GBRP

(GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN) FAKULTAS FARMASI
1. S1 Program Studi Farmasi

GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN
BOTANI FARMASI (Morfologi, Anatomi, Fisiologi Tumbuhan) A. RENCANA PEMBELAJARAN 1. Deskripsi Singkat Mata Kuliah Botani Farmasi Mata kuliah Botani Farmasi berisi pokok bahasan tentang morfologi tumbuhan, struktur anatomi dan proses fisiologi yang terjadi dalam sel tumbuhan. Pada mata kuliah ini juga dibahas klassifikasi tumbuhan tingkat tinggi, karakter, karakteristik tumbuhan, bentuk morfologi organ vegetatif dan organ generatif tumbuhan, perkembangan tumbuhan dari embrio hingga dewasa, struktur sel tumbuhan, klassifikasi jaringan tumbuhan, metabolisme tumbuhan dan peranan enzim, fotosintesis, reaksi fotoisis, fiksasi CO2, respirasi, glikolisis, siklus Kreb’s, senyawa kimia yang dihasilkan tumbuhan. 2. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari mata kuliah ini diharapkan mahasiswa dapat mengenal dan memahami tumbuhan yang meliputi : terminology morfologi, karakter dan karakteristik tumbuhan, klassifikasi tumbuhan tingkat tinggi (Spermatophyta) dengan contoh spesies yang berkhasiat sebagai tumbuhan obat, bentuk dan type akar, batang, daun, bentuk dan type bunga, buah dan biji. Selain itu mahasiswa dapat memahami struktur bagian dalam dari tumbuhan, bentuk sel, organel dan zat ergastik beserta fungsinya, proses kimia yang terjadi dalam sel, enzim-enzim yang membantu reaksi kimia dalam sel tumbuhan, fotosintesis reaksi umum, mekanisme masuknya energi cahaya kedalam sel tumbuhan, fiksasi CO2 dan metabolisme karbohidrat, respirasi, reaksi umum, pemecahan substrat respirasi menjadi asam piruvat, siklus Kreb’s, senyawa kimia (metabolit sekunder) yang dihasilkan tumbuhan. 3. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a. Menjelaskan terminology morfologi, karater dan karekteristik tumbuhan, klassifikasi tumbuhan tingkat tinggi.
15

b. Menjelaskan tentang struktur sel tumbuhan meliputi struktur dan fungsi dinding sel, protoplasma, inti sel, protoplasma, inti sel, sitoplasma dan organel yang tersuspensi didalamnya, serta zat ergastik. c. Menjelaskan macam dan fungsi jaringan tumbuhan, jaringan dermal (kulit; epidermis dan periderm), fundamental (dasar ; parenkim, kollenkim dan sklerenkim) dan vascular (pembuluh ; xylem dan floem). Struktur dan fungsi stomata, trikom, parenkim, kollenkim dan sklerenkim, struktur dan fungsi xylem dan floem. d. Menjelaskan proses metabolisme yang tejadi dalam seltumbuhan, macam dan peran enzim. e. Menjelaskan reaksi fotosintesa, mekanisme masuknya energi cahaya mata hari kedalam sel tumbuhan, penambatan CO2 dalam sel dan metabolisme karbohidrat. f. Menjelaskan reaksi respirasi, substrat respirasi, glikolisis, pemecahan karbohidrat menjadi asam piruvat, siklus Kreb’s. g. Menjelaskan senyawa kimia (metabolit sekunder) yang dihasilkan tumbuhan . B. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Topik Minggu 1 Pendahuluan, pengertian dan ruang lingkup morfologi, anatomi dan fisiologi tumbuhan Minggu 2 Terminologi morfologi Minggu 3 Substansi Metode Fasilitas Peran tumbuhan bagi Ceramah dan WB,LCD kehidupan, dan lingkungan Tanya jawab

Minggu 4 Minggu 5 Minggu 6

Minggu 7

Karater dan karekteristik tumbuhan berdasarkan habit dan morfologi serta kegunaan Organ Tipe organ vegetatif; akar, tumbuhan batang, daun dan organ tingkat tinggi generatif ; bunga buah dan biji Sistim Tumbuhan tallophyta, klassifikasi Tracheophyta, Klassifikasi, tumbuhan identifikasi Lanjutan Deskripsi,,nomenklatur, Tumbuhan thallophyta dan tracheophyta Perkembangan Pembentukan embrio, tumbuhan dari differensiasi jaringan embrio hingga tumbuhan dewasa Struktur sel Struktur dinding sel, tumbuhan dinding primer, dinding sekunder, lamel tengah

Ceramah dan WB, LCD Tanya jawab WB,LCD

Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab

Minggu 8 Minggu 9 Minggu 10 Minggu 11

lanjutan

Minggu 12 Minggu 13 Minggu 14 2.

Protoplasma, struktur dan fungsi inti sel, sitoplasma, organel dan zat ergastik Klassifikasi Jaringan meristematis, jaringan permanent, jaringan dermal, tumbuhan fundamental, vaskular Metabolisme Proses anabolisme, sel dan peranan katabolisme, peranan enzim enzim, sifat enzim Fotosinteis Reaksi umum fotosintesis, peranan klorofil dan cahaya, mekanisme masuknya energi dari cahaya matahari ke dalam se tumbuhan. lanjutan Reaksi fotolisis, mecahan molekul air, penambatan CO2, metabolisme karbohidran. Respirasi Reaksi umum respirasi, substrat respirasi dan penguraiannya, glikolisis, siklus Kreb’s Senyawa kimia Senyawa metabolit primer yang dihasilkan dan metabolit sekunder tumbuhan

Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab

Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab

Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Bentuk kegiatan adalah tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut : Dosen menerangkan dengan alat Bantu buku ajar, WB, Laptop dan LCD projector yang dilanjutkan diskusi dan Tanya jawab antara Dosen dan mahasiswa. Bentuk kegiatan lain adalah pemberian tugas mandiri wajib membuat summary dari suatu topic yang di cari dari bahan bacaan dari internet, kemudian dipresentasikan di depan local. Bentuk diskusi ini ditujukan agar mahasiswa mapu menganalisis bahan yang diberikan, dan aktif memberikan pendapat, saling memberi masukan sesuai dengan pokok bahasan, sehingga diskusi berjalan lancar dan mahasiswa tidak hanya menerima bahan kuliah dari Dosen, tetapi berperan aktif dan mampu merangkum pendapat yang ada sehingga pemahaman terhadap suatu pokok bahasan menjadi mendalam. Untuk lebih memantapkan pengetahuan mahasiswa tentang tumbuhan, kuliah tatap muka juga dilengkapi dengan kegiatan praktikum di laboratorium dengan beberapa objek praktikum meliputi pengenalan tumbuhan secara morfologi dan anatomi.

3.

RENCANA EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur berdasarkan evaluasi dari kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Komponen evaluasi meliputi : pemahaman, keterampilan, kreativitas, dan leardership seorang mahasiswa

2.untuk 65 .65 Nilai C untuk 50 . maka skor tertinggi diberikan untuk point tugas.100 Nilai A untuk 85 -90 Nilai A.85 Nilai B+ untuk 75 -80 Nilai B untuk 70 . stomata. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi No 1.untuk 80 .5 7. Hasil akhir ditentukan sebagai berikut : Nilai A+ untuk 90 .5 7. pati dan kristal 7 Jaringan epidermis. kromoplas dan leukoplas 6 Zat ergastik. trikom 8 Jaringan parenkim 9 Jaringan kollenkim 10 Jaringan sklerenkim. Ujian raktikum. pendapat. Ujian semester Kreativitas Keaktifan dalam diskusi Membuat resume Leadership Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Jumlah skor Skor maks Persentase 7.70 Nilai C+ untuk 60 . kritik. Aspek Penilaian Unsus penilaian Pemahaman Tugas keterampilan Ujian Tengah semester.5 15 15 25 7. ujian tengah semester.5 7. 3. sklereid dan fiber 11 Organ tanaman monokotil dan dikotil . Monitoring dan umpan balik dari mahasiswa selama kuliah dilakukan melalui pengisian kuisioner.55 Kurang dari 50 dianggap tidak lengkap/tidak lulus Objek Praktikum Morfologi Anatomi Fisiologi Tumbuhan (Botani) Farmasi Minggu Topik Praktikum 1 Pengenalan tumbuhan berdasarkan habitus dan kegunaan 2 Melakukan deskripsi tumbuhan berdasarkan karakter dan karakter state 3 Pengenalan koleksi dan pembuatan herbarium 4 Pengenalan Sel tumbuhan 5 Kloroplas.Komponen pemahaman dan keterampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan pada setiap pokok bahasan.5 7. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah keahlian dan memerlukan latihan yang intensif.75 Nilai B. ujian akhir semester dan ujian praktikum. saran dan harapan dari mahasiswa.5 2.

J. Shukla. Plant physiology. John Willey & Sons. P. Publishing Hous PVT. A -2. Univ California. USA. New York. DAFTAR PUSTAKA 1. New Delhi India. USA. Hill. C. Stocking. W-5 Salisbury and W. Inc. M. New York. M. Univ California. Plant Classification. Botany an Introduction to Plant Biology. Rost. Ross. 1979.. T. A-2.o. 1982. W. 1985. T. Inc. 1978. W-2.. . Backer.. C. Inc. An Introduction to Taxonomy of angiospermae. John Wiley & Sons. F. B. Bidwell. Anjuran A-1. Barbour. D. Aplied Plant Anatomy. 1979.4. G. Cutler.. Longman. Shital. 1960.. R. L. L. Mc Millan Publishing Co.. H.. 2. John Willey & Sons. R.C. LTD. Vikas. P. USA. S. Anatomy of Seed Plants. R. W-3. W. Overholts. Grove. Wajib W-1.Popp. 1989 Plants physiology. McGraw-Hill Book Company.. Elliot. New York. Katherine Esau.. London. W-4. 1999. Botany. A.

menjelaskan proses sintesis protein (Bloom knowledge) . struktur dan fungsi plasmid dalam proses rekayasa genetika serta prinsip-prinsip perekayasaan produkproduk rekombinan dalam dunia farmasi. Di samping itu. melalui mata kuliah ini mahasiswa dapat memahami dasar-dasar ekspresi gen serta fungsi plasmid di dalam perekayasaan produk-produk rekombinan dalam dunia farmasi. serta proses-proses biologi yang berlangsung pada setiap bagian sel. 2. fungsi-fungsi dari organella. dan protein sebagai salah satu makromolekul penyusun sel. 3. Deskripsi singkat matakuliah Biologi Sel Matakuliah Biologi Sel didesain untuk mengantar mahasiswa memahami pokokpokok bahasan tentang sejarah perkembangan teori sel. reseptor permukaan sel. mendeskripsikan fungsi protein dalam sel (Bloom knowledge) f. Di dalam matakuliah ini juga dibahas proses-proses biologi meliputi anabolisme dan katabolisme. Di samping itu. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. reseptor intra selular. menyebutkan bagian-bagian sel dan fungsi masing-masing bagian (Bloom knowledge) d. menjelaskan keterkaitan fungsi organela satu dengan yang lain ( Blomm comprehension) e. sistem transpor baik aktif maupun pasif. tipe pengisyaratan. inisiasi isyarat intra selular dan amplifikasi isyarat. dalam mata kuliah biologi sel dibahas pula dasar-dasar ekspresi gen. mendeskripsikan teori-teori sel dengan dukungan bukti-bukti ilmiah (Bloom knowledge) b. Membedakan (distinguish) struktur sel prokaryotik dengan eukariotik (Bloom comprehension) c. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami struktur sel. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. organisasi sel.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN BIOLOGI SEL A.

membedakan proses katabolisme dan anabolisme pada prokariotik dan eukariotik (Bloom comprehension). Struktur dan Fungsi. i. menjelaskan dasar dan mekanisme ekspresi gen. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Lisosom dan Peroksisom. mengklasifikasikan tipe-tipe pengisyaratan dari suatu contoh-contoh proses di dalam sel (Bloom analysis). l. menjelaskan proses pengekpresian suatu gen dari proses transkripsi. n. menjelaskan mekanisme sistem transpor aktif dan pasif (difusi terfasilitasi). Organisasi lanjutan Protein Protein lanjutan Proses-proses WB LCD WB LCD Minggu 4 sel Inti Sel. dan proses translasi. Kompleks Golgi. B. m.g. dan Organela yang Ceramah mengandung DNA tanya jawab (mitokondria dan kloroplas) Fungsi protein dalam sel (unit Ceramah struktural dan fungsional) Tanya jawab Sintesis Protein Ceramah tanya jawab Metabolisme: anabolime dan Ceramah WB LCD WB LCD WB LCD WB Minggu 5 Minggu 6 Minggu 7 . menjelaskan proses-proses pengaturan tekanan osmosis sel. menjelasakan tentang struktur plasmid dan perannya dalam rekayasa genetika. k. pematangan mRNA. endositosis dan eksositosis. j. Jadwal Kegiatan Mingguan Topik Substansi Metode Ceramah Tanya jawab Ceramah tanya jawab Ceramah Tanya jawab Fasilitas WB LCD Pertemua n Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Pendahuluan dan Penjelasan proses perkuliahan Pengantar teori dan penilaian sel Pengantar Teori Sel (kronologi perkembangan teori) Organisasi Sel Struktur Prokariotik Struktur Eukariotik Perbandingan Sel Hewan dan Tumbuhan Organisasi sel Struktur dan Fungsi Organella : lanjutan Retikulum Endoplasmik dan Ribosom. menjelaskan proses perekayasaan produk-produk rekombinan dalam farmasi. h.

Gen. pematangan Ceramah lanjutan mRNA. Mahasiswa dilibatkan untuk melakukan diskusi pada akhir setiap topik guna memperdalam pemahaman akan topik yang sudah dibicarakan sekaligus mendiskusikan lagi pokok-pokok yang menarik dan perlu pendalaman. reseptor intra tanya jawab selular dan reseptor permukaan sel Inisiasi isyarat intra selular dan amplifikasi isyarat Ekspresi Gen Genome. Poin-poin .biologi Minggu 8 Minggu 9 Minggu 10 Minggu 11 Minggu 12 Tanya jawab Proses-proses Pengisyaratan: Tipe Ceramah biologi lanjutan pengisyaratan. translasi tanya jawab Genetika Mikrobia Sistem transport Plasmid dan fungsinya dalam Ceramah rekayasa genetika Tanya jawab Prokariotik: Ceramah Eukariotik: Pengaturan tanya jawab tekanan osmosis sel. Endositosis dan eksositosis katabolisme LCD WB LCD WB LCD WB LCD WB LCD WB LCD Minggu 13 Minggu 14 Sistem transport Sistem transpor aktif dan pasif Ceramah lanjutan (difusi terfasilitasi) Tanya jawab Rekayasa Prinsip-prinsip Perekayasaan Ceramah Genetika Produk-produk rekombinan tanya jawab dalam Farmasi WB LCD WB LCD 2. LCD projector dan white board bila diperlukan. mekanisme Ceramah epigenetik metilasi histone. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Kuliah tatap muka diselenggarakan oleh team teaching dikoordinasi oleh salah satu dosen pengampu. Diskusi dilaksanakan sebagai berikut: Kelas dibagi ke dalam kelompok-kelompok sesuai banyaknya topik yang diputuskan untuk didalami melalui tugas mandiri. Materi diberikan dalam bentuk lekturet menggunakan powerpoint dengan alat bantu utama lap-top. Bahan pancingan untuk diskusi disiapkan oleh dosen dan mahasiswa secara pribadi mempersiapkan bahan tersebut sebagai tugas mandiri dan membawanya pada pertemuan kuliah berikutnya untuk didiskusikan dalam kelompok-kelompok. Tanya jawab Ekspresi Gen Transkripsi.

Monitoring proses pembelajaran ditempuh melalui refleksi-evaluasi perkuliahan di tengah semester. Di samping itu melalui diskusi dan tugas mandiri akan dievaluasi juga kemampuan-kemampuan kepemimpinan dan kerjasama. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Komponen kreativitas mahasiswa diukur melalui tugas-tugas mandiri dan diskusi-diskusi kelompok. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek Penilaian Unsur Penilaian Pemahaman Softskills Ujian Mid Semester Ujian Akhir Tugas mandiri Keaktifan dalam diskusi Kedisiplinan pengumpulan tugas Tugas kelompok Partisipasi di kelas Skor Maks 200 300 200 100 100 100 100 1000 Persentase (%) 20 30 20 10 10 10 10 100 Jumlah Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai A untuk ≥ 750 poin (>75%) Nilai B untuk 650 – <750 poin (65 – <75%) Nilai C untuk 550 – <650 poin (55 – <65%) Nilai D untuk 450 – <550 poin (45 – <55%) Nilai F kurang dari 450 dianggap Tidak Lengkap / Tidak Lulus . ujian akhir semester dan kuis-kuis. Komponen pemahaman diukur melalui ujian tengah semester. C. Hasil Pembelajaran Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib untuk semester I. 2.penting dari hasil diskusi kelompok selanjutnya disampaikan di depan kelas untuk memperkaya pemahaman kelas akan topik yang didiskusikan. Refleksi-evaluasi ini dilakukan untuk memberi makna sekaligus mengumpulkan umpan balik dari mahasiswa baik untuk materi pembelajaran maupun metode perkuliahan. Oleh karena itu evaluasi pembelajaran lebih ditekankan pada aspek pemahaman dan kreativitas mahasiswa untuk mengembangkan pemahaman.

3. Pustaka Wajib 1. 2003.com/ . DAFTAR PUSTAKA A. 1996. Albert. Penerbit Erlangga. Dikti: Jakarta. Cell Biology. California B. 6. B. S. Biologi Sel. 1993. Biologi. John Willey Son. The Cell. 2.. 2002. 1984.. Cell Biology. Juono dan Juniarto. Molecular and Cellular Biology. Philip. Pustaka Penunjang 1. Jakarta 4. Mitchell.cellsalive. Thorpe. New York.L. Structure. O.G. John Willey Sons Publishing Company. Yatim W.. Biologi Modern: Biologi Sel. Reece dan L. Campbell.. J. N. 5. 1980. Garland Science 3. Wolfe.B. Bandung. N. Sheeler.D. Penerbit Tarsito. Is Soegianti R. New York. Biochemistry and Function. et al. http://www. 1993. Co. Biologi Sel. Wadsworth Pub. 2002.A. Penerbit EGC 2.

sifat dan reaksi-reaksi senyawa golongan alkana. eter. konfigurasi elektron atom . PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. sifatsifat molekul secara umum dan prinsip-prinsip stereokimia. pembuatan. alkil halida. sulfida. amina dan senyawa-senyawa aromatis. sulfida. alkena. sifat khusus dan reaksi–reaksi senyawasenyawa aromatis. amina dan senyawa-senyawa aromatis. epoksida. sifat. sp3 atom B. dan amina. alkohol. Fasilitas LCD. tiol. epoksida. whiteboard . alkena. pengenalan stereokimia. C. alkohol. Memahami teori-teori dasar atom. alkena. I. Memahami tata nama. viewer. Cl dan Fosfor. eter. B. eter. stereokimia. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu : 1. F. struktur kimia. KIMIA ORGANIK I A. 3. 3. hibridisasi. Teori Ikatan Kimia. alkohol. Memahami tata nama. Deskripsi singkat kuliah Kimia Organik I Matakuliah Organik I mempelajari tentang teori dasar struktur atom. pembentukan dan klasifikasi ikatan kimia. O. sp2. orbital atom. Jadwal Kegiatan Mingguan Minggu I Topik Struktur ikatan Substansi Metode dan Teori Mekanika Ceramah kuantum. 2. ikatan kimia. sifat molekul. N. Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat memahami dan menguasai teori dasar mengenai struktur atom. sp. struktur dan reaksi senyawa-senyawa alkana. alkil halida. laptop. 2. ikatan kimia. alkil halida. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. sifat dan reaksi senyawa-senyawa alkana. tiol.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN KIMIA ORGANIK 1.

trans Molekul alisiklik Ceramah LCD. viewer. Alkana : Struktur Alkana dan gugus alkil. reaksi polar. konformasi alkana : etana propana dan butana. hukum konfigurasi spesifik pada senyawa diastereomer. nomenklatur sikloalkana dan isomer cis . reaksi perisiklik. sifat alkana.S. Kecepatan kesetimbangan. senyawa meso dengan pusat khiral lebih dari 2. diskusi Sifat regangan cincin siklopropan. sifat fisika stereoisomer. stereokimia rotasi spesifik. Konformasi kursi dan kapal. . laptop. keadaan transisi. dan sifat Nomenklatur alkana dan gugus alkil. viewer. laptop. Ceramah stabilitas sikloalkan : dan Teori regangan Beayer. energi resonansi. whiteboard V Nomenklatur. viewer. laptop. siklobutan dan siklopentan dan sikloheksan. Karbon tetrahidral : khiralitas. whiteboard Ceramah dan diskusi LCD. reaksi intermediet.II Ikatan dan Sifat Molekul Mekanisme reaksi Organik III IV Muatan formal. whiteboard Ceramah LCD. campuran rasemis. teori asam-basa menurut Bronsted-Lowry dan Lewis. Pengenalan Sifat Optis Aktif. polarisasi. momen dipol. penandaan konfigurasi R. diagram reaksi. elektronegativitas. terplintir. enantiomer. proyeksi Fischer.

Ceramah dan diskusi LCD. naftalena. Substitusi Mekanisme SE aromatik elektrofilik : halogenasi. laptop. viewer. whiteboard VII Alkil halida : Struktur dan reaksi substitusi nomenklatur alkil halida. fenantrena. Reaksi alkena. dan benzen hidroksilasi. laptop. Sintesis dan Mekanisme Alkilasi reaksi alkil Friedel-Crafts . Struktur dan stabilitas karbokation. kegunaan alkena. addisi elektrofilik. benzen Penataan ulang selama reaksi Friedel-Crafts. whiteboard . whiteboard IX Ceramah dan diskusi LCD. viewer. antrasena. viewer. reaksi dan sintesis Struktur elektronik dan Ceramah stabilitas alkena. laptop. aromatisitas struktur benzen.VI Struktur dan reaktivitas alkena. reduksi aril alkil keton. Karakterisasi reaksi SN1 dan 2 serta eliminasi – 1 dan-2 Ujian tengah semester Benzen dan Nomenklatur. Efek substituen pada SE dan SN dalam senyawa aromatik. dan eliminasi pembuatan alkil halida. whiteboard Ujian tertulis Ceramah VIII soal dan lembar jawaban LCD. laptop. viewer. stabilitas benzen. ion aromatik heterosiklik aromatik. brominasi dan oksidasi rantai samping alkil LCD. Asilasi Friedel-Crafts. dehidrasi. senyawa poliaromatik. dan nomenklatur alkena. viewer. Hukum Huckel. struktur Kekule. laptop. diskusi Hukum E dan Z . whiteboard X Ceramah dan diskusi LCD. Hukum Markovnikov. nitrasi aromatik pada sulfonasi. Efek elektronik pada SE dan SN dalam senyawa aromatik. Dehidrohalogenasi.

viewer. C. epoksida dan sulfida Alkohol dan Tiol Nomeklatur dan sifatsifat alkohol. whiteboard XIII Ceramah dan diskusi LCD. pembuatan dan reaksi arilamina dan fenol. proteksi terhadap gugus alkohol dan Tiol Amina alifatik Nomeklatur amina. diskusi dan latihan. Diskusi dilakukan secara terbuka dan random (tanpa dibentuk kelompok). Reaksi aoksidasi alkohol. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Pembelajaran dilakukan dengan ceramah/tatap muka. Penilaian (student assessment) Bobot penilaian : Ujian tengah semester : (50%) Ujian akhir semester : (50%) . whiteboard LCD. kemudian dibahas bersama. whiteboard XIV Ceramah dan diskusi Ujian tertulis Soal ujian. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama proses pembelajaran (berupa kuesioner dan kritik saran dari mahasiswa). viewer. Latihan diberikan untuk lebih memantapkan mahasiswa dalam hal penguasaan materi kuliah. Komponen evaluasi adalah ujian tengah dan akhir semester. laptop. viewer. laptop. Arilamina dan Anilin: kebasaan fenol arilamina. pembuatan alkohol: reaksi adisi Grignard pada gugus karbonil. kemudian secara random mahasiswa ditunjuk untuk mengerjakan di papan tulis. laptop. 2. Sifat fisika amina. lembar jawaban 2. Ujian akhir semester Ceramah Ceramah dan diskusi LCD.benzen XI XII Eter. epoksida Nomenklatur dan sifatdan sulfida sifat eter. Mahasiswa diberi kesempatan untuk mengerjakan sendiri atau berkelompok terlebih dahulu. kebasaan gugus amina. Diskusi dilakukan untuk mengetahui tingkat penguasaan mahasiswa terhadap materi yang diberikan. Struktur dan ikatan amina. Sintesis dan reaksi amina.

1997. Fessenden. Monterey. Surabaya. Brooks / Cole Publishing Company.S. DAFTAR PUSTAKA McMurry. Kimia Organik. Pudjaatmaka... dan Fessenden J.. Organic Chemistry. New York.J. California.W. 1984. J.H. R. T. John Wiley & Sons. Inc. Fundamentals of Organic Chemistry. Erlangga..Konversi nilai : A jika nilai  75 60  B  75 50  C  60 40  D  60  40 E D. Edisi kedua. Solomons. 1997.G. Alih bahasa A. .

lemak dan asam nukleat.II. lemak dan asam nukleat. 6. Memahami tata nama. 7. keton. Memahami tata nama. asam karboksilat. anhidrida asam. tata nama. Materi Kimia Organik II meliputi: kimiawi senyawa karbonil. ester. Memahami struktur protein. pembuatan dan reaksi-reaksi aldehid dan keton. 2. 11. Memahami definisi. karbohidrat (mono-. pembuatan dan reaksi-reaksi asam amino. sifat-sifat. Memahami pembentukan dan reaksi-reaksi trigliserida. 3. yang meliputi aldehida. reaksi substitusi alfa karbonil. reaksi kondensasi karbonil. pembuatan dan reaksireaksi senyawa karbonil. penggolongan. Memahami tata nama. anhidrida asam. dan nitril). di. sifat-sifat. asam karboksilat dan turunannya (asil halida. . 2. pembuatan dan reaksi-reaksi senyawa karbonil. 10. Memahami tata nama. 8. tata nama. turunan asam karboksilat dan substitusi asil nukleofilik. pembuatan dan reaksi-reaksi asam karboksilat dan turunannya (asil halida. sifat-sifat dan reaktivitas senyawa karbonil. 4. protein. amida) serta nitril. Memahami reaksi kondensasi karbonil. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat memahami dan menguasai sifat-sifat. 9. reaktivitas. Memahami reaksi substitusi alfa. KIMIA ORGANIK II A. karbohidrat. ester. Memahami struktur umum asam nukleat (DNA dan RNA). 5. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu : 1. protein. Deskripsi singkat kuliah Kimia Organik II Matakuliah Organik II mempelajari tentang sifat-sifat. aldehida dan keton. Memahami struktur dan sifat-sifat asam lemak. pembuatan dan reaksi-reaksi karbohidrat. 3. amida.dan polisakarida).

viewer. Cannizzaro.-unsaturated karbonil) Asam Tata nama asam karboksilat karboksilat Struktur dan sifat-sifat asam karboksilat Dissosiasi asam karboksilat Pengaruh substituen pada keasaman Pembuatan asam karboksilat Reaksi-reaksi asam Ceramah LCD. laptop.Reaksi-reaksi adisi nukleofilik (adisi HCN. laptop. whiteboard Fasilitas LCD. ilida fosfat. laptop.Sifat-sifat aldehida dan keton .Pembuatan keton . whiteboard .B. whiteboard III Ceramah dan diskusi LCD. viewer. viewer. amina primer dan amina sekunder) Aldehid dan Reaksi adisi keton nukleofilik (adisi (lanjutan) hidrazin.Pembuatan aldehida . tiol. Reaksi adisi nukleofilik Reaksi substitusi asil nukleofilik Reaksi substitusi alfa Reaksi kondensasi karbonil II Aldehid keton dan . whiteboard IV Ceramah LCD. Jadwal Kegiatan Mingguan Minggu Topik Substansi Metode I Pengantar .Reaksi-reaksi umum senyawa karbonil.Reaktivitas relatif aldehida dan keton .Tata nama aldehida dan keton . laptop. viewer. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. adisi konjugat pada .Struktur dan sifat Ceramah Kimia Organik gugus karbonil II Definisi dan penggolongan senyawa karbonil . alkohol.

amida dan nitril Reaksi Keto-enol tautomerisme substitusi alfa Reaktivitas enol karbonil Halogenasi alfa dari keton dan aldehida Ujian tengah semester Ceramah dan diskusi LCD. pembentukan dan reaksi-reaksi asil halida dan anhidrida asam Turunan asam Tata nama. viewer. laptop. karboksilat pembentukan dan (lanjutan) reaksi-reaksi ester. whiteboard Ujian tertulis Ceramah dan diskusi VIII IX X XI Reaksi Keasaman hidrogen substitusi alfa alfa: pembentukan karbonil enolat (lanjutan) Reaktivitas enolat . whiteboard Ceramah LCD. laptop.V VI VII karboksilat Turunan asam Reaksi substitusi asil karboksilat nukleofilik Stabilitas relatif turunan asam karboksilat Tata nama. laptop. lembar jawaban LCD. whiteboard . laptop. whiteboard Soal ujian. laptop. viewer.Sintesis ester malonat Sintesis ester asetoasetat Reaksi Mekanisme umum kondensasi reaksi kondensasi karbonil karbonil Kondensasi aldehida dan keton: reaksi aldol . viewer.Dehidrasi produk aldol Reaksi aldol campuran Reaksi aldol campuran Reaksi Kondensasi Claisen kondensasi Siklisasi Dieckman karbonil Reaksi Michael (lanjutan) Reaksi enamina Stork ReaksiAnnelasi Robinson Karbohidrat Definisi dan klasifikasi karbohidrat Konfigurasi Ceramah LCD. viewer. laptop. whiteboard Ceramah dan diskusi LCD. whiteboard LCD. viewer. viewer. laptop. viewer. whiteboard Ceramah dan diskusi Ceramah LCD.

Struktur.XII XIII XIV monosakarida: Proyeksi Fischer 1. diskusi dan latihan.Perpanjangan rantai .Pemendekan rantai Disakarida Polisakarida Asam amino. viewer. whiteboard Ceramah LCD.Oksidasi . Diskusi dilakukan untuk mengetahui tingkat penguasaan mahasiswa terhadap materi yang diberikan.Pembentukan ester dan eter Pembentukan glikosida . Sistem D dan L Konfigurasi aldosa Struktur siklik monosakarida: Pembentukan hemiasetal Anomer 1. dandiskusi laptop. whiteboard Soal ujian. sifat-sifat dan protein dan stereokimia asam amino lemak Klasifikasi asam amino Elektroforesis Reaksi-reaksi asam amino Klasifikasi protein Struktur protein Struktur dan sifat asam lemak Pembentukan dan reaksi-reaksi trigliserida Asam nukleat Struktur umum asam nukleat Perbedaan struktur DNA dan RNA Ujian akhir semester Ceramah dan diskusi LCD. Diskusii . Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Pembelajaran dilakukan dengan ceramah/tatap muka. viewer. lembar jawaban Ujian tertulis 2. laptop. viewer. whiteboard Ceramah LCD. laptop. K onformasi monosakarida Mutarotasi Karbohidrat Reaksi-reaksi (lanjutan) monosakarid .

Monterey. III. Brooks / Cole Publishing Company. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. 60  B  75 4. kemudian dibahas bersama. John Wiley & Sons. 1997.. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran.dilakukan secara terbuka dan random (tanpa dibentuk kelompok). Deskripsi singkat praktikum Kimia Organik II Praktikum Kimia Organik II menerapkan cara pembuatan dan mengenal sifat-sifat senyawa karbonil. T. kemudian secara random mahasiswa ditunjuk untuk mengerjakan di papan tulis. 1984. 50  B  60 5.. seperti aldehid.  40 D. Organic Chemistry. Solomons. Penilaian (student assessment) Bobot penilaian : Ujian tengah semester Ujian akhir semester Konversi nilai : 2. Inc. Fundamentals of Organic Chemistry. Latihan diberikan untuk lebih memantapkan mahasiswa dalam hal penguasaan materi kuliah. PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II A. C.G. Tujuan pembelajaran : (50%) : (50%) . 2.W. Komponen evaluasi adalah ujian tengah dan akhir semester.. Mahasiswa diberi kesempatan untuk mengerjakan sendiri atau berkelompok terlebih dahulu. A jika nilai  75 3. J. 40  B  60 6. asam karboksilat dan turunannya. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. keton. New York. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama proses pembelajaran (berupa kuesioner dan kritik saran dari mahasiswa). 2. DAFTAR PUSTAKA McMurry. California.

HCl pekat. 16. tabung reaksi. Kalium bikromat. Tambahkan HCl p Fasilitas Laboratoratoriu m. pipet. erlenmeyer. buku rujukan. Laboratoratoriu m. Pendingin Metode Kalim bikromat dicampur dengan asam sulfat pekat dalam air dan etanol 96%. Fehling. buku petunjuk. membuat asam karboksilat melalui oksidasi alkohol primer. 13. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. es. pendingin Liebig. asam sulfat pekat Alat: Labu destilasi. + 3 ml benzil alkohol + 5 g KmnO4 + batu didih. Selanjutnya dilakukan reaksi reduksi perak amoniakal. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu: 12. refluks 30 menit. fenilhidrazon. adisi natrium bisulfit terhadap beberapa aldehid dan keton. buku rujukan. Reaksi akan berjalan dengan sendirinya dan asetaldehid akan terdestilir. drupple plat. menerangkan sifat-sifat aldehid dan keton. 2 g Na2CO3 dilarutkan dalam 25 ml air. 17. Jadwal Kegiatan Mingguan Mingg u 1 Topik Pembuata n asetaldehi d Substansi Bahan: Etanol. 14. batu didih. 15. benzoat KmnO4. membuat yodoform dari reaksi halogenasi alfa. cuci dengan air. NaHSO3. . membuat ester dari reaksi antara asam karboksilat dan alkohol dan katalis asam. pendamaran alkali. Na2CO3. saring. 3. Alat: LAB 100 ml.Mengantarkan mahasiswa untuk mengetahui cara pembuatan senyawa karbonil (golongan aldehid dan keton serta golongan asam karboksilat dan turunannya) dan mengetahui sifatsifat kimia kedua golongan senyawa karbonil tersebut. membuat aldehid melalui oksidasi alkohol primer. Schiff. 2 Pembuata Bahan: Benzil n asam alkohol. membuat dibenzalaseton dari reaksi kondensasi aldol. Bila filtrat masih berwarna merah jambu tambahkan NaHSO3 10%. B. buku petunjuk.

KI. dikeringkan. buku petunjuk. ditimbang lalu rekristalisasi dengan air panas. dinginkan dalam wadah berisi es. gelas ukur. 4 Pembuata n Yodoform Bahan: Aseton. Laboratoratoriu m. larutan perak nitrat. Corong Buchner. Kristal ditentukan titik lebur dan perolehan kembalinya. a. Dalam LAB dimasukkan 6 g KI dan 100 ml akuades dan 2 ml aseton. almari asam. Alat: LAB. Dalam LAB 125 ml campurkan 15 g etanol. kaporit. pendingin Allihn. buku rujukan. Tambahkan larutan 5% kaporit bertetes-tetes sambil digojog sampai tidak terbentuk endapan lagi. Ester didestilasi. alkohol. buku petunjuk. tabung reaksi. I2. Laboratoratoriu m. Ester didestilasi lagi dan ditentukan rendemen dan index biasnya. Asam benzoat disaring. Hitung rendemen. Lapisan ester dipisahkan dan ester yang terlarut dalam air diekstraksi dengan eter dengan terlebih dahulu ditambah larutan NaCl jenuh. Alat: Labu destilasi. 3 Pembuata Bahan: n etil Asam asetat. corong Buchner. labu hisap. Campuran disaring. asetat etanol. hingga larutan asam.5 g I2. buku rujukan. 15 g asam asetat. pendingin balik. b. NaOH. gelas arloji. kertas saring. titik lebur dan cek bentuk kristalnya serta test dengan perak nitrat. CaCl2 anhidrat. kristal dicuci dengan akuades. refluks selama 30 menit. 8 g asam sulfat pekat dan batu didih. kertas indikator. kemudian direkristalisasi dengan etanol.Allihn. Dalam erlenmeyer dimasukkan 2. gelas arloji. Destilat dinetralkan dengan NaHCO3. pemanas air. H2SO4 p. corong pisah. . NaHSO4. Lapisan eter dikeringkan dengan CaCl 2 anhidrat. lalu didestilasi. Liebig.

kemudian setelah selesai praktikum diadakan postest dan pembuatan laporan praktikum. 2. aseton di dalam 25 ml Alat: etanol.5 g aseton. Saring kristal yang terjadi dan cuci dengan air. laporan dan ujian praktikum. Pada akhir praktikum diadakan evaluasi dengan cara ujian tertulis. etanol. Tambahkan NaOH 8 N bertetes-tetes hingga terbentuk kristal kuning. ml air. Bahan: Di dalam erlenmeyer Benzaldehid. cuci dengan air. buku rujukan. benzaldehid dan 1 ml NaOH dan es. C. Tambahkan ke Erlenmeyer dalamnya 6 ml larutan bertutup.5 ml aseton. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. menit. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman berupa post test. Rekristalisasi yodoform dengan alkohol. Biarkan 30 menit sambil sesekali digojog kemudian didinginkan dalam rendaman air es. Segera encerkan dengan air. Kristal dikeringkan dan dihitung rendemennya. Saring kristal dengan corong Buchner. buku petunjuk.5 Pembuata n dibenzalaseton kemudian tambahkan 2. Rekristalisasi dengan etanol. 10% NaOH dalam 19 gelas ukur. larutkan 2. labu dengan kuat selama 10 hisap. kemudian tentukan titik leburnya. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Sebelum praktikum dilakukan diskusi/presentasi yang dipandu oleh dosen. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa . Tutup corong erlenmeyer dan gojog Buchner. Laboratoratoriu m.

Boston. 60 ≤ B < 75 3. Fifth edition. DAFTAR PUSTAKA 1. 1990: a textbook of Practical Organic Chemistry. R.. 1978. The Macmillan Company. Experiments in Organic Chemistry. 3. A jika nilai  75 2.I. Penilaian (student assessment) Aspek penilaian meliputi : Post test Laporan praktikum Ujian praktikum 1. Third edition. 40 ≤ D < 50 5. D. J. USA.C. E ≤ 40 30% 20% 50% Nilai akhir ditentukan sebagai berikut: D. New York.Fiesher. Longman.. Laboratory Experiments in Organik Chemistry. 2. L. . P. Health and Company. Vogel A. London 2.diharapkan dapat memantau selama masa praktikum (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa). 50 ≤ C < 60 4.Adam R & Johnson. 1963.

otot. syaraf otonom. Matakuliah ini merupakan dasar dari matakuliah Farmakologi Toksikologi. Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi pembuluh darah g. Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi sistem endokrin Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi Sistem pencernaan Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi Sistem Ginjal k. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. tulang. Selain itu mahasiswa dapat memahami berbagai Anatomi dan Fisiologi Manusia meliputi Anatomi dan Fisiologi sistem Integumen. Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi Sistem pernafasan . Deskripsi singkat matakuliah Anatomi Fisiologi Manusia Matakuliah Anatomi Fisiologi Manusia berisi pokok-pokok bahasan Anatomi dan Fisiologi tubuh manusia yaitu sistem Integumen. f. Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi jantung. l. pernafasan dan ginjal. menjelaskan pengertian Anatomi dan Fisiologi Manusia. darah. Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi syaraf h. j. jantung. menjelaskan tentang Anatomi dan Fisiologi tulang. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. d. otot. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami pengertian Anatomi dan Fisiologi. tulang. Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi otot. Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi syaraf otonom i. pembuluh darah. 2. syaraf otonom. Farmakokinetika dan Biofarmasetika 3. syaraf. jantung. menjelaskan tentang Anatomi dan Fisiologi sistem Integumen. pencernaan.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA A. b. pencernaan. syaraf. pembuluh darah. homeostasis dan Sistem Integrasi dan Kerangka referensi studi anatomi (anatomi superfisial dan anatomi sectional). e. pernafasan dan ginjal. c.

suplai darah dan persyarafan) • • • • • • • • Minggu 3 Jaringan dan Struktur Tulang • . faktor tumbuh epidermis) Dermis (susunan dermis. kelenjar kulit.B. sirkulasi dan persyarafan dermis) Lapisan subkutan Struktur aksesori (folikel rambut dan rambut. ossifikasi endochondral. epidermis Diskusi dan vitamin D3. warna kulit. kuku) Pengawasan lokal dari fungsi integumen (luka dan penyembuhan luka) Penuaan dan sistem integumen Integrasi dengan sistem lain Klasifikasi tulang (ukuran tulang. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. tulang kompak dan tulang berongga) Perkembangan dan Pertumbuhan Tulang (Ossifikasi intramembran. sel-sel dalam tulang. Presentasi dan LCD Diskusi stuktur tulang) Histologi tulang (matriks tulang. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Minggu 1 Topik Pengantar Anatomi Fisiologi dan • • • Substansi Pengertian Anatomi dan Fisiologi Homeostasis dan Sistem Integrasi Metode Ceramah dan tanya jawab Fasilitas -WB -LCD Minggu 2 Sistem Integumen • Kerangka referensi studi anatomi (anatomi superfisial dan anatomi sectional) Epidermis (lapisan-lapisan Presentasi dan LCD epidermis.

efek nutrisi dan hormon pada tulang. skeleton sebagai cadangan kalsium. mikro anatomi jaringan otot skelet) Kontraksi Otot Skelet (Teori Filament Sliding. Perubahan dalam Potensial Transmembran. Kontrol Aktivitas Otot Skelet. Relaksasi) Mekanika Otot (Energi untuk Aktivitas Otot. penyembuhan patah tulang. Performans Otot) Penuaan dan Sistem Otot Integrasi dengan Sistem Lain Jaringan Otot Jantung Jaringan Otot Polos Penelaahan Menyeluruh Sistem Presentasi dan LCD Diskusi Kasus Syaraf Syaraf (struktur klasifikasi syaraf) syaraf dan • • • • • • • • • • Minggu 5 Jaringan Syaraf Neuroglia (Neuroglia SSP dan Neuroglia Sistem Syaraf Perifer) Fisiologi Syaraf (Potensial Transmembran. pembuluh darah dan syaraf. Kecepatan Minggu 6 Jaringan Syaraf • • LCD .• Minggu 4 Jaringan Otot • • Sifat dinamis tulang (efek latihan pada tulang. penuaan dan sistem tulang) Presentasi dan LCD Jaringan otot dan sistem otot Diskusi Kasus Anatomi Otot Skelet (susunan jaringan penghubung. Inhibisi Presinaps dan Fasilitasi. Potensial Aksi) Aktivitas Sinaptik (Sinaps Listrik. Presentasi dan Diskusi Sinaps Kimia) Pemrosesan Informasi (Potensial Postsinaptik.

Minggu 7 Sistem Syaraf Otonom • • • Minggu 8 Minggu 9 Mid Test Sistem Endokrin • • • • Minggu 10 Sistem Endokrin • • • . Neurotransmitter dan Fungsi Simpatis) Syaraf Parasimpatis (Susunan dan Anatomi syaraf parasimpatis. Pengawasan Otonom Tingkat Tinggi) Penelaahan Sistem Endokrin Presentasi dan LCD (Struktur Hormon. Jantung. Medulla Adrenal. fungsi umum syaraf parasimpatis. Aktivasi Syaraf Parasimpatis dan Pelepasan Neurotransmitter) Interaksi antara Syaraf Simpatis dan Syaraf Parasimpatis Integrasi dan Pengawasan Fungsi Otonom (Refleks Visceral. Fungsi dan Mekanisme Kerja Hormon. Ginjal.Pembentukan Potensial Aksi) • • • Integrasi dengan Sistem Lain Penelaahan menyeluruh Sistem Presentasi dan LCD Diskusi Kasus Syaraf Otonom Syaraf Simpatis (Ganglia kolateral. Kontrol Aktivitas Endokrin) Kelenjar Pituitari (Pituitari Anterior dan Pituitari Posterior) Kelenjar Tiroid (Folikel Tiroid dan Hormon Tiroid. Aktivasi Simpatis. Sel C Kelenjar Tiroid: Kalsitonin) Kelenjar Paratiroid (Sekresi Hormon Paratiroid) Kelenjar Adrenal (Korteks Presentasi dan LCD Diskusi Kasus Adrenal. Medula Adrenal) Kelenjar Pineal Jaringan Endokrin Sistem Lain (Intestin. Timus. Distribusi dan Diskusi Kasus Transportasi Hormon.

Tekanan Vena danKembalinya darah ke Jantung) Pengaturan ( Autoregulasi Kardiovaskuler Aliran Darah • Minggu 12 Pembuluh Darah Sirkulasi dan • • • . Faktor-faktor yang Mempengaruhi Denyut Jantung. Jantung) (Sel-Sel Konduksi. Jaringan Penghubung dan Tulang Fibrous. Hormon dan Sifat. Distribusi Darah) Fisiologi Kardiovaskuler (Tekanan. Hormon dan Stres. Anatomi Superfisial Jantung. Vena. Suplai Darah ke Jantung) Denyut Jantung Kontraktil. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Stroke Volume. Siklus Minggu 11 Jantung • • • • • Dinamika Jantung (Pengawasan Cardiac Output. Penelaahan Tekanan Sirkulasi. Kapiler. Tekanan Darah Arteri. Susunan dan Anatomi Internal.Pankreas. Latihan dan Cardiac Output) Sistem Jantung dan Sistem Kardiovaskuler Anatomi Pembuluh Darah Presentasi dan LCD (Struktur Dinding Pembuluh. Diskusi Kasus Perbedaan antara Arteri dan Vena. Penuaan dan Produksi Hormon) Integrasi dengan Sistem Lain Penelaahan Umum Sistem Presentasi dan LCD Diskusi Kasus Kardiovaskuler Anatomi Jantung (Perikardium. Arteri. Sistem Elektrokardiogram. Dinding Jantung. Perubahan Kapiler. Gonad) • Susunan Interaksi Hormon (Hormon dan Pertumbuhan. Resistensi.

Hormon dan Pengaturan Jantung) • Pola Respons Kardiovaskuler (Latihan dan Sistem Kardiovaskuler. Pengambilan dan Penyaluran Gas) Pengawasan Pernafasan (Pengaturan Lokal Transpor Gas dan Fungsi Alveolar. Otot Laringeal) Trakhea Bronkus Primer Paru-Paru Rongga dan Membran Pleural Fisiologi Pernafasan (Ventilasi Pulmonal. Mekanisme Syaraf. Pertukaran Gas pada Membran Respiratori. Pusat Pernafasan di Otak) Penuaan dan Sistem Respirasi Rongga Oral • Minggu 13 Pernafasan • • • • • • • • • • Presentasi dan LCD Diskusi Kasus • Minggu 14 Pencernaan • • Presentasi dan LCD Diskusi Kasus . Respon Kardiovaskuler terhadap Hemorrhage) Pembuluh Darah (Sirkulasi Pulmonal.Dalam Jaringan. Pharings) Larings (Kartilago dan Ligamen Larings. Sirkulasi Sistemik dan Sirkulasi Fetus) Penuaan dan Sistem Jantung Fungsi Sistem Pernafasan Susunan Sistem Pernafasan Sistem Pernafasan Atas (Hidung dan Rongga Hidung.

Pencernaan dan Absorpsi Karbohidrat. Ion dan Vitamin) Presentasi dan LCD Susunan Sistem Ginjal Diskusi Kasus Ginjal (Anatomi Ginjal. Rektum. Koordinasi antara Sekresi dan Absorpsi) Usus Besar (Cecum. Nefron) Fisiologi Ginjal (Prinsip Dasar Pembentukan Urin. Pankreas. Filtrasi.• • • Pharings Esophagus Lambung (Anatomi Lambung. Refleks Mikturisi dan Urinasi). Uretra. Lemak. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan . Persyarafan Ginjal. Integrasi dengan Sistem Lain • • • Minggu 15 Ginjal • • • • • Minggu 16 Final Test 2. Hati. Fisiologi Usus Besar) Digesti dan Absorpsi (Pemrosesan dan Absorpsi Makanan. Fungsi Vasa Recta) Transpor. Pergerakan Usus. Reabsorpsi dan Sekresi. Kandung Kemih. Penyimpanan dan Eliminasi Urin (Ureter. Absorpsi Air. Histologi Usus Besar. Kolon. Pencernaan dan Absorpsi dalam Lambung) Usus Halus dan Organ Kelenjarnya (Usus Halus. Pengaturan Aktivitas Gastrik. Kandung Empedu. Protein. Suplai Darah ke Ginjal.

2. White Board. aktif memberikan pendapat (saling memberi masukan) sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancar. Di samping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa). ujian tengah semester. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. kreativitas.00 9 9 9 9 . dan ujian akhir semester.00 25. merangkum pendapat-pendapat yang ada sehingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. maka skor tertinggi diberikan untuk mid dan final test. bekerja sama dengan teman satu kelompok.Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: Dosen menerangkan secara umum intisari mata kuliah dengan alat bantu buku ajar. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut: Dosen menyiapkan bahan diskusi berupa kasus yang berhubungan dengan SAP. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek Penilaian Pemahaman Kreativitas Leadership Unsur Penilaian Tugas Ujian Mid Semester Ujian Akhir Keaktivan dalam diskusi Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Skor Maks 200 200 300 100 100 100 100 Persentase 14. dilakukan sebanyak 3 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan diskusi kelompok. yaitu presentasi dan diskusi kasus. Laptop dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan. Bentuk diskusi ini bagi mahasiswa akan mampu menganalisis kasus yang diberikan secara kelompok. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah dasar dan memerlukan pemahaman yang intensif. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. dan leadership. ketrampilan.00 25. C. Bentuk kegiatan lain.

5. DAFTAR PUSTAKA poin (>80%) poin (70 – 80%) poin (60 – 70%) poin (40 – 60%) dianggap Tidak Lulus 100% 1. 4th. and Anagnostakos. Thieme Verlag ..G.. M. Wood. Fundamentals of Anatomy and Physiology.. San Fransisco 4.P.... Taschenatlas der Physiologie. 4th Ed. New Jersey 2. Principles of Anatomy and Physiology. 5th Ed. An Introduction to Cardiovascular Physiology. Tortora. Prentice Hall. Laboratory Textbook of Anatomy and Physiology . New York 3. Freeman Co. JR Levick. Ed. 1998.. A.J.1200 Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai A untuk ≥ 960 Nilai B untuk 840 – 959 Nilai C untuk 720 – 839 Nilai D untuk 480 – 719 Kurang dari 480 D. Harper and Row Publ. N. Silbernagl S and Despopoulus.. G. 4th Ed. Martini.

.

karakteristik biologis mikroorganisme (bakteri. studi hubungan filogenetik. 2. Pada kegiatan praktikum berisi pokok-pokok bahasan mengenai media kultur. tehnik isolasi suatu spesies mikroorganisme dari suatu populasi campuran. sifat pertumbuhan dan mekanisme kontrol pertumbuhan mikroorganisme. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami dan menjelaskan aspek penting ilmu mikrobiologi yang terkait dengan bidang farmasi. karakteristik mikroskopik dan makroskopik mikroorganisme. mekanisme kerja. prinsip penyakit infeksi dan mekanisme patogenisitas mikroorganisme Setelah mengikuti praktikum mahasiswa diharapkan memahami aspek penting tehnik aseptik dan pemilihan media kultur. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. jamur. pengujian daya dan resistensi zat-zat antimikroorganisme. virus dan protozoa). Deskripsi singkat matakuliah Mikrobiologi dan Virologi Matakuliah Mikrobiologi dan Virologi berisi pokok-pokok bahasan mengenai sejarah mikrobiologi dan hubungannya dengan bidang farmasi. identifikasi karakteristik biologis mikroorganisme baik secara mikroskopis dan makroskopis Selain itu juga dilakukan analisis penghitungan cemaran mikroorganisme dalam produk farmasi. pengujian sensitivitas zat-zat antimikroorganisme. menjelaskan tehnik dan proses sterilisasi. tehnik aseptis dan sterilisasi. pengertian dan prinsip metode klasifikasi dan identifikasi mikroorganisme. Selain itu juga dibahas tentang prinsip dasar penyakit infeksi dan mekanisme patogenisitas mikroorganisme.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN MIKROBIOLOGI dan VIROLOGI [ 3(1) ] A. mekanisme kerja dan resistensi zat-zat antimikroorganisme. pertumbuhan dan kontrol pertumbuhan mikroorganisme. mampu melakukan isolasi suatu spesies mikroorganisme dari suatu populasi campuran dan mengidentifikasi karakter biologi mikroorganisme baik secara . klasifikasi dan indentifikasi mikroorganisme. termasuk di dalamnya konsep antibiosis dan antisepsis.

metode hibridisasi asam nukleat. Membedakan karakteristik virus dari bakteri. menjelaskan struktur virus.mikroskopis maupun makroskopis. Menjelaskan aspek penting sejarah mikrobiologi dan keterkaitannya dengan bidang farmasi dan kedokteran 3. S dan P) terhadap pertumbuhan mikroorganisme. sidik jari DNA dan PCR) 5. kegunaan elemen-elemen (unsur C. filogeni dan menjelaskan karakteristik domain bakteria. membandingkan setiap fase pertumbuhan mikroorganisme dan menjelaskan . flowcytometry. menghitung dan menganalisis cemaran mikroorganisme dalam produk farmasi. komposisi DNA. profil asam lemak. Memahami definisi taksonomi. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: 1. tahapan proses reproduksi fungi (aseksual dan seksual) dan karakteristik tiga filum yang penting di bidang medis 7. tekanan osmotik. prokariotik dan virus 4. siklus litik dari T-even bacteriophage dan siklus lisogenik dari bacteriophage lambda 8. Memahami keterkaitan mikroorganisme dengan kehidupan 2. menjelaskan fungsi endospora dan mekanisme pembentukan sampai germinasi. Mendefinisikan koloni. takson. 3. N. filamen aksial. mampu melakukan pengujian sensitivitas zat-zat antimikroorganisme. Selain itu mahasiswa juga diharapkan mampu melakukan. arkaea dan eukarya. serologi. flagela. Menjelaskan karakteristik fungi. membandingkan dan membedakan struktur dinding sel bakteri gram positif dan negatif. fimbriae dan pili. tipe faga. menjelaskan cara pengawetan mikroorganisme. bakteri tahan asam. Memahami prinsip metode-metode klasifikasi dan identifikasi mikroorganisme (metode pewarnaan. menjelaskan struktur kimia dan fungsi plasma membran sel prokariotik 6. menjelaskan pentingnya pH. menjelaskan sistem tata nama ilmiah dan membedakan spesies eukariotik. arkaea dan mikoplasma. Menjelaskan stuktur dasar sel bakteri. struktur dan fungsi glikokaliks. Mengklasifikasikan mikroorganisme ke dalam lima kelompok berdasarkan temperatur hidupnya dan keperluan akan oksigen. menyebutkan berbagai macam metode dan media pertumbuhan mikroorganisme 9. membedakan sifat motilitas bakteri. biokimia.

menyebutkan beberapa metode transmisi penyakit di rumah sakit. menjelaskan penetrasi bakteri ke dalam sitoskeleton sel host. mahasiswa diharapkan mampu: 1. Menjelaskan tehnik dan proses sterilisasi panas (oven dan autoclave) 4. kinase. hewan dan benda tidak hidup). metode transmisi suatu penyakit 13. menjelaskan mekanisme aksi dan penggunaan disinfektan kimia 11. Mengetahui dan melakukan tehnik aseptik dengan baik 2. Menjelaskan prinsip pembuatan dan pemilihan media biakan 3. motilitas) maupun makroskopis (morfologi koloni) . membedakan efek eksotoksin dan endotoksin Setelah mengikuti praktikum. Mampu melakukan tehnik isolasi dengan metode streak plate atau pour plate 6. Mendefinisikan mikrobiota normal dan transient. bentuk. sumber-sumber infeksi (manusia. Mendefinisikan dengan waktu generasi. membandingkan efek koagulase. mikroorganisme opportunistik. menjelaskan cara perlekatan mikroorganisme terhadap sel host.hubungannya 10. menjelaskan metode-metode uji daya antimikroorganisme. perusakan langsung dan membandingkan toksin yang dihasilkan. faktor-faktor yang menyebabkan seseorang menjadi rentan terhadap penyakit. Mengenal karakter biologis mikroorganisme (bakteri dan jamur) baik secara mikroskopis (struktur. menjelaskan antimikroorganisme. dan menjelaskan kontrol metode-metode pertumbuhan pengukuran pertumbuhan sel mikroorganisme beberapa terminologi mengenai mikroorganisme. menjelaskan postulat Koch. Mengenali jalur masuk keluarnya mikroorganisme dari host. menjelaskan cara pencegahan infeksi nosokomial di rumah sakit 14. hialuronidase dan kolagenase. Mendefinisikan infeksi nosokomial. menjelaskan pengendalian pertumbuhan mikroorganisme baik secara fisik maupun kimia. menjelaskan mekanisme resistensi obat 12. Menjelaskan terminologi yang berhubungan lima mekanisme dengan aksi obat-obat obat-obat antimikroorganisme. menjelaskan host yang compromised. ukuran. komponen kapsul dan dinding sel yang berkontribusi terhadap patogenisitas. Mampu menggunan mikroskop cahaya dengan baik 5.

Melakukan pengujian sensitivitas zat-zat antimikroba dengan metode difusi agar dan koefisien fenol B. takson dan Ceramah -WB filogenetik dan tanya -LCD filogeni • Sejarah pengklasifikasian yang jawab dilakukan Linnaeus. spora) maupun uji biokimia 8. tahan asam. parasitologi. von Nageli. Klasifikasi Chatton. Whittaker dan Woese mikroorganisme • Sistem tiga domain (arkaea. dan virologi) Teknologi DNA Rekombinan Daur ulang elemen vital Bioremediasi Kontrol hama Flora normal (mikrobiota) Bidang kedokteran Bidang farmasi Studi hubungan • Definisi taksonnomi. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Jadwal Kegiatan Mingguan Perkuliahan Pertemuan Minggu 1 Topik Pendahuluan Peletak batu pertama mikrobiologi Substansi • • • • • Metode Fasilitas Jaman keemasan • ilmu mikrobiologi Kemoterapi modern pertama Perkembangan mikrobiologi modern Peranan mikroorganisme bagi kesejahteraan manusia Minggu 2 dan 3 • • • • • • • • • • • • Mikroorganisme di dalam kehidupan Ceramah -WB dan tanya -LCD Jenis-jenis mikroorganisme jawab Observasi Hooke dan Leeuwenhoek Debat teori abiogenesis dan biogenesis Percobaan oleh Redi. Spallanzani dan Pasteur Penemuan disinfektan pertama oleh Lister Penemuan teori penyakit oleh Koch Penemuan vaksin pertama oleh Jenner Penemuan kemoterapi oleh Erlich Penemuan antibiotik oleh Fleming Munculnya cabang ilmu mikrobiologi (bakteriologi. Melakukan pengujian. Needham.7. imunologi. bakteria . Melakukan identifikasi mikroorganisme dengan metode pewarnaan (gram. 9. mikologi. penghitungan dan analisis cemaran mikroorganisme dalam produk farmasi dengan metode angka lempeng total dan Jumlah Perkiraan Terdekat (JPT).

flagela (motilitas). karboksisom. kompleks golgi. granula polisakarida. vakuola. dinding sel dan glikokaliks Membran sitoplasma Organel (nukleus. -WB diskusi dan -LCD bakteri Struktur luar dari dinding sel bakteri tanya jawab (glikokaliks. inklusi lipid. lisosom. kapang Ceramah. peroksisom dan sentrosom) Struktur vegetatif (khamir. -WB diskusi dan -LCD dan cendawan) tanya jawab Fungi dimorfik Spora seksual Spora aseksual Kebutuhan nutrisi fungi Zygomycota Ascomycota Basidiomycota Minggu 3 dan 4 Sel prokariotik • • • • Sel eukariotik • • • Minggu 5 Karakteristik fungi Siklus hidup fungi Filum fungi dalam bidang kesehatan • • • • • • • • .Metode klasifikasi dan identifikasi • • • • • • • • • • • • • • dan eukarya) Sistem tata nama ilmiah Hirarki taksonomi Klasifikasi prokariotik. fimbriae dan pili) Struktur dinding sel bakteri (komposisi. eukariotik dan virus Karakteristik morfologi Pewarnaan diferensial Test biokimia Serologi Tipe faga Profil asam lemak Flow cytometry Komposisi basa DNA dan sidik jari DNA Penentuan urutan RNA ribosom PCR Hibridisasi asam nukleat Ukuran. magnetosom) dan endospora) Flagela. ribosom. karakteristik. retikulum endoplasma. granula sulfur. nukleoid. kloroplas. mitokondria. bentuk dan susunan sel Ceramah. filamen aksial. mekanisme pewarnaan) Struktur dalam dari dinding sel bakteri (sitoplasma. benda inklusi (granula metakromatik.

sulfur dan fosfor pertumbuhan • Trace element mikroba • Oksigen • Organic growth f actor • Chemically defined media • Media kompleks Media kultur • Media dan metode pertumbuhan anaerob • Tehnik kultur khusus (candle jar) • Media selektif dan diferensial • Media pengkaya • Definisi koloni dan isolasi Kultur murni • Macam metode isolasi • Morfologi makroskopik pada beberapa media Pengawetan • Deep freezing mikroba • Lyophilization (freeze drying) • Fase pertumbuhan mikroba (fase lag. disinfeksi. pertanian dan industri Minggu 6 dan 7 Minggu 8 Definisi sterilisasi. virus Multiplikasi kompleks) bakteriofage • Siklus litik dari T-even bacteriophage • Siklus lisogenik dari bacteriophage lambda Persyaratan fisik • Temperatur Ceramah. Pertumbuhan fase eksponensial.Minggu 5 dan 6 Efek fungi bagi manusia Karakteristik virus • Host dari virus Ceramah. virus polihedral. fase stasioner dan mikroba fase kematian) • Waktu generasi • Hitungan mikroskopik • Metode ALT (Plate count) Metode • Metode MPN (Most Probable pengukuran Number) pertumbuhan sel • Filtrasi mikroba • Turbidity Terminologi kontrol mikroba • • • Penyakit yang disebabkan fungi Bidang famasi. komersial Ceramah. sterilisasi. diskusi dan -LCD . -WB pertumbuhan diskusi dan -LCD • pH mikroba tanya jawab • Tekanan osmotik • Karbon Persyaratan kimia • Nitrogen. virus berselubung. -WB antiseptik. -WB diskusi dan -LCD • Ukuran virus Struktur virus tanya jawab • Asam nukleat virus • Kapsid dan selubung virus • Morfologi umum (virus helikal.

bakteriostatik obat antimikroba • Penghambatan sintesis dinding sel • Penghambatan sintesis protein • Penghambatan sintesis asam nukleat • Kerusakan membran plasma Metode uji daya • Penghambatan sintesis metabolit antimikroba esensial • Metode difusi (cakram kertas. Mekanisme silinder cup dan sumuran agar) resistensi obat • Metode dilusi (MIC dan MBC) • Penghancuran / inaktivasi obat oleh enzim mikroba • Pencegahan penetrasi obat ke target spesifik mikroba • Mengubah target spesifik obat • Pemompaan obat ke luar dari mikroba sebelum obat aktif Pengertian • Patologi. infeksi dan penyakit definisi • Hubungan mikrobiota normal dan Mikrobiota host normal • Mikroorganisme opportunistik • Postulat Koch Etiologi penyakit • Perkecualian postulat Koch infeksi • Tingkat keparahan atau durasi suatu penyakit Klasifikasi • Perluasan suatu penyakit penyakit infeksi (berdasarkan tubuh host yang terkena) Pola suatu • Faktor yang menyebabkan kerentanan penyakit suatu penyakit tanya jawab Ceramah. -WB diskusi dan -LCD tanya jawab . antibiotik obat antimikroba spektrum luas dan sempit. surfaktan. amonium kuartener.• Definisi antibiotik. halogen. Mekanisme aksi baktersidal. -WB diskusi dan -LCD tanya jawab Ceramah. alkohol. sanitasi pengendalian • Pemanasan (panas kering dan panas pertumbuhan basah) mikroba • Pasteurisasi • Filtrasi • Penurunan temperatur • Desikasi • Tekanan osmotik • Radiasi (radiasi terionisasi dan tidak terionisasi) Cara kimia • Prinsip disinfektan yang efektif pengendalian • Cara evaluasi disinfektan pertumbuhan • Tipe disinfektan (bisphenol.Minggu 9 dan 10 Minggu 11 Cara fisik degermining. antibiotik dan aldehid) Terminologi obat. logam berat dan komponennya. mikroba biguanida.

rute parenteral) 13 host tanya jawab • Jumlah mikroba yang menginvasi • Perlekatan Penetrasi mikroba • Kapsula patogen ke dalam • Komponen dinding sel pertahanan host • Enzim • Penetrasi ke dalam sitoskeleton host Perusakan sel host • Nutrisi host oleh mikroba • Perusakan langsung • Produksi toksin (eksotoksin dan endotoksin) Minggu 14 Penyakit infeksi (topik terpilih.Aseptic technique and transfer of the microorganisms Introduction to the microscope Comparison of sizes and shapes of living microorganisms Motility of the bacteria Gram staining 2 3 4 Acid-fast and endospore (spore) staining Microscopic identification of fungi . kulit. and grading system .Overview of the growth media and sterilization process . diskusi dan tanya jawab 2. course topics content. spesifik untuk mikroorganisme patogen pada manusia) Penyakit mikroba pada mata dan kulit Penyakit mikroba pada sistem saraf Penyakit mikroba pada kardiovaskular dan sistem limfatik • Penyakit mikroba pada sistem respirasi • Penyakit mikroba pada sistem pencernaan • Penyakit mikroba pada sistem urinary dan sistem reproduksi • • • Ceramah. Jadwal Kegiatan Mingguan Praktikum Weeks 1 Laboratory Course Topics .General rules working in the microbiology laboratory . -WB 12 dan mikroba ke dalam diskusi dan -LCD mukosa.Explain the goals. -WB Presentasi -LCD topik terpilih.Penyebaran suatu infeksi Infeksi nosokomial • • • • • • • Perkembangan penyakit Sumber-sumber infeksi Transmisi suatu penyakit Mikroorganisme di rumah sakit Host yang compromised Rantai transmisi infeksi nosokomial Kontrol infeksi nosokomial Minggu Masuknya • Jalur masuk mikroba (membran Ceramah.

ditetapkan di awal perkuliahan dengan topik yang berbeda-beda disesuaikan dengan pokok bahasan.5 . Acid-fast and endospore (spore) staining Discussion of microscopic identification of fungi --. Selama proses menerangkan. yaitu pemberian tugas mandiri berupa pembuatan makalah dan dipresentasikan. Bentuk kegiatan lain.Examination of macroscopic colony morphology Discussion of Gram. osmotic pressure and oligodynamic action) Enumeration of microorganisms (Total Plate Count) Enumeration of coliform bacteria (Most Probable Number) .MID SEMESTER EXAMINATION --.Test for microbial susceptibility to chemotherapeutic agents (diffusion method) . Handout sudah dibagikan satu minggu sebelumnya. Mahasiswa diharapkan sudah menyerahkan makalah paling lambat satu minggu sebelum presentasi berlangsung.END SEMESTER EXAMINATION --to 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: Dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar. White Board. C.Factors influence the microbial growth (temperature. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN .Disinfectant test (Phenol coefficient) Discussion of factors influence the microbial growth Discussion of the test for microbial susceptibility chemotherapeutic agents --. mahasiswa diperkenankan untuk bertanya. komputer dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa.Obtaining pure cultures (isolation) from a mixed population (Streak Plate Method) . Tugas mandiri akan dipresentasikan di akhir pertemuan.Identification of bacteria through biochemical testing . Pertanyaan tersebut didiskusikan bersama dan ditarik suatu kesimpulan. dilakukan sebanyak 1 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan presentasi dan diskusi kelompok. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib.

kreativitas. Penilaian dilakukan pada setiap pertemuan. Monitoring dan umpan balik dari mahasiswa dilakukan melalui penyebaran kuisioner dan permintaan saran langsung kepada mahasiswa. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek Penilaian Pemahaman ketrampilan Kreativitas Leadership Unsur Penilaian Tugas Ujian Mid Semester Ujian Akhir Keaktifan dalam diskusi Penelusuran literatur dan pembuatan makalah Kedisiplinan dalam kuliah dan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Skor Maks 100 100 100 100 100 100 100 100 1200 Persentase 15% 25% 35% 5% 5% 5% 5% 5% 100 Jumlah Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Penilaian disesuaikan dengan buku pedoman akademik . 2.1. ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. Skor tertinggi pada tingkat pemahaman. ketrampilan. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. dan leadership.

Machunis-Masuoka E. 1st edition. Sjamsuridzal W. 7th edition. Longman Inc. Pearson Benjamin Cumming. 2006. Blackwell Science 4. An imprint of Addison Wesley. 2007. Hugo and Russell’s: Pharmaceutical Microbiology. 2004. Funke BR. Darmstadt. San Francisco. Pearson Education Inc.. Indonesia 6. Microbiology with Disease by Taxonomy. 2005. USA 3. 2nd edition. Mikologi Dasar dan Terapan. Tortora GJ. Yayasan Obor Indonesia. 2007.. Gorman SP. Denyer SP. Merck KGaA. 2006. Anonim. Madigan MT. 11th edition. Germany . 7th edition. Gandjar I.D. 12th ed. Merck Microbiology Manual. Brock Biology of Microorganisms. Martinko JM. Hodges NA. Case CL. DAFTAR PUSTAKA 1. USA (BUKU ACUAN) 2. Oetari A. USA 5. Benjamin Cummings. Tizard I. Jakarta. Microbiology an Introduction. Bauman BR.

koefisien resolusi dan dapat mengatur faktor-faktor tertentu untuk mencapai hasil kromatografi yang sesuai . Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat :menguasai berbagai metode analisis menggunakan instrumentasi. 3. dan suhu lebur. ukuran partikel. volumetri dan gravimetri. RENCANA PEMBELAJARAN 1. dan mengidentifikasi  Memilih metode yang sesuai untuk mengidentifikasi unsur kimia. cair kinerja tinggi) dan analisis elektrokimia (potensiometri. tr. Deskripsi Singkat Mata Kuliah Membicarakan metode analisis baik kualitatif maupun kuantitatif dengan mengaitkan terjadinya interaksi radiasi elektromagnetik dengan molekul menggunakan instrumentasi seperti spektrometri (uv-vis.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN KIMIA ANALISIS A. 2. Tujuan Instruksional Khusus Agar mahasiswa mampu :  Menganalisa satuan-satuan bagian metode analisa zat kimia untuk diterapkan pada penyusunan dan mampu menjelaskan pemakaian bobot jenis. elusi. untuk memisahkan . temperatur waktu elusi. fluoro). Rf. deteksi). volumetri dan gravimetri. fase gerak. zat yang akan dipisahkan)  Menganalisa fungsi tiap tahap dalam proses kromatografi (penyiapan. pemisahan senyawa dari campurannya menggunakan sistem kromatografi (gas.  Menjelaskan hubungan antara berbagai faktor yang berhubungan dengan kromatografi (jenis fase diam.  Menerapkan pengetahuan tentang sifat-sifat reaksi ion. kecepatan aliran. fase gerak. indeks bias. adsorben. efisien kolom. gugus fungsional yang ada  Menjelaskan berbagai mekanisme pemisahan secara kromatografi dan dapat menganalisa fungsi dan peranan dari tiap komponen dalam sistim kromatografi (fase diam. membedakan. coulometri dan polarografi). ir.

unsur.dengan tujuannya  Memahami dan menjelaskan metode analisis kuantitatif konvensional dan modern serta sumber-sumber kesalahan dalam analisis       Menjelaskan teori titrasi asam basa. serta penerapannya. dan analisis penerapan kadarnya Menjelaskan teori titrasi kompleksometri dan argentometri. teori dan aplikasi analisis kuantitatif secara KCKT dan kromato grafi gas-cair.1 Perkuliahan Pertemuan Topik Minggu 1 Pendahuluan dan pembandingan sifat-sifat zat Identifikasi ion Substansi Metode Fasilitas Agar mahasiswa mampu : Ceramah dan WB Pembandingan sifat-sifat zat. anion. Pelaksanaan Pembelajaran 1. indeks bias. serta mampu memahami teori dasar analisis fisiko kimia. instrumentasi dan aplikasinya untuk analisis senyawa kimia B. Jadwal Kegiatan Mingguan 1. LCD Agar mahasiswa mampu : Colaboration Menjelaskan pengaruh pada tiap tahap Learning prosedur identifikasi kation dan anion dari senyawa anorganik WB OHP LCD WB OHP LCD Minggu 2 Minggu 3 Identifikasi Agar mahasiswa mampu : Colaboration unsur logam dan Memilih metode yang sesuai umtuk Learning non logam mengidentifikasi unsur kimia . Menjelaskan teori titrasi redoks serta penerapannya Menjelaskan teori titrasi nitrimetris serta penerapannya Menjelaskan teori metode gravimetri dan penerapnnya Menjelaskan prinsip metode kromatografi. gugusan. dan suhu lebur. pemakaian Tanya jawab OHP bobot jenis.  Mahasiswa mampu menganalisa zat anorganik berupa kation. bebas air.

dan Learning. Kuantitatif Memahami dan menjelaskan berbagai Colaboration metode analisis kuantitatif. Teori titrasi Agar mahasiswa mampu : Colaboration asam-basa dan Memahami dan menjelaskan teori titrasi Learning titrasi bebas air asam-basa dan penerapannya dalam penetapan kadar bahan Teori titrasi Agar mahasiswa mampu : Colaboration pengendapan Memahami dan menjelaskan teori titrasi Learning argentometri cara Mohr.Pertemuan Topik Minggu 4 Identifikasi gugus fungsionsl Cara-cara pemisahan Substansi Metode Fasilitas WB OHP LCD WB OHP LCD Agar mahasiswa mampu : Colaboration Mengidentifikasi gugus funsional dalam Learning zat kimia yang diberikan (alkohol. Rf. titrimetri. gravimetri. Agar mahasiswa mampu : Colaboration Memahami dan menjelaskan teori titrasi Learning redoks permanganometri. serta penerapannya. dan sublimasi Agar mahasiswa mampu : Colaboration a)Menjelaskan berbagai mekanisme Learning. dan zat yang akan dipisahkan) b) Menjelaskan hubungan antara berbagai faktor yang berhubungan dengan kromatografi (jenis fase diam. dan tr) Minggu 5 Minggu 6 Kromatografi WB OHP LCD Ujian Minggu 7 Metode Analisis Agar mahasiswa mampu : Orientasi. destilasi. fase gerak. Fayans. adsorben. fase gerak. fenol. pemisahan secara kromatografi dan Diskusi dapat menganalisa fungsi dan peranan dari tiap komponen dalam sistem kromatografi (fase diam. dan karbohidrat) Agar mahasiswa mampu : Colaboration Memilih metode yang sesuai untuk Learning memisahkan komponen tertentu dari campuran zat kimia yang diberikan dengan pengendapan. temperatur. waktu elusi. dan iodi/ iodometri Agar mahasiswa mampu : Problem Memahami dasar-dasar teori pengendapan Learning dan isolasi secara kuantitatif metode garvimetri dan melakukan penetapan kadar zat uji atau sampel WB OHP LCD WB OHP LCD WB OHP LCD WB OHP LCD Minggu 8 Minggu 9 Minggu 10 Titrasi redoks Minggu 11 Gravimetri Base WB OHP LCD . ukuran partikel. asam. kecepatan aliran. serimetri. Volhard.

Pertemuan Topik Substansi Metode Fasilitas WB OHP LCD Minggu 12 a) Analisis Agar mahasiswa mampu : Colaboration spektrofotome c) Memahami teori dasar reaksi REM Learning tri IR dan sinar dan senyawa organik. Jenis kromatografi b.Menentukan kadar zat dalam sampel WB OHP LCD Minggu 14 Kromatografi a. Hukum Hooked X dan menghitung bilangan suatu gugus b) Faktor-faktor fungsi yang d) Menggambarkan spektrum IR suatu mempengaruhi senyawa organik berdasarkan data vibrasi bilangan gelombang yang ada pada tabel e) Menghitung IDH suatu senyawa organik dan meramalkan jenis ikatan rangkap yang dimiliki senyawa tersebut. Kromatografi Gas d. Minggu 13 Analisis spektrofotome tri uv-vis . Analisis kuantitatif Minggu 15 Ujian WB OHP LCD .Hal-hal yang mempengaruhi serapan Agar mahasiswa mampu : Colaboration f)Menjelaskan interaksi REM dengan Learning molekul sehingga terjadi eksitasi g) Menjelaskan terjadinya serapan dan cara menghitung serapan h) Menyiapakan sampel dan menganalisis secara kuantitatif Agar mahasiswa mampu : Colaboration i) Menjelaskan mekanisme serapan atom Learning dan instrumentasi alat j) Memilih metode kromatografi . Metode KCKT c.

dan Karl Fischer Agar mahasiswa mampu : Orientasi.TLC.1. dan Karl laporan Fischer untuk analisa kuantitatif Minggu 7 Titrasi asam Agar mahasiswa mampu : menerapkan Orientasi. iodo. memisahkan komponen tertentu dari campuran zat kimia yang diberikan Ujian Ujian Minggu 6 Analisis secara polarografi. asam. AlatMenerapkan dalam penetapan kadar praktikum dan gelas bahan uji secara metode laporan permanganometri. Praktikum Pertemuan Topik Minggu 1 Substansi Metode Fasilitas Analisa kation Agar mahasiswa mampu : Orientasi. serimetri. Alatfenol. potensiometri. dan iodatometri alat Minggu 8 alat Minggu 9 Titrasi redoks alat Minggu 10 Titrasi nitrimetri Agar mahasiswa mampu : Orientasi. AlatMemahami dan menjelaskan prinsip praktikum dan gelas titrasi Argento cara Volhard. dan Memilih metode yang sesuai umtuk praktikum. dan penetapan kadar bahan uji Agar mahasiswa mampu : Orientasi. laporan Titrasi pengendapan Agar mahasiswa mampu : Orientasi. dan prosedur identifikasi kation dan anion dari laporan senyawa anorganik alat Minggu 2 Minggu 3 Analisa gugus Agar mahasiswa mampu : Orientasi. laporan Praktikum dan Alat-alat laporan. iodi. Alatspektrofotometri menginterpretasikan spektrum serapan IR praktikum dan gelas alat alat . dan gelas karbohidrat mengidentifikasi gugus zat kimia yang laporan diberikan (alcohol. dan laporan alat Kromatografi Agar mahasiswa mampu : Kertas. gelas. laporan Fayans. Orientasi. laporan Minggu 11 Analisis Agar mahasiswa mampu Orientasi. praktikum. AlatMemahami instrumentasi dan aplikasi praktikum dan gelas polarografi. asam. fenol.basa dalam penetapan praktikum dan gelas bebas air kadar bahan uji asam-basa. AlatMemahami dan menerapkan teori praktikum dan gelas nitrimetri untuk penetapan kadar zat. dan dan untuk mencapai tujuan khusus. Mohr.Kol Memilih metode yang sesuai untuk om. karbo hidrat) Pemisahan destilasi Minggu 4 Minggu 5 Agar mahasiswa mampu menyusun alat Praktikum dan Alat-alat gelas destilasi sederhana dan destilasi uap. potensiometri. Alat-alat gelas Menjelaskan pengaruh pada tiap tahap praktikum. Alatbasa. Alat-alat gelas dan anion Mendemonstrasikan alat-alat laboratorium praktikum.dan titrasi teori konsep asam. laporan instrumentasi Analisa Unsur Agar mahasiswa mampu : Orientasi.Budde. 2.

alat Minggu 12 Analisis Mahasiswa mampu menjelaskan hal-hal Orientasi.Pertemuan Topik IR dan sinar X Substansi Metode Fasilitas untuk mengetahui rumus bangun senyawa laporan organik. dengan tujuan mempersiapkan diskusi dilakukan sedikitnya satu kali. alat alat C. d. AlatGas(KG). laporan (KCKT) dan analisis kuantitatif Minggu 14 Kro matografi Mahasiswa mampu menyusun konfigurasi Orientasi. Bentuk diskusi ini bagai mahasiswa akan mampu menganalisis bahan yang diberikan secara kelompok. laporan Minggu 15 UJIAN 2. alat untuk tujuan kuantitatif dalam praktikum dan gelas perhitungan kadar. menggunakan metode analisis yang sesuai berdasarkan hasil diskusi kelompok yang telah dilakukan. Metode Pembelajaran dan bentuk kegiatan a. laporan Minggu 13 Kromatografi Mahasiswa mampu memilih jenis kolom. White Board. . Alatspektrofotometri yang mempengaruhi serapan. penyiapan praktikum dan gelas uv-vis sampel. dan cara menghitung kadar. Pemaparan dan diskusi hasil percobaan dalam praktikum yang telah dilakukan Based Learning Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. OHP. Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut : Dosen menerangkan dengan alat Bantu buku ajar. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN . b. Orientasi. bekerja sama dengan teman satu kelompo. merangkum pendapat-pendapat yang ada seshingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan. Pemberian tugas mandiri dan diskusi dalam bentuk Collaborative Learning dan Problem kelompok. Tugas/praktikum analisis unsur. AlatCair Kinerja detektor.k aktif memberikan mendapat (saling memberi masukan) sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancea. dan cara perhitungan praktikum dan gelas Tinggi kadar. fase gerak. c. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut : Dosen menyiapkan bahan diskusi yang diambil dati tugas mandiri yang diberikan dan yang telah diperiksa. dilanjutkan Tanya jawab antara mahasiswa dan dosen. Laptop dan LCD projector. pemisahan.

67 16. dan leadership.R. 2. D. Stahlled.33 8. kreativitas. Roth Gottfried Blaschke E.33 8.ashworth.F. maka skor tertinggi diberikan untuk poin tugas-tugas. Terj M. DAFTAR PUSTAKA 1.33 100 . Berlin 196 Skor Maks 200 200 300 100 100 100 100 100 1200 Presentase 16. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. 2nd ed. Thin layer Chromatography. 2.33 8. pre-test dan post-test praktikum. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat dikukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. keterampilan.00 8.1. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah keahlian dan memerlukan latihan/praktikum yang intensif.33 8. A Text Book of quality in Organic analysis Analisis Farmasi. 3. Vogel. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan/praktikum (berupa kuesioner. dan ujian-akhir semester. ujian tengan semester. Springer Verlag. Komponen pemahaman dan keterampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan. dan kritik-saran dari mahasiswa). A laboratory Handbook.17 25. Penilaian (Assesment) Aspek pemilaian meliputi : Aspek penilaian Unsur Penilaian Pemaham keterampilan Tugas mandiri Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester Kreativitas Kreativitas dalam diskusi Membuat resume Leadership Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Jumlah Hasil akhir ditentukan sebagai berikut : Nilai A untuk > 960 poin (> 80%) Nilai B untuk 840 -959 poin ( 70 – 80%) Nilai C untuk 720 – 839 poin (60 – 70%) Nilai D untuk 480 – 719 poin (40 – 60%) Kurang dari 480 dianggap tidak lengkap/tidak lulus. Herman J.

Skoog DA.4. BP. Principles of Instrumental Analysis 4th ed. Verlag Chemic. Weinhein. FI-IV. 7. USP. Willard. 6. Chromatography a review of principle and Aplications 2nd ed. Farmakope (FI-III. dsb) E Lederer & M Lederer. Instrumental method of analysis 7th . 1968. 5.

menjelaskan tentang usaha-usaha untuk meningkatkan kelarutan suatu zat yang digunakan dalam bidang farmasi. 2. menjelaskan tentang tegangan permukaan dan antar-muka serta hal-hal yang berkaitan dengan fenomena permukaan. bentukbentuk partikel. viskoelastisitas. b. suspensi. dll. menjelaskan tentang ukuran partikel dan distribusi ukuran partikel. menjelaskan tentang pentingnya uji stabilitas suatu zat dan sediaan farmasi. c. menjelaskan tentang terjadinya difusi. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. kelarutan dan faktor yang mempengaruhinya. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami fenomena fisika molekul obat dan eksipien untuk diaplikasikan pada pengembangan formulasi dan pembuatan sediaan farmasi.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN FARMASI FISIKA A. menjelaskan tentang interaksi antara pelarut dan zat terlarut serta fenomena lain kelarutan. kinetika dan orde reaksi. difusi dan disolusi. e. stabilitas (fungsi dan cara penentuannya). 3. Deskripsi singkat matakuliah Farmasi Fisika Matakuliah Farmasi Fisika berisi pokok-pokok bahasan konsep dasar sifat fisikokimia molekul obat. serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya. sifat aliran. pengertian tentang fenomena antar permukaan dan penentuan tegangan permukaan. sistem dispersi (koloid. f. luas permukaan partikel. g. pengertian rheologi dan viskositas serta hubungannya dalam farmasi. d. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. menjelaskan tentang viskositas. dispersi padat). fluiditas. sifat-sifat fisika senyawa obat berbentuk serbuk. mikromeritik. prosedur dan peralatan yang digunakan pada percobaan difusi dan proses disolusi obat. rheologi. emulsi. .

prosedur dan tanya jawab peralatan uji disolusi dan pelepasan obat Ceramah dan tanya jawab Prinsip difusi dalam sistem biologi. tetapan dielektrik) Ceramah dan Faktor yang mempengaruhi kecepatan tanya jawab reaksi obat dalam larutan. reaksi penguraian obat dan usaha stabilisasi. faktor yang tanya jawab mempengaruhi laju reaksi penguraian obat dalam larutan (suhu. tanya jawab sifat koligatif larutan. analisis stabilitas dipercepat. termodinamika difusi. kelariutan zat padat dalam zat cair Usaha untuk meningkatkan kelarutan. B. Ceramah dan distribusi zat terlarut dalam pelarut. menjelaskan dasar dasar kristalografi di bidang farmasi. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 4. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Minggu 1 Topik Pendahuluan Substansi Metode Fasilitas -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD Fenomena fisika molekul obat dan Ceramah dan eksipien untuk diaplikasikan pada tanya jawab pengembangan formulasi dan pembuatan sediaan farmasi Interaksi bahan pelarut dan zat Ceramah dan terlarut. isotonis.. Menjelaskan secara rinci sistem dispersi. tanya jawab kelarutan zat cair dalam zat cair.h. perhitungan usia simpan Ceramah dan Difusi keadaan tunak. hukum Ficks kedua Ceramah dan tanya jawab Minggu 2 Larutan dan Kelarutan (1) Minggu 3 Larutan Dan Kelarutan (2) Minggu 4 Stabilitas (1) Minggu 5 Stabilitas (2) Minggu 6 Difusi dan Disolusi (1) Minggu 7 Difusi dan Disolusi (2) Minggu 8 Fenomena antar permukaan (1) -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD . kelarutan gas dalam zat cair. isohidris Ceramah dan Orde dan laju reaksi. pelarut. tentang definisi sistem dispersi dan jenis-jenis i.

Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: Dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar. stabilitas fisika emulsi. kinetik. sistem suspensi terflokulasi tanya jawab dan deflokulasi. White Board.Minggu 9 Fenomena antar permukaan (2) Minggu 10 Rheologi Minggu 11 Mikromeritik Fenomena antar permukaan zat cair. elektrik sistem Ceramah dan koloidal. ukuran pori. dilakukan sebanyak 3 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan diskusi kelompok. sifat Ceramah dan turunan serbuk tanya jawab Sistem dispersi koloidal Jenis sistem dispersi koloidal. Laptop dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. . bentuk partikel dan luas permukaan. Ceramah dan adsorpsi pada antar-muka zat cair tanya jawab Adsorpsi antar permukaan zat padat. metode untuk mengukur ukuran partikel. OHP. penentuan sifat rheologi. dan solubilisasi tanya jawab Sistem dispersi suspensi -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD Minggu 12 -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD Minggu 13 Minggu 14 Sistem dispersi emulsi Sifat antar permukaan partikel tersus. sifat tanya jawab elektrik antar permukaan Sistem Newtonian dan Non Newtonian. Ceramah dan viskoelastisitas. aplikasi reologi tanya jawab dalam farmasi Ukuran partikel dan distribusi ukuran partikel. sifat optik. pengendapan suspensi Teori emulsifikasi. evaluasi stabilitas fisika emulsi 5. yaitu diskusi dan pemberian tugas mandiri.Ceramah dan pensi. Ceramah dan aplikasi bahan aktif permukaan. Bentuk kegiatan lain.

Di samping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa) 2. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. dan leadership. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1.33 8. bekerja sama dengan teman satu kelompok.33 8.33 8.33 8. C. ujian tengah semester. dan ujian akhir semester.Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut: Dosen menyiapkan bahan diskusi yang diambil dari tugas yang diberikan dan yang telah diperiksa.00 8. ketrampilan. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan. merangkum pendapat-pendapat yang ada sehingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan.67 16. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek Penilaian Pemahaman ketrampilan Kreativitas Leadership Unsur Penilaian Tugas Ujian Mid Semester Ujian Akhir Keaktivan dalam diskusi Membuat resume Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Skor Maks 200 200 300 100 100 100 100 100 1200 Persentase 16. kreativitas. aktif memberikan pendapat (saling memberi masukan) sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancar. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman.67 25. maka skor tertinggi diberikan untuk poin tugas-tugas.33 100 Jumlah . Bentuk diskusi ini bagi mahasiswa akan mampu menganalisis bahan yang diberikan secara kelompok. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah keahlian dan memerlukan latihan yang intensif.

M.Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai A untuk ≥ 960 poin (>80%) Nilai B untuk 840 – 959 poin (70 – 80%) Nilai C untuk 720 – 839 poin (60 – 70%) Nilai D untuk 480 – 719 poin (40 – 60%) Kurang dari 480 dianggap Tidak Lengkap / Tidak Lulus D. Physicochemical Principles of Pharmacy. Wells. 1988.. .. Physical Pharmacy. 4th Ed. the physicochemical properties of drug substances.. J. Pharmaceutical preformulation. Philadelphia.A. McMillan Pub.I. Martin. DAFTAR PUSTAKA Florence. London... Ellis Horwood Limited. Lea & Febiger. 2006. 1988. 2nd Ed. Chichester.

c. Respons tubuh terhadap cedera. Deskripsi singkat matakuliah Patologi Matakuliah Patologi mempelajari aspek dinamis proses penyakit. Gangguan pertumbuhan . Interaksi hereditas dan lingkungan terhadap penyakit. Ilmu ini merupakan studi mengenai gangguan fungsi yang disebabkan oleh penyakit yang terjadi dalam organisme hidup.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN PATOLOGI A. proses-proses biologik yang tidak sesuai. e. Konsep umum penyakit. Gangguan sirkulasi h. proliferasi sel i. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan: a. d. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami gangguan fungsi mekanisme fisiologis yang terganggu oleh penyakit yang terjadi dalam organisme hidup. 3. Cedera dan Kematian Sel. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. atau studi mengenai individu yang sakit atau terganggu. b. Respons tubuh terhadap agen menular g. 2. Mahasiswa juga mampu memahami biologi abnormal . f. Gangguan pertumbuhan diferensiasi sel . Respons tubuh terhadap tantangan imunologik.

c. c. Substansi Konsep tentang Kenormalan Konsep tentang Penyakit Etiologi Patogenesis Manifestasi Klasifikasi Penyakit Faktor ekstrinsik Faktor intrinsik Interaksi antara Faktor Ekstrinsik dan Intrinsik Gen dan Terminologi Genetik Variasi Genetik Konsep Mendelian Penyakit genetik Uji Diagnostik Pemeriksaan Penapisan Fenotipe Uji diagnostik Pengambilan Sampel Sel Janin Uji diagnostik Analisis Genetik Molekuler Terapi untuk gangguan genetik Farmakogenetik Proyek Genom Manusia Organisasi seluler Modalitas cedera seluler Sel yang Diserang Perubahan morfologik pada sel yang cedera sub letal Kematian seluler Nasib jaringan nekrotik Kalsifikasi Patologik Kematian somatik Reaksi peradangan Gambaran Makroskopik Peradangan Aspek cairan pada Peradangan Eksudasi Aspek Seluler Peradangan Marginasi dan Emigrasi Kemotaksis Mediator Peradangan Metode Ceramah dan tanya jawab Fasilitas -WB -LCD Minggu 2 Interaksi hereditas dan lingkungan terhadap penyakit Interaksi hereditas dan lingkungan terhadap penyakit Presentasi dan LCD Diskusi Minggu 3 Presentasi dan LCD Diskusi Presentasi dan LCD Diskusi Kasus Minggu 5 Presentasi dan LCD Diskusi Kasus Minggu 6 Respons Tubuh terhadap Cedera Presentasi dan Diskusi LCD Minggu 7 Respons Tubuh Presentasi dan LCD . a. a. c.B. c. f. a. b. b. d. a. b. g. d. d. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Minggu 1 Topik Konsep umum penyakit a. a. e. f. b. e. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 4. f. b. f. e. g. Minggu 4 Interaksi hereditas dan lingkungan terhadap penyakit Cedera dan Kematian Sel a. c. e. c. b. d. d. h.

terhadap Cedera

b. c. d. e. f.

Jenis dan Fungsi Leukosit Diskusi Kasus Pola-Pola Peradangan Nasib Reaksi Peradangan Faktor-faktor yang Mempengaruhi peradangan dan Penyembuhan Aspek Sistemik Peradangan Gambaran singkat Imunitas Gambaran Singkat Sistem Imun Kompleks Histokompatibilitas Mayor Respon Imun Tipe Imunitas Fisiologi Reaksi Hipersensitivitas Imunodefisiensi Faktor Usia Faktor Hospes pada Infeksi, Radang sebagai Pertahanan Pembuluh Limfa pada Infeksi Pertahanan Terakhir Faktor Mikroba pada Infeksi Cara Interaksi Hospes dan Mikroba Infeksi Oportunistik Kongesti (Hiperemia) aktif Kongesti pasif Edema Perdarahan Trombosis Embolisme Arteriosklerosis Iskemia Infark Organ dan Jaringan yang lebih kecil dari normal Organ dan Jaringan yang lebih besar dari normal Diferensiasi abnormal Neoplasia Sifat-sifat Neoplasma Interaksi Neoplasma dengan Hospes Struktur Neoplasma Klasifikasi dan Tata nama neoplasma Karsinogenesis Aspek Klinis Neoplasia Presentasi dan LCD Diskusi Kasus

Minggu 8 Minggu 9

Mid Test Respon Tubuh terhadap Tantangan Imunologik Respon Tubuh terhadap Tantangan Imunologik Respon Tubuh terhadap Agen Menular

a. b. c. d. a. b. c. d. a. b. c. d. e. f. g. a. b. c. d. e. a. b. c. d. a. b. c. d. a. b. c. d. e. f.

Minggu 10

Presentasi dan LCD Diskusi Kasus

Minggu 11

Presentasi dan LCD Diskusi Kasus

Minggu 12 Gangguan Sirkulasi Minggu 13 Gangguan Sirkulasi Minggu 14 Gangguan Pertumbuhan, Proliferasi, Diferensiasi Sel Gangguan Pertumbuhan, Proliferasi, Diferensiasi Sel

Presentasi dan LCD Diskusi Kasus

Presentasi dan LCD Diskusi Kasus Presentasi dan LCD Diskusi Kasus

Minggu 15

Presentasi dan LCD Diskusi Kasus

Minggu 16

Final Test

5. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: Dosen menerangkan secara umum intisari mata kuliah dengan alat bantu buku ajar, White Board, Laptop dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. Bentuk kegiatan lain, yaitu presentasi dan diskusi kasus. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib, dilakukan sebanyak 3 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan diskusi kelompok. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut: Dosen menyiapkan bahan diskusi berupa kasus yang berhubungan dengan SAP. Bentuk diskusi ini bagi mahasiswa akan mampu menganalisis kasus yang diberikan secara kelompok, bekerja sama dengan teman satu kelompok, aktif memberikan pendapat (saling memberi masukan) sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancar, merangkum pendapat-pendapat yang ada sehingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan. C. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman, ketrampilan, kreativitas, dan leadership. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah dasar dan memerlukan pemahaman yang intensif, maka skor tertinggi diberikan untuk mid dan final test. Di samping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa) 2. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek Penilaian Unsur Penilaian Pemahaman Tugas Ujian Mid Semester Ujian Akhir Kreativitas Keaktivan dalam diskusi Kedisiplinan pengumpulan tugas Skor Maks 200 200 300 100 100 Persentase 14,00 25,00 25,00 9 9

Leadership

Presentasi Partisipasi di kelas

100 100 1200

9 9 100%

Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai A untuk ≥ 960 poin (>80%) Nilai B untuk 840 – 959poin (70 – 80%) Nilai C untuk 720 – 839poin (60 – 70%) Nilai D untuk 480 – 719 Kurang dari 480 dianggap D. DAFTAR PUSTAKA . Greene, R.J., Harris, N.D., and Goodyer, L.I., 2000, Pathology and Therapeutics for Pharmacists : A Basic for Clinical Pharmacy, 2nd. Ed., Pharm. Press. , London Price,S., Wilson, L., Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit, 2006, Edisi 6, EGC, Penerbit Buku Kedokteran. Kumar, V., Cotran, R.S., and Robin, S.L., 1997, Basic Pathology, 6th. Ed., W.B. Saunders, Philadelphia C. Stevens, A., Lowe, J., 1995, Pathology, 2nd. Ed., Mosby, London poin (40 – 60%) Tidak Lulus

Mampu berpartisipasi dalam mengembangkan senyawa aktif/bahan aktif terapetik atau eksipien baru yang lebih baik. 2. b. Menjelaskan molekul reseptor antigen. 4.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN IMUNOLOGI A. Mampu mengakses dan mengevaluasi sumber informasi yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian. mekanisme eliminasi agen infeksi dengan sistem imun. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. . struktur molekul MHC I dan II. Mampu berpartisipasi/berkontribusi dalam menghasilkan dan mendeseminasi pengetahuan baru. Mampu memahami fungsi pelayanan KIE . pengantar terapi imunoglobulin intravena. pencegahan dan pengobatan penyakit infeksi dan non infeksi menggunakan agen-agen imun dan vaksin. c. b. Mampu berpartisipasi secara aktif dalam promosi kesehatan. dan macam-macam vaksin dan aplikasi vaksin dalam pencegahan dan terapi penyakit infeksi dan kanker. Kompetensi lulusan yang diharapkan didukung oleh MK Imunologi a. penyakit-penyakit autoimun. antigen. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami mekanisme pertahanan tubuh terhadap penyakit infeksi melalui sistem imun. sifat umum respon imun dan sistem imun sel dan jaringan. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. d. mekanisme respon imun. 3. pengantar imunoterapi. pembuatan antibodi monoklonal dan aplikasinya. Menjelaskan kedudukan dan peran imunologi. e. Deskripsi singkat matakuliah Imunologi Matakuliah Imunologi membahas tentang antibodi.

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. presentasi antigen kepada sel T. Menyebutkan definisi imunoterapi dan aplikasi imunoterapi. menyebutkan produk vaksin dan sera. Menjelaskan proses pembuatan antibodi monoklonal dan penggunaannya. d. dan transplantasi organ. regulasi dalam imunitas innate dan adatif serta stimulasi pembentukan sel hemopoetik. l. Menjelaskan definisi dan penggolongan vaksin. Menjelaskan pengaturan dan fungsi biologis sistem komplemen. h. B. k. i. e. pemrosesan. Menjelaskan pengenalan. Menjelaskan sifat umum sitokin. Menjelaskan respon imun terhadap agen patogen. Menjelaskan penyakit yang disebabkan oleh respon imun. pemrosesan. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemua n (100 menit) Minggu 1 Topik Substansi Metode Fasilitas Pendahuluan Kedudukan dan peran imunologi Ceramah dan dalam ilmu kefarmasian. tumor. g. Menjelaskan maturasi dan aktivasi sel B dan T. Ceramah dan -WB presentasi antigen tanya -OHP Presentasi antigen kepada sel T jawab/diskusi -LCD Handout Maturasi dan aktivasi sel B Ceramah dan -WB Maturasi dan aktivasi sel T tanya -OHP jawab/diskusi -LCD Handout . Menjelaskan mekanisme imunitas selular dan humoral. f. j. tanya Sifat-sifat umum respon imun jawab/diskusi Sistem imun sel dan jaringan Minggu 2 Molekul pengenal antigen Inisiasi respon imun Minggu 3 Minggu 4 Maturasi limfosit sel -WB -OHP -LCD Handout Molekul reseptor antigen Ceramah dan -WB Struktur molekul MHC Kelas I tanya -OHP dan II jawab/diskusi -LCD Handout Pengenalan. menjelaskan tentang vaksin kombinasi dan peran adjuvant.c.

tumor.Minggu 5 Sistem komplemen Sistem komplemen Ceramah dan Pengaturan sistem komplemen tanya Fungsi biologis protein-protein jawab/diskusi komplemen Minggu 6 Imunomodulator& sitokin Minggu 7 Imunitas seluler humoral dan Minggu 8 Respon imun dalam sistem pertahanan dan penyakit Penyakit yand disebabkan respon imun Antibodi monoklonal Minggu 9 Minggu 10 Minggu 11 Terapi imunoglobin intravena Imunoterapi Minggu 12 Minggu 13 Vaksin sera dan Minggu 14 Vaksin sera dan -WB -OHP -LCD Handout Imunomodulator Ceramah dan -WB Sifat umum sitokin tanya -OHP Peran sitokin dalam mediasi jawab/diskusi -LCD imunitas innate dan adatif Sitokin dalam stimulasi Handout pembentukan sel hemopoetik Mekanisme imunitas seluler Ceramah dan -WB Mekanisme imunitas humoral tanya -OHP jawab/diskusi -LCD Handout Respon imun terhadap agen Ceramah dan -WB patogen (mikroorganisme dan tanya -OHP virus). dan transplantasi jawab/diskusi -LCD organ Handout Autoimunitas Ceramah dan -WB Hipersensitivitas tanya -OHP jawab/diskusi -LCD Handout Proses pembuatan antibodi Ceramah dan -WB monoklonal tanya -OHP Antibodi monoklonal sebagai agen jawab/diskusi -LCD diagnostik dan terapi Handout Pembuatan dan karakterisasi Ceramah dan -WB imunoglobulin intravena tanya -OHP Aplikasi klinis jawab/diskusi -LCD Adverse Reaction Handout Definisi imunoterapi Ceramah dan -WB Imunoterapi penyakit kanker tanya -OHP Imunoterapi penyakit degeneratif jawab/diskusi -LCD Handout Definisi. karakterisasi dan Ceramah dan -WB penggolongan vaksin tanya -OHP Produk vaksin dan sera jawab/diskusi -LCD Kombinasi vaksin Peran adjuvant Handout Studi kasus dalam imunisasi Ceramah dan -WB tanya -OHP jawab/diskusi -LCD - .

PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Metode yang diberikan merupakan kombinasi Pembelajaran Berpusat pada Mahasiswa (SCL) dan ceramah oleh dosen di hadapan mahasiswa (TCL). lebih kurang selama 10 menit. 2. yaitu diskusi dan pemberian tugas mandiri. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar. White Board. Bentuk kegiatan lain. Minggu berikut soal dibahas di dalam kelas sebagai refreshing kuliah yang lalu. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa melalui tingkat pemahaman terhadap pokok-pokok bahasan yang diberikan memlalui pekerjaan rumah. dan ujian akhir semester. Laptop dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek Penilaian Unsur Penilaian Pemahaman Tugas makalah ketrampilan Ujian Mid Semester Ujian Akhir Softskills Keaktifan dalam diskusi Membuat resume Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi makalah Partisipasi di kelas Jumlah Skor Maks 150 200 300 100 50 50 100 50 1000 Persentase 15 20 30 10 5 5 10 5 100 . kemudian diperiksa secara random bagian mana yang mayoritas yang mengalami kesulitan. dilakukan sebanyak 2 kali sebagai pekerjaan rumah. OHP. C.Handout 3. ujian tengah semester.

London.2001..J. Asuten K. 9th Ed. Vaccine Design. Martin S. 2005. Brown F.. 5th Ed.... 1997. Burakoff S.West Sussex. WB Saunders Co. London.K.F.M. Blackwell Co. 2nd Ed.. John Wiley & Son. Hocy E.. Lichtman A. and Trudgett A. Rosen F. USA.. Philadelphia.. DAFTAR PUSTAKA Abbas A. .J.H.Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai A untuk ≥ 750 poin (>75%) Nilai B untuk 650 – <750 poin (65 – <75%) Nilai C untuk 550 – <650 poin (55 – <65%) Nilai D untuk 450 – <550 poin (45 – <55%) Nilai F kurang dari 450 dianggap Tidak Lengkap / Tidak Lulus D. Strom T...... Selected Journal Articles.... Blackwell Science. 1993. B.B. 1998.. Roitt I. Essential Immunology.. Roitt I. Dougan. Brostoff J. Cellular and Molecular Immunology.S. Immunology 5th Ed. Rima.K. and Male D. Mosby... Therapeutic Immnulogy.

komitmen tanya jawab tinggi. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Topik Substansi Minggu 1 Konsep dasar kewirausahaan Karakteristik wirausaha Latar belakang pentingnya wirausaha Pengertian kewirausahaan Paradigma kewirausahaan Metode Ceramah dan tanya jawab Minggu 2 Karakteristik wirausahawan Ceramah dan yang meliputi : displin. dan mampu membuat rencana wirausaha yang nyata dan siap diaplikasikan serta mengevaluasinya. pemasaran usaha.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAN A. jalur-jalur wirausaha. menjelaskan tentang konsep dasar kewirausahaan menjelaskan karakteristik wirausahawan menjelaskan jalur-jalur yang dapat dipilih untuk wirausaha mengidentifikasi peluang usaha di bidang farmasi membuat perencanaan usaha sederhana menerapkan strategi untuk memasarkan suatu produk melakukan evaluasi terhadap sebuah usaha B. jujur. Deskripsi singkat matakuliah Matakuliah kewirausahaan berisi pokok-pokok bahasan tentang konsep dasar kewirausahaan. kreatif dan inovatif. c. d. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. g. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. rencana usaha. b. mandiri dan realitis dalam kehidupan Tantangan wirausaha Ceramah dan Fasilitas -WB Lapto p -LCD -kertas plano -spidol Minggu 3 Semangat . Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. karakteristik wirausahawan. 3. studi kelayakan usaha. f. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memiliki wawasan tentang kewirausahaan. 2. semangat untuk berwirausaha. peluang usaha. e. dan evaluasi usaha.

pemutaran video Membuat usaha sendiri. usaha keluarga Active Kelebihan dan kelemahan usaha learning sendiri. franchise. macam.wirausaha Minggu 4 Jalur wirausaha Imbalan wirausaha Contoh Wirausahawan sukses tanya jawab. makanan dan kosmetik Minggu 7 Perencanaan Aspek-aspek dalam studi kelayakan usaha usaha Laporan studi kelayakan usaha Langkah-langkah merencanakan usaha Minggu 8 Membuat rencana usaha Minggu 9 Perencanaan usaha (lanjutan) Strategi pemasaran produk Minggu 10 Strategi Pemasaran 11 produk (lanjutan) Membuat rencana usaha Manejemen pemasaran Strategi penerapan harga Strategi promosi usaha Kesalahan pemasaran mistake) Menejemen pemasaran Strategi penerapan harga Strategi promosi usaha Kesalahan pemasaran mistake) Ceramah dan Tanya jawab Presentasi kelompok Ceramah dan Tanya jawab (marketing Ceramah dan Tanya jawab (marketing Praktek Ceramah dan Tanya jawab Minggu dan 12 Minggu 13 Menerapkan strategi pemasaran Strategi Pemasaran produk (lanjutan) Prinsip dasar resiko meliputi pengertian. dan usaha keluarga (Peer lesson) Active learning (Get crazy) Minggu 5 dan 6 Peluang usaha Menentukan kebutuhan pasar di bidang Peluang usaha budi daya tanaman farmasi obat. manfaat. unsur. tujuan Manajemen resiko Ceramah Identifikasi jenis-jenis resiko Group resume Analisis SWOT usaha Balance Scored Card Evaluasi usaha Minggu 14 Resiko Usaha . pengembangan obat tradisional. pemasaran simplisia. franchise.

Unsur penilaian meliputi tugas. get crazy dan group resume) dan pemberian tugas mandiri berupa presentasi kelompok dan praktek pemasaran produk di lingkungan kampus. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Bentuk kegiatan lain.2. White Board. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. C. Penilaian (assessment) Penilaian meliputi: Unsur Penilaian Tugas Skor Maks Presentasi 100 Pemasaran 100 Diskusi 100 100 100 Persentase 10 20 10 30 30 Kriteria Intonasi jelas Bahasa mudah dipahami Adanya kontak dengan peserta Kelengkapan materi Alur Sistematis Tampilan jelas Tampilan menarik Menanggapi dengan empati Bahasa mudah Nilai Maks 10 10 10 10 10 7.5 10 10 Ujian Mid Semester Ujian Akhir Unsur Penilaian Sub Unsur Aspek Tugas Penilaian Penilaian Presentasi Teknik presentasi Leadership Isi presentasi Media presentasi Kemampuan merespon pertanyaan Pemahaman ketrampilan Kreativitas Leadership . Laptop dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. ujian mid semester.5 7. Di samping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa) 2. yaitu pembelajaran aktif (peer lesson. dan ujian akhir. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar.

dan Petty.. Jakarta. ..49 poin (30 – 50%) Kurang dari 30 dianggap Tidak Lengkap / Tidak Lulus D. 2001. 2004.W. J. Gramedia Pustaka Utama.G. J. Small Business Management..W. diterjemahkan oleh Heru Sutrisno..9 poin (45 – 60%) Nilai D untuk 30 – 4. RogerMagnet’s Sales Adventures. Moore. C.9 poin (60 – 75%) Nilai C untuk 40 – 59. Singapore.Jumlah Pemasaran dipahami Menjawab dengan 15 benar 100 Kreativitas Kreativitas menghias stand Kreativitas cara Kreativitas memasarkan Tampilan menarik 20 Bahasa persuasif 10 Aktif menarik 10 pembeli Variabilitas 10 pembeli 80 % proposal Kreativitas & Leadership Leadership sesuai Kesesuaian penerapan strategi dengan proposal (yang dipresentasikan sebelumnya) Jumlah produk yang terjual Jumlah Diskusi Dinamika kelompok diskusi Pemahaman ketrampilan 30 75 % produk terjual Aktif memberi respon Sikap menghargai pendapat Lengkap Alur Sistematis Ketepatan analisa & kesimpulan 20 100 20 20 10 10 40 100 Resume Pemahaman ketrampilan Jumlah Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai A untuk ≥ 75 poin (>75%) Nilai B untuk 60 – 74. DAFTAR PUSTAKA Longenecker. R. ThomsonLearning Asia. Konopasek.

Langkah Awal Buka Usaha. Ufuk Press. 2008. P. B. diterjemahkan oleh Irma Indriani.C. Business Plan. Elex Media Komputindo.. and Pruitt. Ismawan. 2007. Rasakan Dahsyatnya Usaha Franchise.. Marimba.. I. J..Ford. Bornstein.. Media Pressindo.T.. Majalah SWA Majalah Marketing .C. R.M. 2007.

1. kegunaan dan senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan yang mengandung senyawa golongan glikosida. dan senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan yang mengandung senyawa yang termasuk karbohidrat. FARMAKOGNOSI I. Mampu menyebutkan nama simplisia dan nama spesies. Tujuan pembelajaran Mata kuliah ini memberikan dasar-dasar dalam mengenali. c. Mampu menjelaskan definisi . 1. kegunaan. Mampu menyebutkan penggolongan karbohidrat dan menyebutkan nama simplisia dan nama spesies. bahasan mengenai karbohidrat. mineral) yang digunakan sebagai obat. produksi obat gubal (simplisia). . mengolah bahan alami menjadi bahan dasar obat herbal serta mengetahui jenis-jenis bahan alami dan kandungan kimia bahan tersebut. d. bahan alami dalam pengobatan. senyawa golongan alkaloid. kegunaan dan senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan yang mengandung senyawa golongan terpenoid dan minyak atsiri. 1. 3. K U L I A H A. minyak lemak. obat gubal ( crude drugs): tata nama. dengan tujuan dapat mengidentifikasi. Mampu menyebutkan nama simplisia dan nama spesies. Mampu menjelaskan definisi dan sejarah perkembangan farmakognosi. sumber-sumber dan tata nama simplisia.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN FARMAKOGNOSI-FITOKIMIA I. termasuk simplisia-simplisia yang menghasilkan senyawa golongan tersebut. hewan. 2. terpenoid dan minyak atsiri. mengetahui dan mengerti seluk beluk dan ruang lingkup farmakognosi. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. b. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu : a. Deskripsi singkat kuliah Farmakognosi Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa program studi S1 Ilmu Farmasi yang memberi pengetahuan tentang sumber bahan alami (tumbuhan. glikosida. steroid dan hormon. e.

kegunaan dan senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan yang mengandung senyawa golongan steroid dan hormon. White Board. LCD Projector White Board. Glikosida flavonol 6. Gllukosinolat 5. Definisi 3. Laptop. White Board. . Gula dan obat yang tugas/test mengandung gula Worksheet.f. LCD Projector White Board. III lanjutan IV Glikosida V lanjutan 1. tugas/test Fasilitas White Board. 2. LCD Projector Worksheet. tugas/test Cooperative and competitive learning. Glikosida fenolik Cooperative learning (Jigsaw classroom) ceramah. Laptop. Polisakarida dan obat yang mengandung polisakarida 2. h. Laptop. Mampu menyebutkan nama simplisia dan nama spesies. Jadwal Kegiatan Mingguan Minggu Topik I Pendahuluan Substansi 1. Laptop. Biosintesis diskusi. sifat dan pembagian 2. Laptop. Glikosida lakton 7. Penggolongan ceramah. kegunaan dan senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan yang mengandung senyawa golongan alkaloida. kegunaan dan senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan yang mengandung senyawa golongan minyak lemak. LCD Projector II Karbohidrat 1. Mampu menyebutkan nama simplisia dan nama spesies. diskusi. Gula polihidroksi alkohol 1. 3. Kontrak pembelajaran 2. g. Glikosida Sianogenik 4. B. Definisi. diskusi. Sejarah singkat perkem-bangan farmakognosi Metode ceramah. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Glikosida Antrakuinon 3. Mampu menyebutkan nama simplisia dan nama spesies. Glikosida alkohol 8.

Monoterpenoid 3. LCD Projector White Board. Tetraterpenoid 1. lain-lain dan 1. XI lanjutan XII Steroid . Alkaloid Amina tugas/test 3. Batasan dan ceramah. Laptop. diskusi. Minyak atsiri alcohol 4. Alkaloid quinolin ceramah. Laptop. diskusi. 2. Lilin 5. tugas/test White Board. tropan diskusi. LCD Projector IX Alkaloid ceramah. Alkaloid purin dan ceramah. tugas/test LCD Projector White Board. LCD Projector VIII Lipid ceramah. tugas/test ceramah. Minyak atsiri fenol 7. Glikosida aldehida 10. Minyak atsiri aldehida 5. diskusi. Laptop. dan isoquinolin diskusi. LCD Projector White X lanjutan 1. diskusi. Minyak atsiri hidrokarbon 3. Minyak atsiri ester 1. Hasil metabolisme lemak 1. tugas/test imidazol dan indol 1. Batasan. Tanin VI Terpenoid 1. Sesquiterpenoid 4. sifat-sifat dan penggolongan 2. Batasan. Diterpenoid 5. tugas/test White Board. Batasan. 2. Alakaloid piperin dan piperidin diskusi. LCD Projector White Board. Minyak atsiri oksida 9. penggolongan dan sifat-sifat 2. Lemak 4. sifat dan pembagian 2. Minyak atsiri keton 6. Batasan. Laptop. Triterpenoid 6. LCD Projector VII Minyak Atsiri ceramah. penggolongan dan sifat-sifatnya 2. Minyak atsiri fenoleter 8. Alkaloid pirolidin. tugas/test White Board. Laptop. Laptop. Minyak lemak 3.9.

LCD Projector White Board.Hormon pembagian steroid diskusi. batasan dan tugas/test pembagian hormon 1.colaborative dan competitive learning. Dengan model diskusi tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan yang sama terhadap semua mahasiswa untuk terlibat dalam diskusi kelas. Kepada masing-masing kelompok diberi tugas penyusunan makalah untuk semua topik diskusi. Ketepatan kehadiran dosen pengampu . Glikosida 3. kelompok penyaji ditentukan dari makalah yang terpilih : setiap diskusi kelas dipilih masing-masing 2 kelompok penyaji sedangkan mahasiswa lainnya sebagai penanya / penyanggah. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Steroid dan hormon (metode Cooperative dan collaborative learning) Board. LCD Projector XIII Review materi XIV lanjutan 2. C. Laptop. LCD Projector White Board. Keaktifan mahasiswa dalam diskusi kelas dinilai berdasarkan keaktifan bertanya. Dosen pengampu membuat dan mengisi formulir / blanko penilaian diskusi pada saat pelaksanaan diskusi kelas. menjawab atau menyanggah serta penguasaan materi dari masing-masing mahasiswa secara individu. Hal ini dilakukan mengingat jumlah mahasiswa yang cukup besar. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Pembelajaran dilakukan dengan ceramah/tatap muka dan pelaksanaan diskusi kelas dengan menggunakan metode cooperative. Laptop. pada akhir masa perkuliahan (akhir semester) akan dibagikan kuesioner yang bertujuan untuk mendapatkan umpat balik dari mahasiswa atas aspek-aspek sebagai berikut. Mahasiswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang beranggotakan 7-9 orang. Pada pelaksanaan diskusi kelas. Laptop. Alkaloid kelas 3. lipid Diskusi 2. Hasil Pembelajaran Untuk evaluasi proses pembelajaran. Terpenoid minyak atsiri Diskusi kelas dan (metode Cooperative dan collaborative learning) 1. 2. a. Karbohidrat 2.

sumber informasi.. Tugas terstruktur. 1999.B.. DAFTAR PUSTAKA Tyler. Stockholm. US.C. Kemauan dosen pengampu untuk mendiskusikan materi. G.2002. c. Keterbukaan dosen pengampu akan bahan. Ujian Tengah Semester . dengan bobot 20 % Nilai akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai >74. D.99 :A 65. Departemen Kesehatan RI Samuelsson. e. dan Mulyani. c.R dan Robbers. Brady. A Textbook of Pharmacognosy.64. dengan bobot 40 % b. 15th ed. S. Kemampuan penyampaian materi oleh dosen pengampu. W.99 : C 30.00 .00 :E D..E..00 – 74. Ujian Akhir Semester . Pharmacognosy. 9 th ed. J. yaitu a. Philadelphia. dan referensi.b. Penguasaan dosen pengampu akan keterkaitan materi dengan bidang ilmu Kesesuaian materi kuliah dengan RPKPS 2. Lea & Febiger. 4th revised edition. W. Apotekarsocieteten. 2002. d. p 214327 Gunawan.Trease and Evans Pharmacognosy. p 57-76 Evans.99 : D < 30. 1988. Materia Medika. Sweden . Penebar Swadaya. dengan bobot 40%.99 : B 50.00 – 49. V. PT. Penilaian (student assessment) Evaluasi atas daya serap mahasiswa terhadap materi yang diberikan di kelas. Swedish Pharmaceutical Press.Ilmu Obat Alami (Farmakognosi) 1. Drugs of Natural Origin.E. L. Jakarta Anonim. f. semua jilid. Saunders.

peptida. menjelaskan sifat fisis kandungan kimia produk alam e. 2. Selain itu mahasiswa mendapat kesempatan untuk lebih mengembangkan kemampuan. terpenoid. serta terampil menerapkannya. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. 3. sifat fisis. menjelaskan sifat kimia kandungan kimia produk alam d. cara deteksi. peptida. dan flavonoid. senyawa fenol. poliketida. glikosida. sifat kimia. pengendapan. poliketida. menjelaskan struktur dasar. . Tujuan pembelajaran Setelah mempelajari kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami seluruh pokok bahasan. menjelaskan pengertian atau definisi golongan kandungan kimia produk alam yang dipelajari b. Deskripsi singkat mata kuliah Mata kuliah Fitokimia berisi pokok bahasan tentang pengertian. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. maupun kromatografi lapis tipis atau kromatografi kertas f. glikosida. Jadwal Kegiatan Mingguan : .I. struktur dasar. menjelaskan cara deteksi baik dengan reaksi warna. menguasai materi yang diajarkan. dan berani untuk mengungkapkan pendapat. dan cara penamaan kandungan kimia produk alam c. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a. menjelaskan jalur biosintesis kandungan kimia produk alam yang dipelajari meliputi karbohidrat. alkaloid. ruang lingkup. FITOKIMIA A. dan biosintesis kandungan kimia produk alam meliputi arbohidrat. alkaloid. 2. dan flavonoid B. terpenoid. berpikir kritis. sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri. jenis. senyawa fenol.

Jenis ikatan 3. Deteksi dengan reaksi warna 7. Polaritas dan kelarutan 1. Whiteboard Laptop. Definisi 2. Struktur dasar karbohidrat 2. Hubungannya dengan mata kuliah atau ilmu yang lain 4. Pengertian Kimia Produk Alam 2. deteksi secara KLT. Cara penamaan 4. Whiteboard Laptop. sifat fisis. Whiteboard Laptop. Reaksi pengendapan 8. Jenis aglikon dan contoh senyawa 4. dan biosintesis senyawa poliketida 1. Definisi 2. Polaritas dan kelarutan 6. LCD viewer .Minggu Topik/ Pokok KeBahasan I Pendahuluan Substansi Materi 1. jenis dan contoh senyawa 3. Jenis dan contoh senyawa 3. Kromatografi kertas/ KLT 1. Biosintesis kandungan kimia secara umum 1. Sifat kimia dan hidrolisis 5. Struktur dasar. LCD viewer III Glikosida Ceramah dan Tanya jawab OHP. LCD viewer OHP. Deteksi dengan reaksi warna 2. reaksi warna. Biosintesis karbohidrat dan glikosida 1. LCD viewer V Poliketida Ceramah dan Tanya jawab VI Senyawa fenol Ceramah dan Tanya jawab OHP. Sifat kimia. reaksi Metode Fasilitas Pembelajaran Ceramah dan Tanya jawab OHP. Kromatografi kertas dan KLT 3. Sifat kimia. LCD viewer II Karbohidrat Ceramah dan Tanya jawab OHP. Definisi 2. jenis dan contoh senyawa 3. Struktur dasar. Whiteboard Laptop. Sifat kimia 5. LCD viewer IV (lanjutan) Ceramah dan Tanya jawab OHP. Whiteboard Laptop. Whiteboard Laptop. Kuliah atau pengetahuan yang mendasari 3. sifat fisis.

LCD viewer X (lanjutan) Ceramah dan Tanya jawab OHP. Struktur dasar. Whiteboard Laptop. Biosintesis senyawa fenol dan fenilpropana 1.kertas senyawa fenol sederhana dan fenilpropana 4. Sifat kimia dan sifat fisis 3. Whiteboard Laptop. contoh senyawa diterpen. Deteksi mono. Definisi 2. Biosintesis flavonoid OHP. Struktur dasar dan contoh senyawa monodan seskuiterpen 3.VII Flavonoid pengendapan. Sifat kimia dan sifat fisis monodan seskuiterpen 4. jenis dan contoh Tanya jawab senyawa 2. Whiteboard Laptop.dan seskuiterpen secara kromatografi lapis tipis 1. LCD viewer VIII IX Ujian Tengah Semua materi sampai Ujian tertulis Semester dengan Tengah Semester Terpenoid 1. dan karotenoid 2. sifat fisis dan deteksi secara KLT senyawa diterpen. Sifat kimia dan fisis Ceramah dan Tanya jawab Soal ujian.lembar jawab OHP. . Deteksi secara KLT/k. triterpen.kertas 6. Whiteboard Laptop. Definisi dan keberadaan 2. struktur Ceramah dan dasar. LCD viewer XI Alkaloid Ceramah dan Tanya jawab OHP. steroid. triterpen. dan deteksi KLT/k. steroid. Deteksi dengan reaksi warna dan reaksi pengendapan 4. Sifat kimia. Definisi. dan karotenoid 1.

Alkaloid dari ornitin. OHP. WB dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. Bentuk kegiatan lain. Alkaloid dari histidin 3.lembar jawab 2. lisis. Klasifikasi Hegnauer 4. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan. Alkaloid dari triptofan 2. Alkaloid lain Peptida 1. Alkaloid dari fenil alanin . Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Struktur dasar dan contoh senyawa 3. Biosintesis peptida Ujian Akhir Semua materi sesudah Semester Tengah Semester LCD viewer Ceramah dan Tanya jawab OHP. maka skor tertinggi diberikan untuk butir tugas. LCD viewer OHP. Definisi 2. Di samping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa). Karena mata kuliah keahlian dan memerlukan latihan yang intensif. Whiteboard Laptop. kreativitas. Whiteboard Laptop. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. ketrampilan. LCD viewer Ceramah dan Tanya jawab Ceramah dan Tanya jawab Ujian tertulis OHP.tirosin (lanjutan) 1. Klasifikasi berdasar biogenetik 2. asam nikotinat 3. dilakukan sebanyak 2 kali dengan tujuan untuk melihat sejauh mana pemahaman penerimaan mahasiswa terhadap materi yang telah diberikan. dan kepemimpinan. Alkaloid dari asam antranilat 4. 2. yaitu pemberian tugas mandiri. Deteksi alkaloid (lanjutan) 1.XII XIII XIV XV 3. C. dan ujian akhir semester. Penilaian (Student assessment) . PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. LCD viewer Soal ujian. Whiteboard Laptop. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. ujian tengah semester. Alkaloid dari jalur isopren 4. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut : dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar.

R. London Houghton P. New York Markham K. Wimmer H. jalur biosintesis. P. Deskripsi singkat Praktikum Farmakognosi-Fitokimia Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa program studi Farmasi yang memberi pengetahuan tentang keragaman kimia produk alam. Fourth revised edition. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. Chapmann & Hall. 1999. Fischer W.B..J.. Weinheim Harborne J. Gaedcke F... Apotekarsocieteten.. .. karbohidrat. 3. Science. The Organic Constituents of Higher Plants.. Stuttgart Jork H. Praktikum A. Techniques of Flavonoid Identification. 1998. 1982... Thin Layer Chromatography. 1999. Thomson. Steinhoff B. produk bahan alam dari asam asetat. produk bahan alam dari asam sikimat.. 1993. Academic Press Inc. Herbal Medicinal Products. John Wiley & Sons.. Chicester-New York-Weinheim-Brisbane-Singapore-Toronto. Lond Robinson T. produk bahan alam dari asam amino.. Kuliah ini membicarakan pokok bahasan masalah pengantar metabolit sekunder.Bobot Penilaian: Ujian Tengah Semester: Ujian Akhir Semester: 50% Konversi nilai: • • • • • A jika nilai ≥ 75 65 ≤ B < 75 55 ≤ C < 65 45 ≤ D < 55 E < 45 50% D. Medicinal Plants. Funk W.M. Medpharm Scientific Publisher. VCH Verlagsgesellschaft. Phytochemical Methods. Laboratory Handbook for Fractionation of Natural Extracts. DAFTAR PUSTAKA Bruneton J. New York Dewick.. 2002. Pharmacognosy. Phytochemistry. Chapmann and Hall. Blasius H... Medicinal Natural Products – A Biosynthetic Approach . Reagents and Detection Methods. 1990 .. 1991. Intercept Ltd. alkaloid. 2003. Stockholm I. Drugs of Natural Origin. London Samuelsson G.

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. mengenali golongan-golongan kimia produk alam beserta contoh-contoh penting dari setiap golongan. mengenali dan memahami jalur biosintesis dari kimia produk alam 4. Fasilitas OHP. diskusi. B. memahami keanekaragaman struktur. LCD Projector 1-2 Pendahuluan 3-5 Jalur Asetat ceramah. White Board. 3. Laptop. dan sekunder. intermediet. jalur biosintesis dan sifat-sifat fisika kimiawi dari kimia produk alam. LCD Projector OHP. White Board. LCD Projector OHP. Laptop. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu : 1. diskusi. ceramah. jalur biosintesis. OHP. Kata dan Amfibolisme • Keragaman metabolit: jalur biosintesis umum • Reaksi-reaksi penting dalam biosintesis • Karbohidrat • Asam amino • Vitamin • Jalur biosintesis • Golongan senyawa dari jalur asetat • Contoh senyawa • Jalur biosintesis • Golongan senyawa dari jalur sikimat • Contoh senyawa • Jalur biosintesis • Golongan senyawa Metode ceramah. dan sifat fisika-kimiawi dari kimia produk alam. White Board. 6-7 8-10 Jalur Sikimat Jalur Mevalonat ceramah. 3. diskusi. White Board. diskusi. Tujuan pembelajaran Mata kuliah ini memberikan dasar-dasar dalam memahami berbagai keaneka ragaman struktur. Laptop.2. 2. . Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Topik Substansi • Metabolisme: Ana. memahami wawasan kimia bahan alam meliputi pengertian metabolit primer.

OHP. Bentuk kegiatan lain. diskusi. Ujian Tengah Semester (midterm). PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Dampak diambilnya MK ini oleh mahasiswa. LCD Projector OHP. Laptop. sumber informasi. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran pada mata kuliah KPA terdiri dari dari komponen-komponen sebagai berikut. White Board. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut : dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar.• • 11-13 Alkaloid • dari jalur mevalonat Contoh senyawa Jalur biosintesis ceramah. dengan bobot 50%. dilakukan sebanyak 2 kali dengan tujuan untuk melihat sejauh mana pemahaman penerimaan mahasiswa terhadap materi yang telah diberikan. yaitu d. Tugas. 1). Penilaian (student assessment) Aspek penilaian pada mata kuliah KPA terdiri dari dari komponen-komponen sebagai berikut: a. pada akhir masa perkuliahan (akhir semester) akan dibagikan kuesioner yang bertujuan untuk mendapatkan umpan balik dari mahasiswa atas aspek-aspek sebagai berikut. h. Untuk evaluasi proses pembelajaran. LCD Projector 2. dengan bobot 20% f. Penguasaan dosen pengampu atas materi. Ujian Akhir Semester (komprehensif). Dukungan bahan. yaitu pemberian tugas mandiri. Ujian Tengah Semester (midterm). dengan bobot 30% e. dan referensi. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. 2). g. WB dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. Kemampuan penyampaian materi oleh dosen pengampu. dengan bobot 30% . 2. i. j. Evaluasi atas daya serap mahasiswa terhadap materi yang diberikan di kelas. C. penting Jenis-jenis alkaloid  Contoh senyawa Laptop.

Intercept Ltd. Samuelson. Pharmacognosy. Sweden . Natural Products in Medicines. DAFTAR PUSTAKA 1. Dewick. 1999. 1998. Brunnteon.b. J. Phytochemestry. 2. 4th revised ed. Tugas. Medicinal Plants. Apotekarsocietten.. Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: a.. Nilai E untuk< 40 poin(< 40%) D. Drugs of Natural Origin. 1997. c. Nilai D untuk 40-59 poin (40-60%) e. dengan bobot 20% Ujian Akhir Semester (komprehensif). P. G.. Nilai C untuk 60-69 poin (60-70%) d.. dengan bobot 50%.M. 3. Nilai B untuk 70-79 poin (70-80%) c. Nilai A untuk ≥ 80 (≥80%) b. John Wiley & Sons.

bahan-bahan tambahan dan bentuk sediaan farmasi dalam bahasa latin. menyatakan arti penting arti penting berbagai bentuk sediaan farmasi d. beberapa sediaan galenik dan cara pembuatannya. bentuk resep. menyebutkan. 2. menjelaskan singkatan resep. nama bahan-bahan obat. mengerti bentuk-bentuk sediaan obat . b. menterjemahkan resep. c. berbagai istilah yang tercantum dalam Ketentuan Umum Farmakope Indonesia. menyebutkan. istilah-istilah kefarmasian. menentukan nama-nama bahan obat dan bahan tambahan serta bentuk sediaan farmasi.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN FARMASETIKA DASAR I. . menyatakan obat masa lalu dan perkembangannya serta memberikan difinisi beberapa istilah dalam ketentuan Farmakope Indonesia. mendifinisikan dan mengidentifikasikan berbagai bentuk sediaan yang termasuk dalam sediaan semi padat. serta berbagai bentuk sediaan farmasi dan cara pembuatannya. e. serta merumuskan nama untuk senyawa dan bentuk sediaan farmasi. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a. Deskripsi singkat mata kuliah Farmasetika Dasar : Mata kuliah Farmasetika Dasar berisi pokok-pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang perkembangan obat dari masa kemasa. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. Tujuan pembelajaran Setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami dasar-dasar tentang perkembangan obat. K U L I A H A. mendifinisikan dan mengidentifikasi kan berbagai bentuk sediaan yang termasuk dalam sediaan padat. 3.

menyebutkan. Laptop. wadah. Whitebo .Pengantar pandangan ilmiah .Hubungan antara kata benda dan kata sifat .Susunan kata dalam kalimat Bahasa Latin . i.Pembentukan Casus kata benda dan kata sifat . suhu penyimpanan.f. g. daluwarsa. Whitebo ard II Pengantar Latin Bahasa LCD viewer. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. mendifinisikan dan mengidentifikasikan aerosol. mendifinisikan dan mengidentifikasikan berbagai bentuk sediaan yang termasuk dalam sediaan steril. Laptop.Penelitian terdahulu . Whitebo ard Substantiva dan Adiectiva III Lanjutan dari Substantiva dan Adiectiva LCD viewer.Deklinasi I sampai Ceramah dengan V dan . B.Istilah kelarutan. h. mendifinisikan dan mengidentifikasikan berbagai bentuk sediaan yang termasuk dalam sediaan cair. kadar yang dinyatakan dalam persen .Obat-obat zaman dahulu jawab . menyebutkan.Pemberian nama bahan tanya jawab obat dan Substansi Fasilita s LCD viewer. mendifinisikan dan mengidentifikasikan berbagai bentuk sediaan yang termasuk dalam sediaan galenik.Bahasa Latin sebagai Ceramah bahasa dan tanya ilmiah jawab . Jadwal Kegiatan Mingguan Ming gu keI Topik/Pokok Bahasan materi Obat masa lalu dan perkembang annya serta ketentuan umum Farmakope Indonesia Metode Pembelajar an Perapotekan yang Ceramah pertama dan tanya . menyebutkan.Perubahan kata dalam Bahasa Latin . Laptop.

IV Verba Adverbia V Prescriptio sediaan farmasi .Singkatan Bahasa Latin dalam resep . keuntung an dan dan kerugian : tanya jawab . .cara Ceramah pembuatan. Whitebo ard LCD viewer.Susunan resep .Serbuk yang tidak terbagi-bagi.Cara pemberian . Whitebo ard Ceramah dan tanya jawab VI VII Bentuk sediaan dan . Laptop.Granul efervesen Lanjutan dari .Kata bilangan (Adiectiva Numeralia dan Adverbia Numeralia) dan .Kapsul keras . Laptop.Coniugatio I.Kapsul lunak LCD viewer.Salinan resep ard Ceramah dan tanya jawab LCD viewer.Keuntungan dan kerugian serbuk Kapsul Ceramah dan tanya jawab LCD viewer.II dan III .Lanjutan cara pembuatan Serbuk . Whitebo ard Ceramah dan tanya jawab VIII Definisi . Whitebo ard LCD viewer. Laptop.Adverbia .Pembentukan Adverbia dari kata Adiectiva .Kata kerja imperativa dan pasiva . Laptop.Serbuk yang terbagi-bagi dalam bungkusan-bungkusan .Variasi bentuk sediaan cara pemberian . Whitebo ard . Laptop.Pertimbangan umum dalam Serbuk merancang bentuk sediaan Definisi dan car a pembuatan: .Manfaat .Penerapan Bahasa Latin dalam resep .

Ceramah cara pembuatan serta dan keuntungan dan kerugian tanya jawab supositoria Definisi dan cara pembuatan : Salep. tanya jawab tablet sublingual. serta implan Definisi serta cara pembuatan: Pil serta pil salut enterik Definisi.cara pemberian : vaksin dan imunoserum .Tetes mata cara LCD viewer. cara pembuatan Ceramah dan evaluasi. tablet salut interik. sirup. tablet salut gula. Laptop. Laptop. tablet kunyah.IX Tablet Definisi. eliksir serta tanya jawab obat tetes Definisi. pasta. berbagai contoh. berbagai cara Ceramah pemberian dan pembuatan dan injeksi tanya jawab Definisi dan pembuatan : . pasta. krim. Whitebo ard XII Suspensi Emulsi XIII Injeksi Sediaan obat mata Definisi. alasan suatu dan obat dibuat suspensi. plester XI Larutan LCD viewer. Plester Definisi. Laptop. gel. tanya jawab berbagai cara pemberian suspensi Definisi. cara pembuatan dan evaluasi serta berbagai cara pemberian emulsi LCD viewer. cara pemberian Ceramah dan cara pembuatan : dan Larutan. tablet lepas lambat . Whitebo ard Vaksin Imunoserum Definisi. cara penggunaan. tablet bukal. cara pembuatan Ceramah dan cara penggunaan : dan Tablet. Whitebo ard Salep. Laptop. sifat dari isi. Whitebo ard Pil X Supositoria LCD viewer. krim. Laptop. tablet efervesen.Salep mata dan . Whitebo ard LCD viewer.gel.

Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan ( berupa kuesioner. Laptop. dan ujian akhir semester. Bentuk kegiatan lain yaitu pemberian tugas mandiri yang bersifat wajib dan dikumpulkan pada waktu kuliah minggu berikutnya.XIV Tingtur. kritik dan saran dari mahasiswa). Ekstrak. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah dasar maka skor tertinggi diberikan pada ujian akhir semester. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Penilaian (assessment) Bobot Penilaian : Tugas Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester Konversi Nilai :      A jika nilai 65 ≤ B < 75 55 ≤ C < 65 45 ≤ D < 55 E < 45 : ≥ 75 : 10 % : 30 % : 60 % . Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Whitebo ard 2. 2. ketrampilan. White board dan dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. dan tanya ekstrak serta infus jawab LCD viewer. ujian tengah semester. Laptop. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. C. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan : Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut : Dosen menerangkan dengan alat bantu LCD viewer. Infus Definisi. cara ekstraksi dan Ceramah berbagai contoh tingtur. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan .

. mahasiswa diharapkan dapat terampil dalam menjalankan peracikan dan pencampuran perbekalan farmasi berdasarkan formula standart dan resep menjadi macam-macam bentuk sediaan farmasi : 1. Farmakope Indonesia.C.N. 2. Williams & Wilkins. P R A K T I K U M A. The Prescription in : Genaro. . Oleh karena itu setelah mengikuti praktikum dan menyelesaikan materi praktikum ini.. Philadelphia. 7th Ed. 3. Coles Publishing Company.. II.Allen. 1995. Latin Grammar Simplified. 2. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. 1999 .. L. Limited. Departemen Kesehatan RI. b. Merupakan mata praktikum wajib dan sebagai prasyarat bagi mahasiswa program studi Farmasi Komunitas & Klinis (FKK) dan Farmasi Sain & Teknologi (FST). Jakarta. dan cair). semi-padat. Popovich. termasuk juga cara pengemasan dan pemberian etiket serta informasi yang berkaitan dengan bentuk sediaan tersebut.D.J.G.R. Remington The Science and Practice of Pharmacy. 1995.V.. Edisi IV. Haness. (Ed. Materi praktikum ini merupakan penerapan materi kuliah Farmasetika Dasar I dan II yang meliputi metoda peracikan dan pencampuran perbekalan farmasi (khususnya bahan obat) berdasarkan formula resep menjadi macam-macam bentuk sediaan farmasi (padat. C. Ansel. Padat (solid) Semi-padat (semi solid) Cair (liquid) Secara tepat dan benar sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. H. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Deskripsi singkat praktikum Farmasetika Dasar a. Pharmaceutical Dosage Forms and Drug Delivery Systems. Mack Publising Company. Ansel.A. H. Tujuan pembelajaran Praktikum Farmasetika Dasar ini secara garis besar bertujuan untuk melatih calon farmasis dalam mengabdikan ilmu dan keahliannya di masyarakat melaksanakan peracikan obat dan pelayanan kesehatan di bidang farmasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku..R. Toronto.. 1962.).

suspensi. pasta. IX bentuk Cair dan post. emulsi. Buku petunjuk VII Sediaan Mixtura dan Praktek. dan III Topik Asistensi Pembuatan Sediaan bentuk padat Substansi Metode Penjelasan umum Ceramah materi praktikum dan tanya jawab Sediaan Pulvis. serta infusa. bentuk Semi. terampil dalam menyiapkan atau menyediakan. kapsul.3. praktikum. mahasiswa diharapkan : a. dan sediaan cair (solutio. Pilulae dan posttest Fasilitas OHP dan white board Buku petunjuk praktikum. mampu dalam melayani pelayanan kesehatan khususnya pelayanan kefarmasian di apotek. dan Pembuatan Sediaan Emulsi. Pasta dan Praktek. dan Saturationes.Buku laporan test kerja dan peralatan praktek VIII.Buku laporan padat test kerja dan peralatan praktek VI. dan Infusa Praktek. dan mencampur perbekalan farmasi khususnya bahan obat menjadi bentuk sediaan farmasi yang meliputi bentuk sediaan padat (pulvis. cream. Kapsul. Tujuan pembelajaran khusus Setelah menyelesaikan materi praktikum ini . PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. dan pilulae). dan Praktek. praktikum. bentuk Cair Saturationes dan post. mixtura. Buku petunjuk Sediaan Suspensi. Pre-test. praktikum. b. Pre-test. sediaan semi-padat (unguentum. c. Pulveres. Buku petunjuk V Sediaan Cream. meracik. B. dan Pembuatan Sediaan Unguentum. mampu dalam mengatasi permasalahan dalam meracik dan membuat macam-macam bentuk sediaan farmasi. dan Pembuatan Sediaan Solutio. Buku laporan kerja dan peralatan praktek IV.Suppositoria dan post. Pre-test. pulveres. Pre-test. dan suppositoria). Jadwal Kegiatan Mingguan Minggu I II.Buku laporan test kerja dan peralatan .

ujian responsi tertulis dan ujian responsi praktek. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. Dalam pelaksanaan nya sebagai berikut: setiap praktikan sebelum mengerjakan praktek diharuskan melaksanakan pre-test terlebih dahulu kepada Dosen pengampu atau Asisten Mahasiswa yang bertugas dan selesai c) praktek mahasiswa diharuskan melaksanakan post-test sebagai pertanggungjawaban hasil praktikum. Praktikum dilaksanakan secara individual dengan cara mengikuti aturan dan petunjuk yang ada pada buku petunjuk praktikum. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. ketrampilan. kejujuran dan pertanggungjawaban atas hasil praktikum selama praktek harian. Penilaian (student assessment) Aspek penilaian meliputi : Praktek harian Ujian responsi tertulis Ujian responsi praktek 20% 30% 50% . Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Kegiatan praktikum Farmasetika Dasar ini dilaksanakan dengan beberapa metode yaitu : a) b) Asistensi Praktikum yang dilakukan oleh dosen pengampu. Responsi Praktek (ResTek) C. kedisiplinan. Responsi Tertulis (ResTu) 2.X Ujian Responsi praktikum Semua praktikum materi Ujian response tertulis dan praktek praktek Soal-soal responsi praktikum dan kertas dan peralatan praktek 2. 2. Selesai melaksanakan praktek mahasiswa secara individual wajib membuat laporan resmi sebagai tugas mandiri dan laporan tersebut harus disyahkan oleh Dosen pengampu atau Asisten Mahasiswa. asisten mahasiswa kepada para mahasiswa peserta praktikum dan dilanjutkan diskusi dan Tanya jawab. d) Minggu terakhir praktikum dilakukan 2 macam responsi yaitu : 1. kreativitas. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran.

Anonim. Formularium Nasional.Nilai akhir ditentukan sebagai berikut:      A jika nilai ≥ 75 65 ≤ B < 75 55 ≤ C < 65 35 ≤ D < 55 E ≤ 35 D.. New York. 1978. Farmakope Indonesia. London. Graw. Toronto. zesde uitgave. 1958. Inc. Anonim. Nederlandche Pharmacopee.L. Farmakope Indonesia. . 1957. Anonim. 1995. Jakarta. et al. Mc. Edisi II. Edisi III. s’Gravenhage. Hill Book Co.. Departemen Kesehatan RI. 1979. Jakarta. Jakarta. 9th Ed. Departemen Kesehatan RI. Jenkins G. DAFTAR PUSTAKA Anonim.. Departemen Kesehatan RI.. De Minister van Sociale Zaken en Volksgezondheid... Scoville’s The Art of Compounding. Edisi IV.

cair. d. 2. formulasi. dan evaluasi sediaan obat. b. kosmetik. menjelaskan tentang kriteria. rancangan bentuk sediaan cair dan sistem dispersi dan pengembangan sediaan padat. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami teori dasar dan penerapan teknologi dalam pengembangan produksi sediaan farmasi solida. Mahasiswa mampu mengembangkan formulasi suatu sediaan farmasi. e. semisolida. Deskripsi singkat matakuliah Teknologi Sediaan Farmasi Matakuliah Teknologi Sediaan Farmasi Fisika berisi pokok-pokok bahasan rancangan bentuk sediaan. cara pembuatannya. hubungan rute/cara pemberian dengan bentuk sediaan dan tahap-tahap pengembangan sediaan. menjelaskan cara evaluasi sediaan steril. suspensi dan suspensi rekonstitusi. semisolida. c. eksipien.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN TEKNOLOGI SEDIAAN FARMASI A. . menjelaskan tentang teori dasar preformulasi. dan bahan alam (solida. menjelaskan prisip dasar dan teknik sterilisasi sediaan likuida dan semisolida. semisolida dan steril). 3. likuida. pemilihan. menjelaskan teknik penyaringan dan pencampiuran dalam produksi sediaan padat. garis besar formulasi sediaan. cair dan semisolida serta pilot up scaling. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. larutan. dan sediaan steril.Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. sistem peralatan dalam pembuatan sediaan. peraturan perundang-undangan dan informasi sediaan bdalam bahan pengemas dan penambah. emulsi. preformulasi.

fungsi dan cara evaluasi bahan penambah (kuliah diberikan tersendiri) Ceramah dan tanya jawab Minggu 2 Preformulasi Minggu 3 Bentuk sediaan -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD Minggu 4 Bahan penambah Minggu 5 Formulasi solida Formulasi cairan dan semisolida homogen Formulasi cairan dan semisolida heterogen -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD Minggu 6 Sediaan peroral. krim. pertimbangan dalam proses manufakturing Minggu 7 -WB -OHP -LCD . pengawet. pelarut campur. gel steril dan non steril. rute pemberian obat. cara Ceramah dan pelepasan obat. topikal steril dan non steril. rasa dan peningkat tanya jawab penampilan sediaan farmasi. ukuran partikel. rancangan Ceramah dan bentuk sediaan. pertimbangan penting dalam merancang sediaan farmasi Definisi preformulasi. pasta. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. pKa. kristal. faktor obat Ceramah dan dalam merancang sediaan farmasi : tanya jawab sifat organoleptik. sediaan steril dan non tanya jawab setril Pembawa. koefisien partisi. kegunaan. tanya jawab Pelarut : air. kelarutan . luas permukaan. Eksipien dan pertimbangan dalam formulasi. zat Ceramah dan pereduksi. Dasar dan mekanisme stabilisasi Ceramah dan sistem heterogen dalam air. salep. stabilitas sediaan. parenteral. Jadwal Kegiatan Mingguan TEKNOLOGI SEDIAAN LIKUIDA DAN SEMISOLIDA Pertemuan Minggu 1 Topik Pendahuluan Substansi Metode Fasilitas -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD Pengembangan formula. dll Definisi. Pertimbangan formulasi. larutan Ceramah dan steril.B.disolusi. bahan penambah. antioksidan. konsistensi sediaan. non air. Suspensi tanya jawab dan emulsi peroral dan parenteral. Sediaan aerosol. polimorfisme. tanya jawab biofarmasetika. dapar. tahapan pembuatan sediaan.

penutup wadah dan bahan penutup wadah. ukuran partikel. masa kadaluwarsa. kegunaan dan fungsi. pengujian kemasan dan kerusakan wadah.Minggu 8 Proses manufaktur Minggu 9 Evaluasi sediaan Minggu 10 Teknik sterilisasi Minggu 11 Kemasan sediaan Minggu 12 Minggu 13 Minggu 14 Peningkatan skala produksi Validasi proses produksi Spesifikasi produk Peralatan produksi. kualitas wadah. Ceramah dan kemasan sediaan steril tanya jawab Skala laboratorium. fasilitas produksi steril. informasi obat pada kemasan. stabilitas dan Substansi Definisi tablet. uji sterilitas dan evaluasi sediaan steril Ceramah dan tanya jawab Jenis kemasan sediaan farmasi. kristal dan polimorf. sterilisasi. penyaringan. skala pilot. Ceramah dan Evaluasi kimia. kemurnian. uji stabilitas sediaan farmasi. komponen. pencampuran. evaluasi fisik. kelarutan. sediaan padat bentuk Metode sediaan. umum pembuatan Preformulasi Sifat organoleptik. unit operasi. fungsi. masa simpan sediaan Ceramah dan tanya jawab Proses sterilisasi I. Ceramah dan proses (pelarutan. bentuk dan luas permukaan. evaluasi tanya jawab mikrobiologi. tanya jawab pengadukan. proses sterilisasi II. teknik aseptik. dokumentasi pro ses manufaktur -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD TEKNOLOGI SEDIAAN SOLIDA Pertemuan Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Topik Pendahuluan Sediaan tablet Sifat. tahap Ceramah dan proses validasi tanya jawab Cara penyusunan spesifikasi produk. Ceramah dan tanya jawab Ceramah dan metode tanya jawab Ceramah dan tanya jawab Fasilitas -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD . skala Ceramah dan industri tanya jawab Definisi. proses kering beku). parameter yang mempengaruhi proses absorpsi. disolusi.

Minggu 4 Minggu 5 & 6 Minggu 7 & 8

Eksipien Desain dan formulasi tablet

kompatibiltas, higorskopisitas, sifat Ceramah dan aliran, kompresibilitas, keterbasahan tanya jawab

Minggu 8 & 9

Pengisi, pengikat, lubrikan, glidan, Ceramah dan desintegran, pewarna, adsorben, tanya jawab pemanis, perencah Formulasi Ceramah dan cairan Pendekatan sistematik dalam desain tanya jawab dan semisolida tablet. Granulasi basah, granulasi homogen kering, teknik kempa langsung. Jenis mesin tablet, masa kempa, Ceramah dan Masalah dalam pengendalian proses kempa, pengemas tanya jawab manufaktur Disolusi Lekat, caping, laminasi, keragaman Ceramah dan bobot, kesegaraman kandungan, tanya jawab aliran massa cetak, kekerasan, perubahan warna. Ceramah dan tanya jawab Teori, uji disolusi, faktor yang mempengaruhi, laju disolusi Ceramah dan tanya jawab Jaminan mutu, persyaratan resmi, persyaratan tidak resmi. Definisi, faktor formulasi, metode Ceramah dan pembuatan tablet salut, tablet tanya jawab pelepasan diperlambat, effervescent, tablet bukal & sublingual, tablet hisap, tablet kunyah, tablet vaginal, tablet implant Komponen dan pembawa, pendekatan formulasi, teknik manufaktur, evaluasi

-WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD

Minggu 10 Minggu 11 Mutu sediaan tablet Minggu 12 & 13 Tablet khusus

Minggu 14

Supositoria

3. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut:Dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar, OHP, White Board, Laptop dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. Bentuk kegiatan lain, yaitu diskusi dan pemberian tugas mandiri. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib, dilakukan sebanyak 3 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan diskusi kelompok. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut:

Dosen menyiapkan bahan diskusi yang diambil dari tugas yang diberikan dan yang telah diperiksa. Bentuk diskusi ini bagi mahasiswa akan mampu menganalisis bahan yang diberikan secara kelompok, bekerja sama dengan teman satu kelompok, aktif memberikan pendapat (saling memberi masukan) sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancar, merangkum pendapat-pendapat yang ada sehingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan. C. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman, ketrampilan, kreativitas, dan leadership. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah keahlian dan memerlukan latihan yang intensif, maka skor tertinggi diberikan untuk poin tugas-tugas. Di samping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa) 2. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek Penilaian Unsur Penilaian Pemahaman Tugas ketrampilan Ujian Mid Semester Ujian Akhir Kreativitas Keaktivan dalam diskusi Membuat resume Leadership Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Jumlah Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai A untuk ≥ 960 poin (>80%) Nilai B untuk 840 – 959 poin (70 – 80%) Nilai C untuk 720 – 839 poin (60 – 70%) Nilai D untuk 480 – 719 poin (40 – 60%) Kurang dari 480 dianggap Tidak Lengkap / Tidak Lulus Skor Maks 200 200 300 100 100 100 100 100 1200 Persentase 16,67 16,67 25,00 8,33 8,33 8,33 8,33 8,33 100

D. DAFTAR PUSTAKA Armstrong, N.A., and James, K.C., 1996, Pharmaceutical Experimental Design and Interpretation. Taylor and Francis, Bristol. Aulton,M.E., 1988, The Science of Dosageform Design, Churchil Livingstone, Edinburgh. Avis, K.E., Lachman, L, and Lieberbamn, H.A., 2000, Pharmaceutical Dosageform : Parenteral, Tablet, Disperse System, vol I, II, III, Marcel dekker Inc., New York. Banker, G.S. and Rhodes, C.T. 1996, Modern Pharmaceutics, 3 rd. Ed., MNarcel-Dekker Inc., New York. Gennaro A.R, 1995, Remington : :The Sience and Practice of Pharmacy, 19 th Ed., Mack Publ. Co., Pensylvania. Lachman, 1986, The Theory and Practice of Industrial Pharmacy, 2 nd, Ed., Lea & Febiger, Philadelphia.

Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Minggu 1 Topik Dasar-dasar farmakologitoksikologi Lanjutan Substansi Proses absorpsi. 3. biotranformasi. keseimbangan air dan elektrolit. memahami pengembangan dan penilaian obat. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. distribusi. kardiovaskular. dapat menilai penggunaan obat yang rasional. Metode Ceramah dan tanya jawab Fasilitas -WB -OHP -LCD Minggu 2 Cara kerja serta efek obat Ceramah -WB terhadap fungsi organ tubuh dan tanya -OHP . Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami konsep dasar kerja dan nasib obat dalam tubuh. Menjelaskan tentang arti prinsip dasar kerja obat b. Menjelaskan tentang arti farmakodinamik dan farmakokinetik c. FARMAKOLOGI DAN TOKSIKOLOGI I A. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. dan farmakokinetik. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. Menjelaskan tentang obat-obat kardiovaskular e. Deskripsi singkat mata kuliah Matakuliah farmakologi dan toksikologi I berisi pokok-pokok bahasan konsep dasar farmakologi-toksikologi meliputi prinsip dasar kerja obat. 2. efek obat sistem saraf otonom dan neuromuskular. Menjelaskan tentang keseimbangan air dan elektrolit serta obat-obat diuretikantidiuretik B.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN FARMAKOLOGI DAN TOKSIKOLOGI I. pengembangan dan penilaian obat. Menjelaskan tentang obat-obat sistem saraf otonom dan neuromuskular d. farmakodinamik. dan ekskresi obat.

Minggu 3 Lanjutan jawab -LCD Prinsip-prinsip terapeutika. jawab -LCD Prinsip-prinsip toksikologi dan Ceramah -WB penanganan keracunan.secara umum. obat penghambat neuromuskular. dan tanya -OHP jawab -LCD Ceramah -WB dan tanya -OHP jawab -LCD Minggu 4 Lanjutan Minggu 5 Minggu 6 Obat-obat Hubungan antara sistem saraf neurotransmiter dan otonom kerja obat otonom. dan efikasi dan tanya -OHP pengobatan. obat penghambat neuromuskular. serta jawab -LCD gangguan fungsi organ tubuh yang dipengaruhi oleh obat adrenergik. Lanjutan Hubungan antara neurotransmiter dan kerja obat otonom. dan obat ganglia otonom. dan tanya -OHP Minggu 8 Lanjutan Minggu 9 Obat-obat kardiovaskular Minggu 10 Lanjutan . Lanjutan Ceramah -WB dan tanya -OHP jawab -LCD Minggu 7 Hubungan antara Ceramah -WB neurotransmiter dan dan tanya -OHP kerja obat otonom. Cara kerja dan efek obat Ceramah -WB antihiperlipidemia serta dan tanya -OHP kegunaan dan cara jawab -LCD penggunaannya secara klinis Fungsi renin-angiotensin dalam Ceramah -WB tubuh. dan obat ganglia otonom. Hubungan antara Ceramah -WB neurotransmiter dan dan tanya -OHP kerja obat otonom. serta gangguan fungsi organ tubuh yang dipengaruhi oleh obat antikolinergik. Ceramah -WB keamanan. serta gangguan fungsi organ tubuh yang dipengaruhi oleh obat kolinergik. serta jawab -LCD gangguan fungsi organ tubuh yang dipengaruhi oleh obat anti adrenergik.

aktif mengemukakan pendapat sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancar. Bentuk kegiatan lain. jawab -LCD Cara kerja dan efek obat Ceramah -WB antiaritmia serta kegunaan dan dan tanya -OHP penggunaan secara klinis. Minggu 12 Lanjutan Minggu 13 Lanjutan Minggu 14 Keseimbangan air dan elektrolit dan obat-obat diuretikantidiuretik 2. dilakukan sebanyak 3 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan diskusi kelompok. merangkum pendapat-pendapat yang ada sehingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan. bekerja sama dengan teman satu kelompok. Laptop dan LCD Projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. Metode diskusi ini bagi mahasiswa akan mampu menganalisis bahan yang diberikan secara kelompok. . OHP. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut: dosen menyiapkan bahan diskusi yang diambil dari tugas yang diberikan dan yang telah diperiksa. jawab -LCD Cara kerja dan efek obat payah Ceramah -WB jantung serta kegunaan dan dan tanya -OHP penggunaan secara klinis. yaitu diskusi dan pemberian tugas mandiri.Cara kerja dan efek obat jawab antihipertensi serta kegunaan dan penggunaan secara klinis. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Metode pembelajaran dilakukan dengan tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar. Minggu 11 Lanjutan -LCD Cara kerja dan efek obat Ceramah -WB antiangina serta kegunaan dan dan tanya -OHP penggunaan secara klinis. Whiteboard. jawab -LCD Cara kerja dan efek obat Ceramah -WB diuretik-antidiuretik serta dan tanya -OHP kegunaan dan penggunaan jawab -LCD secara klinis.

Inc.. 3. Ed.33 100 GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN FARMAKOLOGI DAN TOKSIKOLOGI II . Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek penilaian Pemahaman keterampilan Kreativitas Leadership Jumlah DAFTAR PUSTAKA 1. kreativitas. Basic Pharmacology in Medicine. Modern Pharmacology. R.. New York.. Philadelphia. J. Principles and Applications. and Hollinger . B.B. Goodman and Gilman’s The Pharmacological Basis of Theurapeutics.33 8. (Editor). C. Ed. Liyye Brown Co. 4th. Niesink. keterampilan. Hasil pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran.. Laurence. Katzung. (Editor). CRC Press. Medicinal Surv. 2004. de Vries. 2005..M. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan.C. Craig. Unsur Penilaian Tugas Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester Keaktifan dalam diskusi Membuat resume Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Skor Maksimal 200 200 300 100 100 100 100 100 1200 Persentase 16.67 16. New York 2.67 25 8. New York. Ed. J. 9th. Toxicology. (Editor). 11th. Dipama. 4. L. 1994. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa) 2.. London 5. McGraw-Hill. M.. 4th. Basic and Clinical Pharmacology. ujian tengah semester.R. Ed..B.Inc.33 8.R.. 1990.. dan leadership. Inc. McGraw Hill.A..33 8.33 8..J.... PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. dan ujian akhir semester.

obat-obat yang mempengaruhi darah. Menjelaskan tentang obat-obat sistem pencernaan. hormon dan antagonis. g. dan vitamin. sistem respirasi. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami konsep farmakologi-toksikologi meliputi obat-obat sistem saraf pusat. dan obat hipnotik-sedatif serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. Menjelaskan tentang vitamin. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. Deskripsi singkat mata kuliah Matakuliah farmakologi dan toksikologi II berisi pokok-pokok bahasan konsep farmakologi-toksikologi meliputi obat-obat sistem saraf pusat. Menjelaskan tentang obat-obat sistem saraf pusat. 3.A. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. autakoid dan antagonisnya. hormon dan antagonis. Menjelaskan tentang autakoid dan antagonisnya. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. sistem pencernaan. B. sistem respirasi. Lanjutan Metode Ceramah dan tanya jawab Fasilitas -WB -OHP -LCD Minggu 2 Cara kerja dan efek obat sistem Ceramah -WB saraf pusat meliputi dan tanya -OHP . dan vitamin. Menjelaskan tentang obat-obat sistem respirasi. c. obat-obat yang mempengaruhi darah. 2. e. autakoid dan antagonisnya. Menjelaskan tentang obat-obat yang mempengaruhi darah. anestetik lokal. b. Menjelaskan tentang hormon dan antagonis. sistem pencernaan. serta dapat menilai penggunaan obat yang rasional. f. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Minggu 1 Topik Substansi Obat-obat Cara kerja dan efek obat sistem sistem saraf saraf pusat meliputi anestetik pusat umum. d.

psikotropika. jawab -LCD dan antiinflamasi. Cara kerja dan efek obat sistem Ceramah -WB pencernaan meliputi antiemetik. dan tanya -OHP kolagoga. Hormon dan Fungsi hormon meliputi antagonisnya hormon adenohipofisis. Cara kerja dan efek obat sistem Ceramah -WB pencernaan meliputi antidiare dan tanya -OHP dan pencahar serta kegunaan jawab -LCD dan cara penggunaannya secara klinis. serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. Minggu 4 Autakoid dan Fungsi histamin dan serotonin Ceramah -WB antagonisnya dalam tubuh dan pengaruhnya dan tanya -OHP terhadap fungsi organ tubuh jawab -LCD serta kegunaan dan cara penggunaan antihistamin dan serotonin secara klinis. Ceramah -WB dan tanya -OHP jawab -LCD Ceramah -WB dan tanya -OHP jawab -LCD Minggu 5 Minggu 6 Lanjutan Minggu 7 Lanjutan Minggu 8 Obat-obat sistem respirasi Minggu 9 Cara kerja dan efek obat sistem respirasi meliputi antiasma dan antitusif. analgetik-antipiretik. antikonvulsi. serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. serta kegunaan dan cara penggunaan antagonisnya secara klinis. . dan hepatoprotektor jawab -LCD serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. hormon tiroid dan paratiroid dalam tubuh dan pengaruhnya terhadap fungsi organ tubuh. Minggu 3 Lanjutan -LCD Cara kerja dan efek obat sistem Ceramah -WB saraf pusat meliputi analgetik dan tanya -OHP opioid. Obat-obat sistem pencernaan Cara kerja dan efek obat sistem Ceramah -WB pencernaan meliputi obat dan tanya -OHP digestiva dan obat antiulser jawab -LCD serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. dan jawab antiparkinson serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis.

Minggu 10

Lanjutan

Fungsi hormon meliputi Ceramah -WB hormon estrogen, progestin, dan tanya -OHP kontrasepsi oral, androgen, dan jawab -LCD antiandrogen dalam tubuh dan pengaruhnya terhadap fungsi organ tubuh, serta kegunaan dan cara penggunaan antagonisnya secara klinis. Fungsi hormon meliputi Ceramah -WB hormon insulin, glukagon, dan dan tanya -OHP oksitosin dalam tubuh dan jawab -LCD pengaruhnya terhadap fungsi organ tubuh, serta kegunaan dan cara penggunaan antagonisnya secara klinis. Fungsi hormon meliputi Ceramah -WB hormon kortikotropin dan dan tanya -OHP adrenokortikosteroid dalam jawab -LCD tubuh dan pengaruhnya terhadap fungsi organ tubuh, serta kegunaan dan cara penggunaan antagonisnya secara klinis.

Minggu 11

Lanjutan

Minggu 12

Lanjutan

Minggu 13

Obat-obat yang Cara kerja dan efek obat-obat Ceramah -WB mempengaruhi yang mempengaruhi darah dan tanya -OHP darah meliputi antianemia dan jawab -LCD hematopoietik serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. Vitamin Cara kerja dan efek vitamin Ceramah -WB yang larut dalam air dan dan tanya -OHP vitamin yang larut dalam lemak jawab -LCD serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis.

Minggu 14

2. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Metode pembelajaran dilakukan dengan tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar, OHP, Whiteboard, Laptop dan LCD Projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa.

Bentuk kegiatan lain, yaitu diskusi dan pemberian tugas mandiri. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib, dilakukan sebanyak 3 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan diskusi kelompok. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut: dosen menyiapkan bahan diskusi yang diambil dari tugas yang diberikan dan yang telah diperiksa. Metode diskusi ini bagi mahasiswa akan mampu menganalisis bahan yang diberikan secara kelompok, bekerja sama dengan teman satu kelompok, aktif mengemukakan pendapat sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancar, merangkum pendapat-pendapat yang ada sehingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan C. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Hasil pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman, keterampilan, kreativitas, dan leadership. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa) 2. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek penilaian Pemahaman keterampilan Kreativitas Leadership Jumlah D. DAFTAR PUSTAKA 1. Craig, C.R., (Editor), 1990, Modern Pharmacology, 4th. Ed., Liyye Brown Co., New York 2. Dipama, J.R., (Editor), 1994, Basic Pharmacology in Medicine, 4th. Ed., Medicinal Surv.Inc., Philadelphia. Unsur Penilaian Tugas Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester Keaktifan dalam diskusi Membuat resume Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Skor Maksimal 200 200 300 100 100 100 100 100 1200 Persentase 16,67 16,67 25 8,33 8,33 8,33 8,33 8,33 100

3. Laurence, L.B., (Editor), 2005, Goodman and Gilman’s The Pharmacological Basis of Theurapeutics, 11th. Ed., McGraw Hill, New York. 4. Katzung, B.B., 2004, Basic and Clinical Pharmacology, 9th. Ed., McGraw-Hill.Inc., London 5. Niesink, R.J.M., de Vries, J., and Hollinger , M.A., Toxicology, Principles and Applications, CRC Press. Inc., New York.

GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN
FARMAKOLOGI DAN TOKSIKOLOGI III

c. Menjelaskan tentang desinfektan. b. meliputi obat-obat antiinfeksi. B. 2. Menjelaskan tentang obat antiinfeksi. antikanker. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Minggu 1 Topik Obat-obat antiinfeksi Substansi Metode Fasilitas Pengertian. dan desinfektan serta dapat menilai penggunaan obat yang rasional. dan Minggu 2 Lanjutan Minggu 3 Lanjutan . d. Menjelaskan tentang obat antiparasit. Deskripsi singkat mata kuliah Matakuliah farmakologi dan toksikologi III berisi pokok-pokok bahasan konsep farmakologi-toksikologi desinfektan. penyebab. antiparasit. tanya jawab -OHP penyebaran. Ceramah dan -WB mekanisme terjadinya.A. antikanker. dan akibat yang -LCD ditimbulkan oleh penyakit infeksi serta prinsip pengobatan dengan kemoterapi. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami konsep farmakologi-toksikologi meliputi meliputi obat-obat antiinfeksi. Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antibiotik golongan tanya jawab -OHP kloramfenikol serta kegunaan -LCD dan cara penggunaannya secara klinis. Menjelaskan tentang obat antikanker. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. antiparasit. Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antibiotik golongan betalaktam tanya jawab -OHP serta kegunaan dan cara -LCD penggunaannya secara klinis. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. 3.

Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antibiotik golongan tanya jawab -OHP aminoglikosida dan makrolida -LCD serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. Cara kerja dan efek obat antijamur serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. Cara kerja dan efek obat antimalaria serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antituberkulosis dan antilepra tanya jawab -OHP serta kegunaan dan cara -LCD penggunaannya secara klinis.Minggu 4 Lanjutan Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antibiotik golongan tetrasiklin tanya jawab -OHP serta kegunaan dan cara -LCD penggunaannya secara klinis. Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antivirus serta kegunaan dan tanya jawab -OHP cara penggunaannya secara -LCD klinis. Ceramah dan -WB tanya jawab -OHP -LCD Ceramah dan -WB tanya jawab -OHP -LCD Minggu 5 Lanjutan Minggu 6 Lanjutan Minggu 7 Lanjutan Minggu 8 Lanjutan Minggu 9 Obat-obat antiparasit Minggu 10 Lanjutan Minggu 11 Lanjutan Minggu 12 Lanjutan Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antiamuba serta kegunaan dan tanya jawab -OHP cara penggunaannya secara -LCD klinis. Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antikanker serta kegunaan dan tanya jawab -OHP Minggu 13 Antikanker . Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antibiotik golongan tanya jawab -OHP sulfonamida dan antiinfeksi -LCD saluran kemih serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antelmintik serta kegunaan dan tanya jawab -OHP cara penggunaannya secara -LCD klinis.

dan leadership. Minggu 14 Desinfektan secara -LCD Cara kerja dan efek desinfektan Ceramah dan -WB organik. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Laptop dan LCD Projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. bekerja sama dengan teman satu kelompok. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa). Metode diskusi ini bagi mahasiswa akan mampu menganalisis bahan yang diberikan secara kelompok. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan. yaitu diskusi dan pemberian tugas mandiri. OHP. dan ujian akhir semester. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek penilaian Unsur Penilaian Skor Maksimal Persentase .cara penggunaannya klinis. kreativitas. Whiteboard. aktif mengemukakan pendapat sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancar. -LCD 2. Hasil pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut: dosen menyiapkan bahan diskusi yang diambil dari tugas yang diberikan dan yang telah diperiksa. merangkum pendapat-pendapat yang ada sehingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan C. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Metode pembelajaran dilakukan dengan tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar. ujian tengah semester. 2. Bentuk kegiatan lain. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. keterampilan. dilakukan sebanyak 3 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan diskusi kelompok. dan tanya jawab -OHP insektisida. anorganik.

Ed. R. Medicinal Surv...33 8.R.67 16. Craig.Pemahaman keterampilan Kreativitas Leadership Jumlah Tugas Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester Keaktifan dalam diskusi Membuat resume Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas 200 200 300 100 100 100 100 100 1200 16.. B. Toxicology. Katzung. London Niesink. Laurence...33 8.. 4.67 25 8. New York 2.B.J. 4th.33 8. Basic and Clinical Pharmacology.33 8. (Editor). 2005. Deskripsi singkat mata kuliah Farmakoterapi . 1990. de Vries. 11th. 3.. Modern Pharmacology.M. 2004... L. C.A. 9th. McGraw Hill... Philadelphia. 4th. DAFTAR PUSTAKA 1. New York.33 100 D. 5. Ed..R.Inc. J.Inc. Inc. Liyye Brown Co. (Editor). Ed.. J. Basic Pharmacology in Medicine. McGraw-Hill. (Editor).. Ed. Dipama. CRC Press. Principles and Applications. Goodman and Gilman’s The Pharmacological Basis of Theurapeutics. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. 1994.B. New York.. GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN FARMAKOTERAPI A. and Hollinger . M.

Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi pada kasus glomerulonefritis . Infeksi Saluran Nafas. Epilepsi. Penyakit Paru Obstruksi Kronik. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus infeksi saluran kemih k. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus mual muntah c. 3. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus jantung iskemik g. 2. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus Penyakit Paru Obstruksi Kronik d. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi pada kasus gagal ginjal akut m. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus skizoprenia h. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi pada kasus diabetes mellitus l. Asma. Diabetes mellitus. Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada berbagai kasus penyakit sistem organ. Jantung Iskemik.Secara keseluruhan mata kuliah Farmakoterapi tentang penatalaksanaan terapi rasional pada berbagai kasus penyakit sistem organ antara lain : tukak peptik. dan Glomerulonefritis. Infeksi Saluran Kemih. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus epilepsi i. Skizoprenia. melatih kerja sama dalam kelompok dan ketrampilan dalam melakukan presentasi serta mengemukakan pendapat dalam diskusi kelas. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus asma e. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus tukak peptik b. Tujuan pembelajaran mata kuliah ini juga melatih ketrampilan mahasiswa menggunakan teknologi informasi (internet) untuk mengakses informasi mengenai perkembangan terapi terkini dan pengobatan berbasis bukti (evidence based medicines) pada kasus penyakit berbagai sistem organ. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus infeksii saluran nafas j. hipertensi. Gagal Ginjal Akut. mual muntah. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus hipertensi f.

Jadwal Kegiatan Mingguan Mingg Topik/Pokok u keBahasan I Pengantar Substansi materi -Metode / teknik pembelajaran . whitebo ard LCD viewer. whitebo ard LCD viewer. whitebo ard LCD viewer. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Laptop.B. Laptop. whitebo ard LCD viewer. II Tukak peptik Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah tukak peptik III Mual muntah Tata laksana terapi rasional pada kasus mual Ceramah muntah IV Penyakit Paru Tata laksana terapi pada kasus Penyakit Ceramah Obstruksi Kronik Paru Obstruksi Kronik V Asma Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah asma VI Hipertensi Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah hipertensi VII Jantung iskemik Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah Jantung iskemik VIII Skizoprenia Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah skizoprenia IX Epilepsi Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah epilepsi . Laptop. Laptop. Laptop. whitebo ard LCD viewer. Laptop. Laptop. whitebo ard LCD viewer. Laptop. whitebo ard LCD viewer. whitebo ard LCD viewer.Sistem penilaian Metode Pembelajar an Ceramah Fasilitas LCD viewer.

Kelompok penyaji wajib menyusun makalah sesuaii dengan kasus diskusi untuk diserahkan kepada dosen pengampu dan dibagikan kepada kelompok I dan II sebagai kelompok penanya/penyanggah. . kelompok III dan IV sebagai penanya/penyanggah dan wakil kelompok V sebagai moderator. Laptop. Laptop. Dengan model diskusi tersebut di atas diharapkan dapat memberikan kesempatan yang sama terhadap semua mahasiswa untuk terlibat dalam diskusi kelas. Kelompok I sebagai kelompok penyaji. lembar jawab XI XII Infeksi saluran Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah kemih infeksi saluran kemih Diabetes mellitus Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah diabetes mellitus XIII Gagal Akut Ginjal Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah Gagal Ginjal Akut XIV Glomerulonefritis Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah Glomerulonefritis XV Ujian Semester Akhir Semua materi Ujian tertulis 2. kelompok II sebagai penyaji. whitebo ard LCD viewer. whitebo ard LCD viewer. sedangkan mahasiswa lainnya (audiens) sebagai penanya/penyanggah. kelompok II dan kelompok III sebagai kelompok penanya/penyanggah dan wakil kelompok IV sebagaii moderator. Demikian seterusnya. Laptop. Dosen pengampu memberikan kasus kepada kelompok penyaji yang sudah ditentukan. whitebo ard LCD viewer. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah dan Case Based Learning. whitebo ard Soal ujian.X Infeksi nafas saluran Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah infeksi saluran nafas Laptop. Mahasiswa dibagi dalam 6 (enam) kelompok (sesuai dengan topik diskusi). whitebo ard LCD viewer. Laptop.

Yee.T. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1.. Pharmacotherapy Casebook : A Patient Focused Approach. G. and Michael.. GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN BIOKIMIA A. 7th Ed. Lippincot Williams and Wilkins. New York Scwinghammer TL. Philadelphia McPhee. Lange. Stamford Herfindal. The McGraw-Hill Companies Inc.R. Lingappa. 3 rd ed. L. Appleton & Lange. Pharmacotherapy : A Pathophysiologic Approach.D.. S..G.. 2. McGraw-Hill Companies. J.. Matzke.R (Eds).C. 4rd ed. (Eds).F.M. Appleton & Lange. 2002. D. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama proses pembelajaran (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa). Stamford Dipiro. Wells. 2002. G. 2001.. V. W. Textbook of Therapeutics Drug and Disease Management. Talbert. PERENCANAAN PEMBELAJARAN . Posey. R.C.L... Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. 2000. L. 5th Ed. E.. Gourley. DAFTAR PUSTAKA DiPiro.. Pathophysiology of disease: An introduction to Clinical Medicine. Komponen evaluasi antara lain meliputi aktivitas diskusi (keaktifan bertanya. Ganong.T. Penilaian (student assessment) Bobot Penilaian : Makalah Aktivitas diskusi Ujian Akhir Semester Konversi Nilai : * A jika nilai ≥ 75     65 ≤ B < 75 55 ≤ C < 65 45 ≤ D < 55 E < 45 : 20% : 30% : 50% D.. Pharmacotherapy a Pathophysiological Approach. menjawab dan penguasaan materi). J. L.R. 2005. A. New York.. penyusunan makalah dan Ujian Akhir Semester.

metabolisme lipid. dan manfaat karbohidrat bagi kehidupan . analisis urin dan fungsi ginjal. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini diharapkan mahasiswa dapat memahami sifat-sifat biomolekul lipid. bioenergetika. metabolisme karbohidrat. enzim. metabolisme karbohidrat. protein. sifat-sifat fisika. lipid. elektroforesis protein. asam nukleat. peranan asam lemak dan lipid dalam kehidupan. enzim dan kinetika enzim. reaksi oksidasi biologis. karbohidrat. pemurnian potein. RNA dan DNA Selain itu dibahas berbagai penyakit yang terjadi berkaitan dengan kelainan – kelainan yang terjadi serta contoh obat-obat yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit tersebut Praktikum biokimia berisi pokok-pokok bahasan pemeriksaan kualitatif berupa reaksi-reaksi umum untuk identifikasi lipid. Mahasiswa mengetahui konsep dasar bionergetika. protein. aktivitas enzim dan analisa darah. Menjelaskan konfigurasi molekul dan dapat menjelaskan sifat. uji antioksidan vitamin.kimia.1. reaksi oksidasi biologis. klasifikasi. karbohidrat. lipid. protein dan penyakit-penyakit akibat gangguan metabolisme. analisis urin dan fungsi ginjal serta pemeriksaan kuantitatif untuk uji aktivitas enzim dan analisa darah 2. Dengan mengikuti praktikum. DNA dan RNA serta fungsi atau peranannya dalam kehidupan. karbohidrat. asam amino dan protein. lipid. aktivitas antioksidan vitamin. metabolisme protein. peran vitamin sebagai kofaktor serta memahami sifat dan fungsi enzim sebagai katalis. asam amino dan protein. vitamin sebagai kofaktor. mahasiswa mampu melakukan percobaan kualitatif-kuantitatif dan mengetahui reaksi-reaksi umum untuk identifikasi asam amino. 3. teknik pemurnian protein. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : Menjelaskan pengertian biomolekul dan hirarhi organisasi molekular sel Menjelaskan definisi. asam nukleat. Deskripsi singkat mata kuliah biokimia Mata kuliah biokimia berisi pokok-pokok bahasan biomolekul dan hirarhi organisasi molekular sel. asam amino. karbohidrat.

- Menjelaskan struktur umum. nukleotida dan asam nukleat serta menjelaskan fungsi asam nukleat dan senyawa penyusun DNA-RNA Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : Melakukan percobaan dan menjelaskan reaksi–reaksi umum untuk identifikasi lipid Melakukan percobaan dan menjelaskan reaksi–reaksi umum untuk identifikasi karbohidrat. gula pentosa. biosintesis asam amino dan protein serta hubungan antara metabolisme karbohidrat. penggolongan. Menjelaskan produk energi yang diperlukan bioproses. pembentukan senyawa keton dan kondisi klinis yang mendasarinya. Memahami sifat-sifat protein dan asam amino . serta kelainan klinis akibat gangguan metabolisme lemak - Menjelaskan proses pencernaan protein dalam tubuh. faktor-faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas enzim - Menjelaskan pengertian kofaktor dan hubungan antara vitamin dengan kerja enzim Menjelaskan tentang hukum termodinamika. dan asam amino penyusun protein Menjelaskan penggolongan. nukleosida. Menjelaskan proses pencernaan karbohidrat. Menjelaskan transformasi energi yang terjadi pada proses oksidasi asam lemak. sifat asam amino. siklus krebs dan glukoneogenesis. energi bebas dan perubahan energi bebas. glikogenolisis dan glukoneogenesis serta gangguan klinis akibat gangguan metabolisme karbohidrat - Mengevaluasi jumlah energi yang dihasilkan atau diperlukan dalam tahap-tahap reaksi glikolisis. glikogenesis. persamaan Michaelis-Menten. definisi glikolisis. sistem pengaturan aktivitas enzim. pembentukkan amonia dan siklus urea. sifat-sifat dan peranan protein dalam kehidupan Menjelaskan teknik-teknik pemurnian potein Menjelaskan nomenklatur. lipid dan protein. dan dapat menjelaskan aktivitas kerja. proses oksidasi biologis dan aplikasinya dalam bioreaksi Menjelaskan perbedaan katabolisme dan anabolisme. Melakukan percobaan dan menjelaskan reaksi–reaksi umum untuk identifikasi protein dan asam amino. - Mendefinisikan basa nitrogen. ikatan peptida dan menjelaskan perbedaan asam amino esensial-nonesensial.

protein. susunan kimia dan penggolongan karbohidrat Asam amino peranan karbohidrat dan Peptida struktur umum dan sifat asamamino penggolongan asam amino Protein asam amino esensial-non esensial ikatan peptida Ceramah -WB dan tanya -LCD jawab Ceramah -WB dan tanya -LCD jawab Ceramah dan diskusi kelompok -WB -LCD Minggu 3 Minggu 4 Minggu 5 -WB Ceramah -LCD dan tanya . pemeriksaan kimia) dan mampu menjelaskan hasil analisis biokimia urin Melakukan percobaan analisa darah dan mampu menjelaskan hasil analisa biokimia darah serta fungsi dan komponen-komponen darah.- Menjelaskan hasil identifikasi asam amino. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. makna absorbansi untuk penentuan aktivitas enzim serta faktor-faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas enzim - Melakukan percobaan dan mengetahui tentang proses oksidasi dan pengaruh zatzat antioksidan terhadap proses oksidasi Melakukan analisis biokimia urin (pemeriksaan fisik. a. B. lipid dan karbohidrat berdasarkan jenis uji yang dilakukan serta sifat bahan yang diuji Melakukan percobaan pemurnian protein dengan teknik elektroforesis Melakukan percobaan dan menjelaskan pengaruh suhu terhadap aktivitas enzim Melakukan percobaan dan menjelaskan pengaruh konsentrasi enzim terhadap aktivitas enzim Menjelaskan prinsip kerja dan kegunaan spektrofotometer. Jadwal kegiatan mingguan kuliah Pertemuan Minggu 1 Topik Pendahuluan dan biomolekul Substansi Perkembangan ilmu biokimia dan manfaatnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pengertian biomolekul. penggolongan dan fungsi lipid Sifat. serta hirarhi organisasi molekular sel etode Fasilitas Ceramah -WB dan tanya -LCD jawab Minggu 2 Lipid Asam lemak Lipid penyusun utama membran Karbohidrat Karakteristik.

glikogenolisis siklus krebs Metabolisme regulasi lipid masalah klinis Ceramah -WB dan tanya -LCD jawab Minggu 7 Minggu 8 Minggu 10 Ceramah -WB dan tanya -LCD jawab Minggu 11 Ceramah dan diskusi kelompok -WB -LCD Minggu 12 Metabolisme protein Ceramah pencernaan dan transpor lemak dan tanya oksidasi β dan sintesis asam jawab lemak badan keton -WB sintesis kolesterol Ceramah -LCD gangguan klinis dan tanya -WB -LCD .jawab Minggu 6 Teknik pemurnian enzim pengertian. sifat-sifat protein -WB struktur dasar protein Ceramah -LCD penggolongan dan fungsi dan tanya protein jawab Enzim dan -WB kinetika elektroforesis Ceramah -LCD enzim kromatografi dan imunokimia diskusi Lanjutan kelompok -WB enzim nomenklatur dan penggolongan -LCD Vitamin enzim Ceramah sebagai kinetika katalitik enzim dan tanya kofaktor persamaan Michaelis Menten jawab inhibisi enzim enzim alosterik vitamin sebagai mikronutrien organik esensial fungsi vitamin dalam reaksi biologis Minggu 9 Bioenerge-tika hukum termodinamika dan Pengantar energi bebas dan entalpi metabolisme macam-macam jalur reaksi regulasi metabolisme sel senyawa fosfat berenergi tinggi Lanjutan (ATP) metabolisme katabolisme Metabolisme anabolisme karbohidrat glikolisis Lanjutan tinjauan energi pada proses metabolisme glikolisis karbohidrat glukoneogenesis glikogenesis.

Minggu 13 Minggu 14 pencernaan protein pembentukkan amonia Asam nukleat siklus urea dan kerusakkan genetik pada siklus metabolisme urea biosintesis asam amino – protein hubungan antar metabolisme nukleosida. topik dan tugas dan tanya praktikum jawab penggunaan alat selama praktikum praktek reaksi-reaksi umum identifikasi lipid identifikasi kolesterol praktek Fasilitas -WB -OHP -lab Minggu 2 Percobaan Lipid Percobaan karbohidrat Minggu 3 Minggu 4 -Lab -Lab Percobaan reaksi-reaksi umum identifikasi praktek asam amino karbohidrat dan protein reaksi-reaksi umum identifikasi diskusi hasil asam amino dan protein presentasi praktikum kelompok lipid dan karbohidrat hasil percobaan identifikasi diskusi hasil lipid dan karbohidrat presentasi praktikum kelompok asam amino dan protein hasil percobaa identifikasi percobaan asam amino dan protein praktek antioksidan percobaan elektroforesis praktek pengaruh antioksidan dalam Minggu 5 -WB -OHP Minggu 6 -WB -OHP Minggu 7 Minggu 8 -lab -lab .b. Jadwal kegiatan mingguan praktikum Pertemuan Minggu 1 Topik Pendahuluan Substansi metode Pembagian kelompok Ceramah Aturan. nukleotida asam nukleat DNA RNA metabolisme asam nukleat jawab -WB Ceramah -LCD dan tanya jawab 1.

kreatinin urin.reaksi oksidasi biologis Minggu 9 Minggu 10 Minggu 11 percobaan enzim I percobaan enzim II praktek pemurnian protein praktek pengaruh suhu aktivitas enzim terhadap -WB -OHP -lab -lab diskusi hasil presentasi praktikum kelompok enzim pengaruh konsentasi terhadap aktivitas enzim hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas enzim Minggu 12 percobaan analisa urin Minggu 13 Minggu 14 Praktikum urin normal Praktek Pemeriksaan badan keton. asam urat dan ureum dalam urin glikosuria Percobaan Praktek analisa darah hemolisis eritrosit hemoglobin Diskusi hasil Presentasi praktikum hasil percobaan analisa urin analisa urin dan darah dan darah -lab -lab -WB -OHP .

White board. ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: Dosen menerangkan dengan bantuan handout yang sudah dibagikan minimal 1 minggu sebelumnya. kemudian kelompok yang ditunjuk atau bersedia.2. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. pertanyaan tersebut didiskusikan bersama kemudian baru ditarik kesimpulan Bentuk kegiatan lain: dosen memberi tugas pendek berkaitan dengan topik yang dibahas. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. menjelaskan di depan kelas Bentuk kegiatan praktikum : mahasiswa melakukan praktikum sesuai jadwal yang ditetapkan dalam kelompok mengunakan penuntun praktikum yang telah disediakan. mahasiswa dipersilahkan untuk bertanya. Selama proses menerangkan. komputer dan LCD projector. kreativitas dan leadership. didiskusikan dalam kelompok. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. Penilaian dilakukan pada setiap pertemuan. Skor tertinggi pada tingkat memahaman. Tugas berupa makalah dan dipresentasikan pada jadwal yang telah ditetapkan. Monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan yang diperoleh dari kuisioner dan permintaan saran secara langsung ke mahasiswa 2. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi : Aspek penilaian Pemahaman kreativitas Leadership Unsur penilaian Makalah Ujian tengah semester Ujian akhir semester Keaktifan dalam diskusi Penyelusuran literature dalam pembuatan makalah Kedisiplinan dalam kuliah dan pengumpulan tugas Partisipasi di kelas Presentasi Aktivitas selama paktikum Skor maks 100 100 100 100 100 100 100 100 100 persentase 10 % 25 % 35 % 5% 5% 5% 5% 5% 5% Ketrampilan . C.

Murray K. Horton R.L. Jakarta. Biokimia Harper. et al. New York. alih bahasa Septelia Inawati. Inc. Principles of Biochemistry.. Lehninger A. Rohm H-K. Biochemistry and Molecular Biology. et al. and Elliot. Atlas Berwarna dan Teks Biokimia. 2003.C. Principles of Biochemistry. Pearson Education.Jumlah D..R. EGC 3. Jakarta.H. 1996. united States of America 2. D. Elliot W. DAFTAR PUSTAKA 900 100 % 1. Hipocrates . 2006.. Koolman J.. New Delhi 4. Tata Mc Graw Hill Co. 5.H. ed 25. alih bahasa andri hartono. 4th ed. John Willey & Sons. 2001. 2003.

fluorometri. semi padat.dan steril dan analisis kosmetik dengan metode spektrofotometri. HPLC. dan steril. semi padat. 2. Deskripsi Singkat Mata Kuliah Membicarakan pokok bahasan masalah analisis kuantitatif komponen tunggal atau kompleks obat dalam sediaan padat. dan elektrokimia. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a) Menjelaskan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam analisis kuantitatif komponen aktif sediaan obat monokomponen dalam sediaan padat. serta kosmetika. TLC. GC. mampu memilih metode analisis yang sesuai dan mampu mengaplikasikan metode analisis kuantitatif yang dipilih itu untuk analisis sediaan obat. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa dapat memahami permasalahanpermasalahan yang dihadapi dalam analisis kuantitatif komponen aktif sediaan obat. 3. b) Menjelaskan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam analisis kuantitatif komponen aktif sediaan obat multikomponen dalam sediaan padat. validasi metode analisis sesuai yang tercantum dalam farmakope.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN ANALISIS FARMASI A. . dan kosmetik serta mampu melaksanakan uji validasi metode analisis. cair. RENCANA PEMBELAJARAN 1. mampu memahami kelebihan dan kekurangan berbagai metode analisis kuantitatif. cair. baik sediaan monokomponen maupun multikomponen.

Komponen aktif dan bahan pembantu dalam sediaan obat. d) Menjelaskan alasan-alasan yang menjadi dasar pemilihan metode analisis kuantitatif yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. analisis kuantitatif komponen aktif sediaan obat multikomponen dalam sediaan padat. serta Minggu 2 Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB . semi padat. cair. cair. c) Menjelaskan kelebihan-kelebihan dan kekurangan-kekurangan metode-metode analisis kuantitatif. semi padat. dan pemisahan komponen aktif dari bahan pembantu sediaan obat. Metode-metode analisis kuantitatif. dan steril. kelebihan dan kekurangannya. g) Melaksanakan kosmetika. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. serta penerapannya dalam analisis komponen aktif dalam sediaaan obat. Jadwal Kegiatan Mingguan a). B.semi padat. e) Menjelaskan teknik preparasi sampel untuk setiap bentuk sediaan f) Menjelaskan tahapan-tahapan analisis yang harus dilakukan pada setiap metode analisis yang akan diterapkan. dan steril. serta pemilihan metode analisis. serta analisis kuantitatif komponen aktif sediaan obat monokomponen dalam sediaan padat. Substansi Metode Fasilitas Arti penting analisis kuantitatif Ceramah dan -WB komponen aktif sediaan obat tanya jawab -OHP dalam pengawasan mutu sediaan -LCD obat. Metode-metode preparasi sampel/ pemisahan komponen aktif dari bahan pembantu yang digunakan dalam pembuatan sediaan obat. serta kosmetika. serta melaksanakan uji validasi metode analisis. h) Melaksanakan kosmetika i) Menjelaskan penilaian atas hasil analisis kuantitatif yang dilakukan j) Mampu memahami tujuan dan pengertian dari parameter-parameter uji validasi metode analisis. Kuliah Pertemuan Topik Minggu 1 Pendahuluan. cair. dan steril.

semi -LCD padat. cair dan steril secara KGC Minggu 11 Analisis Kosmetika Preparasi dan tahapan analisis zat Ceramah dan -WB warna secara Spektrofotometri. semi -LCD padat. cair dan steril secara spektrofluorometri. semi -LCD padat. cair dan steril secara spektrofotometri. Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB obat multikomponen kuantitatif obat multikomponen tanya jawab -OHP dalam sediaan obat padat. Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB obat multikomponen kuantitatif obat multikomponen tanya jawab -OHP dalam sediaan obat padat. Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB obat monokomponen kuantitatif obat monokomponen tanya jawab -OHP dalam sediaan obat padat. Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB obat multikomponen kuantitatif obat multikomponen tanya jawab -OHP dalam sediaan obat padat. cair dan steril secara KCKT Minggu 10 Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB obat multikomponen kuantitatif obat multikomponen tanya jawab -OHP dalam sediaan obat padat. semi -LCD padat.Pertemuan Topik obat monokomponen Substansi Metode Fasilitas -OHP -LCD kuantitatif obat monokomponen tanya jawab dalam sediaan obat padat dan semi padat secara spektrofotometri dan spektrofluorometri Minggu 3 Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB obat monokomponen kuantitatif obat monokomponen tanya jawab -OHP dalam sediaan obat cair dan steril -LCD spektrofotometri dan spektrofluorometri. cair dan steril secara KLTDensitometri Ujian Tengah Semester Minggu 4 Minggu 5 Minggu 6 Minggu 7 Minggu 8 Minggu 9 Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB obat multikomponen kuantitatif obat multikomponen tanya jawab -OHP dalam sediaan obat padat. cair dan steril secara elektrokimia. tanya jawab -OHP spektrofluorometri dan KLT/KLT-LCD . semi -LCD padat. semi -LCD padat.

analisis. analisis. Praktikum Pertemuan Topik Modul 1 Substansi Metode Fasilitas Alat-alat gelas. diskusi.Alat-alat sediaan padat/semi padat pembuatan laporan test. pre.Pertemuan Topik Substansi Densitometri. dan Tugas. laporan praktikum Modul 2 Modul 3 Modul 4 Analisis komponen aktif Praktikum preparasi. presediaan padat/semi padat pembuatan laporan test. presediaan padat/semi padat pembuatan laporan test. Analisis komponen aktif Praktikum preparasi. . spektrofluorometri. dan Tugas. analisis. monokomponen secara praktikum. diskusi. monokomponen secara praktikum. laporan praktikum Analisis komponen aktif Praktikum preparasi. gelas. dan Tugas. Parameter-parameter uji validasi Pelaksanaan uji validasi Ceramah dan -WB tanya jawab -OHP -LCD Diskusi -WB kelompok -OHP dan umpan -LCD balik Diskusi -WB kelompok -OHP dan umpan -LCD balik Minggu 13 Analisis kuantitatif sediaan Studi kasus obat padat multikomponen secara spektrofotometri/ spektrofluorometri /KLTDensitometri/KCKT/KGC Minggu 14 Analisis kuantitatif sediaan Studi kasus obat semi padat multikomponen secara spektrofotometri/ spektrofluorometri /KLTDensitometri/KCKT/KGC Minggu 15 Analisis kuantitatif sediaan Studi kasus obat cair multikomponen secara spektrofotometri/ spektrofluorometri /KLTDensitometri/KCKT/KGC Minggu 16 Ujian Akhir Semester Diskusi -WB kelompok -OHP dan umpan -LCD balik b). spektrofl uoromet er Analisis komponen aktif Praktikum preparasi. dan Tugas. spektrofotometri. analisis. dan analisis Hg dalam kosmetika secara AAS Metode Fasilitas Minggu 12 Validasi metode analisis Tujuan validasi metode analisis. monokomponen secara praktikum. Potensiometri(elektrokimia) laporan praktikum. diskusi. potensio meter Alat-alat gelas. spektrof otometer Alat-alat gelas. presediaan padat pembuatan laporan test. diskusi.

spektrofl uoromet er Alat-alat gelas. Spektrof ometer/T LC/TLC -Skener / Densito meter Modul 8 Modul 9 Modul 10 Analisis kosmetika Hg dalam Praktikum preparasi. pre. analisis. laporan praktikum Alat-alat gelas. laporan praktikum Fasilitas spektrof otometer Alat-alat gelas. analisis. dan Tugas. dan Tugas. secara KLT-Densitometri laporan praktikum Modul 7 Analisis komponen aktif Praktikum preparasi. diskusi. presediaan padat/semi padat/ pembuatan laporan test. prekosmetika pembuatan laporan test. AAS laporan praktikum Hasil dan permasalahan yang Diskusi -WB ditemukan dalam analisis kelompok -OHP kuantitatif dan umpan -LCD balik Hasil dan permasalahan yang Diskusi -WB ditemukan dalam analisis kelompok -OHP kuantitatif dan umpan -LCD balik Modul 11 Presentasi hasil praktikum Modul 12 Presentasi hasil praktikum . cair/steril padat pembuatan laporan multikomponen secara spektrofluorometri. predan test.Alat-alat pembuatan laporan test. analisis. cair/steril multikomponen praktikum. dan Tugas. TLCSkener/ Desnsio meter Analisis komponen aktif Praktikum preparasi sediaan padat / semi/ derivatisasi. praktikum. Modul 5 secara Substansi Metode praktikum. laporan praktikum dan Tugas. diskusi. gelas. cair/steril multikomponen praktikum.Alat-alat sediaan padat/semi padat / pembuatan laporan test. diskusi. Modul 6 Analisis komponen aktif Praktikum preparasi. pre. KCKT secara KCKT laporan praktikum Analisis komponen aktif Praktikum preparasi. pre.Pertemuan Topik multikomponen spektrofotometri.Alat-alat sediaan/semi padat / pembuatan laporan test. diskusi. gelas. KGC secara KGC laporan praktikum Analisis zat warna dalam Praktikum preparasi. cair/steril multikomponen praktikum. diskusi. analisis. dan Tugas. dan Tugas. analisis. diskusi. gelas. praktikum. praktikum. analisis.

bekerja sama dengan teman satu jkelompo. kreativitas. keterampilan. Komponen pemahaman dan keterampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah keahlian dan memerlukan latihan/praktikum yang intensif. f) Pemaparan dan diskusi hasil percobaan dalam praktikum yang telah dilakukan C. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan/praktikum (berupa kuesioner. dengan tujuan mempersiapkan diskusi kelompok. dan leadership.2. Penilaian (Assesment) . dalam sediaan obat dan kosmetika. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Laptop dan LCD projector. Bentuk diskusi ini bagai mahasiswa akan mampu menganalisis bahan yang diberikan secara kelompok. dan ujian-akhir semester. aktif memberikan mendapat (saling memberi masukan) sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancer. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat dikukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. OHP. d) Pemberian tugas mandiri dan diskusi. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut : Dosen menyiapkan bahan diskusi yang diambil dati tugas mandiri yang diberikan dan yang telah diperiksa. e) Tugas/praktikum analisis kuantitatif komponen aktif. baik monokomponen maupun multikomponen. dilanjutkan Tanya jawab antara mahasiswa dan dosen. menggunakan metode analisis yang sesuai berdasarkan hasil diskusi kelompok yang telah dilakukan. merangkum pendapat-pendapat yang ada seshingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. pre-test dan post-test praktikum. dilakukan sedikitnya satu kali. maka skor tertinggi diberikan untuk poin tugas-tugas. 2. ujian tengan semester. dan kritik-saran dari mahasiswa). Metode Pembelajaran dan bentuk kegiatan c) Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut : Dosen menerangkan dengan alat Bantu buku ajar. White Board.

Chem.Aspek pemilaian meliputi : Aspek penilaian Unsur Penilaian Pemaham keterampilan Tugas mandiri Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester Kreativitas Kreativitas dalam diskusi Membuat resume Leadership Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Jumlah Hasil akhir ditentukan sebagai berikut : Nilai A untuk > 960 poin (> 80%) Nilai B untuk 840 -959 poin ( 70 – 80%) Nilai C untuk 720 – 839 poin (60 – 70%) Nilai D untuk 480 – 719 poin (40 – 60%) Kurang dari 480 dianggap tidak lengkap/tidak lulus.W. Washington. D. New York c) Horwitz.. W. . A. and Scypinski. G. DAFTAR PUSTAKA Skor Maks 200 200 300 100 100 100 100 100 1200 Presentase 16.00 8. Official Methods of Analysis.33 8. 2001. b) Cunnif.. 3.. Handbook of Modern Pharmaceutical analysis. Inc. Vol.33 8.J. An...17 25.... 2 nd. San Diego. Of. Ed.33 8. F.67 16.33 100 a) Ahuja.33 8. Official Methods of Analysis. S. AOAC Intern. Ed. S. d) Sanzel. Newburger’s Manual Cosmetic analysis. AOAC International. 2005. and Latimer. Academic Press. 16th... 1977. Maryland. 1995.

Proses interaksi obat-biopolimer. distribusi dan ekskresi obat b. baik secara kualitatif maupun kuantitatif. ekskresi obat. sejarah dan ruang lingkup Kimia Medisinal serta hubungannya dengan bidang ilmu lain. distribusi. Menjelaskan definisi. 2. Menjelaskan tujuan dan manfaat Kimia Medisinal bagi farmasis 2. Modifikasi molekul dan rancangan obat yang rasional dan beberapa contoh obat: obat antiinfeksi (antibiotika dan sulfonamida). Teori-teori interaksi obatreseptor serta ikatan kimia yang terlibat. Aspek stereokimia dan aktivitas biologis.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN KIMIA MEDISINAL A. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan prinsip-prinsip dasar hubungan struktur. 3. Memahami proses interaksi obatreseptor dan metabolisme dengan aktivitas biologis obat. manfaat Kimia Medisinal bagi farmasis. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. hubungan kelarutan dengan aktivitas biologis. ruang lingkup. a. Menjelaskan sifat interaksi obat-biopolimer secara nonspesifik dan spesifik . a. prinsip Ferguson dan model kerja obat. Menjelaskan hubungan struktur dengan proses absorbsi. Hubungan sifat kimia fisika dengan aktivitas bilogis obat. Hubungan struktur dengan proses absorbsi. untuk digunakan sebagai dasar untuk menjelaskan hubungan struktur dengan aktivitas biologis suatu kelompok turunan obat dan rancangan obat.Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: 1. Hubungan kuantitatif struktur dan aktivitas biologis obat. b. Deskripsi singkat matakuliah Kimia Medisinal Matakuliah Kimia Medisinal menyajikan materi yang berisi arti. Metabolisme obat dan senyawa organik asing lain. sifat kimia fisika dengan aktivitas biologis obat.

b. b. d. a. Menjelaskan ikatan-ikatan kimia yang terlibat pada interaksi obat reseptor (ikatan kovalen. induced-fit. Menjelaskan keunggulan dan kelemahan HKSA model Hansch dibandingkan model Free-Wilson 7. a. ion. elektronik dan sterik. kecepatan. Menjelaskan hubungan struktur dengan interaksi nonspesifik antara obat dengan protein plasma. bentuk konformasi. n-alkil resorsinol dan ester p-aminobenzoat. lemak dan asam nukleat d. Menjelaskan peran modifikasi isosterik dalam pengembangan obat. Menjelaskan pengaruh perubahan pH. aktivitas Thermodinamik dengan Menjelaskan model kerja obat berstruktur tidak spesifik dan memberikan aktivitas obat anestesi sistemik dan antiseptik contohnya. hidrogen. dan hidrofob) dan peran ikatan tersebut terhadap aktivitas biologis obat. a. pKa dan ionisasi terhadap aktivitas biologis obat. dengan menggunakan parameter tetapan lipofilik. gangguan makromolekul dan teori pendudukan-aktivasi. Memberikan contoh-contoh modifikasi isosterik dan perubahan aktivitas biologis yang ditimbulkannya. van der Waals. a. dipol-dipol. diastereoisomer dan isomer optik terhadap aktivitas biologis obat dan memberikan contohnya. Menjelaskan pengaruh isomer cis-trans. a. c. pendudukan. Menjelaskan hubungan kelarutan dengan aktivitas obat anestesi sistemik menurut teori Overton-Meyer 4. 3.c. c. . Menjelaskan parameter kimia fisika yang digunakan pada model HKSA dari Hansch. Menjelaskan teori interaksi obat reseptor yaitu teori klasik. 6. Menjelaskan hubungan prinsip Ferguson. Menjelaskan hubungan kuantitatif struktur dengan aktivitas biologis obat menurut model Free-Wilson b. Menjelaskan hubungan struktur dan interaksi spesifik antara obat dengan enzim biotransformasi dan reseptor. 5. b. b. Menjelaskan hubungan kuantitatif struktur dengan aktivitas biologis obat menurut model LFER Hansch. a. Menjelaskan hubungan struktur. koefisien partisi dengan aktivitas antibakteri kelompok turunan n-alifatis alkohol. Memberikan contoh-contoh aplikasi HKSA model Hansch e. 8.

atom C-alifatik dan alisiklik. C-O dan C-S. a. potensial redoks dan aktivitas permukaan dengan aktivitas biologis obat dan memberikan contohnya. ruang lingkup. glutation dan asam merkapturat dari gugus fungsi obat. b. Menjelaskan perubahan metabolik akibat reaksi asetilasi dan metilasi dari gugus fungsi obat. d. 10. f. Menjelaskan HSA senyawa kation aktif c. Menjelaskan perubahan metabolik akibat reaksi konyugasi dengan asam glukuronat. atom C sistem C-N. Menjelaskan pengaruh ikatan hidrogen terhadap sifat kimia fisika dan aktivitas biologis obat. atom Cα – karbonil dan imin. Menjelaskan modifikasi senyawa induk menjadi turunan-turunan yang lebih baik. c. Ceramah dan hubungan dengan bidang ilmu lain. a.b. 9. tanya jawab tujuan dan manfaat Kimia Medisinal Hubungan struktur. serta gugus alkohol dan aldehida. yaitu gugus cincin aromatik. Menjelaskan hubungan pembentukan khelat. glisin dan glutamin.PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. serta memberikan contohnya. sejarah. distribusi . sulfonamid B. distribusi dan tanya jawab ekskresi obat 2 Hubungan struktur dengan proses absorbsi. sulfat. nitro dan azo d. gugus olefin. Menjelaskan senyawa induk atau penuntun b. Jadwal Kegiatan Mingguan Topik Pengantar Medisinal Kimia Substansi Metode Fasilit as -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD Minggu ke1 Definisi. contoh penisilin. Ceramah dan dengan proses absorbsi. Menjelaskan proses bioaktivasi. Menjelaskan perubahan metabolik akibat reaksi oksidasi dari gugus fungsi obat. bioinaktivasi dan biotoksifikasi dalam metabolisme obat. sifat kimia fisika. atom C-benzilik dan alilik. Menjelaskan perubahan metabolik akibat reaksi hidrolisis dari gugus-gugus fungsi ester dan amida e. Menjelaskan perubahan metabolik akibat reaksi reduksi dari gugus-gugus fungsi aldehid dan karbonil.

Pengaruh isomer terhadap Ceramah dan aktivitas biologis obat tanya jawab Pendekatan HKSA Model de novo dari Free Wilson dan model LFER Ceramah dan dari Hansch tanya jawab Ikatan kimia yang terlibat pada interaksi obat-reseptor dan perannya Ceramah dan tanya jawab terhadap aktivitas bilogis obat Teori Interaksi Obat-reseptor Ceramah dan tanya jawab -WB -OHP -LCD 4 Hubungan struktur. n-alkil resorsinol dan Ceramah dan ester p-amino benzoat.Prinsip Ferguson dan aktivitas Ceramah dan tanya jawab termodinamik .Modifikasi isosterik dan aktivitas tanya jawab biologis obat .Interaksi obat-biopolimer secara tanya jawab spesifik dan nonspesifik.Interaksi nonspesifik obat dengan protein plasma. .Hubungan kelarutan dengan aktivitas biologis senyawa homolog turunan n-alifatis alkohol. .Hubungan koefisien partisi tanya jawab dengan aktivitas anestesi sistemik . . lemak dan asam nukleat. kelarutan dan aktivitas biologis obat 5 Prinsip Ferguson dan Model kerja Obat Hubungan struktur.Senyawa berstruktur tidak spesifik . aspek stereokimia dan aktivitas biologis obat Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas Biologis Obat (HKSA) Interaksi reseptor 10 Interaksi Reseptor 11 Sifat Kimia Fisika dan aktivitas biologis obat Sifat Kimia Fisika ObatObat- -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD 6 7 8 9 Hubungan ionisasi dan ikatan hidrogen dengan aktivitas biologis obat Hubungan pembentukan khelat.Senyawa berstruktur spesifik Ceramah dan . .dan ekskresi obat 3 Interaksi biopolimer obatCeramah dan .Interaksi spesifik obat dengan enzim biotransformasi dan Ceramah dan tanya jawab reseptor .

13 Topik Metabolisme.Reaksi konyugasi. reduksi dan hidrolisis dari gugus-gugus obat . Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. sebagai feed back untuk perbaikan perkuliahan di masa mendatang. Evaluasi dilakukan dengan mengadakan Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). Untuk memantau kinerja dosen pengampu.Modifikasi molekul dan tujuan rancangan obat rasional . OHP dan papan tulis. tanya jawab . Minggu ke12. Modifikasi molekul dan rancangan obat rasional (SAR) .dan aktivitas biologis obat potensial redoks dan aktivitas permukaan dnegan aktivitas biologis obat. Hasil kuesioner akan diberikan kepada dosen pengampu. bioinaktivasi Ceramah dan dan biotoksikasi dalam tanya jawab metabolisme obat . PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1.Contoh: penisilin dan turunannya Sulfonamid dan turunannya Fasilit as -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD 2. Materi kuliah diberikan dnegan peralatan Power Point. aktivitas biologis dan rancangan obat Substansi Metode 14.Proses bioaktivasi. asetilasi dan metilasi dari gugus-gugus fungsi obat dikaitkan dengan aktivitas Ceramah dan biologik dan rancangan obat. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Bentuk kegiatan proses pembelajaran meliputi tatap muka dan tanya jawab/diskusi selama 100 menit.Senyawa penuntun (lead compound) . Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: . diedarkan kuesioner yang diisi oleh mahasiswa pada waktu kuliah. yang terdiri dari pembahasan konsep-konsep materi kuliah dan tugas terstruktur. C.Perubahan metabolik obat akibat reaksi oksidasi. 2.

< 66 55 . Lippincott Foye W.. Wilson and Gisvold’s Textbook of Organic Medicinal and Pharmaceutical Chemistry. Airlangga University Siswandono.Aspek Penilaian Pemahaman Unsur Penilaian Skor Tengah Semester (STS) Skor Akhir Semester (SAS) Jumlah Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai Huruf A B+ B C+ C D E Nilai Angka ≥ 80 75 . I-IV. 2000. 1991. Kimia Medisinal I. 9th ed.< 80 66 . Eds.. Ed.John Wiley & Sons. Burger’s Medicinal Chemistry aand Drug Discovery . and Remers A.O.Wiley-VCH.< 75 61 . John Wiley and Sons. Kimia Medisinal II.E..1995-1997.W..N. 1988... Airlangga University Press. 2000.. New York.. Soekardjo Press. New York . 2002. Korolkovas A. How Drugs Act and Why. Vol. Introduction to Medicinal Chemistry.. DAFTAR PUSTAKA Delgado J.. Principles of Medicinal Chemistry. 5th ed..Surabaya B. New York Siswandono.< 61 45 -< 55 < 45 Skor Maks 100 100 100 Persentase 40 60 100 D. 5th ed..Surabaya Wollf M. Soekardjo B. 2nd ed.. Essential of Medicinal Chemistry. 1997. Lea and Febriger Gringauz A.

KULIAH PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. dan aspek-aspek khusus dalam praktek Compounding dan Dispensing. teknis compounding. Deskripsi singkat kuliah Compounding dan Dispensing Secara keseluruhan mata kuliah Compounding dan Dispensing berisi materi tentang praktek Apoteker yang menyangkut Compounding dan Dispensing.Proses dalam dispensing whiteboard . compounding. Program Studi Apoteker GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN COMPOUNDING dan DISPENSING I. penentuan beyond-use date. pemberian obat rasional secara individual. dan klinis. seperti skrining obat dan pengatasan permasalahan aspek administrative. A. Ceramah dan LCD viewer. Jadwal Kegiatan Mingguan Minggu Topik/Pokok keBahasan I Pendahuluan Praktek Farmasi Metode Fasilitas Pembelajaran Pengertian farmasi. farmasetis dan klinis. Memahami peranan Compounding dan Dispensing dalam praktek Apoteker b. pendosisan obat pada kondisi khusus. d. Mengaplikasikan teknik-teknik penyelesaian permasalahan yang berhubungan dengan aspek admistratif. penentuan dosis dan beyond-use date obat yang diberikan pada pasien. B. Mampu menyelesaikan problema pembuatan sediaan-sediaan tertentu. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a. langkah-langkah compounding. dispensing tanya jawab laptop.2. 3. Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa memahami dan menguasai arti penting Compounding dan Dispensing dalam praktek Apoteker. dan klinis dalam pemberian obat pada pasien. dan adanya interaksi obat.Step-step dalam proses compounding Substansi Materi 15 . medication error dan pengatasannya. farmasetis. farmasetis. e. dan penyelesaian problema terapi obat berdasarkan aspek administrative. Mengaplikasikan penentuan beyond-use date terhadap obat yang diberikan pada pasien. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. c. . 2. penyakit. Mengaplikasikan penentuan pendosisan berdasar pada kondisi pasien.

berat minimal boleh tanya jawab laptop.Perlurnya beyond-use date Ceramah dan LCD viewer.Farmasi sebagai profesi tanya jawab laptop. baik untuk pembuatan diskusi laptop.Definisi medication error Ceramah dan LCD viewer. whiteboard seperti serbuk.Karakteristik suatu profesi Ceramah dam LCD viewer. dan semi padat . ditimbang whiteboard .Review perhitungan dalam compunding Langkah-langkah compounding . . rasional tanya jawab laptop.Cara compounding yang Ceramah dan LCD viewer.II Fungsi Apoteker .Pengertian resep dan peresepan rasional .Tahap kritis dalam dispensing . dan dispensing whiteboard Cara-cara penentuan beyond-use date Aplikasi penentuan beyond-use date III Pengobatan Rasional IV Medication error dan dispensing error V Teknik-teknik Compounding VI Teknik-teknik Compounding VII Beyond-use Date . fungsi teknik. .Fungsi-fungsi farmasis: whiteboard fungsi professional. fungsi kemandirian . . berbagai sediaan obat.Tahapan dalam pengobatan Ceramah dan LCD viewer. Berbagai macam tanya jawab laptop. sediaan cair.Berbagai bentuk intervensi whiteboard terapeutik Berbagai penyebab problem terapi dengan obat .Teknik menimbang dan Ceramah dan LCD viewer. fungsi administrasi.Solusi masalah dispensing error . medication error whiteboard Berbagai tipe dan penyebab dispensing error . dalam compounding diskusi laptop.Membuat sediaan obat dengan stabilitas yang baik .

permasalahan dalam praktek whiteboard Diskusi Compounding dan Ceramah dan LCD viewer. Pengatasan problema whiteboard oksidasi Pengatasan problema pembuatan sediaan suspensi dan emulsi Diskusi Compounding dan Ceramah dan LCD viewer. .Penggunaan wadah whiteboard . C.Aplikasi .Pencampuran bahan sukar Ceramah dan LCD viewer. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1.Pemberian etiket .Pendosisan geriatri Ceramah dan LCD viewer. Dispensing tentang berbagai diskusi laptop. Hasil Pembelajaran . Dispensing tentang berbagai diskusi laptop.Penyesuaian dosis karena diskusi laptop. interaksi obat whiteboard . permasalahan dalam praktek whiteboard Diskusi Compounding dan Ceramah dan LCD viewer. .Pendosisan untuk dewasa . mikroba diskusi laptop. . permasalahan dalam praktek whiteboard IX Pendosisan X Problema Compounding Sediaan Padat Problema Sediaan Cair XI XII Problema Compounding dan Dispensing Problema Compounding dan Dispensing Problema Compounding dan Dispensing XIII XIV 2. Dispensing tentang berbagai diskusi laptop. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Pembelajaran dilakukan dengan ceramah/tatap muka dan diskusi/tanya jawab.Pendosisan untuk bayi diskusi laptop.VIII Pendosisan .Pendosisan untuk anak dan whiteboard remaja .Pengatasan kontaminasi Ceramah dan LCD viewer. . diserbuk diskusi laptop.Cara-cara pendosisan Ceramah dan LCD viewer.

American Pharmaceutical Association. American Pharmaceutical Association.V. A. Handbook of Basic Pharmacokinetics Including Clinical Applications. 2. DAFTAR PUSTAKA Allen Jr. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1.. New YorK II. 2nd Edition. Boston. Selanjutnya. peracikan obat sampai kepada : 20% : 80% ..2004. B.C. G.C. DiPiro.. Sinko. McGraw Hill.2006. Brater. 5th Edition.E. Marcel Dekker Inc.G. Rockville. 1990. 5th Edition. USP Convention Inc. A Practical Guide to Contemporary Pharmacy Practice. G.. 27th Ed. Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach... dan ujian akhir semester. J. Applied Biopharmaceutics & Pharmacokinetics. R.L. tanya jawab. Rational Therapeutics A Clinical Pharmacologic Guide for Health Professional.. and Mordenti. D. J. Philadelphia. New York. Yee. McGraw Hill. D. P. Martin’s Physical Pharmacy and Pharmaceutical Science. Penilaian (student assessment) Bobot Penilaian : Kuis dan penugasan Ujian Akhir Semester Konversi Nilai : • A jika nilai ≥ 75 • 65 ≤ B < 75 • 55 ≤ C < 65 • 45 ≤ D < 55 • E < 45 D.L. S.C. and Kearns.2005.. The Art. Shargel.B.Talbert. Washington. untuk memantau kegiatan dosen pengampu diberikan kuesioner yang diisi oleh mahasiswa di akhir sesi kuliah untuk masing-masing dosen. Deskripsi singkat mata praktikum Compounding dan Dispensing Secara keseluruhan mata praktikum Compounding dan Dispensing berisi tentang kegiatan praktikum pelayanan resep yang mencakup skrining resep. Williams.Wu-pong...M.A...C.C..2004. Posey. Thompson. L. P R A K T I K U M A. and Yu.. Anonim. Matzke..VII. Vol.Hasil pembelajaran diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran yang meliputi keaktifan dalam diskusi. J. Philadelphia. penugasan. and Technology of Pharmaceutical Compounding. D. Washington. 6th Edition. G. Ritschel W. Lippincot Williams & Wilkins..R. 2 nd Edition..2005. Science.T. USP/NF.2004. Wells.. L. L.2002.. RL.J. Lippincot Williams & Wilkins. 6th Edition.

mengaplikasikan praktik pelayanan resep yang mencakup problem farmasetis c. mengenal dan memahami jenis dan fungsi berbagai macam alat kesehatan B. 3. Tujuan pembelajaran mata praktikum ini juga melatih ketrampilan mahasiswa dalam meracik obat (to compound) dan membekali mahasiswa untuk mahir melakukan praktik pelayanan resep sesuai dengan standar kompetensi yang telah ditentukan oleh ikatan Sarjana Farmasi Indonesia. mengaplikasikan praktik pelayanan resep yang mencakup problem klinis d.diskusi resep II Praktik pelayanan resep 1 . Mahasiswa juga diharapkan mengenali jenis dan fungsin berbagai macam alat kesehatan. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. membekali praktik pelayanan resep untuk menghadapi ujian kompetensi ISFI e.praktikum pelayanan resep kompehensif .penyerahan obat kepada pasien.minikuis (semua materi minikuis) Praktik postes Fasilitas LCD viewer. Jadwal Kegiatan Mingguan Minggu Topik/Pokok Metode Substansi Materi keBahasan Pembelajaran I Asistensi dan .praktikum pelayanan resep postes mencakup problem administratif dan farmasetis .praktikum pelayanan resep mencakup problem administratif.minikuis sinonim obat dan sediaan lazim obat . Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa mampu mengaplikasikan praktik pelayanan resep di apotek atau rumah sakit. Skrining resep mencakup problem administratif.Tujuan Pembelajaran Khusus Setelah mengikuti mata praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu : a.minikuis khasiat dan penggolongan obat . farmasetis dan klinis .Penjelasan umum materi Diskusi diskusi praktikum kelompok pendahuluan . mengaplikasikan praktik pelayanan resep yang mencakup problem administratif b. 2. Laptop. Mata praktikum ini juga dilengkapi dengan penjelasan alat-alat kesehatan. farmasetis serta problem klinis. Whiteboard dan Bahan obat dalam laboratorium III Praktik pelayanan resep 2 dan Bahan obat dalam laboratorium IV Praktik pelayanan resep 3 Praktik pelayanan Praktik postes Praktik postes dan Bahan obat dalam laboratorium dan Bahan dalam obat V .minikuis singkatan latin Praktik .

pos penyerahan obat dengan konseling Ujian praktik seperti model Ujian praktik ujian kompetensi ISFI laboratorium LCD viewer. Laptop.pos skrining resep . Whiteboard VII Midterm Laboratorium VIII Praktik pelayanan resep 5 Bahan obat.pos perhitungan dosis dan penimbangan .Tes obat-obatan III (obat Diskusi kardiovaskuler.tes obat-obatan I (obat-obat Diskusi SSP.pos penyerahan obat dengan konseling .pos skrining resep .pos peracikan obat . kelompok Antimikroba.praktikum pelayanan resep kompehensif . simulasi dokter dan pasien XI Responsi Bahan alat obat. Whiteboard X Praktik pelayanan resep 6 Bahan obat.pos perhitungan dosis dan penimbangan . obat gastrointestinal. obat Hormonal.resep 4 VI Evaluasi praktik 1-4 . kelompok obat kontrasepsi. obat saluran pernafasan) diskusi resep yang dipraktikkan pada praktik 5 Praktikum pelayanan resep Praktik seperti model ujian kompetensi ISFI yang terdiri dari 4 pos . alat dispensing. simulasi dokter dan pasien IX Evaluasi praktik 5 LCD viewer. alat dispensing.diskusi resep dari praktik 14 . obat darah.pos peracikan obat .Ujian tertulis (mencakup penyelesaian 2 macam resep dan materi minikius keseluruhan) Praktikum pelayanan resep Praktik seperti model ujian kompetensi ISFI yang terdiri dari 4 pos . . Analgetik) . Laptop. obat renal dan elektrolit) .tes obat-obatan II (obat Ujian tertulis antineoplastik.

2. tes gula darah.XII Penjelasan alat kesehatan dan obat sediaan obat khusus . diharapkan mahasiswa mampu dan memiliki bekal yang cukup untuk melakukan pelayanan resep di apotek dan rumah sakit. aktivitas diskusi (keaktifan bertanya. C. Dalam waktu 40 menit. tetes mata. handihaler. inhaler. Dengan mengkombinasikan model praktikum pelayanan resep dan model ujian kompetensi. pos II tentang perhitungan dosis dan penimbangan. Penilaian (student assessment) Bobot penilian : .diskripsi dan fungsi nebulizer. dengan harapan ada perbaikan dalam pelaksanaan praktikum berikutnya. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama proses pembelajaran (berupa kuesioner dan kritik saran dari mahasiswa). menjawab dan penguasaan materi). Mahasiswa diminta menyelesaikan soal resep dalam bentuk diversen dan sediaan obat. midterm dan responsi. pos III tentang peracikan.Diskripsi alat kesehatan Pengamatan . Komponen evaluasi antara lain meliputi minikuis.diskripsi obat-obat khusus (kontrasepsi. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. tablet lepas lambat dll) dispensing. Bentuk praktikum kompetensi dilakukan dengan mengadopsi prosedur kegiatan ujian kompetensi oleh ISFI. tes obat-obatab. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan : Pembelajaran untuk materi pelayanan resep dilakukan dengan praktik di laboratorium dengan soal yang berupa resep dengan riwayat penyakit dan pengobatan pasien oleh dosen yang bertugas. Selanjutnya dosen melakukan evaluasi berupa postes. Masing-masing pos diberikan alokasi waktu 10 menit. sphigmomanometer . tetes telinga. Sesi diskusi dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan praktikum sebelumnya. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. dan pos IV tentang penyerahan obat dan konseling pasien. Praktikum ini dilakukan dengan model 4 pos yaitu pos I tentang skrining resep. mahasiswa harus bisa menyelesaikan permasalahan resep sampai dengan konseling obatnya. simulasi dokter dan pasien Alat kesehatan dan obat khusus XIII Tes alat Evaluasi dengan pengamatan Ujian tertulis kesehatan dan penjelasan fungsi alat kesehatan Alat kesehatan dan obat khusus 2.

E. L... Farmakope Indonesia. Farmakope Indonesia. Depkes RI. USA. DAFTAR PUSTAKA : sebagai prasyarat mengikuti praktikum (70% : 30% : 10% : 10% : 15% : 25% : 10% Anief. Clinical Clerkship Manual. Gadjah Mada University Press. USA Thopson. Yogyakarta. . Mc Graw Hill. Lippincot Williams & Wilkins. 1979. Washington.Morley..E. PC... Pharmaceutical Care Practice. Ilmu Meracik Obat Teori dan Praktek. Depkes RI. R. Jakarta Anonim. M. A Practical Guide to Contemporary Pharmacy Practice. Edisi III.Strand.1995.J. Jakarta Boh... J. L.2004. Edisi IV. Anonim.M. Applied Therapeutics Inc.1998. Cipolle. 1996. 1995.Minikuis benar) Praktik pelayanan resep dan Praktik kompetensi Diskusi Tes obat-obatan Midterm Responsi Ujian alat kesehatan Konversi Nilai : A jika nilai ≥ 75 65 ≤ B < 75 55 ≤ C < 65 45 ≤ D < 55 E < 45 D.

GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN FARMAKOTERAPI TERAPAN A. rhematoid arthritis. Penyakit Hubungan Seksual. . Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a. anemia dan Benign Prostatic Hyperplasia. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. endometriosis. Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada berbagai kasus penyakit sistem organ. acne vulgaris. b. venous thromboembolism. multipel sklerosis. ansietas dan gangguan tidur. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus venous thromboembolism c. kanker paru. melatih kerja sama dalam kelompok dan ketrampilan dalam melakukan presentasi serta mengemukakan pendapat dalam diskusi kelas. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus acne vulgaris. obesitas. lymphomas. atopic dermatitis. alergi pada obat. Deskripsi singkat mata kuliah Farmakoterapi Terapan Secara keseluruhan mata kuliah Farmakoterapi Terapan meliputi penatalaksanaan terapi rasional pada berbagai kasus penyakit sistem organ antara lain : gagal ginjal kronik. gangguan pola makan (eating disorders). inkontinensia urin. infeksi tulang dan sendi. Tujuan pembelajaran mata kuliah ini juga melatih ketrampilan mahasiswa menggunakan teknologi informasi (internet) untuk mengakses informasi mengenai perkembangan terapi terkini dan pengobatan berbasis bukti (evidence based medicines) pada kasus penyakit berbagai sistem organ. disfungsi ereksi. pankreatitis. psoriasis. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus lymphomas. gout dan hiperurisemia. 3. osteoporosis. glaukoma. 2.

d. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus multipel sklerosis. h. v. g. Jadwal Kegiatan Mingguan pada Semester Gasal Mingg u keI Topik/Pokok Bahasan Pengantar Substansi materi -Metode / teknik pembelajaran . Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus Benign Prostatic Hyperplasia. s. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus osteoporosis. B. p. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus disfungsi ereksi. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus alergi pada obat. y.Sistem penilaian Metode Fasilitas Pembelajar an Ceramah LCD viewer. i. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus gangguan pola makan (eating disorders). Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus infeksi tulang dan sendi. o. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus pankreatitis. m. w. menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus Penyakit Hubungan Seksual. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus anemia. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus rhematoid arthritis. Laptop. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus inkontinensia urin. menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus gagal ginjal kronik. k. e. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus obesitas. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus glaukoma. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus atopic dermatitis. f. whitebo . x. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus osteomalasia. u. r. j. t. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus psoriasis. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. q. n. menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus endometriosis. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus kanker paru. l. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus gout dan hiperurisemia. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus ansietas dan gangguan tidur.

whitebo ard LCD viewer. Laptop. whitebo ard LCD viewer. Laptop. whitebo ard LCD viewer. VI Rhematoid arthritis Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based Rhematoid arthritis Learning VII Atopic dermatitis Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based Atopic dermatitis Learning VIII Gout dan Tata laksana terapi rasional pada kasus Gout Case Based hiperurisemia dan hiperurisemia Learning Osteomalasia Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based osteomalasia Learning Inkontinensia urin Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based inkontinensia urin Learning IX X XI Glaukoma Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based Glaukoma Learning XII Anemia Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based Anemia Learning . Laptop.II Acne Vulgaris Tata laksana terapi rasional pada kasus acne Case Based vulgaris Learning III Venous thromboembolism Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based venous thromboembolism Learning IV Lymphomas Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based lymphomas Learning V Ansietas dan Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based ansietas dan gangguan tidur Learning gangguan tidur ard LCD viewer. Laptop. whitebo ard LCD viewer. lembar jawab LCD viewer. Laptop. Laptop. Laptop. whitebo ard Soal ujian. Laptop. whitebo ard LCD viewer. whitebo ard LCD viewer. whitebo ard LCD viewer.

Laptop. whiteboard Case Based LCD Learning viewer. whiteboard Case Based LCD Learning viewer. Laptop. Laptop. Laptop. whiteboard Case Based LCD Learning viewer. whiteboard Case Based LCD Learning viewer. lembar jawab XIV Ujian Semester Akhir Semua materi Ujian tertulis 2. whiteboard Case Based LCD Learning viewer.XIII Benign Prostatic Hyperplasia. whiteboard II Gagal Ginjal Kronik Endometriosis III IV Penyakit Hubungan Seksual Kanker paru V VI Multipel sklerosis Gangguan pola makan (eating disorders) Alergi pada obat VII VIII . whiteboard Case Based LCD Learning viewer. whitebo ard LCD viewer. Jadwal Kegiatan Mingguan pada Semester Genap Minggu Topik/Pokok ke Bahasan I Pengantar Substansi materi -Metode / teknik pembelajaran -Sistem penilaian Tata laksana terapi rasional pada kasus Gagal ginjal Kronik Tata laksana terapi rasional pada kasus endometriosis Tata laksana terapi rasional pada kasus Penyakit Hubungan Seksual Tata laksana terapi rasional pada kasus kanker paru Tata laksana terapi rasional pada kasus multipel sklerosis Tata laksana terapi rasional pada kasus gangguan pola makan (eating disorders) Tata laksana terapi rasional pada kasus alergi obat Metode Fasilitas pembelajaran Ceramah LCD viewer. Laptop. whitebo ard Soal ujian. Laptop. Laptop. whiteboard Case Based LCD Learning viewer. Laptop. Laptop. Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based Benign Prostatic Hyperplasia Learning Laptop.

Demikian seterusnya.IX Psoriasis Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based psoriasis Learning Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based infeksi tulang dan sendi Learning Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based obesitas Learning Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based disfungsi ereksi Learning Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based pankreatitis Learning Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based osteoporosis Learning Semua materi Ujian tertulis X Infeksi tulang dan sendi Obesitas XI XII Disfungsi ereksi XIII Pankreatitis XIV Osteoporosis XV Ujian Akhir Semester LCD viewer. Dengan model . whiteboard LCD viewer. kelompok II sebagai penyaji. Dosen pengampu memberikan kasus kepada kelompok penyaji yang sudah ditentukan. menjawab atau menyanggah serta penguasaan materi dari masing-masing mahasiswa secara individu. lembar jawab 2. kelompok II dan kelompok III sebagai kelompok penanya/penyanggah dan wakil kelompok IV sebagaii moderator. whiteboard Soal ujian. whiteboard LCD viewer. Laptop. whiteboard LCD viewer. Laptop. Laptop. whiteboard LCD viewer. sedangkan mahasiswa lainnya ( audiens) sebagai penanya/penyanggah. Laptop. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Pembelajaran dilakukan dengan metode Case Based Learning. kelompok III dan IV sebagai penanya/penyanggah dan wakil kelompok V sebagai moderator. Kelompok I sebagai kelompok penyaji. Dosen pengampu membuat dan mengisi formulir / blangko penilaian diskusi pada saat pelaksanaan diskusi kelas. whiteboard LCD viewer. Kelompok penyaji wajib menyusun makalah sesuaii dengan kasus diskusi untuk diserahkan kepada dosen pengampu dan dibagikan kepada kelompok I dan II sebagai kelompok penanya/penyanggah. Mahasiswa dibagi dalam 13 – 14 kelompok (sesuai dengan topik diskusi). Keaktifan mahasiswa dalam diskusi kelas dinilai berdasarkan keaktifan bertanya. Laptop. Laptop.

W.. 2. Appleton & Lange.. The McGraw-Hill Companies Inc.T. McGraw-Hill Companies... Wells.. L.T.R (Eds).R. 3 rd ed.. Pathophysiology of disease: An introduction to Clinical Medicine. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. C. 4rd ed. Pharmacotherapy Casebook : A Patient Focused Approach. V. 2005. E. J. J. R. Lange. Penilaian (student assessment) Bobot Penilaian : Makalah Aktivitas diskusi Ujian Akhir Semester Konversi Nilai :      A jika nilai ≥ 75 65 ≤ B < 75 55 ≤ C < 65 45 ≤ D < 55 E < 45 : 20% : 30% : 50% D. (Eds). Stamford Dipiro. A. G. Lingappa. Posey.G. Komponen evaluasi antara lain meliputi aktivitas diskusi (keaktifan bertanya. Philadelphia McPhee. New York Scwinghammer TL...diskusi tersebut di atas diharapkan dapat memberikan kesempatan yang sama terhadap semua mahasiswa untuk terlibat dalam diskusi kelas. penyusunan makalah dan Ujian Akhir Semester.. 2001. Ganong. Gourley. S.D. Textbook of Therapeutics Drug and Disease Management. L. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama proses pembelajaran (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa). Talbert.M. New York .. 5th Ed. Pharmacotherapy a Pathophysiological Approach.. 2002.R. G.L. menjawab dan penguasaan materi). Yee. Lippincot Williams and Wilkins. D.. Stamford Herfindal. 7th Ed. 2002.C. Appleton & Lange. and Michael. Pharmacotherapy : A Pathophysiologic Approach.F. 2000. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. DAFTAR PUSTAKA DiPiro. L.. Matzke.

SDM. administrasi. d. Memahami dalam penetapan harga obat di apotek dan perpajakan. jaminan mutu. Tujuan pembelajaran: Mahasiswa mengenal dan memahami konsep manajemen Apotek. b. bebas terbatas dan generik serta pelayanan informasi obat dan konselling. pengelolaan apotek dari SDM. strategi pengembangan apotek. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. administrasi. jaminan mutu pelayanan farmasi. narkotika dan psikotropik. harga dan uang. narkotika dan psikotropik Memahami pelayanan resep. studi kelayakan. sediaan farmasi. obat wajib apotek. c. pengendalian apotek dari persediaan farmasi. yang dimulai dari pendirian apotek. e. mengukur kinerja dan mengevaluasi kinerja farmasi. sediaan farmasi dari perencanaan. obat bebas. dan pemusnahan Memahami pengelolaan obat-obat yang rusak dan ED.pengelolaan sediaan farmasi. f. Diskripsi singkat mata kuliah Manajemen Farmasi Mata kuliah manajemen Farmasi Komunitas ini mempelajari tentang pendirian apotek. pembelian. Mengerti dan memahami peran penting manajemen pengelolaan apotek Memahami dan dapat mendirikan apotek berdasarkan peraturan yang ada serta dapat membuat studi kelayakan apotek Memahami pengelolaan sumber daya manusia. perpajakan. dan obat bebas. obat wajib apotek. strategi pengembangan apotek serta memahami pengukuran dan evaluasi kinerja farmasi (Apotek) 3. pelayanan resep. 2. g. resep. penyimpanan. pendistribusian. manajemen keuangan. Tujuan pembelajaran Khusus Setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN MANAJEMEN FARMASI A. sumber daya manusia. pengelolaan obat-obat expired date (ED). dan harga obat) . pasien. studi kelayakan apotek. manajemen keuanagan. Memahami pengendalian apotek (aset.

Pembelian LCD. OHP. Daya Manusia LCD. note Pengelolaan book. Jadwal Kegiatan Mingguan Mingg Pokok Bahasan u ke I Pendahuluan Substansi II Pendiriaan Apotek Pengertian Apotek. pengelolaan obat-obat sound rusak dan Expired date system pengelolaan resep Whiteboar P Ceramah Tanya jawab d. persyaratan APA Studi kelayakan apotek Metode Pembelajaran Kuliah. Apotek sound system Ceramah. Tanya Whiteboar Persyaratan pendirian jawab d. tanya Whiteboar Pengelolaan Sumber jawab dan kuis d. tanya Whiteboard Perencanaan jawab dan kuis .h. pengelolaan LCD. sound system Ceramah. Soundsyste m. i. APA. elayanan obat wajib sound apotek system. elayanan resep LCD. p . Memahami tentang jaminan mutu pelayanan kefarmasian Memahami manajemen keuangan di apotek Memahami strategi pengembangan apotek Memahmi pengukuran dan evaluasi kinerja bisnis farmasi berdasar balanced scorecard. note psikotropika book. note Penyimpanan book. note Proses pendirian book. tanya Whiteboard pengelolaan narkotika jawab dan kuis . OHP. OHP. OHP. Apotek LCD. Tanya jawab Fasilitas III Pengelolaan Apotek - IV Pengelolaan persediaan farmasi - V Pengelolaan resep dan obat-obat khusus - VI Pelayanan - OHP. OHP. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. SIA. k. j. LCD dan whiteboard Kuliah. note p book. Apoteker. administrasi apotek sound system Ceramah. B.

note book. ROA. LCD. LCD. note book. OHP. sound system Whiteboar d. note book. sound system XI Strategi pengembangan Apotek - Ceramah Tanya jawab . LCD. bisnis dan fungsional Strategi pengembangan apotek Ceramah Tanya jawab Whiteboar d.- elayanan obat bebas. sound system VII Penetapan harga dan perpajakan - VIII Pengendalian Apotek - Ceramah Tanya jawab IX Manajemen keuangan - Studi kasus X Jaminan mutu pelayanan Apotek - Ceramah Tanya jawab Whiteboar d. OHP. TOR) Nilai waktu uang untuk studi kelayakan (PP. OHP. net profit margin. sound system Whiteboar d. LCD. MIRR) Standar pelayanan di Apotek Indicator pelayanan apotek Merancang Jaminan mutu pelayanan di apotek Pengertian manajemen strategi Strategi bisnis terfragmentasi Strategi level corporate. OHP. note book. IRR. sound system Whiteboar d. note book. bebas terbatas p elayanan obat generik p elayanan informasi obat dan konselling penetapan harga obat dengan resep penetapan harga obat tanpa resep jenis pajak dalam apotek Pengendalian sediaan farmasi Pengendalian harga Pengendalian uang Pengendalian pelayanan Pendahuluan analisis keuangan Neraca laba-rugi Break event point dan pay back periode Analisis keuangan (ROI. NPV. OHP. LCD.

sound system Whiteboard . kemudian dibuat makalah untuk semua topik diskusi (manajemen keuangan. serta studi kelayakan pendirian apotek). menjawab dan menyanggah serta penguasaan materi dari masing-masing mahasiswa secara individu.XII dan XIII Mengukur kinerja dengan balanced Scorecard - XIV Presentasi studi kelayakan pendiriaan apotek - Pengertian balanced scorecard (BSC) Empat perspektif dalam balanced scorecard Mengukur kinerja dengan BSC Presentasi masingmasing kelompok Diskusi dengan studi kasus Whiteboar d. LCD. Pada pelaksanana diskusi kelas dipilih masing-masing 2-3 kelompok penyaji. Hal ini dilakukan mengingat jumlah mahasiswa yang cukup besar. Kepada masing-masing kelompok diberi tugas penelusuran jurnal atau case study terhadap kasus yang ada. OHP. LCD. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Pembelajaran dilakukan dengan ceramah tatap muka dikelas. OHP. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. sound system Lembar soal dan lembar jawaban Diskusi. Dalam studi kasus mahasiswa dibagi menjadi 4-5 kelompok. C. note book. Dosen pengampu membuat dan mengisi formulir/blangko penilaian diskusi pada setiap diskusi kelas. Hasil Pembelajaran . evaluasi dan pengukuran kinerja dengan balanced scorecard. Keaktifan mahasiswa dalam diskusi kelas dinilai berdasarkan keaktifan bertanya. tanya jawab dan studi kasus dalam bentuk diskusi untuk merangsang mahasiswa belajar mandiri di rumah. Dengan model diskusi tersebut diatas diharapkan dapat memberikan kesempatan yang sama terhadap semua mahasiswa untuk terlibat dalam diskusi kelas. studi kasus XV Ujian akhir semester - Semua materi kuliah Ujian tertulis termasuk makalah studi kasus 2. note book. sedangkan kelompok lainnya (mahasiswa lain) sebagai penanya/penyanggah.

2. Manajemen Apotek Praktis. 2001. 1990. Pharmacy Management Assentials for All Practice Setting. 2004.R. J. Keputusan Kesehatan RI No 1332/MenKes/SK/X/2002 tentang perubahan atas perubahan atas peraturan MenKes RI tentang ketentuan dan tata cara pemberian ijin Apotek.O. O’Connor.< 75 C jika nilai 55 .. Jakarta Anonim. menjawab dan penguasaan materi). penyusunan makalah dan ujian akhir semester. 1993. second edition. tentang obat wajib Apotek. yaitu: A. Depkes RI..W.. Manajemen Apoteker. Kumarin Press. Laing. DepKes RI.R. 2002. DAFTAR PUSTAKA Anonim. David. 2005. P.D.S.< 55 E jika nilai < 45 D. R. USA Seto. Rankin. jika nilai >= 75 B. 2005. Z. USA Umar. Shane.. 1997. keputusan menteri kesehatan no 347/MenKes/SK/VII/1990. Surabaya Quick.. P.< 65 D. J. Jakarta Anonim. DepKes RI. The McGraww-Hill Compony.Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi yang dilakukan yang meliputi: aktivitas diskusi (keaktifan bertanya.. Solo . jika nilai 65 . Penilaian (student assessment) Aspek penilaian meliputi: Makalah Diskusi Ujian akhir TOTAL 15% 15% 70% 100% Penilaian berdasarkan standar yang sudah ditetapkan. DepKes RI. tentang ketentuan dan tata cara pemberian ijin Apotek. Jakarta Dessele.. Jakarta Anonim. Managing Drug Supply. Peraturan Menteri Kesehatan No 922/MenKes/per/X/1993.. West Harford. jika nilai 45 . Keputusan MenKes RI No 1027/MenKes/SK/IX/2004 tentang standar Pelayanan Farmasi di Apotek. Ar-rahman. M. Airlangga University Press.

kunci kebutuhan pasien akan terapi obat. Langkah-langkah menerapkan pelayanan kefarmasian. menggunakan kategori problema terapi obat untuk diaplikasikan dalam menjelaskan peraturan yang berhubungan dengan praktek pelayanan kefarmasian. kasus-kasus klinis dengan cara pengatasanny secara sistematik. Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa memahami dan mampu membedakan praktek kefarmasian dengan pardigma lama dengan paradigma baru. peraturan tentang pelayanan kefarmasian baik di Indonesia maupun di negara lain. metode-metode pengatasan problema terapi obat secara sistematik. menjelaskan kompetensi praktek. kategori problema terapi obat dan penyebabnya. 2. Deskripsi singkat kuliah Pelayanan Kefarmasian Secara keseluruhan mata kuliah Pelayanan Kefarmasian berisi materi tentang praktek Apoteker dengan paradigma baru.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN PELAYANAN KEFARMASIAN (PHARMACEUTICAL CARE) A. dan pemasaran pelayanan kefarmasian. definisi dan ruang lingkup. kompetensi Apoteker praktek. mengaplikasikan penggunaan obat yang rasional. kendala-kendala praktek. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. Apoteker praktek. . melakukan langkah-langkah praktek pelayanan kefarmasian. menjelaskan kendala dan pemasaran pelayanan kefarmasian.

Berbagai penyebab terjadinya dan diskusi problema terapi obat IV Penggunaan Obat Rasional . Jadwal Kegiatan Mingguan Mingg u keI Topik/Pokok Bahasan Pendahulauan 1. 2. mengatasi. 3. Menguraikan problema terapi obat dan penyebabnya. e. 3. kefarmasian (siklus terapi obat) whitebo Standar Pelayanan Kefarmasian ard LCD viewer. Kategori problema terapi obat Ceramah 2. 4. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. B. Menguraikan kompetensi Apoteker praktek. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a. Kompetensi dalam pelayanan Laptop. 4. Laptop. d. Laptop. Mengaplikasikan kategori problema terapi obat dalam mengidentifikasi. OHP Kompetensi Apoteker Ceramah LCD Peningkatan kompetensi dan diskusi viewer. Definisi dan ruang lingkup Laptop. whitebo ard Substansi materi II Kompetensi Apoteker Praktek dan Standar Pelyanan Penggunaan Obat Rasional 1.3. Menguraikan kendala dan cara promosi pelayanan kefarmasian. dan mencegah problema terapi obat. whitebo ard LCD viewer. g. Pelayanan komprehensif whitebo Perbedan paradigma lama dan ard. III 1. c. Informasi yang diperlukan dalam penggunaan obat secara rasional 1. Mengaplikasikan langkah-langkah praktek Apoteker dengan paradigma baru. 2. Metode Fasilitas Pembelajar an Pelayanan kefarmasian dalam Ceramah LCD praktek Apoteker dan diskusi viewer. f. Lima kunci kebutuhan pasien akan Ceramah obat dan diskusi 2. Mampu menggunakan cara-cara sistematik dalam pengatasan problema terapi obat. b. paradigma baru sound system. Mejelaskan perbedaan praktek Apoteker dengan paradigma lama dan paradigma baru.

V

Pendekatan Penyelesaian Problema terapi obat Kasus dengan Pendekatan SOAP Kasus dengan Pendektan SOAP (lanjutan) Kasus dengan pendekatan 5 kunci kebutuhan pasien akan terapi obat Kasus dengan Pendekatan PWDT

1. Tahap-tahap penyelesaian problema Ceramah terapi obat dan diskusi 2. Pendekatan 5 kunci kebutuhan pasien akan terapi obat 3. Pendekatan SOAP/FARM 1. Contoh kasus pasien dengan Ceramah problema terapi obat dan diskusi 2. Penyelesaian tahap demi tahap terhadap problema terapi obat 1. Beberapa contoh kasus lainnya Ceramah dengan pendekatan penyelesaian dan diskusi metode SOAP 1. Presentasi kasus Ceramah 2. Langkah-langkah penyelesaian dan diskusi dengan metode 5 kunci kebutuhan pasien akan terapi obat 1. Pendekatan PWDT 2. Presentasi kasus 3. Langkah-langkah problema Ceramah dan diskusi penyelesaian

LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer,

VI

VII

VIII

IX

X

Kendala-kendala Praktek Pelayanan Kefarmasian Kendala-kendala Praktek Pelayanan Kefarmasian (lanjutan) Pemasaran Pelayanan Kefarmasian Pemasaran Pelayanan Kefarmasian (lanjutan) Pemasaran Pelayanan

1. Perubahan perilaku 2. Komitmen untuk berubah 3. Kekurangan dalam ketrampilan 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. Hambatan sistem Hambatan sumber daya Hambatan intra-profesional Hambatan edukasi Priinsip-prinsip pemasaran Identifikasi pelanggan Penentuan pelayanan

Ceramah dan diskusi

XI

Ceramah dan diskusi

XII

Ceramah dan diskusi

XIII

1. Siklus pemasaran 2. Target pemasaran

Ceramah dan diskusi

XIV

3. Metode-metode pemasaran 4. Keberhasilan pemasaran

Ceramah dan diskusi

Kefarmasian (lanjutan)

Laptop, whitebo ard

2. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Pembelajaran dilakukan dengan ceramah/tatap muka dan diskusi/tanya jawab.

C. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran yang meliputi keaktifan dalam diskusi, tanya jawab, penugasan, dan ujian akhir semester. Selanjutnya, untuk memantau kegiatan dosen pengampu diberikan kuesioner yang diisi oleh mahasiswa di akhir sesi kuliah untuk masing-masing dosen. 2. Penilaian (student assessment) Bobot Penilaian : Kuis dan penugasan Ujian Akhir Semester Konversi Nilai :       D. DAFTAR PUSTAKA 1. Rovers, J.P., Currie, J.D., Hagel, H.P., McDonough, R.P., Sobotka, J.L., 2003, A Practical Guide to Pharmaceutical Care, 2nd Eddition, AphA, Washington, D.C. 2. Cipolle, R.J., Strand, L.M., and Morley, P.C., 1998, Pharmaceutical Care Practice, McGraw Hill, New york. 3. Tindall, W.N., and Millonig, M.K., 2003, Pharmaceutical Care: Insight from Community Pharmacists, CRC Press, Boca Raton. A jika nilai ≥ 75 65 ≤ B < 75 55 ≤ C < 65 45 ≤ D < 55 E < 45 : 20% : 80%

4. Tietze, K.J., 2004, Clinical Skill for Pharmacists A patient-Focused Approach, 2nd Edition, Mosby, St. Louis. 5. Ritschel W.A. and Kearns, G.L., 2004, Handbook of Basic Pharmacokinetics ... Including Clinical Applications, 6th Edition, American Pharmaceutical Association, Washington, D.C. 6. Williams, R.L., Brater, D.C., and Mordenti, J., 1990, Rational Therapeutics A Clinical Pharmacologic Guide for Health Professional, Marcel Dekker Inc, New York. 7. DiPiro, J.T., et al., 2005, Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach, 6th Edition, McGraw Hill, New York.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful