Anda di halaman 1dari 24

PENGERINGAN

(PENGERTIAN DAN
METODA)
Oleh Kelompok 1 :
Indah Dwi Lestari (0614 4041 1726)
Joko Prasetyo (0614 4041 1728)
Kemas Ahlun Nazar (0614 4041 1729)
Leni Desi Susanti (0614 4041 1730)
Definisi

• Pemisahan atau proses


Drying pengambilan sejumlah kecil
(pengering) kandungan air dari bahan padat ke
udara luar.

• pemindahan sejumlah besar air


Vaporizing dari bahan.

• Menyisihkan air dengan cara


Evaporating memanaskannya menjadi uap
pada suhu sekitar titik didihnya.
PEMISAHAN AIR DARI BAHAN
PADAT SECARA MEKANIK

• Dengan cara di tekan atau di peras (press)


• Sentrifugasi/certrifuging (pemusingan)
Merupakan suatu teknik pemisahan zat-zat yang
memiliki perbedaan berat jenis dengan cara
memutar campuran tersebut pada suatu
piringan dengan cepat.
• Metode lainnya (cara yang lebih murah dari
cara termal)

Air akan terkandung dalam produk yang kering pada


kondisi akhir, bisa bervariasi, tergantung pada jenis
padatannya. Garam kering sekitar 0,5% air, batubara = 4%,
dan produk-produk makanan= 5%.
Periode pengeringan yang umum dilangsungkan di
Industri, yaitu pada tahap proses akhir sebelum
pengepakan (packaging) bahan, dan merupakan
upaya agar lebih mudah penanganan-nya misalnya
terhadap serbuk sabun dan zat warna.

Pengeringan dalam konteks dehidrasi terhadap bahan biologi


terutama makanan, diaplikasikan untuk tujuan pengawetan.
Agar dapat mencegah pembusukan pada bahan makanan
karena mikroorganisme-lah penyebab dari pembusukan bahan
makanan, dan pembusukan itu tidak akan tumbuh/berkembang
jika tidak ada air. Di samping itu, kebanyakan dari enzim yang
mendorong perubahan kimia bahan makanan dan bahan
biologi lainnya itu tidak dapat berfungsi dengan baik tanpa
adanya air.

Dengan kadar air < 10% (w), Maka mikroorganisme menjadi


tidak aktif. Akan tetapi perlu menurunkan kandungan air itu
sampai dengan < 5%, agar sari rasa dan kandungan nutrisi
yang ada dalam bahan dapat dilestarikan. Makanan yang
relatif kering dapat disimpan dalam tempo atau waktu yang
lama (awet).
Beberapa bahan biologi dan obat-obatan, yang
tidak tahan suhu panas/cara pengeringan
biasa, umumnya dilakukan dengan
membekukannya dengan cara kering, yang
konteksnya berupaya mensterilisasi, yang
merupakan metode berbeda, namun sering
digunakan dalam praktek pengawetan bahan.
PENGELOMPOKAN METODE DAN
PROSES PENGERINGAN

1. Proses batch,
Dimana bahan dimasukkan ke dalam alat pengering dan
pengeringan berlangsung selama periode waktu tertentu.
2. Proses kontinyu,
Dimana bahan diumpankan kontinyu ke alat dan produk
kering secara terus menerus diambil/ ditampung.

Pada pengeringan, konteks dengan cara pemanasan


dan cara penyisihan uap air-nya, disesuaikan dengan
keadaan fisikal.
KATEGORI KEADAAN FISIKAL

• panas yang ditambahkan secara kontak langsung


Kategori 1 dengan udara panas (P, atmosfir), dan uap air yang
terbentuk dikeluarkan bersama udara itu sendiri

• pengeringan vakum, penguapan air dengan cepat


(P rendah), dan panas ditambahkan secara tak
langsung (bahan kontak dengan dinding terbuat
Kategori 2 dari logam), atau oleh panas radiasi dengan vakum
(T, P rendah), yang biasanya untuk bahan yang
dapat berubah warna/ atau terurai pada T tinggi).
ALAT-ALAT PENGERING
1. Pengering tray (ber-tray )
Pengering tray, terdiri dari rak/kabinet (lemari) atau
kompartemen, di mana bahan padat diletak dan disebar
uniform ke tray (terbuat dari logam) sampai kedalaman 100
mm. Pengering tray (Gambar-1), di mana tray dapat pasang-
lepas, terinstal, dalam kolom pengering.

Gambar-1 Pengering Try


PRINSIP KERJA
PENGERING TRAY

Udara dipanaskan dengan uap, diresirkulasi oleh kipas


mengalir sejajar dengan permukaan tray. Panas dari listrik
digunakan untuk beban pemanasan yang rendah.

10-20% udara yang lewat di atas tray adalah udara segar,


sedangkan selebihnya adalah udara berasal dari udara
tersirkulasikan.

Jenis modifikasi pengeringan lain, di mana lemari dibuka, tray


diganti dengan yang baru. Jenis ini adalah tipe tray-truck, di
mana jajaran tray dimuatkan ke truck, yang dapat didorong ke
pengering, yang baik untuk tujuan menghemat waktu, karena
truck dapat dimuat dan dibongkar, tindakan lanjut yang
diperlukan dapat dilakukan di luar alat pengering.
Untuk bahan berupa butiran, dapat dimuatkan ke screen di
bagian bawah tiap tray. Pada ‘pengering sirkulasi’ ini, udara yang
telah dipanasi dilewatkan ke unggun (permeabel), sehingga
memberi waktu pengeringan yang lebih singkat karena area
permukaan yang lebih luas (dapat kontak dengan udara).

2. Pengering Vacuum-Shelf tak-langsung


Vacuum-shelf dryer adalah alat pengering batch dengan
pemanasan tak-langsung, yang mirip dengan tray dryer.
Sebagaimana dryer terdiri dari kabinet yang terbuat dari
besi tuang/ atau pelat-pelat baja, dilengkapi dengan pintu
terpasang rapat, sehingga dapat dioperasikan dalam
keadaan vacuum), rak baja berongga terpasang permanen
dan terhubungkan sejajar dengan header uap masuk dan
keluar.
PRINSIP KERJA PENGERING
VACUUM-SHELF
TAK-LANGSUNG

Tray yang dimuati padatan dikeringkan di rak berlubang.


Panas diterima dari dinding logam dan ditambah panas
radiasi dari rak.

Untuk operasi yang bersuhu rendah, sirkulasi air panas


difungsikan sebagai pengganti uap dalam memberi panas
untuk seterusnya menguapkan moisture.

Pengering ini tak jarang terpakai dalam pengeringan


bahan yang mahal/ atau sensitif terhadap suhu/ atau
mudah teroksidasi. Alat ini berguna untuk menangani
bahan dengan pelarut beracun/ atau berharga.
Gambar-2. Pengering tunnel kontinyu
a). Truk-truk pengering tunnel dengan aliran udara berlawanan
arah;
b). Pengering dengan konveyor screen ber-sirkulasi.
3. Pengering tunnel kontinyu (teromol)

Pengering tunnel kontinyu seringkali sebagai batch truck


atau kompartemen ber-tray yang dioperasikan serial
berurut, sebagaimana dapat dilihat seperti pada Gambar-2a.

PRINSIP KERJA PENGERING


TUNNEL KONTINYU 2-A
Bahan padat ditempatkan di atas tray-tray yang berjalan
kontinyu dalam terowongan bersama gas panas melewati
permukaan tiap tray.

Udara panas dapat dialirkan mengikut pola alir dengan


cara: lawan arah, searah, atau kombinasi keduanya.
Berbagai dan banyak bahan makanan, di mana
pengeringannya, menggunakan cara seperti begini.
PRINSIP KERJA PENGERING
TUNNEL KONTINYU 2-B

Jika partikel padat granular yang akan dikeringkan, konveyor berlobang/


atau konveyor sabuk ber-screen kontinyu, yang sering digunakan
(Gambar-2b). Bahan padat granular basah (tebal lapisan 25-150 mm)
dibawa oleh konveyor di atas screen/ atau apron berlobang, sementara
udara panas dipasok ke atas melewati unggun, atau juga ke bawah.

Pengering terdiri dari banyak sektor yang tersusun seri, yang masing-
masing seksi itu terdapat sebuah kipas dan kumparan pemanas. Sebagian
udara terbuang ke atmosfir dengan putaran kipas.

Dalam banyak kasus bahan-bahan yang pasty (warna pucat) terbentuk


sebelum ke kolom silinder selanjutnya ditempatkan ke atas unggun untuk
pengeringan.
4. Pengering putar (Rotary Dryer)
Perangkat alat rotary dryer terdiri dari sebuah tromol
silinder berongga yang diputar dan biasanya sedikit
condong dengan kemiringan tertentu ke arah produk keluar
(outlet).

PRINSIP KERJA PENGERING


PUTAR (ROTARY DRYER)
Padatan granular basah diumpankan dari ujung yang tinggi (Gambar-
3) dan bergerak melalui cangkang saat berputar. Cara pemanasan
dikontakkan langsung dengan gas panas dalam pola alir ‘berlawanan
arah’. Pada kasus lain, pemanasan dilakukan dengan cara kontak tak
langsung, melalui dinding silinder teromol yang panas. Partikel
granular berjalan maju perlahan sebelum terendam dan ke luar ke
arah bawah melewati hawa gas yang panas.
Gambar-3
Skema alat Pengering putar dengan pemanasan
langsung
5. Pengering Drum
Pengering drum terdiri dari roll logam yang dipanaskan
seperti ditunjukkan pada Gambar-4, di bagian luar
dimana lapisan tipis cairan atau bubur (slurry) diuapkan
sampai kering. Padatan kering akhir terkikis dari roll
(scraped off the roll), yang berputar perlahan.

Gambar-4 Pengering drum putar


Pengering drum cocok untuk penanganan bahan bentuk slurry atau
pasta, padatan dengan suspensi halus, dan untuk larutan. Fungsi
drum sebagian dapat sebagai evaporator dan juga sekaligus
pengering.

Variasi jenis lain yaitu tipe single-drum adalah drum berputar


kembar dengan umpan dip atau dengan pemberian umpan dari atas
menuju ke dua drum. Bubur kentang umumnya dikeringkan dengan
menggunakan alat pengering drum, dalam upaya untuk memberikan
hasil berupa serpihan atau kelupasan kentang.

6. Pengering semprot (Spray Dryer)


Dalam pengering semprot ini, larutan atau bubur
disemprotkan ke aliran gas panas membentuk kabut
tetesan yang halus. Air dengan cepat diuapkan dari
tetesan, meninggalkan partikel padat kering yang
dipisahkan dari aliran gas. Aliran gas dan cairan di ruang
semprotan bisa: berlawanan arusnya, searah, atau
kombinasi dari ke duanya.
PRINSIP KERJA PENGERING SEMPROT
(SPRAY DRYER)

Tetesan halus terbentuk dari umpan cair di mana nozel (atau disk)
semprot berputar dengan kecepatan tinggi di dalam ruang silinder
(Gambar-5). Hal ini penting, untuk memastikan agar tetesan atau
partikel basah yang padat tidak menyerang dan menempel pada
permukaan padat sebelum proses pengeringan.

Gambar-5 Diagram alir proses alat


pengering semprot
Oleh karena itu, akan lebih baik jika ruang yang besar dan luas digunakan.
Bahan padat yang sudah kering meninggalkan bagian bawah ruangan melalui
screw conveyor (konveyor ulir).

Gas buang dialirkan ke alat pemisah bernama siklon untuk memisahkan


kandungan debu. Partikel yang dihasilkan biasanya ringan dan keropos
(berpori, rongga di bagian dalam).

Serbuk susu yang merupakan produk serbuk kering dibuat dari susu dengan
bantuan alat pengering semprot yang seperti ini.

7. Pengering tanaman/ biji-bijian (Crops and Grains)


Pada biji-bijian dari hasil panen, misalnya gandum
berkadar moisture 30-35% akan disimpan ke dalam
gudang dan untuk keperluan penyimpanan yang aman
selama sekitar 1 tahun gandum harus dikeringkan hingga
berkadar 13% berat moisture.
PRINSIP KERJA PENGERING
TANAMAN/ BIJI-BIJIAN (CROPS
AND GRAINS)

Pengering aliran kontinyu (Gambar-6). Di tempat pengeringan ini, tebal


lapisan butiran itu adalah 0,5 m atau lebih kecil, melalui mana udara
panas yang dilewatkan ke unggunnya. Udara yang tidak panas di bagian
bawah (bottom) berguna dalam mendinginkan butiran kering sebelum
meninggalkan alat.

Gambar-6. Pengering gandum vertikal-aliran kontinyu


RINGKASAN
1. Drying merupakan pemisahan atau proses pengambilan sejumlah kecil
kandungan air dari bahan padat ke udara luar.
2. Air akan terkandung dalam produk kering pada kondisi akhir, tergantung
pada jenis padatannya.
3. Pemisahan air dari bahan padat secara mekanik dapat dilakukan dengan
cara penekanan (press), sentrifugasi (centrifuging) dan termal.
4. Metode dan proses pengeringan dibedakan menjadi dua, yaitu proses batch
dan proses kontinyu.
5. Pada pengeringan, konteks dengan cara pemanasan dan cara penyisihan uap
air-nya, disesuaikan dengan keadaan fisikal yang dibedakan menjadi 2
kategori, yaitu kategori 1 dan kategori 2.
6. Alat drying (pengering) terdiri dari beberapa jenis, yaitu : pengering ber-
try, pengering Vacuum-Shelf tak-langsung, pengering tunnel kontinyu
(tromol), Rotary Dryer, pengering drum, Spray Dryer, dan Pengering
tanaman/ biji-bijian (Crops and Grains)
7. Pengering tray, terdiri dari rak/kabinet (lemari) atau kompartemen
8. Pengering Vacuum-Shelf tak-langsung digunakan untuk menangani bahan
dengan pelarut beracun.
9. Pengering tunnel kontinyu terdiri dari : Truk-truk pengering tunnel
dengan aliran udara berlawanan arah dan Pengering dengan
konveyor screen ber-sirkulasi.
10. Pengering putar (Rotary Dryer) merupakan perangkat alat rotary
dryer terdiri dari sebuah tromol silinder berongga.
11. Pengering drum dgunakan untuk menangani bahan berbentuk
slurry atau pasta, padatan dengan suspensi halus, dan untuk
larutan.
12. Pengering semprot (Spray Dryer) , larutan atau bubur
disemprotkan ke aliran gas panas membentuk kabut tetesan yang
halus.
13. Pengering tanaman/ biji-bijian (Crops and Grains) digunakan pada
biji-bijian dari hasil panen, misalnya gandum.
SEKIAN

TERIMAKASIH