Anda di halaman 1dari 2

Nama : Ridha Mayanti Nim : 06091011027 Penelitian tingkat pemahaman siswa terhadap pembentukan bayangan nyata oleh sebuah

lensa cembung atau cermin cekung


Penelitian mengenai tingkat pemahaman siswa terhadap pembentukan bayangan nyata oleh sebuah lensa cembung atau cermin cekung telah dilakukan secara terus menerus untuk mengetahui kesulitan dalam memahami konsep optik geometri. Banyak peneliti yang telah melakukan penelitian namun hanya menitikberatkan pada cara pandang siswa terhadap pembelajaran optik dan cahaya saja. Beberapa penelitian lain juga pernah melakukan penelitian serupa. Namun, tingkat pemahaman mahasiswa terhadap pembentukan bayangan tetap saja belum sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa hanya dapat merespon beberapa pertanyaan yang biasanya terdapat didalam buku, seperti : kondisi yang bagaimana pembentukan bayangan nyata dapat terbentuk? Apa fungsi lensa, cermin dan layar ? apa maksud dari kalimat sinar datang menuju focus? Bagaimana skema sinar dapat digunakan untuk mengetahui posisi bayangan yang dihasilkan oleh system optic? Penelitian ini menghadirkan bukti bahwa meskipun mahasiwa tersebut mampu memberikan respon verbal dengan tepat, namun mereka sering tidak mampu menghubungkan pengetahuan mereka tentang system optik dengan nyata. Untuk mengukur tingkat pemahaman pada penelitian ini, peneliti memilih kemampuan dasar operasional, yaitu menerapkan konsep dan dasar yang sesuai, termasuk skema sinar, meperkirakan dan menjelaskan pembentukan bayangan oleh cermin dan lensa. Dengan pengujian ini, peneliti berharap mendpatkan wawasan tentang seberapa dalam mereka memahami pertanyaan-pertanyaan dasar seperti yang sudah disebutkan diawal. Pengumpulan data diambil dari wawancara terhadap demonstrasi individu 40-60 menit setiap sesi wawancara yang direkam dengan audiotape yang kemudian akan di analisis secara detail. Selain itu, peneliti juga mengumpulkan informasi melalui angket dan tes berupa pilihan ganda. Pada percobaan untuk lensa cembung. Peneliti memulai penelitian dengan pertanyaan yang bertujuan untuk menyelidiki tingkat pemahaman siswa. Diketahui jarak focus, dan jarak benda, kemudian siswa diminta untuk menetukan jarak bayangan keduanya dengan menggambar diagram sinar. Setelah siswa menyelesaikan tugasnya, siswa dihadapkan lagi pada 4 persoalan, yakni (1) apa yang akan terjadi jika posisi lensa dipindahkan? (2) apa yang terjadi jika bagian lensa ditutup? (3) apa yang terjadi jika layar dipindahkan kedepan lensa?? (4) apa yang terjadi jika layar dihilangkan? Hasilnya, kurang dari satu per empat dari jumlah siswa (pre-post student) mampu menjawab dengan tepat kedudukan bayangan pada layar. Namun, setelah diteliti lagi ternyata mereka tidak mampu menjelaskan alasannya dengan tepat.. Ridha Mayanti | Tugas Fisika Sekolah, rangkuman artikel optik 1

Begitu pula data yang diperoleh dari angket dan tes pilihan ganda, terlihat bahwa adanya peningkatan pemahaman siswa (pre-post student) namun tetap saja prensentase siswa yang menjawab dengan tepat masih sedikit sekali. Pada percobaan cermin cekung. sama dengan penelitian dengan menggunakan lensa cembung, peneliti juga merancang empat tugas (pertanyaan) yang harus dikerjakan siswa. Tugasnya meliputi pertanyaan tentang bagaimana posisi bayangan pada layar, (1) jika cermin cekung diganti dengan cermin datar? (2) jika bagian dari cermin ditutup (3) jika layar dipindahkan kedepan cermin, (4) dan jika layar dihilangkan. Hasilnya lebih dari setengah siswa mampu menjawab posisi bayangan pada layar dengan tepat, yaitu bayangan yang terbentuk adalah diperbesar, terbalik, dan nyata. Berdasarkan penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa ada banyak sekali siswa yang belum memahami konsep pembentukan bayangan. Pun demikian dengan kinerja yang dilakukan oleh mahasiswa dalam memahami konsep pembentukan bayangan nyata. Penelitian ini membuktikan bahwa tidak ada satupun yang berhasil menyelesaikan tugasnya dengan tepat. Setengah dari jumlah mahasiswa gagal di lebih dari setengah tugas yang diberikan. Seperti yang sudah disebutkan diawal bahwa mahasiswa ini mampu menetukan letak bayangan dan menentukan persamaan pada lensa, namun mereka sering tidak mampu menghubungkan dan menginterpretasikan pengetahuan mereka jika dihadapkan pada percobaan langsung. Untuk mengatasi masalah ini, maka diperlukan strategi pembelajaran yang sesuai, yaitu strategi yang membuat si siswa itu tertarik, salah sastunya bisa dengan melibatkan siswa dalam proses pembelajaran itu sendiri misalnya saja melalui demonstrasi. Dengan harapan siswa mampu menerapkan konsepnya kedalam kehidupan sehari-hari. Peneliti telah menemukan bahwa tingkat pemahaman siswa tentang optica geometri tidaklah muncul secara spontan melainkan dibutuhkan penekanan untuk memecahkan sejumlah masalah dengan tujuan meningkatkan kualitas tingkat pemahaman siswa.

Ridha Mayanti | Tugas Fisika Sekolah, rangkuman artikel optik