: 3.5 – 8360.9 Ohm-m
 Line L: 7.6 – 12826.6 Ohm-m
 Line M: 16.8 – 250.9 Ohm-m

April 23, 2018


April 23, 2018
Analisis dan Hasil
Harga Chargeability dapat digolongkan menjadi 4 bagian yaitu:

 a) Kelompok chargeability dengan harga ≤ 10 mV, di


interpretasikan sebagai daerah batuan yang tidak
termineralisasi mineral logam.

 b) Kelompok chargeability dengan harga 10 s.d. 25 mV, di


interpretasikan sebagai daerah batuan yang termineralisasi
mineral logam.

 c) Kelompok chargeability dengan harga 25 s.d. 50 mV, di


interpretasikan sebagai daerah batuan yang termineralisasi
mineral logam cukup besar secara kuantitas.

 d) Kelompok chargeability dengan harga ≥ 50 mV, di


interpretasikan sebagai daerah batuan yang termineralisasi
mineral logam lebih besar secara kuantitas.

April 23, 2018


Harga Resistivity dapat digolongkan menjadi 5 bagian yaitu:

a) Kelompok Resistivity dengan harga ≤ 100 Ohm-m, di interpretasikan


sebagai daerah batuan alluvial (batuan yang telah mengalami
pelapukan tinggi) yang tidak termineralisasi mineral logam bila harga
chargeabilitinya rendah (≤ 10 mV).
b) Kelompok Resistivity dengan harga 100 s.d. 200 Ohm-m, di
interpretasikan sebagai daerah batuan alluvial (batuan yang telah
mengalami pelapukan cukup tinggi) yang tidak termineralisasi
mineral logam bila harga chargeabilitinya rendah (≤10 mV).
c) Kelompok Resistivity dengan harga 200 s.d. 1000 Ohm-m, di
interpretasikan sebagai daerah batuan metamorf atau batuan yang
telah mengalami pelapukan cukup tinggi yang tidak termineralisasi
mineral logam bila harga chargeabilitinya rendah (≤ 10 mV).
d) Kelompok Resistivity dengan harga 1000 s.d. 2500 Ohm-m, di
interpretasikan sebagai daerah batuan metamorf atau batuan beku
intrusif yang telah mengalami pelapukan sedang yang tidak
termineralisasi mineral logam bila harga chargeabilitinya rendah (≤
10 mV).
e) Kelompok Resistivity dengan harga ≥ 2500 Ohm-m, di
interpretasikan sebagai daerah batuan metamorf atau batuan beku
intrusi yang masih segar/fresh yang belu mengalami pelapukan
sedang atau tinggi dan tidak termineralisasi mineral logam bila harga
chargeabilitinya rendah (≤ 10 mV).

April 23, 2018


April 23, 2018
April 23, 2018
April 23, 2018
April 23, 2018
KESIMPULAN
 Di interpretasikan bahwa daerah penyelidikan
merupakan daerah yang prospek untuk
mineral logam seperti biji besi (jelas
kelihatan pada singkapan mineralisasi),
sedangkan untuk timah hitam perlu analisa
laboratorium (lanjutan).

 Daerah prospek tersebut secara lateral masih


menerus terutama kearah selatan dan/atau
tenggara daerah penyelidikan, dan secara
vertikal mulai dari permukaan tanah sampai
kedalaman 75 meter atau lebih.

April 23, 2018


April 23, 2018

Anda mungkin juga menyukai