Anda di halaman 1dari 6

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

Topik Hari / Tanggal Waktu Tempat Therapist

: Stimulasi Persepsi Umum (Melihat Gambar) : Rabu, 24 Oktober 2012 : 10.00-10.45 WIB : Ruang Wijaya Kusuma : Mahasiswa S-1 Fakultas Keperawatan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

1. Latar Belakang Manusia adalah mahluk sosial yang terus menerus membutuhkan orang lain disekitarnya. Salah satu kebutuhannya adalah kebutuhan sosial untuk melakukan interaksi sesama manusia. Kebutuhan sosial yang dimaksud adalah rasa dimiliki oleh orang lain, pengakuan dari orang lain, penghargaaan orang lain, serta pernyataan diri. Interaksi yang dilakukan tidak selamanya memberikan hasil yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh individu sehingga mungkin terjadi suatu gangguan terhadap kemampuan individu untuk berinteraksi dengan orang lain. Untuk mengatasi gangguan interaksi pada pasien jiwa, terapi aktivitas kelompok sering diperlukan dalam praktek keperawatan kesehatan jiwa karena merupakan keterampilan terapeutik. Terapi aktivitas kelompok merupakan bagian dari terapi modalitas yang berupaya meningkatkan psikoterapi dengan sejumlah pasien dalam waktu yang bersamaan.

2. Tujuan a. Tujuan Umum, Pasien mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan masalah dari paparan stimulus yang diberikan kepadanya. b. Tujuan Khusus 1) Pasien dapat menyebutkan nama gambar yang dibuat. 2) Pasien dapat menceritakan gambar yang dibuat.

3. Kriteria Anggota Kelompok a. b. Pasien yang memiliki harga diri rendah. Pasien yang menarik diri.

4. Proses Seleksi a. b. Berdasarkan observasi perilaku sehari-hari pasien yang dikelola oleh perawat Berdasarkan informasi dan diskusi mengenai perilaku pasien sehari-hari serta kemungkinan dilakukan terapi kelompok pada pasien tersebut dengan perawat ruangan c. Melakukan kontrak waktu pada pasien untuk mengikuti aktivitas yang akan dilakukan

5. Pembagian Tugas a. Leader b. Co-Leader c. Observer d. Fasilitator : Randy Marcose : Yustina : Paskalia : Angelina dan Menchy

6. Uraian Tugas a. Leader 1) Membacakan tujuan dan peraturan kegiatan terapi aktifitas kelompok sebelum kegiatan dimulai. 2) Mampu memotivasi anggota untuk aktif dalam kelompok dan memperkenalkan dirinya. 3) Mampu memimpin terapi aktifitas kelompok dengan baik dan tertib. 4) Menetralisir bila ada masalah yang timbul dalam kelompok. 5) Menjelaskan permainan. b. Co-Leader 1) Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader tentang aktifitas pasien 2) Mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang 3) Mengatur alur permainan c. Fasilitator 1) Memfasilitasi pasien yang kurang aktif 2) Berperan sebagai role play bagi pasien selama kegiatan d. Observer 1) Mengobservasi jalannya proses kegiatan 2) Mencatat prilaku verbal dan non verbal pasien selama kegiatan berlangsung

7. Uraian Struktur Kegiatan a. Analisa Situasi 1). Waktu Pelaksanaan Hari/Tanggal : Sabtu, 20 Oktober 2012

Waktu Alokasi Waktu

: Pk.10.00 10.45 WIB : Perkenalan dan pengarahan (5 menit) Mewarnai Gambar (20 menit) Menceritakan Gambar (15 menit) Penutup (5 menit)

2). Jumlah Perawat Mahasiswa Keparawatan WM: 5 orang Perawat Ruangan 3). Alat Bantu Kertas bergambar dan pencil warna. 4). Setting : 1 orang

Fasilitator Peserta Observer

b. Proses Pelaksanaan 1). Perkenalan Leader mengumpulkan pasien yang telah diseleksi di ruang permainan (ruang tengah) dan duduk membentuk lingkaran. Kelompok perawat memperkenalkan diri dilanjutkan dengan perkenalan dari pasien. Kemudian leader menjelaskan tujuan TAK Stimulasi Persepsi Umum (Menceritakan Gambar yang dibuat) adalah masalah yang timbul dari stimulus yang diberikan. Leader melakukan kontrak waktu bahwa TAK Stimulasi Persepsi Umum (Menceritakan Gambar yang dibuat) akan dilakukan selama 45 menit mulai pukul 10.00-10.45 WIB, dilaksanakan di ruang Wijaya Kusuma. Leader menjelaskan peraturan TAK Stimulasi Persepsi Umum (Menceritakan Gambar yang dibuat) yaitu: bila akan mengemukakan sesuatu pasien diminta untuk lebih dulu mengacungkan tangannya. Bila pasien ingin keluar untuk minum, BAB/BAK harus minta ijin pada perawat. Pasien tidak boleh meninggalkan permainan sebelum permainan selesai. Pasien harus mematuhi semua peraturan dalam permainan. pasien mampu menyelesaikan

2). Permainan Leader menjelaskan cara permainan yaitu: o Memberikan gambar pada masing-masing pasien. o Pasien mewarnai gambar yang diberikan oleh perawat. o Memberikan kesempatan pada pasien untuk menceritakan gambar yang telah diwarnai. o Berikan pujian atau penghargaan atas pendapatnya. o Ulangi pada setiap pasien sampai semua pasien mendapat kesempatan yang sama. o Beri kesimpulan pada tiap gambar yang dipaparkan. 3). Peer Review (Evaluasi Kelompok) Pasien mampu menyebutkan nama gambar yang telah diwarnai teman-temannya.

4).Terminasi Leader melakukan kontrak waktu untuk TAK selanjutnya yaitu hari Rabu, 24 Oktober 2012 dengan waktu dan tempat yang sama. Mengucapkan selamat siang dan terima kasih atas partisipasi dari semua pasien.

c. Antisipasi Masalah 1). Penanganan pasien yang tidak aktif saat aktifitas kelompok Memanggil pasien Memberi kesempatan kepada pasien tersebut untuk menjawab sapaan perawat atau pasien yang lain 2). Bila pasien meninggalkan permainan tanpa pamit : Panggil nama pasien Tanya alasan pasien meninggalkan permainan Berikan penjelasan tentang tujuan permainan dan berikan penjelasan pada pasien bahwa pasien dapat melaksanakan keperluannya setelah itu pasien boleh kembali lagi 3). Bila ada pasien lain ingin ikut Berikan penjelasan bahwa permainan ini ditujukan pada pasien yang telah dipilih Katakan pada pasien lain bahwa ada permainan lain yang mungkin dapat diikuti oleh pasien tersebut Jika pasien memaksa, beri kesempatan untuk masuk dengan tidak memberi peran pada permainan tersebut

8. Kriteria Evaluasi

a. Evaluasi Input 1) Tim berjumlah 5 orang yang terdiri atas 1 leader, 1 co leader, 2 fasilitator dan 1 observer 2) Lingkungan memiliki syarat luas dan sirkulasi baik. 3) Tidak ada kesulitan memilih pasien yang sesuai dengan kriteria dan karakteristik pasien untuk melakukan TAK Stimulasi Persepsi Umum (Menceritakan Gambar yang dibuat).

b. Evaluasi Proses 1) Leader menjelaskan aturan main dengan jelas 2) Fasilitator menempatkan diri di tengah-tengah pasien 3) Observer menempatkan diri di tempat yang memungkinkan untuk dapat mengawasi jalannnya permainan 4) 90% pasien yang mengikuti permainan dapat mengikuti kegiatan dengan aktif dari awal sampai selesai. c. Evaluasi Output Presentasi jumlah pasien yang mengikuti kegiatan sesuai dengan yang direncanakan : 1) 90% dari jumlah pasien mampu menyebutkan identitas dirinya. 2) 90% dari jumlah pasien mampu mengemukakkan pendapatnya tentang gambar. 3) 90% dari jumlah pasien mampu menyebutkan nama gambar yang telah diwarnai teman-temannya. 4) 90% dari jumlah pasien mampu mengikuti aturan dalam kegiatan.

DAFTAR PUSTAKA

Gail Wiscart Stuart, Sandra J. Sundeen. 1995. Buku Saku Keperawatan Jiwa, Ed.3. Jakarta : EGC Keliat, Budi Anna. 2004. Keperawatan Jiwa: Terapi Aktivitas Kelompok. Jakarta: EGC Keliat, Budi Anna. 2009. Model Praktik Keperawatan Profesional Jiwa. Jakarta: EGC