Anda di halaman 1dari 18

Disusun oleh: Ahmad Nugroho 030.08.

013
KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN RUMAH SAKIT ANGKATAN UDARA DR. ESNAWAN ANTARIKSA PERIODE 26 AGUSTUS 2013 27 OKTOBER 2013 FK TRISAKTI - JAKARTA

PENDAHULUAN
Lentigo itu kecil, berbatas tegas, makula berpigmen dikelilingi oleh kulit normal. Lentigo senilis adalah lesi kulit yang sering di jumpai pada akhir dari masa kehidupan. Lesi berwarna kuning kecoklatan hingga coklat kehitaman pada daerah tubuh yang terkena sinar matahari.

EPIDEMIOLOGI

Frekuensi: Pria > wanita. Terjadi pada ekhir kehidupan Kulit putih > kulit hitam

ETIOPATOFISIOLOGI
Lentigo disebabkan karena bertambahnya jumlah melanosit pada taut dermo epidermal tanpa adanya proliferasi lokal. Analisis microarray Jepang mengevaluasi pengaruh sinar matahari terhadap mutasi gen fgfr3 dan pik3ca. Yang mengarah ke peningkatan produksi melanin.

Sinar matahari mutasi gen fgfr3 dan pik3ca produksi melanin meningkat Lentigo Senilis Para peneliti memperkirakan lentigo mungkin disebabkan oleh efek mutagenik yang disebabkan pajanan sinar uv yang berulang pada masa lalu, yang mengarah ke peningkatan produksi melanin

GEJALA KLINIS
Makula Hiperpigmentasi
Pada usia tua

Tempat predileksi
Punggung Punggung tangan Wajah

Kelainan kulit berupa macula hiperpigmentasi yang kali berwarna kuning cokelat hingga cokelat kehitaman, bulat atau oval, diameternya 2-4 mm hingga beberapa sentimeter.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan Histopatologis

Basaloid cell membentuk tonjolan dan Helai

DIAGNOSIS
Diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisis, dan pemeriksaan penunjang. Pada lentigo simpleks sinar matahari tidak berpengaruh pada distrubusi dan luasnya lesi Lokasi lesi sangat khas pada tempat yang mudah terkena paparan sinar matahari

DIAGNOSis BANDING
Lentigo Simpleks Ephelid Keratosis Seboroik

Lentigo Simpleks Etiologi Klinis Genetik & Idiopatik makula Hiperpigmentasi yang bisa terjadi di seluruh tubuh, bisa muncul pada saat masih anak - anak

Lentigo Senilis Sinar matahari makula Hiperpigmentasi yang bisa terjadi di bagian tubuh yang terkena sinar matahari punggung, punggung tangan, dan wajah. Muncul pada saat akhir kehidupan

Histopatologi

absennya basaloid cell budding dan hiperpigmentasi dengan peningkatan jumlah junctional melanocytes yang signifikan.

proliferasi dari basaloid sel membentuk buds dan helai yang berhubungan dengan permukaan bawah epidermis

Ephelid

Lentigo Senilis

Etiologi
Klinis

Sinar matahari
Makula hiperpigmentasi berwarna coklat terang yang timbul pada kulit yang sering terkena sinar matahari. Timbul pada umur 5 tahun

Sinar matahari
makula Hiperpigmentasi yang bisa terjadi di bagian tubuh yang terkena sinar matahari punggung, punggung tangan, dan wajah. Muncul pada saat akhir kehidupan

Tempat predileksi Kulit yang mudah terkena sinar matahari

Kulit yang mudah terkena sinar matahari

Keratosis Seboroik

Lentigo Senilis

Etiologi
Klinis

Sinar matahari
adalah tumor jinak kulit yang paling umum yang terjadi pada individu yang lebih tua. Lesi berbentuk keratosis yang berbatas tegas bisa multiple atau soliter

Sinar matahari
makula Hiperpigmentasi yang bisa terjadi di bagian tubuh yang terkena sinar matahari punggung, punggung tangan, dan wajah. Muncul pada saat akhir kehidupan

Predileksi

Bagian kulit yang sering terkena sinar matahari

Kulit yang mudah terkena sinar matahari

PENATALAKSANAAN
Terapi topikal Terapi sistemik Tindakan bedah
Hidrokuinon Azelaic acid Kojic acid Tretinoin Chemical Peeling Tabir Surya

Cryosurgery Laser

PENCEGAHAN
Hindari kontak sinar matahari yang lama

PROGNOSIS
Baik Tergantung pada derajat keparahan penyakitnya

Lentigo senilis merupakan kelainan pigmentasi akibat pemaparan radiasi UV yang bersifat kumulatif. Lentigo senilis sering dijumpai pada individu yang berumur kurang lebih 60 tahun. Pengobatan lentigo senilis dapat menggunakan bahan bahan pemutih, chemical peeling, cryosurgery menggunakan nitrogen cair dan laser. Namun juga perlu pemakaian tabir surya untuk mencegah terjadinya repigmentasi

KESIMPULAN