Anda di halaman 1dari 24

MYELONE THARMASEELAN 0802005164

Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu berinteraksi dengan bahan-bahan yang mungkin dapat menimbulkan iritan maupun alergi bagi seseorang
Bahan-bahan ini dapat menimbulkan kelainan pada kulit sesuai dengan kontak yang terjadi. Kelainan ini disebut dermatitis kontak

Dermatitis kontak ini dibagi menjadi Dermatitis Kontak Iritan dan Dermatitis Kontak Alergi.
Dermatitis Venenata adalah Dermatitis Kontak Iritan yang disebabkan oleh terpaparnya bahan iritan dari beberapa tanaman

Bahan aktif dari serangga seperti TOMCAT (Paederus sp) juga dapat menjadi penyebab. Paederus sp merupakan serangga yang sering didapati di kawasan ladang dan kebun kerana diguna oleh petani untuk mengusir dan memakan jenis kutu dan hewan kepik hama padi

Paederus sp

DKI adalah penyakit kulit akibat kerja yang paling sering ditemukan,
Diperkirakan sekitar 70%-80% dari semua penyakit kulit akibat kerja Pekerjaan dengan resiko besar untuk terpapar bahan iritan yaitu pemborong, pekerja industri mebel, pekerja rumah sakit (perawat, cleaning services, tukang masak), penata rambut, pekerja industri kimia, pekerja logam, penanam bunga, pekerja di gedung.

Dermatitis Paederus sp kejadiannya meningkat pada musim penghujan, karena cuaca yang lembab merupakan lingkungan yang sesuai bagi organism penyebab dermatitis venenata (misal: Genus Paederus).
Paederus dermatitis terjadi di seluruh bagian dunia, khususnya daerah beriklim tropis seperti Indonesia

bahan yang bersifat iritan seperti misalnya bahan pelarut, deterjen, minyak pelumas, asam, alkali, dan serbuk kayu Bahan aktif dari serangga juga dapat menjadi penyebab
Hemolimfe dari paederus mengandung suatu bahan aktif yakni paederin yang kemudian menyebabkan keluhan gatal, rasa panas tebakar, kemerahan pada kulit yang timbul dalam 12-48 jam setelah kulit terpapar

Kelainan kulit timbul akibat kerusakan sel yang disebabkan oleh bahan iritan melalui kerja kimiawi atau fisis

Ada 4 mekanisme yang berhubungan dengan DKI. 1. Hilangnya membran lemak (Lipid Membrane) 2. Kerusakan dari sel lemak 3. Denaturasi keratin epidermal 4. Efek sitotoksik secara langsung

Kerusakan membran mengaktifkan fosfolipase dan melepaskan asam arakidonat (AA), diasilgliserida (DAG), platelet activating factor (PAF), dan inositida (IP3). AA dirubah menjadi prostaglandin (PG) dan leukotrien (LT). PG dan LT menginduksi vasodilatasi, dan meningkatkan permeabilitas vaskular sehingga mempermudah transudasi komplemen dan kinin.

PG dan LT juga bertindak sebagai kemoaktraktan kuat untuk limfosit dan neutrofil, serta mengaktifasi sel mas melepaskan histamin, LT dan PG lain, dan PAF, sehingga memperkuat perubahan vaskular
Rentetan kejadian tersebut menimbulkan gejala peradangan klasik di tempat terjadinya kontak di kulit berupa eritema, edema, panas, nyeri, bila iritan kuat.

Bahan iritan lemah akan menimbulkan kelainan kulit setelah berulang kali kontak, dimulai dengan kerusakan stratum korneum oleh karena delipidasi yang menyebabkan desikasi dan kehilangan fungsi sawarnya, sehingga mempermudah kerusakan sel dibawahnya oleh iritan.

Gejala klinis yang terjadi sangat bergantung pada sifat iritan. Iritan kuat memberi gejala akut, sedang iritan lemah memberi gejala kronis
Pada paederus dermatitis, lesi biasanya terjadi pada bagian tubuh yang tidak tertutupi, misalnya tangan, kaki juga leher dan wajah, khususnya area periorbital

Pada stadium akut kelainan kulit berupa eritema, edema, vesikel, atau bula, erosi dan eksudasi, sehingga tampak basah.
Stadium sub akut, eritema berkurang, eksudat mengering menjadi krusta

Stadium kronis tampak lesi kronis, skuama, hiperpigmentasi, likenifikasi, papul, mungkin juga terdapat erosi atau ekskoriasi karena garukan.

Lesi yang biasa ditimbulkan oleh bahan aktif paederin berupa patch eritem linear yang kemudian berlanjut menjadi bula, terkadang bula dapat menjadi pustular
Bula dapat intak ataupun sudah terjadi erosi dengan dasar eritem Lesi mulai muncul setelah 12-48 jam pasca kontak

Diagnosis DKI didasarkan anamnesis yang cermat dan pengamatan gambaran klinis. DKI akut lebih mudah diketahui karena munculnya lebih cepat sehingga penderita pada umumnya masih ingat apa yang menjadi penyebabnya Diperlukan uji tempel dengan bahan yang dicurigai untuk menyingkirkan diagnosa bandingnya

DKA.
Untuk menegakkan diagnosis perlu anamnesa detail, termasuk pekerjaan, hobi, riwayat pengobatan dan beberapa pemeriksaan penunjang yang telah dilakukan.

Penanganan dermatitis kontak yang tersering adalah menghindari bahan yang menjadi penyebab
Pengobatannya terdiri dari 1.pengobatan sistemik kortikosteroid hanya untuk kasus yang berat dan digunakan dalam waktu singkat

Prednisone Dewasa : 5-10 mg/dosis, sehari 2-3 kali p.o Anak : 1 mg/KgBB/hari Dexamethasone Dewasa : 0,5-1 mg/dosis, sehari 2-3 kali p.o Anak : 0,1 mg/KgBB/hari Triamcinolone Dewasa : 4-8 mg/dosis, sehari 2-3 kali p.o Anak : 1 mg/KgBB/hari

Pengobatan sistemik juga meliputi antihistamine

Chlorpheniramine maleat Dewasa : 3-4 mg/dosis, sehari 2-3 kali p.o Anak : 0,09 mg/KgBB/dosis, sehari 3 kali 12 Diphenhydramine HCl Dewasa : 10-20 mg/dosis i.m. sehari 1-2 kali Anak : 0,5 mg/KgBB/dosis, sehari 1-2 kali Loratadine Dewasa : 1 tablet sehari 1 kali

Selain pengobatan sistemik-2. pengobatan topikal juga diberikan Bentuk akut dan eksudatif diberi kompres larutan garam faali (NaCl 0,9%)
Bentuk kronis dan kering diberi krim hydrocortisone 1% atau diflucortolone valerat 0,1% atau krim betamethasone valerat 0,005-0,1%

Prognosis dari DKI akut baik jika penyebab iritasi dapat dikenali dan dihilangkan dan bagi paederus dermatitis jika dapat dielakkan serangganya prognosis adalah baik
Prognosis untuk DKI kumulatif atau kronis tidak pasti dan bahkan lebih buruk dari Dermatitis Kontak Alergi

Banyak cara untuk menghindari terkena racun Tomcat diantaranya :

1. Jika menemukan serangga ini, sebaiknya tidak dipencet, agar racun tidak mengenai kulit. Lebih baik disingkirkan dengan cara ditiup atau dihalau mengunakan kertas. 2. Hindari terkena kumbang ini pada kulit terbuka.

3. Jangan menggosok kulit dan atau mata bila kumbang ini terkena kulit .
4. Segera cuci dengan air mengalir dan sabun pada kulit yang bersentuhan dengan kumbang.

5. Mencegah serangga ini masuk ke dalam rumah dengan cara selalu menutup pintu b dan menutup jendela menggunakan kasa nyamuk.

6. Tidur menggunakan kelambu. 7. Membersihkan lingkungan sekitar rumah, terutama tanaman yang tidak terawat yang ada disekitar rumah yang bisa menjadi tempat kumbang Paederus.