Anda di halaman 1dari 33

KOORDINASI

LINTAS SEKTORAL
KEPENGHULUAN
Oleh:
Ashril Syamsu
Widyaiswara Madya

BALAI DIKLAT KEAGAMAAN PADANG


2008
Mengapa koordinasi perlu dikembang
kan di lingkungan Dep.Agama ?

1.Pelaksanaan tugas tidak bisa


berhasil dikerjakan sendiri tanpa
dukungan orang /unit lain
2.Koordinasi termasuk salah satu
fungsi manajemen yang ikut menen
tukan hasil kerja
3.Koordinasi mudah diucapkan tapi
sulit untuk dilaksanakan
4.Masih ada arogansi pejabat, bahwa
Dep.Agama itu vertikal, tidak terkait
dengan otonomi daerah
FUNGSI MANAJEMEN
DALAM ORGANISASI
-Organisasi adalah sistem kerja sama
sekelompok orang secara teratur untuk
mencapai suatu tujuan
-Manajemen adalah seni atau tindakan
memamfaatkan segala sumber daya dalam
kelompok kerjasama untuk mecapai tujuan
-Manajemen berfungsi untuk menggerakan
organisasi, organisasi akan statis, apabila
tidak ada manajemen
POSISI KOORDINASI
Koordinasi termasuk satu kerangka manaje
men :
1. Perencanaan
2. Pengorganisasian
3. Pengkoordinasian
4. Penggerakan
5. Pengawasan
ARTI KOORDINASI
Bahasa:
Koordinasi berasal dari “ko”dan“ordinate”.
“Ko” berarti bersama dan ordinate berarti
garis hubungan antara titik dengan titik
yang lain. Koordinasi adalah garis yang
menghubungkan, menyelaraskan atau
menyerasikan antar suatu titik dengan titik
lain yang sederjat secara bersama-sama.
DEFINISI
1. Ensiklopedi administrasi:
Koordinasi adalah suatu usaha kerjasama
antara badan / instansi/ unit dalam
pelaksanaan tugas tertentu sedemikian
rupa sehingga terdapat saling pengertian,
saling mengisi, saling membantu dan
saling melengkapi
(2)
2. Koordinasi adalah suatu proses yang mengatur
agar pekerjaan dari berbagai orang dapat
tersusun menjadi satu kebulatan seefisien
mungkin.
3. Koordinasi adalah suatu upaya memadukan
kegiatan, menyerasikan dan menyelaraskan
berbagai kepentingan dan kegiatan yang saling
berkaitan satu sama lain untuk mencapai tujuan
bersama yang telah ditetapkan.
ARTI LINTAS SEKTORAL
Lintas Sektoral berasal dari kata lintas
dan sektoral. Lintas berarti ”lewat atau
antar” Sedangkan sektoral berasal dari
sektor berarti ”segi, parsial, seksi,
kawasan atau bidang”. Lintas sektoral
bermakna lewat atau antar segi, parsial,
seksi, kawasan atau antar bidang.
KOORDINASI LINTAS SEKTORAL

Koordinasi lintas sektoral berarti aktifitas


yang menghubungkan, menyelaraskan
dan menyerasikan garis kerjasama antar
suatu badan, lembaga atau orang dengan
suatu seksi, bidang atau orang lain baik
secara internal maupun eksternal
BENTUK DAN ISI
Bentuk dan isi koordinasi :
1. Izin atau kebijakan
2. Rapat atau pertemuan
3. Surat menyurat
4. Perjanjian kerjasama
5. Kunjungan silaturahmi
6. Konsultasi
JENIS KOORDINASI
1. Berdasarkan luasnya:
a. Koordinasi paling sempit (dalam diri sendiri)
b. koordinasi paling luas (antar pribadi)
c. Koordinasi lebih luas lagi (antar kelompok
dengan kelompok)
2. Berdasarkan lingkupnya:
a. Koordinasi internal (dalam satu unit)
b. Koordinasi eksternal (antar berbagai
organisasi)
(2)
3. Berdasarkan kegiatan dalam pemerintahan
a. Koordinasi hirarkis (vertikal). Koordinasi
pejabat dengan pejabat/ instansi di
bawahnya.
b. Koordinasi fungsional (antar pejabat dengan
asas fungsionalisasi)
c. Koordinasi fungsional horizontal (antar pejabat
yang setingkat dan program yang sama)
(3)
d. Koordinasi fungsional diagonal (antar
pejabat dengan pejabat lain yang lebih
rendah)
e. Koordinasi fungsional teritorial (antar pejabat
dalam suatu wilayah atau teritorial)
f. Koordinasi instansional (antar instansi yang
menangani satu urusan tertentu yang
bersangkutan).
TUJUAN KOORDINASI

1. Tujuan Umum:
Secara umum koordinasi bertujuan
untuk keterpaduan, keserasian dan
keselarasan kegiatan-kegiatan seluruh
unit beserta komponen-komponen
yang berkaitan dalam pencapaian
tujuan organisasi.
(2)
2. Tujuan khusus:
a. Terwujudketerpaduan dan meningkatnya kerja sama
dengan pihak lain yang terkait.
b. Meningkatkan partisipasi dalam merumuskan kebijakan
dalam tugas
c. Terciptanya kondisi yang lebih baik
d. Meningkatkan efisien, efektifitas dan produktivitas kerja
e. Memperbaiki kekurangan dan beri perhatian pada
individu dan kelompok organisasi
f. Mengintegrasikan tercapainya tujuan dan organisasi
INDIKATOR KOORDINASI
1.Setiap orang memahami betul visi, misi dan
tugas pokok dan fungsinya masing-masing
2.Setiap unit kerja paham betul kepada siapa dia
akan bertanggungjawab
3.Setiap unit kerja menyadari dengan jelas bahwa
adanya saling ketergantungan diantara mereka
4.Setiap individu paham betul tanggung jawabnya
masing-masing dalam mencapai tujuan
organisasi
PRINSIP KOORDINASI
Dalam pelaksanaan ada beberapa prinsip yang harus dipedomani
dalam koordinasi:
1. Harus berpegang pada wewenang formal dan didukung
dengan kemauan dan semua pihak
2. Harus dimulai dari tahap dini (tahap perencanaan)
3. Perlu dipelihara komunikasi timbal balik
4. Amati terus faktor yang sangat mempengaruhi dalam
pelaksanaan
5. Perlu dilakukan secara terus menerus
6. Ciptakan pola / wadah koordinasi yang akan digunakan
dalam berkoordinasi (tim, panitia, SKB)
7. Adanya pedoman atau petunjuk untuk pelaksanaan
TEKNIK KOORDINASI
Teknik koordinasi yang perlu diterapkan dalam praktik
sehari-hari:
1. Aspek sarana
Kebijakan, rencana, prosedur dan tata kerja, rapat dan
briefing serta SKB
2. Aspek pola koordinasi
Forum, tim, panitia,kelompok kerja,dewan atau badan/
lembaga tertentu
3. Pedoman koordinasi
Juknis koordinasi, Naskah Kerja sama.
PENGHULU SIAPA ?
1. Bahasa:
Kata penghulu berasal dari hulu artinya pangkal, kepala atau
tangkai. Hulu sungai berarti pangkal sungai, hulu orang artinya
kepala orang, hulu pisau artinya tangkai pisau.
Kemudian hulu mendapat awalan pe(ng) yang berarti tukang
kepala.Di Sumatera Barat, penghulu berarti Datuk atau Kepala
Suku.Dalam perkawinan: Ketua Urusan Agama (Perkawinan)
2. Formal:
Penghulu adalah Pegawai Negeri Sipil sebagai Pegawai Pencatat
Nikah yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak
secara penuh oleh Menteri Agama atau Pejabat yang ditunjuk sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk
melakukan pengawasan nikah/ rujuk menurut agama Islam dan
kegiatan kepenghuluan.
STATUS PENGHULU
1. Petugas
a. Penghulu berkedudukan sebagai pelaksana teknis
fungsional dalam melakukan kegiatan kepenghuluan
b. Penghulu adalah jabatan karier yang hanya dapat
diduduki oleh PNS
2. Organisasi
a. Penghulu berada di Kantor Dep.Agama Kab/Ko
b. Penghulu dikoordinasikan oleh Ka KUA sebagai
atasan langsung bagi penghulu yang berada pada
KUA yang bersangkutan
3. Konsultan:
Memberikan nasehat dan advis tentang perkawinan dan
agama
4. Tokoh Agama
Bertanggungjawab meneyebarkan ajaran Agama dan menjadi tokoh
panutan masyarakat (contoh teladan)
TUGAS POKOK
Tugas pokok Penghulu:
Melakukan perencanaan kegiatan kepenghu
luan, penga wasan pencatatanikah/ rujuk,
pelaksanaan pelayanan nikah / rujuk, penasi
hatan dan konsultasi nikah / rujuk, pemantauan
pelanggaran ketentuan nikah/ rujuk, pelayanan
fatwa hukum munakahat dan bimbingan
muamalah, pembinaan keluarga sakinah, serta
pemantauan dan evaluasi kegiatan kepenghu
luan dan pengembangan kepenghuluan
(Peraturan Bersama MA dan BKN)
TUGAS PENGHULU
1. Tugas teknis (subtansi) kepenghuluan
a. Pelayanan dan konsultasi nikah
b. Pengembangan kepenghuluan
c. Pengembangan profesi kepenghuluan
d. Penunjang tugas penghulu
2. Tugas manajerial kepenghuluan
a. Perencanaan kepenghuluan
b. Pelaksanaan kepenghuluan
c. Pengkoordinasian kepenghuluan
d. Pengawasan kepenghuluan
KEGIATAN KEPENGHULUAN
1. Pelayanan dan konsultasi nikah / Rujuk :
a. Perencanaan kegiatan kepenghuluan
b. Pengawasan pencatatan nikah/ rujuk
c. Pelaksanaan pelayanan nikah/ rujuk
d. Penasihatan dan konsultasi nikah/ rujuk
e. Pemantauan pelanggaran ketentuan nikah/ rujuk
f. Pelayanan fatwa hukum munakahat dan bimbingan
muamalat
g. Pembinaan keluarga sakinah
h. Pemantauan dan evaluasi kegiatan kepenghuluan
(2)
2. Pengembangan kepenghuluan:
a. Pengkajian masalah hukum munakahat
b. Pengembangan metode penasihatan,
konseling dan pelaksanaan nikah/ rujuk
c. Pengembangan perangkat dan standar
pelayanan nikah/ rujuk
d. Penyusunan kompilasi fatwa hukum
munakahat
e. Koordinasi kegiatan lintas sektoral di bidang
kepenghuluan
(3)
3 Pengembangan profesi:
a. Penyusunan karya tulis/ ilmiyah di bidang
kepenghuluan dan hukum Islam
b. Penerjemahan / penyaduran buku dan karya
ilmiah di bidang kepenghuluan dan hukum
Islam
c. Penyusunan pedoman/juknis kepenghuluan
dan hukum Islam
d. Pelayanan konsultasi kepenghuluan dan
hukum Islam
(4)
4. Penunjang tugas Penghulu:
a. Pembelajaran dan atau pelatihan di bidang
kepenghuluan dan hukum Islam
b. Keikutsertaan dalam seminar, lokakarya, atau
konferensi
c. Kaeanggotaan dlm organisasi profesi Penghulu
d. Keanggotan dlm tim jabatan fungsional Penghulu
e. Keikutsertaan dlm kegiatan pengabdian masyarakat
f. Keanggotaan dlm delegasi misi keagamaan
g. Perolehan penghargaan/ tanda jasa
h. Perolehan gelar kesarjanaan lainnya
WEWENANG DAN
TANGGUNG JAWAB PENGHULU
1. Pengawasan dan pencatatan nikah
a. Penerimaan pemberitahuan kehendak nikah
b. Pemeriksaan nikah
c. Penolakan kehendak nikah
d. Pengumuman kehendak nikah
e. Penasihatan calon pengantin
f. Melakukan akad nikah dan pencacatannya
g. Pencegahan pernikahan
2. pengawasan dan pencatatan rujuk
3. Pendaftaran cerai tolak dan cerai gugat
KOORDINASI KEPENGHULUAN
1. Internal
a. Kepala KUA
b. Sesama Penghulu
c. Staf KUA
d. Kepala Kandepag
e. Kasi Urais
2. Eksternal
a. Camat
b. Kepala Desa/ Wali Nagari/ Lurah
c. Tokoh Adat
d. Tokoh Agama
e. Pengadilan Agama
PERMASALAHAN KOORDINASI
1. Organisasi
a. Tidak memiliki nilai dan visi bersama
b. Tanpa memiliki arah yg strategis
c. Tingkat kemitraan yg rendah
d. Gaya yg keliru
e. Rendahnya ketrampilan
f. Rendahnya kepercayaan
g. Tidak memiliki integritas
(2)
2. Sifat kepemimpinan
a. Kaya tanpa berusaha
b. Kenikmatan tdk sesuai dengan kata hati
nuraninya
c. Pengetahuan tanpa watak
d. Bisnis tanpa memperhatikan moralitas
e. Ilmu tanpa pertimbangan kemanusiaan
f. Agama tanpa pengorbanan
g. Politik tanpa prinsip
(3)
3. Mentalitas
1. Saya dapat kerjakan sendiri
2. Saya tidak perlu pertolongan orang lain
3. Saya sudah tahu cara mengerjakannya
4. Saya tahu apa yang perlu dikerjakan disini
5. Saya tidak ingin menyusahkan orang dengan ...
6. Orang sibuk dengan kerjanya masing-masing
7. Orang tidak mau diganggu
8. Saya tidak mau diketahui , bahwa saya tidak tahu
9. Saya seharusnya tidak memerlukan bantuan siapapun
10. Semestinya saya cukup cerdas untuk menggambarkan diri
sendir
11. Bagaimana pikiran orang bila saya dekati mereka mengenai
..........
PRINSIP PELAKSANAAN
KOORDINASI
1. Menghentikan mentalitas lone ranger(penyendiri)
2. Hargailah hubungan baik anda
3. Mengakui / menghargai orang lain
4. Mengelola diri anda sebagai sumberdaya
5. Ambil inisiatif (mulai dari diri anda)
6. Berlakulah anda sebagai orang humas yang andalan
7. Carilah apa yang anda inginkan
8. Perluas wawasan anda
9. Ikuti aturan KOORDINASI
10.Koordinasi sebagai satu jalan kehidupan
POLA KOORDINASI KEPENGHULUAN

Nama Penghulu :
Wilayah Tugas :
Unit Organisasi :

NO JABATAN INSTANSI SUBTANSI POLA


KOORDINASI