Anda di halaman 1dari 19

FISIOLOGI DAN GANGGUAN

HAID
Pembimbing : dr. Muljadi A., Sp.OG

Oleh : Rizki Diah Anggraeni (21704101020)


Haid dan Gangguannya

■ Perdarahan haid adalah hasil interaksi kompleks yang melibatkan system


hormone dengan organ tubuh yaitu hipotalamus, ovarium, dan uterus serta
factor lain di luar organ reproduksi  peluruhan endometrium karena tidak
ada pembuahan sel telur.
■ Gangguan haid atau perdarahan uterus abnormal merupakan keluhan
gangguan haid yang bervariasi meliputi gangguan siklus haid, gangguan
perdarahan antara haid, gangguan jumlah darah haid yang keluar, atau
keluhan yang menyertai saat datangnya haid.
Epidemiologi Haid

■ Beberapa negara industry  seperempat penduduk perempuan pernah mengalami


menoragia, 21% mengeluh siklus haid memendek, 17% mengalami perdarahan
antar haid, dan 6% mengeluh perdarahan pasca senggama.
■ 28% merasa terganggu saat bekerja saat haid  berdampak pada bidang ekonomi
Fisiologi Menstruasi
Fisiologi Menstruasi
Gangguan Haid pada Masa Reproduksi
Gangguan Lama Gangguan
Gangguan Siklus
dan Jumlah Darah Perdarahan di Luar Gangguan lain
Haid
Haid Siklus Haid
• Hipermenorea • Polimenorea • Menometroragia • Dismenorea
(menoragia) • Oligomenorea • Sindroma prahaid
• Hipomenorea • Amenorea

Terminologi perdarahan uterus abnormal secara tradisional pada gangguan haid menurut
Speroff adalah menoragia, metrorargia, oligomenorea, dan polimenrorea. Terminologi
gangguan haid tersebut berdasarkan karakteristik haid normal adalah durasi 4-7 hari, jumlah
darah 30-80 ml, dan interval 24-35 hari.
Gangguan Haid pada Masa Reproduksi
■ Menoragia (Hipermenorea)
• Definisi
• perdarahan haid dengan jumlah darah lebih banyak dan/atau durasi lebih lama dari
normal dengan siklus yang normal teratur.
• Total jumlah darah haid > 80 ml per siklus (ganti pembalut > 5x/hari)
• Durasi haid > 7 hari
• Epidemiologi
• WHO melaporkan 18 jt perempuan usia 30-35 tahun  10% menoragia
• Etiologi
• Hemostasis
• Penyakit von Willebrands
• Trombositopenia
• Gangguan anatomi seperti mioma uteri, polip, dan hyperplasia endometrium
Gangguan Haid pada Masa Reproduksi
■ Hipomenorea
• Definisi
• Perdarahan dengan jumlah darah lebih sedikit dan/atau durasi lebih pendek dari
normal
• Etiologi
• Gangguan organic  pascaoperasi miomektomi, gangguan endokrin  tebal
endometrium tipis
Gangguan Haid pada Masa Reproduksi
■ Polimenorea
• Definisi
• Siklus haid yang lebih pendek dari normal (< 21 hari)
• Etiologi
• Gangguan ovulasi
• Fase luteal memendek
• Kongesti ovarium e.c. peradangan
Gangguan Haid pada Masa Reproduksi
■ Oligomenorea
• Definisi
• Haid dengan siklus lebih panjang dari normal (>35 hari)
• Etiologi
• Sindroma ovarium polikistik
• Imaturitas poros hipotalamus hipofisis ovarium endometrium
• Penyebab hipomenorea (i.g stress fisik, emosi, penyakit kronis, gangguan nutrisi)
• Sindroma metabolic  bila oligomenorea + obesitas & infertilitas
Gangguan Haid pada Masa Reproduksi
■ Menometrorargia
• Definisi
• Epidemiologi
• Etiologi
Parameter klinis haid pada usia reproduksi
Etiologi Gangguan Haid

Lesi Permukaan Pada Gangguan homeostasis, Gangguan haid tanpa

Disfungsi
Keadaan Patologi Panggul

Perdarahan Uterus
Penyakit Medis Sistemik
Traktus Genital penyakit von keadaan patologi
•Mioma uteri, adenomyosis Willerbrand, gangguan panggul dan penyakit
•Polip endometrium factor II, V, VII, VIII, IX, sistemik.
•Hiperplasia endometrium XIII, trombositopenia,
•Adenokarsinoma gangguan platelets
endometrium, sarcoma
•Infeksi pada serviks, Penyakit tiroid, hepar,
endometrium, dan uterus gagal ginjal, disfungsi
•Kanker serviks, polip kelenjar adrenal, SLE
•Trauma
Gangguan hipotalamus
Lesi Dalam hipofisis : adenoma,
•Adenomiosis difusa, mioma prolactinoma, stress,
uteri, hipertrofi myometrium olahraga berlebih.
•Endometriosis
•Malformasi arteri vena pada
uterus
*Note : Gangguan haid atau perdarahan uterus
Evaluasi Gangguan Haid abnormal merupakan suatu keluhan, bukan suatu
diagnosa,  perlu dicari penyebabnya

 Anamnesis
 Onset perdarahan, didahului siklus yang memanjang, oligorea/
aminorea, sifat perdarahan (jumlah), lama perdarahan
 Adanya kehamilan/kegagalan kehamilan
 Terlambat haid, mual, nyeri, dan mulas
 Pemakaian obat hormone, kontrasepsi, antikoagulan,
sitostatika, kortikosteroid, obat hermal
 Riwayat penyakit sitemik
 Pemeriksaan Fisik
 Stabilitas hemodinamik
 Palpasi bimanual  pembesaran uterus
 Tanda hiperandrogen (i.g BMI, galaktorea, gangguan lapang
pandang, icterus, hepatomegaly, takikardia)
 Pemeriksaan ginekolgi  menyingkirkan kelainan organic e.c
mioma uteri, polip serviks, ulkus, trauma, erosi, tumor atau
keganasan
 Pemeriksaan Penunjang
 Tes kehamilan BhCG  Tes Darah Lengkap
 Biopsi endometrium  Tes Faal Homeostasis
 USG Transvagina
 Sonohisterografi
 Histeroskopi
Penanganan Perdarahan Uterus Abnormal
■ Penanganan pertama  Penanganan :
– Perbaikan hemodinamik • Dilatasi dan kuretase  kecurigaan
keganasan
■ Penghentian Perdarahan • Medikamentosa
 Perdarahan Akut dan Banyak • Kombinasi estrogen progestin (pil
 >> terjadi pada 3 kondisi : kontrasepsi) 2x1 tab selama 5-7 hari 
• Remaja dengan gangguan koagulopati perdarahan lanjut 1x1 tab selama 3-6
• Dewasa dengan mioma uteri siklus; atau tapering off 4x1 tab selama 2
• Pemakaian obat antikoagulansia hari  3x1 tab selama 3 hari  2x1 tab
selama 2 hari  1x1 tab selama 3 minggu
 berhenti selama 1 minggu  pil
kombinasi 1x1 tab selama 3 siklus
• Estrogen  IV atau oral
• Progestin  selama 14 hari  berhenti
obat selama 14 hari  diulang selama 3
bulanc
Penanganan Perdarahan Uterus Abnormal
■ Penghentian Perdarahan ■ Penanganan dengan Medikamentosa
 Perdarahan Irreguler Nonhormon
 Pengobatan sesuai factor penyebab – Obat Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID)
 Medikamentosa : ■ Salisitat (aspirin), analog asam
Kombinasi estrogen progestin : pil indoleasetik (indometasin), derivate asam
kontrasepsi kombinasi 1x1 tab sehari aril proponik (ibuprofen), fenamat (asam
selama 3 bulan mefenamat), Coxibs (celecoxib)
Progestin : MPA 10 mg 1x1 tab/hari selama ■ Asam mefenamat 250-500 mg 2-4x/hari;
14 hari dan berhenti selama 14 hari, ibuprofen 600-1200 mg/hari
diulang selama 3 bulan – Antifibrinolisis
■ Asam tranexamat 500 mg 3x1/hari
■ Penanganan dengan Terapi Bedah
– Histerektomi, Ablasi endometrium, reseksi
transerviks, histeroskopi operatif, miomektomi,
oklusi atau emboli arteri uterine.
Perdarahan Uterus Disfungsi (PUD)
Gangguan Haid pada Masa Reproduksi
■ Amenorea
• Definisi
• Epidemiologi
• Etiologi
Gangguan Lain dalam Haid