BAB II

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH RPJMD 2011-2015

BAB II

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2.1. 2.1.1 Aspek Geografis dan Demografis Letak Geografis dan Batas Administrasi Wilayah

Provinsi Kalimantan Selatan dengan ibukota Banjarmasin terdiri atas 11 kabupaten dan 2 kota, terletak antara 114 °19' 13'' - 116°33' 28'' Bujur Timur dan 1° 21' 49'' – 4 °10' 14'' Lintang Selatan, memiliki luas wilayah hanya 6,98 persen dari luas Pulau Kalimantan secara keseluruhan yaitu seluas 37.530,52 km2 dengan batas –batas : sebelah barat dengan Provinsi Kalimantan Tengah sebelah timur dengan Selat Makasar, sebelah selatan dengan Laut Jawa sebelah utara dengan Provinsi Kalimantan Timur. Kondisi alam Provinsi Kalimantan Selatan terdiri atas daerah pantai, dataran rendah dan perbukitan/pegunungan. Kemiringan tanah dengan 4 kelas klasifikasi menunjukkan bahwa sebesar 43,31 persen wilayah Provinsi Kalimantan Selatan mempunyai kemiringan tanah 0-2%. Rincian luas menurut kemiringan adalah sebagai berikut: 0 - 2% : 1.625.384 Ha (43,31%) >2 - 15% : 1.182.346 Ha (31,50%) >15 - 40% : 714.127 Ha (19,02%) >40% : 231.195 Ha (6,16%) Menurut jenis tanahnya, meliputi Podsolik Merah Kuning (PMK), Latosol, Litasol, Podsolik Merah Kuning Litosol, Komplek Podsolik Merah Kuning Organosol Gley Humus, PMK Dataran Tinggi, PMK Pegunungan , dan Alluvial. Wilayah Kalimantan Selatan juga banyak dialiri sungai. Sungai tersebut antara lain Sungai Barito, Sungai Riam Kanan, Sungai Riam Kiwa, Sungai Balangan, Sungai Batang Alai, Sungai Amandit, Sungai Tapin, Sungai Kintap, Sungai Batulicin, Sungai Sampanahan dan sebagainya. Umumnya sungai-sungai tersebut berpangkal pada pegunungan Meratus dan bermuara di Laut Jawa dan Selat Makasar. Data tahun 2008 menyebutkan bahwa penggunaan lahan di Kalimantan Selatan meliputi Lahan pemukiman/kampung seluas 59.563 ha, industri 2.489 ha, pertambangan 42.111 Ha, sawah 426.067 ha, pertanian lahan kering semusim 60.680 ha, kebun campuran 171.642 ha, perkebunan 486.448 ha, padang/semak belukar/alang-alang 830.684 ha, hutan 1.613.431 ha, perairan darat 45.731 ha, tanah terbuka 3.713 ha, dan lain-lain 59.997 ha. Wilayah Kalimantan Selatan menyimpan beberapa potensi bahan galian pertambangan seperti mineral, batu bara, minyak dan gas bumi, intan, dan lain-lain.

RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 - 2015

Page 2

BAB II 2.1.2. Potensi Pengembangan Wilayah

Potensi Pengembangan Wilayah dievaluasi dari unsur-unsur potensi geografis, penduduk, ekonomi wilayah, sektor andalan, sektor pendukung, sektor investasi, keuangan dan pembiayaan, dan pendukung dan transportasi. Potensi pengembangan wilayah Provinsi Kalimantan Selatan didekati dengan kebijakan perwilayahan. Kebijakan perwilayahan didasarkan atas efektivitas pembangunan di seluruh Provinsi dan untuk mensinkronkan pembangunan berbagai sektor andalan yang akan dikembangkan di masing-masing wilayah kabupaten/kota agar pengembangannya tidak saling tumpang tindih satu sama lain, sehingga potensi yang dimiliki masing-masing daerah dapat dikembangkan secara optimal dan terintegrasi. Pengembangan potensi secara spasial dilakukan melalui kebijakan pengembangan kawasan strategis Provinsi. Kawasan strategis wilayah Provinsi terdiri atas Kawasan Strategis Nasional (KSN) dan Kawasan Strategis Provinsi (KSP). Kawasan Strategis Nasional dimaksud Kawasan Strategis Nasional Dari Sudut Kepentingan Pertumbuhan Ekonomi yaitu Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) Batulicin. Kawasan Strategis Provinsi (KSP) dimaksud terdiri atas (1) Kawasan Strategis Dari Sudut Kepentingan Pertumbuhan Ekonomi; (2) Kawasan Strategis Dari Sudut Kepentingan Fungsi dan Daya Dukung Lingkungan Hidup; (3) Kawasan Strategis Dari Sudut Kepentingan Pertahanan dan Keamanan Negara. Kawasan Strategis Dari Sudut Kepentingan Pertumbuhan Ekonomi terdiri atas : a. Kawasan Metropolitan Banjar Bakula yang meliputi wilayah administrasi pemerintahan Kota Banjarmasin (Kecamatan Banjarmasin Selatan, Banjarmasin Timur, Banjarmasin Tengah, Banjarmasin Barat, Banjarmasin Utara), Kota Banjarbaru (Kecamatan Banjarbaru Utara, Banjarbaru Selatan, Landasan Ulin, Liang Anggang, Cempaka ), sebagian Kabupaten Banjar (Kecamatan Kertak Hanyar, Gambut, Sungai Tabuk, Aluh- Aluh, Beruntung Baru dan Martapura, Martapura Timur, Martapura Barat, Astambul, Mataraman, Karang Intan), sebagian Kabupaten Barito Kuala (Kecamatan Alalak, Mandastana, Anjir Muara, Anjir Pasar, Tamban, Tabunganen, Mekarsari), sebagian Kabupaten Tanah Laut (Kecamatan Bati-Bati, Kurau, Tambang Ulang, Bumi Makmur); b. Kawasan Rawa Batang Banyu yang meliputi wilayah administrasi pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Kecamatan Balawang, Barambai, Cerebon, Wanaraya, Bakumpai, Tabukan, Kuripan), sebagian Kabupaten Banjar (Kecamatan Simpang Empat), sebagian Kabupaten Tapin (Kecamatan Candi Laras Selatan, Candi Laras Utara dan Tapin Tengah), sebagian Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Kecamatan Daha Selatan, Daha Utara, Kalumpang ), Kabupaten Hulu Sungai Utara (Kecamatan Danau Panggang, Babirik, Sungai Pandan, Amuntai Selatan, Amuntai Utara, Amuntai Tengah dan Banjang), sebagian Kabupaten Tabalong (Kecamatan Pugaan, Banua Lawas, Kelua, Muara Harus); c. Kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM), yaitu KTM Cahaya Baru di Kabupaten Barito Kuala dan KTM Sengayam di Kabupaten Kotabaru; d. Kawasan Perdagangan, Industri dan Jasa, yaitu kawasan yang berbasis pada pengembangan perdagangan, jasa dan industri dan berpotensi menjadi kawasan ekonomi khusus yaitu di Kawasan Mekar Putih dan Kawasan Pulau Lari-Larian di RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 - 2015 Page 3

gudang amunisi dan daerah ujicoba persenjataan. Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala. kerugian harta benda. Kawasan Jorong (Kabupaten Tanah Laut) dan Kawasan Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu. Tanah Laut. meredam. yaitu kawasan hutan lindung yang memanjang dari Kabupaten Kotabaru sampai dengan Kabupaten Banjar termasuk kawasan Tahura Sultan Adam.1. daerah basis militer. daerah latihan militer. Kotabaru. dan dampak psikologis. sebagai daerah pertahanan darat dan daerah pertahanan udara. budaya. Balangan. gudang amunisi. kawasan terbuka sepanjang pantai timurtenggara wilayah Provinsi Kalimantan Selatan dengan berbagai pola pemanfaatan ruang baik lindung maupun budidaya di Kabupaten Tanah Laut. gudang amunisi. daerah uji coba persenjataan. Kawasan Strategis Dari Sudut Kepentingan Pertahanan dan Keamanan Negara terdiri atas : 1) Kawasan tertentu di sepanjang pesisir pantai dan laut di Kabupaten Barito Kuala. Hulu Sungai Selatan. daerah ujicoba persenjataan dan daerah industri pertahanan. geografis. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .2015 Page 4 . Kawasan Pegunungan Meratus. frekuensinya cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Tanah Bumbu dan Kotabaru. daerah pembuangan amunisi dan peralatan pertahanan lainnya. Rawan bencana adalah kondisi atau karakteristik geologis. daerah pembuangan amunisi. hidrologis. 2) Kawasan tertentu di pegunungan Maratus di Kabupaten Banjar. sosial. b. Kawasan Strategis Dari Sudut Kepentingan Fungsi dan Daya Dukung Lingkungan Hidup terdiri atas : a. daerah basis militer. Tanah Bumbu dan Kotabaru sebagai daerah pertahanan laut. baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia. Ada tiga bencana alam yang rawan di Kalimantan Selatan. Data jumlah banjir di Kalimantan Selatan dari tahun 2006 – 2009 disajikan pada Gambar II. Tanah Bumbu. dan mengurangi kemampuan untuk menanggapi dampak buruk bahaya tertentu. 2. daerah latihan militer. Hulu Sungai Tengah. daerah pembuangan amunisi. dan teknologi pada suatu wilayah untuk jangka waktu tertentu yang mengurangi kemampuan mencegah. dan (3) Tanah longsor Banjir terjadi setiap tahun. mencapai kesiapan. Wilayah Rawan Bencana Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan. biologis.3. daerah pendaratan. Banjar. daerah latihan militer. Kawasan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Tanah Laut. kerusakan lingkungan. (2) Kebakaran hutan dan lahan. yaitu: (1) Banjir. Tabalong.1. klimatologis. ekonomi. politik. 3) Kawasan tertentu di Kota Banjarbaru dan Banjarmasin yang diperuntukan bagi basis militer.BAB II Kabupaten Kotabaru. Tapin.

yaitu hampir tidak ada musim kemarau yang jelas pada tahuntahun terakhir . disajikan pada Tabel II. Jumlah titik panas per kabupaten di Kalimantan Selatan tahun 2005 – 2009. Kalimantan Selatan termasuk dalam 10 provinsi yang menjadi perhatian Departemen Kehutanan dalam masalah kebakaran hutan dan lahan ini. berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan tahun 2009. 3. Balangan.1 Jumlah Titik Panas Menurut Kabupaten/Kota Di Kalimantan Selatan Tahun 2005 . menenggelamkan 60 kecamatan dan 551 desa. Tabel II.1 miliar. Kebakaran hutan dan lahan cenderung meningkat hingga tahun 2006. Beberapa kali kejadian banjir telah pula menimbulkan korban jiwa. yang dapat dilihat dari titik panas (hot spot). 2010 RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Hulu Sungai Selatan. Banjir yang terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu (khususnya di Kecamatan Kusan Hulu dan Kusan Hilir) telah merendami sedikitnya 1. Tapin. Tanah Laut. Hulu Sungai Utara.1.925 rumah yang dihuni 6. kerugian akibat bencana alam tersebut mencapai Rp. Fasilitas umum yang juga terendam sebanyak 248 sekolah dan 26 puskesmas. yaitu: Tabalong.461 warga dan telah terjadi tiga kali banjir sepanjang tahun 2010. Pada musim hujan kebanjiran. sebaliknya pada musim kemarau sering terjadi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan. Banjir yang melanda sembilan kabupaten tersebut.BAB II Ada sembilan kabupaten di Kalimantan Selatan yang sering terendam banjir. dan Kotabaru.2015 Page 5 . Banjar.2009 KABUPATEN Tabalong Balangan HSU HST HSS Tapin Banjar Banjarbaru Barito Kuala Banjarmasin Tanah Laut Tanabu Kotabaru JUMLAH 2005 17 13 14 4 82 79 147 17 98 1 106 40 63 686 2006 171 215 158 109 766 943 1128 167 665 6 479 274 732 5813 TAHUN 2007 90 73 30 16 184 146 146 23 80 11 78 105 183 1165 2008 40 30 15 2 39 5 19 1 18 9 14 1 10 203 2009 45 45 86 25 97 185 215 14 138 2 142 81 183 1258 Sumber : Badan nasional penanggulangan bencana (BNPB). Pada tahun berikutnya cederung menurun karena faktor alam. Menurut data Dinas Kesejahteraan Sosial Kalimantan Selatan. Tanah Bumbu.

1. Akibat bencana tersebut.1. 2010 RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Tanah longsor pernah terjadi di perbatasan antara Kabupaten Tapin dan Banjar. Tanah longsor juga terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu di Kecamatan Kusan Hulu.2. Kecamatan Hatungun. Gambar II. Tingkat Kerawanan Bencana Tanah Longsor Menurut Daerah di Kalimantan Selatan Daerah(Kab/Kota) Tingkat Kerawanan Hulu Sungai Selatan Tinggi Tabalong Sedang Balangan Rendah Hulu Sungai Utara Sedang Hulu Sungai Tengah Sedang Kota baru Rendah Tapin Sedang Barito Kuala Sedang Kota Banjarmasin Sedang Kota Banjarbaru Sedang Tanah Laut Sedang Banjar Sedang Tanah Bumbu Rendah Sumber : Badan nasional penanggulangan bencana (BNPB). warga yang tinggal di pedalaman tersebut menjadi terisolasi. 2010 Untuk lebih jelas tingkat kerawanan wilayah bencana tanah longsor ini disajikan dalam suatu peta yang ditunjukkan pada Gambar II.2. tepatnya di Desa Bagak.BAB II Bencana yang juga rawan akibat adanya curah hujan yang tinggi selain banjir adalah tanah longsor. Peta Indeks Rawan Bencana di Kalsel Sumber: Badan nasional penanggulangan bencana (BNPB). Daerah rawan bencana tanah longsor Kalimantan Selatan berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) disajikan pada Tabel II.2015 Page 6 . Tabel II. Kabupaten Tapin.

dengan fungsi pusat perdagangan regional Banua Anam. perdagangan regional dan nasional.1. pelayanan jasa kesehatan regional. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Pusat Kegiatan Nasional (PKN) adalah Kota Banjarmasin.BAB II Jenis bencana alam yang sering terjadi antara lain adalah bencana banjir dan kebakaran hutan dan lahan. 6.1. Pelaihari. Kota Banjarbaru dengan fungsi pusat pemerintahan provinsi. Sistem Perkotaan Sistem perkotaan di Provinsi Kalimantan Selatan adalah : 1. dan ruang udara termasuk di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah. pemerintahan lokal. telekomunikasi dan sumber daya air. energy dan kelistrikan. sebagai pusat jasa. Kandangan. pemerintahan lokal. pemerintahan lokal. sebagai pusat jasa. pelayanan wilayah belakang.1. 3. dengan fungsi pemerintahan lokal. pelayanan wilayah belakang 9. Struktur Ruang Struktur ruang wilayah Provinsi Kalimantan Selatan meliputi system perkotaan. Martapura. a. Tanjung. perdagangan lokal. dan pendidikan tinggi 4. pelayanan wilayah belakang 10. Batulicin. dengan fungsi pusat pemerintahan kabupaten. sistem jaringan transportasi. pelayanan wilayah belakang. Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) terdiri atas Kota Marabahan. ruang laut. dengan fungsi pusat pemerintahan kabupaten. dengan fungsi pusat perdagangan lokal. (2) rehabilitasi hutan dan rawa. Tata Ruang Ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat. jasa transportasi udara nasional. 2. Untuk pencegahan terjadi bencana kebakaran hutan dan rawa. perdagangan lokal dan jasa pariwisata regional. (3) mendorong pemerintah pusat untuk moratorium pertambangan dsb. Langkah-langkah yang dilakukan selama ini untuk mengantisipasi terjadinya banjir antara lain : (1) normalisasi daerah aliran sungai (DAS) dan pembuatan batas tebing. Amuntai dan Kotabaru. 2. 8. (2) membentuk tim penanggulangan kebakaran hutan dengan keterlibatan berbagai sektor. kota transit 7. melakukan kegiatan dan memeliharan kelangsungan hidupnya. dan (3) melakukan rencana aksi bersama Kabupaten/Kota dan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangannya. Paringin. industri regional. pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya antara lain : (1) membuat Peraturan Daerah (Perda). perdagangan lokal. industri nasional. industri dan perdagangan regional. Rantau. Sementara itu tata ruang adalah wujud struktur ruang dan pola ruang. tempat manusia dan makhluk lain hidup. pelayanan wilayah belakang.4. pelayanan wilayah belakang.2015 Page 7 . industri dan perdagangan regional dan nasional. 5. pemerintahan kabupaten. 2.4. Barabai.

Jaringan jalan bebas hambatan terdiri atas : 1. pemerintahan lokal.Lianganggang. Marabahan – Banjarmasin. jasa pariwisata nasional. 2. 4. 7.Pleihari. pemerintahan kabupaten. 2.Pantai Hambawang – Amuntai . Sistem Jaringan Transportasi a) Jaringan jalan arteri primer. Jalan kolektor lainnya yaitu ruas Marabahan – Simpang Serapat. Jalur kereta api untuk angkutan penumpang antar kota PKN. Jalan penghubung lintas jalan lintas Kalimantan yaitu Lianganggang Martapura – Kandangan . Terminal meliputi : 1. Kabupaten Hulu Sungai Utara. 8.Tanjung Mabuun – Batas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Kotabaru.Batulicin. Kota Banjarbaru. Batulicin – Tanah Grogot. Pleihari – Pagatan. Kota Martapura. b) Jaringan jalan kolektor primer yang menghubungkan antar Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan (K-1) terdiri atas : 1.BAB II Pusat kegiatan yang dipromosikan untuk ditetapkan menjadi PKN (PKNp) adalah : 1. pelayanan wilayah belakang. Pagatan . terdiri atas : 1. Kabupaten Barito Kuala. c) d) c. 6. 5. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .2015 Page 8 . dan pendidikan tinggi 3. dengan fungsi pusat pemerintahan provinsi. Jalan bebas hambatan dalam Kawasan Metropolitan Banjarmasin. Kuala Kapuas – Banjarmasin. Kota Batulicin sebagai pusat jasa. dengan fungsi pusat industri dan perdagangan intan nasional. kegiatan keagamaan regional dan nasional 2. Banjarmasin . Jalan lintas Selatan Kalimantan yaitu ruas batas Provinsi Kalimantan Tengah – Banjarmasin – Lianganggang – Batulicin – Batas Provinsi Kalimantan Timur 2. 3. Pantai Hambawang – Barabai – Paringin – Mambuun. Sistem pengembangan jaringan jalur kereta api meliputi : 1. jasa transportasi udara nasional. yaitu ruas Banjarmasin – Palangkaraya. b. Lianganggang . Terminal Penumpang Tipe A di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar. Terminal Penumpang Tipe B Kota Banjarmasin. perdagangan regional dan nasional. Jalan lintas Selatan Kalimantan yaitu ruas Lianganggang – Pelaihari – Batulicin – Manggalau – Batas Provinsi Kalimantan Timur. industri nasional. 2. Kelua – Pasar Panas (Batas Provinsi Kalimantan Tengah). jasa dan perdagangan nasional. industri dan perdagangan regional dan nasional.

Tapin. PLTD Rantau. Danau Panggang di Kab. Bandar udara pengumpul skala tersier adalah Gusti Syamsir Alam/ Stagen di Kab. Hulu Sungai Utara. PLTD Sungai Bali RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . PLTD Kotabaru. Jalur kereta api untuk angkutan barang pada sentra-sentra produksi terutama untuk komoditas sumberdaya mineral dan komoditas perkebunan pada sebelah barat Pegunungan Meratus. 2. Ujung Panti. Tatanan kebandar udaraan terdiri atas : 1. Sistem jaringan pelabuhan (dermaga) sungai terdiri atas : 1. Jaringan prasarana kereta api untuk angkutan barang pada sentra-sentra produksi terutama untuk komoditas sumberdaya mineral dan komoditas perkebunan pada sebelah timur . PLTD Gunung Batu Besar Kotabaru. Hulu Sungai Selatan. Batas Kalimantan Tengah Banjarmasin – Pelaihari – Asam-Asam – Satui – Pagatan – Batulicin – Kotabaru – Batas Kalimantan Timur. Kotabaru. Kuripan di Kabupaten Barito Kuala di tepi Sungai Barito.tenggara Kalimantan Selatan. Pelabuhan utama yaitu Trisakti di Kota Banjarmasin. Tanjung – Tanah Grogot – Balikpapan. 3.BAB II 2. Banjarmasin – Batulicin. PLTD Sungai Kupang Kotabaru. Sistem jaringan energi dan kelistrikan terdiri atas : 1. PLTD Barabai.2015 Page 9 . Babirik di Kab. 3. 2. Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) meliputi : PLTD Pagatan. yaitu : ruas Batas Kalimantan Tengah di Kabupaten Barito Timur – Kabupaten Tabalong – Kabupaten Hulu Sungai Utara – Kabupaten Hulu Sungai Tengah – Kabupaten Hulu Sungai Selatan – Kabupaten Tapin – Kabupaten Banjar – Kabupaten Tanah Laut. Hulu Sungai Utara. PLTD Amuntai. Pembangunan jalur kereta api untuk angkutan penumpang dan barang antar kota PKN dengan PKW dan PKL . Hulu Sungai Utara di tepi Sungai Negara. Sistem kepelabuhanan terdiri atas : 1. Marabahan. Tanjung – Buntok – Muarateweh. 4. Pelabuhan pengumpul yaitu Batulicin di Kabupaten Tanah Bumbu. d. 2. Batas Kalimantan Tengah di Kabupaten Barito Timur – Kabupaten Tabalong – Kabupaten Balangan . yaitu : Batas Kalimantan Timur di Kabupaten Pasir – Kabupaten Kotabaru – Kabupaten Tanah Bumbu – Kabupaten Tanah Laut – Tanjung Selatan. e. Amuntai di Kab. Bandar udara pengumpan Tanjung Warukin di Kabupaten Tabalong g.Batas Kalimantan Timur di Kabupaten Pasir – Kabupaten Kotabaru – Kabupaten Tanah Laut. PLTD Bungkukan Kotabaru. 3. Pelabuhan (dermaga) Banjar Raya di Kota Banjarmasin. yaitu ruas : Tanjung – Barabai – Rantau – Martapura – Banjarmasin. f. Negara di Kab. Pelabuhan (dermaga) Margasari di Kab. Bandar udara pengumpul skala sekunder adalah Syamsudin Noor – Banjarmasin di Kota Banjarbaru. Pelabuhan penyeberangan nasional yaitu pelabuhan penyeberangan lintas provinsi adalah Pelabuhan Trisakti di Kota Banjarmasin dan Pelabuhan Batulicin di Kabupaten Tanah Bumbu.

Daerah Irigasi (DI) nasional. DI Pitap di Kabupaten Balangan. DI Riam Kanan di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru. PLTU Batulicin.2015 . PLTD Tanjung Seloka Kotabaru. Bendungan nasional meliputi Bendungan PLTA Ir. Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) meliputi : PLTU Asam-Asam Tanah Laut. Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) meliputi : Riam Kanan. Bendung Telaga Langsat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Sakalagun. Pangeran Muhammad Noor. Belawang. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG) meliputi : PLTG Trisakti Banjarmasin. DI Amandit di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kusan Tanah Bumbu. Jaringan saluran irigasi nasional. meliputi : Anjir Tamban. DI Pitap di Kabupaten Balangan. Anjir Serapat. 3. Sengayam dan Sampanahan Kotabaru. meliputi Bendung Tapin di Kabupaten Tapin. PLTD Semaras Kotabaru. PLTU Sigam Kotabaru. Jelapat. Kota Banjarmasin – Rantau . 2. . DI Riam Kanan di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru. Belanti dan Alalak Padang di Kabupaten Page 10 j. Sistem Jaringan telekomunikasi meliputi : Sistem jaringan mikro digital.dan DI Pitap (Kab Balangan) Jaringan rawa dan pantai terdiri atas : 1. terdiri dari : batas provinsi Kalimantan Tengah – Marabahan – Kota Banjarmasin. Bendung nasional. PLTU IPP Binuang. Barambai. Bendung Pitap di Kabupaten Balangan. DI Amandit di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. DI Kotabaru-Berangas di Kabupaten Kotabaru. DI Tapin Kabupaten Tapin. Sistem Jaringan irigasi terdiri atas : 1. PLTU Kusan Tanah Bumbu.BAB II Kotabaru. DI Telaga Langsat di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kota Marabahan – Kota Banjarmasin. DI Batulicin di Kabupaten Tanah Bumbu. 2. Riam Kanan di Kabupaten Banjar. PLTD Tanjung Lontar Kotabaru. DI Sungai Bungur di Kabupaten Kotabaru. meliputi DI Jejangkit II di Kabupaten Barito Kuala. PLTU Tanjung. Bendung Batang Alai di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. DI Telaga Langsat dan DI Amandit di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. DI Riam Kanan di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru. DI Batulicin di Kabupaten Tanah Bumbu. Seluang. Tanipah. Barabai – Batas Provinsi Kalimantan Timur. DI Kotabaru-Berangas dan DI Sungai Bungur di Kabupaten Kotabaru. h. DI Batang Alai di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Bendung Amandit di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Bendung Karang Intan di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru. DI Telaga Langsat di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. 2). Kandangan – Barabai. k. i. Tabunganen. Jejangkit I. Handil Bakti. Terantang. Talaran di Kabupaten Barito Kuala. DI Batang Alai di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Rantau – Kandangan. 4. saluran irigasi sekunder meliputi : DI Tapin di Kabupaten Tapin. saluran irigasi primer meliputi : Daerah Irigasi (DI) Tapin di Kabupaten Tapin. DI Batang Alai di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. DI Jejangkit II di Kabupaten Barito Kuala. terdiri atas : 1). PLTU Mulut Tambang Balangan. 3.

dan Polder Alabio di Kabupaten Hulu Sungai Utara. DAS Ambawang. dan DAS Tapin. 5. TWA Jaro di Kabupaten Tabalong. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . kawasan sempadan mata air. Jejangkit I. 4. kawasan bergambut di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru. dan kawasan Suaka Margasatwa (SM) yang meliputi : SM Pelaihari. Seluang. Tabunganen. DAS Riam Kanan. Belawang. SM Kuala Lupak di Kabupaten Tanah Laut.2015 Page 11 . Belanti. Kabupaten Banjar. Daerah rawa (DR) nasional meliputi : Anjir Tamban.1. CA Teluk Pamukan. Sakalagun. CA. kawasan terbuka hijau kota yang lokasinya tersebar di Kabupaten/kota c. Terantang. Pola Ruang Pola ruang meliputi kawasan lindung yang terdiri atas : a. Wilayah sungai (WS) Lintas kabupaten/kota meliputi WS Cengal – Batulicin di Kabupaten Tanah Bumbu. e. pelestarian alam di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam di Kabupaten Banjar. dan resapan air di sekitar kawasan hutan lindung. TWA Pulau Bakut. 3. Muning di Kabupaten Tapin. Kawasan cagar budaya sebagaimana terdiri atas : Cagar Budaya Candi di Kabupaten Hulu Sungai Utara. DAS Negara. kawasan sempadan sungai. Saluran/kanal banjir nasional meliputi : Sungai Barabai di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Sungai Balangan di Kabupaten Balangan. Talaran di Kabupaten Barito Kuala. Saluran rawa nasional Muning di Kabupaten Tapin. Kawasan perlindungan setempat meliputi kawasan sempadan pantai. SM Pulau Kaget di Kabupaten Barito Kuala. Muara Uya di Kabupaten Tabalong. kawasan sekitar danau atau waduk. DAS. DAS Martapura. Kalsel dan Kalteng meliputi DAS Barito. b. SM. Kawasan yang memberikan perlindungan kawasan bawahannya seperti kawasan hutan lindung di Pegunungan Meratus. Wilayah sungai lintas provinsi yaitu WS Barito-Kapuas yang melintasi Prov.2.4. Barambai. Polder Alabio di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Handil Bakti. 2. Gunung Kentawan di Kabupaten Kotabaru. TWA Pulau Kembang di Kota Banjarmasin. Kawasan rawan tanah longsor meliputi Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Balangan sampai perbatasan Provinsi Kalimantan Timur. Anjir Serapat. Muara Sungai Asam-Asam. Kawasan suaka alam di cagar alam (CA) Teluk Kelumpang. Selat Laut dan Selat Sebuku. Jelapat. Taman Wisata Alam (TWA) yang meliputi TWA Pelaihari dan TWA Batakan di Kabupaten Tanah Laut. Situs Gua di Gunung Batu Babi. CA Sungai Lulan dan Sungai Bulan. dan Anjir Alalak Padang di Kabupaten Banjar. DAS Kapuas. Negara di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Tanipah. Negara di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. d. Murung.BAB II Banjar. DAS Riam Kiwa. Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru. 2.

perkebunan. kawasan pertanian TPH lahan sawah irigasi dikembangkan hampir di seluruh wilayah provinsi kecuali Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala. Banjar. Page 12 i. Kawasan perkebunan terdiri atas : 1. Daha Barat. palawija dan hortikultura. Banjar. kehutanan. Kawasan Andalan Kandangan dan sekitarnya dengan sektor unggulan : pertanian. Teluk Tamiang dan sekitarnya di Kabupaten Kotabaru. 3. 8. Danau Panggang dan Amuntai Selatan di Kabupaten Hulu Sungai Utara. kawasan pertanian TPH lahan kering tersebar hampir di seluruh wilayah provinsi kecuali Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD). pertanian. Tapin. Hulu Sungai Tengah. h. yaitu KKPD Paminggir. 4. Takisung di Kabupaten Tanah Laut. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . g. Kelumpang. perkebunan dan pariwisata. Kawasan Andalan Batulicin dan sekitarnya dengan sektor unggulan : perkebunan. Tabanio. industri. Perkebunan besar swasta maupun perkebunan besar pemerintah meliputi kawasan perkebunan yang tersebar di wilayah Kabupaten Barito Kuala. lahan pasang surut dan lahan lebak. kawasan pertanian TPH lahan pasang surut tersebar pada wilayah Kabupaten Barito Kuala. Pusat-pusat distribusi dan industri hasil pertanian di wilayah Kabupatenkabupaten Hulu Sungai Tengah. kawasan pertanian TPH lahan basah terdiri dari kawasan pertanian lahan sawah irigasi. Hulu Sungai Selatan. pariwisata. dan perikanan. kawasan pertanian tanaman pangan dan hortikultura (TPH) meliputi kawasan TPH lahan basah dan kawasan TPH lahan kering yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Selatan. Simpur di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Barito Kuala dan Kota Banjarmasin yang membentuk sentra komoditas padi gogo. Kawasan Andalan terdiri atas : 1. Kawasan Andalan Laut meliputi : Kawasan Andalan Laut Pulau Laut dsk. 6. Bakarangan di Kabupaten Tapin. Balangan. Daha Selatan. Kawasan Andalan Banjarmasin Raya dan sekitarnya dangan sektor unggulan : pertanian. Panyipatan. industri. 7. yaitu KKLD Terumbu Karang Bunati di Kabupaten Tanah Bumbu. menetapkan kawasan pertanian pangan berkelanjutan untuk mengendalikan alih fungsi kawasan pertanian. Tanjung Dewa. 4. pariwisata. Kotabaru. Tanah Bumbu dan Kota Banjarmasin membentuk sentra komoditas padi dan hortikultura. Kawasan Konservasi Perairan Daratan (KKPD). 5.2015 .BAB II f. Tanah Bumbu j. lahan tadah hujan. 2. dan perikanan. 2. dengan sektor unggulan : perikanan. kawasan pertanian TPH lahan lebak tersebar hampir di seluruh wilayah provinsi kecuali Banjarmasin dan sebagain besar membentuk sentra komoditas palawija dan hortikultura. kawasan pertanian terdiri atas : 1. dan pertambangan. Kandangan. 3. Tanah Laut. Labuan Amas Utara di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Daha Utara. Tanah Laut.

Tanah Bumbu. 3. Batakan. rampa. Marabatuan. Tanah Laut. Perkebunan rakyat meliputi kawasan perkebunan yang tersebar di wilayah Kabupaten Barito Kuala. Hulu Sungai Selatan. Kawasan pariwisata terdiri atas : 1. Tanah Bumbu. Teluk Tamiang. Daerah tangkapan nener dan benur. Hulu Sungai Tengah. Tabalong. Banjarbaru dan Banjar. Tanjung Batu. Batola. Tapin. Budidaya tambak di pesisir timur Muara Kintap. Berangas. Tahura Sultan RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . kelapa dalam dan kepala sawit dari hasil perkebunan swadaya dan pola kemitraan dengan perkebunan besar swasta. Banjar. Pagatan. Sungai Loban. Kuala Tambangan. 5. Hulu Sungai Selatan. Tabalong. Obyek wisata alam. Pagatan Besar. yaitu Loksado di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Hulu Sungai Selatan. Pamalikan. Rencana pengembangan kawasan perikanan dan kelautan terdiri atas : 1.BAB II Banjar. daerah pengembangan unggas. Selambau. Tanah Bumbu dan Kotabaru. Sungai Taib. Pudi. Perikanan tangkap di wilayah Pantai Selatan Kalimantan. k. Sungai Danau. Jorong s. Budidaya laut berada di Lontar. 5. 4. Hilir Muara. Lontar. yaitu Sungai Musang di Kabupaten Banjar. Hulu Sungai Utara. yaitu di Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Hulu Sungai Tengah dan daerah pusat pembibitan ternak kerbau/kerbau darat . Muara Kintap. Daerah pusat pembibitan ternak kerbau kalang/kerbau rawa/kerbau darat. Sarang Tiuang. di gugus Pulau. l. Kerayaan. yaitu di Kabupaten Tapin. Kotabaru dan Balangan yang pada umumnya membentuk sentra komoditas kelapa sawit dan karet. Kawasan Laut Kintap – Asam-Asam dan sekitarnya di Kabupaten Tanah Laut. Aluh-Aluh. yaitu di Kabupaten Kotabaru. Sebamban. Balangan. Kawasan Laut Pulau Laut dan sekitarnya di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru. Tanah Laut. yaitu di Kabupaten Tanah Laut. Batulicin. Hulu Sungai Selatan. Muara Asam-Asam. Danau Panggang dan Danau Bangkau sebagai reservat perikanan darat. yaitu Kuala Lupak. Sungai Bali. Jorong. Banjar. Sebanti. Balangan. Kawasan peruntukan peternakan terdiri atas : 1. Daerah pusat pemurnian ternak Sapi Bali. Tanjung Seloka. m. Tanah Bumbu. Hulu Sungai Utara. Tanjung Samalantakan. Bunati. Pulau Kaget. Daerah pendaratan ikan. 2. Teluk Sirih. Tapin. Banjarbaru dan Barito Kuala. Teluk Tamiang. 6. Kotabaru.2015 Page 13 . Pulau Kembang. Tabalong. Hulu Sungai Utara. Kotabaru. Tapin. Tanjung Mangkok di Kabupaten Kotabaru. Semisir. 7. Kerasian. Matasirih. Tanah Laut. Pulau Bakut Kabupaten Barito Kuala. Tabalong. daerah pengembangan ternak kambing. 3. Hulu Sungai Tengah. Kawasan Laut Aluh-Aluh dan sekitarnya di Kabupaten Banjar. Daerah pusat pembibitan ternak sapi. Kurau. Birah-birahan. Takisung. yaitu di Kabupaten Barito Kuala dan pusat pemurnian ternak itik Alabio di Kabupaten Hulu Sungai Utara. 4. Pantai.d Sungai Cuka di Kabupaten Tanah Laut. 2. yaitu di Kabupaten Hulu Sungai Utara. 2. Hulu Sungai Tengah dan Banjarbaru yang pada umumnya membentuk sentra komoditas karet.

Danau Undan Banua Lawas di Kabupaten Tabalong. keramik. Zona industri Murung Pudak di Kabupaten Tabalong yang berorientasi pada industri agroindustri. 5. Sentra industri di Kota Banjarmasin yang berorientasi pada industri RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Takisung. Zona Industri Tarjun di Kabupaten Kotabaru yang berorientasi pada industri semen. Sarang Tiung di Kabupaten Kotabaru. Obyek wisata buatan/atraksi antara lain Pasar Terapung Kuin di Kota Banjarmasin. 5. Obyek wisata budaya di Loksado. Pendulangan Intan Sungai Tiung Cempaka di Kota Banjarbaru. Zona Industri Barito Muara Barito Kuala di Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala yang berorientasi pada industri kehutanan. 10. industri logam. Tanjung Puri di Kabupaten Tabalong. Teluk Tamiang di Kabupaten Kotabaru. 4. Waduk Riam Kanan di Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut.. Pasar Terapung Lok Baintan Sungai Tabuk di Kabupaten Banjar. Pagatan. Kawasan industri Batulicin di Kabupaten Tanah Bumbu yang beorientasi pada industri perkebunan. 4. n. Zona industri Jorong dan Kintap di Kabupaten Tanah Laut yang berorientasi pada industri bubur kertas dan bijih besi. Zona industri Matraman di Kabupaten Banjar yang berorientasi pada industri perkebunan. Kerbau Rawa Danau Panggang di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Batang Alai Selatan. Obyek wisata bahari untuk terumbu karang.2015 Page 14 . Obyek wisata religius Syech Muhammad Arsyad Al Banjari Kalampayan. Sentra industri Negara di Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang berorientasi pada industri kerajinan rumah tangga. industri kehutanan. Obyek wisata pantai Swarangan Jorong. Gua Liang Kantin Muara Uya di Kabupaten Tabalong. 9. 7. Zona industri Bati-Bati di Kabupaten Tanah Laut yang berorientasi pada industri peternakan. Obyek wisata budaya Pasar Terapung. Zona industri Liang Anggang di Kota Banjarbaru yang berorientasi pada industri minuman. gas. Dayak Meratus di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. kehutanan. kimia. yaitu Pulau Kunyit. Datu Sanggul. Sentra industri galangan kapal di Batulicin di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru di Kabupaten Kotabaru. Gua Temu Luang dan Gua Sunggung di Kabupaten Kotabaru. Sentra industri Amuntai di Kabupaten Hulu Sungai Utara yang berorientasi pada industri perabot kayu dan rotan. 3. 2. 6. Bunati di Kabupaten Tanah Bumbu. Air Terjun Tumpang Dua di Kabupaten Kotabaru. Jaro. Haruyan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. agro industri. Syech Muhammad Arsyad Pagatan di Kabupaten Tanah Bumbu. Batakan di Kabupaten Tanah Laut dan Pagatan. perikanan dan kelautan serta industri baja. 12. perkebunan. Kawasan industri terdiri atas : 1. 6. Upau. 2. 3. bahan kimia.BAB II Adam dan Lembah Kahung di Kabupaten Banjar. makanan dan kehutanan. Air Panas Hantakan. Kubah Basirih di Kota Banjarmasin. 8. 11.

industri pengolahan karet. Kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM). 2.70 persen per tahunnya. Kawasan wilayah pertambangan rakyat bahan galian intan di Kota Banjarbaru. Tanah Bumbu. 8. Barito Kuala dan Pulau Lari-Larian di Kabupaten Kotabaru.156 jiwa (tahun 2009).BAB II kerajinan rakyat kain sasirangan. Tanah Bumbu. Kawasan pertahanan dan keamanan yaitu di Kota Banjarbaru. Balangan. kawasan perbatasan dengan Provinsi Kalimantan Timur di Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Kotabaru. minyak bumi dan gas di wilayah Cekungan Kabupaten-kabupaten Barito.5. Kawasan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Hulu Sungai Utara.503. Kabupaten-kabupaten Banjar. Perkembangan Penduduk Penduduk di Provinsi Kalimantan Selatan berjumlah 3. Balangan. 13. 3. dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. industri pengolahan kayu. 2.978 jiwa RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Penduduk terbanyak berada di kota Banjarmasin dengan jumlah 639. 12. bertambah menjadi 3.631 jiwa (tahun 2008). Hulu Sungai Selatan. Banjar. Kawasan Pelabuhan dan Bandar Udara. Kawasan pertambangan terdiri atas : 1.1. 9. 10.2015 Page 15 . Sentra industri kerajinan batu permata Martapura di Kabupaten Banjar. Kawasan Rawa Potensial Batang Banyu. Tapin. Kawasan Metropolitan Banjarmasin / Banjarmasin Raya. 7. Kotabaru. Tanah Laut. Kawasan Pegunungan Meratus. Hulu Sungai Tengah. yaitu di Kawasan Mekar Putih dan Kawasan Pulau Lari-Larian di Kabupaten Kotabaru.1. 4. Pertumbuhan penduduk rata-rata sebesar 1. 2. Kawasan lainnya terdiri atas : 1. Kabupaten Tanah Laut. 3. p.1. 5. Demografis 2. Kawasan Jorong (Kabupaten Tanah Laut) dan Kawasan Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu. Kawasan Strategis Nasional (KSN) adalah Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) Batulicin. Hulu Sungai Selatan. 6. 3.680 jiwa (tahun 2007).5.446. Cahaya Baru di Kabupaten Barito Kuala dan Sengayam di Kabupaten Kotabaru. o. Kabupaten Tanah Bumbu. 11. Tabalong. Kawasan perbatasan dengan Provinsi Kalimantan Tengah di Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Hulu Sungai Utara.396. Kawasan pertambangan batubara. Tanah Laut. Kawasan pertambangan pola terbuka untuk bahan galian logam dan biji besi di wilayah Kota Banjarbaru. Kawasan Berpotensi Pengembangan Ekonomi Khusus. Tabalong. Kawasan pertahanan keamanan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang dikembangkan untuk kepentingan nasional dan provinsi.

000 193. 1 2 3 4 5 6 7 8 Tanah laut Kotabaru 1) Banjar 3) Barito Kuala Tapin Hulu Sungai Selatan Hulu Sungai Tengah Hulu Sungai Utara 2) Kabupaten/Kota Tahun 2003 .68 0.091 Kotabaru 272.446.8 1.02 1.503.4 Laju pertumbuhan Penduduk Per-Kabupaten di Kalimantan Selatan Tahun 2003-2008 No.767 639.64%.181 Tabalong 191.91 1.2015 .332 Tapin 152. Meningkatnya pertumbuhan penduduk sebagai akibat dari belum optimalnya daerah untuk menggarap sektor keluarga berencana.000 276.402 208.680 3.245 Kota Banjarbaru 164.000 167.192 Hulu Sungai Utara 214.49% dan pada tahun 2009 sebesar 1.629 270.273 154.27% dari seluruh penduduk di Provinsi Kalimantan Selatan.3.886 275.010 489.2005 2. Struktur penduduk di Provinsi Kalimantan Selatan selama tahun 2007 s.823 3.487 218.4 Tabel II.208 Balangan 101. Dimasa yang akan datang.156 Sumber : Badan Pusat Ststistik Kalimantan Selatan.189 244.296 Kota Banjarmasin 615.12 0.d 2009 tidak mengalami banyak perubahan yang berarti.056 Barito Kuala 269.2008 1.278 195.886 jiwa pada tahun 2009 atau sekitar 14. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 2009 275.96 Page 16 RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .082 Tanah Bumbu 221.737 Kalimantan Selatan 3.574 Banjar 480.1 0.396.85 0.978 170. perencanaan dan pengelolaan sektor keluarga berencana akan mendapat perhatian lebih serius.3 Jumlah Penduduk Per-Kabupaten di Kalimantan Selatan Tahun 2007 s/d 2009 Tahun Kabupaten/Kota 2007 2008 Tanah laut 265. Perkembangan penduduk Kalimantan Selatan selama tahun 2007 s.24%.860 102.331 498.007 281.077 153.298 102. untuk menekan laju pertumbuhan penduduk.191 216.22 3) 1.BAB II pada tahun 2009 atau sekitar 18. Tabel II.1 2) Tahun 2005 .71 1.59 0.448 272. pada tahun 2008 terjadi penambahan penduduk sebesar 1.066 Hulu Sungai Selatan 207. dapat dilihat pada tabel II.571 Hulu Sungai Tengah 242.631 231.01 1) 2.71 1.304 226.336 209. Kabupaten Banjar memiliki penduduk terbanyak kedua dengan jumlah 498.631 No.d 2009 dapat dilihat pada tabel II.570 627. Berdasarkan tabel tersebut diatas. Laju pertumbuhan penduduk per Kabupaten/Kota.948 246.

976 16.654 31.281 476. Perkembangan peserta KB di Kalimantan Selatan selama tahun 2007 s.338 42.24 4.31 1.2005 1.BAB II Tahun 2003 .443 30.319 23. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kabupaten/Kota Tanah laut Kotabaru Banjar Barito Kuala Tapin Hulu Sungai Selatan Hulu Sungai Tengah Hulu Sungai Utara Tabalong Tanah Bumbu Balangan Kota Banjarmasin Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan 2006 40.72 2.771 28.035 16.049 84.660 524. tidak saja prekrutan peserta KB baru dan memelihara peserta KB aktif yang ada.456 39.2008 1.262 Tahun 2007 41.d 2008 dapat dilihat pada tabel II.49 No.839 27.729 76.842 44.322 29.d 2008 menunjukkan perkembangan yang cenderung meningkat.6 RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .513 80.726 21. Perkembangan capaian peserta KB Baru di Kalimantan Selatan tabel II.2015 Page 17 .12 2.933 23.24 0.249 15.553 25.625 69.5 Peserta KB Aktif Per-Kabupaten di Kalimantan Selatan Tahun 2006 s/d 2008 No.995 34.983 42.561 37.485 31.91 Tahun 2005 . tapi juga mendekatkan pelayanan hingga ke pedesaan.286 44.620 33.201 Sumber : BKKBN Provinsi Pencapaian peserta KB baru di Provinsi Kalimantan Selatan selama periode tahun 2006 s.840 31.227 2008 44.427 24.020 61.269 32.555 35.708 63.611 35.5 Tabel II.733 39. 9 10 11 12 13 14 Tabalong Tanah Bumbu Balangan Kota Banjarmasin Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan Kabupaten/Kota Sumber : BPS Provinsi Keterangan : 1) = Termasuk Kabupaten Tanah Bumbu 2) = Termasuk Kabupaten Balangan 3) = Termasuk Kota Banjarbaru Peran keluarga berencana menjadi sangat penting. namun jika dilihat kabupaten/kota terdapat beberapa kabupaten (Hulu Sungai Selatan.45 1.27 1.181 506.92 2.647 30. Tanah Bumbu dan Balangan) mengalami penurunan kinerja dalam capaian peserta KB Baru.468 37. sehingga cakupan KB baru dan penundaan usia nikah dapat dilakukan dengan baik.348 35.

namun jumlah mereka relatif kecil.6 Peserta KB Baru Per-Kabupaten di Kalimantan Selatan Tahun 2006 s/d 2008 No.457 4. pelayanan kesehatan. Rendahnya kualitas pelayanan sosial dasar masyarakat.678 7.673 4.306 7.206 6.361 5. Madura. motivasi petugas yang masih rendah. Tantangan ke depan adalah mengendalikan Total Fertility Rate (TFR) yang merupakan faktor dominan dalam mempengaruhi laju pertumbuhan dan jumlah pertambahan penduduk.519 2008 7.627 6.755 8.119 4. Dari aspek keberagaman suku bangsa yang ada di Kalimantan Selatan secara umum didalam komposisi penduduk didominaasi oleh suku asli Banjar.011 107.BAB II Tabel II. serta berbagai determinan sosial di masyarakat.459 5.130 9. meningkatkan akses terhadap pelayanan KB di daerah. dapat berakibat pada berbagai persoalan sosial.563 117. meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja dan pasangan usia subur tentang KB. Bugis. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .475 5.019 6.870 5.959 12. keterbatasan fasilitas pelayanan belum memadai.326 3. Dampak terbesar adalah terhadap daya tampung pendidikan. Beberapa suku bangsa antara lain suku Jawa.841 5.456 4.426 16.549 5. Batak dan Sunda.542 Sumber : BKKBN Provinsi Pertumbuhan yang tidak terkendali.317 4. serta sebagian kecil suku keturunan Tionghoa.125 17.064 6.785 7. dan persoalan sosial lainnya.830 Tahun 2007 6. akan faktor yang dapat mempengaruhi cakupan perseta KB Baru. Kondisi inilah yang sangat membantu dan merupakan modal dasar dalam melakukan kegiatan pembangunan disegala bidang kehidupan.303 18. dan dampak sosial lainya.767 26.849 6.451 6.960 7. dan komposisinya secara statistik cenderung stabil dari tahun ketahun. kesempatan kerja.758 3.491 24. penurunan kualitas tenaga kerja. sistem administrasi kependudukan belum dilaksanakan secara akurat.576 7. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kabupaten/Kota Tanah laut Kotabaru Banjar Barito Kuala Tapin Hulu Sungai Selatan Hulu Sungai Tengah Hulu Sungai Utara Tabalong Tanah Bumbu Balangan Kota Banjarmasin Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan 2006 5. munculnya pemukiman kumuh. meningkatkan kesertaan berKB. serta penyediaan pelayanan KB gratis bagi penduduk miskin.018 7.912 5.009 5.143 90.2015 Page 18 . keterbatasan anggaran yang tersedia. Secara umum kondisi pergaulan diantara suku bangsa yang ada sudah sangat kondusif dan hidup secara damai.926 5.

17 0.42 6.2.44 4.22 Sunda (6) 1.20 0.63 13.79 11.99 0.62 Lainnya (7) 2.55 10.97 6.05 2.89 96.92 0.71 1.30 19. Pertumbuhan dan Struktur PDRB Salah satu pendekatan pengukuran kemajuan bagi perekonomian di suatu daerah ialah dengan melihat perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)nya.12 60. Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi 2.1.89 80.14 Suku Bangsa Bugis Madura (4) 1.54 12.42 0.68 79.2.89 0.67 98.51 0.30 1.7 Persentase Penduduk Kalimantan Selatan Menurut Kabupaten/Kota dan 5 Suku Bangsa Terbesar Kabupaten/Kota (1) Tanah Laut Kota Baru Banjar Barito Kuala Tapin HSS HST HSU Tabalong Tanah Bumbu Balangan Banjarmasin Banjar Baru Kal Sel Banjar.07 0.70 20.76 2.42 0.29 0.08 0.8 RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .12 0.2.19 1.1. Aspek Kesejahteraan Masyarakat 2.16 0. Melayu banjar (2) 61.29 7. PDRB Kalsel atas dasar harga berlaku mengalami peningkatan dari tahun ke tahun sebagaimana terlihat pada tabel II.07 0.14 0.31 9.72 30.13 2. 2.17 0.38 1.BAB II Tabel II.08 0.75 0.80 34.79 39.79 87.08 0.80 74.58 25.88 0.56 7.34 Jawa (3) 31.24 15.67 30.45 (5) 1.08 0.22 Total (8) 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 Sumber : Badan Pusat Statistik.03 0.93 76.86 3.03 0.18 1.44 1.52 0.12 0.91 0.10 0.03 0.09 0.95 1.56 1.1.30 4.56 87.86 2.76 4.42 95.75 82.33 11.92 0.2015 Page 19 .54 0.61 0.09 15.

018.57 3. yakni mencapai rata-rata 5. Sektor yang berperan besar selanjutnya adalah pertambangan dan penggalian (19.340.00 45.050.118.849.788.00 10.647.00 9. walaupun pada tahun 2009 mengalami sedikit perlambatan.275. 50.177.47 1.763. 51.00 4.556.860.62 persen per tahun (Tabel II.00 5.00 51.96% 13.400.196.784. Ketiga sektor ini merupakan sektor yang memberikan kontribusi terbesar pada pembentukan dan pertumbuhan nilai PDRB Kalimantan Selatan selama ini.08% 0.758.423.85 2.2 triliun pada 2009.861.047. Seiring dengan itu.152.2015 Page 20 .262.000.15%.210.94 194.273.420.312.250.18 257. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.00% 99.932.299. Laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Selatan cenderung meningkat dari tahun ke tahun.334.130. Peningkatan nilai PDRB Kalimantan Selatan dari tahun 2006 sampai 2009 terutama disebabkan oleh sektor pertanian dengan kontribusi 22.651.438.5 trilliun.97 4.200.34.85% 6.00 7.630.18% 100.856. Persewaan dan Jasa Perusahaan Jasa-jasa PDRB Migas dengan 2006 7.758.217.90 5.942. Peningkatan ini secara umum terjadi pada semua sektor meski dengan besaran yang berbeda-beda. Pertumbuhan PDRB tanpa migas sedikit lebih tinggi.081.468.55 34.38%).005 5.579.55 2.61% 5.93 3.783.00 45.87 2.89 7.06 38. hotel dan restoran (15.474.463.553.82 8.364.546.29%).185. Nilai PDRB ADHB (dalam Ribuan Rupiah) Kalsel 2006-2009 Sektor Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.030.BAB II Tabel II.27 2. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.34 6.9) RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .39% PDRB tanpa Migas Sumber : BPS Provinsi Kalimantan Selatan 2009 Nilai PDRB atas dasar harga berlaku dengan migas pada tahun 2006 sebesar Rp.38% 6. PDRB tanpa migas juga meningkat dari Rp.00 Kontribusi pd Peningkatan 22.777.930.29% 10.609.705.799.494.4 trilliun menjadi Rp.670.716.134.310.15% 19.025.03 1.38 2007 8. Selama periode 2006 .52% 15.36 4.50 3.00 2.843.62 39.676.826. 34.292.852.94 4.34 2008 10.777.142.72 3.875. dan sektor perdagangan.721700.00 50.00 2009 11.35 2.300.8.33 4.132.434.58 294.714.29 34.03 4.030.446.049.7 triliun meningkat menjadi Rp.990.568.90 219.767.196.834.28 5.56 persen per tahun.548.2009 pertumbuhan PDRB dengan migas mencapai rata-rata 5.

BAB II
Tabel II.9. Laju Pertumbuhan PDRB Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2006-2009 (%) RataSektor 2006 2007 2008 2009 rata Pertanian 4,70 5,72 6,48 7,12 6,00 Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik, Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan, Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan Jasa-jasa Pertumbuhan Eko dengan Migas Pertumbuhan Eko tanpa Migas 7,47 -1,70 3,83 7,02 5,56 6,06 3,24 6,89 4,98 5,05 5,05 2,94 4,14 6,90 6,18 8,23 15,36 6,65 6,01 6,08 7,37 2,59 4,23 5,60 7,07 6,43 5,73 6,63 6,23 6,37 1,73 2,31 5,33 6,06 5,80 5,95 6,44 7,33 5,01 5,11 5.40 1,53 4,38 6,40 6,15 6,67 7,69 6,87 5,56 5,65

Sumber : BPS Provinsi Kalimantan Selatan 2009

Seluruh sektor ekonomi menunjukkan pertumbuhan rata-rata positif. Sektor Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan mencapai tingkat pertumbuhan rata-rata tertinggi (7,69%), disusul Jasa-jasa (6,87%), dan Pengangkutan dan Komunikasi (6,67%). Sementara itu, sektor yang tumbuh paling rendah adalah Industri Pengolahan dengan rata-rata 1,53%. Sektor-sektor yang termasuk dalam kelompok sektor primer (Pertanian dan Pertambangan – Penggalian) dan tersier (Perdagangan-hotel-restauran, Pengangkutan dan komunikasi, Keuangan-persewaan-jasa perusahaan, dan Jasa-jasa lainnya) mengalami pertumbuhan yang relative tinggi secara konsisten. Sementara, pertumbuhan dalam kelompok sektor sekunder (Industri pengolahan, Listrik-Gas-Air, dan Bangunan) secara umum cenderungan lebih lambat, kecuali Bangunan. Tabel II.10 memperlihatkan bahwa pembentukan nilai PDRB selama periode 2006 – 2009 didominasi kelompok sektor primer dengan rata-rata 43,95% dan tersier (38,40%) yang utamanya berasal dari Perdagangan-Hotel-Restoran. Besarnya peran sektor primer menunjukkan bahwa Perekonomian Kalimantan Selatan masih sangat tergantung pada sumberdaya alam. Peranan sektor sekunder (17,68%), disisi lain, justru semakin menurun. Sektor sekunder, khususnya Industri pengolahan yang potensial untuk menciptakan nilai tambah dan daya saing lebih tinggi bagi ekonomi peranannya menurun dari 11,68% pada 2006 menjadi 9,87%.

RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 - 2015

Page 21

BAB II
Tabel II.10. Kontribusi Sektoral dalam PDRB Kalimantan Selatan Tahun 2006-2009 RataSektor 2006 2007 2008 2009 rata Pertanian 22,43 22,46 22,15 22,34 22,36 Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik, Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan, Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan Jasa-jasa Jumlah
Sumber :BPS Tahun 2010

21,86 11,68 0,56 6,56 14,86 8,45 4,10 9,50 100,00

21,70 11,07 0,56 6,48 15,04 8,99 4,46 9,26

21,73 10,31 0,56 6,25 14,95 9,17 4,80 10,07

21,06 9,87 0,58 6,23 15,00 9,23 5,02 10,69

21,59 10,73 0,57 6,38 14,96 8,96 4,60 9,88

100,00 100,00

100,00 100,00

2.2.1.2. Pendapatan Perkapita dan Pemerataan PDRB dapat dikatakan sebagai ukuran kesejahteraan suatu daerah. Di sisi lain, PDRB per kapita dapat dijadikan ukuran kesejahteraan masyarakatnya, karena merupakan nilai rata-rata besaran PDRB untuk tiap orang penduduk. PDRB per kapita meskipun lebih indikatif bagi pengukuran tingkat kesejahteraan namun belum menggambarkan tingkat kemerataan antar penduduk.
Tabel II.11. PDRB Per kapita Dengan Migas Di Kalimantan Selatan 2000 – 2009 Harga Berlaku Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009*) Harga Konstan 2000 PDRB Perkapita Pertumbuhan PDRB Perkapita Pertumbuhan (Rp) (%) (Rp) (%) 6.269.036 6.269.036 6.893.127 7.532.597 8.001.103 8.705.989 9.644.377 10.359.826 11.610.975 13.276.160 14.514.675 9,96 9,28 6,22 8,81 10,78 7,42 12,08 14,34 9.33 6.438.936 6.622.005 6.649.457 6.886.794 7.065.534 7.306.536 7.631.654 7.989.962 8.201.844 2,71 2,84 0,41 3,57 2.60 3,41 4,45 4,70 2,65

Sumber : PDRB, Tahun 2006 – 2009 *) Angka sementara

RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 - 2015

Page 22

BAB II PDRB per kapita atas dasar harga berlaku selama kurun waktu 2000 sampai 2009 berkembang dengan pesat dengan rata-rata peningkatan sebesar 916.182 rupiah per tahun. Kenaikan terbesar terjadi pada tahun yang relatif besar terjadi tahun 2008, 2007 dan 2005 dengan pertumbuhan masing masing diatas 10% (Tabel II.11). PDRB per kapita berdasarkan harga konstan 2000 juga mengalami kecenderungan peningkatan namun relatif lebih rendah daripada tingkat pertumbuhan PDRB per kapita atas dasar harga berlaku. Lebih tingginya pertumbuhan PDRB atas dasar harga berlaku disebabkan karena terjadinya peningkatan harga barang dan jasa yang cenderung berlangsung terus menerus.
Tabel II.12. PDRB Perkapita Dengan Migas Menurut Provinsi di Kalimantan 2007 – 2009 (Rp)

Provinsi Kalimantan Barat Kalimantan Timur Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah
Sumber : PDRB, Tahun 2007 – 2009 *) Angka sementara

2007 10.165.998 73.602.055 11.610.975 13.771.080

2008 11.393.992 101.532.771 13.276.160 15.767.356

2009*) 12.471.411 88.920.062 14.514.675 17.366.788

Berdasarkan nilai PDRB total, posisi Kalimantan Selatan dibanding provinsi lainnya di Kalimantan berada diurutan ketiga. Tidak jauh berbeda jika dilihat dari PDRB per kapita, posisi Kalsel juga berada diurutan ketiga dalam wilayah Kalimantan. Provinsi Kalimantan tengah yang secara total nilai PDRBnya berada pada urutan paling rendah ternyata menduduki posisi kedua dilihat dari PDRB per kapitanya (Tabel II.12) Tingkat kemerataan pendapatan di Kalsel relatif konstan dalam periode 2005 – 2009. Berdasarkan angka indeks gini (Gini Ratio) maka tingkat distribusi pendapatan selama ini tergolong pada kemerataan sedang. Hal ini berarti tingkat ketimpangan pendapatan antar penduduk tidak berlangsung tajam. Perbedaan pendapatan kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi tidak terlalu jauh diatas kelompok berpendapatan rendah 2.2.1.3. Pemerataan Pembangunan Tujuan pembangunan dalam aspek kewilayahan diantaranya adalah untuk mewujudkan tercapainya tingkat pembangunan yang relatif merata antar daerah. Terdapat 13 Kabupaten/Kota sebagai daerah-daerah yang tersebar dalam wilayah pembangunan Provinsi Kalsel. Perbandingan PDRB, jumlah penduk, dan PDRB per kapita antar daerah terlihat pada Tabel II.13.

RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 - 2015

Page 23

investasi maupun ekspor.957.416 6.40 0.2015 Page 24 .907. Balangan 1. Banjar 3. Pengeluaran Agregate PDRB selain disajikan menurut lapangan usaha sebagai cerminan dari nilai tambah yang ditimbulkan akibat adanya berbagai aktivitas ekonomi di setiap sektor (lapangan usaha) juga dapat disajikan menurut penggunaannya.BAB II Tabel II. perubahan stok dan ekspor netto.727. PDRB menurut penggunaan dapat menggambarkan kemampuan daerah dalam menggunakan dan mengalokasikan kembali hasil dari proses produksi tersebut baik untuk keperluan konsumsi.501 3.830 1 2 3 01.536.443.46 Sumber: BPS.296 12.556.909.938. pembentukan modal tetap bruto.585 13. Banjarbaru 858. Banjarmasin 4.091 02. Angka indeks williamson Kalimantan Selatan dari 2004 – 2008 relatif konstan dari tahun ketahun seperti nampak pada Tabel II.856. 2006 0.082 10.006 627.066 06.777 226.521 193.120.408 3.950 272.332 05. Meski demikian derajat ketimpangan tersebut masih berada kategori sedang.008 16.1.318.429 5.425 6.063 7.120. Hulu sungai utara 768.446.105 216.158 13.618 270. Hulu sungai selatan 999.631 Sumber: BPS.794.451.4.839.574 03. konsumsi pemerintah. Kal-Sel.47 2008 0. Hulu sungai tengah 987.Juta) Penduduk (Jiwa) PDRB Per Kapita 4 7. PDRB Kabupaten/Kota menurut lapangan usaha Tahun 2009 Dari tabel tersebut nampak bahwa daerah dengan total PDRB tertinggi adalah Kabupaten Kotabaru sedangkan yang terendah adalah Kabupaten Huku Sungai Utara. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .009.45 2.252 244.160 4.045.056 04.538.894 11. Barito kuala 1.237 4.471. Tapin 908.935.205.737 Kalimantan selatan 27.208 11.711.2.942 167.866.582 102. Prov.736.13 PDRB perkapita dengan Migas Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut kab/Kota Tahun 2008 (Ribuan Rupiah) Kabupaten/Kota PDRB (Rp. Tanah laut 2.282 5. Nilai PDRB per kapita yang menunjukkan tingkat rata-rata PDRB bagi tiap penduduk yang tertinggi adalah di Kabupaten Kotabaru.641.152 389.181 09.192 08.238 153.333.458.571 07.905. Kotabaru 4.704. tahun 2009 (diolah kembali).754. sedangkan yang terendah adalah Kabupaten Hulu sungai Utara.839 208.889.681.390.47 2007 0.613 12.008. Daerah dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Kota Banjarmasin sedangkan yang paling sedikit adalah Kabupaten Balangan. Tabel II.397 276.245 13.899.128. PDRB menurut penggunaan terdiri dari komponen konsumsi rumah tangga.14. Untuk mengukur Ketimpangan antar wilayah salah satu alatnya adalah dengan menggunakan indeks williamson. Tabalong 2.14 Indeks Williamson Di Kalimatan Selatan Tahun 2004 .2008 Tahun 2004 2005 Indeks Williamson 0. Tanah bumbu 2.435.

5 persen. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .33 18.5 100. selama tiga tahun terakhir kontribusinya menunjukan trend positif pada tahun 2009 mencapai sekitar 20.60 64.36 persen.49 13.justru memperlihatkan pertumbuhan yang sedikit naik.15 PDRB Menurut Penggunaan Di Kalimantan Selatan Tahun 2006 – 2009 (%) Penggunaan Konsumsi Rumah Tangga Konsumsi Lembaga Swasta Nirlaba Konsumsi Pemerintah Pembentukan Modal Tetap Bruto Perubahan Stok Ekspor Impor ( .84 -17.00 2008 50. Selama ini produksi barang dan jasa sebagian besar masih digunakan untuk keperluan ekspor dan konsumsi rumah tangga.48 100. dan lain-lain-.3 0.00 Tabel II. komponen impor juga mempunyai kontribusi yang cukup besar yaitu 30.43 14. Konsumsi pemerintah –yang mencakup pengeluaran rutin.2015 Page 25 . Tahun 2007 – 2009 2007 51. Selama tiga tahun terakhir kontribusi dari kedua komponen tersebut selalu di atas 40 persen. Sementara itu komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang merupakan pengeluaran untuk pembelian barang modal yang umumnya akan digunakan sebagai alat untuk berproduksi.86 68. selama tiga tahun terakhir kontribusinya menunjukkan trend positif pada tahun 2008 mencapai sekitar 18.15 memperlihatkan bahwa selama periode 2007-2009 semua komponen PDRB menurut penggunaannya mengalami peningkatan dan impor mempunyai kontribusi yang cukup besar yaitu 41.26 persen dan kontribusi komponen konsumsi rumah tangga sebesar 47.35 -21.15).67 70.04 20.42 41.) Total Sumber : PDRB.36 100. Lebih rendahnya kontribusi komponen PMTB dibandingkan dengan komponen konsumsi rumah tangga menunjukkan bahwa penggunaan PDRB di Kalimantan Selatan masih cenderung bersifat konsumtif. Tercatat tahun 2008 kontribusi komponen ekspor sebesar 69.66 persen. Selain kedua komponen itu.90 27.12 persen Berbeda dengan Konsumsi RT yang cenderung meningkat pesat. belanja barang.50 0.45 14.64 persen (Tabel II.12 -15. seperti belanja pegawai. Tabel II. Sementara itu komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang merupakan pengeluaran untuk pembelian barang modal yang umumnya akan digunakan sebagai alat untuk berproduksi.99 0. belanja perjalanan dinas.89 30.00 2009*) 50.BAB II Pola distribusi yang terbentuk dari kelima komponen penggunaan PDRB hampir sama setiap tahunnya.47 15.

minyak sawit dan gula ketersediaan tergolong minus. ubi kayu. seperti padi.05 -1.80 6.51 15. Penurunan ini terkait dengan menurunnya investasi PMA dan PMDN pada tahun 2009 ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2. Pembentukan Modal Tetap Bruto 38.32 1. ubi jalar.23 Sumber : PDRB. Konsumsi Pemerintah 6.5.1. Konsumsi Lembaga Swasta Nirlaba 2. jika dilihat selama kurun waktu tahun 2007-2009 pertumbuhan komponen PMTB Kalimantan Selatan mengalami penurunan walaupun pertumbuhannya masih cukup besar.598.2. gizi seimbang dan terjangkau oleh seluruh masyarakat. terutama padi. Ketersediaan komoditas pangan hewani pada tahun 2009. jagung. Kalimantan Selatan berhasil mencapai surplus beras yang semakin besar dan merupakan provinsi yang kesembilan sebagai penyumbang dan penyangga produksi padi nasional. Impor ( .13 23. serta segala jenis kendaraan). Ketersediaan beberapa komoditas bahan pangan nabati pada tahun 2009. Pada tingkat produksi ini. dan buah-buahan tergolong surplus.13 6. Komoditi ini juga menjadi komoditas unggulan tingkat nasional. Ketahanan pangan akan dicapai apabila terpenuhinya kebutuhan pangan yang cukup. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .956.06 6.51 48. Ketahanan Pangan Komoditas andalan Kalimantan Selatan adalah padi. sedangkan ketersediaan susu tergolong minus. kacang tanah. Konsumsi Rumah Tangga 10.35 5. mesin-mesin dan alat-alat perlengkapannya.992 ton pada tahun 2009. sayuran. sedangkan kedelai. Ekspor 12.01 Komponen Pembentukan Modal tetap Bruto (dalam bentuk bangunan/konstruksi.01 6.92 5. Tahun 2007 – 2009 2009*) (4) 5.16 Pertumbuhan PDRB Menurut Penggunaan di Kalimantan Selatan Tahun 2007 – 2009 (%) Komponen Penggunaan 2007 2008 (1) (2) (3) 1.63 2.75 15.) -34.2015 Page 26 .61 3. seperti daging.BAB II Tabel II. Produksi tanaman pangan akan mendukung ketersediaan bahan pangan. beras. Ketersediaan bahan pangan dan kebutuhan pangan Kalimantan Selatan pada tahun 2009 disajikan pada Tabel II.68 4.91 Total 6. Produksi padi tahun 2005 sebesar 1.72 5.17.835 ton naik menjadi 1. telur dan ikan tergolong surplus.84 6. jagung.02 5. jeruk dan pisang.

97 136.50 34.729.669.32 101.696.59 13.51 101.52 -18.326 4.159.42 173. Kal-Sel.053.319.705.51 Surplus Meningkat Surplus Meningkat Surplus Meningkat Minus Menurun Surplus Meningkat Minus Meningkat Minus Meningkat I.86 17.28 196.43 149.769. 1.738.894.97 136.669.84 157.480.21 62.247.17.95 34. Perbandingan perimbangan ketersediaan bahan pangan nabati Kalimantan Selatan tahun 2008 dan 2009 disajikan pada Tabel II. Perbandingan Perimbangan Ketersediaan Pangan Nabati di Kalimantan Selatan 2008 Dan 2009 Perimbangan (Ton) Persentase Ket Komoditi Tahun 2008 Tahun 2009 Thd 2008 Pangan Nabati Padi 813. Dengan demikian.978.19 31. surplus padi dan beras mengalami peningkatan masing-masing sebesar 105.089.869 16.918.62 124.09 581.570.36 266.96 1.767.18.28 68.978. Ketersediaan dan Kebutuhan Bahan di Kalimantan Selatan Tahun 2009 Komoditi I.77 Surplus Meningkat Jagung -59.83 100.714.100.87 854.836 97. Kal-Sel.14 14.58 -50.096 95 175.03% dan 104.28 196.911.16 16.766.767.716.23 Keterangan surplus surplus surplus minus surplus surplus surplus minus surplus minus minus surplus surplus minus surplus 2.52 -18.399 1.48 113.65 301.559. Kalimantan selatan potensial mempertahankan swasembada pangan terutama beras sehingga tetap dapat menjadi lumbung beras atau penyangga beras nasional.13 50.525.14 14. 1.57 -107.235. 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Sumber : BKP Prov.089.929.247.50 690.03 2.50 105.068.92 122.18 Tabel II.73 Sumber: BKP Prov.588.319.353.72 -12.90 -51.95 104.57 -107.036 47.82 Minus Menurun Kacang Tanah Ubi Kayu Ubi Jalar Sayur-sayuran Buah-buahan Minyak Sawit Gula 13.144.03 Surplus Meningkat Beras 555.271. 2010 RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .953 42.559.23 -207.093 31.600.50 581. 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 II.01 5.975. Pada tahun 2009.480.09 50.600.012.997.50 -18.68 18.59 93.84 -12.86 Surplus Meningkat Kedelai -12.767.94 -108.130.90 51.741.59 2.BAB II Tabel II. 12 13 14 15 Pangan Nabati (Ton) Padi Beras Jagung Kedelai Kacang Tanah Ubi Kayu Ubi Jalar Sayur-sayuran Buah-buahan Minyak Sawit Gula Pangan Hewani (Kg) Daging Telur Susu Ikan Tahun 2009 Ketersediaan Kebutuhan Perimbangan 854.22 111.247.948.11 98.680 265.90 -51.502 50.978.157.139.77% dibandingkan surplus padi pada tahun 2008.2015 Page 27 .130.645 139.262.591.83 47.144.77 13. 2010 Padi atau beras merupakan bahan pangan pokok.545.999.83 23.

324 kg diekspor ke provinsi tetangga (Kalimantan Tengah). ubi jalar dan buah-buahan membutuhkan suatu kebijakan untuk menghindari jatuhnya harga bahan pangan yang mengakibatkan petani rugi. karena itu perlu disikapi dalam menghadapi kemungkinan komoditas beras menjadi salah satu komoditas yang masuk dalam katalog AFTA ASEAN.5 Kg telur dan 6. jagung. telur 9. Konsumsi daging per kapita/hari dari tahun 2006-2009 mengalami kenaikan. Pertumbuhan rata-rata konsumsi daging dari tahun 2006-2009 sebesar 40.3 gram/kap/hari. Masuknya beras kedalam katalog menyebabkan beras akan dikenakan kebijakan penghapusan tarif impor. karena sebagian masyarakat menganggap jenis dagingnya sama dengan daging sapi. Selain itu. kacang. Pada tahun 2009 Provinsi Kalimantan Selatan telah mengalami peningkatan surplus daging dan telur dari tahun 2008.59 gram/kapita/hari dan susu 17. Konsumsi daging. selain itu adanya konstribusi daging kuda dan kerbau.67 gram/kapita/hari. namun untuk konsumsi daging sapi potong mengalami pertumbuhan negatif (3. Kalimantan Selatan siap swasembada daging tahun 2014 karena Kalimantan Selatan sejak tahun 2008 mengalami surplus daging dan telur. Pencapaian Konsumsi pangan hewani asal ternak masyarakat Kalimantan Selatan tahun 2008 menurut hasil Survey Sosial Ekonomi Nasional adalah konsumsi daging 15. namun masih sangat kekurangan ketersediaan susu. Standar kecukupan konsumsi protein hewani yang ditetapkan FAO adalah minimal sebesar 6.21 persen untuk telur dan 30. Produktivitas padi masih dibawah produktivitas nasional.646. ubi kayu. 4 Kg susu per kapita per tahun atau setara dengan daging 27.29 persen untuk daging.62 ton sementara ketersediaan dari produksi dalam daerah hanya 95 ton.19.2015 Page 28 . 200.2 gram/kap/hari dan susu 5. telur dan susu di Kalimantan Selatan disajikan pada Tabel II. dan diperlukan pergudangan yang refresentatif untuk menampung kelebihan bahan pangan sehingga kualitas tetap terjaga. Produk tanaman pangan dan hortikultura Kalimantan Selatan sebagian besar belum mempunyai daya saing yang kuat.87 persen. tentunya persaingan perdagangan beras dari kompetitor-kompetitor produsen beras seperti Thailand dan Vietnam akan semakin berat dan apabila tidak diantisipasi akan semakin memperpuruk kondisi kesejahteraan petani padi. Sehingga dengan hasil usaha tani demikian produk pertanian Kalimantan Selatan kalau tidak segera dibenahi akan sulit bersaing pada era perdagangan bebas sekarang ini.80 persen untuk susu. dimana kebutuhan akan susu sangat besar yaitu mencapai 301.BAB II Surplus bahan pangan seperti padi/beras.4 gram/kap/hari atau baru mencapai 55. produksi daging yang dihasilkan sebesar 1. Hal ini karena konsumsi masyarakat banyak beralih ke konsumsi daging dari jenis ternak lain yang harganya lebih murah dibanding harga daging sapi potong. 3.00 gram/kapita/hari atau setara dengan 10. telur 19. karena mutu yang belum memenuhi standar dan belum adanya jaminan suplai/produksi yang kontinyu.53 gram/kapita/hari.1 Kg daging. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .11%).

166.742 5.053.BAB II Tabel II.649.990 12.06 B.210 25.162.078 13.402 1.591.063 264.886 88.19 31.204 16. 20.861 22.61 8 Ayam Ras Petelur 203.570. Jenis Ternak 2006 2007 2008 2009 A.48 6 Babi 346.427 37.201 956.23 Keterangan surplus surplus minus surplus RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .2015 Page 29 .524 725.890 24.956 23.13 50.100.679 30.322 (3.131.76 Rata-rata Pertumbuhan 40.993 12.15 dan perbandingan surplus-minus ketersediaan terhadap kesediaan pangan hewani tahun 2008 disajikan pada Tabel II.581 (8.23 -207.96 Kebutuhan 23.73 Perimbangan 47.318 16.371 11.65 301.526 1.62 124.823.879. Telur (Kg) 1 Ayam Buras 3.077.82) Sumber: Dinas Peternakan Prov.894.614.969 4.159.752 263.205.651 18.096 95 175.502.451 (7.252 257.980.502 50.909 7.844 26. 2010 Kurangnya ketersediaan susu disebabkan oleh menurunnya jumlah populasi sapi perah dan masih minimnya sarana prasarana untuk pengolahan susu sapi di Kalimantan Selatan. Kalsel.970 17.35) 7 Ayam Buras 3.063 5.672 309.742.87 B.892. Ketersediaan dan kebutuhan pangan hewani tahun 2009 disajikan pada Tabel 2.712.068.31 9 Ayam Ras`Pedaging 19.137 520.318 21.38 2 Ayam Ras Petelur 13.157.948 5.230 356.734 129. Konsumsi Daging.299.987 1.248 811.74 Rata-rata Pertumbuhan 12.78 5 Domba 16.78 10 Itik 836.509 295.158 1.617 363.403.242 13. Tabel II.714.552.525.938 935.831 3.60 4 Kambing 232.467 5.494 14.755.085.563 266.146.015.728 5.185.04 3 Itik 15.19.613.026 16. Daging (Kg) 1 Sapi Potong 5.605 14.649 4. 1 2 3 4 Pangan Hewani (Kg) Daging Telur Susu Ikan Ketersediaan 47.649 2.85 3 Kuda 965 2.557 185.186 10. Susu (Liter) 1 Sapi Perah 292.911.473.524.09 50. Telur Dan Susu di Kalimantan Selatan Tahun 2006-2009 Tahun Pertumbuhan No.738.190.717 4.11) 2 Kerbau 773.649.20 Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Hewani di Kalimantan Selatan Tahun 2009 Komoditi I.

946 Anak Janalan 1.81 11.142.29 204.1.88 Persentase Thd 2008 285.002.21 73.295 Wanita Rawan Sosial Ekonomi 715 2. 2010 2.288 6.35 -204.823.281 1.BAB II Tabel II.36 55.842 1.745 Penderita Penyakit Kronis 685 622 Gelandangan 1.543 Penyandang Cacat 1. Kal-Sel. Perbandingan Perimbangan Ketersediaan Pangan Hewani di Kalimantan Selatan Tahun 2008 dan 2009 Komoditi I.836.103. Kesejahteraan masyarakat bergantung pada status ekonomi masyarakat.114 30.22 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial di Kalimantan Selatan Tahun 2006 s/d 2008 Tahun Kab/Kota 2006 2007 19.296 Korban NAPZA 16.27 535.46 -207.389.300 50.36 Ket Surplus Meningkat Surplus Meningkat Minus Meningkat Surplus Meningkat Sumber Data : BKP Prov.2. 1 2 3 4 Pangan Hewani Daging Telur Susu Ikan Perimbangan (Ton) Tahun 2008 Tahun 2009 19.140 Pengemis 3.2.594 Lanjut Usia Terlantar No.2015 Page 30 .850 53. konitas adat terpencil dan lain sebagainya sebagaimana tabel II. Besarnya beban ekonomi dan kecilnya pendapatan yang diperolah sebagian kecil kalangan belum mampu memberikan tingkat kesejahteraan yang baik.067.671 391 376 920 16. keluarga rentan sosial.998 57.421.029 Balita Terlantar 58.09 36.065 3. anak jalanan.158 2.22 Tabel II.867 16.21. anak terlantar. Salah satu beban tersebut adalah tingginya angka ketergantungan penduduk dalam masyarakat. Taraf Kesejahteraan Sosial.284 397 Anak Nakal 237 252 Anak Korban Tindak Kekerasan 479 1.586 17.01 58. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 2008 58.086 Wanita Korban Tindak Kekerasan 2.786 652 1. Pada sisi lain juga terjadi efek terhadap masyarakat dalam bentuk keterbatasan kemampuan sosial dalam masyarakat.16 101.120 36.655 Tuna Susila 38.571 3. Bentuk keterbatasan ini akan muncul dalam bentuk masalah kesejahteraan sosial seperti balita terlantar.2. anak nakal.858 3.880 RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .124 1.781. wanita rawan sosial ekonomi.320 4.317 Bekas Narapidana 55.868. Kesejahteraan Sosial 2.758 Anak Terlantar 4.357 2.2.

654 6. keterbatasan pemerintah memberikan/ menyediakan bantuan. belum cukup memuaskan.419 35.39%. meningkatkan bea siswa pendidikan.021 6. Penyelesaian penyandang masalah kesejahteraan sosial.158 8. penyediaan modal usaha mikro. 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Kab/Kota Lansia Korban Tindak Kekerasan Keluarga Bermasalah Sosial Psikologis Keluarga Fakir Miskin Rumah Tidak Layak Huni Korban Bencana Alam Keluarga Tinggal di Daerah Rawan Bencana Komonitas Adat Terpencil Anak Cacat Keluarga Rentan Penderita HIV/AIDS Bencana Sosial Pekerja Migran Terlantar Jumlah 2006 51 5. dan pemberdayaan tenaga pendampingan PMKS masih belum optimal.220 29. Keberhasilan pembangunan kesejahteraan sosial di Kalimantan Selatan.817 67.821 19 1. dan dari tahun 2007 ke 2008 terjadi penurunan sebesar 2. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . peran serta masyarakat dalam pengembangan kesetiakawanan sosial perlu terus ditingkatkan pada berbagai strata kehidupan masyarakat. pelayanan kesejahteraan sosial melalui panti sosial dan rehabilitasi sosial. hal ini tercermin pada turunanya angka penduduk miskin. dan melaksanakan revitalisasi program pembangunan kesejahteraan sosial.BAB II Tahun 2007 4.458 1.303 33.435 90 1.637 34. bahwa jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial dari tahun 2006 ke 2007 terjadi peningkatan sebesar 38.037 477. perlu adanya penetapan prioritas dari sejumlah variabel. mungkin tidak dapat dilaksanakan secara keseluruhan dalam waktu bersamaan. Kondisi ini memang tidak dapat dihindari mengingat.406 5. dengan melakukan upaya/program bersifat proyek padat karya.269 1.817 35.425 3. meningkatkan motivasi tenaga pendampingan PMKS.822 9. melanjutkan program Gerbangmastaskin.380 75.652 8.249 239 344. mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan program-program pro-rakyat.793 106.2015 Page 31 . meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program kesejahteraan sosial.46%.346 465. Tingkat kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Selatan pada akhir-akhir ini sudah mengalami peningkatan. Pada tabel tersebut di atas menunjukkan.312 34.921 Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Selatan berbagai upaya telah dilakukan yaitu dengan meningkatkan pendapatan masyarakat dan menurunkan biaya-biaya yang harus dikeluarkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.610 33.726 2008 54 3.461 250 35. Tantangan kedepan adalah meningkatkan ketersediaan dan kecukupan dana bantuan.423 37.338 No. namun tidak mengabaikan variabel yang lain.887 75.

BAB II 2.2.2.2. Pendidikan Angka Partisipasi Sekolah Salah satu indikator keberhasilan pendidikan tercermin pada tingkat partisipasi pendidikan baik secara kasar maupun murni. Terjadi trend capaian angka partisipasi yang sangat baik selama kurun waktu tahun 2005 s.d. 2009
a.

Pada tahun 2005 angka Partisipasi Kasar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebesar 41,02, kemudian meningkat menjadi 54,25 pada tahun 2009. Pada tahun 2005 Angka Partisipasi Murni (APM) SD sebesar 92,67 meningkat menjadi 99,02 pada tahun 2009. Khusus untuk APK SLTP pada tahun 2005 sebesar 77,79 menjadi 97,05 pada tahun 2009. APK SLTA pada tahun 2005 sebesar 53,91 meningkat menjadi 74,29 pada tahun 2009. Kondisi ini dapat dilihat pada Tabel II.23 :
Tabel II.23 Angka Partisipasi Sekolah di Kalimantan Selatan Tahun 2005-2009 Indikator APK PAUD APK SD/MI APK SMP/MTs/SMPT APK SMA/SMK/MA Prosentase Capaian 2005 41,02 95,33 77,79 53,91 2006 45,24 95,36 85,01 63,13 2007 48,07 96,26 90,41 72,34 2008 53,50 98,28 96,18 74,22 2009 54,25 99,42 97,05 74,29

Sumber : Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan usia emas untuk mengembangkan intelektual SDM, sekaligus menjadi pondasi dasar pendidikan yang berkualitas. APK PAUD tahun 2009 baru mencapai 54,25%, berarti 45,75% jumlah anak usia PAUD masih perlu perhatian utama di antara jenjang pendidikan lainnya. APK pada jenjang SLTA baru mencapai 74,29%, sisanya masih 35,71% atau lebih belum menduduki sekolah SLTA. Rendahnya APK SLTA ini berarti akan menyumbang angkatan kerja yang kompetensinya hanya berpendidikan SLTP (Pendidikan Dasar), sementara dunia usaha atau lapangan kerja memerlukan tingkat kompetensi yang lebih tinggi. Tabel II.24 Angka Partisipasi Sekolah di Kalimantan Selatan Tahun 2005-2009
Indikator APM PAUD APM SD/MI APM SMP/MTs/SMPT APM SMA/SMK/MA Prosentase Capaian 2005 0 92,67 57,47 53,09 2006 0 94,44 67,70 59,04 2007 0 95,88 75,43 66,13 2008 0 98,12 77,86 63,30 2009 0 99,02 85,06 67,58

Sumber : Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel

RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 - 2015

Page 32

BAB II b. Hasil Ujian Nasional Kualitas pendidikan dapat dilihat pada perolehan nilai hasil ujian yang ditempuh anak didik. Kondisi ini juga mengalami perbaikan meskipun masih perlu upaya yang lebih keras dan terarah dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar terutama penerapan asesmen pada proses daripada hasil untuk memantau kemajuan penguasaan kompetensi anak didik. Rata-rata nilai ujian nasional 6,29 untuk tingkat SLTP dan 6,87 untuk tingkat SLTA pada tahun 2007/2008. Lebih jelas dapat diamati pada tabel II.25
Tabel II.25 Hasil Ujian SLTP dan SLTA di Kalimatan Selatan 2005/2006 S.D 2008/2009 Realisasi Nilai Ujian Jenjang Pendidikan 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 SLTP 5,90 6,00 6,29 7,08 SLTA 6,51 6,99 6,87 6,97
Sumber: Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel

Hasil ujian nasional ini menunjukkan tingkat kemampuan siswa secara nasional dalam pembelajaran. Hasil ujian SLTP tahun 2008/2009 rata-rata 7,08 menunjukkan angka yang meningkat dari tahun 2007/2008 dengan rata-rata 6,29 berarti telah terjadi peningkatan perolehan rata-rata nilai hasil ujian yang dialami oleh siswa. Begitu juga dengan hasil ujian SLTA tahun 2008/2009 rata-rata 6,97; juga terjadi peningkatan perolehan rata-rata nilai hasil ujian yang dialami oleh siswa dibanding perolehan tahun 2007/2008 dengan rata-rata 6,87. c. Penuntasan Buta Aksara Dalam rangka penuntasan buta aksara di Kalimantan Selatan telah berhasil menurunkan angka buta aksara bagi penduduk usia 15 s.d 45 tahun. Perkembangan keberhasilan penurunan angka buta aksara ini terlihat pada capaian yang terjadi, di mana pada tahun 2005 jumlah buta aksara sebanyak 44,424 orang telah berhasil dituntaskan pada tahun 2008.
Tabel II.26 Penuntasan Buta Aksara di Kalimantan Selatan 2006 s.d. 2009 Realisasi Indikator Sasaran 2006 2007 2008 2009 Buta Aksara >15 s.d 44 th 44.424 (100%) 11.114 (25,02%) 19.730 (44,41%) 13.580 (30,57%) 16.870

Sumber: Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel

Keberhasilan penuntasan buta aksara dilakukan bekerjasama dengan pemerintah pusat, provinsi dan Kabupaten/Kota. Untuk mempertahankan tuntas buta aksara, perlu terus dilakukan kegiatan pembinaan di setiap kabupaten/kota. Berdasarkan hasil rapat kerja Percepatan Pemberantasan Buta Aksara, di RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 - 2015 Page 33

BAB II Kalimantan Selatan masih terdapat lembaga pendidikan yang tidak mengajarkan bahasa Indonesia, tetapi pengajaran menggunakan bahasa Arab. Pada sisi lain berdasarkan konsensus Kemendiknas dengan BPS, bahwa Angka Buta Aksara yang terjadi di Kalimantan Selatan masih tersisa sebesar 4,67% pada akhir tahun 2009 untuk usia 15 tahun ke atas. 2.2.2.3. Kesehatan

Secara nasional Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan menurun dari 307 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2004 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007). Di Provinsi Kalimantan Selatan, prevalensi gizi kurang pada balita menurun 20% pada tahun 2006 menjadi 12,38% pada tahun 2009 (Laporan Program Gizi Dinkes, 2009). Angka Kematian Bayi (AKB) menurun dari 58 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007 menjadi 50 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2009. Sejalan dengan itu Umur Harapan Hidup meningkat dari 62 tahun menjadi 63,45 tahun pada tahun 2009 (Susenas 2009, BPS). Upaya kesehatan masyarakat mengalami peningkatan capaian seperti cakupan rawat jalan sudah mencapai 15,26% pada tahun 2009. Cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan meningkat dari 83,48% pada tahun 2007 menjadi 89,80% pada tahun 2009. Cakupan pelayanan antenatal (K4) meningkat dari 78,58% pada tahun 2007 menjadi 83,59% pada tahun 2009. Cakupan kunjungan neonatus meningkat dari 92,13% pada tahun 2007 menjadi 93,25% pada tahun 2009. Pelayanan kesehatan dasar bagi keluarga miskin secara cuma-cuma di Puskesmas mencapai target yaitu sebesar 100% dan seluruh 1.346 (68.50%) desa di Kalimantan Selatan telah menjadi Desa Siaga. Namun perhatian perlu diberikan kepada pengembangan Desa Siaga karena belum semua desa memiliki Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), masih terbatasnya jumlah Puskesmas yang mampu melaksanakan pelayanan obsterik neonatal emergensi dasar (PONED) dan perlunya peningkatan mobilisasi ibu hamil untuk bersalin pada tenaga kesehatan dan upaya peningkatan kualitas Posyandu menjadi Posyandu Purnama dan Mandiri perlu lebih digiatkan. Upaya kesehatan perorangan mengalami peningkatan dan beberapa indikator telah mencapai target, bahkan melebihi target seperti peningkatan jumlah rumah sakit yang melaksanakan pelayanan gawat darurat meningkat dan mencapai 90%. Jumlah rumah sakit yang melaksanakan pelayanan obstetrik neonatal emergensi komprehensif (PONEK) meningkat dari 2 rumah sakit menjadi 5 rumah sakit. Pada program pencegahan dan pemberantasan penyakit menular juga mengalami peningkatan capaian walaupun penyakit infeksi menular masih tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang menonjol di Kalimantan Selatan terutama tuberkulosis paru (TB paru), malaria, DBD dan diare. Cakupan program imunisasi berdasarkan laporan rutin dari Kabupaten/Kota secara umum menunjukkan peningkatan. Cakupan imunisasi pada tahun 2009 adalah BCG 93.4%, DPT-HB3 91.6%, HB (0-7 hari) 59.2%, Polio 4 90.2 % dan Campak 90.8%. Meski telah berjalan baik, program imuniasi belum optimal, karena cakupan saat ini belum merata yang digambarkan melalui persentase desa yang mencapai Universal Child Immunization (UCI) pada tahun 2009 mencapai 64.68%. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 - 2015 Page 34

Selain itu perhatian juga perlu diberikan pada penyelenggaraan sistem surveilans dan kewaspadaan dini yang kurang mendapat perhatian pada penganggarannya.70% yang terdiri dari 10.26 per 100. Untuk malaria. pemberdayaan masyarakat dan ketersediaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) ditingkat pelayanan primer harus diperhatikan.3 per 100.5% dan tingginya prevalensi anak balita yang pendek (stunting) akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu lama (kronis) yaitu 36. daerah endemis semakin meluas dan ada kecenderungan terjadi resistensi di daerah endemis. SDM kesehatan merupakan salah satu isu utama yang mendapat perhatian terutama yang terkait dengan jumlah.000 penduduk (target 75 per 100.000 penduduk (target 30 per 100. Keadaan gizi pada ibu hamil.75 per 100. TB paru dan malaria sudah mengalami peningkatan pengendaliannya untuk masa yang akan datang. perbaikan gizi perlu difokuskan pada kelompok sasaran ibu hamil dan anak sampai usia 2 tahun mengingat dampaknya terhadap tingkat pertumbuhan fisik. Case Detection Rate (CDR) TB paru menurun menjadi 30. Untuk itu perlu perhatian pada upaya pencegahan yang dapat diupayakan sendiri oleh masyarakat dengan penerapan 3M (menguras. 38 tahun 2000 dan PP No. kecerdasan dan produktivitas generasi yang akan datang. Disparitas status gizi juga cukup lebar antar wilayah dan antar tingkat sosial ekonomi. walaupun demikian angka kematian akibat DBD relatif kecil. yaitu sebesar 13. dokter gigi sebesar 7. 41 tahun 2000). diabetes melitus dan obesitas.000 penduduk). jenis dan distribusi. Penemuan kasus HIV/AIDS meningkat dengan meningkatnya out reach dan keterbukaan masyarakat terhadap penyakit ini. selain itu juga terkait dengan pembagian kewenangan dalam pengaturan SDM Kesehatan (PP No.000 penduduk.000 penduduk) dan bidan sebesar 43.000 penduduk (target 11 per 100.000 penduduk). 2007).000 penduduk (target 9 per 100. menutup.75 per 100. terutama pada kasus kardiovaskuler (hipertensi).000 penduduk).BAB II Penanggulangan penyakit HIV/AIDS. dokter umum sebesar 26. berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkan peningkatan kasus dan penyebab kematian.8 per 100.30% gizi buruk.9% pada tahun 2009. Ketersediaan reagen.8% (Riskesdas. Angka kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD) masih tinggi. Hasil Riskesdas menunjukkan terjadinya perbaikan status gizi anak balita.40% gizi kurang dan 0. Kedepan.000 penduduk (target 158 per 100. Oleh karena itu diperlukan penanganan yang lebih seksama yang didukung dengan regulasi yang RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .000 penduduk).000 penduduk belum memenuhi target yang diharapkan. bayi dan anak balita perlu terus ditingkatkan karena masih tingginya bayi yang lahir rendah (BBLR) sebesar 11. Beberapa hasil yang telah dicapai oleh program perbaikan gizi masyarakat antara lain pemberian kapsul vitamin A pada anak balita usia 6 – 59 bulan sebesar 90% melampaui target 80% dan pemberian tablet besi (Fe) pada ibu hamil telah mencapai 90% dari target 80%. Untuk penyakit tidak menular.2015 Page 35 . perlu peningkatan upaya promotif dan preventif serta kerja sama sektor terkait dengan man made breeding places. perawat sebesar 157. mengubur) dan juga didorong oleh upaya promotif. prevalensi kekurangan gizi pada anak balita sebesar 10.7 per 100. Dalam pembangunan kesehatan. Untuk dokter spesialis 4. untuk itu perlu perhatian lebih pada upaya deteksi TB paru dan juga keberhasilan pengobatannya. Rasio tenaga kesehatan per 100.

d 2009 angka kemiskinan secara konsisten menurun dari 8.74% dari target 95%. Promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat mengalami peningkatan capaian.3 % pada tahun 2006 hingga menjadi 5.3%. Peresepan Obat Generik Berlogo (OGB) di Puskesmas sudah sebesar 90% namun di RSU sebesar 66% dan Rumah Sakit Swasta dan apotek sebesar 49%. 2. Anggaran untuk obat esensiel generik di sektor publik sebesar 14. akses masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi telah berhasil ditingkatkan.2015 Page 36 . Dalam pengadaan obat sering terkendala sistem pengadaan yang berpotensi menimbulkan terputusnya ketersediaan obat dan vaksin. reward-punishment.2. Untuk kesehatan lingkungan. selain itu pemberian ASI eksklusif yang menurun disebabkan baik oleh perilaku maupun besarnya pengaruh dari luar seperti pemberian susu formula gratis pada saat ibu melahirkan. Ketersediaan obat esensiel generik di sarana pelayanan kesehatan baru mencapai 69. seperti rumah tangga dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) meningkat menjadi 48. Selama periode tahun 2006 s.2.33% dari target 85% pada tahun 2010. dan sistem pengembangan karier.4. harga murah tetapi akses masyarakat terhambat karena adanya asymetric information dan praktek pemasaran yang kurang baik dan sekitar 30% obat resep dijual langsung oleh dokter.700 jiwa pada 2005 menjadi 278. Diharapkan pada akhir pembangunan 5 tahun ke depan (2015) terjadi pengingkatan Indeks Pembangunan Gender (IPG) Provinsi Kalimantan Selatan.12% pada tahun RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . partisipasi.47% dengan target setara dengan $ 2 US perkapita.450 jiwa pada 2006. seperti peningkatan pada persentase keluarga menghuni rumah yang memenuhi syarat kesehatan mencapai 73. namun kita harus memberikan perhatian pada perilaku merokok yang semakin memburuk dengan makin mudanya usia awal perokok.15% sedangkan pada tahun 2006 menjadi 8. Selain itu kita juga perlu memberikan perhatian pada terjadinya peningkatan rumah tangga yang tidak memiliki saluran pembuangan air limbah dan masih ada rumah tangga yang memelihara unggas atau ternak dalam rumah. Kemiskinan Trend angka kemiskinan mengalami penurunan sejak tahun 2005 s. Indikator lainnya seperti Desa Siaga sampai dengan tahun 2009 sudah mencapai 1958 desa/kelurahan se-Kalimantan Selatan.23% belum mencapai target sebesar 75%. persentase keluarga menggunakan air bersih meningkat dari 58. Walaupun ketersediaan OGB tinggi.5% belum mencapai target 85% pada tahun 2010. Pembangunan kesehatan perlu memberikan penekanan pada peningkatan kesetaraan gender (gender equity) dalam rangka memberikan kesempatan yang sama untuk memperoleh akses. bidan atau perawat.66%. manfaat dan kontrol antara laki-laki dan perempuan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dan perannya dalam pembangunan kesehatan. Prosentase penduduk miskin pada 2005 sebesar 7. dan peningkatan persentase tempat tempat umum (TTU) sehat 78.3% menjadi 60.BAB II memadai dan pengaturan insentif. meskipun sempat terjadi peningkatan dari 235.d 2009.

BAB II 2009.977 250.27 Penduduk Miskin di Kalimantan dan Nasional.0 340.86 7.8 107.000 100. Tabel II.450 233.30 Kalimantan Tengah 35. Gambar II.1 162.72 17.2 4.700 278.000 50.82% sedangkan di perdesaan 5. jaminan sosial bidang kesehatan.000 235.12% penduduk miskin diseluruh Kalsel.33 5.8 7.-.8 434.2015 Page 37 .3. Posisi 2009 ini menempatkan Kalsel menduduki peringkat II pada tingkat nasional atas jumlah penduduk miskin paling sedikit.2 239.000 200. dan perluasan cakupan keluarga harapan. Respon terhadap program nasional penanggulangan kemiskinan terus dilakukan dalam bentuk fasilitasi program yang meliputi bantuan sosial terpadu.9 4.34 7. seperti nampak pada tabel berikut ini.02 Kalimantan Selatan 68. Maret 2009 Jumlah Penduduk Miskin % Penduduk Miskin (000) Provinsi Kota Desa K+D Kota Desa K+D Kalimantan Barat 94.501 218. yakni Rp. Akan tetapi.4 32 530. Persentase penduduk miskin di pekotaan miskin pada tahun 2005 s/d 2009. beasiswa bagi anak keluarga yang berpenghasilan rendah. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .787.45 8. 2009 Berbagai upaya telah dilakukan dalam mengentaskan kemiskinan di Kalimantan Selatan.82 5.5 20 619.2009 300. 195. Kesenjangan kota dan desa dalam hal ini memang masih lebih baik dari provinsi lainnya di Kalimantan maupun secara nasional.1 165. sebesar 4.0 10.09 9.12 Kalimantan Timur 77.15 Sumber : BPS Nasional.900 175. Jumlah Penduduk Miskin di Kalimantan Selatan Periode 2005 . kerentanan masyarakat akan kemiskinan masih signifikan mengingat masih besarnya jumlah masyarakat yang berada pada tingkat “hampir miskin” dan standar garis kemiskinan yang dipakai masih jauh dari ideal.33% sehingga secara total terdapat sebesar 5.000 150.73 INDONESIA 11 910.00 13.2 176.35 14.0 4. Bantuan tersebut dilakukan dengan mengintegrasikan program perlindungan sosial berbasis keluarga yang mencakup Bantuan Langsung Tunai (BLT).000 0 Tahun 2005 Tahun 2006 Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Jika dilihat pola kemiskinan yang terjadi nampak bahwa kemiskinan dipedesaan sedikit lebih tinggi dari perkotaan.23 10. bantuan pangan.8 130.

730.466.000 248.760 tahun 2008. Dalam tataran perundang-undangan pengarusutamaan gender dalam pembangunan nasional mendifinikan sebagai “strategi yang dibangun untuk mengintegrasikan gender menjadi satu dimensi dari perencanaan. pemantauan dan RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . meningkat pula jumlah angkatan kerja setiap tahunnya.374 118. yaitu tepat sasaran.598.2015 Page 38 . Pemerintah provinsi juga mendorong maksimalisasi pengguliran Kredit Usaha Rakyat (KUR) keseluruh kabupaten/kota.403 2.604.853 3 Bekerja (jiwa) 1.483 202.2. Tabel II. penyusunan.15 70.177 4 Pengangguran (jiwa) 131.487 753. pelaksanaan.524.191 454. Angka ini menurun pada tahun 2008 menjadi 6. Pada tahun 2007 TPT sebesar 7.366.62 6. Perkembangan ketenagakerjaan ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini.153 317.2. Kurun waktu tahun 2007 s. dengan terjadi perubahan nomenklatur Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan (KNPP) menjadi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KNPPPA).743.981 tahun 2007 menjadi 1.635.191 jiwa naik menjadi 519. Pada tahun 2007 jumlah setengah menganggur sebanyak 505.029 6 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%) 73.754.594.177 jiwa. tepat kegiatan dan tepat waktu.2.79 6.79% dan turun kembali pada 2009 menjadi 6.935 118.636 519. 2009 Tingkat pengangguran terbuka mengalami kecendrungan menurun. Meski demikian jumlah setengah menganggur cenderung meningkat. Seleksi atas kegiatan juga dilakukan untuk memenuhi prinsip tiga tepat.635.28 Perkembangan Penduduk Usia 15 Tahun Keatas Prov.d 2009 tingkat partisipasi angkatan kerja mengalam perubahan naik dan turun (Fluktuatif) namun serapan terhadap tenaga kerja justru mengalami kecenderungan menurun yang digambarkan dengan jumlah penduduk yang bekerja yakni 1.395 9 Setengah Menganggur Sukarela (jiwa) 291.62%.Kalsel Menurut Jenis Kegiatan Tahun 2007-2009 Jumlah Penduduk 15 Tahun Ke atas No.75%. Jenis Kegiatan 2007 2008 2009 2. 2.604 Sumber : BPS Prov Kalsel.916 1.612 1 Penduduk 15 Tahun ke Atas (jiwa) 2 Angkatan Kerja (jiwa) 1.2.68 69.760 1.406 5 Bukan Angkatan Kerja (jiwa) 635.020 771.5.191 206.134 1.6 Pemberdayaan Perempuan Tepat pada bulan bulan oktober. 2.981 1. Untungnya pada tahun 2009 jumlah penduduk bekerja naik kembali menjadi 1.209 10 Jumlah Setengah Menganggur (jiwa) 505.75 8 Setengah Penganggur Terpaksa (jiwa) 214.154 2.BAB II Pemerintah provinsi menyediakan dana pendamping untuk PNPM Mandiri sesuai kebutuhan dan kebijakan yang ada.598.594. Kesempatan Kerja Sejalan dengan meningkatnya jumlah peduduk.51 7 Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 7.

jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak menunjukkan angka yang cenderung meningkat. 6. serta tujuan dasar pengarusutamaan gender. dibidang hukum dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pembangunan gender. pelaksanaan pengarusutamaan gender masih terkendala kurangnya pemahaman aparatur tentang teori dan konsep gender.29 Tabel II.086 2008 376 2.6%. bahwa pada operasional. yaitu persentase perempuan yang menduduki jabatan eselon I sampai IV masing-masing sebesar 9. 2009 Dari data pada Tabel II. Kondisi umum pembangunan dalam setiap bidang pembangunan dapat digambarkan sebagai berikut.29 menunjukkan bahwa. Sedangkan kekerasan pada anak dari tahun ke tahun cenderung meningkat. 14.” Sayangnya berdasarkan hasil evaluasi menunjukan. Sayangnya di tingkat perguruan tinggi jumlah perempuan lebih sedikit dibandingkan laki-laki.6% pada tahun 2004 menjadi 18.5% dan 23. Secara nasional. Sementara itu. Kondisi dapat dilihat pada Tabel II. 72% pada tahun 2006 meningkat menjadi 19.4% pada tahun 2006. partisipasi perempuan di lembaga legislatif meningkat dari 11. Unsur 2006 237 715 Tahun 2007 252 2.281 1 Anak Korban Tindak Kekerasan 2 Wanita Korban Tindak Kekerasan Sumber : BPS Prov.04% pada tahun 2009. Dibidang politik. Gambaran di Kalimantan Selatan. SMP. tingkat kekerasan yang terjadi pada perempuan meningkat cukup signifikan. Demikian juga yang berkaitan dengan pembentukan lembaga dan instansi yang berfungsi untuk memberikan pelayanan dan perlindungan terhadap kekerasan pada perempuan dan anak. hampir 2 kali lipat pada tahun 2007 dibandingkan tahun 2006. Pada jabatan publik.2015 Page 39 . di bidang ekonomi. Sedangkan perempuan yang mengikuti pendidikan SD. Dibidang pendidikan.29 Kekerasan pada Perempuan dan Anak Di Kalimantan Selatan Tahun 2006 s/d 2008 No.5%.1%. 13. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . masing-masing 8.7%. 7. dan SMA jauh lebih banyak dibandingkan laki-laki.BAB II evaluasi atas kebijakan dan program pembangunan. Hal ini menyebabkan kalangan perencana sulit mengintegrasikan pengarusutamaan gender dalam penyusunan kebijakan pada tataran gender. Hal ini perlu adanya program-program preventif yang lebih optimal dari lembanga-lembanga yang memberikan pelayanan dan perlindungan terhadap kekerasan pada perempuan dan anak.29% pada tahun 2008. Kalsel.6%.7% dan 22. peningkatan akses lapangan kerja bagi perempuan dari 13. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak jumlahnya semakin meningkat. Persentase tersebut meningkat pada tahun 2008. selama ini telah terjadi perbaikan yang mengesankan. jumlah perempuan yang tidak mengikuti pendidikan lebih banyak dibandingkan laki-laki. terdapat sedikit peningkatan partisipasi perempuan selama kurun waktu tiga tahun terakhir.

Tantangan ke depan adalah melakukan program yang berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup perempuan melalui aksi afirmasi. adanya perdagangan perempuan.20 65. IPG di Kalimantan Selatan masih lebih rendah dari angka rata-rata nasional.72 dan 63. Hal ini dapat dilihat dari nilai IPM dan IPG. tindak kekerasan pada perempuan. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . informasi dan edukasi kualitas hidup dan perlindungan perempuan.70 2 Rata-rata Nasional (Indonesia) 63.30 Indeks Pembangunan Gender (IPG) Di Kalimantan Selatan Tahun 2007 s/d 2009 No. dan kesehatan. bahwa keberhasilan pembangunan sumber daya manusia secara keseluruhan belum sepenuhnya diikuti dengan keberhasilan dalam pembangunan gender.BAB II Rumus yang digunakan untuk menghitung Indeks Pembangunan Gender (IPG). Walaupun IPM merupakan ukuran kualitas sumber daya manusia. Kondisi ini menunjukkan bahwa dari beberapa komponen perhitungan IPG (ekonomi.90 Sumber: Kementerian PP&PA bekerjasama dengan BPS Berdasarkan Tabel II. misalnya adanya kesenjangan upah pekerja perempuan lebih rendah dibandingkan laki-laki.30 2008 63.30 1 Kalimantan Selatan 60. serta masih banyak dijumpai faktor sosial budaya yang membatasi kebijakan pengarusutamaan gender di dalam pembangunan.80 65. pendidikan. Pemahaman akan konsep kesetaraan dan keadilan gender masih sangat terbatas di semua kalangan.10 62. pengembangan pusat-pusat pelayanan sebagai sarana perlindungan perempuan korban kekerasan. Provinsi 2005 Tahun 2006 2007 61. Keterbasan ini juga juga terjadi diantara para perencana dan pelaksana pembangunan yang dapat berakibat terlambatnya upaya-upaya mengintegrasikan konsep gender kedalam berbagai program pembangunan.2015 Page 40 . serta penguatan/pemberdayaan kelembagaan pengarusutamaan gender. normanorma yang berlaku di dalam masyarakat berkaitan dengan peran gender berdasarkan spesifik lokasi.80 pada tahun yang sama (tahun 2008).30 Tabel II. Perkembangan IPG Kalimantan Selatan selama tahun 2005 s. IPG Kalimantan Selatan secara faktual menunjukkan peningkatan jika dilihat dari angka absolut dan sejalan peningkatan IPG nasional.80 65. yaitu 68. dan perbedaan jaminan sosial.30. penataan sistem yang mampu menangkap dinamika gender. melaksanakan komunikasi. perlindungan perempuan dari tindak kekerasan. Kesenjangan ini menunjukkan. eksploitasi dan diskriminasi. Kualitas hidup perempuan masih tertinggal dibandingkan dengan laki-laki.d 2008 dapat dilihat pada Tabel II. sama dengan cara menghitung Indeks Pembangunan Manusia (IPM). dan kesehatan). kualitas hidup perempuan juga ditentukan oleh ada tidaknya masalah lain yang langsung maupun tidak langsung mempengaruhi IPG. di Kalimantan Selatan masih memerlukan pembenahan dan pengembangan khususnya yang berkaitan dengan masalah gender. menjadi faktor dominan dalam menghitung IPG. Ekonomi. pendidikan.

dan pengetahuan unsur dasar pembangunan manusia yang diakui secara luas adalah standar hidup layak. berdasarkan Tabel II.75 70. Usia hidup Pembangunan manusia harus lebih mengupayakan agar penduduk dapat mencapai “usia hidup” yang panjang dan sehat. Sebagaimana telah disebutkan diatas.d 2008 dapat dilihat pada Tabel II. memilih GDP per kapita riil yang telah disesuaikan (adjusted real GDP per capita) sebagai indikator hidup layak.59 2008 68. Pengetahuan diukur dengan dua indikator yaitu angka melek huruf (Literacy Rate) dan rata-rata lama sekolah (Mean Years School). Namun demikian jika dilihat dari peringkat antar provinsi. Sebenarnya banyak indikator yang dapat digunakan untuk mengukur usia hidup. Banyak indikator alternatif yang dapat digunakan untuk mengukur unsur ini.4 69. Kondisi tersebut memberikan kontribusi rendahnya IPM Kalimantan Selatan.31 dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan. Dengan mempertimbangkan ketersediaan data secara internasional UNDP. pemberdayaan dan partisipasi RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .7 Indek Pembangunan Manusia Indeks pembangunan manusia (IPM) menunjukkan jumlah tahun hidup yang diharapkan dapat dinikmati penduduk suatu wilayah. IPM Kalimantan Selatan masih berada dibawah rata-rata nasional.31 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Di Kalimantan Selatan Tahun 2005 s/d 2008 No. Tantangan ke depan adalah pengembangan sektor ekonomi. bahwa IPM merupakan suatu indeks komposit tiga bidang pembangunan manusia (usia hidup. Di Indonesia dihitung dengan metode tidak langsung. IPM merupakan suatu indeks komposit yang mencakup tiga bidang pembangunan manusia yang dianggap sangat mendasar yaitu usia hidup (longevity).72 71.10 68.31 Tabel II. 2009 Indeks Pembangunan Manusia di Kalimantan Selatan.BAB II 2. Metode ini menggunakan dua macam data dasar yaitu rata-rata anak yang dilahirkan hidup dan rata-rata anak yang masih hidup. pengetahuan dan standar hidup).2015 Page 41 . dan standar hidup layak (decent living). Perkembangan IPM Kalimantan Selatan selama tahun 2005 s. pendidikan dan kesehatan yang berbasis pada masyarakat miskin.2. pengetahuan (knowledge). Namun masih berada dibawah ratarata angka nasional. IPM Kalimantan Selatan secara faktual menunjukkan peningkatan jika dilihat dari angka absolut dan sejalan peningkatan IPM nasional.01 70. 1 2 Provinsi Kalimantan Selatan Rata-rata Nasional (Indonesia) 2005 67.57 Tahun 2006 2007 67.2. Standar hidup Selain usia hidup. di Kalimantan Selatan masih belum sebagaimana yang diharapkan. Pengetahuan pengetahun juga diakui secara luas sebagai unsur mendasar dari pembangunan manusia.17 Sumber : BPS Nasional.

2.387 orang (0. Pada 2003. Diantara indikator dalam melihat perkembangan sosial keagamaan adalah pertumbuhan jumlah pemeluk dan fasilitas peribadatan dan kegiatan keagamaan. langgar (6. Hindu dan Budha 19.200. Kristen 25. dan Wihara Cetyah/Klenteng (10 buah).393 orang.181 orang (0. serta agama lainnya. Pemuda dan Olahraga 2.BAB II masyarakat. Gambar II.3.4 Jumlah Pemeluk Agama dan Tempat Ibadah di Kalimantan Selatan Tahun 2008 RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Bagi penduduk beragama Islam. Di Kalimantan Selatan sekarang terdapat 140 buah pesantren dengan jumlah santri sebanyak 37.49%).252 buah). Katolik 13. dimana kecenderungan mayoritas memberikan apresiasi negatif terhadap pemeluk agama lain. jumlah penduduk menurut agama berturut-turut adalah sebagai berikut: beragama Islam sebanyak 3. Khong Ho Chu 23.78%).14%). serta pembangunan infrastrukur di daerah-daerah tertinggal/terpencil.1 Keagamaan Sekalipun penduduk Kalimantan Selatan mayoritas beragama Islam.908 orang (0.869 (96. pesantren juga menjadi pilihan pendidikan agama bagi anaknya. seperti Kaharingan.346 oarang (0. Seni Budaya.738 buah).2. seperti mesjid (2.2. gereja (77 buah).3 Agama. Fakta ini menunjukkan bahwa kehidupan keberagamaan tidak mengalami konflik sosial yang berarti sebagaimana di daerah lain. Hal ini ditandai dengan meningkatnya masing-masing jumlah pemeluk agama dan sarana peribadatan. namun Kehidupan beragama di provinsi ini secara ritual menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.70%).91%). Kehidupan ritual keagamaan ditunjang oleh sarana ibadat.2015 Page 42 . Pura/Kuil/Sanggah (40 buah).

sehingga dapat dicegah terjadinya konflik sosial berbasis agama dan suku. Sanggar Balai 8.270 425 113 20 40 101 15 8 4 2007 2.2015 Page 43 . Kehidupan keberagamaan yang baik dan nyaman mampu menyediakan batasan-batasan moral penduduk (pemeluk) sebagai bagian dari tugas bersama pemerintah dan pemangku agama. Hal ini dimaksudkan agar kualitas pendidikan keagamaan dapat disejajarkan dengan pendidikan umum yang pada akhirnya akan menyeimbangkan IPTEK dan IMTAQ. konflik tempat ibadah.32 Jumlah Sarana Ibadah di Kalimantan Selatan Tahun 2006-2008 No. Toleransi antar-umat beragama dan antar-suku sampai sekarang masih dapat dipertahankan. 2009 Dalam konteks ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memaknai perkembangan dan pertumbuhan pemeluk agama maupun ketersediaan sarana prasarana serta kegiatan sosial keagamaan tidak sekadar mewujudkan kenyamanan pemeluk dalam menjalankan ibadahnya. tetapi menjadikan ranah agama sebagai pemahaman penyeimbang dampak buruk dari gerusan budaya-budaya global yang destruktif dan demokrasi yang semakin menggeliat. Untuk pengembangan pendidikan di bidang keagamaan yang juga sebagai modal sosial Pemerintah telah memberikan bantuan pembangunan asrama mahasiswa Kalsel di Kairo dan bantuan pendanaan untuk menyelesaikan pendidikan di Kairo disamping pengembangan pendidikan keagamaan di Kalimantan Selatan dan di Indonesia pada umumnya.311 6. kebebasan berpikir dan berekspresi maupun implikasi regulasi yang bernuansa agama dan kesukuan sebagaimana terjadi di daerah lain.BAB II Tabel II. Hal ini dapat dibuktikan dengan tidak adanya laporan kekerasan-kekerasan yang bernuansa agama atau suku. Kalsel.323 602 119 10 35 3 9 7 4 2008 2.200 4. Gereja 5. lembaga pendidikan (tak terkecuali pesantren) maupun dialog-dialog antar umat beragama. Sebab bagi pemerintah kualitas keberagamaan tidak selalu diukur dari jumlah pembangunan sarana prasarana ibadah maupun frekuensi kegiatan sosial keagamaan. Masjid 2. diantaranya pengejawantahan ajaran-ajaran normatif dan kognitif agama masing-masing dalam semua aspek kehidupan baik perkumpulan keagamaan.362 602 125 8 55 3 12 2 4 1. kasus penyesatan. Pura 7. Vihara 9. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .650 6. Mushalla 4. Langgar 3. tetapi pemahaman nilai-nilai keberagamaan dan toleransi antar umat beragama. Nama Fasilitas Ibadah 2006 2. Klenteng Sumber: BPS Prov. Paham-paham pluralisme terus dikembangkan dan diwujudkan pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam mengembangkan kehidupan keberagamaan yang harmonis. Cetya 10. Kapel 6.

Gambar II. Adalah hal yang menarik ketika terbentuknya Lembaga Adat dan Kekerabatan Kesultanan Banjar (LAKKB) sebagai pilar yang ke-empat (4) guna membangun interaksi seni-budaya Banjar dengan keraton sebagaimana kokohnya kesenian dan kebudayaan di Jawa dan Sumatera sebagai bagian dari upaya pemerintah bersama RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Islam sebagai agama mayoritas simbol Keberagamaan masyarakat Banjar memiliki nilai-nilai sosial budaya yang mendorong tumbuhnya etos kerja dan semangat wirausaha yang mendorong kemajuan. Pengembangan pengelolaan kapasitas dan kualitas lembaga sosial keagamaan serta Pembinaan terhadap pendidikan dan perguruan keagamaan yang masih kurang optimal menyentuh kemasyarakat terutama kualitasnya 2. maupun bernegara termasuk di masa-masa mendatang tampaknya upaya untuk “menyeharikan” ajaran dan pesan-pesan moral agama menjadi etos kerja guna menjadi modal sosial (social capital) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. pelaku maupun lokasi/wilayah kebudayaan (tujuan wisata). Seni dan budaya di Kalimantan Selatan sebagaimana di daerah lain mengalami perkembangan pasang surut sebab dan pemangku seni budaya dikonstruksi oleh tiga pilar yakni. Kalimantan Selatan yang dihuni oleh mayoritas etnis Banjar dan sebagian etnis Bakumpai dan Dayak sebagai entitas etnis asli memiliki keragaman seni dan budaya yang saling terintegrasi baik nilai-nilai. berpemerintahan.2 Seni dan Budaya Seni dan budaya adalah identitas suatu daerah. nilai-nilai luhur tersebut semakin terancam oleh nilai-nilai lain .2015 Page 44 .2.5 Alur Pikir Transformasi nilai-nilai keagamaan Sosial keagamaan Namun demikian akhir-akhir ini. (1) pilar nilainilai seni budaya yang berlaku di masyarakat (2) Pilar Kegiatan yang dilakukan dan kokohkan para pemangku seni budaya (adat) dan yang (3) Pilar Peran dan fasilitasi pemerintah daerah. Catatan historis masyarakat Banjar yang memiliki etos kerja dan etos migrasi (madam) adalah salah satu contoh transformasi nilai-nilai agama dan budaya dalam menjawab tantangan dan zaman pada masa lalu.BAB II Harapan besar pemerintah meningkatnya kualitas keberagamaan dengan indikator meningkatnya sarana prasarana ibadah maupun frekuensi kegiatan sosial keagamaan dapat terwujud transformasi nilai-nilai normatif dan kognitif agama ke dalam perilaku hidup baik dalam kehidupan bermasyarakat.3. berbisnis. Tantangan kedepan yang menjadi perhatian serius adalah diperlukan penguatan nilai-nilai sosial keagamaan dan konstruksi budaya guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berbasis sosial keagamaan dan budaya tempatan dan terciptanya keharmonisan antar pemeluk agama. toleransi antar umat beragama.

Koordinasi antar SKPD yang berwenang menjadikan ranah pelestarian ini RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .BAB II stakeholder memangku seni dan adat daerah Provinsi Kalimantan Selatan. 6. 7.6 Skema Integrasi 4 Pilar Pelestarian Kebudayaan Banjar Kalsel Tabel II. Kelompok Seni PERFEKINDO SANGGAR BUDAYA SANGGAR ANGGERIK HARIVI KAMBANG BARENTRENG AYU LABUNI BERSUJUD KAMBANG MAYANG BUANA BULUH MARINDU SINAR PUSAKA PUSAKA SAIJAAN BUNGA ANGGERIK 2006 Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif 2009 Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Pelestarian nilai-nilai seni budaya belum optimal terintegrasi dalam kurikulum pendidikan di sekolah dasar dan menengah di Kalsel termasuk kegiatan ekstra kurikuler. 2.33 Perkembangan Kelompok Kesenian Tahun 2006 dan 2009 No. Terbitnya Perda yang bernuansa Budaya seperti Perda Seni dan Bahasa Banjar. 4. Hal ini untuk menegaskan dan meletakkan dasar bahwa kesenian dan kebudayaan Banjar Kalimantan Selatan tidak sekadar sebuah event atau kegiatan tetapi ianya menjadi sebuah bagian dari urat nadi kehidupan yang didukung oleh institusi keraton sebagai mitra pemerintah. Gambar II. 8. 1. Perda Bangunan Banjar dan Perda Peninggalan bersejarah Tahun 2008 misalnya adalah bentuk jawaban pemerintah Provinsi atas kegelisahan dan keresahan para budayawan dan seniman serta pemangku adat Banjar dalam menjawab tantangan zaman guna melestarikan kebudayaan. 3. 9. Itulah sebabnya program pemerintah provinsi dalam rangka mendirikan replika Keraton bagian dari upaya mengintegrasikan kebudayaan Banjar.2015 Page 45 . 5. seni dan nilai-nilainya. 10.

literatur muatan lokal. Gambaran ini pun tersirat pada pemanduan kepariwisataan dan pembinaan stakeholder pelengkap dunia kepariwisataan yang masih belum professional sehingga belum memberikan kenyamanan dan kepuasaan bagi pengunjung. Ketidakramahan dan ketidakmemuaskan pelayanan kepariwisataan yang dikelola masyarakat menjadi kontribusi negatif promosi wisata. dokumentasi.BAB II terkesan berjalan sendiri-sendiri dan tidak membuahkan hasil yang memuaskan. fasilitas sarana prasarana. Demikian pula peran dan fungsi museum masih menggunakan paradigma lama dimana belum menunjukkan hal yang dinamis dan menarik bagi pengunjung untuk memahami nilai-nilai dan peninggalan tradisi sebagai bagian dari pelestarian kebudayaan. festival tari. namun kondisi demikian adalah proses kebudayaan yang statis/mandek dalam perkembangan dan pelestarian kebudayaan. padahal merupakan medium pelestarian budaya yang efektif. ditambah lagi dokumentasi seperti buku-buku budaya Banjar/cerita Banjar. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Karya seni budaya cenderung hanya bagian dari proses komersialisasi promosi wisata yang mengedepankan profit oriented. tetapi mentransformasikan nilai-nilai seni dan kebudayaan dalam kegiatan pemerintahan dan perilaku masyarakat. berpengaruh terhadap kunjungan wisata seperti sektor jasa perhotelan yang pertumbuhannya relative kecil atas hunian hotel. pelayanan dan promosi pariwisata. festival sastra. berdirinya sanggar-sanggar. penganugerahan karya cipta seni dan budaya yang diintegrasikan dalam event-event wisata lainnya. Kegelisahan seni dan budaya tidak sekedar pada kualitas kegiatan. Selama ini kegiatan pelestarian kebudayaan dan kesenian Banjar termasuk kegiatan promosi wisata hanya dalam konteks tataran pelaksanaan pagelaran seni. alat peraga seni-budaya sebagai pelengkap alat kebijakan (perda) yang masih minim.2015 Page 46 . sehingga kehadiran agen-agen traveling yang meningkat belum memberikan layanan yang bernilai kompetitif. Selain infrastruktur tujuan wisata masih relatif belum memadai. Sekalipun fasilitas berkesenian dan berkebudayaan bagi para seniman dan pemangku adat relatif terfasilitasi. sehingga terkesan event-event yang dilaksanakan pun sebagai pengguguran kewajiban saja (proyek) bagi aparat birokrasi berwenang yang rendah kreatifitas-inovasi dan pelibatan professional-profesional pegiat seni dan budaya. Karya seni dan budaya di Kalsel masih dalam konstelasi “jeruk makan jeruk” sebuah ungkapan bahwa karya seni hanya dinikmati sesama seniman dan budayawan belum lagi meluas menjadi bagian hiburan dan transformasi nilai-nilai seni-budaya kepada masyarakat .

7 Kunjungan Wisatawan ke Kalsel Tahun 2007 Sumber: KDA Tahun 2008 Tantangan ke depan adalah bagaimana meredifinisi dan merevitalisasi budaya Banjar agar menjadi energi kultural untuk membangun modal sosial bagi lestari nilai-nilai dalam perilaku dan kehidupan masyarakat serta menjadi kekuatan pembangunan. Berbagai kegiatan yang masih terkait dengan pembinaan di sekolah adalah seperti pelatihan dasar kepramukaan.3 Pemuda dan Olah Raga Perkembangan kualitas bidang pemuda dirasakan belum optimal sehingga kontribusi pemuda dalam pembangunan belum optimal.3. Dengan demikian upaya penyadaran terhadap pemuda pemberdayaan dan pengembangan pemuda untuk semakin berperan dalam pembangunan. Undang-undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan antara lain menyebutkan bahwa sasaran pembangunan kepemudaan adalah usia 16 s/d 30 tahun. kepramukaan dan kewirausahaan. pembibitan oleh raga dan pemasalahan olah raga. Sedangkan pembinaan di luar sekolah adalah pembinaan kewirausahaan guna mengurangi pengangguran.2. Disamping itu melakukan pembinaan dan promosi kepariwisataan yang efektif. Pembangunan dibidang olah raga di Kalimantan Selatan melalui 3 kegiatan pokok yaitu Pengembangan olah raga masyarakat. Selain itu juga dikembangkan pertukaran pelajar dan pertukaran pemuda baik antar negara maupun antar daerah. Salah satu bentuk pembinaan nyata terhadap pemuda di RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Kegiatan-kegiatan kepemudaan termasuk pelajar generasi muda. dan penggalian dokumentasi. peninggalan bersejarah dan mendinamisasikan museum-museum bersejarah. pelatihan tingkat mahir dan lanjutan dimaksudkan untuk keberlangsungan pendidikan mental dan spritual termasuk pula pembinaan tentang bela negara.BAB II Gambar II.2015 Page 47 . 2. Pembinaan terhadap generasi muda meliputi dua pola yaitu di sekolah dan di luar sekolah.

Dalam pembuatan peraturan perundan-undangan.10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Kewenangan Bidang Hukum Pemerintah Provinsi Secara garis besar. Posisi Peraturan Gubernur sama halnya dengan Peraturan Pemerintah sebagai penjelas dari RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . olah raga rekreasi dan olah raga prestasi.1 Hukum a. pemerintah daerah provinsi dapat membentuk satu peraturan perundang-undangan berupa Peraturan Daerah (Perda) Provinsi. 2.4. pemerintah daerah provinsi juga dapat membentuk Peraturan Gubernur. hukum sebagai kewenangan pemerintahan meliputi dua hal. Dalam kedua UU tersebut. pemerintah provinsi memiliki kewenangan untuk terlibat dalam dua hal tesebut dalam pengertian yang limitatif. Terhadap olah raga kesehatan pemerintah daerah menyiapkan tempat-tempat umum yang dilengkapi dengan sarana olah raga. demikian juga untuk olah raga rekreasi telah pula dikembangkan sarana olah raga dalam bentuk outbond dan untuk olah raga prestasi telah dikembangkan program pemusatan latihan.2. banua. Perda dapat dibentuk untuk memenuhi kewajiban peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi dan guna memenuhi kebutuhan. Secara yuridis. Selain dapat membentuk Perda. kekhasan dan/atau kearifan lokal daerah setempat. Politik dan Pemerintahan 2. meningkatkan sosialisasi dan kampanye bahanyanya narkoba bagi generasi muda dan mengupayakan pembangunan fasilitas kepemudaan dan wadah olahraga yang representatif. bangsa dan negara. fungsi pelayanan masyarakat yang melekat pada berbagai fungsi pemerintahan juga menjadi domain kewenangan pemprov yang perlu diperhatikan secara serius. Peraturan Gubernur sendiri adalah suatu produk hukum yang mengatur hal-hal yang lebih teknis dari Peraturan Daerah. Tantangan yang dihadapi di bidang pemuda dan olah raga adalah :mengoptimalkan peran serta pemuda dalam berbagai bidang pembangunan.4 Hukum.2015 Page 48 . Dalam kedua hal tersebut. yaitu : pembuatan peraturan perundang-undangan (law making process) dan penegakan hukum (law enforcement) atas peraturan perundang-undangan itu sendiri. Langkah – langkah strategik yang diambil pemerintah dari pemetaan masalah soal kepemudaan setidaknya melepaskan dan menghindarkan dari bahaya pengguna narkoba yang berakibat pada tindakan patologi sosial yang merusak masa depan pemuda itu sendiri.BAB II Kalimantan Selatan adalah dibidang olah raga adalah dikembangkannya olah raga kesehatan. pemerintah daerah provinsi hanya diberikan wewenang untuk membentuk peraturan perundang-undangan sesuai dengan kewenangannya sebagaimana diatur dalam UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah jo UU No.2. Selain dua hal itu.

pemanfaatan. pelayanan bidang ketenagakerjaan lintas kabupaten/kota. i. l. dalam hal ini adalah pemerintah daerah provinsi. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . penyediaan sarana dan prasarana umum. pengendalian lingkungan hidup. perencanaan dan pengendalian pembangunan. h. e. pertahanan. dan f. (2) Dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1). g. k. Kewenangan pemerintah daerah provinsi sendiri dapat dilacak berdasarkan ketentuan dalam UU No. penanganan bidang kesehatan.32 Tahun 2004. agama. seorang Gubernur dapat pula menerbitkan Keputusan Gubernur. pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.32 Tahun 2004 tersebut merupakan dasar hukum pemberian kekuasaan yang bersifat otonom kepada daerah (provinsi.2015 Page 49 .32 Tahun 2004 disebutkan definisi urusan wajib dan urusan pilihan yang dimiliki pemerintahan daerah provinsi sebagai berikut : (1) Urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah provinsi merupakan urusan dalam skala provinsi yang meliputi: a. Sebagai suatu produk hukum. (3) Urusan pemerintahan yang menjadi urusan Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. perencanaan. c. keamanan. Peraturan Gubernur dan Keputusan Gubernur mesti merujuk kepada dasar kewenangan yang membuatnya. kabupaten/kota). dan pengawasan tata ruang. b. penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. d. penyelenggaraan pendidikan dan alokasi sumber daya manusia potensial. c. j. yaitu : urusan pemerintahan wajib dan urusan pemerintahan pilihan. b. Perda. Dalam Pasal 13 UU No. penanggulangan masalah sosial lintas kabupaten/kota.BAB II UU. d. e. pelayanan kependudukan. Lebih lanjut. dan menengah termasuk lintas kabupaten/kota. yustisi. Dalam Pasal 10 UU tersebut menyatakan : (1) Pemerintahan daerah menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya. kecuali urusan pemerintahan yang oleh Undang-Undang ini ditentukan menjadi urusan Pemerintah. Klausula dalam Pasal 10 UU No. pelayanan pertanahan termasuk lintas kabupaten/kota. politik luar negeri. usaha kecil. moneter dan fiskal nasional. Untuk menetapkan hal-hal yang bersifat individual dan konkret dari Perda dan Peraturan Gubernur. fasilitasi pengembangan koperasi. dan catatan sipil. UU No.32 Tahun 2004 membagi urusan pemerintahan daerah yang bersifat otonom tersebut atas dua urusan pemerintahan. f.

p. Perda sebagai salah satu produk hukum daerah juga dapat dibentuk sebagai penjabaran peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. Secara lebih terperinci mengenai hal-hal yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah provinsi diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2007 tentang pembagian urusan Pemerintahan antara Pemerintah.38 Tahun 2007 tersebut. Berbagai produk hukum pemerintah daerah provinsi dapat dibentuk untuk menunjang pelbagai kewenangan pemerintahan provinsi sebagaimana dijabarkan di atas. urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan. Selain itu. kekhasan. Hal ini dapat dilihat dari Gambar II.2015 Page 50 . Kendati demikian.8 : Gambar II. Berdasarkan PP No. pelayanan administrasi umum pemerintahan.8 Penjabaran Peraturan Perundang-undangan Produk Hukum Pemprov Peraturan Daerah Peraturan Gubernur Hal yang dapat diatur Penjabaran Peraturan Perundangundangan lebih tinggi Urusan Wajib Pemerintahan Provinsi Keputusan Gubernur Urusan Pilihan Pemerintahan Provinsi Aparat Utama Aparat Penegak Hukum Satuan Polisi PP Aparat Pembantu Kepolisian dan Unsur Kamtibmasn RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .BAB II m. urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi terdiri atas 26 bidang yang menjadi urusan wajib dan 8 bidang urusan pemerintahan yang menjadi pilihan. penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya yang belum dapat dilaksanakan oleh kabupaten/kota. Di tingkat Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan hal demikian diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan nomor 5 tahun 2008. pelayanan administrasi penanaman modal termasuk lintas kabupaten/kota. (2) Urusan pemerintahan provinsi yang bersifat pilihan meliputi urusan pemerintahan yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi. pemerintahan daerah provinsi juga mendapat limpahan kewenangan pemerintahan dari pemerintah pusat berdasarkan asas dekonsentrasi dan tugas pembantuan.10 Tahun 2004. n. dan potensi unggulan daerah yang bersangkutan. sebagaimana amanah Pasal 12 UU No. o.

2015 Page 51 . Kondisi Kekinian Berdasarkan kewenangan yang dimiliki pemerintah provinsi di bidang hukum sebagaimana dijelaskan sebelumnya. 3. kewenangan pemerintah provinsi secara otonom dapat dilakukan untuk melakukan penegakan hukum atas berbagai produk hukum daerah dimaksud dengan menggunakan Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP).35 Jumlah Perda Provinsi Berdasarkan Jenis Pengaturannya Di Kalimantan Selatan 2008 S/D 2010 Tahun JenisPerda APBD Pajak daerah Retribusi daerah Kelembagaan Penyertaan Modal Pengaturan Sumber : Biro Hukum Pemprov Kalsel. Akan tetapi dalam kondisi tertentu. Jenis Produk Hukum Perumusan Perda Perumusan Produk Hukum Peraturan Gubernur Keputusan Gubernur 61 606 75 678 74 612 100 711 2006 21 2007 20 2008 24 2009 29 Sumber : Biro Hukum Pemprov Kalsel. 4) Perda tentang Kelembagaan di daerah. 4. Tabel II. pemerintah provinsi dapat meminta bantuan dari pihak kepolisian dan unsur kamtibmas lainnya guna menegakkan produk hukum daerah dimaksud. sebagai berikut : 1) Perda tentang APBD. Satuan Polisi Pamong Praja merupakan perangkat pemerintah daerah provinsi yang secara yuridis bertugas untuk itu. 2010 2008 3 1 1 8 8 2009 3 6 4 5 9 2010 1 1 1 4 RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . 2010 Jumlah produk hukum. Pemerintah provinsi Kalimantan Selatan telah melakukan pembentukan produk hukum daerah sebagaimana terlihat pada Tabel II. 2) Perda tentang Pajak daerah.34 Tabel II. khususnya perda sebagaimana tabel diatas dapat dibedakan berdasarkan jenisnya.34 Jumlah Produk Hukum Yang Dihasilkan Pemda Provinsi Di Kalimantan Selatan Tahun 2006 S/D 2009 No. 5) Perda tentang Penyertaan Modal dan 6) Perda tentang Pengaturan. 3) Perda tentang Retribusi daerah. b.BAB II Di level penegakan hukum. 2. 1.

Ke depan masih diperlukan ikhtiar yang kuat untuk menghadirkan peraturanperaturan perundang-undangan yang menjadi kewenangan pemerintah Provinsi Kalsel guna menjawab persoalan-persoalan ke-Kalsel-an. seperti minimnya kontribusi sektor tambang bagi pembangunan. Persoalan tumpang tindih diatas memang bukan domain kewenangan daerah. sehingga tidak dapat dilaksanakan. pemerintah provinsi Kalsel masih menghadapi berbagai kendala. Kurangnya indenpedensi dan koordinasi kelembagaan hukum berakibat pada sistem hukum. Perda tentang Kepurbakalaan.2015 . khusunya dalam pembuatan peraturan daerah telah menunjukkan kemajuan yang berarti dan telah ikut memberikan konstribusi terhadap pencapaian sasaran pembangunan. diantaranya : 1. Masih banyaknya tumpang tindih peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan secara terpusat berakibat pada inkonsistennya penerapan hukum di daerah. Sedangkan sampai dengan Agustus 2010. keterlibatan stakehoders. Diterbitkannya Perda-perda telah memberikan konstribusi besar terhadap pembangunan seperti Perda Nomor 3 Tahun 2008 tentang Pengaturan Jalan umum dan jalan khusus untuk angkutan hasil tambang dan hasil perusahaan perkebunan. serta Perda tentang Perlindungan Anak Terlantar. Sedangkan di ranah penegakan hukum.BAB II Dari keenam jenis perda tersebut. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Perda Nomor 3 Tahun 2009 tentang Pendidikan Al Quran di Kalimantan Selatan sedikit banyak telah menjawab beberapa persoalan urgen ke Kalsel-an. DPRD Kalsel belum mengusulkan satupun Raperda untuk disahkan menjadi Perda. dilihat dari sisi perancangan dan pengusulannya lebih banyak didominasi dari pihak eksekutif dan hanya perda tentang pengaturan yang berasal dari pihak legislatif (DPRD Provinsi Kalsel). selain itu juga lembaga hukum belum disertai dengan akuntabilitas dalam penataan hukum karena belum diatur dengan baik sehingga sangat sulit menentukan siapa yng bertanggung jawab terhadap tata cara dan bagaimana Page 52 2. Dari abstraksi diatas terlihat bahwa pembangunan bidang hukum. sekaligus telah mampu menampilkan kekhasan daerah ini di banding daerah lain melalui penggunaan urusan pilihan pemerintahan provinsi yang diatur lebih lanjut melalui Perda sebagaimana tergambar pada dua Perda di atas. yaitu Perda tentang Pelarangan Penggunaan Jalan Umum Untuk Angkutan Pertambangan dan Perkebunan Besar atau Perda Nomor 3 Tahun 2009. sejarah dan nilai tradisional. Implementasi peraturan perundang-undangan menjadi terhambat karena peraturan pelaksanaannya tidak kunjung terbit. Daerah hanya menerima impact dari tata kelola pembuatan peraturan di tingkat pusat. Dari Perda tentang pengaturan tersebut tercatat pada tahun 2008 sebanyak tiga buah Perda Pengaturan diusulkan oleh DPRD masing-masing Perda tentang Pengawasan Peredaran Minuman dan Makanan Beralkohol. tokoh masyarakat dan akademisi dalam turut merancang dan mengawal jalannya pembangunan dll yang bisa diformulasikan dalam bentuk Perda maupun produk hukum lainnya yang menjadi kewenangan Pemrov. Pada tahun 2009 hanya terdapat satu buah Perda yang diusulkan oleh DPRD Kalsel. terutama ulama.

Bidang sengketa terfokus pada pengaduan masyarakat dan sifatnya hanya sebagai fasilitator. 2. 3) pengambilan kebijakan. seperti penyelesaian illegal loging dan mining. penyusunan pengukuran perkembangan ranah politik di Kalsel dilihat dengan menggunakan indikator demokratisasi sebagaimana akan diuraikan di bawah ini. 2) kekuasaan (power). 1) sistem negara atau sistem politik. Yang dapat dilakukan adalah koordinsi diantara kelembagaan hukum dapat dilakukan. Kekuasaan yang dimiliki lebih lanjut diterjemahkan dalam pengambilan kebijakan (decision making) yang dapat berbentuk suatu kebijaksanaan dan regulasi lainnya yang kesemuanya dihajatkan sekali lagi untuk kepentingan publik dalam arti luas. Sehingga dalam bagian politik ini. Independensi institusi hukum tidak berhak diintervensi. Misalnya antar Pemprov dengan Kepolisian dan Kejaksaan dalam konteks penegakan berbagai persoalan hukum di daerah. aspek politik lebih ditekankan dari : 1) bagaimana lembaga-lembaga politik di daerah bekerja ? 2) bagaimana hak-hak politik rakyat dapat dipenuhi?. yaitu .4. Mengurai empat hal tersebut. maka sesungguhnya ada beberapa aspek yang layak disoroti dalam sub bagian Politik ini. Untuk mencapai hal tersebut. politik didefinisikan oleh beberapa ahli sebagai berbagai kegiatan dalam suatu sistem negara yang menyangkut proses untuk mencapai tujuan yang bersifat publik (public goals). Untuk itu. dan bukan bertujuan untuk kepentingan pribadi.BAB II yang harus dilakukan dalam pengembangan hukum daerah. dan 3) bagaimana segala kebijakan dan regulasi dapat menjamin rakyat hak-hak dasar rakyat? Ketiga hal tersebut dapat dirangkum dalam satu sub kajian dalam politik bernama demokrasi. serta 4) regulasi dan kebijaksanaan. selain memerlukan bedah yang mendalam juga beberapa hal tidak terlalu signifikan pengaruhnya terhadap suatu perencanaan pembangunan di ranah pemerintah provinsi sebagaimana yang hendak disoroti lebih lanjut dalam RPJMD Kalsel 2011-2015 ini.2. Jika mengacu pada terminology politik demikian.2 Politik Secara teoritik. dalam penyusunan RPJMD Kalsel ini.2015 Page 53 . RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . termasuk oleh pemerintahan provinsi. dalam politik diperlukan adanya kekuasaan yang memberikan kewenangan kepada pihak tertentu untuk menjalankan sistem guna mencapai tujuan di atas.

karena diselenggarakan pemilu sebagai mekanisme pengambilan kebijakan oleh rakyat secara periodik dan didukung oleh kebijakan pemerintah yang terbuka dan dapat dievalusi oleh rakyat pada pemilu berikutnya. Selain itu. selalu ada perbedaan penerimaan hasil tata kelola pemerintahan. Robert Dahl dan Coppedge mengatakan tidak pernah ada pemerintahan dijalankan langsung oleh semua rakyat. yaitu aspek kebebasan sipil. dan tidak ada pemerintahan sepenuhnya untuk semua rakyat.BAB II a.2015 Page 54 . 4) persaingan atau kontestasi di antara warga negara untuk mendapatkan dukungan dalam rangka memperebutkan jabatan-jabatan publik penting. bukan oleh “semua rakyat” dan oleh “banyak orang”. 3) menjadi pejabat publik. 6) adanya Pemilu yang jujur dan adil. poliarkhi dinilai lebih realistic untuk menggambarkan sebuah fenomena politik tertentu dalam sejarah peradaban manusia. 2) berekspresi atau berpendapat. 5) memberikan suara dalam pemilihan umum. bukan “semua orang”. Demokrasi dalam pengertian ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut . Indikator Pengukur Demokratisasi Definisi populis tentang demokrasi biasa menyebutkan bahwa.36. Maswardi Rauf dkk dalam merumuskan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) menyederhanakan alat ukur demokratisasi melalui pemantauan atas tiga aspek dalam demokrasi. oleh dan untuk rakyat. termasuk di Kalsel. Dahl menawarkan konsep demokrasi poliarkhi untuk merekonstruksi ajaran demokrasi populis di atas. Juga tidak pernah ada hasil pemerintahan itu untuk rakyat semuanya secara merata. sebab poliarkhi mengacu pada sebuah sistem pemerintahan oleh “banyak rakyat”.36 penting dibuat untuk mengetahui tingkat demokratisasi suatu wilayah. Dalam prakteknya yang menjalankan pemerintahan ialah segelintir orang. Berdasarkan rumusan teoritis tersebut. dan 8) adanya jaminan kelembagaan bahwa setiap kebijakan pemerintah berdasar pada dukungan suara dan bentuk-bentuk ekspresi lainnya. penggunaan indikator yang baku diperlukan untuk menghilangkan kerancuan dan debat dalam memahami konsep demokrasi yang beragam. 1) membentuk dan ikut serta dalam organisasi. Indikator pada table II. Menurutnya. demokrasi adalah sebuah sistem pemerintahan dari. Kendati demikian pemerintahan seperti ini tak pernah hadir dalam sejarah ummat manusia. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Karenaya secara teoritis. hak-hak politik dan institusi demokrasi yang diturunkan dalam beberapa variabel sebagaimana terlihat dalam tabel II. 7) adanya sumber-sumber informasi alternatif di luar yang diberikan pemerintah.

0 . Sedangkan berserikat adalah mendirikan atau membentuk organisasi. 4.2015 Page 55 .3 dan kebebasan dari diskriminasi = 91.4. serta tidak adanya tindakan represi dari satu kelompok masyarakat terhadap masyarakat lain yang menolak kebijakan pemerintah terkait dengan salah satu keyakinan. Yang dimaksud dengan kebebasan berkumpul adalah aktivitas kemasyarakatan dalam bentuk pertemuan yang melibatkan lebih dari 2 orang. Yang dimaksud dengan kebebasan berpendapat adalah kebebasan individu dan kelompok untuk mengeluarkan pendapat. dan perasaan. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan melalui metode pelacakan pemberitaan di media massa. Politik dan Demokratisasi Aspek pertama dari Indeks Demokrasi Indonesia adalah kebebasan sipil. tanpa adanya rintangan berupa tekanan fisik. Dan yang terakhir dari aspek yang pertama ini adalah terkait dengan kebebasan dari diskriminasi yang dimaknai sebagai perlakuan yang tidak membedakan individu warga negara dalam hak dan kewajiban yang dia miliki. kebebasan berpendapat = 82. FGD dan indepth interview dengan beberapa stakeholders terpilih. suku/ras.3 (tinggi) dengan rincian sebagai berikut . psikis dan pembatasan. kebebasan berkeyakinan = 70. kebebasan berkeyakinan dan kebebasan dari diskriminasi.BAB II Tabel II. pandangan. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Sedangkan yang dimaksud dengan kebebasan berkeyakinan adalah adanya kebebasan individu untuk meyakini kepercayaan atau agama yang ditetapkan pemerintah. b. dimana pembedaan tersebut didasarkan pada alasan gender. ODHA dan hambatan fisik. agama. IDI untuk variabel kebebasan berkumpul dan berserikat = 89. baik terdaftar atau tidak terdaftar di lembaga pemerintah. maka IDI Kalsel untuk aspek yang pertama ini adalah 83. Dalam aspek ini dilihat empat variabel. umur. afiliasi politik.36 Pengukuran Indeks Demokrasi Indonesia Versi Tim Bappenas Dan UNDP Variabel Kebebasan berkumpul dan berserikat Kebebasan berpendapat Kebebasan berkeyakinan Kebebasan dari Diskriminasi Partisipasi Politik Pengawasan Pemerintahan Pemilu yang bebas dan adil Peran Pemerintah/DPRD Peran Partai Politik Peradilan yang independen Aspek Kebebasan Sipil Indikator 8 indikator 4 indikator 5 indikator 3 indikator 6 indikator 4 indikator 5 indikator 4 indikator 2 indikator 2 indikator Hak-hak Politik Institusi Demokratis Sumber : Laporan Akhir IDI tahun 2008. kebebasan berpendapat. yaitu kebebasan berkumpul dan berserikat. kehendak.

3 dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemerintahan= 61. yaitu Pemilu yang bebas dan adil. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Sedangkan yang dimaksud dengan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemerintahan adalah keterlibatan warga/masyarakat dalam mengawasi secara langsung pelaksanaan keputusan/kebijakan. pengaduan kepada kepolisian dan prakarsa media melalui berita terkait dengan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan. berikut data tentang jumlah kursi partai-partai politik di DPRD Kalsel dalam dua Pemilu terakhir.37 Jumlah Kursi Partai-Partai Politik Di DPRD Kalimantan Selatan Pada Pemilu Legislatif 2004 Dan 2009 Perolehan Perolehan Nama Partai Politik Kursi 2004 Kursi 2009 Golongan Karya 13 10 Demokrat 2 9 Persatuan Pembangunan 7 7 Keadilan sejahtera 6 7 Demokrasi Indonesia Perjuangan 7 5 Bintang Reformasi 6 5 Amanat Nasional 5 5 Kebangkitan Bangsa 5 3 Bulan Bintang 4 1 Gerakan Indonesia Raya 0 2 Hati Nurani Rakyat 0 1 Jumlah 55 55 No. termasuk hak memilih dan dipilih.BAB II Aspek kedua dari Indeks Demokrasi Indonesia adalah hak-hak politik yang terdiri dari dua variabel. Peran DPRD. maupun kelompok dalam berbagai kegiatan. tidak adanya manipulasi dalam RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Yang dimaksud dengan partisipasi masyarakat dalam politik adalah keterlibatan masyarakat dalam pembuatan sampai dengan penialaian keputusan politik yang tercermin secara kuantitatif dari keterlibatan baik secara individual. seperti hearing. seperti Musrenbang misalnya. IDI Kalsel dalam aspek yang kedua ini hanya memperoleh angka 56. dan melalui salah satu forum multistakeholders. mogok. Yang dimaksud dengan hak memilih adalah hak setiap individu untuk secara bebas memberikan suara dalam pemilihan pejabat publik. termasuk hak memilih dan dipilih = 52. Yang dimaksud dengan Pemilu yang bebas dan adil adalah pemilu yang memenuhi standar demokratis yang dicerminkan oleh. yaitu : partisipasi politik. serta variabel lain berupa pengawasan pemerintahan.3 Aspek ketiga dari Indeks Demokrasi Indonesia adalah Institusi Demokratis yang terdiri dari empat variabel. demonstrasi. Sedangkan hak dipilih adalah hak setiap individu untuk berkompetisi memperebutkan suara secara bebas dalam suatu pemilihan pejabat publik.2015 Page 56 . Terkait dengan hak dipilih ini. Partai Politik dan Peradilan yang independen. Tabel II.8 (rendah) yang terdiri dari variabel partisipasi masyarakat dalam politik. Pengawasan demikian dapat dilakukan dalam bentuk pelaporan/pengaduan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan melalui press statement. antara lain : adanya kesempatan yang sama dalam kampanye.

sementara aspek hak-hak politik dan institusi demokratis menunjukan angka yang mengkhawatirkan.4 (sedang).0 Kebebasan berkeyakinan 70. Secara kseluruhan Indeks Demokrasi Indonesia Kalsel dapat dilihat pada Tabel II.38 Angka Indeks Demokrasi Indonesia Provinsi Kalsel Tahun 2008 Aspek dan Angka IDI Variabel Angka IDI Kebebasan Sipil Kebebasan berkumpul dan berserikat 89.3 61.1 61. fungsi pengkaderan dan rekrutmen calon-calon pemimpin politik.6 22.1. Secara keseluruhan angka Indeks Demokrasi Indonesia Kalsel pada tahun 2008 hanya berkisar pada angka 61. Peran DPRD = 42. dimana aspek yang paling menonjol adalah aspek kebebasan sipil.3 56.38 Tabel II.2015 Page 57 . Partai Politik = 46. Berdasarkan data tersebut di atas.5 dan Peradilan yang independen =22.3) Partisipasi Politik Pengawasan Pemerintahan Pemilu yang bebas dan adil Peran Pemerintah/DPRD Peran Partai Politik Peradilan yang Independen 52. Kekonsistenan pengadilan menjaga independensinya berarti bahwa supremasi hukum dijunjung tinggi. Sedangkan peran DPRD dapat dilihat dari efektivitas pelaksanaan fungsi DPRD dalam rangka konsolidasi demokrasi. Angka Indeks Demokrasi Indonesia Kalsel untuk aspek yang terakhir ini adalah 44. Masih rendahnya partisipasi politik masyakarat yaitu keterlibatan masyarakat dalam pembuatan sampai dengan penilaian keputusan politik yang tercermin RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .BAB II penghitungan suara.4 (83. tidak adanya intimidasi dan kekerasan fisik dalam pemberian suara. Hal ini dapat dilihat dari sejauhmana peradilan bebas dari intervensi birokrasi dan politik dalam penanganan berbagai perkara yang dihadapinya. dapat dianalisis beberapa permaslahan demokratisasi di Kalsel sebagai berikut : 1. Sedangkan peran partai politik dapat dilihat dari sejauh mana parpol mampu melaksanakan fungsinya dalam hal penyerapan aspirasi masyarakat.4 Angka IDI keseluruhan Sumber : Laporan Akhir IDI tahun 2008.3) Kebebasan berpendapat 82. berjalannya mekanisme checks and balances. Dan aspek yang terakhir adalah peradilan yang independen. Parlemen yang efektif dicirikan dari adanya tingkat partisipasi dan kontestasi politik yang tinggi.3 atau sangat rendah.0 42.3 Kebebasan dari Diskriminasi 91. 5. Pemilu yang bebas dan adil = 56.0. akuntabilitas politik yang tinggi dan adanya hubungan yang kuat antara politisi dan konstituen.8) Institusi Demokratis (44. serta fungsi sosialisasi politik. fungsi komunikasi politik (antara konstituen dan penyelenggara negara).4 Hak-hak Politik (56.6 46.

6. dan melalui salah satu forum multistakeholders. Pengawasan demikian dapat dilakukan dalam bentuk pelaporan/pengaduan masyarakat terhadap penyelnggaraan pemerintahan melalui press statement.BAB II secara kuantitatif dari keterlibatan baik secara individual. Sedangkan Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang pemerintahan oleh Pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah dan/atau kepada instansi vertikal di wilayah tertentu.4. 2. 3. Pemerintah provinsi sebagai wakil Pemerintah di Daerah menjalankan tugas dan fungsinya sebagaimana diatur oleh PP Nomor 39 tahun 2001 tentang Penyelenggaraan Dekonsentrasi yaitu: RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Gambaran Umum Penyelenggaraan Pemerintahan (1) Asas. seperti Musrenbang misalnya. seperti hearing.2. Lema hnya peran DPRD sebagai balancing power kekuasaan eksekutif. intimidasi politik.32 Tahun 2004 yang dijelaskan sebelumnya. Masih jauhnya kehadiran Peradilan yang bebas dan bersih. 4. Belum hadirnya Pemilu yang jurdil. Termasuk lemahnya kemampuan anggota DPRD dalam membangun relasi dengan konstituennya. pengaduan kepada kepolisian dan prakarsa media melalui berita terkait dengan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan. Prinsip dan Dasar Kewenangan Pemerintahan Daerah Provinsi Pelaksanaan asas pemerintahan di tingkat Provinsi pasca diterapkannya otonomi daerah dilakukan berdasarkan tiga asas. 2. Hal ini terlihat dari masih tebang pilihnya sejumlah kasus.3 Pemerintahan a. demonstarsi. pendidikan politik dan perjuangan aspirasi publik. Belum berjalannya fungsi partai politik secara baik. yaitu asas desentralisasi.2015 Page 58 . Desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh Pemerintah kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini dapat diasumsikan bahwa kontrol masyarakat terhadap kebijakan politik lemah. 5. dekonsentrasi. Rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemerintahan yaitu keterlibatan warga/masyarakat dalam mengawasi secara langsung pelaksanaan keputusan/kebijakan. maupun kelompok dalam berbagai kegiatas. Dalam pelaksanaaan tugas-tugas dekonsentrasi. Kelemahan demikian sangat membuka peluang penyalahgunaan kekuasaan oleh aparatur pemerintahan daerah. terkait dengan berbagai fakta dan asumsi publik dalam hal adanya money politics. Dalam menjalankan asas desentralisasi terdapat urusan wajib dan urusan pilihan pemerintahan sebagaimana diatur dalam UU No. dalam hal fungsi pengkaderan. dan tugas pembantuan. mogok. termasuk beberapa Putusan Pengadilan yang seringkali menjadi polemik publik dan mencederai rasa keadilan masyarakat. ketidak netralan birokrasi dan penyelenggara pemilu daerah.

pemekaran. utamanya pemerntah provinsi. sektoral. dan Kebijakan Nasional di Daerah. Undang-undang tersebut juga mengatur penyerahan kewenangan secara luas. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .860 (2007). Secara kuantatitas.313 (2008). keadilan. Kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sudah dijabarkan melalui keputusan Gubernur Nomor 0261 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah Provinsi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Pemerintah Provinsi sebagaimana disebutkan sebelumnya. 6.834 (2005) menjadi 5. partisipasi masyarakat. bersih dan bertanggungjawab. yakni dari 5.122 orang. dan Keputusan DPRD serta Keputusan Pimpinan DPRD Pengawasan Administrasi Kepegawaian dan karier pegawai diwilayahnya sesuai peraturan perundangan Pemberian pertimbangan terhadap pembentukan. pembagian. Untuk menjalankan ketiga asas pemerintahan yang diberikan kepada pemerintahan daerah. nyata. pengawasan.812 (2006). 32 Tahun 2004. dan bertanggungjawab kepada daerah dengan pengaturan. serta perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintahan Provinsi Kalimantan Selatan pada 2001 mendapatkan limpahan jumlah personil eks Kanwil departemen sebanyak 3. dan pemerataan. penyelenggaraan pemerintahan umum di Provinsi mesti mengacu pada beberapa prinsip yakni prinsip-prinsip demokrasi. Koordinasi wilayah. baik yang dilakukan oleh Badan eksekutif Daerah maupun Badan Legislatif Daerah Memelihara ketentraman dan ketertiban Pembinaan penyelenggaraan Pemerintah Kabupaten/Kota Melaksanakan tugas-tugas tampung tantra Pengawasan represif terhadap pelaksanaan PERDA. pelaksanaan. 7) 8) 9) 10) 11) 12) Adapun yang dimaksud dengan tugas pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan/atau desa dari pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota dan/atau desa serta dari pemerintah kabupaten/kota kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu. (2) Personil dan Kelembagaan Sebagai konsekuensi dan pelimpahan kewenangan berdasarkan otonomi daerah. dan pengendalian. dan pemanfaatan sumberdaya. Undang-Undang Dasar 1945. di bidang pemerintahan berdasar UU No. Fasilitasi kerjasama dan penyelesaian perselisihan antar daerah dalam wilayah kerjanya Pelantikan bupati/walikota Fasilitasi penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan Pengkondisian terselenggaranya pemerintah daerah yang baik. kelembagaan. perencanaan. jumlah PNS Provinsi Kalimantan Selatan mengalami kenaikan.2015 Page 59 . penggabungan dan penghapusan daerah.BAB II 1) 2) 3) 4) 5) 6) Aktualisasi nilai-nilai Pancasila. Keputusan Kepala Daerah. pembinaan. 5.

21% 27.08% 1. APBD Provinsi Kalimantan Selatan selalu mengalami surplus anggaran.10% 2.10% 0. Taman dan Pelabuhan.51% 30. yaitu terdiri dari 3 Assisten.86%). jumlah PNS provinsi ini yang berpendidikan S3 sebanyak 6 orang (0. (3) Keuangan Daerah.422 (2009).92% 5.99% 41.08% 100.46% 0. 28 Balai. dan menjadi 6.37% 0.18% ).00% Sumber : BKD tahun 2010 Secara kelembagaan Provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan No.00% Kuantitas/Tahun 2007 210 152 2536 112 54 622 30 1812 326 6 5860 3.46% 31.58% 2. 1 Pelaksana Harian.05% 100.45% 31.34%).10% 100.502 (2010).02% 0.00% 2006 209 131 2553 124 57 593 26 1830 286 3 5812 3.38% 3. 4 Sekretariat.09% 100.60% 2.17% 1.45% 45.61% 0.25% 43. Menurut tingkat pendidikan.05% 100.89% 0.2015 Page 60 .06% 11. 9 Biro. 1 Satpol PP.70% 2. Laboratorium & Sekolah dan 25 UPTD.98% 44.57% 28. S2 sebanyak 511 orang (7.27% 1.98% 10.39 Jumlah PNS Menurut Jenjang Pendidikan Provinsi Kalsel Tahun 2005 – 2010 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jenjang Pendidikan SD/MI SMP/MTs SMA/MA D-I D-II D-III D-IV S-1 S-2 S-3 216 143 2643 124 64 557 27 1831 226 3 5834 2005 3. Selanjutnya pasal 157 UU tersebut mengemukakan bahwa sumber pendapatan daerah adalah : 1) Pendapatan Asli Daerah: a) Hasil pajak daerah b) Hasil retribusi daerah c) Hasil BUMD dan hasil kekayaan Daerah yang dipisahkan d) Lain-lain PAD yang sah.09%). 13 Badan dan Inspektorat.87% 0. D IV sebanyak 77 orang (1.75% 12. 16 Dinas.09% 100.BAB II 6.86% 7. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada table dibawah ini : Tabel II.00% 2010 235 196 2712 89 46 798 77 1832 511 6 6502 3.28% 1.00% 2008 246 188 2784 137 67 696 36 1769 385 5 6313 3.69% 2.91% 0. Realisasi penerimaan dalam RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .832 orang (28.71% 1.18% 7.61% 3.18% ). 2) Dana Perimbangan 3) Pinjaman Daerah 4) Lain-lain pendapatan yang sah Dari tahun anggaran 2000 hingga tahun anggaran 2004.10% 9.143 orang (48. 1 Kantor Perwakilan. S1 sebanyak 1. 6 Tahun 2008 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat daerah dan Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.35%) dan SLTA kebawah sebanyak 3. Pasal 155 UU Nomor 32 tahun 2004 menyebutkan bahwa penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah didanai dan atas beban anggaran pendapatan dan belanja daerah(APBD).30% 2.13% 0. Panti.59% 43.92% 0.71% 12.00% 2009 237 192 2695 94 48 776 78 1789 507 6 6422 3.20% 0.56% 0.90% 2.86% 0.18% 28. 3 Rumah Sakit. DI – D III sebanyak 933 orang (14.13% 1.97% 1.93% 2.92% 10.02% 6.55% 0.49% 4.01% 41.

Sedangkan dari sisi belanja masih banyak digunakan untuk belanja rutin pagawai. setiap intansi membuat dan melaporkan LAKIP dalam forum ekpose.42% per tahun. belum terlalu maksimal porsinya. 452 milyar rupiah pada 2001. Masa penilaian/evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi. Sekretariat Daerah = 1. baik pada pos belanja langsung. Dalam kontek kelembagaan telah dilaksanakannya restrukturisasi kelembagaan daerah. belum maksimalnya penerimaan dari sektor PAD mengharuskan Pemprov Kalsel ke depan bekerja lebih keras dan kreatif untuk meningkatkannya. Kal Sel telah mendapat RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Sekretariat DPRD = 1. Penerapan Akuntabilitas Kinerja Intansi Pemerintah (LAKIP) melalui Peraturan Gubernur Kal Sel Nomor 060 tahun 2010 tentang Penerapan Sistem Akuntabilitas. maupun tidak langsung. (4) Ketatalaksanaan dan Budaya. RSU =3. Provinsi Kal Sel dalam 2 (dua) tahun terakhir. Serta Reformasi Birokrasi Untuk mewujudkan birokrasi pemerintah yang profesional dan berintegritas tinggi dan mampu menyelenggarakan pelayanan prima. dengan mekanisme dimulai dari pembuatan SAKIP dijajaran SKPD . Ketatalaksanaan dan Sumber Daya Aparatur (SDM). dimana secara singkat dari sisi pendapatan masih cukup banyak pendapatan yang berasal diluar Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ini berarti terjadi kenaikan ratarata 16.22% per tahun. Sedangkan banyaknya dana yang terserap pada belanja pegawai membuat dana yang seharusnya dialokasikan untuk keperluan belanja lainnya yang langsung dirasakan rakyat. sedangkan realisasi belanja mencapai 268 milyar rupiah pada 2000. 495 milyar rupiah pada 2002. Secara lebih spesifik terkait dengan pendapatan dan belanja daerah dapat dilihat dalam Bab III RPJMD Kalsel 2011-2015 ini. Sedangkan untuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dibentuk berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 8 Tahun 2008 sebanyak 53 UPTD. maka diperlukan reformasi birokrasi melalui 3 aspek penting yaitu : Kelembagaan (Organisasi). Lembaga Teknis Daerah (Badan Daerah+ Kantor) = 16. Ini berarti terjadi kenaikan ratarata 16. dan menjadi 666 milyar rupiah lebih pada 2004. Berdasarkan regulasi diatas telah dibentuk 39 Perangkat Daerah yang meliputi Dinas Daerah = 16. Sekretariat DPD Korpri Provinsi = 1. 542 milyar rupiah pada 2002. Sedangkan dalam konteks Ketatalaksanaan/Organisasi Pemerintahan dan pengembangan SDM telah dilakukan beberapa hal sebagai berikut : 1. menjadi 461 milyar lebih pada 2001. 6 Tahun 2008 tentang pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. Secara kualitatif. serta mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean governance). dan menjadi 585 milyar rupiah pada 2004. Satuan Pol PP= 1.BAB II kurun waktu lima tahun anggaran meningkat dari 342 milyar rupiah pada 2000.2015 Page 61 . dilakukan penilaian oleh Tim. sesuai dengan amanat PP 41 Tahun 2007 tentang Organisasi perangkat Daerah yang dituangkan lebih lanjut dalam Perda No. 608 milyar pada 2003. 596 milyar rupiah pada 2003.

publik semestinya harus mengawasi kinerja pemprov. Pemprov Kalsel merupakan satu dari sekian Pemprov di Indonesia yang menjadi pilot project pelaksanaan prinsip-prinsip good governance yang tercermin dari adanya akuntabilitas. agar melaksanakan pelayanan publik secara optimal. outbond bagi pejabat eselon II dan III dll. bahkan KPK dalam ranah tertentu. 2. Padahal sejak tahun 2005. Pengawasan yang efektif salah satunya dapat digagas melalui pengawasan publik yang memadai. Nomor 065/00658/Org tanggal 3 Mei 2010. Menyelenggarakan diklat dan berbagai pelatihan yang berfungsi meningkatkan karakter dan kreativitas aparatur. (5) Pengawasan Daerah Pengawasan terhadap kinerja pemerintah provinsi dilakukan dalam dua ranah. serta disertai adanya reward and punishment yang baik. Selain itu. II dan III. transparansi. 3. keterlibatan publik dan sektor swasta dalam tahapan-tahapan pembangunan menjadi aspek lain yang tak boleh diabaikan. seperti pelatihan penjenjangan dengan Emosional. Pembentukan Tim Penegakan Disiplin Aparatur di lingkungan Pemerintah provinsi dan direncanakan juga pembentukan kader budaya kerja pada tiap-tiap SKPD.2015 Page 62 . 5. 4. Reformasi birokrasi dapat dilaksanakan. serta melalui peran inspektorat daerah. Budaya Bersih dan Budaya Tertib) setiap tahun dengan memberikan reward yang proporsional. Spritual dan Quetion (ESQ). jika pengawasan terhadap aparatur pemerintah di perketat. Dalam ranah reformasi birokrasi. akseptabilitas dan responsif dalam pelaksaan tata kelola pemerintahan. Secara internal pengawasan tersebut dilakukan secara berjenjang oleh pejabat yang membawahi langsung aparatur di bawahnya . RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Dalam konteks pengawasan eksternal pula. Sedangkan pengawasan eksternal dilakukan oleh beberapa pihak. yaitu pengawasan internal dan eksternal. Melaksanakan Gerakan Disiplin Mandiri (GDM) yang meliputi tri budaya (Budaya Kerja. agar seluruh pejabat eselon I. secara teoritik pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang baik tersebut bukan hanya meletakkan pemerintah sebagai pelaksana tunggal pemerintahan. Telah melaksanakan workshop mind setting bagi pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemerintah provinsi. Mengadakan pembinaan dan fasilitasi terhadap peningkatan pelayanan publik di Kab/Kota dan juga lingkup pemerintah Provinsi melalui penilaian pelayanan publik secara berjenjang.BAB II penilaian 5 (lima) besar Terbaik dari 33 (tiga puluh tiga) Provinsi di Indonesia dalam memberikan Pelayanan Publik Penerapan Pakta Integritas yang dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur Kalsel. seperti DPRD Kalsel. pemprov Kalsel belum melakukan upaya yang sungguh-sungguh guna menghadirkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). BPKP. BPK RI.

sehingga menimbulkan euforia kekuasaan semata. sekaligus memberikan penjelasan atas permintaan dan keluhan publik pada layanan SKPD yang bersangkutan. dalam upaya untuk meningkatkan akuntabilitas kepada masyarakat dalam kerangka sistem pengawasan. mengingat terjadinya beberapa SKPD yang memiliki fungsi yang sangat besar sementara strukturnya minimal. Dalam konteks ini perlu dilakukan program-program yang mencerminkan nilai-nilai good governance. termasuk beberapa tugas dan kewenangan yang semestinya dilimpahkan oleh Pemerintah Pusat. Masih belum terselenggaranya penyusunan SOP dan mantapnya IKU dan IKK di setiap SKPD. Selain itu. sementara lingkup pekerjaan semakin meningkat seiring dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Kewenangan yang luas belum diikuti dengan kemampuan pendanaan yang memadai. b. Kebutuhan daerah yang tercermin dalam keuangan daerah dari tahun ketahun selalu meningkat. Ada kecenderungan tenaga PNS Provinsi mengalami penurunan secara kuantitas. 4. 5. sehingga publik dapat mengetahui apa. 2. Ketentuan dalam UU ini mengharuskan setiap SKPD di Pemprov memiliki Pejabat Pengelola Informasi dan Data (PPID) yang berperan untuk melayani. 3. saat ini Pemprov Kalsel sedang mempersiapkan keterbukaan informasi kinerja yang bisa dipantau secara langsung oleh masyarakat melalui mekanisme hak mendapatkan informasi. bagaimana dan kapan program-program kerja Pemprov Kalsel yang direfresentasikan dari akuntabilitas kinerja setiap SKPD yang ada. namun secara kualitas terjadi peningkatan berdasar pada pendidikan formal yang dimiliki. 6. Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2009 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).BAB II Dalam upaya membuka ruang pengawasan publik. transparansi. Hal ini berakibat pada banyak program yang dilakukan tidak berdasar perencanaan dan pemrograman secara matang. sementara kemampuan untuk meningkatkan sumber pendapatan masih terbatas.2015 Page 63 . Permasalahan di Ranah Pemerintahan Beberapa permasalahan yang dihadapi Pemprov Kalsel dalam menjalankan kewenangannya di bidang pemerintahan adalah . Pelaksanaan PP ini mesti diaplikasikan dengan baik dan praktis. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . sepanjang tidak menyangkut rahasia negara dan beberapa aspek informasi yang dikecualikan sebagaimana diatur undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. 1. akseptabilitas dan responsif. Kelembagaan daerah yang ada sekarang perlu dilakukan restrukturisasi fungsi. Azas penyelenggaraan pemerintahan belum optimal dilaksanakan. namun belum ada pelaksana teknisnya di daerah. termasuk pada pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). yaitu akuntabilitas. sehingga sebagian kewenangan tersebut menjadi beban bagi masyarakat.

593 orang.213 1. tahun 2008 sebanyak 68. 2009 menunjukkan peningkatan.BAB II 7.460 3. Tabel II.519 100.659 orang.768 54.040 Paket A (BLM ADA DATA) SLTP 86.038 64.580 1.579 46. sedangkan untuk MI pada tahun 2007 sebanyak 64. Murid Jumlah murid berdasarkan jenjang pendidikan dari TK sampai dengan Madrasah Aliyah dapat dilihat pada Tabel II.540 orang.025 68.40 Jumlah Murid Menurut Jenjang dan Jenis Pendidikan di Kalimatan Selatan Tahun 2007 .080 1.3.889 Jumlah 724.280 5.032 SMK 19. 8. Pendidikan a.242 45.038 orang.659 MTs 53.1.321 456.593 786. Penerapan sistem pengawasan.2015 Page 64 . dan pada tahun 2009 menjadi 81.371 680 600 1.2009 Jumlah Murid Jenjang Pendidikan 2007 2008 2009 TK/PAUD 61.038 64. Pelayanan Dasar Urusan Wajib 2.721 19. Upaya-upaya reformasi birokrasi masih berjalan lambat dalam menghadapi tuntutan publik yang hendak menghadirkan pemerintahan yang baik dan bersih. terutama pengawasan internal belum optimal dilakukan.539 393.321 orang.213 orang.721 19. dan pada tahun 2008 sejumlah 456. 3.768 53.221 19.300 Paket B SMU 41.117 5.252 MA 19.800 Paket C MI 64. 2.836 26.038 orang.539 orang serta pada tahun 2009 sebanyak 393.540 SD 379.1. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Aspek Pelayanan Umum 2. Pada tahun 2007 jumlah murid TK/PAUD 61.1.895 826. pada tahun 2008 tetap 64. 2010 Jumlah Murid tingkat SD pada tahun 2007 sebanyak 379.593 81.3.559 98.d. Salah satu problemnya adalah masih belum jelasnya mekanisme reward and punishment di Pemprov Kalsel. dan pada tahun 2009 meningkat menjadi 64.073 Sumber: Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel. Pengawasan oleh publik juga belum diatur sedemikian rupa mekanisme dan prosedurnya.025 orang.40 Jumlah Murid TK/RA pada tahun 2007 s.

41 Tabel II.656 5. Guru Jumlah guru di Kalimantan Selatan selalu meningkat dari tahun ke tahun dimana sebarannya menurut jenjang pendidikan dapat diliohat pada Tabel II.371 orang.768 orang.844 1. Jumlah murid tingkat SMU juga meningkat.559 orang.656 5. dan pada tahun 2009 meningkat menjadi 54.021 6. karena layanan terhadap peserta didik juga masih besar. terutama untuk sekolah-sekolah pada lingkungan pendidikan agama.885 SMU 3. tahun 2008 sebanyak 19.542 25.656 MA 2.873 9.325 30.579 orang dan pada tahun 2009 menjadi 46.611 8.673 4.768 2.203 3. demikian juga kualitasnya. dan masih dirasakan kekurangan guru sehingga seringkali terpaksa mengangkat guru honorer yang kurang berkualitas dengan status yang kurang jelas. sedangkan untuk MA pada tahun 2007 sebanyak 19. serta statusnya. b.2015 Page 65 .721 orang.889 orang.206 4.768 Jumlah 54.660 SD 22. pada tahun 2007 jumlah murid SMU sebanyak 41.221 orang. tahun 2007 jumlah murid SLTP sebanyak 86.BAB II Jumlah Murid pada tingkat SLTP juga semakin meningkat.242 orang.41 Jumlah Guru Menurut Jenjang dan Jenis Pendidikan di Kalimatan Selatan 2007-2009 Jumlah Guru Jenjang Pendidikan 2007 2008 2009 TK/PAUD 4.317 MI 6. dan pada tahun 2009 meningkat menjadi 19. tahun 2008 tetap sebanyak 53.032 orang.42 Dilihat dari rasio guru dan murid di Kalimantan Selatan menunjukkan kondisi yang sangat baik.836 orang.321 59. pada tahun 2007 sebanyak 19.021 6.721 orang.425 5. namun demikian di daerah perdesaan rasio guru dan murid masih relatif besar.519 orang dan pada tahun 2009 menjadi 100. Kualitas guru di perdesaan masih lebih rendah daripada guru di perkotaan.746 Sumber: Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel Berdasarkan tabel jumlah murid dan jumlah guru tersebut diatas dapat dihitung rasio guru murid sebagaimana terlihat pada Tabel II. tahun 2008 menjadi 45.125 66.252 orang. 768. Jumlah murid SMK meningkat tajam. tahun 2008 tetap sebanyak 19.021 MTs 5.512 SLTP 7.927 SMK 1. sementara untuk MTs pada tahun 2007 sebanyak 53.854 2. dan pada tahun 2009 menjadi 26.117 orang. tahun 2008 meningkat menjadi 98. Langkah kongkret yang perlu diambil adalah pemerataan guru sesuai bidang keahliannya RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .768 2.

kondisi ini umumnya disebabkan oleh sarana yang belum memadai dan jarang. kondisi ini menunjukkan bahwa minat murid bersekolah di SMK relatif tinggi. Kesehatan a.43 Tabel II.BAB II Tabel II.000 penduduk untuk RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .2015 Page 66 .1. dan kualitas tenaga kesehatan terus meningkat. Jumlah. tetapi distribusinya belum merata. Rasio tenaga kesehatan per 100. Kondisi ini mencerminkan bahwa sekolah TK/PAUD belum banyak menampung anak usia PAUD.4. 2010 c. 2010 Rasio murid dan sekolah pada jenjang TK/PAUD masih sangat kecil. Ketersedian dan Distribusi Tenaga kesehatan.42 Rasio Guru dan Murid Menurut Jenjang dan Jenis Pendidikan di Kalimantan Selatan 2007-2009 Jumlah Murid Per Satu Orang Guru Jenjang Pendidikan 2007 2008 2009 TK/PAUD 15 16 14 SD 17 18 13 SLTP 11 11 10 SMU 11 11 12 SMK 10 11 11 MI 11 11 11 MTs 10 10 10 MA 7 7 7 Rata-rata Sekolah 11 12 11 Sumber: Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel.43 Rasio Sekolah dan Murid Menurut Jenjang dan Jenis Pendidikan Di Kalimantan Selatan 2007-2009 Jumlah Murid Per Sekolah Jenjang Pendidikan 2007 2008 2009 TK/PAUD 44 50 44 SD 131 287 309 SLTP 217 221 170 SMU 273 260 269 SMK 315 325 361 MI 121 121 111 MTs 182 182 170 MA 157 157 160 Rata-rata Per Sekolah 196 200 199 Sumber: Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel.2. jenis. 2. dengan rasio hampir 1. Sekolah Rasio murid dengan sekolah berdasarkan jenjang pendidikan selama periode 2007-2009 disajikan pada Tabel II. serta relatif jauh dari tempat tinggal anak. Rasio murid dan sekolah di SMU dengan di SMK terjadi perbedaan yang sangat signifikan.3.

M.44 Jumlah Tenaga Medik dan Paramedik Di Rumah Sakit Kalimantan Selatan Tahun 2009 No.wat : Perawat Bdn : Bidan Dr. dokter gigi. dokter spesialis. Tabalong) dan RS TNI (2 di Banjarmasin.BAB II dokter umum.U 10 5 13 9 4 7 7 9 4 8 2 8 24 20 11 Dr. 2009 Keterangan : Dr. 2 di Kab.44 Tabel II. Kondisi ini lebih disebabkan karena disparitas antar wilayah (Kabupaten/Kota). kondisi tersebut dapat dilihat pada tabel II.Sp : Dokter Spesialis Apt : Apoteker Catatan : Data tersebut diatas. tenaga kesehatan lebih terkonsentrasi di daerah perkotaan.wat 74 103 42 50 10 64 61 106 131 72 6 79 350 152 93 Bdn 38 36 22 37 4 10 7 15 14 25 10 14 33 28 1 Apt 2 4 3 2 1 3 2 2 2 3 5 3 8 3 3 Sumber : Dinas Kesehatan Prov Kalsel. tidak termasuk RS Swasta (5 di Banjarmasin. dan RS Bhayangkara (1 di Banjarmasin) RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .2015 Page 67 . 1 di Kab. 1 di Banjarbaru. Banjar). 1 di Kab.U : Dokter Umum Dr. Length of Stay (LOS) tenaga kesehatan di daerah pedesaan lebih pendek. dan bidan di Provinsi Kalimantan Selatan cenderung mengalami peningkatan.H. Banjar. Ansyari Saleh ) RSUJiwa Sambang Lihum Dr. dan umumnya masyarakat pedesaan lebih memilih pengobatan alternatif/tradisional karena relatif lebih terjangkau (lebih murah).G 2 2 2 1 1 2 2 1 2 1 1 2 6 4 Dr. kemampuan kabupaten/kota dalam menyediakan fasilitas kesehatan. akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di daerah perkotaan lebih baik (ditinjau dari aspek transpotasi). Kesenjangan tenaga kesehatan lebih jelas terlihat antara daerah perkotaan dan perdesaan baik dari segi jumlah maupun rasionya. kemampuan (finansial) masyarakat di daerah perkotaan lebih baik dibandingkan dengan di daerah pedesaan. perawat. karakteristik geografis di daerah pedesaan lebih sulit.Sp 7 13 3 4 1 5 4 4 7 4 8 57 18 1 P.G : Dokter Gigi P. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Kabupaten/Kota Banjarbaru Banjar Batola Tanah Laut Tanah Bumbu Kotabaru Tapin Hulu Sungai Selatan Hulu Sungai Tengah Hulu Sungai Utara Balangan Tabalong Banjarmasin (RSUD Pendidikan Ulin) Banjarmasin (RSUD Dr.

7. dan terendah di Kabupaten Batola sebesar 7. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . tetapi keterjangkauan. penggunaan dan mutu obat.45 Jumlah Puskesmas. Rasio tenaga medik per 100. Namun demikian secara faktual dilapangan.2 orang dokter.725 3. Tenaga Medik dan Paramedik Di Kalimantan Selatan Tahun 2009 No.189 210.000 penduduk masih sebesar 6.569 204.835 242. meningkatkan manjemen institusi pelayanan kesehatan berbasis edidemiologi. Sedangkan di daerah pedesaan dan terpencil/tertinggal. sebesar 22. dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan petugas kesehatan (paramedik) terutama yang bertugas di daerah terpencil/tertinggal.819 Jumlah Puskes Dr.806 260.000 penduduk rata-rata sebesar 12.122 206. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kabupaten/Kota Banjarbaru Banjar Batola Tanah Laut Tanah Bumbu Kotabaru Tapin Hulu Sungai Selatan Hulu Sungai Tengah Hulu Sungai Utara Balangan Tabalong Banjarmasin Jumlah Jumlah Pendduk 159.U DrG P. tenaga medik masih sangat kekurangan. b.405 1. Demikian juga halnya untuk tenaga Perawat dan Bidan.961 44 Sumber : Dinas Kesehatan Prov Kalsel dan BPS Jumlah tenaga medik (dokter umum) per Puskesmas berkisar antara 1 s/d 3 orang.2015 Page 68 . Ketersedian Obat dan Pengawasan Obat-Makanan Ketersediaan dan pemerataan obat dan perbekalan kesehatan terus membaik. Rasio terbesar berada di Kabupaten Balangan.wat Bdn Apt mas 7 21 10 42 70 11 24 42 18 145 307 2 16 21 3 114 213 15 44 11 115 173 2 8 35 7 138 109 2 24 39 26 64 111 5 13 14 6 109 134 1 20 36 5 137 151 19 30 6 161 185 2 12 17 3 103 117 5 9 23 3 75 105 2 15 19 10 65 135 1 26 76 29 137 151 11 208 417 137 1. serta pengawasan obat dan makanan masih belum optimal. Ketersedian obat dan perbekalan kesehatan pada unitunit pelayanan.967 271. masih sangat tergantung pada pengadaan/ketersedian di Dinas Kesehatan setempat. Hal ini kadang-kadang tidak sesuai dengan obat dan perbekalan kesehatan yang diperlukan oleh unit-unit pelayanan.5. sehingga pelayanan tidak dapat dilaksanakan secara optimal.265 276. Sedangkan rasio puskesmas per 100.672 100.553 152. Tantangan kedepan adalah meningkatkan jumlah tenaga medik dan paramedik terampil yang bersedia ditempatkan didaerah pedesaan dan daerah terpencil/tertinggal. tenaga medik lebih banyak terkonsentrasi di daerah perkotaan.9.686 602. kemudian Tanah laut dan Hulu Sungai Selatan sebesar 17.BAB II Tabel II.230 483.422.200 251. Hal ini sebenarnya dapat dikatakan cukup memadai.07.

Akses pelayanan kesehatan. bahan berbahaya lain. Kegiatan kefarmasian di Puskesmas. untuk melakukan percepatan pencapaian sasaran-sasaran MDGs seperti penurunan AKI.BAB II Didaerah pedesaan terpencil/tertinggal. keluarga. yang ditandai dengan penyalahgunaan formalin. meningkatkan pengawasan penyalahgunaan bahan berbahaya yang terdapat dalam makanan dan minuman. AKB. Jaminan pelayanan kesehatan. telah dilakukan upaya penyuluhan dan penyebaran informasi agar obat digunakan secara tepat dan rasional. dan masyarakat agar mampu melaksanakan upaya pemeliharaan kesehatan secara mandiri. gizi. air bersih dan kesehatan lingkungan. dan zat adiktif lainya secara ilegal. Dari data yang terdapat pada tabel tersebut diatas. masih belum terjangkau oleh sebagian masyarakat. c. telah mampu meningkatkan akses penduduk miskin terhadap pelayanan kesehatan. Jaminan Perlindungan Kesehatan Masyarakat Pembiayaan kesehatan sebagian besar masih berasal dari pemerintah pusat dan kontribusi pemerintah daerah. serta menghindari penyalahgunaan. masih belum dapat teratasi. terutama untuk masyarakat miskin di daerah pedesaan dan tertinggal/terpencil (Askeskin/Jamkesda). baik di puskesmas maupun di rumah sakit. Tantangan ke depan adalah meningkatkan pembiayaan jaminan kesehatan. karena alasan transpotasi dan biayanya relatif lebih mahal. program ini RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . serta berbagai peralatan dan kemasan makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya. jumlah tenaga farmasi terus meningkat. peningkatan upaya keterjangkauan harga obat. d. Di samping itu.2015 Page 69 . Anggaran tersebut terutama digunakan untuk membiayai pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin (Askeskin/Jamkesda). psikotropika. masyarakat yang tidak mampu mendatangi unit-unit pelayanan. tetapi belum sepenuhnya dapat meningkatkan status kesehatan masyarakat miskin terutama untuk daerah pedesaan dan terpencil/tertinggal. Dari segi ketenagaan. tidak semua Puskesmas memiliki tenaga Apoteker. meningkatkan penegakan hukum bagi pengedar dan pengguna narkotika dan zat adiktif lainnya. meningkatkan perencanaan kefarmasian berbasis epidemiologi. Keamanan makanan masih belum terjamin. umumnya berobat kepada tenaga kesehatan yang berkeliling (dikenal dengan istilah “mantri keliling”) atau berobat secara tradisional. Dalam penggunaan obat. sebagian besar masih dilaksanakan oleh tenaga Asisten Apoteker. peredaran narkotika. dan bantuan pemerintah pada institusi pelayanan kesehatan pusat di daerah. Upaya ini ditujukan untuk memberdayakan individu. Tantangan ke depan adalah meningkatkan ketersediaan dan pendistribusian obat dan perbekalan kesehatan sesuai keperluan unit-unit pelayanan kesehatan. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pembangunan Kesehatan. perlu dilakukan peningkatan anggaran. cemaran mikroba dalam produk makanan termasuk pada jajanan anak sekolah. Dsisi lain. Keterbatasan kemampuan pemerintah daerah untuk pengadaan obat dan perbekalan kesehatan. penyakit menular.

waktu pelaksanaan PNPM dan Desa Siaga sering bersamaan dengan waktu masyarakat melaksanakan pekerjaan pribadinya (ke sawah. swasta. meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan PNPM dan Desa Siaga melalui pembinaan berkelanjutan. Sedangkan fasilitas Puskesmas Keliling. 2) meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat desa terhadap risiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan (bencana. Akses masyarakat terhadap fasilitas pelayanan kesehatan. jumlah fasilitas pelayanan kesehatan terus meningkat namun aksesibilitas masyarakat terutama penduduk miskin di daerah terpencil/tertinggal. terhadap fasilitas pelayanan kesehatan masih terbatas. 1) meningkatkan partisipasi seluruh masyarakat. dulu dikenal dengan nama Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (“PKMD”). Kemudian diintegrasikan dan diberi nama Pos Pelayanan Terpadu (“Posyandu”). Di beberapa wilayah masih terdapat masyarakat yang mengalami kendala jarak dan waktu untuk mencapai fasilitas pelayanan kesehatan. Pembentukan PNPM dan Desa Siaga. termasuk masyarakat miskin. meningkatkan evaluasi dan revitalisasi PNPM dan Desa Siaga yang sudah terbentuk. pada tahun 2006 Departemen Kesehatan mencanangkan upaya pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan melalui DESA SIAGA. komunitas adat terpencil dan kelompok lainnya. Secara nasional.2015 Page 70 . lembaga swadaya masyarakat. Tantangan ke depan adalah meningkatkan promosi kesehatan dan upaya kesehatan berbasis masyarakat melalui kerjasama lintas sektor. 3) meningkatkan keluarga sadar gizi. Upaya pemberdayaan masyararakat di bidang kesehatan sudah lama tumbuh didalam kehidupan masyarakat. e.BAB II lebih dikenal dengan istilah “PNPM” (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat). dan atau pekerjaan lainnya. Walaupun akses masyarakat RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . PKMD diselenggarakan melalui Pos Penanggulangan Diare. dan Pos KB Desa. 5) meningkatkan kesehatan lingkungan desa. Desa Siaga bertujuan untuk. masyarakat merasa mendapat tugas/beban tambahan dalam melaksanakan PNPM dan Desa Siaga. 3) meningkatkan modal sosial masyarakat yang berkembang sesuai dengan potensi sosial dan budaya serta untuk melestarikan kearifan lokal. ke kebun. perguruan tinggi. 1) meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa tentang pentingnya kesehatan. belum mampu menjangkau. asosiasi. Kondisi ini diperburuk dengan kondisi jaringan jalan dan listrik yang masih belum memadai. belum dapat dilaksanakan secara optimal disebabkan karena. PNPM bertujuan untuk. wabah. kelompok perempuan. pemerintah daerah. Akses masyarakat yang berdomisili dekat (sekitar) fasilitas kesehatan umumnya cukup baik. Pos Imunisasi. dan Pos-pos lain yang pelayanannya masih terkotak-kotak. 4) meningkatkan masyarakat yang berPerilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Posyandu lebih dikembangkan dalam rangka percepatan desa sehat. 6) meningkatkan kemampuan dan kemauan masyarakat desa untuk menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan. darurat dan sebagainya). organisasi masyarakat dan kelompok perduli lainnya untuk mengefektifkan upaya-upaya penanggulangan kemiskinan. 2) meningkatkan sinergi masyarakat.

pengawasan. Tantangan ke depan adalah meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui penyediaan sarana dan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai untuk merespons dinamika karakteristik penduduk dan kondisi geografis. Berdasarkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. terutama di daerah terpencil/tertinggal. dapat dikatakan sudah cukup memadai. daya. pemanfaatan. (7) belum optimalnya pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh. Mengingat pentingnya lingkungan hidup ini maka diperlukan suatu usaha Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. masih belum memadai. keadaan. disamping keterbatasan kemampuan masyarakatnya untuk membeli jasa pelayanan dokter spesialis. Kalimantan Selatan berada pada urutan 26 dari 33 provinsi. (5) meningkatnya pencemaran udara. Length of Stay (lama tinggal) dokter spesialis di rumah sakit Kabupaten/Kota masih sangat pendek. pemeliharaan.1. tanah longsor. kelangsungan perikehidupan. Lingkungan hidup Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda.3. dan makhluk hidup. Balangan. Jumlah dokter spesialis di beberapa rumah sakit Kabupaten/Kota. 2007). illegal fishing. (3) kurangnya komitmen perusahaan terhadap pemulihan lingkungan hidup. yang mempengaruhi alam itu sendiri. (4) sering terjadinya banjir. Kabupaten Tabalong.3. Secara umum permasalahan sumberdaya alam dan lingkungan hidup di Kalimantan Selatan berupa (1) belum mantapnya penegakan hukum menyangkut illegal logging. dan asap akibat kebakaran hutan dan lahan. kualitas pelayanannya masih perlu ditingkatkan. dan penegakan hukum. terutama pelayanan kesehatan preventif dan promotif. Wilayah-wilayah di Kalsel yang memiliki daya dukung lingkungan rendah sehingga rawan bencana banjir antara lain. termasuk manusia dan perilakunya. belum terdistribusi secara merata. tanah dan air (6) Belum sinkronnya RTRWP dengan RTRWK.BAB II terhadap pelayanan kesehatan di puskesmas dan jaringannya sudah cukup bagus. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Jumlah tenaga medik dan paramedik. dan illegal mining. Hal ini terjadi karena keterbatasan kemampuan Kabupaten/Kota menyediakan berbagai fasilitas yang diperlukan. rusaknya ekosistem dan berkurangnya keanekaragaman hayati. Dampak ekologis dari rusaknya DAS dan Sub-DAS (daratan dan perairan) adalah terjadinya bencana banjir dan tanah longsor yang dirasakan hampir terjadi setiap tahun (musiman). (2) pemanfaatan SDA-LH kurang memperhatikan kaidah konservasi sehingga menyebabkan pertambahan luasan lahan kritis. Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan.2015 Page 71 . dan secara internal kelembagaan masih kurangnya data dan informasi yang terkait dengan PSDAL (Bappeda Kalsel. pengendalian. 2. Namun masih banyak terkonsentrasi dai daerah perkotaan. dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.

merupakan wilayah yang dilintasi sungai-sungai besar pada sub DAS Barito. Sementara. dan efisiensi pelaksanaan kegiatan penanaman modal. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .2015 Page 72 . laju reboisasi yang dilakukan sangat tidak seimbang. (1) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah menjamin kepastian dan keamanan berusaha bagi pelaksanaan penanaman modal.1. Tapin dan Banjar di bagian utara. pada musim kemarau di Kalimanatan selatan sering terjadi kebakaran hutan dan lahan. Terdapat 761. Badan ini tidak bekerja sendiri namun melakukan kerja sama secara intensif dengan instansi-instansi terkait terutama Bappeda. Terdapat 656.2. kecuali urusan penyelenggaraan penanaman modal yang menjadi urusan Pemerintah. Sementara reklamasi dan rehabilitasi areal bekas pertambangan tersebut belum jelas keberhasilannya.3. Tanah Bumbu dan Kotabaru.BAB II Hulu Sungai Utara.3.043 ha lahan kritis yang tersebar di beberapa kabupaten tahun 2009.991 ha per tahun.743 ha areal izin pertambangan berada di kawasan hutan. (4) Penyelenggaraan penanaman modal yang ruang lingkupnya lintas provinsi menjadi urusan Pemerintah. dibandingkan dengan data tahun 2003 maka peningkatan laju lahan kritis mencapai 40.25/2007 yang terdapat dalam Pasal 30 ayat 1-9 berikut ini. (2) Pemerintah daerah menyelenggarakan urusan penanaman modal yang menjadi kewenangannya. Penanaman modal Kegiatan penanaman modal di Kalimantan Selatan dilakukan dibawah koordiansi Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Kalimantan Selatan. mengalami pendangkalan. Kondisi ini merupakan produksi gas rumah kaca yang berdampak kepada pemanasan global.2. termasuk dalam pemberian berbagai fasilitas dan insentif bagi investor. akibat kerusakan parah pada kawasan hutan sepanjang DAS dan pegunungan Meratus yang berfungsi sebagai catchment area. Wilayah-wilayah rawan bencana ini. Hulu Sungai Selatan. serta Kabupaten Tanah Laut. Sedangkan kondisi sungai-sungai besar ini. (3) Penyelenggaraan urusan pemerintahan di bidang penanaman modal yang merupakan urusan wajib pemerintah daerah didasarkan pada kriteria eksternalitas. akuntabilitas. dan SKPD nya. Salah satu acuan pokok yang telah digariskan adalah ketentuan penyelengaraan urusan penanaman modal dalam UU No. Sekretariat Daerah. 2. musibah banjir dan tanah longsor tidak bisa terelakkan lagi. Kegiatan penanaman modal yang diarahkan secara integratif dalam sistem administrasi NKRI mengakibatkan BKPMD dan jajaran Pemerintah Daerah selaku pelaksana harus selalu mengacu pada peraturan dari pusat. Selain masalah banjir dan longsor. sehingga ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama di kawasan Pegunungan Meratus. Pelayanan Penunjang Urusan Plihan 2.

(6) Penyelenggaraan penanaman modal yang ruang lingkupnya berada dalam satu kabupaten/kota menjadi urusan pemerintah kabupaten/kota.29 persen.000 unit. e. penanaman modal yang terkait pada fungsi pemersatu dan penghubung antarwilayah atau ruang lingkupnya lintas provinsi. Realisasi pencapaian target yang paling rendah terjadi pada tahun 2009 adalah sebesar 44.3.362 atau 59.BAB II (5) Penyelenggaraan penanaman modal yang ruang lingkupnya lintas kabupaten/kota menjadi urusan pemerintah provinsi. namun masih lebih tinggi dari capaian tahun 2006 yakni 60.77 persen. melimpahkannya kepada gubernur selaku wakil Pemerintah.2.000 unit. penanaman modal asing dan penanam modal yang menggunakan modal asing. c. Pemerintah menyelenggarakannya sendiri. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Sampai dengan akhir Desember 2009 realisasi jumlah wirausahawan baru adalah 53.380 terealisasi sebesar 15. 2. Diantara kegiatan yang mendukung kebijakan tersebut adalah dengan mondorong tumbuhnya jumlah pengusaha. yang menjadi kewenangan Pemerintah adalah : a. dan f. Sasaran jumlah wirausahawan UMKM baru yang tumbuh di Kalimantan Selatan selama periode 2006 – 2009 adalah sebanyak 89. penanaman modal pada bidang industri yang merupakan prioritas tinggi pada skala nasional. d. bidang penanaman modal lain yang menjadi urusan Pemerintah menurut undangundang.2.67 persen. Koperasi. Pada tahun 2007 merupakan prosentase tertinggi pencapaian realisasi target sasaran tahunan wirausahawan baru yang ditargetkan sebanyak 23. b.27 persen. yang didasarkan perjanjian yang dibuat oleh Pemerintah dan pemerintah negara lain. penanaman modal yang terkait pada pelaksanaan strategi pertahanan dan keamanan nasional. atau menugasi pemerintah kabupaten/kota.46.2015 Page 73 . (8) Dalam urusan pemerintahan di bidang penanaman modal ang menjadi kewenangan Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (7). Target yang telah ditetapkan untuk munculnya jumlah wirausaha baru ternyata belum terpenuhi sebagaimana terlihat pada tabel II. (9) Ketentuan mengenai pembagian urusan pemerintahan di bidang penanaman modal diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. yang berasal dari pemerintah negara lain.846 atau 67. Pada tahun 2008 terjadi penurunan realisasi capaian menajdi 66. Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Dalam upaya mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas pemerintah berusaha menerapkan kebijakan yang mengarah pada pemberdayaan ekonomi rakyat dan sumberdaya lokal. (7) Dalam urusan pemerintahan di bidang penanaman modal.96 persen dari total target penumbuhan Wirausahabaru sejumlah 89. penanaman modal terkait dengan sumber daya alam yang tidak terbarukan dengan tingkat risiko kerusakan lingkungan yang tinggi.

96 53.589 6.33 persen.945 53.498 Koperasi Aktif atau 47.247 15.338 5.816 1.378 1.104 I.137 unit pada tahun 2008 menjadi 2. jadi ada kenaikan sebanyak 76 unit atau 3. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Selengkapnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.362 Sumber : Dinas Koperasi & UKM Prov.288 1.55 persen.081 420 1.75 persen pada tahun 2008 dan 47.29 67.380 22.022 1.350 1.BAB II Tabel II.334 6.551 4.S H.67 21.2009 REALISASI NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 KAB/ KOTA Tanah Laut Kotabaru Banjar Batola Tapin H.782 3.475 1. namun dari segi kualitas masih perlu ditingkatkan.626 60.097 21. Kalsel tahun 2010 Perkembangan Koperasi di Kalimantan Selatan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan dari segi kuantitas.214 130 398 1. hal ini tercermin dari pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun 2009 yang hanya mencapai 709 Koperasi dari 1.424 1.46 Target dan Realisasi Jumlah UMKM Wirausaha Baru Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2006 .169 5.000 2006 2007 2008 2009 2 0 1 0 TOTAL 1.213 unit tahun 2009.688 1.846 14.180 2.319 149 1. Perkembangan Modal sendiri terjadi peningkatan pada tahun 2009 dari tahun 2008 sebesar 8.27 44.765 7.007 563 152 824 990 1.2015 Page 74 .851 2.987 89.57 persen pada tahun 2009.732 4.972 23.829 500 2.10 persen.807 4.T H.467 5.282 3.762 616 387 4.785 6. Berdasarkan data yang ada menunjukan peningkatan jumlah Koperasi dari 2.748 228 400 1.054 6.000 Prosentase 89.200 622 1.699 624 1.482 3.109 1.500 4.227 5.475 891 934 193 1.334 5.094 3.77 66.643 9. Apabila dilihat dari prosentase besarnya antara Modal sendiri dan Modal luar pada Koperasi maka Modal sendiri sebesar 34.55 persen.566 868 105 568 1. terjadi pertambahan sebanyak 49 unit atau 6.331 5.611 2.U Tabalong Banjarmasin Banjarbaru Balangan Tnh Bumbu JUMLAH Target TARGET (2006 .890 6.646 17.688 1.S.418 176 211 1.S. demikian juga dengan Volume Usaha meningkat pada tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2008 sebesar 63.2009) 5.150 1.353 753 1. Namun Koperasi tidak aktif juga bertambah dari 671 unit tahun 2008 menjadi 715 unit tahun 2009.S.180 6.53 persen.362 59.066 13.331 1.

3. Usaha Rp.408. Konstruksi sosial yang ada menyebabkan ketimpangan peran bahkan mengarah pada tindak kekerasan terhadap perempuan.000 63.548. 3) belum optimalnya sistem SIAK.52 Modal Luar Rp. diantaranya adalah menata sisten koneksi NIP berbasi SIAK.466 1.000 318.10 SHU Rp. 7. 4) kesadaran masyarakat tentang pentingnya sistem kependudukan dan catatan sipil.55 Kop. Tdk Aktif Unit 671 715 6. 5.31) Karyawan Org 3. melakukan pembinaan kepada masyarakat.137 2.000 410.22 RAT Kop 660 709 7.213 3.4. 2. 2. maka perlu adanya dukungan dari berbagai pihak. 2) kinerja.498 2.3. adanya ketentuan dan peraturan yang mengikat.3. mengoptimalkan sistem SIAK. penataan sistem pelayanan.636. termasuk penyedian fasilitas infrastruktur dan sistem pendanaan yang memadai.18 Anggota Org/Kop 294. Perlindungan Anak dan Lansia Budaya dan ideologi patriarki selama ini relatif menghambat peran dan keberdayaan perempuan.2.121 3.47 Perkembangan Koperasi di Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2008 dan 2009 TAHUN TAHUN KENAIKAN/ URAIAN SATUAN 2008 2009 PENURUNAN (%) Total Koperasi Unit 2.000 331.000 0. Provinsi dan Kabupaten/Kota bertanggungjawab dalam menyelenggarakan administrasi kependudukan. Pemberdayaan Perempuan. dan beberapa tugas dan fungsi yang lain. motivasi dan kompetensi petugas.615. Aktif Unit 1.000 176. 4.000 (3.000 35.2015 Page 75 .2. 6.000 669.000 34. 3. 9. 8. Permasalah yang terjadi dalam melaksanakan tugas dan fungsi tersebut.735. diantaranya adalah 1) keterbatasan pemerintah dalam menyediakan berbagai fasilitas dan anggaran. Kependudukan dan Catatan Sipil Kependudukan dan catatan sipil merupakan salah satu urusan wajib Pemerintah Propvinsi dan Kabupaten/Kota sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-undang.80) Modal Sendiri Rp. Upaya pemberdayaan perempuan sebenarnya berkaitan dengan peningkatan mutu sumberdaya manusia anak dalam masa pertumbuhan dan perkembangan serta menghindari terjadi kekerasan dalam rumah tangga dan justru mendorong peningkatan ekonomi rumah tangga.040.593. 2.55 Kop.42 Manager Org 464 444 (4. meningkatkan motivasi dan kompetensi petugas.80 NO 1.249 1. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Tantangan ke depan adalah tersedianya fasiltas dan anggaran yang memadai.000 8.96) Vol.000 191. Beberapa tugas dan fungsi institusi kependudukan dan catatan sipil.556.644 298.BAB II Tabel II. penataan sistem informasi data kependudukan.096 (0. dan meningkatkan sosialisasi pentingnya adminsitrasi kependudukan dan catatan sipil kepada masyarakat.

Pelaksanaan kerjasama dengan mitra pegiat gender misalnya termasuk kampanye dan sosialisasi soal kekerasaan rumah tangga adalah bagian dari upaya pemberdayaan perempuan. Ada empat kabupaten/kota yang relatif besar menangani anak terlantar dibandingkan kabupaten/kota yang lain diantaranya Kab. Gambar II. HST (475 anak).Kalsel Dalam Angka 2009. BPS Sedangkan perkembangan jumlah lansia terjadi penurunan khususnya tahun 2006. Hal ini disebabkan sebagian meninggal dan ditambah sirkulasi masuk dan keluar panti karena ditangani keluarga dan pendataan yang diakomodasi panti sendiri dalam rangka perlindungan terhadap lansia. Penyuplai terbesar jumlah lansia adalah RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Selain itu peningkatan pengetahuan dalam pemahaman kesehatan.9 Grafik Perkembangan Jumlah Anak Asuh Kalimantan Selatan 2006-2008 Sumber: Prov. Banjarbaru (475 anak) dan Banjarmasin (616 anak).BAB II Upaya pemberdayaan perempuan diperlukan adanya perencanaan. Selain itu. yang tidak kalah penting adalah persoalan anak terlantar dan anak yang tidak mendapatkan perlindungan dari orangtua maupun keluarga yang mengalami peningkatan dari tahun. Setidaknya tujuan utama adalah keberlangsungan pendidikan dan pertumbuhan sumberdaya manusia dalam rumah tangga maupun peran perempuan dalam ranah publik. Persoalan ini ditangani oleh pemerintah dan swasta. HSS (433 anak). Besarnya jumlah anak asuh ini berkorelasi dengan bertambahnya jumlah panti yang dimiliki swasta/ormas dan pemerintah. HSU (510 anak). Salah satu indikator penanganan terhadap perlindungan anak adalah tertampungnya pada panti asuhan baik dimiliki oleh swasta/ormas. penyusunan.2015 Page 76 . pendidikan dan ekonomi rumah tangga dengan bekerjasama berbagai pihak sebagai upaya pemberdayaan perempuan.ke tahun. pelaksanaan dan pemantauan terhadap kebijakan pemerintah itu sendiri dan perkembangan sosial yang terjadi dalam rangka mewujudkan kesetaraan dan keadilan serta kepentingan kehidupan keluarga. pemerintah maupun swasta/ormas yang dibantu pendanaan dan pembinaan oleh pemerintah Kalimantan Selatan.

Gambar II. seperti sterilisasi (tubektomi dan vasektomi). sementara Kabupaten Balangan dan Tanah Bumbu tidak ada melakukan aktifitas perlindungan terhadap penduduk lansia. penyusunan dan pelaksanaan kegiatan yang mendorong keberdayaan perempuan. agar tercermin kelayakan pengasuhan dan pelayanan. meningkatkan pemakaian kontrasepsi jangka panjang. IUD. pemakaian kontrasepsi yang bersifat jangka panjang.2015 Page 77 .Kalsel Dalam Angka 2009. 2. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Disamping itu kegiatan perencanaan. Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera a.5. Kesertaan pria dalam pemakaian kontrasepsi juga masih sulit ditingkatkan yang disebabkan oleh masih sangat terbatasnya pilihan metode kontrasepsi pria (hanya kondom dan vasektomi) dan masih sangat kuatnya budaya patriarki di masyarakat yang menganggap bahwa KB adalah urusan perempuan. Pemakaian kontrasepsi Angka pemakaian kontrasepsi (Contraceptive Prevalence Rate/CPR) masih rendah.3.BAB II Kabupaten Banjar mencapai 71 orang dan Kota Banjarmasin mencapai 139 orang. sebagian besar peserta KB menggunakan kontrasepsi hormonal dan bersifat jangka pendek. dengan penggunaan terbanyak pada suntikan. Kesenjangan CPR antar Kabupaten/Kota mengindikasikan kurang meratanya jangkauan program KB ke seluruh daerah. dan bervariasi antar Kabupaten/Kota.10 Grafik Perkembangan Jumlah Lansia Kalimantan Selatan 2005-2008 Sumber: Prov. Selain itu. intensifikasi advokasi dan KIE serta peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB. Sementara itu. dan implan cenderung menurun. dan meningkatkan kesertaan pria dalam ber-KB. BPS Tantangan kedepan adalah perlunya pemetaan lebih intensif terhadap penanganan anak terlantar dan penduduk lansia untuk dilindungi dan penataan/pembinaan secara intensif penanganan terhadap anak asuk maupun lansia oleh pengelola panti. dan antar status sosial.2. Tantangan yang dihadapi ke depan adalah upaya meningkatkan kesertaan ber-KB di daerah dengan CPR rendah.

upaya RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Pembinaan dan kemandirian peserta KB Peningkatan jumlah peserta KB baru menemui hambatan pada saat CPR telah mencapai di atas 50%. Jumlah pengendali lapangan atau pengawas PLKB (PPLKB) dan petugas lapangan KB (PLKB) atau penyuluh KB (PKB). Akses dan Kualitas Pelayanan Kesejahteraan Sosial Ketersediaan akses dan kualitas pelayanan kesejahteraan sosial perlu dibedakan berdasarkan kelompok PMKS. dan meningkatkan jumlah dan kompetensi tenaga pengelola serta pelaksana program KB di daerah. Sampai saat ini. dapat dilakukan melalui pembinaan kelompok-kelompok kegiatan di tingkat akar rumput. Ketersediaan dan kualitas data dan informasi kependudukan Sumber data kependudukan yang mutakhir seharusnya berasal dari registrasi penduduk yang meliputi data kelahiran. dan atau dinas.BAB II b. sinergi para pemangku kepentingan tersebut harus ditingkatkan untuk mewujudkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing. serta ada yang tidak memiliki institusi untuk melaksanakan program KB. yang merupakan salah satu kunci penentu keberhasilan program KB. Hal ini disebabkan oleh PUS yang belum ber-KB pada umumnya adalah kelompok-kelompok sulit yang tersebar di daerah-daerah terpencil. kurangnya jumlah dan rendahnya kualitas tenaga pencatat. dan berpendidikan rendah. c. Kelembagaan KB di beberapa Kabupaten/Kota diwujudkan dalam bentuk badan. Kapasitas kelembagaan Program KB Bentuk kelembagaan KB bervariasi antar daerah. kematian. Tantangan ke depan adalah meningkatkan peran kelompok-kelompok kegiatan yang ada di tingkat masyarakat sebagai media dalam meningkatkan kesertaan ber-KB. kantor. d. Tantangan ke depan adalah menyerasikan kebijakan kependudukan agar konsisten dan berkesinambungan. tertinggal. Untuk mencapai kelompok-kelompok tersebut. Hal ini terjadi karena kurangnya informasi tentang kewajiban masyarakat untuk melapor dan terbatasnya jangkauan masyarakat ke tempat pelayanan. mengalami penurunan dari jumlah sebelum desentralisasi.2015 Page 78 . Khusus untuk masyarakat miskin. serta meningkatkan cakupan dan kualitas data kependudukan dari berbagai sumber. Kebijakan pengendalian penduduk Kebijakan kependudukan yang terkait dengan kuantitas. serta masih terdapat kebijakan pembangunan lainnya yang kurang mendukung kebijakan pengendalian kuantitas penduduk. dan mobilitas belum konsisten. dan perpindahan. diperlukan upaya inovatif yang. Tantangan ke depan adalah meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya melaporkan kejadian vital. Mengingat penanganan masalah kependudukan melibatkan berbagai sektor dan pemangku kepentingan. data registrasi belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena masih rendahnya cakupan daerah dan kejadian yang dilaporkan. kualitas. dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam melaporkan perubahan atas peristiwa penting yang dialaminya. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah masih belum optimal. antara lain. Tantangan ke depan adalah meningkatkan advokasi kepada pemerintah daerah tentang pentingnya program KB. kelompok miskin. e. f. dengan menyediakan akses terhadap sumber permodalan.

masalah kelembagaan masih mendominasi permasalahan pelayanan kesejahteraan sosial. Banjar dan Kab. Di samping cakupan yang rendah.21 % penduduk Kalimantan Selatan adalah miskin. pada tingkat pelaksanaan. BPS.487 965. Tanah bumbu jumlah Pra Sejahtera masih mencapai angka di atas 10. berupa insentif untuk mengakses pelayanan kesehatan di pusat pelayanan kesehatan terdekat.257 kk (8.288 jiwa atau hampir 38. Penerima bantuan sosial dari sebuah program. di beberapa daerah digunakan untuk kegiatan selain pelayanan kesejahteraan sosial. Kab. jika dikumulatif dua tahapan ini berarti ada sekitar 34. demikian juga halnya dengan akses pelayanan pendidikan.236 373.Kalsel Dalam Angka 2009. Sementara itu. Berdasarkan data kependudukan yang dilaporkan BPS Kalsel dalam Provinsi Kalimantan Selatan Dalam Angka 2009 jumlah Keluarga Pra Sejahtera mencapai 80.257 249. No 1 2 3 4 5 2007 75.065 392.443 210.162 249. Alih fungsi panti sosial. pada umumnya akan menerima tambahan bantuan melalui program lainnya. maka terdapat 1.845 929.12 % keluarga miskin.673 895. Tabel II. Selanjutnya. Kota Banjarbaru relatif mengalami proses perbaikan tahapan kesejahteraan penduduk hingga ke Tahapan Keluarga Sejahtera III.80%) dari total 965.941 195.48 Jumlah Tahapan Keluarga Sejahtera Di Kalimantan Selatan Tahun 2004-2008. yang sebelumnya dibangun oleh Pemerintah.108 352. Ini merupakan angka fantastik.094 Keluarga Sejahtera III 137. Keputusan bagi penyelesaian masalah yang dihadapi oleh PMKS masih lebih banyak dilakukan oleh aparat pemerintah sehingga bantuan yang disediakan pemerintah seringkali tidak tepat sasaran atau tidak tepat guna.072 RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .32 %) dan Keluarga Sejahtera mencapai 249. Dari data tahapan keluarga sejahtera.152 20. Jika dihitung secara absolut dengan asumsi tiap keluarga terdiri atas 4 jiwa.177 250.397 Sumber: Prov.735 Keluarga Sejahtera III Plus 14. Sedangkan kota Banjarmasin.321 Keluarga Sejahtera I 300. Arus migrasi penduduk miskin desa yang mencari pekerjaan ke tiga daerah ini relatif besar dimana diikuti jumlah pertumbuhan penduduk yang terus meningkat.382 Keluarga Sejahtera II 337.065 KK (25. Pra Sejahtera 55.000-an KK.072 KK .835 2008 80. Masalah ini dapat dihindari jika penajaman pada tingkat kebijakan dan penetapan sasaran program dilakukan dengan baik.685 222.BAB II mempercepat pencapaian target penurunan angka kematian ibu dan anak perlu didukung dengan intervensi yang langsung diberikan kepada mereka. kegiatan bantuan sosial bagi PMKS yang selama ini dilakukan masih tumpang tindih.390 17.578 20.072 80. Tahun Tahapan Keluarga Sejahtera 2004/2005 2006 Kel. upaya pemberdayaan sosial yang seharusnya meletakkan berbagai upaya untuk membangun kapasitas individu dan kelembagaan PMKS masih belum berjalan secara optimal.317.866 Jumlah 884.2015 Page 79 .

pembangunan ekonomi antara pembangunan perdesaan dan perkotaan perlu ada keseimbangan. urban poverty masih besar menjadi pemasok jumlah tahapan pra sejahtera di Kalimantan Selatan.443 (2007) menjadi 392.51 Tabel II. Tantangan ke depan adalah meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesejahteraan sosial dengan didukung oleh peningkatan pengelolaan program. Dengan fungsinya yang mengemban tugas di bidang komunikasi dan informasi sekaligus sebagai media hiburan masyarakat. Data media cetak dan elektronik di Kalimantan Selatan seperti Tabel II.000-an.d. Artinya distribusi kesejahteraan mengalami perbaikan pada tahapan-tahapan berikutnya. hingga tahun 2007 perkembangan media cetak dan elektronik semakin berkembang pesat. terjadi peningkatan Keluarga Pra Sejahtera mencapai 5000-an KK. khususnya kabupaten /daerah yang menjadi tujuan pencari kerja.3.2. perikanan dan perkebunan menjadi prioritas utama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. ini diduga beberapa kabupaten mensupport peningkatan ini. Sementara Keluarga Sejahtera I dan II justru terjadi pergerakan relatif tinggi dari 373. Namun demikian.685 (2008) atau mencapai 20.6 Komunikasi dan informatika Keberadaan media massa baik cetak maupun elektronik di Kalimantan Selatan ternyata mampu memberikan kontribusi positif bagi akselerasi pembangunan daerah.49 Nama Penerbitan Pers di Propinsi Kalimantan Selatan 2007 Nama media cetak Kategori penerbitan Tempat kedudukan Banjarmasin Post SKH Banjarmasin Kalimantan Post SKH Banjarmasin Metro Banjar SKH Banjarmasin Barito Post SKH Banjarmasin Radar Banjamasin SKH Banjarmasin Mata Benua SKH Banjarmasin Serambi Ummah TM Banjarmasin Bidik Banua TM Banjarmasin Gawi Manuntung SKM Banjarmasin Dekrit SKM Banjarmasin Suara kalimantan SKM Banjarmasin Indonesia Merdeka SKM Banjarmasin Spirit Kalsel TM Banjarmasin Borneo Post SKM Banjarmasin Media Masyarakat SKM Banjarmasin Pusaka Daerah SKM Banjarmasin Media Warta SKM Banjarmasin No. Tabel II.49 s. Program-program penguatan pemberdayaan masyarakat dan perekonomian pedesaan di bidang pertanian. guna mengurangi arus orang miskin desa menuju kota.BAB II Jika melihat tren tahapan keluarga sejahtera dari tahun 2007 dan tahun 2008. peningkatan kapasitas kelembagaan dan SDM serta tata kelola kepemerintahan.2015 Page 80 . 2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .

50 Nama Radio Swasta dan RSPD di Kalimantan Selatan 2007 No.9 MHz FM 98.3 MHz AM 88.5 MHz FM 105.5 KHz FM 105.1 MHz AM 720 KHz AM 738 KHz FM 101.40 MHz FM 88.4 MHz FM 103.0 MHz FM 90.9 MHz FM 96.BAB II No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Nama radio Nusantara Antik Swara Maida Artanusa Siaga Indah Marista Suara Banjar Lazuardi Chandra Rasisonia Iskinada Mustika Telerama Kharismanada Rasisonia Dhirgantara Permai Nirwana Citra Bahana Swara Pelangi Alina ( SUN FM) Gema Suara Akbar Swara Citra Posindo Madinatussalam Abdi Persada Buana Ekaswaratama Radio SKY FM Gelombang FM 102.6 KHz FM 104.7 MHz FM 101.1 MHz FM 89.3 MHz Tempat kedudukan Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .2015 Page 81 .9 MHz FM 99.1 MHz AM 102.8 MHz FM 94.2 MHz FM 96. 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Nama media cetak Banjarbaru Post Gema Bestari Gerbang Suara Saijaan Bumi Kahuripan Saraba Kawa Post Murakata Aktual Benua Kita Aspirasi Rakyat Warta Post Mercu Buana X-Kasus Tabloid Selidah Post Waja Tablomagazine Bisnis Indonesia Bangkit Prosfek Orbit Post Tabloid Suling Kategori penerbitan SKM TM TM TM TM TM TM SKM SKM SKM SKM SKM TM SKM Mjl TM Mjl SKM SKM Bulanan Tempat kedudukan Banjarbaru Rantau Kandangan Kotabaru Amuntai Tanjung Barabai Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Tanjung Banjarmasin Marabahan Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Sumber: PWI Cabang Kalimantan Selatan Tabel II.

BAB II
No. 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Nama radio Bajuin Eka Swaratala Swara Mandiri (Jorong FM) Swara Ruhui Rahayu Bahana Nirmala Selidah satu swara Swara Alkaromah Pratama Swara Cakrawala Martapura Borneo FM Purnama Nada Gema Amandit Dirgahayu Swara Barabai Gema Kuripan Swaracitra Suryanada Gema Meratus Swara Kotabaru Tanjungpuri Perkasa Gematara Batakan Swara Tapin Raya Swara Agung Lestari Gelombang FM 93,3 MHz FM 99,17 MHz AM 774 KHz AM 990 KHz FM 98,8 MHz AM 1584 KHz FM 107,01 MHz FM 103,09 MHz FM 98,20 MHz AM 918 KHz AM 540 KHz AM 612 KHz AM 810 KHz FM 98 MHz FM 96,9 MHz FM 103,6 MHz FM 106,15 MHz FM 103,1 MHz AM 576 KHz FM 103,3 MHz Tempat kedudukan Banjarmasin Banjarmasin Rantau Martapura Marabahan (Batola) Martapura Martapura Banjarbaru Kandangan Kandangan Barabai Barabai Amuntai Banjarbaru Batulicin Tanah Bumbu Kotabaru Tanjung Pelaihari Rantau Amuntai

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

Tabel II.51 Nama Televisi Nasional dan Lokal di Kalimantan Selatan TELEVISI KETERANGAN RCTI Jaringan Nasional SCTV sda Metro TV sda Indosiar sda Global TV sda TPI sda ANTV sda Trans TV sda Trans 7 sda TV One sda TVRI Pusat sda TVRI Kalimantan Selatan Lokal Banjar TV Lokal Duta TV Lokal Borneo TV (TV B) Lokal Ran TV – Kab. Tapin Lokal AMTV – Hulu Sungai Utara Lokal Tabalong TV – Tanjung Lokal Indovision Jaringan berlangganan

RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 - 2015

Page 82

BAB II 2.3.2.7. Perpustakaan Jumlah perpustakaan di Kalimanatan Selatan sudah cukup banyak. Ada 13 perpustakaan umum di setiap kabupaten/kota serta sebuah perpustakaan provinsi yang didukung oleh perpustakaan di sekolah-sekolah, pesantren, perguruan tinggi, mesjid, taman bacaan di bawah binaan Dinas Pendidikan, serta perpustakaan terapung yang dikelola oleh Korem 101/Ant dan Ditpolair. Termasuk di dalamnya tiga buah perpustakaan percontohan, yakni sebuah di Kabupaten HSU, dan yang sedang dibangun sebuah di Kecamatan Negara Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan sebuah lagi di Kecamatan Batu Mandi di Kabupaten Balangan. Untuk menjangkau layanan baca bagi masyarakat yang mengalami kendala dalam mengakses keberadaan perpustakaan, terutama di daerah, telah tersedia 6 (enam) buah armada perpustakaan keliling. Salah satu sarana perpustakaan yakni Perpustakaan Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra) berdiri sejak tahun 1966 memiliki koleksi sebagian besar berupa publikasi dan informasi hasil-hasil penelitian dan pengembangan teknologi pertanian lahan rawa. Jumlah koleksi perpustakaan saat ini Buku (Teksbook) 3620 judul, Majalah Ilmiah (Jurnal) 815 judul, Monograf (Prosiding, Risalah Seminar, Laporan, dan sejenisnya) 40 judul, Publikasi Teknis (Leaflet, Brosur, dan sejenisnya) 40 judul, Majalah Umum (Trubus dan sejenisnya) 10 judul, dan Surat Kabar 3 judul. Pelayanan menggunakan sistem pelayanan terbuka. Untuk menghadapi tantangan global, maka jumlah judul buku dan bahan koleksi perlu terus ditingkatkan guna meningkatkan gairah minat baca di kalangan masyarakat.

2.3.2.8. Pemuda dan Olahraga Selama ini pemerintah Provinsi lewat SKPD yang berwenang memfasilitasi kegiatan kepemudaan dan olahraga. Baik pembinaan lewat kegiatan seminar, sosialisasi pembangunan, pelibatan kegiatan pemerintah, pertukaran pelajar dan pemuda, pelatihan maupun kegiatan yang bersifat kompetesi prestasi. Sekalipun berbagai institusi memiliki kegiatan-kegiatan yang melibatkan dan memerankan pemuda baik bersifat intelektual-akademis, keterampilan, sosial dan olahraga, namun peran pemerintah untuk melepaskan para pemuda dari jeratan narkoba adalah pekerjaan yang relatif berat.

2.3.2.9. Pelayanan Penunjang Bidang Hukum dan Politik a. Pelayanan Bidang Hukum Dalam konteks pelayanan di bidang hukum, peran pemerintah provinsi sangat terbatas. Hal ini terkait dengan kewenangan yang amat terbatas dalam bidang ini sebagaimana digambarkan pada sub bab sebelumnya.

RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 - 2015

Page 83

BAB II Pelayanan dalam bidang hukum yang dilakukan pemerintah provinsi adalah pembuatan berbagai produk hukum daerah, seperti perda, peraturan gubernur dan keputusan gubernur dalam rangka menjamin adanya kepastian hukum bagi masyarakat Kalimantan Selatan dalam berbagai dimensi kehidupan sesuai dengan kewenangan pemerintah provinsi. Jumlah produk hukum daerah yang telah dihasilkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dapat dilihat dalam tabel II.52
Tabel II.52 Jumlah Produk Hukum Yang Dihasilkan Pemda Provinsi Di Kalimantan Selatan 2006 - 2009 No. 1. 2. Jenis Produk Hukum Perumusan Perda Perumusan Produk Hukum Peraturan Gubernur Keputusan Gubernur
Sumber : Biro Hukum Pemprov Kalsel

2006 21

2007 20

2008 24

2009 29

61 606

75 678

74 612

100 711

Selain itu, pelayanan lain di bidang ini dilakukan oleh pemerintah provinsi dalam bentuk penyuluhan hukum pada masyarakat. Penyuluhan hukum yang dilakukan terutama diarahkan kepada peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat atas produk hukum daerah, namun juga dilakukan hal serupa untuk produk-produk hukum nasional, baik berupa UU maupun peraturan perundangundangan lainnya. b. Pelayanan Bidang Politik Pelayanan pemerintah provinsi Kalimantan Selatan dalam bidang politik secara khusus ditangani oleh Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol Linmas). Secara garis besar, Dalam bidang Politik, Badan ini berfungsi untuk melakukan hal-hal sebaga berikut ; 1. Melakukan pendataan dan pembinaan terhadap organisasi sosial kemasyarakatan; 2. Melakukan pembinaan terhadap partai politik di Kalimantan Selatan; 3. Melakukan berbagai program peningkatan kesadaran berbangsa, bernegara, termasuk pendidikan politik kepada masyarakat Kalimantan Selatan Dalam konteks melakukan pendataan terhadap organisasi sosial kemasyarakatan, Badan ini berwenang untuk menentukan legal atau tidaknya suatu organisasi sosial kemasyarakatan, semacam LSM dan Perkumpulan Sosial lainnya melalui penerbitan SKOT. Organisasi yang diakui keberadaan oleh Badan ini saja yang dapat melakukan berbagai kerjasama atau menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Selain itu, penerbitan SKOT juga berfungsi sebagai data dasar untuk melakukan pembinaan lebih lanjut terhadap organisasi sosial kemasyarakatan yang ada sebagai agen sosial di masyarakat. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 - 2015 Page 84

Rental Car ( 9 Perusahaan ) = 2.Tidak berjadwal (L. 2.53 Tabel II.00 km dan 1056.489.66 102.300) (Perorangan) . termasuk dalam fungsi ini adalah melakukan koordinasi berkelanjutan dengan partai-partai politik yang ada dan dinyatakan sah keberadaannya oleh Kementrian Hukum dan HAM.57 1.Kalsel – Kaltim (7 Perusahaan) = 75 Unit Bus Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) .Berjadwal (Bus) ( 17 Perusahaan ) .38 km jalan provinsi menurut SK Mendagri Nomor 55 Tahun 2000 dengan kelas jalan tertinggi adalah IIIA seperti terlihat pada Tabel II.3.53 Kelas Jalan Nasional Provinsi 340.Angkutan Pedesaan Mikrolet/Pick Up .15 Sumber : Buku Statistik dan Informasi Perhubungan Kalimantan Selatan Tahun 2007 Ditinjau terhadap penyediaan angkutan umum yang ada dapat dijabarkan sebagai berikut: Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) . seperti pendidikan bela negara.BAB II Partai politik juga tidak luput dilakukan pembinaan oleh Badan ini.15 Kelas Jalan I II IIIA IIIB IIIC Jumlah 340. Di ranah masyarakat.Taksi .23 102.57 535.594 Unit = 63 Unit = 1.485 Unit = 139 Unit = 43 Unit Dalam upaya melaksanaan pembinaan terhadap Angkutan Jalan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menetapkan Perda Nomor 3 Tahun 2003 tentang RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .Kalsel – Kalteng (21 Perusahaan) = 95 Unit Bus .43 954.2015 Page 85 . fungsi-fungsi pelayanan politik dilakukan dengan menggelar berbagai agenda kegiatan. pendidikan politik dan berbagai kegiatan lainnya. Kegiatan ini selain dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman warga negara terhadap politik dan hal-hal lain terkait kesadaran berbangsa dan bernegara.10 Perhubungan Berdasarkan SK Menteri PU Nomor 369/KPTS/M/2005 panjang jalan Nasional di Kalimantan Selatan adalah 876.2. Pembinaan lain adalah dengan melakukan pendidikan politik terhadap kader dan fungsionaris partai politik. Koordinasi dengan partai politik menjadi sangat penting guna menciptakan kondisi politik daerah yang baik dan harmonis.

175.000 Rp.500 Rp. 150. 150/hari Perda Nomor 10 Tahun 2003 tentang Pengendalian Muatan Mobil Barang di Jalan : Setiap mobil barang yang mengangkut barang wajib ditimbang pada alat penimbangan yang dipasang secara tetap. Besarnya tarif retribusi adalah sebagai berikut: Rp. Hasil tambang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah batubara dan bijih besi Hasil perusahaan perkebunan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah tandan buah segar (TBS) kelapa sawit RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .000 Rp.BAB II Retribusi Izin Angkutan Khusus Mobil Barang Besarnya tarif retribusi adalah sebagai berikut: Rp. 100. 2. 50.500 Kg Penggunaan Gudang dan atau lapangan penumpukan : Jasa penggunaan gudang M3/Ton Jasa penggunaan lapangan penumpukan M /Ton 3 Rp.000 Mobil Barang Pengangkut alat berat Mobil Barang Pengangkut Peti Kemas Mobil Barang Pengangkut bahan berbahaya Mobil Barang Pengangkut barang dgn menggunakan Tangki Mobil Barang secara insedentil mengangkut barang umum yg tdk dpt dipotong-potong Rp. 25.000 Rp.000 Perda Nomor 5 Tahun 2003 tentang Retribusi Izin Trayek dan Izin Operasi Angkutan Orang Lintas Kabupaten/Kota.000 Mobil Penumpang dengan kapasitas s/d 8 seat Mobil Bus dengan kapasitas 9 s/d 15 seat Mobil Bus dengan kapasitas 16 s/d 25 seat Mobil Bus dengan kapasitas lebih 26 seat Rp.000 Perda Nomor 6 Tahun 2003 tentang Retribusi Penimbangan Kendaraan Bermotor.000 JBB di bawah 2000 Kg JBB 2000 Kg s/d 7. 1. 100.000 Rp.000 Rp.500 Rp. 75. 1.500 Kg JBB di atas 7.2015 Page 86 . 300/hari Rp. terkecuali yang sudah diatur dengan izin Angkutan Barang Khusus Perda Nomor 3 Tahun 2008 tentang pengaturan penggunaan jalan umum dan jalan khusus untuk angkutan hasil tambang dan hasil perusahaan perkebunan. Pengaturan penggunaan jalan adalah sebagai berikut: Setiap angkutan hasil tambang dan hasil perusahaan perkebunan dilarang melewati jalan umum Setiap hasil tambang dan hasil perusahaan perkebunan harus diangkut melalui jalan khusus yang telah ditetapkan oleh Gubernur. 100. Besarnya tarif retribusi penimbangan kendaraan bermotor adalah sebagai berikut: Rp. 100.

43 61.21 100 100 100 100 100 100 9.54 porsi belanja rumah tangga untuk Makanan masih lebih tinggi dari Non Makanan. Hal ini menunjukkan kemampuan masyarakat dalam mencukupi kebutuhannya secara umum cenderung meningkat.1.21%.68% pertahun dan ternyata pertumbuhan belanja non makanan jauh lebih tinggi yakni mencapai rata-rata 8.39 12.19 10. Tabel II. Nilai Tukar Petani Sektor pertanian tetap merupakan sektor terbesar dalam pembentukan Produk Domestik Rejional Bruto di Provinsi Kalimantan Selatan walaupun perannya cenderung menurun.48%.212.57 38.46%.44 62.03 61. Porsi belanja untuk Makanan selama periode 2005 – 2009 rata-rata mencapai 62.05 trilyun (44. Kemampuan Ekonomi 2.56 37.2.1.98 34.2015 Page 87 .1.79% pertahun.4.39 11.2.588.13.74 12.69%) berasal dari pengeluran konsumsi rumah tangga.54 Persentase Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Menurut Jenisnya Di Kalimantan Selatan 2005-2009 Tahun Makanan Non Makanan Total (dalam Rp) 2005 2006 2007 2008 2009 Rata-rata 65.924.4.328.755. lebih tinggi dari pertumbuhan PDRB yang sebesar rata-rata 5.977.97 38. Berdasarkan Tabel II.443.99% pertahun. 28.02 61.02 65. 2.202.1 Pengeluaran konsumsi RT Pengeluaran konsumsi rumah tangga merupakan salah satu bagian penggunaan atau pengeluaran dalam ekonomi yang membentuk PDRB. Aspek Daya Saing Daerah 2. sebesar Rp.98 38. 2.1.79 34.328.219. Ini berarti kemampunan ekonomi masyarakat secara pasti menjadi semakin kuat. Selama periode 2005 -2009 pertumbuhan belanja makanan adalah sebesar rata-rata 4. Sementara itu belanja non makanan hanya mencapai rata-rata 37. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .4.92 trilyun pada tahun 2009.4. Pertumbuhan nilai konsumsi rumah tangga dalam periode 2005 -2009 rata-rata 5. Selain sebagai sektor yang dominan sektor ini juga menyerap tenaga kerja paling banyak. Peranan Konsumsi sangat penting dalam membentuk PDRB Kalsel karena dari nilai PDRB Rp.BAB II Perhubungan yang menggunakan prasarana selain darat dijabarkan lebih pada sub bahasan 2.31 Pengeluaran konsumsi rumah tangga terdiri dari komponen pengeluaran untuk makanan dan non makanan. Meskipun porsinya masih kecil namun tingkat pertumbuhan pengeluaran untuk non makanan sangat pesat.4.

7 98. Berdasarkan komponen penggunaannya angka total PDRB terbentuk dari penjumlahan pengeluaran Konsumsi (C).2 94.2015 Page 88 . belanja pemerintah (G). Nasib petani di Provinsi Kalimatan Selatan kurang lebih sama dengan rekannya di provinsi Kalimantan Tengah dilihat dari besaran Nilai Tukar Petani yang selalu berada dibawah angka 100 (Tabel II. pada tahun 2009 sebesar Rp.1 90.74 Kaltim 82. Bekerja sebagai petani bukanlah hal yang menguntungkan namun kesempatan untuk bekerja diluar lapangan pertanian nampaknya belum terbuka lebar mengingat adanya gap antara pendidikan dengan tuntutan dunia kerja.29 T. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .7 78.55 memperlihatkan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) selama tahun 20052008 selalu berada dibawah angka 100.8 516.69 119. Walaupun NTP selama ini masih dibawah 100 terdapat kecenderungan peningkatan NTP selama periode 2005-2008 dengan besaran 82.4*) 174.67 125.7 95.BAB II Tabel II.1 persen ditahun 2005 menjadi 97.4 112.1 588. 2005 – 2009 Tahun/Bulan Rata-rata 2005 Rata-rata 2006 Rata-rata 2007 Rata-rata 2008 Rata-rata 2009 Indeks Diterima (It) 394.7 117. dan ekspor (X).7 571. investasi (I).55 NTP 82.55 Indeks Nilai Tukar Petani Kalimantan Selatan.24 Indeks Dibayar (Ib) 481.Sel 2009 Tabel II.Sel. Tabel II.76 Sumber : BP Kal. Sebaliknya petani di Provinsi Kalmantan Barat dan Kalimantan Timur mempunyai nasib yang relatif lebih baik.92 T meningkat dari tahun 2005 yang sebesar Rp. Badan Pusat Statistik *) Tahun dasar 2002 Produk total daerah dihitung berdasarkan nilai PDRB.7 621.74 104.56).5 Kalteng 98. Angka dibawah 100 mempunyai makna bahwa petani selalu membayar lebih banyak daripada apa yang mereka terima.7 Kalsel 90.7 95.5 persen di tahun 2008. Tinjauan Ekonomi Kal.28.8 101.23.3 77.2 94.56 Rata Rata NTP Menurut Provinsi di Kalimantan Tahun 2006 – 2008 Tahun Rata-rata 2006 Rata-rata 2007 Rata-rata 2008 Kalbar 182.4 Sumber : Indikator Ekonomi. dikurangi impor (M).5*) 103.

090.45 16.720.90 Luar ((X+M)/2) 10.600.20% 0.91 PDRB (Y) 23.07 Investasi (I) 62.37 2.361. yakni sebesar 44.80% Share 3. Akan tetapi.005.46 6.380.225.BAB II Tabel II.257. BPS.046.82 2.700.06% 1.juta) Rata-rata (%) Komponen 2005 2009 (share 2005-2009) Konsumsi © 10.72 13.06% 11.07% 22.89 165.19 8.15 2.170.900.158.88 114. Pentingnya perdagangan bagi perekonomian Kalsel juga ditunjukkan dari derajat keterbukaan ekonomi. Hal ini terlihat pada Tabel II.799.503. I. 2006 s/d 2009 (diolah) RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .662.001. baik internasional maupun nasional.132.839. BPS. Daya saing ekonomi Kalsel diantara propinsi lain di Kalimantan menduduki peringkat kedua jika diihat dari besaran ekspor.87 19.292.00 No 1 2 3 4 5 6 7 Sumber : Tinjauan Perekonomian Kalimantan Selatan.31 100.918.00 20.749.43 63.221.2015 Page 89 .37 26.051.83 18.58 Tabel II.900.029.90%. Pembentuk PDRB terbesar selanjutnya adalah dari konsumsi.03 62.331.39 Ekspor (X) 15.0 2007 Total 728.92% 12.268.471.16% 83.455.181.736.36 Kadar Keterbukaan Eko Dalam ((C+I+G) 12.46 Impor (M) 5.0 2008 Total 898. Hal ini menunjukkan ketergantungan pada ekonomi eksternal. jika ekspor dihitung sebagai kesatuan didalam Neraca Perdagangan (X – M) maka peranan neraca perdagangan hanya 37.334.10%. 2005 – 2009 (diolah) Perbandingan besaran share masing-masing komponen pembentuk PDRB menunjukkan komponen yang relatif lebih dominan diantara satu dan lainnya dalam membentuk produksi.043.58 Nilai (US 000 $) dan Share Ekspor Regional Kalimantan Tahun 2006 – 2008 Provinsi Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Total Kalimantan Indonesia 2006 Total 620.44 Belanja pemerintah (G) 2.081. Faktor luar atau disebut keterbukaan ekonomi ((X+M)/2) menyumbang 44.27% Share 3. Berdasarkan tabel II.57 Total PDRB dan Rata-rata Share Berdasarkan Komponen Penggunaan di Kalimatan Selatan 2005 – 2009 (Rp.306.732.10 12.108.794.358.766.40 310.020.94% Sumber : Tinjauan Perekonomian Kalimantan Selatan.09 100.67 24.0 Share 3.67 128.100.939.46%. Faktor dari dalam (C.599.72% 19.00 19.50 28.689.598.744.648.29 3.91%.56 komponen paling dominan dalam membentuk PDRB adalah Ekspor dengan rata-rata share pada periode 2005 – 2009 sebesar 63.07%.46 44.369.54% 82.798.595.796.01 13.347.81% 13.81% 84.912.17 16.423.660.061.262.G) menyumbag 62.544.59% 0. cukup tinggi.00 3.06% 17.32 29.90 44.450.48 179.

0 40. Tabel II.41 2 Rata-rata Share (%) 2.58 100.78 164.94% dari nasional. Dari distribusi antar propinsi terlihat sangat timpang dimana Kaltim sangat dominan.59 Total 29.0 60. Komoditas ekspor paling dominan adalah produk Tambang (rata-rata 72. adalah Karet Alam dan Produk Lainnya.59 terlihat pertumbuhan rata-rata nilai ekspor Kalsel sangat tinggi.02 0.0 20. share ekspor yang berasal dari wilayah Kalimantan meliputi 22. Perkembangan komposisi ekspor ini telah lama tidak berubah yakni didominasi produk primer. Perkembagan share nilai komoditas ekspor selama periode 2003 – 2008 terlihat pada Gambar II.11 Gambar II. Akan tetapi dari komposisi yang ada ternyata daya saing ekspor Kalsel masih sangat ditopang oleh produk-produk primer. Komoditas yang tumbuh secara fantastis.95 14.0 30.62%) dengan andalan Batu Bara.2015 Share (%) Page 90 .41 72.58%. diatas 100%. kemudian setelah kayu terbatas digantikan oleh Batu Bara.63 2.0 70.07%.BAB II Pada 2008. Struktur komoditas pembentuk daya saing ekspor sangat penting dalam menentukan tingkat kemajuan pembangunan.0 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Tahun Karet Alam Produk Kayu Rotan Produk Perikann Produk Tambang Produk Lainnya RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . rata-rata pertumbuhan ekspor selama periode 2004 – 2008 adalah 29. tapi tidak melebihi 14% selama periode 2006 – 2008 ini. Sebelumnya yang mendominasi adalah produk kayu.0 80.08 (3. Share ini menunjukkan kecendrungan meningkat jika dibanding tahuntahun sebelumnya. Peranan Kalsel terlihat fluktuatif.41 0. 2004 s/d 2009 (diolah) Dari Tabel II.11 Share Nilai Ekspor Menurut Jenis Komoditi di Kalimantan Selatan 2003 .00 Sumber : Tinjauan Perekonomian Kalimantan Selatan.59 Rata-rata Pertumbuhan dan Share Nilai Ekspor Berdasarkan Jenis Komoditi di Kalimantan Selatan 2004 – 2008 Karet Produk Produk Produk Produk No Indikator Rotan Alam Kayu Perikanan Tambang Lainnya 1 Rata-rata Pertumbuhan (%) 122. BPS.0 50. Komoditas lainnya jauh tertinggal dengan besaran masing-masing tak lebih dari 10%. seperti pada 2008 menguasai 84.35) 8.2008 90.0 10. Secara total.62 9.07 33. Jika komoditas/produk utama ekspor adalah hasil olahan yang bernilai tambah tinggi maka tingkat kemajuan perekonomian juga tinggi.

Jumlah Jalan Nasional yang ada sebanyak 74 ruas jalan dengan kondisi baik 79. a.77 Km jalan kabupaten/kota .1 Fasilitas Transportasi Transportasi di Kalimantan Selatan dilayani oleh transportasi darat.086 km jalan nasional (SK Menteri PU Nomor 631/KPTS/M/2009).55 %. Transportasi Darat Di Provinsi Kalimantan Selatan terdapat 866.55 % dan kondisi rusak 3. dan 8. sementara untuk kendaraan angkutan penumpang umum : RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .03 % berdasarkan data tahun 2010. jalan ini menjadi lintas poros selatan Kalimantan yang menghubungkan ke Provinsi Kalimantan Tengah dan ke Kalimantan Timur.37 % dan kondisi rusak 23. Jumlah jalan provinsi yang ada sebanyak 47 ruas jalan sepanjang 832.89 % dengan lebar bervariasi antara 4. Transportasi darat memiliki peran penting untuk meningkatkan aksesibilitas daerah pedalaman.2015 Page 91 . Sesuai UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada pasal 24 (1) bahwa penyelenggara jalan wajib segera dan patut untuk memperbaiki jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalulintas. Kupang –Manggalo – Batas Kaltim serta Banjarmasin – Martapura – Rantau – Kandangan – Pantai Hambawang – Barabai – Tanjung – Mabu’un – Batu babi – Batas Kaltim.2.2. Selain terletak di ibukota provinsi.08 %. Infrastruktur. Sedangkan Lintas jalan yang menghubungkan ke Provinsi Kalimantan Timur juga dapat dilalui dalam dua arah yaitu Banjarmasin – Martapura – Pelaihari – Asam-asam – Kintap – Batulicin – Sei.4. seiring dengan meningkatnya kegiatan ekonomi dan pembangunan Kalimantan Selatan secara signifikan berdampak peningkatan lalu lintas jalan. udara.58 km jalan provinsi (SK Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 188. 832. laut.964.4. peningkatan aksesibilitas antar wilayah pengembangan dan mendukung pengembangan kawasan-kawasan strategis dan sentra produksi. dan sungai dengan gambaran sebagai berikut.5 – 16 m.58 Km.BAB II 2. Lintas jalan yang menghubungkan ke Provinsi Kalimantan Tengah dapat dilalui dalam dua arah yaitu Banjarmasin – Simpang Serapat – Anjir Pasar (Marabahan) – Batas Kalteng serta Banjarmasin – Martapura – Rantau – Kandangan – Pantai Hambawang – Amuntai – Kelua – Pasar Panas (Batas kalteng).44/097/KUM/2008). kondisi sedang 3. dengan kondisi baik 74. Sehubungan dengan pemerataan pembangunan maka perlu perhatian pengembangan wilayah ke arah Barat Laut Kalimantan Selatan terutama memperlancar hubungan darat untuk Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) Marabahan dan Amuntai. 2. kondisi sedang 16.

Pada tahun 2009 arus penumpang berangkat sebesar 1. Terminal regional tipe A ini berada di Kabupaten Banjar km. D=228.60 berikut : RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . C=228. dan konsep sirkulasi bangunan terminal sistem satu lantai B.077 buah pesawat perhari. Apron lama 326x90m² (linier concept).042. Jumlah pesawat yang mendarat dan berangkat di Bandara Syamsudin Noor pada tahun 2009 sebesar 19.5 m². 17 dengan luas lahan 10 Ha. b. Transportasi Udara Arus lalu lintas udara di Kalimantan Selatan menggunakan Bandara Syamsudin Noor yang merupakan tipe bandara Pusat Penyebaran Sekunder (PPS) dan Bandara Stagen yang merupakan tipe bandara Pusat Penyebaran Tersier(PPT).197 orang dan arus penumpang yang datang 1. Bandara Syamsudin Noor sejak tahun 2004 telah menjadi Bandara Embarkasi Haji dengan menggunakan pesawat B-767 seri 300 ER. (Persero) Angkasa Pura I dengan Fasilitas bandara yaitu : landasan 2.8x23 m².962 orang.5x23 m²).5x27.2015 Page 92 . sebagaimana pada Tabel II.874 buah : 148 buah : 67 rute/trayek : 27 rute/trayek : 17 rute : 20 buah Penyediaan terminal tipe A yang melayani angkutan umum dari angkutan lintas Provinsi (AKAP) sampai Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) diharapkan pembangunannya selesai 100 % tahun 2015 dan segera berfungsi untuk menunjang kegiatan transportasi darat.8x23 m².042.BAB II Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Jaringan Trayek AKDP Total Jaringan Trayek AKDP beroperasi Jaringan Trayek AKAP Prasarana terminal : 2. Bandara Syamsudin Noor terletak di Kecamatan Landasan Ulin Kotamadya Banjarbaru dengan luas 37. taxiway (A=224. Perkembangan pergerakan orang.500 x 45 m² (single runway concept). B=96.5 Ha dikelola oleh PT. barang dan perkembangan pesawat terjadi kenaikan yang cukup signifikan pertahunnya. Apron baru 336x152 m² (transporter concept).

907 748.216.508.62 dan gambar II.601 JUMLAH 13.112.651 7.986.669 8.655.268 781.042.757.588 9.12 s. Kalsel 2010.698.670 11.61 Jumlah Penumpang Datang.410.962 1.569 7.030 827.539 19.d.621 15.846 TAHUN 2009 2008 2007 2006 2005 2004 2003 JUMLAH Sumber : Dinas Perhubungan Prov.549 681.619 1.538 9.329 Tahun 2009 2008 2007 2006 2005 2004 2003 JUMLAH Sumber: Dinas Perhubungan Prov.290 3.419 53.731 7.380 6.185 608.852 50.207.473 5.401.373 5.608 7.041 3.240 6.141 7.866 15.547 7. Kalsel 2010.442 1.415 4.942 9.338. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .937 53.62 Jumlah Barang Bongkar dan Muat Di Bandara Syamsudin Noor 2003-209 BARANG (Kg) BONGKAR MUAT 9.302 7.6%.239.080.397 652. TAHUN 2009 2008 2007 2006 2005 2004 2003 Jumlah Tabel II.487 11.111 22.427 106.077 7.259.623 2.404.479.792 3.148 18.205 9.464 10.346 8.774 1.2015 Page 93 .275 774. Kalsel 2010.024.036. Berangkat dan Transit Di Bandara Syamsudin Noor 2003-2009 PENUMPANG TOTAL DATANG BERANGKAT TRANSIT 1.572 15.827 12.60 Jumlah Arus Pesawat Datang dan Berangkat di Bandara Syamsudin Noor 2003-2009 PESAWAT JUMLAH DATANG BERANGKAT 9.BAB II Tabel II.856 5.083.425 5.622 4.261.160 66.934. 13 berikut: Tabel II.194 4.628 5.197 6.611.716 690 1.61 s.584.229 5.715 7.103 10.073.163 6.997.865 7.648.235 2.712 Sumber: Dinas Perhubungan Prov.338.746 726.407.575.440.651 15.348 395. Ditinjau terhadap arus pergerakan penumpang dan barang yang melalui Bandara Syamsudin Noor dengan rata-rata pertumbuhannya mencapai 16.d.463.075 1.869 887. Data perkembangan arus penumpang dan barang melalui Bandara Syamsudin Noor dapat dilihat pada Tabel II.940 4.138 13.714 15.475 380.537 43.429 7.395 868.322.708 634.303.181. Tabel II.

dapat didarati oleh pesawat Foker-50. Gambar II. dengan load faktor penumpang rata-rata RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . berangkat dan Transit Di Bandara Syamsudin Noor 2003-2009 Kondisi frekuensi penerbangan yang semakin padat terutama pada peak hour pagi memerlukan perhatian perbaikan headway take off dengan penyediaan fasilitas landas hubung (taxiway) karena saat ini keluar-masuknya pesawat dari landasan menuju apron dan sebaliknya masih menggunakan runway sebagai aksesnya. saat ini mempunyai panjang Landasan 1.13 Grafik Jumlah Barang di Bandara Syamsudin Noor Tahun 2003-2009 Bandara Syamsir Alam (Stagen) termasuk dalam PKW Kotabaru yang dikelola oleh UPT.112 Jumlah Penumpang Datang.BAB II Gambar II.2015 Page 94 .600 x 30 m². Bandara ini berfungsi sebagai Bandara pengumpan dengan frekuensi penerbangan tujuh kali dalam seminggu untuk rute Banjarmasin – Kotabaru – Banjamasin. Ditjen perhubungan Udara.

067 Secara grafis perkembangan arus penumpang di Bandara Stagen dapat dilihat pada Gambar II. Berangkat dan Transit Di Bandara Syamsir Alam .724 35. fasilitas komunikasi dan navigasi penerbangan serta fasilitas PK-PPK dan fasilitas Security.964 2 2008 20.280 24.2015 Page 95 .061 12.893 3.14 JumlahPenumpang Datang.769 7 2003 3.14 : Gambar II.724 orang terjadi penurunan dibandingkan tahun 2008 sebagaimana Tabel II.77% dan tujuh kali dalam seminggu untuk rute Kotabaru – Balikpapan – Kotabaru dengan load faktor penumpang rata-rata 0.2009 PENUMPANG NO TAHUN TOTAL DATANG BERANGKAT TRANSIT 1 2009 18.534 50 7.384 6 2004 13. komunikasi dan sisi darat serta perlu peningkatan SDM untuk menjadikan bandara dengan pelayanan dan perkembangan yang lebih baik. navigasi.240 orang dan penumpang yang berangkat sebesar 17.776 5 35. Penumpang yang datang pada tahun 2009 sebesar 18. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .234 17.BAB II 0.477 JUMLAH 99.955 94.047 30.990 1.240 17.StagenTahun 2003.122 196.466 14.015 5 2005 14.063 20 21.117 3 2007 12.2009 Bandara Syamsir Alam .Stagen telah mempunyai fasilitas pendukung seperti terminal penumpang.375 20.StagenTahun 2003.62%.686 8. Peningkatkan fasilitas sarana dan prasarana Bandara Syamsir Alam sangat diperlukan baik fasilitas dari sisi udara.341 4 2006 17. 63 berikut : Tabel II.63 Data Perkembangan arus Penumpang Di Bandara Syamsir Alam .742 41.871 1.

2015 Page 96 . Gambar II.582 2007 Sumber : P.82 ton/m3 Rp.670.648 unit 52.13 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata tahun terakhir adalah sebesar 9%.642 30.603 2005 11. lapangan penumpukan luas 36. Peningkatan arus kapal luar dan dalam negeri terlihat pada Gambar II.504. 8. Sejak 1 Januari 2009 diberlakukan pungutan kapal-kapal yang mengangkut batubara.959.564.802 8. Realisasi pungutan chonell fee terhadap kapal yang melalui Alur Ambang Barito tahun 2009 sebagai berikut : Jumlah kapal Muatan Kontribusi : : : 5.950 m3.000 m (15 km) lebar 100 m dan kedalaman 6 LWS saat ini kondisi dapat di layani selama 24 jam.939 2004 10.384 43. Perkembangan Pelabuhan Trisakti terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan dengan membangun dermaga peti kemas dan mempermodern fasilitas peralatan.369 2003 9. hasil hutan dan hasil tambang lainnya.536 2006 12. (Persero) Pelabuhan Indonesia III Cabang Banjarmasin Semakin meningkatnya pertumbuhan pelayaran memerlukan perhatian untuk meningkatkan pelayanan dengan mempertimbangkan pelabuhan laut yang lebih RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .606.964.483.373 m2 dan lapangan penumpukan peti kemas 14.131.085.15 Perkembangan Arus Kapal Luar dan Dalam Negeri di Sungai Barito 48.T. Hal tersebut tidak terlepas dari Alur Ambang Barito dapat dilayani 24 jam. Alur barito panjang 15.BAB II c.017 35.548. Transportasi Laut Pelabuhan Trisakti merupakan Pelabuhan Utama di Provinsi Kalimantan Selatan yang berperan dan berfungsi sebagai salah satu pintu gerbang perekonomian dan distribusi berbagai komoditi eksport maupun guna memenuhi kebutuhan bahan baku industri dalam negeri di berbagai daerah yang memiliki panjang dermaga 510 m.- Pengembangan Pelabuhan Trisakti di Banjarmasin lebih difokuskan pada kegiatan arus barang dan penumpang dari pulau jawa atau daerah lain serta untuk menampung arus kegiatan dari wilayah belakang Provinsi Kalimantan Selatan yang mencakup wilayah timur dan tenggara dari Provinsi Kalimantan Tengah serta bagian selatan dari Kalimantan Timur.902 37.

penyeberangan lintas Stagen – Tarjun. Lintas Alalak . Muara Teweh. d. Hal ini mengingat biaya masih relatif murah.218 2008 7.488 59. Fery.224 124. Lintas tersebut mempunyai peranan sangat penting dalam menunjang kelancaran arus penumpang dan barang angkutan penyeberangan di wilayah Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tanah Bumbu.082 104.Tanjung Serdang. LCT (Land Craft Tank).Tg Serdang Batulicin Tj Serdang Tahun Trip Pnp R-2 R-4 Trip Pnp R-2 7. Lintas Banjar Raya . Lintas Mantuil .595 35. Angkutan sungai dan penyeberangan di Kalimantan Selatan disamping menghubungkan daerah-daerah yang belum dapat diakses melalui darat (transportasi darat) juga menghubungkan dengan provinsi Kalimantan Tengah terutama Kota Buntok.745 100.730 7. Palangkaraya dan Kapuas. Motor Bota/Kapal Motor. dan KM.791 58.Tamban. Kapal Tunda.Jelapat. Dilihat dari jenis angkutannya yang beroperasi terbagi atas Motor Getek / Klotok. Data perkembangan permintaan terhadap angkutan penyeberangan Batulicin – Tanjung Serdang dapat dilihat pada Tabel II.5%. Transportasi sungai ini terutama untuk melayani penumpang dan distribusi bahan pokok serta hasil bumi. jumlah Kapal yang melayani dan beroperasi sebanyak 4 buah dan penumpang yang diangkut rata-rata 40. Motor Tempel.849 51. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Untuk lintas Batulicin – Tanjung Serdang yang menghubungkan daratan Kalimantan Selatan dengan Kabupaten Kotabaru di Pulau Laut.557 Pergerakan orang dan barang yang menggunakan transportasi sungai dan danau di Kalimantan Selatan masih diminati.885 Tahun 2008 2009 R-4 55.856 124.852 44. Tongkang.64 : Tabel II.594 2009 7. Speed Boat.Saka Kajang.BAB II refresentatif karena tingkat pelayanan Pelabuhan Trisakti sangat dipengaruhi oleh kondisi alur Sungai Barito.504 buah kendaraan pertahun.752 57. Dari data Dinas Perhubungan Kota 2007 terjadi peningkatan kepadatan lalu lintas angkutan sungai dan danau untuk angkutan penumpang sebesar 13.2015 Page 97 . Transportasi Sungai dan Penyeberangan Transportasi sungai kebanyakan terdapat di kota Banjarmasin terutama yang menggunakan sungai Barito dan Sungai Martapura.595 31.727 orang pertahun dan sebanyak 171. Lintas penyeberangan di Kalimantan Selatan terdapat beberapa lintas penyeberangan yaitu : Lintas Batulicin .64 Perkembangan Permintaan Terhadap Angkutan Penyeberangan Tahun 2008-2009 Batulicin .

go. Tabel II.3% dari akhir tahun 2008 sehingga mencapai Rp21. Sedangkan penyaluran melalui bank perkreditan rakyat hanya sebesar 174. perbankan di Kalimantan Selatan mencatat pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebagai imbas krisis finansial global. Sektor yang banyak menyerap kredit perbankan khususnya KUK adalah sektor lainnya dan sektor perdagangan. dan 5.2. Deposito maupun Tabungan pada akhir tahun 2008 mencapai 15.Kantor Cabang Pembantu 56 146 . Dana kredit di Kalimantan Selatan tersebut jika dirinci menurut penggunaannya pada akhir tahun 2008 sebagian besar digunakan untuk modal kerja (42. Namun demikian beberapa indikator masih mencatat pertumbuhan yang positif. Dana masyarakat yang dihimpun perbankan Kalsel pada akhir tahun 2009 mencapai Rp18. maupun deposito menunjukkan pertumbuhan yang positif yakni masing-masing sebesar 10.31%). aktivitas perbankan Kalimantan Selatan dudukung oleh 60 Kantor Cabang. Untuk kelancaran transaksi ekonomi. Volume usaha perbankan (asset) Kalsel tumbuh 13. tabungan.234 milyar pada bulan Desember 2008. 55 kantor kas.915 milyar lebih dengan jumlah kredit pada akhir tahun sebesar 13.Unit Usaha Syariah 4 5 Jumlah Jaringan Kantor .Bank Umum Syariah 2 2 .45%). jumlah jaringan bank di Kalimantan Selatan mencapai 19 bank umum konvensional.kalselprov. 4 unit usaha syariah serta didukung oleh 22 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) konvensional dan 1 BPR Syariah. 17% (y-o-y). 164 Kantor Cabang Pembantu.86% (y-o-y).2 Fasiltas Bank dan Non-Bank Posisi dana simpanan perbankan di Kalimantan Selatan baik melalui Giro.Kantor Cabang 50 54 .33 triliun atau tumbuh 13% (y-o-y).24%) serta untuk investasi (27.Kantor Pusat 1 1 .8 milyar lebih.24 triliun.4.BAB II 2.Kantor Kas 42 44 . kemudian konsumsi (30.51% (y-o-y).Bank Umum Konvensional 19 20 .65 Jaringan Kantor Bank Kalimantan Selatan Bank Umum 2007 2008 Jumlah Bank 21 22 .id/data-pokok/perbankan Ditinjau kinerjanya pada tahun 2009. seluruh jenis rekening dalam bentuk giro. 410 ATM serta 30 kantor BPR. Pertumbuhan asset ini terutama ditopang oleh pertumbuhan kredit dan DPK. Kredit perbankan tersebut terbesar disalurkan melalui bank umum pemerintah sebesar 8. Sampai akhir tahun 2009. sisanya melalui bank swasta nasional dan bank asing dan campuran.2015 Page 98 . RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .ATM 201 245 BPR Jumlah Bank Jumlah Kantor 2009 22 19 3 4 1 60 164 55 440 24 24 24 24 23 30 24 24 24 24 23 30 Sumber : http://www.347 milyar. 3 bank umum syariah.

Cakupan pelayanan air minum di daerah perdesaan masih sangat kecil yaitu baru dapat melayani sekitar 43% dari penduduk perdesaan.2.4.76%. Untuk mencapai target Millenium Development Goal (MDG) terhadap Penyediaan Air minum dan Sanitasi yaitu mengurangi separuh dari jumlah masyarakat yang belum memiliki akses terhadap air minum dan sanitasi yang berkelanjutan pada tahun 2015 maka penyebaran pelayanan terhadap air bersih/minum ini perlu ditingkatkan.2. akan tetapi peningkatan ini tidak seimbang dengan tingkat kebutuhan listrik bagi masyarakat pengguna seperti terlihat pada Tabel II. 2.4 Fasilitas Listrik Sebagian besar kebutuhan tenaga listrik di Kalimantan Selatan dipenuhi oleh Perusahaan Umum Listrik Negara. Selain itu keterbatasan pasokan daya khususnya untuk memikul beban puncak serta kondisi alam yang tidak menentu mengakibatkan sering terjadi pemadaman listrik. Dengan perkembangan tersebut.14% lebih rendah dari rasio NPL pada akhir tahun 2008 yang mencapai 4. danau dan berasal dari sumur dangkal. Pelayanan air minum di daerah perdesaan sebagian besar belum dilayani oleh sistem perpipaan dan masih memanfaatkan sumber-sumber air perairan umum.42% (y-o-y).3 Fasilitas Air Bersih Pelayanan penyediaan air minum tahun 2009 di Kalimantan Selatan secara umum masih belum optimal dan belum dapat menjangkau keseluruh wilayah permukiman baik di perkotaan maupun di wilayah perdesaan.50 %. Sementara itu. Ditinjau terhadap kapasitas peningkatan daya listrik dari tahun 2005-2010 terus ditingkatkan rata-rata 17.95 triliun atau tumbuh 16% (y-o-y). fungsi intermediasi perbankan yang dicerminkan oleh rasio LDR (Loan to Deposit Ratio) pada tahun 2009 menunjukkan peningkatan yaitu dari 74% di tahun 2008 menjadi 75. pada akhir Desember 2009 jumlah kredit yang disalurkan mencapai Rp13.2015 Page 99 . RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .4.81% (y-o-y) dan 30. 2.BAB II Sementara itu dari sisi penyaluran kredit. Pelayanan air minum di perkotaan sebagaian besar dilayani oleh Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM).66.7%. namun kondisi PDAM rata-rata di kabupaten/Kota cakupan pelayanan masih belum memadai yaitu rata-rata masih sekitar 47. berkat kerja keras semua pihak yang berwenang.75 %. Kondisi pembangkit listrik di Kalimantan saat ini relatif sudah tua. pertumbuhan kredit ini terutama ditopang oleh kredit konsumsi dan kredit investasi yang tumbuh cukup tinggi yakni sebesar 24. seperti air sungai. resiko kredit di tahun 2009 terjaga pada level yang aman yakni dengan rasio NPL sebesar 2.

928 1. B.00 303.2015 Page 100 .958 91. dalam rangka mengatasi krisis listrik didaerah ini.50 371.97 2010 457.00 310.60 2006 250.d.92 2008 250.963 92.55 2007 250. A.BAB II Tabel II.096 1.51 Sumber : PT.783 Desa Belum Berlistrik 168 97 Jumlah 2.67 : Tabel II.16 Kapasitas Pemakaian Daya Listrik Ditinjau terhadap sebaran pelayanan fasilitas listrik perlu ditingkatkan walaupun rasio desa terlayani semakin membaik setiap tahunnya seperti terlihat pada Tabel II. 2010 Gambar II. 2010 Mengingat Kebutuhan listrik terus meningkat sementara kemampuan PLN terbatas.00 262.880 Ratio (%) Desa Berlistrik 87.796 162 1. PLN (Persero) Wilayah KalSelTeng. C. PLN (Persero) Wilayah KalSelTeng.66 Daya Mampu Listrik dan Beban Puncak di Kalsel Tahun 2005-2010 Kegiatan Daya Mampu Listrik (MW) Beban Puncak (MW) 2005 250.816 147 1.00 246.31 Sumber : PT. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . 2008 1.00 239.51 2009 318.67 Rasio Desa Berlistrik Di Kalsel 2006 s.73 2009 1.08 91 No. 2009 TAHUN Data Kelistrikan 2006 2007 Desa Berlistrik 1. sehingga perlu untuk penambahan pembangkit listrik.

662. Sarana komunikasi yang digunakan di Kalimantan Selatan didominasi oleh telepon kabel dan wireless serta telepon selular selain itu menggunakan SSB maupun internet. Kandangann dan Kotabaru dengan 156 kelompok kantor pos.34 221.500.000. kantor pos tambahan.BAB II 2.930. 696 titik layanan.Rp.500. Berkenaan dengan semakin meningkatnya permintaan akan jasa pos di Propinsi Kalimantan Selatan maka di setiap kabupaten/kota tersedia beberapa kantor pelayanan pos. Data dari Kantor Pos dan Giro Daerah IX Banjarmasin mencatat dari lima unit kantor pelayanan pos pada tahun 2008 yaitu di Amuntai.500. Banjarmasin.792. 14 surat kabar mingguan (SKM).69.975. Rp.59 159. Pemanfaatan telekomunikasi juga menunjang Kerja Tim dalam koordinasi pengamanan Perda No.000.5 Fasilitas Telematika Pemanfaatan telekomunikasi di Kalimantan Selatan dari tahun ke tahun terjadi kenaikan dengan banyaknya peserta yang berminat untuk mengikuti ujian amatir radio ( UAR ) baik yang dilaksanakan pada tingkat provinsi hal ini juga berdampak terhadap meningkatnya retribusi yang diterima. Kalsel Keberadaan industri pers di Kalimantan Selatan pada tahun 2008 tercatat ada 35 penerbit. Tanah Laut (pelaihari) dan Kintap.Rp. 68 unit pos bergerak. dan 1105 fasilitas pos lainnya. Berikut data penerimaan retribusi izin radio amatir dari tahun 2005 s.000.110.000.72.325. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .Rp.59.56.000. diperlukan prasarana komunikasi yang handal seperti stasion Radio (Reapeter) yang dibangun dii 3 titik yaitu Kota Banjarmasin. Rp.375.Rp. 2009: Tabel II. 3 tabloid bulanan dan 2 majalah.d. Banjarbaru. 9 tabloid mingguan.- Realisasi Rp.68 Penerimaaan Retribusi Izin Radio Amatir 2005 s/d 2009 No 1 2 3 4 5 Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 Target Rp.87.4.Rp.66 Sumber: Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Prov. yaitu 7 surat kabar harian (SKH).2.90. HSS.2015 Page 101 .000.617.000. Kab.153.- Persen 62.000. 3 tahun 2008 yang melarang penggunanan jalan Negara untuk mengangkut hasil tambang dan kebun. Sedangkan Radio swasta dan RSPD di Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 28 Radio.Rp. 22 unit layanan pos.025.50.28 175. kantor pos pembantu dan kantor pos. Kab.119.000. Kantor pelayanan pos tersebut dibedakan atas kantor pos besar/umum.45 164.

Senin 23 Agustus 2010).BAB II Tabel II.Bis Surat Buah 93 0 0 48 47 Terpasang . Begitu juga dengan kunjungan wisatawan nusantara ke Provinsi Kalimantan Selatan selalu mengalami kenaikan.710 orang dan 25.2015 Page 102 .Loket tersedia Buah 44 34 0 32 0 .Masin Kandngan K.69 Jumlah Alat Produksi PT Pos Rayon Kalimantan Selatan Tahun 2008 KANTOR Uraian Satuan Amuntai B. hal ini dikarenakan mulai stabilnya kondisi keamanan. Pada Tahun 2008 wisatawan nusantara dari DKI Jakarta mencapai 179.Baru B. Selain itu juga banyaknya restoran/rumah makan sebanyak 316 buah.6 Fasilitas Restoran dan Penginapan Fasilitas restoran dan penginapan sangat berkenaan dengan tingkat wisatawan yang datang.54 2. Dari data yang tercatat hingga tahun 2009 terdapat hotel berbintang sebanyak 20 buah dan hotel melati 178 buah dengan tingkat pertumbuhan jumlah kamar hotel mencapai 20%. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .2.Loket terpakai Buah 27 31 0 14 15 Jangkauan Pelayanan Buah Kecamatan Layanan lokasi Buah transmigrasi Jangkauan Pelayanan Kel/Desa Jumlah desa Buah Jumlah jangkauan Buah % Jumlah 156 68 179 306 22 696 271 229 220 188 110 87 32 11 944 944 100 52 21 198 198 52.Baru Kelompok Kantor unit 33 27 54 19 23 Unit 19 15 7 13 14 Pos Bergerak Trayek 69 37 20 33 20 Terminal 75 54 23 78 76 Unit Layanan Pos buah 3 14 2 3 Jumlah Titik buah 113 104 179 143 157 Layanan Fasilitas Pos : .4.kotak pos Buah 0 0 0 141 130 . disusul dari daerah Kalimantan Tengah dan Jawa Timur masing-masing sebesar 45. toko cinderamata 198 buah dan biro perjalanan wisata 162 buah yang tersebar diseluruh daerah di Provinsi Kalimantan Selatan (Sumber : Mata Banua. pada 2004 sampai dengan tahun 2008 jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Provinsi Kalimantan Selatan terus mengalami kenaikan.66 0 0 576 576 100 19 7 239 239 67.834 orang.587 orang.kotak pos sewa Buah 78 0 0 46 105 -Tromolpos Buah 10 0 0 0 210 .32 23 8 314 314 100 126 47 2271 2271 88. Kebanyakan wisatawan mancanegara yang berkunjung tersebut berasal dari negara-negara di Benua Asia dan Eropa.

karena perusahaan tersebut telah dinyatak pailit oleh Peradilan yang berwenang. 2) Masalah sengketa perizinan pertambangan. Sengketa lahan juga seringkali terjadi antara tanah ulayat yang diklaim oleh masyarakat adat dengan tanah yang dimiliki atau dikuasai oleh perusahaan tertentu. 1) Masalah sengketa lahan akibat terjadinya tumpang tindih segel dan sertifikat tanah.4.3. bagaimana kondisi keamanan Kalimantan Selatan dalam mendukung investasi dan keberadaan dunia usaha. 2. Sementara berbagai problem yang dihadapi dalam menjamin keamanan dan ketertiban berinvestasi masih ada. Hal-hal tersebut adalah . Investasi & SDM 2. 3) Masalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dalam 10 tahun belakangan belum ada data yang menunjukkan terjadi suatu peristiwa gangguan keamanan yang menyebabkan ketidak amanan berinvestasi. pemerintah provinsi Kalimantan Selatan memiliki berbagai produk hukum untuk mendukung hal ini. Pertumbuhan Penaman Modal Asing selalu negatif kecuali pada 2008 yang tumbuh positif bahkan melonjak tinggi sebesar 1.1 Keamanan dan Ketertiban Keamanan dan ketertiban dalam konteks investasi dapat dilihat dari .4.3. Salah satunya adalah dengan diterbitkannya produk hukum yang menjdai dasar bagi terbentuknya Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) sebagai institusi yang secara khusus mengurusi investasi di Kalimantan Selatan. Hal ini terlihat dari tingkat pertumbuhan yang berbeda jauh setiap tahunnya.2. demontrasi besar-besaran.BAB II 2. Sengketa ini biasanya terjadi atas tumpang tindih izin pertambangan yang dikeluarkan oleh Bupati dan/atau Walikota berupa Kuasa Pertambangan.243%. Perkembangan Investasi Perkembangan Investasi PMA dan PMDN 4 tahun terakhir. Sedangkan dari aspek kondisi Kalimantan Selatan. sejauhmana regulasi di provinsi Kalimantan Selatan dapat menjamin kepastian investasi. sejauhmana penanganan berbagai aktivitas yang dapat menggangu investasi di Kalimantan Selatan. Terkait dengan regulasi terhadap investasi. Masalah PHK yang berlarut-larut dikarenakan ada perusahaan yang tidak dapat membayar pesangaon dan hak-hak karyawan lainnya. atau terjadi chaos akibat peristiwa politik tertentu. serta 3).3. khususnya industri pengolahan hasil hutan.2009 mengalami fluktuasi yang cukup tajam. seperti chaos pasca Pilkada seperti di daerah lain. walau kuantitasnya tidak terlalu besar. Disisi RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . 2). 4. seperti kerusuhan massal. 4) Terkait dengan beberapa persoalan tersebut. 2006 . 1). Jumlah PHK yang banyak terjadi dalam 5 tahun belakangan dilakukan oleh perusahaan-perusahaan industri di sektor Kehutanan. seringkali digelar aksi unjuk rasa oleh kelompok masyarakat tertentu yang hendak menuntut haknya.2015 Page 103 .

.60.000.1.090. Gambar II.000 76. Tabel II.994.2 .000 250.2% pada 2006 kemudian tumbuh negatif dari 2007 sampai dengan 2009.155.321.000.700 266.000.000 Sumber : BKPMD Prov Kalsel.-.28.70 Nilai dan Tingkat Pertumbuhan Investasi PMA dan PMDN di Kalsel Tahun 2006 – 2009 TAHUN 2006 2007 2008 PMA (US$) Realisasi 24.000 150.2009 Data R ealis as i In ves tas i 450.000.2015 Axis Title Page 104 .108.000.320 310.851.445.000 300.34.000 200.BAB II lain.58.123.. khususnya sub sektor Industri Kertas dengan nilai investasi Rp.000) Realisasi 407. Hal ini dapat dilihat pada grafik kdibawah ini.000 400.8 PMA 38.naik sekitar 2000% lebih dibanding dengan nilai investasi tahun 2007 yang hanya sebesar Rp.000.2 % Pertumbuhan PMDN 2009 146.meningkat sebesar 100 persen lebih dibanding tahun 2007 dengan nilai investasi sebesar Rp.7.870 23.000.938.59.490 .000. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Penanaman Modal Dalam Negeri sempat tumbuh positif 38. Sektor Jasa Lainnya mengalami penurunan nilai investasi yang cukup besar sebesar –23 persen lebih.650 191.17 Nilai Investasi PMA dan PMDN di Kalimantan Selatan 2006 .100.31.000 2006 2007 2008 2009 R ealis as i P MA R ealis as i P MDN Nilai Investasi Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) yang menonjol selama tahun 2008 berdasarkan sektor adalah sektor Industri.6 .000.000.243 .000 350. Nilai PMDN cenderung untuk terus menurun sedangkan PMA cenderung meningkat walaupun sangat fluktuatif.000 100.584.. 2010 (diolah kembali) Kecendrungan perkembangan PMA dan PMDN terlihat berbeda. Sektor Industri Makanan dan Minuman dengan nilai investasi Rp.233.8 .000.430.2 1.161.890.000 50.000.500.000.030 PMDN (Rp.500.52.2 ..

140.6 0 0 0 7. Sumberdaya Lahan Pertanian Kalimantan Selatan mempunyai sumber daya lahan rawa seluas 1.003 1. Makanan & Minuman 1.613 7.189 86 27 507 1.916 310 296 9.066.140 ha dan diperkirakan sekitar 342.3 persen dan sektor Industri Makanan dan Minuman yang tumbuh sekitar 9.1 0 (32) 13.155 17.1 persen sedangkan pada Proyek PMA tumbuh cukup baik berkisar 26 persen.359 9.4.314 9.792 35.387 ha (Dinas Tanaman Pangan Kalsel.naik sebesar 100 persen lebih dibanding tahun 2007 dengan nilai US$ 327.469 15.093 74.922 297 8. Tabel II.Pangan 143 143 143 Perkebunan 3.3.007 501 1.399 33. Potensi Investasi (SDA-Pertanian-Kehutanan dan Pertambangan) a.832 1. Mineral Non Logam 37 27 27 Perhotelan 515 508 505 Pengangkutan Industri Lainnya Jasa Lainnya 1.405 1.007 Pertambangan 535 578 442 Ind.458 14.332 Industri Kayu 180. 2002.3.793 JUMLAH 202. Kalimantan RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .BAB II Untuk Penanaman Modal ( PMA ) berdasarkan sektor yang menonjol adalah sektor Jasa Lainnya dengan nilai investasi sebesar US$ 756.380 1.868 Industri Kertas 256 256 256 Industri Kimia 2.1 % 2005 5 1 5 16 11 26 14 8 86 TK Asing 2006 4 1 5 39 11 23 10 8 101 2007 11 1 5 21 11 27 11 8 95 2008 5 1 5 21 11 27 11 8 89 Pertanian Tan.342 Sumber : BKPMD Prov Kalsel. Pada Proyek PMDN sektor yang memberikan kontribusi cukup tinggi dalam penyerapan tenaga kerja adalah sektor Pertambangan yaitu sebesar 13.4 0.71 Jumlah Tenaga Kerja Pada Proyek PMDN dan PMA Berdasarkan Sektor di Kalsel s/d Tahun 2008 Serapan Tenaga Kerja Proyek PMDN Sektor 2005 TK Indonesia 2006 2007 2008 35.405 73.960.028 7.5 persen dibanding dengan tahun sebelumnya (2007).3 9.978 Industri Barang Logam 75 75 86 Ind.560.442 -100 2.163 Peternakan 309 300 309 Perikanan 1.874 1.675. 2010 (diolah kembali) 2.5 (6) 16 2.. Pada Proyek PMA sektor yang penyerapan tenaga kerjanya tinggi adalah sektor Jasa Lainnya yaitu sebesar 94 persen dan Sektor Perkebunan dengan penyerapan tenaga kerja sebesar 81 persen dari tahun sebelumnya (2007) sebagaimana tabel dibawah.926 73.Serapan tenaga kerja pada Proyek PMDN berdasarkan sektor pertumbuhannya relatif kecil berkisar 0.2015 Page 105 .118 433 Kehutanan 10.

082 2. jagung. 2010 Peningkatan produksi beberapa komoditas tanaman pangan berkaitan dengan peningkatan produktivitas.904 47. kedelai sebesar 3. ubi kayu.2015 Page 106 . dan budidaya ikan sistem beje dan karamba (1) Potensi Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Produksi padi.875 8.955 36. kacang tanah menurun rata-rata sebesar 1.085 26. 2007).812 (2.817 15.222 (1.BAB II Selatan Dalam Angka.214 16. ubikayu sebesar 121.08%.322 119.953.74) 1.143 25.045 262.22%.87%.02% dan 8. Meskipun demikian lahan rawa sangat potensial dikembangkan karena didukung oleh ketersediaan lahan yang luas. 27.476 1. perkebunan dan kehutanan. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 KOMODITAS PADI JAGUNG KEDELAI KACANG TANAH KACANG HIJAU UBI KAYU UBI JALAR SAYURAN BUAH-BUAHAN 2005 1.957 95. 12.72 Produksi Komoditas Tanaman Pangan dan Hortikultura di Kalimantan Selatan 2005-2009 NO.750 77.24%.548 16.13 3. 5. M..838 (1.992 27.269 (58.838 ton.466 Produksi (Ton) 2006 2007 2008 1. ketersediaan air melimpah dan teknologi pertanian yang cukup tersedia (Noor.11.38 113. Pada tahun 2009.888 244. 2007).954.22 121.16). keadaan topografi yang datar.598 11. ubi jalar dan sayuran dalam kurun waktu 20052009 masing-masing meningkat rata-rata 3. 2003) sangat potensial untuk dikembangkan bagi kegiatan pertanian.14% dan sayuran 0.19%) masih berupa lahan tidur yang belum digarap (Anonim.335 31.548 1.158 304. Sementara komoditas kacang-kacangan dan buah-buahan mengalami penurunan. dan sisanya seluas 199.38%.759 18. 2003).835 48. jagung.625 ton.968 ton dan sayuran sebesar 264.598.840 1.48%.064 2. M.29% RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .625 5. produksi padi diperkirakan mencapai 1. 3.868 1. Model budidaya di lahan rawa yang telah di kembangkan seperti surjan.60% per tahun.389 117.138 2. Besarnya luasan lahan tidur tersebut disebabkan oleh adanya hambatan internal lahan rawa berupa sifat fisika.02 29.415 Perk 2009 rata-rata * (%/tahun) 4.956.060 3.968 50.26%.87) 15.529 82.429 261.60) Keterangan: *) angka sementara/perkiraan Sumber : Dinas Pertanian TPH. jagung sebesar 113. perikanan. ubi jalar sebesar 29.636. ubi kayu.284 58.904 23. Produktivitas padi.14 264. Perkembangan produksi komoditas tanaman pangan dan hortikultura disajikan pada Tabel II.118 ha.793 1.K. Pemanfaatan lahan rawa baru sekitar 143.166 1.812 ton.283 100. 2.48 1. kimia.74% dan buahbuahan sebesar 2.897 ton. ubi jalar dan sayuran terus mengalami peningkatan masing-masing meningkat rata-rata per tahun sebesar 4. kacang hijau sebesar 1. agroforestri.72 Tabel II.956. sawah/tabukan.054 55. dan tata air yang kurang mendukung kegiatan usaha tani (Harun.992 ton gkg.897 10. luas tanam dan luas panen (Gambar II.298 57. kedelai.14%.

05 11.78) 11.38 (0.40 0.73 107.69 ku/ha dan sayuran sebesar 48.57 (0.76 133. 2010 Gambar II.26 11.16 3. Produktivitas.17 62.20 45.62 11.16 ku/ha gkg.38 38. produktivitas padi diperkirakan mencapai 40.87 Keterangan : *) angka sementara/perkiraan Sumber: .24 10.52% dibanding rata-rata produktivitas Nasional.41 11.26 11.20 10.14 48.60 101.50 170.24 114.71 11.10 189. Produktivitas tanaman pangan dan hortikultura Kalimantan Selatan disajikan pada Tabel II.99 146. pada umumnya produktivitas tanaman pangan Kalimantan Selatan masih dibawah produktivitas Nasional.70 62.73 ku/ha.87 10.32 136.50 11.00 2.73 Produktivitas Komoditas Tanaman Pangan dan Hortikultura di Kalimantan Selatan 2005-2009 NO.40 150. Luas Tanam dan Luas Panen Padi di Kalimantan Selatan 2005/2009 Meskipun produktivitas beberapa komoditas tanaman pangan meningkat. ubikayu sebesar 148.17 115.39 47.10 99.11 47.47 10.63 10. ubi jalar sebesar 114.73 12. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 KOMODITAS PADI JAGUNG KEDELAI KACANG TANAH KACANG HIJAU UBI KAYU UBI JALAR SAYURAN BUAH-BUAHAN 2005 34.52 34.34 11.08 49.10 Produktivitas (Ku/Ha) 2006 2007 2008 35.BAB II per tahun.63 38.20 8.18 142. jagung sebesar 49.69 3.03% dan 89.18 Produksi.90 Perk 2009* rata-rata (%/tahun) 40.40 ku/ha.80 57. Perbandingan RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .73 Tabel II.70) 148. namun bila dibandingkan dengan tingkat produktivitas tanaman panganNasional.29 215.79 30.2015 Page 107 .97 0.70 149.00 ku/ha.83 12. Produktivitas padi dan jagung masing-masing baru mencapai 76. Pada tahun 2009. Dinas Pertanian TPH.

306 520.71% per tahun.99 95.852 2.04 2. 3.32 Keterangan: *) angka sementara/perkiraan Sumber: Dinas Pertanian TPH.BAB II produktivitas tanaman pangan Kalimantan Selatan dan Nasional disajikan pada Tabel II.73 11.562 8. ubikayu seluas 6.47%.91 13.34 110.134 13.841 ha.627 2. komoditas Padi Jagung Kedelai Kacang Tanah Kacang Hijau Ubi Kayu Ubi Jalar Produktivitas (Ku/Ha) Nasional Kalsel 49.69 40.294 Luas Tanam (Ha) 2006 2007 2008 488.250 522. 16.174 14. kedelai.459 7.669 ha.69 Indeks (%) 80.84 79.38%.786 1.92%.75 Luas Tanam Komoditas Tanaman Pangan di Kalimantan Selatan 2005-2009 NO.74 Tabel II. 9. ubi kayu.97 10.91%.083 15.591 14.182 2.938 ha.04% per tahun.70%. jagung.756 ha.23% dan 2. 0.705 2.917 ha. 4. 10.38 148 114.569 24.017 2. dan 4.06% dan 7. kedelai seluas 3.666 hadan sayuran seluas 10.917 3.582 ha.547 1. 2.61 Keterangan: Produktivitas Padi dan Palawija (ARAM III 2009) Luas tanam padi.39%.247 23. 2.015 3. Pada tahun 2009.27 12.560 ha.1 13.320 Perk 2009* rata-rata (%/tahun) 506. ubi jalar seluas 2. Sedangkan luas panen kacang tanah.560 2.39 3. kedelai seluas 3. 7. kacang hijau dan buah-buahan masing-masing menurun rata-rata sebesar 1. 6.15%.2015 Page 108 .546 1.697 21.841 1. 3.289 23. Luas tanam tanaman pangan Kalimantan Selatan disajikan pada Tabel II. ubikayu seluas 8.417 (3.83 186.77% RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . ubi jalar seluas 2.23) 1.664 4. Pada tahun 2009. ubi kayu.47 10. ubi jalar dan sayuran dalam kurun waktu 2005-2009 masing-masing meningkat rata-rata 1.32% per tahun. jagung seluas 26. luas tanam padi diperkirakan mencapai 506.16 49.684 5.417 7.038 2. Sedangkan luas tanam kacang tanah dan kacang hijau masing-masing menurun rata-rata sebesar 0. 1.71 42.57 11. 1 2 3 4 5 6 7 KOMODITAS PADI JAGUNG KEDELAI KACANG TANAH KACANG HIJAU UBI KAYU UBI JALAR 2005 479.938 16.15 26. 5. 13.74 Perbandingan Produktivitas Tanaman Pangan Nasional dan Kalimantan Selatan 2009 No. jagung.35%.17) 6. jagung seluas 23.79 118. 2010 Luas panen padi. luas panen padi diperkirakan mencapai 498.75 Tabel II.12 87.664 ha.388 (0.296 1.501 ha.544 2.19 95.42 103.643 ha. dan ubi jalar dalam kurun waktu 2005-2009 masing-masing meningkat rata-rata 1. kedelai.

28 68.03 2.159.417 7.669.068. Luas panen tanaman pangan dan hortikultura Kalimantan Selatan disajikan pada Tabel II.319 17. beras.87 13.86 17.2015 Page 109 .705.642 1.35 3.76 Luas Tanam Komoditas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Kalimantan Selatan 2005-2009 NO.894.669 10.205 8.427 Luas panen (Ha) 2006 2007 2008 462.59 2.16 16.975.591.123 2.502 50. gizi seimbang dan terjangkau oleh seluruh masyarakat.96 1.881 16. Ketersediaan bahan pangan dan kebutuhan pangan Kalimantan Selatan pada tahun 2009 disajikan pada Tabel II.563 (0.71 12.806 9.62 124.130.399 1. 2010 Produksi tanaman pangan akan mendukung ketersediaan bahan pangan.417 7.714.582 13.645 139.836 97.680 265.14 14. jagung. seperti padi.59 13.769.95% per tahun.738.90 51.525.13 50.096 95 175. sedangkan kedelai.307 (7.600.68 18.480. ubi kayu.595 2.643 1.326 4. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 KOMODITAS PADI JAGUNG KEDELAI KACANG TANAH KACANG HIJAU UBI KAYU UBI JALAR SAYURAN BUAH-BUAHAN 2005 459.806 3. seperti daging.83 23.578 20.569 (1.482 6.559.978. 1.247.97 136.766.115 14.260 13.271.50 581.918. ubi jalar.767.241 20. telur dan ikan tergolong surplus.116 1.157.953 42. dan buah-buahan tergolong surplus.994 13.90 -51.978.83 47.144.756 9.691 2.846 507.77) 8.19 31.23 -207. kacang tanah.948.50 690.089.626 5.76 Tabel II. sedangkan ketersediaan susu tergolong minus.716.70 23.95 34.036 47.767.869 16.BAB II dan 7. Ketersediaan komoditas pangan hewani pada tahun 2009.77 Ketersediaan Dan Kebutuhan Bahan Kalimantan Selatan Tahun 2009 Komoditi I.570.21 62.843 14. Ketersediaan beberapa komoditas bahan pangan nabati pada tahun 2009.999. 12 13 14 15 Pangan Nabati (Ton) Padi Beras Jagung Kedelai Kacang Tanah Ubi Kayu Ubi Jalar Sayur-sayuran Buah-buahan Minyak Sawit Gula Pangan Hewani (Kg) Daging Telur Susu Ikan Tahun 2009 Ketersediaan Kebutuhan Perimbangan 854.301 Perk 2009* rata-rata (%/tahun) 498.43 149.517 1.23 Keterangan surplus surplus surplus minus surplus surplus surplus minus surplus minus minus surplus surplus minus surplus 2.73 Sumber: BKP Prov.100.501 7.012.161 1.92 2.319.84 -12.053. sayuran.139 1.840 1.602 2.47) 1. Kal-Sel.672 505.28 196.911.06 10.503 8.09 50. 2010 RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .52 -18.853 2.093 31.235.042 22.050 8.65 301. Ketahanan pangan akan dicapai apabila terpenuhinya kebutuhan pangan yang cukup.541 15.241 15.95) Keterangan: *) angka sementara/perkiraan Sumber: Dinas Pertanian TPH.900 15. minyak sawit dan gula ketersediaan tergolong minus.57 -107.666 2.77 Tabel II. 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 II.

09 3 Jagung -59.94 8 Sayur-sayuran -108.144.78 Tabel II.51 Ket I. jagung.97 136.2015 Page 110 . RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .03 104.87 2 Beras 555. dan diperlukan pergudangan yang refresentatif untuk menampung kelebihan bahan pangan sehingga kualitas tetap terjaga. Rendahnya produktivitas tersebut sangat disayangkan karena apabila komoditas beras menjadi salah satu komoditas yang masuk dalam katalog AFTA ASEAN yang kena kebijakan penghapusan tarif impor beras.01 7 Ubi Jalar 5. Produk tanaman pangan dan hortikultura Kalimantan Selatan sebagian besar belum mempunyai daya saing yang kuat.58 11 Gula -50.90 -51.77% dibandingkan surplus padi pada tahun 2008.50 4 Kedelai -12. Kalimantan selatan potensial mempertahankan swasembada pangan terutama beras sehingga dapat menjadi lumbung beras atau penyangga beras nasional.03% dan 104.83 Persentase Thd 2008 105. Pangan Nabati 1.669.247.11 98.696. beras.BAB II Padi atau beras merupakan bahan pangan pokok. Padi 813. Dengan demikian.767.997.77 157.089. Ketersediaan padi.84 -12.600.48 113. Sehingga dengan hasil usaha tani demikian produk pertanian Kalimantan Selatan kalau tidak segera dibenahi akan sulit bersaing pada era perdagangan bebas sekarang ini.57 -107. ubi jalar dan buah-buahan mengalami surplus meningkat.559.36 266.50 10 Minyak Sawit -18.82 100.729.545. Pada tahun 2009. Kal-Sel.32 101.929. Perbandingan perimbangan ketersediaan bahan pangan Kalimantan Selatan tahun 2008 dan 2009 disajikan pada Tabel II.86 93. ubi kayu.319.51 101.22 6 Ubi Kayu 111.59 13. ubi kayu.14 14. ubi jalar dan buah-buahan membutuhkan suatu kebijakan untuk menghindari jatuhnya harga bahan pangan yang mengakibatkan petani rugi.28 196.78 Perbandingan Perimbangan Ketersediaan Pangan Kalimantan Selatan Tahun 2008 dan 2009 Komoditi Perimbangan (Ton) Tahun 2008 Tahun 2009 854.130.247.77 Sumber : BKP Prov.52 -18. surplus padi dan beras mengalami peningkatan masing-masing sebesar 105.262. tentunya persaingan perdagangan beras dari kompetitor-kompetitor produsen beras seperti Thailand dan Vietnam akan semakin tidak sehat dan semakin memperpuruk kondisi kesejahteraan petani padi kita. jagung. kacang tanah. karena mutu yang belum memenuhi standar dan belum adanya jaminan suplai / produksi yang kontinyu. 2010 Surplus Meningkat Surplus Meningkat Surplus Meningkat Minus Menurun Surplus Meningkat Surplus Meningkat Surplus Meningkat Minus Menurun Surplus Meningkat Minus Meningkat Minus Meningkat Surplus bahan pangan seperti padi/beras. kacang.42 9 Buah-buahan 173.588.139.92 122.50 581.95 34.353.978.741.72 5 Kacang Tanah 13.480.

Kalsel.80 Luas Areal Perkebunan di Kalimantan Selatan 2005-2009 Pola Pengusahaan Luas Tahun PR PBN PBS Ha Pertmb% 2005 261.282 573.539 ton/ha.070 4. Kalsel.482 Ha (43.098 9.539 -6.80 Tabel II.46 2007 289.293 17. meliputi Perkebuan Rakyat (PR) 308.938 694. PBN dan PBS pada tahun 2005 sempat menurun 6.937 243.o98 ton/ha.08%).58%).352 9.085 11.666 507.088 15.839 417.988 8.130 530.878 7.764 9.113 333.34%).410 Ha (3.296 19.608 13.731 19.623 1.410 253. Perkebunan Besar Negara (PBN) 19.49% per tahun.79 Tabel II.482 581.29 Rata-rata pertumbuhan produksi per tahun (1999-2009) 22.126 530.196 18.685 349. dan Perkebunan Besar Swasta 253.592 27.402 0.085 ton/ha dan 694. yaitu ratarata 6.334 568. 2010 RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .476 376.76 dan Gambar II.08 2007 207.744 222.03 2006 274.49 No 1 2 3 4 5 Keterangan: *) angka sementara/perkiraan PR = Perkebunan Rakyat PBN = Perkebunan Besar Negara PBS = Perkebunan Besar Swasta Sumber : Dinas Perkebunan Prov.. Perkembangan produksi komoditas tanaman perkebunan Kalimantan Selatan disajikan pada Tabel II.731 Ha (53.BAB II (2) Potensi Perkebunan Produksi tanaman perkebunan dengan pola pengusahaan PR. 635.08 2008 245.05 2006 188.951 215.33 Rata-rata pertumbuhan luas kebun per tahun 6.74 Sumber : Dinas Perkebunan Prov. Secara keseluruhan pertumbuhan luas kebun dari tahun 2005–2009 mengalami peningkatan.340 407.576 155.001 635. 568.64 2009* 271.878 ton/ha.910 17.410 250.29 2009* 308.05% dari tahun sebelumnya dengan produksi 417.859 11.623 Ha.738 432.820 14. Perkembangan luas areal perkebunan disajikan pada Tabel II. tetapi pada tahun 2006-2009 produksi meningkat berturut-turut sebesar 530.2015 Page 111 .36 2008 304.592 ton/ha. 2010*) angka sementara/perkiraan PR = Perkebunan Rakyat PBN = Perkebunan Besar Negara PBS = Perkebunan Besar Swasta No 1 2 3 4 5 Luas perkebunan Kalimantan selatan mencapai 581.79 Produksi Perkebunan di Kalimantan Selatan 2005-2009 Pola Pengusahaan Produksi Tahun PR PBN PBS Ton/Thn Pertmb % 2005 163.

002.04 2007 Luas (Ha) 192.64 5. kelapa dalam.46 2008 Luas (Ha) 206.64 631.61 6.47 490.832 481 1.77 1.02 (TBS) 67. Produksi dan luas areal perkebunan karet.780 546 1. 00 (inti sawit) 2.BAB II Gambar II.304 790 2.676 495 234 2. lada. 178.92 1.01 (CPO) 5. cengkeh.30 2.47 142.018.00 2.68 317.83 30.990 214.057 2.626 1.190.981.701 1.00 512.12 6.142 47.666.82 252.768.287.267.815.799 48. 9. Tabel II.75 397.79 97.277.00 5.34 58.06 30.77 (CPO) 257. kelapa hibrida dan kelapa sawit disajikan pada Gambar II.778.313 Produksi (ton) 101.42 116.85 3.071.704 586 Sumber Dinas Perkebunan Prov.810.77 75.974 Produksi (ton) 121.288.869.354 4.720. Kalsel.00 251.79 3. 2.145. 3.152 358 6.30 341. 17.00 4.00 1. kopi.2015 Page 112 .120 2.532.40 381.123.37 52. 13. 10.549. 12.00 358.526.01 (TBS) 80.896 1.568.704.928 1.545 672.50 1. 7.899 47. 6.08 9.00 586.619 750 - 2.14 2.00 4.78 243.348 4.284 4.053 2.581.870 2.00 2.983.92 1.278.252.89 337.312.602.369.39 1.656.587. kelapa sawit. 14. kakao dan sagu. Komoditi Karet Kelapa Dalam Kelapa Hibrida Kelapa Sawit 2005 Luas (Ha) 171.288.152.57 71.119.18 dan Gambar II.81 1.07 71.08 8.72 669.585.00 1.75 376.233 5.774.696.936 2.661 1.09 (CPO) 87.19 Luas Perkebunan di Kalimantan Selatan 2005 -2009 Komoditas perkebunan Kalimantan Selatan antara lain adalah karet.81 Luas Areal Perkebunan di Kalimantan Selatan 2005 – 2008 No 1.28 1. 8.874 499 991 514 - 2.024 5.994 1.79 3.707. kayu manis. Kopi Cengkeh Lada Kayu Manis Kemiri Pinang Kakao Kapuk Jambu Mente Aren Jahe Sagu Purun 7.36 338.41 584.312.004.18 31.26 494.199 47.81 Tabel II.540 Produksi (ton) 105. 2010 RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . kelapa.13 54.229.354.41 30.451 307.71 2006 Luas (Ha) 183. 11.77 Memperlihatkan perkembangan luas dan produksi beberapa komoditas perkebunan dalam kurun waktu 2005-2008.32 (CPO) 4.17 3.497.62 58.901. 15.136.61 (TBS) 74.862 332.99 3.48 669.00 475.898 448 219 2.67 71.79 98.78 2.41 7.783 1. 16.00 7.63 100.89 3.967 Produksi (ton) 113.461 356.32 584.00 2.67 1.630.808.91 460.

608. 3. jika dibandingkan dengan kondisi tahun 2007 pada tahun 2008 terjadi penurunan sampai 59.02 ton per tahun. Terjadi peningkatan produksi pada komoditi karet. kelapa dalam dan kelapa sawit.12 ton per tahun.43%.43%.08%.760. hal ini dikarenakan oleh menurunnya luas lahan penanaman kelapa hibrida sebanyak 3. kelapa dalam 30. komoditas karet.38%.BAB II Dari seluruh komoditas perkebunan yang ada.20 Produksi Beberapa Komoditas Perkebunan di Kalimantan Selatan 2005-2008 Gambar II. Kelapa dalam cukup banyak diusahakan oleh rakyat dengan luas kebun kelapa dalam mencapai 48. Peningkatan produksi ini sudah seharusnya terjadi terkait dengan peningkatan luas lahan tiap tahunnya.556.49 ton per tahun.032 Ha pada tahun 2009 yang seluruhnya diusahakan oleh perkebunan rakyat. kelapa sawit dan kelapa dalam. kelapa sawit dan kelapa dalam merupakan komoditas yang dominan yang dikembangkan.2015 Page 113 .23% dan 7. peningkatan rata-rata komoditi karet adalah 110.21 Luas Areal Beberapa Komoditas Perkebunan di Kalimantan Selatan 2005 -2008 RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . dan kelapa sawit 302. terjadi penurunan produksi yang sangat menyolok pada komoditi kelapa hibrida pada tahun 2008. Gambar II. komoditas yang merupakan andalan Provinsi Kalimantan Selatan adalah karet dan kelapa sawit. Namun. Hasil analisis menunjukan bahwa ada trend peningkatan produksi untuk komoditas utama perkebunan Kalimantan Selatan seperti karet. Jika dibandingkan produksi tahun 2007 dengan tahun 2008 terjadi peningkatan pada masing-masing 7.

dari 16.057 KK dari 900.BAB II Jumlah rumah tangga (2008) yang melakukan usaha tani perkebunan : 407. permintaan terhadap komoditi olahan karet tidak didukung oleh hasil olahan rakyat. Namun. Komoditas andalan Kalsel (karet dan kelapa sawit) merupakan komoditas yang prospektif. karena selain ketersediaan yang cukup besar dan mutu hasil olahan dari industri telah sesuai SNI juga berdasarkan hasil kajian bisnis karet dan kelapa sawit internasional menunjukan adanya trend konsumsi yang meningkat pada komoditas karet dan kelapa sawit. Tercatat tahun 2002 (Oil World. dan klon yang digunakan 85% masih klon GT I yg sdh mengalami degenerative dan pernah terserang jamur akar putih (JAP) dan kering alur sadap (KAS) pada tanaman karet produktif. 2002) pangsa konsumsi kelapa sawit dunia mencapai 19. (3) Potensi Peternakan Perkembangan populasi ternak di Kalimantan Selatan pada empat tahun terakhir (2006-2009) mengalami pertumbuhan rata-rata 2. sehingga perlu dilakukan peremajaan tanaman perkebunan dan peningkatan produktivitas dan antisipasi terhadap serangan hama pada tanaman produktif. Demikian pula kelapa sawit yang produk utamanya CPO dan mempunyai multi fungsi dalam menghasilkan derivative produk. Permintaan kelapa sawit dunia terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan konsumen minyak kelapa sawit.2015 Page 114 .74%. Hal ini berarti peluang bagi Indonesia termasuk Kalsel untuk meningkatkan produksi karet dan kelapa sawit melalui program pengembangan masih cukup besar.5 juta ton pada 2012-2016.1 juta ton akan meningkat menjadi 22. Pertumbuhan ternak sapi perah juga negatif karena masyarakat belum terampil dalam memeliharanya. namun karena kondisi tanaman karet Kalimantan Selatan sudah tua/rusak yang mencapai 30%.20% dari jumlah seluruh KK di Kalimantan Selatan.82 dan Gambar II. Perkembangan jumlah populasi ternak di Kalimantan Selatan disajikan pada Tabel II. Sumberdaya lahan perkebunan masih luas dan memungkinkan untuk pengembangan tanaman lebih luas lagi.5 juta ton pada tahun 2016 (Outlook for Elastomer 2008/2009).22 RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Pada umumnya ternakternak yang berkembang secara alami dan kurang mendapat perhatian dari pemerintah yang mengalami pertumbuhan negatif seperti kuda dan babi.603 KK Kalsel atau 45. Permintaan karet diprediksi terus meningkat.5 juta ton pada tahun 2011 menjadi 21. karena hasil analisis data menunjukkan mutu karet olahan rakyat di Kalimantan Selatan masih perlu ditingkatkan.

873 111.232 2.494 3.137.258 6 Domba 374 3.128 21.791 5.2015 Page 115 .83 RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .53%.721 2. Jenis Ternak (ekor) 1 Sapi Potong 193.919 4.12 2. 2010*)angka sementara Pertumbuhan (%) 4.733 118.55 1.03 (7.971 44.09 13.00) 4.813 28.065 2 Sapi Perah 133 135 124 96 3 Kerbau 41. Pertumbuhan terbesar terjadi pada kuda.487.452 Rata-rata Pertumbuhan Sumber : Dinas Peternakan Prov.984. Pertumbuhan terbesar pada ternak kuda karena kondisi kuda sekarang sudah tua dan masyarakat sudah mulai tidak memanfaatkan lagi sebagai tenaga kerja sehingga banyak terjadi pemotongan. yaitu sebesar 13.65 6.020 11.383. Perkembangan produksi daging Kalimantan Selatan disajikan pada Tabel II.643.79 13.714 8 Ayam Buras 9.860.216.603 4 Kuda 752 737 624 601 5 Kambing 107.47%.49 (7.916 2.176 4.00 (9.441 11 Itik 3.462 3.534.74 Gambar II.82 Jumlah Populasi Ternak di Kalimantan Selatan 2006 – 2009 Tahun 2006 2007 2008 2009* No. Produksi daging ayam ras petelur juga cukup tinggi karena adanya penggantian ayam ras petelur yang sudah memasuki ternak masa afkir.202 12.911.052 Ayam Ras 9 Petelur 1.240 123.22 Populasi Ternak Besar di Kalimantan Selatan 2004-2009 Produksi daging selama empat tahun terakhir (2006-2009) mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi.581 7 Babi 7.037 210.771.274 12. Kalsel.436 7.659.508 19.096 43.394 Ayam 10 Ras`Pedaging 20.914.002 3.435 43.920 202.665. yaitu 262.BAB II Tabel II.983.158.472 5.78) 9.624.74) 2.633 218.

823. sedangkan ayam buras hanya 15.605 14.04 16.22 RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .468 42.884 91.96 262.742.142 2.84 Produksi Telur di Kalimantan Selatan 2006-2009 Tahun 2006 2007 2008 (kg) 3.124 Pertumbuhan (%) 4.157.185.116 6.723 286.793 Ayam Buras Ayam Ras 2 Petelur 13.750.310 28.933 4.83 Produksi Daging di Kalimantan Selatan 2006-2009 Tahun 2006 2007 2008 (kg) 6.613.84 persen hal ini karena ayam ras petelur dikelola oleh swasta dengan sistem pemeliharaan yang intensif.196.796.646 1.2015 Page 116 .71 20.689.242 13.318 3 Itik 15.120 5.200 4.47 Sapi Potong Kerbau Kuda Kambing Domba Babi Ayam Buras Ayam Ras 8 Petelur 243. Kalsel.597.58 13.475.877.649.216 1.393 5.052 10 Itik 1.63 14.024.335 25.394 117.473 866.424 4.175 969.651 No.303 640. Hal ini diduga akibat peternak sudah berhasil menanggulangi penyakit ND (New Castle Diseases) yang selalu menyerang setiap musim pancaroba.016.296.970 Rata-rata Pertumbuhan Keterangan: *) Angka sementara Sumber Dinas Peternakan Prov.741 34.692 74.128.303 1.659 34.692 1.56 (19.582.77 7.887 418.BAB II Tabel II.945.949. Pertumbuhan produksi telur dari unggas lain yang diusahakan peternak kecil juga mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi.936 18.13 19.742 16.197 37.162.693 1.651 317. Pertumbuhan terbesar terjadi pada ayam ras petelur (37.562.53 17.552.230.84 19.585 Rata-rata Pertumbuhan Keterangan: *) angka sementara Sumber : Dinas Peternakan Prov. 1 Jenis Ternak 2009* 5.22 persen. 2010 Produksi telur selama empat tahun terakhir (2006-2009) mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi.567.738 26.179.494.318 906.077 No 1 2 3 4 5 6 7 Jenis Ternak 2009* 6.679 17. Kalsel.649 4.65 17. Pertumbuhan produksi telur di Kalimantan selatan disajikan pada Tabel II.755.12) 90.717 4.84 Tabel II.633 Ayam 9 Ras`Pedaging 21.080 1.898 16.942 454.819 1.917 26.71 persen). 2010 Pertumbuh an (%) 15.484.092 5.908 181.892.461.39) (5. yaitu sebesar 19.

304. Potensi yang dimiliki dibanding potensi nasional disajikan pada Tabel II. yaitu sebesar -21.451 No.000 Ha 1.776 Ha 526.BAB II Produksi susu selama lima tahun terakhir (2006-2009) mengalami pertumbuhan yang negatif.51) Sumber: Dinas Peternakan Prov. Produksi susu segar di kalimantan Selatan disajikan pada Tabel II.5 4.330 km. Produksi turun karena jumlah sapi perah yang laktasi berkurang dan keterampilan peternak dalam memelihara masih kurang. tahun 2008 meningkat 4.17 persen.400 ha.000.51%. 1 Pertumbuhan (%) (21.000 Ha Persentase 1.000 Ha 6.87 RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . 2010 Produksi dari sektor perikanan cukup berfluktuasi.181 Km 20.672 309.000.1 Sumber : Dinas Perikanan Prov. dari periode tahun 2006 sampai tahun 2009. Hal ini karena produksi yang semakin turun. tambak seluas 53. kolam seluas 2. produksi tertinggi terjadi pada tahun 2006 yaitu mencapai 186.44 persen dan tahun 2009 kembali mengalami penurunan 1.86 Potensi Kawasan Perikanan Di Kalimantan Selatan Uraian Garis Pantai Perairan Umum Kolam Tambak Sawah Potensi Kalsel 1.173.400 Ha 53.4 ton kemudian mengalami penurunan sebesar 6.4 4. Produksi perikanan di Kalimantan Selatan disajikan pada Tabel II.382 Ha 3.2015 Page 117 . 2010 (4) Potensi Perikanan Potensi Kawasan Perikanan Kalimantan Selatan meliputi garis pantai sepanjang 1.86 Tabel II.139.85 Tabel II.224.000 Ha 2. Kalsel.ha.3 0. Kalsel.382 ha dan sawah 3.752 ha.557 185.9 0.85 Produksi Susu Segar di Kalimantan Selatan Tahun 2006-2009 Tahun 2006 2007 2008 2009 Jenis Ternak (liter) Sapi Perah 292. perairan umum seluas 1.734 129.01 persen.330 Km 1.752 Ha Potensi Nasional 95.000.

Barito Tengah.108.0 5.143.3 423.0 5. kritis 500.727. mengalir ratusan sungai yang menuju ke segala penjuru wilayah Kalimantan Selatan. perikanan. Pengairan teknis/irigasi Riam Kanan sebagai SDA buatan bagi banyak kepentingan pengguna atau pemakai air seperti bahan baku air minum. JENIS USAHA Perikanan Laut Budidaya Per.9 53. Sampanahan.654 2009 102. Martapura. Noor sejak 1972 dan bahan baku pembuatan air mineral kemasan. Tapin. di mana sebagian besar kebutuhan masyarakat sangat bergantung. Oleh karena fungsinya yang sangat vital.622. Barito Hilir.7 4.552. perikanan.064. 7. 3. Tabalong Kanan.9 49. Kalsel.562. Balangan. Batang Alai.3 174. sangat kritis 55. Dari kawasan Pegunungan Meratus.7 6.01 46. juga dimanfaatkan sebagai energi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Ir.540. Riam Kiwa.681.6 3.4 2007 98. WS Cengal Batulicin dan WS Pulau Laut yang mempunyai beberapa sub-wilayah sungai antara lain Luang. Amandit.1 4.8 2. 5.5 3.735.664. Danau Panggang.420. Bahalayung.17 2008 106. dan pertanian.Laut Perairan Umum Budidaya Air Payau Budidaya Air Tawar Budidaya Keramba Budidaya Sawah Budidaya Jaring Apung Budidaya Net Tancap JUMLAH Perkembangan (%) Sumber : Dinas Perikanan Prov.6 4.269 b. 2010 2006 121. 2.6 6.210 231 586 5 180.815.0 8.2 596.174 11.148. Tabalong Kiri.5 5.494.730 -1. kegiatan pertanian. Kondisi DAS dan beberapa Sub-DAS tersebut saat ini berada dalam keadaan agak kritis seluas 1.BAB II Tabel II. 9. 6.3 3.0 49.951. 4.905 ha akibat buruknya RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . 8.713.7 -6. maka Sub DAS Riam Kanan ditetapkan sebagai Catchment Area super Prioritas.7 186.0 7.9 265.44 3.2 505.2 113. dan Riam Kanan.7 263.2 182.112 ha.3 5.078 ha. Sumberdaya Perairan Keberadaan sungai di Kalimantan Selatan terhimpun dalam tiga satuan wilayah sungai yaitu wilayah sungai (WS) Barito.918.2015 Page 118 .976. transportasi air.87 Potensi Kawasan Perikanan di Kalimantan Selatan 2006-2009 NO 1.3 3. Kawasan sub DAS Riam Kanan selain dimanfaatkan untuk pemukiman 13 desa.027.304. seperti kebutuhan akan air besih. Pangeran M.573. perikanan (keramba dan kolam ikan) bergantung pada pasokan air sungai tersebut.

952.12 20. antara lain rotan.779.72 2007 26. hutan lindung (526. IPK (Ijin Pemungutan Kayu). H.44 244.302.88 Jumlah Produksi Kayu Bulat (Dalam Meter Kubik) Kalimantan Selatan 2002-2009 Tahun 2005 46. dan sarang burung.234.425 ha). Produksi kayu bulat yang berasal dari hutan ada kecenderungan menurun dari tahun ke tahun Produksi kayu bulat dihasilkan oleh HPH/IUPHHK.033. hutan produksi terbatas (126.587.994.89 74.BAB II pengelolaan lingkungan seperti timber extraction (penambangan kayu).29 406.83 120.537.Ditjen Bina Produksi Kehutanan dalam Statistik kehutanan 2010 Selain kayu bulat hutan juga memproduksi hasil hutan non kayu.38 28.64 1. reklamasi dan restorasi lahan terdegradasi.461. Luas kawasan hutan berdasarkan penggunaannya pada tahun 2008 diperuntukkan menjadi Hak Pengusahaan Hutan (HPH) sekarang IUPHHK (Ijin Usaha Pengelolaan Hasil Hutan Kayu) seluas 291. madu.6841 ha .780 ha.745. pertambangan yang tidak ramah lingkungan dan rendahnya keberhasilan rehabilitasi.863.188 ha).290. Hak Guna Usaha (HGU) seluas 84.698.481.660 ha).175. dan Ijin Pemungutan Kayu Tanaman Masyarakat (IPKTM).86 33.15 563. HPHTI (Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri).42 329.24 2008 23.2015 Page 119 .51 162. untuk lebih jelas perkembangan jumlah produksi kayu bulat di Kalimantan Selatan disajikan pada Tabel II.63 6. c.85 25. 435/Menhut-II/2009 seluas 1.93 2006 5.12 155. dan pertambangan sebesar 658. sirap.37 11.786.441.424).88 Tabel II.55 84. Data produksi hasil hutan non kayu disajikan dalam Tabel II.478.87 RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Kawasan hutan tersebut dibagi berdasarkan fungsinya. dan hutan lindung (151.982 ha. yaitu kawasan suaka alam atau kawasan pelestarian alam (213. hutan produksi(762.820.285 ha).743 ha. Banjarbaru. Kekritisan DAS berarti kekeritisan sumber daya air baik secara kualitas maupun kuantitasnya.77 327.967 ha.933.68 276.956.40.048. Sumberdaya Hutan Data terbaru luas hutan di Kalimantan Selatan didasarkan SK Menhut No.38 396.38 2009 37. Dinas Kehutanan Propinsi Kalimantan Selatan.907.112.248.317. Hutan Tanaman Industri (HTI) sebesar 383.85 123.46 Penghasil HPH IPK HPHTI IPKTM Jumlah Sumber : Data dan Fakta Pembangunan Kehutanan di Kalimantan Selatan.

Tahun 2003 lahan yang tidak kritis di Kalimantan Selatan mencapai 605.587 110. Kal-Sel.158 5. Tabel II.550 674 502.494 54.522 26. Luas areal yang direhabilitasi setiap tahun berdasarkan jenis kegiatan masing-masing disajikan pada Tabel II.603 43.249 50.571 192.651 28.00 2008 58 122 2009 13.405 7.065 75 2007 4.274 35.694 110.468 780 605.250 5.60 1650 3. Tabel II.438 65.155 52.2 237.839 120.200 68.712 2.89 RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .275 2.198 49.953 41.741 147.060 121.351.901 7.237 76.930 48. H.169 ha. terjadi peningkatan lahan kritis rata-rata seluas 40. Sementara lahan kritis pada tahun 2003 seluas 556. 2010.BAB II Tabel II.140. Dishut Prov.297 30.93 0 72.443.42 403.045 217.931 4.00 36.991 ha/tahun.000 181 Sumber : Data dan Fakta Pembangunan Kehutanan di Kal-Sel.436 36.60 1.587 ha.043 1 Tabalong 2 Hulu Sungai Utara 3 Balangan 4 Hulu Sungai Tengah 5 Hulu Sungai Selatan 6 Tapin 7 Banjar 8 Banjarbaru 9 Barito Kuala 10 Tanah Laut 11 Tanah Bumbu 12 Kotabaru 13 Banjarmasin JUMLAH Sumber: BPDAS Barito Tahun 2005 dan 2009 Lahan kritis yang meluas setiap tahun seyogyanya harus dilakukan rehabilitasi hutan dan lahan.000 121.348 41.2 2006 125.634 180. Realisasi rehabilitasi hutan dari tahun ke tahun cenderung menurun padahal luas lahan kritis semakin meningkat.229 946. sedangkan tahun 2008 menjadi 761.705.200 2. hutan menjadi kritis.268 71.334 57.159 9.084 2008 56.297 13.644 0.169 No Kabupaten/Kota Kritis 2003 41.745 44. Akibatnya.084 ha.2015 Page 120 .00 121.912 7.88 menyajikan luas lahan tidak kritis dan kritis berdasarkan wilayah administrasi kabupaten/kota tahun 2003 dan 2008.41 Produksi kayu bulat yang menurun diyakini karena pengelolaan hutan yang tidak berkelanjutan.635 256.766 8.00 1.919 372.873 761.273 467.267 1.705.154 9.090 7.622 132.052 7.462 9.959 84.995 12.89 Jumlah Produksi Hutan Non Kayu Menurut Jenis di Kalimantan Selatan 2005-2009 Jenis Produk Rotan Madu Sirap Sarang Burung Satuan Kg Liter M3 Kg 2005 168.90 Luas Lahan Tidak Kritis dan Lahan Kritis di Kalimantan Selatan 2003 dan 2008 Tidak Kritis Luas Wilayah 2003 2008 359.517 100.344 0 556. Berdasarkan data tersebut. namun pada tahun 2008 lahan tidak kritis menjadi hanya 110.043 ha.215 13.495 2.776 1.144.

Batu Gamping. Berdasarkan data pada tahun 2007. PT Jorong Barutama Greston dan PT Bahari Cakrawala Sebuku. HSU.430 ton dan batubara kilap kusam 429.229 ha meliputi 16 kecamatan dengan sumber daya 155. diantaranya Minyak Bumi. Hulu Sungai Selatn dan Banjarbaru.Sel (2007) d. dan Tabalong).352.395. Tanah Laut.450. Basalt.958.931. yang tercatat secara resmi pada tahun 2002 adalah 21. Beberapa daerah yang memiliki potensi batubara diantaranya Kabupaten Kotabaru.BAB II Tabel II.go. Batu Bara. cadangan batubara yang terukur adalah 1. dimana sebagian besar produksi batubara tersebut dihasilkan oleh perusahaan besar seperti PT.116.Kal.977.id) Dalam Indonesia Mineral and Coal Statistics.tapinkab. serta keberadaannya hampir menyebar di seluruh kabupaten (Banjar.195.278. (2) Kabupaten Tabalong mencakup luasan 42.915.13 ton pada tahun 2003 dan 41. Adaro Indonesia.80 ton dan meningkat pada tahun 2004.540. Kaolinesi. Balangan. Potensi batubara cukup besar dengan kualitas yang baik. Arutmin Indonesia. Deposit batubara di (1) Kotabaru diperkirakan 80 juta ton dan bahkan sampai 300 juta ton untuk kedalaman 150 meter. Sumberdaya Mineral dan Pertambangan Kalimantan Selatan kaya akan sumber daya pertambangan dan galian.6 205 50 250 4800 2003 7936 100 Tahun 2004 15000 0 70 6000 2005 14020 0 0 4250 2006 1600 0 0 875 Sumber: Dinas Kehutanan Prov.953 milyar ton sedangkan sumberdaya batubara diperkirakan 6. Jumlah produksi tersebut menyumbang sebesar 40. Biji Nikel. Periodotit. Oker. Lempung. Dan jumlah ini merupakan RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Gambut. Kabupaten Tapin memiliki deposit batubara kilap terang sebanyak 116. Intan. Tapin. Phospat. Potensi sumber daya mineral unggulan saat ini berupa batubara dan bijih besi.289. Andesit. tahun 2003 adalah 46.000 ton (Lapan. Granodiorit. (3). Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (2005) dan Indonesian Coal Mining Association (2005) .21% dari total produksi nasional sebesar 132. 2004). yaitu sebesar 54. Pasir Kuarsa. produksi batubara di Kalimantan Selatan. Tanah Bumbu. Biji Kronit. PT Tanjung Alam Jaya. Biji Emas. Bijih Besi. PT Antang Gunung Meratus.2015 Page 121 . PT. Tapin.79 ton pada tahun 2004. Marmer. HST.590 ton (www. Tabalong. Diorit.054 milyar ton. Balangan. HSS. Kotabaru.16 ton. Granit. Banjar.024.91 Kegiatan Pembangunan Hutan di Kalimantan Selatan 2005-2009 Kegiatan 2002 Reboisasi (Ha) Hutan Kemasyarakatan (Ha) Rehabilitasi Hutan Bakau (Ha) Hutan Rakyat (Ha) 2442.35% dari total produksi nasional sebesar 114.

682. Sebuku. Dalam skala besar saat ini ijin pertambangan intan dikuasai oleh PT.85% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 36.479.99 ton dan pada tahun 2004 sebesar 34. Sumber Daya Manusia Tingkat produktivitas pekerja dihitung dengan membandingkan nilai PDRB atas dasar harga berlaku terhadap jumlah pekerja.4. Dalam bentuk tonage telah digali biji besi sebanyak 59.500 ton tersebar di Blok Pelaihari.530 ton (2004) dan 737.693.396.52 ton dan pada tahun 2004 sebesar 14. Gunung Gumpa.467.000 ton (deluvial) berupa endapan besi laterit di daerah Gunung Kukusan dan Sungai Kusan hulu.49 persen. Kemudian tercatat penjualan domestik batubara Kalimantan Selatan pada tahun 2003 sebesar 13. Data dari Dinas Pertambangan Kotabaru menunjukkan bahwa lahan yang sudah dieksploatasi untuk bijih besi meliputi areal 9528 ha.920 ha di Danau Seran dan Cempaka.263. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan kapasitas pekerja dalam menghasilkan nilai tambah produksi meningkat.891.4. Hasil studi kelayakan yang pernah dilakukan menyebutkan bahwa lokasi tersebut menyimpan intan sejumlah 744. Namun terdapat pula pengaruh besaran inflasi karena menggunakan PDRB harga berlaku. 2002). dari 24.38 ton pada tahun 2004.25 juta rupiah per orang. Selama tahun 2007 – 2008 nilainya meningkat sebesar 10.748 karat (Majalah Warta. Volume ekspor selama Januari-Juni 2007 mencapai 46. Pulau Laut dan Tanjung Senakin. Blok Riam Pinang dan Blok Talok. Potensi sumber daya alam lainnya yang sangat terkenal dari Kalimantan Selatan adalah pertambangan intan di Kota Banjarbaru.805.784 karat yang tersebar 660.2015 Page 122 .317 juta ton dengan nilai US$ 1.BAB II kedua terbesar setelah Kalimantan Timur yang memproduksi sebesar 57.35 ton.499. Sementara itu deposit diperkirakan sebesar 86 juta ton berada di P.153.3.43 miliar.66 juta rupiah menjadi 27.794 juta ton dengan nilai US$1. 2.000 karat di Cempaka dan Danau Seran 84.06 miliar.21 ton. sedangkan untuk penjualan ekspor batu bara Kalsel pada tahun 2003 sebesar 32.666. meningkat 28.300 ton (insitu) dan 2. Gunung Kukusan.462. Galuh Cempaka yang mempunyai areal konsesi seluas 3. Blok Sungai Bakar. Sumberdaya bijih besi di Kabupaten Tanah Laut sebesar 2.674.71 ton pada tahun 2003 dan sebesar 68. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 . Selain itu diperkirakan deposit bijih besi juga terdapat di Sungai Kupang. Kabupaten Tanah Bumbu mempunyai cadangan sebanyak 51. Produksi batubara yang tercermin dalam ekspor batubara masih menunjukkan tren yang meningkat seiring dengan tingginya permintaan luar negeri.818.239.168 ton (2005).

596 KALTIM 127.699.33 27.40 7.099 37.419 22.dan Rp.Sel *) Agustus SEKUNDER (Industri.84 25.755.358 189.413.035 16.252.251. masing-masing Rp.936 11.742 27.742.-.423 25.BAB II Tabel II.137. Angkutan.573 30.664.797.251.298.73 781.981 17.752 181.116.943.231 KALSEL 24.292.79 813.139 Ket: PRIMER (Pertanian dan Pertambangan) Sumber: BPS Kal.836.937.740. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .682. Listrik dan Bangunan) TERSIER (Perdagangan.90 675.24.27.18 7.708.742.90 20.127...251.868.2015 Page 123 ..713.180 24.020.25 juta menduduki peringkat kedua setelah Kalimantan Timur (Rp.598.230.16 24.882 KALTENG 10.92 Produktivitas Tenaga Kerja menurut Lapangan Usaha di Kalimantan Selatan.472 34. tingkat produktivitas tenaga kerja Kalimantan Selatan pada 2008 sebesar Rp.81 37.93 Produktivitas Tenaga Kerja Menurut Lapangan Usaha di Regional Kalimantan.516 18. 2007 – 2008 *) 2007 Sektor PDRB Berlaku (Juta Rp) Tenaga Kerja (Orang) Produktivitas Tenaga Kerja (Rp) PDRB Berlaku (Juta Rp) 2008 Tenaga Kerja (Orang) Produktivitas Tenaga Kerja (Rp) PRIMER SEKUNDER TERSIER TOTAL 17.515.838.395 286.212.06 43.422. sektor primer dan tersier jauh lebih rendah.382 106. 2008*) (Rp) Sektor PRIMER SEKUNDER TERSIER KALBAR 5.94 juta).16 628.838.295.868.767. Sementara itu. produktivitas tenaga kerja di sektor sekunder mencapai nilai tertinggi Rp.068.423.120.112.702.670.868.574.285.466.740 43. Sementara itu tingkat produktivitas tenaga kerja di Kalimantan Barat merupakan yang terendah dengan pencapaian sebesar 11.25.07 1.595.579.252.111 28.207 45. Keuangan dan Jasa) Untuk wilayah regional Kalimantan.623.845 TOTAL Sumber: Hasil Sakernas masing-masing Provinsi Tahun 2008 *) Keadaan Bulan Agustus Secara sektoral.887.438.069. Tabel II.106.838.30 juta rupiah.00 23.946.09 1.204 39.222.80 14.740. 43.

94 Kondisi dan Proyeksi Parameter Kependudukan Kalimantan Selatan 2000 – 2015 Parameter Penduduk Male Female Total Sex ratio Laju pertumbuhan (%) Batita (< 3 tahun) Balita (< 5 tahun) Komposisi umur (%) 0-14 15-64 65+ Dependency ratio (%) 2000 1.6 2010 1.2 307.7 3.4 1.2 26.5 2015 1.30 100.00 2.80 1.495.10 100.4 25.7 4.3 54.00 1.3 29.767.60 3.614.7 2005 1.70 1.30 3. RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2011 .503.4 66.4 70 4.7 49.743.4 196.240.80 101 1.7 1.9 1.625.984.1 43.759.2015 Page 124 .9 328.7 168.9 293.BAB II Tabel II.61 186.5 193.4 318.489.00 100.60 1.2 69.20 3.893.7 43 Sumber : Proyeksi BPS Prov. Kalsel.874.6 32 64.9 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful