Anda di halaman 1dari 68

PEDOMAN PENYUSUNAN FORMASI BERBASIS ANALISIS BEBAN KERJA

DEPUTI BIDANG PENGEMBANGAN KEPEGAWAIAN


Dr. DJOKO SUTRISNO, M.Si

I. LATAR BELAKANG PERMASALAHAN PNS 1. Pelimpahan status kepegawaian pusat ke daerah karena kebijakan otonomi daerah berjumlah 2,3 juta PNS 2. Kebijakan Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi PNS berjumlah 899. 866 CPNS 3. Kebijakan Pengangkatan Sekdes menjadi PNS berjumlah 46.521 PNS 4. Persentase antara jumlah belanja pegawai dengan belanja publik didalam APBD tidak rasional
2

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

LANJUTAN LATAR BELAKANG PERMASALAHAN PNS

5. Pemekaran Wilayah/Daerah yang berdampak pada penambahan Formasi PNS. 6. Perkembangan Teknologi Informasi secara cepat dan pesat. 7. Kebijakan Peleburan/penggabungan/pembubaran instansi (kementerian sosial, kementerian penerangan)
3

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

II. MASALAH PNS


1. Mismatch yaitu kesenjangan antara kompetensi PNS dengan syarat kompetensi jabatan yang didudukinya 2. Under employment yaitu kinerja PNS yang belum produktif dan belum adanya target atau kontrak kinerja berupa sasaran kinerja individu yang harus dilakukan PNS dalam melaksanakan tugasnya, sehingga pelayanan PNS terhadap masyarakat belum memuaskan. 3. Alokasi dan distribusi PNS yang tidak proporsional antara jumlah PNS dengan tugas dan fungsi organisaasi yang harus dilaksanakan.

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

III. KONDISI OBJEKTIF PNS

1. Jumlah PNS per 13 Mei 2011 adalah =


4.708.330

2. Ratio PNS terhadap penduduk adalah


4.708.330 : 237.556.363 = 1 : 50.45 Prosentase PNS terhadap penduduk adalah 1.98%

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

3. Arahan Presiden pada RETRET ke III Sidang Kabinet


yang diperluas dengan para Gubernur pada tanggal 5-6 Agustus 2010 di Bogor kepada Menteri Dalam

Negeri dan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur


Negara dan Reformasi Birokrasi, serta unsur daerah untuk merumuskan jumlah pegawai yang tepat untuk di

daerah, dan dapat melaksanakan tugas dengan baik


sesuai dengan kemampuan keuangan negara serta melihat kembali Peraturan Pemerintah Nomor:
6

41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.


BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

4. Rasio PNS terhadap penduduk Indonesia 1,98% masih cukup moderat Sebagai perbandingan beberapa Negara ASEAN
NO 1 2 3 4 NEGARA Indonesia Malaysia Filipina Thailand PROSENTASE % 1,98 3,7 2,9 1,9

5
6 7 8 9

Kamboja
Laos Vietnam Darussalam Myanmar

1,2
1,8 2,1 11,4 0,7
7

Sumber data: Kementerian Luar Negeri tahun 2009


BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

5. Pertumbuhan Pegawai Negeri Sipil Menurut Jenis Kelamin, 2003 - 2011


% Tahun
(1)

% Wanita
(4)

% Jumlah
(6)

Pria
(2)

Pertumbuhan
(3)

Pertumbuhan
(5)

Pertumbuhan
(7)

2003 2004 2005

2.172.285 2.130.299 2.131.674

1.475.720 -1,93 1.457.038 0,06 1.530.662

3.648.005 -1,27 3.587.337 5,05 3.662.336 -1,66 2,09

2006
2007 2008 2009 2010 2011

2.144.320
2.292.555 2.257.408 2.455.269 2.460.283 2.403.178

0,59 1.580.911
6,91 1.774.646 -1,53 1.825.952 8,76 2.068.936 0,20 2.137.817 -2.32 2.167.640

3,28 3.725.231
12,25 4.067.201 2,89 4.083.360 13,31 4.524.205 3,33 4.598.100 1,40 4.570.818

1,72
9,18 0,40 10,80 1,63 -0.59
8

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

6. Komposisi PNS berdasarkan Jenis Jabatan


JABATAN Struktural Esl. I JUMLAH 436

Esl. II
Esl. IIII Esl. IV Esl. V Fungsional Tertentu Fungsional Umum JUMLAH

5.240
33.616 143.362 10.036 2.155.193 2.222.935 4.570.818
9

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

7. Komposisi PNS menurut Jenis Jabatan Fungsional Tertentu


Per 31 Desember 2011
Jabatan Fungsional Tertentu
(1)

Pria
(2)

Pertumbuh an
(3)

Wanita
(4)

Pertumbuh an
(5)

Jumlah
(6)

Pertumbuh an
(7)

Tenaga Pendidik/Guru Tenaga Medis Tenaga Paramedis Dosen/Guru Besar Lainnya

708,868 11,375 47,901 48,984 110,334

41.96 41.09 23.78 62.84 69.60

980,719 16,308 153,556 28,965 48,183

58,04 1,689,587 58,91 76,22 37,16 30,40 27,683 201,457 77,949 158,517

78.40 1.28 9.35 3.62 7.36

Jumlah

927,462

43.03 1,227,731

56,97 2,155,193

100.00

10

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

8. Komposisi PNS Menurut Tingkat Pendidikan


Per 31 Desember 2011
Tingkat Pendidikan Akhir
(1)

Pria
(2)

%
(3)

Wanita
(4)

%
(5)

Jumlah
(6)

%
(7)

SD SLTP SLTA DI D II D III D IV S1 S2 S3 Jumlah

78,409 108,986 862,528 25,515 260,724 172,024 12,454 801,824 74,248 6,466 2,403,178

93.97 88.01 56.93 33.78 37.65 39.94 65.38 52.93 68.99 79.07 52.58

5,028 14,848 652,552 50,026 431,778 258,648 6,595 713,082 33,371 1,712 2,167,640

6.03 83,437 11.99 123,834 43.07 1,515,080 66.22 75,541 62.35 692,502 60.06 430,672 34.62 19,049 47.07 1,514,906 31.01 107,619 20.93 8,178 47.42 4.570.818

1.83 2.71 33.15 1.65 15.15 9.42 0.42 33.14 2.35 0.18 100.00
11

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

9. Komposisi PNS Menurut Kelompok Umur dan Tingkat Pendidikan Tertinggi

Per 31 Desember 2011


Kelompok Umur (1) 18 - 20 21 - 25 26 - 30 31 - 35 36 - 40 41 - 45 46 - 50 51 - 55 SD (2) 267 2,454 5,153 8,335 12,214 21,198 31,460 SLTP (3) 6 1,173 7,996 12,401 17,238 24,185 27,635 31,021 SLTA (4) 3,282 24,638 121,739 162,046 192,732 344,577 353,095 260,006 DI (5) 333 4,300 6,498 15,278 15,408 7,667 12,290 11,315 D II (6) 13 20,690 61,504 53,271 58,709 100,531 175,066 145,817 D III (7) 43 59,811 95,016 81,514 44,018 44,794 52,446 40,240 D IV (8) 2,792 6,065 3,126 2,594 2,090 1,525 709 S1 (9) 45,705 199,635 239,442 234,562 273,224 273,049 193,229 S2 (10) 183 4,329 9,259 13,934 19,106 24,443 24,404 S3 (11) 5 95 362 902 1,889 2,017 Jumlah (12) 3,677 159,559 505,241 581,585 587,892 829,290 942,636 740,218

56 - 60
61 - 65 65 + Jumlah

2,356
83,437

2,179
-

52,965
-

2,452
75,541

76,901
692,502

12,790
430,672

148
-

53,322
2,675 63

9,170
2,748 43 107,619

1,585
1,042 281

213,868
6,465 387

123,834 1,515,080

19,049 1,514,906

8,178 4,570,818

12

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

10.

PNS yang akan mencapai Usia Pensiun 2011-2014 sejumlah 488.494 dengan Tahun 2011 : Tahun 2012 : Tahun 2013 : Tahun 2014 : Total 107.418 124.175 123.167 133.734

: 488.494

13

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

IV. ANGGARAN BELANJA PEGAWAI PEMERINTAH DAERAH

Kelompok I II III IV V

% Belanja Pegawai dengan APBD 30 31 s.d 40 41 s.d 50 51 s.d 60 61 s.d 76

Jumlah Instansi 52 76 106 145 145

% 9,92 14,50 20,23 27,67 27,67

14

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

UNDANG UNDANG NOMOR 43 TAHUN 1999 Pasal 3 (1)Pegawai Negeri berkedudukan sebagai unsur aparatur negara yang bertugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional, jujur, adil dan merata dalam penyelenggaraan tugas negara, pemerintah dan pembangunan. Pasal 7 (2) Gaji yang diterima oleh Pegawai Negeri harus mampu memacu produktivitas dan dan menjamin kesejahteraannya

15

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

V.

STRATEGI MENGATASI PERMASALAHAN PNS

Pemerintah melakukan penataan organisasi penataan Pegawai Negeri Sipil / rightsizing

dan

Dalam pelaksanaannya pemerintah telah mengeluarkan kebijakan

Peraturan Bersama Menteri PAN & RB, Menteri Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan Nomor : 02/SPB/M.Pan-RB/8/2011, 800-632 Tahun 2011, 141/PMK.01/2011 24 Agustus 2011

Penundaan Sementara Penerimaan CPNS (Moratorium)

16

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

Prinsip Penundaan Sementara Pegawai Negeri Sipil


1. Dilakukan penundaan sementara penetapan tambahan formasi untuk penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil berlaku mulai tanggal 1 September 2011 sampai dengan 31 Desember 2012. 2. Melakukan penghitungan Jumlah Kebutuhan PNS Yang Tepat berdasarkan Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja dan Hasilnya dilaporkan kepada Menpan dan RB dan Ka BKN paling lambat akhir bulan Desember 2011.

3. Pimpinan Instansi Pusat dan Daerah melakukan Redistribusi (penyaluran ke satuan organisasi yang membutuhkan) pegawai sesuai dengan kompetensi di instansi masing-masing berdasarkan hasil penataan organisasi dan PNS dan Hasilnya dilaporkan Tim Reformasi Birokrasi Nasional.
4. Instansi Pusat dan Daerah menyusun Proyeksi Kebutuhan PNS selama 5 (lima) tahun ke depan yang pemenuhannya dilakukan secara berkesinambungan dengan sasaran prioritas per tahun yang jelas sesuai dengan kemampuan keuangan negara dan hasilnya disampaikan paling lambat tanggal 30 Juni 2012
17

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

PERKA BKN NOMOR 37 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENATAAN PNS

PENGERTIAN

Penataan PNS adalah suatu proses analisis secara sistematis dan berkelanjutan untuk memperoleh kuantitas, kualitas, komposisi dan distribusi pegawai yang tepat sesuai dengan kebutuhan organisasi, sehingga dapat mewujudkan visi dan misi organisasi menjadi kinerja nyata.

18

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

PENATAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL

ORGANISASI

Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja

MENGHITUNG JUMLAH PEGAWAI TEPAT

PENATAAN PEGAWAI

KUANTITAS, KUALITAS, KOMPOSISI , DAN DISTRIBUSI PEGAWAI

19

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

VI. PROSEDUR PENATAAN PNS

1. PERSIAPAN PENATAAN PNS

2. PELAKSANAAN PENATAAN PNS

20

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

1. PERSIAPAN PENATAAN
ANALISIS JABATAN

Informasi Jabatan : a. Uraian Jabatan b. Syarat Jabatan c. Peta Jabatan dan Kekuatan Pegawai

Tidak Ada

Menyusun Informasi Jabatan

Ada

Peninjauan Kembali

21

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

a. Uraian Jabatan

Uraian jabatan meliputi nama jabatan, kode jabatan, ikhtiar jabatan, uraian tugas, bahan kerja, perangkat kerja, hasil kerja, tanggung jawab, wewenang, korelasi jabatan, kondisi lingkungan kerja, dan resiko bahaya

22

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

b. Syarat Jabatan

Syarat jabatan terdiri atas pangkat/golongan ruang, pendidikan, kursus/diklat, pengalaman kerja, pengetahuan kerja, keterampilan kerja, bakat kerja, temperamen kerja, minat kerja, upaya fisik, kondisi fisik, dan fungsi pekerja

23

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

c. Peta Jabatan
Peta jabatan terdiri atas susunan nama dan tingkat jabatan struktural dan fungsional yang tergambar dalam struktur unit organisasi dari tingkat yang paling rendah sampai dengan yang paling tinggi. Peta jabatan menggambarkan seluruh jabatan yang ada dan kedudukan dalam unit organisasi serta memuat jumlah pegawai, pangkat/golongan ruang, kualifikasi pendidikan, dan beban kerja unit organisasi
24

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

Contoh Peta Jabatan pada Biro Kepegawaian

25

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

2. PELAKSANAAN PENATAAN PNS


Menghitung Jumlah Kebutuhan Pegawai Analisis Kesenjangan Profil dengan Jabatan

Kategori Jumlah Pegawai

Langkah Tindak Lanjut


34

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

3. PENGHITUNGAN KEBUTUHAN PNS


JABATAN FUNGSIONAL UMUM PERATURAN MENPAN & RB

JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU GURU PNS pada SARANA PELAYANAN KESEHATAN TENAGA STRUKTURAL

INSTANSI PEMBINA PERKA BKN NO. 4/2010 KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN

SESUAI DENGAN STRUKTUR


35

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

PERATURAN BERSAMA
Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan
(No. 02/SPB/M.PAN-RB/8/2011; No. 800-632 Th 2011; No. 141/PMK.01/2011)
(1) Untuk menghitung jumlah kebutuhan PNS berdasarkan analisis jabatan dan beban kerja pada Pemerintah Daerah, Menpan&RB menugaskan Gubernur dan Bupati/Walikota untuk menghitung jumlah kebutuhan PNS dilingkungan masing-masing sebagaimana diatur dalam PerMenpan&RB No. 26 Th 2011 tentang Perhitungan Jumlah Kebutuhan PNS Yang Tepat Untuk Daerah dan hasilnya dilaporkan kepada Menpan&RB dan Kepala BKN paling lambat pada akhir bulan Desember 2011; (2) Untuk menghitung jumlah kebutuhan PNS berdasarkan analisis jabatan dan beban kerja pada Pemerintah Pusat, Menpan&RB meminta para Menteri dan Pimpinan Lembaga untuk menghitung jumlah kebutuhan PNS dilingkungan masing-masing sebagaimana diatur dalam Keputusan Menpan&RB No. KEP.75/M.PAN/7/2004 tentang Pedoman Perhitungan Kebutuhan Pegawai Berdasarkan Beban Kerja Dalam Rangka Penyusunan Formasi PNS dan hasil perhitungan jumlah kebutuhan PNS berdasarkan kelompok jabatan tersebut disampaikan kepada Menpan&RB dan Kepala BKN paling lambat pada akhir bulan Desember 2011
36

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

Pedoman Perhitungan Kebutuhan Pegawai Berdasarkan Beban Kerja dalam Rangka Penyusunan Formasi PNS
Kep.Men.PAN Nomor: KEP/75/M.PAN/7/2004

Perhitungan Kebutuhan Pegawai dengan Metode Umum Pendekatan yang dapat dilakukan untuk menghitung kebutuhan pegawai adalah mengidentifikasi beban kerja melalui: a. Hasil kerja b. Objek kerja

c. Peralatan kerja
d. Tugas per tugas jabatan
37

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

Perhitungan Kebutuhan Pegawai dengan Metode Umum (lanjutan)


a. Pendekatan Hasil Kerja Dalam menggunakan metode ini, informasi yang diperlukan adalah: wujud hasil kerja dan satuannya; jumlah beban kerja yang tercermin dari target hasil kerja yang harus dicapai; standar kemampuan rata-rata untuk memperoleh hasil kerja. Rumus menghitung dengan pendekatan metoda ini adalah:

Beban kerja
Standar kemampuan Rata-rata

X 1 orang

Contoh: Jabatan : Pengentri Data Hasil Kerja : Data Entrian Beban Kerja/Target Hasil : 200 data entrian setiap hari Standar Kemampuan Pengentrian : 30 data per hari Perhitungannya adalah: 200 data entrian X 1 orang = 6,67 orang 30 data entrian Dibulatkan menjadi 7 orang

38

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

Perhitungan Kebutuhan Pegawai dengan Metode Umum (lanjutan)


b. Pendekatan Objek Kerja Metoda ini memerlukan informasi: wujud objek kerja dan satuannya; jumlah beban kerja yang tercermin dari banyaknya objek yang harus dilayani; standar kemampuan rata-rata untuk melayani objek kerja. Rumus menghitung dengan pendekatan metoda ini adalah: Objek kerja Contoh: Jabatan : Dokter Objek Kerja : Pasien Beban Kerja : 80 pasien per hari Standar Kemampuan Pemeriksaan : 80 pasien 25 pasien dibulatkan menjadi 3 orang Standar kemampuan Rata-rata X 1 orang

25 pasien per hari

X 1 Dokter = 3,2 orang Dokter


39

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

Perhitungan Kebutuhan Pegawai dengan Metode Umum (lanjutan)


c. Pendekatan Peralatan Kerja Dalam menggunakan metoda ini, informasi yang diperlukan adalah: o satuan alat kerja; o jabatan yang diperlukan untuk pengoperasian alat kerja; o jumlah alat kerja yang dioperasikan; o rasio jumlah pegawai per jabatan per alat kerja (RPK). Rumus penghitungannya adalah:

Peralatan kerja
Rasio Penggunaan Alat Kerja
Contoh: Bis angkutan pegawai
Satuan alat kerja Jabatan yang diperlukan untuk pengoperasian alat kerja : Bis

X 1 orang

: Pengemudi Bis Kernet Bis Montir Bis

Jumlah alat kerja yang dioperasikan Rasio Pengoperasian Alat Kerja

: 20 bis : 1 Pengemudi 1 Bis 1 Kernet 1 Bis 1 Montir 5 Bis


40

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

Perhitungan Kebutuhan Pegawai dengan Metode Umum (lanjutan)


Jumlah pegawai yang diperlukan:

Pengemudi Bis: 20 bis X 1 Pengemudi = 20 Pengemudi 1 bis

Kernet Bis: 20 bis X 1 Kernet = 20 Kernet Bis 1 bis Montir Bis: 20 bis X 1 Montir = 4 Montir Bis 5 bis
41

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

Perhitungan Kebutuhan Pegawai dengan Metode Umum (lanjutan)


d. Pendekatan Tugas per Tugas Jabatan Informasi yang diperlukan untuk dapat menghitung dengan metoda ini adalah uraian tugas beserta jumlah beban untuk setiap tugas; waktu penyelesaian tugas; jumlah waktu kerja efektif per hari rata-rata. Rumusnya adalah: Waktu Penyelesaian Tugas WaktuKerja Efektif Waktu Penyelesaian Tugas disingkat WPT. Sedangkan Waktu Kerja Efektif disingkat WKE

42

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

Perhitungan Kebutuhan Pegawai dengan Metode Umum (lanjutan)


Contoh: Jabatan : Pengadministrasi Umum
NO.
1

URAIAN TUGAS
2

BEBAN TUGAS
3

SKR
4

WPT
5 (3X4)

1 2 3 4 5 6 7

Mengetik surat Mengagenda surat Mengarsip surat Melayani tamu Menyusun laporan Daftar hadir Mengadministrasikan Kepegawaian Dan seterusnya

70 lb/hari 24 surat/hari 24 surat/hari 4 tamu/hari 1 laporan/hari 16 data/hari

12 menit/lb 6 menit/surat 5 menit/surat 6 menit/tamu 30 menit/lap 90 menit/data

840 menit 144 menit 120 menit 24 menit 30 menit 1.440 menit n menit

WPT

2.598 + n menit
43

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

Perhitungan Kebutuhan Pegawai dengan Metode Umum (lanjutan)


Jumlah waktu kerja rata-rata per hari yang ditetapkan sebagai waktu kerja efektif adalah 270 menit. Jadi jumlah pegawai yang dibutuhkan untuk jabatan Pengadministrasi Umum adalah:

2.598 + n menit 270 menit

X 1 orang

.. orang

44

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

4. Tata Cara Menghitung Jumlah Pegawai yang Tepat Untuk Daerah Berdasarkan Permenpan dan RB No. 26 Th 2011
Penetapan Jumlah pegawai adalah jumlah total dari kebutuhan jabatan struktural, kebutuhan jabatan fungsional umum dan jabatan fungsional tertentu a. Perhitungan jumlah PNS untuk jabatan Struktural :

Dilakukan dengan menghitung seluruh struktur organisasi yang diatur berdasarlkan peraturan daerah tentang organisasi dan tata kerja perangkat daerah baik yang dibentuk berdasarkan PP 41 tahun 2007 maupun peraturan perundangan lainnya
Dihitung berdasarkan jumlah struktur organisasi sesuai Perda tentang SOTK X1 (kecuali Rumah Sakit, Puskesmas)

45

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

b. Perhitungan jumlah PNS untuk jabatan fungsional yang memberikan pelayanan tidak langsung pada masyarakat : Dilakukan dengan menghitung jumlah : 1) Unit organisasi teknis terendah (eselon IV atau V) dikalikan 2 pegawai, contoh: analis, pengadministrasi umum; Apabila unit organisasi teknis terendahnya eselon III dikalikan 3 s/d 5 pegawai 2) Unit organisasi kesekretariatan terendah (eselon IV atau V) dikalikan 3 s.d. 5 pegawai, contoh : pengadministrasi umum: layanan surat/telepon, pengetikan, pencatatan, kepegawaian, keuangan, perlengkapan/RT) Jabatan fungsional yang memberikan pelayanan tidak langsung pada masyarakat yang organisasi terendahnya eselon IV dan V organisasi terendahnya setingkat eselon III Unit organisasi Kesekretariatan

2P x jumlah eselon IV atau V 3P s/d 5P x jumlah eselon III 3P s/d 5P x jumlah eselon IV atau V

46

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

Dengan ketentuan sbb :


Daerah Kabupaten / Kota :

3P bagi Daerah dg jmlh pddk kurang dari 500.000 jiwa 4P bagi Daerah dg jmlh pddk 500.001 s/d 1.500.000 jiwa 5P bagi Daerah dg jmlh pddk lebih dari 1.500.000 jiwa

Daerah Provinsi :
3P bagi Provinsi dg wilayah koordinasi kurang dari 10 Kab/Kota 4P bagi Provinsi dg wilayah koordinasi 10 s/d 20 Kab/Kota 5P bagi Provinsi dg wilayah koordinasi lebih dari 20 Kab/Kota

47

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

c.

Perhitungan jumlah kebutuhan PNS untuk jabatan fungsional yang memberikan pelayanan langsung pada masyarakat yang bersifat administrasi;

Dilakukan dengan menghitung jumlah unit organisasi terendah (eselon IV) yang berfungsi memberikan pelayanan langsung pada masyarakat yang bersifat administrasi seperti perijinan, pelayanan keterangan, kartu penduduk/ kartu kuning dll. Dikalikan 3 s/d 7 pegawai
3P s/d 7P x jumlah eselon IV dan atau V yang memberikan layanan langsung yang bersifat teknis administratif
48

Jabatan fungsional yang memberikan pelayanan langsung pada masyarakat yang bersifat teknis administratif

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

Dengan ketentuan sbb :


Daerah Kabupaten / Kota : 3P bagi Kab/Kota dg jmlh pddk kurang dari 250.000 jiwa 4P bagi Kab/Kota dg jmlh pddk 250.001 s/d 500.000 jiwa 5P bagi Kab/Kota dg jmlh pddk 500.001 s/d 1.000.000 jiwa 6P bagi Kab/Kota dg jmlh pddk 1.000.001 s/d 2.000.000 jiwa 7P bagi Kab/Kota dg jmlh pddk lebih dari 2.000.000 jiwa Daerah Provinsi :

3P Bagi Provinsi dg wilayah koordinasi kurang dari 6 Kab/Kota 4P Bagi Provinsi dg wilayah koordinasi antara 6 s/d 12 Kab/Kot 5P Bagi Provinsi dg wilayah koordinasi antara 13 s/d 18 kab/Kota 6P Bagi Provinsi dg wilayah koordinasi antara 19 s/d 25 Kab/Kota 7P Bagi Provinsi dg wilayah koordinasi lebih dari 25 Kab/Kota

49

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

d.

Perhitungan jumlah kebutuhan PNS untuk jabatan fungsional yang memberikan pelayanan langsung pada masyarakat yang bersifat lapangan seperti Penyuluh Pertanian, Penyuluh KB, Instruktur, Pengawas Ketenagakerjaan, Pengawas Teknik Tata Bangunan dan Perumahan dll Dilakukan dengan menghitung rasio antara : - objek kerja - hasil kerja - tugas/waktu kerja - perangkat kerja

sesuai karakteristik masing-masing jabatan Misalnya : 1P Pengawas Ketenagakerjaan mengawasi 98 Perusahaan (pelayanan langsung pada Masyarakat) 1P Penyuluh KB memberikan penyuluhan bagi 1.000 Pasangan usia subur Sesuai dengan Jabatan fungsional yang memberikan besarnya obyek / pelayanan langsung pada masyarakat hasil perangka/ yang bersifat dan bertugas dilapangan waktu kerja tugas
50

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

Nama jabatan

Satuan Obyek Kerja Pasangan Usia Subur (PUS) Kecamatan Potensial perikanan

Volume

Standar Kemampuan Pegawai 1.000 PUS 1 Penyuluh

Kebutuhan Pegawai 10 orang

1. Penyuluh KB

10.000 orang

2. Penyuluh Perikanan

3 kec Sangat Potensial perikanan 2 kecamatan potensial perikanan 2 kecamatan kurang potensial perikanan

Bagi Kec sangat potensial 2 penyuluh per kecamatan Bagi Kec potensial 1 penyuluh per kecamatan Bagi kec kurang potensial 1 penyuluh/ 2 kec

6P

2P

1P
51

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

e. Menghitung jumlah kebutuhan tenaga Guru pada sekolah yang diselenggarakan Pemerintah yaitu : 1). Guru TK

Guru`TK dihitung dengan 1 orang dikalikan jumlah rombongan belajar yang ada di seluruh Kabupaten/Kota 1 x jumlah Rombongan Belajar 2). Guru TK Negeri
3). Guru SD/SLB Negeri Guru kelas dihitung dengan 1 orang dikalikan dengan jumlah rombongan belajar yang ada di seluruh sekolah pada Propinsi/ Kab/Kota (1 x Jmlh rombongan belajar) Guru Penjaskes, Guru Agama dan Kepala Sekolah dengan menghitung jumlah sekolah (3 x jmlh sekolah) a). Guru kelas 1 x jumlah Rombongan belajar b). Guru Penjaskes, Agama dan Kepala Sekolah (3 x Jumlah Sekolah) 44
BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

4). Guru SD/SLB Negeri

Lanjutan Menghitung jumlah kebutuhan tenaga Guru 5). Guru SMP/SMU/SMK Negeri
Guru bidang studi dihitung dengan mengalikan jumlah jam wajib dikalikan jumlah rombongan belajar dibagi 24 jam Guru BP/ BK dihitung dengan jumlah seluruh siswa dibagi 150 (jml siswa/150) Ditambah 1 Kepala Sekolah untuk tiap Sekolah
a. Guru Mata Pelajaran jmlh jam wajib per minggu x jmlh Rombongan belajar dibagi 24 jam b. Guru BP (jmlh siswa dibagi 150) c. Kepala Sekolah 1 x jmlh sekolah

6). Guru SMP/SMU/SMK Negeri

45

f. Menghitung jumlah kebutuhan pegawai pada sarana pelayanan kesehatan milik Pemerintah :
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Untuk kebutuhan pegawai RSUD berdasarkan tipe Rumah Sakit RSUD tipe A kebutuhan jumlah pegawai adalah 2.038 orang RSUD tipe B (I) kebutuhan jumlah pegawai adalah 927 orang RSUD tipe B (II) kebutuhan jumlah pegawai adalah 597 orang RSUD tipe C kebutuhan jumlah pegawai adalah 207 orang RSUD tipe D kebutuhan jumlah pegawai adalah 54 orang
Tenaga Kesehatan 1.690 645 315 120 26 Kebutuhan Pegawai Tenaga Non Jumlah Kesehatan 348 282 282 87 28 2.038 927 597 207 54
46

Tipe Rumah Sakit Umum RSUD Tipe A RSUD Tipe B (1)\ RSUD Tipe B (2) RSUD Tipe C RSUD Tipe D

Standar Kebutuhan Minimal Formasi Tenaga Kesehatan Rumah Sakit Umum


NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 JENIS TENAGA Dokter Spesialis Dokter Umum Dokter Gigi Keperawatan Kefarmasian Kesehatan Masyarakat Gizi Keterapian Fisik Keteknisan Medis Non Tenaga Kesehatan : - Pengadministrasi ruang rawat inap - Pramusaji - Juru masak - Juru cuci - Pemulasaraan jenazah - Sopir Jumlah 2038 927 597 207 54 RS Kelas A 304 6 1240 24 6 24 34 52 348 RS Kelas B (P) 102 11 3 464 12 3 12 15 23 282 RS Kelas B (NP) 36 11 3 200 12 3 12 15 23 282 RS Kelas C 7 11 2 80 3 2 3 5 7 87 RS Kelas D 3 1 16 1 1 1 1 2 28

47

Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) RSKD tipe A kebutuhan jumlah pegawai adalah 158 orang RSKD tipe B kebutuhan jumlah pegawai adalah 118 orang RSKD tipe C kebutuhan jumlah pegawai adalah 69 orang RSKD tipe D kebutuhan jumlah pegawai adalah 45 orang Kebutuhan Pegawai Tenaga Tenaga Non Jumlah Kesehatan Kesehatan 120 93 54 35 38 25 15 10 158 118 69 45

Tipe Rumah Sakit Khusus RSKD Tipe RSKD Tipe RSKD Tipe C RSKD Tipe D

48

Standar Kebutuhan Minimal Formasi Tenaga Kesehatan Rumah Sakit Khusus


NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 JENIS TENAGA Dokter Spesialis Dokter Umum Dokter Gigi Keperawatan Kefarmasian Kesehatan Masyarakat Gizi Keterapian Fisik Keteknisan Medis Non Tenaga Kesehatan Jumlah RS Kelas A 15 1 2 75 4 2 8 8 8 38 161 RS Kelas B 10 2 2 56 2 1 6 7 7 25 118 RS Kelas C 5 2 1 32 1 1 4 4 4 15 69 RS Kelas D 3 1 1 20 1 1 2 3 3 10 45

49

UPT Kesehatan Untuk Kebutuhan pegawai pada UPT Kesehatan berdasarkan jenis: Puskesmas Perawatan di daerah strategis adalah daerah pusat perkembangan perekonomian daerah perdangan barangbarang yang berasal dari pedalaman ataupun daerah transito antar kota kebutuhan jumlah pegawai adalah 42 orang Puskesmas Perawatan di daerah terpencil adalah daerah terpencil yang ditandai dengan sulitnya hubungan geografis yang mengakibatkan masyarakat sulit menjangkau puskesmas demikian juga merujuk ke rumah sakit terdekat, kebutuhan jumlah pegawai adalah 27 orang. Puskesmas Perawatan di daerah kepulauan adalah letaknya terisolasi dan kesulitan hubungan laut, kebutuhan jumlah pegawai adalah 38 orang Puskesmas Perkotaan kebutuhan jumlah pegawai adalah 40 orang Puskesmas Pembantu I (Pustu) kebutuhan jumlah pegawai adalah 8 orang ditambah 1 dokter gigi yang melayani 3 Pustu. Puskesmas Pembantu II (Pustu) kebutuhan jumlah pegawai adalah 2 orang.
50

Puskesmas
Jenis Puskesmas Puskesmas Perawatan Daerah Strategis Puskesmas Perawatan Daerah Terpencil Puskesmas Perawatan Daerah Kepulauan Puskesmas Perkotaan Puskesmas Perdesaan Puskesmas Daerah Terpencil Puskesmas Pembantu I Puskesmas Pembantu II Kebutuhan Tenaga Tenaga Kesehatan 28 18 29 30 18 12 7 1 Tenaga Non Kesehatan 9 9 9 10 5 5 1 1 Jumlah 37 27 38 40 23 17 8 + 1 Drg untuk 3 Pustu 2
51

Puskesmas di daerah terpencil/tertinggal/perbatasan kebutuhan jumlah pegawai adalah 17 orang. Puskesmas Pedesaan adalah puskesmas yang letaknya dikecamatan dengan penduduk sekitar 20.000 kebutuhan jumlah pegawai adalah 23 orang. Poliklinik Desa kebutuhan jumlah pegawai adalah 2 orang.

g. Jumlah Sekretaris Desa yang Berstatus PNS


Dihitung 1 orang untuk setiap Desa

52

PENENTUAN JUMLAH KEBUTUHAN PNS YANG TEPAT UNTUK DAERAH

Jumlah kebutuhan pegawai Jabatan struktural + Jumlah kebutuhan Jabatan fungsional (untuk pelayanan tidak langsung, pelayanan yang bersifat administrasi, pelayanan yang bersifat lapangan) + jumlah kebutuhan Guru + jumlah Kebutuhan Tenaga Kesehatan
Catatan : Yang dihitung hanya pada satuan organisasi pemerintah daerah termasuk Sekolah hanya sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah (Negeri) dan sarana pelayanan kesehatan pemerintah
53

ANALISIS PERSEDIAAN PEGAWAI


DAFTAR INFORMASI JABATAN
Nama Instansi Tahun
No
1

: .. : ..
Ada*
3

Informasi Jabatan
2

Tidak Ada*
4

Keterangan**
5

1 2 3 4

Uraian Jabatan Syarat Jabatan Peta Jabatan Daftar Kekuatan Pegawai

Ket : *)

Cukup diisi dengan tanda centang ( ) pada salah satu kolom **) Diisi dengan keterangan-keterangan lain yang diperlukan seperti masih dalam proses atau dibuat pada tahun ..

62

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

ANALISIS PERSEDIAAN PEGAWAI


KEBUTUHAN IDEAL PEGAWAI NEGERI SIPIL
Nama Instansi Tahun
Eselon I
1 2 3

: .. : ..
PERSEDIAAN PEGAWAI Per Eselon V
7

DATA KELEMBAGAAN NO UNIT ORGANISASI II


4

KEBUTUHAN PEGAWAI KELEBIHAN / KEKURANGAN


18

III IV
5 6

I
8

II
9

III IV
10 11

NON NON JUMLAH STRUKTURAL JUMLAH STRUKTURAL STRUKTURAL V


12 13 14 15 16 17

Jumlah

63

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

ANALISIS PERSEDIAAN PEGAWAI


ANALISIS KESENJANGAN ANTARA PROFIL PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN SYARAT JABATAN
Nama Instansi Unit Kerja Nama Pegawai Jabatan Tahun : .. : .. : .. : .. : ..
Syarat Jabatan No Unsur
1 2

Profil Pegawai Uraian


3 4

Analisisi Kesenjangan Sesuai/Belum Sesuai


5

Tindak Lanjut
6

Pendidikan

Pendidikan dan Latihan Pengalaman Jabatan Keahlian

Keterampilan

64

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

ANALISIS KESENJANGAN JABATAN


ANALISIS KESENJANGAN ANTARA PROFIL PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN SYARAT JABATAN
Unit Kerja : Nama Pegawai Jabatan :
No
1

Direktorat Perencanaan kepegawaian dan Formasi : Drs. Budi, MM Ka. Sub Direktorat Perencanaan Pengembangan Pegawai
Syarat Jabatan Uraian
3

Unsur
2

Profil Pegawai
4

Analisisi Kesenjangan Sesuai/Belum Sesuai


5

Tindak Lanjut
6

Pendidikan

S1 Manajemen / Administrasi

S2

Sesuai

Pendidikan dan Latihan Pengalaman Jabatan

Manajemen / Perencanaan Pengembangan PNS Berperan aktif dalam kegiatan bidang pengembangan pegawai -

Pengembangan SDM

Belum Sesuai

Diklat ..

Membidangi bintek manajemen kepegawaian

Sesuai

Menangani kasus-kasus kepegawaian Menganalisis jumlah kebutuhan dan kualitas pengembangan Belum Sesuai Diklat ..

Keahlian

Desain Pengembangan SDM

Keterampilan

Menganalisis kebutuhan pengembangan dan faktor-faktor terkait

Mengklasifikasikan daftar Sesuai kebutuhan dan faktor yang terkait pengembangan pegawai

65

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

ANALISIS PERSEDIAAN PEGAWAI


PENATAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL
Nama Instansi Tahun
KATEGORI INSTANSI* :

: .. : ..
KURANG (K) / SESUAI (S) / LEBIH (L)

TINDAK LANJUT YANG TELAH DILAKSANAKAN** :

Ket:

* Kategori instansi diisi berdasarkan hasil penghitungan total terhadap unit organisasi. ** Diisi secara naratif mengenai pelaksanaan tindak lanjut yang dilakukan instansi setelah diketahui masuk dalam kategori kurang/sesuai/lebih.

66

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

KATEGORI JUMLAH PEGAWAI

KURANG (K)
Contoh : -Jumlah PNS pada Kab. TJT adalah 4.700 orang. -Setelah dilakukan penghitungan kebutuhan pegawai, ternyata pegawai yang dibutuhkan adalah 5.000. -Dengan toleransi 2,5% maka jumlah pegawai yang tepat adalah minimal 4.875. -Dengan demikian Kab. TJT saat ini termasuk dalam Kategori Kurang (K).
67

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

KATEGORI JUMLAH PEGAWAI

SESUAI (S)
Contoh : -Jumlah PNS pada Kab. Bk adalah 4.955 orang. -Setelah dilakukan penghitungan kebutuhan pegawai, ternyata pegawai yang dibutuhkan adalah 4.892 . -Dengan toleransi 2,5% maka jumlah pegawai yang tepat adalah antara 4.780 sampai dengan 5.014. -Dengan demikian Kab. Bk saat ini termasuk dalam Kategori Sesuai (S).
68

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

KATEGORI JUMLAH PEGAWAI

LEBIH (L)
Contoh : -Jumlah PNS pada Kota Sy adalah 23.000 orang. -Setelah dilakukan penghitungan kebutuhan pegawai, ternyata pegawai yang dibutuhkan adalah 15.000. -Dengan toleransi 2,5% maka jumlah pegawai yang tepat adalah maksimal 15.375. -Dengan demikian Pemerintah Kota Sy saat ini termasuk dalam Kategori Lebih (L).

69

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

TINDAK LANJUT
KATEGORI KURANG (K)
1. Distribusi pegawai dari unit yang lebih ke yang kurang 2. Penarikan PNS dari instansi lain sesuai syarat jabatan 3. Pemberdayaan pegawai melalui diklat & pengayaan tugas 4. Menyusun perencanaan pengembangan pegawai 5. Menyusun perencanaan pegawai 5 tahun kedepan dengan pendekatan Positive Growth, atau melakukan penerimaan pegawai yang jumlahnya lebih besar dibandingkan dengan pegawai yang berhenti dan memperhatikan kemampuan keuangan negara.

70

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

TINDAK LANJUT
KATEGORI SESUAI (S)
1. Distribusi pegawai dari unit yang lebih ke yang kurang 2. Pemetaan potensi untuk mengetahui minat dan bakat pegawai 3. Mengangkat JFU menjadi JFT 4. Menyusun perencanaan pengembangan pegawai 5. Menyusun perencanaan pegawai untuk 5 tahun kedepan dengan pendekatan Zero Growth, atau melaksanakan penerimaan pegawai yang jumlahnya sama dengan pegawai yang berhenti dan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan negara.

71

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

TINDAK LANJUT
KATEGORI LEBIH (L)
1. Distribusi pegawai dari unit yang lebih ke yang kurang

2. Melakuakan Penilaian kinerja, Penegakkan disiplin dan Penilaian Kompetensi


3. Pemeringkatan bagi pegawai yang tidak memenuhi syarat jabatan 4. Pemberlakuan PP 32/1979 tentang pemberhentian pegawai

5. Menyusun perencanaan pegawai untuk 5 tahun kedepan dengan pendekatan Minus Growth, atau melaksanakan penerimaan pegawai yang jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah pegawai yang berhenti berdasarkan skala prioritas sesuai dengan kemampuan keuangan negara. 6. Evaluasi dan analisis Organisasi (tugas, fungsi, dan struktur)

72

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

73

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

PERATURAN BERSAMA
Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan
(No. 02/SPB/M.PAN-RB/8/2011; No. 800-632 Th 2011; No. 141/PMK.01/2011)

A. Pasal 6
Instansi Pusat dan Daerah selain menghitung jumlah kebutuhan PNS juga menyusun proyeksi kebutuhan PNS selama 5 (lima) tahun kedepan yang pemenuhannya dilakukan secara berkesinambungan dengan sasaran prioritas per tahun yang jelas sesuai dengan kemampuan keuangan negara dan hasilnya disampaikan paling lambat tanggal 30 juni 2012.

B. Pasal 7
Instansi Pusat dan Daerah yang belum selesai menghitung jumlah kebutuhan PNS dilarang mengembangkan/menamah organisasinya dan tidak diberikan alokasi tambahan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil.

74

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

1.Instansi membuat laporan hasil penataan PNS dan disampaikan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara paling lambat 1 (satu) bulan sejak berakhirnya pelaksanaan penataan PNS. 2.Laporan hasil penataan PNS dibuat menurut contoh sebagaimana tersebut dalam Anak Lampiran. 3.Bagi instansi yang tidak melaporkan hasil pelaksanaan penataan PNS akan dikenakan sanksi berupa pembatasan formasi penambahan 75 pegawai baru.
BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)

TERIMA KASIH

JUMLAH DAN KOMPOSISI PEGAWAI TEPAT

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (2011)