P. 1
Gbpp Fak Farmasi

Gbpp Fak Farmasi

|Views: 688|Likes:
Dipublikasikan oleh Bang Somad
silahkan digunakan seperlunya
silahkan digunakan seperlunya

More info:

Categories:Topics
Published by: Bang Somad on Oct 16, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2014

pdf

text

original

GBRP

(GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN) FAKULTAS FARMASI
1. S1 Program Studi Farmasi

GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN
BOTANI FARMASI (Morfologi, Anatomi, Fisiologi Tumbuhan) A. RENCANA PEMBELAJARAN 1. Deskripsi Singkat Mata Kuliah Botani Farmasi Mata kuliah Botani Farmasi berisi pokok bahasan tentang morfologi tumbuhan, struktur anatomi dan proses fisiologi yang terjadi dalam sel tumbuhan. Pada mata kuliah ini juga dibahas klassifikasi tumbuhan tingkat tinggi, karakter, karakteristik tumbuhan, bentuk morfologi organ vegetatif dan organ generatif tumbuhan, perkembangan tumbuhan dari embrio hingga dewasa, struktur sel tumbuhan, klassifikasi jaringan tumbuhan, metabolisme tumbuhan dan peranan enzim, fotosintesis, reaksi fotoisis, fiksasi CO2, respirasi, glikolisis, siklus Kreb’s, senyawa kimia yang dihasilkan tumbuhan. 2. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari mata kuliah ini diharapkan mahasiswa dapat mengenal dan memahami tumbuhan yang meliputi : terminology morfologi, karakter dan karakteristik tumbuhan, klassifikasi tumbuhan tingkat tinggi (Spermatophyta) dengan contoh spesies yang berkhasiat sebagai tumbuhan obat, bentuk dan type akar, batang, daun, bentuk dan type bunga, buah dan biji. Selain itu mahasiswa dapat memahami struktur bagian dalam dari tumbuhan, bentuk sel, organel dan zat ergastik beserta fungsinya, proses kimia yang terjadi dalam sel, enzim-enzim yang membantu reaksi kimia dalam sel tumbuhan, fotosintesis reaksi umum, mekanisme masuknya energi cahaya kedalam sel tumbuhan, fiksasi CO2 dan metabolisme karbohidrat, respirasi, reaksi umum, pemecahan substrat respirasi menjadi asam piruvat, siklus Kreb’s, senyawa kimia (metabolit sekunder) yang dihasilkan tumbuhan. 3. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a. Menjelaskan terminology morfologi, karater dan karekteristik tumbuhan, klassifikasi tumbuhan tingkat tinggi.
15

b. Menjelaskan tentang struktur sel tumbuhan meliputi struktur dan fungsi dinding sel, protoplasma, inti sel, protoplasma, inti sel, sitoplasma dan organel yang tersuspensi didalamnya, serta zat ergastik. c. Menjelaskan macam dan fungsi jaringan tumbuhan, jaringan dermal (kulit; epidermis dan periderm), fundamental (dasar ; parenkim, kollenkim dan sklerenkim) dan vascular (pembuluh ; xylem dan floem). Struktur dan fungsi stomata, trikom, parenkim, kollenkim dan sklerenkim, struktur dan fungsi xylem dan floem. d. Menjelaskan proses metabolisme yang tejadi dalam seltumbuhan, macam dan peran enzim. e. Menjelaskan reaksi fotosintesa, mekanisme masuknya energi cahaya mata hari kedalam sel tumbuhan, penambatan CO2 dalam sel dan metabolisme karbohidrat. f. Menjelaskan reaksi respirasi, substrat respirasi, glikolisis, pemecahan karbohidrat menjadi asam piruvat, siklus Kreb’s. g. Menjelaskan senyawa kimia (metabolit sekunder) yang dihasilkan tumbuhan . B. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Topik Minggu 1 Pendahuluan, pengertian dan ruang lingkup morfologi, anatomi dan fisiologi tumbuhan Minggu 2 Terminologi morfologi Minggu 3 Substansi Metode Fasilitas Peran tumbuhan bagi Ceramah dan WB,LCD kehidupan, dan lingkungan Tanya jawab

Minggu 4 Minggu 5 Minggu 6

Minggu 7

Karater dan karekteristik tumbuhan berdasarkan habit dan morfologi serta kegunaan Organ Tipe organ vegetatif; akar, tumbuhan batang, daun dan organ tingkat tinggi generatif ; bunga buah dan biji Sistim Tumbuhan tallophyta, klassifikasi Tracheophyta, Klassifikasi, tumbuhan identifikasi Lanjutan Deskripsi,,nomenklatur, Tumbuhan thallophyta dan tracheophyta Perkembangan Pembentukan embrio, tumbuhan dari differensiasi jaringan embrio hingga tumbuhan dewasa Struktur sel Struktur dinding sel, tumbuhan dinding primer, dinding sekunder, lamel tengah

Ceramah dan WB, LCD Tanya jawab WB,LCD

Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab

Minggu 8 Minggu 9 Minggu 10 Minggu 11

lanjutan

Minggu 12 Minggu 13 Minggu 14 2.

Protoplasma, struktur dan fungsi inti sel, sitoplasma, organel dan zat ergastik Klassifikasi Jaringan meristematis, jaringan permanent, jaringan dermal, tumbuhan fundamental, vaskular Metabolisme Proses anabolisme, sel dan peranan katabolisme, peranan enzim enzim, sifat enzim Fotosinteis Reaksi umum fotosintesis, peranan klorofil dan cahaya, mekanisme masuknya energi dari cahaya matahari ke dalam se tumbuhan. lanjutan Reaksi fotolisis, mecahan molekul air, penambatan CO2, metabolisme karbohidran. Respirasi Reaksi umum respirasi, substrat respirasi dan penguraiannya, glikolisis, siklus Kreb’s Senyawa kimia Senyawa metabolit primer yang dihasilkan dan metabolit sekunder tumbuhan

Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab

Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab

Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Bentuk kegiatan adalah tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut : Dosen menerangkan dengan alat Bantu buku ajar, WB, Laptop dan LCD projector yang dilanjutkan diskusi dan Tanya jawab antara Dosen dan mahasiswa. Bentuk kegiatan lain adalah pemberian tugas mandiri wajib membuat summary dari suatu topic yang di cari dari bahan bacaan dari internet, kemudian dipresentasikan di depan local. Bentuk diskusi ini ditujukan agar mahasiswa mapu menganalisis bahan yang diberikan, dan aktif memberikan pendapat, saling memberi masukan sesuai dengan pokok bahasan, sehingga diskusi berjalan lancar dan mahasiswa tidak hanya menerima bahan kuliah dari Dosen, tetapi berperan aktif dan mampu merangkum pendapat yang ada sehingga pemahaman terhadap suatu pokok bahasan menjadi mendalam. Untuk lebih memantapkan pengetahuan mahasiswa tentang tumbuhan, kuliah tatap muka juga dilengkapi dengan kegiatan praktikum di laboratorium dengan beberapa objek praktikum meliputi pengenalan tumbuhan secara morfologi dan anatomi.

3.

RENCANA EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur berdasarkan evaluasi dari kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Komponen evaluasi meliputi : pemahaman, keterampilan, kreativitas, dan leardership seorang mahasiswa

saran dan harapan dari mahasiswa. trikom 8 Jaringan parenkim 9 Jaringan kollenkim 10 Jaringan sklerenkim.untuk 65 . Ujian semester Kreativitas Keaktifan dalam diskusi Membuat resume Leadership Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Jumlah skor Skor maks Persentase 7.85 Nilai B+ untuk 75 -80 Nilai B untuk 70 .Komponen pemahaman dan keterampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan pada setiap pokok bahasan. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah keahlian dan memerlukan latihan yang intensif. Ujian raktikum. sklereid dan fiber 11 Organ tanaman monokotil dan dikotil .70 Nilai C+ untuk 60 . kritik. 3.5 7. Hasil akhir ditentukan sebagai berikut : Nilai A+ untuk 90 . maka skor tertinggi diberikan untuk point tugas. stomata. ujian akhir semester dan ujian praktikum. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi No 1.untuk 80 .55 Kurang dari 50 dianggap tidak lengkap/tidak lulus Objek Praktikum Morfologi Anatomi Fisiologi Tumbuhan (Botani) Farmasi Minggu Topik Praktikum 1 Pengenalan tumbuhan berdasarkan habitus dan kegunaan 2 Melakukan deskripsi tumbuhan berdasarkan karakter dan karakter state 3 Pengenalan koleksi dan pembuatan herbarium 4 Pengenalan Sel tumbuhan 5 Kloroplas.5 7. pendapat. pati dan kristal 7 Jaringan epidermis.5 7. ujian tengah semester.100 Nilai A untuk 85 -90 Nilai A. kromoplas dan leukoplas 6 Zat ergastik. 2. Aspek Penilaian Unsus penilaian Pemahaman Tugas keterampilan Ujian Tengah semester.5 15 15 25 7.5 2. Monitoring dan umpan balik dari mahasiswa selama kuliah dilakukan melalui pengisian kuisioner.75 Nilai B.5 7.65 Nilai C untuk 50 .

Barbour. A.. G. Ross. Univ California. Inc. H. Cutler.C.. W-3. Longman. 1985. P. John Willey & Sons. McGraw-Hill Book Company. Botany. L. New York. USA. 1960. Backer. W-4. 1999. USA. W. Rost. 1979. R. A -2. B. W-5 Salisbury and W. W. Anjuran A-1. Hill. F. L. Grove. DAFTAR PUSTAKA 1. An Introduction to Taxonomy of angiospermae. 2. C. John Wiley & Sons. C. New Delhi India. London. Inc. Univ California.. Stocking. T. 1982. Botany an Introduction to Plant Biology.4. Katherine Esau. S... Overholts.Popp. 1979. W-2. John Willey & Sons. 1989 Plants physiology. D.. 1978. Mc Millan Publishing Co. LTD. Shital. M. R. Wajib W-1.. Aplied Plant Anatomy. USA. Plant physiology. Shukla. Publishing Hous PVT. R. A-2. Bidwell.. Vikas.. Plant Classification. New York. Inc.o. T. M. New York. P. J. . Anatomy of Seed Plants. Elliot.

reseptor permukaan sel. melalui mata kuliah ini mahasiswa dapat memahami dasar-dasar ekspresi gen serta fungsi plasmid di dalam perekayasaan produk-produk rekombinan dalam dunia farmasi. reseptor intra selular. menyebutkan bagian-bagian sel dan fungsi masing-masing bagian (Bloom knowledge) d. inisiasi isyarat intra selular dan amplifikasi isyarat. tipe pengisyaratan. mendeskripsikan fungsi protein dalam sel (Bloom knowledge) f. 3. struktur dan fungsi plasmid dalam proses rekayasa genetika serta prinsip-prinsip perekayasaan produkproduk rekombinan dalam dunia farmasi. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. Di samping itu. organisasi sel. serta proses-proses biologi yang berlangsung pada setiap bagian sel. fungsi-fungsi dari organella. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami struktur sel. dan protein sebagai salah satu makromolekul penyusun sel. menjelaskan keterkaitan fungsi organela satu dengan yang lain ( Blomm comprehension) e. Membedakan (distinguish) struktur sel prokaryotik dengan eukariotik (Bloom comprehension) c.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN BIOLOGI SEL A. sistem transpor baik aktif maupun pasif. dalam mata kuliah biologi sel dibahas pula dasar-dasar ekspresi gen. 2. Deskripsi singkat matakuliah Biologi Sel Matakuliah Biologi Sel didesain untuk mengantar mahasiswa memahami pokokpokok bahasan tentang sejarah perkembangan teori sel. Di dalam matakuliah ini juga dibahas proses-proses biologi meliputi anabolisme dan katabolisme. mendeskripsikan teori-teori sel dengan dukungan bukti-bukti ilmiah (Bloom knowledge) b. menjelaskan proses sintesis protein (Bloom knowledge) . Di samping itu. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1.

g. m. B. i. dan proses translasi. membedakan proses katabolisme dan anabolisme pada prokariotik dan eukariotik (Bloom comprehension). dan Organela yang Ceramah mengandung DNA tanya jawab (mitokondria dan kloroplas) Fungsi protein dalam sel (unit Ceramah struktural dan fungsional) Tanya jawab Sintesis Protein Ceramah tanya jawab Metabolisme: anabolime dan Ceramah WB LCD WB LCD WB LCD WB Minggu 5 Minggu 6 Minggu 7 . PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. menjelaskan proses pengekpresian suatu gen dari proses transkripsi. l. menjelaskan proses-proses pengaturan tekanan osmosis sel. pematangan mRNA. Struktur dan Fungsi. n. menjelaskan proses perekayasaan produk-produk rekombinan dalam farmasi. k. mengklasifikasikan tipe-tipe pengisyaratan dari suatu contoh-contoh proses di dalam sel (Bloom analysis). endositosis dan eksositosis. menjelaskan mekanisme sistem transpor aktif dan pasif (difusi terfasilitasi). j. h. menjelaskan dasar dan mekanisme ekspresi gen. Lisosom dan Peroksisom. menjelasakan tentang struktur plasmid dan perannya dalam rekayasa genetika. Jadwal Kegiatan Mingguan Topik Substansi Metode Ceramah Tanya jawab Ceramah tanya jawab Ceramah Tanya jawab Fasilitas WB LCD Pertemua n Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Pendahuluan dan Penjelasan proses perkuliahan Pengantar teori dan penilaian sel Pengantar Teori Sel (kronologi perkembangan teori) Organisasi Sel Struktur Prokariotik Struktur Eukariotik Perbandingan Sel Hewan dan Tumbuhan Organisasi sel Struktur dan Fungsi Organella : lanjutan Retikulum Endoplasmik dan Ribosom. Kompleks Golgi. Organisasi lanjutan Protein Protein lanjutan Proses-proses WB LCD WB LCD Minggu 4 sel Inti Sel.

biologi Minggu 8 Minggu 9 Minggu 10 Minggu 11 Minggu 12 Tanya jawab Proses-proses Pengisyaratan: Tipe Ceramah biologi lanjutan pengisyaratan. Tanya jawab Ekspresi Gen Transkripsi. Diskusi dilaksanakan sebagai berikut: Kelas dibagi ke dalam kelompok-kelompok sesuai banyaknya topik yang diputuskan untuk didalami melalui tugas mandiri. Mahasiswa dilibatkan untuk melakukan diskusi pada akhir setiap topik guna memperdalam pemahaman akan topik yang sudah dibicarakan sekaligus mendiskusikan lagi pokok-pokok yang menarik dan perlu pendalaman. translasi tanya jawab Genetika Mikrobia Sistem transport Plasmid dan fungsinya dalam Ceramah rekayasa genetika Tanya jawab Prokariotik: Ceramah Eukariotik: Pengaturan tanya jawab tekanan osmosis sel. reseptor intra tanya jawab selular dan reseptor permukaan sel Inisiasi isyarat intra selular dan amplifikasi isyarat Ekspresi Gen Genome. mekanisme Ceramah epigenetik metilasi histone. Poin-poin . Bahan pancingan untuk diskusi disiapkan oleh dosen dan mahasiswa secara pribadi mempersiapkan bahan tersebut sebagai tugas mandiri dan membawanya pada pertemuan kuliah berikutnya untuk didiskusikan dalam kelompok-kelompok. Gen. Materi diberikan dalam bentuk lekturet menggunakan powerpoint dengan alat bantu utama lap-top. pematangan Ceramah lanjutan mRNA. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Kuliah tatap muka diselenggarakan oleh team teaching dikoordinasi oleh salah satu dosen pengampu. LCD projector dan white board bila diperlukan. Endositosis dan eksositosis katabolisme LCD WB LCD WB LCD WB LCD WB LCD WB LCD Minggu 13 Minggu 14 Sistem transport Sistem transpor aktif dan pasif Ceramah lanjutan (difusi terfasilitasi) Tanya jawab Rekayasa Prinsip-prinsip Perekayasaan Ceramah Genetika Produk-produk rekombinan tanya jawab dalam Farmasi WB LCD WB LCD 2.

Oleh karena itu evaluasi pembelajaran lebih ditekankan pada aspek pemahaman dan kreativitas mahasiswa untuk mengembangkan pemahaman. Refleksi-evaluasi ini dilakukan untuk memberi makna sekaligus mengumpulkan umpan balik dari mahasiswa baik untuk materi pembelajaran maupun metode perkuliahan. C. Komponen kreativitas mahasiswa diukur melalui tugas-tugas mandiri dan diskusi-diskusi kelompok. 2. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1.penting dari hasil diskusi kelompok selanjutnya disampaikan di depan kelas untuk memperkaya pemahaman kelas akan topik yang didiskusikan. Komponen pemahaman diukur melalui ujian tengah semester. Di samping itu melalui diskusi dan tugas mandiri akan dievaluasi juga kemampuan-kemampuan kepemimpinan dan kerjasama. Hasil Pembelajaran Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib untuk semester I. ujian akhir semester dan kuis-kuis. Monitoring proses pembelajaran ditempuh melalui refleksi-evaluasi perkuliahan di tengah semester. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek Penilaian Unsur Penilaian Pemahaman Softskills Ujian Mid Semester Ujian Akhir Tugas mandiri Keaktifan dalam diskusi Kedisiplinan pengumpulan tugas Tugas kelompok Partisipasi di kelas Skor Maks 200 300 200 100 100 100 100 1000 Persentase (%) 20 30 20 10 10 10 10 100 Jumlah Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai A untuk ≥ 750 poin (>75%) Nilai B untuk 650 – <750 poin (65 – <75%) Nilai C untuk 550 – <650 poin (55 – <65%) Nilai D untuk 450 – <550 poin (45 – <55%) Nilai F kurang dari 450 dianggap Tidak Lengkap / Tidak Lulus .

cellsalive.A. Molecular and Cellular Biology. Bandung. et al.B. Biologi. John Willey Sons Publishing Company. Garland Science 3. Pustaka Wajib 1. J. Juono dan Juniarto. Sheeler. 1996. Wolfe. Cell Biology.. O. California B. New York. B.. N. Reece dan L. DAFTAR PUSTAKA A. 2002. Biologi Sel. Co. Biochemistry and Function. 2. S. New York. Yatim W. Penerbit Erlangga. Albert. 2002. John Willey Son.. Dikti: Jakarta. Philip. 1993. Campbell. 6. Wadsworth Pub. 5. 2003. Biologi Sel. Thorpe. Cell Biology. Penerbit Tarsito.D.. N. 3. 1984. Mitchell.com/ . Penerbit EGC 2. The Cell.L. Structure. Is Soegianti R. Pustaka Penunjang 1. 1993. http://www. Biologi Modern: Biologi Sel.G. 1980. Jakarta 4.

hibridisasi. sifat. epoksida. pengenalan stereokimia. Memahami tata nama. Jadwal Kegiatan Mingguan Minggu I Topik Struktur ikatan Substansi Metode dan Teori Mekanika Ceramah kuantum. sp. 2. epoksida. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu : 1. I. eter. Cl dan Fosfor. alkohol. 2. sulfida. Memahami tata nama. viewer. sifat molekul. laptop. eter. Fasilitas LCD. struktur dan reaksi senyawa-senyawa alkana. eter. sifat khusus dan reaksi–reaksi senyawasenyawa aromatis.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN KIMIA ORGANIK 1. orbital atom. ikatan kimia. alkil halida. alkena. ikatan kimia. alkena. N. 3. sp3 atom B. Deskripsi singkat kuliah Kimia Organik I Matakuliah Organik I mempelajari tentang teori dasar struktur atom. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. 3. struktur kimia. pembentukan dan klasifikasi ikatan kimia. tiol. alkil halida. amina dan senyawa-senyawa aromatis. Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat memahami dan menguasai teori dasar mengenai struktur atom. Teori Ikatan Kimia. Memahami teori-teori dasar atom. O. F. amina dan senyawa-senyawa aromatis. sulfida. stereokimia. sifat dan reaksi senyawa-senyawa alkana. alkohol. KIMIA ORGANIK I A. alkil halida. alkohol. pembuatan. sp2. konfigurasi elektron atom . alkena. whiteboard . dan amina. sifat dan reaksi-reaksi senyawa golongan alkana. tiol. C. B. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. sifatsifat molekul secara umum dan prinsip-prinsip stereokimia.

dan sifat Nomenklatur alkana dan gugus alkil. Alkana : Struktur Alkana dan gugus alkil. Karbon tetrahidral : khiralitas. whiteboard Ceramah dan diskusi LCD. senyawa meso dengan pusat khiral lebih dari 2. siklobutan dan siklopentan dan sikloheksan.II Ikatan dan Sifat Molekul Mekanisme reaksi Organik III IV Muatan formal. proyeksi Fischer. sifat fisika stereoisomer. campuran rasemis.S. penandaan konfigurasi R. hukum konfigurasi spesifik pada senyawa diastereomer. Pengenalan Sifat Optis Aktif. diagram reaksi. viewer. Kecepatan kesetimbangan. stereokimia rotasi spesifik. reaksi polar.trans Molekul alisiklik Ceramah LCD. laptop. sifat alkana. energi resonansi. laptop. nomenklatur sikloalkana dan isomer cis . polarisasi. diskusi Sifat regangan cincin siklopropan. laptop. reaksi perisiklik. momen dipol. Ceramah stabilitas sikloalkan : dan Teori regangan Beayer. reaksi intermediet. teori asam-basa menurut Bronsted-Lowry dan Lewis. terplintir. viewer. konformasi alkana : etana propana dan butana. enantiomer. viewer. whiteboard V Nomenklatur. whiteboard Ceramah LCD. keadaan transisi. Konformasi kursi dan kapal. elektronegativitas. .

viewer. viewer. laptop.VI Struktur dan reaktivitas alkena. laptop. struktur Kekule. dan benzen hidroksilasi. whiteboard VII Alkil halida : Struktur dan reaksi substitusi nomenklatur alkil halida. benzen Penataan ulang selama reaksi Friedel-Crafts. Hukum Markovnikov. diskusi Hukum E dan Z . senyawa poliaromatik. kegunaan alkena. nitrasi aromatik pada sulfonasi. Substitusi Mekanisme SE aromatik elektrofilik : halogenasi. reduksi aril alkil keton. viewer. Efek substituen pada SE dan SN dalam senyawa aromatik. aromatisitas struktur benzen. Sintesis dan Mekanisme Alkilasi reaksi alkil Friedel-Crafts . naftalena. Reaksi alkena. Dehidrohalogenasi. stabilitas benzen. whiteboard Ujian tertulis Ceramah VIII soal dan lembar jawaban LCD. viewer. Ceramah dan diskusi LCD. Efek elektronik pada SE dan SN dalam senyawa aromatik. fenantrena. Karakterisasi reaksi SN1 dan 2 serta eliminasi – 1 dan-2 Ujian tengah semester Benzen dan Nomenklatur. Asilasi Friedel-Crafts. reaksi dan sintesis Struktur elektronik dan Ceramah stabilitas alkena. laptop. whiteboard IX Ceramah dan diskusi LCD. addisi elektrofilik. dehidrasi. Hukum Huckel. dan nomenklatur alkena. whiteboard X Ceramah dan diskusi LCD. ion aromatik heterosiklik aromatik. viewer. antrasena. brominasi dan oksidasi rantai samping alkil LCD. laptop. laptop. dan eliminasi pembuatan alkil halida. whiteboard . Struktur dan stabilitas karbokation.

Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Reaksi aoksidasi alkohol. viewer. viewer. Arilamina dan Anilin: kebasaan fenol arilamina. kebasaan gugus amina. Komponen evaluasi adalah ujian tengah dan akhir semester. epoksida dan sulfida Alkohol dan Tiol Nomeklatur dan sifatsifat alkohol. Sintesis dan reaksi amina. kemudian dibahas bersama. C. kemudian secara random mahasiswa ditunjuk untuk mengerjakan di papan tulis. whiteboard XIII Ceramah dan diskusi LCD. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Pembelajaran dilakukan dengan ceramah/tatap muka. 2. diskusi dan latihan. epoksida Nomenklatur dan sifatdan sulfida sifat eter. pembuatan alkohol: reaksi adisi Grignard pada gugus karbonil. lembar jawaban 2. Mahasiswa diberi kesempatan untuk mengerjakan sendiri atau berkelompok terlebih dahulu. proteksi terhadap gugus alkohol dan Tiol Amina alifatik Nomeklatur amina. Diskusi dilakukan secara terbuka dan random (tanpa dibentuk kelompok). whiteboard XIV Ceramah dan diskusi Ujian tertulis Soal ujian. Ujian akhir semester Ceramah Ceramah dan diskusi LCD. laptop. Sifat fisika amina.benzen XI XII Eter. Penilaian (student assessment) Bobot penilaian : Ujian tengah semester : (50%) Ujian akhir semester : (50%) . laptop. Diskusi dilakukan untuk mengetahui tingkat penguasaan mahasiswa terhadap materi yang diberikan. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. laptop. Struktur dan ikatan amina. viewer. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama proses pembelajaran (berupa kuesioner dan kritik saran dari mahasiswa). pembuatan dan reaksi arilamina dan fenol. whiteboard LCD. Latihan diberikan untuk lebih memantapkan mahasiswa dalam hal penguasaan materi kuliah.

. dan Fessenden J.G. . Fessenden. John Wiley & Sons. R..J.H. California. J. Organic Chemistry. Alih bahasa A. Solomons..S. Monterey. T. Fundamentals of Organic Chemistry. Edisi kedua. Surabaya. Pudjaatmaka. DAFTAR PUSTAKA McMurry.Konversi nilai : A jika nilai  75 60  B  75 50  C  60 40  D  60  40 E D.. Brooks / Cole Publishing Company. Inc. 1997. 1997. New York.W. Kimia Organik. 1984. Erlangga.

9. amida) serta nitril. reaksi substitusi alfa karbonil. yang meliputi aldehida. karbohidrat. Memahami reaksi kondensasi karbonil. 11. asam karboksilat. 3. reaktivitas. turunan asam karboksilat dan substitusi asil nukleofilik. Memahami struktur umum asam nukleat (DNA dan RNA). 3. Memahami tata nama. 10. KIMIA ORGANIK II A. 6. sifat-sifat. Deskripsi singkat kuliah Kimia Organik II Matakuliah Organik II mempelajari tentang sifat-sifat. Memahami struktur dan sifat-sifat asam lemak. 4. karbohidrat (mono-. 8. ester. protein. Memahami tata nama. pembuatan dan reaksi-reaksi senyawa karbonil. reaksi kondensasi karbonil. ester. pembuatan dan reaksi-reaksi asam amino. dan nitril). lemak dan asam nukleat.II. Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat memahami dan menguasai sifat-sifat. lemak dan asam nukleat. sifat-sifat dan reaktivitas senyawa karbonil. Memahami pembentukan dan reaksi-reaksi trigliserida. keton. pembuatan dan reaksi-reaksi aldehid dan keton. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. 5. anhidrida asam. sifat-sifat. Materi Kimia Organik II meliputi: kimiawi senyawa karbonil. Memahami tata nama. 2.dan polisakarida). anhidrida asam. protein. di. amida. asam karboksilat dan turunannya (asil halida. pembuatan dan reaksi-reaksi asam karboksilat dan turunannya (asil halida. 2. tata nama. pembuatan dan reaksi-reaksi karbohidrat. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu : 1. Memahami definisi. penggolongan. Memahami tata nama. Memahami struktur protein. pembuatan dan reaksireaksi senyawa karbonil. tata nama. aldehida dan keton. . 7. Memahami reaksi substitusi alfa.

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1.Pembuatan aldehida .Sifat-sifat aldehida dan keton .-unsaturated karbonil) Asam Tata nama asam karboksilat karboksilat Struktur dan sifat-sifat asam karboksilat Dissosiasi asam karboksilat Pengaruh substituen pada keasaman Pembuatan asam karboksilat Reaksi-reaksi asam Ceramah LCD. Reaksi adisi nukleofilik Reaksi substitusi asil nukleofilik Reaksi substitusi alfa Reaksi kondensasi karbonil II Aldehid keton dan . laptop. tiol. viewer. viewer.Struktur dan sifat Ceramah Kimia Organik gugus karbonil II Definisi dan penggolongan senyawa karbonil . viewer.B. laptop. adisi konjugat pada . laptop. whiteboard III Ceramah dan diskusi LCD. viewer. laptop.Tata nama aldehida dan keton . alkohol. whiteboard Fasilitas LCD.Reaksi-reaksi adisi nukleofilik (adisi HCN.Reaktivitas relatif aldehida dan keton .Pembuatan keton . amina primer dan amina sekunder) Aldehid dan Reaksi adisi keton nukleofilik (adisi (lanjutan) hidrazin. whiteboard IV Ceramah LCD. whiteboard . Cannizzaro. ilida fosfat.Reaksi-reaksi umum senyawa karbonil. Jadwal Kegiatan Mingguan Minggu Topik Substansi Metode I Pengantar .

whiteboard Ceramah dan diskusi LCD. viewer. whiteboard . whiteboard Ujian tertulis Ceramah dan diskusi VIII IX X XI Reaksi Keasaman hidrogen substitusi alfa alfa: pembentukan karbonil enolat (lanjutan) Reaktivitas enolat . viewer. lembar jawaban LCD. viewer. viewer. whiteboard Soal ujian. amida dan nitril Reaksi Keto-enol tautomerisme substitusi alfa Reaktivitas enol karbonil Halogenasi alfa dari keton dan aldehida Ujian tengah semester Ceramah dan diskusi LCD. laptop. karboksilat pembentukan dan (lanjutan) reaksi-reaksi ester.V VI VII karboksilat Turunan asam Reaksi substitusi asil karboksilat nukleofilik Stabilitas relatif turunan asam karboksilat Tata nama. laptop. pembentukan dan reaksi-reaksi asil halida dan anhidrida asam Turunan asam Tata nama. viewer. laptop. viewer. laptop. laptop. laptop. whiteboard Ceramah LCD. viewer. whiteboard Ceramah dan diskusi Ceramah LCD.Dehidrasi produk aldol Reaksi aldol campuran Reaksi aldol campuran Reaksi Kondensasi Claisen kondensasi Siklisasi Dieckman karbonil Reaksi Michael (lanjutan) Reaksi enamina Stork ReaksiAnnelasi Robinson Karbohidrat Definisi dan klasifikasi karbohidrat Konfigurasi Ceramah LCD.Sintesis ester malonat Sintesis ester asetoasetat Reaksi Mekanisme umum kondensasi reaksi kondensasi karbonil karbonil Kondensasi aldehida dan keton: reaksi aldol . laptop. whiteboard LCD.

Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Pembelajaran dilakukan dengan ceramah/tatap muka. laptop.Oksidasi .Pembentukan ester dan eter Pembentukan glikosida . Diskusi dilakukan untuk mengetahui tingkat penguasaan mahasiswa terhadap materi yang diberikan. lembar jawaban Ujian tertulis 2. viewer. whiteboard Ceramah LCD.XII XIII XIV monosakarida: Proyeksi Fischer 1. viewer.Perpanjangan rantai . dandiskusi laptop. whiteboard Soal ujian. Diskusii . sifat-sifat dan protein dan stereokimia asam amino lemak Klasifikasi asam amino Elektroforesis Reaksi-reaksi asam amino Klasifikasi protein Struktur protein Struktur dan sifat asam lemak Pembentukan dan reaksi-reaksi trigliserida Asam nukleat Struktur umum asam nukleat Perbedaan struktur DNA dan RNA Ujian akhir semester Ceramah dan diskusi LCD. whiteboard Ceramah LCD. laptop. diskusi dan latihan. viewer. Sistem D dan L Konfigurasi aldosa Struktur siklik monosakarida: Pembentukan hemiasetal Anomer 1. Struktur.Pemendekan rantai Disakarida Polisakarida Asam amino. K onformasi monosakarida Mutarotasi Karbohidrat Reaksi-reaksi (lanjutan) monosakarid .

seperti aldehid. Fundamentals of Organic Chemistry. Monterey. PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II A. keton. Solomons. 40  B  60 6.W. Mahasiswa diberi kesempatan untuk mengerjakan sendiri atau berkelompok terlebih dahulu.. John Wiley & Sons. A jika nilai  75 3. 1997. 2. C.dilakukan secara terbuka dan random (tanpa dibentuk kelompok). 1984. 60  B  75 4. T. kemudian dibahas bersama. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. California. Komponen evaluasi adalah ujian tengah dan akhir semester. Latihan diberikan untuk lebih memantapkan mahasiswa dalam hal penguasaan materi kuliah. Organic Chemistry. Tujuan pembelajaran : (50%) : (50%) . Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama proses pembelajaran (berupa kuesioner dan kritik saran dari mahasiswa). asam karboksilat dan turunannya. III. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. 2. New York. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. J. kemudian secara random mahasiswa ditunjuk untuk mengerjakan di papan tulis. Deskripsi singkat praktikum Kimia Organik II Praktikum Kimia Organik II menerapkan cara pembuatan dan mengenal sifat-sifat senyawa karbonil. Brooks / Cole Publishing Company. Inc.. Penilaian (student assessment) Bobot penilaian : Ujian tengah semester Ujian akhir semester Konversi nilai : 2. 50  B  60 5.  40 D..G. DAFTAR PUSTAKA McMurry.

membuat dibenzalaseton dari reaksi kondensasi aldol. Na2CO3. Bila filtrat masih berwarna merah jambu tambahkan NaHSO3 10%. membuat asam karboksilat melalui oksidasi alkohol primer.Mengantarkan mahasiswa untuk mengetahui cara pembuatan senyawa karbonil (golongan aldehid dan keton serta golongan asam karboksilat dan turunannya) dan mengetahui sifatsifat kimia kedua golongan senyawa karbonil tersebut. Kalium bikromat. asam sulfat pekat Alat: Labu destilasi. . Reaksi akan berjalan dengan sendirinya dan asetaldehid akan terdestilir. membuat yodoform dari reaksi halogenasi alfa. buku petunjuk. batu didih. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. B. menerangkan sifat-sifat aldehid dan keton. 2 Pembuata Bahan: Benzil n asam alkohol. adisi natrium bisulfit terhadap beberapa aldehid dan keton. 14. membuat aldehid melalui oksidasi alkohol primer. Pendingin Metode Kalim bikromat dicampur dengan asam sulfat pekat dalam air dan etanol 96%. cuci dengan air. drupple plat. Schiff. 16. 15. fenilhidrazon. tabung reaksi. 3. NaHSO3. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu: 12. erlenmeyer. buku rujukan. Tambahkan HCl p Fasilitas Laboratoratoriu m. saring. Alat: LAB 100 ml. Selanjutnya dilakukan reaksi reduksi perak amoniakal. pipet. buku rujukan. Fehling. pendamaran alkali. HCl pekat. benzoat KmnO4. 17. 13. refluks 30 menit. pendingin Liebig. membuat ester dari reaksi antara asam karboksilat dan alkohol dan katalis asam. es. 2 g Na2CO3 dilarutkan dalam 25 ml air. Jadwal Kegiatan Mingguan Mingg u 1 Topik Pembuata n asetaldehi d Substansi Bahan: Etanol. + 3 ml benzil alkohol + 5 g KmnO4 + batu didih. Laboratoratoriu m. buku petunjuk.

Allihn. alkohol. pemanas air. NaHSO4. buku petunjuk. Corong Buchner. Dalam erlenmeyer dimasukkan 2.5 g I2. KI. tabung reaksi. CaCl2 anhidrat. 8 g asam sulfat pekat dan batu didih. Liebig. 4 Pembuata n Yodoform Bahan: Aseton. Ester didestilasi lagi dan ditentukan rendemen dan index biasnya. Ester didestilasi. kertas saring. Laboratoratoriu m. buku petunjuk. Campuran disaring. Dalam LAB 125 ml campurkan 15 g etanol. Lapisan eter dikeringkan dengan CaCl 2 anhidrat. Kristal ditentukan titik lebur dan perolehan kembalinya. larutan perak nitrat. kaporit. I2. b. corong pisah. Alat: LAB. hingga larutan asam. Laboratoratoriu m. 15 g asam asetat. titik lebur dan cek bentuk kristalnya serta test dengan perak nitrat. almari asam. H2SO4 p. Lapisan ester dipisahkan dan ester yang terlarut dalam air diekstraksi dengan eter dengan terlebih dahulu ditambah larutan NaCl jenuh. kristal dicuci dengan akuades. lalu didestilasi. NaOH. kertas indikator. a. ditimbang lalu rekristalisasi dengan air panas. corong Buchner. pendingin balik. buku rujukan. gelas ukur. pendingin Allihn. Dalam LAB dimasukkan 6 g KI dan 100 ml akuades dan 2 ml aseton. Asam benzoat disaring. labu hisap. asetat etanol. gelas arloji. buku rujukan. . dinginkan dalam wadah berisi es. refluks selama 30 menit. Destilat dinetralkan dengan NaHCO3. dikeringkan. 3 Pembuata Bahan: n etil Asam asetat. kemudian direkristalisasi dengan etanol. Alat: Labu destilasi. Hitung rendemen. gelas arloji. Tambahkan larutan 5% kaporit bertetes-tetes sambil digojog sampai tidak terbentuk endapan lagi.

Saring kristal dengan corong Buchner. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Sebelum praktikum dilakukan diskusi/presentasi yang dipandu oleh dosen. etanol.5 g aseton. Laboratoratoriu m. Bahan: Di dalam erlenmeyer Benzaldehid. Tambahkan ke Erlenmeyer dalamnya 6 ml larutan bertutup. kemudian tentukan titik leburnya. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa . buku rujukan. Segera encerkan dengan air. Saring kristal yang terjadi dan cuci dengan air. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. cuci dengan air. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman berupa post test. C. Pada akhir praktikum diadakan evaluasi dengan cara ujian tertulis. buku petunjuk. Tambahkan NaOH 8 N bertetes-tetes hingga terbentuk kristal kuning. ml air. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. 10% NaOH dalam 19 gelas ukur. Tutup corong erlenmeyer dan gojog Buchner. Rekristalisasi dengan etanol. laporan dan ujian praktikum.5 ml aseton. Kristal dikeringkan dan dihitung rendemennya.5 Pembuata n dibenzalaseton kemudian tambahkan 2. Biarkan 30 menit sambil sesekali digojog kemudian didinginkan dalam rendaman air es. labu dengan kuat selama 10 hisap. kemudian setelah selesai praktikum diadakan postest dan pembuatan laporan praktikum. benzaldehid dan 1 ml NaOH dan es. larutkan 2. Rekristalisasi yodoform dengan alkohol. menit. 2. aseton di dalam 25 ml Alat: etanol.

C. 1978. Vogel A. 40 ≤ D < 50 5. Experiments in Organic Chemistry.Fiesher. L. 60 ≤ B < 75 3. New York. London 2. The Macmillan Company. 2. 50 ≤ C < 60 4. Laboratory Experiments in Organik Chemistry. R.Adam R & Johnson. E ≤ 40 30% 20% 50% Nilai akhir ditentukan sebagai berikut: D. 1990: a textbook of Practical Organic Chemistry. D. Health and Company. DAFTAR PUSTAKA 1. USA. J.. Fifth edition. P. Boston. . 1963.diharapkan dapat memantau selama masa praktikum (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa). Third edition.. Penilaian (student assessment) Aspek penilaian meliputi : Post test Laporan praktikum Ujian praktikum 1. 3. A jika nilai  75 2.I. Longman.

syaraf otonom. syaraf. l. e. b. homeostasis dan Sistem Integrasi dan Kerangka referensi studi anatomi (anatomi superfisial dan anatomi sectional). Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi Sistem pernafasan . Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi sistem endokrin Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi Sistem pencernaan Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi Sistem Ginjal k. menjelaskan tentang Anatomi dan Fisiologi sistem Integumen.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA A. syaraf otonom. darah. otot. tulang. Farmakokinetika dan Biofarmasetika 3. pernafasan dan ginjal. tulang. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. otot. Selain itu mahasiswa dapat memahami berbagai Anatomi dan Fisiologi Manusia meliputi Anatomi dan Fisiologi sistem Integumen. pencernaan. f. c. menjelaskan tentang Anatomi dan Fisiologi tulang. Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi syaraf otonom i. d. Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi pembuluh darah g. Deskripsi singkat matakuliah Anatomi Fisiologi Manusia Matakuliah Anatomi Fisiologi Manusia berisi pokok-pokok bahasan Anatomi dan Fisiologi tubuh manusia yaitu sistem Integumen. pembuluh darah. jantung. jantung. pernafasan dan ginjal. Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi syaraf h. pencernaan. Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi jantung. pembuluh darah. syaraf. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. menjelaskan pengertian Anatomi dan Fisiologi Manusia. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami pengertian Anatomi dan Fisiologi. Matakuliah ini merupakan dasar dari matakuliah Farmakologi Toksikologi. 2. Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi otot. j.

ossifikasi endochondral. warna kulit. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Minggu 1 Topik Pengantar Anatomi Fisiologi dan • • • Substansi Pengertian Anatomi dan Fisiologi Homeostasis dan Sistem Integrasi Metode Ceramah dan tanya jawab Fasilitas -WB -LCD Minggu 2 Sistem Integumen • Kerangka referensi studi anatomi (anatomi superfisial dan anatomi sectional) Epidermis (lapisan-lapisan Presentasi dan LCD epidermis. kuku) Pengawasan lokal dari fungsi integumen (luka dan penyembuhan luka) Penuaan dan sistem integumen Integrasi dengan sistem lain Klasifikasi tulang (ukuran tulang. faktor tumbuh epidermis) Dermis (susunan dermis. suplai darah dan persyarafan) • • • • • • • • Minggu 3 Jaringan dan Struktur Tulang • . sirkulasi dan persyarafan dermis) Lapisan subkutan Struktur aksesori (folikel rambut dan rambut. sel-sel dalam tulang. kelenjar kulit. Presentasi dan LCD Diskusi stuktur tulang) Histologi tulang (matriks tulang.B. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. tulang kompak dan tulang berongga) Perkembangan dan Pertumbuhan Tulang (Ossifikasi intramembran. epidermis Diskusi dan vitamin D3.

pembuluh darah dan syaraf. mikro anatomi jaringan otot skelet) Kontraksi Otot Skelet (Teori Filament Sliding. Inhibisi Presinaps dan Fasilitasi. Kontrol Aktivitas Otot Skelet. Potensial Aksi) Aktivitas Sinaptik (Sinaps Listrik. Presentasi dan Diskusi Sinaps Kimia) Pemrosesan Informasi (Potensial Postsinaptik.• Minggu 4 Jaringan Otot • • Sifat dinamis tulang (efek latihan pada tulang. Relaksasi) Mekanika Otot (Energi untuk Aktivitas Otot. skeleton sebagai cadangan kalsium. penuaan dan sistem tulang) Presentasi dan LCD Jaringan otot dan sistem otot Diskusi Kasus Anatomi Otot Skelet (susunan jaringan penghubung. efek nutrisi dan hormon pada tulang. Kecepatan Minggu 6 Jaringan Syaraf • • LCD . penyembuhan patah tulang. Perubahan dalam Potensial Transmembran. Performans Otot) Penuaan dan Sistem Otot Integrasi dengan Sistem Lain Jaringan Otot Jantung Jaringan Otot Polos Penelaahan Menyeluruh Sistem Presentasi dan LCD Diskusi Kasus Syaraf Syaraf (struktur klasifikasi syaraf) syaraf dan • • • • • • • • • • Minggu 5 Jaringan Syaraf Neuroglia (Neuroglia SSP dan Neuroglia Sistem Syaraf Perifer) Fisiologi Syaraf (Potensial Transmembran.

Kontrol Aktivitas Endokrin) Kelenjar Pituitari (Pituitari Anterior dan Pituitari Posterior) Kelenjar Tiroid (Folikel Tiroid dan Hormon Tiroid. Aktivasi Simpatis. Neurotransmitter dan Fungsi Simpatis) Syaraf Parasimpatis (Susunan dan Anatomi syaraf parasimpatis. Aktivasi Syaraf Parasimpatis dan Pelepasan Neurotransmitter) Interaksi antara Syaraf Simpatis dan Syaraf Parasimpatis Integrasi dan Pengawasan Fungsi Otonom (Refleks Visceral. Fungsi dan Mekanisme Kerja Hormon. Sel C Kelenjar Tiroid: Kalsitonin) Kelenjar Paratiroid (Sekresi Hormon Paratiroid) Kelenjar Adrenal (Korteks Presentasi dan LCD Diskusi Kasus Adrenal. Timus. Jantung. Pengawasan Otonom Tingkat Tinggi) Penelaahan Sistem Endokrin Presentasi dan LCD (Struktur Hormon. Distribusi dan Diskusi Kasus Transportasi Hormon.Pembentukan Potensial Aksi) • • • Integrasi dengan Sistem Lain Penelaahan menyeluruh Sistem Presentasi dan LCD Diskusi Kasus Syaraf Otonom Syaraf Simpatis (Ganglia kolateral. Medula Adrenal) Kelenjar Pineal Jaringan Endokrin Sistem Lain (Intestin. Medulla Adrenal. Ginjal. fungsi umum syaraf parasimpatis. Minggu 7 Sistem Syaraf Otonom • • • Minggu 8 Minggu 9 Mid Test Sistem Endokrin • • • • Minggu 10 Sistem Endokrin • • • .

Penuaan dan Produksi Hormon) Integrasi dengan Sistem Lain Penelaahan Umum Sistem Presentasi dan LCD Diskusi Kasus Kardiovaskuler Anatomi Jantung (Perikardium. Jantung) (Sel-Sel Konduksi. Distribusi Darah) Fisiologi Kardiovaskuler (Tekanan. Hormon dan Sifat. Susunan dan Anatomi Internal. Kapiler. Penelaahan Tekanan Sirkulasi. Resistensi. Dinding Jantung. Sistem Elektrokardiogram. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Stroke Volume. Vena. Suplai Darah ke Jantung) Denyut Jantung Kontraktil. Gonad) • Susunan Interaksi Hormon (Hormon dan Pertumbuhan. Hormon dan Stres. Siklus Minggu 11 Jantung • • • • • Dinamika Jantung (Pengawasan Cardiac Output. Perubahan Kapiler. Anatomi Superfisial Jantung. Tekanan Vena danKembalinya darah ke Jantung) Pengaturan ( Autoregulasi Kardiovaskuler Aliran Darah • Minggu 12 Pembuluh Darah Sirkulasi dan • • • . Arteri. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Denyut Jantung. Diskusi Kasus Perbedaan antara Arteri dan Vena. Latihan dan Cardiac Output) Sistem Jantung dan Sistem Kardiovaskuler Anatomi Pembuluh Darah Presentasi dan LCD (Struktur Dinding Pembuluh.Pankreas. Tekanan Darah Arteri. Jaringan Penghubung dan Tulang Fibrous.

Pharings) Larings (Kartilago dan Ligamen Larings. Hormon dan Pengaturan Jantung) • Pola Respons Kardiovaskuler (Latihan dan Sistem Kardiovaskuler. Mekanisme Syaraf. Otot Laringeal) Trakhea Bronkus Primer Paru-Paru Rongga dan Membran Pleural Fisiologi Pernafasan (Ventilasi Pulmonal. Pengambilan dan Penyaluran Gas) Pengawasan Pernafasan (Pengaturan Lokal Transpor Gas dan Fungsi Alveolar.Dalam Jaringan. Sirkulasi Sistemik dan Sirkulasi Fetus) Penuaan dan Sistem Jantung Fungsi Sistem Pernafasan Susunan Sistem Pernafasan Sistem Pernafasan Atas (Hidung dan Rongga Hidung. Pertukaran Gas pada Membran Respiratori. Respon Kardiovaskuler terhadap Hemorrhage) Pembuluh Darah (Sirkulasi Pulmonal. Pusat Pernafasan di Otak) Penuaan dan Sistem Respirasi Rongga Oral • Minggu 13 Pernafasan • • • • • • • • • • Presentasi dan LCD Diskusi Kasus • Minggu 14 Pencernaan • • Presentasi dan LCD Diskusi Kasus .

Kolon. Absorpsi Air. Kandung Empedu. Persyarafan Ginjal. Kandung Kemih. Lemak. Pergerakan Usus. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan . Fungsi Vasa Recta) Transpor. Pankreas. Pengaturan Aktivitas Gastrik. Refleks Mikturisi dan Urinasi). Suplai Darah ke Ginjal. Integrasi dengan Sistem Lain • • • Minggu 15 Ginjal • • • • • Minggu 16 Final Test 2. Ion dan Vitamin) Presentasi dan LCD Susunan Sistem Ginjal Diskusi Kasus Ginjal (Anatomi Ginjal. Rektum. Filtrasi. Hati. Penyimpanan dan Eliminasi Urin (Ureter.• • • Pharings Esophagus Lambung (Anatomi Lambung. Koordinasi antara Sekresi dan Absorpsi) Usus Besar (Cecum. Fisiologi Usus Besar) Digesti dan Absorpsi (Pemrosesan dan Absorpsi Makanan. Protein. Histologi Usus Besar. Pencernaan dan Absorpsi dalam Lambung) Usus Halus dan Organ Kelenjarnya (Usus Halus. Pencernaan dan Absorpsi Karbohidrat. Nefron) Fisiologi Ginjal (Prinsip Dasar Pembentukan Urin. Uretra. Reabsorpsi dan Sekresi.

Bentuk kegiatan lain. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut: Dosen menyiapkan bahan diskusi berupa kasus yang berhubungan dengan SAP.00 25. White Board. maka skor tertinggi diberikan untuk mid dan final test. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. 2. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan. ujian tengah semester.00 9 9 9 9 . merangkum pendapat-pendapat yang ada sehingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah dasar dan memerlukan pemahaman yang intensif. yaitu presentasi dan diskusi kasus. dan ujian akhir semester. dilakukan sebanyak 3 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan diskusi kelompok. Laptop dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. C.Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: Dosen menerangkan secara umum intisari mata kuliah dengan alat bantu buku ajar. ketrampilan.00 25. bekerja sama dengan teman satu kelompok. aktif memberikan pendapat (saling memberi masukan) sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancar. kreativitas. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek Penilaian Pemahaman Kreativitas Leadership Unsur Penilaian Tugas Ujian Mid Semester Ujian Akhir Keaktivan dalam diskusi Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Skor Maks 200 200 300 100 100 100 100 Persentase 14. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Bentuk diskusi ini bagi mahasiswa akan mampu menganalisis kasus yang diberikan secara kelompok. Di samping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa). dan leadership.

JR Levick. M. 4th Ed.. Ed. N.P.. Principles of Anatomy and Physiology. Laboratory Textbook of Anatomy and Physiology .1200 Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai A untuk ≥ 960 Nilai B untuk 840 – 959 Nilai C untuk 720 – 839 Nilai D untuk 480 – 719 Kurang dari 480 D.. Wood. New Jersey 2. Harper and Row Publ. 1998. New York 3.G.. Martini. 5. Tortora. DAFTAR PUSTAKA poin (>80%) poin (70 – 80%) poin (60 – 70%) poin (40 – 60%) dianggap Tidak Lulus 100% 1. Fundamentals of Anatomy and Physiology. Taschenatlas der Physiologie. Thieme Verlag . Freeman Co. Prentice Hall. 4th Ed. 4th. An Introduction to Cardiovascular Physiology.. A.. Silbernagl S and Despopoulus. G.J. 5th Ed.. San Fransisco 4.. and Anagnostakos.

.

prinsip penyakit infeksi dan mekanisme patogenisitas mikroorganisme Setelah mengikuti praktikum mahasiswa diharapkan memahami aspek penting tehnik aseptik dan pemilihan media kultur. pertumbuhan dan kontrol pertumbuhan mikroorganisme. Selain itu juga dibahas tentang prinsip dasar penyakit infeksi dan mekanisme patogenisitas mikroorganisme. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami dan menjelaskan aspek penting ilmu mikrobiologi yang terkait dengan bidang farmasi. Pada kegiatan praktikum berisi pokok-pokok bahasan mengenai media kultur. Deskripsi singkat matakuliah Mikrobiologi dan Virologi Matakuliah Mikrobiologi dan Virologi berisi pokok-pokok bahasan mengenai sejarah mikrobiologi dan hubungannya dengan bidang farmasi. pengujian sensitivitas zat-zat antimikroorganisme. pengujian daya dan resistensi zat-zat antimikroorganisme. karakteristik mikroskopik dan makroskopik mikroorganisme. pengertian dan prinsip metode klasifikasi dan identifikasi mikroorganisme. mampu melakukan isolasi suatu spesies mikroorganisme dari suatu populasi campuran dan mengidentifikasi karakter biologi mikroorganisme baik secara . identifikasi karakteristik biologis mikroorganisme baik secara mikroskopis dan makroskopis Selain itu juga dilakukan analisis penghitungan cemaran mikroorganisme dalam produk farmasi. tehnik isolasi suatu spesies mikroorganisme dari suatu populasi campuran. sifat pertumbuhan dan mekanisme kontrol pertumbuhan mikroorganisme. mekanisme kerja. termasuk di dalamnya konsep antibiosis dan antisepsis. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. 2. klasifikasi dan indentifikasi mikroorganisme. mekanisme kerja dan resistensi zat-zat antimikroorganisme.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN MIKROBIOLOGI dan VIROLOGI [ 3(1) ] A. tehnik aseptis dan sterilisasi. karakteristik biologis mikroorganisme (bakteri. jamur. studi hubungan filogenetik. virus dan protozoa). menjelaskan tehnik dan proses sterilisasi.

membandingkan dan membedakan struktur dinding sel bakteri gram positif dan negatif. sidik jari DNA dan PCR) 5. fimbriae dan pili. filogeni dan menjelaskan karakteristik domain bakteria. prokariotik dan virus 4. menjelaskan pentingnya pH. komposisi DNA. bakteri tahan asam. membandingkan setiap fase pertumbuhan mikroorganisme dan menjelaskan . Menjelaskan stuktur dasar sel bakteri. Memahami prinsip metode-metode klasifikasi dan identifikasi mikroorganisme (metode pewarnaan. flagela. membedakan sifat motilitas bakteri. Menjelaskan aspek penting sejarah mikrobiologi dan keterkaitannya dengan bidang farmasi dan kedokteran 3. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: 1. Membedakan karakteristik virus dari bakteri. Selain itu mahasiswa juga diharapkan mampu melakukan. flowcytometry. menjelaskan sistem tata nama ilmiah dan membedakan spesies eukariotik. arkaea dan eukarya. filamen aksial. metode hibridisasi asam nukleat. S dan P) terhadap pertumbuhan mikroorganisme. N. menjelaskan struktur virus. biokimia. Mengklasifikasikan mikroorganisme ke dalam lima kelompok berdasarkan temperatur hidupnya dan keperluan akan oksigen. tahapan proses reproduksi fungi (aseksual dan seksual) dan karakteristik tiga filum yang penting di bidang medis 7. menyebutkan berbagai macam metode dan media pertumbuhan mikroorganisme 9. Memahami keterkaitan mikroorganisme dengan kehidupan 2. tekanan osmotik. menghitung dan menganalisis cemaran mikroorganisme dalam produk farmasi.mikroskopis maupun makroskopis. menjelaskan struktur kimia dan fungsi plasma membran sel prokariotik 6. Memahami definisi taksonomi. takson. profil asam lemak. menjelaskan cara pengawetan mikroorganisme. kegunaan elemen-elemen (unsur C. mampu melakukan pengujian sensitivitas zat-zat antimikroorganisme. menjelaskan fungsi endospora dan mekanisme pembentukan sampai germinasi. siklus litik dari T-even bacteriophage dan siklus lisogenik dari bacteriophage lambda 8. arkaea dan mikoplasma. 3. tipe faga. Menjelaskan karakteristik fungi. serologi. struktur dan fungsi glikokaliks. Mendefinisikan koloni.

Mendefinisikan mikrobiota normal dan transient. menjelaskan mekanisme resistensi obat 12. Mampu melakukan tehnik isolasi dengan metode streak plate atau pour plate 6. metode transmisi suatu penyakit 13. Mengetahui dan melakukan tehnik aseptik dengan baik 2. Mengenal karakter biologis mikroorganisme (bakteri dan jamur) baik secara mikroskopis (struktur. menjelaskan postulat Koch. Mendefinisikan infeksi nosokomial. menyebutkan beberapa metode transmisi penyakit di rumah sakit. membandingkan efek koagulase. faktor-faktor yang menyebabkan seseorang menjadi rentan terhadap penyakit. mahasiswa diharapkan mampu: 1. motilitas) maupun makroskopis (morfologi koloni) . dan menjelaskan kontrol metode-metode pertumbuhan pengukuran pertumbuhan sel mikroorganisme beberapa terminologi mengenai mikroorganisme.hubungannya 10. ukuran. menjelaskan host yang compromised. kinase. menjelaskan cara perlekatan mikroorganisme terhadap sel host. menjelaskan metode-metode uji daya antimikroorganisme. Mampu menggunan mikroskop cahaya dengan baik 5. menjelaskan antimikroorganisme. perusakan langsung dan membandingkan toksin yang dihasilkan. Menjelaskan tehnik dan proses sterilisasi panas (oven dan autoclave) 4. hewan dan benda tidak hidup). menjelaskan cara pencegahan infeksi nosokomial di rumah sakit 14. hialuronidase dan kolagenase. mikroorganisme opportunistik. menjelaskan mekanisme aksi dan penggunaan disinfektan kimia 11. bentuk. Menjelaskan prinsip pembuatan dan pemilihan media biakan 3. Mengenali jalur masuk keluarnya mikroorganisme dari host. sumber-sumber infeksi (manusia. membedakan efek eksotoksin dan endotoksin Setelah mengikuti praktikum. menjelaskan pengendalian pertumbuhan mikroorganisme baik secara fisik maupun kimia. menjelaskan penetrasi bakteri ke dalam sitoskeleton sel host. Menjelaskan terminologi yang berhubungan lima mekanisme dengan aksi obat-obat obat-obat antimikroorganisme. komponen kapsul dan dinding sel yang berkontribusi terhadap patogenisitas. Mendefinisikan dengan waktu generasi.

Melakukan identifikasi mikroorganisme dengan metode pewarnaan (gram. spora) maupun uji biokimia 8. Needham. mikologi.7. Melakukan pengujian sensitivitas zat-zat antimikroba dengan metode difusi agar dan koefisien fenol B. Whittaker dan Woese mikroorganisme • Sistem tiga domain (arkaea. Jadwal Kegiatan Mingguan Perkuliahan Pertemuan Minggu 1 Topik Pendahuluan Peletak batu pertama mikrobiologi Substansi • • • • • Metode Fasilitas Jaman keemasan • ilmu mikrobiologi Kemoterapi modern pertama Perkembangan mikrobiologi modern Peranan mikroorganisme bagi kesejahteraan manusia Minggu 2 dan 3 • • • • • • • • • • • • Mikroorganisme di dalam kehidupan Ceramah -WB dan tanya -LCD Jenis-jenis mikroorganisme jawab Observasi Hooke dan Leeuwenhoek Debat teori abiogenesis dan biogenesis Percobaan oleh Redi. bakteria . penghitungan dan analisis cemaran mikroorganisme dalam produk farmasi dengan metode angka lempeng total dan Jumlah Perkiraan Terdekat (JPT). parasitologi. Spallanzani dan Pasteur Penemuan disinfektan pertama oleh Lister Penemuan teori penyakit oleh Koch Penemuan vaksin pertama oleh Jenner Penemuan kemoterapi oleh Erlich Penemuan antibiotik oleh Fleming Munculnya cabang ilmu mikrobiologi (bakteriologi. von Nageli. 9. dan virologi) Teknologi DNA Rekombinan Daur ulang elemen vital Bioremediasi Kontrol hama Flora normal (mikrobiota) Bidang kedokteran Bidang farmasi Studi hubungan • Definisi taksonnomi. tahan asam. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. imunologi. Melakukan pengujian. takson dan Ceramah -WB filogenetik dan tanya -LCD filogeni • Sejarah pengklasifikasian yang jawab dilakukan Linnaeus. Klasifikasi Chatton.

bentuk dan susunan sel Ceramah. karboksisom. granula sulfur. retikulum endoplasma. nukleoid. filamen aksial. -WB diskusi dan -LCD dan cendawan) tanya jawab Fungi dimorfik Spora seksual Spora aseksual Kebutuhan nutrisi fungi Zygomycota Ascomycota Basidiomycota Minggu 3 dan 4 Sel prokariotik • • • • Sel eukariotik • • • Minggu 5 Karakteristik fungi Siklus hidup fungi Filum fungi dalam bidang kesehatan • • • • • • • • . karakteristik. eukariotik dan virus Karakteristik morfologi Pewarnaan diferensial Test biokimia Serologi Tipe faga Profil asam lemak Flow cytometry Komposisi basa DNA dan sidik jari DNA Penentuan urutan RNA ribosom PCR Hibridisasi asam nukleat Ukuran. flagela (motilitas). granula polisakarida. inklusi lipid. peroksisom dan sentrosom) Struktur vegetatif (khamir. dinding sel dan glikokaliks Membran sitoplasma Organel (nukleus. kompleks golgi. -WB diskusi dan -LCD bakteri Struktur luar dari dinding sel bakteri tanya jawab (glikokaliks. mekanisme pewarnaan) Struktur dalam dari dinding sel bakteri (sitoplasma. vakuola.Metode klasifikasi dan identifikasi • • • • • • • • • • • • • • dan eukarya) Sistem tata nama ilmiah Hirarki taksonomi Klasifikasi prokariotik. lisosom. magnetosom) dan endospora) Flagela. fimbriae dan pili) Struktur dinding sel bakteri (komposisi. ribosom. benda inklusi (granula metakromatik. mitokondria. kapang Ceramah. kloroplas.

pertanian dan industri Minggu 6 dan 7 Minggu 8 Definisi sterilisasi. virus polihedral. -WB antiseptik. -WB pertumbuhan diskusi dan -LCD • pH mikroba tanya jawab • Tekanan osmotik • Karbon Persyaratan kimia • Nitrogen. virus berselubung.Minggu 5 dan 6 Efek fungi bagi manusia Karakteristik virus • Host dari virus Ceramah. disinfeksi. diskusi dan -LCD . -WB diskusi dan -LCD • Ukuran virus Struktur virus tanya jawab • Asam nukleat virus • Kapsid dan selubung virus • Morfologi umum (virus helikal. virus Multiplikasi kompleks) bakteriofage • Siklus litik dari T-even bacteriophage • Siklus lisogenik dari bacteriophage lambda Persyaratan fisik • Temperatur Ceramah. sterilisasi. Pertumbuhan fase eksponensial. komersial Ceramah. sulfur dan fosfor pertumbuhan • Trace element mikroba • Oksigen • Organic growth f actor • Chemically defined media • Media kompleks Media kultur • Media dan metode pertumbuhan anaerob • Tehnik kultur khusus (candle jar) • Media selektif dan diferensial • Media pengkaya • Definisi koloni dan isolasi Kultur murni • Macam metode isolasi • Morfologi makroskopik pada beberapa media Pengawetan • Deep freezing mikroba • Lyophilization (freeze drying) • Fase pertumbuhan mikroba (fase lag. fase stasioner dan mikroba fase kematian) • Waktu generasi • Hitungan mikroskopik • Metode ALT (Plate count) Metode • Metode MPN (Most Probable pengukuran Number) pertumbuhan sel • Filtrasi mikroba • Turbidity Terminologi kontrol mikroba • • • Penyakit yang disebabkan fungi Bidang famasi.

Mekanisme aksi baktersidal. -WB diskusi dan -LCD tanya jawab . surfaktan.• Definisi antibiotik. amonium kuartener. mikroba biguanida. infeksi dan penyakit definisi • Hubungan mikrobiota normal dan Mikrobiota host normal • Mikroorganisme opportunistik • Postulat Koch Etiologi penyakit • Perkecualian postulat Koch infeksi • Tingkat keparahan atau durasi suatu penyakit Klasifikasi • Perluasan suatu penyakit penyakit infeksi (berdasarkan tubuh host yang terkena) Pola suatu • Faktor yang menyebabkan kerentanan penyakit suatu penyakit tanya jawab Ceramah. sanitasi pengendalian • Pemanasan (panas kering dan panas pertumbuhan basah) mikroba • Pasteurisasi • Filtrasi • Penurunan temperatur • Desikasi • Tekanan osmotik • Radiasi (radiasi terionisasi dan tidak terionisasi) Cara kimia • Prinsip disinfektan yang efektif pengendalian • Cara evaluasi disinfektan pertumbuhan • Tipe disinfektan (bisphenol. bakteriostatik obat antimikroba • Penghambatan sintesis dinding sel • Penghambatan sintesis protein • Penghambatan sintesis asam nukleat • Kerusakan membran plasma Metode uji daya • Penghambatan sintesis metabolit antimikroba esensial • Metode difusi (cakram kertas. -WB diskusi dan -LCD tanya jawab Ceramah.Minggu 9 dan 10 Minggu 11 Cara fisik degermining. halogen. logam berat dan komponennya. antibiotik dan aldehid) Terminologi obat. Mekanisme silinder cup dan sumuran agar) resistensi obat • Metode dilusi (MIC dan MBC) • Penghancuran / inaktivasi obat oleh enzim mikroba • Pencegahan penetrasi obat ke target spesifik mikroba • Mengubah target spesifik obat • Pemompaan obat ke luar dari mikroba sebelum obat aktif Pengertian • Patologi. antibiotik obat antimikroba spektrum luas dan sempit. alkohol.

course topics content. Jadwal Kegiatan Mingguan Praktikum Weeks 1 Laboratory Course Topics .General rules working in the microbiology laboratory .Aseptic technique and transfer of the microorganisms Introduction to the microscope Comparison of sizes and shapes of living microorganisms Motility of the bacteria Gram staining 2 3 4 Acid-fast and endospore (spore) staining Microscopic identification of fungi .Penyebaran suatu infeksi Infeksi nosokomial • • • • • • • Perkembangan penyakit Sumber-sumber infeksi Transmisi suatu penyakit Mikroorganisme di rumah sakit Host yang compromised Rantai transmisi infeksi nosokomial Kontrol infeksi nosokomial Minggu Masuknya • Jalur masuk mikroba (membran Ceramah. and grading system . kulit. rute parenteral) 13 host tanya jawab • Jumlah mikroba yang menginvasi • Perlekatan Penetrasi mikroba • Kapsula patogen ke dalam • Komponen dinding sel pertahanan host • Enzim • Penetrasi ke dalam sitoskeleton host Perusakan sel host • Nutrisi host oleh mikroba • Perusakan langsung • Produksi toksin (eksotoksin dan endotoksin) Minggu 14 Penyakit infeksi (topik terpilih. diskusi dan tanya jawab 2.Explain the goals. -WB Presentasi -LCD topik terpilih. -WB 12 dan mikroba ke dalam diskusi dan -LCD mukosa. spesifik untuk mikroorganisme patogen pada manusia) Penyakit mikroba pada mata dan kulit Penyakit mikroba pada sistem saraf Penyakit mikroba pada kardiovaskular dan sistem limfatik • Penyakit mikroba pada sistem respirasi • Penyakit mikroba pada sistem pencernaan • Penyakit mikroba pada sistem urinary dan sistem reproduksi • • • Ceramah.Overview of the growth media and sterilization process .

Selama proses menerangkan. Mahasiswa diharapkan sudah menyerahkan makalah paling lambat satu minggu sebelum presentasi berlangsung. Pertanyaan tersebut didiskusikan bersama dan ditarik suatu kesimpulan. White Board.Disinfectant test (Phenol coefficient) Discussion of factors influence the microbial growth Discussion of the test for microbial susceptibility chemotherapeutic agents --. ditetapkan di awal perkuliahan dengan topik yang berbeda-beda disesuaikan dengan pokok bahasan. mahasiswa diperkenankan untuk bertanya.Factors influence the microbial growth (temperature.5 .Test for microbial susceptibility to chemotherapeutic agents (diffusion method) .END SEMESTER EXAMINATION --to 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: Dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar.Identification of bacteria through biochemical testing . komputer dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa.MID SEMESTER EXAMINATION --. C. Tugas mandiri akan dipresentasikan di akhir pertemuan. Acid-fast and endospore (spore) staining Discussion of microscopic identification of fungi --.Obtaining pure cultures (isolation) from a mixed population (Streak Plate Method) . Handout sudah dibagikan satu minggu sebelumnya. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. dilakukan sebanyak 1 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan presentasi dan diskusi kelompok.Examination of macroscopic colony morphology Discussion of Gram. yaitu pemberian tugas mandiri berupa pembuatan makalah dan dipresentasikan. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN . Bentuk kegiatan lain. osmotic pressure and oligodynamic action) Enumeration of microorganisms (Total Plate Count) Enumeration of coliform bacteria (Most Probable Number) .

ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Skor tertinggi pada tingkat pemahaman. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek Penilaian Pemahaman ketrampilan Kreativitas Leadership Unsur Penilaian Tugas Ujian Mid Semester Ujian Akhir Keaktifan dalam diskusi Penelusuran literatur dan pembuatan makalah Kedisiplinan dalam kuliah dan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Skor Maks 100 100 100 100 100 100 100 100 1200 Persentase 15% 25% 35% 5% 5% 5% 5% 5% 100 Jumlah Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Penilaian disesuaikan dengan buku pedoman akademik . Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. 2. Penilaian dilakukan pada setiap pertemuan. dan leadership. Monitoring dan umpan balik dari mahasiswa dilakukan melalui penyebaran kuisioner dan permintaan saran langsung kepada mahasiswa.1. ketrampilan. kreativitas. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman.

. 2007. 2007. 2004. Sjamsuridzal W. Oetari A. USA 5. Bauman BR. 7th edition. Tizard I. Funke BR. 12th ed. 1st edition. Pearson Education Inc. USA (BUKU ACUAN) 2. Mikologi Dasar dan Terapan. 2005.D. Blackwell Science 4. San Francisco. Microbiology an Introduction. Case CL. USA 3. Gandjar I. 2nd edition. Denyer SP. Pearson Benjamin Cumming. 11th edition.. Merck Microbiology Manual. Indonesia 6. Gorman SP. Germany . 2006. Madigan MT. Microbiology with Disease by Taxonomy. 2006. Hodges NA. Longman Inc. Darmstadt. DAFTAR PUSTAKA 1. Yayasan Obor Indonesia. Tortora GJ. Benjamin Cummings. Jakarta. Martinko JM. An imprint of Addison Wesley. Hugo and Russell’s: Pharmaceutical Microbiology. 7th edition. Merck KGaA. Machunis-Masuoka E. Anonim. Brock Biology of Microorganisms.

pemisahan senyawa dari campurannya menggunakan sistem kromatografi (gas. elusi. ir.  Menjelaskan hubungan antara berbagai faktor yang berhubungan dengan kromatografi (jenis fase diam. ukuran partikel. untuk memisahkan . volumetri dan gravimetri. 3. membedakan. tr. Rf. adsorben. fluoro). cair kinerja tinggi) dan analisis elektrokimia (potensiometri. temperatur waktu elusi. fase gerak. dan suhu lebur. coulometri dan polarografi). Tujuan Instruksional Khusus Agar mahasiswa mampu :  Menganalisa satuan-satuan bagian metode analisa zat kimia untuk diterapkan pada penyusunan dan mampu menjelaskan pemakaian bobot jenis.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN KIMIA ANALISIS A. dan mengidentifikasi  Memilih metode yang sesuai untuk mengidentifikasi unsur kimia. zat yang akan dipisahkan)  Menganalisa fungsi tiap tahap dalam proses kromatografi (penyiapan. indeks bias. kecepatan aliran. volumetri dan gravimetri. gugus fungsional yang ada  Menjelaskan berbagai mekanisme pemisahan secara kromatografi dan dapat menganalisa fungsi dan peranan dari tiap komponen dalam sistim kromatografi (fase diam. Deskripsi Singkat Mata Kuliah Membicarakan metode analisis baik kualitatif maupun kuantitatif dengan mengaitkan terjadinya interaksi radiasi elektromagnetik dengan molekul menggunakan instrumentasi seperti spektrometri (uv-vis. 2. efisien kolom. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat :menguasai berbagai metode analisis menggunakan instrumentasi. fase gerak. RENCANA PEMBELAJARAN 1.  Menerapkan pengetahuan tentang sifat-sifat reaksi ion. koefisien resolusi dan dapat mengatur faktor-faktor tertentu untuk mencapai hasil kromatografi yang sesuai . deteksi).

unsur. serta mampu memahami teori dasar analisis fisiko kimia. dan analisis penerapan kadarnya Menjelaskan teori titrasi kompleksometri dan argentometri. instrumentasi dan aplikasinya untuk analisis senyawa kimia B. anion. indeks bias. dan suhu lebur. bebas air. Pelaksanaan Pembelajaran 1. Menjelaskan teori titrasi redoks serta penerapannya Menjelaskan teori titrasi nitrimetris serta penerapannya Menjelaskan teori metode gravimetri dan penerapnnya Menjelaskan prinsip metode kromatografi.  Mahasiswa mampu menganalisa zat anorganik berupa kation. teori dan aplikasi analisis kuantitatif secara KCKT dan kromato grafi gas-cair.dengan tujuannya  Memahami dan menjelaskan metode analisis kuantitatif konvensional dan modern serta sumber-sumber kesalahan dalam analisis       Menjelaskan teori titrasi asam basa. pemakaian Tanya jawab OHP bobot jenis. LCD Agar mahasiswa mampu : Colaboration Menjelaskan pengaruh pada tiap tahap Learning prosedur identifikasi kation dan anion dari senyawa anorganik WB OHP LCD WB OHP LCD Minggu 2 Minggu 3 Identifikasi Agar mahasiswa mampu : Colaboration unsur logam dan Memilih metode yang sesuai umtuk Learning non logam mengidentifikasi unsur kimia .1 Perkuliahan Pertemuan Topik Minggu 1 Pendahuluan dan pembandingan sifat-sifat zat Identifikasi ion Substansi Metode Fasilitas Agar mahasiswa mampu : Ceramah dan WB Pembandingan sifat-sifat zat. serta penerapannya. Jadwal Kegiatan Mingguan 1. gugusan.

temperatur. serimetri. destilasi. serta penerapannya. Kuantitatif Memahami dan menjelaskan berbagai Colaboration metode analisis kuantitatif. adsorben. fase gerak.Pertemuan Topik Minggu 4 Identifikasi gugus fungsionsl Cara-cara pemisahan Substansi Metode Fasilitas WB OHP LCD WB OHP LCD Agar mahasiswa mampu : Colaboration Mengidentifikasi gugus funsional dalam Learning zat kimia yang diberikan (alkohol. dan sublimasi Agar mahasiswa mampu : Colaboration a)Menjelaskan berbagai mekanisme Learning. asam. Teori titrasi Agar mahasiswa mampu : Colaboration asam-basa dan Memahami dan menjelaskan teori titrasi Learning titrasi bebas air asam-basa dan penerapannya dalam penetapan kadar bahan Teori titrasi Agar mahasiswa mampu : Colaboration pengendapan Memahami dan menjelaskan teori titrasi Learning argentometri cara Mohr. fenol. waktu elusi. pemisahan secara kromatografi dan Diskusi dapat menganalisa fungsi dan peranan dari tiap komponen dalam sistem kromatografi (fase diam. gravimetri. kecepatan aliran. Rf. Fayans. Volhard. dan iodi/ iodometri Agar mahasiswa mampu : Problem Memahami dasar-dasar teori pengendapan Learning dan isolasi secara kuantitatif metode garvimetri dan melakukan penetapan kadar zat uji atau sampel WB OHP LCD WB OHP LCD WB OHP LCD WB OHP LCD Minggu 8 Minggu 9 Minggu 10 Titrasi redoks Minggu 11 Gravimetri Base WB OHP LCD . titrimetri. fase gerak. ukuran partikel. dan tr) Minggu 5 Minggu 6 Kromatografi WB OHP LCD Ujian Minggu 7 Metode Analisis Agar mahasiswa mampu : Orientasi. dan Learning. dan zat yang akan dipisahkan) b) Menjelaskan hubungan antara berbagai faktor yang berhubungan dengan kromatografi (jenis fase diam. Agar mahasiswa mampu : Colaboration Memahami dan menjelaskan teori titrasi Learning redoks permanganometri. dan karbohidrat) Agar mahasiswa mampu : Colaboration Memilih metode yang sesuai untuk Learning memisahkan komponen tertentu dari campuran zat kimia yang diberikan dengan pengendapan.

Metode KCKT c. Kromatografi Gas d. Minggu 13 Analisis spektrofotome tri uv-vis .Menentukan kadar zat dalam sampel WB OHP LCD Minggu 14 Kromatografi a. Hukum Hooked X dan menghitung bilangan suatu gugus b) Faktor-faktor fungsi yang d) Menggambarkan spektrum IR suatu mempengaruhi senyawa organik berdasarkan data vibrasi bilangan gelombang yang ada pada tabel e) Menghitung IDH suatu senyawa organik dan meramalkan jenis ikatan rangkap yang dimiliki senyawa tersebut.Pertemuan Topik Substansi Metode Fasilitas WB OHP LCD Minggu 12 a) Analisis Agar mahasiswa mampu : Colaboration spektrofotome c) Memahami teori dasar reaksi REM Learning tri IR dan sinar dan senyawa organik. Jenis kromatografi b. Analisis kuantitatif Minggu 15 Ujian WB OHP LCD .Hal-hal yang mempengaruhi serapan Agar mahasiswa mampu : Colaboration f)Menjelaskan interaksi REM dengan Learning molekul sehingga terjadi eksitasi g) Menjelaskan terjadinya serapan dan cara menghitung serapan h) Menyiapakan sampel dan menganalisis secara kuantitatif Agar mahasiswa mampu : Colaboration i) Menjelaskan mekanisme serapan atom Learning dan instrumentasi alat j) Memilih metode kromatografi .

Alatfenol. gelas. laporan Minggu 11 Analisis Agar mahasiswa mampu Orientasi. AlatMemahami dan menjelaskan prinsip praktikum dan gelas titrasi Argento cara Volhard. Orientasi. dan gelas karbohidrat mengidentifikasi gugus zat kimia yang laporan diberikan (alcohol. asam. Mohr. Alat-alat gelas Menjelaskan pengaruh pada tiap tahap praktikum.Kol Memilih metode yang sesuai untuk om. Alatspektrofotometri menginterpretasikan spektrum serapan IR praktikum dan gelas alat alat . potensiometri. fenol. laporan Fayans. Alatbasa. dan Karl Fischer Agar mahasiswa mampu : Orientasi. laporan Praktikum dan Alat-alat laporan.1. 2.TLC. memisahkan komponen tertentu dari campuran zat kimia yang diberikan Ujian Ujian Minggu 6 Analisis secara polarografi. potensiometri.dan titrasi teori konsep asam. asam.Budde. praktikum. dan prosedur identifikasi kation dan anion dari laporan senyawa anorganik alat Minggu 2 Minggu 3 Analisa gugus Agar mahasiswa mampu : Orientasi. dan dan untuk mencapai tujuan khusus. dan laporan alat Kromatografi Agar mahasiswa mampu : Kertas. AlatMemahami instrumentasi dan aplikasi praktikum dan gelas polarografi. iodo. iodi. laporan instrumentasi Analisa Unsur Agar mahasiswa mampu : Orientasi. Alat-alat gelas dan anion Mendemonstrasikan alat-alat laboratorium praktikum.basa dalam penetapan praktikum dan gelas bebas air kadar bahan uji asam-basa. serimetri. Praktikum Pertemuan Topik Minggu 1 Substansi Metode Fasilitas Analisa kation Agar mahasiswa mampu : Orientasi. dan penetapan kadar bahan uji Agar mahasiswa mampu : Orientasi. dan iodatometri alat Minggu 8 alat Minggu 9 Titrasi redoks alat Minggu 10 Titrasi nitrimetri Agar mahasiswa mampu : Orientasi. AlatMemahami dan menerapkan teori praktikum dan gelas nitrimetri untuk penetapan kadar zat. karbo hidrat) Pemisahan destilasi Minggu 4 Minggu 5 Agar mahasiswa mampu menyusun alat Praktikum dan Alat-alat gelas destilasi sederhana dan destilasi uap. AlatMenerapkan dalam penetapan kadar praktikum dan gelas bahan uji secara metode laporan permanganometri. dan Memilih metode yang sesuai umtuk praktikum. laporan Titrasi pengendapan Agar mahasiswa mampu : Orientasi. dan Karl laporan Fischer untuk analisa kuantitatif Minggu 7 Titrasi asam Agar mahasiswa mampu : menerapkan Orientasi.

merangkum pendapat-pendapat yang ada seshingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan. OHP. d. alat alat C. pemisahan.k aktif memberikan mendapat (saling memberi masukan) sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancea. laporan Minggu 13 Kromatografi Mahasiswa mampu memilih jenis kolom. Orientasi. AlatCair Kinerja detektor. penyiapan praktikum dan gelas uv-vis sampel. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut : Dosen menyiapkan bahan diskusi yang diambil dati tugas mandiri yang diberikan dan yang telah diperiksa. Laptop dan LCD projector. Tugas/praktikum analisis unsur. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN . dan cara perhitungan praktikum dan gelas Tinggi kadar. . fase gerak. dan cara menghitung kadar. White Board. Pemberian tugas mandiri dan diskusi dalam bentuk Collaborative Learning dan Problem kelompok. Bentuk diskusi ini bagai mahasiswa akan mampu menganalisis bahan yang diberikan secara kelompok. Metode Pembelajaran dan bentuk kegiatan a. Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut : Dosen menerangkan dengan alat Bantu buku ajar. laporan Minggu 15 UJIAN 2. dengan tujuan mempersiapkan diskusi dilakukan sedikitnya satu kali. bekerja sama dengan teman satu kelompo.Pertemuan Topik IR dan sinar X Substansi Metode Fasilitas untuk mengetahui rumus bangun senyawa laporan organik. laporan (KCKT) dan analisis kuantitatif Minggu 14 Kro matografi Mahasiswa mampu menyusun konfigurasi Orientasi. AlatGas(KG). menggunakan metode analisis yang sesuai berdasarkan hasil diskusi kelompok yang telah dilakukan. Pemaparan dan diskusi hasil percobaan dalam praktikum yang telah dilakukan Based Learning Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. alat untuk tujuan kuantitatif dalam praktikum dan gelas perhitungan kadar. b. Alatspektrofotometri yang mempengaruhi serapan. c. dilanjutkan Tanya jawab antara mahasiswa dan dosen. alat Minggu 12 Analisis Mahasiswa mampu menjelaskan hal-hal Orientasi.

17 25.ashworth. 2nd ed. Penilaian (Assesment) Aspek pemilaian meliputi : Aspek penilaian Unsur Penilaian Pemaham keterampilan Tugas mandiri Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester Kreativitas Kreativitas dalam diskusi Membuat resume Leadership Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Jumlah Hasil akhir ditentukan sebagai berikut : Nilai A untuk > 960 poin (> 80%) Nilai B untuk 840 -959 poin ( 70 – 80%) Nilai C untuk 720 – 839 poin (60 – 70%) Nilai D untuk 480 – 719 poin (40 – 60%) Kurang dari 480 dianggap tidak lengkap/tidak lulus. A Text Book of quality in Organic analysis Analisis Farmasi. Roth Gottfried Blaschke E.1.R. 3. maka skor tertinggi diberikan untuk poin tugas-tugas.00 8.67 16. D. Vogel. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat dikukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran.33 8. kreativitas. Springer Verlag. Berlin 196 Skor Maks 200 200 300 100 100 100 100 100 1200 Presentase 16. Herman J.33 8. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah keahlian dan memerlukan latihan/praktikum yang intensif.33 100 . Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. ujian tengan semester. Terj M.33 8. A laboratory Handbook.F. Thin layer Chromatography. keterampilan. dan ujian-akhir semester. Stahlled. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan/praktikum (berupa kuesioner.33 8. 2. dan leadership. 2. pre-test dan post-test praktikum. DAFTAR PUSTAKA 1. dan kritik-saran dari mahasiswa). Komponen pemahaman dan keterampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan.

Farmakope (FI-III. Instrumental method of analysis 7th . 6. dsb) E Lederer & M Lederer. USP. Verlag Chemic. 7. Willard. 5. FI-IV. 1968. Chromatography a review of principle and Aplications 2nd ed.4. Principles of Instrumental Analysis 4th ed. Weinhein. Skoog DA. BP.

PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. menjelaskan tentang terjadinya difusi. emulsi. kelarutan dan faktor yang mempengaruhinya. dispersi padat). menjelaskan tentang pentingnya uji stabilitas suatu zat dan sediaan farmasi. sifat aliran. e. menjelaskan tentang tegangan permukaan dan antar-muka serta hal-hal yang berkaitan dengan fenomena permukaan. difusi dan disolusi. Deskripsi singkat matakuliah Farmasi Fisika Matakuliah Farmasi Fisika berisi pokok-pokok bahasan konsep dasar sifat fisikokimia molekul obat.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN FARMASI FISIKA A. g. 3. luas permukaan partikel. 2. c. menjelaskan tentang ukuran partikel dan distribusi ukuran partikel. stabilitas (fungsi dan cara penentuannya). kinetika dan orde reaksi. . sifat-sifat fisika senyawa obat berbentuk serbuk. prosedur dan peralatan yang digunakan pada percobaan difusi dan proses disolusi obat. dll. menjelaskan tentang usaha-usaha untuk meningkatkan kelarutan suatu zat yang digunakan dalam bidang farmasi. f. viskoelastisitas. pengertian tentang fenomena antar permukaan dan penentuan tegangan permukaan. pengertian rheologi dan viskositas serta hubungannya dalam farmasi. bentukbentuk partikel. fluiditas. menjelaskan tentang interaksi antara pelarut dan zat terlarut serta fenomena lain kelarutan. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. suspensi. mikromeritik. d. b. sistem dispersi (koloid. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami fenomena fisika molekul obat dan eksipien untuk diaplikasikan pada pengembangan formulasi dan pembuatan sediaan farmasi. menjelaskan tentang viskositas. serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya. rheologi.

tanya jawab sifat koligatif larutan. pelarut. reaksi penguraian obat dan usaha stabilisasi. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Minggu 1 Topik Pendahuluan Substansi Metode Fasilitas -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD Fenomena fisika molekul obat dan Ceramah dan eksipien untuk diaplikasikan pada tanya jawab pengembangan formulasi dan pembuatan sediaan farmasi Interaksi bahan pelarut dan zat Ceramah dan terlarut.. kelariutan zat padat dalam zat cair Usaha untuk meningkatkan kelarutan. perhitungan usia simpan Ceramah dan Difusi keadaan tunak. B.h. kelarutan gas dalam zat cair. hukum Ficks kedua Ceramah dan tanya jawab Minggu 2 Larutan dan Kelarutan (1) Minggu 3 Larutan Dan Kelarutan (2) Minggu 4 Stabilitas (1) Minggu 5 Stabilitas (2) Minggu 6 Difusi dan Disolusi (1) Minggu 7 Difusi dan Disolusi (2) Minggu 8 Fenomena antar permukaan (1) -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD . isohidris Ceramah dan Orde dan laju reaksi. prosedur dan tanya jawab peralatan uji disolusi dan pelepasan obat Ceramah dan tanya jawab Prinsip difusi dalam sistem biologi. tetapan dielektrik) Ceramah dan Faktor yang mempengaruhi kecepatan tanya jawab reaksi obat dalam larutan. tanya jawab kelarutan zat cair dalam zat cair. analisis stabilitas dipercepat. termodinamika difusi. faktor yang tanya jawab mempengaruhi laju reaksi penguraian obat dalam larutan (suhu. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 4. Ceramah dan distribusi zat terlarut dalam pelarut. tentang definisi sistem dispersi dan jenis-jenis i. menjelaskan dasar dasar kristalografi di bidang farmasi. Menjelaskan secara rinci sistem dispersi. isotonis.

kinetik. yaitu diskusi dan pemberian tugas mandiri. sifat tanya jawab elektrik antar permukaan Sistem Newtonian dan Non Newtonian. Laptop dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. sifat optik. elektrik sistem Ceramah dan koloidal. OHP. stabilitas fisika emulsi. bentuk partikel dan luas permukaan. pengendapan suspensi Teori emulsifikasi. sistem suspensi terflokulasi tanya jawab dan deflokulasi.Ceramah dan pensi. metode untuk mengukur ukuran partikel. ukuran pori. Ceramah dan adsorpsi pada antar-muka zat cair tanya jawab Adsorpsi antar permukaan zat padat. dan solubilisasi tanya jawab Sistem dispersi suspensi -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD Minggu 12 -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD Minggu 13 Minggu 14 Sistem dispersi emulsi Sifat antar permukaan partikel tersus. Ceramah dan viskoelastisitas. dilakukan sebanyak 3 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan diskusi kelompok. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. evaluasi stabilitas fisika emulsi 5. . Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: Dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar. penentuan sifat rheologi. Bentuk kegiatan lain. Ceramah dan aplikasi bahan aktif permukaan. sifat Ceramah dan turunan serbuk tanya jawab Sistem dispersi koloidal Jenis sistem dispersi koloidal.Minggu 9 Fenomena antar permukaan (2) Minggu 10 Rheologi Minggu 11 Mikromeritik Fenomena antar permukaan zat cair. White Board. aplikasi reologi tanya jawab dalam farmasi Ukuran partikel dan distribusi ukuran partikel.

67 16. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran.33 8. C. aktif memberikan pendapat (saling memberi masukan) sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancar. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah keahlian dan memerlukan latihan yang intensif. maka skor tertinggi diberikan untuk poin tugas-tugas. bekerja sama dengan teman satu kelompok. Di samping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa) 2. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek Penilaian Pemahaman ketrampilan Kreativitas Leadership Unsur Penilaian Tugas Ujian Mid Semester Ujian Akhir Keaktivan dalam diskusi Membuat resume Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Skor Maks 200 200 300 100 100 100 100 100 1200 Persentase 16.Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut: Dosen menyiapkan bahan diskusi yang diambil dari tugas yang diberikan dan yang telah diperiksa. kreativitas. dan leadership. ujian tengah semester.33 8. ketrampilan.33 100 Jumlah . Bentuk diskusi ini bagi mahasiswa akan mampu menganalisis bahan yang diberikan secara kelompok.67 25.33 8.00 8. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1.33 8. dan ujian akhir semester. merangkum pendapat-pendapat yang ada sehingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman.

1988. London..I. 1988. Philadelphia. Physical Pharmacy. 4th Ed. Chichester. Martin. Lea & Febiger. J.Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai A untuk ≥ 960 poin (>80%) Nilai B untuk 840 – 959 poin (70 – 80%) Nilai C untuk 720 – 839 poin (60 – 70%) Nilai D untuk 480 – 719 poin (40 – 60%) Kurang dari 480 dianggap Tidak Lengkap / Tidak Lulus D.M.. Pharmaceutical preformulation.. McMillan Pub. .A. Physicochemical Principles of Pharmacy. Wells. 2nd Ed. the physicochemical properties of drug substances. DAFTAR PUSTAKA Florence.. Ellis Horwood Limited.. 2006.

Mahasiswa juga mampu memahami biologi abnormal . 2. proses-proses biologik yang tidak sesuai. Deskripsi singkat matakuliah Patologi Matakuliah Patologi mempelajari aspek dinamis proses penyakit. atau studi mengenai individu yang sakit atau terganggu. 3. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN PATOLOGI A. proliferasi sel i. Ilmu ini merupakan studi mengenai gangguan fungsi yang disebabkan oleh penyakit yang terjadi dalam organisme hidup. Respons tubuh terhadap agen menular g. Gangguan pertumbuhan . f. b. Gangguan pertumbuhan diferensiasi sel . d. Cedera dan Kematian Sel. Gangguan sirkulasi h. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan: a. Respons tubuh terhadap tantangan imunologik. Interaksi hereditas dan lingkungan terhadap penyakit. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami gangguan fungsi mekanisme fisiologis yang terganggu oleh penyakit yang terjadi dalam organisme hidup. e. Respons tubuh terhadap cedera. Konsep umum penyakit. c.

b. b.B. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Minggu 1 Topik Konsep umum penyakit a. c. g. h. d. c. e. e. a. c. Minggu 4 Interaksi hereditas dan lingkungan terhadap penyakit Cedera dan Kematian Sel a. c. b. d. g. e. c. a. d. Substansi Konsep tentang Kenormalan Konsep tentang Penyakit Etiologi Patogenesis Manifestasi Klasifikasi Penyakit Faktor ekstrinsik Faktor intrinsik Interaksi antara Faktor Ekstrinsik dan Intrinsik Gen dan Terminologi Genetik Variasi Genetik Konsep Mendelian Penyakit genetik Uji Diagnostik Pemeriksaan Penapisan Fenotipe Uji diagnostik Pengambilan Sampel Sel Janin Uji diagnostik Analisis Genetik Molekuler Terapi untuk gangguan genetik Farmakogenetik Proyek Genom Manusia Organisasi seluler Modalitas cedera seluler Sel yang Diserang Perubahan morfologik pada sel yang cedera sub letal Kematian seluler Nasib jaringan nekrotik Kalsifikasi Patologik Kematian somatik Reaksi peradangan Gambaran Makroskopik Peradangan Aspek cairan pada Peradangan Eksudasi Aspek Seluler Peradangan Marginasi dan Emigrasi Kemotaksis Mediator Peradangan Metode Ceramah dan tanya jawab Fasilitas -WB -LCD Minggu 2 Interaksi hereditas dan lingkungan terhadap penyakit Interaksi hereditas dan lingkungan terhadap penyakit Presentasi dan LCD Diskusi Minggu 3 Presentasi dan LCD Diskusi Presentasi dan LCD Diskusi Kasus Minggu 5 Presentasi dan LCD Diskusi Kasus Minggu 6 Respons Tubuh terhadap Cedera Presentasi dan Diskusi LCD Minggu 7 Respons Tubuh Presentasi dan LCD . b. c. d. a. b. a. b. f. f. e. f. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 4. d. a. f.

terhadap Cedera

b. c. d. e. f.

Jenis dan Fungsi Leukosit Diskusi Kasus Pola-Pola Peradangan Nasib Reaksi Peradangan Faktor-faktor yang Mempengaruhi peradangan dan Penyembuhan Aspek Sistemik Peradangan Gambaran singkat Imunitas Gambaran Singkat Sistem Imun Kompleks Histokompatibilitas Mayor Respon Imun Tipe Imunitas Fisiologi Reaksi Hipersensitivitas Imunodefisiensi Faktor Usia Faktor Hospes pada Infeksi, Radang sebagai Pertahanan Pembuluh Limfa pada Infeksi Pertahanan Terakhir Faktor Mikroba pada Infeksi Cara Interaksi Hospes dan Mikroba Infeksi Oportunistik Kongesti (Hiperemia) aktif Kongesti pasif Edema Perdarahan Trombosis Embolisme Arteriosklerosis Iskemia Infark Organ dan Jaringan yang lebih kecil dari normal Organ dan Jaringan yang lebih besar dari normal Diferensiasi abnormal Neoplasia Sifat-sifat Neoplasma Interaksi Neoplasma dengan Hospes Struktur Neoplasma Klasifikasi dan Tata nama neoplasma Karsinogenesis Aspek Klinis Neoplasia Presentasi dan LCD Diskusi Kasus

Minggu 8 Minggu 9

Mid Test Respon Tubuh terhadap Tantangan Imunologik Respon Tubuh terhadap Tantangan Imunologik Respon Tubuh terhadap Agen Menular

a. b. c. d. a. b. c. d. a. b. c. d. e. f. g. a. b. c. d. e. a. b. c. d. a. b. c. d. a. b. c. d. e. f.

Minggu 10

Presentasi dan LCD Diskusi Kasus

Minggu 11

Presentasi dan LCD Diskusi Kasus

Minggu 12 Gangguan Sirkulasi Minggu 13 Gangguan Sirkulasi Minggu 14 Gangguan Pertumbuhan, Proliferasi, Diferensiasi Sel Gangguan Pertumbuhan, Proliferasi, Diferensiasi Sel

Presentasi dan LCD Diskusi Kasus

Presentasi dan LCD Diskusi Kasus Presentasi dan LCD Diskusi Kasus

Minggu 15

Presentasi dan LCD Diskusi Kasus

Minggu 16

Final Test

5. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: Dosen menerangkan secara umum intisari mata kuliah dengan alat bantu buku ajar, White Board, Laptop dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. Bentuk kegiatan lain, yaitu presentasi dan diskusi kasus. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib, dilakukan sebanyak 3 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan diskusi kelompok. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut: Dosen menyiapkan bahan diskusi berupa kasus yang berhubungan dengan SAP. Bentuk diskusi ini bagi mahasiswa akan mampu menganalisis kasus yang diberikan secara kelompok, bekerja sama dengan teman satu kelompok, aktif memberikan pendapat (saling memberi masukan) sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancar, merangkum pendapat-pendapat yang ada sehingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan. C. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman, ketrampilan, kreativitas, dan leadership. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah dasar dan memerlukan pemahaman yang intensif, maka skor tertinggi diberikan untuk mid dan final test. Di samping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa) 2. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek Penilaian Unsur Penilaian Pemahaman Tugas Ujian Mid Semester Ujian Akhir Kreativitas Keaktivan dalam diskusi Kedisiplinan pengumpulan tugas Skor Maks 200 200 300 100 100 Persentase 14,00 25,00 25,00 9 9

Leadership

Presentasi Partisipasi di kelas

100 100 1200

9 9 100%

Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai A untuk ≥ 960 poin (>80%) Nilai B untuk 840 – 959poin (70 – 80%) Nilai C untuk 720 – 839poin (60 – 70%) Nilai D untuk 480 – 719 Kurang dari 480 dianggap D. DAFTAR PUSTAKA . Greene, R.J., Harris, N.D., and Goodyer, L.I., 2000, Pathology and Therapeutics for Pharmacists : A Basic for Clinical Pharmacy, 2nd. Ed., Pharm. Press. , London Price,S., Wilson, L., Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit, 2006, Edisi 6, EGC, Penerbit Buku Kedokteran. Kumar, V., Cotran, R.S., and Robin, S.L., 1997, Basic Pathology, 6th. Ed., W.B. Saunders, Philadelphia C. Stevens, A., Lowe, J., 1995, Pathology, 2nd. Ed., Mosby, London poin (40 – 60%) Tidak Lulus

struktur molekul MHC I dan II. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. e. Mampu berpartisipasi dalam mengembangkan senyawa aktif/bahan aktif terapetik atau eksipien baru yang lebih baik. b. mekanisme eliminasi agen infeksi dengan sistem imun. dan macam-macam vaksin dan aplikasi vaksin dalam pencegahan dan terapi penyakit infeksi dan kanker. penyakit-penyakit autoimun. Deskripsi singkat matakuliah Imunologi Matakuliah Imunologi membahas tentang antibodi. Kompetensi lulusan yang diharapkan didukung oleh MK Imunologi a. Menjelaskan kedudukan dan peran imunologi. 2. pengantar terapi imunoglobulin intravena. Mampu berpartisipasi secara aktif dalam promosi kesehatan. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami mekanisme pertahanan tubuh terhadap penyakit infeksi melalui sistem imun. antigen. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. Mampu mengakses dan mengevaluasi sumber informasi yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian. Menjelaskan molekul reseptor antigen. . mekanisme respon imun. 4. Mampu berpartisipasi/berkontribusi dalam menghasilkan dan mendeseminasi pengetahuan baru. pembuatan antibodi monoklonal dan aplikasinya. Mampu memahami fungsi pelayanan KIE . 3. b. pencegahan dan pengobatan penyakit infeksi dan non infeksi menggunakan agen-agen imun dan vaksin. pengantar imunoterapi.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN IMUNOLOGI A. d. c. sifat umum respon imun dan sistem imun sel dan jaringan.

Menjelaskan sifat umum sitokin. e. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemua n (100 menit) Minggu 1 Topik Substansi Metode Fasilitas Pendahuluan Kedudukan dan peran imunologi Ceramah dan dalam ilmu kefarmasian. Menjelaskan maturasi dan aktivasi sel B dan T. Menjelaskan mekanisme imunitas selular dan humoral. presentasi antigen kepada sel T. f. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. B. j. Ceramah dan -WB presentasi antigen tanya -OHP Presentasi antigen kepada sel T jawab/diskusi -LCD Handout Maturasi dan aktivasi sel B Ceramah dan -WB Maturasi dan aktivasi sel T tanya -OHP jawab/diskusi -LCD Handout .c. pemrosesan. Menjelaskan penyakit yang disebabkan oleh respon imun. d. pemrosesan. Menjelaskan definisi dan penggolongan vaksin. menyebutkan produk vaksin dan sera. Menjelaskan proses pembuatan antibodi monoklonal dan penggunaannya. g. Menyebutkan definisi imunoterapi dan aplikasi imunoterapi. tumor. tanya Sifat-sifat umum respon imun jawab/diskusi Sistem imun sel dan jaringan Minggu 2 Molekul pengenal antigen Inisiasi respon imun Minggu 3 Minggu 4 Maturasi limfosit sel -WB -OHP -LCD Handout Molekul reseptor antigen Ceramah dan -WB Struktur molekul MHC Kelas I tanya -OHP dan II jawab/diskusi -LCD Handout Pengenalan. Menjelaskan pengaturan dan fungsi biologis sistem komplemen. k. regulasi dalam imunitas innate dan adatif serta stimulasi pembentukan sel hemopoetik. dan transplantasi organ. menjelaskan tentang vaksin kombinasi dan peran adjuvant. Menjelaskan respon imun terhadap agen patogen. l. h. Menjelaskan pengenalan. i.

tumor.Minggu 5 Sistem komplemen Sistem komplemen Ceramah dan Pengaturan sistem komplemen tanya Fungsi biologis protein-protein jawab/diskusi komplemen Minggu 6 Imunomodulator& sitokin Minggu 7 Imunitas seluler humoral dan Minggu 8 Respon imun dalam sistem pertahanan dan penyakit Penyakit yand disebabkan respon imun Antibodi monoklonal Minggu 9 Minggu 10 Minggu 11 Terapi imunoglobin intravena Imunoterapi Minggu 12 Minggu 13 Vaksin sera dan Minggu 14 Vaksin sera dan -WB -OHP -LCD Handout Imunomodulator Ceramah dan -WB Sifat umum sitokin tanya -OHP Peran sitokin dalam mediasi jawab/diskusi -LCD imunitas innate dan adatif Sitokin dalam stimulasi Handout pembentukan sel hemopoetik Mekanisme imunitas seluler Ceramah dan -WB Mekanisme imunitas humoral tanya -OHP jawab/diskusi -LCD Handout Respon imun terhadap agen Ceramah dan -WB patogen (mikroorganisme dan tanya -OHP virus). dan transplantasi jawab/diskusi -LCD organ Handout Autoimunitas Ceramah dan -WB Hipersensitivitas tanya -OHP jawab/diskusi -LCD Handout Proses pembuatan antibodi Ceramah dan -WB monoklonal tanya -OHP Antibodi monoklonal sebagai agen jawab/diskusi -LCD diagnostik dan terapi Handout Pembuatan dan karakterisasi Ceramah dan -WB imunoglobulin intravena tanya -OHP Aplikasi klinis jawab/diskusi -LCD Adverse Reaction Handout Definisi imunoterapi Ceramah dan -WB Imunoterapi penyakit kanker tanya -OHP Imunoterapi penyakit degeneratif jawab/diskusi -LCD Handout Definisi. karakterisasi dan Ceramah dan -WB penggolongan vaksin tanya -OHP Produk vaksin dan sera jawab/diskusi -LCD Kombinasi vaksin Peran adjuvant Handout Studi kasus dalam imunisasi Ceramah dan -WB tanya -OHP jawab/diskusi -LCD - .

lebih kurang selama 10 menit. C. White Board. dilakukan sebanyak 2 kali sebagai pekerjaan rumah. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek Penilaian Unsur Penilaian Pemahaman Tugas makalah ketrampilan Ujian Mid Semester Ujian Akhir Softskills Keaktifan dalam diskusi Membuat resume Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi makalah Partisipasi di kelas Jumlah Skor Maks 150 200 300 100 50 50 100 50 1000 Persentase 15 20 30 10 5 5 10 5 100 . OHP. ujian tengah semester. Bentuk kegiatan lain. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Metode yang diberikan merupakan kombinasi Pembelajaran Berpusat pada Mahasiswa (SCL) dan ceramah oleh dosen di hadapan mahasiswa (TCL). Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar. 2. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. Minggu berikut soal dibahas di dalam kelas sebagai refreshing kuliah yang lalu.Handout 3. Laptop dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. dan ujian akhir semester. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. kemudian diperiksa secara random bagian mana yang mayoritas yang mengalami kesulitan. yaitu diskusi dan pemberian tugas mandiri. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa melalui tingkat pemahaman terhadap pokok-pokok bahasan yang diberikan memlalui pekerjaan rumah.

Strom T. 5th Ed. London.. Vaccine Design. Rosen F...M.Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai A untuk ≥ 750 poin (>75%) Nilai B untuk 650 – <750 poin (65 – <75%) Nilai C untuk 550 – <650 poin (55 – <65%) Nilai D untuk 450 – <550 poin (45 – <55%) Nilai F kurang dari 450 dianggap Tidak Lengkap / Tidak Lulus D... Brown F. Roitt I.... John Wiley & Son... 2005.H. Essential Immunology. Selected Journal Articles. Burakoff S. 2nd Ed. B. 1998. London.K. 1993. 1997..S. and Male D. Therapeutic Immnulogy. .2001..J. and Trudgett A.B. Blackwell Co. Philadelphia. DAFTAR PUSTAKA Abbas A.. Blackwell Science. 9th Ed. Immunology 5th Ed.... WB Saunders Co... Martin S... Hocy E..K.F. Roitt I.J. Brostoff J. Lichtman A. USA. Dougan.West Sussex. Mosby. Rima. Asuten K. Cellular and Molecular Immunology.

e. 2. pemasaran usaha. dan evaluasi usaha. f. semangat untuk berwirausaha. studi kelayakan usaha. komitmen tanya jawab tinggi. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memiliki wawasan tentang kewirausahaan. 3.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAN A. Deskripsi singkat matakuliah Matakuliah kewirausahaan berisi pokok-pokok bahasan tentang konsep dasar kewirausahaan. menjelaskan tentang konsep dasar kewirausahaan menjelaskan karakteristik wirausahawan menjelaskan jalur-jalur yang dapat dipilih untuk wirausaha mengidentifikasi peluang usaha di bidang farmasi membuat perencanaan usaha sederhana menerapkan strategi untuk memasarkan suatu produk melakukan evaluasi terhadap sebuah usaha B. rencana usaha. karakteristik wirausahawan. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. mandiri dan realitis dalam kehidupan Tantangan wirausaha Ceramah dan Fasilitas -WB Lapto p -LCD -kertas plano -spidol Minggu 3 Semangat . dan mampu membuat rencana wirausaha yang nyata dan siap diaplikasikan serta mengevaluasinya. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Topik Substansi Minggu 1 Konsep dasar kewirausahaan Karakteristik wirausaha Latar belakang pentingnya wirausaha Pengertian kewirausahaan Paradigma kewirausahaan Metode Ceramah dan tanya jawab Minggu 2 Karakteristik wirausahawan Ceramah dan yang meliputi : displin. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. d. kreatif dan inovatif. g. b. jujur. c. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. jalur-jalur wirausaha. peluang usaha.

pengembangan obat tradisional. franchise. manfaat.wirausaha Minggu 4 Jalur wirausaha Imbalan wirausaha Contoh Wirausahawan sukses tanya jawab. pemutaran video Membuat usaha sendiri. tujuan Manajemen resiko Ceramah Identifikasi jenis-jenis resiko Group resume Analisis SWOT usaha Balance Scored Card Evaluasi usaha Minggu 14 Resiko Usaha . franchise. pemasaran simplisia. macam. usaha keluarga Active Kelebihan dan kelemahan usaha learning sendiri. unsur. makanan dan kosmetik Minggu 7 Perencanaan Aspek-aspek dalam studi kelayakan usaha usaha Laporan studi kelayakan usaha Langkah-langkah merencanakan usaha Minggu 8 Membuat rencana usaha Minggu 9 Perencanaan usaha (lanjutan) Strategi pemasaran produk Minggu 10 Strategi Pemasaran 11 produk (lanjutan) Membuat rencana usaha Manejemen pemasaran Strategi penerapan harga Strategi promosi usaha Kesalahan pemasaran mistake) Menejemen pemasaran Strategi penerapan harga Strategi promosi usaha Kesalahan pemasaran mistake) Ceramah dan Tanya jawab Presentasi kelompok Ceramah dan Tanya jawab (marketing Ceramah dan Tanya jawab (marketing Praktek Ceramah dan Tanya jawab Minggu dan 12 Minggu 13 Menerapkan strategi pemasaran Strategi Pemasaran produk (lanjutan) Prinsip dasar resiko meliputi pengertian. dan usaha keluarga (Peer lesson) Active learning (Get crazy) Minggu 5 dan 6 Peluang usaha Menentukan kebutuhan pasar di bidang Peluang usaha budi daya tanaman farmasi obat.

2. Laptop dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1.5 10 10 Ujian Mid Semester Ujian Akhir Unsur Penilaian Sub Unsur Aspek Tugas Penilaian Penilaian Presentasi Teknik presentasi Leadership Isi presentasi Media presentasi Kemampuan merespon pertanyaan Pemahaman ketrampilan Kreativitas Leadership . dan ujian akhir. Bentuk kegiatan lain. get crazy dan group resume) dan pemberian tugas mandiri berupa presentasi kelompok dan praktek pemasaran produk di lingkungan kampus. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran.5 7. Penilaian (assessment) Penilaian meliputi: Unsur Penilaian Tugas Skor Maks Presentasi 100 Pemasaran 100 Diskusi 100 100 100 Persentase 10 20 10 30 30 Kriteria Intonasi jelas Bahasa mudah dipahami Adanya kontak dengan peserta Kelengkapan materi Alur Sistematis Tampilan jelas Tampilan menarik Menanggapi dengan empati Bahasa mudah Nilai Maks 10 10 10 10 10 7. Unsur penilaian meliputi tugas. ujian mid semester. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar. White Board. yaitu pembelajaran aktif (peer lesson. Di samping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa) 2. C.

G. Small Business Management. C. Konopasek. ThomsonLearning Asia. .9 poin (45 – 60%) Nilai D untuk 30 – 4.Jumlah Pemasaran dipahami Menjawab dengan 15 benar 100 Kreativitas Kreativitas menghias stand Kreativitas cara Kreativitas memasarkan Tampilan menarik 20 Bahasa persuasif 10 Aktif menarik 10 pembeli Variabilitas 10 pembeli 80 % proposal Kreativitas & Leadership Leadership sesuai Kesesuaian penerapan strategi dengan proposal (yang dipresentasikan sebelumnya) Jumlah produk yang terjual Jumlah Diskusi Dinamika kelompok diskusi Pemahaman ketrampilan 30 75 % produk terjual Aktif memberi respon Sikap menghargai pendapat Lengkap Alur Sistematis Ketepatan analisa & kesimpulan 20 100 20 20 10 10 40 100 Resume Pemahaman ketrampilan Jumlah Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai A untuk ≥ 75 poin (>75%) Nilai B untuk 60 – 74. Singapore. 2001. Moore.49 poin (30 – 50%) Kurang dari 30 dianggap Tidak Lengkap / Tidak Lulus D. R... diterjemahkan oleh Heru Sutrisno.. Jakarta.. RogerMagnet’s Sales Adventures. Gramedia Pustaka Utama. J. dan Petty. DAFTAR PUSTAKA Longenecker.W.9 poin (60 – 75%) Nilai C untuk 40 – 59. 2004. J.W.

2008.C. Marimba. Bornstein. P. Business Plan. Ufuk Press. Majalah SWA Majalah Marketing . R.. diterjemahkan oleh Irma Indriani. Elex Media Komputindo. Langkah Awal Buka Usaha.T.C.. J. I... Ismawan. 2007.M... and Pruitt. B. 2007. Media Pressindo.Ford. Rasakan Dahsyatnya Usaha Franchise.

kegunaan. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu : a. termasuk simplisia-simplisia yang menghasilkan senyawa golongan tersebut. Tujuan pembelajaran Mata kuliah ini memberikan dasar-dasar dalam mengenali. kegunaan dan senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan yang mengandung senyawa golongan glikosida.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN FARMAKOGNOSI-FITOKIMIA I. senyawa golongan alkaloid. minyak lemak. sumber-sumber dan tata nama simplisia. Mampu menyebutkan nama simplisia dan nama spesies. dan senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan yang mengandung senyawa yang termasuk karbohidrat. hewan. d. Deskripsi singkat kuliah Farmakognosi Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa program studi S1 Ilmu Farmasi yang memberi pengetahuan tentang sumber bahan alami (tumbuhan. c. obat gubal ( crude drugs): tata nama. . produksi obat gubal (simplisia). 1. 1. 1. glikosida. terpenoid dan minyak atsiri. e. Mampu menyebutkan nama simplisia dan nama spesies. FARMAKOGNOSI I. dengan tujuan dapat mengidentifikasi. bahasan mengenai karbohidrat. mengolah bahan alami menjadi bahan dasar obat herbal serta mengetahui jenis-jenis bahan alami dan kandungan kimia bahan tersebut. Mampu menjelaskan definisi dan sejarah perkembangan farmakognosi. Mampu menyebutkan penggolongan karbohidrat dan menyebutkan nama simplisia dan nama spesies. mengetahui dan mengerti seluk beluk dan ruang lingkup farmakognosi. mineral) yang digunakan sebagai obat. kegunaan dan senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan yang mengandung senyawa golongan terpenoid dan minyak atsiri. 2. Mampu menjelaskan definisi . 3. steroid dan hormon. K U L I A H A. bahan alami dalam pengobatan. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. b.

diskusi. 3. . Gula dan obat yang tugas/test mengandung gula Worksheet. B. Glikosida alkohol 8. 2. Jadwal Kegiatan Mingguan Minggu Topik I Pendahuluan Substansi 1. Mampu menyebutkan nama simplisia dan nama spesies. Laptop. Glikosida Sianogenik 4. tugas/test Fasilitas White Board. Definisi 3. Gllukosinolat 5. Kontrak pembelajaran 2. Sejarah singkat perkem-bangan farmakognosi Metode ceramah. kegunaan dan senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan yang mengandung senyawa golongan minyak lemak. White Board. Glikosida flavonol 6. Glikosida fenolik Cooperative learning (Jigsaw classroom) ceramah. LCD Projector White Board. Mampu menyebutkan nama simplisia dan nama spesies. Penggolongan ceramah. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. tugas/test Cooperative and competitive learning. Laptop. Definisi. Laptop. LCD Projector Worksheet. kegunaan dan senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan yang mengandung senyawa golongan steroid dan hormon. g. Laptop. Mampu menyebutkan nama simplisia dan nama spesies.f. sifat dan pembagian 2. Gula polihidroksi alkohol 1. III lanjutan IV Glikosida V lanjutan 1. diskusi. Polisakarida dan obat yang mengandung polisakarida 2. Glikosida lakton 7. kegunaan dan senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan yang mengandung senyawa golongan alkaloida. Glikosida Antrakuinon 3. Biosintesis diskusi. Laptop. White Board. h. LCD Projector II Karbohidrat 1. LCD Projector White Board.

Laptop. XI lanjutan XII Steroid . Batasan. lain-lain dan 1. Monoterpenoid 3. diskusi. Minyak atsiri ester 1. penggolongan dan sifat-sifatnya 2. Batasan. sifat-sifat dan penggolongan 2. tugas/test imidazol dan indol 1. Tanin VI Terpenoid 1. Alakaloid piperin dan piperidin diskusi. tropan diskusi. Alkaloid pirolidin. tugas/test White Board. Alkaloid purin dan ceramah. Alkaloid quinolin ceramah. tugas/test White Board. Laptop. LCD Projector White Board. Triterpenoid 6. Diterpenoid 5. Minyak atsiri aldehida 5. Alkaloid Amina tugas/test 3. Glikosida aldehida 10. Minyak atsiri alcohol 4. penggolongan dan sifat-sifat 2. LCD Projector White X lanjutan 1. Batasan dan ceramah. Laptop. Minyak atsiri fenol 7. tugas/test White Board. Minyak lemak 3. Hasil metabolisme lemak 1.9. Minyak atsiri keton 6. LCD Projector IX Alkaloid ceramah. sifat dan pembagian 2. Laptop. diskusi. Laptop. 2. tugas/test LCD Projector White Board. Tetraterpenoid 1. Sesquiterpenoid 4. LCD Projector White Board. Minyak atsiri fenoleter 8. Batasan. dan isoquinolin diskusi. Laptop. Minyak atsiri oksida 9. Lilin 5. diskusi. Batasan. LCD Projector VII Minyak Atsiri ceramah. tugas/test ceramah. Lemak 4. diskusi. Minyak atsiri hidrokarbon 3. LCD Projector VIII Lipid ceramah. 2.

PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1.colaborative dan competitive learning. Laptop. Keaktifan mahasiswa dalam diskusi kelas dinilai berdasarkan keaktifan bertanya. a. Kepada masing-masing kelompok diberi tugas penyusunan makalah untuk semua topik diskusi. Steroid dan hormon (metode Cooperative dan collaborative learning) Board. Glikosida 3. Laptop. menjawab atau menyanggah serta penguasaan materi dari masing-masing mahasiswa secara individu. Dengan model diskusi tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan yang sama terhadap semua mahasiswa untuk terlibat dalam diskusi kelas. Dosen pengampu membuat dan mengisi formulir / blanko penilaian diskusi pada saat pelaksanaan diskusi kelas. batasan dan tugas/test pembagian hormon 1. pada akhir masa perkuliahan (akhir semester) akan dibagikan kuesioner yang bertujuan untuk mendapatkan umpat balik dari mahasiswa atas aspek-aspek sebagai berikut. Laptop. Hal ini dilakukan mengingat jumlah mahasiswa yang cukup besar. Karbohidrat 2. C. kelompok penyaji ditentukan dari makalah yang terpilih : setiap diskusi kelas dipilih masing-masing 2 kelompok penyaji sedangkan mahasiswa lainnya sebagai penanya / penyanggah.Hormon pembagian steroid diskusi. Ketepatan kehadiran dosen pengampu . Hasil Pembelajaran Untuk evaluasi proses pembelajaran. lipid Diskusi 2. LCD Projector White Board. LCD Projector White Board. Alkaloid kelas 3. Pada pelaksanaan diskusi kelas. 2. LCD Projector XIII Review materi XIV lanjutan 2. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Pembelajaran dilakukan dengan ceramah/tatap muka dan pelaksanaan diskusi kelas dengan menggunakan metode cooperative. Terpenoid minyak atsiri Diskusi kelas dan (metode Cooperative dan collaborative learning) 1. Mahasiswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang beranggotakan 7-9 orang.

Apotekarsocieteten. 4th revised edition. US. Brady. Penguasaan dosen pengampu akan keterkaitan materi dengan bidang ilmu Kesesuaian materi kuliah dengan RPKPS 2. semua jilid. W. e. 1988.64. G.00 – 49.C.B. Stockholm. Jakarta Anonim. 1999.. 15th ed. Sweden . dan Mulyani. 9 th ed. Materia Medika. J. Philadelphia. Departemen Kesehatan RI Samuelsson. DAFTAR PUSTAKA Tyler.00 :E D. 2002.Ilmu Obat Alami (Farmakognosi) 1.. V. PT. f. Keterbukaan dosen pengampu akan bahan. dengan bobot 40%. Penebar Swadaya. p 57-76 Evans. Ujian Tengah Semester .Trease and Evans Pharmacognosy.2002..E.00 . Drugs of Natural Origin. D. Saunders. sumber informasi. Pharmacognosy. S. Lea & Febiger. p 214327 Gunawan.R dan Robbers. yaitu a. Ujian Akhir Semester . c. Kemauan dosen pengampu untuk mendiskusikan materi. dengan bobot 40 % b. Kemampuan penyampaian materi oleh dosen pengampu. c. W.00 – 74.b.99 : C 30. dan referensi.E. Tugas terstruktur.99 : B 50. d.99 : D < 30. A Textbook of Pharmacognosy. dengan bobot 20 % Nilai akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai >74.. L.99 :A 65. Penilaian (student assessment) Evaluasi atas daya serap mahasiswa terhadap materi yang diberikan di kelas. Swedish Pharmaceutical Press.

struktur dasar. terpenoid. menjelaskan sifat fisis kandungan kimia produk alam e. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a. poliketida. ruang lingkup. 3. Selain itu mahasiswa mendapat kesempatan untuk lebih mengembangkan kemampuan.I. pengendapan. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. dan flavonoid. maupun kromatografi lapis tipis atau kromatografi kertas f. dan biosintesis kandungan kimia produk alam meliputi arbohidrat. serta terampil menerapkannya. Jadwal Kegiatan Mingguan : . dan cara penamaan kandungan kimia produk alam c. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. menjelaskan sifat kimia kandungan kimia produk alam d. sifat fisis. poliketida. peptida. menjelaskan jalur biosintesis kandungan kimia produk alam yang dipelajari meliputi karbohidrat. sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri. senyawa fenol. dan berani untuk mengungkapkan pendapat. jenis. glikosida. 2. Deskripsi singkat mata kuliah Mata kuliah Fitokimia berisi pokok bahasan tentang pengertian. alkaloid. menjelaskan cara deteksi baik dengan reaksi warna. terpenoid. glikosida. berpikir kritis. peptida. sifat kimia. menjelaskan struktur dasar. menjelaskan pengertian atau definisi golongan kandungan kimia produk alam yang dipelajari b. menguasai materi yang diajarkan. . FITOKIMIA A. Tujuan pembelajaran Setelah mempelajari kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami seluruh pokok bahasan. dan flavonoid B. 2. alkaloid. senyawa fenol. cara deteksi.

Deteksi dengan reaksi warna 2. Definisi 2. Kuliah atau pengetahuan yang mendasari 3. Whiteboard Laptop. Polaritas dan kelarutan 6. Definisi 2. Whiteboard Laptop. Reaksi pengendapan 8. Hubungannya dengan mata kuliah atau ilmu yang lain 4. deteksi secara KLT. Biosintesis karbohidrat dan glikosida 1. Polaritas dan kelarutan 1. Cara penamaan 4. LCD viewer IV (lanjutan) Ceramah dan Tanya jawab OHP. Deteksi dengan reaksi warna 7. jenis dan contoh senyawa 3. Kromatografi kertas/ KLT 1. Sifat kimia. LCD viewer III Glikosida Ceramah dan Tanya jawab OHP. Kromatografi kertas dan KLT 3. Biosintesis kandungan kimia secara umum 1. Jenis aglikon dan contoh senyawa 4. jenis dan contoh senyawa 3.Minggu Topik/ Pokok KeBahasan I Pendahuluan Substansi Materi 1. LCD viewer OHP. Struktur dasar. Sifat kimia dan hidrolisis 5. Whiteboard Laptop. Whiteboard Laptop. LCD viewer V Poliketida Ceramah dan Tanya jawab VI Senyawa fenol Ceramah dan Tanya jawab OHP. LCD viewer . Sifat kimia 5. Struktur dasar karbohidrat 2. reaksi warna. sifat fisis. dan biosintesis senyawa poliketida 1. Struktur dasar. sifat fisis. Jenis ikatan 3. Whiteboard Laptop. Pengertian Kimia Produk Alam 2. Jenis dan contoh senyawa 3. Sifat kimia. LCD viewer II Karbohidrat Ceramah dan Tanya jawab OHP. Whiteboard Laptop. Definisi 2. reaksi Metode Fasilitas Pembelajaran Ceramah dan Tanya jawab OHP.

Sifat kimia dan fisis Ceramah dan Tanya jawab Soal ujian.kertas senyawa fenol sederhana dan fenilpropana 4. Deteksi dengan reaksi warna dan reaksi pengendapan 4. LCD viewer XI Alkaloid Ceramah dan Tanya jawab OHP. jenis dan contoh Tanya jawab senyawa 2. LCD viewer VIII IX Ujian Tengah Semua materi sampai Ujian tertulis Semester dengan Tengah Semester Terpenoid 1.dan seskuiterpen secara kromatografi lapis tipis 1.lembar jawab OHP. steroid. Biosintesis senyawa fenol dan fenilpropana 1. Whiteboard Laptop. sifat fisis dan deteksi secara KLT senyawa diterpen. dan karotenoid 1. Definisi dan keberadaan 2. Sifat kimia dan sifat fisis 3. LCD viewer X (lanjutan) Ceramah dan Tanya jawab OHP. Struktur dasar. Whiteboard Laptop. . Struktur dasar dan contoh senyawa monodan seskuiterpen 3. struktur Ceramah dan dasar. contoh senyawa diterpen. Sifat kimia dan sifat fisis monodan seskuiterpen 4. triterpen. Sifat kimia. Whiteboard Laptop.kertas 6. Definisi. dan deteksi KLT/k. steroid. Biosintesis flavonoid OHP. dan karotenoid 2. Deteksi mono.VII Flavonoid pengendapan. Definisi 2. triterpen. Deteksi secara KLT/k. Whiteboard Laptop.

Alkaloid lain Peptida 1. Alkaloid dari jalur isopren 4. LCD viewer OHP. dan kepemimpinan. Bentuk kegiatan lain.tirosin (lanjutan) 1. 2. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut : dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan. ketrampilan. maka skor tertinggi diberikan untuk butir tugas. dan ujian akhir semester. yaitu pemberian tugas mandiri. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1.lembar jawab 2. Whiteboard Laptop. Di samping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa).XII XIII XIV XV 3. Alkaloid dari fenil alanin . Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Penilaian (Student assessment) . LCD viewer Ceramah dan Tanya jawab Ceramah dan Tanya jawab Ujian tertulis OHP. lisis. Alkaloid dari asam antranilat 4. Alkaloid dari histidin 3. Klasifikasi berdasar biogenetik 2. Struktur dasar dan contoh senyawa 3. Whiteboard Laptop. kreativitas. C. Klasifikasi Hegnauer 4. Alkaloid dari ornitin. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. WB dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. Karena mata kuliah keahlian dan memerlukan latihan yang intensif. dilakukan sebanyak 2 kali dengan tujuan untuk melihat sejauh mana pemahaman penerimaan mahasiswa terhadap materi yang telah diberikan. LCD viewer Soal ujian. Definisi 2. OHP. asam nikotinat 3. ujian tengah semester. Alkaloid dari triptofan 2. Deteksi alkaloid (lanjutan) 1. Biosintesis peptida Ujian Akhir Semua materi sesudah Semester Tengah Semester LCD viewer Ceramah dan Tanya jawab OHP. Whiteboard Laptop.

PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. jalur biosintesis. produk bahan alam dari asam asetat. New York Markham K. 1999. Gaedcke F.... 1990 . Apotekarsocieteten. 1998. Science. DAFTAR PUSTAKA Bruneton J... Chapmann & Hall. Medicinal Plants. Medicinal Natural Products – A Biosynthetic Approach . Medpharm Scientific Publisher. Stuttgart Jork H.Bobot Penilaian: Ujian Tengah Semester: Ujian Akhir Semester: 50% Konversi nilai: • • • • • A jika nilai ≥ 75 65 ≤ B < 75 55 ≤ C < 65 45 ≤ D < 55 E < 45 50% D. Thin Layer Chromatography. Fourth revised edition. 1999. produk bahan alam dari asam sikimat.. Wimmer H. alkaloid. Stockholm I. Thomson. . 1993. Blasius H. The Organic Constituents of Higher Plants. 1982. John Wiley & Sons...B. London Houghton P.R. Academic Press Inc.. Fischer W.. Laboratory Handbook for Fractionation of Natural Extracts. Chapmann and Hall. Phytochemistry. karbohidrat. produk bahan alam dari asam amino. Chicester-New York-Weinheim-Brisbane-Singapore-Toronto. Funk W. 2003. Weinheim Harborne J. Kuliah ini membicarakan pokok bahasan masalah pengantar metabolit sekunder.. 3. Phytochemical Methods.. Steinhoff B. Lond Robinson T. Techniques of Flavonoid Identification. Herbal Medicinal Products. Deskripsi singkat Praktikum Farmakognosi-Fitokimia Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa program studi Farmasi yang memberi pengetahuan tentang keragaman kimia produk alam. London Samuelsson G.M. 2002. Reagents and Detection Methods.J. VCH Verlagsgesellschaft.. Pharmacognosy.. Drugs of Natural Origin. Praktikum A... 1991. Intercept Ltd. P. New York Dewick.

Laptop. dan sekunder. Laptop. diskusi. 6-7 8-10 Jalur Sikimat Jalur Mevalonat ceramah. mengenali golongan-golongan kimia produk alam beserta contoh-contoh penting dari setiap golongan. intermediet. B. White Board. diskusi. Fasilitas OHP. 3. LCD Projector 1-2 Pendahuluan 3-5 Jalur Asetat ceramah. White Board. Laptop. OHP. Tujuan pembelajaran Mata kuliah ini memberikan dasar-dasar dalam memahami berbagai keaneka ragaman struktur. White Board. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Topik Substansi • Metabolisme: Ana. jalur biosintesis. dan sifat fisika-kimiawi dari kimia produk alam. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu : 1. LCD Projector OHP.2. memahami keanekaragaman struktur. White Board. diskusi. 3. Kata dan Amfibolisme • Keragaman metabolit: jalur biosintesis umum • Reaksi-reaksi penting dalam biosintesis • Karbohidrat • Asam amino • Vitamin • Jalur biosintesis • Golongan senyawa dari jalur asetat • Contoh senyawa • Jalur biosintesis • Golongan senyawa dari jalur sikimat • Contoh senyawa • Jalur biosintesis • Golongan senyawa Metode ceramah. . ceramah. LCD Projector OHP. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. memahami wawasan kimia bahan alam meliputi pengertian metabolit primer. 2. jalur biosintesis dan sifat-sifat fisika kimiawi dari kimia produk alam. mengenali dan memahami jalur biosintesis dari kimia produk alam 4. diskusi.

dengan bobot 30% e. 1). dengan bobot 50%. dan referensi. Bentuk kegiatan lain. sumber informasi. LCD Projector 2. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut : dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar. Untuk evaluasi proses pembelajaran. Laptop. Penilaian (student assessment) Aspek penilaian pada mata kuliah KPA terdiri dari dari komponen-komponen sebagai berikut: a. Ujian Tengah Semester (midterm). Dukungan bahan. j. Penguasaan dosen pengampu atas materi. Ujian Tengah Semester (midterm). LCD Projector OHP. diskusi. dengan bobot 30% .• • 11-13 Alkaloid • dari jalur mevalonat Contoh senyawa Jalur biosintesis ceramah. dengan bobot 20% f. yaitu pemberian tugas mandiri. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. h. Tugas. C. dilakukan sebanyak 2 kali dengan tujuan untuk melihat sejauh mana pemahaman penerimaan mahasiswa terhadap materi yang telah diberikan. 2. White Board. WB dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. i. yaitu d. Kemampuan penyampaian materi oleh dosen pengampu. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran pada mata kuliah KPA terdiri dari dari komponen-komponen sebagai berikut. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. g. Ujian Akhir Semester (komprehensif). penting Jenis-jenis alkaloid  Contoh senyawa Laptop. OHP. Evaluasi atas daya serap mahasiswa terhadap materi yang diberikan di kelas. Dampak diambilnya MK ini oleh mahasiswa. pada akhir masa perkuliahan (akhir semester) akan dibagikan kuesioner yang bertujuan untuk mendapatkan umpan balik dari mahasiswa atas aspek-aspek sebagai berikut. 2).

dengan bobot 50%.. Samuelson. Drugs of Natural Origin. 4th revised ed. 3. Nilai C untuk 60-69 poin (60-70%) d. Nilai B untuk 70-79 poin (70-80%) c. Medicinal Plants. Phytochemestry. Nilai D untuk 40-59 poin (40-60%) e. Nilai A untuk ≥ 80 (≥80%) b. 1999. Natural Products in Medicines. P.M. Sweden . 2. J. dengan bobot 20% Ujian Akhir Semester (komprehensif). John Wiley & Sons. Tugas. Dewick. Apotekarsocietten. 1998. 1997. G. DAFTAR PUSTAKA 1.. Nilai E untuk< 40 poin(< 40%) D. Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: a. c. Intercept Ltd.. Pharmacognosy.b.. Brunnteon.

Deskripsi singkat mata kuliah Farmasetika Dasar : Mata kuliah Farmasetika Dasar berisi pokok-pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang perkembangan obat dari masa kemasa. menyebutkan. mengerti bentuk-bentuk sediaan obat . PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. . beberapa sediaan galenik dan cara pembuatannya. 2. e. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a. c. Tujuan pembelajaran Setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami dasar-dasar tentang perkembangan obat. bahan-bahan tambahan dan bentuk sediaan farmasi dalam bahasa latin. menyebutkan. istilah-istilah kefarmasian. b. mendifinisikan dan mengidentifikasi kan berbagai bentuk sediaan yang termasuk dalam sediaan padat. menjelaskan singkatan resep. mendifinisikan dan mengidentifikasikan berbagai bentuk sediaan yang termasuk dalam sediaan semi padat. K U L I A H A. menentukan nama-nama bahan obat dan bahan tambahan serta bentuk sediaan farmasi. 3. menyatakan obat masa lalu dan perkembangannya serta memberikan difinisi beberapa istilah dalam ketentuan Farmakope Indonesia. menterjemahkan resep. berbagai istilah yang tercantum dalam Ketentuan Umum Farmakope Indonesia.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN FARMASETIKA DASAR I. menyatakan arti penting arti penting berbagai bentuk sediaan farmasi d. bentuk resep. serta berbagai bentuk sediaan farmasi dan cara pembuatannya. serta merumuskan nama untuk senyawa dan bentuk sediaan farmasi. nama bahan-bahan obat.

Whitebo ard Substantiva dan Adiectiva III Lanjutan dari Substantiva dan Adiectiva LCD viewer. menyebutkan. mendifinisikan dan mengidentifikasikan berbagai bentuk sediaan yang termasuk dalam sediaan galenik. Laptop.Hubungan antara kata benda dan kata sifat . kadar yang dinyatakan dalam persen .Penelitian terdahulu .Susunan kata dalam kalimat Bahasa Latin . B. i. suhu penyimpanan.Perubahan kata dalam Bahasa Latin . Whitebo . Jadwal Kegiatan Mingguan Ming gu keI Topik/Pokok Bahasan materi Obat masa lalu dan perkembang annya serta ketentuan umum Farmakope Indonesia Metode Pembelajar an Perapotekan yang Ceramah pertama dan tanya .f.Istilah kelarutan.Obat-obat zaman dahulu jawab . PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. menyebutkan. g. Whitebo ard II Pengantar Latin Bahasa LCD viewer. menyebutkan.Deklinasi I sampai Ceramah dengan V dan .Pengantar pandangan ilmiah . h.Pembentukan Casus kata benda dan kata sifat .Bahasa Latin sebagai Ceramah bahasa dan tanya ilmiah jawab . mendifinisikan dan mengidentifikasikan berbagai bentuk sediaan yang termasuk dalam sediaan cair. mendifinisikan dan mengidentifikasikan berbagai bentuk sediaan yang termasuk dalam sediaan steril.Pemberian nama bahan tanya jawab obat dan Substansi Fasilita s LCD viewer. daluwarsa. Laptop. mendifinisikan dan mengidentifikasikan aerosol. wadah. Laptop.

Variasi bentuk sediaan cara pemberian . Whitebo ard . keuntung an dan dan kerugian : tanya jawab .Kata bilangan (Adiectiva Numeralia dan Adverbia Numeralia) dan .Singkatan Bahasa Latin dalam resep .Kapsul keras .Susunan resep .Penerapan Bahasa Latin dalam resep .Kapsul lunak LCD viewer. Whitebo ard LCD viewer.cara Ceramah pembuatan.Lanjutan cara pembuatan Serbuk .Kata kerja imperativa dan pasiva .Adverbia .Pertimbangan umum dalam Serbuk merancang bentuk sediaan Definisi dan car a pembuatan: .Manfaat . Laptop.Salinan resep ard Ceramah dan tanya jawab LCD viewer. Whitebo ard Ceramah dan tanya jawab VIII Definisi . Whitebo ard Ceramah dan tanya jawab VI VII Bentuk sediaan dan . Laptop. .IV Verba Adverbia V Prescriptio sediaan farmasi .Coniugatio I. Laptop.Cara pemberian . Whitebo ard LCD viewer.Pembentukan Adverbia dari kata Adiectiva .Granul efervesen Lanjutan dari . Laptop.Serbuk yang terbagi-bagi dalam bungkusan-bungkusan .Serbuk yang tidak terbagi-bagi.II dan III .Keuntungan dan kerugian serbuk Kapsul Ceramah dan tanya jawab LCD viewer. Laptop.

Whitebo ard Pil X Supositoria LCD viewer. tanya jawab tablet sublingual. tablet lepas lambat . krim. cara penggunaan. Plester Definisi. sirup. pasta. pasta. cara pembuatan Ceramah dan evaluasi.Salep mata dan . cara pembuatan Ceramah dan cara penggunaan : dan Tablet.gel. Whitebo ard LCD viewer. plester XI Larutan LCD viewer. tanya jawab berbagai cara pemberian suspensi Definisi. Laptop. serta implan Definisi serta cara pembuatan: Pil serta pil salut enterik Definisi. berbagai cara Ceramah pemberian dan pembuatan dan injeksi tanya jawab Definisi dan pembuatan : . berbagai contoh. krim. tablet efervesen. tablet salut gula. Laptop. cara pemberian Ceramah dan cara pembuatan : dan Larutan. tablet kunyah. alasan suatu dan obat dibuat suspensi. Laptop. Whitebo ard Salep.cara pemberian : vaksin dan imunoserum . tablet bukal.IX Tablet Definisi. tablet salut interik. Ceramah cara pembuatan serta dan keuntungan dan kerugian tanya jawab supositoria Definisi dan cara pembuatan : Salep. Laptop. Laptop. Whitebo ard Vaksin Imunoserum Definisi. cara pembuatan dan evaluasi serta berbagai cara pemberian emulsi LCD viewer.Tetes mata cara LCD viewer. gel. eliksir serta tanya jawab obat tetes Definisi. sifat dari isi. Whitebo ard XII Suspensi Emulsi XIII Injeksi Sediaan obat mata Definisi.

Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. dan tanya ekstrak serta infus jawab LCD viewer. Laptop. dan ujian akhir semester. Ekstrak. Infus Definisi.XIV Tingtur. Bentuk kegiatan lain yaitu pemberian tugas mandiri yang bersifat wajib dan dikumpulkan pada waktu kuliah minggu berikutnya. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan : Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut : Dosen menerangkan dengan alat bantu LCD viewer. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah dasar maka skor tertinggi diberikan pada ujian akhir semester. ujian tengah semester. White board dan dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. Laptop. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan . Whitebo ard 2. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Penilaian (assessment) Bobot Penilaian : Tugas Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester Konversi Nilai :      A jika nilai 65 ≤ B < 75 55 ≤ C < 65 45 ≤ D < 55 E < 45 : ≥ 75 : 10 % : 30 % : 60 % . 2. cara ekstraksi dan Ceramah berbagai contoh tingtur. kritik dan saran dari mahasiswa). Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan ( berupa kuesioner. ketrampilan. C. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1.

1995. 2. Merupakan mata praktikum wajib dan sebagai prasyarat bagi mahasiswa program studi Farmasi Komunitas & Klinis (FKK) dan Farmasi Sain & Teknologi (FST).A. . dan cair).Allen.G. Jakarta. Edisi IV. Latin Grammar Simplified. Haness.R. Mack Publising Company. Philadelphia. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Departemen Kesehatan RI. The Prescription in : Genaro. Toronto. b. Ansel. Deskripsi singkat praktikum Farmasetika Dasar a. termasuk juga cara pengemasan dan pemberian etiket serta informasi yang berkaitan dengan bentuk sediaan tersebut. H.V. Oleh karena itu setelah mengikuti praktikum dan menyelesaikan materi praktikum ini. Remington The Science and Practice of Pharmacy. Ansel.R. 1995. 7th Ed. II. P R A K T I K U M A. Limited. Farmakope Indonesia. Padat (solid) Semi-padat (semi solid) Cair (liquid) Secara tepat dan benar sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1.. Materi praktikum ini merupakan penerapan materi kuliah Farmasetika Dasar I dan II yang meliputi metoda peracikan dan pencampuran perbekalan farmasi (khususnya bahan obat) berdasarkan formula resep menjadi macam-macam bentuk sediaan farmasi (padat. Coles Publishing Company.. Pharmaceutical Dosage Forms and Drug Delivery Systems. semi-padat.. C. mahasiswa diharapkan dapat terampil dalam menjalankan peracikan dan pencampuran perbekalan farmasi berdasarkan formula standart dan resep menjadi macam-macam bentuk sediaan farmasi : 1. L. Williams & Wilkins..N...D. Popovich. (Ed.. 2.C.). H. 3. Tujuan pembelajaran Praktikum Farmasetika Dasar ini secara garis besar bertujuan untuk melatih calon farmasis dalam mengabdikan ilmu dan keahliannya di masyarakat melaksanakan peracikan obat dan pelayanan kesehatan di bidang farmasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.J. 1962. 1999 .

praktikum. dan Pembuatan Sediaan Solutio. Pre-test. dan pilulae). Pasta dan Praktek. dan mencampur perbekalan farmasi khususnya bahan obat menjadi bentuk sediaan farmasi yang meliputi bentuk sediaan padat (pulvis. Kapsul. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. B. pasta. Pre-test. IX bentuk Cair dan post. Buku petunjuk VII Sediaan Mixtura dan Praktek. dan III Topik Asistensi Pembuatan Sediaan bentuk padat Substansi Metode Penjelasan umum Ceramah materi praktikum dan tanya jawab Sediaan Pulvis. dan Infusa Praktek.3. c. praktikum. Pre-test. cream. Buku laporan kerja dan peralatan praktek IV. dan Saturationes. Tujuan pembelajaran khusus Setelah menyelesaikan materi praktikum ini . dan Pembuatan Sediaan Unguentum. mampu dalam mengatasi permasalahan dalam meracik dan membuat macam-macam bentuk sediaan farmasi. sediaan semi-padat (unguentum. mahasiswa diharapkan : a. Pulveres. dan sediaan cair (solutio. emulsi. dan suppositoria). mampu dalam melayani pelayanan kesehatan khususnya pelayanan kefarmasian di apotek.Buku laporan test kerja dan peralatan praktek VIII. dan Pembuatan Sediaan Emulsi. bentuk Cair Saturationes dan post. pulveres. b. Buku petunjuk V Sediaan Cream. meracik. Jadwal Kegiatan Mingguan Minggu I II. Buku petunjuk Sediaan Suspensi. praktikum. suspensi. dan Praktek. mixtura.Buku laporan padat test kerja dan peralatan praktek VI. bentuk Semi. Pilulae dan posttest Fasilitas OHP dan white board Buku petunjuk praktikum. serta infusa. terampil dalam menyiapkan atau menyediakan. kapsul.Suppositoria dan post. Pre-test.Buku laporan test kerja dan peralatan .

Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Responsi Praktek (ResTek) C. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Kegiatan praktikum Farmasetika Dasar ini dilaksanakan dengan beberapa metode yaitu : a) b) Asistensi Praktikum yang dilakukan oleh dosen pengampu. Praktikum dilaksanakan secara individual dengan cara mengikuti aturan dan petunjuk yang ada pada buku petunjuk praktikum. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Selesai melaksanakan praktek mahasiswa secara individual wajib membuat laporan resmi sebagai tugas mandiri dan laporan tersebut harus disyahkan oleh Dosen pengampu atau Asisten Mahasiswa. kejujuran dan pertanggungjawaban atas hasil praktikum selama praktek harian. Responsi Tertulis (ResTu) 2. kedisiplinan. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. ketrampilan. Penilaian (student assessment) Aspek penilaian meliputi : Praktek harian Ujian responsi tertulis Ujian responsi praktek 20% 30% 50% . Dalam pelaksanaan nya sebagai berikut: setiap praktikan sebelum mengerjakan praktek diharuskan melaksanakan pre-test terlebih dahulu kepada Dosen pengampu atau Asisten Mahasiswa yang bertugas dan selesai c) praktek mahasiswa diharuskan melaksanakan post-test sebagai pertanggungjawaban hasil praktikum. 2. kreativitas. asisten mahasiswa kepada para mahasiswa peserta praktikum dan dilanjutkan diskusi dan Tanya jawab.X Ujian Responsi praktikum Semua praktikum materi Ujian response tertulis dan praktek praktek Soal-soal responsi praktikum dan kertas dan peralatan praktek 2. ujian responsi tertulis dan ujian responsi praktek. d) Minggu terakhir praktikum dilakukan 2 macam responsi yaitu : 1.

Hill Book Co. Jakarta. Nederlandche Pharmacopee. . Jakarta. Graw. Toronto. Edisi II. Formularium Nasional. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 1979.Nilai akhir ditentukan sebagai berikut:      A jika nilai ≥ 75 65 ≤ B < 75 55 ≤ C < 65 35 ≤ D < 55 E ≤ 35 D.. Mc.. Departemen Kesehatan RI.. Anonim. Jenkins G. 1995. Farmakope Indonesia. London. Jakarta. s’Gravenhage. Edisi IV. zesde uitgave. New York. Anonim. Departemen Kesehatan RI. Farmakope Indonesia. De Minister van Sociale Zaken en Volksgezondheid. Inc.. 1978. 9th Ed.L.. Edisi III. Scoville’s The Art of Compounding. Anonim. 1958.. et al. 1957. Departemen Kesehatan RI.

2. semisolida dan steril). dan evaluasi sediaan obat. cara pembuatannya. hubungan rute/cara pemberian dengan bentuk sediaan dan tahap-tahap pengembangan sediaan. larutan. pemilihan. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1.Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. c. 3. likuida. Mahasiswa mampu mengembangkan formulasi suatu sediaan farmasi. menjelaskan prisip dasar dan teknik sterilisasi sediaan likuida dan semisolida. menjelaskan teknik penyaringan dan pencampiuran dalam produksi sediaan padat. b. Deskripsi singkat matakuliah Teknologi Sediaan Farmasi Matakuliah Teknologi Sediaan Farmasi Fisika berisi pokok-pokok bahasan rancangan bentuk sediaan. rancangan bentuk sediaan cair dan sistem dispersi dan pengembangan sediaan padat. e. . garis besar formulasi sediaan. d. dan sediaan steril. menjelaskan cara evaluasi sediaan steril. formulasi. suspensi dan suspensi rekonstitusi. sistem peralatan dalam pembuatan sediaan.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN TEKNOLOGI SEDIAAN FARMASI A. emulsi. preformulasi. semisolida. menjelaskan tentang teori dasar preformulasi. dan bahan alam (solida. peraturan perundang-undangan dan informasi sediaan bdalam bahan pengemas dan penambah. cair dan semisolida serta pilot up scaling. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami teori dasar dan penerapan teknologi dalam pengembangan produksi sediaan farmasi solida. kosmetik. eksipien. cair. menjelaskan tentang kriteria. semisolida.

tanya jawab Pelarut : air. tanya jawab biofarmasetika. faktor obat Ceramah dan dalam merancang sediaan farmasi : tanya jawab sifat organoleptik. bahan penambah. zat Ceramah dan pereduksi. ukuran partikel. non air. sediaan steril dan non tanya jawab setril Pembawa.disolusi. kristal. larutan Ceramah dan steril. konsistensi sediaan. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. dapar. polimorfisme. Pertimbangan formulasi. pertimbangan penting dalam merancang sediaan farmasi Definisi preformulasi. koefisien partisi. Jadwal Kegiatan Mingguan TEKNOLOGI SEDIAAN LIKUIDA DAN SEMISOLIDA Pertemuan Minggu 1 Topik Pendahuluan Substansi Metode Fasilitas -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD Pengembangan formula. tahapan pembuatan sediaan. Sediaan aerosol. dll Definisi. krim. salep. pKa. cara Ceramah dan pelepasan obat. stabilitas sediaan. fungsi dan cara evaluasi bahan penambah (kuliah diberikan tersendiri) Ceramah dan tanya jawab Minggu 2 Preformulasi Minggu 3 Bentuk sediaan -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD Minggu 4 Bahan penambah Minggu 5 Formulasi solida Formulasi cairan dan semisolida homogen Formulasi cairan dan semisolida heterogen -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD Minggu 6 Sediaan peroral. parenteral. pertimbangan dalam proses manufakturing Minggu 7 -WB -OHP -LCD . Dasar dan mekanisme stabilisasi Ceramah dan sistem heterogen dalam air. pelarut campur. rasa dan peningkat tanya jawab penampilan sediaan farmasi. pasta. topikal steril dan non steril. luas permukaan. antioksidan. gel steril dan non steril. Suspensi tanya jawab dan emulsi peroral dan parenteral. kegunaan. pengawet. kelarutan .B. rute pemberian obat. rancangan Ceramah dan bentuk sediaan. Eksipien dan pertimbangan dalam formulasi.

kegunaan dan fungsi. Ceramah dan kemasan sediaan steril tanya jawab Skala laboratorium. disolusi. masa simpan sediaan Ceramah dan tanya jawab Proses sterilisasi I. informasi obat pada kemasan. uji stabilitas sediaan farmasi. stabilitas dan Substansi Definisi tablet. penyaringan. kristal dan polimorf. fungsi. sediaan padat bentuk Metode sediaan. dokumentasi pro ses manufaktur -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD TEKNOLOGI SEDIAAN SOLIDA Pertemuan Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Topik Pendahuluan Sediaan tablet Sifat. evaluasi fisik. ukuran partikel. kualitas wadah. uji sterilitas dan evaluasi sediaan steril Ceramah dan tanya jawab Jenis kemasan sediaan farmasi. komponen. umum pembuatan Preformulasi Sifat organoleptik. skala pilot. proses sterilisasi II. tanya jawab pengadukan. unit operasi. masa kadaluwarsa. Ceramah dan tanya jawab Ceramah dan metode tanya jawab Ceramah dan tanya jawab Fasilitas -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD . pengujian kemasan dan kerusakan wadah. penutup wadah dan bahan penutup wadah. teknik aseptik. kemurnian. fasilitas produksi steril. evaluasi tanya jawab mikrobiologi. proses kering beku). parameter yang mempengaruhi proses absorpsi. skala Ceramah dan industri tanya jawab Definisi.Minggu 8 Proses manufaktur Minggu 9 Evaluasi sediaan Minggu 10 Teknik sterilisasi Minggu 11 Kemasan sediaan Minggu 12 Minggu 13 Minggu 14 Peningkatan skala produksi Validasi proses produksi Spesifikasi produk Peralatan produksi. sterilisasi. Ceramah dan Evaluasi kimia. pencampuran. kelarutan. bentuk dan luas permukaan. Ceramah dan proses (pelarutan. tahap Ceramah dan proses validasi tanya jawab Cara penyusunan spesifikasi produk.

Minggu 4 Minggu 5 & 6 Minggu 7 & 8

Eksipien Desain dan formulasi tablet

kompatibiltas, higorskopisitas, sifat Ceramah dan aliran, kompresibilitas, keterbasahan tanya jawab

Minggu 8 & 9

Pengisi, pengikat, lubrikan, glidan, Ceramah dan desintegran, pewarna, adsorben, tanya jawab pemanis, perencah Formulasi Ceramah dan cairan Pendekatan sistematik dalam desain tanya jawab dan semisolida tablet. Granulasi basah, granulasi homogen kering, teknik kempa langsung. Jenis mesin tablet, masa kempa, Ceramah dan Masalah dalam pengendalian proses kempa, pengemas tanya jawab manufaktur Disolusi Lekat, caping, laminasi, keragaman Ceramah dan bobot, kesegaraman kandungan, tanya jawab aliran massa cetak, kekerasan, perubahan warna. Ceramah dan tanya jawab Teori, uji disolusi, faktor yang mempengaruhi, laju disolusi Ceramah dan tanya jawab Jaminan mutu, persyaratan resmi, persyaratan tidak resmi. Definisi, faktor formulasi, metode Ceramah dan pembuatan tablet salut, tablet tanya jawab pelepasan diperlambat, effervescent, tablet bukal & sublingual, tablet hisap, tablet kunyah, tablet vaginal, tablet implant Komponen dan pembawa, pendekatan formulasi, teknik manufaktur, evaluasi

-WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD

Minggu 10 Minggu 11 Mutu sediaan tablet Minggu 12 & 13 Tablet khusus

Minggu 14

Supositoria

3. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut:Dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar, OHP, White Board, Laptop dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. Bentuk kegiatan lain, yaitu diskusi dan pemberian tugas mandiri. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib, dilakukan sebanyak 3 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan diskusi kelompok. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut:

Dosen menyiapkan bahan diskusi yang diambil dari tugas yang diberikan dan yang telah diperiksa. Bentuk diskusi ini bagi mahasiswa akan mampu menganalisis bahan yang diberikan secara kelompok, bekerja sama dengan teman satu kelompok, aktif memberikan pendapat (saling memberi masukan) sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancar, merangkum pendapat-pendapat yang ada sehingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan. C. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman, ketrampilan, kreativitas, dan leadership. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah keahlian dan memerlukan latihan yang intensif, maka skor tertinggi diberikan untuk poin tugas-tugas. Di samping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa) 2. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek Penilaian Unsur Penilaian Pemahaman Tugas ketrampilan Ujian Mid Semester Ujian Akhir Kreativitas Keaktivan dalam diskusi Membuat resume Leadership Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Jumlah Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai A untuk ≥ 960 poin (>80%) Nilai B untuk 840 – 959 poin (70 – 80%) Nilai C untuk 720 – 839 poin (60 – 70%) Nilai D untuk 480 – 719 poin (40 – 60%) Kurang dari 480 dianggap Tidak Lengkap / Tidak Lulus Skor Maks 200 200 300 100 100 100 100 100 1200 Persentase 16,67 16,67 25,00 8,33 8,33 8,33 8,33 8,33 100

D. DAFTAR PUSTAKA Armstrong, N.A., and James, K.C., 1996, Pharmaceutical Experimental Design and Interpretation. Taylor and Francis, Bristol. Aulton,M.E., 1988, The Science of Dosageform Design, Churchil Livingstone, Edinburgh. Avis, K.E., Lachman, L, and Lieberbamn, H.A., 2000, Pharmaceutical Dosageform : Parenteral, Tablet, Disperse System, vol I, II, III, Marcel dekker Inc., New York. Banker, G.S. and Rhodes, C.T. 1996, Modern Pharmaceutics, 3 rd. Ed., MNarcel-Dekker Inc., New York. Gennaro A.R, 1995, Remington : :The Sience and Practice of Pharmacy, 19 th Ed., Mack Publ. Co., Pensylvania. Lachman, 1986, The Theory and Practice of Industrial Pharmacy, 2 nd, Ed., Lea & Febiger, Philadelphia.

distribusi. pengembangan dan penilaian obat. dan ekskresi obat. Metode Ceramah dan tanya jawab Fasilitas -WB -OHP -LCD Minggu 2 Cara kerja serta efek obat Ceramah -WB terhadap fungsi organ tubuh dan tanya -OHP . 3. Menjelaskan tentang obat-obat sistem saraf otonom dan neuromuskular d. keseimbangan air dan elektrolit. dapat menilai penggunaan obat yang rasional. 2. FARMAKOLOGI DAN TOKSIKOLOGI I A. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. dan farmakokinetik. biotranformasi. Menjelaskan tentang arti prinsip dasar kerja obat b. Menjelaskan tentang arti farmakodinamik dan farmakokinetik c. Menjelaskan tentang keseimbangan air dan elektrolit serta obat-obat diuretikantidiuretik B. Deskripsi singkat mata kuliah Matakuliah farmakologi dan toksikologi I berisi pokok-pokok bahasan konsep dasar farmakologi-toksikologi meliputi prinsip dasar kerja obat. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. farmakodinamik. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami konsep dasar kerja dan nasib obat dalam tubuh. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Minggu 1 Topik Dasar-dasar farmakologitoksikologi Lanjutan Substansi Proses absorpsi. memahami pengembangan dan penilaian obat. efek obat sistem saraf otonom dan neuromuskular.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN FARMAKOLOGI DAN TOKSIKOLOGI I. kardiovaskular. Menjelaskan tentang obat-obat kardiovaskular e.

serta jawab -LCD gangguan fungsi organ tubuh yang dipengaruhi oleh obat anti adrenergik. Minggu 3 Lanjutan jawab -LCD Prinsip-prinsip terapeutika. Lanjutan Ceramah -WB dan tanya -OHP jawab -LCD Minggu 7 Hubungan antara Ceramah -WB neurotransmiter dan dan tanya -OHP kerja obat otonom. dan tanya -OHP Minggu 8 Lanjutan Minggu 9 Obat-obat kardiovaskular Minggu 10 Lanjutan . Hubungan antara Ceramah -WB neurotransmiter dan dan tanya -OHP kerja obat otonom. serta jawab -LCD gangguan fungsi organ tubuh yang dipengaruhi oleh obat adrenergik. obat penghambat neuromuskular. obat penghambat neuromuskular. dan obat ganglia otonom. dan obat ganglia otonom.secara umum. dan tanya -OHP jawab -LCD Ceramah -WB dan tanya -OHP jawab -LCD Minggu 4 Lanjutan Minggu 5 Minggu 6 Obat-obat Hubungan antara sistem saraf neurotransmiter dan otonom kerja obat otonom. Lanjutan Hubungan antara neurotransmiter dan kerja obat otonom. dan efikasi dan tanya -OHP pengobatan. serta gangguan fungsi organ tubuh yang dipengaruhi oleh obat kolinergik. jawab -LCD Prinsip-prinsip toksikologi dan Ceramah -WB penanganan keracunan. Ceramah -WB keamanan. serta gangguan fungsi organ tubuh yang dipengaruhi oleh obat antikolinergik. Cara kerja dan efek obat Ceramah -WB antihiperlipidemia serta dan tanya -OHP kegunaan dan cara jawab -LCD penggunaannya secara klinis Fungsi renin-angiotensin dalam Ceramah -WB tubuh.

merangkum pendapat-pendapat yang ada sehingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan. Minggu 11 Lanjutan -LCD Cara kerja dan efek obat Ceramah -WB antiangina serta kegunaan dan dan tanya -OHP penggunaan secara klinis. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut: dosen menyiapkan bahan diskusi yang diambil dari tugas yang diberikan dan yang telah diperiksa. . Bentuk kegiatan lain. aktif mengemukakan pendapat sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancar. Whiteboard. jawab -LCD Cara kerja dan efek obat Ceramah -WB antiaritmia serta kegunaan dan dan tanya -OHP penggunaan secara klinis. jawab -LCD Cara kerja dan efek obat payah Ceramah -WB jantung serta kegunaan dan dan tanya -OHP penggunaan secara klinis. jawab -LCD Cara kerja dan efek obat Ceramah -WB diuretik-antidiuretik serta dan tanya -OHP kegunaan dan penggunaan jawab -LCD secara klinis. dilakukan sebanyak 3 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan diskusi kelompok. Metode diskusi ini bagi mahasiswa akan mampu menganalisis bahan yang diberikan secara kelompok. bekerja sama dengan teman satu kelompok. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. Laptop dan LCD Projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. yaitu diskusi dan pemberian tugas mandiri. Minggu 12 Lanjutan Minggu 13 Lanjutan Minggu 14 Keseimbangan air dan elektrolit dan obat-obat diuretikantidiuretik 2.Cara kerja dan efek obat jawab antihipertensi serta kegunaan dan penggunaan secara klinis. OHP. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Metode pembelajaran dilakukan dengan tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar.

Ed. J. Liyye Brown Co. Philadelphia. J. Niesink. 2004. (Editor).A. Unsur Penilaian Tugas Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester Keaktifan dalam diskusi Membuat resume Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Skor Maksimal 200 200 300 100 100 100 100 100 1200 Persentase 16. Katzung. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Basic and Clinical Pharmacology.. Modern Pharmacology. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek penilaian Pemahaman keterampilan Kreativitas Leadership Jumlah DAFTAR PUSTAKA 1. New York. CRC Press. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan.. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa) 2. M. Basic Pharmacology in Medicine. Ed. 11th.. kreativitas.Inc. McGraw-Hill.R..33 8. ujian tengah semester. Goodman and Gilman’s The Pharmacological Basis of Theurapeutics. Medicinal Surv.R.. Craig. R. Ed.67 25 8.M. 9th.B.B. L. 1994..33 100 GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN FARMAKOLOGI DAN TOKSIKOLOGI II . C.. McGraw Hill. London 5. 4.33 8. dan leadership. B. 1990. New York 2.. Principles and Applications. dan ujian akhir semester. Dipama.. Toxicology.J... 2005... de Vries.33 8.33 8. Hasil pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. keterampilan.Inc. Laurence. Ed. 4th. 4th... and Hollinger .C. 3.67 16. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. New York. (Editor). Inc. (Editor).

Lanjutan Metode Ceramah dan tanya jawab Fasilitas -WB -OHP -LCD Minggu 2 Cara kerja dan efek obat sistem Ceramah -WB saraf pusat meliputi dan tanya -OHP . Menjelaskan tentang obat-obat sistem respirasi. Menjelaskan tentang obat-obat yang mempengaruhi darah. dan vitamin. c. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami konsep farmakologi-toksikologi meliputi obat-obat sistem saraf pusat. dan vitamin. dan obat hipnotik-sedatif serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. obat-obat yang mempengaruhi darah. Menjelaskan tentang obat-obat sistem saraf pusat. anestetik lokal. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. e. autakoid dan antagonisnya. serta dapat menilai penggunaan obat yang rasional. B. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Minggu 1 Topik Substansi Obat-obat Cara kerja dan efek obat sistem sistem saraf saraf pusat meliputi anestetik pusat umum. Menjelaskan tentang hormon dan antagonis. obat-obat yang mempengaruhi darah. 3. sistem pencernaan. Menjelaskan tentang obat-obat sistem pencernaan. sistem respirasi. Menjelaskan tentang vitamin. f. g. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. d.A. b. sistem respirasi. hormon dan antagonis. sistem pencernaan. autakoid dan antagonisnya. hormon dan antagonis. Deskripsi singkat mata kuliah Matakuliah farmakologi dan toksikologi II berisi pokok-pokok bahasan konsep farmakologi-toksikologi meliputi obat-obat sistem saraf pusat. 2. Menjelaskan tentang autakoid dan antagonisnya. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a.

Cara kerja dan efek obat sistem Ceramah -WB pencernaan meliputi antiemetik. Cara kerja dan efek obat sistem Ceramah -WB pencernaan meliputi antidiare dan tanya -OHP dan pencahar serta kegunaan jawab -LCD dan cara penggunaannya secara klinis. serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis.psikotropika. hormon tiroid dan paratiroid dalam tubuh dan pengaruhnya terhadap fungsi organ tubuh. Hormon dan Fungsi hormon meliputi antagonisnya hormon adenohipofisis. dan jawab antiparkinson serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. Ceramah -WB dan tanya -OHP jawab -LCD Ceramah -WB dan tanya -OHP jawab -LCD Minggu 5 Minggu 6 Lanjutan Minggu 7 Lanjutan Minggu 8 Obat-obat sistem respirasi Minggu 9 Cara kerja dan efek obat sistem respirasi meliputi antiasma dan antitusif. Minggu 3 Lanjutan -LCD Cara kerja dan efek obat sistem Ceramah -WB saraf pusat meliputi analgetik dan tanya -OHP opioid. dan hepatoprotektor jawab -LCD serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. jawab -LCD dan antiinflamasi. analgetik-antipiretik. Obat-obat sistem pencernaan Cara kerja dan efek obat sistem Ceramah -WB pencernaan meliputi obat dan tanya -OHP digestiva dan obat antiulser jawab -LCD serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. antikonvulsi. Minggu 4 Autakoid dan Fungsi histamin dan serotonin Ceramah -WB antagonisnya dalam tubuh dan pengaruhnya dan tanya -OHP terhadap fungsi organ tubuh jawab -LCD serta kegunaan dan cara penggunaan antihistamin dan serotonin secara klinis. serta kegunaan dan cara penggunaan antagonisnya secara klinis. serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. dan tanya -OHP kolagoga. .

Minggu 10

Lanjutan

Fungsi hormon meliputi Ceramah -WB hormon estrogen, progestin, dan tanya -OHP kontrasepsi oral, androgen, dan jawab -LCD antiandrogen dalam tubuh dan pengaruhnya terhadap fungsi organ tubuh, serta kegunaan dan cara penggunaan antagonisnya secara klinis. Fungsi hormon meliputi Ceramah -WB hormon insulin, glukagon, dan dan tanya -OHP oksitosin dalam tubuh dan jawab -LCD pengaruhnya terhadap fungsi organ tubuh, serta kegunaan dan cara penggunaan antagonisnya secara klinis. Fungsi hormon meliputi Ceramah -WB hormon kortikotropin dan dan tanya -OHP adrenokortikosteroid dalam jawab -LCD tubuh dan pengaruhnya terhadap fungsi organ tubuh, serta kegunaan dan cara penggunaan antagonisnya secara klinis.

Minggu 11

Lanjutan

Minggu 12

Lanjutan

Minggu 13

Obat-obat yang Cara kerja dan efek obat-obat Ceramah -WB mempengaruhi yang mempengaruhi darah dan tanya -OHP darah meliputi antianemia dan jawab -LCD hematopoietik serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. Vitamin Cara kerja dan efek vitamin Ceramah -WB yang larut dalam air dan dan tanya -OHP vitamin yang larut dalam lemak jawab -LCD serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis.

Minggu 14

2. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Metode pembelajaran dilakukan dengan tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar, OHP, Whiteboard, Laptop dan LCD Projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa.

Bentuk kegiatan lain, yaitu diskusi dan pemberian tugas mandiri. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib, dilakukan sebanyak 3 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan diskusi kelompok. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut: dosen menyiapkan bahan diskusi yang diambil dari tugas yang diberikan dan yang telah diperiksa. Metode diskusi ini bagi mahasiswa akan mampu menganalisis bahan yang diberikan secara kelompok, bekerja sama dengan teman satu kelompok, aktif mengemukakan pendapat sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancar, merangkum pendapat-pendapat yang ada sehingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan C. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Hasil pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman, keterampilan, kreativitas, dan leadership. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa) 2. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek penilaian Pemahaman keterampilan Kreativitas Leadership Jumlah D. DAFTAR PUSTAKA 1. Craig, C.R., (Editor), 1990, Modern Pharmacology, 4th. Ed., Liyye Brown Co., New York 2. Dipama, J.R., (Editor), 1994, Basic Pharmacology in Medicine, 4th. Ed., Medicinal Surv.Inc., Philadelphia. Unsur Penilaian Tugas Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester Keaktifan dalam diskusi Membuat resume Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Skor Maksimal 200 200 300 100 100 100 100 100 1200 Persentase 16,67 16,67 25 8,33 8,33 8,33 8,33 8,33 100

3. Laurence, L.B., (Editor), 2005, Goodman and Gilman’s The Pharmacological Basis of Theurapeutics, 11th. Ed., McGraw Hill, New York. 4. Katzung, B.B., 2004, Basic and Clinical Pharmacology, 9th. Ed., McGraw-Hill.Inc., London 5. Niesink, R.J.M., de Vries, J., and Hollinger , M.A., Toxicology, Principles and Applications, CRC Press. Inc., New York.

GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN
FARMAKOLOGI DAN TOKSIKOLOGI III

dan Minggu 2 Lanjutan Minggu 3 Lanjutan .A. Menjelaskan tentang obat antikanker. tanya jawab -OHP penyebaran. Deskripsi singkat mata kuliah Matakuliah farmakologi dan toksikologi III berisi pokok-pokok bahasan konsep farmakologi-toksikologi desinfektan. antiparasit. dan akibat yang -LCD ditimbulkan oleh penyakit infeksi serta prinsip pengobatan dengan kemoterapi. 2. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. meliputi obat-obat antiinfeksi. b. 3. B. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. antikanker. penyebab. Menjelaskan tentang obat antiparasit. Ceramah dan -WB mekanisme terjadinya. d. dan desinfektan serta dapat menilai penggunaan obat yang rasional. Menjelaskan tentang obat antiinfeksi. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami konsep farmakologi-toksikologi meliputi meliputi obat-obat antiinfeksi. Menjelaskan tentang desinfektan. Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antibiotik golongan tanya jawab -OHP kloramfenikol serta kegunaan -LCD dan cara penggunaannya secara klinis. antiparasit. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Minggu 1 Topik Obat-obat antiinfeksi Substansi Metode Fasilitas Pengertian. Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antibiotik golongan betalaktam tanya jawab -OHP serta kegunaan dan cara -LCD penggunaannya secara klinis. antikanker. c. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1.

Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antibiotik golongan tanya jawab -OHP sulfonamida dan antiinfeksi -LCD saluran kemih serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antivirus serta kegunaan dan tanya jawab -OHP cara penggunaannya secara -LCD klinis. Ceramah dan -WB tanya jawab -OHP -LCD Ceramah dan -WB tanya jawab -OHP -LCD Minggu 5 Lanjutan Minggu 6 Lanjutan Minggu 7 Lanjutan Minggu 8 Lanjutan Minggu 9 Obat-obat antiparasit Minggu 10 Lanjutan Minggu 11 Lanjutan Minggu 12 Lanjutan Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antiamuba serta kegunaan dan tanya jawab -OHP cara penggunaannya secara -LCD klinis. Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antibiotik golongan tanya jawab -OHP aminoglikosida dan makrolida -LCD serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis.Minggu 4 Lanjutan Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antibiotik golongan tetrasiklin tanya jawab -OHP serta kegunaan dan cara -LCD penggunaannya secara klinis. Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antelmintik serta kegunaan dan tanya jawab -OHP cara penggunaannya secara -LCD klinis. Cara kerja dan efek obat antijamur serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. Cara kerja dan efek obat antimalaria serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antituberkulosis dan antilepra tanya jawab -OHP serta kegunaan dan cara -LCD penggunaannya secara klinis. Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antikanker serta kegunaan dan tanya jawab -OHP Minggu 13 Antikanker .

Laptop dan LCD Projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan. Minggu 14 Desinfektan secara -LCD Cara kerja dan efek desinfektan Ceramah dan -WB organik. merangkum pendapat-pendapat yang ada sehingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan C.cara penggunaannya klinis. dilakukan sebanyak 3 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan diskusi kelompok. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut: dosen menyiapkan bahan diskusi yang diambil dari tugas yang diberikan dan yang telah diperiksa. aktif mengemukakan pendapat sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancar. dan tanya jawab -OHP insektisida. Hasil pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa). Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek penilaian Unsur Penilaian Skor Maksimal Persentase . keterampilan. bekerja sama dengan teman satu kelompok. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Bentuk kegiatan lain. anorganik. 2. Metode diskusi ini bagi mahasiswa akan mampu menganalisis bahan yang diberikan secara kelompok. yaitu diskusi dan pemberian tugas mandiri. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Metode pembelajaran dilakukan dengan tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar. Whiteboard. ujian tengah semester. dan leadership. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. OHP. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. -LCD 2. kreativitas. dan ujian akhir semester.

Pemahaman keterampilan Kreativitas Leadership Jumlah Tugas Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester Keaktifan dalam diskusi Membuat resume Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas 200 200 300 100 100 100 100 100 1200 16. Medicinal Surv.67 25 8.. Ed.. Modern Pharmacology.R. L.B. (Editor). M.... Philadelphia. New York 2. Goodman and Gilman’s The Pharmacological Basis of Theurapeutics.. Deskripsi singkat mata kuliah Farmakoterapi .Inc. (Editor).33 8.33 8. Laurence. Basic Pharmacology in Medicine. Liyye Brown Co. CRC Press. New York. 1994. New York. B. R. Inc.. C. (Editor).33 8.M.33 100 D. 4th. Dipama. McGraw Hill. Ed.. Craig. Basic and Clinical Pharmacology. McGraw-Hill. 11th.B. and Hollinger . 4th.. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. Katzung. Ed. 1990.Inc. Principles and Applications.33 8.67 16....R. Ed. London Niesink. 2004. 3.J. J. DAFTAR PUSTAKA 1. 5. 2005. Toxicology. GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN FARMAKOTERAPI A.A.. 4. J.. 9th. de Vries..

Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus infeksi saluran kemih k. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi pada kasus gagal ginjal akut m. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus epilepsi i. Skizoprenia. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus tukak peptik b. Infeksi Saluran Kemih. hipertensi. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi pada kasus glomerulonefritis . Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus mual muntah c. 2. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus hipertensi f. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus Penyakit Paru Obstruksi Kronik d. Penyakit Paru Obstruksi Kronik. Diabetes mellitus. Jantung Iskemik. dan Glomerulonefritis. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus jantung iskemik g. Tujuan pembelajaran mata kuliah ini juga melatih ketrampilan mahasiswa menggunakan teknologi informasi (internet) untuk mengakses informasi mengenai perkembangan terapi terkini dan pengobatan berbasis bukti (evidence based medicines) pada kasus penyakit berbagai sistem organ.Secara keseluruhan mata kuliah Farmakoterapi tentang penatalaksanaan terapi rasional pada berbagai kasus penyakit sistem organ antara lain : tukak peptik. Asma. Infeksi Saluran Nafas. mual muntah. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus infeksii saluran nafas j. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus asma e. 3. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus skizoprenia h. Gagal Ginjal Akut. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi pada kasus diabetes mellitus l. Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada berbagai kasus penyakit sistem organ. melatih kerja sama dalam kelompok dan ketrampilan dalam melakukan presentasi serta mengemukakan pendapat dalam diskusi kelas. Epilepsi.

Laptop. Laptop. whitebo ard LCD viewer. whitebo ard LCD viewer.B. whitebo ard LCD viewer. Laptop. whitebo ard LCD viewer. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. whitebo ard LCD viewer. whitebo ard LCD viewer. Laptop. Laptop. II Tukak peptik Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah tukak peptik III Mual muntah Tata laksana terapi rasional pada kasus mual Ceramah muntah IV Penyakit Paru Tata laksana terapi pada kasus Penyakit Ceramah Obstruksi Kronik Paru Obstruksi Kronik V Asma Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah asma VI Hipertensi Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah hipertensi VII Jantung iskemik Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah Jantung iskemik VIII Skizoprenia Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah skizoprenia IX Epilepsi Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah epilepsi .Sistem penilaian Metode Pembelajar an Ceramah Fasilitas LCD viewer. whitebo ard LCD viewer. Laptop. whitebo ard LCD viewer. Jadwal Kegiatan Mingguan Mingg Topik/Pokok u keBahasan I Pengantar Substansi materi -Metode / teknik pembelajaran . Laptop. Laptop.

whitebo ard Soal ujian. Kelompok penyaji wajib menyusun makalah sesuaii dengan kasus diskusi untuk diserahkan kepada dosen pengampu dan dibagikan kepada kelompok I dan II sebagai kelompok penanya/penyanggah. whitebo ard LCD viewer.X Infeksi nafas saluran Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah infeksi saluran nafas Laptop. sedangkan mahasiswa lainnya (audiens) sebagai penanya/penyanggah. lembar jawab XI XII Infeksi saluran Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah kemih infeksi saluran kemih Diabetes mellitus Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah diabetes mellitus XIII Gagal Akut Ginjal Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah Gagal Ginjal Akut XIV Glomerulonefritis Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah Glomerulonefritis XV Ujian Semester Akhir Semua materi Ujian tertulis 2. Laptop. whitebo ard LCD viewer. whitebo ard LCD viewer. Kelompok I sebagai kelompok penyaji. Laptop. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah dan Case Based Learning. Demikian seterusnya. Dengan model diskusi tersebut di atas diharapkan dapat memberikan kesempatan yang sama terhadap semua mahasiswa untuk terlibat dalam diskusi kelas. Dosen pengampu memberikan kasus kepada kelompok penyaji yang sudah ditentukan. Laptop. . kelompok III dan IV sebagai penanya/penyanggah dan wakil kelompok V sebagai moderator. kelompok II dan kelompok III sebagai kelompok penanya/penyanggah dan wakil kelompok IV sebagaii moderator. Laptop. Mahasiswa dibagi dalam 6 (enam) kelompok (sesuai dengan topik diskusi). kelompok II sebagai penyaji. whitebo ard LCD viewer.

menjawab dan penguasaan materi).M. G. Stamford Dipiro. DAFTAR PUSTAKA DiPiro. McGraw-Hill Companies. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama proses pembelajaran (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa).C. Ganong. Pharmacotherapy a Pathophysiological Approach. 2001.R. 2005. Appleton & Lange.. Philadelphia McPhee. Posey. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Pathophysiology of disease: An introduction to Clinical Medicine. Stamford Herfindal.. Textbook of Therapeutics Drug and Disease Management. Komponen evaluasi antara lain meliputi aktivitas diskusi (keaktifan bertanya... D.C.... 7th Ed. Lippincot Williams and Wilkins.L.. Pharmacotherapy Casebook : A Patient Focused Approach.. 2000. New York Scwinghammer TL. W. J. 3 rd ed. PERENCANAAN PEMBELAJARAN .F. Lingappa.R (Eds). R. E. L. and Michael. (Eds).R. 4rd ed. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. V. Talbert. 5th Ed. L.T. Wells. 2. Matzke. New York. A.. G. Lange. GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN BIOKIMIA A. 2002.G.... Yee. Appleton & Lange. 2002. The McGraw-Hill Companies Inc. Gourley. penyusunan makalah dan Ujian Akhir Semester.T. S. L. J. Penilaian (student assessment) Bobot Penilaian : Makalah Aktivitas diskusi Ujian Akhir Semester Konversi Nilai : * A jika nilai ≥ 75     65 ≤ B < 75 55 ≤ C < 65 45 ≤ D < 55 E < 45 : 20% : 30% : 50% D.D. Pharmacotherapy : A Pathophysiologic Approach.

uji antioksidan vitamin. vitamin sebagai kofaktor. 3. bioenergetika. analisis urin dan fungsi ginjal serta pemeriksaan kuantitatif untuk uji aktivitas enzim dan analisa darah 2. protein. klasifikasi. protein. asam amino dan protein. lipid. lipid. asam nukleat. asam amino. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : Menjelaskan pengertian biomolekul dan hirarhi organisasi molekular sel Menjelaskan definisi.kimia. dan manfaat karbohidrat bagi kehidupan . protein dan penyakit-penyakit akibat gangguan metabolisme. peran vitamin sebagai kofaktor serta memahami sifat dan fungsi enzim sebagai katalis. karbohidrat. asam amino dan protein. Deskripsi singkat mata kuliah biokimia Mata kuliah biokimia berisi pokok-pokok bahasan biomolekul dan hirarhi organisasi molekular sel. Menjelaskan konfigurasi molekul dan dapat menjelaskan sifat. metabolisme karbohidrat. mahasiswa mampu melakukan percobaan kualitatif-kuantitatif dan mengetahui reaksi-reaksi umum untuk identifikasi asam amino. reaksi oksidasi biologis.1. metabolisme lipid. Mahasiswa mengetahui konsep dasar bionergetika. aktivitas antioksidan vitamin. elektroforesis protein. analisis urin dan fungsi ginjal. peranan asam lemak dan lipid dalam kehidupan. reaksi oksidasi biologis. metabolisme protein. DNA dan RNA serta fungsi atau peranannya dalam kehidupan. lipid. karbohidrat. asam nukleat. enzim dan kinetika enzim. aktivitas enzim dan analisa darah. RNA dan DNA Selain itu dibahas berbagai penyakit yang terjadi berkaitan dengan kelainan – kelainan yang terjadi serta contoh obat-obat yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit tersebut Praktikum biokimia berisi pokok-pokok bahasan pemeriksaan kualitatif berupa reaksi-reaksi umum untuk identifikasi lipid. pemurnian potein. metabolisme karbohidrat. karbohidrat. enzim. Dengan mengikuti praktikum. teknik pemurnian protein. karbohidrat. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini diharapkan mahasiswa dapat memahami sifat-sifat biomolekul lipid. sifat-sifat fisika.

gula pentosa. - Mendefinisikan basa nitrogen. faktor-faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas enzim - Menjelaskan pengertian kofaktor dan hubungan antara vitamin dengan kerja enzim Menjelaskan tentang hukum termodinamika. ikatan peptida dan menjelaskan perbedaan asam amino esensial-nonesensial. biosintesis asam amino dan protein serta hubungan antara metabolisme karbohidrat. sifat-sifat dan peranan protein dalam kehidupan Menjelaskan teknik-teknik pemurnian potein Menjelaskan nomenklatur. dan asam amino penyusun protein Menjelaskan penggolongan. nukleotida dan asam nukleat serta menjelaskan fungsi asam nukleat dan senyawa penyusun DNA-RNA Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : Melakukan percobaan dan menjelaskan reaksi–reaksi umum untuk identifikasi lipid Melakukan percobaan dan menjelaskan reaksi–reaksi umum untuk identifikasi karbohidrat. serta kelainan klinis akibat gangguan metabolisme lemak - Menjelaskan proses pencernaan protein dalam tubuh. sifat asam amino. dan dapat menjelaskan aktivitas kerja. Menjelaskan produk energi yang diperlukan bioproses. glikogenolisis dan glukoneogenesis serta gangguan klinis akibat gangguan metabolisme karbohidrat - Mengevaluasi jumlah energi yang dihasilkan atau diperlukan dalam tahap-tahap reaksi glikolisis. Menjelaskan proses pencernaan karbohidrat. lipid dan protein. siklus krebs dan glukoneogenesis. Melakukan percobaan dan menjelaskan reaksi–reaksi umum untuk identifikasi protein dan asam amino. Menjelaskan transformasi energi yang terjadi pada proses oksidasi asam lemak. persamaan Michaelis-Menten. definisi glikolisis. pembentukan senyawa keton dan kondisi klinis yang mendasarinya. glikogenesis. sistem pengaturan aktivitas enzim. penggolongan.- Menjelaskan struktur umum. nukleosida. Memahami sifat-sifat protein dan asam amino . pembentukkan amonia dan siklus urea. proses oksidasi biologis dan aplikasinya dalam bioreaksi Menjelaskan perbedaan katabolisme dan anabolisme. energi bebas dan perubahan energi bebas.

B. penggolongan dan fungsi lipid Sifat. lipid dan karbohidrat berdasarkan jenis uji yang dilakukan serta sifat bahan yang diuji Melakukan percobaan pemurnian protein dengan teknik elektroforesis Melakukan percobaan dan menjelaskan pengaruh suhu terhadap aktivitas enzim Melakukan percobaan dan menjelaskan pengaruh konsentrasi enzim terhadap aktivitas enzim Menjelaskan prinsip kerja dan kegunaan spektrofotometer. protein. susunan kimia dan penggolongan karbohidrat Asam amino peranan karbohidrat dan Peptida struktur umum dan sifat asamamino penggolongan asam amino Protein asam amino esensial-non esensial ikatan peptida Ceramah -WB dan tanya -LCD jawab Ceramah -WB dan tanya -LCD jawab Ceramah dan diskusi kelompok -WB -LCD Minggu 3 Minggu 4 Minggu 5 -WB Ceramah -LCD dan tanya .- Menjelaskan hasil identifikasi asam amino. Jadwal kegiatan mingguan kuliah Pertemuan Minggu 1 Topik Pendahuluan dan biomolekul Substansi Perkembangan ilmu biokimia dan manfaatnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pengertian biomolekul. a. pemeriksaan kimia) dan mampu menjelaskan hasil analisis biokimia urin Melakukan percobaan analisa darah dan mampu menjelaskan hasil analisa biokimia darah serta fungsi dan komponen-komponen darah. makna absorbansi untuk penentuan aktivitas enzim serta faktor-faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas enzim - Melakukan percobaan dan mengetahui tentang proses oksidasi dan pengaruh zatzat antioksidan terhadap proses oksidasi Melakukan analisis biokimia urin (pemeriksaan fisik. serta hirarhi organisasi molekular sel etode Fasilitas Ceramah -WB dan tanya -LCD jawab Minggu 2 Lipid Asam lemak Lipid penyusun utama membran Karbohidrat Karakteristik. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1.

jawab Minggu 6 Teknik pemurnian enzim pengertian.glikogenolisis siklus krebs Metabolisme regulasi lipid masalah klinis Ceramah -WB dan tanya -LCD jawab Minggu 7 Minggu 8 Minggu 10 Ceramah -WB dan tanya -LCD jawab Minggu 11 Ceramah dan diskusi kelompok -WB -LCD Minggu 12 Metabolisme protein Ceramah pencernaan dan transpor lemak dan tanya oksidasi β dan sintesis asam jawab lemak badan keton -WB sintesis kolesterol Ceramah -LCD gangguan klinis dan tanya -WB -LCD . sifat-sifat protein -WB struktur dasar protein Ceramah -LCD penggolongan dan fungsi dan tanya protein jawab Enzim dan -WB kinetika elektroforesis Ceramah -LCD enzim kromatografi dan imunokimia diskusi Lanjutan kelompok -WB enzim nomenklatur dan penggolongan -LCD Vitamin enzim Ceramah sebagai kinetika katalitik enzim dan tanya kofaktor persamaan Michaelis Menten jawab inhibisi enzim enzim alosterik vitamin sebagai mikronutrien organik esensial fungsi vitamin dalam reaksi biologis Minggu 9 Bioenerge-tika hukum termodinamika dan Pengantar energi bebas dan entalpi metabolisme macam-macam jalur reaksi regulasi metabolisme sel senyawa fosfat berenergi tinggi Lanjutan (ATP) metabolisme katabolisme Metabolisme anabolisme karbohidrat glikolisis Lanjutan tinjauan energi pada proses metabolisme glikolisis karbohidrat glukoneogenesis glikogenesis.

nukleotida asam nukleat DNA RNA metabolisme asam nukleat jawab -WB Ceramah -LCD dan tanya jawab 1. topik dan tugas dan tanya praktikum jawab penggunaan alat selama praktikum praktek reaksi-reaksi umum identifikasi lipid identifikasi kolesterol praktek Fasilitas -WB -OHP -lab Minggu 2 Percobaan Lipid Percobaan karbohidrat Minggu 3 Minggu 4 -Lab -Lab Percobaan reaksi-reaksi umum identifikasi praktek asam amino karbohidrat dan protein reaksi-reaksi umum identifikasi diskusi hasil asam amino dan protein presentasi praktikum kelompok lipid dan karbohidrat hasil percobaan identifikasi diskusi hasil lipid dan karbohidrat presentasi praktikum kelompok asam amino dan protein hasil percobaa identifikasi percobaan asam amino dan protein praktek antioksidan percobaan elektroforesis praktek pengaruh antioksidan dalam Minggu 5 -WB -OHP Minggu 6 -WB -OHP Minggu 7 Minggu 8 -lab -lab .Minggu 13 Minggu 14 pencernaan protein pembentukkan amonia Asam nukleat siklus urea dan kerusakkan genetik pada siklus metabolisme urea biosintesis asam amino – protein hubungan antar metabolisme nukleosida.b. Jadwal kegiatan mingguan praktikum Pertemuan Minggu 1 Topik Pendahuluan Substansi metode Pembagian kelompok Ceramah Aturan.

reaksi oksidasi biologis Minggu 9 Minggu 10 Minggu 11 percobaan enzim I percobaan enzim II praktek pemurnian protein praktek pengaruh suhu aktivitas enzim terhadap -WB -OHP -lab -lab diskusi hasil presentasi praktikum kelompok enzim pengaruh konsentasi terhadap aktivitas enzim hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas enzim Minggu 12 percobaan analisa urin Minggu 13 Minggu 14 Praktikum urin normal Praktek Pemeriksaan badan keton. kreatinin urin. asam urat dan ureum dalam urin glikosuria Percobaan Praktek analisa darah hemolisis eritrosit hemoglobin Diskusi hasil Presentasi praktikum hasil percobaan analisa urin analisa urin dan darah dan darah -lab -lab -WB -OHP .

mahasiswa dipersilahkan untuk bertanya. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi : Aspek penilaian Pemahaman kreativitas Leadership Unsur penilaian Makalah Ujian tengah semester Ujian akhir semester Keaktifan dalam diskusi Penyelusuran literature dalam pembuatan makalah Kedisiplinan dalam kuliah dan pengumpulan tugas Partisipasi di kelas Presentasi Aktivitas selama paktikum Skor maks 100 100 100 100 100 100 100 100 100 persentase 10 % 25 % 35 % 5% 5% 5% 5% 5% 5% Ketrampilan . pertanyaan tersebut didiskusikan bersama kemudian baru ditarik kesimpulan Bentuk kegiatan lain: dosen memberi tugas pendek berkaitan dengan topik yang dibahas. kreativitas dan leadership. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. kemudian kelompok yang ditunjuk atau bersedia. ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. C. Selama proses menerangkan. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: Dosen menerangkan dengan bantuan handout yang sudah dibagikan minimal 1 minggu sebelumnya. White board. Tugas berupa makalah dan dipresentasikan pada jadwal yang telah ditetapkan. komputer dan LCD projector. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Skor tertinggi pada tingkat memahaman.2. Monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan yang diperoleh dari kuisioner dan permintaan saran secara langsung ke mahasiswa 2. Penilaian dilakukan pada setiap pertemuan. menjelaskan di depan kelas Bentuk kegiatan praktikum : mahasiswa melakukan praktikum sesuai jadwal yang ditetapkan dalam kelompok mengunakan penuntun praktikum yang telah disediakan. didiskusikan dalam kelompok.

Pearson Education. alih bahasa Septelia Inawati. 4th ed. Koolman J. Hipocrates . united States of America 2. alih bahasa andri hartono. 2006. DAFTAR PUSTAKA 900 100 % 1. and Elliot.R. Inc.L. Rohm H-K. Horton R..Jumlah D. et al. New York. et al.. 1996. Biokimia Harper. Jakarta. New Delhi 4. John Willey & Sons. Elliot W. Jakarta. 2001. D. Lehninger A. Principles of Biochemistry. Biochemistry and Molecular Biology. 2003... Principles of Biochemistry.C. Tata Mc Graw Hill Co.H. 5. Atlas Berwarna dan Teks Biokimia. 2003. EGC 3. Murray K.H. ed 25.

cair. TLC. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a) Menjelaskan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam analisis kuantitatif komponen aktif sediaan obat monokomponen dalam sediaan padat. Deskripsi Singkat Mata Kuliah Membicarakan pokok bahasan masalah analisis kuantitatif komponen tunggal atau kompleks obat dalam sediaan padat. GC. b) Menjelaskan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam analisis kuantitatif komponen aktif sediaan obat multikomponen dalam sediaan padat.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN ANALISIS FARMASI A. dan steril. serta kosmetika. semi padat. mampu memahami kelebihan dan kekurangan berbagai metode analisis kuantitatif. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa dapat memahami permasalahanpermasalahan yang dihadapi dalam analisis kuantitatif komponen aktif sediaan obat. baik sediaan monokomponen maupun multikomponen. fluorometri. 2. validasi metode analisis sesuai yang tercantum dalam farmakope.dan steril dan analisis kosmetik dengan metode spektrofotometri. 3. dan kosmetik serta mampu melaksanakan uji validasi metode analisis. dan elektrokimia. HPLC. RENCANA PEMBELAJARAN 1. semi padat. . mampu memilih metode analisis yang sesuai dan mampu mengaplikasikan metode analisis kuantitatif yang dipilih itu untuk analisis sediaan obat. cair.

semi padat. cair. serta penerapannya dalam analisis komponen aktif dalam sediaaan obat. semi padat.semi padat. cair. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Komponen aktif dan bahan pembantu dalam sediaan obat. Substansi Metode Fasilitas Arti penting analisis kuantitatif Ceramah dan -WB komponen aktif sediaan obat tanya jawab -OHP dalam pengawasan mutu sediaan -LCD obat. serta Minggu 2 Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB . d) Menjelaskan alasan-alasan yang menjadi dasar pemilihan metode analisis kuantitatif yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. serta analisis kuantitatif komponen aktif sediaan obat monokomponen dalam sediaan padat. serta melaksanakan uji validasi metode analisis. c) Menjelaskan kelebihan-kelebihan dan kekurangan-kekurangan metode-metode analisis kuantitatif. Metode-metode preparasi sampel/ pemisahan komponen aktif dari bahan pembantu yang digunakan dalam pembuatan sediaan obat. cair. dan steril. g) Melaksanakan kosmetika. analisis kuantitatif komponen aktif sediaan obat multikomponen dalam sediaan padat. Metode-metode analisis kuantitatif. Jadwal Kegiatan Mingguan a). dan steril. dan steril. h) Melaksanakan kosmetika i) Menjelaskan penilaian atas hasil analisis kuantitatif yang dilakukan j) Mampu memahami tujuan dan pengertian dari parameter-parameter uji validasi metode analisis. kelebihan dan kekurangannya. serta pemilihan metode analisis. serta kosmetika. Kuliah Pertemuan Topik Minggu 1 Pendahuluan. e) Menjelaskan teknik preparasi sampel untuk setiap bentuk sediaan f) Menjelaskan tahapan-tahapan analisis yang harus dilakukan pada setiap metode analisis yang akan diterapkan. B. dan pemisahan komponen aktif dari bahan pembantu sediaan obat.

semi -LCD padat. semi -LCD padat. semi -LCD padat.Pertemuan Topik obat monokomponen Substansi Metode Fasilitas -OHP -LCD kuantitatif obat monokomponen tanya jawab dalam sediaan obat padat dan semi padat secara spektrofotometri dan spektrofluorometri Minggu 3 Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB obat monokomponen kuantitatif obat monokomponen tanya jawab -OHP dalam sediaan obat cair dan steril -LCD spektrofotometri dan spektrofluorometri. Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB obat monokomponen kuantitatif obat monokomponen tanya jawab -OHP dalam sediaan obat padat. Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB obat multikomponen kuantitatif obat multikomponen tanya jawab -OHP dalam sediaan obat padat. cair dan steril secara spektrofluorometri. cair dan steril secara KCKT Minggu 10 Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB obat multikomponen kuantitatif obat multikomponen tanya jawab -OHP dalam sediaan obat padat. cair dan steril secara KLTDensitometri Ujian Tengah Semester Minggu 4 Minggu 5 Minggu 6 Minggu 7 Minggu 8 Minggu 9 Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB obat multikomponen kuantitatif obat multikomponen tanya jawab -OHP dalam sediaan obat padat. cair dan steril secara elektrokimia. Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB obat multikomponen kuantitatif obat multikomponen tanya jawab -OHP dalam sediaan obat padat. Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB obat multikomponen kuantitatif obat multikomponen tanya jawab -OHP dalam sediaan obat padat. semi -LCD padat. semi -LCD padat. semi -LCD padat. tanya jawab -OHP spektrofluorometri dan KLT/KLT-LCD . cair dan steril secara spektrofotometri. cair dan steril secara KGC Minggu 11 Analisis Kosmetika Preparasi dan tahapan analisis zat Ceramah dan -WB warna secara Spektrofotometri.

dan Tugas. monokomponen secara praktikum. diskusi. pre. diskusi. spektrofl uoromet er Analisis komponen aktif Praktikum preparasi. dan Tugas. Parameter-parameter uji validasi Pelaksanaan uji validasi Ceramah dan -WB tanya jawab -OHP -LCD Diskusi -WB kelompok -OHP dan umpan -LCD balik Diskusi -WB kelompok -OHP dan umpan -LCD balik Minggu 13 Analisis kuantitatif sediaan Studi kasus obat padat multikomponen secara spektrofotometri/ spektrofluorometri /KLTDensitometri/KCKT/KGC Minggu 14 Analisis kuantitatif sediaan Studi kasus obat semi padat multikomponen secara spektrofotometri/ spektrofluorometri /KLTDensitometri/KCKT/KGC Minggu 15 Analisis kuantitatif sediaan Studi kasus obat cair multikomponen secara spektrofotometri/ spektrofluorometri /KLTDensitometri/KCKT/KGC Minggu 16 Ujian Akhir Semester Diskusi -WB kelompok -OHP dan umpan -LCD balik b). dan analisis Hg dalam kosmetika secara AAS Metode Fasilitas Minggu 12 Validasi metode analisis Tujuan validasi metode analisis. analisis. . gelas. presediaan padat/semi padat pembuatan laporan test. spektrofluorometri. diskusi. monokomponen secara praktikum. potensio meter Alat-alat gelas.Pertemuan Topik Substansi Densitometri. dan Tugas. spektrofotometri. dan Tugas. spektrof otometer Alat-alat gelas. Analisis komponen aktif Praktikum preparasi. diskusi. laporan praktikum Modul 2 Modul 3 Modul 4 Analisis komponen aktif Praktikum preparasi. Potensiometri(elektrokimia) laporan praktikum. analisis. monokomponen secara praktikum. analisis.Alat-alat sediaan padat/semi padat pembuatan laporan test. Praktikum Pertemuan Topik Modul 1 Substansi Metode Fasilitas Alat-alat gelas. presediaan padat pembuatan laporan test. analisis. presediaan padat/semi padat pembuatan laporan test. laporan praktikum Analisis komponen aktif Praktikum preparasi.

KCKT secara KCKT laporan praktikum Analisis komponen aktif Praktikum preparasi. analisis. Spektrof ometer/T LC/TLC -Skener / Densito meter Modul 8 Modul 9 Modul 10 Analisis kosmetika Hg dalam Praktikum preparasi. pre. cair/steril multikomponen praktikum. analisis. analisis. spektrofl uoromet er Alat-alat gelas.Alat-alat sediaan padat/semi padat / pembuatan laporan test. diskusi. dan Tugas. Modul 5 secara Substansi Metode praktikum. TLCSkener/ Desnsio meter Analisis komponen aktif Praktikum preparasi sediaan padat / semi/ derivatisasi. pre. praktikum. laporan praktikum Fasilitas spektrof otometer Alat-alat gelas. analisis.Alat-alat sediaan/semi padat / pembuatan laporan test. cair/steril padat pembuatan laporan multikomponen secara spektrofluorometri. praktikum. Modul 6 Analisis komponen aktif Praktikum preparasi. gelas. diskusi. pre. predan test. AAS laporan praktikum Hasil dan permasalahan yang Diskusi -WB ditemukan dalam analisis kelompok -OHP kuantitatif dan umpan -LCD balik Hasil dan permasalahan yang Diskusi -WB ditemukan dalam analisis kelompok -OHP kuantitatif dan umpan -LCD balik Modul 11 Presentasi hasil praktikum Modul 12 Presentasi hasil praktikum . dan Tugas. diskusi. dan Tugas.Pertemuan Topik multikomponen spektrofotometri. diskusi. dan Tugas. analisis. diskusi. praktikum. dan Tugas. gelas. analisis. gelas. presediaan padat/semi padat/ pembuatan laporan test.Alat-alat pembuatan laporan test. KGC secara KGC laporan praktikum Analisis zat warna dalam Praktikum preparasi. cair/steril multikomponen praktikum. prekosmetika pembuatan laporan test. laporan praktikum dan Tugas. diskusi. laporan praktikum Alat-alat gelas. cair/steril multikomponen praktikum. secara KLT-Densitometri laporan praktikum Modul 7 Analisis komponen aktif Praktikum preparasi.

keterampilan. maka skor tertinggi diberikan untuk poin tugas-tugas. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. 2. baik monokomponen maupun multikomponen. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan/praktikum (berupa kuesioner. dilanjutkan Tanya jawab antara mahasiswa dan dosen. dengan tujuan mempersiapkan diskusi kelompok. Penilaian (Assesment) . Komponen pemahaman dan keterampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan. pre-test dan post-test praktikum. dan kritik-saran dari mahasiswa). kreativitas. merangkum pendapat-pendapat yang ada seshingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. dan leadership. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat dikukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. f) Pemaparan dan diskusi hasil percobaan dalam praktikum yang telah dilakukan C. Laptop dan LCD projector. ujian tengan semester. menggunakan metode analisis yang sesuai berdasarkan hasil diskusi kelompok yang telah dilakukan. e) Tugas/praktikum analisis kuantitatif komponen aktif. OHP. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut : Dosen menyiapkan bahan diskusi yang diambil dati tugas mandiri yang diberikan dan yang telah diperiksa. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. bekerja sama dengan teman satu jkelompo. White Board. dan ujian-akhir semester. Bentuk diskusi ini bagai mahasiswa akan mampu menganalisis bahan yang diberikan secara kelompok.2. aktif memberikan mendapat (saling memberi masukan) sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancer. Metode Pembelajaran dan bentuk kegiatan c) Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut : Dosen menerangkan dengan alat Bantu buku ajar. dilakukan sedikitnya satu kali. d) Pemberian tugas mandiri dan diskusi. dalam sediaan obat dan kosmetika. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah keahlian dan memerlukan latihan/praktikum yang intensif.

33 8.33 8. 1995. Ed..33 100 a) Ahuja. Inc.. S. ...J. F. 3.33 8.. Of. 2 nd.00 8. D. Academic Press.. Washington. G. DAFTAR PUSTAKA Skor Maks 200 200 300 100 100 100 100 100 1200 Presentase 16.. Newburger’s Manual Cosmetic analysis. Official Methods of Analysis. Official Methods of Analysis..W. A.Aspek pemilaian meliputi : Aspek penilaian Unsur Penilaian Pemaham keterampilan Tugas mandiri Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester Kreativitas Kreativitas dalam diskusi Membuat resume Leadership Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Jumlah Hasil akhir ditentukan sebagai berikut : Nilai A untuk > 960 poin (> 80%) Nilai B untuk 840 -959 poin ( 70 – 80%) Nilai C untuk 720 – 839 poin (60 – 70%) Nilai D untuk 480 – 719 poin (40 – 60%) Kurang dari 480 dianggap tidak lengkap/tidak lulus. 1977. Chem. 2001. Vol. S.. Maryland. d) Sanzel.. 2005.17 25.67 16. Handbook of Modern Pharmaceutical analysis. San Diego. and Scypinski. AOAC International. New York c) Horwitz. 16th.33 8. and Latimer. AOAC Intern. Ed. An. b) Cunnif. W.

distribusi dan ekskresi obat b. Hubungan struktur dengan proses absorbsi. a. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. Hubungan kuantitatif struktur dan aktivitas biologis obat.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN KIMIA MEDISINAL A. sifat kimia fisika dengan aktivitas biologis obat. sejarah dan ruang lingkup Kimia Medisinal serta hubungannya dengan bidang ilmu lain. b. manfaat Kimia Medisinal bagi farmasis. ekskresi obat. Menjelaskan hubungan struktur dengan proses absorbsi. Proses interaksi obat-biopolimer. Metabolisme obat dan senyawa organik asing lain. prinsip Ferguson dan model kerja obat. distribusi. 2. ruang lingkup. baik secara kualitatif maupun kuantitatif. untuk digunakan sebagai dasar untuk menjelaskan hubungan struktur dengan aktivitas biologis suatu kelompok turunan obat dan rancangan obat. Memahami proses interaksi obatreseptor dan metabolisme dengan aktivitas biologis obat. Deskripsi singkat matakuliah Kimia Medisinal Matakuliah Kimia Medisinal menyajikan materi yang berisi arti. Menjelaskan tujuan dan manfaat Kimia Medisinal bagi farmasis 2. 3. Aspek stereokimia dan aktivitas biologis. hubungan kelarutan dengan aktivitas biologis. Hubungan sifat kimia fisika dengan aktivitas bilogis obat. Menjelaskan definisi. Menjelaskan sifat interaksi obat-biopolimer secara nonspesifik dan spesifik . Modifikasi molekul dan rancangan obat yang rasional dan beberapa contoh obat: obat antiinfeksi (antibiotika dan sulfonamida). Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan prinsip-prinsip dasar hubungan struktur. Teori-teori interaksi obatreseptor serta ikatan kimia yang terlibat. a.Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: 1.

dengan menggunakan parameter tetapan lipofilik. Menjelaskan hubungan struktur dengan interaksi nonspesifik antara obat dengan protein plasma. 6. a. b. dipol-dipol. hidrogen. a. gangguan makromolekul dan teori pendudukan-aktivasi. a. . b. kecepatan. ion. b. Menjelaskan pengaruh perubahan pH. Menjelaskan hubungan kuantitatif struktur dengan aktivitas biologis obat menurut model Free-Wilson b. Menjelaskan pengaruh isomer cis-trans. koefisien partisi dengan aktivitas antibakteri kelompok turunan n-alifatis alkohol. Menjelaskan parameter kimia fisika yang digunakan pada model HKSA dari Hansch. lemak dan asam nukleat d. Menjelaskan hubungan prinsip Ferguson. Memberikan contoh-contoh aplikasi HKSA model Hansch e. elektronik dan sterik. Menjelaskan ikatan-ikatan kimia yang terlibat pada interaksi obat reseptor (ikatan kovalen. 3. Menjelaskan peran modifikasi isosterik dalam pengembangan obat. 8. dan hidrofob) dan peran ikatan tersebut terhadap aktivitas biologis obat. Menjelaskan teori interaksi obat reseptor yaitu teori klasik. Menjelaskan hubungan struktur dan interaksi spesifik antara obat dengan enzim biotransformasi dan reseptor. pendudukan. d. n-alkil resorsinol dan ester p-aminobenzoat. bentuk konformasi. Menjelaskan keunggulan dan kelemahan HKSA model Hansch dibandingkan model Free-Wilson 7. induced-fit. Menjelaskan hubungan kelarutan dengan aktivitas obat anestesi sistemik menurut teori Overton-Meyer 4. pKa dan ionisasi terhadap aktivitas biologis obat. Menjelaskan hubungan kuantitatif struktur dengan aktivitas biologis obat menurut model LFER Hansch. c. Menjelaskan hubungan struktur. van der Waals. Memberikan contoh-contoh modifikasi isosterik dan perubahan aktivitas biologis yang ditimbulkannya. a. c. 5. b. aktivitas Thermodinamik dengan Menjelaskan model kerja obat berstruktur tidak spesifik dan memberikan aktivitas obat anestesi sistemik dan antiseptik contohnya.c. a. a. diastereoisomer dan isomer optik terhadap aktivitas biologis obat dan memberikan contohnya.

sifat kimia fisika. d. contoh penisilin. atom C-alifatik dan alisiklik. serta gugus alkohol dan aldehida. a. Jadwal Kegiatan Mingguan Topik Pengantar Medisinal Kimia Substansi Metode Fasilit as -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD Minggu ke1 Definisi. Menjelaskan perubahan metabolik akibat reaksi asetilasi dan metilasi dari gugus fungsi obat. 10. Menjelaskan hubungan pembentukan khelat. Menjelaskan modifikasi senyawa induk menjadi turunan-turunan yang lebih baik. potensial redoks dan aktivitas permukaan dengan aktivitas biologis obat dan memberikan contohnya. 9. c. Menjelaskan perubahan metabolik akibat reaksi konyugasi dengan asam glukuronat. Ceramah dan dengan proses absorbsi. sejarah. C-O dan C-S. atom Cα – karbonil dan imin. distribusi dan tanya jawab ekskresi obat 2 Hubungan struktur dengan proses absorbsi. Menjelaskan perubahan metabolik akibat reaksi oksidasi dari gugus fungsi obat. a. sulfat. Menjelaskan HSA senyawa kation aktif c. gugus olefin. Menjelaskan proses bioaktivasi. glutation dan asam merkapturat dari gugus fungsi obat. sulfonamid B. Menjelaskan senyawa induk atau penuntun b.b. Menjelaskan perubahan metabolik akibat reaksi reduksi dari gugus-gugus fungsi aldehid dan karbonil. glisin dan glutamin. Ceramah dan hubungan dengan bidang ilmu lain. f. Menjelaskan pengaruh ikatan hidrogen terhadap sifat kimia fisika dan aktivitas biologis obat. atom C-benzilik dan alilik. distribusi .PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. atom C sistem C-N. nitro dan azo d. Menjelaskan perubahan metabolik akibat reaksi hidrolisis dari gugus-gugus fungsi ester dan amida e. serta memberikan contohnya. ruang lingkup. bioinaktivasi dan biotoksifikasi dalam metabolisme obat. tanya jawab tujuan dan manfaat Kimia Medisinal Hubungan struktur. b. yaitu gugus cincin aromatik.

kelarutan dan aktivitas biologis obat 5 Prinsip Ferguson dan Model kerja Obat Hubungan struktur.Hubungan kelarutan dengan aktivitas biologis senyawa homolog turunan n-alifatis alkohol. .Interaksi nonspesifik obat dengan protein plasma.Hubungan koefisien partisi tanya jawab dengan aktivitas anestesi sistemik .Interaksi spesifik obat dengan enzim biotransformasi dan Ceramah dan tanya jawab reseptor .Prinsip Ferguson dan aktivitas Ceramah dan tanya jawab termodinamik . n-alkil resorsinol dan Ceramah dan ester p-amino benzoat. .Senyawa berstruktur spesifik Ceramah dan . aspek stereokimia dan aktivitas biologis obat Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas Biologis Obat (HKSA) Interaksi reseptor 10 Interaksi Reseptor 11 Sifat Kimia Fisika dan aktivitas biologis obat Sifat Kimia Fisika ObatObat- -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD 6 7 8 9 Hubungan ionisasi dan ikatan hidrogen dengan aktivitas biologis obat Hubungan pembentukan khelat.Modifikasi isosterik dan aktivitas tanya jawab biologis obat .dan ekskresi obat 3 Interaksi biopolimer obatCeramah dan .Pengaruh isomer terhadap Ceramah dan aktivitas biologis obat tanya jawab Pendekatan HKSA Model de novo dari Free Wilson dan model LFER Ceramah dan dari Hansch tanya jawab Ikatan kimia yang terlibat pada interaksi obat-reseptor dan perannya Ceramah dan tanya jawab terhadap aktivitas bilogis obat Teori Interaksi Obat-reseptor Ceramah dan tanya jawab -WB -OHP -LCD 4 Hubungan struktur. .Senyawa berstruktur tidak spesifik . lemak dan asam nukleat. .Interaksi obat-biopolimer secara tanya jawab spesifik dan nonspesifik.

Hasil kuesioner akan diberikan kepada dosen pengampu.Proses bioaktivasi. yang terdiri dari pembahasan konsep-konsep materi kuliah dan tugas terstruktur. Materi kuliah diberikan dnegan peralatan Power Point.Reaksi konyugasi. reduksi dan hidrolisis dari gugus-gugus obat . Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Bentuk kegiatan proses pembelajaran meliputi tatap muka dan tanya jawab/diskusi selama 100 menit. 13 Topik Metabolisme. Evaluasi dilakukan dengan mengadakan Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). 2. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: . Minggu ke12. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. C. tanya jawab .Senyawa penuntun (lead compound) . aktivitas biologis dan rancangan obat Substansi Metode 14. bioinaktivasi Ceramah dan dan biotoksikasi dalam tanya jawab metabolisme obat . Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Modifikasi molekul dan rancangan obat rasional (SAR) .Contoh: penisilin dan turunannya Sulfonamid dan turunannya Fasilit as -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD 2.Modifikasi molekul dan tujuan rancangan obat rasional . diedarkan kuesioner yang diisi oleh mahasiswa pada waktu kuliah.Perubahan metabolik obat akibat reaksi oksidasi.dan aktivitas biologis obat potensial redoks dan aktivitas permukaan dnegan aktivitas biologis obat. sebagai feed back untuk perbaikan perkuliahan di masa mendatang. asetilasi dan metilasi dari gugus-gugus fungsi obat dikaitkan dengan aktivitas Ceramah dan biologik dan rancangan obat. OHP dan papan tulis. Untuk memantau kinerja dosen pengampu.

and Remers A.< 75 61 .W. New York. New York Siswandono.. 5th ed. Ed. Kimia Medisinal II. Burger’s Medicinal Chemistry aand Drug Discovery .Surabaya B.E...< 61 45 -< 55 < 45 Skor Maks 100 100 100 Persentase 40 60 100 D. 9th ed.Wiley-VCH. 2nd ed. New York . I-IV. 1991. Korolkovas A. Eds. Airlangga University Siswandono. DAFTAR PUSTAKA Delgado J.Aspek Penilaian Pemahaman Unsur Penilaian Skor Tengah Semester (STS) Skor Akhir Semester (SAS) Jumlah Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai Huruf A B+ B C+ C D E Nilai Angka ≥ 80 75 . Lea and Febriger Gringauz A.. 2000...< 80 66 .1995-1997.N. Introduction to Medicinal Chemistry.Surabaya Wollf M. Lippincott Foye W. John Wiley and Sons. 1997. Essential of Medicinal Chemistry. Vol. 1988. 2002..O.. Kimia Medisinal I. 2000..John Wiley & Sons.. Soekardjo Press. Airlangga University Press. 5th ed..< 66 55 . Wilson and Gisvold’s Textbook of Organic Medicinal and Pharmaceutical Chemistry.. Soekardjo B. Principles of Medicinal Chemistry. How Drugs Act and Why..

pemberian obat rasional secara individual.Proses dalam dispensing whiteboard . dan penyelesaian problema terapi obat berdasarkan aspek administrative. dan klinis. Mengaplikasikan penentuan beyond-use date terhadap obat yang diberikan pada pasien. dispensing tanya jawab laptop. farmasetis. dan klinis dalam pemberian obat pada pasien. dan aspek-aspek khusus dalam praktek Compounding dan Dispensing. penentuan dosis dan beyond-use date obat yang diberikan pada pasien. B. c. langkah-langkah compounding. penentuan beyond-use date. Mengaplikasikan teknik-teknik penyelesaian permasalahan yang berhubungan dengan aspek admistratif. Jadwal Kegiatan Mingguan Minggu Topik/Pokok keBahasan I Pendahuluan Praktek Farmasi Metode Fasilitas Pembelajaran Pengertian farmasi. . medication error dan pengatasannya. 2. teknis compounding. Deskripsi singkat kuliah Compounding dan Dispensing Secara keseluruhan mata kuliah Compounding dan Dispensing berisi materi tentang praktek Apoteker yang menyangkut Compounding dan Dispensing. 3.2. d. KULIAH PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. penyakit. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a. farmasetis. e. Memahami peranan Compounding dan Dispensing dalam praktek Apoteker b. Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa memahami dan menguasai arti penting Compounding dan Dispensing dalam praktek Apoteker. seperti skrining obat dan pengatasan permasalahan aspek administrative. pendosisan obat pada kondisi khusus. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1.Step-step dalam proses compounding Substansi Materi 15 . A. compounding. Mengaplikasikan penentuan pendosisan berdasar pada kondisi pasien. Ceramah dan LCD viewer. Program Studi Apoteker GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN COMPOUNDING dan DISPENSING I. Mampu menyelesaikan problema pembuatan sediaan-sediaan tertentu. farmasetis dan klinis. dan adanya interaksi obat.

berbagai sediaan obat.Tahap kritis dalam dispensing . ditimbang whiteboard . . berat minimal boleh tanya jawab laptop. fungsi administrasi.II Fungsi Apoteker .Teknik menimbang dan Ceramah dan LCD viewer. fungsi teknik. . medication error whiteboard Berbagai tipe dan penyebab dispensing error . whiteboard seperti serbuk. baik untuk pembuatan diskusi laptop. fungsi kemandirian .Farmasi sebagai profesi tanya jawab laptop.Perlurnya beyond-use date Ceramah dan LCD viewer.Cara compounding yang Ceramah dan LCD viewer.Solusi masalah dispensing error . Berbagai macam tanya jawab laptop. dalam compounding diskusi laptop.Tahapan dalam pengobatan Ceramah dan LCD viewer. sediaan cair.Karakteristik suatu profesi Ceramah dam LCD viewer. rasional tanya jawab laptop.Membuat sediaan obat dengan stabilitas yang baik . dan semi padat .Review perhitungan dalam compunding Langkah-langkah compounding .Definisi medication error Ceramah dan LCD viewer. dan dispensing whiteboard Cara-cara penentuan beyond-use date Aplikasi penentuan beyond-use date III Pengobatan Rasional IV Medication error dan dispensing error V Teknik-teknik Compounding VI Teknik-teknik Compounding VII Beyond-use Date . .Berbagai bentuk intervensi whiteboard terapeutik Berbagai penyebab problem terapi dengan obat .Fungsi-fungsi farmasis: whiteboard fungsi professional.Pengertian resep dan peresepan rasional .

PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1.VIII Pendosisan .Pendosisan untuk dewasa . permasalahan dalam praktek whiteboard Diskusi Compounding dan Ceramah dan LCD viewer. mikroba diskusi laptop. Pengatasan problema whiteboard oksidasi Pengatasan problema pembuatan sediaan suspensi dan emulsi Diskusi Compounding dan Ceramah dan LCD viewer.Pendosisan geriatri Ceramah dan LCD viewer. diserbuk diskusi laptop.Pengatasan kontaminasi Ceramah dan LCD viewer. . Dispensing tentang berbagai diskusi laptop. permasalahan dalam praktek whiteboard IX Pendosisan X Problema Compounding Sediaan Padat Problema Sediaan Cair XI XII Problema Compounding dan Dispensing Problema Compounding dan Dispensing Problema Compounding dan Dispensing XIII XIV 2.Penyesuaian dosis karena diskusi laptop. Dispensing tentang berbagai diskusi laptop. interaksi obat whiteboard . Dispensing tentang berbagai diskusi laptop.Pencampuran bahan sukar Ceramah dan LCD viewer. .Pendosisan untuk bayi diskusi laptop.Penggunaan wadah whiteboard . Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Pembelajaran dilakukan dengan ceramah/tatap muka dan diskusi/tanya jawab.Pendosisan untuk anak dan whiteboard remaja .Aplikasi . Hasil Pembelajaran . .Cara-cara pendosisan Ceramah dan LCD viewer. C. .Pemberian etiket . permasalahan dalam praktek whiteboard Diskusi Compounding dan Ceramah dan LCD viewer.

G. New YorK II. D. Marcel Dekker Inc.. A.C. Williams. peracikan obat sampai kepada : 20% : 80% . untuk memantau kegiatan dosen pengampu diberikan kuesioner yang diisi oleh mahasiswa di akhir sesi kuliah untuk masing-masing dosen. Martin’s Physical Pharmacy and Pharmaceutical Science. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1.Talbert. G. DiPiro. Brater. J. USP Convention Inc.. 27th Ed. Penilaian (student assessment) Bobot Penilaian : Kuis dan penugasan Ujian Akhir Semester Konversi Nilai : • A jika nilai ≥ 75 • 65 ≤ B < 75 • 55 ≤ C < 65 • 45 ≤ D < 55 • E < 45 D.. Matzke. Lippincot Williams & Wilkins. Washington. Anonim. Washington. Philadelphia.2005.. Rational Therapeutics A Clinical Pharmacologic Guide for Health Professional. American Pharmaceutical Association. Philadelphia. 2nd Edition. Boston. RL. 2..C.V. and Yu. J..B. and Mordenti.VII. 6th Edition.2006. Sinko..M.. Yee.Hasil pembelajaran diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran yang meliputi keaktifan dalam diskusi.. penugasan. 5th Edition..L. tanya jawab. Thompson. D. The Art. 6th Edition. L. dan ujian akhir semester. Selanjutnya.. and Kearns...2002. Ritschel W. Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach. L.. P. L. Rockville. G.C. New York. S.C. USP/NF. Vol. McGraw Hill. Lippincot Williams & Wilkins. A Practical Guide to Contemporary Pharmacy Practice.. D. Shargel. 2 nd Edition. Handbook of Basic Pharmacokinetics Including Clinical Applications.A.R.. American Pharmaceutical Association. R.J.Wu-pong. G.. Science. B.E. 5th Edition. DAFTAR PUSTAKA Allen Jr.C.2005.T.2004. P R A K T I K U M A.. J. Deskripsi singkat mata praktikum Compounding dan Dispensing Secara keseluruhan mata praktikum Compounding dan Dispensing berisi tentang kegiatan praktikum pelayanan resep yang mencakup skrining resep.. Wells. Posey. McGraw Hill.2004.L. and Technology of Pharmaceutical Compounding.2004. Applied Biopharmaceutics & Pharmacokinetics. 1990.

minikuis singkatan latin Praktik . Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa mampu mengaplikasikan praktik pelayanan resep di apotek atau rumah sakit. mengaplikasikan praktik pelayanan resep yang mencakup problem klinis d.minikuis khasiat dan penggolongan obat .praktikum pelayanan resep postes mencakup problem administratif dan farmasetis .praktikum pelayanan resep kompehensif . Skrining resep mencakup problem administratif.Tujuan Pembelajaran Khusus Setelah mengikuti mata praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu : a.minikuis sinonim obat dan sediaan lazim obat . Whiteboard dan Bahan obat dalam laboratorium III Praktik pelayanan resep 2 dan Bahan obat dalam laboratorium IV Praktik pelayanan resep 3 Praktik pelayanan Praktik postes Praktik postes dan Bahan obat dalam laboratorium dan Bahan dalam obat V . Mahasiswa juga diharapkan mengenali jenis dan fungsin berbagai macam alat kesehatan. mengenal dan memahami jenis dan fungsi berbagai macam alat kesehatan B. 3.minikuis (semua materi minikuis) Praktik postes Fasilitas LCD viewer. Tujuan pembelajaran mata praktikum ini juga melatih ketrampilan mahasiswa dalam meracik obat (to compound) dan membekali mahasiswa untuk mahir melakukan praktik pelayanan resep sesuai dengan standar kompetensi yang telah ditentukan oleh ikatan Sarjana Farmasi Indonesia.penyerahan obat kepada pasien.praktikum pelayanan resep mencakup problem administratif. membekali praktik pelayanan resep untuk menghadapi ujian kompetensi ISFI e.Penjelasan umum materi Diskusi diskusi praktikum kelompok pendahuluan . farmasetis dan klinis . PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. farmasetis serta problem klinis. mengaplikasikan praktik pelayanan resep yang mencakup problem farmasetis c. Mata praktikum ini juga dilengkapi dengan penjelasan alat-alat kesehatan.diskusi resep II Praktik pelayanan resep 1 . Laptop. Jadwal Kegiatan Mingguan Minggu Topik/Pokok Metode Substansi Materi keBahasan Pembelajaran I Asistensi dan . 2. mengaplikasikan praktik pelayanan resep yang mencakup problem administratif b.

tes obat-obatan I (obat-obat Diskusi SSP.pos peracikan obat .Ujian tertulis (mencakup penyelesaian 2 macam resep dan materi minikius keseluruhan) Praktikum pelayanan resep Praktik seperti model ujian kompetensi ISFI yang terdiri dari 4 pos . Laptop.pos penyerahan obat dengan konseling .praktikum pelayanan resep kompehensif . kelompok obat kontrasepsi.pos penyerahan obat dengan konseling Ujian praktik seperti model Ujian praktik ujian kompetensi ISFI laboratorium LCD viewer.pos perhitungan dosis dan penimbangan . Whiteboard VII Midterm Laboratorium VIII Praktik pelayanan resep 5 Bahan obat.pos peracikan obat . simulasi dokter dan pasien IX Evaluasi praktik 5 LCD viewer. obat saluran pernafasan) diskusi resep yang dipraktikkan pada praktik 5 Praktikum pelayanan resep Praktik seperti model ujian kompetensi ISFI yang terdiri dari 4 pos . simulasi dokter dan pasien XI Responsi Bahan alat obat. Whiteboard X Praktik pelayanan resep 6 Bahan obat.tes obat-obatan II (obat Ujian tertulis antineoplastik. obat darah. obat renal dan elektrolit) . Laptop.pos skrining resep .Tes obat-obatan III (obat Diskusi kardiovaskuler.diskusi resep dari praktik 14 . . kelompok Antimikroba.pos skrining resep . obat Hormonal. alat dispensing. alat dispensing. obat gastrointestinal. Analgetik) .resep 4 VI Evaluasi praktik 1-4 .pos perhitungan dosis dan penimbangan .

mahasiswa harus bisa menyelesaikan permasalahan resep sampai dengan konseling obatnya. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan : Pembelajaran untuk materi pelayanan resep dilakukan dengan praktik di laboratorium dengan soal yang berupa resep dengan riwayat penyakit dan pengobatan pasien oleh dosen yang bertugas. simulasi dokter dan pasien Alat kesehatan dan obat khusus XIII Tes alat Evaluasi dengan pengamatan Ujian tertulis kesehatan dan penjelasan fungsi alat kesehatan Alat kesehatan dan obat khusus 2. Sesi diskusi dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan praktikum sebelumnya. pos II tentang perhitungan dosis dan penimbangan. dengan harapan ada perbaikan dalam pelaksanaan praktikum berikutnya. Selanjutnya dosen melakukan evaluasi berupa postes. tablet lepas lambat dll) dispensing. Mahasiswa diminta menyelesaikan soal resep dalam bentuk diversen dan sediaan obat. dan pos IV tentang penyerahan obat dan konseling pasien. 2. Praktikum ini dilakukan dengan model 4 pos yaitu pos I tentang skrining resep. handihaler. midterm dan responsi. Bentuk praktikum kompetensi dilakukan dengan mengadopsi prosedur kegiatan ujian kompetensi oleh ISFI. pos III tentang peracikan. Komponen evaluasi antara lain meliputi minikuis. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. sphigmomanometer . tes obat-obatab. menjawab dan penguasaan materi). Penilaian (student assessment) Bobot penilian : . PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Dalam waktu 40 menit. Dengan mengkombinasikan model praktikum pelayanan resep dan model ujian kompetensi. aktivitas diskusi (keaktifan bertanya.diskripsi dan fungsi nebulizer. tetes telinga. tes gula darah. tetes mata. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama proses pembelajaran (berupa kuesioner dan kritik saran dari mahasiswa). Masing-masing pos diberikan alokasi waktu 10 menit.Diskripsi alat kesehatan Pengamatan . C. diharapkan mahasiswa mampu dan memiliki bekal yang cukup untuk melakukan pelayanan resep di apotek dan rumah sakit.XII Penjelasan alat kesehatan dan obat sediaan obat khusus . inhaler.diskripsi obat-obat khusus (kontrasepsi.

Edisi III. Mc Graw Hill.. Applied Therapeutics Inc. Lippincot Williams & Wilkins. Farmakope Indonesia. A Practical Guide to Contemporary Pharmacy Practice. Washington. L. PC.2004.1998.E. Anonim. .Strand. M.Minikuis benar) Praktik pelayanan resep dan Praktik kompetensi Diskusi Tes obat-obatan Midterm Responsi Ujian alat kesehatan Konversi Nilai : A jika nilai ≥ 75 65 ≤ B < 75 55 ≤ C < 65 45 ≤ D < 55 E < 45 D. L. Edisi IV. USA. 1995.E.. Ilmu Meracik Obat Teori dan Praktek. DAFTAR PUSTAKA : sebagai prasyarat mengikuti praktikum (70% : 30% : 10% : 10% : 15% : 25% : 10% Anief. Gadjah Mada University Press. Depkes RI. 1979.. R. Depkes RI.Morley. Clinical Clerkship Manual. Pharmaceutical Care Practice.. Jakarta Anonim. 1996.. Jakarta Boh.. Cipolle. USA Thopson. J. Yogyakarta..M. Farmakope Indonesia.J.1995.

psoriasis. osteoporosis. endometriosis. lymphomas. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a. ansietas dan gangguan tidur. Tujuan pembelajaran mata kuliah ini juga melatih ketrampilan mahasiswa menggunakan teknologi informasi (internet) untuk mengakses informasi mengenai perkembangan terapi terkini dan pengobatan berbasis bukti (evidence based medicines) pada kasus penyakit berbagai sistem organ. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus venous thromboembolism c. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus lymphomas. obesitas. inkontinensia urin.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN FARMAKOTERAPI TERAPAN A. multipel sklerosis. rhematoid arthritis. atopic dermatitis. gangguan pola makan (eating disorders). kanker paru. alergi pada obat. Deskripsi singkat mata kuliah Farmakoterapi Terapan Secara keseluruhan mata kuliah Farmakoterapi Terapan meliputi penatalaksanaan terapi rasional pada berbagai kasus penyakit sistem organ antara lain : gagal ginjal kronik. venous thromboembolism. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. 3. Penyakit Hubungan Seksual. pankreatitis. disfungsi ereksi. b. gout dan hiperurisemia. glaukoma. anemia dan Benign Prostatic Hyperplasia. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus acne vulgaris. acne vulgaris. melatih kerja sama dalam kelompok dan ketrampilan dalam melakukan presentasi serta mengemukakan pendapat dalam diskusi kelas. 2. . infeksi tulang dan sendi. Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada berbagai kasus penyakit sistem organ.

Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus osteomalasia. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. t. y. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus disfungsi ereksi. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus multipel sklerosis. v. r. menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus Penyakit Hubungan Seksual. i. q.Sistem penilaian Metode Fasilitas Pembelajar an Ceramah LCD viewer. menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus gagal ginjal kronik. Laptop. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus obesitas. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus kanker paru. B. whitebo . s. w. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus psoriasis. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus infeksi tulang dan sendi. n. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus glaukoma. h. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus Benign Prostatic Hyperplasia. e. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus ansietas dan gangguan tidur. m. p. k. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus gangguan pola makan (eating disorders). l. menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus endometriosis. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus anemia. Jadwal Kegiatan Mingguan pada Semester Gasal Mingg u keI Topik/Pokok Bahasan Pengantar Substansi materi -Metode / teknik pembelajaran . Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus pankreatitis. o. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus gout dan hiperurisemia. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus inkontinensia urin. f.d. j. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus alergi pada obat. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus atopic dermatitis. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus rhematoid arthritis. x. g. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus osteoporosis. u.

Laptop. Laptop. whitebo ard LCD viewer. whitebo ard LCD viewer. Laptop. whitebo ard Soal ujian. Laptop. lembar jawab LCD viewer.II Acne Vulgaris Tata laksana terapi rasional pada kasus acne Case Based vulgaris Learning III Venous thromboembolism Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based venous thromboembolism Learning IV Lymphomas Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based lymphomas Learning V Ansietas dan Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based ansietas dan gangguan tidur Learning gangguan tidur ard LCD viewer. whitebo ard LCD viewer. Laptop. whitebo ard LCD viewer. Laptop. VI Rhematoid arthritis Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based Rhematoid arthritis Learning VII Atopic dermatitis Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based Atopic dermatitis Learning VIII Gout dan Tata laksana terapi rasional pada kasus Gout Case Based hiperurisemia dan hiperurisemia Learning Osteomalasia Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based osteomalasia Learning Inkontinensia urin Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based inkontinensia urin Learning IX X XI Glaukoma Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based Glaukoma Learning XII Anemia Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based Anemia Learning . whitebo ard LCD viewer. Laptop. whitebo ard LCD viewer. whitebo ard LCD viewer. Laptop.

lembar jawab XIV Ujian Semester Akhir Semua materi Ujian tertulis 2. Laptop. whiteboard Case Based LCD Learning viewer. whitebo ard Soal ujian. whiteboard Case Based LCD Learning viewer. Laptop. whiteboard Case Based LCD Learning viewer. whitebo ard LCD viewer. Jadwal Kegiatan Mingguan pada Semester Genap Minggu Topik/Pokok ke Bahasan I Pengantar Substansi materi -Metode / teknik pembelajaran -Sistem penilaian Tata laksana terapi rasional pada kasus Gagal ginjal Kronik Tata laksana terapi rasional pada kasus endometriosis Tata laksana terapi rasional pada kasus Penyakit Hubungan Seksual Tata laksana terapi rasional pada kasus kanker paru Tata laksana terapi rasional pada kasus multipel sklerosis Tata laksana terapi rasional pada kasus gangguan pola makan (eating disorders) Tata laksana terapi rasional pada kasus alergi obat Metode Fasilitas pembelajaran Ceramah LCD viewer. whiteboard Case Based LCD Learning viewer. Laptop. Laptop. Laptop. whiteboard Case Based LCD Learning viewer. Laptop. whiteboard Case Based LCD Learning viewer. Laptop. Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based Benign Prostatic Hyperplasia Learning Laptop. whiteboard II Gagal Ginjal Kronik Endometriosis III IV Penyakit Hubungan Seksual Kanker paru V VI Multipel sklerosis Gangguan pola makan (eating disorders) Alergi pada obat VII VIII . whiteboard Case Based LCD Learning viewer.XIII Benign Prostatic Hyperplasia. Laptop. Laptop.

kelompok II dan kelompok III sebagai kelompok penanya/penyanggah dan wakil kelompok IV sebagaii moderator. sedangkan mahasiswa lainnya ( audiens) sebagai penanya/penyanggah. Keaktifan mahasiswa dalam diskusi kelas dinilai berdasarkan keaktifan bertanya. Laptop. whiteboard LCD viewer. kelompok II sebagai penyaji. Kelompok I sebagai kelompok penyaji. whiteboard LCD viewer. whiteboard LCD viewer. whiteboard Soal ujian. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Pembelajaran dilakukan dengan metode Case Based Learning. Mahasiswa dibagi dalam 13 – 14 kelompok (sesuai dengan topik diskusi).IX Psoriasis Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based psoriasis Learning Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based infeksi tulang dan sendi Learning Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based obesitas Learning Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based disfungsi ereksi Learning Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based pankreatitis Learning Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based osteoporosis Learning Semua materi Ujian tertulis X Infeksi tulang dan sendi Obesitas XI XII Disfungsi ereksi XIII Pankreatitis XIV Osteoporosis XV Ujian Akhir Semester LCD viewer. whiteboard LCD viewer. menjawab atau menyanggah serta penguasaan materi dari masing-masing mahasiswa secara individu. Dosen pengampu memberikan kasus kepada kelompok penyaji yang sudah ditentukan. Laptop. Dosen pengampu membuat dan mengisi formulir / blangko penilaian diskusi pada saat pelaksanaan diskusi kelas. Kelompok penyaji wajib menyusun makalah sesuaii dengan kasus diskusi untuk diserahkan kepada dosen pengampu dan dibagikan kepada kelompok I dan II sebagai kelompok penanya/penyanggah. Demikian seterusnya. whiteboard LCD viewer. Laptop. kelompok III dan IV sebagai penanya/penyanggah dan wakil kelompok V sebagai moderator. Dengan model . Laptop. lembar jawab 2. Laptop. Laptop.

G. New York . and Michael. Wells. New York Scwinghammer TL. L. J. 2005.. Posey.R.. V. J. Pharmacotherapy a Pathophysiological Approach.. Lingappa.. E.C. (Eds). L.. W. Pharmacotherapy : A Pathophysiologic Approach. Penilaian (student assessment) Bobot Penilaian : Makalah Aktivitas diskusi Ujian Akhir Semester Konversi Nilai :      A jika nilai ≥ 75 65 ≤ B < 75 55 ≤ C < 65 45 ≤ D < 55 E < 45 : 20% : 30% : 50% D. Appleton & Lange. Komponen evaluasi antara lain meliputi aktivitas diskusi (keaktifan bertanya.L. L. S. D.. Lange. G. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Stamford Dipiro... Stamford Herfindal. 4rd ed. Yee. Philadelphia McPhee. Talbert.diskusi tersebut di atas diharapkan dapat memberikan kesempatan yang sama terhadap semua mahasiswa untuk terlibat dalam diskusi kelas. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Pharmacotherapy Casebook : A Patient Focused Approach.F.D. 7th Ed.M...G. Pathophysiology of disease: An introduction to Clinical Medicine. Textbook of Therapeutics Drug and Disease Management. R. C. 5th Ed. A. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama proses pembelajaran (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa). 2. Ganong. penyusunan makalah dan Ujian Akhir Semester. 2001. 3 rd ed. 2002.R (Eds). Lippincot Williams and Wilkins.T. 2000... The McGraw-Hill Companies Inc. Matzke. McGraw-Hill Companies. 2002. DAFTAR PUSTAKA DiPiro.. menjawab dan penguasaan materi). Appleton & Lange.T.R. Gourley.

Memahami pengendalian apotek (aset. pelayanan resep. studi kelayakan apotek. d. sediaan farmasi. jaminan mutu pelayanan farmasi. bebas terbatas dan generik serta pelayanan informasi obat dan konselling. Diskripsi singkat mata kuliah Manajemen Farmasi Mata kuliah manajemen Farmasi Komunitas ini mempelajari tentang pendirian apotek. sediaan farmasi dari perencanaan. narkotika dan psikotropik. obat wajib apotek.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN MANAJEMEN FARMASI A. pengendalian apotek dari persediaan farmasi. Tujuan pembelajaran: Mahasiswa mengenal dan memahami konsep manajemen Apotek. sumber daya manusia. manajemen keuangan. perpajakan. administrasi. dan obat bebas. pengelolaan apotek dari SDM. mengukur kinerja dan mengevaluasi kinerja farmasi. pendistribusian. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. dan harga obat) . Memahami dalam penetapan harga obat di apotek dan perpajakan. c. strategi pengembangan apotek serta memahami pengukuran dan evaluasi kinerja farmasi (Apotek) 3. 2. jaminan mutu. pembelian. narkotika dan psikotropik Memahami pelayanan resep. harga dan uang. obat bebas. resep. Tujuan pembelajaran Khusus Setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. g. administrasi. SDM. obat wajib apotek. pasien.pengelolaan sediaan farmasi. penyimpanan. e. dan pemusnahan Memahami pengelolaan obat-obat yang rusak dan ED. pengelolaan obat-obat expired date (ED). b. studi kelayakan. Mengerti dan memahami peran penting manajemen pengelolaan apotek Memahami dan dapat mendirikan apotek berdasarkan peraturan yang ada serta dapat membuat studi kelayakan apotek Memahami pengelolaan sumber daya manusia. f. yang dimulai dari pendirian apotek. strategi pengembangan apotek. manajemen keuanagan.

j. OHP. p . pengelolaan obat-obat sound rusak dan Expired date system pengelolaan resep Whiteboar P Ceramah Tanya jawab d. i. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. persyaratan APA Studi kelayakan apotek Metode Pembelajaran Kuliah. elayanan obat wajib sound apotek system. SIA. note Proses pendirian book. Apotek LCD. APA. note psikotropika book. Tanya jawab Fasilitas III Pengelolaan Apotek - IV Pengelolaan persediaan farmasi - V Pengelolaan resep dan obat-obat khusus - VI Pelayanan - OHP. OHP.h. Memahami tentang jaminan mutu pelayanan kefarmasian Memahami manajemen keuangan di apotek Memahami strategi pengembangan apotek Memahmi pengukuran dan evaluasi kinerja bisnis farmasi berdasar balanced scorecard. OHP. administrasi apotek sound system Ceramah. Apotek sound system Ceramah. tanya Whiteboar Pengelolaan Sumber jawab dan kuis d. Jadwal Kegiatan Mingguan Mingg Pokok Bahasan u ke I Pendahuluan Substansi II Pendiriaan Apotek Pengertian Apotek. tanya Whiteboard Perencanaan jawab dan kuis . Tanya Whiteboar Persyaratan pendirian jawab d. note p book. note Pengelolaan book. Soundsyste m. Daya Manusia LCD. B. note Penyimpanan book. sound system Ceramah. OHP. pengelolaan LCD. tanya Whiteboard pengelolaan narkotika jawab dan kuis . Apoteker. OHP. LCD dan whiteboard Kuliah. Pembelian LCD. elayanan resep LCD. k.

ROA. LCD. sound system VII Penetapan harga dan perpajakan - VIII Pengendalian Apotek - Ceramah Tanya jawab IX Manajemen keuangan - Studi kasus X Jaminan mutu pelayanan Apotek - Ceramah Tanya jawab Whiteboar d. note book. IRR. OHP. sound system Whiteboar d. OHP. sound system Whiteboar d. sound system XI Strategi pengembangan Apotek - Ceramah Tanya jawab . LCD. LCD. NPV. bebas terbatas p elayanan obat generik p elayanan informasi obat dan konselling penetapan harga obat dengan resep penetapan harga obat tanpa resep jenis pajak dalam apotek Pengendalian sediaan farmasi Pengendalian harga Pengendalian uang Pengendalian pelayanan Pendahuluan analisis keuangan Neraca laba-rugi Break event point dan pay back periode Analisis keuangan (ROI. LCD. note book. TOR) Nilai waktu uang untuk studi kelayakan (PP. MIRR) Standar pelayanan di Apotek Indicator pelayanan apotek Merancang Jaminan mutu pelayanan di apotek Pengertian manajemen strategi Strategi bisnis terfragmentasi Strategi level corporate. note book. note book. sound system Whiteboar d. bisnis dan fungsional Strategi pengembangan apotek Ceramah Tanya jawab Whiteboar d. LCD. OHP. net profit margin. OHP.- elayanan obat bebas. note book. OHP.

PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. tanya jawab dan studi kasus dalam bentuk diskusi untuk merangsang mahasiswa belajar mandiri di rumah. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Pembelajaran dilakukan dengan ceramah tatap muka dikelas.XII dan XIII Mengukur kinerja dengan balanced Scorecard - XIV Presentasi studi kelayakan pendiriaan apotek - Pengertian balanced scorecard (BSC) Empat perspektif dalam balanced scorecard Mengukur kinerja dengan BSC Presentasi masingmasing kelompok Diskusi dengan studi kasus Whiteboar d. note book. Hasil Pembelajaran . evaluasi dan pengukuran kinerja dengan balanced scorecard. serta studi kelayakan pendirian apotek). sedangkan kelompok lainnya (mahasiswa lain) sebagai penanya/penyanggah. sound system Whiteboard . Dengan model diskusi tersebut diatas diharapkan dapat memberikan kesempatan yang sama terhadap semua mahasiswa untuk terlibat dalam diskusi kelas. note book. Dalam studi kasus mahasiswa dibagi menjadi 4-5 kelompok. menjawab dan menyanggah serta penguasaan materi dari masing-masing mahasiswa secara individu. studi kasus XV Ujian akhir semester - Semua materi kuliah Ujian tertulis termasuk makalah studi kasus 2. C. OHP. Kepada masing-masing kelompok diberi tugas penelusuran jurnal atau case study terhadap kasus yang ada. LCD. sound system Lembar soal dan lembar jawaban Diskusi. Pada pelaksanana diskusi kelas dipilih masing-masing 2-3 kelompok penyaji. Keaktifan mahasiswa dalam diskusi kelas dinilai berdasarkan keaktifan bertanya. OHP. kemudian dibuat makalah untuk semua topik diskusi (manajemen keuangan. Dosen pengampu membuat dan mengisi formulir/blangko penilaian diskusi pada setiap diskusi kelas. LCD. Hal ini dilakukan mengingat jumlah mahasiswa yang cukup besar.

. Laing. Jakarta Dessele. Airlangga University Press. M. Managing Drug Supply.. Keputusan MenKes RI No 1027/MenKes/SK/IX/2004 tentang standar Pelayanan Farmasi di Apotek.< 65 D.R. J. Penilaian (student assessment) Aspek penilaian meliputi: Makalah Diskusi Ujian akhir TOTAL 15% 15% 70% 100% Penilaian berdasarkan standar yang sudah ditetapkan. tentang obat wajib Apotek. keputusan menteri kesehatan no 347/MenKes/SK/VII/1990. J.O.. DepKes RI. menjawab dan penguasaan materi). David. DAFTAR PUSTAKA Anonim. penyusunan makalah dan ujian akhir semester.W. Z. 2001. 2. P. Solo . Ar-rahman. Manajemen Apotek Praktis. 2002. Surabaya Quick. jika nilai 65 .R.. P.Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi yang dilakukan yang meliputi: aktivitas diskusi (keaktifan bertanya. Manajemen Apoteker. Jakarta Anonim. jika nilai 45 . Kumarin Press. Pharmacy Management Assentials for All Practice Setting. USA Seto. tentang ketentuan dan tata cara pemberian ijin Apotek. yaitu: A.< 75 C jika nilai 55 . 1990. DepKes RI. Rankin. Jakarta Anonim. 2004. USA Umar.. 1993. Keputusan Kesehatan RI No 1332/MenKes/SK/X/2002 tentang perubahan atas perubahan atas peraturan MenKes RI tentang ketentuan dan tata cara pemberian ijin Apotek. 2005.D. second edition.< 55 E jika nilai < 45 D. jika nilai >= 75 B. West Harford. 1997. 2005.. Depkes RI. Shane. O’Connor.. The McGraww-Hill Compony.S. Peraturan Menteri Kesehatan No 922/MenKes/per/X/1993.. DepKes RI. R. Jakarta Anonim.

2. mengaplikasikan penggunaan obat yang rasional. kendala-kendala praktek.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN PELAYANAN KEFARMASIAN (PHARMACEUTICAL CARE) A. melakukan langkah-langkah praktek pelayanan kefarmasian. kunci kebutuhan pasien akan terapi obat. Apoteker praktek. kompetensi Apoteker praktek. Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa memahami dan mampu membedakan praktek kefarmasian dengan pardigma lama dengan paradigma baru. kategori problema terapi obat dan penyebabnya. definisi dan ruang lingkup. menjelaskan kendala dan pemasaran pelayanan kefarmasian. metode-metode pengatasan problema terapi obat secara sistematik. Langkah-langkah menerapkan pelayanan kefarmasian. menggunakan kategori problema terapi obat untuk diaplikasikan dalam menjelaskan peraturan yang berhubungan dengan praktek pelayanan kefarmasian. . peraturan tentang pelayanan kefarmasian baik di Indonesia maupun di negara lain. menjelaskan kompetensi praktek. Deskripsi singkat kuliah Pelayanan Kefarmasian Secara keseluruhan mata kuliah Pelayanan Kefarmasian berisi materi tentang praktek Apoteker dengan paradigma baru. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. dan pemasaran pelayanan kefarmasian. kasus-kasus klinis dengan cara pengatasanny secara sistematik.

Informasi yang diperlukan dalam penggunaan obat secara rasional 1. Mengaplikasikan langkah-langkah praktek Apoteker dengan paradigma baru. III 1. paradigma baru sound system. Mampu menggunakan cara-cara sistematik dalam pengatasan problema terapi obat. Laptop. Mejelaskan perbedaan praktek Apoteker dengan paradigma lama dan paradigma baru. d. Jadwal Kegiatan Mingguan Mingg u keI Topik/Pokok Bahasan Pendahulauan 1. Lima kunci kebutuhan pasien akan Ceramah obat dan diskusi 2. mengatasi. b. 2. Berbagai penyebab terjadinya dan diskusi problema terapi obat IV Penggunaan Obat Rasional . Mengaplikasikan kategori problema terapi obat dalam mengidentifikasi. B. g. kefarmasian (siklus terapi obat) whitebo Standar Pelayanan Kefarmasian ard LCD viewer. Laptop. Definisi dan ruang lingkup Laptop. whitebo ard Substansi materi II Kompetensi Apoteker Praktek dan Standar Pelyanan Penggunaan Obat Rasional 1. 2. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Kategori problema terapi obat Ceramah 2. 4. OHP Kompetensi Apoteker Ceramah LCD Peningkatan kompetensi dan diskusi viewer. Menguraikan kendala dan cara promosi pelayanan kefarmasian. dan mencegah problema terapi obat. Menguraikan problema terapi obat dan penyebabnya. f.3. whitebo ard LCD viewer. Metode Fasilitas Pembelajar an Pelayanan kefarmasian dalam Ceramah LCD praktek Apoteker dan diskusi viewer. 3. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a. Kompetensi dalam pelayanan Laptop. 3. c. Pelayanan komprehensif whitebo Perbedan paradigma lama dan ard. e. 4. Menguraikan kompetensi Apoteker praktek.

V

Pendekatan Penyelesaian Problema terapi obat Kasus dengan Pendekatan SOAP Kasus dengan Pendektan SOAP (lanjutan) Kasus dengan pendekatan 5 kunci kebutuhan pasien akan terapi obat Kasus dengan Pendekatan PWDT

1. Tahap-tahap penyelesaian problema Ceramah terapi obat dan diskusi 2. Pendekatan 5 kunci kebutuhan pasien akan terapi obat 3. Pendekatan SOAP/FARM 1. Contoh kasus pasien dengan Ceramah problema terapi obat dan diskusi 2. Penyelesaian tahap demi tahap terhadap problema terapi obat 1. Beberapa contoh kasus lainnya Ceramah dengan pendekatan penyelesaian dan diskusi metode SOAP 1. Presentasi kasus Ceramah 2. Langkah-langkah penyelesaian dan diskusi dengan metode 5 kunci kebutuhan pasien akan terapi obat 1. Pendekatan PWDT 2. Presentasi kasus 3. Langkah-langkah problema Ceramah dan diskusi penyelesaian

LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer,

VI

VII

VIII

IX

X

Kendala-kendala Praktek Pelayanan Kefarmasian Kendala-kendala Praktek Pelayanan Kefarmasian (lanjutan) Pemasaran Pelayanan Kefarmasian Pemasaran Pelayanan Kefarmasian (lanjutan) Pemasaran Pelayanan

1. Perubahan perilaku 2. Komitmen untuk berubah 3. Kekurangan dalam ketrampilan 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. Hambatan sistem Hambatan sumber daya Hambatan intra-profesional Hambatan edukasi Priinsip-prinsip pemasaran Identifikasi pelanggan Penentuan pelayanan

Ceramah dan diskusi

XI

Ceramah dan diskusi

XII

Ceramah dan diskusi

XIII

1. Siklus pemasaran 2. Target pemasaran

Ceramah dan diskusi

XIV

3. Metode-metode pemasaran 4. Keberhasilan pemasaran

Ceramah dan diskusi

Kefarmasian (lanjutan)

Laptop, whitebo ard

2. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Pembelajaran dilakukan dengan ceramah/tatap muka dan diskusi/tanya jawab.

C. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran yang meliputi keaktifan dalam diskusi, tanya jawab, penugasan, dan ujian akhir semester. Selanjutnya, untuk memantau kegiatan dosen pengampu diberikan kuesioner yang diisi oleh mahasiswa di akhir sesi kuliah untuk masing-masing dosen. 2. Penilaian (student assessment) Bobot Penilaian : Kuis dan penugasan Ujian Akhir Semester Konversi Nilai :       D. DAFTAR PUSTAKA 1. Rovers, J.P., Currie, J.D., Hagel, H.P., McDonough, R.P., Sobotka, J.L., 2003, A Practical Guide to Pharmaceutical Care, 2nd Eddition, AphA, Washington, D.C. 2. Cipolle, R.J., Strand, L.M., and Morley, P.C., 1998, Pharmaceutical Care Practice, McGraw Hill, New york. 3. Tindall, W.N., and Millonig, M.K., 2003, Pharmaceutical Care: Insight from Community Pharmacists, CRC Press, Boca Raton. A jika nilai ≥ 75 65 ≤ B < 75 55 ≤ C < 65 45 ≤ D < 55 E < 45 : 20% : 80%

4. Tietze, K.J., 2004, Clinical Skill for Pharmacists A patient-Focused Approach, 2nd Edition, Mosby, St. Louis. 5. Ritschel W.A. and Kearns, G.L., 2004, Handbook of Basic Pharmacokinetics ... Including Clinical Applications, 6th Edition, American Pharmaceutical Association, Washington, D.C. 6. Williams, R.L., Brater, D.C., and Mordenti, J., 1990, Rational Therapeutics A Clinical Pharmacologic Guide for Health Professional, Marcel Dekker Inc, New York. 7. DiPiro, J.T., et al., 2005, Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach, 6th Edition, McGraw Hill, New York.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->