Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM BIOFARMASETIKA PERCOBAAN I MODELING DAN ANALISIS DATA PENELITIAN BIOFARMASETIKA DENGAN WINSAAM

Disusun Oleh Nama : 1. Rizka Khoirunnisa 2. Agustianty Nur H. 3. Kharis Mustofa 4. Hanung Puspita A. Kelompok Golongan Tanggal :6 :I : Selasa, 1 Oktober 2013 Selasa, 8 Oktober 2013 G1F011039 G1F011041 G1F011043 G1F009054

LABORATORIUM FARMASETIKA JURUSAN FARMASI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO

2013

PERCOBAAN I MODELING DAN ANALISIS DATA PENELITIAN BIOFARMASETIKA DENGAN WINSAAM

I.

Tujuan Percobaan Mempelajari modeling dan analisis data penelitian biofarmasetika dengan pengkhususan data in vivo menggunakan software winSAAM. Cara Kerja

II.

IV BOLUS
Analisis data studi biofarmasetika menggunakan 2 metode, yaitu : 1. Metode Konvensional (Regresi linier data Ln Cp) Menggunakan software Mc. EXCEL Data Obat Z dosis 300 mg (IV BOLUS) Waktu (hr) Cp (mg/L) 1 4.82 2 4.26 3 3.42 4 2.68 6 1.84 10 0.81 12 0.53 Cara Kerja 1. Masukan data pada lembar kerja microsoft Excel

2. Menentukan Ln Cp dengan memsaukan rumus ENTER kemudian tarik ke bawah untuk melihat semua nilai.

3. Membuat kurva t sebagai sumbu x dan ln Cp sebagai sumbu y (insertscatter pilih kurva yang di inginkan

4. Kemudian klik kanan pada grafik , pilih select data kemudian masukan sumbu x sebagai t dan sumbu y sebagai ln Cp

5. Pada grafik klik kanan dan pilih trendline untuk memunculkan garis linier, serta cheklist pada display Equastion on chat dan display R- squared vulue on chat untuk menampilkan nilai k eliminasi dan nilai regresinya.

6. Maka didapatkan bahwa K eliminasidan regresi pada dosis 300 mg (IV bolus)

Hasil

t vs Ln Cp
2 1.5 1 0.5 0 -0.5 -1 Linear (Ln Cp vs t) 0 2 4 6 8 10 12 14 y = -0.2036x + 1.8197 R = 0.999

2. Metode Kompartemental dengan software WinSAAM Menggunakan software WinSAAM Data Obat Z dosis 300 mg (IV BOLUS) Waktu (hr) Cp (mg/L) 1 4.82 2 4.26 3 3.42 4 2.68 6 1.84 10 0.81 12 0.53 Cara Kerja 1. Buka winsaam buka edite winsaam working file

2. Masukan parameter farmakokinetik

3. Save winsaam working file klik comment pada layar utama pilih deck klik comment, pilih solve klik comment, pilih iter (lakukan sampai terbaca no iter ketik plot q(1) ,enter hasil kurva, apabila belum berhimpit, maka modifikasi data pada nilai Vd yang akan mempengaruhi gambar kurva.

Hasil

a. Untuk Vd dengan nilai 20

b. Untuk Vd dengan nilai 30

c. Untuk Vd dengan nilai 45

d. Untuk Vd dengan nilai 50

Dari hasil di dapatkan bahwa kurva dan prediksi yang berhimpitan di tunjukan pada Vd 50. 4. Langkah selanjutnya, memindahkan data spreed sheet a. Dari halaman utama winsaam, buka commands batch saam b. Copy data hasil analisi winsam ke excel c. Kolom 1,2, dan 3 hasilcopy di excel masih berupa 1 kolom. Maka untuk memisahkannya, blok data tersebut (kolom 1,2,dan 3 D, C, dan CAAT ). d. Klik data,text to column e. Tandai delimited, next, centang space next, finish

5. Membuat grafik yang menghubungkan t (time) vs QO


6 5 4 3 2 1 0 0 5 10 15 4.82 4.82 4.26 4.26 3.42 3.42 2.68 2.68 1.84 1.84 0.81 0.81 0.53 0.53 Linear (prediksi)

QO prediksi

Dari hasil perhitungan menunjukan bahwa Kel= 0,2036 dan Volume distribusi 50 L. 6. Membuat grafik yang menghubungkan t (time) Vs weight

t vs Weight
800000 600000 400000 200000 0 0 5 10 15 t vs Weight

7. Membuat grafik yang menghubungkan QO Vs QC

QO vs QC
1000000 800000 600000 400000 200000 0 0 2 4 6 QO vs QC

PER ORAL
Analisis data studi biofarmasetika menggunakan 2 metode, yaitu : 1. Metode Konvensional (Regresi linier data Ln Cp) Menggunakan software Mc. EXCEL Data Obat C dosis 200 mg (PER ORAL) Waktu (hr) Cp (mg/L) 0 0.0 0.25 11.858 0.5 17.63 0.75 20.814 1 21.298 1.5 21.071 3 14.872 6 6.88 12 1.501 18 0.321 24 0.068

Cara Kerja 1. Secara Per Oral ini menggunakan 2 metode, yaitu : residual dan wegner nelson. Cara yang sama , yaitu memasukan data pada lembar kerja Ms. Excel, kemudian memasukan rumus dan membuat grafik. Metode Residual

Grafik yang dihasilkan menggunakan metode residual


4 3 2 1 0 0 -1 -2 -3 y = -0.2563x + 3.4717 R = 1 5 10 15 20 25 30 y = -2.32x + 3.5023 R = 0.9984 T vs Ln Cp Ke Ka

Metode Wegner Nelson

Grafik yang dihasilkan menggunakan Metode Wegner Nelson


4 3 2 1 0 0 -1 -2 -3 y = -1.9515x - 0.0284 R = 0.9996 5 10 15 20 25 30 y = -0.2563x + 3.4717 R = 1 T vs Ln Cp Ke Ka

2. Metode Kompartemental dengan software WinSAAM Menggunakan software WinSAAM Data Obat C dosis 200 mg (PER ORAL) Waktu (hr) Cp (mg/L) 0 0.0 0.25 11.858 0.5 17.63 0.75 20.814 1 21.298 1.5 21.071 3 14.872 6 6.88 12 1.501 18 0.321 24 0.068 Cara Kerja 1. Buka winsaam buka edite winsaam working file

2. Masukan parameter farmakokinetik

3. Save winsaam working file klik comment pada layar utama pilih deck klik comment, pilih solve klik comment, pilih iter (lakukan sampai terbaca no iter ketik plot q(1) ,enter hasil kurva, apabila belum berhimpit, maka modifikasi data pada nilai Vd yang akan mempengaruhi gambar kurva.

Hasil Di dapatkan kurva dan prediksi yang berhimpit pada Vd 10 L

4. Langkah selanjutnya, memindahkan data spreed sheet a) Dari halaman utama winsaam, buka commands batch saam b) Copy data hasil analisi winsam ke excel c) Kolom 1,2, dan 3 hasilcopy di excel masih berupa 1 kolom. Maka untuk memisahkannya, blok data tersebut (kolom 1,2,dan 3 D, C, dan CAAT ). d) Klik data,text to column e) Tandai delimited, next, centang space next, finish

Tamoilan Sebelum

Tampilan Sesudah

5. Membuat grafik yang menghubungkan t (time) vs QO

QO
2.50E+01 2.00E+01 1.50E+01 1.00E+01 5.00E+00 0.00E+00 0.00E+00

5.00E+00

1.00E+01

1.50E+01

2.00E+01

2.50E+01

III.

Hasil dan Pembahasan WinSAAM merupakan suatu program yang berfungsi sebagai modeling dan menganalisis data yang terdiri dari kompartemen satu dengan lainnya yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pemindahan materi berdasarkan angka serta notasi yang digunakan. WinSAAM adalah program pemodelan Windows yang memungkinkan pengguna untuk mengeksplorasi sistem biologi menggunakan model matematika . Hal ini telah berkembang dari program SAAM asli yang dikembangkan oleh Dr Berman Mones di National Institutes of Health. SAAM kini telah melihat banyak ribuan aplikasi dalam biologi , kedokteran, teknik , dan pertanian baik dalam bentuk aslinya ( SAAM19 - SAAM27 ). (Wu, 2011) Di dalam WinSAAM terdapat dua konsep kunci yakni kompartemen dan transfer antar - kompartemen . Kompartemen pada dasarnya didistribusikan homogen, dan transfer antar - kompartemen menggambarkan proses yang bertanggung jawab untuk memindahkan entitas dari satu zona tersebut kepada yang lain . Sementara kegunaan pendekatan ini untuk biologi ( analisis compartmental ) hampir tak terbatas , itu sangat cocok untuk:

1. Pemeriksaan masalah transportasi nutrisi berbasis fisiologis menggunakan radiotracer / data isotop stabil. 2. Penyelidikan studi metabolisme berbasis kimia menggunakan in vitro pencernaan dan reaksi Data kinetik. (Wu, 2011).
Parameter untuk metode konvensional biasanya diperlukan penulisan persamaan diferential, sedangkan untuk aplikasi WinSAAM tidak diperlukan penulisan persamaan diferensial secara utuh karena software akan mengenali model yang ditulis berdasarkan konvensi tersebut

Keuntungan dan kerugian menggunakan WINSAAM dibandingkan metode konvensional A. Keuntungannya adalah a. Pengerjaan lebih cepat dan effisien. b. Dukungan lebih baik dan fleksibel pada grafik plotting. c. Sistem export ke format file gambar atau ke word prosessor. d. Dapat memuat data dalam jumlah yang banyak. e. Tidak diperlukan penulisan persamaan diferensial secara utuh karena software akan mengenali model yang ditulis berdasarkan konvensi tersebut B. Kekurangannya adalah a. Banyak parameter yang apabila tidak dikuasai akan membuat proses pembuatan grafik terganggu. b. Sangat tergantung pada command.

Biofarmasetika adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara jenis sediaan, serta rute pemberian sediaan dengan kecepatan dan derajat absorpsi. Rute pemberian sediaan akan menghasilkan profil farmakokinetik yang berbeda.

Grafik peroral

Grafik I.V

WinSAAM adalah program pemodelan Windows yang memungkinkan pengguna untuk mengeksplorasi sistem biologi menggunakan model matematika. Dalam hal ini aplikasi WinSAAM merupakan aplikasi yang dapat membantu dalam proses pembuatan profil farmakokinetik obat berdasarkan rute pemberiannya. Aplikasi WinSAAM juga dapat membantu dalam proses modeling dan analisis data penelitian biofarmasetika dengan pengkhususan data in vitro. Hal pertama yang dilakukan dalam menggunakan aplikasi WinSAAM ini adalah instalasi software dimana file WinSAAM dibuka, lalu klik dua kali untuk proses instalasi. Setelah itu ikuti petunjuk yang ada sampai keluar pesan bahwa proses insall berhasil. Apabila berhasil maka akan muncul tampilan seperti berikut :

Tampilan Awal WinSAAM Dalam proses penerjemahaan blok model kompartemen menjadi blok WinSAAM. WinSAAM mengenali kompartemen satu dengan lainnya serta bagaimana proses pemindahan materi berdasarkan angka serta notasi yang digunakan. Keungulan program ini adalah tidak diperlukan penulisan persamaan diferensial secara utuh Tampilan ini menyatakan bahwa proses instalasi telah berhasil. Selanjutnya apabila program sudah teristall maka WinSAAM dioperasikan. Didalam pengoperasian WinSAAM pertama dilakukan proses penerjemahan blok model kompartemen menjadi blok WinSAAMkarena software akan mengenali model yang ditulis berdasarkan konvensi tersebut. Setelah proses penerjemahan blok

model kompartemen menjadi blok WinSAAM selanjutnya dilakukan pembuatan listing program. Listing program memuat 3 komponen, yaitu kode pengenal bahwa listing program menggunakan WinSAAM.

Kode pengenal bahwa program menggunakan WinSAAM

Selanjutnya adalah parameter model yang disusun sesuai dengan konvensi yang ada. Dalam hal ini data yang akan dimasukan adalah obat Z dosis 300 mg (IV bolus) Waktu (hr) 1 2 3 4 6 10 12 Cp (mg/L) 4.82 4.26 3.42 2.68 1.84 0.81 0.53

Parameter Listing

Parameter parameter yang terkait dalam proses listing adalah : L(2,1) = mengambarkan konstanta perpindahan obat dari kompartemen 1 ke kompartemen 2.Transport ini diasumsikan mengikuti kinetika orde IC(1)= mengambarkan initial condition untuk kompartemen 1. IC yang diisikan dalam WinSAAM working file adalah 300 karena konsentrasi yang tertera didata adalah 300 mg. L(0,2) = mengambarkan konstanta perpindahan obat dari kompartemen 2 ke kompartemen 0.
Kemudian langkah terakhir dalam proses listing adalah data yang akan dianalisis dimasukan secara berpasangan antara waktu dengan Cp. Data dibuat dalam MS.EXCEL yang nantinya dicopy kedalam WinSAAM working file dan dipaste special ->

spreedsheet data. Hal ini bertujuan agar data yang diinputkan dapat dibaca oleh program WinSAAM.

Inputing Data

Kemudian setelah data yang telah diinputkan dianalisis dengan data eksperimental yang diberikan. Prosesnya adalah dengan cara listing diterjemahkan dalam bahasa binary (decking) dengan mengetik/dengan command deck pada jendela utama.setelah itu untuk pemecahan program dengan mengetik solve di jendela utama. Kemudian untuk mendapatkan parameter model fitting yang paling baik data diobservasi dengan mengetik iter di jendela utama. Setelah itu untuk mendapatkan grafik profil farmakokinetik dari obat Z dosis 300 mg (IV bolus) dilakukan dengan cara mengetik plot q(1) di jendela utama. Setelah diketik maka akan keluar tampilan seperti berikut :

Grafik profil farmakokinetik dari konsentrasi Obat Z dosis 300 mg (IV bolus) terhadap waktu

Di dalam grafik terdapat garis dan juga titik. Garis menunjukan keakuratan listing data yang tadi telah dilakukan dan titik menunjukan prediksi atau nilai asli dari data obat Z dosis 300 mg (IV Bolus). Berdasarkan grafik diatas dapat disimpulkan bahwa proses listing mendekati prediksi atau nilai asli dari data obat Z dosis 300 mg (IV Bolus). Sehingga dapat disimpulkan bahwa aplikasi WinSAAM juga dapat membantu dalam proses modeling dan analisis, serta berpengaruh juga terhadap proses pembuatan profil farmakokinetik obat berdasarkan rute pemberiannya. Grafik diatas merupakan grafik untuk pemberian intravena karena konsentrasi obat z dosis 300 mg terus menurun seiring dengan bertambahnya waktu. Selain itu dari grafik diatas juga menunjukan bahwa konsentrasi obat z 300 mg pada pemberian 1 jam (Hour) masih berada di konsentrasi yang tinggi dan terus menurun hingga 12 jam (Hour). Ini menunjukan bahwa untuk pemberian intravena tidak terjadi first pass effect sehingga rute pemberian obat dengan intravena digunakan untuk mengobati penyakit yang harus segera ditangani atau urgent. Berdasarkan hasil percobaan nilai Kel pada IV bolus adalah 0,203 yang kemudian dimasukkan ke dalam data winSAAM, di dalam data winSAAM dilakukan percobaan pada nilai vd atau P(1) yaitu menggunakan vd 20 -1000 dan hasil yang didapat yaitu dengan melihat grafik yang terjadi dari hasil keduanya baik dari M.Excel maupun winSAAM menghasilkan grafik yang sama dengan nilai r = 0,932, hasil ini kurang mendekati r = 1, sehingga data yang didapat bisa dirubah lagi sampai hasil mendekati r =1, nilai r menunjukan efektivitas obat dalam darah, yang disimulasikan pada M.Excel dan winSAAM sebagai model kompartement. Percobaan selanjutnya yaitu obat dengan cara pemberian per oral karena per oral melewati ADME maka memiliki 2 kompartemen yaitu ketika obat diabsorbsi dan di eliminasi, sehingga data yang kita butuhkan berupa Ka dan K.el, berdasarkan percobaan Ka yang didapat dengan metode residual dengan metode wagner nelson berbeda yaitu Ka residual = -2,32 sedangkan ka wagner nelson = 1,95, dan nilai r yang didapat r residual Ka = 0,998 ; kel = 1. Selanjutnya nilai r pada metode wagner nelson rKa = 0,999 ; rKel = 1. Pilih data residual ataupun wagner nelson dimasukkan ke program winSAAM, dalam kelompok kami memilih metode residual yang dimasukkan kedalam winSAAM untuk dibandingkan dari hasil winsam dengan nilai L(2,1) atau Ka = 2,32, sedangkan L(0,2) atau data Kel = -0,256 sama dengan data residual dalam M.Excel. Kemudian P(2) atu vd yang dimasukkan yaitu 20 1000, hasil plot yang

didapat terlihat berhimpit hal ini menunjukan vd yang digunakan cukup dengan 10 saja, kemudian hasil dari winSAAM copy kan ke dalam M. Excel dan hasil yang didapat grafik linear berhimpit. Program konvensional (M.Excel) dan winSAAM yang telah dilakukan sebagai simulasi model kompartemen, dari hasil yang dipercobakan keduanya memberikan hasil yang berbeda. Program winSAAM merupakan suatu program yang dirancang atau dibuat untuk analisis, simulasi dan modeling software ( Anonim, 2009). Program winSAAM ini sudah terdapat grafis- grafis yang dapat dilihat setelah kita memasukkan data dan memberikan hasil yang lebih spesifik tentang rentang angka yang seharusnya dilakukan, begitupun dengn model plot yang didapat bisa dirubah dengan beberapa model, adsa juga spreadsheet yang memudahkan masuk ke dalam Microsoft excel tanpa harus di copy paste, setelah kita memasukkan angka dengan benar akan langsung mengetahui model grafis hanya dengan beberapa tahap (Anonim,2013) Namun winSAAM ini susah untuk dideteksi kesalahannya bila kita melakukan kesalahan, karena tidak ada petunjuk atau pemberitahuan letak kesalahan pengguna, data yang dimasukkan juga harus tepat mulai dari angka, titik, atau koma maupun letaknya. Sedangkan microsoft excel merupakan program dari Microsoft office yang diaplikasikan untuk mempermudah perhitungan dengan berbagai rumusan matematika , table sampai garfik sesuai data yang kita masukkan, Microsoft excel ini lebih mudah digunakan , didalamnya sudah terdapat rumus praktis dan tidak membingungkan penggunanya karena terdapat pemberitahuan bila terjadin kekeliruan dalam memasukkan rumus. IV. Kesimpulan Aplikasi WinSAAM merupakan aplikasi yang dapat membantu dalam proses pembuatan profil farmakokinetik obat berdasarkan rute pemberiannya. Aplikasi WinSAAM juga dapat membantu dalam proses modeling dan analisis data penelitian biofarmasetika dengan pengkhususan data in vitro.

Daftar Puataka

Setyorini. 2006. Skill Labs. Medika Fakultas Kedokteran UGM. Yogyakarta Stefanovski , D. , Moate ,P. J, Boston R.C . 2003. WinSAAM: a windows-based compartmental modeling system. Metabolism - Clinical and Experimental Volume 52, Issue 9 , Pages 1153-1166, September 2003 Wahyuningsih, Esty. 2005. Pedoman Perawatan Pasien. EGC. Jakarta Wu, Canglin. 2011. WinSAAM - The Simulation, Analysis and Modeling Software. Available online at http://www.imcportal.org/repository/software/winsaam-the-simulation-

analysis-and-modeling-software [Diakses tanggal 14 oktober 2013]