Anda di halaman 1dari 5

PERTEMUAN KE-1 Mata Pelajaran Guru Pengampu : 064.DKK.2 Menerapkan Dasar-dasar Elektronika : Team Teaching (1.

Agus Saefudin, S.Pd.; 2. Imam Fadoli, S.Pd.; Nur Arif Purnawan, S.Pd.T)

DESKRIPSI MATA PELAJARAN BERDASARKAN SPEKTRUM SMK 2008 Standar Kompetensi : Menerapkan Dasar-dasar Elektronika Kompetensi Dasar : 1. Mengidentifikasi komponen elektronika pasif, aktif dan elektronika optik. 2. Menjelaskan sifat-sifat komponen elektronik pasif dan aktif. 3. Menjelaskan konsep rangkaian elektronika. MATERI KEGIATAN PEMBELAJARAN KE-1 MENGIDENTIFIKASI KOMPONEN ELEKTRONIKA PASIF, AKTIF DAN ELEKTRONIKA OPTIK A. MENGIDENTIFIKASI KOMPONEN PASIF: RESISTOR Tujuan Pembelajaran : Setelah selesai kegiatan pembelajaran diharapkan siswa dapat: 1. Menentukan nilai resistansi suatu bahan dengan menggunakan rumus R = (.L)/q; 2. Memahami fungsi, notasi dan simbol resistor; 3. Membedakan jenis-jenis resistor tetap dan tidak tetap; 4. Memahami kelas-kelas dan istilah dalam resistor; 5. Menentukan nilai resistansi suatu resistor berdasarkan kode angka dan huruf serta kode warna; 6. Menganalisis rangkaian resistor seri, paralel, dan campuran; 7. Memahami daya arus bolak balik pada rangkaian yang bersifat resistif (ohm). Materi Pembelajaran : 1. TAHANAN (RESISTANSI/resistance) Tahanan suatu penghantar dapat dihitung dengan menggunakan rumus: dimana: R = tahanan dalam satuan ohm () L = panjang penghantar dalam satuan meter (m) = tahanan jenis penghantar dalam satuan .mm2/m q = luas penampang peghantar dalam satuan mm2 Contoh: Kawat tembaga yang panjangnya 10 m dengan luas penampang 0,5 mm2 dan tahan jenisnya 0,0175 ohm.mm2/m. Hitunglah besarnya tahanan kawat itu. Penyelesaian: Diketahui : L = 10 m; q = 0,5 mm2; dan = 0,0175 .mm2/m Ditanyakan : R = ...? Dijawab : R = (L. ) / q = (10 m x 0,0175 .mm2/m) / 0,5 mm2 = 0,035

2. RESISTOR Resistor adalah komponen elektronika pasif yang berfungsi menghambat besarnya arus yang mengalir pada rangkaian listrik/elektronik. Semakin besar nilai resistor yang dipasang, semakin kecil arus yang mengalir. I = V/R (Hukum Ohm) Satuan resistansi sebuah resistor adalah ohm. Notasi: R Simbol: 3. FUNGSI RESISTOR Fungsi resistor dalam rangkaian elektronika: Menahan sebagian arus listrik agar sesuai dengan kebutuhan. I = V/R (Hukum Ohm) Menurunkan tegangan sesuai dengan yang dibutuhkan. V = I.R Membangkitkan frekuensi tinggi maupun frekuensi rendah bekerja sama dengan kondensator atau induktor dan transistor . 4. JENIS-JENIS RESISTOR Jenis Resistor ada 2 (dua) macam, yaitu: a. Resistor Tetap (fix resistor) Resistor tetap (Fixed Resistor) adalah resistor yang nilai hambatannya tetap/tidak dapat diubah-ubah. Resistor daya kecil: 0,25 W; 0,5 W; dan 1 W memiliki ukuran fisik kecil, nilai hambatannya tidak ditulis pada bodinya melainkan dengan menggunakan kode warna, yaitu pada bodi Resistor diberi cincin-cincin berwarna yang menyatakan nilai tahanan resistor. Resistor yang memiliki Daya Besar: 5 Watt, 10 Watt, 15 Watt, 25 Watt atau lebih nilai resistansinya tidak dituliskan dengan kode warna melainkan langsung ditulis dengan angka dan huruf. Resistor Tetap/Fixed Resitor umumnya dibuat dari bahan Campuran Karbon, Selaput Logam (metal film), selaput karbon (carbon film), dan Lilitan Kawat. Untuk Resitor dg toleransi 5% dan 10% dituliskan dengan 4 cincin warna, sedang untuk toleransi 1 % atau 2 % umumnya dengan 5 cincin warna. b. Resistor Tidak Tetap (variable resistor) Resistor tidak tetap/Variabel Resistor adalah Resistor yang nilainya dapat dirubah dengan cara menggeser atau memutar tuas yang terpasang pada komponen. Macam Resistor Tidak Tetap: 1) VR Linear Misalnya: Potensiometer Nilai resistansi diubah dengan diputar atau digeser. Ada 2 macam, yaitu: VR linear (kode B) dan VR logaritmis (kode A) Trimpot Nilai resistansi diubah-ubah dengan cara men-trim dengan obeng trimmer. 2) VR Tidak Linear Misalnya: Themistor, ada 2 yaitu: PTC semakin tinggi suhu maka semakin besar resistansi. dan NTC semakin tinggi suhu kecil resistansi LDR semakin besar intensitas cahaya yang diterima semakin kecil nilai reistansi.

5. SIMBOL DAN BENTUK FISIK RESISTOR Nama Resistor dan Simbol Resistor Tetap (Fix Resistor)

Bentuk Fisik

VR Potensiometer

VR Trimpot (trimmer potensio)

PTC

NTC

LDR

6. KELAS-KELAS DAN ISTILAH DALAM RESISTOR Kelas-kelas resistor menurut toleransinya: Keperluan Umum toleransi 5 % atau lebih. Setengah Presisi toleransi 1 % - 5 %. Presisi toleransi 0,5 % - 1 %. Ultra Presisi toleransi <0,5%.

Istilah dalam Resistor: Tahanan (resistance): nilai tahanan dinyatakan dalam ohm. Koefisien Suhu Tahanan (temperature coeficient of resistance): ubahan nilai tahanan bersama suhu. Toleransi: simpangan maksimum/minimum (+ atau -) dari harga nominal. Tarif Daya (power rating): daya terus menerus maksimum dalam Watt. Rata-rata tegangan kerja kontinyu (rated continuous working voltage: RCWV): tegangan maksmimum yang dapat dikenakan dengan aman, dlm Volt. Tahanan kritis: nilai tahanan dimana tegangan maksimum dan tarif daya maksimum timbul bersamaan, dinyatakan dalam ohm. Efek frekuensi: oleh adanya induksi dan kapasitansi maka besar nilai tahanan bergantung pada frekuensi arus. Nilai tahanan akan berlainan bagi arus searah berfrekuensi rendah dan berfrekuensi tinggi. Hanyutan (drift) atau Stabilitas Waktu (time stability): ubahan tahanan selama waktu pemakaian tertentu, misalnya 1000 jam. Desah (noise): ditimbulkan oleh gerak acak elektron-elektron dalam material tahanan. 7. MEMBACA NILAI TAHANAN (RESISTANSI) SUATU RESISTOR a. Kode Angka dan Huruf Resistor yang mempunyai kode angka dan huruf biasanya adalah resistor lilitan kawat yang diselubungi dengan keramik/porselin. Contoh: Bentuk Fisik Menentukan Nilai Resistansi Arti Kode Angka 5W22RJ, adalah sbb: 5W : kemampuan daya resistor besarnya 5 Watt 22R: besarnya nilai resistansi 22 J : toleransi 5% Contoh lain: 5W0.01 J 5W 4R7 J 1R 10W

= 5 Watt; 0,01 ; toleransi 5%. = 5 Watt; 4,7 ; toleransi 5%. = 1 ; 10 Watt.

b. Kode Warna 4 CINCIN KODE WARNA:


Cincin ke-1 = Angka Cincin ke-2 = Angka Cincin ke-3 = Faktor Pengali (banyaknya nol) dalam Cicin ke-4 = toleransi (emas : 5%atau perak: 10%

5 CINCIN KODE WARNA:


Cincin ke-1 = Angka Cincin ke-2 = Angka Cincin ke-3 = Angka (biasanya Hitam: 0) Cincin ke-4 = Faktor Pengali (banyaknya nol) dalam Cicin ke-5 = toleransi (umumnya Coklat: 1%.

Contoh: A. 4 CINCIN KODE WARNA 1. coklat+hitam+emas+emas = .? 2. coklat+merah+hitam+emas = ..? 3. merah+merah+coklat+emas = ..? 4. kuning+ungu+merah+perak=..? 5. hijau+biru+oranye+perak= ? 6. biru+abu-abu+kuning+perak = ? B. 5 CINCIN KODE WARNA 1. coklat+abu-abu+hitam+emas+coklat = .? 2. merah+ungu+hitam+hitam+coklat= ..? 3. oranye+oranye+hitam+coklat+coklat= ..? 4. biru+abu-abu+hitam+merah+coklat=..? 5. abu-abu+merah+hitam+oranya+coklat= ? 6. merah+ungu+hitam+kuning+coklat = ..?

E12 KOMPONEN PASIF: 10 : Coklat + Hitam 12 : Coklat + Merah 15 : Coklat + Hijau 18: Coklat + Abu-abu 22: Merah + Merah 27: Merah + Ungu 33 : Oranye + Oranye 39 : Oranye + Putih 47 : Kuning + Ungu 56 : Hijau + Biru 68: Biru + Abu-abu 82 : Abu-abu + Merah Tambahan dari E24: 20 : Merah + Hitam 30: Oranye + Hitam 50: Hijau + Hitam

8. RANGKAIAN RESISTOR a. RESISTOR SERI (DERET)

RS = R1 + R2 + R3 + + Rn IS = I1 = I2 = I3 = = In VS = V1+V2+V3+Vn b. RESISTOR PARALEL (JAJAR)

RP = (R1 X R2)/ (R1 + R2) 2 resistor paralel 1/RP = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + 1/Rn resistor lebih dari 2 diparalel IP = I1 + I2 + I3 + + In VP = V1 = V2 = V3 = = Vn c. RESISTOR CAMPURAN RT = R1 + (R2 ||R3) RT = R1 + {(R2 x R3) / (R2 + R3)}

RT = R1 + {(R2 + R3)||R4} RT = R1 + {(Rs x R4 )/ (Rs + R4)}