Anda di halaman 1dari 66

On The Job Training In

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.


P3TIK AMC//CMA Angkatan IV Maret 2012

PRESENTED BY:
Achmad Hari Suryadi Ahmad Junaedi Alfira Eriany Danu Wardian Imam Subakti

Materi Presentasi
Sejarah PT CAP Lokasi Sekilas Tentang PT. CAP Area OJT Utility Overview Tugas Khusus

Sejarah
Maret 1989 : PT. Chandra Asri sebagai Petrochemichal center didirikan oleh Pudji Budi Santoso dan Suryanto, Sekaligus sebagai pemegang saham pertama. 1990 : Pudji Budi santoso dengan Suryanto menarik diri, kemudian di gantikan oleh Prajogo pangestu dan Henry Pribadi. 11 Maret 1991 : Pembangunan PT. Chandra Asri dimulai dengan pemancangan tiang pertama oleh Mentri Perindustrian Republik Indonesia di atas lahan seluas 120 hektar di kawasan industri Panca Puri desa Gunung Sugih, kecamatan Ciwandan, Anyer. Pembangunan proyekdilakuka oleh perusahaan konstruksi Jepang, Toyo Engineering Co. yang menggunakan sistem Engineering Procurement Construction. 12 Oktober 1991 : Pembangunan pabrik terhanti karena adanya peraturan pemerintah tentang pinjaman luar negeri, dimana proyek pembangunan terkena penjadwalan ulang Tim Koordinasi Pengelolaan PKLN (Pinjaman Komersial Luar Negeri).

Kuartal I, 1992 : Proyek pembangunan pabrik dilanjutkan kembali dan memperoleh perhatian dari beberapa perusahaan asing, seperti Marubeni Co., Showa Denko Co., Toyo Engineering Co. dan AsahimasChe mical Co. Ltd. Yang berasal dari Jepang serta Nestle dan Finfun dari Finlandia. Tetapi Toyo Engineering Co. dan Asahimas Chemical Co. Ltd. Serta dua perusahaan dari Finlandia menarik diri, sedangkan yang lainnya membentuk Japan Indonesian Petrochemical Investment Co. (JIPIC) yang dipimpin oleh Marubeni Co. Kuartal II. 1992 : Bambang Trihatmojo (PT. Bimantara Citra) ikut bergabung tetapi tidak bertahan lama. Pada tahun yang sama digantikan oleh Siemens International Ltd., dan Stallion Company Ltd. yang berkedudukan di British Island yang bekejasama dengan Japan Indonesian Petrochemical Investment Corporation yang terdiri dari Marubeni Corporation, Showa Denko Corporation dan Toyo Engineering Corporation. 14 Agustus 1992 : Pembangunan pabrik dilanjutkan kembali dengan perubahan status menjadi penanaman Modal Asing (PMA).akibat perubahan Status tersebut mnyebabkan komposisi pemegang saham berubah yaitu Siemens International Ltd. (65%), Stallion Company Ltd. (10%) dan Japan Indonesian Petrochemical Investment Co. (25%). 28 Januari 1995 : Pembangunan Ethylene Plant selesai. 18 April 1995 : Pembangunan Linear Low Density Polyethylene (LLDPE) plant selesai. 4 Mei 1995 : Start-up pertama Ethylene Plant. 5 Mei 1995 : Produksi Olefin pertama dari PT. Chandra Asri.

18 Juni 1995 : Start- up pertama LLDPE Plant. 31 Juli 1995 : Pembangunan High Density Polyethylene (HDPE) Plant selesai. 31 Agustus 1995 : Start-up pertama HDPE Plant. 16 September 1995 : PT. Chandra Asri diresmikan oleh Presiden Soeharto sebagai industri Petrokimia hulu pertama di Indonesia. 2006 : Kepemilikan saham PT. Chandra Asri didominasi oleh Inter Petrindo Inti Citra atau Barito Group (49,55%), Gletzer dan Putnam (25,86%) dan Termasek Holding (24,59%). November 2010 : PT Chandra Asri Petrochemical melakukan Merger dengan PT Tripolyta Indonesia Tbk. Januari 2011 : Peresmian Merger serta penggunaan nama baru PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.

Letak Geografis PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.

Industri petrokimia PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk. berlokasi di Cilegon Banten. Beralamat di Jalan Raya Anyer Km. 123 Ciwandan, Cilegon - Banten.

Denah Perusahaan

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (PT CAP) adalah pabrik yang bergerak dalam industri petrokimia olefin dan merupakan satu-satunya produsen ethylene terbesar di Indonesia.
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. memiliki 4 plant utama yaitu Ethylene Plant, HDPE Plant, LLDPE Plant, dan Polypropylene Plant. Produk : HDPE Ethylene Polyethylene Propylene LLDPE Crude C4 Polypropylene Pygas (Pyrolysis Gas) Produk-produk ini akan diolah lebih lanjut oleh industri petrokimia hilir yang nantinya akan menghasilkan produkproduk lain diantaranya adalah barang-barang dari plastik, lembaran film, kain sintetik, obat-obatan, pestisida dan lain-lain.

Bahan baku utama


Ethylene Plant : Naphta Polyethylene : Gas Ethylene Polypropylene :

Area OJT
JETTY

SELAT SUNDA
J E T TOWER IV T T

U
KETERANGAN :

JE

Y TT

1 PT. TRYPOLITA CHEMICAL 2


GATE 5

PT. SRIWI PLYWOOD

UTILITY PLANT Water Treatment Plant


4 5 3 9 8 10 11 12 13
AVENUE GATE 6 GATE 7 POS TKI/ TOWER II CCR GATE 2 LAB GATE 3

6
SEA WATER INTAKE GATE 1

14 15

TELKOM GATE 13 (SPECIAL FOR TAM)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18.

Jetty Jetty Admin Building Tank Yard Waste Water Treatment Ethylene Plant Cooling Water Sea Water Intake STG GTG PCR Boilers Water Treatment Admin Building Contraktor Office Workshop Product Warehouse LLDPE Plant Material Warehouse

16
POS NISCONI

PRODUCT LOADING BY

18

17

AVENUE TOWER GATE 12 GATE 11 GATE 3 AVENUE GATE 15

BOULEVARD

UTILITAS

UTILITY CHANDRA ASRI


A. AREA I: SW/CW/FFW SYSTEM A.1. SEA WATER SYSTEM A.1.1. Fungsi dari Sea Water system di Chandra Asri adalah: 1. Sebagai pendingin tidak langsung (Indirect Cooling) untuk Plate Heat Exchanger (PHE); 2. Sebagai pendingin langsung dari Surface Condenser dan Quench Water. Tipe aliran Sea Water system di Chandra Asri adalah open Loop (Once Through). A.1.2. Kapasitas desain: - Intake Head/ Pump basin - Intake Pit/Intake Canal - Pompa Sea Water

= 70,000 m3/H = 109,000 m3/H = 19,600 m3/H x 4 unit 13,300 m3/H x 1 unit = 30 oC max. = 2.5 Kg/cm2G = 37 oC max.

Monomer Polymer

- SW Supply temperature - SW Pressure - SW Return temperature

UTILITY CHANDRA ASRI A.1.3. Sea Water System Configuration Untuk Monomer plant, tersedia 2 pompa SW yang digerakkan dengan turbin dan 2 pompa yang digerakkan dengan motor. Pada kondisi normal operasi, 2 buah pompa turbin dan 1 buah pompa motor beroperasi sedangkan 1 buah pompa motor dalam kondisi auto standby. Kedua turbin digerakkan dengan steam HPS, mempunyai tipe condensing dimana steam (uap) keluaran dari turbin dikondensasikan di dalam surface condenser untuk dirubah fasenya menjadi steam condensate. Dua buah pompa steam condensate dimana satu pompa digerakkan dengan turbin dan satu pompa digerakkan dengan motor disediakan untuk mentransfer steam condendate ke Water treament unit. Pompa turbin yang digerakkan oleh steam MPS digunakan untuk kondisi normal sementara pompa motor dalam posisi standby.

UTILITY CHANDRA ASRI

Untuk Polymer plant, disediakan 1 pompa SW yang digerakkan dengan turbin pada kondisi normal operasi. Pompa tersebut digerakkan dengan steam HPS. Turbin tersebut mempunyai tipe condensing dimana steam (uap) keluaran dari turbin dikondensasikan didalam surface condenser untuk dirubah menjadi steam condensate.

Dua buah pompa steam condensate dimana satu pompa digerakkan dengan turbin dan satu pompa digerakkan dengan motor disediakan untuk mentransfer steam condendate ke Water treament unit. Pompa turbin yang digerakkan oleh steam MPS digunakan untuk kondisi normal sementara pompa motor dalam posisi standby.
Pada kasus dimana pompa SW pump untuk Polymer Plant dalam kondisi problem atau shutdown, satu SW pompa motor untuk Monomer Plant yang standby dapat digunakan.

UTILITY CHANDRA ASRI

A.1.4. Injeksi chemical untuk SW system Ada dua macam injeksi kimiawi pada SW system yaitu: 1. Untuk mencegah terjadinya korosi pada material surface condenser yaitu Copper dan Nickel, maka diinjeksikan Ferrous Sulphate (FeSO4). Tempat injeksi : pada aliran masukan surface condensor Waktu : 8 jam/hari 2. Untuk membunuh mikroorganisme yang ada didalam air laut diinjeksikan Chlorine yang dihasilkan dari Electrochlorinator melalui proses elektrolisa. Tempat injeksi : intake head, pump basin Waktu : 8 jam/minggu

UTILITY CHANDRA ASRI

A.2. COOLING WATER SYSTEM A.2.1. Fungsi dari Cooling Water system di Chandra Asri adalah: Sebagai pendingin langsung (direct Cooling) untuk Lubrication system seluruh plant Chandra Asri. Tipe aliran Cooling Water system di Chandra Asri adalah Closed Loop (Sirkulasi).

A.2.2. Kapasitas desain: - Pompa Cooling Water


- Tanki Cooling Water

= = = =

11,200 m3/H x 4 unit 11,200 m3/H x 1 unit 5,000 m3 1,900 m3

Monomer Polymer Monomer Polymer

- CW Supply temperature = 33 oC. - CW Pressure = 6.5 7.0 Kg/cm2G - SW Return temperature = 40 oC max.

A.2.3. Cooling Water System Configuration Bahan baku dari Cooling Water adalah Polished Water, sebagai make up level dari tangki Cooling Water. Untuk Monomer Plant, disediakan 4 buah pompa Cooling Water dimana 2 buah pompa digerakkan dengan turbin dengan menggunakan steam HPS dan 2 buah pompa digerakkan dengan motor. Pada kondisi normal, 2 buah pompa turbin dan 1 buah pompa motor dioperasikan sedangkan 1 buah pompa motor dalam posisi auto standby. Kedua turbin digerakkan dengan steam HPS, mempunyai tipe condensing, dimana steam (uap) keluaran dari turbine dikondensasikan untuk dirubah menjadi steam condensate yang kemudian ditransfer ke Water treatment unit. Dua buah pompa steam condensate dimana satu pompa digerakkan dengan turbin dan satu pompa digerakkan dengan motor disediakan untuk mentransfer steam condendate ke Water treament unit. Pompa turbin yang digerakkan oleh steam MPS digunakan untuk kondisi normal sementara pompa motor dalam posisi standby.

Untuk Polymer plant, disediakan 2 pompa CW dimana 1 buah digerakkan dengan turbin dan 1 buah digerakkan dengan motor pada kondisi normal operasi. Pompa tersebut digerakkan dengan steam HPS. Turbin tersebut mempunyai tipe condensing dimana steam (uap) keluaran dari turbin dikondensasikan didalam surface condenser untuk dirubah menjadi steam condensate.

Dua buah pompa steam condensate dimana satu pompa digerakkan dengan turbin dan satu pompa digerakkan dengan motor disediakan untuk mentransfer steam condendate ke Water treament unit. Pompa turbin yang digerakkan oleh steam MPS digunakan untuk kondisi normal sementara pompa motor dalam posisi standby.

A.2.4. Injeksi Chemical di Cooling Water system Ada 2 macam jenis bahan kimia (chemical) yang diinjeksikan di dalam Cooling Water system yaitu: 1. Nitrit yang berfungsi untuk mencegah korosi (corrosion inhibitor) pada dinding dinding pipa. 2. Biocide yang berfungsi untuk membunuh bakteri atau mikroorganisme.

A.3. FIRE FIGHTING SYSTEM Sistem pemadam kebakaran (Fire Fighting System) disediakan didalam plant untuk mengantisipasi terjadi kebakaran didalam lokasi Plant.

Ada 2 macam Fire Fighting system di Chandra Asri yaitu: 1. Fresh Water Fire Fighting system 2. Sea Water Fire Fighting system
A.3.1. Fresh Water Fire Fighting system Fresh Water Fire Fighting system memanfaatkan air baku dari KTI sebagai media pemadam kebakaran. Dua buah pompa pemadam kebakaran disediakan dengan kapasitas 1,100 m3/H masing-masing. Satu pompa digerakkan dengan motor dan satu lagi digerakkan dengan Diesel engine. Desain kapasitas: - Tangki FB-9002 - Pompa - Daya Motor

= 2,700 m3 = 1,100 m3/H x 2 unit = 500 kW

A.3.2. Sea Water Fire Fighting system Sea Water Fire Fighting system adalah system pemadam kebakaran yang utama di Chandra Asri. Apabila terjadi kebakaran besar di Plant, pompa Fresh Water Fire tidak mampu lagi mengatasi kebakaran karena level air didalam tangki FB-9002 telah turun drastis, maka pompa Sea Water Fire mengambil alih fungsi dari pompa Fresh Water Fire. Sea Water Fire Fighting system dilengkapi dengan dua buah pompa yang masing-masing digerakkan dengan diesel engine. Desain kapasitas: - Pompa - Daya Engine

= 1,100 m3/H x 2 unit = 574 kW

B.

AREA II: WATER TREATMENT SYSTEM Water Treatment system adalah unit yang berfungsi untuk mengolah air baku dari sumber KTI (PT. Krakatau Tirta Industri) dan air kondensat untuk dirubah menjadi air yang dapat digunakan untuk proses. Macam-macam air yang diproduksi dari Water Treatment unit adalah: 1. Filtered Water 2. Service water/Industrial water 3. Drinking water 4. Demineralized water 5. Polished water

Kapasitas desain: - Clarifier = - Sand Filter = - Demineralized = - Polisher unit =

128 m3/H x 1 unit 64 m3/H x 2 unit 100 m3/H x 2 train 120 m3/H x 2 train

B.1. FUNGSI UNIT-UNIT DI WATER TREATMENT 1. CLARIFIER berfungsi untuk membuang minyak (oil), warna, silica koloidal di dalam air baku dengan penambahan sejumlah bahan kimia seperti Aluminium Sulphate sebagai coagulant dan polymer yaitu flocculant. Saat ini Clarifier hanya sebagai bak laluan saja karena air baku dari KTI sudah cukup bersih. 2. SAND FILTER berfungsi untuk menangkap suspended solid (padatan terlarut) dan mengurangi turbidity (kekeruhan) didalam air baku. 3. ACTIVATED CARBON menangkap residu chlorine. FILTER berfungsi untuk

4. CATION TOWER yaitu tower yang berisi resin Cation yang berfungsi untuk menangkap ion-ion positif dari mineral yang terkandung dalam air melalui prinsip pertukaran ion (ion exchange). 5. DECARBONATOR atau DEGASIFIER berfungsi untuk membuang gas CO2 atau gas karbonat yang terlarut dalam air.

6. ANION TOWER yaitu tower yang berisi Anion resin yang berfungsi untuk menangkap ion-ion negatif dari mineral yang terkandung dalam air melalui prinsip pertukaran ion (ion exchange). 7. MIXED BED POLISHER UNIT yaitu unit yang berisi campuran antara Cation dan Anion resin yang berfungsi untuk menangkap ion-ion positif dan negatif yang lolos dari Cation dan Anion tower. Air produk dari Mixed Bed Polisher disebut POLISHED WATER. 8. POLISHED WATER digunakan sebagai Air Umpan Boiler.

B.2. DESALINATION UNIT adalah unit untuk memisahkan kadar garam dari bahan baku yaitu air laut untuk dijadikan kondensat melalui proses penguapan (evaporasi) dan proses pendinginan (condensation). Kapasitas desain: - Type = TCD2 2400 - Manufacturer = WEIR WESTGARTH, United Kingdom - Flow product = 100 m3/H atau 2,400 m3/day - Conductivity < 20 micro mhos - LS = 18 Ton/H

Water Treatment Facility


Demineralized Water Activated Carbon Filter (60 m3/jam x2 ) Clarifier (120 m3/jam) Sandfilter (120 m3/jam x 2) Demineralizer Unit (100 m3/jam x 2) Polisher Unit (120 m3/jam x 3) Polish Water Tank (5000 m3)

Dari KTI T.W.

360 400 m3/jam Polished Water

Filtered Water Tank (2500 m3) Filtered Water Basin (250 m3) Neutralization Basin (800 m3)

WWT

Service Water

Recovery Water Basin (350 m3) Decanter (1.3 m3/jam)

Cl2 Drinking Water Tank (30 m3)

Drinking Water

Sludge Steam Condensate Sludge Basin (100 m3)

Sea Water

Steam Condensate Tank (1300 m3)

Steam (LS) Desalination Unit (120 m3/jam )

AREA III: BOILER/STG/GTG/PLANT AIR/INSTRUMENT AIR BOILER Kapasitas Desain: - Boiler

- Deaerator
- Boiler Feed - Condensate

= 120 Ton/H x 2 unit; P= 44 Kg/cm2G; T= 405 DegC. = 270 Ton/H x 1 unit; P= 3.5 Kg/cm2G; T= 147 DegC. = 147 Ton/H x (2+1) unit; P= 58 Kg/cm2G = 30 Ton/H; P= 9.1 Kg/cm2G

Macam-macam Bahan Bakar yang bisa dipakai di Boiler: 1. PFO (Pyrolisis Fuel Oil) (Ethylene product) 2. MFO (Marine Fuel Oil) (Import) 3. DO (Diesel Oil) (Import) 4. PyGas (Pyrolisis gasoline) (Ethylene product) 5. Methane Off Gas (Ethylene product) 6. NGF (Natural Gas Fuel) (Import)

Macam-macam Injeksi kimiawi di Boiler dan fungsinya: 1. Amine berfungsi untuk mengatur pH keasaman) dari air umpan Boiler (Boiler Feed Water). 2. Oxygen Scavenger berfungsi oxygen terlarut dalam air umpan Boiler. untuk

(derajat

menangkap

3. Phosphate berfungsi untuk mencegah terjadinya kerak didalam pipa dan Boiler steam drum.
Amine dan Oxygen Scavenger diinjeksikan di Deaerator, sedangkan Phosphate diinjeksikan di Boiler Steam Drum.

C.2. STEAM TURBINE GENERATOR Adalah salah satu pembangkit daya listrik di PT. Chandra Asri yang penggerak turbinnya adalah High Pressure Steam (HPS) yang dihasilkan dari Boiler atau dari Extraction HPS Steam GT201 (Charge Gas Compressor) di Ethylene. Satu buah surface condenser yang didinginkan dengan air laut disediakan untuk mengkondensasikan steam extraction (keluaran) dari turbin untuk dirubah fasenya menjadi kondensat dan dikirimkan ke Water Treatment unit. Sebagian steam diekstraksikan sebagai LPS (Low Pressure Steam) dan dikirimkan ke LPS Header. Kapasitas Desain: - Manufacturer - Daya Output - Tipe Turbin

= FUJI ELECTRIC Ltd. (Japan) = 20 MW = Extraction dan Condensing

GOVT

STEAM TURBINE

PINION

EXCITER

GENERATOR
GEAR

HS LS

ejector

HS
SWS
SURFACE CONDENSER

SWR

CONDENSATE PUMP

1. 2. 3.

Governoor Turbin Pnion gear

4.
5. 6. 7. 8.

Generator listrik Exciter

: berfungsi sebagai control valve high steam yang masuk : berfungsi sebagai penghasil gerak untuk generator : berfungsi untuk mengurangi putaran/rpm dari 5100 rpm menjadi 3000 rpm : alat yang berfungsi untuk menghasilkan

: berfungsi untuk menghasilkan medan magnet pada pada saat awal. Surface condensor : Berfungsi untuk menampung steam yang tak terekstrak diturbin . Ejector : Alat yang berfungsi untuk membuat vacuum dalam surface condensor sehingga steam cepat terkondensasi. Lube oil tank : Untuk melumasi gear-gear sebelum start up

C.3. GAS TURBINE GENERATOR Adalah salah satu pembangkit daya listrik di PT. Chandra Asri yang penggerak turbinnya adalah gas panas yang dihasilkan dari pembakaran udara dan gas (Methane Off Gas). Kapasitas Desain: - Manufacturer - Daya Output - Model - Bahan Bakar

= GENERAL ELECTRIC ALSTHOM Ltd. (France) = 33 MW = Frame 6. ISO Rating 38.3MW = Methane Off Gas (CH4) Diesel Oil

GTG Presentation

Comb. Chamber Spark Fuel Gas 33 MW Axial Comp Turbine Generator

C.6. PLANT AIR SYSTEM

adalah unit yang berfungsi untuk menyediakan atau mensupply udara tekan untuk kebutuhan pabrik.
Desain kapasitas dari kompressor udara: - Flow = 5,800 Nm3/H x 5 unit (Monomer dan Polymer Plant) - Pressure = 7.5 Kg/cm2G Pada kondisi normal operasi, 2 buah kompresor beroperasi yang terdiri dari 1 buah kompresor penggerak turbin dan 1 buah berpenggerak motor. C.7. INSTRUMENT AIR SYSTEM adalah unit yang berfungsi untuk menyediakan atau mensupply udara untuk alat- alat instrumentasi didalam pabrik. Desain kapasitas dari udara instrument: - Flow = 2,400 Nm3/H x 2 unit (Monomer dan Polymer Plant) - Pressure = 7.0 Kg/cm2G

258. AIR / N2 SYSTEM

PA/IA System
FA 5101 FF 5151 FA 5151 A/B

7.3 KG PA(ET/UTL) IA (ET/UTL) 6.6 KG

GB 5101 AB CD

7 KG PA (PE/PP) IA (PE/PP) FA GB 5101 E 5102 FF 5152 FA 5152 A/B 6.9 KG N2 HEADER 0 NM3/H 6.6 KG

60535680 NM3 AIR LIQUID NM3 1.42394E+07 PT. TRIPOLYTA Utility

5392 NM3/H

Misc.Uty

D. AREA IV: WASTE WATER TREATMENT SYSTEM Waste Water Treatment system adalah unit yang berfungsi untuk mengolah air limbah dari proses produksi untuk didapatkan limbah yang sesuai dengan standar baku mutu. Air limbah yang sudah diolah kemudian dibuang langsung ke laut. Desain kapasitas: 1. Oil Separator (IH-7001) - Desain flow = 30 m3/H - Volume Surge basin = 700 m3 2. Neutralization Unit (FA-7001/FA-7002) - Desain flow = 9.8 m3/H 3. Equalization Basin(IH-7004) - Volume = 450 m3 4. Air Flotation Unit (FD-7001) - Desain flow = 56 m3/H

5. Biological Treatment Unit (IH-7006, FD-7004, IH-7008) - Volume = 2,740 m3 - Type = Activated Sludge 6. Final Check Basin (IH-7009) - Volume = 550 m3 7. Dewatering Unit (FD-7002) - Type = Centrifuge - Kapasitas = 1.5 m3/H 8. Incinerator Unit (BD-7001) - Type = Multiple Hearth Furnace - Kapasitas = 190 Kg/H

1. OIL SEPARATOR Berfungsi untuk memisahkan minyak dari air limbah produksi dengan menggunakan oil skimmer. Minyak yang terpisah dialirkan ke Waste Oil Pit (IH-7002) untuk ditransfer kembali ke Slop Oil Tank di Tank Yard Offsite and Marine. 2. EQUALIZATION BASIN Berfungsi untuk mencampur air limbah yang sudah dipisahkan minyaknya dengan limbah lain seperti Aquous Waste dari HDPE, DS Blowdown, Domestic Waste dan Spent Caustic yang sudah dinetralkan pHnya. 3. NEUTRALIZATION TANK Berfungsi untuk menetralkan pH limbah Spent Caustic dengan menginjeksikan Acid (asam sulfat 98%). 4. COAGULATION TANK Berfungsi untuk membentuk koagulasi (padatan kecil) yang diperoleh dari injeksi Coagulant melalui proses pengadukan cepat. 5. FLOCCULATION TANK Berfungsi untuk membentuk padatan yang lebih besar melalui proses pengadukan lambat. pH dikontrol disekitar 7.0 dengan injeksi Asam Sulfate dan Caustic Soda untuk mendapatkan hasil pembentukan koagulasi dan flokulasi yang optimum.

6. AIR FLOTATION UNIT Berfungsi untuk membuang padatan (sludge) yang dibentuk dari Coagulation dan Flocculation Tank. Limbah padat (sludge) dibuang ke Sludge Pit (IH-7008). 7. AERATION BASIN Berfungsi sebagai tempat pengembang biakan bakteri aerob yang bertugas untuk menguraikan senyawa organik dengan menambahkan nutrient (makanan) dan ditiup dengan udara. 8. SETTLER Berfungsi sebagai tempat pengendapan lumpur aktif (activated sludge). 9. FINAL CHECK BASIN Berfungsi sebagai bak penampungan terakhir air limbah sebelum dialirkan ke laut. 10. INCINERATOR Berfungsi sebagai tempat untuk membakar lumpur (Waste Activated Sludge) pada temperatur pembakaran antara 800 950 oC.

Tugas Khusus
Achmad Hari Suryadi Surface Condensor & Compressor Ahmad Junaedi - Anion & Cation Exchanger, & Pompa Alfira Eriany Filter water Unit & WWT Facility Danu Wardian Heat Exchanger & Steam Turbin Generator Imam Subakti Boiler & Deaerator

Filter Water Unit & WWT Facility


ALFIRA ERIANY D12511013 P3TIK AMC//CMA

Supported By : PT CHANDRA ASRI PETROCHEMICAL Tbk.

Filter Water Unit


Fungsi untuk menghilangkan kandungan impurities atau pengotor yang terdapat di dalam air yang akan digunakan baik untuk keperluan industri maupun yang lainnya. Filter water unit di PT. Chandra Asri terdiri dari 2 alat, yaitu: 1. Clarifier 2. Sand Filter

Clarifier
Dulu : menghilangkan partikel-partikel terlarut, penyebab kekeruhan dan warna. Sekarang : unit penampung air dari PT. KTI (Krakatau Tirta Industri).

Spesifikasi unit clarifier


Kapasitas Diameter dalam Ketinggian dinding clarifier Kedalaman Clarifier : 144 m3/jam : 15000 mm : 3000 mm : 3516 mm

Clarifier

NaOH from NaOH Tank

Al2(SO4)3 from Al2(SO4)3 Satelite Tank

Polymer from polymer Satelite Tank

Sand Filter

Raw Water

Water from Recovery Water Basin Sludge Basin

Sandfilter (Saringan Pasir)


Tujuan : menyaring kotoran-kotoran dan endapan suspensi didalam air Krakatau Tirta Industri agar tidak terbawa ke Cation Exchanger dan Anion Exchanger.

Spesifikasi tangki Sandfilter Jenis Tangki Diameter Tinggi silinder Kapasitas normal tiap unit Kecepatan filtrasi normal Kecepatan backwash : steel : 4590 mm : 3500 mm : 72m3/jam : 4.35 m/jam : 8.70 m/jam

Media filtrasi
Sandfilter (Saringan Pasir)

: pasir kuarsa

Backwash to Recovery Water Basin

Water from Clirifier

Backwash Water from Filtered Water Basin

Air From Blower to Sand Filter for Backwash

Filtered Water to Filtered Water Basin

Setelah disaring di sand filter, airnya masuk ke filtered water basin dengan kapasitas 250 m3 dan ditampung sementara. Air dari filtered water basin sebagian dikirim ke drinking water tank (30 m3) untuk air minum dan sebagian lagi dipompakan ke filtered water tank (2520 m3).
Filter Water Quality
Suspended Solid : 2 mg/L
< 3 ppm 7 9,5 100 400 mmhos < 75 ppm < 1 NTU < 1 ppm Residual Chlorine : pH Konduktivitas Silika Turbidity Total Iron : : : : :

Contaminated Water Domestic Waste Boiler Blow Down Ex Demin & MBP Regent Water
Naphtha Tank Water Drain Py-gas Tank Water Drain Slop Oil Tank Water Drain Others Fuel Oil Tank Water Drain Spent Caustic Dilution Steam Blow Down Aqueous Waste

Senyawa organik Padatan tersuspensi (TSS) Mikroba patogen Senyawa organik tak terurai mikroba Senyawa anorganik

Waste Water Treatment Process Flow Diagram


GA-7009A/C Cap: 22 L/H

H2SO4
Oxidized Spent Caustic
6

GA-7008A/B Cap: 220 L/H

GA-7012A/C Cap: 10 L/H

GA-7013A/B Cap: 66 L/H

GA-7014A/B Cap: 10 L/H

GA-7022A/B Cap: 22 L/H

Domestic Waste Raw Water Aqueous Waste

FA-7008 Coagulant Tank ( 2.1 m3)

FA-7009 Floculant Tank ( 2.5 m3)

FA-7010 Nutrient/TSP Tank ( 1.3 m3)

FA-7011 Methanol/Urea Tank ( 2.1 m3)

Boiler Blow Down

10

FA-7001

FA-7002

12 11

DS Blow Down Slop Oil TLE Hydrojetting Contaminated Run Off Water

WT Neutralized Water

Neutralization Tank ( 4 m3 x 2 ) IH-7001 Api Separator ( 30 m3/H ) FD-7001 Air Floatation Tank ( 56 m3/H)

GA-7001A/B Cap: 30 m3/H

FD-7004 Settler ( 710 m3 )


8

1 13

Sea

IH-7004 Equalization Basin ( 450 m3 )

GA-7003A/B Cap: 60 m3/H

FA-7004 FA-7003 Coagulation Tank Flocculation Tank ( 12 m3 ) ( 4 m3 )

GA-7004A/B Cap: 35 m3/H

IH-7006 Aeration Basin ( 750 m3 x 4 )


GB-7003A/C Cap: 1100 Nm3/H

Slop OIl Tank

GB-7001A/B Cap: 500 Nm3/H FA-7005 Air Saturation Tank ( 3.1 m3)

Final Check Basin ( 560 m3 x 2 )

14

PA IH-7002 Waste OIl Pit ( 35 m3 )


GA-7018A/B Cap: 4 m3/H

GA-7006A/B Cap: 75 m3/H

GA-7023A/B Cap: 10 m3/H

GA-7017 Return Pump Cap: 30 m3/H

Incinerator ( 190 Kg/H ) Dewatering Unit ( 1.5 m3/H ) Sludge Storage Tank ( 13 m3 )
FD-7003 Scrubber

IH-7003 Surge Basin ( 950 m3 )

PA FA-7011 Polymer Tank ( 2.5 m3)


GA-7015A/B Cap: 66 L/H

To Sea

IH-7008 Sludge Pit ( 7.5 m3 )

GA-7007A/B Cap: 1.5 m3/H

GA-7021 Cap: 190 Kg/H

Ash