Anda di halaman 1dari 40

SISTEM SARAF DAN ORGAN PERASA IKAN | PUSTAKA SEKOLAH

Home Daftar Isi Disclaimer DMCA Kirim Tulisan Kontak Kami Pasang Iklan Privacy Policy Terbaik

Home > Eksakta > Sistem Saraf dan Organ Perasa Ikan

Sistem Saraf dan Organ Perasa Ikan


March 27th, 2013Pustakers0 Comments

Sistem Saraf dan Organ Perasa Ikan Sahabat Pustakers, pada kesempatan kali ini Pustaka Sekolah akan share artikel mengenai Sistem saraf dan organ perasa Ikan. Sistem Saraf Otak terletak pada bagian yang lebih tinggi daripada cyclostome. Empat bagian penting yaitu cerebrum (otak besar), cerebellum (otak kecil), bagian penglihatan, dan medulla. Otak mempunyai saraf otak sebagai organ perasa dan bagian lain pada anterior dari tubuhnya. Saluran saraf merupakan pusat dari tulang belakang dan melalui saraf arches dari vertebrata (Boolotion, 1979).

Pada ikan terdapat terdapat dua kelompok kerja sistem saraf, yakni sistem saraf pusat dan sistem saraf otonom. Kedua sistem saraf tersebut pada dasarnya tidak bisa bekerja secara terpisah, tetapi saling melengkapi. Sistem saraf pusat berupa jaringan saraf yang menjalin seluruh tubuh berakar dalam otak maupun sum-sum tulang belakang. Otak memiliki tiga fungsi utama yaitu:

menerima input dan menginterpretasikan informasi dari semua organ-organ sensor, baik intenal maupun eksternal, menghasilkan output berupa perintah untuk koordinasi semua bagian badan sebagai impuls saraf atau hormon integrasi antara kedua aspek fungsi otak. Sedangkan sistem saraf otonom berupa susunan saraf otonom terdiri atas saraf simpatis dan parasimpatis. Saraf otonom mengontrol fungsi vegetatif badan, antara lain: mengatur kegiatan jantung dan pembuluh darah, mengatur kerja urat daging licin, dan mengatur kerja kelenjar-kelenjar. Sifat kedua saraf tersebut dikenal sebagai sifat yang berlawanan. Saraf simpatis aktif bila tubuh memerlukan energi dan saraf parasimpatis aktif pada tubuh organisme sedang istirahat.
Satuan dasar system saraf adalah neuron. Neuron mempunyai satu ciri struktur yang menyebabkannya kelihatan lain dari semua tipe sel tubuh lainnya. Dari bagian tengah neuron serabut

tipis mejulur seperti sulur halus dengan panjang berbeda-beda tergantung letak dan tugasnya. Lewat serabutnyalah neuron menjalankan fungsinya yang unik, yakni menyampaikan isyarat ke otak dan dari otak serta sum-sum tulang belakang ke organ-organ tubuh. Unit terkecil sistem saraf adalah sel saraf (neuron), terdiri dari badan sel yang berinti, penjuluran plasma dari badan sel (2 atau lebih), penjuluran plasma yang pendek disebut dendrite berfungsi sebagai penerima impuls, penjuluran plasma yang panjang disebut neurit/axon berfungsi untuk meneruskan impuls yang diterima (Boolotion, 1979). Organ Perasa Tubuh mengetahui perubahan lingkungan karena dilengkapi alat penerima rangsang (indra), baik fisik maupun kimia, yaitu mata, linea lateral, telinga dalam, indera pembau, dan pengecap. Perubahan tingkah laku akibat perubahan lingkungan yang direkam alat indera ikan diketahui, karena dapat digunakan dalam peningkatan teknologi penangkapan dan budidaya ikan.

Telinga hanya terdiri dari membran-membran labirin. Terdapat tiga saluran semi sirkular dan saccuus berisi beton yang terbuat dari kalsium karbonat yang disebut telinga batu atau otholits. Telinga merupakan organ untuk mendengar dan kesetimbangan (Boolootion, 1979). Mata terdapat di tempat yang berbeda di several ways dari tubuh vertebrata. Ikan tulang keras tidak memiliki kelopak mata, pelindung mata hanya berupa selaput mata yang menjaga dari air. Kornea pada ikan tipis dan sama dengan nilai refraktif pada air. Akibatnya lensa mata menjadi lebih bulat. (Boolotian, 1979) Retina pada ikan tidak jauh beerbeda dengan retina pada vertebrata pada umumnya. Retina memiliki struktur tipis dan berlapis serta transparan. Sel kerucut (kon) dipakai pada aktivitas malam hari, sedangkan sel batang (rod) digunakan dalam aktivitas melihat pada siang hari. Kon juga bertanggungjawab dalam membedakan warna seperti biru, hijau dan merah karena mengandung pigmen yang peka terhadap cahaya matahari (Fujiya, 2004). Organ indera lain yang juga sangat penting adalah pembau dan pengecap. Kedua organ ini merupakan reseptor kimia. Sinyal kimia (allomon dan feromon) digunakan sebagai alat komunikasi yang selanjutnya mempengaruhi pola tingkah laku dan reproduksi ikan. Bahan-bahan kimia penting lainnya yang mempengaruhi nafsu makan pada ikan antara lain: asam amino dan nukleotida (Boolotion, 1979). Sistem sensori pada ikan berupa sel-sel reseptor perifer dan gabungan neuron di otak yang memberi gambaran lingkungan secara biologis. Barisan elemen reseptor berupa sel tunggal, missal taktil korpuskel, atau kompleks retina mata. Sebagian besar ikan, organ olfaktori (pencium) berupa sepasang lubang bergaris dengan lipatan berupa epitel sensori. Organ olfaktori pada Dipnoi serupa dengan vertebrata tinggi mempunyai saluran nasal yang terbuka yaitu choanae masuk ke dalam farink, saluran nasal ini terbuka pada bagian internal maupun eksternalnya dilapisi epitel olfaktori berupa lipatan epitel yang berlekuk-lekuk (Sukiya, 2005). Beberapa ikan mempunyai mata spesifik dari hasil adaptasi. Banyak mata yang dikenal, satu contoh ikan yang sangat terkenal di Amerika Selatan four-eyed fish (Anablep). Habitat ikan ini pada air

tenang, saat mengapung di permukaan menggunakan separuh mata atas, saat melihat ke udara dank ke dalam air terkadang lensa matanya tampak terbagi dua, setiap bagian tersebut jaraknya dengan retina tidak sama. Ikan bermata empat yang lain adalah blennie Galapagos (Dialommus fuscus), peloncat batu yang gesit sangat cepat sekali keluar dari air. Tidak seperti Anableb, mata blenny tidak tampak terbagi di bagian dalam tetapi lebih ke arah kornea. Telinga ikan sangat berbeda dengan telinga mammal. Telinga ikan, tidak sebaik telinga kita dalam mengasosiasi suara. Ikan tidak mempunyai telinga luar, tengah dan kohlea. Bagian dalam dari telinga ikan berupa utrikulus dorsa yang dihubungkan dengan kanal semi-sirkuler, dan pelebaran di tengah yang disebut sacculus (pada amfibi, reptile dan burung disebut lagena yaitu bangunan semacam kohlea untuk mendengar). Ikan dapat mendeteksi vibrasi dalam air, beberapa di antara vibrasi mungkin dihasilkan oleh jenisnya sendiri (Sukiya, 2005). Ikan dan larva amfibi akuatik memiliki beberapa sistem organ sensori yang tidak ditemukan pada vertebrata terrestrial yaitu linea lateralis yang berfungsi untuk membedakan perubahan tekanan dan arus air. Reseptor tersebut berupa sensori papilla atau neuromast yang mengeliling seluruh tubuh. Linea lateralis terletak di kedua sisi tubuh dan bercabang menjadi tiga bagian di sisi kepala. Neuromast mungkin berada di permukaan kulit atau berupa kanal terlindung dan bagian yang muncul berupa pori-pori kecil (Sukiya, 2005).[ps]

Tags:
mekanisme sistem saraf pada mata ikan, mekanisme sistem saraf mata ikan, syaraf yg bekerja sehingga ikan melihat, sistem indera ikan, sistem alat indra pada pisces,sel saraf tipis, powerpoint tentang mekanisme sistem saraf ikan, perasa ikan,pengertian reseptor pada ikan, otak saraf amfibi pada vertebrata
Eksakta

Bagikan

Tulisan

Ini

Melalui

Tombol

di

bawah

ini:

Silahkan Juga Dibaca Artikel Dibawah Ini:

Manfaat

Istirahat

Bagi

Tubuh

Morfologi

Tanaman

Padi

60

Langkah

Asuhan

Persalinan

Normal

Mengenal Ginjal Manusia

Ayo Berkomentar
Name (required) Mail (will not be published) (required) Website

Subscribe to comments feed

Kirim Komentar

Sistem Pencernaan Pada Ikan Sistem Ekskretori Ikan

SAHABAT PUSTAKERS
Artikel Pendidikan Pelajar Pro Kata Ilmu Vemale.com: Wanita Indonesia, Zodiak,Keluarga, Kesehatan, Kisah nyata

ARTIKEL TERKINI

pengertian gelombang elektromagnetik food gathering ke food producing terjadi pada masa data base k2 depag mengapa erosi tanah dapat menyebabkan tanah menjadi tandus Urutan kerangka proposal contoh soal cpns bahasa indonesia kemenkumham contoh tes karakteristik pribadi www pengertian bakteriofag com ampuh mengilangkan noda dan memutihkan mengapa pada daun majemuk tidak terdapat kuncup pada ketiak daun www negara penganut sistem ekonomi terpusat kekebalan aktif dan pasif cara mendapatkan bonus internet dari indosat teori negara federal jelaskan adanya ketergantungan kambing pada lingkungan abiotiknya apakah bisa mendapatkan nisn lewat hp

kumpulan nama nama kerajaan islam dan tahunnya isi piagam perdamaian apa yang anda ketahui tentang jamsostek volume darah manusia

Hak Cipta 2013 - Pustaka Sekolah : Belajar Tanpa Mengenal Usia Support to: Webhosting Indonesia

azizmuh
This WordPress.com site is the bee's knees

Beranda About DOWNLOAD IMAGE MATERI

SISTEM SARAF PADA IKAN

A. Sasaran Pembelajaran 1. Agar mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan apa yang dimaksud dengan sistem saraf atau systema nervorum.. 2. Agar mahasiswa mampu mengenali otak dan bagian-bagiannya.

B. Sistem Saraf

Ikan menerima rangsang dari lingkungannya melalui organ perasa. Rangsangan tersebut selanjutnya diteruskan dalam bentuk impuls ke otak. Respon yang diberikan oleh otak dimanifestasikan dalam bentuk tingkah laku. Sel-sel saraf mulai berkembang sejak permulaan stadia embrio dan berasal dari lapisan germinal terluar (ectoderm). Unit terkecil dari sistem saraf disebut neuron (sel saraf). Setiap neuron terdiri atas inti dan jaringan (perpanjangan sel). Perpanjangan sel terdiri atas dendrite (berfungsi

sebagai penerima impuls) dan axon (berfungsi sebagai penerus impuls). Pertemuan antara axon dan dendrite dari sel saraf lainnya disebut synapse. Sistem saraf pada vertebrata dapat dibedakan atas: - Sistem saraf pusat (systema nervorum centrale), disusun oleh otak (encephalon) dan sumsum tulang belakang (medulla spinalis). - Sistem saraf tepi (systema nervorum periphericum), disusun oleh saraf otak (nervi cerebralis) dan saraf spinal (nervi spinalis). - Sistem saraf otonom, disusun oleh sistem saraf parasymphatic dan sistem saraf symphatic. - Organ perasa khusus (special sense organs), terdiri atas organ gurat sisi (linea lateralis), hidung, telinga, dan mata.

C. Jenis-jenis Saraf

Berdasarkan pada fungsi organ yang dirangsang, saraf dapat digolongkan atas: - Saraf cerebrospinalis, yaitu saraf yang merangsang otot bergaris (striated muscle). - Saraf otonom (vegetatif), yaitu saraf yang merangsang jantung (cardiac muscle), urat daging licin (smooth muscle), dan kelenjar-kelenjar.

Berdasarkan atas fungsi dari rangsang itu sendiri, saraf dapat digolongkan atas: - Saraf sensibel (afferent), yaitu saraf yang meneruskan rangsang dari perifer (sistem saraf tepi) ke pusat (sistem saraf pusat).

- Saraf motoris (efferent), yaitu saraf yang meneruskan rangsang dari pusat ke perifer. - Saraf penghubung, yaitu saraf yang menghubungkan antara jenis saraf yang satu dengan yang lainnya, misalnya antara saraf sensibel dengan saraf motoris.

D. Otak Otak ikan hanya dapat dilihat jika tulang-tulang pembungkusnya telah dibuka. Untuk itu maka perlu terlebih dahulu dilakukan pembedahan secara hatihati terhadap bagian kepala ikan agar otak yang akan diamati dapat terlihat dengan jelas. Pembuatan preparat otak akan lebih mudah jika menggunakan ikan yang sudah diawetkan karena otak tersebut telah mengeras. Kepala ikan dipotong tepat pada bagian tengkuk dengan pisau yang tajam sehingga kepala terlepas dari badan. Potongan kepala tersebut diletakkan secara tegak dengan mulut terletak di sebelah atas. Kemudian pemotongan dilakukan pada bagian atas kepala tersebut sampai pisau mencapai daerah sekitar mata. Setelah itu, pisau diarahkan pada bagian pinggir saja untuk mencegah agar otak tidak teriris. Bagian atas kepala tersebut dikuakkan sehingga otak ikan akan nampak dari bagian atas (tampak dorsal) (Gambar 80). Untuk melihat otak dari arah samping (tampak lateral), kepala digunting dari arah mulut ke belakang secara hati-hati sehingga kepala terbelah dua. Jika bagian kepala tersebut dikuakkan maka akan terlihatlah otak ikan dari arah samping. Untuk melihat otak dari arah bawah (tampak ventral) maka otak tersebut harus dikeluarkan dari rongganya. Pemotongan harus dilakukan secara hati-hati karena harus menggunting beberapa urat saraf (nervus cerebralis), di antaranya saraf optik (nervus opticus), saraf olfaktori (nervus olfactorius), dan beberapa saraf lainnya.
1. Telencephalon, adalah bagian otak yang paling depan, terdiri atas:

- Lobus olfactorius, merupakan bagian telencephalon yang paling anterior - Tractus olfactorius, merupakan lanjutan dari lobus olfactorius dan berfungsi sebagai nervus cerebralis I.

- Bulbus olfactorius, merupakan lanjutan dari tractus olfactorius dan berakhir sebagai sepasang bola, mempunyai lanjutan sebagai benang-benang halus yang menuju ke dinding lekuk hidung. - Hemisphaerium cerebri, terdapat di bagian posterior lobus olfactorius. Bagian dasarnya disebut corpus striatum, sedangkan bagian atap dan dinding samping disebut pallium.

1. Diencephalon, terletak di sebelah belakang dari telencephalon bagian ventral. Bersama-sama dengan telencephalon termasuk bagian dari otak muka (prosencephalon). Pada diencephalon terdapat thalamus, hypothalamus, lobus inferior, dan saccus vasculosus.

C. Mesencephalon, merupakan otak bagian tengah dengan organ utama yang tampak menonjol adalah lobus opticus. Lobus opticus berbentuk bulat dan besar, terletak di sebelah belakang bagian dorsal dari diencephalon. Di bagian sebelah ventral terletak lobi inferior (bagian dari diencephalon) yang merupakan tempat melekat hypophyse (hypothalamus). Pada bagian anterior hypophyse terdapat persilangan dari nervus opticus (nervus cerebralis II) yang disebut chiasma nervi optici. Selain lobus opticus, pada mesencephalon juga terdapat torus semicircularis.

D. Metencephalon, disebut juga cerebellum, relatif besar dan terletak di belakang mesencephalon.

1. Myelencephalon, disebut juga medulla oblongata, melanjutkan diri ke caudal sebagai sumsum tulang belakang (medulla spinalis) yang berjalan di dalamn canalis vertebralis.

Bersama-sama dengan cerebellum, medulla oblongata termasuk bagian dari otak belakang (rhombexcephalon)

E. Saraf Cranial Dari otak, terdapat 11 saraf otak (nervi cerebralis) yang menyebar ke organ-organ sensori tertentu dan otot-otot tertentu. Sebagian besar saraf otak tersebut berhubungan dengan bagian-bagian kepala, tetapi ada juga yang berhubungan dengan bagian-bagian tubuh.

1. Nervus terminalis (NC 0), saraf kecil yang bergabung dengan NC I, berhubungan dengan otak depan, serabut-serabut sarafnya tersebar mengelilingi bulbus olfactorius.Fungsinya mungkin meliputi sensori somati dan sensori khusus. 2. Nervus olfactorius (NC I), menghubungkan organ olfactorius dengan pusat olfactorius otak depan, berfungsi membawa impuls bau-bauan. 3. Nervus opticus (NC II), menghubungkan retina mata dengan tectum opticum,berfungsi membawa impuls penglihatan. 4. Nervus oculomotoris (NC III), merupakan saraf motor somatik yang mengatur otot mata musculus obliquus inferior, muculus rectus superior, musculus rectus inferior, dan musculus rectus internal. Berhubungan dengan otak mesencephalon. 5. Nervus trochlearis (NC IV), berhubungan dengan otak mesencephalon, merupakan saraf motor somatik yang menginervasi otot mata musculus obliquus superior. 6. Nervus trigeminalis (NC V), terbagi atas tiga cabang yaitu nervus ophthalmicus dan nervus maxillaris (merupakan saraf sensori somatik) serta nervus mandibularis (saraf sensori somatik dan saraf motor somatik). Nervus ini menghubungkan bagian kepala dan rahang dengan medulla oblongata. Fungsinya berkaitan dengan kepekaan kulit terhadap panas dan sentuhan.

7. Nervus abducens (NC VI), merupakan saraf motor somatik yang menghubungkan bagian depan medulla oblongata dengan otot mata musculus rectus external. Fungsinya berhubungan dengan penarikan otot penggerak biji mata. 8. Nervus facialis (NC VII), tersusun atas tiga cabang yaitu nervus ophthalmicus superficialis, nervus buccalis, dan nervus hyomandibularis. Saraf cabang ini berkaitan dengan saluran garis rusuk (linea lateralis) di atas kepala, penerima rasa pada kepala dan tubuh, serta penerima rangsangan sentuhan. Berhubungan dengan NC V dan NC VIII pada medulla oblongata. Saraf ini punya komponen yang berkaitan dengan sensori somatik, sensori visceral, dan fungsi motor visceral. 9. Nervus acousticus (NC VIII), sering dianggap sebagai cabang dari nervus acousticofacialis pada ikan, mempunyai fungsi sensori somatik yang berkaitan dengan telinga bagian dalam. 10.Nervus glossopharyngeal (NC IX), terdiri dari komponen sensori dan motoris yang melayani bagian insang pertama. Fungsinya berkaitan dengan garis rusuk, organ pengecap pada pharynx dan otot-otot insang. 11.Nervus vagus (NC X), memiliki beberapa percabangan. Cabang supratemporal dan cabang garis rusuk melayani sistem garis rusuk. Cabang branchial menuju ke bagian posterior celah insang. Cabang visceral melayani organ-organ internal. Cabang dorsal recurrent menginervasi penerima rasa.

F. Soal-soal Latihan

Setelah membaca materi di atas, bentuklah kelompok diskusi (5 orang per kelompok). Selanjutnya, setiap kelompok melakukan penelusuran pustaka dan carilah urat sarafurat saraf cranial yang menginervasi garis rusuk serta urat sarafurat saraf cranial yang menginervasi mata. Presentasikan tugas tersebut di dalam kelas.

G. Daftar Pustaka

Affandi, R., D.S. Sjafei, M.F. Rahardjo, dan Sulistiono. 1992. Iktiologi. Suatu Pedoman Kerja Laboratorium. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Pusat Antar Universitas Ilmu Hayat. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Alamsjah, Z. 1974. Ichthyologi I. Departemen Biologi Perairan. Fakultas Perikanan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Alamsjah, Z. dan M.F. Rahardjo. 1977. Penuntun Untuk Identifikasi Ikan. Departemen Biologi Perairan. Fakultas Perikanan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Andy Omar, S. Bin. 1987. Penuntun Praktikum Ichthyologi. Jurusan Perikanan Universitas Hasanuddin, Ujungpandang.159

Bond, C.E. 1979. Biology of Fishes. W.B. Saunders Company, Philadelphia.

Chiasson, R. 1980. Laboratory Anatomy of the Perch. Third edition. WM. C. Brown Company Publishers, Dubuque, Iowa.

Lagler, K.F., J.E. Bardach, R.R. Miller, and D.R.M. Passino. 1977. Ichthyology. Second edition. John Wiley and Sons, Inc., New York. Moyle, P.B. and J.J. Cech, Jr. 1988. Fishes. An Introduction to Ichthyology. Second edition. Prentice Hall, Englewood Cliffs, New Jersey.

Wischnitzer, S. 1972. Atlas and Dissection Guide for Comparative Anatomy. Second edition. W. H. Freeman and Company, San Francisco.
Share this:

Twitter Facebook

Like this:

Tinggalkan Balasan

April 2013
S S R K J S M

Des

1 8 15 22

2 9 16 23

3 10 17 24

4 11 18 25

5 12 19 26

6 13 20 27

7 14 21 28

April 2013
S S R K J S M

29

30

Tulisan Terkini

Selaginella sp. Platycerium bifurxcatum Adiantum ferleyense ALL ABOUT BRYOPHYTA 55 RSS - Tulisan RSS - Komentar
Arsip

Desember 2012 November 2012 Oktober 2012


Kategori

biologi sel KKH Uncategorized


Blogroll

BISKOM UAD Discuss FACEBOOK FKIP UAD Get Inspired Get Polling Get Support KEMAHASISWAAN UAD Learn WordPress.com LTPS UAD PBIO UAD

PORTAL UAD SIMERU UAD Theme Showcase UAD WordPress Planet WordPress.com News
link

aminatun wakhidah KEMAHASISWAAN UAD LPSI UAD LTPS UAD luxy ulfa a.z. mila indra Nur Rahma Hidayati portal ronika kris safitri sekar utami sari tanjung rinjain
Blog Stats

365 hits Blog pada WordPress.com. | Tema: Quintus oleh Automattic.


Ikuti

Follow azizmuh
Get every new post delivered to your Inbox.
Sign me up

Powered by WordPress.com

Jumat, 30 Maret 2012

SISTEM SENSORI PADA IKAN (Materi ICHTYOLOGI DAN FHA)


SISTEM SENSORI PADA IKAN (Materi ICHTYOLOGI DAN FHA)
Sistem sensori pada ikan terdiri dari organ mata, organ penghirup, organ pengecap dan organ akustiko lateralis.

Organ Mata Ikan. Meskipun banyak terdapat modifikasi bentuk maupun struktur mata diantara ikan-ikan, namun pada garis besarnya terdiri dari ruang depan (cornea), iris, lensa, ruang vitreous yang berisikan vitreous humor dan dibatasi oleh retina. Mata agak mendatar dibagian anterior sehingga lensa yang cembung hampir menyentuh cornea yang merupakan bagian transparan yang penting dari scleroid cont biji mata. Lapisan choroids terletak diantara retina dan sclera. Sclera Elasmobranchii dan Teleostei agak kaku karena adanya struktur rawan (Gambar 1). Seringkali Teleostei mempunyai satu atau dua scleral ossicles sebagai penunjang terhadap struktur rawan tersebut (Munz, 1971). Mata ikan dilengkapi dengan tiga pasang otot okulomotor. Pada sebagian besar ikan, mata letaknya lateral satu buah pada masing-masing sisi. Namun pada beberapa jenis ikan dasar, termasuk pari (Rajidae), sculpin (Cottidae) dan goosefin (Lophiidae) mata terletak dibagian dorsal. Pada Ordo Pleuronectiformes kedua mata terletak pada salah satu sisi kepala.

Pada ikan yang hidup di gua-gua, misalnya Amblyopsidae, mata sangat tereduksi. Ada juga ikan yang buta, misalnya Benthobatis. Disamping itu terdapat pula ikan-ikan yang dapat melihat di udara sebaik di dalam air misalnya Periophthalmus. Umumnya ikan tidak mempunyai pelupuk mata, kecuali pada Elasmobranchii yang berupa membran dan dapat mengejapkan mata. Pada beberapa anggota Teleostei yang termasuk perenang cepat adipose eye-lid yang berfungsi untuk pelindung dan merampingkan kegembungan mata di bawah permukaan kepala (Munz, 1971;Bond, 1979). Pada umumnya cornea mata transparan dan tidak berpigmen. Cornea dengan dua lapisan yang jelas ditemukan pada sois (ikan lidah), mungkin sebagai pelindung dari pasir dan detritus. Ikan Belodok (Periophthalamus) yang sering keluar dari air dalam waktu yang cukup lama, juga mempunyai cornea berlapis dua dan lipatan kulit di bawah mata yang berfungsi untuk menyimpan air dan mencegah kekeringan pada mata. Iris membentuk pupil dan mengatur jumlah cahaya yang tiba di retina. Elasmobranchii mempunyai otot pada iris dan karenanya dapat mengatur bentuk pupil. Golongan ikan yang lain, dengan kekecualian pada Pleuronectiformes dan Anguillidae, mempunyai pupil yang tetap yaitu melingkar atau lonjong. Lensa mata ikan merupakan bola yang transparan dan kuat, terbuat dari protein non-collagen. Umumnya berbentuk membulat pada sebagian ikan bertulang sejati dan Lamprey. Golongan Elasmobranchii mempunyai lensa yang agak pipih.

Lensa mata ikan ditahan suspensory ligament di sebelah atas dan oleh falciform process dengan otot retractor lentis di bagian bawah. Retina mata ikan terdiri dari beberapa lapisan sel yang saling mengisi. Cahaya yang tiba di retina, setelah melewati lensa dan humor akan melalui lapisan-lapisan retina yang berturut-turut sebagai berikut : a) serabut saraf yang menuju saraf optik, b) sel ganglion, c) sel bipolar, d) sel-sel photoreceptor (rod dan cone). Pada retina Lamprey tidak terdapat perbedaan yang jelas antara rod dan cone; sedangkan Elasmobranchii dan Teleostei rod dan cone sangat berbeda. Pada golongan Teleostei terdapat lapisan retina yang kelima, yaitu e) lapisan epithelium yang mengandung pigmen melanin (Gambar 4). Pada keadaan terang pigmen melanin akan menutupi rod, sedangkan pada keadaan gelap melanin akan mengumpul, sehingga rod dapat menerima secara maksimal cahaya yang ada. Pada saat yang sama, pada keadaan terang contractile myoid element pada dasar rod dan cone menggerakkan rod menjauhi lensa dan ditutupi oleh pigmen melanin, sedangkan pada keadaan gelap rod digerakkan

menuju lensa. Gerakan cone berlawanan dengan rod, dengan perkataan lain ia akan kemuka menuju lensa pada keadaan terang dan sebaliknya (Gambar 3). Pada golongan Elasmobranchii, rod dan cone mungkin ditutupi melanin yang bergerak ke luar masuk lapisan choroids. Oleh karena itu retinanya tidak mempunyai epithelium berpigmen. Jumlah relatif rod dan cone sangat bervariasi pada berbagai species. Rasio cone terhadap rod yang tinggi terdapat pada golongan ikan yang mengutamakan penglihatan dalam mencari makan (sight feeders) pada siang hari, dan sebaliknya ikan-ikan yang aktif pada malam hari akan memperlihatkan jumlah rod yang lebih banyak dibandingkan jumlah conenya. Beberapa ikan yang hidup di bagian kedalaman air (mid water), selain mempunyai mata yang lebar juga mempunyai sangat banyak rod pada retinanya. Bahkan ikan-ikan yang hidup di laut dalam hanya mempunyai rod. Sel fotoreceptor mempunyai dua jenis pigmen yang peka akan cahaya, yaitu rodopsin (warna ungu) dan porfiropsin (warna merah). Kedua pigmen ini terbuat dari vitamin A dalam keadaan gelap. Secara umum dapat dikatakan bahwa ikan air tawar terutama mempunyai porfiropsin dan ikan laut mempunyai rodopsin. Pada retina ikan golongan diadromous mempunyai lebih banyak rodopsin ketika di laut dan sebaliknya bila di air tawar maka porfyropsin lebih banyak daripada rodopsin. Reaksi ikan pada cahaya dapat digolongkan ke dalam empat kelompok : (1) pada waktu menerima cahaya, ikan akan mendekat kemudian menjauh kembali secara bergerombol. (2) pada waktu menerima cahaya, ikan akan menyebar dan menghindar. (3) pada waktu menerima cahaya, ikan akan mendekati sumber cahaya kemudian turun sedikit. (4) pada waktu menerima cahaya, ikan akan mendatangi sumber cahaya. Dari beberapa hasil penelitian menunjukkan, intensitas cahaya dan panjang gelombang sangat menentukan jenis ikan yang tertangkap. Hal ini membuktikan, ikan memiliki kepekaan terhadap intensitas dan panjang gelombang tertentu. Ikan-ikan pelagis seperti ikan layang, tembang dan kembung sangat peka terhadap warna merah dan kuning (Najamuddin dkk., 1994). Pengenalan warna cahaya oleh ikan berlangsung sangat cepat yaitu sekitar 10 20 detik.

Diposkan oleh Sahabatmu di 08.16 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Label: Artikel dan Laporan

Tidak ada komentar:


Poskan Komentar Posting Lebih BaruPosting LamaBeranda Langganan: Poskan Komentar (Atom)

RSS

Tamu Wajib Lapor Categories

Blog Archive

Artikel dan Laporan (71) Cerita Lucu (9) Kisah (19) My Blog Picture (5) pribadi (1)

2012 (112) o Maret (58) posting pertama Laporan Fisiologi Hewan Air LAPORAN KUALITAS AIR Kisah: Aku Tidak Sakit Hati Hasil Editan Photo dan gambarku Biologi Ikan Cakalang:Katsuwonus pelamis KUMPULAN BEBERAPA HADITS SHAHIH More Pictures Scary Pictures Kumpulan Fakta Unik Kumpulan Puisi dan Kata-kata PARAMETER BIOLOGI KUALITAS AIR campuran Humor Inikah Yang Kita Tungggu?! Laporan Konsumsi Oksigen Pada Ikan Download Games Beberapa Sabda Rasulullah Sejarah Nabi Muhammad saw Hikmah Wudhu Bahaya Memendam Emosi Merokok Melemotkan Fungsi otak, bgmn bisa? PARAMETER BIOLOGI KUALITAS AIR Kehancuran Kota Pompeii Jagal Manusia Masuk Surga

Tata Tertib Kerja PT. Maju Mundur Terbesar bagi Karyawan Macam macam gaya Tidur Alternatif penganti BBM Pembelaan Seorang Perokok.. Adam Air Surat Dari Suami Campuran Budidaya Pembenihan Ikan Bandeng Hormon Dari Luar dan Injeksi Photoshop Editing Penyakit Oleh Virus Pada Ikan Dan Udang Peranan Hormon Dari Luar/Injeksi pada Pembenihan I... Sistem da Pola Budidaya Perikanan BIOLOGI IKAN PAPUYU Peranan Hormon Luar/Injeksi Dalam Pembenihan Perik... Konsumsi Oksigen SISTEM MINA-PADI IKAN NILA PERSYARATAN REFERENSI SISTEM SENSORI PADA IKAN (Materi ICHTYOLOGI DAN FH... STANDAR MUTU/KUALITAS AIR PADA PEMBENIHAN IKAN DA... SEJARAH PERKEMBANGAN MANUSIA; MENURUT AL-QURAN DA... Sejarah Manusia Menurut Islam Arti Sebuah Kesempurnaan Kisah Seorang Ibu dan Anak 30 Hari Sebelum Ajal: Sweet Memory Andai kita tahu ini Ramadhan terakhir.. Kisah Menyentuh Seorang Ibu Tua Kasih Sayang Seorang Ibu Kisah 1001 Kelereng Ucapkanlah Terima Kasih PERAN PEMERINTAH DALAM SEKTOR PERIKANAN UNTUK PENG... Sejarah Singkat Taekwondo o April (32) o Juli (1) o Agustus (19) o September (2)
Followers Total Page Impressions

12576

Jam Garuda Merah Putih Mengenal Diriku

Sahabatmu Pinrang, Sulawesi selatan, Indonesia Sebuah blog sederhana, maklum baru saja belajar.. tapi aku rasa aku lakukan apa yang aku bisa dan berusaha berbagi dengan teman dan sobat sekalian Lihat profil lengkapku
Langganan

Pos Komentar
Follow Me Country Visitor

Total Posts: 112 Comments: 5

animasi bergerak

Template Simple. Gambar template oleh ranplett. Diberdayakan oleh Blogger.

FAKTAUNIK'S BLOG

Search the

Ragam Fakta Unik, Menarik dan Menakjubkan FRONTPAGE


RETURN HOME

RAMBAH
BY TOPIC

BERLANGGANAN
RSS FEED

NEWEROLDER

12 AGUSTUS 2009 23:20

Apakah Ikan Mempunyai Telinga ?

2 Votes

Kalian pernah melihat ikan ? Pasti pernah, ya. Lalu, pernahkah kalian berpikir apakah ikan bisa mendengar suara ? Bukankah ikan tidak memiliki telinga ? Ketahuilah, sebenarnya ikan juga mempunyai telinga sebagaimana binatang lainnya. Hanya saja, memang telinga ikan berbeda dengan telinga pada umumnya. Telinga ikan memang tidak terlihat dari luar. Jika manusia memiliki telinga luar, tengah dan dalam, ikan hanya memiliki telinga dalam. Telinga ikan terletak dibagian dalam yang tertutup kulit luar kepalanya. Telinga itu berada pada kedua sisi kepala yang tertutup tadi. Namun, walaupun berada didalam, telinga ikan berfungsi dengan baik. Pendengarannya sangat tajam. Itu sebabnya ikan dapat mendengar suara-suara yang terdengar disekelilingnya. Karena itu, apabila ada suara-suara yang mengagetkannya, ikan akan segera menyelamatkan dirinya dengan menjauh dari sumber suara itu. Bagi ikan, suara-suara yang terdengar itu dirasa mengancam keamanan dirinya. Karena itu, biasanya ikan akan berebang menjauh ke dasar air karena ia akan merasa aman berada disana.
About these ads

Like this:

Filed under: Fakta Unik Seputar Hewan, Hewan

Tinggalkan Balasan

Halaman
o o

10 Keunikan Foto-foto unik

Berita Singkat Fakta Unik


o o o o o o

Kecoa Bisa Hidup Tanpa Kepala Kutu Loncat Hewan Berkaki Empat yang Gigitannya Paling Kuat Hewan Menyusui yang Bisa Terbang Radio Paling Awal Fakta Pikun

Arsip
o

Agustus 2009

Kategori
o o o o o o o o o o

Fakta Unik Seputar Angka Fakta Unik Seputar Bangunan Fakta Unik Seputar Benda atau Barang Fakta Unik Seputar Hewan Fakta Unik Seputar Kendaraan Fakta Unik Seputar Kota & Negara Fakta Unik Seputar Manusia Fakta Unik Seputar Tempat Fakta Unik Seputar Tumbuhan Uncategorized

About Me

Gue suka ngeblog dan gue juga suka mencari beritaberita yang unik, oleh karenanya gue sengaja ngebuat ini blog untuk koleksi gue, dan mungkin juga bermanfaat buat orang lain. Thx banget yang udah mau berkunjung dan memberikan komentar diblog. Kritik dan saran akan gue terima dengan senang hati.

Kalender
Agustus 2009 S S R K J S M

1 3 10 17 24 31 4 11 18 25 5 12 19 26 6 13 20 27 7 14 21 28 8 15 22 29

2 9 16 23 30

Yahoo Messenger

Artikel Berlangganan

Pengunjung

FRONTPAGE
RETURN HOME

RAMBAH
BY TOPIC

BERLANGGANAN
RSS FEED
Search the

Blog pada WordPress.com. Tema: Grid Focus oleh Derek Punsalan.


Ikuti

Follow Faktaunik's Blog


Get every new post delivered to your Inbox.
Sign me up

Powered by WordPress.com

PHOTOS VIDEOS
Search this site...

TOP Lists OMG! WTF! Fun Tanya Kenapa?


HOME TANYA KENAPA? APAKAH IKAN BISA MENDENGAR DAN MENCIUM BAU?

Apakah Ikan Bisa Mendengar Dan Mencium Bau?


665 days ago by Den Bagus 0

Ada yang mengatakan hiu bisa mencium darah meskipun berada ratusan kilometer jauhnya. Ikan karper bisa melihat cacing atau remah-remah makanan yang terjatuh di dasar air yang gelap tanpa cahaya dan memakannya. Apabila ada ikan yang terluka di antara segerombolan ikan, mereka sama sekali takkan mendekat.Di sini jelas dikatakan ikan juga dapat mencium bau, kan? Lewat baunya saja ikan dapat memastikan temannya, mewaspadai musuhnya, serta mencari makanan.

Kalau begitu apakah indra pendengaran ikan juga berfungsi dengan baik? Kelihatannya ikan tidak punya telinga. Tapi sebenarnya di dalam tulang kepala ikan terdapat gendang telinga. Melalui gendang telinga inilah ikan bisa mendengar suara yang dihantarkan dalam air. Selain itu ikan juga mendengar suara melalui kantong udara. Kantong udara terhubung dengan kerangka tulang telinga sehingga memperbesar volume suara yang kecil dan menyampaikannya kepada telinga. Ikan juga merasakan getaran atau gerakan melalui indra yang berupa gurat sisi di tubuhnya. Tags: gurat sisi, harper, hiu, Ikan

Get Updates
Subscribe to our e-mail newsletter to receive updates.
E-mail

Submit

Share This Post Related Articles


WTF!!! Dipecat Setelah Gelut dengan Hiu Desain yang Membuat Kegiatan Ngeden Kamu Jadi Lebih Nikmat Ikannya Mirip Ikan Sungguhan Lho Ini Nih 10 Ikan Tercantik Nan Cetar Membahana Ini Nih Kekuatan Omega 3 Bagi Kesehatan Tubuh Kita

facebook comments:
Leave a Reply
Name (Required) Mail (will not be published) (Required) Website

Submit Comment

Select an image for your comment (GIF, PNG, JPG, JPEG):

follow us

LangitBerita

Join the conversation Tags

ALbum amerika serikat AndroidAneh Cara cinta Desain Dunia EURO


2012

Film Foto fun GameGirlband Hollywood

Hubungan humor

indonesia inggris JepangK-

Pop Karya Seni kesehatanKonser Korea Kreatif Lady


GagaMakanan Manfaat

mobilmusik Pasangan Penyanyi priaSEAG2011 Sea Games 2011

Indonesia Seks seksi Sepakbolasmartphone Tanya


Recent Posts

Kenapa?Tips Unik videowanita

WTF!!! Mabuk, Tentara Rusia Ini Mengendarai Tank Ugal-Ugalan The Doctor Back On Track!! Eru Akan Segera di Menggelar Konsernya di Jakarta Suzy Miss A Tampil Manis di Iklan Gula Sub Unit T-ara Merilis Lagu Baru Recent Comments

muhzain on Inilah 7 Kegunaan Bunga Kamboja toko online murah on OMG!! Ada Polisi Kardus?? toko online murah on Jangan Lupakan Budaya Nasional dengan Menghadiri Ultah TMII Ardiansyah on 10 Bentuk Awan Paling Indah Di Dunia Jkt48 on Inilah 24 Orang Skuad Tim J JKT48! Categories

Archives

Entries RSS Comments RSS 2013 LangitBerita.com.

BERANDA TENTANG BLOG TENTANG SAYA INTRODUKSI REFERENSI DAFTAR ISI TANYAKAN SAJA KONTAK ATURAN PENGGUNAAN MATERI

Gramedia

GagasMedia

Elex Media

Elex Media

Pinus Publisher
TOPIK BLOG

Astronomi (2) Biologi (84)

Did You Know? (22) Entertainment (31) Fenomena Alam (146) Flora Fauna (673) Iptek (238) Psikologi (17) Sejarah (699) Tokoh (644) Umum (536)
LINK EKSTERNAL

Catatan Hoeda Manis Cintapedia Di Bawah Bendera Sarung Dimitri Zarkhov Diptara Forum Indonesia Goenawan Mohamad Indonesia Buku Itik Bali Kata Waktu Nailal Fahmi National Geographic People Rumah Review Science Society Wikipedia Yahoo! Answer
TEMAN BELAJAR

Belajar Sampai Mati. Diberdayakan olehBlogger.

Apakah Ikan Bisa Mendengar?


Jika dilihat sepintas, ikan tidak memiliki telinga, atau setidaknya tidak ada telinga ikan yang terlihat. Namun, sesungguhnya, ikan juga memiliki telinga sebagaimana hewan lainnya. Hanya

saja, telinga ikan tidak terlihat dari luar. Jika manusia memiliki telinga luar, tengah, dan dalam, ikan hanya memiliki telinga dalam. Telinga ikan terletak di bagian dalam yang tertutup kulit luar kepalanya, dan telinga itu berada pada kedua sisi kepalanya. Namun, meski berada di dalam, telinga ikan berfungsi dengan baik, dan pendengarannya sangat tajam sehingga dapat mendengar suara-suara yang terdengar di sekelilingnya. Ketika ada suara-suara yang mengejutkannya, ikan biasanya akan segera menyelamatkan dirinya dengan menjauh dari sumber suara tersebut. Bagi ikan, suara-suara yang terdengar itu dianggap ancaman bagi keamanan dirinya. Karena itu, biasanya ikan akan berenang menjauh ke dasar air, karena ia akan merasa aman berada di sana. Hmm suka dengan posting ini dan ingin membagikannya di blogmu? Silakan baca lebih dulu peraturannya di sini.

Artikel Terkait Flora Fauna


Apakah Daun yang Tidak Hijau Bisa Berfotosintesis? Bagaimana Tumbuhan Menghidupi Dirinya Sendiri? Apa sih Kraken itu? Apakah Terwelu Sama dengan Kelinci? Bagaimana Gaya Hidup Badak? Mengapa Badak Jawa Terancam Punah? Mengapa Orangutan Suka Membawa Tongkat? Apakah Paus Tergolong Ikan? Mengapa Tubuh Zebra Bergaris Hitam Putih? Adakah Pohon yang Bisa Pindah Tempat Sendiri?

COPYRIGHT HOEDA MANIS LABEL: FLORA FAUNA

TIDAK ADA KOMENTAR: POSKAN KOMENTAR LINK KE POSTING INI Buat sebuah Link
POSTING LEBIH BARUPOSTING LAMABERANDA

CARI SAJA

Cari

ARSIP BLOG

2013 (121) 2012 (389) o Desember (32) o November (32) o Oktober (32) o September (31) o Agustus (32) o Juli (31) o Juni (31) o Mei (30) o April (30) o Maret (35) Siapa Penemu Bra? Kapan Helikopter Terbang Pertama kali? Mengapa Komodo Suka Geleng-geleng Kepala? Mengapa Serigala Suka Melolong Bersahutan? Mengapa Banteng Membenci Warna Merah? Bagaimana Hewan Bisa Berjalan di Atas Air? Apakah Ikan Bisa Mendengar? Mengapa Bunglon Bisa Mengubah Warna Tubuhnya? Apa Penyebab Bunglon Mengubah Warna Kulitnya? Mengapa Laba-laba Tidak Terjebak Dalam Jaringnya S...

Mengapa Laron Menyukai Cahaya? Bagaimana Cara Membaca Nomor KTP? Mengapa Susuk Menggunakan Tembaga, Emas, Perak, da... Apa yang Dimaksud Terapi Belatung? Apa Perbedaan Kambing dan Domba? Apa Perbedaan Monyet dan Kera? Apa Perbedaan Kodok dan Katak? Mengapa Ekor Tokek Tetap Hidup Setelah Terputus da... Mengapa Ikan di Kutub Tidak Membeku? Sejak Kapan Semut Keluyuran di Bumi? Adakah Ikan yang Bisa Hidup Tanpa Air? Mengapa Kapal Laut Tidak Tenggelam? Apa sih Phthirus Pubis itu? Mengapa Pesawat Bisa Terbang? Bagaimana Mengetahui Seseorang Telah Melakukan Ope... Mengapa Nyamuk Mengisap Darah Kita? Mengapa Gigitan Nyamuk Menimbulkan Bentol? Apakah Gigitan Nyamuk Bisa Menularkan HIV/AIDS? Apa Sebenarnya yang Dimaksud Efek Rumah Kaca? Mengapa Daging Ikan Berwarna Putih? Mengapa Daging Ikan Lebih Lunak Dibanding Daging H... Apa Benda Paling Kecil di Dunia? Benarkah Kopi Luwak Berasal dari Luwak? Mengapa Menjemur Baju di Ruang Terutup Lebih Lama ... Mengapa Ular Tidak Memiliki Kaki? o Februari (34) o Januari (39) 2011 (378) 2010 (380) 2009 (376) 2008 (375)

2007 (319)
STATISTIK

Total Posting: 2338

2011 - Belajar Sampai Mati | Design by: Hoeda Manis | Powered: Blogger