Anda di halaman 1dari 17

INFLUENZA

KELOMPOK 2
 
 ASNI TANDA FAHMI
 CHERI ANDINI
 ELEN APRILIA
 FERI FEBRIANTO
 LA ODE MUH. NAIN YAHYA
 MEGA HASMIRANDA P.
 NILUH EKY AVISVANI A.S
 NUR AFNI KHOLIZA
 NUR ANISA
PENGERTIAN
Influenza adalah penyakit virus yang
berhubungan dengan mortalitas tinggi dan
rawat inap yang tinggi tarif di antara orang-
orang di bawah usia 65 tahun.
TANDA DAN GEJALA KLASIK INFLUENZA

Tanda dan
gejala biasanya
hilang dalam 3
Demam Yang Batuk Tidak Mual, Muntah, Dan sampai 7 hari,
Cepat, Mialgia, Produktif, Sakit Otitis Media Juga meskipun batuk
Content Here
Sakit Tenggorokan, Sering Dilaporkan dan malaise bisa
. saja bertahan
Kepala,malaise Dan Rinitis Pada Anak-anak.
selama lebih
dari 2 minggu.
PATOFISIOOGI
Patofisiologi influenza dimulai dari inhalasi droplet virus
influenza, diikuti replikasi virus dan kemudian infeksi
virus menyebabkan inflamasi pada saluran
.
pernafasan.Virus influenza masuk melalui inhalasi dari
droplet yang infeksius, aerosol partikel mikro, maupun
.
inokulasi langsung lewat sentuhan tangan dari penderita.
Virus kemudian mengikat reseptor asam sialat yang
terdapat pada sel epitel jalan napas, khususnya di trakea
dan bronkus. Kemudian, replikasi virus mencapai
puncaknya dalam 48 jam pasca infeksi dan jumlah virus
berhubungan langsung dengan derajat keparahan
penyakit.
EPIDIMEOLOGI
01
Risiko komplikasi, kesakitan, dan kematian influenza lebih
tinggi pada individu di atas 65 tahun, anak-anak usia muda, dan
individu dengan penyakit-penyakit tertentu.

02 Pada anak-anak usia 0-4 tahun, yang berisiko tinggi komplikasi


angka morbiditasnya adalah 500/100.000 dan yang tidak
berisiko tinggi adalah 100/100.000 populasi.
.

Pada epidemi influenza 1969-1970 hingga 1994-1995,


03 diperkirakan jumlah penderita influenza yang masuk rumah sakit
16.000 sampai 220.000/epidemik.

Penelitian di Amerika dari 19 musim influenza diperkirakan kematian


04 yang berkaitan influenza kurang lebih 30 hingga lebih dari 150 kematian
/ 100.000 penderita dengan usia > 65 tahun. Lebih dari 90% kematian
yang disebabkan oleh pneumonia dan influenza terjadi pada penderita
usia lanjut.
FAKTOR RESIKO INFLUENZA

kompetensi imun
Usia

Komorbiditas
Merokok

kehamilan
Karakteristik virus

Riwayat penyakit sebelumnya


KLASIFIKASI INFLUENZA
merupakan virus yang pada umumnya menyerang hewan
rendah dan unggas. Virus influenza tipe A terdiri dari 16 sub
TIPE A tipe dan semuanya dapat menyerang unggas. Semua wabah
highly pathogenic avian influenza (HPAI) disebabkan virus
influenza tipe A sub tipe H5 dan H7, Influenza tipe ini
merupakan virus penyebab influenza yang bersifat epidemik
(Depkes, 2006).

biasanya hanya menyebabkan penyakit yang lebih


TIPE B ringan dari tipe A dan kadang-kadang saja sampai
mengakibatkan epidemi (Depkes, 2006).

merupakan tipe yang diragukan patogenitasnya untuk


manusia, mungkin hanya menyebabkan gangguan
TIPE C
ringan saja. Penyakit virus lain yang dapat menyerang
pernapasan selain influenza antara lain adeno virus,
parainfluenza virus, rinovirus, respiratory syncytial
virus, cytomegalovirus dan enterovirus (Nelson, 1996).
DIAGNOSIS INFLUENZA
Anamnesis Pemeriksaan Fisik Diagnosis Banding Pemeriksaan
Penunjang
• Status generalis
• Demam antara 37,8- • Infeksi respiratory • Pemeriksaan penunjang
umumnya
40oC, kontinyu syncytial virus (RSV) yang digunakan untuk
menunjukkan pasien
maupun intermiten, • Pneumonia bacterial mengidentifikasi tipe strain
tampak
dengan durasi 3 hari • Faringitis streptokokal virus influenza biasanya
lemah, flushing, kulit
(dapat pula hingga 4-8 • Infeksi virus parainfluenza hanya diperlukan pada kasus
teraba hangat dan
hari) • Infeksi adenovirus epidemik ataupun pandemik.
lembab. Konjungtiva
• Batuk, biasanya tanpa • Infeksi virus dengue
hiperemis dan berair,
disertai dahak, kecuali • Infeksi HIV/AIDS
membran mukosa
apabila terdapat • Pertusis
hidung hiperemis,
komplikasi pneumonia • Meningitis
tanpa adanya
• Nyeri tenggorokan • Malaria. Infeksirespiratory
eksudasi. Pada
• Pilek atau hidung syncytial virus (RSV)
auskultasi paru dapat
tersumbat • Pneumonia bacterial
ditemukan ronki
• Nyeri otot • Faringitis streptokokal
kering yang transien
• Nyeri kepala • Infeksi virus parainfluenza
atau ronki basah yang
• Nyeri mata, dapat • Infeksi adenovirus
terlokalisir. Pada
disertai mata berair • Infeksi virus dengue
anak-anak dapat
• Muntah • Infeksi HIV/AIDS
terjadi limfadenopati
• Pada anak-anak dapat • Pertusis
servikal dan
disertai dengan diare • Meningitis
gejala croup.
• Malaria. 
DIAGNOSIS INFLUENZA
Uji Diagnostik
Uji Diagnostik Molekuler Pemeriksaan Serologi Isolasi Virus
Cepat Influenza

• Sensitivitas bervariasi • Pemeriksaan • Pemeriksaan ini • Virus dapat


antara 40-80% bertujuan untuk memerlukan diisolasi dari
dibandingkan kultur mendeteksi perbandingan serum spesimen usap
virus asam nukleat spesimen akut (dalam rongga hidung,
• Sensitivitas pada anak- virus dari 7 hari sejak awitan tenggorok,
anak lebih tinggi spesimen gejala) dan konvalesen bilasan rongga
sehubungan dengan dengan tekniik dengan jarak hidung,
jumlah virus yang hibridisasi asam pengumpulan maupun
dikandung dalam nukleat spesimen 10-20 hari. sputum.  
sekret hidung anak- dan polymerase
anak dibanding dewasa chain
• Sensitivitas lebih reaction (PCR).
tinggi pada hari-hari
pertama sejak mulai
muncul gejala
Terapi Farmakologi dan Non Farmakologi
 Terapi Farmakologi
PENGHAMBAT OSELTAMIVIR DAN
NEURAMINIDASE OSELTAMIVIR
ZANAMIVIR
• satu-satunya obat
antivirus yang • penghambat neuraminidase • disetujui untuk
tersedia untuk yang memiliki aktivitas pengobatan pada mereka
pengobatan dan melawan virus influenza A yang berusia lebih dari 1
profilaksis influenza dan influenza B. Ketika tahun; zanamivir disetujui
dan adalah diberikan dalam waktu 48 jam untuk pengobatan pada
oseltamivir dan setelah timbulnya penyakit, mereka yang berusia lebih
zanamivir. IV oseltamivir dan zanamivir dari 7 tahun.
peramivir adalah dapat mengurangi durasi •
penghambat NA lain penyakit sampai 1 hari
yang sedang dibandingkan dengan plasebo.
diselidiki untuk
Add Text Here
pengobatan influenza.
Adult
Drug Adult Treatment Pediatric Treatment Pediatric Prophylaxis
Prophylaxis

Untuk <3 bulan tidak di


Untuk < 3 bulan 12 mg 2x sehari, 3-5 bulan 20 mg
rekomendasikan. Sesuai data
2x sehari setiap hari, 6-11 bulan 25 mg 2x sehari
grup 3-4 bulan 20 mg setiap
setiap hari, dan 25 mg 2x sehari setiap hari untuk
hari, 6-11 bulan 25 mg setiap
Kapsul 75 mg 2x sehari Kapsul 75 mg umur > 1 tahun. Sedangkan untuk berat badan 15 kg
Oseltamivir hari, dan untuk bb 15 kg 30 mg
selama 5 hari setiap hari 30 mg 2x sehari setiap hari, 16- 23 kg 45 mg 2x
setiap hari, 16-23 kg 45 mg
sehari setiap hari, 23-40 kg 45 mg 2x sehari setiap
setiap hari, 23-40 kg 60 mg
hari dan untuk bb > 40 kg 75 mg 2x sehari setiap hari
setiap hari, 23- 40 kg 75 mg
selama 5 hari.
setiap hari.

2 inhalasi 2x sehari
2 inhalasi setiap 2 inhalasi 2x sehari setiap hari selama 5 hari untuk 2 inhalasi setiap hari untuk
Zanamivir setiap hari selama 5
hari umur 7 tahun umur 5 tahun.
hari
TERAPI FARMAKOLOGI DAN NON
FARMAKOLOGI
 Terapi Non Farmakologi

• Pasien yang menderita influenza • Asupan cairan yang tepat harus


harus cukup tidur dan menjaga dipertahankan. Tablet hisap untuk
tingkat aktivitas yang rendah. batuk / tenggorokan, teh hangat,
Mereka harus tinggal di rumah atau sup dapat membantu
dari pekerjaan dan / atau sekolah mengendalikan gejala (batuk dan
untuk istirahat dan mencegah sakit tenggorokan).
penyebaran infeksi.
TERAPI FARMAKOLOGI DAN NON
FARMAKOLOGI
 Terapi Non Farmakologi

 Pasien yang menderita influenza  Asupan cairan yang tepat harus


harus cukup tidur dan menjaga dipertahankan. Tablet hisap
tingkat aktivitas yang rendah. untuk batuk / tenggorokan, teh
Mereka harus tinggal di rumah hangat, atau sup dapat membantu
dari pekerjaan dan / atau sekolah mengendalikan gejala (batuk dan
untuk istirahat dan mencegah sakit tenggorokan).
penyebaran infeksi.
MONITORING PERKEMBANGAN
PENYAKIT
Melakukan Pencegahan Penularan/Faktor Risiko Yaitu :

1 Kontak langsung dengan unggas sakit/mati


(close contact, menyentuh, menyembeliah,
mengubur, mengolah, dll)

Lingkungan: udara, air, tanah, lumpur, pupuk,


2 alat yang tercemar virus
MONIT
ORING
ESO
Oseltamivir
Penyesuaian dosis direkomendasikan untuk pasien dengan kreatininklirens
10-30 mL/menit. Pada kondisi ini, direkomendasikan penurunan dosis
menjadi 75 mg sekali sehari selama 5 hari. Profilaksis : untuk profilaksis,
penyesuaian dosis direkomendasikan untuk pasien dengan kreatininklirens
10 – 30 mL/menit. Pada kondisi ini,direkomendasikan penurunan dosis
menjadi 75 mg pada waktu tertentu.
MONIT
ORING
ESO
Zanamivir
Pasien dengan penyakit pernapasan : Zanamivir tidak menunjukkan
efektif dan mungkin berisiko untuk pasien dengan penyakit saluran
pernapasan parah seperti asma dan penyakit pernapasan serius lainnya.
Dengan demikian, zanamivir tidak direkomendasikan untuk pasien
dengan gangguan saluran pernapasan seperti asma.
THANK YOU