Anda di halaman 1dari 24

URTIKARIA

&
ANGIOEDEMA
URTIKARIA
Definisi
Reaksi vaskuler pada kulit ok berbagai sebab, yg di
tandai dengan :
Edem
Warna pucat dan kemerahan
Sekitarnya halo kemerahan (flare)

cepat timbul dan


hilang secara perlahan lahan
disertai: gatal yang berat, rasa tersengat atau tertu
suk.
• Reaksi yang menyerupai utrikaria
• Lokasinya pada kulit bagian yang lebih dalam
• Secara klinis ditandai dengan pembengkakan jaringan
• Lokasi pada tubuh manapun : >>> sering pada daerah
perioral, periorbital, lidah , genitalia dan extremitas.
• Rasa gatal tidak lazim ditemukan >>> sering dengan rasa
terbakar

angioedema
Sinonim
Hives
Biduran
Kaligata
Gidu
Nettle rash
Epidemiologi
Keduannya merupakan gangguan yang sering dijumpai
Umur
Ras
Jabatan
Mempengaruhi pajanan
Jenis kelamin
yang akan dialami
Perubahan musim
Lokasi geografis

• Utrikaria kronis : wanita : laki laki = 2:1


• Anak anak (85%) dengan utrikaria tidak disertai angioe
dema
• Dewasa (40%) dengan utrikaria dengan disertai angioe
dema
• Utrikaria terjadi karena vasodilatasi disertai permeabilitas
kapiler yang meningkat akibat pelepasan histamin dari sel ma
st dan basofil.
• Berbagai mekanisme yang menyebabkan aktivasi sel mast :
• 1. faktor imunologik yang terdiri atas :
 Hipersensitivitas tipe cepat (ig E) , contohnya alergi obat.
 Aktivasi komplemen jalur klasik maupun alternatif , menghasil
kan anafilaktosin(c3,c4,c5) yang menyebabkan pelepasan me
diator sel mast.
• 2. faktor non-imunologik yang menyebabkan aktivasi langsung
sel mast oleh penyebab. Contohnya : bahan kimia pelepas me
diator (morfin , kodein, aspirin , obat anti inflamasi non steroi
d, benzoat) faktor fisik (suhu, sina x, ultraviolet, efek kolinergi
k)

Etiopatogenesis
• Penyebab utrikaria sangan beragam:
• obat
• Makanan
• infeksi : infeksi saluran napas atas (inf. Streptococus),

inf.tonsil, virus dan jamur pada kuku dan kulit


infeksi parasit : infestasi cacing , giardia,tungau debu
• Proses inflamasi: gastritis, esophagitis
• Proses autoimun dan ransangan fisik (suhu, sinar
matahari, radiasi
• Utrikaria kronis : idiopatik

Etiopatogenesis
Obat > utrikaria akut
Penisilin
Sulfonamid
Analgetik
Aspirin
ACE inhibitor (umumnya berhubungan den
gan angioedema)
Narkotik
alkohol
Makanan
coklat
Makanan laut
Telur
Susu
Kacang kacangan
Tomat
Stroberi
Food additive : salisilat, sulfit da pewarna
makanan
KLASIFIKASI

Berdasarkan
Lama serangan
Urtikaria Akut : serangan < 6 minggu
Urtikaria Kronik : serangan > 6 minggu
• Rasa gatal keluhan subyektif dan Rasa tertusuk atau rasa
terbakar
• Lesi utrika (eritema dan edema setempat dengan batas
yang tegas ) dengan berbagai bentuk dan ukuran.
• Kadang2 bagian tengah lesi tampak lebih pucat
• angioedema : bila lesi melibatkan jaringan yang lebih
dalam sampai dermis dan subkutis atau submukosa akan
terlihat edema dengan batas difus. (lebih sering rasa
terbakar >>> rasa gatal) lokasi : mata dan bibir

Gambaran klinis
• Utrikaria akibat tekanan mekanis dapat dijumpai pada
tempat yang tertekan :disekitar pinggang
• Utrikaria kolinergik : memberikan gambaran klinis yang
khas utrikaria dengan ukuran kecil 2-3 mm, folikular dan
picuoleh suhu tubuh akibat latihan fisik , suhu lingkungan
yang panas dan emosi (remaja dan dewasa muda)

Gambaran klinis
Dengan anamesis, pemeriksaan klinis dan pemerik
saan penunjang (mencari penyebab ):
• Pemeriksaan darah, urin dan feses
• Kadar ig E total dan eosinofil
• Pemeriksaan gigi ,THT
• Uji tusuk kulit
• Uji serum autolog
• Uji dermografisme da uji dengan es batu
• Dengan histopatologi kulit

DIAGNOSIS
• Hal terpenting dalam penatalaksananya : identifikasi dan
eliminasi penyebab dan atau faktor pencetus.
• Menghindari : alkohol , kelelahan fisik dan mental,
tekanan kulit, suhu lingkungan yang dapat memperberat
gejala.

Tatalaksana
• Asian consensus guidelines yang di ajukan AADV pada tahun 2011
• Antihistamin H1 non-sedasi , bila gejala menetap stelah 2 minggu
• AH1-ns dengan dosis ditingkatkan sampai 4x bila gejala menetap
setelh 1-4 minggu
• AH1 sedasi atau AH1-ns golongan lain bila terjadi eksaserbasi gejala,
tambahkan kortikosteroid sistemik 3-7 hari
• Bila gejala menetap setelah 1-4 minggu tambahkan siklosporin
A,AH2, dapson,omalizumab
• Eksaserbasi diatasi dengan kortikosteroid sistemik 3-7 hari
• Terapi topikal untuk mengurai gatal: bedak kocok atau losio (mentol
0,5-1 %/kalamin)

Tatalaksana
• Utrikaria akut baik : penyebab dapat diketahui dan
dihindari
• Utrikaria kronis yang membutuhkan penanganan
koprehensif : tidak mengancam jiwa tapi mempengaruhi
kualitas hidup pasien (akan sembuh dalam waktu 1 tahun
(50%) , 3 tahun (65%), 5 tahun (85%) dan , 5% pasien
lesi akan menetap lebih dari 10 tahun
• Utrikaria yang luas dengan angioedema
(kegawatdaruratan) penanganan tepat untuk menurunkan
mortalitas

Prognosis