Anda di halaman 1dari 30

97

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Dalam fluida yang kental diperlukan gaya untuk menggeser satu bagian fluida terhadap yang lain. Di dalam cairan kental dapat dipandang persoalan tersebut seperti tegangan dan renggangan pada benda padat. Kenyataannya setiap fluida baik gas maupun zat cair mempunyai sifat kekentalan karena partikel di dalamnya saling menumbuk. Cairan mempunyai sifat menyerupai gas dalam hal gerakannya yang mengikuti gerakan Brown dan daya alirannya (fluiditasnya). Selain itu, cairan juga menunjukkan adanya tegangan permukaan yang merupakan salah satu sifat penting lainnya dari cairan. Permukaan cairan berperilaku seperti lapisan yang memiliki tegangan dan cenderung mengambil bentuk permukaan paling sempit. Penjepit kertas dapat mengapung di atas permukaan air dan tetes-tetes embun yang jatuh pada sarang laba-laba berbentuk bola merupakan contoh dari fenomena tegangan permukaan. Besarnya tegangan permukaan dipengaruhi oleh gaya tarik menarik antara molekul di dalam cairan. Umumnya cairan yang mempunyai gaya tarik antara molekulnya besar seperti raksa, maka tegangan permukaannya juga besar. Sebaliknya, cairan seperti alkohol gaya tarik menarik antara molekulnya kecil, maka tegangan permukaannya juga kecil. Dalam kehidupan sehari-hari tegangan permukaan cairan banyak dimanfaatkan dalam hubungannya dengan kemampuan cairan tersebut membasahi suatu benda. Oleh karena itu, percobaan mengenai tegangan permukaan ini penting dilakukan untuk mengetahui dan menentukan nilai tegangan permukaan suatu zat cair dengan adanya pengaruh dari surfaktan dan pengaruh dari suhu sehingga kita dapat membandingkan kedua nilai tegangan permukaan dari pengaruh yang

97

98

berbeda, serta dapat mengetahui pengaplikasian tegangan permukaan dalam kehidupan sehari-hari.

1.2 Tujuan Menentukan massa jenis dari air dan bensin pada percobaan. Menentukan nilai tegangan permukaan pada pengaruh zat aktif atau surfaktan. Menentukan nilai tegangan permukaan pada pengaruh suhu.

98

99

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA


Tegangan permukaan sebagai kerja yang dilakukan dalam memperluas tegangan permukaan cairan dengan satu satuan luas. Satuan untuk tegangan permukaan () adalah (Jm-1) atau dyne cm-1 atau Nm-1. Metode yang paling umum untuk mengukur tegangan permukaan adalah kenaikan atau penurunan dalam pipa kapiler yaitu:

dimana d adalah kerapatan cairan, r a dalah jari-jari kapiler, l adalah panjang cairan yang ditekan atau yang akan naik dan g adalah konstanta gravitasi (Dogra, 1990). Kita mempertimbangkan untuk menarik suatu zat sampai itu, maka biasanya kita memikirkan mengenai benda padat, akan tetapi cairan juga mempunyai kecenderungan yang kuat untuk tetap kuat. Sebagai contoh, jika air murni tanpa ada udara yang dilarutkan di dalamnya ditekan antara dua pelat lain, maka gaya yang sangat besar diperlukan untuk memisahkan pelat-pelat tersebut. Seperti di dalam benda padat, kekohesifan cairan diakibatkan oleh tarikan diantara molekul-molekul. Karena tarikan ini, suatu cairan mempunyai suatu permukaan yang jelas, seperti selaput yang diregangkan atau lembaran karet yang diregangkan, yang cenderung mempunyai luas permukaan yang minimum. Riak di dalam sebuah kolam yang tenang ditekan karena riak itu memerlukan pertambahan luas permukaan. Serangga air mampu bergerak pada permukaan karena berat serangga itu dilawan oleh hambatan permukaan terhadap deformasi (Atkins, 1994). Di dalam cairan, sebuah molekul mengalami gaya tarik dari molekul tetangganya, tetapi pada permukaannya, sebuah molekul hanya dikelilingi sebagian saja dan akibatnya molekul pada permukaan ini hanya mengalami gaya tarik ke arah badan cairannya (dapat dikatakan seolah-olah kadar cairan dibungkus oleh suatu

99

100

membran atau lapisan yang tidak nampak). Perilaku cairan pada permukaan cairan dapat ini yang disebut tegangan permukaan, dan sifat ini pula yang menyebabkan cairan dapat jatuh membentuk tetesan, dapat merambat pada pembuluh atau pipa kapiler atau dapat mengembangkan selembar kertas logam. Dan terdapat banyak fenomena-fenomena tersebut mempunyai hubungan dengan adanya tegangan permukaan (Atkins, 1994). Cara-cara penentuan tegangan muka: 1. Metode Kenaikan Kapiler Menurut rumus: y = h.d.g.r Karena kadang-kadang penentuan jari-jari kapiler (v) itu sukar, maka dipergunakan cairan pembanding yang telah diketahui tegangan mukanya. 2. Metode Tetes Cairan diteteskan melalui suatu pipa kapiler, waktu jatuh maka berat tetes: 2v Jadi,

Harus dinyatakan supaya jatuhnya tetesan hanya disebabkan oleh berat tetesan saja (tidak ada faktor-faktor lain yang mempengaruhinya). Disini biasa digunakan metode perbandingan. Dihitung tetesan (n) untuk semua volume tertentu (v). Berat 1 tetesan:

Untuk cairan pembandingan:

Sehingga:

(Respati, 1992)

100

101

Permukaan zat cair mempunyai sifat ingin meregang, sehingga permukaannya seolah-olah ditutupi oleh suatu lapisan yang elastis. Hal ini disebabkan adanya gaya tarik menarik antara partikel sejenis di dalam zat cair sampai ke permukaan. Di dalam cairan, tiap molekul ditarik oleh molekul lain yang sejenis di dekatnya dengan gaya yang sama ke segala arah. Akibatnya tidak terdapat sisa (resulton) gaya yang bekerja pada masing-masing molekul. Pada permukaan cairan, tiap molekul ditarik oleh molekul sejenis di dekatnya dengan arah hanya ke samping dan ke bawah, tetapi tidak ditarik oleh molekul di atasnya karena di atas permukaan cairan berupa fase uap (udara) dengan jarak antara molekul sangat renggang. Akibatnya terdapat perbedaan gaya tarik, sehingga ada sisa gaya yang bekerja pada lapisan atas cairan. Gaya tersebut mengarah ke bawah karena molekul di bawah permukaan cairan jumlahnya lebih banyak dan jarak antara molekul lebih rapat. Adanya gaya atau tarikan ke bawah menyebabkan permukaan cairan berkontraksi dan berada dalam keadaan tegang. Tegangan ini disebut dengan tegangan permukaan. Adanya tegangan permukaan menyebabkan permukaan cairan seperti ditutupi oleh hamparan selaput yang elastis, sehingga mampu menahan suatu benda untuk terapung. Selain itu, akibat adanya tegangan permukaan zat cair selalu berusaha untuk menyusut atau mendapatkan luas permukaan terkecil karena bentuk ini dianggap mempunyai energi yang paling rendah (paling stabil). Bentuk yang paling memenuhi keadaan ini adalah bujur telur (sferik). Sifat cenderung untuk memperkecil luas permukaan inilah yang menyebabkan tetesan-tetesan cairan berbentuk bulat. Tegangan permukaan cairan , berbeda-beda bergantung pada jenis cairan dan suhu. Pada umumnya cairan yang memiliki gaya tarik antara molekulnya besar seperti air, maka tegangan permukaannya juga besar. Tegangan permukaan cairan turun bila suhu naik, karena dengan bertambahnya suhu molekul-molekul cairan bergerak lebih cepat dan pengaruh interaksi antara molekul berkurang sehingga tegangan permukaannya menurun. Adanya zat terlarut ada cairan dapat menaikkan atau menurunkan tegangan permukaan tergantung sifat zat terlarutnya. Zat terlarut dengan susunan kimia sama hampir tidak berpengaruh. Untuk air adanya elektrolit 101

102

anorganik dan nonelektrolit tertentu seperti sukrosa dan gliserin menaikkan tegangan permukaan. Sedangkan adanya zat-zat seperti sabun, detergen dan alkohol adalah efektif dalam menurunkan tegangan permukaan atau tegangan antar muka. Zat ini sering disebut dengan surface active agents atau surfactance (Yazid, 2005).

102

103

BAB 3 METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 Alat dan Bahan 3.1.1 Alat Piknometer Stalagnometer Hand counter Penangas air Gelas ukur Beaker glass Pipet tetes Neraca analitik Corong kaca Batang pengaduk

3.1.2 Bahan Bensin campuran Tisu Aquades Sunlight Serbet Kertas label

103

104

3.2 Prosedur Percobaan 3.2.1 Percobaan Menentukan Massa Cairan 3.2.1.1 Aquades Ditimbang piknometer kosong. Dimasukkan aquades. Ditimbang. Dimasukkan aquades ke dalam stalagnometer Dihitung tetesannya. 3.2.1.2 Bensin Ditimbang piknometer kosong. Dimasukkan bensin. Ditimbang. Dimasukkan bensin ke dalam stalagnometer Dihitung tetesannya.

3.2.2 Pengaruh Zat Aktif terhadap Tegangan Permukaan 3.2.2.1 1 pipet Diambil sabun cair 1 pipet ke dalam beaker glass. Dilarutkan dengan 50 mL aquades. Dimasukkan ke dalam piknometer. Ditimbang. Dimasukkan ke dalam stalagnometer. Dihitung tetesannya. 3.2.2.2 2 pipet Diambil sabun cair 2 pipet ke dalam beaker glass. Dilarutkan dengan 50 mL aquades. Dimasukkan ke dalam piknometer. Ditimbang. 104

105

Dimasukkan ke dalam stalagnometer. Dihitung tetesannya.

3.2.2.3 3 pipet Diambil sabun cair 3 pipet ke dalam beaker glass. Dilarutkan dengan 50 mL aquades. Dimasukkan ke dalam piknometer. Ditimbang. Dimasukkan ke dalam stalagnometer. Dihitung tetesannya. 3.2.2.4 4 pipet Diambil sabun cair 4 pipet ke dalam beaker glass. Dilarutkan dengan 50 mL aquades. Dimasukkan ke dalam piknometer. Ditimbang. Dimasukkan ke dalam stalagnometer. Dihitung tetesannya.

3.2.3 Pengaruh Suhu terhadap Tegangan Permukaan Dimasukkan bensin ke dalam piknometer. Dimasukkan ke dalam penangas air selama 2 menit. Ditimbang. Dimasukkan ke dalam stalagnometer. Dihitung jumlah tetesan. Diulangi sebanyak 4 kali.

105

106

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Tabel Pengamatan 4.1.1 Pengaruh Zat Aktif terhadap Tegangan Permukaan No. 1. 2. 3. 4. 5. Konsentrasi Surfaktan 0% 10% 20% 30% 40% Massa pikno + Campuran 25,63 25,64 25,65 25,65 25,65 Massa Campuran 10,1 10,11 10,12 10,12 10,12 Jumlah Tetesan 36 44 53 52 59

4.1.2 Pengaruh Suhu terhadap Tegangan Permukaan No. Suhu (C) 1. 2. 3. 4. 5. 35 36 35 35 34 Massa pikno + Bensin 23,10 23,11 23,11 23,11 23,12 Massa Bensin 7,57 7,58 7,58 7,58 7,59 Jumlah Tetesan 92 120 115 101 110

4.2 Perhitungan Massa piknometer kosong = 15,53 gr Massa piknometer + air = 25,63 gr Massa air = 25,63 gr 15,53 gr = 10,1 gr air = 36 tetesan Massa piknometer + bensin = 23,12 gr Masssa bensin = 23,12 gr 15,53 gr = 7,59 gr 106

107

bensin = 97 tetesan v piknometer = 10 mL

4.2.1 Persentase Surfaktan

4.2.2 Perhitungan Massa Jenis 4.2.2.1 4.2.2.2 Pengaruh Surfaktan atau Zat Aktif

107

108

4.2.2.3 Pengaruh Suhu 4.2.3 Tegangan Permukaan 4.2.3.1 Pengaruh Surfaktan/Zat Aktif

108

109

4.2.3.2 Pengaruh Suhu

109

110

4.3 Grafik 4.3.1 Pengaruh Surfaktan/Zat Aktif

Pengaruh Surfaktan
80 70 60 50 40 30 20 10 0 0% 10% 20% Konsentrasi Surfaktan 30% 40% Teg. Permukaan (dyne/cm)

110

111

4.3.2 Pengaruh Suhu

Pengaruh Suhu
80 70 60 50 40 30 20 10 0 35 36 35 Suhu (C) 35 34 Teg. Permukaan (dyne/cm)

4.4 Pembahasan Permukaan zat cair mempunyai sifat ingin meregang sehingga permukaannya seolah-olah ditutupi oleh suatu lapisan yang elastis. Hal ini disebabkan adanya gaya tarik menarik antara partikel sejenis di dalam zat cair sampai kepermukaan. Di dalam zat cair, tiap molekul ditarik oleh molekul lain yang sejenis didekatnya dengan gaya yang sama ke segala arah. Akibatnya tidak terdapat sisa gaya yang bekerja pada masing-masing molekul. Pada permukaan cairan, tiap molekulmolekul ditarik oleh molekul sejenis didekatnya dengan arah hanya ke samping dan ke bawah, tetapi tidak ditarik oleh molekul diatasnya karena diatas permukaan cairan berupa fase uap (udara) dengan jarak antara molekul sangat renggang. Akibatnya terdapat perbedaan gaya tarik, sehingga ada saja sisa gaya yang bekerja pada lapisan atas cairan. Gaya tersebut mengarah ke bawah karena molekul lebih rapat. Adanya gaya atau tarikan ke bawah menyebabkan permukaan cairan berkontraksi dan berada dalam keadaan tegang. Tegangan ini disebut tegangan permukaan. Besarnya tegangan permukaan dipengaruhi oleh gaya tarik menarik antara molekulnya besar seperti raksa, maka tegangan permukaannya juga besar. Sebaliknya

111

112

cairan seperti alkohol gaya tarik antara molekulnya kecil, maka tegangan permukaannya juga kecil. Di dalam kehidupan sehari-hari, tegangan permukaan cairan digunakan yang berhubungan dengan kemampuan cairan tersebut membasahi benda. Detergen sintesis modern lainnya, didesain untuk meningkatkan kemampuan air membasahi kotoran yang melekat pada pakaian, yaitu dengan menurunkan tegangan permukaan sehingga hasil cucian lebih bersih. Pada penentuan massa jenis pengaruh zat aktif, pada percobaan didapatkan 1,01 g/mL pada 0%, pada 10% didapatkan 1,011 g/mL, 20% adalah 1,012 g/mL, pada 30% adalah 1,012 g/mL dan pada 40% adalah 1,012 g/mL. Pada penentuan massa jenis pengaruh suhu pada percobaan didapatkan hasil yaitu 0,759 g/mL pada suhu 35C, pada suhu 36C yaitu 0,758 g/mL. Pada suhu 35C yaitu 0,758 g/mL, pada suhu 35C adalah 0,758 g/mL dan pada suhu 34C adalah 0,759 g/mL. Pada penentuan tegangan permukaan () pengaruh zat aktif didapatkan pada 0% sebesar 71,46 dyne/cm, pada 10% adalah 58,51 dyne/cm, pada 20% adalah sebesar 48,62 dyne/cm, pada 30% adalah sebesar 49,55 dyne/cm dan pada 40% adalah sebesar 43,68 dyne/cm. Pada penentuan tegangan permukaan () akibat pengaruh suhu didapatkan pada 35C sebesar 75,09 dyne.cm, pada suhu 36C sebesar 57,68 dyne/cm, pada suhu 35C sebesar 60,18 dyne/cm, pada suhu 35C adalah 68,53 dyne/cm dan pada suhu 34C sebesar 63,03 dyne/cm. Beberapa peristiwa yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan tegangan permukaan adalah: Nyamuk dapat berjalan di atas permukaan air. Terapungnya jarum jahit di atas permukaan air. Butir-butir tanah liat yang basah akan saling menempel. Tetesan air hujan atau air diujung keran membentuk hampir bulat.

112

113

Tegangan permukaan suatu cairan berbeda-beda tergantung daripada jenis cairan dan suhu. Pada umumnya cairan yang memiliki gaya tarik antara molekulnya lebih besar seperti air, maka tegangan permukaannya juga kecil. Tegangan permukaan pada cairan akan turun apabila suhunya naik. Hal ini terjadi karena dengan bertambahnya suhu, maka molekul-molekul di dalam zat tersebut akan bergerak lebih cepat dan pengaruh interaksi antara molekul berkurang sehingga tegangan permukaannya turun. Surfaktan merupakan suatu molekul yang sekaligus memiliki gugus hidrofilik dan gugus lipofilik sehingga dapat mempersatukan campuran yang terdiri dari air dan minyak. Surfaktan adalah bahan aktif permukaan. Jenis-jenis surfaktan: 1. Surfaktan anionik memiliki gugus hidrofilik yang membawa muatan negatif seperti karboksilat, sulfonat dan gugus sulfat. Contoh: sodium dodecylsulfate (SDS), C12H25OSO3Na. Struktur sodium alkylsulfate.
O CH3 (CH2) O S O O Na

2. Surfaktan kationik memiliki muatan positif dibagian hidrofiliknya. Contoh: C12H25N(CH3)3Br. Struktur C12H25N(CH3)3Br.

CH3 CH3 (CH2)nc-1 N CH3

Br CH3

3. Surfaktan non ionik bagian hidrofilik diperoleh dan gugus polar seperti polyethyleneoxide alkylglucosider. atau gula. Contoh: C10H21(OCH2CH2)8ON. Struktur

113

114

CH2OH

O
(R)

(CH2)nc-1
(R)

CH3

OH

OH

(R)

OH

4. Surfaktan alaphothenic (zwitter ionik) membawa muatan positif dan negatif sehingga muatan bersihnya nol. Contoh: Alkylpropanesmtlaine.
CH3 CH3 (CH2)11 N CH3 (CH2)3 O S O O

Pada percobaan kali ini, surfaktan yang digunakan untuk menurunkan tegangan permukaan zat cair adalah sabun. Struktur sabun adalah:
H H C H H C H H C H H C H H C H H C H H C H H C H H C H H C H H C H H C H H C H H C H C H H C H C ONa O

Prinsip percobaan penentuan tegangan permukaan dengan metode berat tetes ini adalah penentuan zat cair aquades dan bensin dengan menentukan banyaknya tetesan dalam suatu volume tertentu. Percobaan ini dilakukan dengan penambahan surfaktan (sabun sunlight) dan juga dengan pemanasan. Dimana hanya sebagian kecil cairan yang dipakai dan diletakkan di dalam stalagnometer lalu diperoleh tetesantetesan dan dihitung banyaknya tetesan. Semakin banyak tetesan yang dihasilkan maka semakin kecil tegangan permukaan cairan tersebut. Fungsi perlakuan pada percobaan kali ini adalah sebagai berikut: Penimbangan berfungsi untuk menentukan massa dari air, bensin dan surfaktan serta piknometer kosong. Pengadukkan berfungsi untuk menghomogenkan surfaktan dengan air.

114

115

Bensin, air dan campuran air + surfaktan dimasukkan ke dalam stalagnometer agar mengetahui jumlah tetesan pada bahan. Pemanasan agar dapat menurunkan tegangan permukaan pada bahan sehingga tetesan yang didapat semakin banyak dan penurunan tetesan di dalam stalagnometer lebih cepat. Fungsi reagen pada percobaan kali ini yaitu: Aquadest untuk melarutkan surfaktan dengan berbagai konsentrasi agar diketahui perbedaannya. Surfaktan berfungsi untuk mengetahui pengaruh zat aktif terhadap tegangan permukaan. Bensin berfungsi untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap tegangan permukaan setelah dipanaskan pada suhu tertentu. Ada beberapa faktor kesalahan yang terjadi dalam percobaan adalah: Kurang teliti dalam menghitung jumlah tetesan. Kurang teliti saat penimbangan. Saat pemanasan waktunya kurang atau lebih. Kurang bersih dalam mencuci alat sehingga mempengaruhi tegangan permukaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi tegangan permukaan adalah: Suhu Semakin tinggi suhu, maka tegangan permukaan akan kecil juga, sehingga tetesan yang dihasilkan lebih banyak. Zat terlarut Zat terlarut dapat mempengaruhi tegangan permukaan jika zat yang massa jenisnya kecil maka tegangan permukaan akan kecil juga. Tekanan Semakin besar tekanan, maka semakin besar juga tegangan permukaannya. Surfaktan

115

116

Adanya zat-zat seperti sabun, detergen dan alkohol adalah efektif dalam menurunkan tegangan permukaan atau tegangan antar muka. Jenis cairan Cairan yang memiliki gaya tarik antara molekulnya besar seperti air, maka tegangan permukaannya juga besar. Sebaliknya, pada cairan seperti bensin memiliki tegangan permukaan yang kecil karena gaya tarik menarik antara molekulnya kecil. Metode-metode yang dapat menentukan tegangan permukaan adalah: Metode Kapiler Tegangan permukaan diukur dengan melihat ketinggian air atau cairan yang naik melalui suatu kapiler. Metode kapiler ini hanya digunakan untuk mengukur tegangan antar muka. Metode Wilhelmy Metode ini didasarkan pada gaya yang diperlukan untuk menarik pelat tipis dan permukaan cairan. Penetapannya diperlukan alat dari lempeng tipis yang terbuat dari kaca platina atau mika dan sebuah neraca. Besarnya gaya tarik pada neraca yang digunakan untuk melepas pelat dari permukaan cairan dicatat. Metode Berat Tetes Cairan yang membasahi gelas akan berupa tetesan pada ujung pipa partikel. Mula-mula tetesan berupa setengah bola, kemudian memanjang dan membentuk pinggang. Pada saat akan jatuh bebas, gaya ke bawah pada tetesan (mg) akan sama dengan gaya ke atas yang menahan tetesan (2r). Sehingga menurut hukum Talp diperoleh: mg = 2r atau = mg/(2r) Metode Tersiometer Du-Nouy Metode cincin Du-Nouy bisa digunakan untuk mengukur tegangan permukaan atau tegangan antar muka.

116

117

Dari grafik karena pengaruh surfaktan dapat dilihat pada saat konsentrasi surfaktan 0% tegangan permukaan zat cair besar. Pada konsentrasi berikutnya yaitu 10%, 20%, 30% dan 40% tegangan permukaan zat cair semakin turun. Hal ini terjadi karena adanya surfaktan yang dapat menentukan tegangan permukaan. Semakin besar konsentrasi surfaktan, semakin kecil tegangan permukaan. Dari grafik karena pengaruh suhu dapat dilihat pada suhu 35C tegangan permukaan pada zat cair besar. Kemudian pada suhu 36C, tegangan permukaan zat cairan menurun. Pada suhu berikutnya yaitu 35C, tegangan permukaan naik lagi hingga suhu 35C berikutnya. Kemudian pada suhu 34C tegangan permukaan turun lagi. Hal ini dapat terjadi karena suhu (panas) dapat menurunkan tegangan permukaan karena pemanasan dapat melepas ikatan hidrogen pada zat cair tersebut. Sehingga tetesan yang dihasilkan lebih banyak. Semakin besar suhu, semakin kecil tegangan permukaan.

117

118

BAB 5 PENUTUP

5.1 Kesimpulan Dari hasil perhitungan, didapatkan massa jenis air sebesar 1,01 gr/mL, sedangkan massa jenis bensin sebesar 0,759 gr/mL. Nilai tegangan permukaan pada pengaruh zat aktif berdasarkan perhitungan yaitu berturut-turut 71,46 dyne/cm, 58,51 dyne/cm, 48,62 dyne/cm, 49,55 dyne/cm dan 43,68 dyne/cm. Nilai tegangan permukaan pada pengaruh suhu berdasarkan perhitungan yaitu berturut-turut 75,09 dyne/cm, 57,68 dyne/cm, 60,18 dyne/cm, 68,53 dyne/cm dan 63,03 dyne/cm.

5.2 Saran Pada percobaan selanjutnya dapat dicoba juga dengan menggunakan solar atau pertamax sebagai pengganti bensin agar dapat diketahui perbedaan nilai tegangan permukaannya.

118

119

DAFTAR PUSTAKA
Atkins, P.W. 1994. Kimia Fisik Edisi Ke-4 Jilid 1. Jakarta: Erlangga. Dogra, SK. & S. Dogra. 1990. Kimia Fisik dan Soal-soal. Jakarta: UI. Respati. 1992. Dasar-dasar Ilmu Kimia. Yogyakarta: Rineka Cipta. Yazid, Estien. 2005. Kimia Fisika untuk Paramedis. Yogyakarta: Andi.

119

120

SAHABAT ILMU
Blog yang berisi tentang ilmu pengetahuan , tentang pangan dan akhlak, yang akhirnya membentuk Generasi cerdas dan berakhlak mulia.

SABTU, 27 OKTOBER 2012

Tegangan Permukaan
Air memiliki tegangan permukaan yang besar yang disebabkan oleh kuatnya sifat kohesi antar molekul-molekul air. Hal ini dapat diamati saat sejumlah kecil air ditempatkan dalam sebuah permukaan yang tak dapat terbasahi atau terlarutkan (nonsoluble); air tersebut akan berkumpul sebagai sebuah tetesan. Di atas sebuah permukaan gelas yang amat bersih atau bepermukaan amat halus air dapat membentuk suatu lapisan tipis (thin film) karena gaya tarik molekular antara gelas dan molekul air (gaya adhesi) lebih kuat ketimbang gaya kohesi antar molekul air. Air menempel pada sesamanya (kohesi) karena air bersifat polar. Air memiliki sejumlah muatan parsial negatif (-) dekat atom oksigen akibat pasangan elektron yang (hampir) tidak digunakan bersama, dan sejumlah muatan parsial positif (+) dekat atom oksigen. Dalam air hal ini terjadi karena atom oksigen bersifat lebih elektronegatif dibandingkan atom hidrogenyang berarti, ia (atom oksigen) memiliki lebih "kekuatan tarik" pada elektron-elektron yang dimiliki bersama dalam molekul, menarik elektron-elektron lebih dekat ke arahnya (juga berarti menarik muatan negatif elektron-elektron tersebut) dan membuat daerah di sekitar atom oksigen bermuatan lebih negatif ketimbang daerah-daerah di sekitar kedua atom hidrogen. Air memiliki pula sifat adhesi yang tinggi disebabkan oleh sifat alami ke-polar-annya. Tegangan permukaan () didefinisikan sebagai gaya (F) persatuan panjang (L) yang bekerja tegak lurus pada setiap garis di permukaan fluida. Permukaan fluida yang berada dalam keadaan tegang berupa selaput cairan sangat tipis terdiri atas permukaan bagian atas dan permukaan bagian bawah , sehingga
y= F/2L

dimana,

= tegangan permukaan

F = gaya L = panjang keliling permukaan selaput fluida Tegangan permukaan terdapat pada batas cairan dengan uap jenuh diudara dan juga antara permukaan cairan dengan cairan lain yang tidak bercampur. 120

121

Penyebab terjadinya tegangan permukaan adalah Partikel A dalam zat cair ditarik oleh gaya sama besar ke segala arah oleh partikel-partikel di dekatnya.Partikel B di permukaan zat cair hanya ditarik oleh partikel-partikel disamping dan dibawahnya,hingga pada permukaan zat cair terjadi tarikan ke bawah. Ada beberapa metoda penentuan tegangan permukaan, diantaranya adalah metoda kanaikan pipa kapiler, metoda tekanan maksimum gelembung, metoda tetes atau metoda cincin. Penerapan tegangan permukaan pada kkehidupan sehari-hari adalah : Mencuci dengan air panas jauh lebih bersih dibandingkan dengan air yang bersuhu normal. Antiseptic yang digunakan untuk mengobati luka, selain dapat mengobati luka, juga dapat membasahi selurh luka. I. ISI Tegangan permukaan adalah gaya persatuan panjang yang harus dikerjakan sejajar permukaan untuk mengimbangi gaya tarikan kedalam pada cairan. Hal tersebut terjadi karena pada permukaan, gaya adhesi (antara cairan dan udara) lebih kecil dari pada gaya khohesi antara molekul cairan sehingga menyebabkan terjadinya gaya kedalam pada permukaan cairan. Tegangan antar muka adalah gaya persatuan panjang yang terdapat pada antarmuka dua fase cair yang tidak bercampur. Tegangan antar muka selalu lebih kecil dari pada tegangan permukaan karena gaya adhesi antara dua cairan tidak bercampur lebih besar dari pada adhesi antara cairan dan udara. Pengukuran tegangan permukaan atau tegangan antar muka : Metode kenaikan kapiler Tegangan permukaan diukur dengan melihat ketinggian air/cairan yang naik melalui suatu kapiler. Metode kenaikan kapiler hanya dapat digunakan untuk mengukur tegangan permukaan tidak bisa untuk mengukur tegangan antar muka. Metode tersiometer Du-Nouy Metode cincin Du-Nouy bisa digunakan untuk mengukur tegangan permukaan ataupun tegangan antar muka. Prinsip dari alat ini adalah gaya yang diperlukan untuk melepaskan suatu cincin platina iridium yang dicelupkan pada permukaan sebanding dengan tegangan permukaan atau tegangan antar muka dari cairan tersebut. Pada percobaan tegangan permukaan atau antar muka ini metode yang digunakan yakni tensiometer Du-Nouy dimana Metode cincin Du-Nouy bisa digunakan untuk mengukur tegangan permukaan ataupun tegangan antar muka. Untuk penentuan tegangan permukaan saja dapat menggunakan metode kenaikan kapiler. Sedangkan Prinsip dari alat ini adalah gaya yang diperlukan untuk

121

122

melepaskan suatu cincin platina iridium yang dicelupkan pada permukaan sebanding dengan tegangan permukaan atau tegangan antar muka dari cairan tersebut. Pada dasarnya tegangan permukaan suatu zat cair dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya suhu dan zat terlarut. Dimana keberadaan zat terlarut dalam suatu cairan akan mempengaruhi besarnya tegangan permukaan terutama molekul zat yang berada pada permukaan cairan berbentuk lapisan monomolecular yang disebut dengan molekul surfaktan. Manfaat Fenomena antar muka dalam farmasi: 1. Dalam mempengaruhi penyerapan obat pada bahan pembantu padat pada sediaan obat 2. penetrasi molekul melalui membrane biologis 3. pembentukan dan kestabilan emulsi dan dispersi partikel tidak larut dalam media cair untuk membentuk sediaan suspensi Persamaan Tegangan Permukaan Pada pembahasan sebelumnya, kita telah mempelajari konsep tegangan permukaan secara kualitatif (tidak ada persamaan matematis). Kali ini kita tinjau tegangan permukaan secara kuantitatif. Untuk membantu kita menurunkan persamaan tegangan permukaan, kita tinjau sebuah kawat yang dibengkokkan membentuk huruf U. Sebuah kawat lain yang berbentuk lurus dikaitkan pada kedua kaki kawat U, di mana kawat lurus tersebut bisa digerakkan. Jika kawat ini dimasukan ke dalam larutan sabun, maka setelah dikeluarkan akan terbentuk lapisan air sabun pada permukaan kawat tersebut. Mirip seperti ketika dirimu bermain gelembung sabun. Karena kawat lurus bisa digerakkan dan massanya tidak terlalu besar, maka lapisan air sabun akan memberikan gaya tegangan permukaan pada kawat lurus sehingga kawat lurus bergerak ke atas (perhatikan arah panah). Untuk mempertahankan kawat lurus tidak bergerak (kawat berada dalam kesetimbangan), maka diperlukan gaya total yang arahnya ke bawah, di mana besarnya gaya total adalah F = w + T. Dalam kesetimbangan, F = gaya tegangan permukaan yang dikerjakan oleh lapisan air sabun pada kawat lurus. Misalkan panjang kawat lurus adalah l. Karena lapisan air sabun yang menyentuh kawat lurus memiliki dua permukaan, maka gaya tegangan permukaan yang ditimbulkan oleh lapisan air sabun bekerja sepanjang 2l. Tegangan permukaan pada lapisan sabun merupakan perbandingan antara Gaya Tegangan Permukaan (F) dengan panjang permukaan di mana gaya bekerja (d). Untuk kasus ini, panjang permukaan adalah 2l. Secara matematis, ditulis :

122

123

Karena tegangan permukaan merupakan perbandingan antara Gaya tegangan permukaandengan Satuan panjang, maka satuan tegangan permukaan adalah Newton per meter (N/m) atau dyne per centimeter (dyn/cm). 1 dyn/cm = 10-3 N/m = 1 mN/m

Fenomena ini merupakan salah satu contoh dari adanya Tegangan Permukaan.Untuk menjelaskan fenomena klip yang terapung di atas air, terlebih dahulu harus diketahui apa sesungguhnya tegangan permukaan itu. Tegangan permukaan terjadi karena permukaan zat cair cenderung untuk menegang sehingga permukaannya tampak seperti selaput tipis. Hal ini dipengaruhi oleh adanya gaya kohesi antara molekul air. Agar semakin memahami penjelasan ini, perhatikan ilustrasi berikut. Kita tinjau cairan yang berada di dalam sebuah wadah.

Molekul cairan biasanya saling tarik menarik. Di bagian dalam cairan, setiap molekul cairan dikelilingi oleh molekul-molekul lain di setiap sisinya; tetapi di permukaan cairan, hanya ada molekul-molekul cairan di samping dan di bawah. Di bagian atas tidak ada molekul cairan lainnya. Karena molekul cairan saling tarik menarik satu dengan lainnya, maka terdapat gaya total yang besarnya nol pada molekul yang berada di bagian dalam cairan. Sebaliknya, molekul cairan yang terletak dipermukaan ditarik oleh molekul cairan yang berada di samping dan bawahnya. Akibatnya, pada permukaan cairan terdapat gaya total yang berarah ke bawah. Karena adanya gaya total yang arahnya ke bawah, maka cairan yang terletak di permukaan cenderung memperkecil luas permukaannya, dengan menyusut sekuat mungkin. Hal ini yang menyebabkan lapisan cairan pada permukaan seolah-olah tertutup oleh selaput elastis yang tipis. Fenomena ini kita kenal dengan istilah Tegangan Permukaan. suhu mempengaruhi nilai tegangan permukaan fluida. Umumnya ketika terjadi kenaikan suhu, nilai tegangan permukaan mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena ketika suhu meningkat, molekul cairan bergerak semakin cepat sehingga pengaruh

123

124

interaksi antar molekul cairan berkurang. Akibatnya nilai tegangan permukaan juga mengalami penurunan.

Metoda penentuan tegangan permukaan: Metoda kenaikan pipa kapiler. Bila suatu pipa kapiler dimasukkan kedalam cairan yang membasahi dinding maka cairan akan naik kedalam kapiler karena adanya tegangan muka. Kenaikan cairan sampai pada suhu tinggi tertentu sehingga terjadi keseimbangan antara gaya keatas dan kebawah. Gaya kebawah, F = .r2.h..g (persamaan 1) Dimana: h : tinggi permukaan. g : percepatan gravitasi. : berat jenis. r : jejari kapiler. Gaya keatas, F = 2..r..cos (persamaan 2) Dimana : adalah tegangan muka dan adalah sudut kontak. Pada kesetimbangan, gaya kebawah sama dengan gaya keatas (dari persamaan 1 dan 2) : 2..r..cos = .r2.h..g untuk air dan kebanyakan cairan organik umumnya 0 atau dapat dianggap batas lapisan pararel dengan kapiler, sehingga harga cos =1 maka persamaan 3 : = .r. h..g sehingga : air .r. hair.air.g x = .r. hx.x.g x hx.x.g Tegangan muka terdapat pada batas cairan dengan uap jenuh diudara dan juga antara permukaan cairan dengan cairan lain yang tidak saling bercampur. Metoda tetes atau cincin Bila cairan tepat akan menetes, maka gaya tegangan permukaan sama dengan gaya yang disebabkan oleh massa cairan sebagai gaya berat itu sendiri.

124

125

Harga tegangan muka dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: suhu,tekanan,massa jenis dan konsentrasi zat terlarut. Pada literatur diperoleh data tegangan permukaan beberapa zat pada suhu 200 C, yaitu : Air : 72,8 dyne/cm Air sabun : 25,00 dyne/cm Minyak zaitun : 32,00 dyne/cm Etano : 22,3 dyne/cm Aseton : 23,7 dyne/cm Air raksa : 465,00 dyne/cm Oksigen : 15,70 dyne/cm Gliserin : 63,10 dyne/cm Benzena : 28,90 dyne/cm Apabila didapat hasil yang menyimpang dari literature saat melakukan praktikum, hal tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal diantaranya : Karena tegangan permukaan dipengaruhi oleh suhu Kurang telitinya praktikan pada saat membaca skala pada pipa Kurang tepatnya konsentrasai yang dibuat

II.

KESIMPULAN

125

126

1. Tegangan permukaan () didefinisikan sebagai gaya (F) persatuan panjang (L) yang bekerja tegak lurus pada setiap garis di permukaan fluida. 2. Penyebab terjadinya tegangan permukaan adalah Partikel A dalam zat cair ditarik oleh gaya sama besar ke segala arah oleh partikel-partikel di dekatnya.Partikel B di permukaan zat cair hanya ditarik oleh partikel-partikel disamping dan dibawahnya,hingga pada permukaan zat cair terjadi tarikan ke bawah. 3. Bahwa suhu mempengaruhi nilai tegangan permukaan fluida. Umumnya ketika terjadi kenaikan suhu, nilai tegangan permukaan mengalami penurunan Hal ini disebabkan karena ketika suhu meningkat, molekul cairan bergerak semakin cepat sehingga pengaruh interaksi antar molekul cairan berkurang. Akibatnya nilai tegangan permukaan juga mengalami penurunan. 4. Beberapa metoda penentuan tegangan permukaan, diantaranya adalah metoda kanaikan pipa kapiler, metoda tekanan maksimum gelembung, metoda tetes atau metoda cincin. 5. Harga tegangan muka dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: suhu,tekanan,massa jenis dan konsentrasi zat terlarut. Sumber: Beauty.2008.http://sleepingbeautyandprincephilips.blogspot.com/2010/05/teganganpermukaan-i.html. Diakses pada tanggal 23 Oktober 2011. Anonim.2008.http://www.gudangmateri.com/2008/05/tegangan-permukaan-fluidastatis.html. Diakses pada tanggal 23 Oktober 2011.
Diposkan oleh Rizky Faturochman di 06.57 Kirimkan Ini lewat Email

126