Anda di halaman 1dari 38

Anak Berkebutuhan Khusus

Drg. Sherli Diana, Sp.KG

Definisi Anak Berkebutuhan Khusus
• Istilah anak berkebutuhan khusus (ABK)
didefinisikan sebagai anak handicapped yang
tidak dapat bermain, bersosialisasi dan
mendapatkan perawatan gigi secara
konvensional.
• Handicapped terdiri dari physically, mentally
social and combined.

• ABK dengan kelainan medis yang dapat
mempengaruhi perawatan gigi dan mulut atau
memiliki tanda gigi dan mulut yang khas, hal ini
disebut juga dengan medically compromised
patient
• Kemajuan teknologi dan ilmu kedokteran
penurunan angka kematian pasien
berkebutuhan khusus, karena jumlah yang
bertahan hidup semakin banyak memerlukan
perhatian dan penanganan khusus dalam ilmu
kedokteran maupun kedokteran gigi dalam
meningkatkan kualitas hidup anak.
• Perawatan gigi berperan penting  berhubungan
dengan asupan nutrisi yang dibutuhkan anak.

Anak ABK atau handicapped terdiri dari pasien dengan retardasi mental. seperti buta tuli. kelainan darah. epilepsi. misalnya: • sindrom Down. cerebral palsy. asma: pasien dengan learning difficulties seperti autism. . • ADHD dan pasien dengan childhood disability. • Pasien dengan kelainan media seperti congenital heart diseases.

sedang hingga parah . • hipoplasia. • hipokalsofikasi email. • infeksi mulut. • maloklusi dengan derajat ringan. Keadaan Intra Oral • Tingginya indeks karies. • penyakit periodontal. • keterlambatan erupsi gigi.

dan ada tidaknya riwayat alergi. Riwayat medis ini sebaiknya dilakukan pada kunjungan pertama .  untuk keperluan prosedur pencegahan.  untuk keperluan profilaksis antibiotik.  untuk mengetahui ada atau tidaknya penyakit sistemik lain yang menyertai pasien.  untuk mengetahui obat-obatan yang dikonsumsi pasien. Pemeriksaan/Anamnesa Riwayat Medis • Riwayat medis meliputi riwayat penyakit pasien sejak lahir sampai saat sekarang harus dibuat secara rinci dan akurat :  untuk identifikasi kelainan medis yang memerlukan dental treatment.

adanya clubbing finger. kuku. mukosa oral. Pemeriksaan Keadaan Umum • Pemeriksaan umum dapat menginformasi dokter gigi dalam sikap dan tingkah laku anak dalam menerima perawatan. sedangkan pemeriksaan asimetri wajah dapat menunjukkan beberapa sindrom. • Pemeriksaan ekstra oral dan intra oral meliputi pemeriksaan visual pada daerah kulit. dan mata. dapat menunjukkan apakah pasien mengalami congenital heart disease. • Pemeriksaan kuku. .

• Full trisomy memperlihatkan adanya ekstra kromosom pada kromosom 21. sehingga memperlihatkan karakteristik fisik yang lebih ringan. • Sindrom Down tipe mosaik  mempunyai jumlah kromosom normal (46) pada beberapa sel tertentu. . 47 kromosom terdapat pada setiap sel  memperlihatkan tanda klinis yang lebih berat. Sindrom Down • Sindrom Down atau Trisomi 21 merupakan suatu kelainan yang disebabkan oleh gangguan kromosom dengan manifestasi klinik yang bervariasi. dan keadaan mental yang lebih baik. M • Mayoritas memperlihatkan kario tipe-tipe penuh (Full Trisomy).

Tanda-tanda klinis Sindrom Down berat badan lahir rendah. . kaki memperlihatkan adanya celah(sandal gap)diantara jari pertama dan kedua.wajah datar. kepala datar. tangan menunjukkan meta karpal dan phaangares sindaktili. rambut halus lurus. klinodaktili simian crease. mikrocephali. pendek.mata mempelihatkan upslanting of the eye.

pasien Sindrom Down Fissured Tongue pada pasien Sindrom Down Simian Crease pada Pasien Sindrom Down .

• Ukuran gigi lebih kecil beberapa kromoson atau phalanges. • Hipotonia mengakibatkan lidah terjulur. Tanda oral yang paling umum • Makroglosia fissured dart geographic tongue. dan drooling. • Delayed dental development. palatum tinggi dan hipotomia. mulut cenderung terbuka. . terhambatnya erupsi gigi sulung dan terhambatnya exfoliasi gigi. • Gigi missing.

selama kelahiran. Cerebral Palsy Cerebral palsy adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sekelompok gangguan statik nonprogresif yang disebabkan kerusakan otak yang terjadi pada saat prenatal. . atau dalam periode postnatal sebelum sistem saraf pusat mencapai kematangan.

dan carat bicara bisa ditemui pada cerebral palsytipe ini. distonia dan hipotonia. dan ekstrimitas. diplegia (16%) dan kuadripiegia (20%). • Tipe diskinetik  kelompok terbesar kedua CP (21%) akibat kerusakan ganglia basalis dan traktus Ekstrapiramidalis. Tipe ini muncul dalam bentuk hemiplegia (30%). tak terkontrol. involunter. tidak bertujuan dan tidak terkoordinasi. Pengerutan otot wajah. . • Tipe campuran (10%) ditandai dengan munculnya lebih dari satu gejala tersebut di atas. liur menetes. Menunjukkan gangguan keseimbangan tubuh yang mengakibatkan kesulitan menggenggam objek.• Tipe spastik  kelompok terbesar CP (66%) akibat kerusakan korteks serebri dan traktus piramidalis. sub kelompok dalam tipe ini dalam bentuk atetoid. pada tubuh. menyebabkan pola aktivitas otot yang aneh. • Pada tipe athetoid. gangguan motorik ini terlihat sebagai gerakan tubuh. wajah. • Tipe ataksia akibat kerusakan dari serebellum.

Rh disease. trauma lahir. genetik. toksik. • Faktor natal sebanyak 5-10% disebabkan oleh Anoksia. dan gangguan metabolik. congenital malformation of brain. anoksia. Etiologi cerebral palsy • Faktor prenatal sebanyak 70% adalah faktor infeksi. kelainan vaskular. • Faktor Pasca natal disebabkan oleh trauma. dan infeksi .

. Kelainan pada gigi dan mulut pada pasien cerebral palsy • Hipoplasia email gigi sulung. index karies dan penyakit periodontal yang lebih tinggi dari anak normal. • Bruxism banyak pada tipe athetoid dan spastik.

Pasien Cerebral Palsy Tipe Atetoid .

. Congenital Heart Diseases (CHD) • merupakan kelompok medically compromised children yang paling banyak dijumpai dokter gigi.

Etiologi penyakit jantung kongenital dapat merupakan kombinasi faktor genetik dan lingkungan prenatal. termasuk infeksi trimester pertama kehamilan. 35% penderita sindrom down biasanya memiliki penyakit jantung kongenital dengan derajat ringan sampai berat. . Hampir semua penyakit jantung pada anak terjadi secara kongenital dengan prevalensi 8-10 per 1000 kelahiran hidup. Kelainan jantung dibagi ke dalam dua kelompok utama: 1. penyakit jantung kongenital yaitu yang dapat terjadi sebelum atau setelah kelahiran dan kelainan jantung dapatan yang dapat terjadi pasca natal.

2. Penyakit jantung dapatan juga dapat menyebabkan kematian pada pasien.Kelainan gigi yang sering terjadi pada anak dengan CHD adalah hipoplasiaemail dan karies pada gigi sulung . endokarditis infektif. . dan rheumatic fever. Penyakit jantung dapatan meliputi antara lain myokarditis.

• Perawatan gigi melibatkan perdarahan seperti perawatanendodonlik.2%.maka terapi profilaksis antibioti dan kumur-kumur antiseptik seperti klorheksidin 0. ekstraksi gigi. . scalling dapat menimbulkan bakteriemia .

Sianosis Gusi pada CHD .

merupakan kontraindikasi karena dapat menimbulkan perdarahan regio pterigomandibular yang dapat mengarah pada asfiksia. talasemia. • Pemberian anestesi infiltrasi atau injeksi intraligamen dapat diberikan dengan hati-hati. • Perawatan gigi dan mulut pasien dengan kelainan hematologi memerlukan pemeriksaan riwayat medis yang rinci. Kelainan Hematologi • Kelainan hematologi antara lain hemotilia. trombositopenia. • Konsultasi dengan dokter hematologi anak sebelum memulai perawatan sangat penting terutama apabila diperlukan ekstraksi gigi. • Perawatan yang diutamakan pada pasien-pasien tersebut adalah preventif dan pemeriksaan periodik. Von Willebrand’s disease. • Anestesi regional seperti blok regional rahang bawah. dan leukemia. . anemia.

• Perawatan gigi pada pasien hemofilia memerlukan penggantian adekuat dan monitoring kadar faktor VIII dan IX.Obat- obatan yang mengandung aspirin atau antiinflamasi nonsteroid harus dihindari untuk mencegah timbulnya perdarahan .

kelainan Sistem Pernafasan • Asma merupakan penyakit khronik bronkhus yang menyebabkan obstruktif pare dengan timbulnya sesak nafas. Penderita asma biasanya menerima pengobatan dengan steroid yang dapat menimbulkan pewarnaan ekstrinsik pada gigi karena perubahan flora mulut serta dapat menimbulkan kandidiasis. • Anak-anak asma biasanya bernafas melalui mulutgingivitis dan pembesaran jaringan gingival (hipertropi) bagian anterior. • Kortikosteroid dapat merubah pHr rongga mulut dan menurunkan aliran saliva sehingga terjadi xerostomia dan peningkatan erosi gigi. . dan wheezing (bunyi ngik ngik). batuk.

• dokter gigi menganjurkan orang tua atau keluarga pasien berkonsultasi pada konseling genetik . Kelainan Genetik • Anak dengan kelainan genetik biasanya datang ke dokter gigi dengan anomali gigi spesifik yang berkaitan dengan keadaan mereka atau kelainan medis yang merupakan komplikasi perawatan gigi.

Epilepsi • Epilepsi merupakan salah satu gangguan neurologic dengan gejala adanya serangan yang timbul berulang. yang disebahkan oleh lepasnya muatan listrik abnormal sel saraf otak. misalnya minimal dua Kali setahun. • Serangan (Seizure) merupakan gejala yang dapat terjadi tiba-tiba dan menghilang tiba-tiba pula. • Gejala epilepsi dapat berupa kejang yang bersifat tonik maupun klonik. ataupun Tonik-Klonik( Grand Mal Seizures).mengorok atau lidah tergigit. Frekuensi serangan dapat terjadi tiba tiba secara berkala. diikuti fase klonik. Serangan ini menunjukan hilangnya kesadaran penderita.. .

Kejang Tonik dan Klonik pada pasien epilepsy .

• Efek samping lainnya adalah adanya hiperplasia gusi yang disebabkan oleh penggunaan dilantin. yaitu xerostomia. .• Kondisi gigi dan mulut penderita epilepsi tidak mengalami suatu kelainan khusus melainkan efek samping dari obat antikonvulsan. • perawatan gigi pasien dengan epilepsy adalah penyediaan alat mouth props. hal ini menyebabkan berkurangnya self cleansing sehingga terjadi penumpukan plak sehingga mengakibatkan karies. fingerstd untuk mencegah tergigitnya lidah bila terjadi serangan dan sebaiknya bracket table diletakkan jauh.

sehingga terisolasi dari kontak manusia dan tenggelam dalam dunianya sendiri. • Tidak mampu membentuk hubungan sosial dan berkomunikasi normal. Autisme • Autisme adalah kondisi adanya gangguan perkembangan yang sangat kmpleks. • Etiologi belum diketahui pasti tetapi diduga multifactor. dengan gejala dapat ringan sampai berat. yang biasa terjadi di usia 3 tahun. • Anak autis tidak memiliki masalah kesehatan gigi yang spesifik. tetapi cenderung memiliki index karies dan penyakit periodontal yang tinggi . interaksi sosial dan perilaku. yang menunjukkan gangguan komunikasi.

• Etiologi ADHD tidak diketahui jelas dan bersifat multifaktor. .Attention Deficit Hyperacrive Disorders (ADHD) • ADHD adalah anak-anak yang menunjukkan gejala adanya gangguan pemusatan perhatian dengan impulsifiitas dan hiperaktifitas yang tidak sesuai dengan usia perkernbangan.

dan gunakan kalimat pendek. • Perawatan gigi sebaiknya tidak dilakukan dalam keadaan libur sekolah karena biasanya anak sedang dalam drug holiday. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada perawatan gigi anak dengan ADHD • tidak memiliki masalah kesehatangigi yang spesifik. jelas dan suara lembut. . • Perawatan gigi sebaiknya dilakukan di pagi hari pada saat anak dapat berkonsentasi. • Konsultasi dengan dokter ahli saraf anak. • Usahakan kontakmata.

dengan kasih sayang. dll). • Memberikan reward untuk tingkah laku positif. lemah lembut. • Untuk kasus berat yang tidak bisa dilakukan di ruang praktek sebaiknya dirujuk ke bagian Special Care Dentistry dan untuk kasus- kasus yang tidak bisa ditangani di ruang praktek.Perawatan gigi dan mulut anak ABK • Mengetahui jenis penyakit pasien. • Mengajarkan orang tuamengenai prosedur pemeliharaan kesehatan gigi dirumah. hematologi anak. cardiologi anak. • Disarankan untuk melakukan pendekatan interdisiplin dengan melakukan konsultasi spesialis terkait (saraf anak. . • memeriksa dan merawat pasien sebagai individu sesuai dengan kemampuan mereka.

• Bernafas melalui mulut (pernafasan mulut kronik) disebabkan oleh jalan nafasyang lebih sempit sehingga anak berkebutuhan khusus cenderung bernafas melalui mulut. Bruxism (ngerot) pada penderita cerebral palsy mengakibatkan gigi rahang atas maju kedepan. gangguan fungsi hubungan otot-otot dalam mulutdan periodontal sehingga rahang atas maju. jumlah saliva kurang sehingga kurangnya self cleansing. Kondisi ini akan mempengaruhi fungsi bicara dan pengunyahan.• Penyakit yang sering dialami anak-anak berkebutuhan khusus: • Karies gigi disebabkan oleh kelainan bentuk dan struktur gigi (anomali). gigitan terbuka. gigi berlebih. Inflamasi pada jaringan periodontal yang parah dapat mengakibatkan anak kehilangan gigi. gigi goyang. dan calculus. • Maloklusi terjadi karena adanya keterlambatan erupsi gigi. Pernafasan mulut kronik ini menyebabkan ukuran lidah membesar (makroglosia) dan permukaan lidah beralur dalam dan kering sehingga menimbulkan bau mulut (halitosis) dan irirtasi pada sudut bibir (angular cheilitis). • Penyakit jaringan penyangga gigi (periodontal) seperti gusi berdarah. • Trauma atau benturan yang sering terjadi pada anak-anak dengan gangguan psikososial dan perilaku karena jatuh ataupun kecelakaan. Kondisi ini disebabkan oleh kebersihan mulut yang kurang diperhatikan karena ketidakmampuan menggosok gigi dengan benar. pengobatan yang mengandung gula atau diet khusus yang memerlukan pemberian susu botol yang diperpanjang dan keterbatasan anak ataupun orang-orang sekitar untuk membantu membersihkan gigi dan mulut secara rutin setiap hari. pola makan yang kurang baik dan efek samping dari obat-obatan yang dikonsumsi. . dan gigitan silang. tidak ada benih gigi. Untuk menangani brixism dapat menggunakan bite guard. frekuensi muntah atau gastroesophangeal refluks.

ada tidaknya fobia dan hal- hal spesifik yang penting.pada kunjungan pertama. kemampuan kooperatif. cara menggosok gigi dan alat elektronik (kamera) dapat digunakan untuk menumbuhkan sikap positif anak. mengenai riwayat medis. orang tua terlebih dahulu berkonsultasi dengan drg. pasta. perlu kerjasama orang tua dan dokter gigi anak. anak diperkenalkan dengan dokter gigi anak dan lingkungan perawatannya. . Alat bantu visual seperti gambar sikat gigi. Oleh sebab itu. • Membuat perjanjian jadwal kunjungan kedokter gigi anak dahulu. Sebaiknya dilakukan pada jam-jam yang tidak terlalu sibuk atau dijadwalkan pada urutan pertama agar anak tidak perlu menunggu. • Pada anak dengan gangguan psikososial dan perilaku membutuhkan waktu untuk membiasakan diri dengan lingkungan baru. Hal yang perlu diperhatikan apabila anak berkebutuhan khusus datang kedokter gigi adalah: • Sebaiknya sebelum anak mendatangi dokter gigi anak. pemahaman.

mengatur pola makan anak dan penggunaan obat kumur. Pembersihan calculus atau scalling 4. Pada anak berkebutuhan khusus yang disertai gangguan fungsi otot pengunyahan biasanya makan seringkali masih terkumpul disekitar giginya. Fissure sealant pada pit dan fissure yang dalam . Kontrol plak dengan cara menyikat gigi yang tepat. Pemberian obat kumur yang tidak mengandung alcohol dapat digunakan pada anak yang sudah dapat berkumur untuk membantu membersihkan sisa makanan dan berfungsi sebagai antiseptic 3. Pemberian flour 2. Perawatan yang dapat dilakukan pada anak berkebutuhan khusus: • Perawatan preventif 1.

namun jika disertai adanya kelaianan sistemik maka penanganannya dilakukan secara multidisipliner dengan dokter anak dan dokter anesthesia.• Perawatan kuratif dan rehabilitative Penambalan maupun pencabutan pada anak berkebutuhan khusus maupun anak normal pada dasarnya sama. Penggunaan alat orthodonsi juga dapat dilakukan pada anak berkebutuhan khusus dengan pertimbangan yang tepat. . Kerjasama dengan terapis wicara dan ahli gizi sangat berpengaruh pada kesuksesan perawatan.

86 Th. ISSN 0215-9511. • Alimin. 2013. Daftar Pustaka • Syarif. XXV Desember 2013. Bandung: Ilmu Kedokteran Gigi Anak Fakultas KEdokteran Gigi Universitas Padjajaran. N. Bandung: Prodi Pendidikan Kebutuhan Khusus Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan • Abdullah. Kiat Sukses Menangani Pasien Handicapped Dalam Praktek Dokter Gigi. Mengenal Anak Berkebutuhan Khusus. 2013. Prosiding Temu Ilmiah Bandung Dentistry 8. Kalten: Fakultas Psikologi UNWIDHA. Z. . Anak Berkebutuhan Khusus. 2011. W. Magistra No.

Thank you .