Anda di halaman 1dari 108

ANALISIS PERBANDINGAN PELAYANAN JASA

WAREHOUSING PADA PT. BIG OCEAN TRANSPORTAMA, PT.


BUANA JAYA CARGO DAN PT. CIPTA KRIDA BAHARI DI
JAKARTA TAHUN 2012

SKRIPSI

Oleh :

NASRULLOH
NIM : 2343 10 023

DISAMPAIKAN KEPADA
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN TRANSPOR TRISAKTI
PROGRAM STUDI MANAJEMEN TRANSPOR LAUT
SEBAGAI BAGIAN PERSYARATAN UNTUK MEMPEROLEH
GELAR SARJANA EKONOMI (S1)

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN TRANSPOR TRISAKTI


J AK AR TA
2012

1
TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI

Nama : NASRULLOH
NIM : 2343 10 023
Program Studi : MANAJEMEN
Konstentrasi : MANAJEMEN TRANSPOR LAUT
Judul Skripsi : ANALISIS PERBANDINGAN PELAYANAN JASA
WAREHOUSING PADA PT. BIG OCEAN
TRANSPORTAMA, PT. BUANA JAYA CARGO DAN
PT. CIPTA KRIDA BAHARI DI JAKARTA TAHUN
2012

Pembimbing I Pembimbing II

(Drs.Willem Nikson S,MM,APU) (Ir. Irwan Chaerudin, MM)

KETUA

(DR.H.Husni Hasan, AMTrU, S.Sos, MM)

JAKARTA
2012

2
TANDA PENGESAHAN

Telah diterima dan disetujui oleh Panitia Penguji Skripsi Sekolah Tinggi Manajemen
Transpor Trisakti, guna memenuhi satu syarat untuk memperoleh Gelar Sarjana
Ekonomi (S1), Konsentrasi Manajemen Transpor Laut.

Nama : NASRULLOH
NIM : 2343.10.023
Judul Skripsi : ANALISIS PERBANDINGAN PELAYANAN JASA
WAREHOUSING PADA PT. BIG OCEAN
TRANSPORTAMA, PT. BUANA JAYA CARGO DAN
PT. CIPTA KRIDA BAHARI DI JAKARTA TAHUN
2012

Jakarta, Oktober 2012


Panitia Penguji Skripsi

Nama Tanda Tangan

1. Ketua Drs.Roswan Kasim, MM

2. Anggota Nurharyono SST, S.Sos, MM

3. Anggota Ir. Irwan Chaerudin, MM

3
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji Dan syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala berkat,

rahmat, hidayah, ridho serta anugerah-Nya yang telah memberikan kesempatan,

kekuatan, kemampuan, serta akal budi sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi

yang berjudul : ANALISIS PERBANDINGAN PELAYANAN JASA

WAREHOUSING PADA PT. BIG OCEAN TRANSPORTAMA, PT. BUANA

JAYA CARGO DAN PT. CIPTA KRIDA BAHARI DI JAKARTA TAHUN

2012.

Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana

Ekonomi (SE) pada Program Studi Manajemen dengan Peminatan Manajemen

Transport Laut pada Sekolah Tinggi Manajemen Transpor Trisakti Jakarta. Dalam

penyusunan skripsi ini penulis secara khusus mengucapkan terima kasih yang

sebesar-besarnya kepada Drs. Willem Nikson S, MM,APU sebagai dosen

pembimbing I dan Ir. Irwan Chaerudin, MM. Sebagai dosen pembimbing II, ucapan

terima kasih setinggi-tingginya penulis haturkan, karena telah bersedia membimbing

penulis dalam penulisan ini dan memberikan banyak sekali pelajaran baik secara

formal maupun non formal kepada penulis.

Ijinkan penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak DR. H.Husni Hasan, AMTrU, S.Sos, MM selaku Ketua Sekolah Tinggi

Manajemen Transpor Trisakti.

4
2. Bapak H. Andri Warman, BSc S.Sos, MM selaku Puket I STMT Trisakti

Jakarta.

3. Bapak H. Abdullah Muhammad, SE, MM, PhD selaku Puket II STMT

Trisakti Jakarta.

4. Bapak H. Suparwan, CK, A.MTrU, MM selaku Puket III STMT Trisakti.

5. Ibu Euis Saribanon , SE, MM, selaku Pembimbing Akademik.

6. Kepada seluruh karyawan PT. Big Ocean Transportama yang sudah

membantu penulis dalam melakukan penelitian ini.

7. Kepada Karyawan PT. Cipta Krida Bahari Yang membantu penulis dalam

menyediakan data yang di butuhkan

Ijinkan penulis mempersembahkan penulisan ini kepada kedua orang tua

Ayahanda H.Syafii dan Ibunda Nasuha yang telah memberi support dan kasih

sayangnya kepada penulis .

Mengakhiri segala ucapan syukur perkenankan kepada penulis untuk

menghaturkan puji syukur atas segala keridhaan Allah SWT yang telah

memperbolehkan penulis merasakan segala keberhasilan ini. Serta kepada seluruh

pihak yang telah membatu penulis menyelesaikan penulsan ini, yang tidak dapat di

sebutkan satu per satu, penulis ucapkan terima kasih.

Akhir kata penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan ini,

kiranya penulisan ini dapat membantu dan bermanfaat dalam perkembangan ilmu

pengetahuan

Jakarta, Oktober 2012

Penulis

5
ABSTRAK

A. Nasrulloh / 2343.10.023

B. Analisis Perbandingan Pelayanan Jasa Pada PT. Big Ocean Transportama, PT.
Buana Jaya Cargo Dan PT. Cipta Krida Bahari Di Jakarta Tahun 2012

C. 84 halaman, 10 Tabel, 2 Gambar

D. Kata Kunci : Perbandingan Pelayanan Jasa Warehousing

E. PT. Big Ocean Transportama adalah perusahaan yang bergerak pada bidang jasa
Feright forwarder dan jasa pergudangan. PT. Big Ocean Transportama menyadari
pentingnya melakukan perbaikan dan peningkatan pelayanan jasa warehousing /
pergudangan yaitu dengan cara membandingkan pelayanan jasa warehousing pada
perusahan yang bergererak dalam bisnis jasa warehousing / pergudangan yaitu PT.
Buana Jaya Cargo dan PT. Cipta Krida Bahari sebagai upaya merespon perubahan
dan pembenahan sacara optimal baik segi internal maupun eksternal serta
meningkatkan kualitas pelayanan jasa warehousing. Dengan uraian tersebut, maka
penulis sangat tertarik untuk mengkaji lebih mendalam dan menuangkannya dalam
bentuk skripsi dengan judul ANALISIS PERBANDINGAN PELAYANAN JASA
WAREHOUSING PADA PT. BIG OCEAN TRANSPORTAMA, PT. BUANA JAYA
CARGO DAN PT. CIPTA KRIDA BAHARI DI JAKARTA TAHUN 2012. Adapun
permasalahan dalam skripsi ini adalah meningkatnya persaingan pelayanan jasa
warehousing antar perusahaan freight forwarding di Jakarta. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui tindakan efektif / solusi PT. Big Ocean Transportama
dalam menindaklanjuti hasil perbandingan pelayanan jasa warehousing antar
perusahaan freight forwarding di Jakarta. Metodologi yang digunakan adalah analisis
benchmarking (patok duga). Adapun data yang digunakan data primer dan data
sekunder sebagai data pendukung yang didapat dari perusahaan. Dari hasil analisis
benchmarking (patok duga) diketahui persaingan pelayanan jasa warehousing pada
PT. Big Ocean Transportama sebagai pelaksana benchmarking PT. Buana Jaya
Cargo dan PT. Cipta Krida Bahari sebagai perusahaan pembandingnya memiliki
kecenderungan untuk meningkatkan kualitas pelayanan jasa warehousing dengan
membentuk tim research and development, membentuk tim pasar serta pengawasan
yang lebih ketat dilakukan manajemen PT. Big Ocean Transportama terhadap
karyawannya di gudang dan penambahan peralatan bongkar muat digudang. .

F. Daftar Acuan : Buku 17 Buku Acuan

G. Drs.Willem Nikson S, Drs.MM.APU (Pembimbing I)


Ir. Irwan Chaerudin, MM. (Pembimbing II)

6
DAFTAR ISI

Halaman Judul i

Lembar Persetujuan ii

Lembar Pengesahan iii

Kata Pengantar iv

Abstrak vi

Daftar Isi. vii

Daftar Tabel ix

Daftar Gambar ... x

BAB I Pendahuluan

A. Latar Belakang Penulisan. 1

B. Perumusan Masalah.. 4

C. Tujuan Dan Manfaat Penulisan 5

D. Metodologi Penelitian.. 7

E. Sistematika Penulisan... 12

BAB II Landasan Teori

A. Pengertian Manajemen. 14

B. Pengertian Jasa. 20

C. Pengertian Pelayanan 23

D. Pengertian Gudang... 23

E. Analisa Keterkaitan Pelayanan Jasa Warehousing Dengan

Menggunakan Benchmarking .. 33

F. Pengertian Benchmarking. 34

7
BAB III Gambaran Umum Perusahaan

A. Sejarah Singkat PT. Big Ocean Transportama.. 40

B. Visi dan Misi Perusahaan 41

C. Organisasi dan Manajemen... 42

D. Fasilitas Perushaan 49

BAB IV Analisis dan Pembahasan

A. Analisis Tingkat Pelayanan Jasa Warehousing Yang Dihasilkan

PT. Big Ocean Transportama dengan PT. Buana Jaya Cargo

Dan PT. Cipta Krida Bahari.. 50

B. Analisis Gambaran Perbandingan Persaingan Jasa Warehousing

Antara PT. Big Ocean Transportama, PT. Buana Jaya Cargo

dan PT. Cipta Krida Bahari di Jakarta.. 61

C. Analisis Tindakan Efektif / solusi PT. Big Ocean Transportama

Dalam Menindaklanjuti Hasil Perbandingan Persaingan Jasa Warehousing

Tersebut.. 74

BAB V Penutup

A. Kesimpulan. 82

B. Saran... 84

Daftar Pustaka

Daftar Riwayat Hidup

DAFTAR TABEL

8
Tabel I.1 Kisi-kisi variable instrumen pelayanan jasa warehousing . 11

Tabel II.1 Penilaian bobot untuk setiap faktor yang dinilai 37

Tabel III.1 Fasilitas dan peralatan PT. Big Ocean Transportama 49

Tabel IV.1 Variabel Instrumen penilaian pelanggan .. 52

Tabel IV.2 Faktor kualitas layanan yang dinilai ahli .. 54

Tabel IV.3 Data hasil tabulasi kuisioner yang dinilai pelanggan

PT. Big Ocean Transportama. 56

Tabel IV.4 Data hasil tabulasi kuisioner yang dinilai pelanggan

PT. Buana Jaya Cargo 58

Tabel IV.5 Data hasil tabulasi kuisioner yang dinilai pelanggan

PT. Cipta Krida Bahari.. 60

Tabel IV.6 Pendekatan benchmarking PT. Big Ocean Transportama

Terhadap PT. Buana Jaya Cargo dan

PT. Cipta Krida Bahari rangkuman 17 faktor 63

Tabel IV.7 Perbandingan penilaian faktor usaha antara

manajemen dengan customer. 75

DAFTAR GAMBAR

9
Gambar II.1 Informasi umpan balik 19

Gambar III.1 Strktur Organisasi Perusahaan 42

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

10
I. Data Pribadi

Nama : Nasrulloh

Tempat / Tanggal Lahir : Jakarta, 24 Desember 198

Alamat : Jl. Gotong Royong No.31

RT.015/RW.002 Jakarta-Timur 13460

No. Telp : (021) 8660-6619

No. HP : 0898- 81-793-40

II. Latar Belakang Pendidikan :

1. Pendidikan Formal

a. SDN 10 Pagi Pondok Bambu (1992-1998)

b. SLTPN 195 Jakarta (1998-2001)

c. SMK Pelayaran Pembangunan (2001-2004)

d. Diploma Sekolah Tinggi Manajemen Transpor Trisakti Prodi

Manajemen Transportasi Laut (2007)

2. Pengalaman Kerja

a. PT. Teguh Abadi Nusantara (2004)

b. PT. KN Sigma Trans (2010)

c. PT.Big Ocean Transportama (2011)

d. PT. Citra Alam Lestari sekarang

BAB I

11
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perdagangan internasional yang berkembang pesat pada saat ini pada

hakekatnya merupakan perdagangan sederhana yang tidak lain adalah

kegiatan menjual dan membeli barang yang dilakukan oleh pembeli dan

penjual dalam transaksi perdagangan internasional yang memerlukan suatu

alat transportasi sebagai penyambung kegiatan perdagangan

tersebut.Transportasi memiliki peranan kunci sebagai urat nadi perekonomian

serta dapat menimbulkan stabilitas ekonomi suatu negara.Transportasi sendiri

memiliki beberapa moda diantaranya darat, laut, udara.Oleh sebab itu

dinegara berkembang seperti Indonesia multi moda transport sedang

dikembangkan karena menghasilkan keuntungan, berkembangnya

perekonomian negara yang meningkat sangat terpengaruh pada peningkatan

distribusi sumber daya.

Dalam perdagangan internasional atau yang lebih dikenal dengan istilah

ekspor -impor umumnya diangkut melalui transportasi laut. Dengan adanya

kegiatan ekspor dan impor cargo maka dibutuhkan sarana sebagai tempat

menumpuk maupun menyimpan muatan sarana tersebut berupa gudang.

Pergudangan merupakan salah satu fasilitas pelabuhan guna menunjang

proses pemindahan barang dari angkutan laut ke angkutan darat dan

sebaliknya. Gudang terdiri dari berbagai jenis, dilihat dari berbagai sudut

yaitu menurut wilayah bea dan cukai, lamanya penyimpanan muatan, jenis

12
muatan dan bentuk muatan. Dalam melaksanakan kegiatan penanganan

barang digudang maka diperlukan sekali untuk mengetahui jenis jenis

barang atau muatan dan sifat-sifat muatan, ukuran masing-masing muatan

dengan maksud untuk lebih memudahkan penanganan atau pelayanan di

kapal atau di dalam gudang dan terutama untuk menghindari terjadinya

kerusakan terhadap muatan itu sendiri. Kerusakan yang terjadi pada muatan

akan menimbulkan kerugian pada pemilik barang menyebabkan timbulnya

tuntutan ganti kerugian terhadap pihak pengangkut (carrier) . Pihak instansi

instansi yang terkait dalam kegiatan ekspor impor dan Bea dan cukai ,

Departemen Perdagangan, Bang Devisa, Surveyor, Asuransi, EMKL, dan

Freight Forwarding.

PT Big Ocean Transportama adalah sebuah perusahaan swasta yang

bergerak dalam bidang freigt forwarding yaitu perusahaan yang memberikan

pelayanan jasa terhadap dokumen ekspor impor (eksport/import agent

document) , pengusaha pengurusan jasa kepabeanan(Custom Clearens

Service), pelayanan penanganan muatan dari pintu ke pintu (Door to door

Cargo Handling Service), serta jasa pergudangan (warehousing).

Gudang merupakan bangunan beratap yang digunakan untuk menimbun

barang agar terhindar dari kerusakan, kehilangan dan sebagai tempat

penyimpanan barang-barang dalam setiap tahapan logistik. Oleh karena itu

gudang memiliki peranan penting di dalam menjaga kualitas barang pada

setiap tahapan proses logistik. Melihat adanya peranan gudang khususnya

13
dalam penimbunan barang ekspor dan impor, maka dalam pelayanan

kegiatannya harus ditingkatkan.

Kegiatan penumpukan yang terencana dapat menunjang kelancaran

delivery yang juga dapat memperlancar arus barang yang keluar dan masuk

di dalam gudang, kemudahan dalam menyimpan serta pencarian dan

persiapan barang sehingga tidak terjadi penumpukan barang yang berlebihan

di dalam gudang akibat belum maksimalnya penggunaan ruang sehingga

tidak tercapai efektifitas dan efisiensi gudang tersebut dari peruntukkannya

sebagai tempat penyimpanan.

Dalam hakikatnya sendiri, penyimpanan berfungsi untuk menjamin

barang dalam keadaan aman baik dari kerusakan karena sifat barang itu

sendiri atau dikarenakan zat-zat lain disekitar yang dapat mengkontaminasi

sifat dari barang tersebut, serta aman dari pencurian serta hilangnya barang

yang disimpan.

Space atau ruang penyimpanan merupakan suatu hal yang harus diukur

tingkat penggunaannya agar setiap space yang ada dapat dimanfaatkan secara

efektif dan efisien. Penataan space yang baik dapat mengefisiensikan kinerja

daripada pergerakan barang di gudang sehingga diperlukan pengaturan ruang.

Pengaturan ruang yang baik berhubungan dengan jenis barang yang disimpan,

sifat waktu dari barang (slow moving, medium moving atau fast moving),

sistem penataan yang efisien menggunakan racking, pallet, stocking dll. Serta

ruang gerak dalam gudang (aisle way).

14
Melihat pergudangan PT.Big Ocean Transportama terdapat beberapa

permasalahan antara lain sering terjadinya ketidak sesuaian penataan barang

dikarenakan metode penumpukan barang yang tidak sesuai dengan prosedur

dan tata letak barang yang kurang diperhatikan sehingga dapat menghambat

proses masuk dan keluarnya barang juga masih terdapat kapasitas gudang

yang tidak terpakai dengan optimal untuk penumpukan barang seperti posisi

barang yang masih menggunakan palletize dengan penempatan yang tidak

teratur dan tidak berdasarkan waktu kedatangan barang atau First In First Out

(FIFO).

Sehingga menyulitkan untuk mencari dan menempatkan barang yang

sesuai dengan identitasnya, serta penggunaan utilisasi luas lantai yang tidak

efektif dikarenakan minimnya penggunaan rak. Hal ini dapat menghambat

kelancaran kegiatan proses Delivery dan juga pada saat Receiving, Storage,

dan Picking. Untuk mencegah terjadinya kendala tersebut harus dilakukan

upaya agar proses kegiatan barang berjalan dengan efektif dan efisien.

PT.Big Ocean Transportama dituntut dalam memberikan pelayanan jasa

warehousing untuk lebih ekstra teliti, cepat dan aman karena para shipper dan

consignee menginginkan serba cepat dan aman agar tercapai tingkat ketepatan

waktu yang tinggi.

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih

dalam dan mengemukakan dalam bentuk sebuah skripsi atau karya tulis

ilmiah dengan judul "ANALISIS PERBANDINGAN PELAYANAN JASA

WAREHOUSING PADA PT. BIG OCEAN TRANSPORTAMA DENGAN

15
PT. BUANA JAYA CARGO DAN PT. CIPTA KRIDA BAHARI DI

JAKARTA TAHUN 2012.

B. Perumusan Masalah

1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang

maka penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut :

a. Terhambatnya proses masuk dan keluar barang dikarenakan metode

penumpukan barang yang tidak sesuai dengan prosedur.


b. Kurang Optimalnya kapasitas gudang yang terpakai karena

penumpukan barang yang masih belum tertata dengan baik.


c. Terbatasnya jumlah peralatan yang dimiliki PT Big Ocean

Transportama.
d. Adanya peningkatan persaingan pelayanan jasa warehousing oleh

beberapa perusahaan freight forwarding di Jakarta.

2. Batasan Masalah

Masalah utama dalam penelitian ini karena meningkatnya persaingan

pelayanan jasa warehousing antar freight forwarding di Jakarta, dibatasi

pada mencari perbandingan pelayanan jasa warehousing PT. Big Ocean

Transportama dengan PT. Buana Jaya Cargo dan PT. PT.Cipta Krida Bahari

di Jakarta Pada tahun 2012.

3. Pokok Permasalahan

16
Berdasarkan batasan masalah yang telah disebutkan diatas, maka

pokok permasalahan yang akan dibahas sebagai berikut:

a. Bagaimana tingkat pelayanan jasa warehousing yang dihasilkan oleh

PT. Big Ocean Transportama dengan PT. Buana Jaya Cargo dan

PT.Cipta Krida Bahari di Jakarta pada tahun 2012 ?


b. Bagaimana gambaran perbandingan persaingan pelayanan jasa

warehousing antara PT. Big Ocean Transportama, PT. Buana Jaya

Cargo dan PT.Cipta Krida Bahari di Jakarta?


c. Apa saja tindakan efektif / solusi PT Big Ocean Transportama dalam

menindaklanjuti hasil perbandingan pelayanan jasa warehousing

tersebut?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penulis dalam penelitian antara lain :

a. Untuk mengetahui tingkat pelayanan jasa warehousing yang

dihasilkan oleh PT. Big Ocean Transportama dengan PT. Buana Jaya

Cargo dan PT.Cipta Krida Bahari di Jakarta pada tahun 2012.


b. Untuk mengetahui gambaran perbandingan persaingan jasa

warehousing antara PT. Big Ocean Transportama terhadap PT. Buana

Jaya Cargo dan PT.Cipta Krida Bahari di Jakarta.


c. Untuk mengetahui tindakan efektif / solusi PT Big Ocean

Transportama dalam menindaklanjuti hasil perbandingan pelayanan

jasa warehousing tersebut.


2. Manfaat Penelitian
a. Bagi Penulis

17
Dapat menambah pengetahuan dan wawasan yang lebih luas

mengenai perbandingan pelayanan pemanfaatan warehousing /

pergudangan antara PT. Big Ocean Transportama terhadap PT. Buana

Jaya Cargo dan PT.Cipta Krida Bahari, sebagai persyaratan formal

ujian untuk menempuh strata satu [S-1]. Selanjutnya informasi tersebut

dapat dijadikan sebagai dasar referensi dan bahan perbandingan untuk

penelitian lanjutan yang mendalam di bidang relevan dengan skripsi ini

b. Bagi Perusahaan

Diharapkan melalui ini dapat memberikan sedikit masukan-

masukan kepada pimpinan pihak perusahaan tersebut. Dan sebagai

sumbangan pemikiran pada perusahaan untuk menentukan

kebijaksanaan yang akan diambil dimasa yang akan datang serta

perusahaan dapat melihat pelayanan jasa warehousing yang baik untuk

barang-barang ekspor dan impor, dimasa yang akan datang.

c. Bagi Lembaga (STMT Trisakti)

Sebagai bahan informasi tambahan mengenai teknik analisis

benchmarking dalam analisis perbandingan persaingan jasa

warehousing antar perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa

warehousing, serta dapat dipergunakan dan bermanfaat sebagai data

dokumentasi perpustakaan.

D. Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah

sebagai berikut :

18
1. Jenis dan Sumber Data

a. Jenis Data

Dalam melakukan penelitian ini , jenis data yang digunakan adalah

data kualitatif dan data kuantitatif. Apabila data yang diperoleh berupa

data kualitatif, analisis non statistik digunakan dalam proses

analisisnya.Sebaliknya data kuantitatif dianilisis dengan analisis

statistik.

b. Sumber Data

Sumber data yang penulis gumakan dalam penelitian ini adalah

data primer dan data sekunder . Data primer merupakan pengumpulan

data yang dilakukan melalui penelitian lapangan. Perolehan data primer

dilakukan melalui penyebaran koesioner dan pengamatan

dilapangan.Data sekunder merupakan data yang diperoleh dengan cara

membaca, mempelajari, dan mengutip dari buku-buku, majalah, dan

literatur yang berhubungan dengan materi yang dibahas.

2. Populasi dan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek

atau subyek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang

diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik

kesimpulannya (Ridwan 2009:237 dikutip dari Nazir-2004).

Populasi penelitian ini adalah pengguna jasa Freight Forwarding

berjumlah 750 responden, dengan rincian PT. Big Ocean

19
Transportama = 250 responden; PT. Buana Jaya Cargo = 200

responden dan PT.Cipta Krida Bahari ,= 300 responden.

Riduwan (2009:253), Sampel adalah bagian dari populasi,

sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang diambil

sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi, apabila

subyek kurang dari 100, maka lebih baik diambil semua sehingga

penelitiannya merupakan penelitian populasi , selanjutnya jika

subyeknya besar dapat diambil antara 10%-15% atau 20%-25% atau

lebih.

Jumlah populasi penelitian ini lebih dari 100 responden, maka

penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel secara

acak (random sampling) dengan teknik pengambilan sampel

N
n
2
menggunakan rumus dari Taro Yamane atau Slovin N .d 1 , di

mana : n = jumlah sampel; N = jumlah populasi = 750 responden; d 2

= Presisi (ditetapkan 10% dengan tingkat kepercayaan 95%).

Berdasarkan rumus tersebut maka jumlah sampel yang dibutuhkan

N 750 750
n 88 responden
2 2
untuk penelitian : N .d 1 ( 750 ).0 ,1 1 8 , 50 ,

dengan jumlah sampel 88 responden tersebut ditentukan jumlah

masing-masing sampel menurut obyek penelitian pada 3 (tiga)

perusahaan warehousing tersebut, secara proportionate random

20
Ni
ni .n
sampling, rumus N , di mana ni = jumlah sampel menurut

stratum; n = jumlah sampel seluruhnya; Ni = Jumlah populasi

menurut stratum; N = jumlah populasi seluruhnya, sebagai berikut :

a. PT. Big Ocean Transportama = 250/750x88 = 29,33 responden29

responden;
b. PT. Buana Jaya Cargo = 200/750x88 = 23,47 responden 23

responden;
c. PT.Cipta Krida Bahari , = 300/750x88 = 35,2 responden 35

responden.

Total Responden dalam penelitian = 87 responden

3. Metode Pengumpulan Data

Dalam penyusunan skripsi ini, Penulis memperoleh bahan- bahan

masukan dengan berbagai cara yakni sebagai berikut :

a. Penelitian Lapangan (Field Research)

Memperoleh data dengan cara mengadakan penelitian langsung ke

perusahaan yang terkait , data yang diperoleh melalui penelitian ini

merupakan data sekunder dan primer yang dilakukan dengan

mendatangi objek yang akan diteliti.

1) Observasi

Pengamatan langsung para pembuat keputusan berikut

lingkungan fisiknya dan atau pengamatan langsung suatu kegiatan

yang sedang berjalan pada PT. Big Ocean Transportama.

2) Wawancara

21
Wawancara merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan

jalan mengadakan komunikasi dengan sumber data. Komunikasi

tersebut dilakukan dengan dialog (tanya jawab) secara lisan, baik

langsung maupun tidak langsung terkait dengan objek penelitian.

3) Angket (Kuesioner)

Angket merupakan alat pengumpulan data yang diajukan pada

responden secara tertulis. Data yang ingin dikumpulkan tersebut

dijabarkan dalam bentuk pertanyaan tertulis dan responden

memberikan jawaban secara tertulis

b. Penelitian Kepustakaan (Library Research)

Penelitian kepustakaan ini dilakukan untuk : (1) mendapatkan data

dan informasi yang diperlukan, dan selanjutnya akan dipergunakan

sebagai landasan teori. (2) mendapatkan data dan informasi dari bahan

referensi membaca, mempelajari teks book, artikel, jurnal/tulisan ,

buku -buku yang didapat dari perpustakaan Sekolah Tinggi Manajemen

Transpor (STMT) Trisakti, serta bahan perkuliahan yang digunakan

untuk membantu dalam membahas masalah skripsi ini.

4. Metode Analisis Data

Teknik analisis data yang dipakai untuk menjawab pokok

permasalahan dalam skripsi ini yaitu menggunakan pendekatan analisis

Benchmarking (Patok Duga). Salah satu prinsip dasar TQM adalah

pentingnya monitoring dan evaluasi (M&E). Tanpa data yang jelas kita

tidak bisa mengukur kalau ada perbaikan dalam pekerjaan kita. Dalam

22
dunia TQM, proses pengumpulan data disebutkan "Benchmarking." yaitu

adalah proses pengumpulan dan analisa data dari organisasi dan

dibandingkan dengan keadaan di dalam dan atau di luar organisasi anda.

Hasil dari proses ini akan menjadi patokan (patok duga) untuk memperbaiki

organisasi kita secara terus menerus. Tujuan dari benchmarking adalah

bagaimana organisasi anda bisa dikembangkan sehingga menjadi yang

terbaik.

Benchmarking menurut David Kearns, CEO dari perusahaan Xerox

yang dikutip oleh Ma'arif (2006:54) mengatakan bahwa patok duga adalah

suatu proses pengukuran secara terus-menerus atas produk, jasa, dan tata

cara kita terhadap pesaing kita yang terkuat atau badan usaha lain yang

dikenal sebagai yang terbaik. Menurut Watson yang dikutip oleh Ma'arif

(2006:55) mengatakan bahwa patok duga adalah suatu proses pengukuran

yang sistematis dan berkelanjutan dengan membandingkan antarproses

bisnis guna memperoleh informasi yang lebih baik dapat diterima.

Langkah-langkah proses penerapan menurut Ma'arif (2005:60).

Untuk mendukung penyelesaian masalah dengan analisis

Benchmarking (Patok Duga) terlampir kisi-kisi penelitian pada tabel I.1

yang dijadikan bahan kuestioner untuk dinilai oleh para pengguna jasa

warehousing, dengan menggunakan skala Likert : Sangat Baik (SB) = 5;

Baik (B) = 4; Cukup Baik (CB) = 3; Kurang Baik (KB) = 2; Tidak Baik

(TB) = 1.

Tabel I.1

Kisi-Kisi Variabel Instrumen Pelayanan Jasa Warehousing.

23
Butir
Dimensi Indikator Jumlah
Pertanyaan
Pembongkaran produk aktual dari moda
pengangkutan 1
Pembaruan catatan persediaan gudang 2
RECEIVING /
Pemeriksaan kerusakan barang 3 5
PENERIMAAN
Verifikasi perhitungan barang masuk 4
Penerimaan langsung ke dermaga 5
pengiriman (cross docking)
Pemindahan barang langsung ke tempat
penyimpanan 6
PUTAWAY /
Pemindahan ke daerah-daerah untuk 7 3
PEMINDAHAN
spesialisasi penyimpanan 8
Perpindahan untuk pengiriman keluar
Pengambilan Seluruh muatan 9
ORDER PICKING / PENGAMBILAN
Pengambilan sebagian muatan 10 3
PESANAN
Pengambilan muatan per zona 11
Kapasitas muatan lantai 12
STORAGE / RUANG
Jumlah, ukuran dan lokasi pintu-pintu 13 3
PENYIMPANAN
Jarak, ukuran dan jumlah kolom 14
Pengeluaran barang
15
Pemeriksaan barang yang akan
SHIPPING / PENGIRIMAN 16
dikapalkan
17
Verifikasi perhitungan barang keluar
T O TAL 17
Sumber Data : Edward Frazelle (2005:56)

E. Sistematika Penulisan

Untuk mendapatkan gambaran singkat mengenai materi yang dibahas

dalam penulisan skripsi ini, penulis menyusun sistematika penulisan sebagai

berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Dalam bab ini penulis menyajikan Latar Belakang Masalah,

Perumusan Masalah, Identifikasi Masalah, Batasan Masalah, Pokok

Masalah. Tujuan dan Manfaat Penelitian, Metodologi Penelitian dan

Sistematika Penulisan.

24
BAB II LANDASAN TEORI

Dalam bab ini penulisan mengenai pengertian atau konsep dan teori

yang digunakan untuk penyusunan skripsi, dan diperoleh dari

berbagai sumber yang berkaitan dengan penelitian sesuai dengan

judul skripsi dan pokok permasalahan,.

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Merupakan bab yang membahas tentang gambaran umum

perusahaan mulai dari Sejarah Singkat Perusahaan, Organisasi

Manajemen, Struktur Organisasi, Bidang Usaha Perusahaan.

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Dalam bab ini menganalisis dan membahas pokok permasalahan

dan tujuan penelitian yang dikemukakan pada Bab I yaitu : tingkat

pelayanan warehousing yang dihasilkan oleh PT. Big Ocean

Transportama; Gambaran perbandingan persaingan pelayanan jasa

warehousing PT. Big Ocean Transportama dengan PT. Buana Jaya

Cargo dan PT. PT.Cipta Krida Bahari : Tindakan efektif / solusi PT.

Big Ocean Transportama dalam menindaklanjuti hasil perbandingan

pelayanan jasa warehousing.

BAB V PENUTUP

Pada bab ini penulis menguraikan hasil akhir analisis dan

pembahasan yang dikemukakan pada Bab 4, berupa kesimpulan

dari analisis dan pembahasan pokok permasalahan dan tujuan

25
penelitian dan memberikan saran dari hasil kesimpulan tersebut,

sebagai bahan masukan bagi perusahaan dan pihak lain.

BAB II

26
LANDASAN TEORI

A. Manajemen
1. Pengertian Manajemen

Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur.

Pengaturan dilakukan melalui proses dan diatur berdasarkan urutan dari

fungsi manajemen itu. Jadi, manajemen itu merupakan suatu proses untuk

mewujudkan tujuan yang diinginkan.

Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan

sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan

efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Malayu Hasibuan

(2007:2)

T. Hani Handoko (1984:8) mengatakan bahwa, manajemen dapat

didefinisikan sebagai bekerja dengan orang-orang untuk menentukan,

mengintepretasikan dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan

pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian

(organizing), penyunan personalia atau kepegawaian (staffing),

pengarahan dan kepemimpinan (leading ) dan pengawasan (controlling).

Pengertian Manajemen menurut G.R. Terry berdasarkan yang

dikutip oleh Malayu S.P. Hasibuan (2000:2) mengatakan bahwa,

manajemen adalah suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan-

tindakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian

yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang

27
telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-

sumber lainnya.

Kesimpulan dari definisi-definisi manajemen tersebut ialah

manajemen merupakan suatu seni mengatur serta memanfaatkan sumber

daya manusia serta sumber daya lainnya secara efektif dan efisien untuk

mencapai sasaran-sasaran organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya

melalui perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, kepemimpinan dan

pengendalian sumberdaya organisasi.

2. Unsur Unsur Manajemen

Dalam ilmu manajemen dikenal unsur-unsur manajemen dan

fungsi-fungsi manajemen yang didefinisikan oleh para ahli. Unsur-unsur

manajemen melalui Malayu Hasibuan (2007:21) yaitu sebagai berikut :

a. Man, yaitu tenaga kerja manusia, baik tenaga kerja pimpinan

maupun kerja operasional/ pelaksana.


b. Money, yaitu uang yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang

diinginkan.
c. Methode, yaitu cara-cara yang dipergunakan dalam usaha mencapai

tujuan.
d. Materials, yaitu cara-cara yang dipergunakan dalam usaha mencapai

tujuan.
e. Machines, yaitu mesin-mesin/ alat-alat yang diperlukan atau

dipergunakan untuk mencapai tujuan.


f. Market, yaitu pasar untuk menjual barang-barang dan jasa-jasa yang

dihasilkan.

28
3. Fungsi Fungsi Manejemen

Fungsi-fungsi manajemen menurut Malayu Hasibuan (2007:41)

yaitu sebagai berikut :

a. Perencanaan

Proses penentuan tujuan dan pedoman pelaksanaan dengan memilih

yang terbaik dari alternatif-alternatif yang ada.

b. Pengorganisasian

Suatu penentuan, pengelompokan dan pengaturan bermacam-

macam aktivitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan,

menetapkan wewenang secara relatif didelegasikan kepada setiap

individu yang akan melakukan aktivitas-aktivitas tersebut.

c. Pengarahan

Mengarahkan semua bawahan, agar mau bekerjasama dan bekerja

efektif untuk mencapai tujuan.

d. Pengendalian

Menurut Harold Koontzyang dikutip oleh Malayu Hasibuan

(2007:42), Manajemen Dasar, Pengertian dan Masalah

mendefinisikan :

Controlling is the measurement and correction of the performance

of subordinates in order to make sure that enterprise objective and

the plans devised to attain than are accomplished

Artinya :

29
Pengendalian adalah pengukuran dan perbaikan terhadap pelaksaan

kerja bawahan, agar rencana-rencana yang telah dibuat untuk

mencapai tujuan-tujuan dapat terselenggara.

4. Manajemen Operasi dan Produksi


a. Pengertian Manajemen Operasi dan Produksi

Operation adalah bagian yang membidangi pekerjaan

pelayanan terhadap pesawat mulai dari block on sampai block off.

Dalam proses operasi tersebut dipengaruhi oleh lingkungan luar, yaitu

keadaan di luar perusahaan atau lembaga yang ikut menentukan

kelancaran proses dan kualitas hasil operasi tadi.

Manajemen Operasi menurut Pangestu Subagyo (2000:2)

ialah Penerapan ilmu manajemen untuk mengatur kegiatan produksi

atau operasi agar dapat dilakukan secara efisien.

Manajemen operasi menurut Hani Handoko (2008:3) ialah

usaha-usaha pengelolaan secara optimal penggunaan sumber daya-

sumber daya (atau sering disebut faktor-faktor produksi) tenaga kerja,

mesin-mesin, peralatan, bahan mentah dan sebagainya dalam proses

transformasi bahan mentah dan tenaga kerja menjadi berbagai produk

atau jasa.

Tujuan perusahaan adalah memperoleh tingkat laba dan

memaksimalkan laba serta memberikan pelayan yang baik, tetapi

dengan memperhatikan dan menanggapi kekuatan atau kelemahan

dari lingkungan eksternal, seperti peraturan-peraturan pemerintah,

30
tuntutan-tuntutan serikat buruh, kondisi ekonomi lokal; regional;

nasional dan internasional, kemajuan teknologi dan lainnya sebagai

kondisi sekarang maupun yang akan datang yang bergejolak dan

sangat dinamis.

Pembuatan keputusan merupakan elemen penting manajemen

operasi. Operating decision merupakan pengambilan keputusan

untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul pada waktu proses

produksi/ operasi sedang berjalan.Pembuatan keputusan dapat

dipandang sebagai suatu kegiatan pemilihan di antara berbagai

alternatif yang berbeda dan proses melalui mana serangkaian kegiatan

dipilih sebagai penyelesaian suatu masalah tertentu. Keseluruhan

proses pencapaian suatu keputusan, dari identifikasi masalah awal

melalui pengembangan dan penilaian alternatif-alternatif sampai

pemilihannya, pembuatan keputusan dapat digambarkan sebagai suatu

urutan langkah-langkah: perumusan masalah, pengembangan

alternatif-alternatif, evaluasi alternatif, pemilihan, implementasi dan

evaluasi hasil.

b. Ruang Lingkup Manajemen Operasi dan Produksi

Ruang lingkup manajemen produksi dan operasi akan

mencakup perancangan atau penyiapan sistem produksi dan operasi.

Pembahasan dalam pengoperasian sistem produksi dan operasi

menurut Sofjan Assauri (2008:29) akan mencakup :

31
1). Penyusunan rencana produksi dan operasi, kegiatan

pengoperasian sistem produksi dan operasi harus dimulai

dengan penyusunan rencana produksi dan operasi yang

merupakan kegiatan atau tahap awal dalam pengoperasian

sistem produksi dan operasi.

2). Perencanaan dan pengendalian persediaan dan pengadaan

bahan, kelancaran kegiatan produksi dan operasi sangat

ditentukan oleh kelancaran tersedianya abahan atau masukan

yang dibutuhkan bagi produksi dan operasi tersebut.

3). Pemeliharaan dan perawatan (maintenance) mesin dan

peralatan, mesin dan peralatan yang digunakan dalam proses

produksi dan operasi harus selalu terjamin tetap tersedia untuk

dapat digunakan, sehingga dibutuhkan adanya kegiatan

pemeliharaan atau perawatan.

4). Pengendalian mutu, terjaminnya hasil atau keluaran dari proses

produksi dan operasi menentukan keberhasilan dari

pengoperasian sistem produksi dan operasi.

5). Manajemen tenaga kerja, pelaksanaan pengoperasian sistem

produksi dan operasi ditentukan oleh kemampuan dan

keterampilan para tenaga kerja atau sumber daya manusianya.

c. Sistem Operasi dan Produksi

32
Sistem produksi dan operasi adalah suatu keterkaitan unsur-

unsur yang berbeda secara terpadu, menyatu dan menyeluruh dalam

pentransformasian masukan menjadi keluaran. Sofjan Assauri

(2008:39)

Gambar II. 1

Informasi Umpan Balik

Masukan : Transformasi : Keluaran :


- Bahan, - Proses
- Tenaga - Konversi - Barang
Kerja,
- Mesin, Atau
- Energi,
- Modal,
- Jasa
- Informasi.

Sumber : Sofjan Assauri (2008:39)

Dari gambar tersebut terlihat bahwa masukan-masukan tersebut

dikonversikan ke dalam barang atau jasa yang menjadi keluaran dengan

menggunakan teknologi proses tertentu yang merupakan metode

tertentu yang dipergunakan untuk mentransformasikan berbagai

masukan menjadi keluaran. Hal ini merupakan hal yang mendasar

dalam produksi dan operasi, dimana umpan balik (feedback)

dipergunakan untuk mengendalikan masukan dalam menghasilkan

keluaran yang diinginkan.

B. Karakteristik Jasa
1. Pengertian Jasa

33
Menurut J. Station yang dikutip oleh Buchari Alma (2007:243)

pengertian Jasa adalah service are those separately identifiable,

essentially intangible activities that provide want. Satisfaction and that

are not necessarily tied to the sole of a product or another service. To

produce a service may or may not required, there is no transfer of the title

(Permanent Ownership) to these tangible goods.

Artinya

Jasa adalah yang dapat didefinisikan secara terpisah tidak

terwujud, ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan, Jasa dapat dihasilkan

dengan menggunakan benda-benda berwujud atau tidak.

Menurut A. Zaithami dan Ju Bitner yang dikutip oleh Buchari

Alma (2007:243) pengertian jasa adalah include all economic activities

whose output is not physical product or construction, is generally can

summed at the time it is produced and provide addedvalue in form (such

as can vantence, amusement, timelines, comfort or health) that are

essentially intangible concerns of its firts purchases.

Artinya :

Jasa adalah kegiatan ekonomi yang outputnya bukan produk yang

dikonsumsi bersamaan dengan waktu yang bersamaan dengan waktu

produksi yang memberi nilai tambah (seperti kenikmatan, hiburan,

waktu, santai, kenyamanan dan kesehatan) bersifat tidak berwujud.

2. Karakteristik Jasa

34
Menurut Rambat Lupiyuadi dan A. Hamdani (2006:84), ada

empat karakteristik produk jasa, yaitu :

a. Tidak berwujud (intangible), jasa bersifat abstrak dan tidak berwujud

(intangible).
b. Heterogenitas/ variabilitas (heterogeneity/ variability), jasa bersifat

tidak standar dan sangat variabel.


c. Tidak dapat dipisahkan (inseparability), jasa umumnya diproduksi

dan dikonsumsi pada waktu yang bersamaan dengan partisipasi

konsumen dalam prosesnya.


d. Tidak tahan lama (perishability), jasa tidak mungkin disimpan dalam

bentuk persediaan.

3. Kualitas Jasa

Kualitas mempunyai hubungan yang erat dengan kepuasan

pelanggan. Kualitas memberikan suatu dorongan kepada pelanggan untuk

menjalin ikatan hubungan yang kuat dengan perusahaan.

Kualitas jasa menurut J. Supranto (2001:228) adalah sebuah kata

yang bagi penyedia jasa adalah sejauh mana suatu jasa memuaskan

pelanggan dengan memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan mereka.

Jadi definisi kualitas jasa berpusat pada upaya pemenuhan

kebutuhan dan keinginan pelanggan serta ketepatan penyampaian untuk

mengimbangi harapan pelanggan.

35
Menurut Kotler (2002:499) terdapat 5 (lima) dimensi pokok

kualitas jasa, yaitu :

a. Keandalan (reability), kemampuan untuk melaksanakan jasa yang

dijanjikan dengan tepat dan terpercaya.


b. Keresponsifan (responsiveness), yaitu kemampuan untuk membantu

pelanggan dan memberikan jasa dengan cepat.


c. Keyakinan (confidence), yaitu pengetahuan dan kesopanan karyawan

serta kemampuan mereka untuk menimbulkan kepercayaan dan

keyakinan atau assurance


d. Empati (empathy), yaitu syarat untuk peduli, memberikan perhatian

pribadi kepada pelanggan.


e. Berwujud (tangible), yaitu penampilan fasilias fisik, peralatan,

personil dan media komunikasi.

C. Pelayanan
1. Pengertian Pelayanan

Pelayanan adalah setiap kegiatan yang dilakukan oleh pihak-pihak

untuk memenuhi kepentingan orang lain. Pelayanan dapat diartikan

sebagai jasa yaitu aktifitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk

dijual.

Menurut J. Supranto (2001:227) definisi pelayanan adalah suatu

kinerja penampilan tidak berwujud dan cepat hilang, lebih dapat

dirasakan daripada dimiliki serta pelanggan lebih dapat berpartisipasi

aktif dalam proses mengkonsumsi suatu jasa tersebut.

36
Sedangkan menurut Gerson (2001:4) pelayanan adalah sarana

untuk mencapai kepuasan dan ikatan dengan menghasilkan jasa yang

bermutu .

D. Gudang
1. Pengertian Gudang

Menurut Soemanto (2005:45) Gudang adalah suatu tempat atau

bangunan yang beratap yang dipergunakan untuk menimbun, menyimpan

dan mengerjakan barang dengan tujuan agar barang tersebut terhindar dari

kerusakan dan kehilangan yang disebabkan karena ulah manusia, hewan /

serangga maupun karena cuaca.

Sedangkan menurut Radiks Purba (1993:57) Gudang adalah

bangunan atau gedung atau lapangan yang berfungsi sebagai tempat

penerimaan barang, penyimpanan, perawatan, dan pemeliharaan harta

milik (umumnya komoditi) baik untuk waktu yang lama maupun untuk

sementara menunggu dikirim ketempat tujuannya atau dibawa ke

peredaran dalam pasar.

Namun, menurut Bowersox yang diterjemahkan oleh Hasymi Ali

(2002:46) Gudang adalah lokasi untuk penyimpanan produk sampai

permintaan (demand) cukup besar untuk melaksanakan distribusi. Prinsip

kegunaan waktu (time-utility) dijadikan alasan untuk membenarkan tipe

penyimpanan ini.

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian

gudang sebagai tempat penerimaan barang, tempat menyimpan barang

37
yang akan dibongkar maupun yang akan dimuat serta sebagai tempat untuk

merawat dan memelihara harta yang berupa komoditi dalam jangka waktu

tertentu sampai barang dikirim ketempat tujuan.

2. Fungsi Gudang

Menurut Bowersox (2002:52) fungsi gudang dikelompokkan ke dalam

kategori pergerakan dan penyimpanan.

a. Fungsi Pergerakan (Movement)

Fungsi pergerakan ini memiliki 4 (empat) kegiatan, antara lain:

1) Penerimaan barang (receiving) yang meliputi aktifitas

pembongkaran (unloading) dari truk atau kereta (alat

transportasi), updating catatan (database) persediaan barang,

inspeksi kerusakan (kualitas) dan verifikasi antara catatan

order dengan catatan kedatangan barang.

2) Pemindahan barang (transfer), meliputi perpindahan barang

secara fisik dari bagian penerimaan ke tempat penyimpanan

barang yang telah ditentukan di dalam gudang. Dan gerakan

intern (perpindahan berikutnya) kea rak pelayanan khusus

untuk konsolidasi. Pergerakan terakhir diangkut dari gudang

ke tempat pengiriman (outbound shipment).

3) Seleksi pesanan (order selection) yang meliputi pemeriksaan,

pengelompokan kembali (regrouping) barang-barang ke dalam

assortment yang diinginkan konsumen (pengemasan) dan

transportasi ke bagian pengiriman.

38
4) Pengiriman produk (shipping) yang terdiri dari pengecekan

dan pemuatan pesanan kea lat transportasi untuk tujuan keluar

(menuju pelanggan), dan penyesuaian status persediaan.

b. Fungsi Penyimpanan (Storage)

1) Holding (penyimpanan)

Holding adalah fungsi gudang yang umum

dipergunakan untuk menyimpan bahan baku atau barang

setengah jadi. Biasanya dipergunakan untuk kepentingan

pengendalian outbound logistik. Bahan atau barang yang

disimpan direncanakan untuk diproses lebih lanjut.

2) Consolidation

Merupakan fungsi gudang yang dipergunakan oleh

perusahaan atau distributor untuk mengendalikan pasokan

barang atau bahan sejenis yang berasal dari berbagai pemasok

atau pabrik, untuk kemudian didistributorkan ke para

pelanggan dengan volume dan varian jenis sesuai dengan

pesanan (order list).

3) Outbound Dispertion (break bulk)

Merupakan fungsi gudang yang dipergunakan oleh

perusahaan atau distributor untuk mengendalikan pasokan

barang atau bahan sejenis yang berasal dari berbagai pemasok

atau pabrik, untuk kemudian didistribusikan sesuai dengan

pesanan pelanggan (order list).

39
4) Good in process, dalam hal ini adalah product mixing

Merupakan fungsi gudang yang biasa dipergunakan

oleh perusahaan ataupun distributor yang memperoleh

pasokan dari beberapa pemasok dengan berbagai jenis barang.

Di dalam gudang terjadi proses kombinasi barang (mixing)

sesuai dengan pesanan setiap pelanggan (order list).

Storage juga menunjukan tentang proses deposit produk

melalui fasilitas yang dimilki. Proses deposit ini bisa menjadi 2 (dua)

penyimpanan yaitu :

1) Penyimpanan sementara

Penyimpanan sementara dalam jangka waktu

sementara berarti penyimpanan produk yang diperlukan untuk

pemenuhan persediaan. Penyimpanan sementara dibutuhkan

untuk memenuhi aktual inventory turn over. Lamanya

penyimpanan sementara tergantung kepada rancangan system

logistic dan variabilitas dari lead time dan demand.

2) Penyimpanan semi-permanen

Penyimpanan semi-permanen digunakan untuk produk

yang lebih dari sekedar pemenuhan persediaan, misalnya

untuk keperluan stock pengaman (safety stock). Kondisi yang

menyebabkan terjadinya penyimpanan semi permanen adalah :

a) Permintaan (demand) musiman.


b) Permintaan (demand) yang tidak menentu.
c) Permintaan produk seperti buah-buahan.
d) Spekulasi.

40
e) Perjanjian khusus, seperti potongan harga.

Selain itu menurut Soemanto (2005:47) gudang juga memiliki

3 fungsi yaitu sebagai berikut :

1) Goods Receiving ( Penerimaan Barang)

Definisi dari Receiving itu sendiri adalah menerima fisik

barang dari pabrik, principal atau distributor yang disesuaikan dengan

dokumen pemesanan dan pengiriman dan dalam kondisi yang sesuai

dengan persyaratan penanganan barangnya. Setelah receiving ada

aktifitas lain yaitu Let down dan Put away. Let down adalah aktifitas

pengambilan barang dari lokasi penyimpanan ke lokasi picking face

(penyiapan barang) sesuai dengan lokasi asal, lokasi dituju dan

kuantitas yang tepat. Sedangkan Put away adalah penempatan barang

yang telah di cek (sesuai dengan dokumen) dan telah dicatatkan

kedalam system menuju ketempat penyimpanan barang dengan aman

dan sesuai dengan lokasi yang ditentukan.

2) Picking & Storage (Penyiapan & Penyimpanan)

Definisi dari Picking (penyiapan) adalah mempersiapkan

pengeluaran fisik barang dari gudang yang disesuaikan dengan

dokumen pemesanan dan pengiriman dan dalam kondisi yang sesuai

dengan persyaratan penanganan barangnya. Sedangkan definisi dari

Storage (penyimpanan barang) adalah menempatkan barang dalam

kondisi tunggu untuk di order atau dipersiapkan untuk diproses

41
selanjutnya. Penyimpanan dilakukan sesuai dengan karakteristik

barang.

3) Delivery (Pengiriman)

Definisi dari Delivery (pengiriman) adalah mempersiapkan

pengiriman fisik barang dari gudang ketempat tujuan yang

disesuaikan dengan dokumen pemesanan dan pengiriman serta dalam

kondisi yang sesuai dengan persyaratan penanganan barangnya.

Adapun pengertian yang lain tentang Delivery adalah kegiatan

pengeluaran barang dari gudang yang dilakukan setelah pemilik

barang menyelesaikan syarat-syarat dari pengelola gudang dan bea

cukai.

2. Jenis jenis Gudang

Menurut Soemanto (2005:49) Jenis-jenis gudang pada kebanyakan

umumnya, gudang berada dalam ruangan. Pada suatu pabrik atau

perusahaan, macam gudang dapat dibedakan menurut karakteristik material

yang akan disimpan, yaitu :

a. Penyimpanan bahan baku

Gudang akan menyimpan setiap material yang dibutuhkan atau

digunakan untuk proses produksi. Gudang semacam ini dapat pula

disebut stockroom yang karena fungsinya memang menyimpan stock

untuk kebutuhan tertentu.

42
b. Penyimpanan barang setengah jadi

Adalah gudang yang untuk menyimpan barang-barang yang masih

melalui proses produksi. Dalam industry manufaktur sering ditemui

banyak barang yang harus melalui beberapa macam operasi dalam

pengerjaannya. Prosedur demikian sering pula harus terhenti karena

dari satu operasi ke operasi lainnya atau berikutnya waktu pengerjaan

yang dibutuhkan tidaklah sama. Akibatnya, barang atau material harus

menunggu sampai mesin atau operator berikutnya siap

mengerjakannya. Ada dua tipe barang setengah jadi (work in process

storage) yaitu : bahan berjumlah kecil dan barang berjumlah banyak.

c. Penyimpanan produk jadi

Gudang demikian kadang-kadang disebut pula gudang dengan fungsi

menyimpan produk-produk yang telah selesai dikerjakan.

Selain ketiga macam jenis gudang diatas, ada pula beberapa macam

gudang lainnya seperti Gudang CFS (Container Freight Station) dan Gudang

Berikat.

a. Gudang Container Freight Station (CFS)

Menurut Suyono (2003:187) Gudang Container Freight Station (CFS)

adalah Kawasan yang digunakan untuk menimbun petikemas Less than

Container Load (LCL), melaksanakan stuffing / unstuffing dan untuk

menimbun break-bulk cargo yang akan di stuffing ke petikemas atau di

unstuffing ke petikemas. Sedangkan menurut Suranto (2004:110)

Pengertian Gudang Container Freight Station (CFS) adalah Fasilitas

43
untuk konsolidasi, di mana partai-partai barang dalam partai kecil

dikumpulkan untuk dimasukkan ke container atau sebaliknya

dikeluarkan dari container. Sedangkan menurut Modul diklat Port of

Operation Management (2006:41) pengertian Gudang Container Freight

Station (CFS) adalah Daerah / tempat untuk mengumpulkan dalam

partai kecil dikumpulkan untuk dimasukkan ke container atau

sebaliknya dikeluarkan dari container.

b. Gudang Berikat

Menurut Undang-Undang Nomor 10 tahun 1945, kaitan mengenai

gudang berikat (Bonded Warehouse), diantaranya adalah suatu

bangunan atau tempat dengan batas-batas tertentu yang didalamnya

dilakukan kegiatan usaha penimbunan, pengemasan, penyortiran,

pengepakan, pemberian merek / label, pemotongan, atau kegiatan lain

dlam rangka fungsinya sebagai pusat distribusi barang-barang asal

impor untuk tujuan dimasukkan ke Daerah pabean Indonesia Lainnya,

kawasan berikat, atau reekspor tanpa adanya pengolahan atau gudang

yang dalam setiap pelaksanaannyadi bawah pengawasan Bea & Cukai.

Setiap barang yang berada di dalam gudang berikat ini adalah barang

yang belum membayar Bea Masuk dan umumnya berbentuk dalam

bahan baku. Sedangkan menurut Suranto (2004:106) Bonded

Warehouse, yaitu gudang yang dibangun di suatu daerah tertentu tetapi

berada dalam pengawasan bead an cukai dan berfungsi untuk

menimbun, memproses, repacking, dan lain-lain. Barang-barang yang

44
diproses tidak dikenakan bea atau pungutan apa-apa, tetapi pada saat

keluar dari daerah tersebut barang dikenakan bea atau pungutan-

pungutan sesuai dengan ketentuan yang ada.

3. Manfaat gudang

Menurut Soemanto (2005:57) manfaat gudang antara lain :

a. Sebagai buffer stock antara supply dan demand

Gudang adalah tempat penyimpanan bahan baku (raw material),

barang setengah jadi (in process goods), dan barang jadi (finished

goods). Sebagai buffer stock disini mengandung pengertian,

bahwa gudang adalah tools dari adanya forecasting yang

dilakukan oleh manajemen.

b. Untuk mendukung stok terhadap panjangnya waktu produksi

Gudang mendukung proses produksi yang memakan waktu yang

panjang, dalam proses produksi yang memungkinkan adanya

berbagai hambatan ataupun rintangan selama proses produksi,

hambatan yang muncul yang mungkinterjadi selama proses

produksi antara lain : kekurangan stok, damage cargo, wrong item,

dan lain sebagainya.

c. Untuk mendukung stock antara operasi produksi

Pada perusahaan manufaktur, yang proses operasionalnya

mengubah barang baku, atau barang setengah jadi menjadi barang

jadi, memerlukan tempat (gudang) sebagai tempat penyimpanan

45
barang-barang tersebut sebelum mengalami proses produksi.

Ketika barang-barang material tersebut dibutuhkan oleh bagian

operasi untuk kegiatan operasionalnya, maka bagian gudang harus

mengeluarkan stoknya untuk kegiatan produksi.

d. Untuk melindungi interupsi yang tidak direncanakan dalam

Supply atau sebagai Safety Stock

Gudang juga merupakan tempat penyimpanan barang yang

merupakan safety stock yang dilakukan oleh kebijakan

manajemen. Safety stock berfungsi sebagai stok cadangan apabila

dalam proses produksi mengalami kekurangan bahan baku, atau

terjadi keterlambatan pengiriman barang dari supplier.

e. Sebagai pelindung permintaan musiman yang berfluktuasi

Dalam waktu-waktu tertentu terkadang sering terjadi permintaan

yang berfluktuasi, untuk menghindari overload ataupun

kekurangan stok, biasanya manajemen melakukan sebuah

tindakan yang bersifat protect terhadap barang yang

dihasilkannya. Dengan kondisi seperti ini gudang memiliki

peranan sebagai penyanggah current stok gudang. Jika harga

dipasaran mengalami penurunan, manajemen cenderung lebih

memilih menyimpan stoknya digudang, akan tetapi jika harga

dipasaran cenderung menguntungkan untuk perusahaan

manajemen segera mengambil kebijakan untuk segera

mengeluarkan stok barangnya digudang. Atau dalam musim-

46
musim tertentu ketika stok barang sangat dibutuhkan atau dicari

oleh konsumen manajemen juga akan segera mengeluarkan

stocknya untuk didistribusikan kepasaran.

f. Sebagai strategi pengaman selama produksi istirahat

Ketika suatu perusahaan mengalami masa istirahat untuk proses

produksi, pada proses produksi sebelumnya perusahaan

melakukan penambahan jumlah produksi ini disimpan didalam

gudang, untuk dijadikan sebagai persediaan awal ketika masa

istirahat selesai.

g. Untuk memenuhi biaya transportasi dan produksi

Bagi perusahaan yang memiliki gudang, gudang dapat dijadikan

sebagai salah satu pilihan untuk meminimalisasi cost yang

dikeluarkan oleh perusahaan, dengan adanya gudang perusahaan

yang seharusnya mengeluarkan cost yang besar untuk transportasi.

Dengan adanya gudang, barang yang selesai mengalami proses

produksi disimpan didalam gudang, untuk selanjutnya baru

didistribusikan ke pasar.

h. Untuk memenuhi kebutuhan proses produksi

Ketika bagian produksi melakukan request kepada bagian gudang,

maka bagian gudang akan segera mengeluarkan barang untuk

memenuhi permintaan bagian produksi, jika bagian gudang tidak

segera memenuhi permintaan bagian produksi, maka akan terjadi

problem dalam proses produksi.

47
E. Analisa Keterkaitan Pelayanan Jasa Warehousing Dengan Menggunakan

Benchmarking (PatokDuga).

Kualitas pelayanan jasa warehousing menjadi salah satu ukuran atas

keberhasilan perusahaan freight forwarding dalam memberikan jaminan atas

kepuasan bagi konsumen, melalui kualitas pelayanan seorang konsumen

dapat memberikan penilaian secara obyektif dalam usaha menciptakan

kepuasan konsumen. Pelayanan di gudang mulai dari proses penerimaan

barang (receiving), pemindahan barang di dalam gudang (putway),

pengambilan barang di dalam gudang (order picking), penyimpanan barang di

gudang (storage) sampai pengiriman barang (shipping) hal inilah yang

menjadi dasar untuk membandingkan kualitas pelayanan dengan perusahaan

lainnya yaitu dengan menggunakan metode benchmarking (patok duga).

Menurut Tjiptono (2003:234) dorongan untuk melakukan patok duga

banyak ditentukan oleh faktor kepuasan pelanggan, Dalam hal ini faktor

faktor untuk mengukur kualitas pelayanan jasa warehousing seperti

receiving, putway, order picking, storage dan shipping menjadi kunci utama

kesuksesan perusahaan freight forwarding dalam menjalankan bisnis

pergudangannya. Kepuasan pelanggan pun semakin lama semakin sulit

dipenuhi oleh adanya keinginan dan kebutuhan yang secara naluriah makin

meningkat, sehingga upaya memuaskan pelanggan pun bukan mulu sekedar

memuaskan tetapi telah menjadi suatu upaya yang kompleks. Setiap

48
perusahaan dituntut tuntuk dapat memberikan yang terbaik kepada

pelanggannya.

F. Benchmarking
1. Pengertian Benchmarking

Ada berbagai jenis definisi mengenai patok duga (Fandy Tjiptono &

Anastasia Diana :1995). Beberapa diantaranya akan dibahas di sini :

a. Gegory H. Watson mendefinisikan patok duga sebagai pencarian

secara berkesinambungan dan penerapan secara nyata praktik-praktik

yang lebih baik yang mengarah pada kinerja kompetitif yang unggul.
b. Robert Camp menyatakan bahwa patok duga adalah proses

pengukuran yang kontinyu menyangkut produk, jasa dan praktik-

praktik terhadap competitor terbaik.


c. David Kearns (CEO dari Xerox) mengatakan bahwa patok duga

adalah suatu proses pengukuran terus-menerus atas produk, jasa dan

tata cara kita terhadap pesaing kita yang terkuat atau badan usaha lain

yang dikenal sebagai yang terbaik.


d. Definisi yang diterapkan di IBM yaitu bahwa patok duga merupakan

suatu proses terus-menerus untuk menganalisis tata cara terbaik di

dunia dengan maksud menciptakan dan mencapai sasaran dan tujuan

dengan prestasi kelas dunia.


e. Teddy Prawita mendefinisikan patok duga sebagai suatu proses

belajar yang berlangsung secara sistematik dan terus menerus di mana

49
setiap bagian dari suatu perusahaan dibandingkan dengan perusahaan

yang terbaik atau pesaing yang paling unggul.


f. Goetsch dan Davis mendefinisikan patok duga sebagai proses

pembandingan dan pengukuran operasi atau proses internal organisasi

terhadap mereka yang terbaik dalam kelasnya, baik dari dalam

maupun dari luar industri.

Dari beberapa pengertian diatas maka dapat disimpulkan

Benchmarking adalah suatu proses mengidentifikasi, mengadaptasi dan

mengimplementasikan teknik kerja atau proses terbaik dari perusahaan

manapun, dimanapun di dunia, untuk memperbaiki performance, atau dengan

kata lain sebuah proses pengukuran yang kontinu dan sistematis.

Pemicu yang menyebabkan suatu proyek benchmarking dilaksanakan

dalam sebuah perusahaan ada tiga, yaitu :

a. Masalah, jika suatu krisis yang terjadi di dalam perusahaan, seperti

biaya yang membengkak atau ancaman konsumen yang dapat

membatalkan sebuah kontrak kerja, maka ide perbaikan akan mungkin

muncul.

b. Inovasi, jika suatu perusahaan waspada terhadap kemajuan teknologi,

teknik, atau proses yang digunakan oleh perusahaan lain, maka

informasi ini mungkin akan mendorong perusahaan untuk melakukan

studi benchmarking.

c. Kebijakan, jika sebuah perusahaan tidak memiliki masalah yang

berarti dalam memahami sebuah usaha inovasi, maka sangat kecil

kemungkinannya perusahaan tersebut akan melakukan benchmarking.

50
Pada umumnya, dikenal empat tahap dasar dari setiap praktik patok

duga yaitu

a. Merencanakan Proyek Patok Duga

Perlu dilakukan penyeleksian dan penentuan proses yang harus

dipelajari, mengidentifikasi tolok ukur-tolok ukur kinerja proses itu,

mengevaluasi kemampuan perusahaan itu sendiri, dan menentukan

perusahaan yang harus dipelajari.

b. Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan riset primer dan

sekunder, meliputi penyingkapan rahasia atas proses tertentu di dalam

perusahaan yang menjadi sasaran.

c. Analisis Data tentang Kesenjangan Kinerja dan "Enabler"

Hal ini diperlukan untuk melihat seberapa jauh ketertinggalan

perusahaan kita dengan perusahaan yang menjadi obyek patok duga.

d. Peningkatan dengan Memperkenalkan "Enabler" dalam Proses

Setiap perusahaan yang mengadakan patok duga mengikuti tahap-tahap

yang sama. Oleh karena itu, sebaiknya persahaan tidak membuang

waktu untuk menciptakan model baru. Hal yang terpenting bahwa para

pelaksana patok duga menganut ketat proses yang diseleksi agar

pendekatannya bersifat secara terpadu, sistematis, serta dasar

pengukuran yang konsisten.

51
1) Menetapkan faktor-faktor yang akan dinilai dengan membuat dalam

suatu urutan penilaian dan buatkan bobot penilaiannya, melalui

brainstorming respon manajemen;

Misalnya ditetapkan secara urut sebanyak 10 indikator yang

dianggap perusahaan berhasil dalam menerapkan strategi

pemasarannya, kemudian memberikan penilaian bobot pada setiap

indikator tersebut. (Contoh Tabel II.I). Studi Benchmarking

Penilaian Bobot Untuk Setiap Faktor Yang Dinilai

Tabel II.I
Penilaian bobot untuk setiap faktor yang dinilai
FAKTOR YANG DINILAI PT A PT B PT C PT D
Pelayanan 5 4 6 4
Keamanan 4 3 4 5
Lokasi 3 2 3 3
Ketepatan Delivery 1 5 7 6
Nilai Tambah 2 6 5 7
Strategi Marketing 8 7 1 2
Harga 7 8 10 8
Mutu SDM 10 9 8 10
Kepercayaan 6 1 2 1
S.O.P 9 10 9 9
Sumber : Johar Arifin (2005)

2) Faktor yang sudah dinilai dan diberi bobot tersebut pada table 1

dijadikan bahan kuesioner untuk dinilai oleh para pengguna jasa

warehouse, dengan menggunakan skala Likert : Sangat Baik (SB) =

5; Baik (B)= 4; Cukup Baik (CB)=3; Kurang Baik (KB)=2; Tidak

Baik (TB) = 1.

Menurut Riduwan (2004:86) skala likert adalah skala yang

digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang

52
atau sekelompok tentang kejadian atau gejala sosial. Dengan

menggunakan skala likert, maka variabel yang akan diukur

dijabarkan menjadi dimensi, dimensi dijabarkan menjadi sub

variabel kemudian sub variabel dijabarkan lagi menjadi indikator

yang dapat diukur, dan keterukuran yang didapat dijadikan titik

tolak untuk membuat item instrumen yang berupa pertanyaan atau

pernyataan yang perlu dijawab oleh responden.

3) Hasil akhir menentukan perbandingan penilaian jasa pelayanan

warehouse antar freighter yang terbaik, dan mengevaluasinya

sesuai pendekatan Benchmarking (Patok Duga) sesuai manajemen

operasional dalam manajemen mutu terpadu (TQM = Total Quality

Management).

2. Tujuan Benchmarking

Tujuan benchmarking adalah menetapkan credit goals dan terus

melakukan continous improvement untuk membantu perusahaan meraih

tingkat performance terdepan yang mampu memenuhi harapan-harapan

konsumen (customer expectation) yang terus meningkat. Menurut James

H. Trask, director of international competitive analysis di General Motors

Corporation, mendeskripsikan tujuan benchmarking menjadi dua bagian

utama, yaitu : To Learn and Improve. Gambar 2.1 menunjukkan

bagaimana tujuan benchmarking yang berubah seiring dengan perubahan

pendewasaan perusahaan dalam perjalanan peningkatan kualitas.

3. Perkembangan Benchmarking

53
Benchmarking tidak bermula langsung sebagai benchmarking, namun

bermula pada sebuah kebutuhan informasi dan sebuah keinginan untuk

mempelajari dengan cepat bagaimana cara mengkoreksi atau mencari solusi

dari permasalahan yang ada dalam bisnis.

Menurut Robert Camp, Manajer Kompetensi Bencmarking dari Xeroc

Corporation, ada empat tipe dasar dari bencmarking, yaitu :

a. Internal Benchmarking

Internal Benchmarking adalah perbandingan teknik kerja yang sama

antar operasi di dalam sebuah perusahaan. Di dalam setiap perusahaan

terdapat departemen atau divisi lain yang mungkin menjalankan teknik

kerja yang sama atau meirip. Jika memang ini benar, maka rekan

benchmarking pertama yang mungkin ada adalah di perusahaan sendiri.

b. Competitive Benchmarking

Competitive Benchmarking adalah perbandingan antara pesaing

dengan pesaing. Melakukan benchmarking terhadap pesaing merupakan

bagian yang penting dari perbandingan secara eksternal. Namun

bencmarking bukanlah spionase industri, melainkan pengumpulan

informasi industrial, dan beberapa proses harus dijalani sesuai dengan

kode etik dan peraturan hukum yang berlaku.

c. Functional Benchmarking

Functional Benchmarking adalah perbandingan fungsi antara

perusahaan inisiator dengan perusahaan target yang berbeda jenis

industrinya. Sebuah studi bencmarking tidak hanya terbatas pada satu

54
jenis industri saja bila memang ada industri lain yang memiliki

performance jauh lebih baik pada fungsi yang sama.

d. Generic Bencmarking

Generic Benchmarking adalah jenis dari Functional Benchmarking

yang melihat pada proses bisnis, baik dari industri yang sama maupun

dengan yang berbeda.

55
BAB III

GAMBARAN UMUM PT. BIG OCEAN TRANSPORTAMA

A. Sejarah Singkat Perusahaan

PT. Big Ocean Transportama adalah sebuah perusahaan yang bergerak

di bidang jasa Freight Forwader dan Ekspidisi Muatan Kapal Laut atau atau

Udara (EMKL/EMKU) yang didirikan pada 20 Januari 2000 dengan akte

notaries R. Muhammad Hedarmawa,.SH No.8 dengan nama PT. Big Ocean

Transportama , merupakan Perusahaan Modal Asing (Korea) dengan

No.916/PMA/1999 pada tertanggal 28 Desember di Indonesia. Kini PT. Big

Ocean Transportama berdomisili pada Kokan Permata Kelapa Gading Blok C

No. 18, Jl. Boulevard Raya Kelapa Gading Jakarta Utara.

Sejak berdiri sampai saat ini PT. Big Ocean Transportama yang

berjalan selama 12 tahun dan sudah banyak kendala dan hambatan yang

dihadapi namun berkat upaya kerja keras dari manajemen dan kerjasama

sesama karyawan maka tahapan krisis yang dihadapi dapat terlewati dengan

baik, sementara masih banyak perusahaan Freight Forwader dan Ekspedisi

Muatan Kapal Laut/ Udara lain yang hancur dengan situasi perekonomian

yang belum membaik dan akhirnya berakibat gulung tikar. Kini PT. Big

Ocean Transportama sudah berkembang dengan baik dan merupakan salah

satu perusahaan Freight Forwader dan Ekspidisi Muatan Kapal/ Udara

(EMKL/EMKU) terbaik di Indonesia yang keberadaannya dapat dapat

diperhitungkan oleh perusahaan Freight Forwader dan EMKL/EMKU

lainnya. Pada karirnya PT. Big Ocean Transportama selalu menjaga kepuasan

56
pelayanan terhadap pelanggan dan berkomitmen untuk melayani dengan

kualitas pelayanan terbaik dari para pesaingnya.

PT. Big Ocean Transportama mampu menjaga reputasi yang baik

demi kerjasama yang baik perusahaannya memiliki staf ahli dibidangnya

masing-masing dan handal menangani segala jenis dokumen, dengan

keahliannya, pengalaman, profesionalitas serta memiliki kedisiplinan yang

tinggi mampu menjadi yang lebih baik dari pada pesaingnya tentunya dengan

ilmu pengetahuan dan banyak pengalaman untuk menangani seluruh aspek-

aspek pada perusahaan freight forwading.

B. Visi dan Misi


1. Visi PT. Big Ocean Transportama

Menjadi perusahaan freight forwading dan transportama logistik

utama yang terbaik dengan penyediaan fasilitas dan pelayanan terpercaya

kepada pelanggan.

2. Misi PT. Big Ocean Transportama


a. Mendukung pelayanan kepabeanan yang efisien dan efektif untuk

menjamin daya saing perindustrian transportasi logistik.


b. Melayani sistem distribusi muatan kapal laut dan udara dengan

bongkar muat yang efisien, efektif, dan aman sampai ke tempat

tujuan.
c. Mampu memberi solusi terbaik dalam permasalahan pada dunia

logistik dan tranportasi yang professional.


d. Memupuk keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan

perusahaan.
e. Mendukung kesejahteraan karyawan demi kemajuan perusahaan.

57
C. Organisasi dan Manajemen Perusahaan
1. Struktur Organisasi

Adanya struktur yang mapan sangat diperlukan untuk menjamin

agar rencana perusahaan dapat dilaksanakan. Bentuk Struktur Organisasi

PT. Big Ocean Transportama.


Gambar III.1
Struktur Organisasi PT. Big Ocean Transportama

58
Sumber : PT. Big Ocean Transportama, 2012

2. Manajemen Organisasi

Berikut pemegang wewenang lini pada PT. Big Ocean

Transportama yang memiliki kekuasaan, hak dan tanggung jawab

keputusan, dan kebijakan agar tercapainya tujuan perusahaan :

a. Komisaris

59
Memiliki wewenang untuk mengawasi bentuk-bentuk perizinan sesuai

dengan peraturan yang berlaku pada pemerintah Indonesia mewakili PT.

Big Ocean Transportama yang merupakan Perusahaan Modal Asing serta

mewakili dari pemegang saham.

b. Direktur Utama

Memiliki wewenang dalam menetapkan kebijakan perusahaan,

mengkoordinir, mengawasi dan menetapkan tugas serta tanggung jawab

kepada bawahannya untuk mencapai tujuan perusahaan yang ditetapkan.

c. Direktur

Tugas utamanya adalah membuat rencana anggaran perusahaan dan

menganggarkan seluruh nilai pendapatan dan pengeluaran PT. Big Ocean

Transportama termasuk semua divisi usaha operasional.

d. Manajer Ekspor dan Impor

Tugas utamanya adalah sebagai berikut :

1) Merencanakan, mengorganisasikan dan mengendalikan fasilitas

pelaksana operasional pelayanan dokumen dan pengiriman

muatan/ barang ekspor atau impor maupun antar pulau.


2) Merencanakan, mengkoordinasi dan mengendalikan fasilitas

pelayanan petikemas ekspor impor maupun antar pulau melalui

transportasi (trucking service) yang meliputi :


3) Kegiatan Pengiriman Barang
4) Kegiatan Pemuatan Barang
5) Kegiatan Bongkar Barang
6) Mengusulkan dan mengkaji dokumen kontrak kerja dengan

pelanggan.

60
7) Mengawasi dan menerima laporan jalannya proses kegiatan

ekspor atau impor yang dikerjakan oleh bagian staff dan

operasional lapangan sesuai sistem dan prosedur kerja baik secara

teknis maupun administrative.


e. Staf Ekspor dan Impor

Tugas utamanya adalah sebagai berikut :

1) Menerima dokumen dari customer (pelanggan) sebagai job order

dan mencari informasi dari pihak pelayaran, freight forwader,

perusahaan bongkar muat, gudang dll.


2) Merencanakan, mengkoordinasi kelengkapan jenis dokumen dari

pihak terkait seperti pelayaran, agent, PBM (Perusahaan Bongkar

Muat) dan mengkoordinasi dengan bagian trucking.


3) Memberikan informasi tahapan proses kerja baik yang akan

dilakukan maupun yang telah dilakukan secara berkala kepada

pelanggan.
4) Memberikan laporan daily sebagai hasil monitoring kepada

manager.
f. Operasional Ekspor dan Impor

Tugas utamanya adalah sebagai berikut :

1) Menerima dokumen dari staf Ekspor dan Impor


2) Merencanakan, mengorganisasikan, dokumen secara keseluruhan

untuk proses custom clearance (pengurusan dokumen

kepabeanan).
3) Melaporkan seluruh kegiatan yang direncanakan atau yang telah

dilaksanakan pada cutom clearance kepada staf Ekspor atau

Impor.

61
4) Mengawasi proses pemuatan atau bongkar barang hingga ke

tempat tujuan.
g. Manajer Warehouse / gudang

Tugas Utamanya adalah :

1) Sebagai pimpinan puncak divisi warehouse khususnya dalam

kegiatan operasional gudang bertanggung jawab penuh atas

perencanaan, pelaksanaan serta pengendalian seluruh kegiatan

sehingga target ataupun parameter yang distandarkan perusahaan

dapat tercapai.
2) Kegiatan Pengiriman Barang (delivery)
3) Kegiatan Pemuatan Barang (loading)
4) Kegiatan Bongkar Barang(unloading)
5) Kegiatan Penerimaan Barang (Receiving)
6) Mengawasi dan menerima laporan jalannya proses kegiatan

penerimaan atau pengeluaran barang dari gudang yang dikerjakan

oleh bagian staff dan operasional lapangan sesuai sistem dan

prosedur kerja baik secara teknis maupun administrative.


h. Staf Gudang

Tugas utamanya adalah :

1) Menerima dokumen dari staff ekspot & import sebagai job order

dan mencari informasi dari pihak (cutomer ) pelangan.


2) Merencanakan, mengkoordinasi kelengkapan jenis dokumen dan

barang dari divisi ekspor dan impor dan mengkoordinasi dengan

bagian operasional gudang .


3) Memberikan informasi tahapan proses kerja baik yang akan

dilakukan maupun yang telah dilakukan secara berkala kepada

pelanggan.

62
4) Memberikan laporan daily sebagai hasil monitoring kepada

manager.
i. Operasional Gudang

Tugas utamanya adalah:

1) Menerima dokumen dan barang dari shipper


2) Melakukan pengecekan dan pelabelan untuk barang yang diterima

digudang
3) Melakukan penumpukan barang digudang
4) Melakukan pemuatan barang yang akan dikirim dari gudang
j. Courier dan Driver

Tugas utamanya adalah sebagai berikut :

1) Membantu staf ekspor dan impor dalam proses pengambilan

dokumen, surat pengantar, surat D/O maupun B/L yang sesuai

pada perusahaan terkait.


2) Untuk supir-supir box bertindak sebagai courier pengangkut

muatan baik itu yang akan dimuat maupun dibongkar dari dan

atau ke tempat tujuan dengan efisien dan aman.


3. Kegiatan Usaha PT. Big Ocean Transportama

Ruang lingkup kegiatan pelayanan saat ini kegiatan usaha

dikelompokkan kedalam 4 (empat) unit usaha strategis yaitu :

Export/Import Document, Custom Clearance Service, Warehousing dan

Door to door Cargo Handling Service.

a. Export/Import Agent Document

Sebagai penyedia jasa pelayanan terhadap dokumen baik ekspor

maupun impor, PT. Big Ocean Transportama selalu berupaya untuk

63
mengembangkan cakupan pelayanan dan penetasi pasar dengan

menjawab keinginan pelanggan serta berusaha memberikan layanan yang

ramah, cepat, aman dan biaya yang kompetitif. Fasilitas Export/Import

Document untuk melayani dan menangani kegiatan penerbitan dokumen

dari berbagai Negara untuk impor khususnya dari Negara Korea (Busan

dan Icheon), Hongkong, China (Shanghai, Censen, Tiajin, Guangzhou)

dan India (Mumbai) sedangkan Negara tujuan untuk ekspor hanya

Negara Korea (Icheon dan Busan).Jenis Kegiatan Usahanya adalah

sebagai berikut:

1) Penerbitan Bill of Lading (B/L).


2) Penerbitan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) BC3.0 dan

Pemberitahuan Impor Barang (PIB) BC2.0 melalui sistem EDI

(Electronic Data Interchange).


b. Custom Clearance Service (Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan)

Merupakan penyedia pelayanan yang khusus untuk memenuhi

kebutuhan pelanggan dalam menangani dokumen agar dapat diproses

segala bentuk kepabeanannya pada saat custom clearance di Bea

Cukai. Karyawan yang handal, cepat dan tepat dalam menangani

setiap dokumen mampu memberi solusi terbaik untuk efisien dan

efektifnya setiap penanganan dokumen hal ini pun menjadi tolak ukur

PT. Big Ocean Transportama dalam memenuhi seluruh kebutuhan

para pelanggannya demi tercapainya arti kepuasan terhadap

pelanggan.

64
Berbagai Negara tujuan ekspor untuk pelayanan kepabeanan yaitu

Australia (Sydney dan Brisbane), Jepang (Osaka, Mizushima, Kobe, Nigata,

Tokyo dan Yokohama), Eropa (Le Havre, Hamburg, Rotterdam), Inggris

(Felixstowe, Preston dan Hatfield), Amerika (New York, Norfolk, Ontario,

Mundelein, Karsen, Texas dan Dallas), sedangkan berbagai Negara untuk

pelayanan kepabeanan impor khusunya dari Korea (Busan dan Incheon),

Hongkong, China (Shanghai, Censen, Tiajin, Guangzhou) dan India

(Mumbai). Jenis Kegiatan Usahanya adalah sebagai berikut:

1) Kegiatan custom clearance dokumen ekspor dan impor

melalui laut.
2) Kegiatan custom clearance dokumen ekspor dan impor

melalui udara.
c. Warehousing ( Pergudangan )

Merupakan penyedia pelayanan khusus untuk memenuhi kebutuhan pelanggan

dalam hal penanganan muatan digudang mulai dari penerimaan, penumpukan,

dan penyimpanan barang digudang sesuai dengan permintaan pelanggan.

Pengelolaan barang secara baik dapat menjaga barang yang disimpan didalam

gudang seperti harapan pelanggan, menjamin keamanan barang, penanganan

barang sesuai dengan jenis dan karakteristik barang tersebut

d. Door to door Cargo Handling Service

Merupakan penyedia pelayanan yang khusus untuk memenuhi kebutuhan

pelanggan dalam mengirim atau menyerahkan barang sesuai dengan

permintaan sampai ke tempat tujuan. Tepat waktu, efisien, dan aman dalam

65
melaksanakan kegiatan bongkar maupun muat barang mampu menjadi

keunggulan dari kepercayaan yang telah diberikan oleh pelanggan.

D. Fasilitas dan Peralatan PT. Big Ocean Transportama

Tabel III.1
Fasilitas dan Peralatan PT. Big Ocean Transportama
Nama Fasilitas dan Peralatan Keterangan Kapasitas
Komputerisasi Sistem EDI (Electronic Data 1 (satu) Unit -

Interchange) modul PIB dan PEB versi 5


Mobil Fuso 1 (satu) Unit 9 Ton
Mobil Box 2 (dua) Unit 3,5 Ton
Mobil Box 1 (satu) Unit 0,5 Ton
Trailer dan Head Truck (outsourcing) 30 (tiga puluh) Unit 30 Cbm

20 (dua puluh feet)


Trailer dan Head Truck (outsourcing) 40 (empat puluh) Unit 60 Cbm

40 (empat puluh feet)


Sumber : PT. Big Ocean Transportama, 2012

66
BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

G. Analisis Tingkat Pelayanan Jasa Warehousing Yang Dihasilkan Oleh PT.

Big Ocean Transportama dengan PT. Buana Jaya Cargo dan PT. Cipta

Krida Bahari.

Pergudangan pada dasarnya merupakan serangkaian kegiatan yang

menagani / melayani pengurusan barang / logistik dalam gudang, baik yang

bersifat administratif maupun pelaksanaan tatakerja, tata ruang, maupun tata

usaha. Secara lebih operasional, pergudangan merupakan serangkaian

kegiatan pelayanan pengurusan barang mulai dari kegiatan receiving /

penerimaan, putaway / pemindahan barang , order picking / pengambilan

barang, storage / penyimpanan, dan shipping / pengiriman barang dari

gudang . Kegiatan tersebut merupakan hal yang umum dilakukan oleh

perusahaan jasa pergudangan yang memiliki gudang sendiri dalam

menjalankan bisnisnya.

Pada dasarnya pelayanan terhadap pelanggan di gudang merupakan

salah satu kunci keberhasilan perusahaan dalam menghadapi persaingan jasa

pergudangan pada saat ini. PT. Big Ocean yang merupakan perusahaan

67
pergudangan yang menangani pelayanan barang di gudang juga harus

meningkatkan kualitas pelayanannya agar perusahaan tersebut dapat bertahan

dan mengembangkan terus bisnisnya dari perusahaan pesaingnya. Untuk

meningkatkan kualitas pelayanan di gudang PT. Big Ocean Transportama,

maka analisis benchmarking (patok duga) digunakan untuk membandingkan

kualitas pelayanan antara PT. Big Ocean Transportama dengan perusahaan

perusahaan pembandingnya, yaitu PT. Buana Jaya Cargo dan PT. Cipta Krida

Bahari.

Dalam mengukur tingkat kualitas pelayanan jasa warehousing

perusahaan tersebut maka langkah pertama adalah melakukan menilai

beberapa faktor untuk menilai kualitas pelayanan jasa warehousing terhadap

pelanggan PT. Big Ocean Transportama dengan PT. Buana Jaya Cargo dan

PT. Cipta Krida Bahari dengan demikian dapat diketahui kualitas pelayanan

jasa warehousing masing-masing perusahaan.

Untuk mendukung penyelesaian masalah dengan analisis

Benchmarking (Patok Duga) terlampir kisi-kisi penelitian pada tabel VI.1

yang dijadikan bahan kuestioner untuk dinilai oleh para pengguna jasa

warehousing, dengan menggunakan skala Likert : Sangat Baik (SB) = 5; Baik

(B) = 4; Cukup Baik (CB) = 3; Kurang Baik (KB) = 2; Tidak Baik (TB) = 1

dengan jumlah 87 responden untuk masing masing perusahaan sebagai

berikut ; PT. Big Ocean Transportama = 29 responden, PT. Buanan Jaya

Cargo = 23 responden dan PT. Cipta Krida Bahari = 35 responden.

68
Tabel IV.1
Variabel Instrumen Penilaian Pelanggan
No. Pernyataan Pilihan Jawaban Anda
RECEIVING / PENERIMAAN
T S
1. Pembongkaran produk aktual dari moda pengangkutan
B
1 2 3 4 5
B
T S
2. Pembaruan catatan persediaan gudang
B
1 2 3 4 5
B
T S
3. Pemeriksaan kerusakan barang
B
1 2 3 4 5
B
T
4. Verifikasi perhitungan barang masuk
B
1 2 3 4 5
Penerimaan langsung ke dermaga pengiriman barang (cross T S
5. docking) B
1 2 3 4 5
B
PUTAWAY / PEMINDAHAN
T S
6. Pemindahan barang langsung ke tempat penyimpanan
B
1 2 3 4 5
B
T S
7. Pemindahan kedaerah-daerah untuk spesialisasi penyimpanan
B
1 2 3 4 5
B
T S
8. Perpindahan Untuk pengiriman keluar gudang
B
1 2 3 4 5
B
ORDER PICKING / PENGAMBILAN PESANAN
T S
9. Pengambilan seluruh muatan
B
1 2 3 4 5
B
T S
10. Pengambilan sebagian muatan
B
1 2 3 4 5
B
T S
11. Pengambilan muatan per zona
B
1 2 3 4 5
B
STORAGE / RUANG PENYIMPANAN
T S
12. Kapasitas muat lantai
B
1 2 3 4 5
B
T S
13. Jumlah, ukuran dan lokasi pintu-pintu
B
1 2 3 4 5
B
T S
14. Jarak, ukuran dan jumlah kolom
B
1 2 3 4 5
B
SHIPPING / PENGIRIMAN
T S
15. Pengeluaran barang
B
1 2 3 4 5
B
T S
16. Pemeriksaan barang yang akan dikapalkan
B
1 2 3 4 5
B
T S
17. Verifikasi perhitungan barang keluar
B
1 2 3 4 5
B
Sumber Data : Edward Frazelle (2005:56)

Metode benchmarking perbandingan pelayanan jasa warehousing di

laksanankan pada PT. Big Ocean Transportama sebagai pelaksana

benchmarking, PT. Buana Jaya Cargo dan PT. Cipta Krida Bahari sebagai

69
perusahaan pembanding benchmarking. Berdasarkan tabel IV.1 pelaksanaan

benchmarking ini dengan mengedepankan lima aspek dalam meningkatkan

kualitas pelayanan jasa warehousing sesuai dengan kondisi PT. Big Ocean

Transportama. Kunci sukses peningkatan kualitas pelayanan jasa

warehousing melalui metoda benchmarking meliputi lima aspek , yaitu

receiving / penerimaan, putaway / pemindahan, order picking / pengambilan

pesanan, storage / penyimpanan, dan shipping / pengiriman dengan

menggunakan tujuh belas indikator seperti : Pembongkaran produk aktual

dari moda pengangkutan, Pembaruan catatan persediaan gudang,

Pemeriksaan kerusakan barang, Verifikasi perhitungan barang masuk,

Penerimaan langsung ke dermaga pengiriman barang (cross docking),

Pemindahan barang langsung ke tempat penyimpanan, Pemindahan kedaerah-

daerah untuk spesialisasi penyimpanan, Perpindahan Untuk pengiriman

keluar gudang, Pengambilan seluruh muatan, Pengambilan sebagian muatan,

Pengambilan muatan per zona, Kapasitas muat lantai, Jumlah, ukuran dan

lokasi pintu-pintu, Jarak, ukuran dan jumlah kolom, Pengeluaran barang,

Pemeriksaan barang yang akan dikapalkan, Verifikasi perhitungan barang

keluar. Berikut hasil tabulasi kuisioner faktor kualitas layanan yang

dilakukan untuk masing- masing ahli PT. Big Ocean Transportama, PT.

Buana Jaya Cargo dan PT. Cipta Krida Bahari pada tabel IV.2 sebagai bahan

acuan perbandingan pelayanan jasa warehousing untuk masing masing

perusahaan.

70
Tabel IV.2
Faktor Kualitas Layanan Yang Dinilai Ahli
RANK BO
RATA- PENILAIA BOBO BO
AHLI RATA N T T
TO
No.
Kod PT. PT. PT. TA MANAJE %
e FAKTOR YANG DINILAI BOT BJC CKB L SKOR MEN
RECEIVING
Pembongkaran produk aktual dari
0.034 3.45
1 moda pengangkutan 1 15 17 33 11.000 5
Pembaruan catatan persediaan
0.048 4.83
2 gudang 14 4 10 28 9.333 7
10.3
0.103
3 Pemeriksaan kerusakan barang 5 9 2 16 5.333 15 4
Verifikasi perhitungan barang
0.014 1.38
4 masuk 10 14 16 40 13.333 2
Penerimaan langsung ke dermaga
0.069 6.90
5 pengiriman (cross docking) 12 7 4 23 7.667 10
PUTAWAY
Pemindahan barang langsung ke 11.7
0.117
6 tempat penyimpanan 1 2 1 4 1.333 17 2
Pemindahan ke daerah-daerah 11.0
0.110
7 untuk spesialisasi penyimpanan 6 3 6 15 5.000 16 3
Perpindahan untuk pengiriman
0.041 4.14
8 keluar 16 12 3 31 10.333 6
ORDER PICKING
9 Pengambilan Seluruh muatan 2 11 5 18 6.000 13 0.090 8.97
10 Pengambilan sebagian muatan 7 8 11 26 8.667 8 0.055 5.52
11 Pengambilan muatan per zona 17 10 7 34 11.333 4 0.028 2.76
STORAGE
12 Kapasitas muatan lantai 3 5 9 17 5.667 14 0.097 9.66
Jumlah, ukuran dan lokasi pintu-
0.021 2.07
13 pintu 8 17 14 39 13.000 3
14 Jarak, ukuran dan jumlah kolom 11 1 8 20 6.667 12 0.083 8.28
SHIPPING
15 Pengeluaran barang 15 16 13 44 14.667 1 0.007 0.69
Pemeriksaan barang yang akan
0.076 7.59
16 dikapalkan 4 6 12 22 7.333 11
Verifikasi perhitungan barang
0.0 6.21
17 keluar 9 1 15 25 8.333 9
100.
TOTAL 17 00
Sumber data diolah sendiri melalui kuisioner

Berdasarkan tabel IV.2 diatas bobot faktor kualitas layanan yang

dinilai oleh ahli masing-masing perusahaan berturut-turut bobot dari prioritas

paling tinggi adalah pengeluaran barang (15), verifikasi perhitungan barang

71
masuk (4), jumlah, ukuran dan lokasi pintu-pintu (13), pengambilan muatan

per zona (11), pembongkaran produk aktual dari moda pengangkutan (1),

perpindahan untuk pengiriman keluar (8), pembaruan catatan persediaan

gudang (2), pengambilan sebagian muatan (10), verifikasi perhitungan barang

keluar (17), penerimaan langsung ke dermaga pengiriman (cross docking) (5),

pemeriksaan barang yang akan dikapalkan (16), jarak, ukuran dan jumlah

kolom (14), pengambilan seluruh muatan (9), kapasitas muatan lantai (12),

pemeriksaan kerusakan barang (3), pemindahan ke daerah-daerah untuk

spesialisasi penyimpanan (7), pemindahan barang langsung ketempat

penyimpanan (6)

1. Tingkat Pelayanan Jasa Warehousing PT. Big Ocean Transportama Pada

Tahun 2012

Berdasarkan tabel IV.3 hasil tabulasi faktor penilaian kualitas pelayanan yang

dilakukan pelanggan PT. Big Ocean Transportama untuk mengetahui tingkat

pelayanan dan skor penilaiannya mulai dari yang tertinggi sampai yang

terendah untuk pelanggan PT. Big Ocean Transportama adalah perpindahan

untuk pengiriman keluar (8) skor 3414, verifikasi perhitungan barang masuk

(4), pemindahan langsung ke tempat penyimpanan (6), pengambilan muatan

per zona (11) dengan skor 3379, pemeriksaan barang yang akan dikapalkan

(16) skor 3345, pembongkaran produk aktual dari moda pengangkutan (1),

jarak, ukuran dan jumlah kolom (14) skor 3310, pengambilan sebagian

muatan (10) skor 3241, jumlah, ukuran dan lokasi pintu-pintu (13),

pengeluaran barang (15) skor 3172, pengambilan seluruh muatan (9) skor

72
3138, pembaruan catatan persediaan gudang (2), kapasitas muatan lantai (12)

skor 3103, verifikasi perhitungan barang keluar (17) skor 2966, pemeriksaan

kerusakan barang (3), penerimaan langsung ke dermaga pengiriman / cross

docking (5) skor 2897, dan yang terendah perpindahan kedaerah-daerah untuk

spesialisasi penyimpanan (7) skor 2759.

73
2. Tingka

Pelayanan Jasa Warehousing PT. Buana Jaya Cargo Pada Tahun 2012.

Berdasarkan tabel IV.4 hasil tabulasi faktor penilaian kualitas pelayanan yang

dilakukan pelanggan PT. Buana Jaya Cargo untuk mengetahui tingkat

pelayanan dan bobot penilaiannya mulai dari yang tertinggi sampai yang

74
terendah untuk pelanggan PT. Buana Jaya Cargo adalah verifikasi

perhitungan barang masuk (4) , pengambilan muatan per zona (11) skor 3348,

perpindahan untuk pengiriman keluar (8) skor 3261, pembongkaran produk

aktual dari moda pengangkutan (1) dan pemindahan langsung ke tempat

penyimpanan (6) skor 3217, jarak, ukuran dan jumlah kolom (14) dan

pemeriksaan barang yang akan dikapalkan (16) skor 3174, pengambilan

sebagian muatan (10) dan pengeluaran barang (15) skor 3130, pengambilan

seluruh muatan (9) skor 3000, kapasitas muatan lantai (12) dan jumlah,

ukuran dan lokasi pintu-pintu (13) skor 2957, pembaruan catatan persediaan

gudang (2) skor 2913, pemeriksaan kerusakan barang (3) skor 2826,

penerimaan langsung ke dermaga pengiriman / cross docking (5) skor 2783,

verifikasi perhitungan barang keluar (17) skor 2696 dan yang terendah

perpindahan kedaerah-daerah untuk spesialisasi penyimpanan (7) skor 2565.

75
3. Tingkat

Pelayanan Jasa Warehousing PT. Cipta Krida Bahari Pada Tahun 2012

76
Berdasarkan tabel IV.5 hasil tabulasi faktor penilaian kualitas pelayanan yang

dilakukan pelanggan PT. Cipta Krida Bahari untuk mengetahui tingkat

pelayanan dan bobot penilaiannya mulai dari yang tertinggi sampai yang

terendah untuk pelanggan PT. Cipta Krida Bahari adalah perpindahan untuk

pengiriman keluar (8) skor 3486, verifikasi perhitungan barang masuk (4)

skor 3514, pembongkaran produk aktual dari moda pengangkutan (1) dan

pengambilan muatan per zona (11) skor 3371, jarak, ukuran dan jumlah

kolom (14) skor 3343, pemindahan langsung ke tempat penyimpanan (6) skor

3314, pengambilan sebagian muatan (10) dan pemeriksaan barang yang akan

dikapalkan (16) skor 3257, pengeluaran barang (15) dan jumlah, ukuran dan

lokasi pintu-pintu (13) skor 3200, kapasitas muatan lantai (12) skor 3086,

pembaruan catatan persediaan gudang (2) skor 3057, pengambilan seluruh

muatan (9) skor 3000, verifikasi perhitungan barang keluar (17) skor 2914,

pemeriksaan kerusakan barang (3) skor 2886, penerimaan langsung ke

dermaga pengiriman / cross docking (5) skor 2829, dan yang terendah

perpindahan kedaerah-daerah untuk spesialisasi penyimpanan (7) skor 2686.

77
Berdasarkan hasil analisis tingkat pelayanan jasa warehousing pada

masing masing perusahaan freight forwarding yaitu, PT. Big Ocean

Transportama, PT. Buana Jaya Cargo dan PT. Cipta Krida Bahari dapat kita

78
bandingkan respon pelanggan untuk masing masing indikator pelayanan

pada ketiga perusahaan tersebut berbeda-beda seperti pada PT. Big Ocean

Transportama prioritas pelayanan yang mendapat skor tertinggi adalah pada

aspek pelayanan putaway dengan indikator penilaian perpindahan untuk

pengiriman keluar (8) mendapat skor 3414 dibandingkan dengan aspek

pelayanan lainnya dan yang mendapat skor terendah adalah aspek putaway

dengan indikator penilaian perpindahan kedaerah-daerah untuk spesialisasi

penyimpanan (7) skor 2759. Sedangkan pada PT. Buana Jaya Cargo prioritas

pelayanan yang mendapat skor tertinggi adalah aspek pelayanan receiving

dengan indikator penilaian verifikasi perhitungan barang masuk (4) dengan

skor 3348 dibandingkan dengan indicator lainnya dan yang mendapat skor

terendah adalah aspek pelayanan putaway dengan indikator penilaian

perpindahan kedaerah-daerah untuk spesialisasi penyimpanan (7) skor 2565.

Dan untuk PT. Cipta Krida Bahari prioritas pelayanan yang mendapat skor

tertinggi adalah aspek putaway dengan indikator penilaian perpindahan untuk

pengiriman keluar (8) skor 3486 dan yang mendapat skor terendah adalah

aspek pelayanan putaway dengan indikator perpindahan kedaerah-daerah

untuk spesialisasi penyimpanan (7) skor 2686.

H. Analisis Gambaran Perbandingan Persaingan Pelayanan Jasa

Warehousing Antara PT. Big Ocean Transportama, PT. Buana Jaya

Cargo dan PT. Cipta Krida Bahari di Jakarta.

Perbandingan persaingan pelayanan jasa warehousing diukur

berdasarkan metode benchmarking yang meliputi lima aspek pelayanan jasa

79
warehousing yaitu, receiving / penerimaan barang di gudang, putaway /

pemindahan barang di gudang, order picking / pengambilan barang di gudang

, storage / penyimpanan barang dan shipping / pengiriman barang dari

gudang. Penilaian pelayanan jasa warehousing dengan menggunakan tujuh

belas indikator . Berdasarkan tabel IV.6 dapat diketahui perbandingan

pelayanan jasa warehousing PT. Big Ocean dengan perusahaan

pembandingnya yaitu, PT. Buana Jaya Cargo dan PT. Cipta Krida Bahari.

1. Aspek Pelayanan Receiving / penerimaan barang di gudang

Penilaian pelayanan pada aspek receiving / penerimaan barang

digudang didasarkan pada indikator pembongkaran produk aktual dari

moda pengangkutan, pembaruan catatan pada persediaan gudang,

pemeriksaan kerusakan barang, verifikasi perhitungan barang masuk,

penerimaan langsung ke dermaga pengiriman (cross docking).

a. Pembongkaran produk aktual dari moda pengangkutan

Pada saat pembongkaran barang / produk dari moda pengangkutan ke

gudang perusahaan freight forwarding memerlukan penanganan yang baik

dan peralatan yang layak agar barang yang akan di bongkar tidak

mengalami kerusakan. Tiap tiap perusahaan freight forwarding sangat

teliti dan hati-hati pada saat pembongkaran barang ke gudangnya. Hal

inilah yang diingikan pelanggan agar barang yang di bongkar dari moda

pengangkutannya di gudang carrier tetap dalam kondisi baik.

80
Berdasarkan hasil wawancara dan kuisioner kepada pelanggan

masing-masing perusahaan freight forwarding diperoleh hasil PT. Cipta

Krida Bahari mendapat

81
nilai terbaik dibandingkan dengan PT. Buana Jaya Cargo dan

PT. Big Ocean Transportama. PT. Cipta Krida Bahari mendapat nilai

0,1102 sedangkan nilai antaranya PT. Buana Jaya Cargo 0,1051 dan yang

terendah adalah PT. Big Ocean Transportama 0,1082. Kekurangan PT.

Big Ocean Transportama dari PT. Cipta Krida Bahari dan PT. Buana Jaya

Cargo sebagai perusahaan pembandingnya menurut responden adalah

pada saat pembongkaran produk/barang aktual dari moda pengangkutan

tidak ada petugas yang mengawasi kegiatan tersebut sehinggan pelanggan

sering komplain kepada manajemen akibat pembongkaran muatan yang

buruk dari moda pengangkutan ke gudang PT. Big Ocean Transportama.

b. Pembaruan catatan persediaan gudang

Pembaruan catatan persediaan gudang harus dilakukan oleh petugas

admin gudang setiap perusahaan. Berdasarkan tabel IV.6 PT. Big Ocean

Transportama lebih unggul dalam hal pembaruan catatan persediaan

gudang dibandingkan dengan PT. Buana Jaya Cargo dan PT. Cipta Krida

Bahari. PT. Big Ocean Transportama memperoleh nilai tertinggi 0, 1420 ,

PT. Buana Jaya Cargo memperoleh nilai antara yaitu, 0,1333 dan PT.

Cipta Krida Bahari memperoleh nilai terendah 0,1399.

Pembaruan catatan persediaan gudang pada dasarnya sama akan tetapi

PT. Big Ocean Transportama hampir tidak ada barang yang terlewat untuk

82
diperbarui catatannya dibandingkan dengan PT. Buana Jaya Cargo dan

PT. Cipta Krida Bahari. Hal ini dikarenakan petugas admin di gudang PT.

Big Ocean Transportama lebih teliti dan petugasnya adalah perempuan

sedangkan diperusahaan pembandingnya mayoritas laki-laki dan kurang

teliti dalam melakukan tugasnya.

c. Pemeriksaan kerusakan barang

Barang yang di terima di gudang perusahaan freight forwarding

seharusnya dalam kondisi yang baik seperti yang diinginkan pelanggan.

Berdasarkan hasil tabel IV.6 dapat diketahui bahwa PT. Big Ocean

Transportama memperoleh nilai tertinggi 0,2480, sedangkan PT. Buana

Jaya Cargo mendapat nilai antara yaitu 0,2771 dan PT. Cipta Krida Bahari

0,2829. Hal ini dikarenakan PT. Big Ocean Transportama dalam melayani

pemeriksaan kerusakan barang sangat koperatif dengan pelanggannya dan

dalam pemeriksaan barang tersebut dilengkapi dengan foto dan

kronologis yang dilaporkan kepada pelanggan apabila didapati kerusakan

pada barang yang di kirim ke gudang PT. Big Ocean Transportama.

Berbeda dengan PT. Buana Jaya Cargo dan PT. Cipta Krida Bahari sering

terlambat dalam menyampaikan laporan kerusakan barang kepada

pelanggannya hal ini disebabkan karena petugas pemeriksanya lalai dan

tidak disiplin dalam memeriksa barang yang diterima di gudang.

d. Verifikasi perhitungan barang masuk

Barang yang masuk ke gudang harus diverifikasi sesuai dengan

kuantitas barangnya sehingga tidak ada barang yang hilang dan tertinggal.

83
Berdasarkan tabel IV.6 verifikasi perhitungan barang masuk dapat

diperoleh bahwa PT. Cipta Krida Bahari memperoleh penilaian tertinggi

0,0459, PT. Buana Jaya Cargo memperoleh nilai antara 0,0438, dan nilai

terendah PT. Big Ocean Transportama dengan nilai 0,0442. Dalam

verifikasi perhitungan barang masuk PT. Cipta Krida Bahari

menggunakan teknologi barcoding sehingga memudahkan dan

mempercepat perhitungannya sedangkan PT. Buana Jaya Cargo dan PT.

Big Ocean Transportama masih menggunakan cara perhitungan manual

sehingga memperlambat verifikasi perhitungan barang masu ke gudang.

e. Penerimaan langsung ke dermaga pengiriman (cross docking)

Penerimaan langsung ke dermaga pengiriman (cross docking)

merupakan layanan khusus untuk barang-barang yang dibutuhkan

pelanggan dengan segera dan banyak lokasi yang akan dikirim. Pelayanan

ekstra untuk barang barang cross docking sangat diharapkan pelanggan.

Berdasarkan tabel 4.6 dapat diketahui bahwa PT. Big Ocean

Transportama memperoleh nilai tertinggi 0,1893, sedangkan nilai

antaranya PT. Buana Jaya Cargo yaitu 0,1819 dan nilai terendah diperoleh

PT. Cipta Krida Bahari 0,1849.

PT. Big Ocean Transportama unggul dalam pelayanan penerimaan

langsung ke dermaga pengiriman (cross docking) karena merupakan

pelayanan prioritas sehingga banyak pelanggan yang memberikan respon

yang tinggi untuk hal tersebut. Sedangkan untuk PT. Buana Jaya Cargo

84
dan PT. Cipta Krida Bahari kurang dalam memperhatikan pelayanan

tersebut .

2. Aspek Pelayanan Putaway / Pemindahan barang di dalam gudang.

Penilaian pada aspek pelayanan putaway / di dalam gudang

memiliki tiga indicator penilaian yaitu pemindahan barang langsung ke

tempat penyimpanan (6), perpindahan ke daerah daerah untuk

spesialisasi penyimpanan (7), perpindahan untuk pengiriman ke luar (8).

a. Pemindahan barang langsung ke tempat penyimpanan

Setelah memalui proses receiving barang dipindahkan ke lokasi

penyimpanan sesuai dengan jenis, bentuk dan karakteristik barang agar

barang tersebut tidak salah penempatan pada saat dipindahkan ke tempat

penyimpanan. Berdasarkan tabel IV.6 PT. Big Ocean Transportama

memperoleh nilai tertinggi 0,3755 dibandingkan dengan perusahaan

pesaingnya, nilai antara diperoleh PT. Buana Jaya Cargo dengan nilai

0,3575 dan nilai yang terendah diperoleh PT. Cipta Krida Bahari 0,3683.

PT. Big Ocean Transportama lebih unggul dalam hal pemindahan

barang ke lokasi penyimpanan lebih cepat karena alur gudang yang lurus

sehingga barang lebih mudah di pindahkan sedang pada PT. Buana Jaya

Cargo dan PT. Cipta Krida Bahari perpindahan barang ke lokasi

penyimpanan lebih lambat karena alur di dalam gudang berkelok-kelok

sehingga memakan banyak waktu.

b. Perpindahan ke daerah-daerah untuk spesialisasi penyimpanan

85
Perpindahan barang ke daerah-daerah untuk spesialisasi penyimpanan

di dasarkan pada penyortiran barang pada saat barang di terima untuk

dipisahkan berdasarkan karakteristk barang, destinasi barang dan daerah

asal barang tersebut. Berdasarkan tabel IV.6 dapat diketahui bahwa PT.

Big Ocean Transportama memperoleh nilai tertinggi 0,2885 dibanding

perusahaan pesaingnya yaitu PT. Buana Jaya Cargo memperoleh nilai

antara 0,2683 dan PT. Cipta Krida Bahari memperoleh nilai terendah

yaitu 0, 2809.

Pada dasarnya kegiatan pemindahan ke daerah-daerah untuk

spesialisasi penyimpanan pada masisng-masing gudang perusahaan

sama. PT. Big Ocean Transportama lebih unggul dari perusahaan

pesaingnya karena PT. Big Ocean Transportama hanya memiliki beberapa

pelanggan dengan destinasi yang sama sehingga lebih memudahkan

petugas untuk memindahkan ke daerah-daerah untuk spesialisasi

penyimpanan sedangkan PT. Buana Jaya Cargo dan PT. Cipta Krida

Bahari selain memiliki banyak pelanggan, volume barang yang

dipindahkan cukup tinggi untuk ke lokasi spesialisasi penyimpanan di

gudang serta memiliki banyak destinasi yang berbeda-beda.

c. Perpindahan untuk pengiriman barang ke luar

Kegiatan perpindahan untuk pengiriman barang ke luar harus

dilakukan dengan teliti dan hati-hati agar barang yang akan di pindah ke

lokasi pengiriman tidak tertukar. Berdasrkan tabel IV.6 dapat diketahui

bahwa hasil perolehan nilai tertinggi untuk PT. Cipta Krida Bahari 0,1367

86
sedangkan nilai antara diperoleh PT. Buana Jaya Cargo 0,1279 dan nilai

terendah diperoleh PT. Big Ocean transportama. PT. Cipta Krida Bahari

lebih unggul dalam menangani perpindahan untuk pengiriman barang ke

luar karena petugas gudang sudah terlatih dan khusus menangani putaway

didukung dengan moda pemindahan barang yang khusus untuk mengurus

proses tersebut / tidak digunakan untuk kegiatan yang lain. Sedangkan

untuk PT. Buana Jaya Cargo dan PT. Big Ocean Transportama petugas di

gudangnya bertanggung jawab atas semua proses kegiatan putaway tidak

memiliki tanggung jawab secara khusus sehingga pekerjaan yang

dilakukan sering tumpang tindih akibatnya banyak barang yang tertukar

dan proses pemindahan barang langsung ke tempat pengiriman lambat.

3. Aspek pelayanan Order picking / Pengambilan Pesanan Pelanggan

Merupakan aktifitas perpindahan utama dan melibatkan

pengelompokan produk dalam bermacam-macam keinginan pelanggan.

Indikator penilaian pada pelayanan order picking yaitu pengambilan

seluruh muatan(9), pengambilan sebagian muatan (10) dan pengambilan

muatan per zona (11).

a. Pengambilan seluruh muatan

Merupakan kegiatan penyelesaian pesanan pelanggan yang

ada dan tersisa di gudang dengan berbagai macam karakteristik

barang, berat dan volume yang berbeda. Berdasarkan tabel IV.6 dapat

diketahui perolehan nilai tertinggi PT. Big Ocean Transportama

0,2666, sedangkan PT. Buana Jaya Cargo dan PT. Cipta Krida Bahari

87
memperoleh nilai terendah 0,2549. PT. Big Ocean Transportama lebih

unggul dari perusahaan pesaingnya karena pada saat pengambilan

seluruh muatan yang ada sudah terkordinasi dengan baik tidak ada

barang yang rusak dan berkurang. Sedangkan PT. Buana Jaya Cargo

dan PT. Cipta Krida Bahari sering petugas kurang terkordinasi dengan

baik sehingga barang sering tertinggal pada saat pengambilan seluruh

muatan.

b. Pengambilan sebagian muatan

Pada saat pengambilan sebagian muatan / batch picking

pealnggan sering mendapati barangnya yang masih terhimpun di

dalam kelompok muatan yang sama sehingga memerlukan

penyortiran barang dengan teliti. Berdasarkan tabel IV.6 dapat

diketahui bahwa PT. Cipta Krida Bahari memperoleh nilai tertinggi

0,1703 sedangkan PT. Buana Jaya Cargo memperoleh nilai antara

0,1637, dan PT. Big Ocean Transportama memperoleh nilai terendah

0,1695. PT. Cipta Krida Bahari memperoleh nilai tertinggi

dikarenakan petugas yang menanganinya teliti pada saat penyeleksian

dan penyortiran barang yang akan diambil sebagian, sedangkan PT.

Buana Jaya Cargo dan PT. Big Ocean Transportama petugas yang

menangani pengambilan sebagian muatan kurang teliti sehingga

masih sering mengalami kesalahan-kesalahan dalam memenuhi

permintaan pelanggan.

88
c. Pengambilan muatan per zona

Memberikan wilayah yang diberikan gudang kepada

penyeleksi pesanan. Setiap pengambil pesanan memilih semua bagian

yang ditemukan dalam jalur yang diberikan dan memberikan pesanan

tersebut kepada pengambil lainnya yang memilih semua barang di

jalur lain. Berdasarkan tabel 4.6 dapat diketahui bahwa PT. Big Ocean

Transportama memperoleh nilai tertinggi 0,0883, sedangkan PT.

Buana Jaya Cargo mendapat nilai antara 0,0875, dan nilai terendah

diperoleh PT. Cipta Krida Bahari dengan nilai 0,0881. Pelayanan

petugas PT. Big Ocean transportama tidak terlalu sibuk dan volume

pekerjaannya juga sedikit sehingga pengambilan muatan per zona

dapat dilakukan dengan baik. Sedangka PT. Buana Jaya Cargo dan PT.

Cipta Krida Bahari petugas yang melakukan pengambilan muatan per

zona tidak sebanding dengan volume muatan yang ada hal ini

menyebabkan keterlambatan pengambilan dan juga mengalami

kesalahan dalam pengambilan muatan per zona.

4. Aspek Pelayanan Storage / Penyimpanan Muatan di gudang

Pelayanan penyimpanan muatan di gudang memiliki beberapa

indikator penilaian yaitu kapasitas muatan lantai (12), jumlah, ukuran dan

lokasi pintu-pintu (13), jarak, ukuran dan jumlah kolom (14).

a. Kapasitas muatan lantai

89
Gudang yang baik harus mampu memasimalisasi ruangan

yang ada didalam gudang, laintainya juga harus kokoh dan

sedemikian rupa mampu menahan muatan-muatan berat yang

disimpan didalam gudang. Berdasarkan tabel IV.6 maka dapat

diketahui bahwa PT. Big Ocean Transportama memperoleh nilai

tertinggi 0,2840 dan niali antara diperoleh PT. Buana Jaya Cargo

yaitu 0,2705, sedangkan nilai terendah diperoleh PT. Cipta Krida

Bahari 0,2824.

PT. Big Ocean Transportasi memperoleh keunggulan dari

perusahaan pesaingnya karena PT. Big Ocean Transportama

memiliki ruang penyimpanan dengan kapasitas muatan lantai yang

kokoh dan luas sehingga apabila ada muatan yang berat yang akan

disimpan didalam gudang masih bisa tertampung. Sedangkan PT.

Buana Jaya Cargo dan PT. Cipta Krida Bahari masih kurang

memperhatikan untuk kapasitas muatan lantai.

b. Jumlah, ukuran dan lokasi pintu

Jumlah, ukuran dan lokasi pintu di gudang harus sesuai

dengan intensitas arus barang masuk dan keluar agar seimbang.

Berdasarkan tabel IV.6 dapat diketahui bahwa PT. Cipta Krida

Bahari 0,0627 , nilai antara diperoleh PT. Buana Jaya Cargo dan

PT. Big Ocean Transportama memperoleh nilai terendah 0,0622.

Keunggulan PT. Cipta Krida Bahari dalam hal jumlah, ukuran

dan lokasi pintu karena sudah memenuhi standart gudang yang

90
baik sisi kiri gudang dengan sisi kanan gudang memiliki pintu dan

ukuran yang sama. Sedangkan PT. Buana Jaya Cargo dan PT.Big

Ocean Transportama hanya memiliki satu pintu masuk dengan

ukuran yang sama, hal ini menyebabkan ke dua perusahaan

tersebut mengalami

c. Jarak, ukuran dan jumlah kolom

Selain ditentukan oleh besarnya ruangan, kapasitas gudang juga

ditentukan oleh cara mengatur letak barang yang disimpan.

Indikator pada penilaian ini yaitu jarak, ukuran dan jumlah kolom

yang ada di gudang . Berdasarkan tabel IV.6 dapat diketahui

bahwa PT. Cipta Krida Bahari memperoleh nilai tertinggi 0,0209,

nilai antara diperoleh PT. Buana Jaya Cargo 0,2489, dan nilai

terendah diperoleh PT. Big Ocean Transportama 0,2596. PT. Cipta

Krida Bahari lebih unggul dibanding perusahaan lain karena jarak,

ukuran dan jumlah kolom untuk menyimpan barang sudah

memenuhi syarat gudang yang baik dan kolom penyimpanan

barangnya juga memiliki spesifikasi untuk berat dan jenis serta

karakteristik barang yang akan disimpan. Untuk PT. Buana Jaya

Cargo dan PT. Big Ocean Transportama masih mengalami

kesulitan ketika melakukan penyimpanan barang di gudang hal ini

dikarenakan jarak, ukuran dan kolom penyimpanan belum

mendapatkan posisi yang baik.

5. Aspek pelayanan shipping / pengiriman barang dari gudang

91
Shipping / pengeluaran barang dari gudang merupakan aspek

pelayanan terakhir di gudang perusahaan untuk mengukur pelayanan ini

indikatornya yaitu pengeluaran barang (15), pemeriksaan barang yang

akan dikapalkan (16), dan verivikasi perhitungan barang keluar.

a. Pengeluaran barang.

Barang yang akan keluar baik melaui proses cross docking

ataupun sesuai dengan intruksi / pesanan pelanggan harus di

tempatkan dan disusun di dermaga keluar gudang / outbond agar

barang-barang tersebut dipastikan kesiapannya. Berdasarkan tabel

4.6 dapat diketahui yang memperoleh nilai tertinggi PT. Cipta

Krida Bahari 0,0209, nilai antara diperoleh PT. Buana Jaya Cargo

0,0205, dan nilai yang terendah diperoleh PT. Big Ocean

Transportama 0,0207. PT. Cipta Krida Bahari lebih unggul dalam

pelayanan proses pengeluaran barang dikarenakan banyak pintu-

pintu untuk melakukan proses tersebut. Sedangkan PT. Buana Jaya

Cargo dan PT. Big Ocean Transportama hanya memiliki satu pintu

keluar akitbanya barang banyak yang menunggu untuk proses

pengeluaran.

b. Pemeriksaan barang yang akan dikapalkan

Pada saat pemeriksaan barang yang akan dikapalkan petugas

gudang harus teliti memeriksa kelengkapan dokumen barang,

barkoding barang, labeling barang serta kondisi pengepakan

barang agar tidak ada kompalin dari pelanggan. Berdasarkan tabel

92
IV.6 dapat diketahui bahwa yang memperoleh nilai tertinggi PT.

Big Ocean Transportama 0,2405, nilai antara diperoleh PT. Buana

Jaya Cargo, dan nilai terendah diperoleh PT. Cipta Krida Bahari

0,2341. PT. Big Ocean Transportama lebih tinggi dibanding

perusahaan pesaingnya karena pada saat pemeriksaan barang yang

dikapalkan pengecekan yang dilakukan tidak hanya terhadap

muatannya saja tetapi juga terhadap moda pengangkutnya kondisi

kendaraannya harus baik dan kelengkapan dokumen kendaraan

juga harus lengkap. Sedangkan PT. Buana Jaya Cargo dan PT.

Cipta Krida Bahari hanya melakukan pemeriksaan terhadap

barangnya saja moda pengangkutnya tidak dilakukan hal yang

sama sehingga terkadang barang yang diangkutnya rusak karena

moda pengangkutnya tidak layak.

c. Verifikasi perhitungan barang keluar

Setelah barang dimuat dari gudang ke moda pengangkutnya,

verifikasi perhitungan barang keluar harus segera dilaporkan

kepada petugas administrasi untuk dilaporkan kepada pelanggan

kuantitas dan kondisi barang yang dikirim serta petugas juga harus

melakukan dan pengecekan kembali terhadap barang yang dikirim

agar tidak ada barang yang tertinggal. Berdasarkan tabel IV.6

dapat diketahui bahwa PT. Big Ocean Transportama memperoleh

nilai tertinggi 0,1744, PT. Buana Jaya Cargo memperoleh nilai

93
antara 0,1586 dan yang memperoleh nilai terendah yaitu PT. Cipta

Krida Bahari 0,1681.

PT. Big Ocean Transportama lebih unggul dari perusahaan

pesaingnya karena pada saat verifikasi perhitungan barang keluar

bersama-sama petugas moda pengangkutnya sehingga dapat

memenuhi harapan pelanggan. Sedangkan PT. Buana Jaya Cargo

dan PT. Cipta Krida Bahari hanya petugasnya saja yang

melakukan verifikasi perhitungan barang keluar tidak melibatkan

petugas moda pengangkutnya.

I. Analisis Tindakan efektif / solusi PT Big Ocean Transportama dalam

menindaklanjuti hasil perbandingan pelayanan jasa warehousing

tersebut.

Berdasarkan hasil studi benchmarking (patok duga) anatara PT. Big

Ocean Transportama, PT. Buana Jaya Cargo dan PT. Cipta Krida Bahari maka

dapat dilakukan tindakan efektif / solusi PT. Big Ocean Transportama dalam

menindaklanjuti hasil perbandingan persaingan pelayanan jasa warehousing

dari penilaian manajemen dan customer tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel IV.7
Perbandingan Penilaian Faktor Usaha Antara Manajemen Dengan Customer
PERBANDINGAN PENILAIAN FAKTOR USAHA ANTARA MANAJEMEN DENGAN CUSTOMER

94
Rata-rata
Rata-Rata Ranking Ranking
Skor
No. Skor Penilaian Penilaian
Indikator Penilaian Penilaian
Kode Penilaian Manajeme Custome
Custome
Manajemen n r
r
RECEIVING
0.107
1 Pembongkaran produk aktual dari moda pengangkutan 11.000 5 8 13
0.138
2 Pembaruan catatan persediaan gudang 9.333 7 4 11
0.281
3 Pemeriksaan kerusakan barang 5.333 15 3 2
0.044
4 Verifikasi perhitungan barang masuk 13.333 2 6 16
Penerimaan langsung ke dermaga pengiriman (cross 0.185
5 docking) 7.667 10 4 8
PUTAWAY
6 Pemindahan barang langsung ke tempat penyimpanan 13.333 17 0.3671 1
Pemindahan ke daerah-daerah untuk spesialisasi
7 penyimpanan 7.667 16 0.2792 3
8 Perpindahan untuk pengiriman keluar 1.333 6 0.1328 12
ORDER PICKING
9 Pengambilan Seluruh muatan 5.000 13 0.2588 5
10 Pengambilan sebagian muatan 10.333 8 0.1678 10
11 Pengambilan muatan per zona 6.000 4 0.0880 14
STORAGE
12 Kapasitas muatan lantai 8.667 14 0.2790 4
13 Jumlah, ukuran dan lokasi pintu-pintu 11.333 3 0.0610 15
14 Jarak, ukuran dan jumlah kolom 6.667 12 0.2569 6
SHIPPING
15 Pengeluaran barang 14.667 1 0.0207 17
16 Pemeriksaan barang yang akan dikapalkan 7.333 11 0.2343 7
17 Verifikasi perhitungan barang keluar 8.333 9 0.1681 9
Sumber data diolah sendiri

1. Aspek pelayanan receiving / penerimaan barang

Dari hasil tabel IV.7 dapat diketahui bahwa indikator pembongkaran

produk aktual dari moda pengangkutan (1) sisi manajemen mendapatkan

rangking (5) sedangkan dari sisi pelanggan mendapat rangking (13). PT.

Cipta Krida Bahari memperoleh nilai tertinggi 0,1102 dan nilai antara

diperoleh PT. Buana Jaya Cargo yaitu 0,1051, sedangkan nilai terendah

diperoleh PT. Big Ocean Transportama 0,1082. Tindakan PT. Big Ocean

95
Transportama adalah mengikuti prosedur yang diterapkan PT. Cipta Krida

Bahari dengan cara menempatkan petugas untuk mengawasi proses tersebut .

Indikator penilaian pembaruan catatan persediaan gudang (2) dari sisi

manajemen mendapat rangking (7) sedangkan dari sisi pelanggan mendapat

rangking (11). PT. Big Ocean Transportama memperoleh nilai tertinggi 0,

1420 , PT. Buana Jaya Cargo memperoleh nilai antara yaitu, 0,1333 dan PT.

Cipta Krida Bahari memperoleh nilai terendah 0,1399. Tindakan PT. Big

Ocean Transportama harus tetap mempertahankan keunggulan tersebut.

Indikator penilaian pemeriksaan kerusakan barang (3) dari sisi

manajemen mendapat rangking (15) sedangkan dari sisi pelanggan mendapat

rangking (2). PT. Big Ocean Transportama memperoleh nilai tertinggi 0,2480,

sedangkan PT. Buana Jaya Cargo mendapat nilai antara yaitu 0,2771 dan PT.

Cipta Krida Bahari 0,2829. Tindakan PT. Big Ocean Transportama harus

tetap mempertahankan keunggulan tersebut.

Untuk indikator penilaian verifikasi perhitungan barang masuk (4)

dari sisi manajemen mendapat rangking (2) sedangkan dari sisi pelanggan

mendapat rangking (16). PT. Cipta Krida Bahari memperoleh penilaian

tertinggi 0,0459, PT. Buana Jaya Cargo memperoleh nilai antara 0,0438, dan

nilai terendah PT. Big Ocean Transportama dengan nilai 0,0442. Dalam

verifikasi perhitungan barang masuk PT. Cipta Krida Bahari menggunakan

teknologi barcoding sehingga memudahkan dan mempercepat

perhitungannya sedangkan PT. Buana Jaya Cargo dan PT. Big Ocean

Transportama masih menggunakan cara perhitungan manual sehingga

96
memperlambat verifikasi perhitungan barang masuk ke gudang. Oleh karena

itu PT. Big Ocean Transportama harus memperbaiki hal tersebut atau dengan

cara menggunakan teknologi barkoding seperti yang dilakukan PT. Cipta

Krida Bahari.

Indikator penilaian selanjutnya penerimaan langsung ke dermaga

pengiriman / cross docking dari sisi manajemen (10) sedangkan dari sisi

pelanggan mendapat rangking (8). PT. Big Ocean Transportama memperoleh

nilai tertinggi 0,1893, sedangkan nilai antaranya PT. Buana Jaya Cargo yaitu

0,1819 dan nilai terendah diperoleh PT. Cipta Krida Bahari 0,1849. Tindakan

PT. Big Ocean Transportama adalah harus mempertahankan keunggulan

tersebut.

2. Aspek putaway / pemindahan barang

Dari hasil tabel IV.7 dapat diketahui bahwa indikator perpindahan

barang langsung ke tempat penyimpanan (6) dari sisi manajemen mendapat

rangking (17) sedangkan dari sisi pelanggan mendapat rangking (1). PT. Big

Ocean Transportama memperoleh nilai tertinggi 0,3755 dibandingkan dengan

perusahaan pesaingnya, nilai antara diperoleh PT. Buana Jaya Cargo dengan

nilai 0,3575 dan nilai yang terendah diperoleh PT. Cipta Krida Bahari 0,3683.

Tindakan PT. Big Ocean Transportama harus mempertahankan keunggulan

tersebut.

Indikator penilaian pemindahan kedaerah-daerah untuk spesialisasi

penyimpanan (7) dari sisi manajemen mendapat rangking (16) sedangkan dari

sisi pelanggan mendapat rangking (3). bahwa PT. Big Ocean Transportama

97
memperoleh nilai tertinggi 0,2885 dibanding perusahaan pesaingnya yaitu PT.

Buana Jaya Cargo memperoleh nilai antara 0,2683 dan PT. Cipta Krida

Bahari memperoleh nilai terendah yaitu 0, 2809. Tindakan PT. Big Ocean

Transportama harus mempertahankan keunggulan tersebut.

Untuk indikator perpindahan untuk pengiriman keluar (8) dari sisi

manajemen mendapat rangking (6) sedangkan dari sisi pelanggan mendapat

rangking (12). Perolehan nilai tertinggi untuk PT. Cipta Krida Bahari 0,1367

sedangkan nilai antara diperoleh PT. Buana Jaya Cargo 0,1279 dan nilai

terendah diperoleh PT. Big Ocean transportama. PT. Cipta Krida Bahari lebih

unggul dalam menangani perpindahan untuk pengiriman barang ke luar

karena petugas gudang sudah terlatih dan khusus menangani putaway

didukung dengan moda pemindahan barang yang khusus untuk mengurus

proses tersebut / tidak digunakan untuk kegiatan yang lain. Tindakan PT. Big

Ocean Transportama harus memperbaiki hal tersebut dengan cara mengikuti

perusahaan pesaingnya yang lebih unggul.

3. Aspek order picking / pengambilan pesanan pelanggan

Dari hasil tabel IV.7 dapat diketahui bahwa indikator penilaian

pengambilan seluruh muatan (9) dari sisi manajemen mendapat rangking (13)

sedangkan dari sisi pelanggan mendapat rangking (5). PT. Big Ocean

Transportama 0,2666, sedangkan PT. Buana Jaya Cargo dan PT. Cipta Krida

Bahari memperoleh nilai terendah 0,2549. Tindakan PT. Big Ocean

Transportama harus mempertahankan keunggulan tersebut.

98
Indikator penilaian pengambilan sebagian muatan (10) dari sisi

manajemen mendapat rangking (8) sedangkan dari sisi pelanggan mendapat

rangking (10). PT. Cipta Krida Bahari memperoleh nilai tertinggi 0,1703

sedangkan PT. Buana Jaya Cargo memperoleh nilai antara 0,1637, dan PT.

Big Ocean Transportama memperoleh nilai terendah 0,1695. PT. Cipta Krida

Bahari memperoleh nilai tertinggi dikarenakan petugas yang menanganinya

teliti pada saat penyeleksian dan penyortiran barang yang akan diambil .

Tindakan PT. Big Ocean Transportama harus memperbaiki atau mengikuti

keunggulan perusahaan pesaingnya.

Indikator penilaian pengambilan muatan per zona (11) dari sisi

manajemen mendapat rangking (4) sedangkan dari penggan mendapat

rangking (14). PT. Big Ocean Transportama memperoleh nilai tertinggi

0,0883, sedangkan PT. Buana Jaya Cargo mendapat nilai antara 0,0875, dan

nilai terendah diperoleh PT. Cipta Krida Bahari dengan nilai 0,0881.

Tindakan PT. Big Ocean Transportama harus mempertahankan keunggulan

tersebut.

4. Aspek storage / penyimpanan muatan

Dari hasil tabel IV.7 dapat diketahui bahwa indikator pelayanan

kapasitas muatan lantai (12) dari sisi manajemen memperoleh rangking (14)

sedangkan dari sisi pelanggan mendapat rangking (4). PT. Big Ocean

Transportama memperoleh nilai tertinggi 0,2840 dan niali antara diperoleh

PT. Buana Jaya Cargo yaitu 0,2705, sedangkan nilai terendah diperoleh PT.

99
Cipta Krida Bahari 0,2824. Tindakan PT. Big Ocean Transportama harus

mempertahankan keunggulan tersebut.

Indikator penilaian jumlah, ukuran dan lokasi pintu-pintu(13) dari sisi

manajemen memperoleh rangking (3) sedangkan dari sisi pelanggan

memperoleh rangking (15). PT. Cipta Krida Bahari 0,0627 , nilai antara

diperoleh PT. Buana Jaya Cargo dan PT. Big Ocean Transportama

memperoleh nilai terendah 0,0622. Keunggulan PT. Cipta Krida Bahari dalam

hal jumlah, ukuran dan lokasi pintu karena sudah memenuhi standart gudang

yang baik sisi kiri gudang dengan sisi kanan gudang memiliki pintu dan

ukuran yang sama. Tindakan PT. Big Ocean Transportama adalah harus

memperbaiki hal tersebut atau mengikuti keunggulan perusahaan pesaingnya.

Indikator penilaian jarak, ukuran dan jumlah kolom (14) dari sisi

manajemen memperoleh rangking (12) sedangkan dari sisi pelanggan

memperoleh rangking (6). PT. Cipta Krida Bahari memperoleh nilai tertinggi

0,0209, nilai antara diperoleh PT. Buana Jaya Cargo 0,2489, dan nilai

terendah diperoleh PT. Big Ocean Transportama 0,2596. PT. Cipta Krida

Bahari lebih unggul dibanding perusahaan lain karena jarak, ukuran dan

jumlah kolom untuk menyimpan barang sudah memenuhi syarat gudang yang

baik dan kolom penyimpanan barangnya juga memiliki spesifikasi untuk

berat dan jenis serta karakteristik barang yang akan disimpan. Oleh karena itu

tindakan PT. Big Ocean Transportama harus memperbaiki hal tersebut atau

mengikuti keunggulan perusahaan pesaingnya dalam hal ini PT. Cipta Krida

Bahari.

100
5. Aspek shipping / pengiriman muatan

Berdasarkan tabel IV.7 dapat diketahui indikator pelayanan

pengeluaran barang (15) dari sisi manajemen mendapat rangking (1)

sedangkan dari sisi pelanggan mendapatkan rangking (17). Yang memperoleh

nilai tertinggi PT. Cipta Krida Bahari 0,0209, nilai antara diperoleh PT.

Buana Jaya Cargo 0,0205, dan nilai yang terendah diperoleh PT. Big Ocean

Transportama 0,0207. PT. Cipta Krida Bahari lebih unggul dalam pelayanan

proses pengeluaran barang dikarenakan banyak pintu-pintu untuk melakukan

proses tersebut. Oleh karena itu tindakan PT. Big Ocean Transportama harus

memperbaiki hal tersebut atau mengikuti keunggulan perusahaan pesaingnya.

Indikator pelayanan pemeriksaan barang yang akan dikapalkan (16)

dari sisi manajemen mendapat rangking (11) sedangkan dari sisi pelanggan

mendapat rangking (7). Yang memperoleh nilai tertinggi PT. Big Ocean

Transportama 0,2405, nilai antara diperoleh PT. Buana Jaya Cargo, dan nilai

terendah diperoleh PT. Cipta Krida Bahari 0,2341. Oleh karena itu tindakan

PT. Big Ocean Transportama harus mempertahankan keunggulan tersebut.

Indikator prnilaian verifikasi perhitungan barang keluar (17) dari sisi

manajemen mendapat rangking (9) demikian juga dari sisi pelanggan

mendapat rangking (9). PT. Big Ocean Transportama memperoleh nilai

tertinggi 0,1744, PT. Buana Jaya Cargo memperoleh nilai antara 0,1586 dan

yang memperoleh nilai terendah yaitu PT. Cipta Krida Bahari 0,1681. Oleh

karena itu tindakan PT. Big Ocean Transportama adalah harus

mempertahankan keunggulannya.

101
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan bab IV mengenai analisis perbandingan

persaingan pelayanan jasa warehousing PT. Big Ocean Transportama, PT.

102
Buana Jaya Cargo dan PT. Cipta Krida Bahari di Jakarta Tahun 2012, dengan

menggunakan metode benchmarking (patok duga) dapat diambil kesimpulan

sebagai berikut:

1. Metode benchmarking kompetitif yang dilaksanakan pada PT. Big Ocean

Transportama sebagai pelaksana benchmarking. PT. Buana Jaya Cargo

dan PT. Cipta Krida Bahari sebagai perusahaan pembanding

benchmarking. Pelaksanaan benchmarking ini dilakukan dengan menitik

beratkan pada proses pelayanan jasa di gudang masing-masing

perusahaan tersebut.
2. Kunci sukses pelayanan benchmarking meliputi lima aspek yaitu,

receiving / penerimaan barang di gudang, putaway / pemindahan barang

di gudang, order picking / pengambilan pesanan, storage / penyimpanan

barang di gudang dan shipping / pengiriman barang dari gudang. Terdapat

17 atribut pelayanan yaitu Pembongkaran produk aktual dari moda

pengangkutan, Pembaruan catatan persediaan gudang, Pemeriksaan

kerusakan barang, Verifikasi perhitungan barang masuk, Penerimaan

langsung ke dermaga pengiriman barang (cross docking), Pemindahan

barang langsung ke tempat penyimpanan, Pemindahan kedaerah-daerah

untuk spesialisasi penyimpanan, Perpindahan Untuk pengiriman keluar

gudang, Pengambilan seluruh muatan, Pengambilan sebagian muatan,

Pengambilan muatan per zona, Kapasitas muat lantai, Jumlah, ukuran dan

lokasi pintu-pintu, Jarak, ukuran dan jumlah kolom, Pengeluaran barang,

Pemeriksaan barang yang akan dikapalkan, Verifikasi perhitungan barang

keluar.

103
3. Hasil benchmarking dari persaingan pelayanan jasa warehousing PT. Big

Ocean Transportama dari tujuh belas indikator pelayanan unggul dengan

Sepuluh indikator yaitu, pembaruan catatan persediaan gudang,

pemeriksaan kerusakan barang, penerimaan langsung ke dermaga

pengiriman (cross docking), pemindahan barang langsung ke tempat

penyimpanan, pemindahan ke daerah-daerah untuk spesialisasi

penyimpanan benchmarking dilaksanakan pada aspek pelayanan

receiving / penerimaan barang, pengambilan seluruh muatan,

pengambilan muatan per zona, sedangkan pelayanan pemindahan

sebagian muatan, kapasitas muatan lantai, pemeriksaan barang yang akan

dikapalkan dan verifikasi perhitungan barang ke luar gudang keunggulan

tersebut harus dipertahankan oleh PT. Big Ocean Transportama.

Sedangkan untuk tujuh indikator pelayanan yang menjadi kekurangan PT.

Big Ocean Transportama yaitu pelayanan pembaruan catatan persediaan

gudang, verifikasi perhitungan barang masuk, perpindahan untuk barang

ke luar, jumlah, ukuran dan lokasi pintu-pintu , jarak, ukuran dan jumlah

kolom serta pelayanan pengeluaran barang. Untuk mengatasi kekurangan

pelyanan tersebut PT. Big Ocean Transportama harus memperbaikinya

atau mengikuti keunggulan perusahaan pembandingnya dalam hal ini PT.

Cipta Krida Bahari agar kualitas pelayanan jasa warehousing dapat

memenuhi harapan pelanggan.

B. Saran

104
1. Mengembangkan metode benchmarking untuk mengevaluasi aspek

pelayanan jasa warehousing pada PT. Big Ocean Transportama lebih

lanjut yang dapat diprakarsai oleh manajemen dengan terlebih dahulu

meningkatkan kualitas pelayanan dan keunggulan perusahaan sendiri

serta PT. Buana Jaya Cargo dan PT. Cipta Krida Bahari sebagai

pembanding.
2. Metode benchmarking yang dilakukan oleh peneliti dapat dijadikan acuan

bagi pelaksanan benchmarking oleh PT. Big Ocean Transportama

manajemen dengan tolok ukur yang lebih memadai.


3. Mengadakan perbaikan perbaikan terhadap aspek pelayanan jasa

warehousing PT. Big Ocean Transportama dengan mengacu pada lima

aspek pelayanan gudang yang dilakukan dengan benchmarking.

Perbaikan perbaikan tersebut mengenai kualitas pelayanan terhadap

pelanggan dan pengawasan manajemen kepada petugas lapangan /

gudang. Saran pengembangan bagi PT. Big Ocean Transportama adalah

membentuk tim research and development warehousing , membentuk tim

riset pasar, pengawasan yang lebih ketat dilakukan manajemen PT. Big

Ocean Transportama terhadap karyawannya di gudang dan penambahan

peralatan bongkar muat barang di gudang.

105
DAFTAR PUSTAKA

Hasibuan, Malayu S.P ; Manajemen Dasar Pengertian dan Masalah, Gunung Agung,

Jakarta, 2007.

T. Hani Handoko ; Manajemen Edisi Kedua, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta, 1986

Pangestu, Subagyo; Manajemen Operasi Edisi Pertama, BPFE-Yogyakarta,

Yogyakarta 2008.

T. Hani Handoko; Dasar-dasar Manajemen Dan Operasi Edisi Pertama, BPFE-

Yogyakarta, Yogyakarta, 2008.

Sofjan, Assauri; Manajemen Operasi Dan Produksi Edisi Revisi, Lembaga Penerbit

Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta, 2008.

Buchari Alma; Manajemen Pemasaran Dan Pemasaran Jasa Cetakan Ketujuh,

Bandung, 2007.

Rambat Lupiyodi dan A. Hamdani; Manajemen Pemasaran Jasa, Salemba Empat,

Jakarta, 2006.

J.Supranto; Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan, Rineka Cipta, Yogyakarta,

2001.

Soemanto; Warehousing Management, Port Training Centre, Jakarta, 2005.

106
Bowersox, Donald J, Alih Bahasa A. Hasymi Ali; Manajemen Logistik Jilid 1

Cetakan keempat, Bumi Aksara, Jakarta, 2002.

R.P Suyono; Shipping Pengangkutan Intermodal Ekspor Impor melalui laut, Seri

Bisnis Internasional No.6, PPM, Jakarta, 2003.

Suranto ; Manajemen Operasional Angkutan Laut dan Kepelabuhan serta Prosedur

Impor Barang, PT.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2004.

Perba, Radiks; Angkutan Muatan Laut Jilid 1, Rineka Cipta, Yogyakarta, 1997.

Fandy Tjiptono, Anastasia Dianan, 1995, Total Quality Management, Andi Offset,

Yoyakarta.

Frazelle. H. Edward, World Class Material Handling International Edition, Logistic

Manajgement Library, Singapore, 2005.

Arikunto, Suharsimi, 1996, Manajemen Penelitian, cetakan keempat, Rineka Cipta,

Yogyakarta.

Riduwan, Akdon, 2009, Rumus dan Data dalam Analisis Statistika, cetakan ketiga,

Alfabeta, Bandung.

Sugiyono, 2009, Statistika untuk Penelitian, cetakan kelima, Alfabeta, Bandung.

Johar Arifin, 2005, Aplikasi Excell dalam Statistik dan Riset Terapan, PT. Elex

Media Komputindo Kelompok Gramedia, Jakarta

107
108