0

PERKEMBANGAN PERGURUAN TINGGI ISLAM NEGERI DI INDONESIA
Oleh: Mohamad Arfan Hakim I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan Islam lahir seiring dengan datangnya Islam itu sendiri, meskipun pada mulanya dalam bentuk yang sangat sederhana. Dalam sejarahnya tidak pernah sunyi dari persoalan dan rintangan yang dihadapinya. Pada masa sebelum kemerdekaan berhadapan dengan tenakan dan intimidasi pemerintah kolonial Belanda dan Jepang. Pada masa kemerdekaan berhadapan dengan berbagai kebijakan pemerintah yang tampak belum memberikan dukungan sepenuhnya terhadap lembaga pendidikan Islam. Meski demikian, satu hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa Pendidikan Islam dengan semua lembaga pendidikannya telah mewarnai perjalanan sejarah bangsa Indonesia.1 Umat Islam yang merupakan mayoritas dari penduduk Indonesia selalu mencari berbagai cara untuk membangun sistem pendidikan Islam yang lengkap, mulai pesantren yang sederhana sampai tingkat perguruan tinggi.2 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) yang sekarang menyebar hampir di seluruh nusantara bukan merupakan bentuk kelembagaan yang final dalam perkembangan kelembagaan Perguruan Tinggi Islam di Indonesia. Seperti tercatat dalam sejarah, nama Perguruan Tinggi Islam (PTI) di Indonesia terus berubah sebagai upaya meresponi perkembangan masyarakat dan sekaligus juga sebagai obyek tarik menarik antara berbagai kekuatan atau kelompok dalam masyarakat.

Hasbullah, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Lintasan Sejarah Petumbuhan dan Perkembangan. (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1999), h. ix Enung K. Rukiati dan Fenti Hikmawati, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. (Bandung: Pustaka Setia, 2006), h 128. 1
2

1

sedangkan secara fungsional dilakukan oleh Kementerian Agama.). Lahirnya perguruan tinggi Islam inilah yang kemudian melahirkan sejumlah terobosan yang luar biasa.org/wiki/Perguruan-tinggi-islam-negeri-di-indonesia.. Secara teknis akademis. priode awal sejak kedatangan Islam yang ditandai dengan pendidikan Islam yang terkonsentrasi di pesantren. Setelah Indonesia merdeka.wikipedia. Kedua. kecuali sekolah tinggi yang dibentuk oleh masyumi. Saat ini PTAIN terdiri atas 3 jenis yakni: Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Ketiga. surau atau masjid. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). periode ketika pendidikan Islam telah dimasuki oleh ide-ide pembaruan pemikiran islam pada wal abad ke-20.3 Wikipedia. danUniversitas Islam Negeri (UIN). Perguruan Tinggi Islam Negeri di Indonesia.55 tanggal 14 Desember 2011. dayah. karena lembaga pendidikan tinggi Islam ini melahirkan sejumlah ilmuan Islam modern di kemudian hari. Periode ini ditandai dengan lahirnya madrasah yang telah memasukkan pelajaran “umum” kedalam program kurikulumnya. Sebenarnya ide pendirian perguruan tinggi Islam sudah muncul sebelum Indonesia merdeka. Hal tersebut menunjukkan bahwa pendidikan Islam semakin memperhatikan dinamikanya seja Indonesia merdeka.. Namun di antara sekian banyak ide untuk mendirikan perguruan tinggi Islam pada masa penjajahan bisa dikatakan gagal karena perguruan tinggi yang didirikan tidak bertahan lama. dalam http: //id. 3 . periode lahirnya perguruan tinggi Islam negeri dan pendidikan Islam telah terintegrasi ke dalam system pendidikan nasional. lahirlah Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) yang kemudian berkembang menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Yang dimaksud dengan PTAIN adalah Agama (baca: Kementerian Agama. pembinaan Perguruan Tinggi Islam dilakukan oleh Departemen Pendidika Nasional (baca: Kementerian. diakses 11.1 Perjalanan sejarah pendidikan Islam di Indonesia hingga sekarang telah melalui tiga priodesasi. Pertama.

Ide ini akhirnya melahirkan Universitas Islam Negeri (UIN). Rumusan Masalah Secara khusus makalah ini mengkaji perkembangan Perguruan Tinggi Islam Negeri di Indonesia. PEMBAHASAN A. Bagaimana masa depan Pendidikan Tinggi Islam di Indonesia? Ketiga submasalah yang disebut di atas menjadi fokus utama dalam kajian makalah ini. yaitu: 1. dengan masalah pokoknya adalah “Bagaimana perkembangan Pendidikan Tinggi Islam Negeri di Indonesia?”. Sejarah perkembangan PTAIN ini menjadi sebuah kajian yang menarik untuk ditelusuri dan selanjutnya diuraikan dalam makalah ini. B. Menyikapi globalisasi dengan tuntutan yang semakin berkembang serta cita-cita untuk mengitegrasikan ilmu yang tergolong perennial knowledge dan ilmu yang tergolong ecquired knowledge. Bagaimana sejarah singkat Perguruan Tinggi Islam Negeri di Indonesia? 2. Berapa jenis Pendidikan Tinggi Islam di Indonesia? 3.. maka muncullah ide untuk mengembangkan lagi IAIN menjadi universitas. Sejarah Singkat Perguruan Tinggi Islam Negeri .2 Sampai saat sekarang ini konsentrasi kelimuan di IAIN adalah pengembangan ilmu-ilmu agama. diuraikan ke dalam tiga sub masalah. II. Untuk lebih mengarahkan kajian mengenai pokok masalah di atas.

Musyrifah Sunanto. Tanggal 20 Februari 1951. Abdul Kahar Muzakkir. (dkk).net/ttgiain. Ketika masa revolusi kemerdekaan. dan Pendidikan. dalam Insan Cendekia.ditpertais. 2010). STI ikut Pemerintah Pusat Republik Indonesia hijrah ke Yogyakarta dan pada tanggal 10 April 1946 dapat dibuka kembali di kota itu.asp/2003/. Satiman Wirjosandjoyo pernah mengemukakan pentingnya keberadaan lembaga pendidikan tinggi Islam untuk mengangkat harga diri kaum Muslim di Hindia Belanda yang terjajah itu. 6 5 4 IAIN dalam http:// Rusminah. yang diambil dari Fakultas Agama UII (Yogyakarta) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 1950. dan STAIN).1 . sebagai realisasi kerja yayasan Badan Pengurus Sekolah Tinggi Islam yang dipimpin oleh Drs. h. Sejarah Peradaban Islam Indonesia. Perguruan Tinggi Agama Islam (UIN. Mohammad Hatta sebagai ketua dan M.4 Gagasan tersebut akhirnya terwujud pada tanggal 8 Juli 1945 ketika Sekolah Tinggi Islam (STI) berdiri di Jakarta di bawah pimpinan Prof.3 Pendirian lembaga pendidikan tinggi Islam sudah dirintis sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda. Penetapan PTAIN sebagai perguruan tinggi negeri diresmikan pada tanggal 26 September 1951 dengan jurusan Da'wah (kelak menjadi Ushuluddin). Hukum. Perguruan Tinggi Islam Indonesia (PTII) yang berdiri di Surakarta pada 22 Januari 1950 bergabung dengan UII yang berkedudukan di Yogyakarta. dimana Dr. Direktorat Perguruan Tinggi Islam. tanggal 20 Desember 2011.6 Setelah pengakuan kedaulatan Indonesia secara internasional. IAIN.5 Dalam sidang Panitia Perbaikan STI yang dibentuk pada bulan November 1947 memutuskan pendirian Universitas Islam Indonesia (UII) pada 10 Maret 1948 dengan empat fakultas: Agama. h. 2007). 314-315. Sejarah Singkat www. (Jakarta: Raja Grafindo Persada. Natsirsebagai sekretaris. Pemerintah mendirikan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN). Ekonomi.

dilakukan rasionalisasi organisasi. H. maka PTAIN Yogyakarta dan ADIA Jakarta menjadi IAIN "Al-Jami'ah al-Islamiah alHukumiyah" dengan pusat di Yogyakarta. H. Pada tahun 1977 sebanyak 40 fakultas cabang IAIN dilepas menjadi 36 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) yang berdiri 7 8 9 Ibid. Wahib Wahab. dalam perkembangannya telah berdiri cabangcabang IAIN untuk memberikan pelayanan pendidikan tinggi yang lebih luas terhadap masyarakat.2 Ibid. dimana pendirian IAIN terakhir di Sumatera Utara pada tahun 1973 oleh Menteri Agama waktu itu.8 Dalam perkembangannya selanjutnya. Dr. berdiri Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) pada tanggal 14 Agustus 1950 berdasarkan Penetapan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 1950. Hingga akhir abad ke-20. IAIN ini diresmikan tanggal 24 Agustus 1960 di Yogyakarta oleh Menteri Agama K. berdirilah cabang-cabang IAIN yang terpisah dari pusat.7 Dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 1960 tentang pembentukan Institut Agama Islam Negeri (IAIN). telah ada 14 IAIN. Hal ini didukung oleh Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 1963. Sejak tanggal 1 Juli 1965 nama "IAIN Al-Jami'ah" di Yogyakarta diganti menjadi "IAIN Sunan Kalijaga".9 Seperti telah diketahui. A.4 Qa}da (kelak menjadi Syari'ah) dan Pendidikan (kelak menjadi Tarbiyah). Ibid. nama salah seorang tokoh terkenal penyebar agama Islam di Indonesia.2 . Mukti Ali.Sementara di Jakarta.Untuk mengatasi masalah manajerial IAIN. h. Prof. h.

Sejarah Pertumbhan dan Pembaruan Pendidikan Islam di Indonesia. 2009). maka tugas Departemen Agama adalah menyiapkan tenaga guru agama. Lama belajar di ADIA adalah 5 tahun yang dibagi pada dua tingkatan.5 sendiri. Perkembangan Kelembagaan Pendidikan Tinggi Islam Negeridi Indonesia 1. berdasaran Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 1997. Berdasakan hal tersebut. tanggal 1Januari 1957 yang dipimpin oleh Mahmud Yunus. maka pendidikan agama dengan resmi dimasukkan ke sekolah-sekolah negeri dan swasta. Dan dalam perkembangan selanjutnya IAIN Alauddin juga berubah menjadi UIN Alauddin. baik umum maupun kejuruan dan agama”. status "institut" pun harus berubah menjadi "universitas".10 Dengan berkembangnya fakultas dan jurusan pada IAIN di luar studi keislaman. B.11 ADIA didirikan berdasarkan ketetapan Menteri Agama RI Nomor 1 Tahun 1957. yakni UIN Syarif Hidayatullah. Tingkat semi akademik dengan masa belajar selama 3 tahun dan tingkat akademik dengan 10 11 Ibid. Dengan tugas tersebut. h. maka pemerintah mendirikan Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) dengan tujuan “guna mendidik dan mempersiapkan pegawai negeri yang akan mencapai ijaazah pendidikan semi akademi untuk dijadikan ahli didik agama pada sekolah-sekolah lanjutan. Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) Tahun 1951 diterbitkan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Pendidikan Pengajaradan Kebudayaan RI Nomor K/651 tanggal 20 Januari 1951 (Agama) dan Nomor 143/K tanggal 20 Januari 1951 (Pendidikan). sehingga menjadi "Universitas Islam Negeri". (Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 124 .3 Lihat selengkapnya dalam Haidar Putra Daulay. h. IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan IAIN pertama yang berubah menjadi UIN. di luar 14 IAIN yang ada.

Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri ( STAIN) Sejak tahun 1960. Masing-masing tingkat terdiri atas 2 jurusan yaitu Jurusan Agama dan Jurusan Sastera Arab. Soenaryo. Dekrit Presiden RI 5 Juli 1959 antara lain menegaskan kembali kepada UUD 1945 dan Piagam Jakarta merupakan satu kesatuan dengan konstitusi tersebut. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya IAIN cabang itu berdiri sendiri. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Setelah PTAIN dikelola lebih kurang 9 tahun. Peraturan ini resmi berlaku mulai tanggal 9 Mei 1960. Palopo. Dengan Peraturan Presiden RI Nomor 11 Tahun 1960 tentang pembentukan Institut Agama Islam Negeri. Ambon. Ternate.12 2. IAIN telah berkembang sampai ke daerah dan masih merupakan cabang dari IAIN Yogyakarta. Lihat selengkanya dalam Ibid. muncul ide untuk mengembangkan sesuai dengan kebutuhan pada saat itu dan hal ini didukung oleh situasi saat itu. Kendari dan Manado. Gorontalo. salah satunya adalah IAIN Alauddin. RHA. . Demikian pula halnya dengan IAIN yang lain yang tersebar di seluruh Indonesia. 12 13 Ibid.126-134.13 3. pada tanggal 26 September 1959 berdasarkan Ketetapan Menteri Muda Agama RI Nomor 41tahun 1959 dibentuk “Panitia Perbaikan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri yang diketuai oleh Prof.Menjelang Dies Natalis IX (PTAIN). Panitia ini sepakat bahwa PTAIN di Yogyakarta dan ADIA di Jakarta untuk menggambukan kedua lembaga tersbut dengan nama Institut Agama Islam Negeri “al-Jami’ah al-Islmaiyah al-Hukumiyah”. Setelah berdiri sendiri banyak di antarai IAIN ini yang memiliki fakultas cabang di beberapa daerah. IAIN Alauddin memilik beberapa memiliki Fakultas di Makassar tetapi juga memiliki fakultas yang sama di Palu.6 masa belajar selama 2 tahun. h. Dr.

Sehingga tamatan Madrasah Aliyah lebih dipersipakan untuk memasuki universitas.14 4. tanggal 2 Maret 1997 sebanyak 33 Fakultas Cabang diresmikan menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). Dari upaya perubahan status ini beberapa di antaranya telah berhasil melakukan perubahan status tersebut. IAIN berubah status menjadi UIN. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (dari IAIN) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (dari IAIN) UIN Sultan Syarif Qasim Pekanbaru (dari IAIN) UIN Alauddin Makassar (dari IAIN) UIN Sunan Gunung Jati Bandung (dari IAIN) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (dari STAIN).. Berdasaran Keputusan Presiden RI No. Universitas Islam Negeri (UIN) Saat ini beberapa lembaga Pendidikan Tinggi Islam telah melakukan perubahan status. yaitu : 1. STAIN berubah status menjadi IAIN.16 14 15 16 Ibid. 11 Tahun 1997. 3. h.15 Sejak tahun 2002 telah terjadi perubahan dalam bantuk peningkatan status dari IAIN menjadi UIN atau dari STAIN menjadi IAIN/UIN. sehingga tidak lagi terjadi dikotomi. 2. Ada beberapa dasar pemikiran yang menjadi landasan perubahan status dari IAIN dan STAIN menjadi UIN. Diantara PTAIN yang telah mengalami perubahan/peningkatan status adalah: 1..140 . 5. h. Integrasi antara bidang ilmu agama dengan bidang ilmu umum (perennial knowledge dengan accquined knowledge) sehingga antara kedua ilmu menyatu. Ibid. 4. 2. Oleh karena itu apa yang diajarkan di madrasah sama dengan dengan apa yang diajarkan di sekolah. 6. harus dilepaskan atau bergabung ke fakultas induk. 3.140-141 Ibid. Berubahnya status madrasah sebagai sekolah yang berciri khas agama Islam. h.135-137. Alumni UIN lebih terbuka kesempatan untuk mobilitas vertikal dibandingkan alumni IAIN dan lebih beragam lapangan kerja yang bisa dimasuki.7 Untuk memehuni ketentuan yang berlaku maka seluruh fakultas yang ada di cabang.

Sekolah Tinggi DDI. Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (PTAIS) Respon umat Islam terhadap penyelenggaraan pendidikan Islam tidak terbatas pada pembukaan madrasah atau sekolah. Di antara universitas itu adalah Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) di Medan . Universitas Alwashliyah. . yaitu Fakultas Agama dinegerikan menjadi PTAIN tahun 1950 yang kemduian digabungkan dengan ADIA menjadi IAIN. sekolah atau perguruan tinggi negeri. Universitas Alkhairat. dan Pendidikan) tetap menjadi fakultas swasta. Sekolah 17 18 Ibid. tetapi juga samapai pada penyelenggaraan pendidikan tinggi. Salah satu di antara fakultasnya. Selain bentuk universitas ada juga yang berbentuk institut dan sekolah tinggi yang bera dalam koordinasi Kopertais Wilayah masing-masing.141 Ibid.8 Selain enam PTAIN yang telah disebutkan di atas. Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Makassar. h.18 Selain itu masih perguruan tinggi Islam yang berada dalam pembinaan orgnisasi Islam. penyelenggaraan pendidikan Islam tidak hanya dalam bentuk madarasah. ada juga yang berstatus swasta. Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta adalah perguruan tinggi Islam yang pertama di Indonesia. saat masih ada beberapa PTAIN yang sedang berbenah diri dan dalam proses untuk melakukan peningkatan status dari IAIN menjadi UIN dan dari STAIN menjadi IAIN. Universitas Nahdlatul Ulama. Fakultas non agama ini telah berkembang dan sekarang telah ditambah dengan fakultas-fakultas lain. Sementara fakultas lainnya (Ekonomi. Selain itu. 5.17 Perguruan tinggi Islam yang sama dengan UII saat ini sudah tersebar luas di seluruh Indonesia. Universtas Islam Bandung (UNISBA) di Bandung. Universitas Muhammadiyah. Univaersitas Islam Jakarta (UIJ) di Jakarta. Hukum. Universitas Islam Makassar (UIM) di Makassar.

Dalam “OASIS” Jurnal Pascasarjana STAIN Cirebon Volume 1 No. h. Dengan demikian lulusan UIN. C. Selain itu para alumni adalah orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan yang berguna bagi dirinya dan msyarakat. Azyumardi Azra.75-77. h. (Cirebon: Program Pascasarjana. IAIN di Tengah Paradigma Baru Perguruan Tinggi. menggeliat untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi secara lokal maupun global.01/2001. STAIN) di masa yang akan datang. 19 Hal ini akan mendukung eksistensi Perguruan Tinggi Islam (UIN. Upaya Menjawab Tantangan Zaman¸dalam rubrik “Dialog” PERTA Jurnal Komunkasi Perguruan Tinggi Islam Volume IV No. Wujudnya adalah memperluas kewenangan yang telah dimilikinya selama ini. maka konsep paradigma baru bagi Perguruan Tinggi Islam di Indonesia sudah merupakan sebuah keharusan. 2 Juli-Desember 1008. IAIN dan STAIN mampu bersaing dengan perguruan tinggi umum lainnya. Masa Depan Perguruan Tinggi Islam Negeridi Indonesia Menurut Azyumardi Azra. yang kemudian disebut dengan program “Wider Mandate” (Mandat yang diperuas) 20 serta melakukan transformasi atau perubahan dari IAIN/STAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). 20 19 . Perubahan IAIN menjadi UIN dan perubahan STAIN menjadi IAIN/UIN diharapkan mampu memberi peluang bagi rekonstruksi atau reintegrasi bangunan keilmuan. 240 Azyumardi Azra. 2008). Dalam dasawarsa terkahir (1993) dunia perguruan tinggi Islam di Indonesia khususnya IAIN dan STAIN.9 Tinggi Nahdlatul Ulama (STAINU) dan lain-lain. dilihat dari perspektif perkembangan nasional dan global. yang menjembatani ilmu-ilmu agama dan umum yang selama ini dipandang secara dikotomis. Khusus untuk falultas non keagamaan berada di bawah koordinasi Kopertis dan fakultas keagamaan berada di bawah koordinasi Kopertais Wilayah masing-masing. IAIN.

Pada masa penjajahan Jepang (8 Juli 1945) pertama kali didirikan Sekolah Tinggi Islam di Jakarta. Berdirinya Universitiy Islam Solo (22 Januari 1950) dan penyerahan Fakultas Agama Universitas Islam Yogyakarta kepada pemeritah menjadi embirio lahirnya IAIN.10 Membanjirnya ilmu-ilmu dan dosen ke UIN. 11 Tahun 1997. tanggal 2 Maret 1997 secara resmi mendirikan STAIN sebagai wujud pemandirian fakultas yang dibina oleh IAIN yang ada di daerah yang juga beberapa di anaranya berubah menjadi IAIN dan ada yang UIN. Fakultas Ekonomi. Sekolah tinggi ini kemudian berubah menjadi University Islam Indonesia (Universitas Islam Indonesia) dengan beberapa fakultas. Gagasan mendirikan Perguruan Tinggi Islam telah ada sejak masa penjajahan. PENUTUP A. Kesimpulan 1. IAIN dan STAIN sebagai konsekwensi yuridis formal atas pengembangan atau peningkatan status dengan terbukanya berbagai jurusan yang baru. Pada tanggal 20 Februari 1951terjadi penggabungan antara Universitiy Islam Solo dan University Islam Indonesia menjadi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. dan Fakultas Pendidikan. Pengembangan melalui pembukaan jurusan atau fakutas baru seperti yang terdapat di perguruan tinggi umum bisa memberikan pengaruh terhadap jati diri Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri. yang selanjutnya beberapa diantaranya mengalami transformasi menjadiUniversitas Islam Negeri (UIN). yaitu: Fakultas Agama. terutama untuk juusan atau fakultas ilmu agama jika tidak dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Fakultas Hukum. Tahun 1997 melalui Keputusan Presiden No. 2. III. . yang diresmikan pada tanggal 22 Maret 1948.

dan STAINsebagai lembaga pendidikan tinggi Islam. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Pendidikan Islam dari Masa Ke Masa: Tinjauan Kebijakan Publik Terhadap Pendidikan Islam di Indonesia. diperlukan dukungan dalam bentuk penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas ketenagaan sehingga proses ke arah peningkatan mutu dapat berjalan dengan baik. Pengembangan studi keislaman yang dikembangkan di perguruan tinggi Islam juga telah banyak memberikan kontribusi dalam mecerdaskan bangsa Indonesia. Sejarah Pertumbuhan dan Pembaruan Pendidikan Islam di Indonesia. PERTA Jurnal Komunikasi Perguruan Tinggi Islam. Untuk mewujudkan hal di atas. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Vol. ---***--- Daftar Pustaka Direktotat Perguruan Tinggi Islam Departeme Agama RI. UIN. 2010 Program Pascasarjana STAIN Cirebon.IV No. Jurnal “OASIS” Vol. Syamsul Nizar.02/2001 Haidar Putra Daulay. Implikasi Keberadaan Perguruan Tinggi Agama Islam menjadi pelopor dalam pengembangan ilmu-ilmu keislaman di Indonesia dan dunia Islam melalui pengitegrasian berbagai bidang kelimuan yang ada sehingga memberikan ruang yang lebih luas bagi alumni yang dihasilkan.IV No.1 Nomor 2 JuliDesember 2008. PERTA Jurnal Komunikasi Perguruan Tinggi Islam.01/2001 Direktotat Perguruan Tinggi Islam Departeme Agama RI. Jakarta: Yayasan Ngali Aksara dan Penamadani. 2009 . Sejarah Pendidikan Islam: Menelusuri Jejak Sejarah Pendidikan Era rasulullah Sampai Indonesia. Vol. mempunyai kontribusi terhadap pengembangan pendidikan di Indonesia sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional. IAIN. 2009 Marwan Saridjo. B.11 3.

12 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful