GBRP

(GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN) FAKULTAS FARMASI
1. S1 Program Studi Farmasi

GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN
BOTANI FARMASI (Morfologi, Anatomi, Fisiologi Tumbuhan) A. RENCANA PEMBELAJARAN 1. Deskripsi Singkat Mata Kuliah Botani Farmasi Mata kuliah Botani Farmasi berisi pokok bahasan tentang morfologi tumbuhan, struktur anatomi dan proses fisiologi yang terjadi dalam sel tumbuhan. Pada mata kuliah ini juga dibahas klassifikasi tumbuhan tingkat tinggi, karakter, karakteristik tumbuhan, bentuk morfologi organ vegetatif dan organ generatif tumbuhan, perkembangan tumbuhan dari embrio hingga dewasa, struktur sel tumbuhan, klassifikasi jaringan tumbuhan, metabolisme tumbuhan dan peranan enzim, fotosintesis, reaksi fotoisis, fiksasi CO2, respirasi, glikolisis, siklus Kreb’s, senyawa kimia yang dihasilkan tumbuhan. 2. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari mata kuliah ini diharapkan mahasiswa dapat mengenal dan memahami tumbuhan yang meliputi : terminology morfologi, karakter dan karakteristik tumbuhan, klassifikasi tumbuhan tingkat tinggi (Spermatophyta) dengan contoh spesies yang berkhasiat sebagai tumbuhan obat, bentuk dan type akar, batang, daun, bentuk dan type bunga, buah dan biji. Selain itu mahasiswa dapat memahami struktur bagian dalam dari tumbuhan, bentuk sel, organel dan zat ergastik beserta fungsinya, proses kimia yang terjadi dalam sel, enzim-enzim yang membantu reaksi kimia dalam sel tumbuhan, fotosintesis reaksi umum, mekanisme masuknya energi cahaya kedalam sel tumbuhan, fiksasi CO2 dan metabolisme karbohidrat, respirasi, reaksi umum, pemecahan substrat respirasi menjadi asam piruvat, siklus Kreb’s, senyawa kimia (metabolit sekunder) yang dihasilkan tumbuhan. 3. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a. Menjelaskan terminology morfologi, karater dan karekteristik tumbuhan, klassifikasi tumbuhan tingkat tinggi.
15

b. Menjelaskan tentang struktur sel tumbuhan meliputi struktur dan fungsi dinding sel, protoplasma, inti sel, protoplasma, inti sel, sitoplasma dan organel yang tersuspensi didalamnya, serta zat ergastik. c. Menjelaskan macam dan fungsi jaringan tumbuhan, jaringan dermal (kulit; epidermis dan periderm), fundamental (dasar ; parenkim, kollenkim dan sklerenkim) dan vascular (pembuluh ; xylem dan floem). Struktur dan fungsi stomata, trikom, parenkim, kollenkim dan sklerenkim, struktur dan fungsi xylem dan floem. d. Menjelaskan proses metabolisme yang tejadi dalam seltumbuhan, macam dan peran enzim. e. Menjelaskan reaksi fotosintesa, mekanisme masuknya energi cahaya mata hari kedalam sel tumbuhan, penambatan CO2 dalam sel dan metabolisme karbohidrat. f. Menjelaskan reaksi respirasi, substrat respirasi, glikolisis, pemecahan karbohidrat menjadi asam piruvat, siklus Kreb’s. g. Menjelaskan senyawa kimia (metabolit sekunder) yang dihasilkan tumbuhan . B. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Topik Minggu 1 Pendahuluan, pengertian dan ruang lingkup morfologi, anatomi dan fisiologi tumbuhan Minggu 2 Terminologi morfologi Minggu 3 Substansi Metode Fasilitas Peran tumbuhan bagi Ceramah dan WB,LCD kehidupan, dan lingkungan Tanya jawab

Minggu 4 Minggu 5 Minggu 6

Minggu 7

Karater dan karekteristik tumbuhan berdasarkan habit dan morfologi serta kegunaan Organ Tipe organ vegetatif; akar, tumbuhan batang, daun dan organ tingkat tinggi generatif ; bunga buah dan biji Sistim Tumbuhan tallophyta, klassifikasi Tracheophyta, Klassifikasi, tumbuhan identifikasi Lanjutan Deskripsi,,nomenklatur, Tumbuhan thallophyta dan tracheophyta Perkembangan Pembentukan embrio, tumbuhan dari differensiasi jaringan embrio hingga tumbuhan dewasa Struktur sel Struktur dinding sel, tumbuhan dinding primer, dinding sekunder, lamel tengah

Ceramah dan WB, LCD Tanya jawab WB,LCD

Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab

Minggu 8 Minggu 9 Minggu 10 Minggu 11

lanjutan

Minggu 12 Minggu 13 Minggu 14 2.

Protoplasma, struktur dan fungsi inti sel, sitoplasma, organel dan zat ergastik Klassifikasi Jaringan meristematis, jaringan permanent, jaringan dermal, tumbuhan fundamental, vaskular Metabolisme Proses anabolisme, sel dan peranan katabolisme, peranan enzim enzim, sifat enzim Fotosinteis Reaksi umum fotosintesis, peranan klorofil dan cahaya, mekanisme masuknya energi dari cahaya matahari ke dalam se tumbuhan. lanjutan Reaksi fotolisis, mecahan molekul air, penambatan CO2, metabolisme karbohidran. Respirasi Reaksi umum respirasi, substrat respirasi dan penguraiannya, glikolisis, siklus Kreb’s Senyawa kimia Senyawa metabolit primer yang dihasilkan dan metabolit sekunder tumbuhan

Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab

Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab

Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Bentuk kegiatan adalah tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut : Dosen menerangkan dengan alat Bantu buku ajar, WB, Laptop dan LCD projector yang dilanjutkan diskusi dan Tanya jawab antara Dosen dan mahasiswa. Bentuk kegiatan lain adalah pemberian tugas mandiri wajib membuat summary dari suatu topic yang di cari dari bahan bacaan dari internet, kemudian dipresentasikan di depan local. Bentuk diskusi ini ditujukan agar mahasiswa mapu menganalisis bahan yang diberikan, dan aktif memberikan pendapat, saling memberi masukan sesuai dengan pokok bahasan, sehingga diskusi berjalan lancar dan mahasiswa tidak hanya menerima bahan kuliah dari Dosen, tetapi berperan aktif dan mampu merangkum pendapat yang ada sehingga pemahaman terhadap suatu pokok bahasan menjadi mendalam. Untuk lebih memantapkan pengetahuan mahasiswa tentang tumbuhan, kuliah tatap muka juga dilengkapi dengan kegiatan praktikum di laboratorium dengan beberapa objek praktikum meliputi pengenalan tumbuhan secara morfologi dan anatomi.

3.

RENCANA EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur berdasarkan evaluasi dari kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Komponen evaluasi meliputi : pemahaman, keterampilan, kreativitas, dan leardership seorang mahasiswa

saran dan harapan dari mahasiswa.75 Nilai B. Ujian raktikum. pendapat.85 Nilai B+ untuk 75 -80 Nilai B untuk 70 .70 Nilai C+ untuk 60 . Aspek Penilaian Unsus penilaian Pemahaman Tugas keterampilan Ujian Tengah semester. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi No 1.55 Kurang dari 50 dianggap tidak lengkap/tidak lulus Objek Praktikum Morfologi Anatomi Fisiologi Tumbuhan (Botani) Farmasi Minggu Topik Praktikum 1 Pengenalan tumbuhan berdasarkan habitus dan kegunaan 2 Melakukan deskripsi tumbuhan berdasarkan karakter dan karakter state 3 Pengenalan koleksi dan pembuatan herbarium 4 Pengenalan Sel tumbuhan 5 Kloroplas. stomata.5 7. Monitoring dan umpan balik dari mahasiswa selama kuliah dilakukan melalui pengisian kuisioner.Komponen pemahaman dan keterampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan pada setiap pokok bahasan.5 7.100 Nilai A untuk 85 -90 Nilai A.65 Nilai C untuk 50 . 3. trikom 8 Jaringan parenkim 9 Jaringan kollenkim 10 Jaringan sklerenkim.untuk 65 . maka skor tertinggi diberikan untuk point tugas. 2. Hasil akhir ditentukan sebagai berikut : Nilai A+ untuk 90 .5 2. Ujian semester Kreativitas Keaktifan dalam diskusi Membuat resume Leadership Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Jumlah skor Skor maks Persentase 7.5 7.5 7. sklereid dan fiber 11 Organ tanaman monokotil dan dikotil . pati dan kristal 7 Jaringan epidermis.untuk 80 . ujian tengah semester. ujian akhir semester dan ujian praktikum. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah keahlian dan memerlukan latihan yang intensif. kromoplas dan leukoplas 6 Zat ergastik. kritik.5 15 15 25 7.

Grove. H. R. McGraw-Hill Book Company. USA. LTD. A-2. D. Mc Millan Publishing Co. Anjuran A-1.Popp. Cutler. USA.4. Wajib W-1. 1979. New York. Ross. USA.. Backer. 1979. 1978. S.. A -2. C. Bidwell. Inc. Inc. W-5 Salisbury and W. Univ California. Overholts. Katherine Esau. 1989 Plants physiology. Botany. W. Hill. John Willey & Sons. J. . Botany an Introduction to Plant Biology. Inc. W.. 2. Publishing Hous PVT. W-2. 1985. P.. Barbour. Longman. P. 1999. An Introduction to Taxonomy of angiospermae. DAFTAR PUSTAKA 1. C. London. L. Plant Classification. L. W-3. Anatomy of Seed Plants. Aplied Plant Anatomy. Vikas. G. Shukla. New York.. 1960. New Delhi India. Plant physiology. R. T. Rost.. M. John Willey & Sons. Stocking. R.o. 1982. T. M.. New York.. Elliot. W-4. B. F. John Wiley & Sons. A.C. Univ California.. Shital.

Di samping itu. Di samping itu. reseptor permukaan sel. Deskripsi singkat matakuliah Biologi Sel Matakuliah Biologi Sel didesain untuk mengantar mahasiswa memahami pokokpokok bahasan tentang sejarah perkembangan teori sel. mendeskripsikan fungsi protein dalam sel (Bloom knowledge) f. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. fungsi-fungsi dari organella. menjelaskan keterkaitan fungsi organela satu dengan yang lain ( Blomm comprehension) e. 2. organisasi sel. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami struktur sel. struktur dan fungsi plasmid dalam proses rekayasa genetika serta prinsip-prinsip perekayasaan produkproduk rekombinan dalam dunia farmasi. inisiasi isyarat intra selular dan amplifikasi isyarat. menyebutkan bagian-bagian sel dan fungsi masing-masing bagian (Bloom knowledge) d. dan protein sebagai salah satu makromolekul penyusun sel. dalam mata kuliah biologi sel dibahas pula dasar-dasar ekspresi gen. melalui mata kuliah ini mahasiswa dapat memahami dasar-dasar ekspresi gen serta fungsi plasmid di dalam perekayasaan produk-produk rekombinan dalam dunia farmasi. tipe pengisyaratan. mendeskripsikan teori-teori sel dengan dukungan bukti-bukti ilmiah (Bloom knowledge) b. Di dalam matakuliah ini juga dibahas proses-proses biologi meliputi anabolisme dan katabolisme. serta proses-proses biologi yang berlangsung pada setiap bagian sel. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. menjelaskan proses sintesis protein (Bloom knowledge) . 3.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN BIOLOGI SEL A. Membedakan (distinguish) struktur sel prokaryotik dengan eukariotik (Bloom comprehension) c. reseptor intra selular. sistem transpor baik aktif maupun pasif.

membedakan proses katabolisme dan anabolisme pada prokariotik dan eukariotik (Bloom comprehension). j. menjelaskan proses-proses pengaturan tekanan osmosis sel. pematangan mRNA. menjelaskan proses pengekpresian suatu gen dari proses transkripsi. Organisasi lanjutan Protein Protein lanjutan Proses-proses WB LCD WB LCD Minggu 4 sel Inti Sel. Lisosom dan Peroksisom. Struktur dan Fungsi. n. B. menjelaskan proses perekayasaan produk-produk rekombinan dalam farmasi. Kompleks Golgi. dan proses translasi. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. menjelaskan dasar dan mekanisme ekspresi gen. Jadwal Kegiatan Mingguan Topik Substansi Metode Ceramah Tanya jawab Ceramah tanya jawab Ceramah Tanya jawab Fasilitas WB LCD Pertemua n Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Pendahuluan dan Penjelasan proses perkuliahan Pengantar teori dan penilaian sel Pengantar Teori Sel (kronologi perkembangan teori) Organisasi Sel Struktur Prokariotik Struktur Eukariotik Perbandingan Sel Hewan dan Tumbuhan Organisasi sel Struktur dan Fungsi Organella : lanjutan Retikulum Endoplasmik dan Ribosom. menjelasakan tentang struktur plasmid dan perannya dalam rekayasa genetika. k. h. m. l. i. dan Organela yang Ceramah mengandung DNA tanya jawab (mitokondria dan kloroplas) Fungsi protein dalam sel (unit Ceramah struktural dan fungsional) Tanya jawab Sintesis Protein Ceramah tanya jawab Metabolisme: anabolime dan Ceramah WB LCD WB LCD WB LCD WB Minggu 5 Minggu 6 Minggu 7 . endositosis dan eksositosis. mengklasifikasikan tipe-tipe pengisyaratan dari suatu contoh-contoh proses di dalam sel (Bloom analysis).g. menjelaskan mekanisme sistem transpor aktif dan pasif (difusi terfasilitasi).

Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Kuliah tatap muka diselenggarakan oleh team teaching dikoordinasi oleh salah satu dosen pengampu. translasi tanya jawab Genetika Mikrobia Sistem transport Plasmid dan fungsinya dalam Ceramah rekayasa genetika Tanya jawab Prokariotik: Ceramah Eukariotik: Pengaturan tanya jawab tekanan osmosis sel. Endositosis dan eksositosis katabolisme LCD WB LCD WB LCD WB LCD WB LCD WB LCD Minggu 13 Minggu 14 Sistem transport Sistem transpor aktif dan pasif Ceramah lanjutan (difusi terfasilitasi) Tanya jawab Rekayasa Prinsip-prinsip Perekayasaan Ceramah Genetika Produk-produk rekombinan tanya jawab dalam Farmasi WB LCD WB LCD 2. reseptor intra tanya jawab selular dan reseptor permukaan sel Inisiasi isyarat intra selular dan amplifikasi isyarat Ekspresi Gen Genome. Mahasiswa dilibatkan untuk melakukan diskusi pada akhir setiap topik guna memperdalam pemahaman akan topik yang sudah dibicarakan sekaligus mendiskusikan lagi pokok-pokok yang menarik dan perlu pendalaman. mekanisme Ceramah epigenetik metilasi histone. Bahan pancingan untuk diskusi disiapkan oleh dosen dan mahasiswa secara pribadi mempersiapkan bahan tersebut sebagai tugas mandiri dan membawanya pada pertemuan kuliah berikutnya untuk didiskusikan dalam kelompok-kelompok. Tanya jawab Ekspresi Gen Transkripsi. Poin-poin . Gen. pematangan Ceramah lanjutan mRNA.biologi Minggu 8 Minggu 9 Minggu 10 Minggu 11 Minggu 12 Tanya jawab Proses-proses Pengisyaratan: Tipe Ceramah biologi lanjutan pengisyaratan. Diskusi dilaksanakan sebagai berikut: Kelas dibagi ke dalam kelompok-kelompok sesuai banyaknya topik yang diputuskan untuk didalami melalui tugas mandiri. Materi diberikan dalam bentuk lekturet menggunakan powerpoint dengan alat bantu utama lap-top. LCD projector dan white board bila diperlukan.

ujian akhir semester dan kuis-kuis. Hasil Pembelajaran Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib untuk semester I. 2. Oleh karena itu evaluasi pembelajaran lebih ditekankan pada aspek pemahaman dan kreativitas mahasiswa untuk mengembangkan pemahaman.penting dari hasil diskusi kelompok selanjutnya disampaikan di depan kelas untuk memperkaya pemahaman kelas akan topik yang didiskusikan. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek Penilaian Unsur Penilaian Pemahaman Softskills Ujian Mid Semester Ujian Akhir Tugas mandiri Keaktifan dalam diskusi Kedisiplinan pengumpulan tugas Tugas kelompok Partisipasi di kelas Skor Maks 200 300 200 100 100 100 100 1000 Persentase (%) 20 30 20 10 10 10 10 100 Jumlah Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai A untuk ≥ 750 poin (>75%) Nilai B untuk 650 – <750 poin (65 – <75%) Nilai C untuk 550 – <650 poin (55 – <65%) Nilai D untuk 450 – <550 poin (45 – <55%) Nilai F kurang dari 450 dianggap Tidak Lengkap / Tidak Lulus . PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Komponen kreativitas mahasiswa diukur melalui tugas-tugas mandiri dan diskusi-diskusi kelompok. Di samping itu melalui diskusi dan tugas mandiri akan dievaluasi juga kemampuan-kemampuan kepemimpinan dan kerjasama. Komponen pemahaman diukur melalui ujian tengah semester. Monitoring proses pembelajaran ditempuh melalui refleksi-evaluasi perkuliahan di tengah semester. Refleksi-evaluasi ini dilakukan untuk memberi makna sekaligus mengumpulkan umpan balik dari mahasiswa baik untuk materi pembelajaran maupun metode perkuliahan. C.

3. http://www. 1984. Sheeler.. Campbell. N. 5. O. Is Soegianti R. 1996.cellsalive.B.A. Biologi. New York. 1993.D. 2003.G. Cell Biology. 2. John Willey Sons Publishing Company. Pustaka Penunjang 1. Co. Jakarta 4. Penerbit Tarsito. Mitchell. Penerbit EGC 2. J. Pustaka Wajib 1. 1993. 2002. Dikti: Jakarta. Garland Science 3. Yatim W. S. Biologi Sel.. Juono dan Juniarto. Cell Biology. Penerbit Erlangga. B. New York. California B.. Biologi Sel.com/ . Structure. DAFTAR PUSTAKA A. Thorpe. Albert.. Bandung. et al. 6. Philip. Molecular and Cellular Biology. Wolfe. The Cell.L. John Willey Son. Biologi Modern: Biologi Sel. N. Biochemistry and Function. 1980. Wadsworth Pub. Reece dan L. 2002.

sifatsifat molekul secara umum dan prinsip-prinsip stereokimia. laptop. alkil halida. Fasilitas LCD. sulfida. Memahami teori-teori dasar atom. hibridisasi. epoksida. eter. struktur dan reaksi senyawa-senyawa alkana. I. 3. struktur kimia. F.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN KIMIA ORGANIK 1. viewer. pengenalan stereokimia. alkohol. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu : 1. epoksida. sp3 atom B. sifat khusus dan reaksi–reaksi senyawasenyawa aromatis. Jadwal Kegiatan Mingguan Minggu I Topik Struktur ikatan Substansi Metode dan Teori Mekanika Ceramah kuantum. konfigurasi elektron atom . PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. tiol. sifat. stereokimia. Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat memahami dan menguasai teori dasar mengenai struktur atom. orbital atom. alkena. alkena. sp2. sifat molekul. sp. ikatan kimia. alkohol. alkil halida. amina dan senyawa-senyawa aromatis. 2. whiteboard . alkena. ikatan kimia. C. B. alkohol. N. Cl dan Fosfor. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Deskripsi singkat kuliah Kimia Organik I Matakuliah Organik I mempelajari tentang teori dasar struktur atom. O. dan amina. Memahami tata nama. alkil halida. pembuatan. eter. Memahami tata nama. sifat dan reaksi senyawa-senyawa alkana. tiol. sulfida. eter. 2. Teori Ikatan Kimia. sifat dan reaksi-reaksi senyawa golongan alkana. 3. KIMIA ORGANIK I A. amina dan senyawa-senyawa aromatis. pembentukan dan klasifikasi ikatan kimia.

Alkana : Struktur Alkana dan gugus alkil. Pengenalan Sifat Optis Aktif. Ceramah stabilitas sikloalkan : dan Teori regangan Beayer. penandaan konfigurasi R. konformasi alkana : etana propana dan butana. Konformasi kursi dan kapal. siklobutan dan siklopentan dan sikloheksan. whiteboard Ceramah LCD. reaksi intermediet. sifat fisika stereoisomer. laptop. nomenklatur sikloalkana dan isomer cis . teori asam-basa menurut Bronsted-Lowry dan Lewis. laptop. sifat alkana. Kecepatan kesetimbangan. enantiomer.S. diagram reaksi. laptop. reaksi polar. diskusi Sifat regangan cincin siklopropan. campuran rasemis. viewer. polarisasi. dan sifat Nomenklatur alkana dan gugus alkil. . senyawa meso dengan pusat khiral lebih dari 2. elektronegativitas. Karbon tetrahidral : khiralitas. reaksi perisiklik.II Ikatan dan Sifat Molekul Mekanisme reaksi Organik III IV Muatan formal. hukum konfigurasi spesifik pada senyawa diastereomer.trans Molekul alisiklik Ceramah LCD. whiteboard Ceramah dan diskusi LCD. energi resonansi. viewer. terplintir. momen dipol. whiteboard V Nomenklatur. keadaan transisi. proyeksi Fischer. viewer. stereokimia rotasi spesifik.

Substitusi Mekanisme SE aromatik elektrofilik : halogenasi. Asilasi Friedel-Crafts. whiteboard . diskusi Hukum E dan Z . laptop. ion aromatik heterosiklik aromatik. stabilitas benzen. Reaksi alkena. nitrasi aromatik pada sulfonasi. laptop. reaksi dan sintesis Struktur elektronik dan Ceramah stabilitas alkena. Karakterisasi reaksi SN1 dan 2 serta eliminasi – 1 dan-2 Ujian tengah semester Benzen dan Nomenklatur. Efek substituen pada SE dan SN dalam senyawa aromatik. senyawa poliaromatik. kegunaan alkena. dan benzen hidroksilasi. addisi elektrofilik. dehidrasi. brominasi dan oksidasi rantai samping alkil LCD. viewer. laptop. fenantrena. Hukum Markovnikov. whiteboard VII Alkil halida : Struktur dan reaksi substitusi nomenklatur alkil halida. Sintesis dan Mekanisme Alkilasi reaksi alkil Friedel-Crafts . naftalena. Efek elektronik pada SE dan SN dalam senyawa aromatik. whiteboard IX Ceramah dan diskusi LCD. dan eliminasi pembuatan alkil halida. viewer. viewer. whiteboard X Ceramah dan diskusi LCD. viewer. laptop. Ceramah dan diskusi LCD. Hukum Huckel.VI Struktur dan reaktivitas alkena. Struktur dan stabilitas karbokation. reduksi aril alkil keton. benzen Penataan ulang selama reaksi Friedel-Crafts. laptop. Dehidrohalogenasi. struktur Kekule. whiteboard Ujian tertulis Ceramah VIII soal dan lembar jawaban LCD. viewer. antrasena. aromatisitas struktur benzen. dan nomenklatur alkena.

laptop. Arilamina dan Anilin: kebasaan fenol arilamina. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama proses pembelajaran (berupa kuesioner dan kritik saran dari mahasiswa). viewer. C. Reaksi aoksidasi alkohol. kemudian dibahas bersama. whiteboard LCD. whiteboard XIII Ceramah dan diskusi LCD. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. laptop. laptop. viewer. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Diskusi dilakukan untuk mengetahui tingkat penguasaan mahasiswa terhadap materi yang diberikan. viewer. whiteboard XIV Ceramah dan diskusi Ujian tertulis Soal ujian. Latihan diberikan untuk lebih memantapkan mahasiswa dalam hal penguasaan materi kuliah. Mahasiswa diberi kesempatan untuk mengerjakan sendiri atau berkelompok terlebih dahulu. pembuatan alkohol: reaksi adisi Grignard pada gugus karbonil. Sintesis dan reaksi amina. kemudian secara random mahasiswa ditunjuk untuk mengerjakan di papan tulis. epoksida dan sulfida Alkohol dan Tiol Nomeklatur dan sifatsifat alkohol. Struktur dan ikatan amina. kebasaan gugus amina. Penilaian (student assessment) Bobot penilaian : Ujian tengah semester : (50%) Ujian akhir semester : (50%) . epoksida Nomenklatur dan sifatdan sulfida sifat eter. lembar jawaban 2. Ujian akhir semester Ceramah Ceramah dan diskusi LCD. Komponen evaluasi adalah ujian tengah dan akhir semester. pembuatan dan reaksi arilamina dan fenol. proteksi terhadap gugus alkohol dan Tiol Amina alifatik Nomeklatur amina. 2. Sifat fisika amina.benzen XI XII Eter. diskusi dan latihan. Diskusi dilakukan secara terbuka dan random (tanpa dibentuk kelompok). Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Pembelajaran dilakukan dengan ceramah/tatap muka.

1997.. Solomons. Monterey.H.W. John Wiley & Sons.. Alih bahasa A. 1984.J. Organic Chemistry.Konversi nilai : A jika nilai  75 60  B  75 50  C  60 40  D  60  40 E D. Inc. Fessenden.. New York. DAFTAR PUSTAKA McMurry. Brooks / Cole Publishing Company.. California. 1997.G. Pudjaatmaka. R. Kimia Organik. Fundamentals of Organic Chemistry. dan Fessenden J. Edisi kedua. J. T. . Surabaya. Erlangga.S.

di. asam karboksilat. reaksi kondensasi karbonil.II. lemak dan asam nukleat. Memahami struktur protein. 8. reaktivitas. keton. sifat-sifat. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu : 1. 3. 10. amida. Memahami reaksi kondensasi karbonil. protein. Deskripsi singkat kuliah Kimia Organik II Matakuliah Organik II mempelajari tentang sifat-sifat. Memahami tata nama. amida) serta nitril. 2. Memahami definisi. Memahami pembentukan dan reaksi-reaksi trigliserida. tata nama. Memahami tata nama. 9. ester. aldehida dan keton.dan polisakarida). sifat-sifat dan reaktivitas senyawa karbonil. karbohidrat. anhidrida asam. pembuatan dan reaksi-reaksi karbohidrat. pembuatan dan reaksi-reaksi asam karboksilat dan turunannya (asil halida. reaksi substitusi alfa karbonil. dan nitril). Materi Kimia Organik II meliputi: kimiawi senyawa karbonil. 11. 7. asam karboksilat dan turunannya (asil halida. 4. KIMIA ORGANIK II A. Memahami struktur umum asam nukleat (DNA dan RNA). 5. pembuatan dan reaksi-reaksi senyawa karbonil. karbohidrat (mono-. ester. pembuatan dan reaksi-reaksi aldehid dan keton. Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat memahami dan menguasai sifat-sifat. pembuatan dan reaksireaksi senyawa karbonil. yang meliputi aldehida. pembuatan dan reaksi-reaksi asam amino. Memahami reaksi substitusi alfa. turunan asam karboksilat dan substitusi asil nukleofilik. Memahami tata nama. protein. Memahami tata nama. 2. 3. . tata nama. anhidrida asam. penggolongan. lemak dan asam nukleat. sifat-sifat. 6. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. Memahami struktur dan sifat-sifat asam lemak.

Reaksi-reaksi adisi nukleofilik (adisi HCN. viewer. whiteboard III Ceramah dan diskusi LCD.Tata nama aldehida dan keton . amina primer dan amina sekunder) Aldehid dan Reaksi adisi keton nukleofilik (adisi (lanjutan) hidrazin. viewer.Reaktivitas relatif aldehida dan keton .B. ilida fosfat. Cannizzaro. laptop.Struktur dan sifat Ceramah Kimia Organik gugus karbonil II Definisi dan penggolongan senyawa karbonil . PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. whiteboard IV Ceramah LCD. viewer.-unsaturated karbonil) Asam Tata nama asam karboksilat karboksilat Struktur dan sifat-sifat asam karboksilat Dissosiasi asam karboksilat Pengaruh substituen pada keasaman Pembuatan asam karboksilat Reaksi-reaksi asam Ceramah LCD. whiteboard .Reaksi-reaksi umum senyawa karbonil. Jadwal Kegiatan Mingguan Minggu Topik Substansi Metode I Pengantar . laptop. laptop. alkohol.Pembuatan aldehida . tiol.Pembuatan keton . whiteboard Fasilitas LCD. viewer. Reaksi adisi nukleofilik Reaksi substitusi asil nukleofilik Reaksi substitusi alfa Reaksi kondensasi karbonil II Aldehid keton dan .Sifat-sifat aldehida dan keton . laptop. adisi konjugat pada .

viewer. whiteboard Ceramah dan diskusi Ceramah LCD. viewer. karboksilat pembentukan dan (lanjutan) reaksi-reaksi ester. laptop. laptop. whiteboard Ujian tertulis Ceramah dan diskusi VIII IX X XI Reaksi Keasaman hidrogen substitusi alfa alfa: pembentukan karbonil enolat (lanjutan) Reaktivitas enolat . whiteboard . laptop. viewer.Dehidrasi produk aldol Reaksi aldol campuran Reaksi aldol campuran Reaksi Kondensasi Claisen kondensasi Siklisasi Dieckman karbonil Reaksi Michael (lanjutan) Reaksi enamina Stork ReaksiAnnelasi Robinson Karbohidrat Definisi dan klasifikasi karbohidrat Konfigurasi Ceramah LCD. lembar jawaban LCD. laptop. laptop.Sintesis ester malonat Sintesis ester asetoasetat Reaksi Mekanisme umum kondensasi reaksi kondensasi karbonil karbonil Kondensasi aldehida dan keton: reaksi aldol .V VI VII karboksilat Turunan asam Reaksi substitusi asil karboksilat nukleofilik Stabilitas relatif turunan asam karboksilat Tata nama. whiteboard LCD. pembentukan dan reaksi-reaksi asil halida dan anhidrida asam Turunan asam Tata nama. laptop. amida dan nitril Reaksi Keto-enol tautomerisme substitusi alfa Reaktivitas enol karbonil Halogenasi alfa dari keton dan aldehida Ujian tengah semester Ceramah dan diskusi LCD. viewer. laptop. whiteboard Ceramah LCD. viewer. viewer. whiteboard Ceramah dan diskusi LCD. viewer. whiteboard Soal ujian.

Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Pembelajaran dilakukan dengan ceramah/tatap muka. Sistem D dan L Konfigurasi aldosa Struktur siklik monosakarida: Pembentukan hemiasetal Anomer 1. dandiskusi laptop.XII XIII XIV monosakarida: Proyeksi Fischer 1.Pembentukan ester dan eter Pembentukan glikosida . viewer. whiteboard Soal ujian.Oksidasi . whiteboard Ceramah LCD. laptop. viewer. laptop. viewer. whiteboard Ceramah LCD. lembar jawaban Ujian tertulis 2. Struktur.Perpanjangan rantai . K onformasi monosakarida Mutarotasi Karbohidrat Reaksi-reaksi (lanjutan) monosakarid .Pemendekan rantai Disakarida Polisakarida Asam amino. diskusi dan latihan. Diskusi dilakukan untuk mengetahui tingkat penguasaan mahasiswa terhadap materi yang diberikan. sifat-sifat dan protein dan stereokimia asam amino lemak Klasifikasi asam amino Elektroforesis Reaksi-reaksi asam amino Klasifikasi protein Struktur protein Struktur dan sifat asam lemak Pembentukan dan reaksi-reaksi trigliserida Asam nukleat Struktur umum asam nukleat Perbedaan struktur DNA dan RNA Ujian akhir semester Ceramah dan diskusi LCD. Diskusii .

Tujuan pembelajaran : (50%) : (50%) .W. 50  B  60 5. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. Brooks / Cole Publishing Company. A jika nilai  75 3.dilakukan secara terbuka dan random (tanpa dibentuk kelompok). California. keton. asam karboksilat dan turunannya. Penilaian (student assessment) Bobot penilaian : Ujian tengah semester Ujian akhir semester Konversi nilai : 2..  40 D. Solomons. seperti aldehid. kemudian secara random mahasiswa ditunjuk untuk mengerjakan di papan tulis. PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II A. DAFTAR PUSTAKA McMurry. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama proses pembelajaran (berupa kuesioner dan kritik saran dari mahasiswa).. 1984. 40  B  60 6.. John Wiley & Sons. 2.G. Monterey. Mahasiswa diberi kesempatan untuk mengerjakan sendiri atau berkelompok terlebih dahulu. Deskripsi singkat praktikum Kimia Organik II Praktikum Kimia Organik II menerapkan cara pembuatan dan mengenal sifat-sifat senyawa karbonil. Organic Chemistry. III. Latihan diberikan untuk lebih memantapkan mahasiswa dalam hal penguasaan materi kuliah. T. New York. Fundamentals of Organic Chemistry. 60  B  75 4. Komponen evaluasi adalah ujian tengah dan akhir semester. 2. Inc. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. kemudian dibahas bersama. C. 1997. J. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran.

HCl pekat. drupple plat. Laboratoratoriu m. membuat asam karboksilat melalui oksidasi alkohol primer. buku petunjuk. 2 g Na2CO3 dilarutkan dalam 25 ml air. membuat yodoform dari reaksi halogenasi alfa. membuat dibenzalaseton dari reaksi kondensasi aldol. 17. buku rujukan. refluks 30 menit. pendingin Liebig. saring. cuci dengan air. erlenmeyer. Tambahkan HCl p Fasilitas Laboratoratoriu m. Jadwal Kegiatan Mingguan Mingg u 1 Topik Pembuata n asetaldehi d Substansi Bahan: Etanol. 2 Pembuata Bahan: Benzil n asam alkohol. Schiff. Pendingin Metode Kalim bikromat dicampur dengan asam sulfat pekat dalam air dan etanol 96%. pendamaran alkali. tabung reaksi. asam sulfat pekat Alat: Labu destilasi.Mengantarkan mahasiswa untuk mengetahui cara pembuatan senyawa karbonil (golongan aldehid dan keton serta golongan asam karboksilat dan turunannya) dan mengetahui sifatsifat kimia kedua golongan senyawa karbonil tersebut. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. membuat ester dari reaksi antara asam karboksilat dan alkohol dan katalis asam. NaHSO3. Alat: LAB 100 ml. adisi natrium bisulfit terhadap beberapa aldehid dan keton. 15. Kalium bikromat. benzoat KmnO4. Reaksi akan berjalan dengan sendirinya dan asetaldehid akan terdestilir. Na2CO3. pipet. fenilhidrazon. Fehling. es. buku rujukan. Selanjutnya dilakukan reaksi reduksi perak amoniakal. Bila filtrat masih berwarna merah jambu tambahkan NaHSO3 10%. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu: 12. buku petunjuk. 14. membuat aldehid melalui oksidasi alkohol primer. menerangkan sifat-sifat aldehid dan keton. B. . + 3 ml benzil alkohol + 5 g KmnO4 + batu didih. batu didih. 3. 13. 16.

kertas indikator. ditimbang lalu rekristalisasi dengan air panas. gelas arloji. asetat etanol. CaCl2 anhidrat. pendingin Allihn. dinginkan dalam wadah berisi es. 8 g asam sulfat pekat dan batu didih. NaHSO4. 3 Pembuata Bahan: n etil Asam asetat. kemudian direkristalisasi dengan etanol. Asam benzoat disaring. I2. kertas saring. Kristal ditentukan titik lebur dan perolehan kembalinya. . kristal dicuci dengan akuades. buku petunjuk. pemanas air. pendingin balik. Destilat dinetralkan dengan NaHCO3. larutan perak nitrat. buku rujukan. corong pisah. gelas ukur. buku rujukan. lalu didestilasi. Lapisan eter dikeringkan dengan CaCl 2 anhidrat. Laboratoratoriu m. kaporit. almari asam. alkohol. gelas arloji. Dalam LAB dimasukkan 6 g KI dan 100 ml akuades dan 2 ml aseton. corong Buchner. Dalam erlenmeyer dimasukkan 2. Laboratoratoriu m. buku petunjuk. 4 Pembuata n Yodoform Bahan: Aseton. dikeringkan. Alat: Labu destilasi. NaOH. Hitung rendemen. labu hisap. tabung reaksi.5 g I2. Corong Buchner. Alat: LAB. titik lebur dan cek bentuk kristalnya serta test dengan perak nitrat. Ester didestilasi lagi dan ditentukan rendemen dan index biasnya. refluks selama 30 menit. Ester didestilasi. Liebig. Tambahkan larutan 5% kaporit bertetes-tetes sambil digojog sampai tidak terbentuk endapan lagi. H2SO4 p. a. KI. Dalam LAB 125 ml campurkan 15 g etanol.Allihn. Campuran disaring. b. 15 g asam asetat. Lapisan ester dipisahkan dan ester yang terlarut dalam air diekstraksi dengan eter dengan terlebih dahulu ditambah larutan NaCl jenuh. hingga larutan asam.

Saring kristal yang terjadi dan cuci dengan air. Laboratoratoriu m. kemudian setelah selesai praktikum diadakan postest dan pembuatan laporan praktikum. cuci dengan air. C. Pada akhir praktikum diadakan evaluasi dengan cara ujian tertulis. 10% NaOH dalam 19 gelas ukur. Tutup corong erlenmeyer dan gojog Buchner. 2. menit.5 g aseton. Biarkan 30 menit sambil sesekali digojog kemudian didinginkan dalam rendaman air es. Saring kristal dengan corong Buchner. buku petunjuk. ml air. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman berupa post test. Tambahkan ke Erlenmeyer dalamnya 6 ml larutan bertutup. buku rujukan. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Sebelum praktikum dilakukan diskusi/presentasi yang dipandu oleh dosen. laporan dan ujian praktikum.5 Pembuata n dibenzalaseton kemudian tambahkan 2. Bahan: Di dalam erlenmeyer Benzaldehid. etanol. labu dengan kuat selama 10 hisap. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa . Rekristalisasi yodoform dengan alkohol. benzaldehid dan 1 ml NaOH dan es. Kristal dikeringkan dan dihitung rendemennya. aseton di dalam 25 ml Alat: etanol. Rekristalisasi dengan etanol.5 ml aseton. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. larutkan 2. Segera encerkan dengan air. Tambahkan NaOH 8 N bertetes-tetes hingga terbentuk kristal kuning. kemudian tentukan titik leburnya.

D. London 2. E ≤ 40 30% 20% 50% Nilai akhir ditentukan sebagai berikut: D.diharapkan dapat memantau selama masa praktikum (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa). A jika nilai  75 2. The Macmillan Company.. 50 ≤ C < 60 4.C. DAFTAR PUSTAKA 1. J.I. USA. 40 ≤ D < 50 5. New York. 1978. Vogel A. 60 ≤ B < 75 3.Fiesher. Fifth edition. 1990: a textbook of Practical Organic Chemistry. Boston. 3. 1963. L. Health and Company. P.. Longman. 2. . R. Experiments in Organic Chemistry. Penilaian (student assessment) Aspek penilaian meliputi : Post test Laporan praktikum Ujian praktikum 1. Third edition. Laboratory Experiments in Organik Chemistry.Adam R & Johnson.

Matakuliah ini merupakan dasar dari matakuliah Farmakologi Toksikologi. Selain itu mahasiswa dapat memahami berbagai Anatomi dan Fisiologi Manusia meliputi Anatomi dan Fisiologi sistem Integumen. d. pencernaan. pembuluh darah. Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi pembuluh darah g. syaraf. menjelaskan tentang Anatomi dan Fisiologi tulang.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA A. j. Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi Sistem pernafasan . darah. menjelaskan pengertian Anatomi dan Fisiologi Manusia. pembuluh darah. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami pengertian Anatomi dan Fisiologi. pernafasan dan ginjal. jantung. e. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. syaraf otonom. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. jantung. c. tulang. Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi jantung. otot. Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi otot. pencernaan. tulang. l. syaraf. homeostasis dan Sistem Integrasi dan Kerangka referensi studi anatomi (anatomi superfisial dan anatomi sectional). pernafasan dan ginjal. Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi syaraf h. 2. Deskripsi singkat matakuliah Anatomi Fisiologi Manusia Matakuliah Anatomi Fisiologi Manusia berisi pokok-pokok bahasan Anatomi dan Fisiologi tubuh manusia yaitu sistem Integumen. Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi sistem endokrin Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi Sistem pencernaan Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi Sistem Ginjal k. menjelaskan tentang Anatomi dan Fisiologi sistem Integumen. b. syaraf otonom. Farmakokinetika dan Biofarmasetika 3. Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi syaraf otonom i. otot. f.

ossifikasi endochondral. tulang kompak dan tulang berongga) Perkembangan dan Pertumbuhan Tulang (Ossifikasi intramembran. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Presentasi dan LCD Diskusi stuktur tulang) Histologi tulang (matriks tulang. sirkulasi dan persyarafan dermis) Lapisan subkutan Struktur aksesori (folikel rambut dan rambut. faktor tumbuh epidermis) Dermis (susunan dermis. warna kulit. kelenjar kulit. sel-sel dalam tulang. epidermis Diskusi dan vitamin D3.B. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Minggu 1 Topik Pengantar Anatomi Fisiologi dan • • • Substansi Pengertian Anatomi dan Fisiologi Homeostasis dan Sistem Integrasi Metode Ceramah dan tanya jawab Fasilitas -WB -LCD Minggu 2 Sistem Integumen • Kerangka referensi studi anatomi (anatomi superfisial dan anatomi sectional) Epidermis (lapisan-lapisan Presentasi dan LCD epidermis. kuku) Pengawasan lokal dari fungsi integumen (luka dan penyembuhan luka) Penuaan dan sistem integumen Integrasi dengan sistem lain Klasifikasi tulang (ukuran tulang. suplai darah dan persyarafan) • • • • • • • • Minggu 3 Jaringan dan Struktur Tulang • .

skeleton sebagai cadangan kalsium. mikro anatomi jaringan otot skelet) Kontraksi Otot Skelet (Teori Filament Sliding.• Minggu 4 Jaringan Otot • • Sifat dinamis tulang (efek latihan pada tulang. Kontrol Aktivitas Otot Skelet. Inhibisi Presinaps dan Fasilitasi. penuaan dan sistem tulang) Presentasi dan LCD Jaringan otot dan sistem otot Diskusi Kasus Anatomi Otot Skelet (susunan jaringan penghubung. penyembuhan patah tulang. Relaksasi) Mekanika Otot (Energi untuk Aktivitas Otot. Kecepatan Minggu 6 Jaringan Syaraf • • LCD . Presentasi dan Diskusi Sinaps Kimia) Pemrosesan Informasi (Potensial Postsinaptik. Perubahan dalam Potensial Transmembran. Performans Otot) Penuaan dan Sistem Otot Integrasi dengan Sistem Lain Jaringan Otot Jantung Jaringan Otot Polos Penelaahan Menyeluruh Sistem Presentasi dan LCD Diskusi Kasus Syaraf Syaraf (struktur klasifikasi syaraf) syaraf dan • • • • • • • • • • Minggu 5 Jaringan Syaraf Neuroglia (Neuroglia SSP dan Neuroglia Sistem Syaraf Perifer) Fisiologi Syaraf (Potensial Transmembran. efek nutrisi dan hormon pada tulang. pembuluh darah dan syaraf. Potensial Aksi) Aktivitas Sinaptik (Sinaps Listrik.

Aktivasi Simpatis. Minggu 7 Sistem Syaraf Otonom • • • Minggu 8 Minggu 9 Mid Test Sistem Endokrin • • • • Minggu 10 Sistem Endokrin • • • . Timus. Jantung. Pengawasan Otonom Tingkat Tinggi) Penelaahan Sistem Endokrin Presentasi dan LCD (Struktur Hormon. Sel C Kelenjar Tiroid: Kalsitonin) Kelenjar Paratiroid (Sekresi Hormon Paratiroid) Kelenjar Adrenal (Korteks Presentasi dan LCD Diskusi Kasus Adrenal. Ginjal.Pembentukan Potensial Aksi) • • • Integrasi dengan Sistem Lain Penelaahan menyeluruh Sistem Presentasi dan LCD Diskusi Kasus Syaraf Otonom Syaraf Simpatis (Ganglia kolateral. Neurotransmitter dan Fungsi Simpatis) Syaraf Parasimpatis (Susunan dan Anatomi syaraf parasimpatis. Fungsi dan Mekanisme Kerja Hormon. Medulla Adrenal. Distribusi dan Diskusi Kasus Transportasi Hormon. Kontrol Aktivitas Endokrin) Kelenjar Pituitari (Pituitari Anterior dan Pituitari Posterior) Kelenjar Tiroid (Folikel Tiroid dan Hormon Tiroid. fungsi umum syaraf parasimpatis. Medula Adrenal) Kelenjar Pineal Jaringan Endokrin Sistem Lain (Intestin. Aktivasi Syaraf Parasimpatis dan Pelepasan Neurotransmitter) Interaksi antara Syaraf Simpatis dan Syaraf Parasimpatis Integrasi dan Pengawasan Fungsi Otonom (Refleks Visceral.

Kapiler. Tekanan Darah Arteri. Hormon dan Stres.Pankreas. Diskusi Kasus Perbedaan antara Arteri dan Vena. Hormon dan Sifat. Penelaahan Tekanan Sirkulasi. Latihan dan Cardiac Output) Sistem Jantung dan Sistem Kardiovaskuler Anatomi Pembuluh Darah Presentasi dan LCD (Struktur Dinding Pembuluh. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Denyut Jantung. Distribusi Darah) Fisiologi Kardiovaskuler (Tekanan. Penuaan dan Produksi Hormon) Integrasi dengan Sistem Lain Penelaahan Umum Sistem Presentasi dan LCD Diskusi Kasus Kardiovaskuler Anatomi Jantung (Perikardium. Susunan dan Anatomi Internal. Tekanan Vena danKembalinya darah ke Jantung) Pengaturan ( Autoregulasi Kardiovaskuler Aliran Darah • Minggu 12 Pembuluh Darah Sirkulasi dan • • • . Arteri. Jaringan Penghubung dan Tulang Fibrous. Siklus Minggu 11 Jantung • • • • • Dinamika Jantung (Pengawasan Cardiac Output. Jantung) (Sel-Sel Konduksi. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Stroke Volume. Vena. Suplai Darah ke Jantung) Denyut Jantung Kontraktil. Dinding Jantung. Anatomi Superfisial Jantung. Resistensi. Perubahan Kapiler. Gonad) • Susunan Interaksi Hormon (Hormon dan Pertumbuhan. Sistem Elektrokardiogram.

Hormon dan Pengaturan Jantung) • Pola Respons Kardiovaskuler (Latihan dan Sistem Kardiovaskuler. Pertukaran Gas pada Membran Respiratori.Dalam Jaringan. Otot Laringeal) Trakhea Bronkus Primer Paru-Paru Rongga dan Membran Pleural Fisiologi Pernafasan (Ventilasi Pulmonal. Mekanisme Syaraf. Pharings) Larings (Kartilago dan Ligamen Larings. Sirkulasi Sistemik dan Sirkulasi Fetus) Penuaan dan Sistem Jantung Fungsi Sistem Pernafasan Susunan Sistem Pernafasan Sistem Pernafasan Atas (Hidung dan Rongga Hidung. Pusat Pernafasan di Otak) Penuaan dan Sistem Respirasi Rongga Oral • Minggu 13 Pernafasan • • • • • • • • • • Presentasi dan LCD Diskusi Kasus • Minggu 14 Pencernaan • • Presentasi dan LCD Diskusi Kasus . Pengambilan dan Penyaluran Gas) Pengawasan Pernafasan (Pengaturan Lokal Transpor Gas dan Fungsi Alveolar. Respon Kardiovaskuler terhadap Hemorrhage) Pembuluh Darah (Sirkulasi Pulmonal.

Histologi Usus Besar. Fisiologi Usus Besar) Digesti dan Absorpsi (Pemrosesan dan Absorpsi Makanan. Persyarafan Ginjal.• • • Pharings Esophagus Lambung (Anatomi Lambung. Refleks Mikturisi dan Urinasi). Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan . Protein. Ion dan Vitamin) Presentasi dan LCD Susunan Sistem Ginjal Diskusi Kasus Ginjal (Anatomi Ginjal. Pankreas. Uretra. Koordinasi antara Sekresi dan Absorpsi) Usus Besar (Cecum. Hati. Fungsi Vasa Recta) Transpor. Rektum. Kolon. Pencernaan dan Absorpsi Karbohidrat. Kandung Empedu. Nefron) Fisiologi Ginjal (Prinsip Dasar Pembentukan Urin. Pencernaan dan Absorpsi dalam Lambung) Usus Halus dan Organ Kelenjarnya (Usus Halus. Lemak. Kandung Kemih. Penyimpanan dan Eliminasi Urin (Ureter. Absorpsi Air. Suplai Darah ke Ginjal. Pengaturan Aktivitas Gastrik. Reabsorpsi dan Sekresi. Integrasi dengan Sistem Lain • • • Minggu 15 Ginjal • • • • • Minggu 16 Final Test 2. Filtrasi. Pergerakan Usus.

ujian tengah semester. Bentuk kegiatan lain. merangkum pendapat-pendapat yang ada sehingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan.00 25. White Board. aktif memberikan pendapat (saling memberi masukan) sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancar. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. 2. dan ujian akhir semester. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. bekerja sama dengan teman satu kelompok. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut: Dosen menyiapkan bahan diskusi berupa kasus yang berhubungan dengan SAP.00 9 9 9 9 . Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah dasar dan memerlukan pemahaman yang intensif.00 25. C. dan leadership. ketrampilan. Bentuk diskusi ini bagi mahasiswa akan mampu menganalisis kasus yang diberikan secara kelompok. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. kreativitas. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. dilakukan sebanyak 3 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan diskusi kelompok.Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: Dosen menerangkan secara umum intisari mata kuliah dengan alat bantu buku ajar. yaitu presentasi dan diskusi kasus. maka skor tertinggi diberikan untuk mid dan final test. Di samping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa). Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek Penilaian Pemahaman Kreativitas Leadership Unsur Penilaian Tugas Ujian Mid Semester Ujian Akhir Keaktivan dalam diskusi Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Skor Maks 200 200 300 100 100 100 100 Persentase 14. Laptop dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa.

M.J. Silbernagl S and Despopoulus. N.. Tortora. Prentice Hall. Laboratory Textbook of Anatomy and Physiology . G. A. Freeman Co. 5. Wood.. 1998. Ed. JR Levick. New York 3. 4th.. New Jersey 2. 4th Ed. Thieme Verlag . Principles of Anatomy and Physiology.. and Anagnostakos.. Fundamentals of Anatomy and Physiology. 5th Ed. Martini.. An Introduction to Cardiovascular Physiology. Harper and Row Publ..1200 Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai A untuk ≥ 960 Nilai B untuk 840 – 959 Nilai C untuk 720 – 839 Nilai D untuk 480 – 719 Kurang dari 480 D. 4th Ed. Taschenatlas der Physiologie.P.. DAFTAR PUSTAKA poin (>80%) poin (70 – 80%) poin (60 – 70%) poin (40 – 60%) dianggap Tidak Lulus 100% 1. San Fransisco 4.G.

.

pengujian sensitivitas zat-zat antimikroorganisme. mekanisme kerja. karakteristik mikroskopik dan makroskopik mikroorganisme. prinsip penyakit infeksi dan mekanisme patogenisitas mikroorganisme Setelah mengikuti praktikum mahasiswa diharapkan memahami aspek penting tehnik aseptik dan pemilihan media kultur. klasifikasi dan indentifikasi mikroorganisme. menjelaskan tehnik dan proses sterilisasi. pengertian dan prinsip metode klasifikasi dan identifikasi mikroorganisme. virus dan protozoa). tehnik isolasi suatu spesies mikroorganisme dari suatu populasi campuran. identifikasi karakteristik biologis mikroorganisme baik secara mikroskopis dan makroskopis Selain itu juga dilakukan analisis penghitungan cemaran mikroorganisme dalam produk farmasi. sifat pertumbuhan dan mekanisme kontrol pertumbuhan mikroorganisme. 2. mekanisme kerja dan resistensi zat-zat antimikroorganisme. mampu melakukan isolasi suatu spesies mikroorganisme dari suatu populasi campuran dan mengidentifikasi karakter biologi mikroorganisme baik secara . Deskripsi singkat matakuliah Mikrobiologi dan Virologi Matakuliah Mikrobiologi dan Virologi berisi pokok-pokok bahasan mengenai sejarah mikrobiologi dan hubungannya dengan bidang farmasi. pengujian daya dan resistensi zat-zat antimikroorganisme. studi hubungan filogenetik. termasuk di dalamnya konsep antibiosis dan antisepsis. Selain itu juga dibahas tentang prinsip dasar penyakit infeksi dan mekanisme patogenisitas mikroorganisme. pertumbuhan dan kontrol pertumbuhan mikroorganisme. karakteristik biologis mikroorganisme (bakteri. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. Pada kegiatan praktikum berisi pokok-pokok bahasan mengenai media kultur. tehnik aseptis dan sterilisasi. jamur. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami dan menjelaskan aspek penting ilmu mikrobiologi yang terkait dengan bidang farmasi.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN MIKROBIOLOGI dan VIROLOGI [ 3(1) ] A.

mampu melakukan pengujian sensitivitas zat-zat antimikroorganisme. menyebutkan berbagai macam metode dan media pertumbuhan mikroorganisme 9. struktur dan fungsi glikokaliks. filogeni dan menjelaskan karakteristik domain bakteria. membandingkan dan membedakan struktur dinding sel bakteri gram positif dan negatif.mikroskopis maupun makroskopis. arkaea dan mikoplasma. tahapan proses reproduksi fungi (aseksual dan seksual) dan karakteristik tiga filum yang penting di bidang medis 7. filamen aksial. metode hibridisasi asam nukleat. menjelaskan cara pengawetan mikroorganisme. profil asam lemak. S dan P) terhadap pertumbuhan mikroorganisme. Mendefinisikan koloni. sidik jari DNA dan PCR) 5. fimbriae dan pili. membandingkan setiap fase pertumbuhan mikroorganisme dan menjelaskan . kegunaan elemen-elemen (unsur C. Mengklasifikasikan mikroorganisme ke dalam lima kelompok berdasarkan temperatur hidupnya dan keperluan akan oksigen. tipe faga. takson. Membedakan karakteristik virus dari bakteri. Memahami prinsip metode-metode klasifikasi dan identifikasi mikroorganisme (metode pewarnaan. menjelaskan fungsi endospora dan mekanisme pembentukan sampai germinasi. N. flagela. komposisi DNA. Memahami definisi taksonomi. menjelaskan sistem tata nama ilmiah dan membedakan spesies eukariotik. menghitung dan menganalisis cemaran mikroorganisme dalam produk farmasi. membedakan sifat motilitas bakteri. siklus litik dari T-even bacteriophage dan siklus lisogenik dari bacteriophage lambda 8. Memahami keterkaitan mikroorganisme dengan kehidupan 2. tekanan osmotik. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: 1. flowcytometry. prokariotik dan virus 4. menjelaskan struktur virus. Selain itu mahasiswa juga diharapkan mampu melakukan. arkaea dan eukarya. Menjelaskan aspek penting sejarah mikrobiologi dan keterkaitannya dengan bidang farmasi dan kedokteran 3. Menjelaskan stuktur dasar sel bakteri. 3. Menjelaskan karakteristik fungi. serologi. menjelaskan pentingnya pH. menjelaskan struktur kimia dan fungsi plasma membran sel prokariotik 6. biokimia. bakteri tahan asam.

Mengetahui dan melakukan tehnik aseptik dengan baik 2. hewan dan benda tidak hidup). Mengenal karakter biologis mikroorganisme (bakteri dan jamur) baik secara mikroskopis (struktur. mikroorganisme opportunistik. menjelaskan penetrasi bakteri ke dalam sitoskeleton sel host. menjelaskan cara perlekatan mikroorganisme terhadap sel host. menjelaskan cara pencegahan infeksi nosokomial di rumah sakit 14. membedakan efek eksotoksin dan endotoksin Setelah mengikuti praktikum. mahasiswa diharapkan mampu: 1. Menjelaskan prinsip pembuatan dan pemilihan media biakan 3. menjelaskan mekanisme aksi dan penggunaan disinfektan kimia 11. sumber-sumber infeksi (manusia. Mendefinisikan dengan waktu generasi. faktor-faktor yang menyebabkan seseorang menjadi rentan terhadap penyakit. Menjelaskan terminologi yang berhubungan lima mekanisme dengan aksi obat-obat obat-obat antimikroorganisme.hubungannya 10. menjelaskan pengendalian pertumbuhan mikroorganisme baik secara fisik maupun kimia. menjelaskan antimikroorganisme. menjelaskan metode-metode uji daya antimikroorganisme. Menjelaskan tehnik dan proses sterilisasi panas (oven dan autoclave) 4. bentuk. menjelaskan mekanisme resistensi obat 12. ukuran. komponen kapsul dan dinding sel yang berkontribusi terhadap patogenisitas. metode transmisi suatu penyakit 13. Mengenali jalur masuk keluarnya mikroorganisme dari host. motilitas) maupun makroskopis (morfologi koloni) . hialuronidase dan kolagenase. menjelaskan host yang compromised. Mendefinisikan mikrobiota normal dan transient. perusakan langsung dan membandingkan toksin yang dihasilkan. menjelaskan postulat Koch. Mampu menggunan mikroskop cahaya dengan baik 5. dan menjelaskan kontrol metode-metode pertumbuhan pengukuran pertumbuhan sel mikroorganisme beberapa terminologi mengenai mikroorganisme. Mendefinisikan infeksi nosokomial. Mampu melakukan tehnik isolasi dengan metode streak plate atau pour plate 6. kinase. membandingkan efek koagulase. menyebutkan beberapa metode transmisi penyakit di rumah sakit.

Klasifikasi Chatton. Spallanzani dan Pasteur Penemuan disinfektan pertama oleh Lister Penemuan teori penyakit oleh Koch Penemuan vaksin pertama oleh Jenner Penemuan kemoterapi oleh Erlich Penemuan antibiotik oleh Fleming Munculnya cabang ilmu mikrobiologi (bakteriologi. mikologi. dan virologi) Teknologi DNA Rekombinan Daur ulang elemen vital Bioremediasi Kontrol hama Flora normal (mikrobiota) Bidang kedokteran Bidang farmasi Studi hubungan • Definisi taksonnomi.7. Jadwal Kegiatan Mingguan Perkuliahan Pertemuan Minggu 1 Topik Pendahuluan Peletak batu pertama mikrobiologi Substansi • • • • • Metode Fasilitas Jaman keemasan • ilmu mikrobiologi Kemoterapi modern pertama Perkembangan mikrobiologi modern Peranan mikroorganisme bagi kesejahteraan manusia Minggu 2 dan 3 • • • • • • • • • • • • Mikroorganisme di dalam kehidupan Ceramah -WB dan tanya -LCD Jenis-jenis mikroorganisme jawab Observasi Hooke dan Leeuwenhoek Debat teori abiogenesis dan biogenesis Percobaan oleh Redi. Needham. penghitungan dan analisis cemaran mikroorganisme dalam produk farmasi dengan metode angka lempeng total dan Jumlah Perkiraan Terdekat (JPT). parasitologi. Melakukan pengujian. spora) maupun uji biokimia 8. Melakukan identifikasi mikroorganisme dengan metode pewarnaan (gram. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Whittaker dan Woese mikroorganisme • Sistem tiga domain (arkaea. Melakukan pengujian sensitivitas zat-zat antimikroba dengan metode difusi agar dan koefisien fenol B. bakteria . 9. von Nageli. tahan asam. imunologi. takson dan Ceramah -WB filogenetik dan tanya -LCD filogeni • Sejarah pengklasifikasian yang jawab dilakukan Linnaeus.

-WB diskusi dan -LCD bakteri Struktur luar dari dinding sel bakteri tanya jawab (glikokaliks. vakuola. granula sulfur. magnetosom) dan endospora) Flagela. lisosom. eukariotik dan virus Karakteristik morfologi Pewarnaan diferensial Test biokimia Serologi Tipe faga Profil asam lemak Flow cytometry Komposisi basa DNA dan sidik jari DNA Penentuan urutan RNA ribosom PCR Hibridisasi asam nukleat Ukuran. mekanisme pewarnaan) Struktur dalam dari dinding sel bakteri (sitoplasma. inklusi lipid.Metode klasifikasi dan identifikasi • • • • • • • • • • • • • • dan eukarya) Sistem tata nama ilmiah Hirarki taksonomi Klasifikasi prokariotik. ribosom. kompleks golgi. nukleoid. kloroplas. karakteristik. retikulum endoplasma. granula polisakarida. -WB diskusi dan -LCD dan cendawan) tanya jawab Fungi dimorfik Spora seksual Spora aseksual Kebutuhan nutrisi fungi Zygomycota Ascomycota Basidiomycota Minggu 3 dan 4 Sel prokariotik • • • • Sel eukariotik • • • Minggu 5 Karakteristik fungi Siklus hidup fungi Filum fungi dalam bidang kesehatan • • • • • • • • . fimbriae dan pili) Struktur dinding sel bakteri (komposisi. dinding sel dan glikokaliks Membran sitoplasma Organel (nukleus. benda inklusi (granula metakromatik. karboksisom. kapang Ceramah. peroksisom dan sentrosom) Struktur vegetatif (khamir. filamen aksial. mitokondria. bentuk dan susunan sel Ceramah. flagela (motilitas).

sterilisasi. diskusi dan -LCD . disinfeksi. komersial Ceramah. pertanian dan industri Minggu 6 dan 7 Minggu 8 Definisi sterilisasi. virus berselubung. virus Multiplikasi kompleks) bakteriofage • Siklus litik dari T-even bacteriophage • Siklus lisogenik dari bacteriophage lambda Persyaratan fisik • Temperatur Ceramah. -WB pertumbuhan diskusi dan -LCD • pH mikroba tanya jawab • Tekanan osmotik • Karbon Persyaratan kimia • Nitrogen. -WB antiseptik. Pertumbuhan fase eksponensial. virus polihedral. fase stasioner dan mikroba fase kematian) • Waktu generasi • Hitungan mikroskopik • Metode ALT (Plate count) Metode • Metode MPN (Most Probable pengukuran Number) pertumbuhan sel • Filtrasi mikroba • Turbidity Terminologi kontrol mikroba • • • Penyakit yang disebabkan fungi Bidang famasi. -WB diskusi dan -LCD • Ukuran virus Struktur virus tanya jawab • Asam nukleat virus • Kapsid dan selubung virus • Morfologi umum (virus helikal.Minggu 5 dan 6 Efek fungi bagi manusia Karakteristik virus • Host dari virus Ceramah. sulfur dan fosfor pertumbuhan • Trace element mikroba • Oksigen • Organic growth f actor • Chemically defined media • Media kompleks Media kultur • Media dan metode pertumbuhan anaerob • Tehnik kultur khusus (candle jar) • Media selektif dan diferensial • Media pengkaya • Definisi koloni dan isolasi Kultur murni • Macam metode isolasi • Morfologi makroskopik pada beberapa media Pengawetan • Deep freezing mikroba • Lyophilization (freeze drying) • Fase pertumbuhan mikroba (fase lag.

bakteriostatik obat antimikroba • Penghambatan sintesis dinding sel • Penghambatan sintesis protein • Penghambatan sintesis asam nukleat • Kerusakan membran plasma Metode uji daya • Penghambatan sintesis metabolit antimikroba esensial • Metode difusi (cakram kertas. Mekanisme silinder cup dan sumuran agar) resistensi obat • Metode dilusi (MIC dan MBC) • Penghancuran / inaktivasi obat oleh enzim mikroba • Pencegahan penetrasi obat ke target spesifik mikroba • Mengubah target spesifik obat • Pemompaan obat ke luar dari mikroba sebelum obat aktif Pengertian • Patologi.Minggu 9 dan 10 Minggu 11 Cara fisik degermining. amonium kuartener. Mekanisme aksi baktersidal. halogen. -WB diskusi dan -LCD tanya jawab Ceramah. surfaktan. mikroba biguanida. sanitasi pengendalian • Pemanasan (panas kering dan panas pertumbuhan basah) mikroba • Pasteurisasi • Filtrasi • Penurunan temperatur • Desikasi • Tekanan osmotik • Radiasi (radiasi terionisasi dan tidak terionisasi) Cara kimia • Prinsip disinfektan yang efektif pengendalian • Cara evaluasi disinfektan pertumbuhan • Tipe disinfektan (bisphenol. antibiotik dan aldehid) Terminologi obat. antibiotik obat antimikroba spektrum luas dan sempit. logam berat dan komponennya. -WB diskusi dan -LCD tanya jawab .• Definisi antibiotik. infeksi dan penyakit definisi • Hubungan mikrobiota normal dan Mikrobiota host normal • Mikroorganisme opportunistik • Postulat Koch Etiologi penyakit • Perkecualian postulat Koch infeksi • Tingkat keparahan atau durasi suatu penyakit Klasifikasi • Perluasan suatu penyakit penyakit infeksi (berdasarkan tubuh host yang terkena) Pola suatu • Faktor yang menyebabkan kerentanan penyakit suatu penyakit tanya jawab Ceramah. alkohol.

General rules working in the microbiology laboratory .Penyebaran suatu infeksi Infeksi nosokomial • • • • • • • Perkembangan penyakit Sumber-sumber infeksi Transmisi suatu penyakit Mikroorganisme di rumah sakit Host yang compromised Rantai transmisi infeksi nosokomial Kontrol infeksi nosokomial Minggu Masuknya • Jalur masuk mikroba (membran Ceramah. Jadwal Kegiatan Mingguan Praktikum Weeks 1 Laboratory Course Topics . and grading system . -WB Presentasi -LCD topik terpilih.Explain the goals.Aseptic technique and transfer of the microorganisms Introduction to the microscope Comparison of sizes and shapes of living microorganisms Motility of the bacteria Gram staining 2 3 4 Acid-fast and endospore (spore) staining Microscopic identification of fungi . -WB 12 dan mikroba ke dalam diskusi dan -LCD mukosa. rute parenteral) 13 host tanya jawab • Jumlah mikroba yang menginvasi • Perlekatan Penetrasi mikroba • Kapsula patogen ke dalam • Komponen dinding sel pertahanan host • Enzim • Penetrasi ke dalam sitoskeleton host Perusakan sel host • Nutrisi host oleh mikroba • Perusakan langsung • Produksi toksin (eksotoksin dan endotoksin) Minggu 14 Penyakit infeksi (topik terpilih. kulit. diskusi dan tanya jawab 2. spesifik untuk mikroorganisme patogen pada manusia) Penyakit mikroba pada mata dan kulit Penyakit mikroba pada sistem saraf Penyakit mikroba pada kardiovaskular dan sistem limfatik • Penyakit mikroba pada sistem respirasi • Penyakit mikroba pada sistem pencernaan • Penyakit mikroba pada sistem urinary dan sistem reproduksi • • • Ceramah.Overview of the growth media and sterilization process . course topics content.

Mahasiswa diharapkan sudah menyerahkan makalah paling lambat satu minggu sebelum presentasi berlangsung. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN . Bentuk kegiatan lain.Factors influence the microbial growth (temperature. komputer dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. yaitu pemberian tugas mandiri berupa pembuatan makalah dan dipresentasikan.MID SEMESTER EXAMINATION --.Identification of bacteria through biochemical testing . ditetapkan di awal perkuliahan dengan topik yang berbeda-beda disesuaikan dengan pokok bahasan.Examination of macroscopic colony morphology Discussion of Gram. Pertanyaan tersebut didiskusikan bersama dan ditarik suatu kesimpulan.END SEMESTER EXAMINATION --to 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: Dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar.Disinfectant test (Phenol coefficient) Discussion of factors influence the microbial growth Discussion of the test for microbial susceptibility chemotherapeutic agents --. dilakukan sebanyak 1 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan presentasi dan diskusi kelompok. Acid-fast and endospore (spore) staining Discussion of microscopic identification of fungi --.Test for microbial susceptibility to chemotherapeutic agents (diffusion method) .5 . mahasiswa diperkenankan untuk bertanya. Handout sudah dibagikan satu minggu sebelumnya. Selama proses menerangkan. osmotic pressure and oligodynamic action) Enumeration of microorganisms (Total Plate Count) Enumeration of coliform bacteria (Most Probable Number) . Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. Tugas mandiri akan dipresentasikan di akhir pertemuan.Obtaining pure cultures (isolation) from a mixed population (Streak Plate Method) . C. White Board.

ketrampilan. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran.1. Skor tertinggi pada tingkat pemahaman. 2. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. Penilaian dilakukan pada setiap pertemuan. ujian tengah semester dan ujian akhir semester. dan leadership. kreativitas. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek Penilaian Pemahaman ketrampilan Kreativitas Leadership Unsur Penilaian Tugas Ujian Mid Semester Ujian Akhir Keaktifan dalam diskusi Penelusuran literatur dan pembuatan makalah Kedisiplinan dalam kuliah dan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Skor Maks 100 100 100 100 100 100 100 100 1200 Persentase 15% 25% 35% 5% 5% 5% 5% 5% 100 Jumlah Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Penilaian disesuaikan dengan buku pedoman akademik . Monitoring dan umpan balik dari mahasiswa dilakukan melalui penyebaran kuisioner dan permintaan saran langsung kepada mahasiswa.

2006.. Gandjar I. 7th edition. Pearson Education Inc. 2007. Sjamsuridzal W. Pearson Benjamin Cumming. Germany . Blackwell Science 4. 7th edition. Microbiology with Disease by Taxonomy. Machunis-Masuoka E. USA 3. Jakarta. Funke BR. Indonesia 6. 2006.. Hugo and Russell’s: Pharmaceutical Microbiology. 2004. Mikologi Dasar dan Terapan. An imprint of Addison Wesley. Tortora GJ. Denyer SP.D. 11th edition. USA (BUKU ACUAN) 2. Madigan MT. Tizard I. 12th ed. Case CL. Brock Biology of Microorganisms. San Francisco. Hodges NA. 1st edition. Yayasan Obor Indonesia. Gorman SP. Merck Microbiology Manual. Microbiology an Introduction. Longman Inc. Benjamin Cummings. Bauman BR. Merck KGaA. 2nd edition. Anonim. DAFTAR PUSTAKA 1. Darmstadt. USA 5. Martinko JM. Oetari A. 2007. 2005.

zat yang akan dipisahkan)  Menganalisa fungsi tiap tahap dalam proses kromatografi (penyiapan. dan suhu lebur. Deskripsi Singkat Mata Kuliah Membicarakan metode analisis baik kualitatif maupun kuantitatif dengan mengaitkan terjadinya interaksi radiasi elektromagnetik dengan molekul menggunakan instrumentasi seperti spektrometri (uv-vis. membedakan. RENCANA PEMBELAJARAN 1. efisien kolom. volumetri dan gravimetri. Tujuan Instruksional Khusus Agar mahasiswa mampu :  Menganalisa satuan-satuan bagian metode analisa zat kimia untuk diterapkan pada penyusunan dan mampu menjelaskan pemakaian bobot jenis. fase gerak. kecepatan aliran. tr. cair kinerja tinggi) dan analisis elektrokimia (potensiometri. koefisien resolusi dan dapat mengatur faktor-faktor tertentu untuk mencapai hasil kromatografi yang sesuai . coulometri dan polarografi). indeks bias.  Menjelaskan hubungan antara berbagai faktor yang berhubungan dengan kromatografi (jenis fase diam. 3.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN KIMIA ANALISIS A. elusi. fluoro). Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat :menguasai berbagai metode analisis menggunakan instrumentasi. volumetri dan gravimetri. pemisahan senyawa dari campurannya menggunakan sistem kromatografi (gas. ir. temperatur waktu elusi. ukuran partikel.  Menerapkan pengetahuan tentang sifat-sifat reaksi ion. gugus fungsional yang ada  Menjelaskan berbagai mekanisme pemisahan secara kromatografi dan dapat menganalisa fungsi dan peranan dari tiap komponen dalam sistim kromatografi (fase diam. fase gerak. Rf. adsorben. untuk memisahkan . 2. deteksi). dan mengidentifikasi  Memilih metode yang sesuai untuk mengidentifikasi unsur kimia.

anion. serta penerapannya. dan analisis penerapan kadarnya Menjelaskan teori titrasi kompleksometri dan argentometri. unsur.dengan tujuannya  Memahami dan menjelaskan metode analisis kuantitatif konvensional dan modern serta sumber-sumber kesalahan dalam analisis       Menjelaskan teori titrasi asam basa. serta mampu memahami teori dasar analisis fisiko kimia. gugusan.  Mahasiswa mampu menganalisa zat anorganik berupa kation. Jadwal Kegiatan Mingguan 1. pemakaian Tanya jawab OHP bobot jenis. Pelaksanaan Pembelajaran 1. LCD Agar mahasiswa mampu : Colaboration Menjelaskan pengaruh pada tiap tahap Learning prosedur identifikasi kation dan anion dari senyawa anorganik WB OHP LCD WB OHP LCD Minggu 2 Minggu 3 Identifikasi Agar mahasiswa mampu : Colaboration unsur logam dan Memilih metode yang sesuai umtuk Learning non logam mengidentifikasi unsur kimia . Menjelaskan teori titrasi redoks serta penerapannya Menjelaskan teori titrasi nitrimetris serta penerapannya Menjelaskan teori metode gravimetri dan penerapnnya Menjelaskan prinsip metode kromatografi. dan suhu lebur. teori dan aplikasi analisis kuantitatif secara KCKT dan kromato grafi gas-cair. instrumentasi dan aplikasinya untuk analisis senyawa kimia B. bebas air.1 Perkuliahan Pertemuan Topik Minggu 1 Pendahuluan dan pembandingan sifat-sifat zat Identifikasi ion Substansi Metode Fasilitas Agar mahasiswa mampu : Ceramah dan WB Pembandingan sifat-sifat zat. indeks bias.

serta penerapannya. fase gerak. Volhard. Rf. gravimetri. waktu elusi. pemisahan secara kromatografi dan Diskusi dapat menganalisa fungsi dan peranan dari tiap komponen dalam sistem kromatografi (fase diam. ukuran partikel. dan sublimasi Agar mahasiswa mampu : Colaboration a)Menjelaskan berbagai mekanisme Learning. titrimetri.Pertemuan Topik Minggu 4 Identifikasi gugus fungsionsl Cara-cara pemisahan Substansi Metode Fasilitas WB OHP LCD WB OHP LCD Agar mahasiswa mampu : Colaboration Mengidentifikasi gugus funsional dalam Learning zat kimia yang diberikan (alkohol. kecepatan aliran. fase gerak. dan karbohidrat) Agar mahasiswa mampu : Colaboration Memilih metode yang sesuai untuk Learning memisahkan komponen tertentu dari campuran zat kimia yang diberikan dengan pengendapan. Agar mahasiswa mampu : Colaboration Memahami dan menjelaskan teori titrasi Learning redoks permanganometri. temperatur. Kuantitatif Memahami dan menjelaskan berbagai Colaboration metode analisis kuantitatif. dan iodi/ iodometri Agar mahasiswa mampu : Problem Memahami dasar-dasar teori pengendapan Learning dan isolasi secara kuantitatif metode garvimetri dan melakukan penetapan kadar zat uji atau sampel WB OHP LCD WB OHP LCD WB OHP LCD WB OHP LCD Minggu 8 Minggu 9 Minggu 10 Titrasi redoks Minggu 11 Gravimetri Base WB OHP LCD . destilasi. adsorben. asam. Fayans. Teori titrasi Agar mahasiswa mampu : Colaboration asam-basa dan Memahami dan menjelaskan teori titrasi Learning titrasi bebas air asam-basa dan penerapannya dalam penetapan kadar bahan Teori titrasi Agar mahasiswa mampu : Colaboration pengendapan Memahami dan menjelaskan teori titrasi Learning argentometri cara Mohr. dan tr) Minggu 5 Minggu 6 Kromatografi WB OHP LCD Ujian Minggu 7 Metode Analisis Agar mahasiswa mampu : Orientasi. dan Learning. serimetri. dan zat yang akan dipisahkan) b) Menjelaskan hubungan antara berbagai faktor yang berhubungan dengan kromatografi (jenis fase diam. fenol.

Analisis kuantitatif Minggu 15 Ujian WB OHP LCD . Metode KCKT c. Jenis kromatografi b. Hukum Hooked X dan menghitung bilangan suatu gugus b) Faktor-faktor fungsi yang d) Menggambarkan spektrum IR suatu mempengaruhi senyawa organik berdasarkan data vibrasi bilangan gelombang yang ada pada tabel e) Menghitung IDH suatu senyawa organik dan meramalkan jenis ikatan rangkap yang dimiliki senyawa tersebut.Menentukan kadar zat dalam sampel WB OHP LCD Minggu 14 Kromatografi a.Pertemuan Topik Substansi Metode Fasilitas WB OHP LCD Minggu 12 a) Analisis Agar mahasiswa mampu : Colaboration spektrofotome c) Memahami teori dasar reaksi REM Learning tri IR dan sinar dan senyawa organik. Minggu 13 Analisis spektrofotome tri uv-vis . Kromatografi Gas d.Hal-hal yang mempengaruhi serapan Agar mahasiswa mampu : Colaboration f)Menjelaskan interaksi REM dengan Learning molekul sehingga terjadi eksitasi g) Menjelaskan terjadinya serapan dan cara menghitung serapan h) Menyiapakan sampel dan menganalisis secara kuantitatif Agar mahasiswa mampu : Colaboration i) Menjelaskan mekanisme serapan atom Learning dan instrumentasi alat j) Memilih metode kromatografi .

laporan Fayans. AlatMemahami dan menjelaskan prinsip praktikum dan gelas titrasi Argento cara Volhard. AlatMenerapkan dalam penetapan kadar praktikum dan gelas bahan uji secara metode laporan permanganometri. praktikum. memisahkan komponen tertentu dari campuran zat kimia yang diberikan Ujian Ujian Minggu 6 Analisis secara polarografi. dan Karl Fischer Agar mahasiswa mampu : Orientasi. gelas. AlatMemahami dan menerapkan teori praktikum dan gelas nitrimetri untuk penetapan kadar zat. dan prosedur identifikasi kation dan anion dari laporan senyawa anorganik alat Minggu 2 Minggu 3 Analisa gugus Agar mahasiswa mampu : Orientasi. laporan Praktikum dan Alat-alat laporan. Alat-alat gelas dan anion Mendemonstrasikan alat-alat laboratorium praktikum.basa dalam penetapan praktikum dan gelas bebas air kadar bahan uji asam-basa.Kol Memilih metode yang sesuai untuk om. dan Memilih metode yang sesuai umtuk praktikum. asam.Budde. Mohr. serimetri. Alatbasa. Praktikum Pertemuan Topik Minggu 1 Substansi Metode Fasilitas Analisa kation Agar mahasiswa mampu : Orientasi. iodi. Orientasi. dan Karl laporan Fischer untuk analisa kuantitatif Minggu 7 Titrasi asam Agar mahasiswa mampu : menerapkan Orientasi. dan dan untuk mencapai tujuan khusus. dan penetapan kadar bahan uji Agar mahasiswa mampu : Orientasi. laporan Minggu 11 Analisis Agar mahasiswa mampu Orientasi. laporan instrumentasi Analisa Unsur Agar mahasiswa mampu : Orientasi. iodo. dan laporan alat Kromatografi Agar mahasiswa mampu : Kertas. dan gelas karbohidrat mengidentifikasi gugus zat kimia yang laporan diberikan (alcohol.TLC. Alatfenol. Alat-alat gelas Menjelaskan pengaruh pada tiap tahap praktikum. AlatMemahami instrumentasi dan aplikasi praktikum dan gelas polarografi. potensiometri. potensiometri. laporan Titrasi pengendapan Agar mahasiswa mampu : Orientasi. asam. dan iodatometri alat Minggu 8 alat Minggu 9 Titrasi redoks alat Minggu 10 Titrasi nitrimetri Agar mahasiswa mampu : Orientasi.dan titrasi teori konsep asam. karbo hidrat) Pemisahan destilasi Minggu 4 Minggu 5 Agar mahasiswa mampu menyusun alat Praktikum dan Alat-alat gelas destilasi sederhana dan destilasi uap. 2. Alatspektrofotometri menginterpretasikan spektrum serapan IR praktikum dan gelas alat alat . fenol.1.

White Board. merangkum pendapat-pendapat yang ada seshingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan. d. bekerja sama dengan teman satu kelompo. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut : Dosen menyiapkan bahan diskusi yang diambil dati tugas mandiri yang diberikan dan yang telah diperiksa. Alatspektrofotometri yang mempengaruhi serapan. dan cara perhitungan praktikum dan gelas Tinggi kadar. menggunakan metode analisis yang sesuai berdasarkan hasil diskusi kelompok yang telah dilakukan. alat alat C. c. OHP. laporan Minggu 15 UJIAN 2. laporan (KCKT) dan analisis kuantitatif Minggu 14 Kro matografi Mahasiswa mampu menyusun konfigurasi Orientasi. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN . Bentuk diskusi ini bagai mahasiswa akan mampu menganalisis bahan yang diberikan secara kelompok. . AlatCair Kinerja detektor. Pemaparan dan diskusi hasil percobaan dalam praktikum yang telah dilakukan Based Learning Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut : Dosen menerangkan dengan alat Bantu buku ajar. dengan tujuan mempersiapkan diskusi dilakukan sedikitnya satu kali. Laptop dan LCD projector. b.Pertemuan Topik IR dan sinar X Substansi Metode Fasilitas untuk mengetahui rumus bangun senyawa laporan organik. Metode Pembelajaran dan bentuk kegiatan a. Pemberian tugas mandiri dan diskusi dalam bentuk Collaborative Learning dan Problem kelompok. pemisahan. fase gerak. alat untuk tujuan kuantitatif dalam praktikum dan gelas perhitungan kadar. laporan Minggu 13 Kromatografi Mahasiswa mampu memilih jenis kolom. alat Minggu 12 Analisis Mahasiswa mampu menjelaskan hal-hal Orientasi. AlatGas(KG). penyiapan praktikum dan gelas uv-vis sampel. Orientasi. dilanjutkan Tanya jawab antara mahasiswa dan dosen. dan cara menghitung kadar. Tugas/praktikum analisis unsur.k aktif memberikan mendapat (saling memberi masukan) sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancea.

17 25.R. A laboratory Handbook. Herman J. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah keahlian dan memerlukan latihan/praktikum yang intensif. dan ujian-akhir semester. Stahlled.33 8.F. Vogel.67 16. Komponen pemahaman dan keterampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan. Springer Verlag.33 8. maka skor tertinggi diberikan untuk poin tugas-tugas. kreativitas. Berlin 196 Skor Maks 200 200 300 100 100 100 100 100 1200 Presentase 16. Penilaian (Assesment) Aspek pemilaian meliputi : Aspek penilaian Unsur Penilaian Pemaham keterampilan Tugas mandiri Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester Kreativitas Kreativitas dalam diskusi Membuat resume Leadership Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Jumlah Hasil akhir ditentukan sebagai berikut : Nilai A untuk > 960 poin (> 80%) Nilai B untuk 840 -959 poin ( 70 – 80%) Nilai C untuk 720 – 839 poin (60 – 70%) Nilai D untuk 480 – 719 poin (40 – 60%) Kurang dari 480 dianggap tidak lengkap/tidak lulus.1. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat dikukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. 2. pre-test dan post-test praktikum.ashworth. dan kritik-saran dari mahasiswa).33 8.00 8. DAFTAR PUSTAKA 1. 2nd ed.33 8. D. Terj M. 3.33 100 . ujian tengan semester. 2. A Text Book of quality in Organic analysis Analisis Farmasi. Roth Gottfried Blaschke E. Thin layer Chromatography. dan leadership. keterampilan. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan/praktikum (berupa kuesioner.

Chromatography a review of principle and Aplications 2nd ed. Principles of Instrumental Analysis 4th ed. USP. 1968. BP. FI-IV. dsb) E Lederer & M Lederer. Verlag Chemic. 6. Weinhein. Instrumental method of analysis 7th . 7. Willard. Skoog DA. Farmakope (FI-III. 5.4.

menjelaskan tentang interaksi antara pelarut dan zat terlarut serta fenomena lain kelarutan. e. menjelaskan tentang viskositas. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. sifat-sifat fisika senyawa obat berbentuk serbuk. menjelaskan tentang pentingnya uji stabilitas suatu zat dan sediaan farmasi. pengertian tentang fenomena antar permukaan dan penentuan tegangan permukaan. dll. 3. stabilitas (fungsi dan cara penentuannya). fluiditas. c. g. prosedur dan peralatan yang digunakan pada percobaan difusi dan proses disolusi obat. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. menjelaskan tentang ukuran partikel dan distribusi ukuran partikel. menjelaskan tentang usaha-usaha untuk meningkatkan kelarutan suatu zat yang digunakan dalam bidang farmasi. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami fenomena fisika molekul obat dan eksipien untuk diaplikasikan pada pengembangan formulasi dan pembuatan sediaan farmasi. menjelaskan tentang tegangan permukaan dan antar-muka serta hal-hal yang berkaitan dengan fenomena permukaan. dispersi padat). . kelarutan dan faktor yang mempengaruhinya. kinetika dan orde reaksi. d. f. mikromeritik.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN FARMASI FISIKA A. suspensi. b. Deskripsi singkat matakuliah Farmasi Fisika Matakuliah Farmasi Fisika berisi pokok-pokok bahasan konsep dasar sifat fisikokimia molekul obat. serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya. rheologi. pengertian rheologi dan viskositas serta hubungannya dalam farmasi. luas permukaan partikel. sifat aliran. difusi dan disolusi. sistem dispersi (koloid. bentukbentuk partikel. 2. viskoelastisitas. emulsi. menjelaskan tentang terjadinya difusi.

Ceramah dan distribusi zat terlarut dalam pelarut. B. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Minggu 1 Topik Pendahuluan Substansi Metode Fasilitas -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD Fenomena fisika molekul obat dan Ceramah dan eksipien untuk diaplikasikan pada tanya jawab pengembangan formulasi dan pembuatan sediaan farmasi Interaksi bahan pelarut dan zat Ceramah dan terlarut.. tanya jawab sifat koligatif larutan. tetapan dielektrik) Ceramah dan Faktor yang mempengaruhi kecepatan tanya jawab reaksi obat dalam larutan. isotonis. termodinamika difusi. tanya jawab kelarutan zat cair dalam zat cair. hukum Ficks kedua Ceramah dan tanya jawab Minggu 2 Larutan dan Kelarutan (1) Minggu 3 Larutan Dan Kelarutan (2) Minggu 4 Stabilitas (1) Minggu 5 Stabilitas (2) Minggu 6 Difusi dan Disolusi (1) Minggu 7 Difusi dan Disolusi (2) Minggu 8 Fenomena antar permukaan (1) -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD . pelarut. tentang definisi sistem dispersi dan jenis-jenis i. kelarutan gas dalam zat cair. prosedur dan tanya jawab peralatan uji disolusi dan pelepasan obat Ceramah dan tanya jawab Prinsip difusi dalam sistem biologi. faktor yang tanya jawab mempengaruhi laju reaksi penguraian obat dalam larutan (suhu. analisis stabilitas dipercepat. Menjelaskan secara rinci sistem dispersi. menjelaskan dasar dasar kristalografi di bidang farmasi.h. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 4. kelariutan zat padat dalam zat cair Usaha untuk meningkatkan kelarutan. reaksi penguraian obat dan usaha stabilisasi. isohidris Ceramah dan Orde dan laju reaksi. perhitungan usia simpan Ceramah dan Difusi keadaan tunak.

Ceramah dan pensi. sifat optik. sifat Ceramah dan turunan serbuk tanya jawab Sistem dispersi koloidal Jenis sistem dispersi koloidal. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: Dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar. metode untuk mengukur ukuran partikel. dan solubilisasi tanya jawab Sistem dispersi suspensi -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD Minggu 12 -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD Minggu 13 Minggu 14 Sistem dispersi emulsi Sifat antar permukaan partikel tersus. bentuk partikel dan luas permukaan. stabilitas fisika emulsi. aplikasi reologi tanya jawab dalam farmasi Ukuran partikel dan distribusi ukuran partikel. Ceramah dan viskoelastisitas. yaitu diskusi dan pemberian tugas mandiri. penentuan sifat rheologi. sistem suspensi terflokulasi tanya jawab dan deflokulasi. Bentuk kegiatan lain. sifat tanya jawab elektrik antar permukaan Sistem Newtonian dan Non Newtonian. pengendapan suspensi Teori emulsifikasi. Ceramah dan aplikasi bahan aktif permukaan. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. . dilakukan sebanyak 3 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan diskusi kelompok. White Board. kinetik.Minggu 9 Fenomena antar permukaan (2) Minggu 10 Rheologi Minggu 11 Mikromeritik Fenomena antar permukaan zat cair. elektrik sistem Ceramah dan koloidal. ukuran pori. OHP. Ceramah dan adsorpsi pada antar-muka zat cair tanya jawab Adsorpsi antar permukaan zat padat. Laptop dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. evaluasi stabilitas fisika emulsi 5.

00 8. dan ujian akhir semester. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan. Bentuk diskusi ini bagi mahasiswa akan mampu menganalisis bahan yang diberikan secara kelompok.Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut: Dosen menyiapkan bahan diskusi yang diambil dari tugas yang diberikan dan yang telah diperiksa. aktif memberikan pendapat (saling memberi masukan) sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancar.67 16.33 8. ujian tengah semester.33 8. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek Penilaian Pemahaman ketrampilan Kreativitas Leadership Unsur Penilaian Tugas Ujian Mid Semester Ujian Akhir Keaktivan dalam diskusi Membuat resume Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Skor Maks 200 200 300 100 100 100 100 100 1200 Persentase 16. Di samping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa) 2. C. ketrampilan. kreativitas. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah keahlian dan memerlukan latihan yang intensif. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman.33 100 Jumlah . dan leadership.67 25.33 8.33 8. bekerja sama dengan teman satu kelompok. merangkum pendapat-pendapat yang ada sehingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan. maka skor tertinggi diberikan untuk poin tugas-tugas.

. Physicochemical Principles of Pharmacy. Lea & Febiger. Martin.. 2006. Pharmaceutical preformulation.A. Ellis Horwood Limited.. DAFTAR PUSTAKA Florence. 1988. London.I. Philadelphia. . J. 2nd Ed. Chichester..Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai A untuk ≥ 960 poin (>80%) Nilai B untuk 840 – 959 poin (70 – 80%) Nilai C untuk 720 – 839 poin (60 – 70%) Nilai D untuk 480 – 719 poin (40 – 60%) Kurang dari 480 dianggap Tidak Lengkap / Tidak Lulus D. 4th Ed. Wells. the physicochemical properties of drug substances.M.. Physical Pharmacy. McMillan Pub. 1988.

Respons tubuh terhadap tantangan imunologik. atau studi mengenai individu yang sakit atau terganggu. Gangguan pertumbuhan . Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan: a. e. proses-proses biologik yang tidak sesuai. Gangguan sirkulasi h. Respons tubuh terhadap cedera. Konsep umum penyakit. Gangguan pertumbuhan diferensiasi sel . c. Interaksi hereditas dan lingkungan terhadap penyakit. Respons tubuh terhadap agen menular g. Cedera dan Kematian Sel. 3. b. Deskripsi singkat matakuliah Patologi Matakuliah Patologi mempelajari aspek dinamis proses penyakit.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN PATOLOGI A. d. Ilmu ini merupakan studi mengenai gangguan fungsi yang disebabkan oleh penyakit yang terjadi dalam organisme hidup. 2. proliferasi sel i. f. Mahasiswa juga mampu memahami biologi abnormal . PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami gangguan fungsi mekanisme fisiologis yang terganggu oleh penyakit yang terjadi dalam organisme hidup.

b. e. d. c. f. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 4. a. c.B. f. d. a. b. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Minggu 1 Topik Konsep umum penyakit a. h. f. a. b. a. d. e. g. e. g. c. Substansi Konsep tentang Kenormalan Konsep tentang Penyakit Etiologi Patogenesis Manifestasi Klasifikasi Penyakit Faktor ekstrinsik Faktor intrinsik Interaksi antara Faktor Ekstrinsik dan Intrinsik Gen dan Terminologi Genetik Variasi Genetik Konsep Mendelian Penyakit genetik Uji Diagnostik Pemeriksaan Penapisan Fenotipe Uji diagnostik Pengambilan Sampel Sel Janin Uji diagnostik Analisis Genetik Molekuler Terapi untuk gangguan genetik Farmakogenetik Proyek Genom Manusia Organisasi seluler Modalitas cedera seluler Sel yang Diserang Perubahan morfologik pada sel yang cedera sub letal Kematian seluler Nasib jaringan nekrotik Kalsifikasi Patologik Kematian somatik Reaksi peradangan Gambaran Makroskopik Peradangan Aspek cairan pada Peradangan Eksudasi Aspek Seluler Peradangan Marginasi dan Emigrasi Kemotaksis Mediator Peradangan Metode Ceramah dan tanya jawab Fasilitas -WB -LCD Minggu 2 Interaksi hereditas dan lingkungan terhadap penyakit Interaksi hereditas dan lingkungan terhadap penyakit Presentasi dan LCD Diskusi Minggu 3 Presentasi dan LCD Diskusi Presentasi dan LCD Diskusi Kasus Minggu 5 Presentasi dan LCD Diskusi Kasus Minggu 6 Respons Tubuh terhadap Cedera Presentasi dan Diskusi LCD Minggu 7 Respons Tubuh Presentasi dan LCD . b. Minggu 4 Interaksi hereditas dan lingkungan terhadap penyakit Cedera dan Kematian Sel a. e. c. d. a. c. c. f. d. b. b.

terhadap Cedera

b. c. d. e. f.

Jenis dan Fungsi Leukosit Diskusi Kasus Pola-Pola Peradangan Nasib Reaksi Peradangan Faktor-faktor yang Mempengaruhi peradangan dan Penyembuhan Aspek Sistemik Peradangan Gambaran singkat Imunitas Gambaran Singkat Sistem Imun Kompleks Histokompatibilitas Mayor Respon Imun Tipe Imunitas Fisiologi Reaksi Hipersensitivitas Imunodefisiensi Faktor Usia Faktor Hospes pada Infeksi, Radang sebagai Pertahanan Pembuluh Limfa pada Infeksi Pertahanan Terakhir Faktor Mikroba pada Infeksi Cara Interaksi Hospes dan Mikroba Infeksi Oportunistik Kongesti (Hiperemia) aktif Kongesti pasif Edema Perdarahan Trombosis Embolisme Arteriosklerosis Iskemia Infark Organ dan Jaringan yang lebih kecil dari normal Organ dan Jaringan yang lebih besar dari normal Diferensiasi abnormal Neoplasia Sifat-sifat Neoplasma Interaksi Neoplasma dengan Hospes Struktur Neoplasma Klasifikasi dan Tata nama neoplasma Karsinogenesis Aspek Klinis Neoplasia Presentasi dan LCD Diskusi Kasus

Minggu 8 Minggu 9

Mid Test Respon Tubuh terhadap Tantangan Imunologik Respon Tubuh terhadap Tantangan Imunologik Respon Tubuh terhadap Agen Menular

a. b. c. d. a. b. c. d. a. b. c. d. e. f. g. a. b. c. d. e. a. b. c. d. a. b. c. d. a. b. c. d. e. f.

Minggu 10

Presentasi dan LCD Diskusi Kasus

Minggu 11

Presentasi dan LCD Diskusi Kasus

Minggu 12 Gangguan Sirkulasi Minggu 13 Gangguan Sirkulasi Minggu 14 Gangguan Pertumbuhan, Proliferasi, Diferensiasi Sel Gangguan Pertumbuhan, Proliferasi, Diferensiasi Sel

Presentasi dan LCD Diskusi Kasus

Presentasi dan LCD Diskusi Kasus Presentasi dan LCD Diskusi Kasus

Minggu 15

Presentasi dan LCD Diskusi Kasus

Minggu 16

Final Test

5. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: Dosen menerangkan secara umum intisari mata kuliah dengan alat bantu buku ajar, White Board, Laptop dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. Bentuk kegiatan lain, yaitu presentasi dan diskusi kasus. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib, dilakukan sebanyak 3 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan diskusi kelompok. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut: Dosen menyiapkan bahan diskusi berupa kasus yang berhubungan dengan SAP. Bentuk diskusi ini bagi mahasiswa akan mampu menganalisis kasus yang diberikan secara kelompok, bekerja sama dengan teman satu kelompok, aktif memberikan pendapat (saling memberi masukan) sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancar, merangkum pendapat-pendapat yang ada sehingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan. C. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman, ketrampilan, kreativitas, dan leadership. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah dasar dan memerlukan pemahaman yang intensif, maka skor tertinggi diberikan untuk mid dan final test. Di samping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa) 2. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek Penilaian Unsur Penilaian Pemahaman Tugas Ujian Mid Semester Ujian Akhir Kreativitas Keaktivan dalam diskusi Kedisiplinan pengumpulan tugas Skor Maks 200 200 300 100 100 Persentase 14,00 25,00 25,00 9 9

Leadership

Presentasi Partisipasi di kelas

100 100 1200

9 9 100%

Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai A untuk ≥ 960 poin (>80%) Nilai B untuk 840 – 959poin (70 – 80%) Nilai C untuk 720 – 839poin (60 – 70%) Nilai D untuk 480 – 719 Kurang dari 480 dianggap D. DAFTAR PUSTAKA . Greene, R.J., Harris, N.D., and Goodyer, L.I., 2000, Pathology and Therapeutics for Pharmacists : A Basic for Clinical Pharmacy, 2nd. Ed., Pharm. Press. , London Price,S., Wilson, L., Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit, 2006, Edisi 6, EGC, Penerbit Buku Kedokteran. Kumar, V., Cotran, R.S., and Robin, S.L., 1997, Basic Pathology, 6th. Ed., W.B. Saunders, Philadelphia C. Stevens, A., Lowe, J., 1995, Pathology, 2nd. Ed., Mosby, London poin (40 – 60%) Tidak Lulus

Mampu berpartisipasi dalam mengembangkan senyawa aktif/bahan aktif terapetik atau eksipien baru yang lebih baik. pembuatan antibodi monoklonal dan aplikasinya. mekanisme respon imun. d. e.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN IMUNOLOGI A. Menjelaskan molekul reseptor antigen. Mampu mengakses dan mengevaluasi sumber informasi yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian. b. dan macam-macam vaksin dan aplikasi vaksin dalam pencegahan dan terapi penyakit infeksi dan kanker. antigen. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. Kompetensi lulusan yang diharapkan didukung oleh MK Imunologi a. 2. b. mekanisme eliminasi agen infeksi dengan sistem imun. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. pengantar imunoterapi. pengantar terapi imunoglobulin intravena. 3. pencegahan dan pengobatan penyakit infeksi dan non infeksi menggunakan agen-agen imun dan vaksin. Deskripsi singkat matakuliah Imunologi Matakuliah Imunologi membahas tentang antibodi. sifat umum respon imun dan sistem imun sel dan jaringan. penyakit-penyakit autoimun. c. Menjelaskan kedudukan dan peran imunologi. 4. Mampu memahami fungsi pelayanan KIE . . Mampu berpartisipasi secara aktif dalam promosi kesehatan. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami mekanisme pertahanan tubuh terhadap penyakit infeksi melalui sistem imun. Mampu berpartisipasi/berkontribusi dalam menghasilkan dan mendeseminasi pengetahuan baru. struktur molekul MHC I dan II.

Menjelaskan sifat umum sitokin. Menjelaskan definisi dan penggolongan vaksin. d. dan transplantasi organ. Menjelaskan respon imun terhadap agen patogen. Ceramah dan -WB presentasi antigen tanya -OHP Presentasi antigen kepada sel T jawab/diskusi -LCD Handout Maturasi dan aktivasi sel B Ceramah dan -WB Maturasi dan aktivasi sel T tanya -OHP jawab/diskusi -LCD Handout . regulasi dalam imunitas innate dan adatif serta stimulasi pembentukan sel hemopoetik. menyebutkan produk vaksin dan sera. Menjelaskan penyakit yang disebabkan oleh respon imun. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. B. h. Menyebutkan definisi imunoterapi dan aplikasi imunoterapi. pemrosesan. Menjelaskan maturasi dan aktivasi sel B dan T. presentasi antigen kepada sel T. l. k. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemua n (100 menit) Minggu 1 Topik Substansi Metode Fasilitas Pendahuluan Kedudukan dan peran imunologi Ceramah dan dalam ilmu kefarmasian. tanya Sifat-sifat umum respon imun jawab/diskusi Sistem imun sel dan jaringan Minggu 2 Molekul pengenal antigen Inisiasi respon imun Minggu 3 Minggu 4 Maturasi limfosit sel -WB -OHP -LCD Handout Molekul reseptor antigen Ceramah dan -WB Struktur molekul MHC Kelas I tanya -OHP dan II jawab/diskusi -LCD Handout Pengenalan. e. Menjelaskan mekanisme imunitas selular dan humoral. menjelaskan tentang vaksin kombinasi dan peran adjuvant. Menjelaskan pengenalan. Menjelaskan proses pembuatan antibodi monoklonal dan penggunaannya. g. j. pemrosesan.c. tumor. i. Menjelaskan pengaturan dan fungsi biologis sistem komplemen. f.

karakterisasi dan Ceramah dan -WB penggolongan vaksin tanya -OHP Produk vaksin dan sera jawab/diskusi -LCD Kombinasi vaksin Peran adjuvant Handout Studi kasus dalam imunisasi Ceramah dan -WB tanya -OHP jawab/diskusi -LCD - . dan transplantasi jawab/diskusi -LCD organ Handout Autoimunitas Ceramah dan -WB Hipersensitivitas tanya -OHP jawab/diskusi -LCD Handout Proses pembuatan antibodi Ceramah dan -WB monoklonal tanya -OHP Antibodi monoklonal sebagai agen jawab/diskusi -LCD diagnostik dan terapi Handout Pembuatan dan karakterisasi Ceramah dan -WB imunoglobulin intravena tanya -OHP Aplikasi klinis jawab/diskusi -LCD Adverse Reaction Handout Definisi imunoterapi Ceramah dan -WB Imunoterapi penyakit kanker tanya -OHP Imunoterapi penyakit degeneratif jawab/diskusi -LCD Handout Definisi.Minggu 5 Sistem komplemen Sistem komplemen Ceramah dan Pengaturan sistem komplemen tanya Fungsi biologis protein-protein jawab/diskusi komplemen Minggu 6 Imunomodulator& sitokin Minggu 7 Imunitas seluler humoral dan Minggu 8 Respon imun dalam sistem pertahanan dan penyakit Penyakit yand disebabkan respon imun Antibodi monoklonal Minggu 9 Minggu 10 Minggu 11 Terapi imunoglobin intravena Imunoterapi Minggu 12 Minggu 13 Vaksin sera dan Minggu 14 Vaksin sera dan -WB -OHP -LCD Handout Imunomodulator Ceramah dan -WB Sifat umum sitokin tanya -OHP Peran sitokin dalam mediasi jawab/diskusi -LCD imunitas innate dan adatif Sitokin dalam stimulasi Handout pembentukan sel hemopoetik Mekanisme imunitas seluler Ceramah dan -WB Mekanisme imunitas humoral tanya -OHP jawab/diskusi -LCD Handout Respon imun terhadap agen Ceramah dan -WB patogen (mikroorganisme dan tanya -OHP virus). tumor.

kemudian diperiksa secara random bagian mana yang mayoritas yang mengalami kesulitan. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa melalui tingkat pemahaman terhadap pokok-pokok bahasan yang diberikan memlalui pekerjaan rumah. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Metode yang diberikan merupakan kombinasi Pembelajaran Berpusat pada Mahasiswa (SCL) dan ceramah oleh dosen di hadapan mahasiswa (TCL). Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar. OHP. dilakukan sebanyak 2 kali sebagai pekerjaan rumah. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. White Board. dan ujian akhir semester. Bentuk kegiatan lain. 2. Minggu berikut soal dibahas di dalam kelas sebagai refreshing kuliah yang lalu. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. C. Laptop dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek Penilaian Unsur Penilaian Pemahaman Tugas makalah ketrampilan Ujian Mid Semester Ujian Akhir Softskills Keaktifan dalam diskusi Membuat resume Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi makalah Partisipasi di kelas Jumlah Skor Maks 150 200 300 100 50 50 100 50 1000 Persentase 15 20 30 10 5 5 10 5 100 . yaitu diskusi dan pemberian tugas mandiri. lebih kurang selama 10 menit. ujian tengah semester.Handout 3.

and Male D. Immunology 5th Ed. 1993.. B.. 2005.K. 2nd Ed. Brostoff J...S... Roitt I. Essential Immunology. WB Saunders Co. Hocy E.K. and Trudgett A. Dougan. Martin S.. Lichtman A.... Brown F. 1998. Mosby...2001.J. Cellular and Molecular Immunology.. Rosen F. 1997.B. Rima.. Strom T. Roitt I. Philadelphia... London.M. Blackwell Science. Blackwell Co. Asuten K.Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai A untuk ≥ 750 poin (>75%) Nilai B untuk 650 – <750 poin (65 – <75%) Nilai C untuk 550 – <650 poin (55 – <65%) Nilai D untuk 450 – <550 poin (45 – <55%) Nilai F kurang dari 450 dianggap Tidak Lengkap / Tidak Lulus D.J.. DAFTAR PUSTAKA Abbas A.F.. Therapeutic Immnulogy.. USA. Selected Journal Articles.West Sussex. .. London. John Wiley & Son. 5th Ed.H.. Vaccine Design. Burakoff S. 9th Ed.

GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAN A. mandiri dan realitis dalam kehidupan Tantangan wirausaha Ceramah dan Fasilitas -WB Lapto p -LCD -kertas plano -spidol Minggu 3 Semangat . c. peluang usaha. e. g. b. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memiliki wawasan tentang kewirausahaan. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Topik Substansi Minggu 1 Konsep dasar kewirausahaan Karakteristik wirausaha Latar belakang pentingnya wirausaha Pengertian kewirausahaan Paradigma kewirausahaan Metode Ceramah dan tanya jawab Minggu 2 Karakteristik wirausahawan Ceramah dan yang meliputi : displin. studi kelayakan usaha. semangat untuk berwirausaha. karakteristik wirausahawan. 2. menjelaskan tentang konsep dasar kewirausahaan menjelaskan karakteristik wirausahawan menjelaskan jalur-jalur yang dapat dipilih untuk wirausaha mengidentifikasi peluang usaha di bidang farmasi membuat perencanaan usaha sederhana menerapkan strategi untuk memasarkan suatu produk melakukan evaluasi terhadap sebuah usaha B. pemasaran usaha. f. dan mampu membuat rencana wirausaha yang nyata dan siap diaplikasikan serta mengevaluasinya. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. dan evaluasi usaha. kreatif dan inovatif. d. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Deskripsi singkat matakuliah Matakuliah kewirausahaan berisi pokok-pokok bahasan tentang konsep dasar kewirausahaan. jalur-jalur wirausaha. rencana usaha. komitmen tanya jawab tinggi. 3. jujur.

pemasaran simplisia. dan usaha keluarga (Peer lesson) Active learning (Get crazy) Minggu 5 dan 6 Peluang usaha Menentukan kebutuhan pasar di bidang Peluang usaha budi daya tanaman farmasi obat. macam. usaha keluarga Active Kelebihan dan kelemahan usaha learning sendiri. manfaat. pengembangan obat tradisional.wirausaha Minggu 4 Jalur wirausaha Imbalan wirausaha Contoh Wirausahawan sukses tanya jawab. tujuan Manajemen resiko Ceramah Identifikasi jenis-jenis resiko Group resume Analisis SWOT usaha Balance Scored Card Evaluasi usaha Minggu 14 Resiko Usaha . pemutaran video Membuat usaha sendiri. franchise. unsur. franchise. makanan dan kosmetik Minggu 7 Perencanaan Aspek-aspek dalam studi kelayakan usaha usaha Laporan studi kelayakan usaha Langkah-langkah merencanakan usaha Minggu 8 Membuat rencana usaha Minggu 9 Perencanaan usaha (lanjutan) Strategi pemasaran produk Minggu 10 Strategi Pemasaran 11 produk (lanjutan) Membuat rencana usaha Manejemen pemasaran Strategi penerapan harga Strategi promosi usaha Kesalahan pemasaran mistake) Menejemen pemasaran Strategi penerapan harga Strategi promosi usaha Kesalahan pemasaran mistake) Ceramah dan Tanya jawab Presentasi kelompok Ceramah dan Tanya jawab (marketing Ceramah dan Tanya jawab (marketing Praktek Ceramah dan Tanya jawab Minggu dan 12 Minggu 13 Menerapkan strategi pemasaran Strategi Pemasaran produk (lanjutan) Prinsip dasar resiko meliputi pengertian.

5 7. get crazy dan group resume) dan pemberian tugas mandiri berupa presentasi kelompok dan praktek pemasaran produk di lingkungan kampus.2. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. ujian mid semester. Laptop dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. yaitu pembelajaran aktif (peer lesson. White Board. Unsur penilaian meliputi tugas. C. Di samping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa) 2. Bentuk kegiatan lain. Penilaian (assessment) Penilaian meliputi: Unsur Penilaian Tugas Skor Maks Presentasi 100 Pemasaran 100 Diskusi 100 100 100 Persentase 10 20 10 30 30 Kriteria Intonasi jelas Bahasa mudah dipahami Adanya kontak dengan peserta Kelengkapan materi Alur Sistematis Tampilan jelas Tampilan menarik Menanggapi dengan empati Bahasa mudah Nilai Maks 10 10 10 10 10 7. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar. dan ujian akhir.5 10 10 Ujian Mid Semester Ujian Akhir Unsur Penilaian Sub Unsur Aspek Tugas Penilaian Penilaian Presentasi Teknik presentasi Leadership Isi presentasi Media presentasi Kemampuan merespon pertanyaan Pemahaman ketrampilan Kreativitas Leadership .

Jumlah Pemasaran dipahami Menjawab dengan 15 benar 100 Kreativitas Kreativitas menghias stand Kreativitas cara Kreativitas memasarkan Tampilan menarik 20 Bahasa persuasif 10 Aktif menarik 10 pembeli Variabilitas 10 pembeli 80 % proposal Kreativitas & Leadership Leadership sesuai Kesesuaian penerapan strategi dengan proposal (yang dipresentasikan sebelumnya) Jumlah produk yang terjual Jumlah Diskusi Dinamika kelompok diskusi Pemahaman ketrampilan 30 75 % produk terjual Aktif memberi respon Sikap menghargai pendapat Lengkap Alur Sistematis Ketepatan analisa & kesimpulan 20 100 20 20 10 10 40 100 Resume Pemahaman ketrampilan Jumlah Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai A untuk ≥ 75 poin (>75%) Nilai B untuk 60 – 74. diterjemahkan oleh Heru Sutrisno. RogerMagnet’s Sales Adventures. R. Jakarta. Singapore. Konopasek. .W. Small Business Management. Moore.9 poin (60 – 75%) Nilai C untuk 40 – 59. 2004. J.. ThomsonLearning Asia..49 poin (30 – 50%) Kurang dari 30 dianggap Tidak Lengkap / Tidak Lulus D.. 2001. Gramedia Pustaka Utama.G. J. dan Petty.. DAFTAR PUSTAKA Longenecker.W.9 poin (45 – 60%) Nilai D untuk 30 – 4. C.

Media Pressindo. Langkah Awal Buka Usaha... Business Plan. 2007. diterjemahkan oleh Irma Indriani.Ford. Marimba. J.. 2008.M.. Majalah SWA Majalah Marketing . and Pruitt.T. R. I. B.C. Ismawan. 2007. Elex Media Komputindo. Rasakan Dahsyatnya Usaha Franchise.C. Bornstein. P. Ufuk Press...

mengetahui dan mengerti seluk beluk dan ruang lingkup farmakognosi. kegunaan dan senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan yang mengandung senyawa golongan glikosida. produksi obat gubal (simplisia). termasuk simplisia-simplisia yang menghasilkan senyawa golongan tersebut. bahan alami dalam pengobatan. e. dan senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan yang mengandung senyawa yang termasuk karbohidrat. 1. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu : a. steroid dan hormon. kegunaan. glikosida. 2. Mampu menyebutkan nama simplisia dan nama spesies. b. Mampu menyebutkan nama simplisia dan nama spesies. sumber-sumber dan tata nama simplisia. obat gubal ( crude drugs): tata nama. kegunaan dan senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan yang mengandung senyawa golongan terpenoid dan minyak atsiri. Mampu menjelaskan definisi . K U L I A H A. 1. Deskripsi singkat kuliah Farmakognosi Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa program studi S1 Ilmu Farmasi yang memberi pengetahuan tentang sumber bahan alami (tumbuhan. . mineral) yang digunakan sebagai obat. c. 1. dengan tujuan dapat mengidentifikasi. Tujuan pembelajaran Mata kuliah ini memberikan dasar-dasar dalam mengenali. 3. d. FARMAKOGNOSI I. senyawa golongan alkaloid. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN FARMAKOGNOSI-FITOKIMIA I. mengolah bahan alami menjadi bahan dasar obat herbal serta mengetahui jenis-jenis bahan alami dan kandungan kimia bahan tersebut. Mampu menjelaskan definisi dan sejarah perkembangan farmakognosi. hewan. Mampu menyebutkan penggolongan karbohidrat dan menyebutkan nama simplisia dan nama spesies. terpenoid dan minyak atsiri. bahasan mengenai karbohidrat. minyak lemak.

kegunaan dan senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan yang mengandung senyawa golongan alkaloida. Laptop. LCD Projector White Board. Polisakarida dan obat yang mengandung polisakarida 2. Glikosida fenolik Cooperative learning (Jigsaw classroom) ceramah. Gula polihidroksi alkohol 1. Mampu menyebutkan nama simplisia dan nama spesies. Jadwal Kegiatan Mingguan Minggu Topik I Pendahuluan Substansi 1. Laptop. III lanjutan IV Glikosida V lanjutan 1. Definisi 3. Glikosida Sianogenik 4. Biosintesis diskusi. g. LCD Projector White Board. 3. Definisi. White Board. Gllukosinolat 5. . Glikosida Antrakuinon 3. LCD Projector II Karbohidrat 1. Laptop. h. diskusi. Penggolongan ceramah. B. sifat dan pembagian 2. Sejarah singkat perkem-bangan farmakognosi Metode ceramah. Laptop. Laptop. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. kegunaan dan senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan yang mengandung senyawa golongan minyak lemak.f. Mampu menyebutkan nama simplisia dan nama spesies. LCD Projector Worksheet. Glikosida alkohol 8. Kontrak pembelajaran 2. diskusi. tugas/test Fasilitas White Board. tugas/test Cooperative and competitive learning. Gula dan obat yang tugas/test mengandung gula Worksheet. Mampu menyebutkan nama simplisia dan nama spesies. White Board. Glikosida flavonol 6. Glikosida lakton 7. kegunaan dan senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan yang mengandung senyawa golongan steroid dan hormon. 2.

Laptop. Laptop. LCD Projector IX Alkaloid ceramah. penggolongan dan sifat-sifatnya 2. 2. Minyak atsiri aldehida 5. tropan diskusi. Tetraterpenoid 1. Minyak atsiri alcohol 4. Laptop.9. Diterpenoid 5. penggolongan dan sifat-sifat 2. Minyak lemak 3. Laptop. Batasan. LCD Projector White X lanjutan 1. Monoterpenoid 3. Minyak atsiri fenol 7. tugas/test White Board. diskusi. Batasan dan ceramah. Laptop. Sesquiterpenoid 4. XI lanjutan XII Steroid . Alkaloid pirolidin. sifat dan pembagian 2. Alakaloid piperin dan piperidin diskusi. Batasan. Minyak atsiri fenoleter 8. dan isoquinolin diskusi. tugas/test ceramah. Alkaloid purin dan ceramah. Minyak atsiri oksida 9. LCD Projector White Board. sifat-sifat dan penggolongan 2. LCD Projector White Board. Triterpenoid 6. Batasan. Lemak 4. tugas/test LCD Projector White Board. diskusi. 2. LCD Projector VII Minyak Atsiri ceramah. Minyak atsiri ester 1. Minyak atsiri keton 6. Hasil metabolisme lemak 1. Alkaloid Amina tugas/test 3. lain-lain dan 1. Batasan. Minyak atsiri hidrokarbon 3. Laptop. diskusi. diskusi. Lilin 5. tugas/test White Board. Tanin VI Terpenoid 1. Glikosida aldehida 10. tugas/test White Board. tugas/test imidazol dan indol 1. LCD Projector VIII Lipid ceramah. Alkaloid quinolin ceramah.

Alkaloid kelas 3. a. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Laptop. C. Kepada masing-masing kelompok diberi tugas penyusunan makalah untuk semua topik diskusi. 2. Pada pelaksanaan diskusi kelas. menjawab atau menyanggah serta penguasaan materi dari masing-masing mahasiswa secara individu.Hormon pembagian steroid diskusi. LCD Projector White Board. Dosen pengampu membuat dan mengisi formulir / blanko penilaian diskusi pada saat pelaksanaan diskusi kelas. LCD Projector White Board. Glikosida 3. Steroid dan hormon (metode Cooperative dan collaborative learning) Board. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Pembelajaran dilakukan dengan ceramah/tatap muka dan pelaksanaan diskusi kelas dengan menggunakan metode cooperative. kelompok penyaji ditentukan dari makalah yang terpilih : setiap diskusi kelas dipilih masing-masing 2 kelompok penyaji sedangkan mahasiswa lainnya sebagai penanya / penyanggah. Hasil Pembelajaran Untuk evaluasi proses pembelajaran. LCD Projector XIII Review materi XIV lanjutan 2. lipid Diskusi 2. Laptop. pada akhir masa perkuliahan (akhir semester) akan dibagikan kuesioner yang bertujuan untuk mendapatkan umpat balik dari mahasiswa atas aspek-aspek sebagai berikut. Terpenoid minyak atsiri Diskusi kelas dan (metode Cooperative dan collaborative learning) 1. Karbohidrat 2. Laptop. Mahasiswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang beranggotakan 7-9 orang. Keaktifan mahasiswa dalam diskusi kelas dinilai berdasarkan keaktifan bertanya. Dengan model diskusi tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan yang sama terhadap semua mahasiswa untuk terlibat dalam diskusi kelas. Ketepatan kehadiran dosen pengampu . Hal ini dilakukan mengingat jumlah mahasiswa yang cukup besar.colaborative dan competitive learning. batasan dan tugas/test pembagian hormon 1.

Kemampuan penyampaian materi oleh dosen pengampu. US. Stockholm. V. c. Pharmacognosy. Apotekarsocieteten.b.E. DAFTAR PUSTAKA Tyler. dan referensi.. dengan bobot 40 % b. Kemauan dosen pengampu untuk mendiskusikan materi.. p 57-76 Evans. S. A Textbook of Pharmacognosy. Ujian Tengah Semester . sumber informasi. dengan bobot 20 % Nilai akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai >74. dan Mulyani.00 :E D. Jakarta Anonim..99 : C 30. f. Tugas terstruktur. G. Brady. Lea & Febiger. Drugs of Natural Origin. 2002.C. 1999.00 . dengan bobot 40%. Penilaian (student assessment) Evaluasi atas daya serap mahasiswa terhadap materi yang diberikan di kelas.64.Trease and Evans Pharmacognosy.Ilmu Obat Alami (Farmakognosi) 1.R dan Robbers. Departemen Kesehatan RI Samuelsson.99 :A 65. Materia Medika.00 – 74. Penguasaan dosen pengampu akan keterkaitan materi dengan bidang ilmu Kesesuaian materi kuliah dengan RPKPS 2. d.99 : D < 30. 4th revised edition. W. yaitu a.99 : B 50.00 – 49. semua jilid.. L. Philadelphia. Penebar Swadaya.E. Swedish Pharmaceutical Press. p 214327 Gunawan. 9 th ed. W. e. Saunders.B. 15th ed. Keterbukaan dosen pengampu akan bahan. 1988. Sweden . c. Ujian Akhir Semester . J. PT. D.2002.

I. menjelaskan sifat fisis kandungan kimia produk alam e. 2. berpikir kritis. sifat kimia. alkaloid. menjelaskan sifat kimia kandungan kimia produk alam d. glikosida. dan cara penamaan kandungan kimia produk alam c. sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri. serta terampil menerapkannya. menjelaskan struktur dasar. menjelaskan pengertian atau definisi golongan kandungan kimia produk alam yang dipelajari b. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. alkaloid. menguasai materi yang diajarkan. Tujuan pembelajaran Setelah mempelajari kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami seluruh pokok bahasan. dan flavonoid B. cara deteksi. dan berani untuk mengungkapkan pendapat. terpenoid. peptida. menjelaskan jalur biosintesis kandungan kimia produk alam yang dipelajari meliputi karbohidrat. jenis. Selain itu mahasiswa mendapat kesempatan untuk lebih mengembangkan kemampuan. . senyawa fenol. struktur dasar. poliketida. dan flavonoid. peptida. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. FITOKIMIA A. pengendapan. menjelaskan cara deteksi baik dengan reaksi warna. senyawa fenol. dan biosintesis kandungan kimia produk alam meliputi arbohidrat. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a. 2. sifat fisis. Jadwal Kegiatan Mingguan : . ruang lingkup. Deskripsi singkat mata kuliah Mata kuliah Fitokimia berisi pokok bahasan tentang pengertian. 3. glikosida. poliketida. terpenoid. maupun kromatografi lapis tipis atau kromatografi kertas f.

jenis dan contoh senyawa 3. Definisi 2. deteksi secara KLT. Cara penamaan 4. Jenis aglikon dan contoh senyawa 4. Reaksi pengendapan 8. LCD viewer V Poliketida Ceramah dan Tanya jawab VI Senyawa fenol Ceramah dan Tanya jawab OHP. LCD viewer IV (lanjutan) Ceramah dan Tanya jawab OHP. Definisi 2. reaksi warna. Sifat kimia 5. Hubungannya dengan mata kuliah atau ilmu yang lain 4. jenis dan contoh senyawa 3. Polaritas dan kelarutan 1. Sifat kimia. Whiteboard Laptop. Polaritas dan kelarutan 6.Minggu Topik/ Pokok KeBahasan I Pendahuluan Substansi Materi 1. LCD viewer III Glikosida Ceramah dan Tanya jawab OHP. LCD viewer II Karbohidrat Ceramah dan Tanya jawab OHP. dan biosintesis senyawa poliketida 1. Pengertian Kimia Produk Alam 2. sifat fisis. Kuliah atau pengetahuan yang mendasari 3. Deteksi dengan reaksi warna 2. Jenis ikatan 3. Whiteboard Laptop. Struktur dasar karbohidrat 2. Whiteboard Laptop. reaksi Metode Fasilitas Pembelajaran Ceramah dan Tanya jawab OHP. Whiteboard Laptop. Sifat kimia. Deteksi dengan reaksi warna 7. Whiteboard Laptop. Definisi 2. LCD viewer OHP. sifat fisis. Biosintesis kandungan kimia secara umum 1. Struktur dasar. Kromatografi kertas dan KLT 3. Sifat kimia dan hidrolisis 5. LCD viewer . Biosintesis karbohidrat dan glikosida 1. Struktur dasar. Jenis dan contoh senyawa 3. Whiteboard Laptop. Kromatografi kertas/ KLT 1.

jenis dan contoh Tanya jawab senyawa 2. . Whiteboard Laptop. Deteksi dengan reaksi warna dan reaksi pengendapan 4. LCD viewer VIII IX Ujian Tengah Semua materi sampai Ujian tertulis Semester dengan Tengah Semester Terpenoid 1. LCD viewer XI Alkaloid Ceramah dan Tanya jawab OHP. struktur Ceramah dan dasar. contoh senyawa diterpen. LCD viewer X (lanjutan) Ceramah dan Tanya jawab OHP. triterpen.kertas senyawa fenol sederhana dan fenilpropana 4. steroid. Struktur dasar dan contoh senyawa monodan seskuiterpen 3. Whiteboard Laptop.lembar jawab OHP. Definisi. Sifat kimia dan fisis Ceramah dan Tanya jawab Soal ujian.VII Flavonoid pengendapan. dan deteksi KLT/k. dan karotenoid 2. Definisi dan keberadaan 2. Deteksi secara KLT/k. Whiteboard Laptop. Biosintesis flavonoid OHP. Struktur dasar. dan karotenoid 1. Biosintesis senyawa fenol dan fenilpropana 1. Sifat kimia dan sifat fisis monodan seskuiterpen 4. steroid. Sifat kimia dan sifat fisis 3. sifat fisis dan deteksi secara KLT senyawa diterpen. Definisi 2. Deteksi mono. Whiteboard Laptop.kertas 6. triterpen.dan seskuiterpen secara kromatografi lapis tipis 1. Sifat kimia.

Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. C. WB dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. lisis. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. Karena mata kuliah keahlian dan memerlukan latihan yang intensif. Klasifikasi Hegnauer 4. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut : dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar. yaitu pemberian tugas mandiri. Alkaloid dari asam antranilat 4. Alkaloid dari triptofan 2. Definisi 2. asam nikotinat 3. Alkaloid dari ornitin. Klasifikasi berdasar biogenetik 2. kreativitas. Bentuk kegiatan lain. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan. ketrampilan. Deteksi alkaloid (lanjutan) 1. Whiteboard Laptop. 2. ujian tengah semester. Alkaloid dari jalur isopren 4.tirosin (lanjutan) 1. dan ujian akhir semester. Alkaloid dari histidin 3. dan kepemimpinan. Biosintesis peptida Ujian Akhir Semua materi sesudah Semester Tengah Semester LCD viewer Ceramah dan Tanya jawab OHP. Penilaian (Student assessment) . Alkaloid lain Peptida 1. Struktur dasar dan contoh senyawa 3. LCD viewer OHP. dilakukan sebanyak 2 kali dengan tujuan untuk melihat sejauh mana pemahaman penerimaan mahasiswa terhadap materi yang telah diberikan. Whiteboard Laptop. maka skor tertinggi diberikan untuk butir tugas. LCD viewer Ceramah dan Tanya jawab Ceramah dan Tanya jawab Ujian tertulis OHP. Whiteboard Laptop. LCD viewer Soal ujian. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran.lembar jawab 2. Di samping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa). OHP. Alkaloid dari fenil alanin .XII XIII XIV XV 3.

.J. Chicester-New York-Weinheim-Brisbane-Singapore-Toronto. Stockholm I. New York Markham K.M.B. karbohidrat. 1999. Lond Robinson T. Thin Layer Chromatography. produk bahan alam dari asam sikimat. 1982. Steinhoff B. New York Dewick. 3. . Thomson. Drugs of Natural Origin. Phytochemical Methods. Laboratory Handbook for Fractionation of Natural Extracts. Phytochemistry.. Wimmer H. John Wiley & Sons.. P. Reagents and Detection Methods. Apotekarsocieteten. Herbal Medicinal Products. Medicinal Plants. Deskripsi singkat Praktikum Farmakognosi-Fitokimia Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa program studi Farmasi yang memberi pengetahuan tentang keragaman kimia produk alam. produk bahan alam dari asam amino.. Chapmann & Hall.. Medicinal Natural Products – A Biosynthetic Approach . 1993. Techniques of Flavonoid Identification. VCH Verlagsgesellschaft.Bobot Penilaian: Ujian Tengah Semester: Ujian Akhir Semester: 50% Konversi nilai: • • • • • A jika nilai ≥ 75 65 ≤ B < 75 55 ≤ C < 65 45 ≤ D < 55 E < 45 50% D.. Stuttgart Jork H.. 1999. Gaedcke F. The Organic Constituents of Higher Plants. Academic Press Inc. Fischer W. Kuliah ini membicarakan pokok bahasan masalah pengantar metabolit sekunder. Blasius H. Intercept Ltd.. London Samuelsson G.. Chapmann and Hall. Funk W. alkaloid. 1998. Pharmacognosy. 1991. London Houghton P. DAFTAR PUSTAKA Bruneton J. 2002. produk bahan alam dari asam asetat. Weinheim Harborne J. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1... Praktikum A.R.. Science. 2003... Medpharm Scientific Publisher. jalur biosintesis... 1990 . Fourth revised edition.

White Board. 6-7 8-10 Jalur Sikimat Jalur Mevalonat ceramah. mengenali golongan-golongan kimia produk alam beserta contoh-contoh penting dari setiap golongan. Laptop. LCD Projector 1-2 Pendahuluan 3-5 Jalur Asetat ceramah. 3. 2. diskusi. mengenali dan memahami jalur biosintesis dari kimia produk alam 4. ceramah. Fasilitas OHP. . Laptop. B. memahami keanekaragaman struktur. White Board. memahami wawasan kimia bahan alam meliputi pengertian metabolit primer. 3. White Board. jalur biosintesis. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Topik Substansi • Metabolisme: Ana. diskusi.2. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu : 1. LCD Projector OHP. Laptop. diskusi. OHP. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. intermediet. Kata dan Amfibolisme • Keragaman metabolit: jalur biosintesis umum • Reaksi-reaksi penting dalam biosintesis • Karbohidrat • Asam amino • Vitamin • Jalur biosintesis • Golongan senyawa dari jalur asetat • Contoh senyawa • Jalur biosintesis • Golongan senyawa dari jalur sikimat • Contoh senyawa • Jalur biosintesis • Golongan senyawa Metode ceramah. diskusi. LCD Projector OHP. dan sifat fisika-kimiawi dari kimia produk alam. White Board. dan sekunder. Tujuan pembelajaran Mata kuliah ini memberikan dasar-dasar dalam memahami berbagai keaneka ragaman struktur. jalur biosintesis dan sifat-sifat fisika kimiawi dari kimia produk alam.

2. WB dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. LCD Projector OHP. Kemampuan penyampaian materi oleh dosen pengampu. g. Untuk evaluasi proses pembelajaran. 2). Laptop. Tugas. C. yaitu d. penting Jenis-jenis alkaloid  Contoh senyawa Laptop. Evaluasi atas daya serap mahasiswa terhadap materi yang diberikan di kelas. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut : dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar. dengan bobot 30% . Ujian Tengah Semester (midterm). Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran pada mata kuliah KPA terdiri dari dari komponen-komponen sebagai berikut. h. White Board. pada akhir masa perkuliahan (akhir semester) akan dibagikan kuesioner yang bertujuan untuk mendapatkan umpan balik dari mahasiswa atas aspek-aspek sebagai berikut. dan referensi. dengan bobot 20% f. Ujian Tengah Semester (midterm). i. sumber informasi. Penilaian (student assessment) Aspek penilaian pada mata kuliah KPA terdiri dari dari komponen-komponen sebagai berikut: a. dengan bobot 30% e. diskusi. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. LCD Projector 2. 1). Ujian Akhir Semester (komprehensif). Bentuk kegiatan lain. Dukungan bahan. j. Dampak diambilnya MK ini oleh mahasiswa. yaitu pemberian tugas mandiri. Penguasaan dosen pengampu atas materi. dilakukan sebanyak 2 kali dengan tujuan untuk melihat sejauh mana pemahaman penerimaan mahasiswa terhadap materi yang telah diberikan. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. OHP.• • 11-13 Alkaloid • dari jalur mevalonat Contoh senyawa Jalur biosintesis ceramah. dengan bobot 50%.

G.M. Brunnteon. 1999. Samuelson. c. 4th revised ed. Intercept Ltd. Sweden . dengan bobot 50%.. Nilai E untuk< 40 poin(< 40%) D. Tugas.. Nilai A untuk ≥ 80 (≥80%) b. Dewick. DAFTAR PUSTAKA 1. Apotekarsocietten. Phytochemestry. John Wiley & Sons. dengan bobot 20% Ujian Akhir Semester (komprehensif). Natural Products in Medicines. 3. Drugs of Natural Origin. Nilai D untuk 40-59 poin (40-60%) e.b. Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: a. P. Nilai C untuk 60-69 poin (60-70%) d... Pharmacognosy. Medicinal Plants. 1997. Nilai B untuk 70-79 poin (70-80%) c. 1998. 2. J.

e. menyebutkan. istilah-istilah kefarmasian. berbagai istilah yang tercantum dalam Ketentuan Umum Farmakope Indonesia. 2. beberapa sediaan galenik dan cara pembuatannya. mendifinisikan dan mengidentifikasi kan berbagai bentuk sediaan yang termasuk dalam sediaan padat. Deskripsi singkat mata kuliah Farmasetika Dasar : Mata kuliah Farmasetika Dasar berisi pokok-pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang perkembangan obat dari masa kemasa. Tujuan pembelajaran Setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami dasar-dasar tentang perkembangan obat. serta merumuskan nama untuk senyawa dan bentuk sediaan farmasi. menyatakan arti penting arti penting berbagai bentuk sediaan farmasi d. 3. menyatakan obat masa lalu dan perkembangannya serta memberikan difinisi beberapa istilah dalam ketentuan Farmakope Indonesia. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a. mendifinisikan dan mengidentifikasikan berbagai bentuk sediaan yang termasuk dalam sediaan semi padat.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN FARMASETIKA DASAR I. menentukan nama-nama bahan obat dan bahan tambahan serta bentuk sediaan farmasi. mengerti bentuk-bentuk sediaan obat . menyebutkan. serta berbagai bentuk sediaan farmasi dan cara pembuatannya. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. menjelaskan singkatan resep. . bentuk resep. K U L I A H A. c. bahan-bahan tambahan dan bentuk sediaan farmasi dalam bahasa latin. nama bahan-bahan obat. menterjemahkan resep. b.

Laptop. menyebutkan. Whitebo ard Substantiva dan Adiectiva III Lanjutan dari Substantiva dan Adiectiva LCD viewer. mendifinisikan dan mengidentifikasikan aerosol. Laptop. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Jadwal Kegiatan Mingguan Ming gu keI Topik/Pokok Bahasan materi Obat masa lalu dan perkembang annya serta ketentuan umum Farmakope Indonesia Metode Pembelajar an Perapotekan yang Ceramah pertama dan tanya .Obat-obat zaman dahulu jawab .f. h. kadar yang dinyatakan dalam persen .Susunan kata dalam kalimat Bahasa Latin . suhu penyimpanan. menyebutkan. g. wadah. menyebutkan. mendifinisikan dan mengidentifikasikan berbagai bentuk sediaan yang termasuk dalam sediaan cair. mendifinisikan dan mengidentifikasikan berbagai bentuk sediaan yang termasuk dalam sediaan steril.Perubahan kata dalam Bahasa Latin .Pemberian nama bahan tanya jawab obat dan Substansi Fasilita s LCD viewer. Whitebo .Istilah kelarutan. mendifinisikan dan mengidentifikasikan berbagai bentuk sediaan yang termasuk dalam sediaan galenik.Penelitian terdahulu . daluwarsa. B.Pembentukan Casus kata benda dan kata sifat . Whitebo ard II Pengantar Latin Bahasa LCD viewer. i.Deklinasi I sampai Ceramah dengan V dan .Pengantar pandangan ilmiah . Laptop.Hubungan antara kata benda dan kata sifat .Bahasa Latin sebagai Ceramah bahasa dan tanya ilmiah jawab .

Kata kerja imperativa dan pasiva . Whitebo ard Ceramah dan tanya jawab VIII Definisi .Coniugatio I.Serbuk yang tidak terbagi-bagi.Kapsul lunak LCD viewer.Penerapan Bahasa Latin dalam resep . Laptop. keuntung an dan dan kerugian : tanya jawab .Kata bilangan (Adiectiva Numeralia dan Adverbia Numeralia) dan .Lanjutan cara pembuatan Serbuk .Adverbia . Whitebo ard .Pertimbangan umum dalam Serbuk merancang bentuk sediaan Definisi dan car a pembuatan: .Keuntungan dan kerugian serbuk Kapsul Ceramah dan tanya jawab LCD viewer.Susunan resep .IV Verba Adverbia V Prescriptio sediaan farmasi .Cara pemberian .Singkatan Bahasa Latin dalam resep . Whitebo ard LCD viewer.Serbuk yang terbagi-bagi dalam bungkusan-bungkusan .Kapsul keras . . Laptop. Laptop.Variasi bentuk sediaan cara pemberian . Laptop.Pembentukan Adverbia dari kata Adiectiva .Manfaat . Whitebo ard Ceramah dan tanya jawab VI VII Bentuk sediaan dan .Granul efervesen Lanjutan dari .II dan III . Laptop.cara Ceramah pembuatan. Whitebo ard LCD viewer.Salinan resep ard Ceramah dan tanya jawab LCD viewer.

krim. gel. cara pembuatan dan evaluasi serta berbagai cara pemberian emulsi LCD viewer. Plester Definisi.cara pemberian : vaksin dan imunoserum . pasta. Whitebo ard Vaksin Imunoserum Definisi. cara pembuatan Ceramah dan cara penggunaan : dan Tablet. sifat dari isi. Ceramah cara pembuatan serta dan keuntungan dan kerugian tanya jawab supositoria Definisi dan cara pembuatan : Salep. berbagai contoh. tablet salut gula. tanya jawab berbagai cara pemberian suspensi Definisi. Whitebo ard LCD viewer. eliksir serta tanya jawab obat tetes Definisi. tablet bukal.IX Tablet Definisi. tablet lepas lambat . Laptop. pasta. cara pemberian Ceramah dan cara pembuatan : dan Larutan. krim.Salep mata dan . Laptop. tablet salut interik.gel. cara pembuatan Ceramah dan evaluasi. serta implan Definisi serta cara pembuatan: Pil serta pil salut enterik Definisi. tablet efervesen. tablet kunyah. sirup. Laptop. berbagai cara Ceramah pemberian dan pembuatan dan injeksi tanya jawab Definisi dan pembuatan : . Laptop. cara penggunaan.Tetes mata cara LCD viewer. Whitebo ard Salep. Whitebo ard XII Suspensi Emulsi XIII Injeksi Sediaan obat mata Definisi. Laptop. Whitebo ard Pil X Supositoria LCD viewer. plester XI Larutan LCD viewer. alasan suatu dan obat dibuat suspensi. tanya jawab tablet sublingual.

ujian tengah semester. Ekstrak. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan : Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut : Dosen menerangkan dengan alat bantu LCD viewer. Bentuk kegiatan lain yaitu pemberian tugas mandiri yang bersifat wajib dan dikumpulkan pada waktu kuliah minggu berikutnya. Infus Definisi. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan . Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah dasar maka skor tertinggi diberikan pada ujian akhir semester. dan ujian akhir semester. Whitebo ard 2. cara ekstraksi dan Ceramah berbagai contoh tingtur. Laptop. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan ( berupa kuesioner. C. kritik dan saran dari mahasiswa). ketrampilan. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. White board dan dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. dan tanya ekstrak serta infus jawab LCD viewer. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. Penilaian (assessment) Bobot Penilaian : Tugas Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester Konversi Nilai :      A jika nilai 65 ≤ B < 75 55 ≤ C < 65 45 ≤ D < 55 E < 45 : ≥ 75 : 10 % : 30 % : 60 % .XIV Tingtur. 2. Laptop.

mahasiswa diharapkan dapat terampil dalam menjalankan peracikan dan pencampuran perbekalan farmasi berdasarkan formula standart dan resep menjadi macam-macam bentuk sediaan farmasi : 1.R. termasuk juga cara pengemasan dan pemberian etiket serta informasi yang berkaitan dengan bentuk sediaan tersebut. Mack Publising Company. The Prescription in : Genaro.V.. II. Jakarta.. Edisi IV. semi-padat. Tujuan pembelajaran Praktikum Farmasetika Dasar ini secara garis besar bertujuan untuk melatih calon farmasis dalam mengabdikan ilmu dan keahliannya di masyarakat melaksanakan peracikan obat dan pelayanan kesehatan di bidang farmasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Popovich..D.. (Ed. 1962. Limited.J. 1999 . Coles Publishing Company. Materi praktikum ini merupakan penerapan materi kuliah Farmasetika Dasar I dan II yang meliputi metoda peracikan dan pencampuran perbekalan farmasi (khususnya bahan obat) berdasarkan formula resep menjadi macam-macam bentuk sediaan farmasi (padat. Farmakope Indonesia.C. L. Latin Grammar Simplified. Williams & Wilkins.). P R A K T I K U M A. Remington The Science and Practice of Pharmacy. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Deskripsi singkat praktikum Farmasetika Dasar a.A. dan cair). Padat (solid) Semi-padat (semi solid) Cair (liquid) Secara tepat dan benar sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. 1995. H.N.Allen. Merupakan mata praktikum wajib dan sebagai prasyarat bagi mahasiswa program studi Farmasi Komunitas & Klinis (FKK) dan Farmasi Sain & Teknologi (FST). H. Departemen Kesehatan RI. Haness. 7th Ed. Oleh karena itu setelah mengikuti praktikum dan menyelesaikan materi praktikum ini. Ansel.. Ansel. 2. b.. 1995. 3. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. C. Toronto.. Philadelphia. Pharmaceutical Dosage Forms and Drug Delivery Systems.G. 2. .R.

Pre-test. dan sediaan cair (solutio. terampil dalam menyiapkan atau menyediakan. cream. pulveres. Buku petunjuk V Sediaan Cream. Pilulae dan posttest Fasilitas OHP dan white board Buku petunjuk praktikum. serta infusa. c. emulsi. dan Pembuatan Sediaan Emulsi. bentuk Semi. Pulveres. mahasiswa diharapkan : a. Pre-test. dan III Topik Asistensi Pembuatan Sediaan bentuk padat Substansi Metode Penjelasan umum Ceramah materi praktikum dan tanya jawab Sediaan Pulvis. dan Pembuatan Sediaan Unguentum. Jadwal Kegiatan Mingguan Minggu I II. praktikum.Buku laporan padat test kerja dan peralatan praktek VI. B. dan suppositoria). Pre-test. mampu dalam melayani pelayanan kesehatan khususnya pelayanan kefarmasian di apotek. Kapsul. mampu dalam mengatasi permasalahan dalam meracik dan membuat macam-macam bentuk sediaan farmasi. praktikum. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1.Buku laporan test kerja dan peralatan praktek VIII. dan Praktek. sediaan semi-padat (unguentum. Buku petunjuk VII Sediaan Mixtura dan Praktek. suspensi. mixtura.3. praktikum. Tujuan pembelajaran khusus Setelah menyelesaikan materi praktikum ini . Pre-test. bentuk Cair Saturationes dan post. b. pasta. Buku laporan kerja dan peralatan praktek IV. kapsul. Buku petunjuk Sediaan Suspensi. dan pilulae). dan Pembuatan Sediaan Solutio.Buku laporan test kerja dan peralatan . IX bentuk Cair dan post. Pasta dan Praktek. meracik.Suppositoria dan post. dan mencampur perbekalan farmasi khususnya bahan obat menjadi bentuk sediaan farmasi yang meliputi bentuk sediaan padat (pulvis. dan Infusa Praktek. dan Saturationes.

Dalam pelaksanaan nya sebagai berikut: setiap praktikan sebelum mengerjakan praktek diharuskan melaksanakan pre-test terlebih dahulu kepada Dosen pengampu atau Asisten Mahasiswa yang bertugas dan selesai c) praktek mahasiswa diharuskan melaksanakan post-test sebagai pertanggungjawaban hasil praktikum. kejujuran dan pertanggungjawaban atas hasil praktikum selama praktek harian. Responsi Praktek (ResTek) C. Penilaian (student assessment) Aspek penilaian meliputi : Praktek harian Ujian responsi tertulis Ujian responsi praktek 20% 30% 50% . Responsi Tertulis (ResTu) 2. Praktikum dilaksanakan secara individual dengan cara mengikuti aturan dan petunjuk yang ada pada buku petunjuk praktikum.X Ujian Responsi praktikum Semua praktikum materi Ujian response tertulis dan praktek praktek Soal-soal responsi praktikum dan kertas dan peralatan praktek 2. ujian responsi tertulis dan ujian responsi praktek. ketrampilan. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Selesai melaksanakan praktek mahasiswa secara individual wajib membuat laporan resmi sebagai tugas mandiri dan laporan tersebut harus disyahkan oleh Dosen pengampu atau Asisten Mahasiswa. 2. d) Minggu terakhir praktikum dilakukan 2 macam responsi yaitu : 1. kedisiplinan. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. asisten mahasiswa kepada para mahasiswa peserta praktikum dan dilanjutkan diskusi dan Tanya jawab. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Kegiatan praktikum Farmasetika Dasar ini dilaksanakan dengan beberapa metode yaitu : a) b) Asistensi Praktikum yang dilakukan oleh dosen pengampu. kreativitas.

Toronto. Anonim. 1958. Departemen Kesehatan RI. Jakarta.L. Mc. 1979. Anonim. Jakarta. zesde uitgave. London. Departemen Kesehatan RI. Edisi III. Formularium Nasional.. 9th Ed. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Nederlandche Pharmacopee.. Departemen Kesehatan RI. Edisi II. Edisi IV.. 1995. .Nilai akhir ditentukan sebagai berikut:      A jika nilai ≥ 75 65 ≤ B < 75 55 ≤ C < 65 35 ≤ D < 55 E ≤ 35 D. Inc. Scoville’s The Art of Compounding. Jenkins G. Anonim. 1978. 1957. Farmakope Indonesia. et al.. s’Gravenhage. New York. Jakarta. Farmakope Indonesia. Graw.. De Minister van Sociale Zaken en Volksgezondheid. Hill Book Co..

semisolida dan steril). dan bahan alam (solida. peraturan perundang-undangan dan informasi sediaan bdalam bahan pengemas dan penambah. cair dan semisolida serta pilot up scaling. pemilihan. 2. rancangan bentuk sediaan cair dan sistem dispersi dan pengembangan sediaan padat. dan evaluasi sediaan obat. dan sediaan steril. Deskripsi singkat matakuliah Teknologi Sediaan Farmasi Matakuliah Teknologi Sediaan Farmasi Fisika berisi pokok-pokok bahasan rancangan bentuk sediaan. d. sistem peralatan dalam pembuatan sediaan.Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. menjelaskan cara evaluasi sediaan steril. likuida. 3. cair. suspensi dan suspensi rekonstitusi. formulasi. eksipien. cara pembuatannya. menjelaskan tentang teori dasar preformulasi. hubungan rute/cara pemberian dengan bentuk sediaan dan tahap-tahap pengembangan sediaan. semisolida. e. larutan. emulsi. menjelaskan tentang kriteria. semisolida. c. . kosmetik. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami teori dasar dan penerapan teknologi dalam pengembangan produksi sediaan farmasi solida.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN TEKNOLOGI SEDIAAN FARMASI A. menjelaskan teknik penyaringan dan pencampiuran dalam produksi sediaan padat. menjelaskan prisip dasar dan teknik sterilisasi sediaan likuida dan semisolida. garis besar formulasi sediaan. b. preformulasi. Mahasiswa mampu mengembangkan formulasi suatu sediaan farmasi.

pKa. larutan Ceramah dan steril. gel steril dan non steril.disolusi. antioksidan. pengawet. kegunaan. pertimbangan dalam proses manufakturing Minggu 7 -WB -OHP -LCD . Sediaan aerosol. Jadwal Kegiatan Mingguan TEKNOLOGI SEDIAAN LIKUIDA DAN SEMISOLIDA Pertemuan Minggu 1 Topik Pendahuluan Substansi Metode Fasilitas -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD Pengembangan formula. pelarut campur. pasta. non air. Suspensi tanya jawab dan emulsi peroral dan parenteral.B. sediaan steril dan non tanya jawab setril Pembawa. tahapan pembuatan sediaan. parenteral. kristal. pertimbangan penting dalam merancang sediaan farmasi Definisi preformulasi. ukuran partikel. tanya jawab Pelarut : air. fungsi dan cara evaluasi bahan penambah (kuliah diberikan tersendiri) Ceramah dan tanya jawab Minggu 2 Preformulasi Minggu 3 Bentuk sediaan -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD Minggu 4 Bahan penambah Minggu 5 Formulasi solida Formulasi cairan dan semisolida homogen Formulasi cairan dan semisolida heterogen -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD Minggu 6 Sediaan peroral. krim. tanya jawab biofarmasetika. koefisien partisi. faktor obat Ceramah dan dalam merancang sediaan farmasi : tanya jawab sifat organoleptik. zat Ceramah dan pereduksi. Eksipien dan pertimbangan dalam formulasi. konsistensi sediaan. cara Ceramah dan pelepasan obat. rasa dan peningkat tanya jawab penampilan sediaan farmasi. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. bahan penambah. dapar. kelarutan . rancangan Ceramah dan bentuk sediaan. polimorfisme. Pertimbangan formulasi. topikal steril dan non steril. rute pemberian obat. stabilitas sediaan. Dasar dan mekanisme stabilisasi Ceramah dan sistem heterogen dalam air. salep. luas permukaan. dll Definisi.

kualitas wadah. kemurnian. sterilisasi. penyaringan. masa kadaluwarsa. Ceramah dan Evaluasi kimia. kelarutan. kristal dan polimorf. sediaan padat bentuk Metode sediaan.Minggu 8 Proses manufaktur Minggu 9 Evaluasi sediaan Minggu 10 Teknik sterilisasi Minggu 11 Kemasan sediaan Minggu 12 Minggu 13 Minggu 14 Peningkatan skala produksi Validasi proses produksi Spesifikasi produk Peralatan produksi. disolusi. komponen. umum pembuatan Preformulasi Sifat organoleptik. pengujian kemasan dan kerusakan wadah. penutup wadah dan bahan penutup wadah. fasilitas produksi steril. Ceramah dan proses (pelarutan. unit operasi. skala pilot. skala Ceramah dan industri tanya jawab Definisi. fungsi. masa simpan sediaan Ceramah dan tanya jawab Proses sterilisasi I. Ceramah dan kemasan sediaan steril tanya jawab Skala laboratorium. proses kering beku). tahap Ceramah dan proses validasi tanya jawab Cara penyusunan spesifikasi produk. uji stabilitas sediaan farmasi. informasi obat pada kemasan. ukuran partikel. Ceramah dan tanya jawab Ceramah dan metode tanya jawab Ceramah dan tanya jawab Fasilitas -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD . uji sterilitas dan evaluasi sediaan steril Ceramah dan tanya jawab Jenis kemasan sediaan farmasi. kegunaan dan fungsi. stabilitas dan Substansi Definisi tablet. dokumentasi pro ses manufaktur -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD TEKNOLOGI SEDIAAN SOLIDA Pertemuan Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Topik Pendahuluan Sediaan tablet Sifat. pencampuran. tanya jawab pengadukan. parameter yang mempengaruhi proses absorpsi. evaluasi tanya jawab mikrobiologi. bentuk dan luas permukaan. evaluasi fisik. proses sterilisasi II. teknik aseptik.

Minggu 4 Minggu 5 & 6 Minggu 7 & 8

Eksipien Desain dan formulasi tablet

kompatibiltas, higorskopisitas, sifat Ceramah dan aliran, kompresibilitas, keterbasahan tanya jawab

Minggu 8 & 9

Pengisi, pengikat, lubrikan, glidan, Ceramah dan desintegran, pewarna, adsorben, tanya jawab pemanis, perencah Formulasi Ceramah dan cairan Pendekatan sistematik dalam desain tanya jawab dan semisolida tablet. Granulasi basah, granulasi homogen kering, teknik kempa langsung. Jenis mesin tablet, masa kempa, Ceramah dan Masalah dalam pengendalian proses kempa, pengemas tanya jawab manufaktur Disolusi Lekat, caping, laminasi, keragaman Ceramah dan bobot, kesegaraman kandungan, tanya jawab aliran massa cetak, kekerasan, perubahan warna. Ceramah dan tanya jawab Teori, uji disolusi, faktor yang mempengaruhi, laju disolusi Ceramah dan tanya jawab Jaminan mutu, persyaratan resmi, persyaratan tidak resmi. Definisi, faktor formulasi, metode Ceramah dan pembuatan tablet salut, tablet tanya jawab pelepasan diperlambat, effervescent, tablet bukal & sublingual, tablet hisap, tablet kunyah, tablet vaginal, tablet implant Komponen dan pembawa, pendekatan formulasi, teknik manufaktur, evaluasi

-WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD

Minggu 10 Minggu 11 Mutu sediaan tablet Minggu 12 & 13 Tablet khusus

Minggu 14

Supositoria

3. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut:Dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar, OHP, White Board, Laptop dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. Bentuk kegiatan lain, yaitu diskusi dan pemberian tugas mandiri. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib, dilakukan sebanyak 3 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan diskusi kelompok. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut:

Dosen menyiapkan bahan diskusi yang diambil dari tugas yang diberikan dan yang telah diperiksa. Bentuk diskusi ini bagi mahasiswa akan mampu menganalisis bahan yang diberikan secara kelompok, bekerja sama dengan teman satu kelompok, aktif memberikan pendapat (saling memberi masukan) sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancar, merangkum pendapat-pendapat yang ada sehingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan. C. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman, ketrampilan, kreativitas, dan leadership. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah keahlian dan memerlukan latihan yang intensif, maka skor tertinggi diberikan untuk poin tugas-tugas. Di samping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa) 2. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek Penilaian Unsur Penilaian Pemahaman Tugas ketrampilan Ujian Mid Semester Ujian Akhir Kreativitas Keaktivan dalam diskusi Membuat resume Leadership Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Jumlah Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai A untuk ≥ 960 poin (>80%) Nilai B untuk 840 – 959 poin (70 – 80%) Nilai C untuk 720 – 839 poin (60 – 70%) Nilai D untuk 480 – 719 poin (40 – 60%) Kurang dari 480 dianggap Tidak Lengkap / Tidak Lulus Skor Maks 200 200 300 100 100 100 100 100 1200 Persentase 16,67 16,67 25,00 8,33 8,33 8,33 8,33 8,33 100

D. DAFTAR PUSTAKA Armstrong, N.A., and James, K.C., 1996, Pharmaceutical Experimental Design and Interpretation. Taylor and Francis, Bristol. Aulton,M.E., 1988, The Science of Dosageform Design, Churchil Livingstone, Edinburgh. Avis, K.E., Lachman, L, and Lieberbamn, H.A., 2000, Pharmaceutical Dosageform : Parenteral, Tablet, Disperse System, vol I, II, III, Marcel dekker Inc., New York. Banker, G.S. and Rhodes, C.T. 1996, Modern Pharmaceutics, 3 rd. Ed., MNarcel-Dekker Inc., New York. Gennaro A.R, 1995, Remington : :The Sience and Practice of Pharmacy, 19 th Ed., Mack Publ. Co., Pensylvania. Lachman, 1986, The Theory and Practice of Industrial Pharmacy, 2 nd, Ed., Lea & Febiger, Philadelphia.

memahami pengembangan dan penilaian obat. distribusi. Menjelaskan tentang arti farmakodinamik dan farmakokinetik c. keseimbangan air dan elektrolit. efek obat sistem saraf otonom dan neuromuskular. Metode Ceramah dan tanya jawab Fasilitas -WB -OHP -LCD Minggu 2 Cara kerja serta efek obat Ceramah -WB terhadap fungsi organ tubuh dan tanya -OHP . Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami konsep dasar kerja dan nasib obat dalam tubuh. farmakodinamik. Deskripsi singkat mata kuliah Matakuliah farmakologi dan toksikologi I berisi pokok-pokok bahasan konsep dasar farmakologi-toksikologi meliputi prinsip dasar kerja obat. Menjelaskan tentang obat-obat kardiovaskular e. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Minggu 1 Topik Dasar-dasar farmakologitoksikologi Lanjutan Substansi Proses absorpsi.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN FARMAKOLOGI DAN TOKSIKOLOGI I. dapat menilai penggunaan obat yang rasional. Menjelaskan tentang keseimbangan air dan elektrolit serta obat-obat diuretikantidiuretik B. FARMAKOLOGI DAN TOKSIKOLOGI I A. 3. kardiovaskular. dan ekskresi obat. Menjelaskan tentang obat-obat sistem saraf otonom dan neuromuskular d. 2. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. Menjelaskan tentang arti prinsip dasar kerja obat b. pengembangan dan penilaian obat. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. dan farmakokinetik. biotranformasi.

serta gangguan fungsi organ tubuh yang dipengaruhi oleh obat kolinergik. Ceramah -WB keamanan. Minggu 3 Lanjutan jawab -LCD Prinsip-prinsip terapeutika. Lanjutan Hubungan antara neurotransmiter dan kerja obat otonom. dan efikasi dan tanya -OHP pengobatan. dan obat ganglia otonom.secara umum. Cara kerja dan efek obat Ceramah -WB antihiperlipidemia serta dan tanya -OHP kegunaan dan cara jawab -LCD penggunaannya secara klinis Fungsi renin-angiotensin dalam Ceramah -WB tubuh. dan tanya -OHP jawab -LCD Ceramah -WB dan tanya -OHP jawab -LCD Minggu 4 Lanjutan Minggu 5 Minggu 6 Obat-obat Hubungan antara sistem saraf neurotransmiter dan otonom kerja obat otonom. serta jawab -LCD gangguan fungsi organ tubuh yang dipengaruhi oleh obat anti adrenergik. serta gangguan fungsi organ tubuh yang dipengaruhi oleh obat antikolinergik. dan tanya -OHP Minggu 8 Lanjutan Minggu 9 Obat-obat kardiovaskular Minggu 10 Lanjutan . jawab -LCD Prinsip-prinsip toksikologi dan Ceramah -WB penanganan keracunan. Hubungan antara Ceramah -WB neurotransmiter dan dan tanya -OHP kerja obat otonom. obat penghambat neuromuskular. Lanjutan Ceramah -WB dan tanya -OHP jawab -LCD Minggu 7 Hubungan antara Ceramah -WB neurotransmiter dan dan tanya -OHP kerja obat otonom. serta jawab -LCD gangguan fungsi organ tubuh yang dipengaruhi oleh obat adrenergik. dan obat ganglia otonom. obat penghambat neuromuskular.

jawab -LCD Cara kerja dan efek obat Ceramah -WB diuretik-antidiuretik serta dan tanya -OHP kegunaan dan penggunaan jawab -LCD secara klinis. . jawab -LCD Cara kerja dan efek obat payah Ceramah -WB jantung serta kegunaan dan dan tanya -OHP penggunaan secara klinis. Laptop dan LCD Projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. aktif mengemukakan pendapat sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancar. yaitu diskusi dan pemberian tugas mandiri. Minggu 12 Lanjutan Minggu 13 Lanjutan Minggu 14 Keseimbangan air dan elektrolit dan obat-obat diuretikantidiuretik 2. dilakukan sebanyak 3 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan diskusi kelompok. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. Whiteboard. merangkum pendapat-pendapat yang ada sehingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan. OHP. jawab -LCD Cara kerja dan efek obat Ceramah -WB antiaritmia serta kegunaan dan dan tanya -OHP penggunaan secara klinis. bekerja sama dengan teman satu kelompok. Metode diskusi ini bagi mahasiswa akan mampu menganalisis bahan yang diberikan secara kelompok. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Metode pembelajaran dilakukan dengan tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar.Cara kerja dan efek obat jawab antihipertensi serta kegunaan dan penggunaan secara klinis. Bentuk kegiatan lain. Minggu 11 Lanjutan -LCD Cara kerja dan efek obat Ceramah -WB antiangina serta kegunaan dan dan tanya -OHP penggunaan secara klinis. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut: dosen menyiapkan bahan diskusi yang diambil dari tugas yang diberikan dan yang telah diperiksa.

Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman.J.. London 5. Ed.. Ed. 2004... Basic Pharmacology in Medicine.33 100 GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN FARMAKOLOGI DAN TOKSIKOLOGI II .C. 11th. dan ujian akhir semester.B. L.. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan. ujian tengah semester. 4th.33 8.. McGraw Hill. 4th. 2005. Unsur Penilaian Tugas Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester Keaktifan dalam diskusi Membuat resume Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Skor Maksimal 200 200 300 100 100 100 100 100 1200 Persentase 16. 4.33 8.R. Ed. Medicinal Surv. Modern Pharmacology. 1990. Basic and Clinical Pharmacology. R. (Editor). McGraw-Hill. Ed.. 9th.A. New York. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa) 2.. Principles and Applications.67 16. J. B. 1994. Hasil pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran.B. (Editor). J. CRC Press.M. Laurence. Craig. keterampilan. New York 2.33 8. Goodman and Gilman’s The Pharmacological Basis of Theurapeutics.33 8. New York.67 25 8.. M.Inc. dan leadership. de Vries. kreativitas. Niesink. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek penilaian Pemahaman keterampilan Kreativitas Leadership Jumlah DAFTAR PUSTAKA 1. (Editor).... Philadelphia.. and Hollinger . Dipama.. Katzung. Toxicology.R. 3. Inc. Liyye Brown Co..Inc. C.

c. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. 3. autakoid dan antagonisnya. g. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. sistem pencernaan. obat-obat yang mempengaruhi darah. serta dapat menilai penggunaan obat yang rasional. obat-obat yang mempengaruhi darah. Lanjutan Metode Ceramah dan tanya jawab Fasilitas -WB -OHP -LCD Minggu 2 Cara kerja dan efek obat sistem Ceramah -WB saraf pusat meliputi dan tanya -OHP . Menjelaskan tentang autakoid dan antagonisnya.A. Menjelaskan tentang vitamin. e. b. anestetik lokal. 2. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Minggu 1 Topik Substansi Obat-obat Cara kerja dan efek obat sistem sistem saraf saraf pusat meliputi anestetik pusat umum. dan vitamin. dan obat hipnotik-sedatif serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. Menjelaskan tentang hormon dan antagonis. sistem pencernaan. f. hormon dan antagonis. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami konsep farmakologi-toksikologi meliputi obat-obat sistem saraf pusat. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. autakoid dan antagonisnya. Menjelaskan tentang obat-obat sistem pencernaan. d. Deskripsi singkat mata kuliah Matakuliah farmakologi dan toksikologi II berisi pokok-pokok bahasan konsep farmakologi-toksikologi meliputi obat-obat sistem saraf pusat. B. sistem respirasi. sistem respirasi. Menjelaskan tentang obat-obat sistem respirasi. hormon dan antagonis. dan vitamin. Menjelaskan tentang obat-obat yang mempengaruhi darah. Menjelaskan tentang obat-obat sistem saraf pusat.

antikonvulsi. hormon tiroid dan paratiroid dalam tubuh dan pengaruhnya terhadap fungsi organ tubuh.psikotropika. dan hepatoprotektor jawab -LCD serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. Hormon dan Fungsi hormon meliputi antagonisnya hormon adenohipofisis. Minggu 3 Lanjutan -LCD Cara kerja dan efek obat sistem Ceramah -WB saraf pusat meliputi analgetik dan tanya -OHP opioid. Obat-obat sistem pencernaan Cara kerja dan efek obat sistem Ceramah -WB pencernaan meliputi obat dan tanya -OHP digestiva dan obat antiulser jawab -LCD serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. Minggu 4 Autakoid dan Fungsi histamin dan serotonin Ceramah -WB antagonisnya dalam tubuh dan pengaruhnya dan tanya -OHP terhadap fungsi organ tubuh jawab -LCD serta kegunaan dan cara penggunaan antihistamin dan serotonin secara klinis. Ceramah -WB dan tanya -OHP jawab -LCD Ceramah -WB dan tanya -OHP jawab -LCD Minggu 5 Minggu 6 Lanjutan Minggu 7 Lanjutan Minggu 8 Obat-obat sistem respirasi Minggu 9 Cara kerja dan efek obat sistem respirasi meliputi antiasma dan antitusif. jawab -LCD dan antiinflamasi. serta kegunaan dan cara penggunaan antagonisnya secara klinis. dan jawab antiparkinson serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. analgetik-antipiretik. dan tanya -OHP kolagoga. . serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. Cara kerja dan efek obat sistem Ceramah -WB pencernaan meliputi antiemetik. Cara kerja dan efek obat sistem Ceramah -WB pencernaan meliputi antidiare dan tanya -OHP dan pencahar serta kegunaan jawab -LCD dan cara penggunaannya secara klinis.

Minggu 10

Lanjutan

Fungsi hormon meliputi Ceramah -WB hormon estrogen, progestin, dan tanya -OHP kontrasepsi oral, androgen, dan jawab -LCD antiandrogen dalam tubuh dan pengaruhnya terhadap fungsi organ tubuh, serta kegunaan dan cara penggunaan antagonisnya secara klinis. Fungsi hormon meliputi Ceramah -WB hormon insulin, glukagon, dan dan tanya -OHP oksitosin dalam tubuh dan jawab -LCD pengaruhnya terhadap fungsi organ tubuh, serta kegunaan dan cara penggunaan antagonisnya secara klinis. Fungsi hormon meliputi Ceramah -WB hormon kortikotropin dan dan tanya -OHP adrenokortikosteroid dalam jawab -LCD tubuh dan pengaruhnya terhadap fungsi organ tubuh, serta kegunaan dan cara penggunaan antagonisnya secara klinis.

Minggu 11

Lanjutan

Minggu 12

Lanjutan

Minggu 13

Obat-obat yang Cara kerja dan efek obat-obat Ceramah -WB mempengaruhi yang mempengaruhi darah dan tanya -OHP darah meliputi antianemia dan jawab -LCD hematopoietik serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. Vitamin Cara kerja dan efek vitamin Ceramah -WB yang larut dalam air dan dan tanya -OHP vitamin yang larut dalam lemak jawab -LCD serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis.

Minggu 14

2. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Metode pembelajaran dilakukan dengan tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar, OHP, Whiteboard, Laptop dan LCD Projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa.

Bentuk kegiatan lain, yaitu diskusi dan pemberian tugas mandiri. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib, dilakukan sebanyak 3 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan diskusi kelompok. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut: dosen menyiapkan bahan diskusi yang diambil dari tugas yang diberikan dan yang telah diperiksa. Metode diskusi ini bagi mahasiswa akan mampu menganalisis bahan yang diberikan secara kelompok, bekerja sama dengan teman satu kelompok, aktif mengemukakan pendapat sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancar, merangkum pendapat-pendapat yang ada sehingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan C. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Hasil pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman, keterampilan, kreativitas, dan leadership. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa) 2. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek penilaian Pemahaman keterampilan Kreativitas Leadership Jumlah D. DAFTAR PUSTAKA 1. Craig, C.R., (Editor), 1990, Modern Pharmacology, 4th. Ed., Liyye Brown Co., New York 2. Dipama, J.R., (Editor), 1994, Basic Pharmacology in Medicine, 4th. Ed., Medicinal Surv.Inc., Philadelphia. Unsur Penilaian Tugas Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester Keaktifan dalam diskusi Membuat resume Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Skor Maksimal 200 200 300 100 100 100 100 100 1200 Persentase 16,67 16,67 25 8,33 8,33 8,33 8,33 8,33 100

3. Laurence, L.B., (Editor), 2005, Goodman and Gilman’s The Pharmacological Basis of Theurapeutics, 11th. Ed., McGraw Hill, New York. 4. Katzung, B.B., 2004, Basic and Clinical Pharmacology, 9th. Ed., McGraw-Hill.Inc., London 5. Niesink, R.J.M., de Vries, J., and Hollinger , M.A., Toxicology, Principles and Applications, CRC Press. Inc., New York.

GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN
FARMAKOLOGI DAN TOKSIKOLOGI III

Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Minggu 1 Topik Obat-obat antiinfeksi Substansi Metode Fasilitas Pengertian. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Deskripsi singkat mata kuliah Matakuliah farmakologi dan toksikologi III berisi pokok-pokok bahasan konsep farmakologi-toksikologi desinfektan. b. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami konsep farmakologi-toksikologi meliputi meliputi obat-obat antiinfeksi. d. Menjelaskan tentang obat antiparasit. B. Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antibiotik golongan betalaktam tanya jawab -OHP serta kegunaan dan cara -LCD penggunaannya secara klinis. antiparasit. Menjelaskan tentang obat antikanker. 3. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. Menjelaskan tentang desinfektan. dan Minggu 2 Lanjutan Minggu 3 Lanjutan . dan desinfektan serta dapat menilai penggunaan obat yang rasional. antikanker. c. tanya jawab -OHP penyebaran. dan akibat yang -LCD ditimbulkan oleh penyakit infeksi serta prinsip pengobatan dengan kemoterapi. penyebab. antikanker. Menjelaskan tentang obat antiinfeksi. meliputi obat-obat antiinfeksi.A. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. 2. Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antibiotik golongan tanya jawab -OHP kloramfenikol serta kegunaan -LCD dan cara penggunaannya secara klinis. Ceramah dan -WB mekanisme terjadinya. antiparasit.

Minggu 4 Lanjutan Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antibiotik golongan tetrasiklin tanya jawab -OHP serta kegunaan dan cara -LCD penggunaannya secara klinis. Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antituberkulosis dan antilepra tanya jawab -OHP serta kegunaan dan cara -LCD penggunaannya secara klinis. Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antibiotik golongan tanya jawab -OHP sulfonamida dan antiinfeksi -LCD saluran kemih serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. Ceramah dan -WB tanya jawab -OHP -LCD Ceramah dan -WB tanya jawab -OHP -LCD Minggu 5 Lanjutan Minggu 6 Lanjutan Minggu 7 Lanjutan Minggu 8 Lanjutan Minggu 9 Obat-obat antiparasit Minggu 10 Lanjutan Minggu 11 Lanjutan Minggu 12 Lanjutan Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antiamuba serta kegunaan dan tanya jawab -OHP cara penggunaannya secara -LCD klinis. Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antivirus serta kegunaan dan tanya jawab -OHP cara penggunaannya secara -LCD klinis. Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antelmintik serta kegunaan dan tanya jawab -OHP cara penggunaannya secara -LCD klinis. Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antibiotik golongan tanya jawab -OHP aminoglikosida dan makrolida -LCD serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. Cara kerja dan efek obat antimalaria serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antikanker serta kegunaan dan tanya jawab -OHP Minggu 13 Antikanker . Cara kerja dan efek obat antijamur serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis.

Minggu 14 Desinfektan secara -LCD Cara kerja dan efek desinfektan Ceramah dan -WB organik. anorganik. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. dilakukan sebanyak 3 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan diskusi kelompok. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut: dosen menyiapkan bahan diskusi yang diambil dari tugas yang diberikan dan yang telah diperiksa. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan. 2. Metode diskusi ini bagi mahasiswa akan mampu menganalisis bahan yang diberikan secara kelompok. keterampilan. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa). dan ujian akhir semester. merangkum pendapat-pendapat yang ada sehingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan C. -LCD 2. Laptop dan LCD Projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. dan tanya jawab -OHP insektisida. Whiteboard. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Metode pembelajaran dilakukan dengan tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar.cara penggunaannya klinis. dan leadership. aktif mengemukakan pendapat sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancar. Hasil pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. ujian tengah semester. bekerja sama dengan teman satu kelompok. yaitu diskusi dan pemberian tugas mandiri. kreativitas. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek penilaian Unsur Penilaian Skor Maksimal Persentase . OHP. Bentuk kegiatan lain.

Ed. Inc.33 100 D.M. Dipama. C.. 2004.. McGraw-Hill.67 16. 4th. Medicinal Surv. 4.A.Inc. (Editor).. CRC Press. Ed... New York.B. GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN FARMAKOTERAPI A. de Vries.Pemahaman keterampilan Kreativitas Leadership Jumlah Tugas Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester Keaktifan dalam diskusi Membuat resume Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas 200 200 300 100 100 100 100 100 1200 16.. J.J. and Hollinger . L. Modern Pharmacology.33 8. Craig.Inc. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. New York 2. Goodman and Gilman’s The Pharmacological Basis of Theurapeutics.33 8. 11th. Deskripsi singkat mata kuliah Farmakoterapi .67 25 8. 3.R. 2005. Ed. Philadelphia...33 8. 9th. Katzung. McGraw Hill. Principles and Applications.. London Niesink...R. Toxicology. Liyye Brown Co. (Editor). New York. Basic Pharmacology in Medicine.. Laurence. R. M... Basic and Clinical Pharmacology. 4th. Ed..33 8.B. (Editor). 5. J. 1994. 1990. B. DAFTAR PUSTAKA 1.

Infeksi Saluran Kemih. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus infeksi saluran kemih k. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus tukak peptik b. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus Penyakit Paru Obstruksi Kronik d. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi pada kasus diabetes mellitus l. Infeksi Saluran Nafas. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus epilepsi i. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus asma e. Tujuan pembelajaran mata kuliah ini juga melatih ketrampilan mahasiswa menggunakan teknologi informasi (internet) untuk mengakses informasi mengenai perkembangan terapi terkini dan pengobatan berbasis bukti (evidence based medicines) pada kasus penyakit berbagai sistem organ. Epilepsi. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus skizoprenia h. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus infeksii saluran nafas j. Gagal Ginjal Akut. mual muntah. Penyakit Paru Obstruksi Kronik. 3. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi pada kasus glomerulonefritis . Diabetes mellitus. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus hipertensi f. melatih kerja sama dalam kelompok dan ketrampilan dalam melakukan presentasi serta mengemukakan pendapat dalam diskusi kelas. dan Glomerulonefritis. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus mual muntah c.Secara keseluruhan mata kuliah Farmakoterapi tentang penatalaksanaan terapi rasional pada berbagai kasus penyakit sistem organ antara lain : tukak peptik. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus jantung iskemik g. Asma. 2. Skizoprenia. hipertensi. Jantung Iskemik. Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada berbagai kasus penyakit sistem organ. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi pada kasus gagal ginjal akut m.

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1.Sistem penilaian Metode Pembelajar an Ceramah Fasilitas LCD viewer. whitebo ard LCD viewer. whitebo ard LCD viewer. Laptop. II Tukak peptik Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah tukak peptik III Mual muntah Tata laksana terapi rasional pada kasus mual Ceramah muntah IV Penyakit Paru Tata laksana terapi pada kasus Penyakit Ceramah Obstruksi Kronik Paru Obstruksi Kronik V Asma Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah asma VI Hipertensi Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah hipertensi VII Jantung iskemik Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah Jantung iskemik VIII Skizoprenia Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah skizoprenia IX Epilepsi Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah epilepsi . Laptop. whitebo ard LCD viewer. Laptop.B. Laptop. whitebo ard LCD viewer. whitebo ard LCD viewer. Jadwal Kegiatan Mingguan Mingg Topik/Pokok u keBahasan I Pengantar Substansi materi -Metode / teknik pembelajaran . whitebo ard LCD viewer. Laptop. Laptop. Laptop. whitebo ard LCD viewer. whitebo ard LCD viewer. Laptop.

sedangkan mahasiswa lainnya (audiens) sebagai penanya/penyanggah. Laptop. Laptop.X Infeksi nafas saluran Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah infeksi saluran nafas Laptop. Dosen pengampu memberikan kasus kepada kelompok penyaji yang sudah ditentukan. lembar jawab XI XII Infeksi saluran Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah kemih infeksi saluran kemih Diabetes mellitus Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah diabetes mellitus XIII Gagal Akut Ginjal Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah Gagal Ginjal Akut XIV Glomerulonefritis Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah Glomerulonefritis XV Ujian Semester Akhir Semua materi Ujian tertulis 2. kelompok II dan kelompok III sebagai kelompok penanya/penyanggah dan wakil kelompok IV sebagaii moderator. Laptop. Mahasiswa dibagi dalam 6 (enam) kelompok (sesuai dengan topik diskusi). whitebo ard LCD viewer. whitebo ard LCD viewer. kelompok II sebagai penyaji. Demikian seterusnya. . Kelompok I sebagai kelompok penyaji. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah dan Case Based Learning. whitebo ard LCD viewer. whitebo ard Soal ujian. whitebo ard LCD viewer. Kelompok penyaji wajib menyusun makalah sesuaii dengan kasus diskusi untuk diserahkan kepada dosen pengampu dan dibagikan kepada kelompok I dan II sebagai kelompok penanya/penyanggah. kelompok III dan IV sebagai penanya/penyanggah dan wakil kelompok V sebagai moderator. Laptop. Dengan model diskusi tersebut di atas diharapkan dapat memberikan kesempatan yang sama terhadap semua mahasiswa untuk terlibat dalam diskusi kelas.

. L. L.C. 7th Ed. New York Scwinghammer TL. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1...F. 2005.L. Gourley. Komponen evaluasi antara lain meliputi aktivitas diskusi (keaktifan bertanya. D. 2001.C. penyusunan makalah dan Ujian Akhir Semester. Appleton & Lange.. Ganong. Philadelphia McPhee. R. Stamford Dipiro. McGraw-Hill Companies. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. G. 3 rd ed.. Pharmacotherapy a Pathophysiological Approach. GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN BIOKIMIA A. S. 2002.. Wells. G. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama proses pembelajaran (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa).M. and Michael.T. Talbert. Appleton & Lange.R. Pharmacotherapy : A Pathophysiologic Approach. J. 2. Lippincot Williams and Wilkins. Yee. Penilaian (student assessment) Bobot Penilaian : Makalah Aktivitas diskusi Ujian Akhir Semester Konversi Nilai : * A jika nilai ≥ 75     65 ≤ B < 75 55 ≤ C < 65 45 ≤ D < 55 E < 45 : 20% : 30% : 50% D.. New York. W. 4rd ed.. DAFTAR PUSTAKA DiPiro.R (Eds).G.. Posey.. Lange. menjawab dan penguasaan materi)..D. Textbook of Therapeutics Drug and Disease Management. Pharmacotherapy Casebook : A Patient Focused Approach. J. Lingappa. E. The McGraw-Hill Companies Inc. (Eds). Matzke. Pathophysiology of disease: An introduction to Clinical Medicine...R. 2000. V. L. PERENCANAAN PEMBELAJARAN . 2002.T. A. 5th Ed. Stamford Herfindal.

asam amino dan protein. elektroforesis protein. asam nukleat. karbohidrat. reaksi oksidasi biologis. karbohidrat. protein dan penyakit-penyakit akibat gangguan metabolisme. mahasiswa mampu melakukan percobaan kualitatif-kuantitatif dan mengetahui reaksi-reaksi umum untuk identifikasi asam amino. reaksi oksidasi biologis. metabolisme karbohidrat. peranan asam lemak dan lipid dalam kehidupan. klasifikasi. bioenergetika. asam nukleat. analisis urin dan fungsi ginjal serta pemeriksaan kuantitatif untuk uji aktivitas enzim dan analisa darah 2. dan manfaat karbohidrat bagi kehidupan . asam amino. peran vitamin sebagai kofaktor serta memahami sifat dan fungsi enzim sebagai katalis. DNA dan RNA serta fungsi atau peranannya dalam kehidupan. protein. Menjelaskan konfigurasi molekul dan dapat menjelaskan sifat. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini diharapkan mahasiswa dapat memahami sifat-sifat biomolekul lipid. metabolisme lipid. enzim. RNA dan DNA Selain itu dibahas berbagai penyakit yang terjadi berkaitan dengan kelainan – kelainan yang terjadi serta contoh obat-obat yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit tersebut Praktikum biokimia berisi pokok-pokok bahasan pemeriksaan kualitatif berupa reaksi-reaksi umum untuk identifikasi lipid. enzim dan kinetika enzim.kimia. Mahasiswa mengetahui konsep dasar bionergetika. sifat-sifat fisika. metabolisme protein. lipid. lipid. metabolisme karbohidrat. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : Menjelaskan pengertian biomolekul dan hirarhi organisasi molekular sel Menjelaskan definisi.1. pemurnian potein. aktivitas enzim dan analisa darah. vitamin sebagai kofaktor. Dengan mengikuti praktikum. teknik pemurnian protein. lipid. asam amino dan protein. Deskripsi singkat mata kuliah biokimia Mata kuliah biokimia berisi pokok-pokok bahasan biomolekul dan hirarhi organisasi molekular sel. aktivitas antioksidan vitamin. 3. uji antioksidan vitamin. analisis urin dan fungsi ginjal. karbohidrat. karbohidrat. protein.

pembentukan senyawa keton dan kondisi klinis yang mendasarinya.- Menjelaskan struktur umum. faktor-faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas enzim - Menjelaskan pengertian kofaktor dan hubungan antara vitamin dengan kerja enzim Menjelaskan tentang hukum termodinamika. lipid dan protein. ikatan peptida dan menjelaskan perbedaan asam amino esensial-nonesensial. biosintesis asam amino dan protein serta hubungan antara metabolisme karbohidrat. energi bebas dan perubahan energi bebas. sifat asam amino. glikogenolisis dan glukoneogenesis serta gangguan klinis akibat gangguan metabolisme karbohidrat - Mengevaluasi jumlah energi yang dihasilkan atau diperlukan dalam tahap-tahap reaksi glikolisis. dan asam amino penyusun protein Menjelaskan penggolongan. Menjelaskan produk energi yang diperlukan bioproses. glikogenesis. gula pentosa. Melakukan percobaan dan menjelaskan reaksi–reaksi umum untuk identifikasi protein dan asam amino. sistem pengaturan aktivitas enzim. definisi glikolisis. Menjelaskan transformasi energi yang terjadi pada proses oksidasi asam lemak. siklus krebs dan glukoneogenesis. nukleotida dan asam nukleat serta menjelaskan fungsi asam nukleat dan senyawa penyusun DNA-RNA Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : Melakukan percobaan dan menjelaskan reaksi–reaksi umum untuk identifikasi lipid Melakukan percobaan dan menjelaskan reaksi–reaksi umum untuk identifikasi karbohidrat. Memahami sifat-sifat protein dan asam amino . proses oksidasi biologis dan aplikasinya dalam bioreaksi Menjelaskan perbedaan katabolisme dan anabolisme. dan dapat menjelaskan aktivitas kerja. Menjelaskan proses pencernaan karbohidrat. - Mendefinisikan basa nitrogen. nukleosida. sifat-sifat dan peranan protein dalam kehidupan Menjelaskan teknik-teknik pemurnian potein Menjelaskan nomenklatur. persamaan Michaelis-Menten. serta kelainan klinis akibat gangguan metabolisme lemak - Menjelaskan proses pencernaan protein dalam tubuh. pembentukkan amonia dan siklus urea. penggolongan.

penggolongan dan fungsi lipid Sifat. Jadwal kegiatan mingguan kuliah Pertemuan Minggu 1 Topik Pendahuluan dan biomolekul Substansi Perkembangan ilmu biokimia dan manfaatnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pengertian biomolekul. B. pemeriksaan kimia) dan mampu menjelaskan hasil analisis biokimia urin Melakukan percobaan analisa darah dan mampu menjelaskan hasil analisa biokimia darah serta fungsi dan komponen-komponen darah. a.- Menjelaskan hasil identifikasi asam amino. serta hirarhi organisasi molekular sel etode Fasilitas Ceramah -WB dan tanya -LCD jawab Minggu 2 Lipid Asam lemak Lipid penyusun utama membran Karbohidrat Karakteristik. lipid dan karbohidrat berdasarkan jenis uji yang dilakukan serta sifat bahan yang diuji Melakukan percobaan pemurnian protein dengan teknik elektroforesis Melakukan percobaan dan menjelaskan pengaruh suhu terhadap aktivitas enzim Melakukan percobaan dan menjelaskan pengaruh konsentrasi enzim terhadap aktivitas enzim Menjelaskan prinsip kerja dan kegunaan spektrofotometer. protein. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. makna absorbansi untuk penentuan aktivitas enzim serta faktor-faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas enzim - Melakukan percobaan dan mengetahui tentang proses oksidasi dan pengaruh zatzat antioksidan terhadap proses oksidasi Melakukan analisis biokimia urin (pemeriksaan fisik. susunan kimia dan penggolongan karbohidrat Asam amino peranan karbohidrat dan Peptida struktur umum dan sifat asamamino penggolongan asam amino Protein asam amino esensial-non esensial ikatan peptida Ceramah -WB dan tanya -LCD jawab Ceramah -WB dan tanya -LCD jawab Ceramah dan diskusi kelompok -WB -LCD Minggu 3 Minggu 4 Minggu 5 -WB Ceramah -LCD dan tanya .

glikogenolisis siklus krebs Metabolisme regulasi lipid masalah klinis Ceramah -WB dan tanya -LCD jawab Minggu 7 Minggu 8 Minggu 10 Ceramah -WB dan tanya -LCD jawab Minggu 11 Ceramah dan diskusi kelompok -WB -LCD Minggu 12 Metabolisme protein Ceramah pencernaan dan transpor lemak dan tanya oksidasi β dan sintesis asam jawab lemak badan keton -WB sintesis kolesterol Ceramah -LCD gangguan klinis dan tanya -WB -LCD .jawab Minggu 6 Teknik pemurnian enzim pengertian. sifat-sifat protein -WB struktur dasar protein Ceramah -LCD penggolongan dan fungsi dan tanya protein jawab Enzim dan -WB kinetika elektroforesis Ceramah -LCD enzim kromatografi dan imunokimia diskusi Lanjutan kelompok -WB enzim nomenklatur dan penggolongan -LCD Vitamin enzim Ceramah sebagai kinetika katalitik enzim dan tanya kofaktor persamaan Michaelis Menten jawab inhibisi enzim enzim alosterik vitamin sebagai mikronutrien organik esensial fungsi vitamin dalam reaksi biologis Minggu 9 Bioenerge-tika hukum termodinamika dan Pengantar energi bebas dan entalpi metabolisme macam-macam jalur reaksi regulasi metabolisme sel senyawa fosfat berenergi tinggi Lanjutan (ATP) metabolisme katabolisme Metabolisme anabolisme karbohidrat glikolisis Lanjutan tinjauan energi pada proses metabolisme glikolisis karbohidrat glukoneogenesis glikogenesis.

nukleotida asam nukleat DNA RNA metabolisme asam nukleat jawab -WB Ceramah -LCD dan tanya jawab 1. topik dan tugas dan tanya praktikum jawab penggunaan alat selama praktikum praktek reaksi-reaksi umum identifikasi lipid identifikasi kolesterol praktek Fasilitas -WB -OHP -lab Minggu 2 Percobaan Lipid Percobaan karbohidrat Minggu 3 Minggu 4 -Lab -Lab Percobaan reaksi-reaksi umum identifikasi praktek asam amino karbohidrat dan protein reaksi-reaksi umum identifikasi diskusi hasil asam amino dan protein presentasi praktikum kelompok lipid dan karbohidrat hasil percobaan identifikasi diskusi hasil lipid dan karbohidrat presentasi praktikum kelompok asam amino dan protein hasil percobaa identifikasi percobaan asam amino dan protein praktek antioksidan percobaan elektroforesis praktek pengaruh antioksidan dalam Minggu 5 -WB -OHP Minggu 6 -WB -OHP Minggu 7 Minggu 8 -lab -lab . Jadwal kegiatan mingguan praktikum Pertemuan Minggu 1 Topik Pendahuluan Substansi metode Pembagian kelompok Ceramah Aturan.b.Minggu 13 Minggu 14 pencernaan protein pembentukkan amonia Asam nukleat siklus urea dan kerusakkan genetik pada siklus metabolisme urea biosintesis asam amino – protein hubungan antar metabolisme nukleosida.

kreatinin urin. asam urat dan ureum dalam urin glikosuria Percobaan Praktek analisa darah hemolisis eritrosit hemoglobin Diskusi hasil Presentasi praktikum hasil percobaan analisa urin analisa urin dan darah dan darah -lab -lab -WB -OHP .reaksi oksidasi biologis Minggu 9 Minggu 10 Minggu 11 percobaan enzim I percobaan enzim II praktek pemurnian protein praktek pengaruh suhu aktivitas enzim terhadap -WB -OHP -lab -lab diskusi hasil presentasi praktikum kelompok enzim pengaruh konsentasi terhadap aktivitas enzim hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas enzim Minggu 12 percobaan analisa urin Minggu 13 Minggu 14 Praktikum urin normal Praktek Pemeriksaan badan keton.

Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: Dosen menerangkan dengan bantuan handout yang sudah dibagikan minimal 1 minggu sebelumnya. Monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan yang diperoleh dari kuisioner dan permintaan saran secara langsung ke mahasiswa 2. Selama proses menerangkan. White board. Skor tertinggi pada tingkat memahaman. menjelaskan di depan kelas Bentuk kegiatan praktikum : mahasiswa melakukan praktikum sesuai jadwal yang ditetapkan dalam kelompok mengunakan penuntun praktikum yang telah disediakan. Penilaian dilakukan pada setiap pertemuan. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi : Aspek penilaian Pemahaman kreativitas Leadership Unsur penilaian Makalah Ujian tengah semester Ujian akhir semester Keaktifan dalam diskusi Penyelusuran literature dalam pembuatan makalah Kedisiplinan dalam kuliah dan pengumpulan tugas Partisipasi di kelas Presentasi Aktivitas selama paktikum Skor maks 100 100 100 100 100 100 100 100 100 persentase 10 % 25 % 35 % 5% 5% 5% 5% 5% 5% Ketrampilan . ujian tengah semester dan ujian akhir semester. pertanyaan tersebut didiskusikan bersama kemudian baru ditarik kesimpulan Bentuk kegiatan lain: dosen memberi tugas pendek berkaitan dengan topik yang dibahas. C.2. Tugas berupa makalah dan dipresentasikan pada jadwal yang telah ditetapkan. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. kreativitas dan leadership. komputer dan LCD projector. kemudian kelompok yang ditunjuk atau bersedia. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. mahasiswa dipersilahkan untuk bertanya. didiskusikan dalam kelompok.

H. John Willey & Sons.C. Koolman J. ed 25. Lehninger A.Jumlah D. Atlas Berwarna dan Teks Biokimia. Principles of Biochemistry. 1996.. Biochemistry and Molecular Biology. Jakarta. Horton R. 2006. DAFTAR PUSTAKA 900 100 % 1. united States of America 2. Inc.R. Principles of Biochemistry.. Jakarta. EGC 3. 2001. et al. Pearson Education. and Elliot. Rohm H-K. New Delhi 4. 5. Murray K..L. Hipocrates . alih bahasa Septelia Inawati. 2003. Elliot W. New York. 2003. alih bahasa andri hartono.H. 4th ed. Tata Mc Graw Hill Co. D. Biokimia Harper. et al..

TLC. semi padat. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a) Menjelaskan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam analisis kuantitatif komponen aktif sediaan obat monokomponen dalam sediaan padat. baik sediaan monokomponen maupun multikomponen. fluorometri. RENCANA PEMBELAJARAN 1.dan steril dan analisis kosmetik dengan metode spektrofotometri. mampu memilih metode analisis yang sesuai dan mampu mengaplikasikan metode analisis kuantitatif yang dipilih itu untuk analisis sediaan obat. mampu memahami kelebihan dan kekurangan berbagai metode analisis kuantitatif. HPLC. dan steril. Deskripsi Singkat Mata Kuliah Membicarakan pokok bahasan masalah analisis kuantitatif komponen tunggal atau kompleks obat dalam sediaan padat. validasi metode analisis sesuai yang tercantum dalam farmakope. b) Menjelaskan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam analisis kuantitatif komponen aktif sediaan obat multikomponen dalam sediaan padat. 3. cair. serta kosmetika. GC. dan elektrokimia. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa dapat memahami permasalahanpermasalahan yang dihadapi dalam analisis kuantitatif komponen aktif sediaan obat. cair. 2. semi padat. dan kosmetik serta mampu melaksanakan uji validasi metode analisis. .GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN ANALISIS FARMASI A.

cair. B. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. cair. serta Minggu 2 Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB . Metode-metode analisis kuantitatif. semi padat. serta melaksanakan uji validasi metode analisis. h) Melaksanakan kosmetika i) Menjelaskan penilaian atas hasil analisis kuantitatif yang dilakukan j) Mampu memahami tujuan dan pengertian dari parameter-parameter uji validasi metode analisis. dan steril.semi padat. kelebihan dan kekurangannya. Jadwal Kegiatan Mingguan a). cair. dan steril. e) Menjelaskan teknik preparasi sampel untuk setiap bentuk sediaan f) Menjelaskan tahapan-tahapan analisis yang harus dilakukan pada setiap metode analisis yang akan diterapkan. serta kosmetika. Komponen aktif dan bahan pembantu dalam sediaan obat. dan steril. Substansi Metode Fasilitas Arti penting analisis kuantitatif Ceramah dan -WB komponen aktif sediaan obat tanya jawab -OHP dalam pengawasan mutu sediaan -LCD obat. dan pemisahan komponen aktif dari bahan pembantu sediaan obat. analisis kuantitatif komponen aktif sediaan obat multikomponen dalam sediaan padat. serta analisis kuantitatif komponen aktif sediaan obat monokomponen dalam sediaan padat. c) Menjelaskan kelebihan-kelebihan dan kekurangan-kekurangan metode-metode analisis kuantitatif. serta penerapannya dalam analisis komponen aktif dalam sediaaan obat. Kuliah Pertemuan Topik Minggu 1 Pendahuluan. semi padat. Metode-metode preparasi sampel/ pemisahan komponen aktif dari bahan pembantu yang digunakan dalam pembuatan sediaan obat. serta pemilihan metode analisis. d) Menjelaskan alasan-alasan yang menjadi dasar pemilihan metode analisis kuantitatif yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. g) Melaksanakan kosmetika.

cair dan steril secara KLTDensitometri Ujian Tengah Semester Minggu 4 Minggu 5 Minggu 6 Minggu 7 Minggu 8 Minggu 9 Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB obat multikomponen kuantitatif obat multikomponen tanya jawab -OHP dalam sediaan obat padat. Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB obat multikomponen kuantitatif obat multikomponen tanya jawab -OHP dalam sediaan obat padat. semi -LCD padat. semi -LCD padat. Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB obat multikomponen kuantitatif obat multikomponen tanya jawab -OHP dalam sediaan obat padat. tanya jawab -OHP spektrofluorometri dan KLT/KLT-LCD . semi -LCD padat. Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB obat multikomponen kuantitatif obat multikomponen tanya jawab -OHP dalam sediaan obat padat. cair dan steril secara spektrofluorometri.Pertemuan Topik obat monokomponen Substansi Metode Fasilitas -OHP -LCD kuantitatif obat monokomponen tanya jawab dalam sediaan obat padat dan semi padat secara spektrofotometri dan spektrofluorometri Minggu 3 Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB obat monokomponen kuantitatif obat monokomponen tanya jawab -OHP dalam sediaan obat cair dan steril -LCD spektrofotometri dan spektrofluorometri. cair dan steril secara elektrokimia. semi -LCD padat. cair dan steril secara KCKT Minggu 10 Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB obat multikomponen kuantitatif obat multikomponen tanya jawab -OHP dalam sediaan obat padat. cair dan steril secara KGC Minggu 11 Analisis Kosmetika Preparasi dan tahapan analisis zat Ceramah dan -WB warna secara Spektrofotometri. cair dan steril secara spektrofotometri. semi -LCD padat. Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB obat monokomponen kuantitatif obat monokomponen tanya jawab -OHP dalam sediaan obat padat. semi -LCD padat.

diskusi. dan Tugas. spektrof otometer Alat-alat gelas. spektrofotometri. dan analisis Hg dalam kosmetika secara AAS Metode Fasilitas Minggu 12 Validasi metode analisis Tujuan validasi metode analisis. potensio meter Alat-alat gelas. diskusi. Praktikum Pertemuan Topik Modul 1 Substansi Metode Fasilitas Alat-alat gelas. monokomponen secara praktikum. pre. dan Tugas. Potensiometri(elektrokimia) laporan praktikum. Parameter-parameter uji validasi Pelaksanaan uji validasi Ceramah dan -WB tanya jawab -OHP -LCD Diskusi -WB kelompok -OHP dan umpan -LCD balik Diskusi -WB kelompok -OHP dan umpan -LCD balik Minggu 13 Analisis kuantitatif sediaan Studi kasus obat padat multikomponen secara spektrofotometri/ spektrofluorometri /KLTDensitometri/KCKT/KGC Minggu 14 Analisis kuantitatif sediaan Studi kasus obat semi padat multikomponen secara spektrofotometri/ spektrofluorometri /KLTDensitometri/KCKT/KGC Minggu 15 Analisis kuantitatif sediaan Studi kasus obat cair multikomponen secara spektrofotometri/ spektrofluorometri /KLTDensitometri/KCKT/KGC Minggu 16 Ujian Akhir Semester Diskusi -WB kelompok -OHP dan umpan -LCD balik b). dan Tugas. diskusi. laporan praktikum Analisis komponen aktif Praktikum preparasi. laporan praktikum Modul 2 Modul 3 Modul 4 Analisis komponen aktif Praktikum preparasi. monokomponen secara praktikum. spektrofl uoromet er Analisis komponen aktif Praktikum preparasi. dan Tugas. analisis. spektrofluorometri. presediaan padat pembuatan laporan test.Alat-alat sediaan padat/semi padat pembuatan laporan test. Analisis komponen aktif Praktikum preparasi. diskusi. . analisis. gelas. presediaan padat/semi padat pembuatan laporan test. analisis.Pertemuan Topik Substansi Densitometri. presediaan padat/semi padat pembuatan laporan test. analisis. monokomponen secara praktikum.

laporan praktikum dan Tugas.Alat-alat sediaan padat/semi padat / pembuatan laporan test. diskusi. gelas. presediaan padat/semi padat/ pembuatan laporan test. praktikum. laporan praktikum Alat-alat gelas. gelas. dan Tugas. dan Tugas. analisis. analisis. secara KLT-Densitometri laporan praktikum Modul 7 Analisis komponen aktif Praktikum preparasi. praktikum. KGC secara KGC laporan praktikum Analisis zat warna dalam Praktikum preparasi.Alat-alat pembuatan laporan test. diskusi. cair/steril padat pembuatan laporan multikomponen secara spektrofluorometri. dan Tugas. predan test. pre. analisis. Modul 5 secara Substansi Metode praktikum. diskusi. gelas.Pertemuan Topik multikomponen spektrofotometri. spektrofl uoromet er Alat-alat gelas. KCKT secara KCKT laporan praktikum Analisis komponen aktif Praktikum preparasi. prekosmetika pembuatan laporan test. analisis. Spektrof ometer/T LC/TLC -Skener / Densito meter Modul 8 Modul 9 Modul 10 Analisis kosmetika Hg dalam Praktikum preparasi. TLCSkener/ Desnsio meter Analisis komponen aktif Praktikum preparasi sediaan padat / semi/ derivatisasi. cair/steril multikomponen praktikum. dan Tugas. praktikum. laporan praktikum Fasilitas spektrof otometer Alat-alat gelas. AAS laporan praktikum Hasil dan permasalahan yang Diskusi -WB ditemukan dalam analisis kelompok -OHP kuantitatif dan umpan -LCD balik Hasil dan permasalahan yang Diskusi -WB ditemukan dalam analisis kelompok -OHP kuantitatif dan umpan -LCD balik Modul 11 Presentasi hasil praktikum Modul 12 Presentasi hasil praktikum .Alat-alat sediaan/semi padat / pembuatan laporan test. analisis. cair/steril multikomponen praktikum. diskusi. Modul 6 Analisis komponen aktif Praktikum preparasi. pre. dan Tugas. analisis. diskusi. diskusi. cair/steril multikomponen praktikum. pre.

Komponen pemahaman dan keterampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan. dan leadership. dan kritik-saran dari mahasiswa). dalam sediaan obat dan kosmetika. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. d) Pemberian tugas mandiri dan diskusi. bekerja sama dengan teman satu jkelompo.2. kreativitas. dan ujian-akhir semester. ujian tengan semester. maka skor tertinggi diberikan untuk poin tugas-tugas. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. 2. baik monokomponen maupun multikomponen. Laptop dan LCD projector. Penilaian (Assesment) . PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. pre-test dan post-test praktikum. OHP. e) Tugas/praktikum analisis kuantitatif komponen aktif. menggunakan metode analisis yang sesuai berdasarkan hasil diskusi kelompok yang telah dilakukan. dilakukan sedikitnya satu kali. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan/praktikum (berupa kuesioner. dilanjutkan Tanya jawab antara mahasiswa dan dosen. Bentuk diskusi ini bagai mahasiswa akan mampu menganalisis bahan yang diberikan secara kelompok. keterampilan. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah keahlian dan memerlukan latihan/praktikum yang intensif. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut : Dosen menyiapkan bahan diskusi yang diambil dati tugas mandiri yang diberikan dan yang telah diperiksa. White Board. aktif memberikan mendapat (saling memberi masukan) sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancer. Metode Pembelajaran dan bentuk kegiatan c) Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut : Dosen menerangkan dengan alat Bantu buku ajar. dengan tujuan mempersiapkan diskusi kelompok. f) Pemaparan dan diskusi hasil percobaan dalam praktikum yang telah dilakukan C. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat dikukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. merangkum pendapat-pendapat yang ada seshingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan.

. Ed. Maryland. New York c) Horwitz. Vol. Washington.. DAFTAR PUSTAKA Skor Maks 200 200 300 100 100 100 100 100 1200 Presentase 16. A.W.J. Official Methods of Analysis. AOAC International.67 16. . 16th. 1995. W. San Diego.Aspek pemilaian meliputi : Aspek penilaian Unsur Penilaian Pemaham keterampilan Tugas mandiri Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester Kreativitas Kreativitas dalam diskusi Membuat resume Leadership Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Jumlah Hasil akhir ditentukan sebagai berikut : Nilai A untuk > 960 poin (> 80%) Nilai B untuk 840 -959 poin ( 70 – 80%) Nilai C untuk 720 – 839 poin (60 – 70%) Nilai D untuk 480 – 719 poin (40 – 60%) Kurang dari 480 dianggap tidak lengkap/tidak lulus. S. and Latimer.. Newburger’s Manual Cosmetic analysis.33 8.33 8. and Scypinski.33 100 a) Ahuja. Official Methods of Analysis. Chem.17 25.. AOAC Intern. Inc. d) Sanzel.. Of. 2001.. 1977. 2 nd..33 8. F. Academic Press. Handbook of Modern Pharmaceutical analysis.33 8. An. b) Cunnif... 3. G.. S. Ed. D. 2005.00 8.

Menjelaskan definisi. Hubungan kuantitatif struktur dan aktivitas biologis obat.Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: 1. sifat kimia fisika dengan aktivitas biologis obat. b. ruang lingkup. prinsip Ferguson dan model kerja obat. 2. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. distribusi dan ekskresi obat b. Hubungan struktur dengan proses absorbsi. Aspek stereokimia dan aktivitas biologis. Metabolisme obat dan senyawa organik asing lain. manfaat Kimia Medisinal bagi farmasis. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan prinsip-prinsip dasar hubungan struktur. Memahami proses interaksi obatreseptor dan metabolisme dengan aktivitas biologis obat. Teori-teori interaksi obatreseptor serta ikatan kimia yang terlibat.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN KIMIA MEDISINAL A. ekskresi obat. untuk digunakan sebagai dasar untuk menjelaskan hubungan struktur dengan aktivitas biologis suatu kelompok turunan obat dan rancangan obat. distribusi. Menjelaskan sifat interaksi obat-biopolimer secara nonspesifik dan spesifik . hubungan kelarutan dengan aktivitas biologis. a. Deskripsi singkat matakuliah Kimia Medisinal Matakuliah Kimia Medisinal menyajikan materi yang berisi arti. Modifikasi molekul dan rancangan obat yang rasional dan beberapa contoh obat: obat antiinfeksi (antibiotika dan sulfonamida). a. baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Proses interaksi obat-biopolimer. 3. Menjelaskan tujuan dan manfaat Kimia Medisinal bagi farmasis 2. Menjelaskan hubungan struktur dengan proses absorbsi. Hubungan sifat kimia fisika dengan aktivitas bilogis obat. sejarah dan ruang lingkup Kimia Medisinal serta hubungannya dengan bidang ilmu lain.

ion. bentuk konformasi. a. Menjelaskan parameter kimia fisika yang digunakan pada model HKSA dari Hansch. b. Menjelaskan ikatan-ikatan kimia yang terlibat pada interaksi obat reseptor (ikatan kovalen. dipol-dipol. Memberikan contoh-contoh modifikasi isosterik dan perubahan aktivitas biologis yang ditimbulkannya. pKa dan ionisasi terhadap aktivitas biologis obat. Menjelaskan hubungan struktur. induced-fit. Menjelaskan hubungan kuantitatif struktur dengan aktivitas biologis obat menurut model LFER Hansch. Menjelaskan teori interaksi obat reseptor yaitu teori klasik. c. Menjelaskan hubungan kelarutan dengan aktivitas obat anestesi sistemik menurut teori Overton-Meyer 4. c. diastereoisomer dan isomer optik terhadap aktivitas biologis obat dan memberikan contohnya. Menjelaskan keunggulan dan kelemahan HKSA model Hansch dibandingkan model Free-Wilson 7. Menjelaskan peran modifikasi isosterik dalam pengembangan obat. b. aktivitas Thermodinamik dengan Menjelaskan model kerja obat berstruktur tidak spesifik dan memberikan aktivitas obat anestesi sistemik dan antiseptik contohnya. kecepatan. . van der Waals. a. Menjelaskan hubungan kuantitatif struktur dengan aktivitas biologis obat menurut model Free-Wilson b. 3. Menjelaskan hubungan prinsip Ferguson. dengan menggunakan parameter tetapan lipofilik. Memberikan contoh-contoh aplikasi HKSA model Hansch e. a. 8. koefisien partisi dengan aktivitas antibakteri kelompok turunan n-alifatis alkohol. 6. a. gangguan makromolekul dan teori pendudukan-aktivasi. pendudukan. Menjelaskan hubungan struktur dan interaksi spesifik antara obat dengan enzim biotransformasi dan reseptor.c. b. elektronik dan sterik. dan hidrofob) dan peran ikatan tersebut terhadap aktivitas biologis obat. lemak dan asam nukleat d. Menjelaskan pengaruh perubahan pH. b. hidrogen. a. Menjelaskan pengaruh isomer cis-trans. a. n-alkil resorsinol dan ester p-aminobenzoat. d. 5. Menjelaskan hubungan struktur dengan interaksi nonspesifik antara obat dengan protein plasma.

atom C sistem C-N. serta memberikan contohnya. b. Menjelaskan pengaruh ikatan hidrogen terhadap sifat kimia fisika dan aktivitas biologis obat. c. ruang lingkup. f. a. potensial redoks dan aktivitas permukaan dengan aktivitas biologis obat dan memberikan contohnya. Menjelaskan modifikasi senyawa induk menjadi turunan-turunan yang lebih baik. Menjelaskan hubungan pembentukan khelat. 9. Menjelaskan perubahan metabolik akibat reaksi asetilasi dan metilasi dari gugus fungsi obat. sulfonamid B. yaitu gugus cincin aromatik. Ceramah dan dengan proses absorbsi. distribusi . tanya jawab tujuan dan manfaat Kimia Medisinal Hubungan struktur. C-O dan C-S. nitro dan azo d. serta gugus alkohol dan aldehida. glisin dan glutamin.b. Menjelaskan proses bioaktivasi. Ceramah dan hubungan dengan bidang ilmu lain. glutation dan asam merkapturat dari gugus fungsi obat. atom C-benzilik dan alilik. bioinaktivasi dan biotoksifikasi dalam metabolisme obat. Menjelaskan HSA senyawa kation aktif c. Jadwal Kegiatan Mingguan Topik Pengantar Medisinal Kimia Substansi Metode Fasilit as -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD Minggu ke1 Definisi. contoh penisilin. distribusi dan tanya jawab ekskresi obat 2 Hubungan struktur dengan proses absorbsi. gugus olefin. d. Menjelaskan perubahan metabolik akibat reaksi reduksi dari gugus-gugus fungsi aldehid dan karbonil. Menjelaskan senyawa induk atau penuntun b. sulfat. Menjelaskan perubahan metabolik akibat reaksi oksidasi dari gugus fungsi obat. sifat kimia fisika. a. atom Cα – karbonil dan imin. Menjelaskan perubahan metabolik akibat reaksi hidrolisis dari gugus-gugus fungsi ester dan amida e. Menjelaskan perubahan metabolik akibat reaksi konyugasi dengan asam glukuronat. 10.PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. atom C-alifatik dan alisiklik. sejarah.

lemak dan asam nukleat.Hubungan koefisien partisi tanya jawab dengan aktivitas anestesi sistemik .dan ekskresi obat 3 Interaksi biopolimer obatCeramah dan . aspek stereokimia dan aktivitas biologis obat Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas Biologis Obat (HKSA) Interaksi reseptor 10 Interaksi Reseptor 11 Sifat Kimia Fisika dan aktivitas biologis obat Sifat Kimia Fisika ObatObat- -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD 6 7 8 9 Hubungan ionisasi dan ikatan hidrogen dengan aktivitas biologis obat Hubungan pembentukan khelat. .Interaksi spesifik obat dengan enzim biotransformasi dan Ceramah dan tanya jawab reseptor . .Interaksi obat-biopolimer secara tanya jawab spesifik dan nonspesifik.Senyawa berstruktur tidak spesifik . .Hubungan kelarutan dengan aktivitas biologis senyawa homolog turunan n-alifatis alkohol.Prinsip Ferguson dan aktivitas Ceramah dan tanya jawab termodinamik .Modifikasi isosterik dan aktivitas tanya jawab biologis obat .Pengaruh isomer terhadap Ceramah dan aktivitas biologis obat tanya jawab Pendekatan HKSA Model de novo dari Free Wilson dan model LFER Ceramah dan dari Hansch tanya jawab Ikatan kimia yang terlibat pada interaksi obat-reseptor dan perannya Ceramah dan tanya jawab terhadap aktivitas bilogis obat Teori Interaksi Obat-reseptor Ceramah dan tanya jawab -WB -OHP -LCD 4 Hubungan struktur. n-alkil resorsinol dan Ceramah dan ester p-amino benzoat. . kelarutan dan aktivitas biologis obat 5 Prinsip Ferguson dan Model kerja Obat Hubungan struktur.Interaksi nonspesifik obat dengan protein plasma.Senyawa berstruktur spesifik Ceramah dan .

Perubahan metabolik obat akibat reaksi oksidasi. diedarkan kuesioner yang diisi oleh mahasiswa pada waktu kuliah. 2. 13 Topik Metabolisme. Minggu ke12.Modifikasi molekul dan tujuan rancangan obat rasional . asetilasi dan metilasi dari gugus-gugus fungsi obat dikaitkan dengan aktivitas Ceramah dan biologik dan rancangan obat. Evaluasi dilakukan dengan mengadakan Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS).Senyawa penuntun (lead compound) . Materi kuliah diberikan dnegan peralatan Power Point.dan aktivitas biologis obat potensial redoks dan aktivitas permukaan dnegan aktivitas biologis obat. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Bentuk kegiatan proses pembelajaran meliputi tatap muka dan tanya jawab/diskusi selama 100 menit.Reaksi konyugasi. Untuk memantau kinerja dosen pengampu. bioinaktivasi Ceramah dan dan biotoksikasi dalam tanya jawab metabolisme obat . Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: . reduksi dan hidrolisis dari gugus-gugus obat . tanya jawab . sebagai feed back untuk perbaikan perkuliahan di masa mendatang. OHP dan papan tulis. Modifikasi molekul dan rancangan obat rasional (SAR) . Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. yang terdiri dari pembahasan konsep-konsep materi kuliah dan tugas terstruktur.Proses bioaktivasi. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. C. aktivitas biologis dan rancangan obat Substansi Metode 14.Contoh: penisilin dan turunannya Sulfonamid dan turunannya Fasilit as -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD 2. Hasil kuesioner akan diberikan kepada dosen pengampu.

Principles of Medicinal Chemistry. Lippincott Foye W. How Drugs Act and Why. 5th ed. Vol. Introduction to Medicinal Chemistry. and Remers A..Surabaya Wollf M. New York.< 66 55 ..W. Airlangga University Siswandono. DAFTAR PUSTAKA Delgado J. 9th ed.Aspek Penilaian Pemahaman Unsur Penilaian Skor Tengah Semester (STS) Skor Akhir Semester (SAS) Jumlah Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai Huruf A B+ B C+ C D E Nilai Angka ≥ 80 75 . Soekardjo Press. I-IV. Airlangga University Press... 1991. 2000. Soekardjo B.. 2nd ed..1995-1997. John Wiley and Sons.. 2000.O.E.< 61 45 -< 55 < 45 Skor Maks 100 100 100 Persentase 40 60 100 D. Eds.N.Wiley-VCH. New York Siswandono.< 75 61 . Korolkovas A. 2002.John Wiley & Sons. Wilson and Gisvold’s Textbook of Organic Medicinal and Pharmaceutical Chemistry. Essential of Medicinal Chemistry... New York . Ed. Kimia Medisinal I. Lea and Febriger Gringauz A. 1988..< 80 66 .Surabaya B. Burger’s Medicinal Chemistry aand Drug Discovery .. Kimia Medisinal II. 5th ed.. 1997..

Mengaplikasikan penentuan pendosisan berdasar pada kondisi pasien. Memahami peranan Compounding dan Dispensing dalam praktek Apoteker b. penentuan dosis dan beyond-use date obat yang diberikan pada pasien. Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa memahami dan menguasai arti penting Compounding dan Dispensing dalam praktek Apoteker. 3. A. langkah-langkah compounding. dan adanya interaksi obat. Mampu menyelesaikan problema pembuatan sediaan-sediaan tertentu. Mengaplikasikan teknik-teknik penyelesaian permasalahan yang berhubungan dengan aspek admistratif.2.Step-step dalam proses compounding Substansi Materi 15 . farmasetis. . dan penyelesaian problema terapi obat berdasarkan aspek administrative. dan klinis dalam pemberian obat pada pasien. compounding. dan aspek-aspek khusus dalam praktek Compounding dan Dispensing. pendosisan obat pada kondisi khusus. Ceramah dan LCD viewer. dan klinis. d. penentuan beyond-use date. teknis compounding. 2. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a. pemberian obat rasional secara individual. farmasetis. Deskripsi singkat kuliah Compounding dan Dispensing Secara keseluruhan mata kuliah Compounding dan Dispensing berisi materi tentang praktek Apoteker yang menyangkut Compounding dan Dispensing. dispensing tanya jawab laptop. c. B. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1.Proses dalam dispensing whiteboard . Jadwal Kegiatan Mingguan Minggu Topik/Pokok keBahasan I Pendahuluan Praktek Farmasi Metode Fasilitas Pembelajaran Pengertian farmasi. medication error dan pengatasannya. Mengaplikasikan penentuan beyond-use date terhadap obat yang diberikan pada pasien. seperti skrining obat dan pengatasan permasalahan aspek administrative. farmasetis dan klinis. KULIAH PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. penyakit. Program Studi Apoteker GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN COMPOUNDING dan DISPENSING I. e.

Fungsi-fungsi farmasis: whiteboard fungsi professional. . sediaan cair. . dalam compounding diskusi laptop. fungsi administrasi.Berbagai bentuk intervensi whiteboard terapeutik Berbagai penyebab problem terapi dengan obat . . medication error whiteboard Berbagai tipe dan penyebab dispensing error .Teknik menimbang dan Ceramah dan LCD viewer. ditimbang whiteboard .Definisi medication error Ceramah dan LCD viewer.Tahapan dalam pengobatan Ceramah dan LCD viewer. dan dispensing whiteboard Cara-cara penentuan beyond-use date Aplikasi penentuan beyond-use date III Pengobatan Rasional IV Medication error dan dispensing error V Teknik-teknik Compounding VI Teknik-teknik Compounding VII Beyond-use Date .Farmasi sebagai profesi tanya jawab laptop.Pengertian resep dan peresepan rasional .Tahap kritis dalam dispensing .Perlurnya beyond-use date Ceramah dan LCD viewer.Review perhitungan dalam compunding Langkah-langkah compounding . dan semi padat . rasional tanya jawab laptop. fungsi teknik.Karakteristik suatu profesi Ceramah dam LCD viewer. whiteboard seperti serbuk.Cara compounding yang Ceramah dan LCD viewer. fungsi kemandirian .Membuat sediaan obat dengan stabilitas yang baik .Solusi masalah dispensing error . Berbagai macam tanya jawab laptop.II Fungsi Apoteker . berbagai sediaan obat. berat minimal boleh tanya jawab laptop. baik untuk pembuatan diskusi laptop.

permasalahan dalam praktek whiteboard Diskusi Compounding dan Ceramah dan LCD viewer. permasalahan dalam praktek whiteboard Diskusi Compounding dan Ceramah dan LCD viewer. Hasil Pembelajaran .Penggunaan wadah whiteboard . .Pendosisan untuk dewasa . . Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Pembelajaran dilakukan dengan ceramah/tatap muka dan diskusi/tanya jawab.VIII Pendosisan .Pencampuran bahan sukar Ceramah dan LCD viewer.Pengatasan kontaminasi Ceramah dan LCD viewer.Penyesuaian dosis karena diskusi laptop. Dispensing tentang berbagai diskusi laptop. mikroba diskusi laptop. Pengatasan problema whiteboard oksidasi Pengatasan problema pembuatan sediaan suspensi dan emulsi Diskusi Compounding dan Ceramah dan LCD viewer.Pendosisan untuk anak dan whiteboard remaja .Pendosisan untuk bayi diskusi laptop. . permasalahan dalam praktek whiteboard IX Pendosisan X Problema Compounding Sediaan Padat Problema Sediaan Cair XI XII Problema Compounding dan Dispensing Problema Compounding dan Dispensing Problema Compounding dan Dispensing XIII XIV 2.Pemberian etiket . C.Pendosisan geriatri Ceramah dan LCD viewer. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. .Aplikasi . interaksi obat whiteboard . diserbuk diskusi laptop.Cara-cara pendosisan Ceramah dan LCD viewer. Dispensing tentang berbagai diskusi laptop. Dispensing tentang berbagai diskusi laptop.

J.. J. S.. American Pharmaceutical Association. Boston.Talbert. Philadelphia. The Art. L.C. Selanjutnya.R.. Martin’s Physical Pharmacy and Pharmaceutical Science. Marcel Dekker Inc.C.M.2006. Vol.L. RL. 6th Edition.. J.C. and Technology of Pharmaceutical Compounding. L. D.2004.B. Yee. Applied Biopharmaceutics & Pharmacokinetics. Williams. peracikan obat sampai kepada : 20% : 80% . Matzke. 6th Edition. and Mordenti.. L. dan ujian akhir semester.. McGraw Hill. Rational Therapeutics A Clinical Pharmacologic Guide for Health Professional. tanya jawab....2004. USP Convention Inc. D. McGraw Hill.VII. G. Lippincot Williams & Wilkins.. D. A Practical Guide to Contemporary Pharmacy Practice. 2 nd Edition. 2nd Edition.E. Penilaian (student assessment) Bobot Penilaian : Kuis dan penugasan Ujian Akhir Semester Konversi Nilai : • A jika nilai ≥ 75 • 65 ≤ B < 75 • 55 ≤ C < 65 • 45 ≤ D < 55 • E < 45 D. Brater. Rockville. and Yu.C. DAFTAR PUSTAKA Allen Jr. DiPiro.. Anonim. Washington. 2. Thompson. USP/NF. 1990.G.A.T. P. P R A K T I K U M A. and Kearns. Shargel. Wells. Washington. 27th Ed. 5th Edition. Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach.Hasil pembelajaran diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran yang meliputi keaktifan dalam diskusi..Wu-pong.. B..J. New York. Ritschel W. Science. American Pharmaceutical Association.2005. R.2004.2002. untuk memantau kegiatan dosen pengampu diberikan kuesioner yang diisi oleh mahasiswa di akhir sesi kuliah untuk masing-masing dosen.L... PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. Posey. Sinko. Philadelphia. penugasan.2005. G. 5th Edition. Handbook of Basic Pharmacokinetics Including Clinical Applications.. Deskripsi singkat mata praktikum Compounding dan Dispensing Secara keseluruhan mata praktikum Compounding dan Dispensing berisi tentang kegiatan praktikum pelayanan resep yang mencakup skrining resep.V..C. New YorK II. Lippincot Williams & Wilkins. A.. G.

Mata praktikum ini juga dilengkapi dengan penjelasan alat-alat kesehatan. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. 2. mengaplikasikan praktik pelayanan resep yang mencakup problem administratif b. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa mampu mengaplikasikan praktik pelayanan resep di apotek atau rumah sakit.minikuis khasiat dan penggolongan obat . farmasetis serta problem klinis. mengenal dan memahami jenis dan fungsi berbagai macam alat kesehatan B.Tujuan Pembelajaran Khusus Setelah mengikuti mata praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu : a.praktikum pelayanan resep postes mencakup problem administratif dan farmasetis . farmasetis dan klinis . Jadwal Kegiatan Mingguan Minggu Topik/Pokok Metode Substansi Materi keBahasan Pembelajaran I Asistensi dan .Penjelasan umum materi Diskusi diskusi praktikum kelompok pendahuluan .diskusi resep II Praktik pelayanan resep 1 . Whiteboard dan Bahan obat dalam laboratorium III Praktik pelayanan resep 2 dan Bahan obat dalam laboratorium IV Praktik pelayanan resep 3 Praktik pelayanan Praktik postes Praktik postes dan Bahan obat dalam laboratorium dan Bahan dalam obat V .minikuis singkatan latin Praktik . Skrining resep mencakup problem administratif.praktikum pelayanan resep kompehensif . Laptop. membekali praktik pelayanan resep untuk menghadapi ujian kompetensi ISFI e. 3.praktikum pelayanan resep mencakup problem administratif. mengaplikasikan praktik pelayanan resep yang mencakup problem klinis d.minikuis (semua materi minikuis) Praktik postes Fasilitas LCD viewer.minikuis sinonim obat dan sediaan lazim obat . Mahasiswa juga diharapkan mengenali jenis dan fungsin berbagai macam alat kesehatan. mengaplikasikan praktik pelayanan resep yang mencakup problem farmasetis c. Tujuan pembelajaran mata praktikum ini juga melatih ketrampilan mahasiswa dalam meracik obat (to compound) dan membekali mahasiswa untuk mahir melakukan praktik pelayanan resep sesuai dengan standar kompetensi yang telah ditentukan oleh ikatan Sarjana Farmasi Indonesia.penyerahan obat kepada pasien.

pos skrining resep .pos peracikan obat . kelompok obat kontrasepsi. Analgetik) .pos peracikan obat .pos perhitungan dosis dan penimbangan . obat saluran pernafasan) diskusi resep yang dipraktikkan pada praktik 5 Praktikum pelayanan resep Praktik seperti model ujian kompetensi ISFI yang terdiri dari 4 pos .tes obat-obatan I (obat-obat Diskusi SSP. kelompok Antimikroba. . obat gastrointestinal.praktikum pelayanan resep kompehensif .tes obat-obatan II (obat Ujian tertulis antineoplastik.resep 4 VI Evaluasi praktik 1-4 .pos skrining resep . alat dispensing. simulasi dokter dan pasien XI Responsi Bahan alat obat. alat dispensing. simulasi dokter dan pasien IX Evaluasi praktik 5 LCD viewer. obat renal dan elektrolit) . Whiteboard VII Midterm Laboratorium VIII Praktik pelayanan resep 5 Bahan obat.pos penyerahan obat dengan konseling Ujian praktik seperti model Ujian praktik ujian kompetensi ISFI laboratorium LCD viewer.Tes obat-obatan III (obat Diskusi kardiovaskuler.diskusi resep dari praktik 14 . Whiteboard X Praktik pelayanan resep 6 Bahan obat.Ujian tertulis (mencakup penyelesaian 2 macam resep dan materi minikius keseluruhan) Praktikum pelayanan resep Praktik seperti model ujian kompetensi ISFI yang terdiri dari 4 pos .pos perhitungan dosis dan penimbangan . obat Hormonal.pos penyerahan obat dengan konseling . Laptop. Laptop. obat darah.

sphigmomanometer . dengan harapan ada perbaikan dalam pelaksanaan praktikum berikutnya. Masing-masing pos diberikan alokasi waktu 10 menit. Dengan mengkombinasikan model praktikum pelayanan resep dan model ujian kompetensi. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan : Pembelajaran untuk materi pelayanan resep dilakukan dengan praktik di laboratorium dengan soal yang berupa resep dengan riwayat penyakit dan pengobatan pasien oleh dosen yang bertugas. aktivitas diskusi (keaktifan bertanya. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama proses pembelajaran (berupa kuesioner dan kritik saran dari mahasiswa). Bentuk praktikum kompetensi dilakukan dengan mengadopsi prosedur kegiatan ujian kompetensi oleh ISFI. Praktikum ini dilakukan dengan model 4 pos yaitu pos I tentang skrining resep. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. dan pos IV tentang penyerahan obat dan konseling pasien.Diskripsi alat kesehatan Pengamatan . PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1.diskripsi obat-obat khusus (kontrasepsi. mahasiswa harus bisa menyelesaikan permasalahan resep sampai dengan konseling obatnya. Komponen evaluasi antara lain meliputi minikuis. midterm dan responsi. tablet lepas lambat dll) dispensing. tes obat-obatab. C. pos II tentang perhitungan dosis dan penimbangan. pos III tentang peracikan. simulasi dokter dan pasien Alat kesehatan dan obat khusus XIII Tes alat Evaluasi dengan pengamatan Ujian tertulis kesehatan dan penjelasan fungsi alat kesehatan Alat kesehatan dan obat khusus 2.XII Penjelasan alat kesehatan dan obat sediaan obat khusus . handihaler. tetes mata. 2. Dalam waktu 40 menit.diskripsi dan fungsi nebulizer. Mahasiswa diminta menyelesaikan soal resep dalam bentuk diversen dan sediaan obat. Sesi diskusi dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan praktikum sebelumnya. menjawab dan penguasaan materi). tes gula darah. Penilaian (student assessment) Bobot penilian : . diharapkan mahasiswa mampu dan memiliki bekal yang cukup untuk melakukan pelayanan resep di apotek dan rumah sakit. tetes telinga. inhaler. Selanjutnya dosen melakukan evaluasi berupa postes.

Clinical Clerkship Manual. USA Thopson.. Edisi IV. Jakarta Anonim. R..E. Pharmaceutical Care Practice. 1979. PC. 1995. . 1996. A Practical Guide to Contemporary Pharmacy Practice. Depkes RI. Yogyakarta.. Farmakope Indonesia. Washington. L.M..Morley..J. Farmakope Indonesia. Anonim. Mc Graw Hill.1995..2004. USA.. Ilmu Meracik Obat Teori dan Praktek. Cipolle. L. DAFTAR PUSTAKA : sebagai prasyarat mengikuti praktikum (70% : 30% : 10% : 10% : 15% : 25% : 10% Anief. Applied Therapeutics Inc.1998. J.Strand. M. Depkes RI.Minikuis benar) Praktik pelayanan resep dan Praktik kompetensi Diskusi Tes obat-obatan Midterm Responsi Ujian alat kesehatan Konversi Nilai : A jika nilai ≥ 75 65 ≤ B < 75 55 ≤ C < 65 45 ≤ D < 55 E < 45 D. Lippincot Williams & Wilkins.E. Edisi III. Gadjah Mada University Press. Jakarta Boh.

multipel sklerosis. pankreatitis. gout dan hiperurisemia. inkontinensia urin. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus acne vulgaris. osteoporosis. gangguan pola makan (eating disorders). kanker paru. b. lymphomas. infeksi tulang dan sendi. rhematoid arthritis. Penyakit Hubungan Seksual. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus venous thromboembolism c. ansietas dan gangguan tidur. acne vulgaris. Tujuan pembelajaran mata kuliah ini juga melatih ketrampilan mahasiswa menggunakan teknologi informasi (internet) untuk mengakses informasi mengenai perkembangan terapi terkini dan pengobatan berbasis bukti (evidence based medicines) pada kasus penyakit berbagai sistem organ. disfungsi ereksi. . venous thromboembolism. psoriasis. Deskripsi singkat mata kuliah Farmakoterapi Terapan Secara keseluruhan mata kuliah Farmakoterapi Terapan meliputi penatalaksanaan terapi rasional pada berbagai kasus penyakit sistem organ antara lain : gagal ginjal kronik. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus lymphomas. anemia dan Benign Prostatic Hyperplasia. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. 3. Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada berbagai kasus penyakit sistem organ. obesitas. 2.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN FARMAKOTERAPI TERAPAN A. melatih kerja sama dalam kelompok dan ketrampilan dalam melakukan presentasi serta mengemukakan pendapat dalam diskusi kelas. endometriosis. atopic dermatitis. alergi pada obat. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a. glaukoma.

Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus osteoporosis. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus obesitas. m. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus inkontinensia urin. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus anemia. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus multipel sklerosis. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus gangguan pola makan (eating disorders). menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus Penyakit Hubungan Seksual.Sistem penilaian Metode Fasilitas Pembelajar an Ceramah LCD viewer. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus pankreatitis. h. t. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus psoriasis. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus rhematoid arthritis. e. B. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus gout dan hiperurisemia. x. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus disfungsi ereksi. Laptop. j. s. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus osteomalasia. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus Benign Prostatic Hyperplasia. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus infeksi tulang dan sendi. w. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus glaukoma. f. y. k. menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus endometriosis. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus kanker paru.d. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus ansietas dan gangguan tidur. g. u. n. Jadwal Kegiatan Mingguan pada Semester Gasal Mingg u keI Topik/Pokok Bahasan Pengantar Substansi materi -Metode / teknik pembelajaran . r. menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus gagal ginjal kronik. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. l. whitebo . Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus alergi pada obat. o. i. v. q. p. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus atopic dermatitis.

Laptop. whitebo ard LCD viewer. Laptop. whitebo ard LCD viewer. Laptop. lembar jawab LCD viewer. Laptop. VI Rhematoid arthritis Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based Rhematoid arthritis Learning VII Atopic dermatitis Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based Atopic dermatitis Learning VIII Gout dan Tata laksana terapi rasional pada kasus Gout Case Based hiperurisemia dan hiperurisemia Learning Osteomalasia Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based osteomalasia Learning Inkontinensia urin Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based inkontinensia urin Learning IX X XI Glaukoma Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based Glaukoma Learning XII Anemia Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based Anemia Learning . whitebo ard Soal ujian. whitebo ard LCD viewer. whitebo ard LCD viewer. Laptop. whitebo ard LCD viewer. Laptop.II Acne Vulgaris Tata laksana terapi rasional pada kasus acne Case Based vulgaris Learning III Venous thromboembolism Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based venous thromboembolism Learning IV Lymphomas Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based lymphomas Learning V Ansietas dan Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based ansietas dan gangguan tidur Learning gangguan tidur ard LCD viewer. Laptop. Laptop. whitebo ard LCD viewer. whitebo ard LCD viewer.

Laptop. Laptop. lembar jawab XIV Ujian Semester Akhir Semua materi Ujian tertulis 2. Laptop. Laptop. whiteboard Case Based LCD Learning viewer.XIII Benign Prostatic Hyperplasia. whiteboard Case Based LCD Learning viewer. whitebo ard Soal ujian. Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based Benign Prostatic Hyperplasia Learning Laptop. whiteboard Case Based LCD Learning viewer. whiteboard II Gagal Ginjal Kronik Endometriosis III IV Penyakit Hubungan Seksual Kanker paru V VI Multipel sklerosis Gangguan pola makan (eating disorders) Alergi pada obat VII VIII . whiteboard Case Based LCD Learning viewer. Jadwal Kegiatan Mingguan pada Semester Genap Minggu Topik/Pokok ke Bahasan I Pengantar Substansi materi -Metode / teknik pembelajaran -Sistem penilaian Tata laksana terapi rasional pada kasus Gagal ginjal Kronik Tata laksana terapi rasional pada kasus endometriosis Tata laksana terapi rasional pada kasus Penyakit Hubungan Seksual Tata laksana terapi rasional pada kasus kanker paru Tata laksana terapi rasional pada kasus multipel sklerosis Tata laksana terapi rasional pada kasus gangguan pola makan (eating disorders) Tata laksana terapi rasional pada kasus alergi obat Metode Fasilitas pembelajaran Ceramah LCD viewer. whitebo ard LCD viewer. Laptop. whiteboard Case Based LCD Learning viewer. whiteboard Case Based LCD Learning viewer. Laptop. whiteboard Case Based LCD Learning viewer. Laptop. Laptop. Laptop.

kelompok II sebagai penyaji. kelompok III dan IV sebagai penanya/penyanggah dan wakil kelompok V sebagai moderator. Dosen pengampu memberikan kasus kepada kelompok penyaji yang sudah ditentukan. Kelompok I sebagai kelompok penyaji. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Pembelajaran dilakukan dengan metode Case Based Learning. whiteboard LCD viewer. lembar jawab 2. Laptop. Demikian seterusnya. whiteboard LCD viewer. Mahasiswa dibagi dalam 13 – 14 kelompok (sesuai dengan topik diskusi). whiteboard LCD viewer. Dosen pengampu membuat dan mengisi formulir / blangko penilaian diskusi pada saat pelaksanaan diskusi kelas. kelompok II dan kelompok III sebagai kelompok penanya/penyanggah dan wakil kelompok IV sebagaii moderator. Laptop. whiteboard LCD viewer. Kelompok penyaji wajib menyusun makalah sesuaii dengan kasus diskusi untuk diserahkan kepada dosen pengampu dan dibagikan kepada kelompok I dan II sebagai kelompok penanya/penyanggah. Laptop. Laptop. sedangkan mahasiswa lainnya ( audiens) sebagai penanya/penyanggah. whiteboard LCD viewer. Laptop. whiteboard Soal ujian. Dengan model .IX Psoriasis Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based psoriasis Learning Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based infeksi tulang dan sendi Learning Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based obesitas Learning Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based disfungsi ereksi Learning Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based pankreatitis Learning Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based osteoporosis Learning Semua materi Ujian tertulis X Infeksi tulang dan sendi Obesitas XI XII Disfungsi ereksi XIII Pankreatitis XIV Osteoporosis XV Ujian Akhir Semester LCD viewer. menjawab atau menyanggah serta penguasaan materi dari masing-masing mahasiswa secara individu. Laptop. Keaktifan mahasiswa dalam diskusi kelas dinilai berdasarkan keaktifan bertanya.

Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran.. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama proses pembelajaran (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa).. E. 2005. The McGraw-Hill Companies Inc. 2002.T. Gourley. Appleton & Lange. Pharmacotherapy a Pathophysiological Approach. S. Appleton & Lange.. New York . penyusunan makalah dan Ujian Akhir Semester.D. Pathophysiology of disease: An introduction to Clinical Medicine. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. New York Scwinghammer TL.F. Lingappa. R.diskusi tersebut di atas diharapkan dapat memberikan kesempatan yang sama terhadap semua mahasiswa untuk terlibat dalam diskusi kelas. 3 rd ed.C. 7th Ed..L... Talbert. Wells.. Textbook of Therapeutics Drug and Disease Management. menjawab dan penguasaan materi). Stamford Herfindal. G. J. 5th Ed. V.R.. (Eds). L. Philadelphia McPhee. Lange. Pharmacotherapy : A Pathophysiologic Approach. A.M. 2. Lippincot Williams and Wilkins. L. Posey. C. Yee... Ganong.T. McGraw-Hill Companies.R. 2002. DAFTAR PUSTAKA DiPiro. W.R (Eds). Matzke. Pharmacotherapy Casebook : A Patient Focused Approach. L. and Michael. Stamford Dipiro. Penilaian (student assessment) Bobot Penilaian : Makalah Aktivitas diskusi Ujian Akhir Semester Konversi Nilai :      A jika nilai ≥ 75 65 ≤ B < 75 55 ≤ C < 65 45 ≤ D < 55 E < 45 : 20% : 30% : 50% D. D.. G. J.. 2001. Komponen evaluasi antara lain meliputi aktivitas diskusi (keaktifan bertanya.. 4rd ed.G. 2000.

obat wajib apotek. pengelolaan obat-obat expired date (ED). perpajakan. pasien. pendistribusian. 2. yang dimulai dari pendirian apotek. administrasi. dan harga obat) . studi kelayakan. strategi pengembangan apotek serta memahami pengukuran dan evaluasi kinerja farmasi (Apotek) 3. manajemen keuanagan. c. obat wajib apotek. pengendalian apotek dari persediaan farmasi. pelayanan resep. SDM. jaminan mutu. sumber daya manusia. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. bebas terbatas dan generik serta pelayanan informasi obat dan konselling.pengelolaan sediaan farmasi. pengelolaan apotek dari SDM. dan obat bebas. strategi pengembangan apotek. dan pemusnahan Memahami pengelolaan obat-obat yang rusak dan ED. sediaan farmasi dari perencanaan. f. harga dan uang. Mengerti dan memahami peran penting manajemen pengelolaan apotek Memahami dan dapat mendirikan apotek berdasarkan peraturan yang ada serta dapat membuat studi kelayakan apotek Memahami pengelolaan sumber daya manusia. resep. narkotika dan psikotropik. Diskripsi singkat mata kuliah Manajemen Farmasi Mata kuliah manajemen Farmasi Komunitas ini mempelajari tentang pendirian apotek. manajemen keuangan. obat bebas. b. g. sediaan farmasi. jaminan mutu pelayanan farmasi. e. pembelian. penyimpanan. mengukur kinerja dan mengevaluasi kinerja farmasi. Memahami dalam penetapan harga obat di apotek dan perpajakan. Memahami pengendalian apotek (aset. narkotika dan psikotropik Memahami pelayanan resep. administrasi.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN MANAJEMEN FARMASI A. Tujuan pembelajaran Khusus Setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. Tujuan pembelajaran: Mahasiswa mengenal dan memahami konsep manajemen Apotek. studi kelayakan apotek. d.

Apotek sound system Ceramah. OHP. note p book. sound system Ceramah. tanya Whiteboard pengelolaan narkotika jawab dan kuis . LCD dan whiteboard Kuliah. note Penyimpanan book. Tanya jawab Fasilitas III Pengelolaan Apotek - IV Pengelolaan persediaan farmasi - V Pengelolaan resep dan obat-obat khusus - VI Pelayanan - OHP.h. Memahami tentang jaminan mutu pelayanan kefarmasian Memahami manajemen keuangan di apotek Memahami strategi pengembangan apotek Memahmi pengukuran dan evaluasi kinerja bisnis farmasi berdasar balanced scorecard. tanya Whiteboar Pengelolaan Sumber jawab dan kuis d. OHP. persyaratan APA Studi kelayakan apotek Metode Pembelajaran Kuliah. note psikotropika book. Apoteker. Daya Manusia LCD. elayanan obat wajib sound apotek system. k. Pembelian LCD. i. OHP. note Proses pendirian book. OHP. pengelolaan obat-obat sound rusak dan Expired date system pengelolaan resep Whiteboar P Ceramah Tanya jawab d. note Pengelolaan book. SIA. p . Apotek LCD. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. pengelolaan LCD. B. elayanan resep LCD. OHP. tanya Whiteboard Perencanaan jawab dan kuis . Jadwal Kegiatan Mingguan Mingg Pokok Bahasan u ke I Pendahuluan Substansi II Pendiriaan Apotek Pengertian Apotek. Tanya Whiteboar Persyaratan pendirian jawab d. administrasi apotek sound system Ceramah. Soundsyste m. j. APA.

OHP. bebas terbatas p elayanan obat generik p elayanan informasi obat dan konselling penetapan harga obat dengan resep penetapan harga obat tanpa resep jenis pajak dalam apotek Pengendalian sediaan farmasi Pengendalian harga Pengendalian uang Pengendalian pelayanan Pendahuluan analisis keuangan Neraca laba-rugi Break event point dan pay back periode Analisis keuangan (ROI. note book. sound system Whiteboar d. OHP. IRR. TOR) Nilai waktu uang untuk studi kelayakan (PP. MIRR) Standar pelayanan di Apotek Indicator pelayanan apotek Merancang Jaminan mutu pelayanan di apotek Pengertian manajemen strategi Strategi bisnis terfragmentasi Strategi level corporate. LCD. OHP. LCD. sound system VII Penetapan harga dan perpajakan - VIII Pengendalian Apotek - Ceramah Tanya jawab IX Manajemen keuangan - Studi kasus X Jaminan mutu pelayanan Apotek - Ceramah Tanya jawab Whiteboar d. OHP. sound system XI Strategi pengembangan Apotek - Ceramah Tanya jawab . bisnis dan fungsional Strategi pengembangan apotek Ceramah Tanya jawab Whiteboar d. net profit margin. note book.- elayanan obat bebas. note book. LCD. LCD. sound system Whiteboar d. LCD. note book. sound system Whiteboar d. NPV. OHP. ROA. note book.

kemudian dibuat makalah untuk semua topik diskusi (manajemen keuangan. LCD. serta studi kelayakan pendirian apotek). Keaktifan mahasiswa dalam diskusi kelas dinilai berdasarkan keaktifan bertanya. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. tanya jawab dan studi kasus dalam bentuk diskusi untuk merangsang mahasiswa belajar mandiri di rumah. Dosen pengampu membuat dan mengisi formulir/blangko penilaian diskusi pada setiap diskusi kelas. evaluasi dan pengukuran kinerja dengan balanced scorecard. Hal ini dilakukan mengingat jumlah mahasiswa yang cukup besar. note book. note book. menjawab dan menyanggah serta penguasaan materi dari masing-masing mahasiswa secara individu. sedangkan kelompok lainnya (mahasiswa lain) sebagai penanya/penyanggah. C. Hasil Pembelajaran . Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Pembelajaran dilakukan dengan ceramah tatap muka dikelas. sound system Lembar soal dan lembar jawaban Diskusi. Pada pelaksanana diskusi kelas dipilih masing-masing 2-3 kelompok penyaji. Dengan model diskusi tersebut diatas diharapkan dapat memberikan kesempatan yang sama terhadap semua mahasiswa untuk terlibat dalam diskusi kelas. sound system Whiteboard . LCD. Dalam studi kasus mahasiswa dibagi menjadi 4-5 kelompok. Kepada masing-masing kelompok diberi tugas penelusuran jurnal atau case study terhadap kasus yang ada. studi kasus XV Ujian akhir semester - Semua materi kuliah Ujian tertulis termasuk makalah studi kasus 2. OHP. OHP.XII dan XIII Mengukur kinerja dengan balanced Scorecard - XIV Presentasi studi kelayakan pendiriaan apotek - Pengertian balanced scorecard (BSC) Empat perspektif dalam balanced scorecard Mengukur kinerja dengan BSC Presentasi masingmasing kelompok Diskusi dengan studi kasus Whiteboar d.

1990.O. Surabaya Quick. Managing Drug Supply. Jakarta Anonim. DAFTAR PUSTAKA Anonim.. penyusunan makalah dan ujian akhir semester. 2. tentang obat wajib Apotek. Penilaian (student assessment) Aspek penilaian meliputi: Makalah Diskusi Ujian akhir TOTAL 15% 15% 70% 100% Penilaian berdasarkan standar yang sudah ditetapkan. DepKes RI.S. Ar-rahman. Shane.. J.W.< 65 D.. jika nilai 45 . Peraturan Menteri Kesehatan No 922/MenKes/per/X/1993.R.. tentang ketentuan dan tata cara pemberian ijin Apotek. yaitu: A.< 75 C jika nilai 55 . 2001.R. The McGraww-Hill Compony.. keputusan menteri kesehatan no 347/MenKes/SK/VII/1990. 2005. Solo .. Keputusan MenKes RI No 1027/MenKes/SK/IX/2004 tentang standar Pelayanan Farmasi di Apotek. 2002. Jakarta Anonim. Pharmacy Management Assentials for All Practice Setting.< 55 E jika nilai < 45 D. 1993. P.Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi yang dilakukan yang meliputi: aktivitas diskusi (keaktifan bertanya. Depkes RI. R. Z. O’Connor. USA Umar. J. Keputusan Kesehatan RI No 1332/MenKes/SK/X/2002 tentang perubahan atas perubahan atas peraturan MenKes RI tentang ketentuan dan tata cara pemberian ijin Apotek. David. 1997. Airlangga University Press. 2004. Rankin. second edition. P. Manajemen Apotek Praktis. Jakarta Dessele. Kumarin Press. menjawab dan penguasaan materi). West Harford. jika nilai >= 75 B.D. DepKes RI. jika nilai 65 .. USA Seto. Jakarta Anonim. 2005.. DepKes RI. Manajemen Apoteker. Laing. M.

Apoteker praktek. Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa memahami dan mampu membedakan praktek kefarmasian dengan pardigma lama dengan paradigma baru. dan pemasaran pelayanan kefarmasian. kompetensi Apoteker praktek. kunci kebutuhan pasien akan terapi obat. peraturan tentang pelayanan kefarmasian baik di Indonesia maupun di negara lain. definisi dan ruang lingkup. Langkah-langkah menerapkan pelayanan kefarmasian. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. melakukan langkah-langkah praktek pelayanan kefarmasian. kasus-kasus klinis dengan cara pengatasanny secara sistematik.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN PELAYANAN KEFARMASIAN (PHARMACEUTICAL CARE) A. menggunakan kategori problema terapi obat untuk diaplikasikan dalam menjelaskan peraturan yang berhubungan dengan praktek pelayanan kefarmasian. menjelaskan kendala dan pemasaran pelayanan kefarmasian. kategori problema terapi obat dan penyebabnya. . 2. menjelaskan kompetensi praktek. kendala-kendala praktek. metode-metode pengatasan problema terapi obat secara sistematik. Deskripsi singkat kuliah Pelayanan Kefarmasian Secara keseluruhan mata kuliah Pelayanan Kefarmasian berisi materi tentang praktek Apoteker dengan paradigma baru. mengaplikasikan penggunaan obat yang rasional.

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Jadwal Kegiatan Mingguan Mingg u keI Topik/Pokok Bahasan Pendahulauan 1. Lima kunci kebutuhan pasien akan Ceramah obat dan diskusi 2. Menguraikan problema terapi obat dan penyebabnya. 4. Laptop. 2. b. OHP Kompetensi Apoteker Ceramah LCD Peningkatan kompetensi dan diskusi viewer. 2. Menguraikan kendala dan cara promosi pelayanan kefarmasian. f. kefarmasian (siklus terapi obat) whitebo Standar Pelayanan Kefarmasian ard LCD viewer. 4. Mengaplikasikan langkah-langkah praktek Apoteker dengan paradigma baru. Definisi dan ruang lingkup Laptop. paradigma baru sound system. Kategori problema terapi obat Ceramah 2. Mejelaskan perbedaan praktek Apoteker dengan paradigma lama dan paradigma baru. Metode Fasilitas Pembelajar an Pelayanan kefarmasian dalam Ceramah LCD praktek Apoteker dan diskusi viewer. Menguraikan kompetensi Apoteker praktek. d. g. Mampu menggunakan cara-cara sistematik dalam pengatasan problema terapi obat. e. 3. whitebo ard LCD viewer. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a. B. mengatasi. Berbagai penyebab terjadinya dan diskusi problema terapi obat IV Penggunaan Obat Rasional . Laptop. Kompetensi dalam pelayanan Laptop. Mengaplikasikan kategori problema terapi obat dalam mengidentifikasi.3. Informasi yang diperlukan dalam penggunaan obat secara rasional 1. 3. III 1. whitebo ard Substansi materi II Kompetensi Apoteker Praktek dan Standar Pelyanan Penggunaan Obat Rasional 1. dan mencegah problema terapi obat. c. Pelayanan komprehensif whitebo Perbedan paradigma lama dan ard.

V

Pendekatan Penyelesaian Problema terapi obat Kasus dengan Pendekatan SOAP Kasus dengan Pendektan SOAP (lanjutan) Kasus dengan pendekatan 5 kunci kebutuhan pasien akan terapi obat Kasus dengan Pendekatan PWDT

1. Tahap-tahap penyelesaian problema Ceramah terapi obat dan diskusi 2. Pendekatan 5 kunci kebutuhan pasien akan terapi obat 3. Pendekatan SOAP/FARM 1. Contoh kasus pasien dengan Ceramah problema terapi obat dan diskusi 2. Penyelesaian tahap demi tahap terhadap problema terapi obat 1. Beberapa contoh kasus lainnya Ceramah dengan pendekatan penyelesaian dan diskusi metode SOAP 1. Presentasi kasus Ceramah 2. Langkah-langkah penyelesaian dan diskusi dengan metode 5 kunci kebutuhan pasien akan terapi obat 1. Pendekatan PWDT 2. Presentasi kasus 3. Langkah-langkah problema Ceramah dan diskusi penyelesaian

LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer,

VI

VII

VIII

IX

X

Kendala-kendala Praktek Pelayanan Kefarmasian Kendala-kendala Praktek Pelayanan Kefarmasian (lanjutan) Pemasaran Pelayanan Kefarmasian Pemasaran Pelayanan Kefarmasian (lanjutan) Pemasaran Pelayanan

1. Perubahan perilaku 2. Komitmen untuk berubah 3. Kekurangan dalam ketrampilan 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. Hambatan sistem Hambatan sumber daya Hambatan intra-profesional Hambatan edukasi Priinsip-prinsip pemasaran Identifikasi pelanggan Penentuan pelayanan

Ceramah dan diskusi

XI

Ceramah dan diskusi

XII

Ceramah dan diskusi

XIII

1. Siklus pemasaran 2. Target pemasaran

Ceramah dan diskusi

XIV

3. Metode-metode pemasaran 4. Keberhasilan pemasaran

Ceramah dan diskusi

Kefarmasian (lanjutan)

Laptop, whitebo ard

2. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Pembelajaran dilakukan dengan ceramah/tatap muka dan diskusi/tanya jawab.

C. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran yang meliputi keaktifan dalam diskusi, tanya jawab, penugasan, dan ujian akhir semester. Selanjutnya, untuk memantau kegiatan dosen pengampu diberikan kuesioner yang diisi oleh mahasiswa di akhir sesi kuliah untuk masing-masing dosen. 2. Penilaian (student assessment) Bobot Penilaian : Kuis dan penugasan Ujian Akhir Semester Konversi Nilai :       D. DAFTAR PUSTAKA 1. Rovers, J.P., Currie, J.D., Hagel, H.P., McDonough, R.P., Sobotka, J.L., 2003, A Practical Guide to Pharmaceutical Care, 2nd Eddition, AphA, Washington, D.C. 2. Cipolle, R.J., Strand, L.M., and Morley, P.C., 1998, Pharmaceutical Care Practice, McGraw Hill, New york. 3. Tindall, W.N., and Millonig, M.K., 2003, Pharmaceutical Care: Insight from Community Pharmacists, CRC Press, Boca Raton. A jika nilai ≥ 75 65 ≤ B < 75 55 ≤ C < 65 45 ≤ D < 55 E < 45 : 20% : 80%

4. Tietze, K.J., 2004, Clinical Skill for Pharmacists A patient-Focused Approach, 2nd Edition, Mosby, St. Louis. 5. Ritschel W.A. and Kearns, G.L., 2004, Handbook of Basic Pharmacokinetics ... Including Clinical Applications, 6th Edition, American Pharmaceutical Association, Washington, D.C. 6. Williams, R.L., Brater, D.C., and Mordenti, J., 1990, Rational Therapeutics A Clinical Pharmacologic Guide for Health Professional, Marcel Dekker Inc, New York. 7. DiPiro, J.T., et al., 2005, Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach, 6th Edition, McGraw Hill, New York.