Anda di halaman 1dari 21

IDENTITAS NASIONAL

KELOMPOK 2
Nama Anggota
1. Alfina Ikke Ramadhanti (02)
2. Arnetta Adien Wahyu S. (04)
3. Azza Septiria (06)
4. Devi Wulandari (08)
5. Haidar Allam P. (10)
6. Irsalina Dharmesti H. (12)
7. Kayana Edgina P. (14)
8. Lujaina Husna S. (16)
9. Mutia Dhila Rahastri (18)
10. Nur Aisyah Damayanti (20)
11. Reza Putri K. (22)
12. Septi Septianingrum (24)
13. Susan Lusiana (26)
14. Uswatun Khasanah (28)
15. Zulia Nisrina Nahda (30)
Pengertian Identitas Nasional Indonesia

Identitas nasional bangsa Indonesia


adalah Identitas yang bersumber dari nilai luhur
Pancasila yang aktualisasinya tercermin dalam
penyelenggaraan kehidupan bermasyarakaat,
berbangsa dan bernegara.
Unsur-Unsur Identitas Nasional

 Suku Bangsa
Suku bangsa pada dasarnya adalah golongan sosial yang khusus
dan bersifat askriptif. Artinya, individu memilikinya sejak lahir
dan tidak mampu untuk memilih mereka ingin berada di suku
apa.

 Agama
Agama adalah suatu golongan sosial yang klasifikasinya
berdasarkan aliran kepercayaan yang dianut oleh individu
tersebut. Umumnya, seseorang semenjak lahir telah memiliki
afiliasi kepada salah satu agama di indonesia.
Unsur-Unsur Identitas Nasional

1. Bahasa
1. Bahasa pada konteks ini adalah penggolongan sosial yang
didasarkan pada aspek simbolik yang secara arbiter dibentuk
sebagai sarana interaksi. Simpelnya, identitas yang dibentuk oleh
cara suatu komunitas berkomunikasi antar individu didalam dan
diluar komunitasnya.
2. Budaya
Budaya sendiri adalah penggolongan sosial yang didasarkan pada
pengetahuan kolektif dari suatu masyarakat. Budaya dapat
dipahami sebagai sistem pengetahuan serta pola pikir yang
berada dalam pikiran manusia sebagai budaya, atau teknologi dan
gagasan-gagasan yang dihasilkannya juga sebagai budaya.
Fungsi Identitas Nasional

1. Alat Pemersatu Bangsa,


2. Sebagai Pembeda dengan Bangsa Lain
3. Sebagai Landasan Negara
4. Perlindungan Diri dari Dampak Buruk
Globalisasi
Ciri-Ciri Negara yang memiliki
Identitas Nasional

 Terdapat pola perilaku masyarakat yang menyangkut adat


istiadat dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
 Terdapat lambang-lambang yang secara simbolik
mendeskripsikan visi, tujuan, dan fungsi dari didirikannya
suatu negara.
 Terdapat kelengkapan pelayanan publik yang dimiliki
oleh suatu negara guna melayani kebutuhan masyarakatnya.
 Terdapat tujuan bersama yang ingin dicapai oleh suatu
bangsa.
Pembidangan Identitas
Nasional Indonesia
1. Identitas fundamental, yakni pancasila sebagai filsafat bangsa, hukum
dasar, pandangan hidup, etika politik, paradigma pembangunan.
2. Identitas instrumental, yang meliputi UUD 1945 sebagai konstitusi
negara, bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, Garuda Pancasila
sebagai lambang negara, Sang Saka Merah Putih sebagai bendera negara,
Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara, dan Indonesia Raya
sebagai lagu kebangsaan.
3. Identitas alamiah yang meliputi Indonesia sebagai negara kepulauan
dan kemajemukan terhadap sukunya, budayanya, agamanya.
Bentuk-bentuk Identitas Nasional

Identitas nasional bangsa Indonesia tercipta dari berbagai nilai-nilai kultural suku
bangsa yang ada di setiap daerah. Nilai-nilai kultural tersebut kemudian dihimpun
menjadi satu kesatuan yang akhirnya membentuk identitas nasional bangsa
Indonesia.
Dalam buku Pendidikan Kewarganegaraan (2020) karya Rosmawati dan Hasanal
Mulkan, dijelaskan bentuk-bentuk identitas nasional bangsa Indonesia, yaitu:
1. Bahasa nasional atau bahasa persatuan, yaitu Bahasa Indonesia.
2. Bendera negara, yaitu Sang Merah Putih.
3. Lagu Kebangsaan, yaitu Indonesia Raya.
4. Lambang negara, yaitu Garuda Pancasila.
5. Semboyan negara, yaitu Bhinneka Tunggal Ika.
6. Dasar falsafah negara, yaitu Pancasila.
7. Konstitusi negara, yaitu UUD 1945.
8. Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat.
9. Konsepsi Wawasan Nusantara.
10. Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan nasional.
Pancasila Sebagai Identitas Nasional Indonesia

Istilah Pancasila berasal dari Bahasa Sansekerta yang terdiri dari dua suku kata yaitu Panca berarti lima dan sila
berarti dasar atau azas. Pancasila berarti lima dasar atau lima azas. Pancasila sebagai dasar falsafat negara yang
berisi lima dasar yang dijadikan sebagai dasar filsafat dan ideologi negara Indonesia. Pancasila merupakan
identitas nasional yang berkedudukan sebagai dasar negara dan pandangan hidup (ideologi) bangsa.
Pancasila sebagai identitas nasional, karena bangsa Indonesia salah satu bangsa dari masyarakat internasional,
yang memiliki sejarah serta prinsip dalam hidupnya yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Dengan
adanya globalisasi, tentunya akan menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia dalam meneguhkan identitas bangsa
dan integrasi bangsa.
Pancasila sebagai identitas nasional juga kepribadian bangsa Indonesia harus mampu mendorong bangsa
Indonesia secara keseluruhan agar tetap berjalan dalam koridornya yang bukan berarti menentang arus
globalisasi, akan tetapi lebih cermat dan bijak dalam menjalani dan menghadapi tantangan dan peluang yang
tercipta. Bila menghubungkan antara kebudayaan sebagai karakteristik bangsa dengan Pancasila sebagai
kepribadian bangsa, tentunya kedua hal ini merupakan suatu kesatuan seperti layaknya keseluruhan sila dalam
Pancasila yang mampu menggambarkan karakteristik yang membedakan negara Indonesia dengan negara
lainnya.
Pentingnya Identitas Nasional

Muhammad Ridha Iswardhana dalam bukunya yang berjudul


Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (2020), menjelaskan
pentingnya identitas nasional bagi bangsa Indonesia, yaitu:
1. Menunjukkan keberadaan dan eksistensi bangsa Indonesia.
2. Menjadi penciri yang mudah dikenali dan membedakan dalam
pergaulan antar bangsa (hubungan internasional).
3. Melindungi jadi diri bangsa dan negara Indonesia seiring dengan
adanya tantangan globalisasi.
4. Menjaga eksistensi negara dalam hubungan internasional.
Maksudnya adalah identitas nasional yang terwakili oleh negara
maupun masyarakat Indonesia dalam interaksi berbagai bidang
mampu menunjukkan bahwa negara Indonesia benar-benar
terwujud.
Karakteristik akan IDENTITAS
identitas nasional bisa dikatakan
KARAKTERISTIK
NASIONAL
sebagai ciri khusus, kebiasaan atau pola hidup
masyarakat yang menempati wilayah tersebut.
1 KESATUAN INDONESIA
Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang terluas di
dunia. Karena itu, setiap pulau di Indonesia memiliki adat
istiadat, bahasa dan kebudayaan yang berbeda dari Sabang
sampai Merauke. Dan kesatuan Indonesia ini merupakan
karakteristik identitas nasional Indonesia yang sangat
berharga dan unik sehingga menjadi suatu ciri khas tersendiri
bagi bangsa Indonesia.
2 PERSAMAAN NASIB
Semua hal ini di buktikan dengan sejarah yang
menegaskan bahwa Indonesia di jajah oleh bangsa asing
dalam waktu yang cukup lama. Pada saat itu. kondisi
tersebut di rasakan hampir seluruh rakyat Indonesia dan
hal ini tercermin dalam identitas nasional yang ada pada
pembukaan UUD 1945.
3 KEINGINAN UNTUK
MERDEKA
Seluruh penduduk Indonesia memiliki keinginan
untuk sama-sama terbebas dari belenggu penjajahan,
baik penjajahan fisik maupun mental. Sehingga hal ini
sudah tercantum di UUD 1945 yang berbunyi “segala
bentuk penjajahan di muka bumi ini harus
dihapuskan”.
Pengertian Identitas
Nasional
Identitas Nasional secara etimologis berasal dari kata identitas dan nasional. Kata
identitas berasal dari bahasa Inggris identity yang memiliki pengertian harfiah; ciri,
tanda atau jati diri yang melekat pada seseorang, kelompok atau sesuatu sehingga
membedakan dengan yang lain. Kata nasional merujuk pada konsep kebangsaan.
Jadi, identitas nasional adalah ciri, tanda atau jati diri yang melekat pada suatu
negara sehingga membedakan dengan negara lain. Identitas nasional secara
terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis
membedakan bangsa tersebut dengan bangsa yang lain.
Hakikat Identitas Nasional

Hakikat identitas nasional Indonesia adalah Pancasila yang diaktualisasikan dalam berbagai kehidupan
berbangsa. Aktualisasi ini untuk menegakkan Pancasila dan UUD 1945 sebagaimana dirumuskan dalam
pembukaan UUD 1945 terutama alinea ke-4.
Krisis multidimensi yang kini sedang melanda masyarakat menyadarkan bahwa pelestarian budaya sebagai
upaya untuk mengembangkan identitas Nasional, telah ditegaskan sebagai komitmen konstitusional
sebagaimana dirumuskan oleh para pendiri Negara Indonesia dalam pembukaan UUD 1945, dan khususnya
dalam pasal 32 UUD 1945 beserta penjelasannya yaitu: “Pemerintah memajukan Kebudayaan Nasional
Indonesia”.
Faktor-Faktor Pendukung
Kelahiran Identitas Nasional
Faktor objektif, meliputi faktor geografis, ekologis dan demografis.
Kondisi geografis-ekologis membentuk bangsa Indonesia sebagai negara kepulauan yang beriklim tropis. Jalur perdagangan antar negara di Asia
Tenggara juga ikut mempengaruhi perkembangan demografis, ekonomis, sosial dan kebudayaan Indonesia.

Faktor subjektif, yaitu faktor historis, sosial, politik dan kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonsia.

Faktor historis yang dimiliki bangsa Indonesia mempengaruhi terbentuknya identitas nasional bangsa Indonesia sejak zaman dahulu. Hasil interaksi
historis yang mengakibatkan munculnya identitas nasional memiliki empat faktor penting:

Faktor primer, mencakup etnisitas, teritorial, bahasa, agama dan sejenisnya. Bagi bangsa Indonesia yang tersusun atas berbagai macam etnis, bahasa,
wilayah, serta bahasa daerah merupakan suatu kesatuan meskipun berbeda-beda dengan ke-khasan masing-masing.

Faktor pendorong, meliputi perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi yang melahirkan angkatan bersenjata modern dan pembangunan
lainnya dalam kehidupan bernegara.

Faktor penarik, mencakup kodifikasi bahasa dalam gramatika yang resmi, tumbuhnya birokrasi, dan pemantapan sistem pendidikan nasional.

Faktor reaktif, meliputi penindasan, dominasi, dan pencarian identitas alternatif melalui memori kolektif rakyat.
Identitas Nasional Dalam Undang Undang Dasar 1945

Undang-Undang Dasar 1945 mengatur tentang Identitas nasional dalam bab 15


yang sudah mendapat amandemen atau perubahan sebanyak dua kali. Bab 15 ini
memiliki 5 (lima) pasal yang mengatur simbol jati diri bangsa. Pasal-pasal tersebut
membahas tentang Bendera, bahasa dan lambang negara, serta lagu kebangsaan
yang terdiri dari pasal 35, 36, 36a, 36b, dan 36c. Adapun bunyi dari masing-masing
pasal antara lain:
 Pasal 35 : Bendera negara Indonesia ialah sang merah putih.
 Pasal 36 : Bahasa negara ialah bahasa Indonesia.
 Pasal 36 a : Lambang negara ialah garuda pancasila dengan semboyan bhineka
tunggal ika.
 Pasal 36 b : Lagu kebangsaan ialah Indonesia raya .
 Pasal 36 c : Ketentuan lebih lanjut mengenai bendera, bahasa, dan lambang
negara, serta lagu kebangsaan di atur dengan undang-undang.
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bendera,
Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Tiga hal tujuan dari dibentuknya UU no. 24 Tahun 2009 ini adalah untuk :
a) memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan
Republik Indonesia;
b) menjaga kehormatan yang menunjukkan kedaulatan bangsa dan Negara
Kesatuan Republik Indonesia; dan
c) menciptakan ketertiban, kepastian, dan standarisasi penggunaan bendera,
bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan.
KESIMPULAN
Faktor Pembentuk Identitas Nasional meliputi:
1.Primordialisme
2.Agama
3.Pemimpin Bangsa
4.Sejarah Bangsa
Identitas nasional Indonesia dapat dirumuskan pembidangannya dalam tiga bidang sebagai berikut:
5.Identitas fundamental
6.Identitas instrumental
7.Identitas alamiah
Istilah Pancasila berasal dari Bahasa Sansekerta yang terdiri dari dua suku kata yaitu Panca berarti lima dan sila berarti dasar atau
azas. Pancasila berarti lima dasar atau lima azas. Pancasila sebagai dasar falsafat negara yang berisi lima dasar yang dijadikan sebagai dasar
filsafat dan ideologi negara Indonesia. Pancasila merupakan identitas nasional yang berkedudukan sebagai dasar negara dan pandangan hidup
bangsa. Pancasila sebagai situasi kejiwaan dan karakter bangsa Indonesia yang mengandung kesadaran, cita-cita, hukum dasar, pandangan
hidup telah menjadi nilai, asas, norma bagi sikap tindak bagi penguasa dan Rakyat Indonesia. Satu-satunya falsafah serta ideologi bangsa dan
negara yang melandasi, membimbing, dan mengarahkan bangsa menuju tujuannya.