Anda di halaman 1dari 55

PROFIL PUSKESMAS GUNUNG SARI Putu Dian Puspita Sari

Luh Nyoman Mayaswari

2017 Najmina Amaliya


Shierly Kencana Evelin
GAMBARAN UMUM PUSKESMAS
GAMBARAN UMUM PUSKESMAS
• UPT BLUD Puskesmas Gunung sari merupakan salah satu dari 17 Puskesmas yang ada di Kabupaten Lombok Barat, dengan luas

wilayah 28,86 Km².

• Perbatasan

- Utara : Kabupaten Lombok Utara

- Selatan : Kota Mataram

- Barat : Kecamatan Batu Layar

- Timur : Kecamatan Lingsar

• Wilayah kerja, mencakup 7 desa yang merupakan kombinasi daerah daratan pegunungan di utara dengan ketinggian 0 - 256 meter.

• Pada tahun 2017 mencapai 59.519 jiwa penduduk di wilayah kerja UPT BLUD Puskesmas Gunung sari.
• Dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya, UPT BLUD Puskesmas Gunungsari di dukung oleh

sarana dan prasarana yang terdiri dari 3 unit puskesmas pembantu dan 8 unit poskesdes, serta

dukungan partisipasi masyarakat dalam bentuk 63 posyandu.

• Sarana pendidikan yaitu:


- 33 TK/PAUD

- 30 SD/MI

- 12 SLTP/MTs

- 11 SMU/MA/SMK

- 6 pondok pesantren
KEADAAN SARANA KESEHATAN

Jika diproprosionalkan jumlah penduduk tahun 2017 dengan jumlah sarana dan prasarana kesehatan
yang ada, maka didapatkan :

a. Standar Dep.Kes RI perbandingan jumlah puskuesmas dengan jumlah penduduk adalah 1 :


30.000. saat ini penduduk puskesmas gunungsari melayani 59.519 jiwa. Berarti satu UPT BLUD
Puskesmas gunungsari masih memenuhi persyaratan ideal tersebut

b. Sedangkan perbandingan puskesmas pembantu (pustu) dengan jumlah penduduk bila mengacu
pada Standart Nasional 1 : 10.000, secara kuantitatif kebutuhan pustu di puskesmas gunung sari
masih belum memadai dengan 3 buah pustu, karena banyak wilayah yang masih sulit untuk di
jangkau.
c. POSKESDES dengan tenaga bidan di masing-masing desa dan kader kesehatan bila
dibandingkan dengan jumlah desa yang ada, dengan asumsi satu poskesdes untuk satu desa,
maka kebutuhan telah tercukupi yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan
khususnya di bidang kesehatan ibu dan anak di desa dan mengambil alih peran dukun secara
bertahap sehingga Angka Kemarian Bayi dapat ditekan seminimal mungkin.

d. Pos Pelayanan Terpadu (posyandu) saat ini di UPT BLUD Gunungsari adalah 61 buah setiap dusun atau
lingkungan. Pengembangan posyandu didasarkan atas jumlah sasaran yang dilayani, bila sasaran ada
ditempat yang agak jauh dari posyandu induk maka dapat dibentuk posyandu satelit dengan dukungan
masyarakat.
No Jenis tenaga Jumlah tenaga
PNS Kontrak Tenaga mengabdi
1 Tenaga medis
Dokter umum 2 2
Dokter gigi 1
2 Tenaga keperawatan
S1 Keperawatan (Ners) 3 2 1
S1Keperawatan (S.Kep) 3 1
D IV Keperawatan 1
D III Keperawatan 4 14
SPK/SPR 5 1
Perawat gigi 2
3 Tenaga kebidanan
D IV Kebidanan 2
D III Kebidanan 7 8
D I Kebidanan 6
4 Tenaga kefarmasian
Apoteker 1
D III Farmasi 1 1
Juru serep
5 Tenaga Kesmas
SKM 2
S1 Kesling 1
D1 Kesling 1
6 Tenaga Gizi
DIII Gizi/SKM 3
D III Gizi 1
7 Tenaga analis
SMAK/S1 Biologi 1
D III Analis Kesehatan 2 1
SMAK
8 Tenaga Non Kesehatan

A 1 Akuntasi 1

D III Rekam Medik 1

SMA/D 1 6 1 2

SMA (C1 Service) 1

SMP/SD(C1 Service) 6 1

Jumlah 53 40 6
UKM Esensial
UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT
(UKM) UKM Pengembangan
UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT (UKM) ESENSIAL
UKM Esensial dan PERKESMAS
• Program KIA/KB

• Program gizi

• Program pencegahan dan pemberantasan penyakit (P2P) dan imunisasi

• Program kesehatan lingkungan

• Promosi kesehatan dan UKBM

• PHN (public health nurse) = perkesmas (perawatan kesehatan masyarakat)


1. KIA/KB

• Tujuan: menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi, anak, ibu bersalin, serta menurunkan
tingkat fertilitas

• Tujuan Khusus: ANC, imunisasi bayi dan ibu hamil, KB, dan pelayanan bayi/balita

• Kegiatan: Pemeriksaan ibu hamil, bersalin, menyusui, pemeriksaan bayi/balita, penyuluhan ibu
hamil, kunjungan rumah masa nifas, otopsi kematian neonatal, balita, maternal, bimbingan
teknis bidan di poskesdes, monitoring
2. Program Gizi

• Tujuan: meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya perbaikan gizi serta
meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam menolong dirinya sendiri melalui
penyuluhan gizi

• Pokok-pokok program gizi


• UPGK (usaha perbaikan gizi keluarga)

• UPGI (usaha perbaikan gizi institusi)


UPGK (Upaya Perbaikan Gizi Keluarga)

• Bersifat lintas sektor

• Pendekatan : dengan Positive Deviance dan Pos gizi (PD dan PG)

• Pos gizi yang dilakukan: mengumpulkan 9 BGM dengan 1 balita sehat kemudian diberikan makan
bersama selama 6 hari (sistem Brayen) untuk mendorong perubahan perilaku ibu dengan
sumberdaya lokal

• Kegiatan pokok: penyuluhan dan pelayanan gizi di posyandu, pemberian PMT pemulihan
UPGI (Upaya Perbaikan Gizi Institusi)

• Program:
• Pemantauan status gizi anak sekolah

• Sistem kewaspadaan pangan dan gizi

• Pencegahan dan penanggulangan gondok endemik: tidak memberikan kapsul gondok karena bukan
wilayah endemik

• Pencegahan dan penanggulangan kekurangan vitamin A

• Penanggulangan anemia defisiensi besi

• Pemantauan gizi buruk


• Dalam gedung (rawat jalan, rawat inap)

• Luar gedung (posyandu)


3. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) dan
Imunisasi
• Program TBC
• Kegiatan: penemuan penderita, pemeriksaan dahak, pengobatan, dan kunjungan rumah untuk memutus
rantai penularan

• Program kerja: pertemuan CBA (penyuluhan) kemudian pemeriksaan dahak, pengobatan dan kunjungan
rumah

• Program malaria
• Kegiatan: penemuan penderita, RDT, pengobatan, dan pelaporan

• Program diare
• Sasaran: penduduk dengan angka kematian tinggi, balita, dan penduduk pedesaan berpenghasilan rendah

• Kegiatan: penemuan penderita, pengobatan, kunjungan rumah, dan membentuk kader diare
• Program Kusta
• Kegiatan: penemuan penderita, pengobatan, kunjungan rumah, dan pelacakan penderita kusta mangkir.

• Program DBD
• Kegiatan: penyuluhan, PSN, abatisasi, fogging, survey jentik, pelacakan kasus

• Program ISPA
• Kegiatan: penemuan penderita di poli anak, pengobatan, kunjungan rumah, serta pembentukan kader ISPA

• Imunisasi
• TBC, polio, difteri, pertusis, campak, hepatitis

• Sasaran : bayi, balita, anak sekolah, ibu hamil dan nifas, serta pasangan usia subur
• Pencegahan PMS dan HIV
• Program : layanan komprehensif berkesinambungan (LKB) HIV dan IMS meliputi
upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif

• Jenis kegiatan: penyuluhan, promosi penggunaan kondom, pengendalian faktor resiko,


layana konseling dan tes HIV, perawatan dan pengobatan, pencegahan penularan ibu ke
anak, pengurangan dampak napza, layanan IMS, pencegahan penularan melalui darah,
kegiatan monitoring dan evaluasi serta surveilan epidemiologi
5. Program Kesehatan Lingkungan

Usaha kesehatan masyarakat yang menitik beratkan pada lingkungan, kegiatan yang dilakukan antara lain: penyehatan
air,penyehatan kotoran (jamban dan air limbah), penyehatan perumahan dan lingkungan, penyehatan air buangan,
pengawasan tempat –tepat umum, penyehatan makanan dan minuman, pengamanan peredaran pestisida serta pengawasa
dan pengendalian dampak sampah.
6. Promosi Kesehatan (PROMKES)

Program: survei 5 tatanan PHBS (rumah tangga, institusi pendidikan, institusi tempat kerjam
institusi kesehatan, institusi tempat umum), desa siaga, penjaringan kesehatan sekolah, penyuluhan
dan pembinaan sekolah dan ponpesm penyuluhan kelompok masyarakat, pembinaan UKBM,
penyuluhan dengan pemutaran film dan demo CTPS di sekolah dasar
7. Perawatan Kesehatan Masyarakat (PERKESMAS)

Tujuan program ini untuk menjadikan keluarga mandiri untuk hidup sehat. Dimana keluarga
rawan memiliki resiko gangguan kesehatan, keluarga mempunyai bayi atau balita, lansia,
dan ibu hamil.
UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT (UKM) ESENSIAL

UKM Pengembangan
• Usaha kesehatan sekolah • Upaya kesehatan kerja (UKK)

• Program kesehatan gigi dan mulut • Upaya kesehatan olahraga (KESJAOR)

• Kesehatan usia lanjut (Usila) • Kesehatan pengobatan tradisional (KESTRAD)

• Kesehatan haji • Upaya kesehatan jiwa

• Posbindu dan Pandu PTM (Pos Pembinaan Terpadu • Posyandu remaja

PTM) • Posyandu Keluarga

• Upaya kesehatan reproduksi (kespro)


1. Program Usaha Kesehatan Sekolah
Kegiatan meliputi trias UKS :
1. Pendidikan kesehatan sekolah
2. Pelayanan kesehatan sekolah
3. Lingkungan sekolah sehat

Uraian Kegiatan :
Penyuluhan kesehatan, konseling, kespro, pelatihan dokter kecil dan KKR, pembinaan kantin,
pengembangan tanaman obat keluarga di sekolah, perencanaan program UKS, penjaringan
kesehatan sekolah (pemeriksaan kesehatan kulit, mata, hidung, telinga, rambut, kuku, gigi dan
mulut, status gizi, TB, BB, kebersihan lingkungan sekolah serta sarana dan prasarana)
2. Program Kesehatan Gigi dan Mulut

Upaya kesehatan gigi dasar  ditujukan kepada individu, keluarga dan masyarakat di wilayah
kerja Puskesmas Gunungsari terutama kelompok masyarakat yang rawan terhadap penyakit gigi
dan mulut.

SASARAN : anak sekolah, kelompok ibu hamil dan masyarakat umum.

KEGIATAN :

• Pembinaan atau pengembangan pelayanan pada kelompok rawan, pelayanan medik gigi dasar
serta pencatatan dan pelaporan.
3. Kesehatan Usia Lanjut (Usila)
Ditujukan kepada kelompok usia lanjut (Usila) umur > 45 tahun.

KEGIATAN :

• Pembinaan kelompok Usila, pelayanan kesehatan di puskesmas dan di posyandu khusus Usila.

• Disamping diadakan posyandu, para lansia juga mendapatkan pemberian makanan tambahan.
4. Kesehatan Haji

KEGIATAN :

• Pemeriksaan kesehatan haji sebelum berangkat dan pelacakan K3JH setelah pulang haji,
pembinaan dan pengelolaan haji di KBIH.
5. Pos Pembinaan Terpadu PTM (POSBINDU dan Pandu PTM)

Posbindu  dikhususkan untuk pembinaan para orang tua baik yang memasuki masa lansia
maupun yang sudah memasuki lansia.

KEGIATAN :

• Penjaringan kasus PTM, pemeriksaan kesehatan fisik maupun status mental lansia, pemeriksaan
status gizi, pengukuran TD, pemeriksaan Hb, pemeriksaan gula darah, pelaksanaan rujukan ke
puskesmas bila ada keluhan dan atau ditemukan kelainan, penyuluhan, kunjungan rumah untuk
individu yang tidak bisa datang ke posbindu atau yang sedang menderita penyakit.
Pandu PTM : program pelayanan tingkat UKP untuk memberikan akses dan pelayanan yang
konperhensip terhadap pasien/masyarakat yang mengalami penyakit tidak menular yang
berkunjung ke puskesmas.

Pelayanannya terintegrasi dengan semua pelayanan yang ada di puskesmas.

Penanganan pandu PTM : dilaksanakan melalui poli yang tersedia  poli pandu PTM yang
terintegrasi dengan Posbindu, Pos Lansia & Posyandu Keluarga pads program UKM.
6. Upaya Kesehatan Reproduksi (KESPRO)

TUJUAN :

• Meningkatkan kemampuan hidup remaja guna membina kesehatan diri dan lingkungan dalam
rangka meningkatkan ketahanan diri, prestasi dan peran aktifnya dalam pembangunan nasional.

SASARAN : siswa dan remaja pada umumnya.

KEGIATAN : penyuluhan, pelatihan dan pelayanan kesehatan.


7. Upaya Kesehatan Kerja (UKK)

• Menurut UU No 36 tahun 2009 tentang kesehatan pada pasal 164 disebutkan bahwa upaya
kesehatan kerja ditujukan untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari
gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerja.

• UKK di UPT BLUD Puskesmas Gunungsari meliputi : pembinaan dan penyuluhan pada
pekerja yang ada di pos UKK.
8. Upaya Kesehatan Olah Raga (KESJAOR)

TUJUAN :

• Meningkatkan pemahaman petugas kesehatan tentang kesehatan olah raga di tingkat pelayanan
kesehatan dasar, sehingga masyarakat terhindar dari penyakit tidak menular dan dapat
meningkatkan derajat kesehatan, kebugaran serta produktifitas kerja.
9. Kesehatan Pengobatan Tradisional (KESTRAD)

Kestrad adalah cara atau upaya dalan menanggulangi masalah atau gangguan individu, keluarga
dan masyarakat dengan perataan dan pengobatan tradisional.

Kegiatan kesehatan pengobatan tradisional yang dilaksanakan di UPT BLUD Puskesmas


Gunungsari antara lain pembentukan dan pembinaan kelompok asuhan mandiri kesehatan
tradisional.
10. Upaya Kesehatan Jiwa

TUJUAN :

• Menjamin setiap orang dapat mencapai kualitas hidup yang baik, menikmati kehidupan
kejiwaan yang sehat, bebas dari ketakutan, tekanan dan gangguan lain yang dapat
mengganggu kesehatan jiwa.

KEGIATAN :

• Penyuluhan penderita ODGJ berat oleh kader, pemantauan ODGJ di masyarakat dan
pengobatan pasien jiwa.
11. Posyandu Remaja

KEGIATAN :

• Pelayanan kesehatan dasar seperti penimbangan dan pengukuran TD.

• Penyuluhan tentang masalah kespro remaja dan permasalahan yang dialami remaja pada
umumnya seperti : NAPZA, seksualitas, HIV/AIDS dll.
12. Posyandu Keluarga

Merupakan wadah pelayanan bagi masyarakat yang memfasilitasi sasaran seluruh anggota
keluarga yang dilaksanakan satu hari pelayanan dan dilaksanakan oleh masyarakat bersama tenaga
kesehatan.

Merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan program PIS PK melalui pembinaan keluarga dan
analisis kebutuhan masyarakat terutama di daerah terpencil dan daerah padat penduduk.
UPAYA KESEHATAN PERORANGAN
(UKP)
1. Pelayanan Kesehatan/Pengobatan

KEGIATAN :

• Pelaksanaan pengobatan dilaksanakan melalui unit yang terdapat di Puskesmas meliputi rawat
jalan, rawat inap, IGD, labolatorium, apotek, Poned Bersalin, LKB HIV-AIDS, Kespro dan
Pelayanan IVA.

• Pelayanan juga dilakukan di jaringan dan jejaring puskesmas seperti PUSTU, POSKESDES,
dan Praktik Klinik Swasta
2. Kefarmasian

• Terdapat gudang obat yang mengelola obat-obatan dan BMHP serta pengelolaan tehnis
kefarmasian

• Terdapat apotek yang merupakan bagian dari pengelolaan obat khususnya dalam hal
distribusi obat dan memenuhi kebutuhan masyarakat/pasien
3. Laboratorium
FUNGSI :

• Penunjang diagnostik dan penentuan terapi dari penyakit-penyakit yang masuk melalui UGD,
Poli Umum, serta VCT dan IMS.

• Adapun pemeriksaan yang tersedia : DL, GolDar, UL, Tes darah malaria, tes widal,
pemeriksaan Lab IMS (Infeksi Menular Seksual).
PENCAPAIAN PROGRAM KESEHATAN
1. Derajat Kesehatan
Angka Kematian

• Di PKM Gunung Sari tahun 2015, jumlah kelahiran hidup dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan
sebanyak 1.243 dan tahun 2016, jumlah kelahiran hidup dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan
sebanyak 1.214 orang.

• Jumlah lahir mati dengan dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan sebanyak 5 orang pada tahun 2015
dan tahun 2016 sebanyak 3 orang. Angka kematian neonatal 2 orang, bayi 1 orang, anak balita 0 orang.

• Jumlah kematian ibu hamil, ibu nifas, ibu bersalin, dan jumlah kematian ibu tahun 2016 dan 2017 sebanyak
0 orang.

• Jumlah kematian neonatal tahun 2017 sebanyak 4 orang (2 laki-laki dan 3 perempuan).
Angka Kesakitan

• AFP rate < 15 tahun yaitu angka kesakitan polio pada anak di bawah usia 15 tahun. Pada
tahun 2016 ditemukan 1 sedangkan pada tahun 2017 jumlah kasus 0.

• Jumlah suspek TB sebanyak 740 dengan peemuan kasus baru BTA positif sebanyak 66
sehingga total kasus sebanyak 76. TB BTA+ yang diobati sebanyak 76 dan angka
kesembuhan 38 orang (76%) dan angka kesuksesan 76%.

• Jumlah perkiraan penderita pneumonia pada balita umur 0-4 tahun sebanyak 592 balita
laki-laki dan perempuan, sedangkan jumlah penderita pneumonia ditemukan dan ditangani
sebanyak 86 balita (14,53%) dari jumlah balita sebanyak 5.928 orang. Penderita
pneumonia ditangani 100%.
• Jumlah kasus HIV yang diperiksa sebanya 2.828 orang, jumlah kasus baru HIV yang terjaring
sebanyak 5 orang, jumlah kematian akibat HIV sebanyak 1 orang.

• Kasus DBD pada tahun 2017 sebanyak 9 kasus (6 laki-laki dan 3 perempuan). Tidak ada
kematian akibat DBD.

• Jumlah target penemuan kasus diare pada balita sebanyak 2.550 orang dan jumlah kasus diare
yang ditangani sebanyak 2.037 orang (79,88%).

• Angka kesakitan malaria, jumlah sediaan darah suspek klinis malaria sebanyak 1.148 orang.
Pencapaian program malaria ditemukan sebanyak 1 orang positif dan tidak ada angka kematian
akibat malaria.
• Persentase penderita kusta selesai berobat, jumlah penderita kasus baru baik kusta kering maupun
basah sudah tidak ada sejak tahun 2016.

• Jumlah kasus penyakit campak yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) tidak ditemukan di
wilayah kerja. Hasil cakupan imunisasi campak tahun 2017 adalah 1.042 (87,49%).

• Pada tahun 2017 tidak ditemukan kasus Hepatitis B. Hasil cakupan hepatitis B sebagai indicator
yaitu pencapaian DPT/Hb3 dengan hasil cakupan 2017 sebesar 1.103 balita (90%).
2. Upaya Kesehatan
Pelayanan Kesehatan
• Ibu hamil di wilayah kerja sebanyak 1.348 bumil. Kunjungan bumil K1 sebanyak 1.420 atau 105,34%
(sudah mencapai target). Kunjungan bumil K4 sebanyak 1.367 atau 101,41%. Jumlah nifas sebanyak
1.396, persalinan ditolong nakes 1.225 (87,75%). Ibu nifas yang mendapat pelayanan nifas 1.225
(87,75%). Ibu nifas yang mendapatkan vit. A 200.000 IU sebanyak 1.225 (87,75%). Semua cakupan ibu
bersalin telah mencapai target.

• Cakupan imunisasi TT-2+ pada ibu hamil yaitu 988 (76,83%) dan TT-1 sebanyak 136 (10,58%). Imunisasi
TT wanita usia subur 62 orang.

• Penanganan komplikasi kebidanan yaitu 254 (98%) dan jumlah bayi sebanyak 1.224 bayi. Perkiraan
komplikasi neonatal sebanyak 185 orang dan penanganan komplikasi neonatal 152 bayi (82,16%).
• Proporsi KB aktif dengan MKJP + non MKJP sebanyak 8.634 (100%) dan peserta KB baru MKJP + non
MKJP sebanyak 1.084 (100%). Jumlah peserta KB baru 1.154 (10,44%) dan peserta KB aktif 8.856 orang
(80,09%).

• Bayi BBLR sebanyak 46 (3,76%). KN-1 sebanyak 1.237 (101,36%) dan KN-3 (KN lengkap) sebanyak
1.220 (99,67%).

• Jumlah bayi yang ada di wilayah kerja sebanyak 631 dan diberi ASI eksklusif sebanyak 602 bayi
(95,40%).

• Jumlah desa yang sudah UCI ada 7 desa (100%) . Target adalah 80%.

• Hasil cakupan imunisasi Hb < 7 hari untuk bayi sebanyak 1.103 (90%) dan jumlah bayi yang mendapat
imunisasi BCG sebanyak 1.043 (85,21%). Jumlah bayi yang mendapat imunisasi DPT-HB3/DPT-HB-
HIB-3 sebanyak 1.129 (94,79%). Imunisasi polio 4 sebanyak 1.113 (93,45%). Imunisasi campak sebanyak
1.042 (87,49%). Jadi semua hasil cakupan imunisasi dasar sudah mencapai target yaitu 87,57%.
• Cakupan pemberian vit. A pada bayi umur 6-11 bulan yaitu 544 (100%), cakupan pada anak balita
umur 12-59 bulan sebanyak 4.410 (99,30%) dan umur 6-59 bulan 4.954 (99,38%).

• Jumlah anak umur 0-23 bulan (BADUTA) yang dilaporkan sebanyak 2.131 baduta. Jumlah yang
ditimbang sebanyak 2.051 (96,25%), sedangkan jumlah baduta BGM 17 orang, dibandingkan
jumlah baduta yang datang ke posyandu BGM/D adalah 0,78% sedangkan target BGM/D < 5%.
Cakupan pelayanan anak balita umur 12-59 bulan minimal 8 kali adalah 4.281 (91,42%).

• Jumlah balita yang dilaporkan (S) sebanyak 5.433 dan jumlah balita yang ditimbang (D) sebanyak
5.271 dan D/S 97,02% dan sudah melebihi target 80%. Tidak didapatkan kasus gizi buruk pada
tahun 2017.
• Cakupan pelayanan kesehatan (penjaringan) siswa SD dan setingkat yaitu 1.135 anak
(101,43%). Untuk pelayanan gigi dan mulut untuk rasio tumpatan gigi tetap sebanyak 1,0%.
Cakupan UKGS yang sudah mendapat perawatan sebanyak 195 atau 100%,

• Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut (umur 60+) yang sudah mendapat pelayanan
kesehatan sebanyak 5.487 (100%).

• Jumlah kegiatan promosi kesehatan indicator survey PHBS target 210 sedangkan hasil
pencapaian 68,57%. Cakupan desa siaga aktif 100% dan telah mencapai 100%.
Persentase Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan

• Cakupan jaminan kesehatan untuk rawat jalan sebanyak 80.160 orang dan rawat inap sebanyak
1.187 pada tahun 2017.

• Kunjungan gangguan jiwa sebanyak 170 orang.

• Jumlah BOR sebanyak 19 tempat tidur dengan total pasien keluar hidup maupun mati sebanyak
1.887 orang
Persentase Rumah Tangga Ber-PHBS

• Jumlah keluarga yang sudah melaksanakan PHBS adalah sebanyak 590 KK atau 67,82%
Keadaan Lingkungan

• Persentase rumah sehat yang sudah memenuhi syarat sebanyak 13.621 rumah atau 87,95% dan
desa yang melakukan STBM sebanyak 7 desa atau 100%
2. Sumberdaya Kesehatan

Sarana Kesehatan

• Sarana kesehatan yang wilayah kerja PKM Gunung Sari: 7 desa, 8 poskesdes, 0 desa siaga tk.
Pratama, 0 tk madya, 5 tk. Purnama, dan 2 tk. Mandiri

• Posyandu aktif: 3 tk. Madya, 36 purnama dan 24 posyandu mandiri, dan 3 puskesmas pembantu
Tenaga Kesehatan

Jumlah tenaga kesehatan yang ada di wilayah kerja PKM Gunung Sari:

• Tenaga pegawai negeri sipil (PNS): 54 orang

• Tenaga kontrak pemda: 4 orang

• Tenaga BLUD: 35 orang


Pembiayaan Kesehatan

Jumlah total anggaran kesehatan PKM Gunung Sari:

• Dana fungsional BLUD:


• Dana retribisi umum: Rp. 674.001.300
• Dana non kapitasi: Rp. 619.630.000
• Dana kapitasi: Rp. 2.245.346.100

• Belanja non fungsional:


• Gaji+gaji 13: Rp. 2.630.836.791
• Kesra: Rp. 361.099.200
• Dama BOK: Rp. 552.500.000
TERIMA KASIH