Anda di halaman 1dari 48

HUKUM, ETIKA DAN

REGULASI

Prof. Dr. H. Indar, SH. MPH.


CURRICULUM VITAE

 Nama :Prof.DR. H.Indar, SH, MPH


 T/Tgl:Makassar,10 Nopember 1953
 Adres:Perdos UH T.Rea Blok AG58
0411-585486,5225897,081543024710,085299871826
Unit Kerja : FKM Unhas Bag. AKK
 Pend :SR 37 1965 Mks
 SMP MUH SUB 1968 Mks
 SMEAN 2 1969 Mks
 SMAN 1969 Pangkep
 SMAN IV 1971 Mks
 SARMUDA HUKUM UNHAS 1981
 S1 FHUH 1984 Mks
 S2 UNIV. OF HAWAII 1990 USA
 S3 FHUH 2003 Mks, GB : ETIKA dan H.KES
RULES OF THE GAME

 Silahkan bertanya kapan saja


 Tidak ada pendapat yang salah, yang salah
adalah yang tidak berpendapat
 Tidak ada orang bodoh, yang ada orang telmi
DARI MANA WISDOM?

 Wisdom comes from good judgments


 Good judgment comes from experiences

 Experience comes from mistakes

 Mistake comes from bad judgments

Chinese proverb
ETIKA KEILMUAN
Kode Etik Keilmuan Indonesia
Ilmuan Indonesia harus menyadari dan mengakui bahwa Ilmu
yang dimilikinya adalah bagian dari ilmu orang lain
Pelajari ilmu…..
Barangsiapa mempelajari ilmu karena Allah, itu Taqwa
Menuntutnya itu Ibadah
Mengulang-ulangi itu Tasbih
Membahasnya itu Jihad
Mengajarkannya kepada orang yang tidak tahu itu Sedekah
Memberikan kpd Ahlinya, itu mendekatkan diri kepada Tuhan
(Abasy Syaik Ibn Hibban &Ibn Abail Ban,Ilya Al Ghozali, 1986)
DEFINISI HUKUM
1. HUKUM

HUKUM KEBUTUHAN SOSIAL

BERCORAK RAGAM

MASY. SEDERHANA MASY. MODERN

UBI SOCIETAS, IBI IUS


KEBUTUHAN HUKUM KES
1. MOTIVASI PENYUSUNAN PERATURAN PER-UU-AN
BID KES

A. KEBUTUHAN AKAN PENGATURAN PEMBERIAN


JASA KEAHLIAN

B. KEBUTUHAN AKAN TKT KUALITAS KEAHLIAN


TERTENTU

C. KEBUTUHAN AKAN KETERARAHAN

D. KEBUTUHAN AKAN PENGENDALIAN BIAYA


KEBUTUHAN HUKUM KES
1. MOTIVASI PENYUSUNAN PERATRN PER-
UU-AN BID KES
E. KEBUTUHAN AKAN KEBEBAASAN MASY UTK
MENENT PILIHANNYA

F. KEBTHN PASIEEN AKAN PERLIND HUKUM

G. KEBTHN AKAN PERLIND HUKUM PARA AHLI

H. KBTHN AKAN PERLIND HKM BG PIHAK KETIGA


I. KEBTHN AKAN PERLIND HKM BG KEPENT UMUM
KEBUTUHAN HUKUM KES
2. MOTIVASI PEMBUAT UNDANG-UNDANG
A. HEALTH CARE IS CONCERN OF ENTIRE POPULATION, FOR
WHICH THE GOVERNMENT IS RESPONSIBLE

B. QUALITY OF HEALTH CARE IS ANOTHER ASPECT OF WHICH


REQUIRES LEGISLATION

C. FINANCIAL AND GEOGRAPHICAL ACCESSIBILITY OF


HEALTH CARE CONSTITUTES A STRONG REASON FOR
LEGISLATIVE INTERVENTION

D.PROTECTION OF THE RIGHTS OF PATIENT IS A STRONG


INCENTIVE FOR LEGISLATION
KEBUTUHAN HUKUM KES
2. MOTIVASI PEMBUAT UNDANG-UNDANG
E. OUTSIDE THE CONTEXT OF HEALTH CARE PROTECTION OF
THE INDIVIDUAL CAN ALSO BRING THE LEGISLATOR INTO
ACTION

F. IN HEALTH ACTIVITIES OFTEN THIRD PARTY INTERESTS


ARE INVOLVED

G. PROTECTION OF HEALT OF SOCIETY IS A CLASSIC MOTIVE


FOR LEGISLATION

H. FINALLY, LEGISLATION IS INDISPENSIBLE TO THE


PROTECTION OF THE INDIVIDUAL AGAINST GOVERNMENT
DEFINISI HUKUM
1. J.G. HOLLAND (POZGAR, 1996)
“Laws are the very bulwarks of liberty : They
define every man’s right and defend the
individual liberties of all men”.
2. LEOPOLD POSPISIL
“Suatu aktivitas dalam rangka suatu
kebudayaan yang mempunyai fungsi
pengawasan sosial untuk membedakan suatu
aktivitas itu dari aktivitas kebudayaan lain yang
mempunyai tugas yang serupa dalam suatu
masyarakat seorang harus mencari 4 ciri dari
hukum (attribute of law)
DEFINISI HUKUM
2. E.UTRECHT ( 2001)
“Himpunan peraturan-peraturan (perintah-
perintah) dan larangan-larangan yang
mengurus tata tertib suatu masyarakat dan
karena itu harus ditaati oleh masyarakat..
3. J.C.T SIMORANGKIR (1998)
Pearturan-peraturan yg bersifat memaksa yg
menentukan tingkah laku manusia dlm lingk
masy yg dibuat oleh badan resmi yg berwajib,
pelanggaran mana terhdp peraturan-peraturan
tdi berakibatkan diambilnya tindakan yaitu
hukum tertentu.
ATRIBUT HUKUM

1. ATTRIBUTE OF AUTHORITY
2. ATTRIBUTE OF INTENTION OF
UNIVERSAL APLICATION
3. ATTRIBUTE OF OBLIGATION
4. ATTRIBUTE OF SANCTION
SANKSI HUKUM
1. TEORI RETRIBUSI (KANT DAN HEGEL)
• Hukuman itu diberikan karena pelaku menerima
hukuman demi kesalahannya.
• Hukuman menjadi retribusi yang adil bagi kerugian
yang sudah diakibatkannya.
2. TEORI UTILITARIANISISME ( JEREMY BENTHAM)
• Hukuman itu dapat membuat jerah si terhukum
sehingga kelak tidak pernah akan mengulangi
kesalahannya.
• Hukuman dapat meredakan balas dendam pada si
korban dan keluarganya.
KAIDAH HUKUM
1. Kaidah Hukum – Kaidah Sosial lainya
• Membebani Hak dan Kewajiban
• Sanksi lebih tegas dan konkritz
2. Tujuan Hukum
• Teori etis  keadilan (Geny)
- Distributif dan Commutatif
• Teori Utilitis  menjamin kebahagiaan yang
terbesar bagi manusia yang sebanyak-
banyaknya (J.Bentham)
• Nilai Dsr Hkm : Keadilan, kemanfaatan,
kepastian hkm.
KAIDAH HUKUM

3. Sumber Hukum
• Materiel  Ekonomi, sejarah, sosiologi
• Formal
a) Undang-Undang (Statue))
b) Kebiasaan (Custom)
c) Keputusan –Keputusan hakim
(Jurisprudentie)
d) Traktat (treaty)
e) Pendapat para ahli hukum (Doctrine)
PRINSIP-PRINSIP ETIKA

KEADILAN
A. KEADILAN LEGAL, SEMUA ORG ATAU KLP DIPERLAKUKAN
SAMA OLEH NEGARA
- SEMUA ORG HRS SECARA SAMA DILINDUNGI OLEH HUKUM
- TDK ADA ORG SECARA YG AKAN DIPERLAKUKAN SECARA
ISTIMEWA OLEH HUKUM ATAU NEGARA
- PEM TDK BOLEH MENGELUARAN HKM ATAU PRODUK HKM
YG SECARA KHUSUS DIMAKSUDKAN DEMI KEPENT
KLP ATAU ORG TERTENTU
- SEMUAORG TANPA PERBEDAAN HRS TUNDUK DAN TAAT
KPD HKM YG BERLAKU
PRINSIP-PRINSIP ETIKA

KEADILAN
B. KEADILAN DISTRIBUTI, SEMUA ORG DIBERIKAN JATAH
SESUAI DGN KEBUTUHAN, PRESTASI,KEDUUKAN, DAN
JABATANNYA
C. KEADILAN COMMUTATIF, MENGATUR HUB YG ADIL
ANTAR ORG YG SATU DAN YG LAIN ATAU ANT WARGA YG
SATU DAN WARGA LAINNY SEMUA ORG MEMBERIKAN,
MENGHARGAI, DAN MENERIMA APA YG MENJADI HAK
ORG LAIN
KAIDAH HUKUM

3. Sumber Hukum
• Historis  ditemukan/mengambil
bahannya
• Sosiologis  faktor yang menentukan isi
hukum positif
• Filosofis
a) Asal  teokratis : hukum kodrat (akal
manusia), mashaf historis (sarkum
masyarakat)
b) Kekuatan mengikat : memaksa,
kesusilaan
KAIDAH HUKUM
4. Pembagian Hukum
• Berdasarkan kriteria fungsi hukum :
hukum materiel dan hukum formil.
• Berdasarkan isinya : hukum umum dan
hukum khusus.
• Pembagian lain : hukum publik dan
hukum
privat.
• Hukum publik : keseluruhan yang
mengatur kepentingan umum dan
kepentingan penguasa dengan warga
negaranya,sifatnya memaksa misalnya
HTN, HAN, H. Pidana.
KAIDAH HUKUM
4. Pembagian Hukum
• HTN : hukum yang mengatur bentuk orgs, tgs
dan wewenang negara.
• HAN : hukum yang mengatur hubungan antar
LN, antara LN dan masyarakat.
• H. Pidana
hkm yg menent pbt pbt mana atau siapa
sajakah yg dpt dipidana serta sanksi-sanksi
yang tersedia.
• H. Privat / H. Perdata : hkm yg mengatur dlm
klg dan hub pergaulan dlm masy sifatnya
mengatur meski ada yg memaksa.
KAIDAH HUKUM
4. Pembagian Hukum – Istilah Latin
• Ius Constituendum : the law as
what ought to be. Filasafat Hukum
yg memikrkan ide ide hkm yg ideal,
yg seyogianya diberlakukan.
• Ius Constitutum : the law as what it
is in the book. Hukum yg tertuang
dlm peraturan perundang
undanagn.
• Ius Operatum : the law as what it is
in society. Hukum yg senyatanya
berlaku, sering sesuai peraturan
perundang undangan , tetapi tidak
jarang pula bertentangan dengan
peraturan perundang undangan
KAIDAH HUKUM

5. Kekuatan Berlakunya Hukum


• Berlaku secara yuridis.
• Berlaku secara sosiologis : teori kekuatan
dan teori pengakuan.
• Berlaku secara filosofis.
3 PENDEKATAN HUKUM – PERISTIWA HUKUM

5. Pendekatan Hukum
• Legalistik Normatif.
Melihat hkm dlm wujudnya sebg asas
hkm, norma norma hkm dan aturan aturan
hkm
• Empiris.
Melihat hkm dlm wujudnya sbg realitas,
tindakan dan perilaku
• Filosofis.
Melihat hkm sbg ide ide murni, yg
mencakup juga moral keadilan
KAIDAH HUKUM
6. Fungsi Hukum
• Sarana pengendalian sosial (social
control)
• Sarana untuk melakukan perubahan
sosial (social engineering)
• Sebagai alat pemersatu (social
integration)
KAIDAH HUKUM

7. Ketaatan Hukum
• Bersifat compliance
• Bersifat identification
• Bersifat internalization
KAIDAH HUKUM
8. Sistem Hukum
• Struktur Hukum

• Substansi Hukum

• Budaya Hukum

• Komitmen

• Profesionalisme
KAIDAH HUKUM
9. Hukum Sebagai Intersubsistem
1. Subsystem fisik,
2. Subsystem biologis,
3. Subsystem politik,
4. Subsystem ekonomi,
5. Subsystem sosial,
3
6. Subsystem budaya, 2
7. Subsystem kesehatan,
4
8. Subsystem pertahanan dan keamanan, 1 9.2 9.3
9. (inter-) subsistem hukum 9.1 9.4

9.8 9.5
5
8 9.6
9.7

6
7
KAIDAH HUKUM

10. Efektivitas Hukum


1. Peraturan
2. Fasilitas
3. Penegak Hukum
4. Kesadaran Hukum
• Pengetahuan tentang Hukum
• Penghayatan Fungsi Hukum
• Ketaatan terhadap Hukum
KAIDAH HUKUM
11. Asas–Asas Peraturan Per-u-u-an
1. Tidak berlaku surut
2. Tidak dapat diganggu gugat
3. Adanya hirarki peraturan lebih tinggi dgn
peraturan lebih rendah
• Perobahan atau penghapusan
• Isi
• Peraturan pelaksanaan
4. Ketent kh mengesampingkan ketent umum
5. Ketent belakangan membatalkan ketent
sebelumnya
6. Masa keberlakuan : ditempatkan pada L.N.
dan 30 hari
KAIDAH HUKUM

12. Hirarki dan Tata Urutan Peraturan


Perundang-Undangan (TAP MPR No. III
Th. 2000
1. UUD 1945
2. TAP MPR
3. Undang –Undang / Perpu
4. Peraturan Pemerintah
5. Kpts. Presiden
6. Peraturan Daerah
KEBUTUHAN HUKUM KES
1. SYARAT HUKUM
A. MENCERMINKAN RASA KEADILAN
B. HRS DPT DITERIMA SECARA POLITIS, SOSIOLOGIS,
DAN CULTURAL
C. DPT DILAKS APARAT PENEGAK HUKUM DAN
MASYARAKAT
HUKUM KESEHATAN
1. Sejarah Hukum Kesehatan
1. Sejak 1970 berkembang di AS dan Belanda
2. Mulai diperkenalkan di Indonesia di UI 1982
3. Diperkenalkan mel Code Hammurabi 1689 SM
If the doctor performs a major operation or cure a sick
eye, he shall receive ten shekels of silver. If the patient
as freed man, he shall pay five shekels. If he is a
slave, the his master shall pay two shekels on his
behalf, but if the patient lost his live or an eye in
operation, the Doctor’s hand were cut off. If the
patient was a slave, the doctor was only bound to
make good the loss by getting the owner a new slave.
HUKUM KESEHATAN
1. Sejarah Hukum Kesehatan
Diawal tahun 1981, dr. S seorg dokter PKM
Wedarijaksa Kab. Pati Jateng diadili di PN Pati
Krn pasiennya Ny. Rukmini meninggal dunia
Akibat kejutan Anfilatik dan reaksi alergi dr
suntikan Streptomycin (Psl 359 KUHP). PN Pati
tgl 1 September 1981 memutuskan menghukum
dr.S 3 bln penjara dgn masa percobaan 10
bulan. Di PT dgn Putusaannya tgl 18 Mei 1982
menguatkan pts PN. Di tingkat kasasi MA
membebaskan dr.S. dgn pertimbangan
penyuntikan Streptomycin itu sulit dihindarkan
dan hal ini dpt merenggut nyawa pasien
HUKUM KESEHATAN
2. Faktor yang mempengaruhi Perkemb. Hukum
Kesehatan
• ……The evolution of medical science and technology,
which more and more intrude upon the human body and
affect physical and mental integrity.
• Moreover, medicine has become a big and bureaucratic in
which personal relations tend to deteriorate.
• On the other hand, the notion of human rights and
individual self determination are, especially accepted as
cornerstones of law and social policy. Therefore a tension
exist between a deep intruding sophisticated and
bureaucratic health care and patient who has become
more aware of his personal rights.
HUKUM KESEHATAN
3. Definisi Hukum Kesehatan
Health law can be defined as the body of legal
rules that relates directly to health and the
application of general civil, administrative, and
penal law in health care. The specific rules for
individual and social right in health care
included in the first part of this definition; the
second part sees to the connection between
health care and general law. Health law with its
particular subject is a specialized branch of law
and simultaneously it is a part of law in general.
General law principles and rules apply to health
care. Health law belongs to the family of law.
HUKUM KESEHATAN

4. Definisi Hukum Kedokteran


• Bagian dari Hukum Kesehatan yang meliputi ketentuan
yang berhubungan langsung dengan pelayanan medis
dan terbagi atas :
1. Hukum Kedokteran dalam arti luas (medical Law)
yaitu segala ketentuan medic yang berkaitan dengan
pelayanan medis baik perawat, bidan, dokter gigi,
dan Laboratorium
2. Hukum Kedokteran dalam arti sempit yaitu bagian
Hukum Kedokteran yang hanya berhubungan
dengan dokter saja.
HUKUM KESEHATAN
5. Kedokteran Forensik
• Dulu disebut ilmu Kedokteran Kehakiman
merupakan disiplin ilmu kedokteran yang
peranannya membantu Hakim atau proses
peradilan.
• Tujuan utama ilmu ini adalah untuk proses
penegakan Hukum dan Keadilan.
• Yang diperiksa oleh Dokter Forensik adalah
“benda bukti” yang berbentuk manusia hidup
atau mati jadi sama sekali bukan pasien.
• Pemeriksaan ini dilakukan atas perintah
undang-undang.
HUKUM KESEHATAN
5. Sumber Hukum Kesehatan
1. Pedoman internasional misalnya konprensi
Helsinki 1964 tentang PTM.
2. Hukum kebiasaan misalnya KODEKI  izin
operasi dalam bentuk tertulis untuk PTM.
3. Yurisprudensi
4. Hukum otonom
5. Ilmu
6. Literatur
RUANG LINGKUP H. KESEHATAN
H. Perdata
H. Pidana, H. Administrasi

1. Basic concept, theory, methodology


2. Individual aspects of health law
3. Quality of health care
4. Provisions of health care
5. Preventive and environmental health
6. Financial accessibility of health care
7. Regulations between patient and providers
8. Role of Government
9. Relation between state and citizens
10. International Health Law

HUKUM KESEHATAN
The right to self The right to Health
determination care
RUANG LINGKUP H. KESEHATAN

1. Basic concept, theory, methodology


the of self determination, the right to
health care, private versus public
responsibility
2. Individual aspects of health law
physical and metal integrity, sterili
zation, artificial insemination, abortion,
privacy,rights of minority, the mental ill,
rights of patient, euthanasia
3. Quality of health care
the health profession, disciplinary
profession, audit, quality requirement
for institutions, quality regulations
concerning tehnical equipment.
RUANG LINGKUP H. KESEHATAN

4. Provisions of health care


planning legislation, organization of
health care, organ transplantation,
anaesthesia, psychosurgery, mental
healthlegislation

5. Preventive and environmental health

6. Financial accessibility of health care


social security, system of payment of
health care providers, price regualtions
RUANG LINGKUP H. KESEHATAN

7. Regulations between patient n prov


medical contract, free choice of doctors
and patients, complain procedures
8. Role of Government
health inspectors, competencies and
procedures, the role of legislations
9. Relation between state and citizens
force and pressure upon a citizen by
the state in the case of contagious
diseases or mental problems, medical
care of detainee for the military, water
fluoridation
10. International Health Law
ETIK DAN HUKUM

Perbedaan Etik dan Hukum


1. E. berlaku utk lingk. Profesi - Hkm berlaku umum
2. Kesepakatan Profesi - Badan Pemerintahan
3. Tdk semuanya tertulis - Terinci dlm UU, LN, BN
4. Pelanggaran MKE - Pengadilan
5. Tdk selalu dgn bukti fisik - Bukti fisik
HUKUM KESEHATAN-ETIKA KESEHATAN-ETIKA KEDOKTERAN

1. H. Kes. bertent dgn Etika Kes. Ketent H. Kes.


yang berlaku
• Penyuntikan pada pengobatan massal
2. H. Kes. dapat mengesampingkan Etika Kedok
• Rahasia ketokteran – penyakit menular
3. Etika kesehatan mengesampingkan Etika Kedok
• Iklan diri dgn rublik kesehatan pada masmedia
HUKUM KESEHATAN-ETIKA KESEHATAN-ETIKA KEDOKTERAN

PERBEDAAN ETIKA DENGAN HUKUM KESEHATAN


1. Penerapan dari aturan etika yang sifatnya umum dlm
yankes. H. Kes objeknya selain hukum juga nilai-
nilai dan norma dari hak-hak dasar manusia.
2. Pandangan secara etis terhadap manusia sering
ditentukan kepercayaan dan pandangan hidup. H.
Kes. Berlaku umum di dlm masyarakat.
3. Etika merupakan norma yang pelanggarnya tidak
dituntut, sedang hukum selalu dapat dituntut.
PUBLIC HEALTH
1. PUBLIC HEALTH
CONCERNED WITH PROMOTING AND PROTECTING HELATH AND WITH
PREVENTING OR REDUCING MORBIDITY AND PREMATURE MORTALITY
2. WORK PUBLIC HEALTH
A. ASSESSMENT : COLLECTING AND ANALYZING DATA IN ORDER
TO IDENTIFY AND UNDERSTAND PROBLEM
FACING A COMMUNITY

B. POLICY DEVELOPMENT : ESTABLIHES GOALS, SETS PRIORITIES


,DEVELOPS STRTEGIES TO ADRESS
HEALTH PROBLEMS
C. ASSURANCE OF SERVICES INVOLVES DESIGN, IMPLEMENTA
TION, AND EVALUATION OF PROGRAMS TO ADRESS
PRIORITIES HEALTH PROBLEM IN THE COMMUNITY.
SELESAI

TERIMA KASIH
ATAS PERHATIAN
HADIRIN