100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
648 tayangan44 halaman

Hubungan Self-Care dan Gula Darah DM II

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat self care dengan penurunan gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Cikaum. Subjek penelitian adalah 20 pasien diabetes tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi yaitu sudah melakukan pemeriksaan gula darah sebulan sebelumnya dan bersedia diwawancara. Variabel yang diteliti adalah tingkat self care dan penurunan gula darah.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
648 tayangan44 halaman

Hubungan Self-Care dan Gula Darah DM II

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat self care dengan penurunan gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Cikaum. Subjek penelitian adalah 20 pasien diabetes tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi yaitu sudah melakukan pemeriksaan gula darah sebulan sebelumnya dan bersedia diwawancara. Variabel yang diteliti adalah tingkat self care dan penurunan gula darah.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HUBUNGAN TINGKAT SELFCARE DENGAN PENURUNAN GULA DARAH

SEWAKTU
PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II
DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS DTP CIKAUM
C
Disusun Oleh : Pembimbing :

dr. Maulana Sangsaka Nugraha dr. Ade Wawan


dr. Akhyar Hanief Faaz
dr. Rifqi Nahadhol Muslih
dr. Ulfa Rahmadanti Setiawan
dr. Yuningsih
LATAR BELAKANG
• Jumlah absolut • Urutan ke 5 dari 10
penderita DM: sekitar penyakit terbanyak
12 juta jiwa • Urutan ke 2 terbanyak
(Riskesdas , 2013) penyakit tidak menular
• 418.110 jiwa setelah hipertensi
terdiagnosis DM tipe • Jumlah pasien DM pada
2 di Jawa Barat, tahun 2018 : 509 pasien
tertinggi kedua di
Indonesia (Infodatin,
2014)

Cikaum
LATAR BELAKANG
Penulis tertarik melakukan
Komplikasi penelitian berjudul:

“HUBUNGAN TINGKAT
SELFCARE DENGAN
PENURUNAN GULA
DARAH SEWAKTU
PADA PASIEN

Self care DIABETES MELITUS


TIPE II DI WILAYAH
KERJA UPTD
PUSKESMAS DTP
CIKAUM”
IDENTIFIKASI MASALAH
Bagaimanakah tingkat self care (pengaturan makan/ diet, melakukan aktifitas
fisik, monitor gula darah, pengobatan, dan perawatan kaki) pada pasien
Diabetes Melitus Tipe II di Wilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Cikaum ?

Bagaimanakah status glikemik pasien DM Tipe II yang dilihat dari dari


penurunan GDS di Wilayah kerja UPTD Puskesmas DPT Cikaum ?

Bagaimana hubungan kepatuhan self care dengan penurunan gula darah


sewaktu pada pasien Diabetes Melitus Tipe II di wilayah kerja UPTD
Puskesmas DTP Cikaum?
TUJUAN PENELITIAN
KHUSUS
UMUM
• Mengetahui tingkat self care pasien DM
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
Tipe II di Wilayah Kerja UPTD
mengetahui hubungan tingkat self care
Puskesmas DTP Cikaum
dengan penurunan gula darah sewaktu
pada pasien Diabetes Melitus Tipe II di • Mengetahui status glikemik pasien DM
wilayah kerja Puskesmas DTP Cikaum Tipe II yang dilihat dari penurunan gula
darah sewaktu di wilayah kerja
Puskesmas DTP Cikaum
• Mengetahui hubungan hubungan
kepatuhan self care dengan penurunan
gula darah sewaktu pada pasien
Diabetes Melitus Tipe II di wilayah kerja
UPTD Puskesmas DTP Cikaum
a.Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengalaman
bagi peneliti dalam meneliti secara langsung di lapangan.
b.Untuk memenuhi salah satu tugas peneliti dalam menjalani MANFAAT
program internsip dokter umum Indonesia. PENELITIAN

• meningkatkan kepedulian bagi setiap penderita diabetes


melitus tipe 2 maupun dari pihak pelaku kesehatan, keluarga
dan masyarakat akan pentingnya self care pada pasien
diabetes tipe 2 untuk mengontrol dan mencegah komplikasi
diabetes.

• Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi UPTD


Puskesmas DTP Cikaum dalam rangka meningkatkan
pelayanan kesehatan khususnya penyakit Diabetes.
TINJAUAN PUSTAKA
Diabetes Melitus Klasifikasi
• Sindroma gangguan metabolisme dengan • Tipe 1 : karena kerusakan sel-β pankreas,
hiperglikemia sebagai akibat suatu defisiensi biasanya menyebabkan defisiensi insulin
sekresi insulin atau berkurangnya efektivitas absolut
biologis dari insulin atau keduanya • Tipe 2 : adanya defek progresif pada sekresi
insulin yang mengakibatkan resistensi insulin
• diabetes melitus gestasional (GDM) : diabetes
yang didiagnosis di trimester kedua atau
ketiga kehamilan
Obesita Kurangnya
Genetik aktifitas TINJAUAN
s fisik PUSTAK
Sebelumnya telah
Riwayat GDM
A
teridentifikasi IFG
(Gestational Diabetes

Fakto
(Impaired Fasting
Ras/etnik Mellitus) atau
Glucose) atau IGT
melahirkan bayi >4 kg
(Impaired Glucose
(>9 lb)
Tolerance)

Hipertensi
(Tekanan
Level HDL ( High
Density Lipoprotein)
kolesterol <35
Polycystic ovary
r
darah  ≥ syndrome atau

Resik
mg/dL dan/atau level
acanthosis nigricans
140/90 trigliserida >250
mg/dL)
mmHg)

Riwayat penyakit
vascular
o
Poliuria

Polidipsi luka atau bisul


a Gangguan
yang tidak
penglihatan :
sembuh-
katarak
sembuh.

Polifagia
Kesemutaan, kelmahan
baal tubuh;
Pemeriksaan
Fisik
GEJALA KLASIK +……
Pemeriksaan
Anamnesis Laboratorium • GDS > 200 mg/dl
ATAU
• GDP ≥ 126 mg/dl

Diagnosi
s
DM
• PGDM • keteraturan
• Tanda dan gejala makanan dalam
hal jadwal
TINJAUAN
Hipoglikemia
• Gaya Hidup makan, jenis
dan jumlah PUSTAK
makanan
A
Terapi Nutrisi
Edukasi
Medik Penatalaks
anaan

Olah Raga Farmakologis

• 3-4x/ minggu (30 menit ) • OHO


• Insulin
TINJAUAN
PUSTAK
A
Komplikasi
Hipoglike AKUT
KAD SHH
mi
TINJAUAN
• Jantung PUSTAK
Makroangiop A
ati
• Perifer
Komplikasi
• Otak
KRONIK
• Retinopat
Mikroangiopa i
ti • Nefropati
• Neuropati
TINJAUAN PUSTAKA Diet
Self
Care
serangkaian
Foot Olah
care raga
keterampilan yang Self
sangat penting untuk Care
meningkatkan
efektivitas
manajemen diri (self-
management) pada
diabetes Obat PGDM
METODE PENELITIAN
Desain Subjek Penelitian

• deskriptif korelatif • semua masyarakat di


dengan pendekatan Wilayah UPTD
Cross Sectional Puskesmas DTP Cikaum
(variabel dependen yang menderita
dan independen diteliti Diabetes Melitus Tipe II
pada waktu yang
bersamaan)
Kriteria Sampel
Sampel Penelitian

Subjek
Penelitian
Inklusi Eksklusi
Pasien DM Tipe Tidak menjawab Rumus
II kuisioner secara Estimasi
Satu bulan sebelum lengkap
wawancara pasien
sudah melakukan
pemeriksaan Gula Penderita Diabetes
Melitus Tipe II yang
Darah Sewaktu.
baru terdiagnosis 20 orang
Bersedia mengikuti
wawancara
Penderita Diabetes + 20%
Melitus Tipe II yang
tidak melakukan
pemeriksaan Gula
Darah Sewaktu Satu
bulan sebelum
25 orang
wawancara
Variabel
Penelitia
n

Bebas Terikat

Self
GDS
Care
PROSEDU
R
PENELITIA
N Pengumpulan Data

Kuesioner Gluco Test


(Wawancara)

Tingkat Self Care Status Glikemik


ANALISI
Normalit
S DATA as data:
Analisis
Shapiro Korelasi
Univariat
Wilks
Test

Distribusi
Normal
Chi-
Square
TEMPAT Tempat dan
UPTD Puskesmas DTP
Waktu
Cikaum, Kabupaten Penelitian
Subang.

WAKTU
Bulan Februari sampai
dengan Maret 2019
PROFIL PUSKESMAS
• Letak geografis UPTD Puskesmas Puskesmas Cikaum meliputi 9
DTP Cikaum berada di Desa Tanjung (sembilan) desa binaan yaitu :
Sari Barat Kecamatan Cikaum • Desa Tanjung Sari Barat
Kabupaten Subang • Desa Tanjung Sari Timur
• Desa Gandasari
• Desa Mekarsari
• Desa Cikaum Barat
• Desa Cikaum Timur
• Desa Sindangsari
• Desa Kaunganten
• Desa Pasir Muncang
DATA DEMOGRAFIK
• Jumlah Penduduk : 48.824 Jiwa
• Laki-laki : 23.563 Jiwa
• Perempuan : 25.261 Jiwa
• Jumlah Kepala Keluarga : 13.824 KK
• JENIS KELAMIN
Laki-laki Perempuan
HASIL
PENELITIAN
DAN
Laki-laki; 9;
PEMBAHASAN
36.00% Laki-Laki Perempuan
Karakteristik
55.56%
Tingkat Self Care
50% 50%
Perempuan; 16; Berdasarkan
64.00%
44.44% Faktor yang
Mempengaruhi

Baik Kurang Baik


• KELOMPOK USIA

HASIL
PENELITIAN
Manula (≥ Dewasa DAN
akhir (36-
65);
16.00% 45); 8.00% PEMBAHASAN
Karakteristik
Lansia
akhir (56-
Lansia
awal (46-
Tingkat Self Care
65);
28.00%
55);
48.00% Berdasarkan
Faktor yang
Baik Kurang Baik
100.00% Mempengaruhi

58.33% 57.14%
50.00%
50.00%
41.67% 42.85%

0.00%
45) 55) 65) 65
)
6- 6- 6- (≥
(3 (4 (5 a
hi
r al hi
r ul
k a w k a n
a a M
a a a
as nsi si
n
ew La La
D
• Tingkat Pendidikan

Akademi/Perguruan
Tinggi; 4.00% HASIL
SD; 28.00% PENELITIAN
DAN
SLTA; 36.00%
PEMBAHASAN
Baik Kurang Baik Karakteristik
100.00%
Tingkat Self Care
Berdasarkan
SLTP; 32.00%
Faktor yang
71.43% Mempengaruhi
62.50%
55.55%

44.45%
37.50%

28.57%

SD SLTP SLTA 0.00% Tinggi


Akademi/Perguruan
• Lama Menderita DM

HASIL
PENELITIAN
11-15 tahun; 4.00%
DAN
6-10 tahun; 20.00% PEMBAHASAN
Karakteristik
Tingkat Self Care
0-5 tahun; 76.00% Berdasarkan
Faktor yang
Baik Kurang Baik
Mempengaruhi
100%

60%
53%
47%
40%

0-5 tahun 6-10 tahun 0% tahun


11-15
• REKOMENDASI SELF CARE Baik Kurang Baik

53%

Tidak
Pernah;
32.00% 50% 50%
HASIL
PENELITIAN
Pernah;
DAN
47%
68.00% PEMBAHASAN
Karakteristik
Karakteristik rekomendasi pola makan sehat
Tidak Pernah Pernah Tingkat Self Care
YA TIDAK
BerdasarkanFakt
or yang
Mempengaruhi
40% 40%
48% 48%
56% 56%

60% 60%
52% 52%
44% 44%

ak na ri t
an is
lo ra r an
m ha Ka S e
yu
Le r
gi
M
h de an S a
an
da Se p ng & an
n su Ti k
Re KH iA ah a
t i g an Bu iM
ie nt an an
D g a r ak an ng
g g u M ak u ra
en en an M g
M M ak k en
M n ya M
Ba
Baik Kurang Baik
Tidak Pernah;
20.00% 60%

50% 50%

40%
HASIL
PENELITIAN
DAN
Pernah; 80.00%
PEMBAHASAN
Tidak Pernah Pernah Karakteristik
Karakteristik Rekomendasi Aktifitas Fisik
Tingkat Self Care
YA TIDAK
Berdasarkan
Rekomendasi
28%
Aktifitas Fisik
60% 64%
88%
100%
72%
40% 36%
12%
0%
n tin n fik ya
n ga Ru ar
ia
esi nn
i
Ri ga
H S p La
ga ra t as a
h ra la
h tifi rag
O
la O Ak la
h
ke O
k am
si
Fi d al
s
ta iri
t ifi D
Ak an
atk
ib
el
M
Baik Kurang Baik

53%
50%

50%
Tidak Pernah;
40.00% HASIL
PENELITIAN

47%
Pernah; 60.00% DAN
PEMBAHASAN
Karakteristik
Ti d a k Pe rn a h Pe rn a h
Tingkat Self Care
Berdasarkan
REKOMENDASI PGDM
Rekomendasi
YA TIDAK
Pemantauan
Gula Darah
60%
72% 84% Mandiri
28% 40%
16%

na in ya
ar es n
W M ain
fik an L
ra
g ah
G en ar
D D
an ah a
g ar ul
en D s
G
D a Te
ah ul
ar s
G
D Te
a
ul
G
s
Te
Karakteristik Rekomendasi pengobatan
YA TIDAK
HASIL
Belum Pernah Diresepkan
0%
PENELITIAN
DAN
Obat Diabetes Lainnya
0%
PEMBAHASAN
Karakteristik
Obat Diabetes Dalam Bentuk Pil 100% 0% Tingkat Self Care
Berdasarkan
Insulin Suntik 3 kali atau lebih
0% Rekomendasi
Pengobatan
Obat Diabetes Dalam Bentuk Pil
Insulin Suntik 1 atau dua kali sehari
0%

Kurang Baik;
48.00% Baik; 52.00%
TINGKAT
HASIL
Chart FRUSTASI
Title
PENELITIAN
DAN
PEMBAHASAN
Sangat Berat; 16.00% Gambaran pasien
DM Tipe 2
Tidak sama sekali; 28.00%
berdasarkan
tingkat frustasi
Berat; 28.00% yang dirasakan
ketika
Ringan; 16.00%
mengatur/mengelo
la diabetes

Sedang; 12.00%
HASIL
kekhawatiran terhadap kesehatan di masa depan dikarenakan diabetes PENELITIAN
DAN
PEMBAHASAN
Gambaran
Sangat sering; 16.00%
Tidak sama sekali; 16.00%
pasien DM Tipe 2
berdasarkan
Jarang; 20.00%
kekhawatiran
Sering; 32.00% terhadap
Cukup sering; 16.00% kesehatan di
masa depan
dikarenakan
diabetes
HASIL
PENELITIAN
Keyakinan Terhadap Kemampuan Mengelola DM DAN
PEMBAHASAN
Gambaran
Sangat Yakin; 8.00%
pasien DM Tipe 2
Yakin; 8.00%
berdasarkan
Tidak yakin sama sekali; 28.00%
kekhawatiran
Cukup yakin; 24.00% terhadap
Kemampuan
Sedikit yakin; 32.00%
Mengelola DM
Aspek Spiritual

Sangat setuju 36.00%


HASIL
Setuju 60.00% PENELITIAN
DAN
0.00%
Netral
PEMBAHASAN
Tidak setuju 4.00% Karakteristik
tingkat self care
Sangat tidak 0.00%
setuju
berdasarkan
aspek spiritual
Karakteristik tingkat self care
(keagamaan)
Baik Kurang Baik
yang sangat baik
pada pasien
47% 44%
rawat jalan DM
Tipe 2
100%

53% 56%

0%
Tidak setuju Setuju Sangat setuju
Dukungan keluarga & Lingkungan sosial

HASIL
Sangat setuju 40%

Setuju 56% PENELITIAN


DAN
Netral
0%
PEMBAHASAN
Tidak setuju 4% Karakteristik
tingkat self care
Sangat tidak setuju
0%
Karakteristik self care berdasarkan
Baik Kurang Baik
dukungan positif
dari keluarga
0%
dan lingkungan
sosial terhadap
50% 50% pengelolaan
diabetes
100%

50% 50%

Ti d a k S e tu j u S e tu j u S a n g a t S e tu j u
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran tingkat self care pada pasien rawat jalan DM Tipe 2 di Wilayah kerja
PUSKESMAS Cikaum

52%

48%

Baik Kurang Baik


HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
UJI NORMALITAS
  Deskriptif Analitik

koef.varian Rasio Rasio P Uji


>0,05
Shapiro-Wilk
s Skewnes Kurtosis Distribusi data
s stat Df p
Normal
Nilai Self 37.5 0.09 0.30 0.983 25 0.934
Care

  Deskriptif Analitik
P >0,05
koef.varia Rasio Rasio Uji Shapiro-Wilk
Distribusi data
ns Skewne Kurtosis
ss NormalDf
stat p

Penurunan 37.5 0.13 0.63 0.952 52 0.276


GDS
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
UJI CHI-SQUARE
Kategori Berhasil Tidak Berhasil Total p-Value
P < 0,05
Bermakna
Baik 11 2 13 0.03

Buruk 3 9 12  

Total 14 11 25  
KESIMPULAN & SARAN
KESIMPULAN SARAN
• terdapat hubungan antara tingkat self care dengan • sosialisasi dan penyuluhan terhadap kaum muda
keberhasilan penurunan GDS Penderita. untuk mulai mengenal bahaya diabetes mellitus tipe
II agar dapat menjaga pola hidupnya.
• Perlu dihimbau bagi penderita diabetes mellitus tipe
II agar mengikuti program PROLANIS dari Puskesmas
• Bagi penelitian selanjutnya dapat ditambahkan
variable lain seperti GDP (gula darah puasa), GD2pp
(gula darah 2 jam post prandial) dan HbA1c, agar
dapat lebih menilai pengaruh tingkat self care
terhadap penyakit DM tipe II
TERIMA
C

KASIH
INOVASI
MOTOR CROSS
C
MOTOR CROSS
INOVASI

MOTivasi OlahRaga

PROLANIS

Cek Rutin
prOlaniS
INOVASI

Anda mungkin juga menyukai