GBRP

(GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN) FAKULTAS FARMASI
1. S1 Program Studi Farmasi

GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN
BOTANI FARMASI (Morfologi, Anatomi, Fisiologi Tumbuhan) A. RENCANA PEMBELAJARAN 1. Deskripsi Singkat Mata Kuliah Botani Farmasi Mata kuliah Botani Farmasi berisi pokok bahasan tentang morfologi tumbuhan, struktur anatomi dan proses fisiologi yang terjadi dalam sel tumbuhan. Pada mata kuliah ini juga dibahas klassifikasi tumbuhan tingkat tinggi, karakter, karakteristik tumbuhan, bentuk morfologi organ vegetatif dan organ generatif tumbuhan, perkembangan tumbuhan dari embrio hingga dewasa, struktur sel tumbuhan, klassifikasi jaringan tumbuhan, metabolisme tumbuhan dan peranan enzim, fotosintesis, reaksi fotoisis, fiksasi CO2, respirasi, glikolisis, siklus Kreb’s, senyawa kimia yang dihasilkan tumbuhan. 2. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari mata kuliah ini diharapkan mahasiswa dapat mengenal dan memahami tumbuhan yang meliputi : terminology morfologi, karakter dan karakteristik tumbuhan, klassifikasi tumbuhan tingkat tinggi (Spermatophyta) dengan contoh spesies yang berkhasiat sebagai tumbuhan obat, bentuk dan type akar, batang, daun, bentuk dan type bunga, buah dan biji. Selain itu mahasiswa dapat memahami struktur bagian dalam dari tumbuhan, bentuk sel, organel dan zat ergastik beserta fungsinya, proses kimia yang terjadi dalam sel, enzim-enzim yang membantu reaksi kimia dalam sel tumbuhan, fotosintesis reaksi umum, mekanisme masuknya energi cahaya kedalam sel tumbuhan, fiksasi CO2 dan metabolisme karbohidrat, respirasi, reaksi umum, pemecahan substrat respirasi menjadi asam piruvat, siklus Kreb’s, senyawa kimia (metabolit sekunder) yang dihasilkan tumbuhan. 3. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a. Menjelaskan terminology morfologi, karater dan karekteristik tumbuhan, klassifikasi tumbuhan tingkat tinggi.
15

b. Menjelaskan tentang struktur sel tumbuhan meliputi struktur dan fungsi dinding sel, protoplasma, inti sel, protoplasma, inti sel, sitoplasma dan organel yang tersuspensi didalamnya, serta zat ergastik. c. Menjelaskan macam dan fungsi jaringan tumbuhan, jaringan dermal (kulit; epidermis dan periderm), fundamental (dasar ; parenkim, kollenkim dan sklerenkim) dan vascular (pembuluh ; xylem dan floem). Struktur dan fungsi stomata, trikom, parenkim, kollenkim dan sklerenkim, struktur dan fungsi xylem dan floem. d. Menjelaskan proses metabolisme yang tejadi dalam seltumbuhan, macam dan peran enzim. e. Menjelaskan reaksi fotosintesa, mekanisme masuknya energi cahaya mata hari kedalam sel tumbuhan, penambatan CO2 dalam sel dan metabolisme karbohidrat. f. Menjelaskan reaksi respirasi, substrat respirasi, glikolisis, pemecahan karbohidrat menjadi asam piruvat, siklus Kreb’s. g. Menjelaskan senyawa kimia (metabolit sekunder) yang dihasilkan tumbuhan . B. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Topik Minggu 1 Pendahuluan, pengertian dan ruang lingkup morfologi, anatomi dan fisiologi tumbuhan Minggu 2 Terminologi morfologi Minggu 3 Substansi Metode Fasilitas Peran tumbuhan bagi Ceramah dan WB,LCD kehidupan, dan lingkungan Tanya jawab

Minggu 4 Minggu 5 Minggu 6

Minggu 7

Karater dan karekteristik tumbuhan berdasarkan habit dan morfologi serta kegunaan Organ Tipe organ vegetatif; akar, tumbuhan batang, daun dan organ tingkat tinggi generatif ; bunga buah dan biji Sistim Tumbuhan tallophyta, klassifikasi Tracheophyta, Klassifikasi, tumbuhan identifikasi Lanjutan Deskripsi,,nomenklatur, Tumbuhan thallophyta dan tracheophyta Perkembangan Pembentukan embrio, tumbuhan dari differensiasi jaringan embrio hingga tumbuhan dewasa Struktur sel Struktur dinding sel, tumbuhan dinding primer, dinding sekunder, lamel tengah

Ceramah dan WB, LCD Tanya jawab WB,LCD

Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab

Minggu 8 Minggu 9 Minggu 10 Minggu 11

lanjutan

Minggu 12 Minggu 13 Minggu 14 2.

Protoplasma, struktur dan fungsi inti sel, sitoplasma, organel dan zat ergastik Klassifikasi Jaringan meristematis, jaringan permanent, jaringan dermal, tumbuhan fundamental, vaskular Metabolisme Proses anabolisme, sel dan peranan katabolisme, peranan enzim enzim, sifat enzim Fotosinteis Reaksi umum fotosintesis, peranan klorofil dan cahaya, mekanisme masuknya energi dari cahaya matahari ke dalam se tumbuhan. lanjutan Reaksi fotolisis, mecahan molekul air, penambatan CO2, metabolisme karbohidran. Respirasi Reaksi umum respirasi, substrat respirasi dan penguraiannya, glikolisis, siklus Kreb’s Senyawa kimia Senyawa metabolit primer yang dihasilkan dan metabolit sekunder tumbuhan

Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab

Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab Ceramah dan WB,LCD Tanya jawab

Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Bentuk kegiatan adalah tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut : Dosen menerangkan dengan alat Bantu buku ajar, WB, Laptop dan LCD projector yang dilanjutkan diskusi dan Tanya jawab antara Dosen dan mahasiswa. Bentuk kegiatan lain adalah pemberian tugas mandiri wajib membuat summary dari suatu topic yang di cari dari bahan bacaan dari internet, kemudian dipresentasikan di depan local. Bentuk diskusi ini ditujukan agar mahasiswa mapu menganalisis bahan yang diberikan, dan aktif memberikan pendapat, saling memberi masukan sesuai dengan pokok bahasan, sehingga diskusi berjalan lancar dan mahasiswa tidak hanya menerima bahan kuliah dari Dosen, tetapi berperan aktif dan mampu merangkum pendapat yang ada sehingga pemahaman terhadap suatu pokok bahasan menjadi mendalam. Untuk lebih memantapkan pengetahuan mahasiswa tentang tumbuhan, kuliah tatap muka juga dilengkapi dengan kegiatan praktikum di laboratorium dengan beberapa objek praktikum meliputi pengenalan tumbuhan secara morfologi dan anatomi.

3.

RENCANA EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur berdasarkan evaluasi dari kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Komponen evaluasi meliputi : pemahaman, keterampilan, kreativitas, dan leardership seorang mahasiswa

5 15 15 25 7. 3. ujian tengah semester.65 Nilai C untuk 50 .5 7. Hasil akhir ditentukan sebagai berikut : Nilai A+ untuk 90 .5 7. Ujian raktikum. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah keahlian dan memerlukan latihan yang intensif.75 Nilai B. Aspek Penilaian Unsus penilaian Pemahaman Tugas keterampilan Ujian Tengah semester. 2. trikom 8 Jaringan parenkim 9 Jaringan kollenkim 10 Jaringan sklerenkim.Komponen pemahaman dan keterampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan pada setiap pokok bahasan. stomata. kritik.5 7. sklereid dan fiber 11 Organ tanaman monokotil dan dikotil .5 2. ujian akhir semester dan ujian praktikum.5 7.85 Nilai B+ untuk 75 -80 Nilai B untuk 70 . Monitoring dan umpan balik dari mahasiswa selama kuliah dilakukan melalui pengisian kuisioner. pati dan kristal 7 Jaringan epidermis. saran dan harapan dari mahasiswa. maka skor tertinggi diberikan untuk point tugas.70 Nilai C+ untuk 60 . Ujian semester Kreativitas Keaktifan dalam diskusi Membuat resume Leadership Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Jumlah skor Skor maks Persentase 7.untuk 80 .55 Kurang dari 50 dianggap tidak lengkap/tidak lulus Objek Praktikum Morfologi Anatomi Fisiologi Tumbuhan (Botani) Farmasi Minggu Topik Praktikum 1 Pengenalan tumbuhan berdasarkan habitus dan kegunaan 2 Melakukan deskripsi tumbuhan berdasarkan karakter dan karakter state 3 Pengenalan koleksi dan pembuatan herbarium 4 Pengenalan Sel tumbuhan 5 Kloroplas. pendapat.untuk 65 .100 Nilai A untuk 85 -90 Nilai A. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi No 1. kromoplas dan leukoplas 6 Zat ergastik.

o. W-3. S. R. Elliot. Cutler. Wajib W-1. D. W. 1989 Plants physiology. L.C. C. Barbour.. 1985.. Grove. Botany. Anjuran A-1. 1978. Aplied Plant Anatomy. Plant Classification.. Rost.. Bidwell. New York. Backer. McGraw-Hill Book Company. Univ California. New York. Ross. Hill. Longman.. M. Inc. R. . Botany an Introduction to Plant Biology. Katherine Esau. Overholts. W. Vikas. A. John Willey & Sons. USA. W-2. Shukla. T. Shital. LTD. John Willey & Sons. R. Univ California. 2. L. Plant physiology. J. 1960. London. F. Publishing Hous PVT. John Wiley & Sons. Anatomy of Seed Plants. An Introduction to Taxonomy of angiospermae.Popp. T. Inc. P. A-2.4.. 1999. W-4. USA. A -2. New York. P. B. 1982. 1979. USA. Inc. DAFTAR PUSTAKA 1. W-5 Salisbury and W. H.. M.. C. Stocking. Mc Millan Publishing Co. 1979.. New Delhi India. G.

dan protein sebagai salah satu makromolekul penyusun sel. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami struktur sel.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN BIOLOGI SEL A. Di dalam matakuliah ini juga dibahas proses-proses biologi meliputi anabolisme dan katabolisme. tipe pengisyaratan. 3. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. menjelaskan proses sintesis protein (Bloom knowledge) . sistem transpor baik aktif maupun pasif. fungsi-fungsi dari organella. struktur dan fungsi plasmid dalam proses rekayasa genetika serta prinsip-prinsip perekayasaan produkproduk rekombinan dalam dunia farmasi. 2. mendeskripsikan fungsi protein dalam sel (Bloom knowledge) f. menyebutkan bagian-bagian sel dan fungsi masing-masing bagian (Bloom knowledge) d. inisiasi isyarat intra selular dan amplifikasi isyarat. organisasi sel. Di samping itu. mendeskripsikan teori-teori sel dengan dukungan bukti-bukti ilmiah (Bloom knowledge) b. Deskripsi singkat matakuliah Biologi Sel Matakuliah Biologi Sel didesain untuk mengantar mahasiswa memahami pokokpokok bahasan tentang sejarah perkembangan teori sel. serta proses-proses biologi yang berlangsung pada setiap bagian sel. dalam mata kuliah biologi sel dibahas pula dasar-dasar ekspresi gen. Membedakan (distinguish) struktur sel prokaryotik dengan eukariotik (Bloom comprehension) c. reseptor permukaan sel. Di samping itu. melalui mata kuliah ini mahasiswa dapat memahami dasar-dasar ekspresi gen serta fungsi plasmid di dalam perekayasaan produk-produk rekombinan dalam dunia farmasi. reseptor intra selular. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. menjelaskan keterkaitan fungsi organela satu dengan yang lain ( Blomm comprehension) e.

menjelaskan proses perekayasaan produk-produk rekombinan dalam farmasi. membedakan proses katabolisme dan anabolisme pada prokariotik dan eukariotik (Bloom comprehension). endositosis dan eksositosis. mengklasifikasikan tipe-tipe pengisyaratan dari suatu contoh-contoh proses di dalam sel (Bloom analysis). dan Organela yang Ceramah mengandung DNA tanya jawab (mitokondria dan kloroplas) Fungsi protein dalam sel (unit Ceramah struktural dan fungsional) Tanya jawab Sintesis Protein Ceramah tanya jawab Metabolisme: anabolime dan Ceramah WB LCD WB LCD WB LCD WB Minggu 5 Minggu 6 Minggu 7 . menjelaskan dasar dan mekanisme ekspresi gen. Organisasi lanjutan Protein Protein lanjutan Proses-proses WB LCD WB LCD Minggu 4 sel Inti Sel. B. l. j. menjelaskan proses-proses pengaturan tekanan osmosis sel. Kompleks Golgi. i. Lisosom dan Peroksisom. dan proses translasi. m. h. menjelaskan mekanisme sistem transpor aktif dan pasif (difusi terfasilitasi). Jadwal Kegiatan Mingguan Topik Substansi Metode Ceramah Tanya jawab Ceramah tanya jawab Ceramah Tanya jawab Fasilitas WB LCD Pertemua n Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Pendahuluan dan Penjelasan proses perkuliahan Pengantar teori dan penilaian sel Pengantar Teori Sel (kronologi perkembangan teori) Organisasi Sel Struktur Prokariotik Struktur Eukariotik Perbandingan Sel Hewan dan Tumbuhan Organisasi sel Struktur dan Fungsi Organella : lanjutan Retikulum Endoplasmik dan Ribosom. k. pematangan mRNA. menjelasakan tentang struktur plasmid dan perannya dalam rekayasa genetika. menjelaskan proses pengekpresian suatu gen dari proses transkripsi. n. Struktur dan Fungsi. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1.g.

translasi tanya jawab Genetika Mikrobia Sistem transport Plasmid dan fungsinya dalam Ceramah rekayasa genetika Tanya jawab Prokariotik: Ceramah Eukariotik: Pengaturan tanya jawab tekanan osmosis sel.biologi Minggu 8 Minggu 9 Minggu 10 Minggu 11 Minggu 12 Tanya jawab Proses-proses Pengisyaratan: Tipe Ceramah biologi lanjutan pengisyaratan. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Kuliah tatap muka diselenggarakan oleh team teaching dikoordinasi oleh salah satu dosen pengampu. reseptor intra tanya jawab selular dan reseptor permukaan sel Inisiasi isyarat intra selular dan amplifikasi isyarat Ekspresi Gen Genome. Poin-poin . Bahan pancingan untuk diskusi disiapkan oleh dosen dan mahasiswa secara pribadi mempersiapkan bahan tersebut sebagai tugas mandiri dan membawanya pada pertemuan kuliah berikutnya untuk didiskusikan dalam kelompok-kelompok. Tanya jawab Ekspresi Gen Transkripsi. Materi diberikan dalam bentuk lekturet menggunakan powerpoint dengan alat bantu utama lap-top. Mahasiswa dilibatkan untuk melakukan diskusi pada akhir setiap topik guna memperdalam pemahaman akan topik yang sudah dibicarakan sekaligus mendiskusikan lagi pokok-pokok yang menarik dan perlu pendalaman. pematangan Ceramah lanjutan mRNA. LCD projector dan white board bila diperlukan. mekanisme Ceramah epigenetik metilasi histone. Endositosis dan eksositosis katabolisme LCD WB LCD WB LCD WB LCD WB LCD WB LCD Minggu 13 Minggu 14 Sistem transport Sistem transpor aktif dan pasif Ceramah lanjutan (difusi terfasilitasi) Tanya jawab Rekayasa Prinsip-prinsip Perekayasaan Ceramah Genetika Produk-produk rekombinan tanya jawab dalam Farmasi WB LCD WB LCD 2. Gen. Diskusi dilaksanakan sebagai berikut: Kelas dibagi ke dalam kelompok-kelompok sesuai banyaknya topik yang diputuskan untuk didalami melalui tugas mandiri.

Komponen kreativitas mahasiswa diukur melalui tugas-tugas mandiri dan diskusi-diskusi kelompok. Komponen pemahaman diukur melalui ujian tengah semester. Refleksi-evaluasi ini dilakukan untuk memberi makna sekaligus mengumpulkan umpan balik dari mahasiswa baik untuk materi pembelajaran maupun metode perkuliahan. Oleh karena itu evaluasi pembelajaran lebih ditekankan pada aspek pemahaman dan kreativitas mahasiswa untuk mengembangkan pemahaman.penting dari hasil diskusi kelompok selanjutnya disampaikan di depan kelas untuk memperkaya pemahaman kelas akan topik yang didiskusikan. Monitoring proses pembelajaran ditempuh melalui refleksi-evaluasi perkuliahan di tengah semester. C. ujian akhir semester dan kuis-kuis. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek Penilaian Unsur Penilaian Pemahaman Softskills Ujian Mid Semester Ujian Akhir Tugas mandiri Keaktifan dalam diskusi Kedisiplinan pengumpulan tugas Tugas kelompok Partisipasi di kelas Skor Maks 200 300 200 100 100 100 100 1000 Persentase (%) 20 30 20 10 10 10 10 100 Jumlah Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai A untuk ≥ 750 poin (>75%) Nilai B untuk 650 – <750 poin (65 – <75%) Nilai C untuk 550 – <650 poin (55 – <65%) Nilai D untuk 450 – <550 poin (45 – <55%) Nilai F kurang dari 450 dianggap Tidak Lengkap / Tidak Lulus . Hasil Pembelajaran Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib untuk semester I. 2. Di samping itu melalui diskusi dan tugas mandiri akan dievaluasi juga kemampuan-kemampuan kepemimpinan dan kerjasama. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1.

Sheeler.. Mitchell. DAFTAR PUSTAKA A.cellsalive. Bandung. O. Biologi Sel. Juono dan Juniarto.A. Yatim W. New York. Albert.D. J. John Willey Son. Biochemistry and Function. Jakarta 4. http://www.L. Molecular and Cellular Biology. Penerbit Tarsito. 2002. 2003. B. 6. S. Philip. California B.G. Pustaka Penunjang 1.com/ . John Willey Sons Publishing Company. Campbell.. Biologi Sel.. N. Thorpe. Dikti: Jakarta. Biologi Modern: Biologi Sel. Cell Biology. 5. Cell Biology. New York. 1996. 2002. The Cell. Wadsworth Pub. Reece dan L. 3. Structure. 1993. Wolfe. Penerbit Erlangga. 2. Is Soegianti R. Pustaka Wajib 1. Biologi. et al. Garland Science 3.. 1993. 1980. 1984.B. N. Penerbit EGC 2. Co.

tiol. Jadwal Kegiatan Mingguan Minggu I Topik Struktur ikatan Substansi Metode dan Teori Mekanika Ceramah kuantum. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. whiteboard . laptop. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. Memahami tata nama. Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat memahami dan menguasai teori dasar mengenai struktur atom. O. sifat dan reaksi senyawa-senyawa alkana. B. amina dan senyawa-senyawa aromatis. alkena. sulfida. viewer. tiol. ikatan kimia. dan amina. alkil halida. sp2. alkena. 3. alkohol. sifat dan reaksi-reaksi senyawa golongan alkana. KIMIA ORGANIK I A. ikatan kimia. Memahami teori-teori dasar atom. N. struktur kimia. alkohol. 2. sifat khusus dan reaksi–reaksi senyawasenyawa aromatis. sp. alkena. C. eter. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu : 1. Fasilitas LCD. alkil halida. eter. F. Teori Ikatan Kimia. pembentukan dan klasifikasi ikatan kimia. pengenalan stereokimia. 2. hibridisasi. orbital atom. sp3 atom B. epoksida. konfigurasi elektron atom . eter. 3. struktur dan reaksi senyawa-senyawa alkana. sifat.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN KIMIA ORGANIK 1. stereokimia. epoksida. Deskripsi singkat kuliah Kimia Organik I Matakuliah Organik I mempelajari tentang teori dasar struktur atom. pembuatan. alkil halida. alkohol. Cl dan Fosfor. I. amina dan senyawa-senyawa aromatis. sulfida. sifatsifat molekul secara umum dan prinsip-prinsip stereokimia. Memahami tata nama. sifat molekul.

hukum konfigurasi spesifik pada senyawa diastereomer. viewer. sifat alkana. energi resonansi. reaksi polar. siklobutan dan siklopentan dan sikloheksan. Alkana : Struktur Alkana dan gugus alkil. penandaan konfigurasi R. diskusi Sifat regangan cincin siklopropan. whiteboard V Nomenklatur. reaksi intermediet. Konformasi kursi dan kapal. campuran rasemis. whiteboard Ceramah LCD. stereokimia rotasi spesifik. Karbon tetrahidral : khiralitas. keadaan transisi. . diagram reaksi. laptop. sifat fisika stereoisomer.trans Molekul alisiklik Ceramah LCD.S. konformasi alkana : etana propana dan butana. enantiomer. elektronegativitas. reaksi perisiklik. senyawa meso dengan pusat khiral lebih dari 2. proyeksi Fischer. Pengenalan Sifat Optis Aktif. dan sifat Nomenklatur alkana dan gugus alkil. terplintir. viewer. laptop. viewer. Ceramah stabilitas sikloalkan : dan Teori regangan Beayer. teori asam-basa menurut Bronsted-Lowry dan Lewis. whiteboard Ceramah dan diskusi LCD. nomenklatur sikloalkana dan isomer cis . polarisasi.II Ikatan dan Sifat Molekul Mekanisme reaksi Organik III IV Muatan formal. laptop. Kecepatan kesetimbangan. momen dipol.

antrasena. Hukum Markovnikov. Dehidrohalogenasi. Karakterisasi reaksi SN1 dan 2 serta eliminasi – 1 dan-2 Ujian tengah semester Benzen dan Nomenklatur. whiteboard VII Alkil halida : Struktur dan reaksi substitusi nomenklatur alkil halida. viewer. Reaksi alkena. reduksi aril alkil keton. Sintesis dan Mekanisme Alkilasi reaksi alkil Friedel-Crafts . fenantrena. Ceramah dan diskusi LCD. viewer. reaksi dan sintesis Struktur elektronik dan Ceramah stabilitas alkena. Asilasi Friedel-Crafts. Efek elektronik pada SE dan SN dalam senyawa aromatik. Struktur dan stabilitas karbokation. kegunaan alkena. brominasi dan oksidasi rantai samping alkil LCD. struktur Kekule. whiteboard IX Ceramah dan diskusi LCD. whiteboard X Ceramah dan diskusi LCD. benzen Penataan ulang selama reaksi Friedel-Crafts. laptop. laptop. Hukum Huckel. aromatisitas struktur benzen. dan nomenklatur alkena. Efek substituen pada SE dan SN dalam senyawa aromatik. laptop. diskusi Hukum E dan Z . senyawa poliaromatik. addisi elektrofilik. whiteboard . dehidrasi. laptop. viewer. dan benzen hidroksilasi. viewer.VI Struktur dan reaktivitas alkena. laptop. Substitusi Mekanisme SE aromatik elektrofilik : halogenasi. viewer. nitrasi aromatik pada sulfonasi. naftalena. ion aromatik heterosiklik aromatik. dan eliminasi pembuatan alkil halida. whiteboard Ujian tertulis Ceramah VIII soal dan lembar jawaban LCD. stabilitas benzen.

proteksi terhadap gugus alkohol dan Tiol Amina alifatik Nomeklatur amina. Diskusi dilakukan untuk mengetahui tingkat penguasaan mahasiswa terhadap materi yang diberikan. diskusi dan latihan. kemudian dibahas bersama. laptop. Sifat fisika amina. epoksida Nomenklatur dan sifatdan sulfida sifat eter. Ujian akhir semester Ceramah Ceramah dan diskusi LCD. pembuatan dan reaksi arilamina dan fenol. viewer. whiteboard XIV Ceramah dan diskusi Ujian tertulis Soal ujian. C. Reaksi aoksidasi alkohol. Latihan diberikan untuk lebih memantapkan mahasiswa dalam hal penguasaan materi kuliah. viewer. whiteboard LCD. Sintesis dan reaksi amina. lembar jawaban 2. Diskusi dilakukan secara terbuka dan random (tanpa dibentuk kelompok). Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama proses pembelajaran (berupa kuesioner dan kritik saran dari mahasiswa). viewer. Komponen evaluasi adalah ujian tengah dan akhir semester. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Penilaian (student assessment) Bobot penilaian : Ujian tengah semester : (50%) Ujian akhir semester : (50%) . whiteboard XIII Ceramah dan diskusi LCD. laptop. epoksida dan sulfida Alkohol dan Tiol Nomeklatur dan sifatsifat alkohol. kebasaan gugus amina. pembuatan alkohol: reaksi adisi Grignard pada gugus karbonil. Mahasiswa diberi kesempatan untuk mengerjakan sendiri atau berkelompok terlebih dahulu. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Pembelajaran dilakukan dengan ceramah/tatap muka.benzen XI XII Eter. 2. laptop. kemudian secara random mahasiswa ditunjuk untuk mengerjakan di papan tulis. Arilamina dan Anilin: kebasaan fenol arilamina. Struktur dan ikatan amina. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran.

California. .. J. New York. Erlangga.. Monterey. Edisi kedua.H.G.S. Fessenden. 1997. 1997. T. Brooks / Cole Publishing Company.J.Konversi nilai : A jika nilai  75 60  B  75 50  C  60 40  D  60  40 E D.. Inc.. dan Fessenden J. R. Alih bahasa A. Kimia Organik. Fundamentals of Organic Chemistry. Organic Chemistry. John Wiley & Sons. Pudjaatmaka. DAFTAR PUSTAKA McMurry. Solomons. 1984. Surabaya.W.

PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. reaktivitas. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu : 1. 2.dan polisakarida). 5. pembuatan dan reaksi-reaksi aldehid dan keton. sifat-sifat. 4. anhidrida asam. pembuatan dan reaksireaksi senyawa karbonil. penggolongan. Memahami reaksi kondensasi karbonil. reaksi substitusi alfa karbonil. 7. Memahami tata nama. protein. lemak dan asam nukleat. aldehida dan keton. di. protein.II. pembuatan dan reaksi-reaksi karbohidrat. karbohidrat. ester. pembuatan dan reaksi-reaksi senyawa karbonil. pembuatan dan reaksi-reaksi asam amino. yang meliputi aldehida. Memahami struktur protein. Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat memahami dan menguasai sifat-sifat. KIMIA ORGANIK II A. 6. sifat-sifat dan reaktivitas senyawa karbonil. tata nama. Memahami tata nama. Materi Kimia Organik II meliputi: kimiawi senyawa karbonil. Deskripsi singkat kuliah Kimia Organik II Matakuliah Organik II mempelajari tentang sifat-sifat. Memahami pembentukan dan reaksi-reaksi trigliserida. Memahami tata nama. asam karboksilat. anhidrida asam. amida) serta nitril. karbohidrat (mono-. . amida. Memahami struktur umum asam nukleat (DNA dan RNA). Memahami reaksi substitusi alfa. 9. 10. 11. keton. Memahami definisi. turunan asam karboksilat dan substitusi asil nukleofilik. 3. asam karboksilat dan turunannya (asil halida. Memahami tata nama. Memahami struktur dan sifat-sifat asam lemak. tata nama. dan nitril). lemak dan asam nukleat. 3. reaksi kondensasi karbonil. pembuatan dan reaksi-reaksi asam karboksilat dan turunannya (asil halida. sifat-sifat. ester. 2. 8.

whiteboard Fasilitas LCD.Sifat-sifat aldehida dan keton . whiteboard III Ceramah dan diskusi LCD.Tata nama aldehida dan keton . Cannizzaro. whiteboard . tiol. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. laptop. amina primer dan amina sekunder) Aldehid dan Reaksi adisi keton nukleofilik (adisi (lanjutan) hidrazin. adisi konjugat pada . ilida fosfat. viewer.Reaktivitas relatif aldehida dan keton . alkohol. laptop.Pembuatan keton . laptop. viewer.Pembuatan aldehida .Reaksi-reaksi adisi nukleofilik (adisi HCN. Reaksi adisi nukleofilik Reaksi substitusi asil nukleofilik Reaksi substitusi alfa Reaksi kondensasi karbonil II Aldehid keton dan . laptop. whiteboard IV Ceramah LCD. viewer. viewer. Jadwal Kegiatan Mingguan Minggu Topik Substansi Metode I Pengantar .Reaksi-reaksi umum senyawa karbonil.B.-unsaturated karbonil) Asam Tata nama asam karboksilat karboksilat Struktur dan sifat-sifat asam karboksilat Dissosiasi asam karboksilat Pengaruh substituen pada keasaman Pembuatan asam karboksilat Reaksi-reaksi asam Ceramah LCD.Struktur dan sifat Ceramah Kimia Organik gugus karbonil II Definisi dan penggolongan senyawa karbonil .

viewer. viewer. laptop. karboksilat pembentukan dan (lanjutan) reaksi-reaksi ester. laptop. laptop. laptop. viewer. laptop. whiteboard Soal ujian. lembar jawaban LCD. whiteboard Ujian tertulis Ceramah dan diskusi VIII IX X XI Reaksi Keasaman hidrogen substitusi alfa alfa: pembentukan karbonil enolat (lanjutan) Reaktivitas enolat . whiteboard Ceramah dan diskusi LCD.V VI VII karboksilat Turunan asam Reaksi substitusi asil karboksilat nukleofilik Stabilitas relatif turunan asam karboksilat Tata nama. pembentukan dan reaksi-reaksi asil halida dan anhidrida asam Turunan asam Tata nama. viewer.Sintesis ester malonat Sintesis ester asetoasetat Reaksi Mekanisme umum kondensasi reaksi kondensasi karbonil karbonil Kondensasi aldehida dan keton: reaksi aldol .Dehidrasi produk aldol Reaksi aldol campuran Reaksi aldol campuran Reaksi Kondensasi Claisen kondensasi Siklisasi Dieckman karbonil Reaksi Michael (lanjutan) Reaksi enamina Stork ReaksiAnnelasi Robinson Karbohidrat Definisi dan klasifikasi karbohidrat Konfigurasi Ceramah LCD. whiteboard Ceramah LCD. viewer. laptop. viewer. viewer. whiteboard . whiteboard Ceramah dan diskusi Ceramah LCD. whiteboard LCD. laptop. amida dan nitril Reaksi Keto-enol tautomerisme substitusi alfa Reaktivitas enol karbonil Halogenasi alfa dari keton dan aldehida Ujian tengah semester Ceramah dan diskusi LCD.

K onformasi monosakarida Mutarotasi Karbohidrat Reaksi-reaksi (lanjutan) monosakarid . dandiskusi laptop.Pemendekan rantai Disakarida Polisakarida Asam amino. viewer. viewer. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Pembelajaran dilakukan dengan ceramah/tatap muka.Perpanjangan rantai . whiteboard Soal ujian. whiteboard Ceramah LCD.XII XIII XIV monosakarida: Proyeksi Fischer 1. whiteboard Ceramah LCD. Diskusi dilakukan untuk mengetahui tingkat penguasaan mahasiswa terhadap materi yang diberikan.Pembentukan ester dan eter Pembentukan glikosida . Sistem D dan L Konfigurasi aldosa Struktur siklik monosakarida: Pembentukan hemiasetal Anomer 1. lembar jawaban Ujian tertulis 2. sifat-sifat dan protein dan stereokimia asam amino lemak Klasifikasi asam amino Elektroforesis Reaksi-reaksi asam amino Klasifikasi protein Struktur protein Struktur dan sifat asam lemak Pembentukan dan reaksi-reaksi trigliserida Asam nukleat Struktur umum asam nukleat Perbedaan struktur DNA dan RNA Ujian akhir semester Ceramah dan diskusi LCD.Oksidasi . laptop. Struktur. viewer. diskusi dan latihan. Diskusii . laptop.

W. 2. 50  B  60 5. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Komponen evaluasi adalah ujian tengah dan akhir semester. III. 1997. Fundamentals of Organic Chemistry.dilakukan secara terbuka dan random (tanpa dibentuk kelompok). Penilaian (student assessment) Bobot penilaian : Ujian tengah semester Ujian akhir semester Konversi nilai : 2. 60  B  75 4. California. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama proses pembelajaran (berupa kuesioner dan kritik saran dari mahasiswa). Brooks / Cole Publishing Company. keton. kemudian secara random mahasiswa ditunjuk untuk mengerjakan di papan tulis.. 40  B  60 6.. J. Organic Chemistry. Monterey. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. asam karboksilat dan turunannya. seperti aldehid. 1984. Deskripsi singkat praktikum Kimia Organik II Praktikum Kimia Organik II menerapkan cara pembuatan dan mengenal sifat-sifat senyawa karbonil. kemudian dibahas bersama.G. PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II A. 2. John Wiley & Sons. T. New York. C. DAFTAR PUSTAKA McMurry. Solomons.  40 D. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. Inc. Tujuan pembelajaran : (50%) : (50%) . Mahasiswa diberi kesempatan untuk mengerjakan sendiri atau berkelompok terlebih dahulu.. Latihan diberikan untuk lebih memantapkan mahasiswa dalam hal penguasaan materi kuliah. A jika nilai  75 3.

14. cuci dengan air. Schiff. buku rujukan. fenilhidrazon. es. buku rujukan. 17. Fehling. Selanjutnya dilakukan reaksi reduksi perak amoniakal.Mengantarkan mahasiswa untuk mengetahui cara pembuatan senyawa karbonil (golongan aldehid dan keton serta golongan asam karboksilat dan turunannya) dan mengetahui sifatsifat kimia kedua golongan senyawa karbonil tersebut. batu didih. HCl pekat. drupple plat. NaHSO3. Na2CO3. menerangkan sifat-sifat aldehid dan keton. 2 Pembuata Bahan: Benzil n asam alkohol. Laboratoratoriu m. membuat ester dari reaksi antara asam karboksilat dan alkohol dan katalis asam. benzoat KmnO4. Pendingin Metode Kalim bikromat dicampur dengan asam sulfat pekat dalam air dan etanol 96%. Tambahkan HCl p Fasilitas Laboratoratoriu m. pendamaran alkali. Bila filtrat masih berwarna merah jambu tambahkan NaHSO3 10%. Reaksi akan berjalan dengan sendirinya dan asetaldehid akan terdestilir. pendingin Liebig. refluks 30 menit. 15. Alat: LAB 100 ml. 16. adisi natrium bisulfit terhadap beberapa aldehid dan keton. membuat asam karboksilat melalui oksidasi alkohol primer. membuat aldehid melalui oksidasi alkohol primer. 3. B. Kalium bikromat. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. 13. Jadwal Kegiatan Mingguan Mingg u 1 Topik Pembuata n asetaldehi d Substansi Bahan: Etanol. pipet. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu: 12. saring. asam sulfat pekat Alat: Labu destilasi. membuat dibenzalaseton dari reaksi kondensasi aldol. + 3 ml benzil alkohol + 5 g KmnO4 + batu didih. . buku petunjuk. erlenmeyer. tabung reaksi. 2 g Na2CO3 dilarutkan dalam 25 ml air. buku petunjuk. membuat yodoform dari reaksi halogenasi alfa.

NaOH. 4 Pembuata n Yodoform Bahan: Aseton. b. kaporit. titik lebur dan cek bentuk kristalnya serta test dengan perak nitrat. buku petunjuk. Dalam LAB 125 ml campurkan 15 g etanol. Hitung rendemen.5 g I2. I2. KI. kertas saring. kemudian direkristalisasi dengan etanol. Alat: LAB. buku petunjuk. gelas arloji. Laboratoratoriu m. gelas ukur. labu hisap. Campuran disaring. corong pisah.Allihn. Ester didestilasi. pendingin Allihn. NaHSO4. H2SO4 p. . tabung reaksi. corong Buchner. refluks selama 30 menit. kristal dicuci dengan akuades. a. Laboratoratoriu m. 8 g asam sulfat pekat dan batu didih. dinginkan dalam wadah berisi es. asetat etanol. Dalam erlenmeyer dimasukkan 2. lalu didestilasi. Lapisan ester dipisahkan dan ester yang terlarut dalam air diekstraksi dengan eter dengan terlebih dahulu ditambah larutan NaCl jenuh. dikeringkan. Alat: Labu destilasi. 15 g asam asetat. Tambahkan larutan 5% kaporit bertetes-tetes sambil digojog sampai tidak terbentuk endapan lagi. buku rujukan. hingga larutan asam. pemanas air. Lapisan eter dikeringkan dengan CaCl 2 anhidrat. Destilat dinetralkan dengan NaHCO3. kertas indikator. Asam benzoat disaring. larutan perak nitrat. ditimbang lalu rekristalisasi dengan air panas. CaCl2 anhidrat. alkohol. almari asam. Ester didestilasi lagi dan ditentukan rendemen dan index biasnya. Liebig. gelas arloji. 3 Pembuata Bahan: n etil Asam asetat. pendingin balik. Kristal ditentukan titik lebur dan perolehan kembalinya. Corong Buchner. buku rujukan. Dalam LAB dimasukkan 6 g KI dan 100 ml akuades dan 2 ml aseton.

cuci dengan air. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman berupa post test. kemudian tentukan titik leburnya. Laboratoratoriu m. Segera encerkan dengan air.5 ml aseton. Tambahkan ke Erlenmeyer dalamnya 6 ml larutan bertutup. kemudian setelah selesai praktikum diadakan postest dan pembuatan laporan praktikum.5 Pembuata n dibenzalaseton kemudian tambahkan 2. buku petunjuk. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Rekristalisasi yodoform dengan alkohol. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Biarkan 30 menit sambil sesekali digojog kemudian didinginkan dalam rendaman air es. benzaldehid dan 1 ml NaOH dan es. Bahan: Di dalam erlenmeyer Benzaldehid. C. laporan dan ujian praktikum. Tutup corong erlenmeyer dan gojog Buchner. labu dengan kuat selama 10 hisap. Pada akhir praktikum diadakan evaluasi dengan cara ujian tertulis.5 g aseton. Tambahkan NaOH 8 N bertetes-tetes hingga terbentuk kristal kuning. ml air. 10% NaOH dalam 19 gelas ukur. Kristal dikeringkan dan dihitung rendemennya. 2. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa . larutkan 2. Saring kristal dengan corong Buchner. buku rujukan. Rekristalisasi dengan etanol. menit. etanol. Saring kristal yang terjadi dan cuci dengan air. aseton di dalam 25 ml Alat: etanol. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Sebelum praktikum dilakukan diskusi/presentasi yang dipandu oleh dosen.

Boston. 40 ≤ D < 50 5. Health and Company.I. Longman. London 2. . E ≤ 40 30% 20% 50% Nilai akhir ditentukan sebagai berikut: D. Vogel A.. New York. Laboratory Experiments in Organik Chemistry. L. DAFTAR PUSTAKA 1. The Macmillan Company. P. 2.. Third edition. 1963. 50 ≤ C < 60 4. 3. Experiments in Organic Chemistry. 1990: a textbook of Practical Organic Chemistry. USA. A jika nilai  75 2. D. 1978. R. Fifth edition.diharapkan dapat memantau selama masa praktikum (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa).Adam R & Johnson.Fiesher. Penilaian (student assessment) Aspek penilaian meliputi : Post test Laporan praktikum Ujian praktikum 1.C. 60 ≤ B < 75 3. J.

Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. syaraf. Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi pembuluh darah g. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. pernafasan dan ginjal. darah. pencernaan. syaraf. pembuluh darah. homeostasis dan Sistem Integrasi dan Kerangka referensi studi anatomi (anatomi superfisial dan anatomi sectional). tulang. jantung. b. Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi syaraf h. otot. Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi Sistem pernafasan . Deskripsi singkat matakuliah Anatomi Fisiologi Manusia Matakuliah Anatomi Fisiologi Manusia berisi pokok-pokok bahasan Anatomi dan Fisiologi tubuh manusia yaitu sistem Integumen. Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi syaraf otonom i. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami pengertian Anatomi dan Fisiologi. syaraf otonom. Selain itu mahasiswa dapat memahami berbagai Anatomi dan Fisiologi Manusia meliputi Anatomi dan Fisiologi sistem Integumen. pernafasan dan ginjal. Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi sistem endokrin Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi Sistem pencernaan Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi Sistem Ginjal k. f. pencernaan. Matakuliah ini merupakan dasar dari matakuliah Farmakologi Toksikologi. e. Farmakokinetika dan Biofarmasetika 3. d. menjelaskan pengertian Anatomi dan Fisiologi Manusia. menjelaskan tentang Anatomi dan Fisiologi tulang. menjelaskan tentang Anatomi dan Fisiologi sistem Integumen. l. jantung. Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi otot. pembuluh darah. j. 2.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA A. c. otot. syaraf otonom. tulang. Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi jantung.

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. sel-sel dalam tulang. warna kulit. sirkulasi dan persyarafan dermis) Lapisan subkutan Struktur aksesori (folikel rambut dan rambut. faktor tumbuh epidermis) Dermis (susunan dermis. kuku) Pengawasan lokal dari fungsi integumen (luka dan penyembuhan luka) Penuaan dan sistem integumen Integrasi dengan sistem lain Klasifikasi tulang (ukuran tulang. kelenjar kulit. ossifikasi endochondral. epidermis Diskusi dan vitamin D3.B. tulang kompak dan tulang berongga) Perkembangan dan Pertumbuhan Tulang (Ossifikasi intramembran. Presentasi dan LCD Diskusi stuktur tulang) Histologi tulang (matriks tulang. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Minggu 1 Topik Pengantar Anatomi Fisiologi dan • • • Substansi Pengertian Anatomi dan Fisiologi Homeostasis dan Sistem Integrasi Metode Ceramah dan tanya jawab Fasilitas -WB -LCD Minggu 2 Sistem Integumen • Kerangka referensi studi anatomi (anatomi superfisial dan anatomi sectional) Epidermis (lapisan-lapisan Presentasi dan LCD epidermis. suplai darah dan persyarafan) • • • • • • • • Minggu 3 Jaringan dan Struktur Tulang • .

penyembuhan patah tulang. penuaan dan sistem tulang) Presentasi dan LCD Jaringan otot dan sistem otot Diskusi Kasus Anatomi Otot Skelet (susunan jaringan penghubung. skeleton sebagai cadangan kalsium. Inhibisi Presinaps dan Fasilitasi. mikro anatomi jaringan otot skelet) Kontraksi Otot Skelet (Teori Filament Sliding. Kontrol Aktivitas Otot Skelet. Presentasi dan Diskusi Sinaps Kimia) Pemrosesan Informasi (Potensial Postsinaptik. Kecepatan Minggu 6 Jaringan Syaraf • • LCD . Potensial Aksi) Aktivitas Sinaptik (Sinaps Listrik. efek nutrisi dan hormon pada tulang. Perubahan dalam Potensial Transmembran. pembuluh darah dan syaraf. Relaksasi) Mekanika Otot (Energi untuk Aktivitas Otot.• Minggu 4 Jaringan Otot • • Sifat dinamis tulang (efek latihan pada tulang. Performans Otot) Penuaan dan Sistem Otot Integrasi dengan Sistem Lain Jaringan Otot Jantung Jaringan Otot Polos Penelaahan Menyeluruh Sistem Presentasi dan LCD Diskusi Kasus Syaraf Syaraf (struktur klasifikasi syaraf) syaraf dan • • • • • • • • • • Minggu 5 Jaringan Syaraf Neuroglia (Neuroglia SSP dan Neuroglia Sistem Syaraf Perifer) Fisiologi Syaraf (Potensial Transmembran.

Fungsi dan Mekanisme Kerja Hormon. fungsi umum syaraf parasimpatis. Timus. Aktivasi Syaraf Parasimpatis dan Pelepasan Neurotransmitter) Interaksi antara Syaraf Simpatis dan Syaraf Parasimpatis Integrasi dan Pengawasan Fungsi Otonom (Refleks Visceral. Distribusi dan Diskusi Kasus Transportasi Hormon. Jantung. Medulla Adrenal. Medula Adrenal) Kelenjar Pineal Jaringan Endokrin Sistem Lain (Intestin. Ginjal. Aktivasi Simpatis. Kontrol Aktivitas Endokrin) Kelenjar Pituitari (Pituitari Anterior dan Pituitari Posterior) Kelenjar Tiroid (Folikel Tiroid dan Hormon Tiroid. Minggu 7 Sistem Syaraf Otonom • • • Minggu 8 Minggu 9 Mid Test Sistem Endokrin • • • • Minggu 10 Sistem Endokrin • • • . Pengawasan Otonom Tingkat Tinggi) Penelaahan Sistem Endokrin Presentasi dan LCD (Struktur Hormon. Neurotransmitter dan Fungsi Simpatis) Syaraf Parasimpatis (Susunan dan Anatomi syaraf parasimpatis.Pembentukan Potensial Aksi) • • • Integrasi dengan Sistem Lain Penelaahan menyeluruh Sistem Presentasi dan LCD Diskusi Kasus Syaraf Otonom Syaraf Simpatis (Ganglia kolateral. Sel C Kelenjar Tiroid: Kalsitonin) Kelenjar Paratiroid (Sekresi Hormon Paratiroid) Kelenjar Adrenal (Korteks Presentasi dan LCD Diskusi Kasus Adrenal.

Suplai Darah ke Jantung) Denyut Jantung Kontraktil. Vena. Latihan dan Cardiac Output) Sistem Jantung dan Sistem Kardiovaskuler Anatomi Pembuluh Darah Presentasi dan LCD (Struktur Dinding Pembuluh. Dinding Jantung. Hormon dan Stres. Kapiler. Tekanan Darah Arteri. Arteri. Resistensi. Penelaahan Tekanan Sirkulasi. Distribusi Darah) Fisiologi Kardiovaskuler (Tekanan. Tekanan Vena danKembalinya darah ke Jantung) Pengaturan ( Autoregulasi Kardiovaskuler Aliran Darah • Minggu 12 Pembuluh Darah Sirkulasi dan • • • . Jantung) (Sel-Sel Konduksi. Hormon dan Sifat. Jaringan Penghubung dan Tulang Fibrous.Pankreas. Anatomi Superfisial Jantung. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Stroke Volume. Gonad) • Susunan Interaksi Hormon (Hormon dan Pertumbuhan. Siklus Minggu 11 Jantung • • • • • Dinamika Jantung (Pengawasan Cardiac Output. Perubahan Kapiler. Susunan dan Anatomi Internal. Diskusi Kasus Perbedaan antara Arteri dan Vena. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Denyut Jantung. Penuaan dan Produksi Hormon) Integrasi dengan Sistem Lain Penelaahan Umum Sistem Presentasi dan LCD Diskusi Kasus Kardiovaskuler Anatomi Jantung (Perikardium. Sistem Elektrokardiogram.

Dalam Jaringan. Pertukaran Gas pada Membran Respiratori. Otot Laringeal) Trakhea Bronkus Primer Paru-Paru Rongga dan Membran Pleural Fisiologi Pernafasan (Ventilasi Pulmonal. Pengambilan dan Penyaluran Gas) Pengawasan Pernafasan (Pengaturan Lokal Transpor Gas dan Fungsi Alveolar. Mekanisme Syaraf. Hormon dan Pengaturan Jantung) • Pola Respons Kardiovaskuler (Latihan dan Sistem Kardiovaskuler. Sirkulasi Sistemik dan Sirkulasi Fetus) Penuaan dan Sistem Jantung Fungsi Sistem Pernafasan Susunan Sistem Pernafasan Sistem Pernafasan Atas (Hidung dan Rongga Hidung. Pusat Pernafasan di Otak) Penuaan dan Sistem Respirasi Rongga Oral • Minggu 13 Pernafasan • • • • • • • • • • Presentasi dan LCD Diskusi Kasus • Minggu 14 Pencernaan • • Presentasi dan LCD Diskusi Kasus . Pharings) Larings (Kartilago dan Ligamen Larings. Respon Kardiovaskuler terhadap Hemorrhage) Pembuluh Darah (Sirkulasi Pulmonal.

Pergerakan Usus. Hati. Kandung Empedu. Ion dan Vitamin) Presentasi dan LCD Susunan Sistem Ginjal Diskusi Kasus Ginjal (Anatomi Ginjal. Filtrasi.• • • Pharings Esophagus Lambung (Anatomi Lambung. Kolon. Uretra. Rektum. Pencernaan dan Absorpsi dalam Lambung) Usus Halus dan Organ Kelenjarnya (Usus Halus. Fungsi Vasa Recta) Transpor. Penyimpanan dan Eliminasi Urin (Ureter. Absorpsi Air. Refleks Mikturisi dan Urinasi). Nefron) Fisiologi Ginjal (Prinsip Dasar Pembentukan Urin. Reabsorpsi dan Sekresi. Histologi Usus Besar. Fisiologi Usus Besar) Digesti dan Absorpsi (Pemrosesan dan Absorpsi Makanan. Koordinasi antara Sekresi dan Absorpsi) Usus Besar (Cecum. Lemak. Pencernaan dan Absorpsi Karbohidrat. Suplai Darah ke Ginjal. Persyarafan Ginjal. Integrasi dengan Sistem Lain • • • Minggu 15 Ginjal • • • • • Minggu 16 Final Test 2. Kandung Kemih. Pengaturan Aktivitas Gastrik. Pankreas. Protein. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan .

maka skor tertinggi diberikan untuk mid dan final test. aktif memberikan pendapat (saling memberi masukan) sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancar. 2.Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: Dosen menerangkan secara umum intisari mata kuliah dengan alat bantu buku ajar. dilakukan sebanyak 3 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan diskusi kelompok. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek Penilaian Pemahaman Kreativitas Leadership Unsur Penilaian Tugas Ujian Mid Semester Ujian Akhir Keaktivan dalam diskusi Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Skor Maks 200 200 300 100 100 100 100 Persentase 14. bekerja sama dengan teman satu kelompok. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut: Dosen menyiapkan bahan diskusi berupa kasus yang berhubungan dengan SAP. Laptop dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan. merangkum pendapat-pendapat yang ada sehingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan.00 25. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah dasar dan memerlukan pemahaman yang intensif. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. White Board. ketrampilan. Bentuk diskusi ini bagi mahasiswa akan mampu menganalisis kasus yang diberikan secara kelompok. kreativitas. Di samping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa). dan ujian akhir semester. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. yaitu presentasi dan diskusi kasus. ujian tengah semester. dan leadership.00 9 9 9 9 . Bentuk kegiatan lain. C. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran.00 25.

P. 4th Ed. 5.. An Introduction to Cardiovascular Physiology. Freeman Co.. New York 3. N. Fundamentals of Anatomy and Physiology.G. 4th. Principles of Anatomy and Physiology.. Ed.. 4th Ed. Laboratory Textbook of Anatomy and Physiology . Silbernagl S and Despopoulus. JR Levick. G. and Anagnostakos.. A. Martini. 5th Ed. Thieme Verlag .1200 Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai A untuk ≥ 960 Nilai B untuk 840 – 959 Nilai C untuk 720 – 839 Nilai D untuk 480 – 719 Kurang dari 480 D. New Jersey 2. Taschenatlas der Physiologie. M. Wood. Prentice Hall...J. Tortora. San Fransisco 4. 1998. DAFTAR PUSTAKA poin (>80%) poin (70 – 80%) poin (60 – 70%) poin (40 – 60%) dianggap Tidak Lulus 100% 1. Harper and Row Publ..

.

tehnik isolasi suatu spesies mikroorganisme dari suatu populasi campuran. Selain itu juga dibahas tentang prinsip dasar penyakit infeksi dan mekanisme patogenisitas mikroorganisme. menjelaskan tehnik dan proses sterilisasi. tehnik aseptis dan sterilisasi. mekanisme kerja dan resistensi zat-zat antimikroorganisme. mekanisme kerja.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN MIKROBIOLOGI dan VIROLOGI [ 3(1) ] A. virus dan protozoa). Pada kegiatan praktikum berisi pokok-pokok bahasan mengenai media kultur. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. termasuk di dalamnya konsep antibiosis dan antisepsis. identifikasi karakteristik biologis mikroorganisme baik secara mikroskopis dan makroskopis Selain itu juga dilakukan analisis penghitungan cemaran mikroorganisme dalam produk farmasi. prinsip penyakit infeksi dan mekanisme patogenisitas mikroorganisme Setelah mengikuti praktikum mahasiswa diharapkan memahami aspek penting tehnik aseptik dan pemilihan media kultur. studi hubungan filogenetik. mampu melakukan isolasi suatu spesies mikroorganisme dari suatu populasi campuran dan mengidentifikasi karakter biologi mikroorganisme baik secara . karakteristik biologis mikroorganisme (bakteri. sifat pertumbuhan dan mekanisme kontrol pertumbuhan mikroorganisme. pertumbuhan dan kontrol pertumbuhan mikroorganisme. pengertian dan prinsip metode klasifikasi dan identifikasi mikroorganisme. pengujian sensitivitas zat-zat antimikroorganisme. jamur. 2. pengujian daya dan resistensi zat-zat antimikroorganisme. karakteristik mikroskopik dan makroskopik mikroorganisme. Deskripsi singkat matakuliah Mikrobiologi dan Virologi Matakuliah Mikrobiologi dan Virologi berisi pokok-pokok bahasan mengenai sejarah mikrobiologi dan hubungannya dengan bidang farmasi. klasifikasi dan indentifikasi mikroorganisme. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami dan menjelaskan aspek penting ilmu mikrobiologi yang terkait dengan bidang farmasi.

prokariotik dan virus 4. Mendefinisikan koloni. fimbriae dan pili. arkaea dan eukarya. siklus litik dari T-even bacteriophage dan siklus lisogenik dari bacteriophage lambda 8. menjelaskan struktur virus. struktur dan fungsi glikokaliks. metode hibridisasi asam nukleat. mampu melakukan pengujian sensitivitas zat-zat antimikroorganisme. menjelaskan fungsi endospora dan mekanisme pembentukan sampai germinasi. arkaea dan mikoplasma. 3. S dan P) terhadap pertumbuhan mikroorganisme. Memahami definisi taksonomi. menjelaskan struktur kimia dan fungsi plasma membran sel prokariotik 6. tekanan osmotik.mikroskopis maupun makroskopis. Menjelaskan karakteristik fungi. Menjelaskan aspek penting sejarah mikrobiologi dan keterkaitannya dengan bidang farmasi dan kedokteran 3. menjelaskan sistem tata nama ilmiah dan membedakan spesies eukariotik. Selain itu mahasiswa juga diharapkan mampu melakukan. N. membandingkan setiap fase pertumbuhan mikroorganisme dan menjelaskan . menjelaskan cara pengawetan mikroorganisme. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: 1. menghitung dan menganalisis cemaran mikroorganisme dalam produk farmasi. takson. Membedakan karakteristik virus dari bakteri. filamen aksial. tipe faga. Mengklasifikasikan mikroorganisme ke dalam lima kelompok berdasarkan temperatur hidupnya dan keperluan akan oksigen. serologi. profil asam lemak. tahapan proses reproduksi fungi (aseksual dan seksual) dan karakteristik tiga filum yang penting di bidang medis 7. menyebutkan berbagai macam metode dan media pertumbuhan mikroorganisme 9. membedakan sifat motilitas bakteri. Memahami prinsip metode-metode klasifikasi dan identifikasi mikroorganisme (metode pewarnaan. flowcytometry. kegunaan elemen-elemen (unsur C. flagela. membandingkan dan membedakan struktur dinding sel bakteri gram positif dan negatif. bakteri tahan asam. Memahami keterkaitan mikroorganisme dengan kehidupan 2. sidik jari DNA dan PCR) 5. filogeni dan menjelaskan karakteristik domain bakteria. komposisi DNA. biokimia. menjelaskan pentingnya pH. Menjelaskan stuktur dasar sel bakteri.

Menjelaskan prinsip pembuatan dan pemilihan media biakan 3. menjelaskan postulat Koch. membedakan efek eksotoksin dan endotoksin Setelah mengikuti praktikum. metode transmisi suatu penyakit 13. dan menjelaskan kontrol metode-metode pertumbuhan pengukuran pertumbuhan sel mikroorganisme beberapa terminologi mengenai mikroorganisme. Mampu melakukan tehnik isolasi dengan metode streak plate atau pour plate 6. sumber-sumber infeksi (manusia. motilitas) maupun makroskopis (morfologi koloni) . menjelaskan host yang compromised. Mengetahui dan melakukan tehnik aseptik dengan baik 2. membandingkan efek koagulase. Mengenal karakter biologis mikroorganisme (bakteri dan jamur) baik secara mikroskopis (struktur. mahasiswa diharapkan mampu: 1. menjelaskan penetrasi bakteri ke dalam sitoskeleton sel host. menjelaskan mekanisme aksi dan penggunaan disinfektan kimia 11. menjelaskan mekanisme resistensi obat 12. menjelaskan cara perlekatan mikroorganisme terhadap sel host. bentuk. Mendefinisikan infeksi nosokomial. menjelaskan cara pencegahan infeksi nosokomial di rumah sakit 14. kinase. Mendefinisikan mikrobiota normal dan transient. ukuran. menjelaskan metode-metode uji daya antimikroorganisme. menjelaskan pengendalian pertumbuhan mikroorganisme baik secara fisik maupun kimia. Mampu menggunan mikroskop cahaya dengan baik 5. komponen kapsul dan dinding sel yang berkontribusi terhadap patogenisitas. perusakan langsung dan membandingkan toksin yang dihasilkan. Menjelaskan tehnik dan proses sterilisasi panas (oven dan autoclave) 4.hubungannya 10. hialuronidase dan kolagenase. hewan dan benda tidak hidup). menyebutkan beberapa metode transmisi penyakit di rumah sakit. faktor-faktor yang menyebabkan seseorang menjadi rentan terhadap penyakit. mikroorganisme opportunistik. Mengenali jalur masuk keluarnya mikroorganisme dari host. Menjelaskan terminologi yang berhubungan lima mekanisme dengan aksi obat-obat obat-obat antimikroorganisme. Mendefinisikan dengan waktu generasi. menjelaskan antimikroorganisme.

7. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. mikologi. parasitologi. bakteria . von Nageli. dan virologi) Teknologi DNA Rekombinan Daur ulang elemen vital Bioremediasi Kontrol hama Flora normal (mikrobiota) Bidang kedokteran Bidang farmasi Studi hubungan • Definisi taksonnomi. tahan asam. Whittaker dan Woese mikroorganisme • Sistem tiga domain (arkaea. 9. Melakukan pengujian. spora) maupun uji biokimia 8. Melakukan identifikasi mikroorganisme dengan metode pewarnaan (gram. takson dan Ceramah -WB filogenetik dan tanya -LCD filogeni • Sejarah pengklasifikasian yang jawab dilakukan Linnaeus. Needham. Jadwal Kegiatan Mingguan Perkuliahan Pertemuan Minggu 1 Topik Pendahuluan Peletak batu pertama mikrobiologi Substansi • • • • • Metode Fasilitas Jaman keemasan • ilmu mikrobiologi Kemoterapi modern pertama Perkembangan mikrobiologi modern Peranan mikroorganisme bagi kesejahteraan manusia Minggu 2 dan 3 • • • • • • • • • • • • Mikroorganisme di dalam kehidupan Ceramah -WB dan tanya -LCD Jenis-jenis mikroorganisme jawab Observasi Hooke dan Leeuwenhoek Debat teori abiogenesis dan biogenesis Percobaan oleh Redi. Spallanzani dan Pasteur Penemuan disinfektan pertama oleh Lister Penemuan teori penyakit oleh Koch Penemuan vaksin pertama oleh Jenner Penemuan kemoterapi oleh Erlich Penemuan antibiotik oleh Fleming Munculnya cabang ilmu mikrobiologi (bakteriologi. imunologi. Melakukan pengujian sensitivitas zat-zat antimikroba dengan metode difusi agar dan koefisien fenol B. Klasifikasi Chatton. penghitungan dan analisis cemaran mikroorganisme dalam produk farmasi dengan metode angka lempeng total dan Jumlah Perkiraan Terdekat (JPT).

flagela (motilitas). mekanisme pewarnaan) Struktur dalam dari dinding sel bakteri (sitoplasma. kloroplas. magnetosom) dan endospora) Flagela. filamen aksial. retikulum endoplasma. granula sulfur. fimbriae dan pili) Struktur dinding sel bakteri (komposisi. peroksisom dan sentrosom) Struktur vegetatif (khamir. karakteristik. inklusi lipid. vakuola. nukleoid. mitokondria. -WB diskusi dan -LCD bakteri Struktur luar dari dinding sel bakteri tanya jawab (glikokaliks. dinding sel dan glikokaliks Membran sitoplasma Organel (nukleus. kapang Ceramah. granula polisakarida. bentuk dan susunan sel Ceramah. -WB diskusi dan -LCD dan cendawan) tanya jawab Fungi dimorfik Spora seksual Spora aseksual Kebutuhan nutrisi fungi Zygomycota Ascomycota Basidiomycota Minggu 3 dan 4 Sel prokariotik • • • • Sel eukariotik • • • Minggu 5 Karakteristik fungi Siklus hidup fungi Filum fungi dalam bidang kesehatan • • • • • • • • . kompleks golgi. eukariotik dan virus Karakteristik morfologi Pewarnaan diferensial Test biokimia Serologi Tipe faga Profil asam lemak Flow cytometry Komposisi basa DNA dan sidik jari DNA Penentuan urutan RNA ribosom PCR Hibridisasi asam nukleat Ukuran. benda inklusi (granula metakromatik. lisosom.Metode klasifikasi dan identifikasi • • • • • • • • • • • • • • dan eukarya) Sistem tata nama ilmiah Hirarki taksonomi Klasifikasi prokariotik. ribosom. karboksisom.

-WB antiseptik. diskusi dan -LCD . virus polihedral. disinfeksi. sterilisasi. komersial Ceramah. fase stasioner dan mikroba fase kematian) • Waktu generasi • Hitungan mikroskopik • Metode ALT (Plate count) Metode • Metode MPN (Most Probable pengukuran Number) pertumbuhan sel • Filtrasi mikroba • Turbidity Terminologi kontrol mikroba • • • Penyakit yang disebabkan fungi Bidang famasi. virus Multiplikasi kompleks) bakteriofage • Siklus litik dari T-even bacteriophage • Siklus lisogenik dari bacteriophage lambda Persyaratan fisik • Temperatur Ceramah. sulfur dan fosfor pertumbuhan • Trace element mikroba • Oksigen • Organic growth f actor • Chemically defined media • Media kompleks Media kultur • Media dan metode pertumbuhan anaerob • Tehnik kultur khusus (candle jar) • Media selektif dan diferensial • Media pengkaya • Definisi koloni dan isolasi Kultur murni • Macam metode isolasi • Morfologi makroskopik pada beberapa media Pengawetan • Deep freezing mikroba • Lyophilization (freeze drying) • Fase pertumbuhan mikroba (fase lag. Pertumbuhan fase eksponensial. pertanian dan industri Minggu 6 dan 7 Minggu 8 Definisi sterilisasi. -WB diskusi dan -LCD • Ukuran virus Struktur virus tanya jawab • Asam nukleat virus • Kapsid dan selubung virus • Morfologi umum (virus helikal.Minggu 5 dan 6 Efek fungi bagi manusia Karakteristik virus • Host dari virus Ceramah. virus berselubung. -WB pertumbuhan diskusi dan -LCD • pH mikroba tanya jawab • Tekanan osmotik • Karbon Persyaratan kimia • Nitrogen.

-WB diskusi dan -LCD tanya jawab . mikroba biguanida. amonium kuartener. alkohol. -WB diskusi dan -LCD tanya jawab Ceramah. Mekanisme silinder cup dan sumuran agar) resistensi obat • Metode dilusi (MIC dan MBC) • Penghancuran / inaktivasi obat oleh enzim mikroba • Pencegahan penetrasi obat ke target spesifik mikroba • Mengubah target spesifik obat • Pemompaan obat ke luar dari mikroba sebelum obat aktif Pengertian • Patologi. bakteriostatik obat antimikroba • Penghambatan sintesis dinding sel • Penghambatan sintesis protein • Penghambatan sintesis asam nukleat • Kerusakan membran plasma Metode uji daya • Penghambatan sintesis metabolit antimikroba esensial • Metode difusi (cakram kertas. logam berat dan komponennya. Mekanisme aksi baktersidal. sanitasi pengendalian • Pemanasan (panas kering dan panas pertumbuhan basah) mikroba • Pasteurisasi • Filtrasi • Penurunan temperatur • Desikasi • Tekanan osmotik • Radiasi (radiasi terionisasi dan tidak terionisasi) Cara kimia • Prinsip disinfektan yang efektif pengendalian • Cara evaluasi disinfektan pertumbuhan • Tipe disinfektan (bisphenol. halogen. antibiotik dan aldehid) Terminologi obat. antibiotik obat antimikroba spektrum luas dan sempit.• Definisi antibiotik. infeksi dan penyakit definisi • Hubungan mikrobiota normal dan Mikrobiota host normal • Mikroorganisme opportunistik • Postulat Koch Etiologi penyakit • Perkecualian postulat Koch infeksi • Tingkat keparahan atau durasi suatu penyakit Klasifikasi • Perluasan suatu penyakit penyakit infeksi (berdasarkan tubuh host yang terkena) Pola suatu • Faktor yang menyebabkan kerentanan penyakit suatu penyakit tanya jawab Ceramah.Minggu 9 dan 10 Minggu 11 Cara fisik degermining. surfaktan.

-WB 12 dan mikroba ke dalam diskusi dan -LCD mukosa. -WB Presentasi -LCD topik terpilih. spesifik untuk mikroorganisme patogen pada manusia) Penyakit mikroba pada mata dan kulit Penyakit mikroba pada sistem saraf Penyakit mikroba pada kardiovaskular dan sistem limfatik • Penyakit mikroba pada sistem respirasi • Penyakit mikroba pada sistem pencernaan • Penyakit mikroba pada sistem urinary dan sistem reproduksi • • • Ceramah.Penyebaran suatu infeksi Infeksi nosokomial • • • • • • • Perkembangan penyakit Sumber-sumber infeksi Transmisi suatu penyakit Mikroorganisme di rumah sakit Host yang compromised Rantai transmisi infeksi nosokomial Kontrol infeksi nosokomial Minggu Masuknya • Jalur masuk mikroba (membran Ceramah. rute parenteral) 13 host tanya jawab • Jumlah mikroba yang menginvasi • Perlekatan Penetrasi mikroba • Kapsula patogen ke dalam • Komponen dinding sel pertahanan host • Enzim • Penetrasi ke dalam sitoskeleton host Perusakan sel host • Nutrisi host oleh mikroba • Perusakan langsung • Produksi toksin (eksotoksin dan endotoksin) Minggu 14 Penyakit infeksi (topik terpilih.Overview of the growth media and sterilization process .General rules working in the microbiology laboratory . and grading system .Explain the goals. kulit.Aseptic technique and transfer of the microorganisms Introduction to the microscope Comparison of sizes and shapes of living microorganisms Motility of the bacteria Gram staining 2 3 4 Acid-fast and endospore (spore) staining Microscopic identification of fungi . diskusi dan tanya jawab 2. course topics content. Jadwal Kegiatan Mingguan Praktikum Weeks 1 Laboratory Course Topics .

Handout sudah dibagikan satu minggu sebelumnya. komputer dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. ditetapkan di awal perkuliahan dengan topik yang berbeda-beda disesuaikan dengan pokok bahasan.Factors influence the microbial growth (temperature. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN . Selama proses menerangkan.Test for microbial susceptibility to chemotherapeutic agents (diffusion method) .Disinfectant test (Phenol coefficient) Discussion of factors influence the microbial growth Discussion of the test for microbial susceptibility chemotherapeutic agents --.Obtaining pure cultures (isolation) from a mixed population (Streak Plate Method) . Bentuk kegiatan lain. Acid-fast and endospore (spore) staining Discussion of microscopic identification of fungi --. yaitu pemberian tugas mandiri berupa pembuatan makalah dan dipresentasikan. C.5 .MID SEMESTER EXAMINATION --. Tugas mandiri akan dipresentasikan di akhir pertemuan. Pertanyaan tersebut didiskusikan bersama dan ditarik suatu kesimpulan.END SEMESTER EXAMINATION --to 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: Dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar.Examination of macroscopic colony morphology Discussion of Gram.Identification of bacteria through biochemical testing . mahasiswa diperkenankan untuk bertanya. Mahasiswa diharapkan sudah menyerahkan makalah paling lambat satu minggu sebelum presentasi berlangsung. dilakukan sebanyak 1 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan presentasi dan diskusi kelompok. osmotic pressure and oligodynamic action) Enumeration of microorganisms (Total Plate Count) Enumeration of coliform bacteria (Most Probable Number) . Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. White Board.

Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. Penilaian dilakukan pada setiap pertemuan. dan leadership. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek Penilaian Pemahaman ketrampilan Kreativitas Leadership Unsur Penilaian Tugas Ujian Mid Semester Ujian Akhir Keaktifan dalam diskusi Penelusuran literatur dan pembuatan makalah Kedisiplinan dalam kuliah dan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Skor Maks 100 100 100 100 100 100 100 100 1200 Persentase 15% 25% 35% 5% 5% 5% 5% 5% 100 Jumlah Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Penilaian disesuaikan dengan buku pedoman akademik . Skor tertinggi pada tingkat pemahaman. kreativitas.1. Monitoring dan umpan balik dari mahasiswa dilakukan melalui penyebaran kuisioner dan permintaan saran langsung kepada mahasiswa. 2. ketrampilan.

Blackwell Science 4. 2nd edition. Pearson Education Inc. An imprint of Addison Wesley. 7th edition. San Francisco. USA 3. Merck KGaA. Brock Biology of Microorganisms. 2004. Tizard I.D. 2006. Jakarta. Hugo and Russell’s: Pharmaceutical Microbiology. 2006. Gandjar I. Machunis-Masuoka E. Benjamin Cummings. Denyer SP. Case CL. Microbiology an Introduction. Bauman BR. USA (BUKU ACUAN) 2. Tortora GJ. Longman Inc. Darmstadt. 2007. USA 5. Germany . Mikologi Dasar dan Terapan. Indonesia 6. Hodges NA. 1st edition. Sjamsuridzal W. Madigan MT. Yayasan Obor Indonesia. Microbiology with Disease by Taxonomy.. 11th edition.. Pearson Benjamin Cumming. Funke BR. Martinko JM. Gorman SP. 2005. 7th edition. 12th ed. DAFTAR PUSTAKA 1. 2007. Oetari A. Anonim. Merck Microbiology Manual.

tr. indeks bias. efisien kolom. RENCANA PEMBELAJARAN 1. dan mengidentifikasi  Memilih metode yang sesuai untuk mengidentifikasi unsur kimia. deteksi). fase gerak. fase gerak. fluoro). pemisahan senyawa dari campurannya menggunakan sistem kromatografi (gas. temperatur waktu elusi. Tujuan Instruksional Khusus Agar mahasiswa mampu :  Menganalisa satuan-satuan bagian metode analisa zat kimia untuk diterapkan pada penyusunan dan mampu menjelaskan pemakaian bobot jenis.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN KIMIA ANALISIS A. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat :menguasai berbagai metode analisis menggunakan instrumentasi. adsorben. ukuran partikel. gugus fungsional yang ada  Menjelaskan berbagai mekanisme pemisahan secara kromatografi dan dapat menganalisa fungsi dan peranan dari tiap komponen dalam sistim kromatografi (fase diam. elusi. coulometri dan polarografi).  Menerapkan pengetahuan tentang sifat-sifat reaksi ion. 2. ir.  Menjelaskan hubungan antara berbagai faktor yang berhubungan dengan kromatografi (jenis fase diam. volumetri dan gravimetri. cair kinerja tinggi) dan analisis elektrokimia (potensiometri. Rf. Deskripsi Singkat Mata Kuliah Membicarakan metode analisis baik kualitatif maupun kuantitatif dengan mengaitkan terjadinya interaksi radiasi elektromagnetik dengan molekul menggunakan instrumentasi seperti spektrometri (uv-vis. volumetri dan gravimetri. kecepatan aliran. dan suhu lebur. untuk memisahkan . membedakan. 3. koefisien resolusi dan dapat mengatur faktor-faktor tertentu untuk mencapai hasil kromatografi yang sesuai . zat yang akan dipisahkan)  Menganalisa fungsi tiap tahap dalam proses kromatografi (penyiapan.

1 Perkuliahan Pertemuan Topik Minggu 1 Pendahuluan dan pembandingan sifat-sifat zat Identifikasi ion Substansi Metode Fasilitas Agar mahasiswa mampu : Ceramah dan WB Pembandingan sifat-sifat zat. Pelaksanaan Pembelajaran 1. teori dan aplikasi analisis kuantitatif secara KCKT dan kromato grafi gas-cair. dan analisis penerapan kadarnya Menjelaskan teori titrasi kompleksometri dan argentometri. indeks bias. pemakaian Tanya jawab OHP bobot jenis.  Mahasiswa mampu menganalisa zat anorganik berupa kation.dengan tujuannya  Memahami dan menjelaskan metode analisis kuantitatif konvensional dan modern serta sumber-sumber kesalahan dalam analisis       Menjelaskan teori titrasi asam basa. gugusan. serta penerapannya. Jadwal Kegiatan Mingguan 1. bebas air. instrumentasi dan aplikasinya untuk analisis senyawa kimia B. anion. dan suhu lebur. Menjelaskan teori titrasi redoks serta penerapannya Menjelaskan teori titrasi nitrimetris serta penerapannya Menjelaskan teori metode gravimetri dan penerapnnya Menjelaskan prinsip metode kromatografi. unsur. LCD Agar mahasiswa mampu : Colaboration Menjelaskan pengaruh pada tiap tahap Learning prosedur identifikasi kation dan anion dari senyawa anorganik WB OHP LCD WB OHP LCD Minggu 2 Minggu 3 Identifikasi Agar mahasiswa mampu : Colaboration unsur logam dan Memilih metode yang sesuai umtuk Learning non logam mengidentifikasi unsur kimia . serta mampu memahami teori dasar analisis fisiko kimia.

Agar mahasiswa mampu : Colaboration Memahami dan menjelaskan teori titrasi Learning redoks permanganometri. destilasi. temperatur. dan sublimasi Agar mahasiswa mampu : Colaboration a)Menjelaskan berbagai mekanisme Learning. kecepatan aliran. adsorben. fase gerak. dan karbohidrat) Agar mahasiswa mampu : Colaboration Memilih metode yang sesuai untuk Learning memisahkan komponen tertentu dari campuran zat kimia yang diberikan dengan pengendapan. dan Learning. dan iodi/ iodometri Agar mahasiswa mampu : Problem Memahami dasar-dasar teori pengendapan Learning dan isolasi secara kuantitatif metode garvimetri dan melakukan penetapan kadar zat uji atau sampel WB OHP LCD WB OHP LCD WB OHP LCD WB OHP LCD Minggu 8 Minggu 9 Minggu 10 Titrasi redoks Minggu 11 Gravimetri Base WB OHP LCD . ukuran partikel. waktu elusi. fase gerak. serimetri. fenol. Volhard. asam. titrimetri. Fayans.Pertemuan Topik Minggu 4 Identifikasi gugus fungsionsl Cara-cara pemisahan Substansi Metode Fasilitas WB OHP LCD WB OHP LCD Agar mahasiswa mampu : Colaboration Mengidentifikasi gugus funsional dalam Learning zat kimia yang diberikan (alkohol. Rf. serta penerapannya. dan zat yang akan dipisahkan) b) Menjelaskan hubungan antara berbagai faktor yang berhubungan dengan kromatografi (jenis fase diam. Kuantitatif Memahami dan menjelaskan berbagai Colaboration metode analisis kuantitatif. dan tr) Minggu 5 Minggu 6 Kromatografi WB OHP LCD Ujian Minggu 7 Metode Analisis Agar mahasiswa mampu : Orientasi. pemisahan secara kromatografi dan Diskusi dapat menganalisa fungsi dan peranan dari tiap komponen dalam sistem kromatografi (fase diam. gravimetri. Teori titrasi Agar mahasiswa mampu : Colaboration asam-basa dan Memahami dan menjelaskan teori titrasi Learning titrasi bebas air asam-basa dan penerapannya dalam penetapan kadar bahan Teori titrasi Agar mahasiswa mampu : Colaboration pengendapan Memahami dan menjelaskan teori titrasi Learning argentometri cara Mohr.

Pertemuan Topik Substansi Metode Fasilitas WB OHP LCD Minggu 12 a) Analisis Agar mahasiswa mampu : Colaboration spektrofotome c) Memahami teori dasar reaksi REM Learning tri IR dan sinar dan senyawa organik. Hukum Hooked X dan menghitung bilangan suatu gugus b) Faktor-faktor fungsi yang d) Menggambarkan spektrum IR suatu mempengaruhi senyawa organik berdasarkan data vibrasi bilangan gelombang yang ada pada tabel e) Menghitung IDH suatu senyawa organik dan meramalkan jenis ikatan rangkap yang dimiliki senyawa tersebut.Hal-hal yang mempengaruhi serapan Agar mahasiswa mampu : Colaboration f)Menjelaskan interaksi REM dengan Learning molekul sehingga terjadi eksitasi g) Menjelaskan terjadinya serapan dan cara menghitung serapan h) Menyiapakan sampel dan menganalisis secara kuantitatif Agar mahasiswa mampu : Colaboration i) Menjelaskan mekanisme serapan atom Learning dan instrumentasi alat j) Memilih metode kromatografi . Kromatografi Gas d. Analisis kuantitatif Minggu 15 Ujian WB OHP LCD . Jenis kromatografi b. Minggu 13 Analisis spektrofotome tri uv-vis .Menentukan kadar zat dalam sampel WB OHP LCD Minggu 14 Kromatografi a. Metode KCKT c.

serimetri. Praktikum Pertemuan Topik Minggu 1 Substansi Metode Fasilitas Analisa kation Agar mahasiswa mampu : Orientasi.Budde. praktikum. Alatfenol. laporan Praktikum dan Alat-alat laporan. laporan Fayans. gelas.1.TLC. potensiometri. AlatMemahami dan menjelaskan prinsip praktikum dan gelas titrasi Argento cara Volhard. Orientasi. dan gelas karbohidrat mengidentifikasi gugus zat kimia yang laporan diberikan (alcohol. dan dan untuk mencapai tujuan khusus. potensiometri. asam. Alatspektrofotometri menginterpretasikan spektrum serapan IR praktikum dan gelas alat alat . Mohr. laporan instrumentasi Analisa Unsur Agar mahasiswa mampu : Orientasi. Alatbasa. dan iodatometri alat Minggu 8 alat Minggu 9 Titrasi redoks alat Minggu 10 Titrasi nitrimetri Agar mahasiswa mampu : Orientasi. 2. fenol. iodi. dan Karl laporan Fischer untuk analisa kuantitatif Minggu 7 Titrasi asam Agar mahasiswa mampu : menerapkan Orientasi. Alat-alat gelas Menjelaskan pengaruh pada tiap tahap praktikum. asam.Kol Memilih metode yang sesuai untuk om. memisahkan komponen tertentu dari campuran zat kimia yang diberikan Ujian Ujian Minggu 6 Analisis secara polarografi. laporan Titrasi pengendapan Agar mahasiswa mampu : Orientasi. iodo. karbo hidrat) Pemisahan destilasi Minggu 4 Minggu 5 Agar mahasiswa mampu menyusun alat Praktikum dan Alat-alat gelas destilasi sederhana dan destilasi uap. AlatMemahami instrumentasi dan aplikasi praktikum dan gelas polarografi.dan titrasi teori konsep asam.basa dalam penetapan praktikum dan gelas bebas air kadar bahan uji asam-basa. dan prosedur identifikasi kation dan anion dari laporan senyawa anorganik alat Minggu 2 Minggu 3 Analisa gugus Agar mahasiswa mampu : Orientasi. AlatMenerapkan dalam penetapan kadar praktikum dan gelas bahan uji secara metode laporan permanganometri. dan penetapan kadar bahan uji Agar mahasiswa mampu : Orientasi. dan Karl Fischer Agar mahasiswa mampu : Orientasi. laporan Minggu 11 Analisis Agar mahasiswa mampu Orientasi. Alat-alat gelas dan anion Mendemonstrasikan alat-alat laboratorium praktikum. dan Memilih metode yang sesuai umtuk praktikum. dan laporan alat Kromatografi Agar mahasiswa mampu : Kertas. AlatMemahami dan menerapkan teori praktikum dan gelas nitrimetri untuk penetapan kadar zat.

Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut : Dosen menerangkan dengan alat Bantu buku ajar. AlatCair Kinerja detektor. dan cara menghitung kadar. . laporan Minggu 15 UJIAN 2. AlatGas(KG). Pemaparan dan diskusi hasil percobaan dalam praktikum yang telah dilakukan Based Learning Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. c.Pertemuan Topik IR dan sinar X Substansi Metode Fasilitas untuk mengetahui rumus bangun senyawa laporan organik. bekerja sama dengan teman satu kelompo. Tugas/praktikum analisis unsur. merangkum pendapat-pendapat yang ada seshingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut : Dosen menyiapkan bahan diskusi yang diambil dati tugas mandiri yang diberikan dan yang telah diperiksa. laporan (KCKT) dan analisis kuantitatif Minggu 14 Kro matografi Mahasiswa mampu menyusun konfigurasi Orientasi. Orientasi.k aktif memberikan mendapat (saling memberi masukan) sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancea. menggunakan metode analisis yang sesuai berdasarkan hasil diskusi kelompok yang telah dilakukan. Alatspektrofotometri yang mempengaruhi serapan. d. alat untuk tujuan kuantitatif dalam praktikum dan gelas perhitungan kadar. laporan Minggu 13 Kromatografi Mahasiswa mampu memilih jenis kolom. fase gerak. alat Minggu 12 Analisis Mahasiswa mampu menjelaskan hal-hal Orientasi. Laptop dan LCD projector. alat alat C. White Board. b. Bentuk diskusi ini bagai mahasiswa akan mampu menganalisis bahan yang diberikan secara kelompok. dan cara perhitungan praktikum dan gelas Tinggi kadar. penyiapan praktikum dan gelas uv-vis sampel. pemisahan. OHP. Metode Pembelajaran dan bentuk kegiatan a. Pemberian tugas mandiri dan diskusi dalam bentuk Collaborative Learning dan Problem kelompok. dengan tujuan mempersiapkan diskusi dilakukan sedikitnya satu kali. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN . dilanjutkan Tanya jawab antara mahasiswa dan dosen.

2nd ed. 3.R. dan ujian-akhir semester.00 8. dan leadership. Terj M. Penilaian (Assesment) Aspek pemilaian meliputi : Aspek penilaian Unsur Penilaian Pemaham keterampilan Tugas mandiri Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester Kreativitas Kreativitas dalam diskusi Membuat resume Leadership Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Jumlah Hasil akhir ditentukan sebagai berikut : Nilai A untuk > 960 poin (> 80%) Nilai B untuk 840 -959 poin ( 70 – 80%) Nilai C untuk 720 – 839 poin (60 – 70%) Nilai D untuk 480 – 719 poin (40 – 60%) Kurang dari 480 dianggap tidak lengkap/tidak lulus.ashworth. ujian tengan semester.F. maka skor tertinggi diberikan untuk poin tugas-tugas. Thin layer Chromatography. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan/praktikum (berupa kuesioner. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat dikukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. 2.17 25. pre-test dan post-test praktikum. Stahlled. 2. Roth Gottfried Blaschke E.33 100 .1. Komponen pemahaman dan keterampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan. Springer Verlag. Herman J.67 16. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman.33 8. DAFTAR PUSTAKA 1. dan kritik-saran dari mahasiswa). D.33 8. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah keahlian dan memerlukan latihan/praktikum yang intensif. A Text Book of quality in Organic analysis Analisis Farmasi.33 8. keterampilan. A laboratory Handbook. Vogel. kreativitas.33 8. Berlin 196 Skor Maks 200 200 300 100 100 100 100 100 1200 Presentase 16.

Chromatography a review of principle and Aplications 2nd ed. Instrumental method of analysis 7th . 1968. USP. Principles of Instrumental Analysis 4th ed. 5. Skoog DA. Verlag Chemic. BP. dsb) E Lederer & M Lederer. FI-IV. Farmakope (FI-III. 7. Weinhein.4. Willard. 6.

menjelaskan tentang tegangan permukaan dan antar-muka serta hal-hal yang berkaitan dengan fenomena permukaan. menjelaskan tentang ukuran partikel dan distribusi ukuran partikel. stabilitas (fungsi dan cara penentuannya). Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. sifat aliran. mikromeritik. serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya. menjelaskan tentang usaha-usaha untuk meningkatkan kelarutan suatu zat yang digunakan dalam bidang farmasi. kelarutan dan faktor yang mempengaruhinya. menjelaskan tentang pentingnya uji stabilitas suatu zat dan sediaan farmasi. sistem dispersi (koloid. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. suspensi. fluiditas. b. dll. 2. bentukbentuk partikel. d. . Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami fenomena fisika molekul obat dan eksipien untuk diaplikasikan pada pengembangan formulasi dan pembuatan sediaan farmasi. c. e. g. rheologi. viskoelastisitas. Deskripsi singkat matakuliah Farmasi Fisika Matakuliah Farmasi Fisika berisi pokok-pokok bahasan konsep dasar sifat fisikokimia molekul obat.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN FARMASI FISIKA A. kinetika dan orde reaksi. dispersi padat). luas permukaan partikel. 3. sifat-sifat fisika senyawa obat berbentuk serbuk. menjelaskan tentang interaksi antara pelarut dan zat terlarut serta fenomena lain kelarutan. menjelaskan tentang viskositas. menjelaskan tentang terjadinya difusi. pengertian tentang fenomena antar permukaan dan penentuan tegangan permukaan. pengertian rheologi dan viskositas serta hubungannya dalam farmasi. difusi dan disolusi. prosedur dan peralatan yang digunakan pada percobaan difusi dan proses disolusi obat. f. emulsi.

kelarutan gas dalam zat cair. Ceramah dan distribusi zat terlarut dalam pelarut. tanya jawab sifat koligatif larutan. tetapan dielektrik) Ceramah dan Faktor yang mempengaruhi kecepatan tanya jawab reaksi obat dalam larutan. analisis stabilitas dipercepat. kelariutan zat padat dalam zat cair Usaha untuk meningkatkan kelarutan.h. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Minggu 1 Topik Pendahuluan Substansi Metode Fasilitas -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD Fenomena fisika molekul obat dan Ceramah dan eksipien untuk diaplikasikan pada tanya jawab pengembangan formulasi dan pembuatan sediaan farmasi Interaksi bahan pelarut dan zat Ceramah dan terlarut. Menjelaskan secara rinci sistem dispersi. tanya jawab kelarutan zat cair dalam zat cair.. faktor yang tanya jawab mempengaruhi laju reaksi penguraian obat dalam larutan (suhu. menjelaskan dasar dasar kristalografi di bidang farmasi. pelarut. termodinamika difusi. hukum Ficks kedua Ceramah dan tanya jawab Minggu 2 Larutan dan Kelarutan (1) Minggu 3 Larutan Dan Kelarutan (2) Minggu 4 Stabilitas (1) Minggu 5 Stabilitas (2) Minggu 6 Difusi dan Disolusi (1) Minggu 7 Difusi dan Disolusi (2) Minggu 8 Fenomena antar permukaan (1) -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD . isohidris Ceramah dan Orde dan laju reaksi. prosedur dan tanya jawab peralatan uji disolusi dan pelepasan obat Ceramah dan tanya jawab Prinsip difusi dalam sistem biologi. tentang definisi sistem dispersi dan jenis-jenis i. isotonis. B. reaksi penguraian obat dan usaha stabilisasi. perhitungan usia simpan Ceramah dan Difusi keadaan tunak. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 4.

dan solubilisasi tanya jawab Sistem dispersi suspensi -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD Minggu 12 -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD Minggu 13 Minggu 14 Sistem dispersi emulsi Sifat antar permukaan partikel tersus. evaluasi stabilitas fisika emulsi 5. sifat optik. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. stabilitas fisika emulsi. OHP. sistem suspensi terflokulasi tanya jawab dan deflokulasi. Ceramah dan adsorpsi pada antar-muka zat cair tanya jawab Adsorpsi antar permukaan zat padat. penentuan sifat rheologi. Ceramah dan aplikasi bahan aktif permukaan. Ceramah dan viskoelastisitas. dilakukan sebanyak 3 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan diskusi kelompok. elektrik sistem Ceramah dan koloidal.Ceramah dan pensi.Minggu 9 Fenomena antar permukaan (2) Minggu 10 Rheologi Minggu 11 Mikromeritik Fenomena antar permukaan zat cair. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: Dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar. metode untuk mengukur ukuran partikel. Bentuk kegiatan lain. . pengendapan suspensi Teori emulsifikasi. sifat Ceramah dan turunan serbuk tanya jawab Sistem dispersi koloidal Jenis sistem dispersi koloidal. bentuk partikel dan luas permukaan. kinetik. aplikasi reologi tanya jawab dalam farmasi Ukuran partikel dan distribusi ukuran partikel. ukuran pori. sifat tanya jawab elektrik antar permukaan Sistem Newtonian dan Non Newtonian. Laptop dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. White Board. yaitu diskusi dan pemberian tugas mandiri.

ketrampilan. dan ujian akhir semester.33 8. Bentuk diskusi ini bagi mahasiswa akan mampu menganalisis bahan yang diberikan secara kelompok.33 8. dan leadership. bekerja sama dengan teman satu kelompok. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah keahlian dan memerlukan latihan yang intensif. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan.00 8.67 16. C. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Di samping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa) 2.Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut: Dosen menyiapkan bahan diskusi yang diambil dari tugas yang diberikan dan yang telah diperiksa. merangkum pendapat-pendapat yang ada sehingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan.33 8. ujian tengah semester. maka skor tertinggi diberikan untuk poin tugas-tugas. aktif memberikan pendapat (saling memberi masukan) sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancar.67 25. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. kreativitas. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek Penilaian Pemahaman ketrampilan Kreativitas Leadership Unsur Penilaian Tugas Ujian Mid Semester Ujian Akhir Keaktivan dalam diskusi Membuat resume Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Skor Maks 200 200 300 100 100 100 100 100 1200 Persentase 16.33 100 Jumlah .33 8.

I. Philadelphia. Wells. London. 1988. 1988.. 2006. Pharmaceutical preformulation. 2nd Ed.A... Lea & Febiger. J. Martin. McMillan Pub. . 4th Ed. Physical Pharmacy. DAFTAR PUSTAKA Florence... Physicochemical Principles of Pharmacy. Chichester. Ellis Horwood Limited. the physicochemical properties of drug substances.Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai A untuk ≥ 960 poin (>80%) Nilai B untuk 840 – 959 poin (70 – 80%) Nilai C untuk 720 – 839 poin (60 – 70%) Nilai D untuk 480 – 719 poin (40 – 60%) Kurang dari 480 dianggap Tidak Lengkap / Tidak Lulus D.M.

atau studi mengenai individu yang sakit atau terganggu. 2. Respons tubuh terhadap cedera. Deskripsi singkat matakuliah Patologi Matakuliah Patologi mempelajari aspek dinamis proses penyakit. Respons tubuh terhadap tantangan imunologik. b. e. Gangguan sirkulasi h. c. f. Mahasiswa juga mampu memahami biologi abnormal . 3. Interaksi hereditas dan lingkungan terhadap penyakit. proses-proses biologik yang tidak sesuai.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN PATOLOGI A. proliferasi sel i. Gangguan pertumbuhan . Ilmu ini merupakan studi mengenai gangguan fungsi yang disebabkan oleh penyakit yang terjadi dalam organisme hidup. Konsep umum penyakit. Respons tubuh terhadap agen menular g. Cedera dan Kematian Sel. Gangguan pertumbuhan diferensiasi sel . d. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami gangguan fungsi mekanisme fisiologis yang terganggu oleh penyakit yang terjadi dalam organisme hidup. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan: a. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1.

a. d. c. Substansi Konsep tentang Kenormalan Konsep tentang Penyakit Etiologi Patogenesis Manifestasi Klasifikasi Penyakit Faktor ekstrinsik Faktor intrinsik Interaksi antara Faktor Ekstrinsik dan Intrinsik Gen dan Terminologi Genetik Variasi Genetik Konsep Mendelian Penyakit genetik Uji Diagnostik Pemeriksaan Penapisan Fenotipe Uji diagnostik Pengambilan Sampel Sel Janin Uji diagnostik Analisis Genetik Molekuler Terapi untuk gangguan genetik Farmakogenetik Proyek Genom Manusia Organisasi seluler Modalitas cedera seluler Sel yang Diserang Perubahan morfologik pada sel yang cedera sub letal Kematian seluler Nasib jaringan nekrotik Kalsifikasi Patologik Kematian somatik Reaksi peradangan Gambaran Makroskopik Peradangan Aspek cairan pada Peradangan Eksudasi Aspek Seluler Peradangan Marginasi dan Emigrasi Kemotaksis Mediator Peradangan Metode Ceramah dan tanya jawab Fasilitas -WB -LCD Minggu 2 Interaksi hereditas dan lingkungan terhadap penyakit Interaksi hereditas dan lingkungan terhadap penyakit Presentasi dan LCD Diskusi Minggu 3 Presentasi dan LCD Diskusi Presentasi dan LCD Diskusi Kasus Minggu 5 Presentasi dan LCD Diskusi Kasus Minggu 6 Respons Tubuh terhadap Cedera Presentasi dan Diskusi LCD Minggu 7 Respons Tubuh Presentasi dan LCD . Minggu 4 Interaksi hereditas dan lingkungan terhadap penyakit Cedera dan Kematian Sel a. h. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Minggu 1 Topik Konsep umum penyakit a. a. g. e. b.B. b. c. a. c. c. c. f. f. c. f. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 4. d. d. e. e. f. g. b. b. e. b. d. a. d. b. a.

terhadap Cedera

b. c. d. e. f.

Jenis dan Fungsi Leukosit Diskusi Kasus Pola-Pola Peradangan Nasib Reaksi Peradangan Faktor-faktor yang Mempengaruhi peradangan dan Penyembuhan Aspek Sistemik Peradangan Gambaran singkat Imunitas Gambaran Singkat Sistem Imun Kompleks Histokompatibilitas Mayor Respon Imun Tipe Imunitas Fisiologi Reaksi Hipersensitivitas Imunodefisiensi Faktor Usia Faktor Hospes pada Infeksi, Radang sebagai Pertahanan Pembuluh Limfa pada Infeksi Pertahanan Terakhir Faktor Mikroba pada Infeksi Cara Interaksi Hospes dan Mikroba Infeksi Oportunistik Kongesti (Hiperemia) aktif Kongesti pasif Edema Perdarahan Trombosis Embolisme Arteriosklerosis Iskemia Infark Organ dan Jaringan yang lebih kecil dari normal Organ dan Jaringan yang lebih besar dari normal Diferensiasi abnormal Neoplasia Sifat-sifat Neoplasma Interaksi Neoplasma dengan Hospes Struktur Neoplasma Klasifikasi dan Tata nama neoplasma Karsinogenesis Aspek Klinis Neoplasia Presentasi dan LCD Diskusi Kasus

Minggu 8 Minggu 9

Mid Test Respon Tubuh terhadap Tantangan Imunologik Respon Tubuh terhadap Tantangan Imunologik Respon Tubuh terhadap Agen Menular

a. b. c. d. a. b. c. d. a. b. c. d. e. f. g. a. b. c. d. e. a. b. c. d. a. b. c. d. a. b. c. d. e. f.

Minggu 10

Presentasi dan LCD Diskusi Kasus

Minggu 11

Presentasi dan LCD Diskusi Kasus

Minggu 12 Gangguan Sirkulasi Minggu 13 Gangguan Sirkulasi Minggu 14 Gangguan Pertumbuhan, Proliferasi, Diferensiasi Sel Gangguan Pertumbuhan, Proliferasi, Diferensiasi Sel

Presentasi dan LCD Diskusi Kasus

Presentasi dan LCD Diskusi Kasus Presentasi dan LCD Diskusi Kasus

Minggu 15

Presentasi dan LCD Diskusi Kasus

Minggu 16

Final Test

5. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: Dosen menerangkan secara umum intisari mata kuliah dengan alat bantu buku ajar, White Board, Laptop dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. Bentuk kegiatan lain, yaitu presentasi dan diskusi kasus. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib, dilakukan sebanyak 3 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan diskusi kelompok. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut: Dosen menyiapkan bahan diskusi berupa kasus yang berhubungan dengan SAP. Bentuk diskusi ini bagi mahasiswa akan mampu menganalisis kasus yang diberikan secara kelompok, bekerja sama dengan teman satu kelompok, aktif memberikan pendapat (saling memberi masukan) sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancar, merangkum pendapat-pendapat yang ada sehingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan. C. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman, ketrampilan, kreativitas, dan leadership. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah dasar dan memerlukan pemahaman yang intensif, maka skor tertinggi diberikan untuk mid dan final test. Di samping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa) 2. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek Penilaian Unsur Penilaian Pemahaman Tugas Ujian Mid Semester Ujian Akhir Kreativitas Keaktivan dalam diskusi Kedisiplinan pengumpulan tugas Skor Maks 200 200 300 100 100 Persentase 14,00 25,00 25,00 9 9

Leadership

Presentasi Partisipasi di kelas

100 100 1200

9 9 100%

Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai A untuk ≥ 960 poin (>80%) Nilai B untuk 840 – 959poin (70 – 80%) Nilai C untuk 720 – 839poin (60 – 70%) Nilai D untuk 480 – 719 Kurang dari 480 dianggap D. DAFTAR PUSTAKA . Greene, R.J., Harris, N.D., and Goodyer, L.I., 2000, Pathology and Therapeutics for Pharmacists : A Basic for Clinical Pharmacy, 2nd. Ed., Pharm. Press. , London Price,S., Wilson, L., Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit, 2006, Edisi 6, EGC, Penerbit Buku Kedokteran. Kumar, V., Cotran, R.S., and Robin, S.L., 1997, Basic Pathology, 6th. Ed., W.B. Saunders, Philadelphia C. Stevens, A., Lowe, J., 1995, Pathology, 2nd. Ed., Mosby, London poin (40 – 60%) Tidak Lulus

Mampu berpartisipasi/berkontribusi dalam menghasilkan dan mendeseminasi pengetahuan baru. 2. pengantar imunoterapi. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. pencegahan dan pengobatan penyakit infeksi dan non infeksi menggunakan agen-agen imun dan vaksin. antigen. . c. struktur molekul MHC I dan II.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN IMUNOLOGI A. mekanisme respon imun. Deskripsi singkat matakuliah Imunologi Matakuliah Imunologi membahas tentang antibodi. 4. Mampu memahami fungsi pelayanan KIE . Mampu mengakses dan mengevaluasi sumber informasi yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian. b. Kompetensi lulusan yang diharapkan didukung oleh MK Imunologi a. Mampu berpartisipasi dalam mengembangkan senyawa aktif/bahan aktif terapetik atau eksipien baru yang lebih baik. dan macam-macam vaksin dan aplikasi vaksin dalam pencegahan dan terapi penyakit infeksi dan kanker. e. Mampu berpartisipasi secara aktif dalam promosi kesehatan. mekanisme eliminasi agen infeksi dengan sistem imun. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami mekanisme pertahanan tubuh terhadap penyakit infeksi melalui sistem imun. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. sifat umum respon imun dan sistem imun sel dan jaringan. pembuatan antibodi monoklonal dan aplikasinya. penyakit-penyakit autoimun. 3. Menjelaskan molekul reseptor antigen. d. b. pengantar terapi imunoglobulin intravena. Menjelaskan kedudukan dan peran imunologi.

tumor. dan transplantasi organ. Menjelaskan sifat umum sitokin. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemua n (100 menit) Minggu 1 Topik Substansi Metode Fasilitas Pendahuluan Kedudukan dan peran imunologi Ceramah dan dalam ilmu kefarmasian. pemrosesan. presentasi antigen kepada sel T. j. k. Menjelaskan mekanisme imunitas selular dan humoral. B. Menyebutkan definisi imunoterapi dan aplikasi imunoterapi. d. Menjelaskan pengaturan dan fungsi biologis sistem komplemen. l. menyebutkan produk vaksin dan sera. menjelaskan tentang vaksin kombinasi dan peran adjuvant. Menjelaskan respon imun terhadap agen patogen. f. h. Menjelaskan penyakit yang disebabkan oleh respon imun. Menjelaskan maturasi dan aktivasi sel B dan T. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1.c. Menjelaskan definisi dan penggolongan vaksin. e. Menjelaskan proses pembuatan antibodi monoklonal dan penggunaannya. g. i. tanya Sifat-sifat umum respon imun jawab/diskusi Sistem imun sel dan jaringan Minggu 2 Molekul pengenal antigen Inisiasi respon imun Minggu 3 Minggu 4 Maturasi limfosit sel -WB -OHP -LCD Handout Molekul reseptor antigen Ceramah dan -WB Struktur molekul MHC Kelas I tanya -OHP dan II jawab/diskusi -LCD Handout Pengenalan. pemrosesan. Menjelaskan pengenalan. Ceramah dan -WB presentasi antigen tanya -OHP Presentasi antigen kepada sel T jawab/diskusi -LCD Handout Maturasi dan aktivasi sel B Ceramah dan -WB Maturasi dan aktivasi sel T tanya -OHP jawab/diskusi -LCD Handout . regulasi dalam imunitas innate dan adatif serta stimulasi pembentukan sel hemopoetik.

tumor.Minggu 5 Sistem komplemen Sistem komplemen Ceramah dan Pengaturan sistem komplemen tanya Fungsi biologis protein-protein jawab/diskusi komplemen Minggu 6 Imunomodulator& sitokin Minggu 7 Imunitas seluler humoral dan Minggu 8 Respon imun dalam sistem pertahanan dan penyakit Penyakit yand disebabkan respon imun Antibodi monoklonal Minggu 9 Minggu 10 Minggu 11 Terapi imunoglobin intravena Imunoterapi Minggu 12 Minggu 13 Vaksin sera dan Minggu 14 Vaksin sera dan -WB -OHP -LCD Handout Imunomodulator Ceramah dan -WB Sifat umum sitokin tanya -OHP Peran sitokin dalam mediasi jawab/diskusi -LCD imunitas innate dan adatif Sitokin dalam stimulasi Handout pembentukan sel hemopoetik Mekanisme imunitas seluler Ceramah dan -WB Mekanisme imunitas humoral tanya -OHP jawab/diskusi -LCD Handout Respon imun terhadap agen Ceramah dan -WB patogen (mikroorganisme dan tanya -OHP virus). karakterisasi dan Ceramah dan -WB penggolongan vaksin tanya -OHP Produk vaksin dan sera jawab/diskusi -LCD Kombinasi vaksin Peran adjuvant Handout Studi kasus dalam imunisasi Ceramah dan -WB tanya -OHP jawab/diskusi -LCD - . dan transplantasi jawab/diskusi -LCD organ Handout Autoimunitas Ceramah dan -WB Hipersensitivitas tanya -OHP jawab/diskusi -LCD Handout Proses pembuatan antibodi Ceramah dan -WB monoklonal tanya -OHP Antibodi monoklonal sebagai agen jawab/diskusi -LCD diagnostik dan terapi Handout Pembuatan dan karakterisasi Ceramah dan -WB imunoglobulin intravena tanya -OHP Aplikasi klinis jawab/diskusi -LCD Adverse Reaction Handout Definisi imunoterapi Ceramah dan -WB Imunoterapi penyakit kanker tanya -OHP Imunoterapi penyakit degeneratif jawab/diskusi -LCD Handout Definisi.

Bentuk kegiatan lain. dan ujian akhir semester. White Board. Minggu berikut soal dibahas di dalam kelas sebagai refreshing kuliah yang lalu. Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar. Laptop dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Metode yang diberikan merupakan kombinasi Pembelajaran Berpusat pada Mahasiswa (SCL) dan ceramah oleh dosen di hadapan mahasiswa (TCL). kemudian diperiksa secara random bagian mana yang mayoritas yang mengalami kesulitan. lebih kurang selama 10 menit. OHP.Handout 3. ujian tengah semester. yaitu diskusi dan pemberian tugas mandiri. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek Penilaian Unsur Penilaian Pemahaman Tugas makalah ketrampilan Ujian Mid Semester Ujian Akhir Softskills Keaktifan dalam diskusi Membuat resume Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi makalah Partisipasi di kelas Jumlah Skor Maks 150 200 300 100 50 50 100 50 1000 Persentase 15 20 30 10 5 5 10 5 100 . 2. dilakukan sebanyak 2 kali sebagai pekerjaan rumah. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. C. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa melalui tingkat pemahaman terhadap pokok-pokok bahasan yang diberikan memlalui pekerjaan rumah.

. 1993.K....K. Mosby.West Sussex.. DAFTAR PUSTAKA Abbas A. Cellular and Molecular Immunology. Rosen F... .J. Martin S.H..B.. Philadelphia. 9th Ed.J.2001. WB Saunders Co. Hocy E. Blackwell Science. Dougan. Roitt I. Strom T.. Vaccine Design.M. 2nd Ed. 1998. Blackwell Co. Burakoff S. 5th Ed..... Rima.. B.. Brown F. Immunology 5th Ed. Therapeutic Immnulogy.. and Trudgett A.. 2005..F. and Male D. Selected Journal Articles. Asuten K. John Wiley & Son. London. USA. Brostoff J. Lichtman A.Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai A untuk ≥ 750 poin (>75%) Nilai B untuk 650 – <750 poin (65 – <75%) Nilai C untuk 550 – <650 poin (55 – <65%) Nilai D untuk 450 – <550 poin (45 – <55%) Nilai F kurang dari 450 dianggap Tidak Lengkap / Tidak Lulus D.. Essential Immunology.. Roitt I. 1997.S. London.

dan evaluasi usaha. menjelaskan tentang konsep dasar kewirausahaan menjelaskan karakteristik wirausahawan menjelaskan jalur-jalur yang dapat dipilih untuk wirausaha mengidentifikasi peluang usaha di bidang farmasi membuat perencanaan usaha sederhana menerapkan strategi untuk memasarkan suatu produk melakukan evaluasi terhadap sebuah usaha B. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. 3. 2. rencana usaha. b. d. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Topik Substansi Minggu 1 Konsep dasar kewirausahaan Karakteristik wirausaha Latar belakang pentingnya wirausaha Pengertian kewirausahaan Paradigma kewirausahaan Metode Ceramah dan tanya jawab Minggu 2 Karakteristik wirausahawan Ceramah dan yang meliputi : displin. jalur-jalur wirausaha. f. karakteristik wirausahawan. kreatif dan inovatif. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. g. pemasaran usaha.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAN A. dan mampu membuat rencana wirausaha yang nyata dan siap diaplikasikan serta mengevaluasinya. studi kelayakan usaha. mandiri dan realitis dalam kehidupan Tantangan wirausaha Ceramah dan Fasilitas -WB Lapto p -LCD -kertas plano -spidol Minggu 3 Semangat . c. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memiliki wawasan tentang kewirausahaan. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. peluang usaha. Deskripsi singkat matakuliah Matakuliah kewirausahaan berisi pokok-pokok bahasan tentang konsep dasar kewirausahaan. semangat untuk berwirausaha. e. jujur. komitmen tanya jawab tinggi.

makanan dan kosmetik Minggu 7 Perencanaan Aspek-aspek dalam studi kelayakan usaha usaha Laporan studi kelayakan usaha Langkah-langkah merencanakan usaha Minggu 8 Membuat rencana usaha Minggu 9 Perencanaan usaha (lanjutan) Strategi pemasaran produk Minggu 10 Strategi Pemasaran 11 produk (lanjutan) Membuat rencana usaha Manejemen pemasaran Strategi penerapan harga Strategi promosi usaha Kesalahan pemasaran mistake) Menejemen pemasaran Strategi penerapan harga Strategi promosi usaha Kesalahan pemasaran mistake) Ceramah dan Tanya jawab Presentasi kelompok Ceramah dan Tanya jawab (marketing Ceramah dan Tanya jawab (marketing Praktek Ceramah dan Tanya jawab Minggu dan 12 Minggu 13 Menerapkan strategi pemasaran Strategi Pemasaran produk (lanjutan) Prinsip dasar resiko meliputi pengertian. usaha keluarga Active Kelebihan dan kelemahan usaha learning sendiri. tujuan Manajemen resiko Ceramah Identifikasi jenis-jenis resiko Group resume Analisis SWOT usaha Balance Scored Card Evaluasi usaha Minggu 14 Resiko Usaha . dan usaha keluarga (Peer lesson) Active learning (Get crazy) Minggu 5 dan 6 Peluang usaha Menentukan kebutuhan pasar di bidang Peluang usaha budi daya tanaman farmasi obat. franchise. franchise. pemutaran video Membuat usaha sendiri. macam. pengembangan obat tradisional. manfaat. pemasaran simplisia.wirausaha Minggu 4 Jalur wirausaha Imbalan wirausaha Contoh Wirausahawan sukses tanya jawab. unsur.

Di samping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa) 2. Bentuk kegiatan lain. ujian mid semester. Penilaian (assessment) Penilaian meliputi: Unsur Penilaian Tugas Skor Maks Presentasi 100 Pemasaran 100 Diskusi 100 100 100 Persentase 10 20 10 30 30 Kriteria Intonasi jelas Bahasa mudah dipahami Adanya kontak dengan peserta Kelengkapan materi Alur Sistematis Tampilan jelas Tampilan menarik Menanggapi dengan empati Bahasa mudah Nilai Maks 10 10 10 10 10 7.5 10 10 Ujian Mid Semester Ujian Akhir Unsur Penilaian Sub Unsur Aspek Tugas Penilaian Penilaian Presentasi Teknik presentasi Leadership Isi presentasi Media presentasi Kemampuan merespon pertanyaan Pemahaman ketrampilan Kreativitas Leadership . Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar. yaitu pembelajaran aktif (peer lesson. Unsur penilaian meliputi tugas.5 7.2. dan ujian akhir. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. White Board. get crazy dan group resume) dan pemberian tugas mandiri berupa presentasi kelompok dan praktek pemasaran produk di lingkungan kampus. Laptop dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. C.

J. Konopasek. diterjemahkan oleh Heru Sutrisno. ThomsonLearning Asia. C. Gramedia Pustaka Utama.Jumlah Pemasaran dipahami Menjawab dengan 15 benar 100 Kreativitas Kreativitas menghias stand Kreativitas cara Kreativitas memasarkan Tampilan menarik 20 Bahasa persuasif 10 Aktif menarik 10 pembeli Variabilitas 10 pembeli 80 % proposal Kreativitas & Leadership Leadership sesuai Kesesuaian penerapan strategi dengan proposal (yang dipresentasikan sebelumnya) Jumlah produk yang terjual Jumlah Diskusi Dinamika kelompok diskusi Pemahaman ketrampilan 30 75 % produk terjual Aktif memberi respon Sikap menghargai pendapat Lengkap Alur Sistematis Ketepatan analisa & kesimpulan 20 100 20 20 10 10 40 100 Resume Pemahaman ketrampilan Jumlah Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai A untuk ≥ 75 poin (>75%) Nilai B untuk 60 – 74. DAFTAR PUSTAKA Longenecker. R. Jakarta. RogerMagnet’s Sales Adventures...49 poin (30 – 50%) Kurang dari 30 dianggap Tidak Lengkap / Tidak Lulus D. 2004. Moore. J. .W..G. Singapore. dan Petty.9 poin (60 – 75%) Nilai C untuk 40 – 59.W. Small Business Management.. 2001.9 poin (45 – 60%) Nilai D untuk 30 – 4.

diterjemahkan oleh Irma Indriani.C. 2007..T. Bornstein. J. Ufuk Press. 2007. Business Plan.M.Ford.. Media Pressindo. I. Elex Media Komputindo. Rasakan Dahsyatnya Usaha Franchise.C. R. and Pruitt. Majalah SWA Majalah Marketing . Marimba. P... Langkah Awal Buka Usaha. Ismawan. B. 2008...

bahasan mengenai karbohidrat. d. 1. bahan alami dalam pengobatan. Mampu menjelaskan definisi dan sejarah perkembangan farmakognosi. hewan. . Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu : a. Mampu menyebutkan penggolongan karbohidrat dan menyebutkan nama simplisia dan nama spesies. produksi obat gubal (simplisia). mineral) yang digunakan sebagai obat. e. glikosida. c. dan senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan yang mengandung senyawa yang termasuk karbohidrat. b. sumber-sumber dan tata nama simplisia. Deskripsi singkat kuliah Farmakognosi Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa program studi S1 Ilmu Farmasi yang memberi pengetahuan tentang sumber bahan alami (tumbuhan. 1. dengan tujuan dapat mengidentifikasi. 3. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. Mampu menyebutkan nama simplisia dan nama spesies. minyak lemak. senyawa golongan alkaloid. FARMAKOGNOSI I. termasuk simplisia-simplisia yang menghasilkan senyawa golongan tersebut.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN FARMAKOGNOSI-FITOKIMIA I. terpenoid dan minyak atsiri. mengetahui dan mengerti seluk beluk dan ruang lingkup farmakognosi. steroid dan hormon. kegunaan. obat gubal ( crude drugs): tata nama. mengolah bahan alami menjadi bahan dasar obat herbal serta mengetahui jenis-jenis bahan alami dan kandungan kimia bahan tersebut. K U L I A H A. Mampu menjelaskan definisi . 1. Tujuan pembelajaran Mata kuliah ini memberikan dasar-dasar dalam mengenali. 2. Mampu menyebutkan nama simplisia dan nama spesies. kegunaan dan senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan yang mengandung senyawa golongan glikosida. kegunaan dan senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan yang mengandung senyawa golongan terpenoid dan minyak atsiri.

Laptop. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Glikosida flavonol 6. Biosintesis diskusi. B. Kontrak pembelajaran 2. 2. White Board. Laptop. kegunaan dan senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan yang mengandung senyawa golongan minyak lemak. Laptop. kegunaan dan senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan yang mengandung senyawa golongan steroid dan hormon. Penggolongan ceramah. sifat dan pembagian 2. tugas/test Cooperative and competitive learning. Gula polihidroksi alkohol 1. LCD Projector White Board. Jadwal Kegiatan Mingguan Minggu Topik I Pendahuluan Substansi 1. Glikosida alkohol 8. h. White Board. Laptop. 3. Definisi 3. Gllukosinolat 5. Mampu menyebutkan nama simplisia dan nama spesies. LCD Projector II Karbohidrat 1. g. Definisi. tugas/test Fasilitas White Board. Mampu menyebutkan nama simplisia dan nama spesies. III lanjutan IV Glikosida V lanjutan 1. Glikosida fenolik Cooperative learning (Jigsaw classroom) ceramah. Gula dan obat yang tugas/test mengandung gula Worksheet. diskusi. diskusi. Laptop. Polisakarida dan obat yang mengandung polisakarida 2. Sejarah singkat perkem-bangan farmakognosi Metode ceramah. Glikosida Antrakuinon 3. Mampu menyebutkan nama simplisia dan nama spesies. LCD Projector Worksheet. LCD Projector White Board. kegunaan dan senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan yang mengandung senyawa golongan alkaloida.f. . Glikosida Sianogenik 4. Glikosida lakton 7.

tugas/test ceramah. LCD Projector White X lanjutan 1. diskusi. Laptop. Batasan. tropan diskusi. Batasan. Minyak atsiri keton 6. 2. Minyak atsiri alcohol 4. Triterpenoid 6. LCD Projector VII Minyak Atsiri ceramah. tugas/test White Board. penggolongan dan sifat-sifat 2. LCD Projector VIII Lipid ceramah. Batasan. Batasan dan ceramah. Alkaloid quinolin ceramah. Lemak 4. Minyak lemak 3. Tetraterpenoid 1. Diterpenoid 5. dan isoquinolin diskusi. Monoterpenoid 3. penggolongan dan sifat-sifatnya 2. Tanin VI Terpenoid 1. Laptop. lain-lain dan 1. LCD Projector IX Alkaloid ceramah. XI lanjutan XII Steroid . Laptop. sifat-sifat dan penggolongan 2. 2. Alkaloid pirolidin. Lilin 5. Minyak atsiri hidrokarbon 3.9. Minyak atsiri ester 1. tugas/test LCD Projector White Board. Alkaloid purin dan ceramah. Minyak atsiri fenoleter 8. Minyak atsiri aldehida 5. Glikosida aldehida 10. diskusi. Alakaloid piperin dan piperidin diskusi. LCD Projector White Board. Minyak atsiri fenol 7. tugas/test imidazol dan indol 1. tugas/test White Board. LCD Projector White Board. diskusi. Minyak atsiri oksida 9. tugas/test White Board. Alkaloid Amina tugas/test 3. Laptop. Laptop. Batasan. Laptop. Sesquiterpenoid 4. Hasil metabolisme lemak 1. sifat dan pembagian 2. diskusi.

Laptop. Keaktifan mahasiswa dalam diskusi kelas dinilai berdasarkan keaktifan bertanya. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Pembelajaran dilakukan dengan ceramah/tatap muka dan pelaksanaan diskusi kelas dengan menggunakan metode cooperative. Dengan model diskusi tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan yang sama terhadap semua mahasiswa untuk terlibat dalam diskusi kelas. Hasil Pembelajaran Untuk evaluasi proses pembelajaran. pada akhir masa perkuliahan (akhir semester) akan dibagikan kuesioner yang bertujuan untuk mendapatkan umpat balik dari mahasiswa atas aspek-aspek sebagai berikut. lipid Diskusi 2.Hormon pembagian steroid diskusi. Ketepatan kehadiran dosen pengampu . menjawab atau menyanggah serta penguasaan materi dari masing-masing mahasiswa secara individu.colaborative dan competitive learning. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. LCD Projector White Board. Laptop. Alkaloid kelas 3. Steroid dan hormon (metode Cooperative dan collaborative learning) Board. kelompok penyaji ditentukan dari makalah yang terpilih : setiap diskusi kelas dipilih masing-masing 2 kelompok penyaji sedangkan mahasiswa lainnya sebagai penanya / penyanggah. 2. C. Dosen pengampu membuat dan mengisi formulir / blanko penilaian diskusi pada saat pelaksanaan diskusi kelas. LCD Projector XIII Review materi XIV lanjutan 2. Terpenoid minyak atsiri Diskusi kelas dan (metode Cooperative dan collaborative learning) 1. batasan dan tugas/test pembagian hormon 1. a. Karbohidrat 2. Hal ini dilakukan mengingat jumlah mahasiswa yang cukup besar. Kepada masing-masing kelompok diberi tugas penyusunan makalah untuk semua topik diskusi. Laptop. Pada pelaksanaan diskusi kelas. Glikosida 3. Mahasiswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang beranggotakan 7-9 orang. LCD Projector White Board.

2002. W. Ujian Akhir Semester . dan referensi. A Textbook of Pharmacognosy. 4th revised edition.Ilmu Obat Alami (Farmakognosi) 1.99 :A 65.. Keterbukaan dosen pengampu akan bahan. Kemauan dosen pengampu untuk mendiskusikan materi.R dan Robbers. f. 1999.00 – 74.64. sumber informasi. L. yaitu a.B.2002. D. Penilaian (student assessment) Evaluasi atas daya serap mahasiswa terhadap materi yang diberikan di kelas. c. Departemen Kesehatan RI Samuelsson. DAFTAR PUSTAKA Tyler. dengan bobot 40%. dan Mulyani. Jakarta Anonim.00 . p 57-76 Evans...99 : B 50. c.99 : C 30. 9 th ed. S.Trease and Evans Pharmacognosy. Saunders.E. J. d. dengan bobot 40 % b. Penebar Swadaya. Kemampuan penyampaian materi oleh dosen pengampu. Brady. PT.99 : D < 30. Penguasaan dosen pengampu akan keterkaitan materi dengan bidang ilmu Kesesuaian materi kuliah dengan RPKPS 2. semua jilid.b. Swedish Pharmaceutical Press. Tugas terstruktur.. Lea & Febiger. Sweden . Philadelphia. US. p 214327 Gunawan. G. 1988. Ujian Tengah Semester .00 – 49. Drugs of Natural Origin. Stockholm.C. 15th ed. Pharmacognosy.E. W.00 :E D. Materia Medika. Apotekarsocieteten. e. V. dengan bobot 20 % Nilai akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai >74.

senyawa fenol. ruang lingkup. poliketida. menjelaskan sifat fisis kandungan kimia produk alam e. jenis. dan flavonoid B. Selain itu mahasiswa mendapat kesempatan untuk lebih mengembangkan kemampuan. FITOKIMIA A. senyawa fenol. serta terampil menerapkannya.I. alkaloid. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. 2. Jadwal Kegiatan Mingguan : . 3. 2. dan flavonoid. menjelaskan sifat kimia kandungan kimia produk alam d. dan biosintesis kandungan kimia produk alam meliputi arbohidrat. sifat fisis. cara deteksi. berpikir kritis. terpenoid. sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri. . Deskripsi singkat mata kuliah Mata kuliah Fitokimia berisi pokok bahasan tentang pengertian. dan cara penamaan kandungan kimia produk alam c. menguasai materi yang diajarkan. peptida. menjelaskan struktur dasar. poliketida. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a. menjelaskan pengertian atau definisi golongan kandungan kimia produk alam yang dipelajari b. menjelaskan jalur biosintesis kandungan kimia produk alam yang dipelajari meliputi karbohidrat. Tujuan pembelajaran Setelah mempelajari kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami seluruh pokok bahasan. alkaloid. maupun kromatografi lapis tipis atau kromatografi kertas f. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. peptida. glikosida. sifat kimia. glikosida. pengendapan. terpenoid. menjelaskan cara deteksi baik dengan reaksi warna. dan berani untuk mengungkapkan pendapat. struktur dasar.

Sifat kimia dan hidrolisis 5.Minggu Topik/ Pokok KeBahasan I Pendahuluan Substansi Materi 1. Sifat kimia. Struktur dasar. Whiteboard Laptop. Polaritas dan kelarutan 6. Deteksi dengan reaksi warna 2. LCD viewer V Poliketida Ceramah dan Tanya jawab VI Senyawa fenol Ceramah dan Tanya jawab OHP. Whiteboard Laptop. Biosintesis kandungan kimia secara umum 1. Kromatografi kertas dan KLT 3. jenis dan contoh senyawa 3. Whiteboard Laptop. Polaritas dan kelarutan 1. Definisi 2. Jenis dan contoh senyawa 3. Pengertian Kimia Produk Alam 2. Jenis aglikon dan contoh senyawa 4. LCD viewer III Glikosida Ceramah dan Tanya jawab OHP. Whiteboard Laptop. Struktur dasar. Hubungannya dengan mata kuliah atau ilmu yang lain 4. Whiteboard Laptop. LCD viewer OHP. Reaksi pengendapan 8. Jenis ikatan 3. deteksi secara KLT. reaksi Metode Fasilitas Pembelajaran Ceramah dan Tanya jawab OHP. dan biosintesis senyawa poliketida 1. Definisi 2. sifat fisis. Struktur dasar karbohidrat 2. Sifat kimia. sifat fisis. Sifat kimia 5. Deteksi dengan reaksi warna 7. LCD viewer II Karbohidrat Ceramah dan Tanya jawab OHP. Definisi 2. Biosintesis karbohidrat dan glikosida 1. Kuliah atau pengetahuan yang mendasari 3. Kromatografi kertas/ KLT 1. jenis dan contoh senyawa 3. LCD viewer . LCD viewer IV (lanjutan) Ceramah dan Tanya jawab OHP. Whiteboard Laptop. reaksi warna. Cara penamaan 4.

triterpen.kertas senyawa fenol sederhana dan fenilpropana 4. Biosintesis flavonoid OHP. Deteksi dengan reaksi warna dan reaksi pengendapan 4. . Struktur dasar dan contoh senyawa monodan seskuiterpen 3. steroid. Deteksi secara KLT/k. Whiteboard Laptop. Sifat kimia. Definisi dan keberadaan 2. Sifat kimia dan fisis Ceramah dan Tanya jawab Soal ujian. Whiteboard Laptop. LCD viewer XI Alkaloid Ceramah dan Tanya jawab OHP. Deteksi mono. Struktur dasar.lembar jawab OHP.dan seskuiterpen secara kromatografi lapis tipis 1. struktur Ceramah dan dasar.VII Flavonoid pengendapan. Biosintesis senyawa fenol dan fenilpropana 1. dan karotenoid 1. dan karotenoid 2. LCD viewer X (lanjutan) Ceramah dan Tanya jawab OHP. Definisi 2. contoh senyawa diterpen. jenis dan contoh Tanya jawab senyawa 2. LCD viewer VIII IX Ujian Tengah Semua materi sampai Ujian tertulis Semester dengan Tengah Semester Terpenoid 1. dan deteksi KLT/k. steroid. Sifat kimia dan sifat fisis monodan seskuiterpen 4.kertas 6. Whiteboard Laptop. Sifat kimia dan sifat fisis 3. Definisi. triterpen. Whiteboard Laptop. sifat fisis dan deteksi secara KLT senyawa diterpen.

Alkaloid dari histidin 3. Penilaian (Student assessment) . Deteksi alkaloid (lanjutan) 1. Alkaloid dari triptofan 2. LCD viewer Soal ujian.XII XIII XIV XV 3. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut : dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar. asam nikotinat 3. yaitu pemberian tugas mandiri. Klasifikasi berdasar biogenetik 2. Whiteboard Laptop. Struktur dasar dan contoh senyawa 3. Alkaloid dari jalur isopren 4. Klasifikasi Hegnauer 4.lembar jawab 2. WB dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. Alkaloid lain Peptida 1. Alkaloid dari ornitin. LCD viewer OHP. Alkaloid dari fenil alanin . C. Bentuk kegiatan lain. Definisi 2. 2. ketrampilan. OHP. Whiteboard Laptop. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan. maka skor tertinggi diberikan untuk butir tugas. ujian tengah semester. kreativitas. dan kepemimpinan. Alkaloid dari asam antranilat 4. lisis. Biosintesis peptida Ujian Akhir Semua materi sesudah Semester Tengah Semester LCD viewer Ceramah dan Tanya jawab OHP. LCD viewer Ceramah dan Tanya jawab Ceramah dan Tanya jawab Ujian tertulis OHP.tirosin (lanjutan) 1. Di samping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa). PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Whiteboard Laptop. dan ujian akhir semester. Karena mata kuliah keahlian dan memerlukan latihan yang intensif. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. dilakukan sebanyak 2 kali dengan tujuan untuk melihat sejauh mana pemahaman penerimaan mahasiswa terhadap materi yang telah diberikan.

John Wiley & Sons. Intercept Ltd. Lond Robinson T. Thin Layer Chromatography. Pharmacognosy... New York Dewick. Fourth revised edition.. Drugs of Natural Origin. Medicinal Natural Products – A Biosynthetic Approach .. Weinheim Harborne J. Stuttgart Jork H. Herbal Medicinal Products. 1993. Academic Press Inc.. Chicester-New York-Weinheim-Brisbane-Singapore-Toronto. Steinhoff B.. Kuliah ini membicarakan pokok bahasan masalah pengantar metabolit sekunder.. produk bahan alam dari asam amino. London Houghton P. produk bahan alam dari asam sikimat. 2002. 1998. Wimmer H. Chapmann & Hall.. Blasius H. Medicinal Plants.J.R. jalur biosintesis. alkaloid. 2003. Chapmann and Hall. Apotekarsocieteten.. New York Markham K. 1990 . produk bahan alam dari asam asetat.Bobot Penilaian: Ujian Tengah Semester: Ujian Akhir Semester: 50% Konversi nilai: • • • • • A jika nilai ≥ 75 65 ≤ B < 75 55 ≤ C < 65 45 ≤ D < 55 E < 45 50% D. The Organic Constituents of Higher Plants.B.. Fischer W... 1999. karbohidrat. Phytochemistry.M. Deskripsi singkat Praktikum Farmakognosi-Fitokimia Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa program studi Farmasi yang memberi pengetahuan tentang keragaman kimia produk alam. Stockholm I. DAFTAR PUSTAKA Bruneton J. Thomson. Phytochemical Methods. Gaedcke F. London Samuelsson G. 1982. P.. Laboratory Handbook for Fractionation of Natural Extracts. VCH Verlagsgesellschaft. 1999. . Techniques of Flavonoid Identification. Medpharm Scientific Publisher.. Reagents and Detection Methods. 1991. Funk W.. Science. 3. Praktikum A. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1..

White Board. diskusi. White Board. memahami wawasan kimia bahan alam meliputi pengertian metabolit primer. diskusi. diskusi. memahami keanekaragaman struktur.2. 2. jalur biosintesis dan sifat-sifat fisika kimiawi dari kimia produk alam. Fasilitas OHP. diskusi. dan sifat fisika-kimiawi dari kimia produk alam. OHP. 6-7 8-10 Jalur Sikimat Jalur Mevalonat ceramah. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu : 1. White Board. intermediet. . Kata dan Amfibolisme • Keragaman metabolit: jalur biosintesis umum • Reaksi-reaksi penting dalam biosintesis • Karbohidrat • Asam amino • Vitamin • Jalur biosintesis • Golongan senyawa dari jalur asetat • Contoh senyawa • Jalur biosintesis • Golongan senyawa dari jalur sikimat • Contoh senyawa • Jalur biosintesis • Golongan senyawa Metode ceramah. Laptop. LCD Projector 1-2 Pendahuluan 3-5 Jalur Asetat ceramah. jalur biosintesis. Laptop. Laptop. dan sekunder. mengenali dan memahami jalur biosintesis dari kimia produk alam 4. LCD Projector OHP. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Topik Substansi • Metabolisme: Ana. mengenali golongan-golongan kimia produk alam beserta contoh-contoh penting dari setiap golongan. LCD Projector OHP. B. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. 3. Tujuan pembelajaran Mata kuliah ini memberikan dasar-dasar dalam memahami berbagai keaneka ragaman struktur. ceramah. White Board. 3.

Ujian Akhir Semester (komprehensif). LCD Projector 2. OHP. Penilaian (student assessment) Aspek penilaian pada mata kuliah KPA terdiri dari dari komponen-komponen sebagai berikut: a. Kemampuan penyampaian materi oleh dosen pengampu. Laptop.• • 11-13 Alkaloid • dari jalur mevalonat Contoh senyawa Jalur biosintesis ceramah. sumber informasi. Tugas. 1). PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. penting Jenis-jenis alkaloid  Contoh senyawa Laptop. Ujian Tengah Semester (midterm). Untuk evaluasi proses pembelajaran. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut : dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar. dengan bobot 30% e. Dampak diambilnya MK ini oleh mahasiswa. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran pada mata kuliah KPA terdiri dari dari komponen-komponen sebagai berikut. yaitu pemberian tugas mandiri. dan referensi. Dukungan bahan. 2). dengan bobot 30% . Evaluasi atas daya serap mahasiswa terhadap materi yang diberikan di kelas. g. Bentuk kegiatan lain. dengan bobot 20% f. Penguasaan dosen pengampu atas materi. yaitu d. i. LCD Projector OHP. j. dilakukan sebanyak 2 kali dengan tujuan untuk melihat sejauh mana pemahaman penerimaan mahasiswa terhadap materi yang telah diberikan. h. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. Ujian Tengah Semester (midterm). WB dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. pada akhir masa perkuliahan (akhir semester) akan dibagikan kuesioner yang bertujuan untuk mendapatkan umpan balik dari mahasiswa atas aspek-aspek sebagai berikut. White Board. 2. diskusi. dengan bobot 50%. C.

Natural Products in Medicines.M. P. Drugs of Natural Origin. Nilai B untuk 70-79 poin (70-80%) c. 1998. Sweden . 4th revised ed. Phytochemestry. John Wiley & Sons. c. Nilai A untuk ≥ 80 (≥80%) b.. Brunnteon. Medicinal Plants. G. Nilai E untuk< 40 poin(< 40%) D. Nilai C untuk 60-69 poin (60-70%) d. 3. 1999.b. Pharmacognosy. dengan bobot 50%. dengan bobot 20% Ujian Akhir Semester (komprehensif)... Intercept Ltd. Nilai D untuk 40-59 poin (40-60%) e. 1997.. DAFTAR PUSTAKA 1. 2. J. Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: a. Tugas. Samuelson. Dewick. Apotekarsocietten.

menyatakan obat masa lalu dan perkembangannya serta memberikan difinisi beberapa istilah dalam ketentuan Farmakope Indonesia. serta merumuskan nama untuk senyawa dan bentuk sediaan farmasi. serta berbagai bentuk sediaan farmasi dan cara pembuatannya. . menentukan nama-nama bahan obat dan bahan tambahan serta bentuk sediaan farmasi. Deskripsi singkat mata kuliah Farmasetika Dasar : Mata kuliah Farmasetika Dasar berisi pokok-pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang perkembangan obat dari masa kemasa. menyebutkan. 2. nama bahan-bahan obat. mengerti bentuk-bentuk sediaan obat . Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. menyebutkan. bentuk resep. c. bahan-bahan tambahan dan bentuk sediaan farmasi dalam bahasa latin. menyatakan arti penting arti penting berbagai bentuk sediaan farmasi d. beberapa sediaan galenik dan cara pembuatannya. b. istilah-istilah kefarmasian. 3. mendifinisikan dan mengidentifikasikan berbagai bentuk sediaan yang termasuk dalam sediaan semi padat. e.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN FARMASETIKA DASAR I. menterjemahkan resep. Tujuan pembelajaran Setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami dasar-dasar tentang perkembangan obat. mendifinisikan dan mengidentifikasi kan berbagai bentuk sediaan yang termasuk dalam sediaan padat. menjelaskan singkatan resep. berbagai istilah yang tercantum dalam Ketentuan Umum Farmakope Indonesia. K U L I A H A.

h.Pembentukan Casus kata benda dan kata sifat . g.Deklinasi I sampai Ceramah dengan V dan . Laptop.Penelitian terdahulu . Whitebo ard Substantiva dan Adiectiva III Lanjutan dari Substantiva dan Adiectiva LCD viewer. mendifinisikan dan mengidentifikasikan berbagai bentuk sediaan yang termasuk dalam sediaan galenik. suhu penyimpanan.Pemberian nama bahan tanya jawab obat dan Substansi Fasilita s LCD viewer. i. mendifinisikan dan mengidentifikasikan berbagai bentuk sediaan yang termasuk dalam sediaan cair. mendifinisikan dan mengidentifikasikan aerosol.f. menyebutkan. mendifinisikan dan mengidentifikasikan berbagai bentuk sediaan yang termasuk dalam sediaan steril.Hubungan antara kata benda dan kata sifat .Bahasa Latin sebagai Ceramah bahasa dan tanya ilmiah jawab . PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Laptop.Perubahan kata dalam Bahasa Latin . B.Istilah kelarutan.Obat-obat zaman dahulu jawab . menyebutkan.Susunan kata dalam kalimat Bahasa Latin . kadar yang dinyatakan dalam persen .Pengantar pandangan ilmiah . Whitebo . menyebutkan. wadah. Laptop. daluwarsa. Whitebo ard II Pengantar Latin Bahasa LCD viewer. Jadwal Kegiatan Mingguan Ming gu keI Topik/Pokok Bahasan materi Obat masa lalu dan perkembang annya serta ketentuan umum Farmakope Indonesia Metode Pembelajar an Perapotekan yang Ceramah pertama dan tanya .

Whitebo ard LCD viewer. Laptop.Coniugatio I.Penerapan Bahasa Latin dalam resep . Whitebo ard LCD viewer.Salinan resep ard Ceramah dan tanya jawab LCD viewer.Pembentukan Adverbia dari kata Adiectiva .Singkatan Bahasa Latin dalam resep . Laptop. Laptop.Variasi bentuk sediaan cara pemberian .cara Ceramah pembuatan.II dan III . . Laptop.Cara pemberian .Pertimbangan umum dalam Serbuk merancang bentuk sediaan Definisi dan car a pembuatan: .Serbuk yang tidak terbagi-bagi.Kata bilangan (Adiectiva Numeralia dan Adverbia Numeralia) dan .Adverbia .Manfaat .Serbuk yang terbagi-bagi dalam bungkusan-bungkusan . Laptop.Keuntungan dan kerugian serbuk Kapsul Ceramah dan tanya jawab LCD viewer. Whitebo ard Ceramah dan tanya jawab VI VII Bentuk sediaan dan .Kapsul lunak LCD viewer.Susunan resep . keuntung an dan dan kerugian : tanya jawab .IV Verba Adverbia V Prescriptio sediaan farmasi .Lanjutan cara pembuatan Serbuk . Whitebo ard Ceramah dan tanya jawab VIII Definisi .Kapsul keras .Kata kerja imperativa dan pasiva .Granul efervesen Lanjutan dari . Whitebo ard .

Laptop. sirup. Whitebo ard XII Suspensi Emulsi XIII Injeksi Sediaan obat mata Definisi. pasta. pasta. cara pembuatan dan evaluasi serta berbagai cara pemberian emulsi LCD viewer. tablet bukal. Whitebo ard Pil X Supositoria LCD viewer. Whitebo ard LCD viewer. plester XI Larutan LCD viewer. tablet lepas lambat . Whitebo ard Vaksin Imunoserum Definisi. Plester Definisi. cara pembuatan Ceramah dan cara penggunaan : dan Tablet. Laptop. Whitebo ard Salep.Tetes mata cara LCD viewer. tablet efervesen. Laptop. krim. tablet salut gula. eliksir serta tanya jawab obat tetes Definisi.cara pemberian : vaksin dan imunoserum .IX Tablet Definisi. tanya jawab berbagai cara pemberian suspensi Definisi. Laptop. tablet salut interik. krim. gel. alasan suatu dan obat dibuat suspensi. tanya jawab tablet sublingual. cara pembuatan Ceramah dan evaluasi. tablet kunyah. Ceramah cara pembuatan serta dan keuntungan dan kerugian tanya jawab supositoria Definisi dan cara pembuatan : Salep. berbagai cara Ceramah pemberian dan pembuatan dan injeksi tanya jawab Definisi dan pembuatan : . Laptop. cara pemberian Ceramah dan cara pembuatan : dan Larutan. cara penggunaan.Salep mata dan . sifat dari isi. serta implan Definisi serta cara pembuatan: Pil serta pil salut enterik Definisi. berbagai contoh.gel.

XIV Tingtur. cara ekstraksi dan Ceramah berbagai contoh tingtur. Laptop. 2. Whitebo ard 2. Laptop. Infus Definisi. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan : Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut : Dosen menerangkan dengan alat bantu LCD viewer. dan tanya ekstrak serta infus jawab LCD viewer. kritik dan saran dari mahasiswa). ujian tengah semester. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan ( berupa kuesioner. Bentuk kegiatan lain yaitu pemberian tugas mandiri yang bersifat wajib dan dikumpulkan pada waktu kuliah minggu berikutnya. Penilaian (assessment) Bobot Penilaian : Tugas Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester Konversi Nilai :      A jika nilai 65 ≤ B < 75 55 ≤ C < 65 45 ≤ D < 55 E < 45 : ≥ 75 : 10 % : 30 % : 60 % . ketrampilan. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah dasar maka skor tertinggi diberikan pada ujian akhir semester. Ekstrak. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan . White board dan dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. dan ujian akhir semester. C.

2. 3. 1962. Coles Publishing Company.G. (Ed.A.D. mahasiswa diharapkan dapat terampil dalam menjalankan peracikan dan pencampuran perbekalan farmasi berdasarkan formula standart dan resep menjadi macam-macam bentuk sediaan farmasi : 1. semi-padat. Ansel. 7th Ed. 1999 . H. Deskripsi singkat praktikum Farmasetika Dasar a. dan cair).R.. 1995. termasuk juga cara pengemasan dan pemberian etiket serta informasi yang berkaitan dengan bentuk sediaan tersebut.J.N. Farmakope Indonesia. . DAFTAR PUSTAKA Anonim. P R A K T I K U M A.. Ansel. Pharmaceutical Dosage Forms and Drug Delivery Systems.C. Departemen Kesehatan RI. Remington The Science and Practice of Pharmacy. Toronto.. C. The Prescription in : Genaro. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. Williams & Wilkins. Philadelphia. Limited.Allen. Haness.. 1995. Merupakan mata praktikum wajib dan sebagai prasyarat bagi mahasiswa program studi Farmasi Komunitas & Klinis (FKK) dan Farmasi Sain & Teknologi (FST). Materi praktikum ini merupakan penerapan materi kuliah Farmasetika Dasar I dan II yang meliputi metoda peracikan dan pencampuran perbekalan farmasi (khususnya bahan obat) berdasarkan formula resep menjadi macam-macam bentuk sediaan farmasi (padat.. Padat (solid) Semi-padat (semi solid) Cair (liquid) Secara tepat dan benar sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. 2. Jakarta. Tujuan pembelajaran Praktikum Farmasetika Dasar ini secara garis besar bertujuan untuk melatih calon farmasis dalam mengabdikan ilmu dan keahliannya di masyarakat melaksanakan peracikan obat dan pelayanan kesehatan di bidang farmasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.V.. Popovich. Mack Publising Company.R. II. Oleh karena itu setelah mengikuti praktikum dan menyelesaikan materi praktikum ini.. Latin Grammar Simplified. b. H.). Edisi IV. L.

B. Pasta dan Praktek. dan pilulae). dan Saturationes. praktikum. emulsi. praktikum. cream. Pre-test. pulveres. Tujuan pembelajaran khusus Setelah menyelesaikan materi praktikum ini . bentuk Cair Saturationes dan post. Pre-test. IX bentuk Cair dan post. serta infusa. pasta. Buku laporan kerja dan peralatan praktek IV. b. praktikum. Kapsul. dan Pembuatan Sediaan Unguentum. dan sediaan cair (solutio. Buku petunjuk VII Sediaan Mixtura dan Praktek. kapsul. Pre-test. sediaan semi-padat (unguentum. mampu dalam melayani pelayanan kesehatan khususnya pelayanan kefarmasian di apotek.Suppositoria dan post. Buku petunjuk V Sediaan Cream. Pre-test. Pilulae dan posttest Fasilitas OHP dan white board Buku petunjuk praktikum. mixtura. dan Praktek. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. dan Infusa Praktek. dan Pembuatan Sediaan Emulsi. mampu dalam mengatasi permasalahan dalam meracik dan membuat macam-macam bentuk sediaan farmasi. meracik. bentuk Semi. Buku petunjuk Sediaan Suspensi. Pulveres.Buku laporan test kerja dan peralatan .Buku laporan padat test kerja dan peralatan praktek VI. dan suppositoria).3.Buku laporan test kerja dan peralatan praktek VIII. dan mencampur perbekalan farmasi khususnya bahan obat menjadi bentuk sediaan farmasi yang meliputi bentuk sediaan padat (pulvis. suspensi. mahasiswa diharapkan : a. Jadwal Kegiatan Mingguan Minggu I II. terampil dalam menyiapkan atau menyediakan. dan Pembuatan Sediaan Solutio. dan III Topik Asistensi Pembuatan Sediaan bentuk padat Substansi Metode Penjelasan umum Ceramah materi praktikum dan tanya jawab Sediaan Pulvis. c.

PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. kedisiplinan. ujian responsi tertulis dan ujian responsi praktek. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. Dalam pelaksanaan nya sebagai berikut: setiap praktikan sebelum mengerjakan praktek diharuskan melaksanakan pre-test terlebih dahulu kepada Dosen pengampu atau Asisten Mahasiswa yang bertugas dan selesai c) praktek mahasiswa diharuskan melaksanakan post-test sebagai pertanggungjawaban hasil praktikum. Responsi Tertulis (ResTu) 2. Praktikum dilaksanakan secara individual dengan cara mengikuti aturan dan petunjuk yang ada pada buku petunjuk praktikum.X Ujian Responsi praktikum Semua praktikum materi Ujian response tertulis dan praktek praktek Soal-soal responsi praktikum dan kertas dan peralatan praktek 2. ketrampilan. d) Minggu terakhir praktikum dilakukan 2 macam responsi yaitu : 1. 2. Selesai melaksanakan praktek mahasiswa secara individual wajib membuat laporan resmi sebagai tugas mandiri dan laporan tersebut harus disyahkan oleh Dosen pengampu atau Asisten Mahasiswa. kreativitas. Responsi Praktek (ResTek) C. kejujuran dan pertanggungjawaban atas hasil praktikum selama praktek harian. Penilaian (student assessment) Aspek penilaian meliputi : Praktek harian Ujian responsi tertulis Ujian responsi praktek 20% 30% 50% . Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Kegiatan praktikum Farmasetika Dasar ini dilaksanakan dengan beberapa metode yaitu : a) b) Asistensi Praktikum yang dilakukan oleh dosen pengampu. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. asisten mahasiswa kepada para mahasiswa peserta praktikum dan dilanjutkan diskusi dan Tanya jawab.

. Toronto. Anonim. Edisi II. Jakarta.. Farmakope Indonesia.L. 9th Ed. . Hill Book Co. 1958. Farmakope Indonesia. Scoville’s The Art of Compounding. De Minister van Sociale Zaken en Volksgezondheid. Mc. Edisi IV. Departemen Kesehatan RI. Graw. Anonim.. Edisi III. zesde uitgave. London.. Formularium Nasional. Inc. 1978. Departemen Kesehatan RI. Jakarta. Anonim. New York. Jakarta. Jenkins G. 1979.. DAFTAR PUSTAKA Anonim.. Departemen Kesehatan RI. et al. 1957. Nederlandche Pharmacopee. s’Gravenhage.Nilai akhir ditentukan sebagai berikut:      A jika nilai ≥ 75 65 ≤ B < 75 55 ≤ C < 65 35 ≤ D < 55 E ≤ 35 D. 1995.

likuida. cair. cair dan semisolida serta pilot up scaling. suspensi dan suspensi rekonstitusi. hubungan rute/cara pemberian dengan bentuk sediaan dan tahap-tahap pengembangan sediaan. emulsi. . Deskripsi singkat matakuliah Teknologi Sediaan Farmasi Matakuliah Teknologi Sediaan Farmasi Fisika berisi pokok-pokok bahasan rancangan bentuk sediaan.Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. menjelaskan tentang teori dasar preformulasi. garis besar formulasi sediaan. menjelaskan prisip dasar dan teknik sterilisasi sediaan likuida dan semisolida. kosmetik. sistem peralatan dalam pembuatan sediaan. semisolida dan steril). rancangan bentuk sediaan cair dan sistem dispersi dan pengembangan sediaan padat. pemilihan. dan evaluasi sediaan obat. cara pembuatannya. formulasi. Mahasiswa mampu mengembangkan formulasi suatu sediaan farmasi. semisolida. larutan. menjelaskan tentang kriteria. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami teori dasar dan penerapan teknologi dalam pengembangan produksi sediaan farmasi solida. peraturan perundang-undangan dan informasi sediaan bdalam bahan pengemas dan penambah. c. eksipien. 2. preformulasi. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. semisolida. b. menjelaskan cara evaluasi sediaan steril. menjelaskan teknik penyaringan dan pencampiuran dalam produksi sediaan padat. 3.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN TEKNOLOGI SEDIAAN FARMASI A. e. d. dan sediaan steril. dan bahan alam (solida.

krim. pertimbangan penting dalam merancang sediaan farmasi Definisi preformulasi. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Jadwal Kegiatan Mingguan TEKNOLOGI SEDIAAN LIKUIDA DAN SEMISOLIDA Pertemuan Minggu 1 Topik Pendahuluan Substansi Metode Fasilitas -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD Pengembangan formula. kelarutan . tanya jawab Pelarut : air. ukuran partikel. parenteral.disolusi. sediaan steril dan non tanya jawab setril Pembawa. topikal steril dan non steril. Eksipien dan pertimbangan dalam formulasi. Pertimbangan formulasi. Suspensi tanya jawab dan emulsi peroral dan parenteral. pertimbangan dalam proses manufakturing Minggu 7 -WB -OHP -LCD . luas permukaan. polimorfisme. faktor obat Ceramah dan dalam merancang sediaan farmasi : tanya jawab sifat organoleptik. Sediaan aerosol. kegunaan. rute pemberian obat. non air. salep. rasa dan peningkat tanya jawab penampilan sediaan farmasi. koefisien partisi. Dasar dan mekanisme stabilisasi Ceramah dan sistem heterogen dalam air. rancangan Ceramah dan bentuk sediaan. cara Ceramah dan pelepasan obat. kristal. tanya jawab biofarmasetika. fungsi dan cara evaluasi bahan penambah (kuliah diberikan tersendiri) Ceramah dan tanya jawab Minggu 2 Preformulasi Minggu 3 Bentuk sediaan -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD Minggu 4 Bahan penambah Minggu 5 Formulasi solida Formulasi cairan dan semisolida homogen Formulasi cairan dan semisolida heterogen -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD Minggu 6 Sediaan peroral. pKa. pelarut campur. zat Ceramah dan pereduksi. dapar. dll Definisi. bahan penambah. antioksidan. larutan Ceramah dan steril. konsistensi sediaan. stabilitas sediaan. gel steril dan non steril. pasta. pengawet.B. tahapan pembuatan sediaan.

skala Ceramah dan industri tanya jawab Definisi. teknik aseptik.Minggu 8 Proses manufaktur Minggu 9 Evaluasi sediaan Minggu 10 Teknik sterilisasi Minggu 11 Kemasan sediaan Minggu 12 Minggu 13 Minggu 14 Peningkatan skala produksi Validasi proses produksi Spesifikasi produk Peralatan produksi. kegunaan dan fungsi. pencampuran. Ceramah dan tanya jawab Ceramah dan metode tanya jawab Ceramah dan tanya jawab Fasilitas -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD . umum pembuatan Preformulasi Sifat organoleptik. Ceramah dan Evaluasi kimia. parameter yang mempengaruhi proses absorpsi. fasilitas produksi steril. tahap Ceramah dan proses validasi tanya jawab Cara penyusunan spesifikasi produk. komponen. proses sterilisasi II. proses kering beku). sterilisasi. unit operasi. stabilitas dan Substansi Definisi tablet. bentuk dan luas permukaan. informasi obat pada kemasan. evaluasi tanya jawab mikrobiologi. fungsi. uji sterilitas dan evaluasi sediaan steril Ceramah dan tanya jawab Jenis kemasan sediaan farmasi. sediaan padat bentuk Metode sediaan. pengujian kemasan dan kerusakan wadah. tanya jawab pengadukan. kristal dan polimorf. masa kadaluwarsa. dokumentasi pro ses manufaktur -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD TEKNOLOGI SEDIAAN SOLIDA Pertemuan Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Topik Pendahuluan Sediaan tablet Sifat. evaluasi fisik. kualitas wadah. penyaringan. Ceramah dan kemasan sediaan steril tanya jawab Skala laboratorium. penutup wadah dan bahan penutup wadah. skala pilot. ukuran partikel. kemurnian. Ceramah dan proses (pelarutan. kelarutan. disolusi. masa simpan sediaan Ceramah dan tanya jawab Proses sterilisasi I. uji stabilitas sediaan farmasi.

Minggu 4 Minggu 5 & 6 Minggu 7 & 8

Eksipien Desain dan formulasi tablet

kompatibiltas, higorskopisitas, sifat Ceramah dan aliran, kompresibilitas, keterbasahan tanya jawab

Minggu 8 & 9

Pengisi, pengikat, lubrikan, glidan, Ceramah dan desintegran, pewarna, adsorben, tanya jawab pemanis, perencah Formulasi Ceramah dan cairan Pendekatan sistematik dalam desain tanya jawab dan semisolida tablet. Granulasi basah, granulasi homogen kering, teknik kempa langsung. Jenis mesin tablet, masa kempa, Ceramah dan Masalah dalam pengendalian proses kempa, pengemas tanya jawab manufaktur Disolusi Lekat, caping, laminasi, keragaman Ceramah dan bobot, kesegaraman kandungan, tanya jawab aliran massa cetak, kekerasan, perubahan warna. Ceramah dan tanya jawab Teori, uji disolusi, faktor yang mempengaruhi, laju disolusi Ceramah dan tanya jawab Jaminan mutu, persyaratan resmi, persyaratan tidak resmi. Definisi, faktor formulasi, metode Ceramah dan pembuatan tablet salut, tablet tanya jawab pelepasan diperlambat, effervescent, tablet bukal & sublingual, tablet hisap, tablet kunyah, tablet vaginal, tablet implant Komponen dan pembawa, pendekatan formulasi, teknik manufaktur, evaluasi

-WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD

Minggu 10 Minggu 11 Mutu sediaan tablet Minggu 12 & 13 Tablet khusus

Minggu 14

Supositoria

3. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut:Dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar, OHP, White Board, Laptop dan LCD projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. Bentuk kegiatan lain, yaitu diskusi dan pemberian tugas mandiri. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib, dilakukan sebanyak 3 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan diskusi kelompok. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut:

Dosen menyiapkan bahan diskusi yang diambil dari tugas yang diberikan dan yang telah diperiksa. Bentuk diskusi ini bagi mahasiswa akan mampu menganalisis bahan yang diberikan secara kelompok, bekerja sama dengan teman satu kelompok, aktif memberikan pendapat (saling memberi masukan) sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancar, merangkum pendapat-pendapat yang ada sehingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan. C. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman, ketrampilan, kreativitas, dan leadership. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah keahlian dan memerlukan latihan yang intensif, maka skor tertinggi diberikan untuk poin tugas-tugas. Di samping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa) 2. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek Penilaian Unsur Penilaian Pemahaman Tugas ketrampilan Ujian Mid Semester Ujian Akhir Kreativitas Keaktivan dalam diskusi Membuat resume Leadership Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Jumlah Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai A untuk ≥ 960 poin (>80%) Nilai B untuk 840 – 959 poin (70 – 80%) Nilai C untuk 720 – 839 poin (60 – 70%) Nilai D untuk 480 – 719 poin (40 – 60%) Kurang dari 480 dianggap Tidak Lengkap / Tidak Lulus Skor Maks 200 200 300 100 100 100 100 100 1200 Persentase 16,67 16,67 25,00 8,33 8,33 8,33 8,33 8,33 100

D. DAFTAR PUSTAKA Armstrong, N.A., and James, K.C., 1996, Pharmaceutical Experimental Design and Interpretation. Taylor and Francis, Bristol. Aulton,M.E., 1988, The Science of Dosageform Design, Churchil Livingstone, Edinburgh. Avis, K.E., Lachman, L, and Lieberbamn, H.A., 2000, Pharmaceutical Dosageform : Parenteral, Tablet, Disperse System, vol I, II, III, Marcel dekker Inc., New York. Banker, G.S. and Rhodes, C.T. 1996, Modern Pharmaceutics, 3 rd. Ed., MNarcel-Dekker Inc., New York. Gennaro A.R, 1995, Remington : :The Sience and Practice of Pharmacy, 19 th Ed., Mack Publ. Co., Pensylvania. Lachman, 1986, The Theory and Practice of Industrial Pharmacy, 2 nd, Ed., Lea & Febiger, Philadelphia.

PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. Menjelaskan tentang obat-obat kardiovaskular e. biotranformasi. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami konsep dasar kerja dan nasib obat dalam tubuh.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN FARMAKOLOGI DAN TOKSIKOLOGI I. Menjelaskan tentang obat-obat sistem saraf otonom dan neuromuskular d. Metode Ceramah dan tanya jawab Fasilitas -WB -OHP -LCD Minggu 2 Cara kerja serta efek obat Ceramah -WB terhadap fungsi organ tubuh dan tanya -OHP . Menjelaskan tentang arti farmakodinamik dan farmakokinetik c. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Minggu 1 Topik Dasar-dasar farmakologitoksikologi Lanjutan Substansi Proses absorpsi. farmakodinamik. kardiovaskular. efek obat sistem saraf otonom dan neuromuskular. 2. memahami pengembangan dan penilaian obat. Deskripsi singkat mata kuliah Matakuliah farmakologi dan toksikologi I berisi pokok-pokok bahasan konsep dasar farmakologi-toksikologi meliputi prinsip dasar kerja obat. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. dapat menilai penggunaan obat yang rasional. pengembangan dan penilaian obat. keseimbangan air dan elektrolit. dan farmakokinetik. 3. dan ekskresi obat. Menjelaskan tentang arti prinsip dasar kerja obat b. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. FARMAKOLOGI DAN TOKSIKOLOGI I A. distribusi. Menjelaskan tentang keseimbangan air dan elektrolit serta obat-obat diuretikantidiuretik B.

dan efikasi dan tanya -OHP pengobatan. serta jawab -LCD gangguan fungsi organ tubuh yang dipengaruhi oleh obat anti adrenergik. dan obat ganglia otonom. Minggu 3 Lanjutan jawab -LCD Prinsip-prinsip terapeutika. serta jawab -LCD gangguan fungsi organ tubuh yang dipengaruhi oleh obat adrenergik.secara umum. Ceramah -WB keamanan. serta gangguan fungsi organ tubuh yang dipengaruhi oleh obat kolinergik. dan tanya -OHP jawab -LCD Ceramah -WB dan tanya -OHP jawab -LCD Minggu 4 Lanjutan Minggu 5 Minggu 6 Obat-obat Hubungan antara sistem saraf neurotransmiter dan otonom kerja obat otonom. Lanjutan Ceramah -WB dan tanya -OHP jawab -LCD Minggu 7 Hubungan antara Ceramah -WB neurotransmiter dan dan tanya -OHP kerja obat otonom. serta gangguan fungsi organ tubuh yang dipengaruhi oleh obat antikolinergik. dan tanya -OHP Minggu 8 Lanjutan Minggu 9 Obat-obat kardiovaskular Minggu 10 Lanjutan . Hubungan antara Ceramah -WB neurotransmiter dan dan tanya -OHP kerja obat otonom. Lanjutan Hubungan antara neurotransmiter dan kerja obat otonom. Cara kerja dan efek obat Ceramah -WB antihiperlipidemia serta dan tanya -OHP kegunaan dan cara jawab -LCD penggunaannya secara klinis Fungsi renin-angiotensin dalam Ceramah -WB tubuh. jawab -LCD Prinsip-prinsip toksikologi dan Ceramah -WB penanganan keracunan. obat penghambat neuromuskular. dan obat ganglia otonom. obat penghambat neuromuskular.

OHP. jawab -LCD Cara kerja dan efek obat Ceramah -WB antiaritmia serta kegunaan dan dan tanya -OHP penggunaan secara klinis. jawab -LCD Cara kerja dan efek obat payah Ceramah -WB jantung serta kegunaan dan dan tanya -OHP penggunaan secara klinis. merangkum pendapat-pendapat yang ada sehingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Metode pembelajaran dilakukan dengan tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar. Minggu 12 Lanjutan Minggu 13 Lanjutan Minggu 14 Keseimbangan air dan elektrolit dan obat-obat diuretikantidiuretik 2.Cara kerja dan efek obat jawab antihipertensi serta kegunaan dan penggunaan secara klinis. Minggu 11 Lanjutan -LCD Cara kerja dan efek obat Ceramah -WB antiangina serta kegunaan dan dan tanya -OHP penggunaan secara klinis. Laptop dan LCD Projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. bekerja sama dengan teman satu kelompok. aktif mengemukakan pendapat sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancar. . Bentuk kegiatan lain. Whiteboard. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. jawab -LCD Cara kerja dan efek obat Ceramah -WB diuretik-antidiuretik serta dan tanya -OHP kegunaan dan penggunaan jawab -LCD secara klinis. Metode diskusi ini bagi mahasiswa akan mampu menganalisis bahan yang diberikan secara kelompok. dilakukan sebanyak 3 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan diskusi kelompok. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut: dosen menyiapkan bahan diskusi yang diambil dari tugas yang diberikan dan yang telah diperiksa. yaitu diskusi dan pemberian tugas mandiri.

67 25 8. Basic and Clinical Pharmacology.67 16. Ed. Dipama. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1.C. 2004. 1990.33 8. New York. 3. Ed.33 8. (Editor).B.J. L. 11th. and Hollinger .R. de Vries. dan leadership.. (Editor).A. keterampilan.33 100 GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN FARMAKOLOGI DAN TOKSIKOLOGI II . Medicinal Surv. J.. Goodman and Gilman’s The Pharmacological Basis of Theurapeutics. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa) 2.R. Laurence. Ed. kreativitas. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek penilaian Pemahaman keterampilan Kreativitas Leadership Jumlah DAFTAR PUSTAKA 1. J. Ed.M.... dan ujian akhir semester. 9th. Basic Pharmacology in Medicine. McGraw-Hill.. 4th.. 4th. Liyye Brown Co.... CRC Press. Craig.. McGraw Hill. 4. 1994. Toxicology. Katzung.Inc. Hasil pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. 2005. C. Modern Pharmacology. Philadelphia. Unsur Penilaian Tugas Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester Keaktifan dalam diskusi Membuat resume Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Skor Maksimal 200 200 300 100 100 100 100 100 1200 Persentase 16.33 8.B. Principles and Applications. (Editor).... Inc. Niesink.33 8. M. London 5. New York 2. ujian tengah semester. B.Inc.. New York. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan. R.

sistem pencernaan. autakoid dan antagonisnya. Deskripsi singkat mata kuliah Matakuliah farmakologi dan toksikologi II berisi pokok-pokok bahasan konsep farmakologi-toksikologi meliputi obat-obat sistem saraf pusat. Menjelaskan tentang obat-obat sistem saraf pusat. d. g. f. dan vitamin. Menjelaskan tentang vitamin. Menjelaskan tentang autakoid dan antagonisnya. serta dapat menilai penggunaan obat yang rasional. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami konsep farmakologi-toksikologi meliputi obat-obat sistem saraf pusat. b. autakoid dan antagonisnya. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Minggu 1 Topik Substansi Obat-obat Cara kerja dan efek obat sistem sistem saraf saraf pusat meliputi anestetik pusat umum. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. sistem respirasi. anestetik lokal. Menjelaskan tentang obat-obat sistem pencernaan. 3. obat-obat yang mempengaruhi darah. c. hormon dan antagonis. Menjelaskan tentang obat-obat sistem respirasi. sistem respirasi. hormon dan antagonis. 2. dan obat hipnotik-sedatif serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. Menjelaskan tentang hormon dan antagonis. sistem pencernaan.A. e. obat-obat yang mempengaruhi darah. Menjelaskan tentang obat-obat yang mempengaruhi darah. B. Lanjutan Metode Ceramah dan tanya jawab Fasilitas -WB -OHP -LCD Minggu 2 Cara kerja dan efek obat sistem Ceramah -WB saraf pusat meliputi dan tanya -OHP . PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. dan vitamin.

. Minggu 4 Autakoid dan Fungsi histamin dan serotonin Ceramah -WB antagonisnya dalam tubuh dan pengaruhnya dan tanya -OHP terhadap fungsi organ tubuh jawab -LCD serta kegunaan dan cara penggunaan antihistamin dan serotonin secara klinis. Minggu 3 Lanjutan -LCD Cara kerja dan efek obat sistem Ceramah -WB saraf pusat meliputi analgetik dan tanya -OHP opioid. Obat-obat sistem pencernaan Cara kerja dan efek obat sistem Ceramah -WB pencernaan meliputi obat dan tanya -OHP digestiva dan obat antiulser jawab -LCD serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. Hormon dan Fungsi hormon meliputi antagonisnya hormon adenohipofisis. analgetik-antipiretik. antikonvulsi. serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. Ceramah -WB dan tanya -OHP jawab -LCD Ceramah -WB dan tanya -OHP jawab -LCD Minggu 5 Minggu 6 Lanjutan Minggu 7 Lanjutan Minggu 8 Obat-obat sistem respirasi Minggu 9 Cara kerja dan efek obat sistem respirasi meliputi antiasma dan antitusif. hormon tiroid dan paratiroid dalam tubuh dan pengaruhnya terhadap fungsi organ tubuh. Cara kerja dan efek obat sistem Ceramah -WB pencernaan meliputi antiemetik.psikotropika. dan hepatoprotektor jawab -LCD serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. serta kegunaan dan cara penggunaan antagonisnya secara klinis. serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. dan jawab antiparkinson serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. jawab -LCD dan antiinflamasi. Cara kerja dan efek obat sistem Ceramah -WB pencernaan meliputi antidiare dan tanya -OHP dan pencahar serta kegunaan jawab -LCD dan cara penggunaannya secara klinis. dan tanya -OHP kolagoga.

Minggu 10

Lanjutan

Fungsi hormon meliputi Ceramah -WB hormon estrogen, progestin, dan tanya -OHP kontrasepsi oral, androgen, dan jawab -LCD antiandrogen dalam tubuh dan pengaruhnya terhadap fungsi organ tubuh, serta kegunaan dan cara penggunaan antagonisnya secara klinis. Fungsi hormon meliputi Ceramah -WB hormon insulin, glukagon, dan dan tanya -OHP oksitosin dalam tubuh dan jawab -LCD pengaruhnya terhadap fungsi organ tubuh, serta kegunaan dan cara penggunaan antagonisnya secara klinis. Fungsi hormon meliputi Ceramah -WB hormon kortikotropin dan dan tanya -OHP adrenokortikosteroid dalam jawab -LCD tubuh dan pengaruhnya terhadap fungsi organ tubuh, serta kegunaan dan cara penggunaan antagonisnya secara klinis.

Minggu 11

Lanjutan

Minggu 12

Lanjutan

Minggu 13

Obat-obat yang Cara kerja dan efek obat-obat Ceramah -WB mempengaruhi yang mempengaruhi darah dan tanya -OHP darah meliputi antianemia dan jawab -LCD hematopoietik serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. Vitamin Cara kerja dan efek vitamin Ceramah -WB yang larut dalam air dan dan tanya -OHP vitamin yang larut dalam lemak jawab -LCD serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis.

Minggu 14

2. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Metode pembelajaran dilakukan dengan tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar, OHP, Whiteboard, Laptop dan LCD Projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa.

Bentuk kegiatan lain, yaitu diskusi dan pemberian tugas mandiri. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib, dilakukan sebanyak 3 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan diskusi kelompok. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut: dosen menyiapkan bahan diskusi yang diambil dari tugas yang diberikan dan yang telah diperiksa. Metode diskusi ini bagi mahasiswa akan mampu menganalisis bahan yang diberikan secara kelompok, bekerja sama dengan teman satu kelompok, aktif mengemukakan pendapat sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancar, merangkum pendapat-pendapat yang ada sehingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan C. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Hasil pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman, keterampilan, kreativitas, dan leadership. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa) 2. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek penilaian Pemahaman keterampilan Kreativitas Leadership Jumlah D. DAFTAR PUSTAKA 1. Craig, C.R., (Editor), 1990, Modern Pharmacology, 4th. Ed., Liyye Brown Co., New York 2. Dipama, J.R., (Editor), 1994, Basic Pharmacology in Medicine, 4th. Ed., Medicinal Surv.Inc., Philadelphia. Unsur Penilaian Tugas Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester Keaktifan dalam diskusi Membuat resume Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Skor Maksimal 200 200 300 100 100 100 100 100 1200 Persentase 16,67 16,67 25 8,33 8,33 8,33 8,33 8,33 100

3. Laurence, L.B., (Editor), 2005, Goodman and Gilman’s The Pharmacological Basis of Theurapeutics, 11th. Ed., McGraw Hill, New York. 4. Katzung, B.B., 2004, Basic and Clinical Pharmacology, 9th. Ed., McGraw-Hill.Inc., London 5. Niesink, R.J.M., de Vries, J., and Hollinger , M.A., Toxicology, Principles and Applications, CRC Press. Inc., New York.

GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN
FARMAKOLOGI DAN TOKSIKOLOGI III

b. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami konsep farmakologi-toksikologi meliputi meliputi obat-obat antiinfeksi. 3. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. penyebab. 2. antiparasit. Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antibiotik golongan betalaktam tanya jawab -OHP serta kegunaan dan cara -LCD penggunaannya secara klinis. meliputi obat-obat antiinfeksi.A. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. Jadwal Kegiatan Mingguan Pertemuan Minggu 1 Topik Obat-obat antiinfeksi Substansi Metode Fasilitas Pengertian. dan desinfektan serta dapat menilai penggunaan obat yang rasional. Menjelaskan tentang obat antiinfeksi. Menjelaskan tentang obat antikanker. dan akibat yang -LCD ditimbulkan oleh penyakit infeksi serta prinsip pengobatan dengan kemoterapi. dan Minggu 2 Lanjutan Minggu 3 Lanjutan . Deskripsi singkat mata kuliah Matakuliah farmakologi dan toksikologi III berisi pokok-pokok bahasan konsep farmakologi-toksikologi desinfektan. d. B. Ceramah dan -WB mekanisme terjadinya. c. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. Menjelaskan tentang obat antiparasit. tanya jawab -OHP penyebaran. Menjelaskan tentang desinfektan. antikanker. antiparasit. antikanker. Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antibiotik golongan tanya jawab -OHP kloramfenikol serta kegunaan -LCD dan cara penggunaannya secara klinis.

Ceramah dan -WB tanya jawab -OHP -LCD Ceramah dan -WB tanya jawab -OHP -LCD Minggu 5 Lanjutan Minggu 6 Lanjutan Minggu 7 Lanjutan Minggu 8 Lanjutan Minggu 9 Obat-obat antiparasit Minggu 10 Lanjutan Minggu 11 Lanjutan Minggu 12 Lanjutan Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antiamuba serta kegunaan dan tanya jawab -OHP cara penggunaannya secara -LCD klinis. Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antikanker serta kegunaan dan tanya jawab -OHP Minggu 13 Antikanker . Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antituberkulosis dan antilepra tanya jawab -OHP serta kegunaan dan cara -LCD penggunaannya secara klinis. Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antibiotik golongan tanya jawab -OHP sulfonamida dan antiinfeksi -LCD saluran kemih serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antibiotik golongan tanya jawab -OHP aminoglikosida dan makrolida -LCD serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. Cara kerja dan efek obat antimalaria serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. Cara kerja dan efek obat antijamur serta kegunaan dan cara penggunaannya secara klinis. Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antelmintik serta kegunaan dan tanya jawab -OHP cara penggunaannya secara -LCD klinis. Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antivirus serta kegunaan dan tanya jawab -OHP cara penggunaannya secara -LCD klinis.Minggu 4 Lanjutan Cara kerja dan efek obat Ceramah dan -WB antibiotik golongan tetrasiklin tanya jawab -OHP serta kegunaan dan cara -LCD penggunaannya secara klinis.

Minggu 14 Desinfektan secara -LCD Cara kerja dan efek desinfektan Ceramah dan -WB organik. ujian tengah semester. Metode diskusi ini bagi mahasiswa akan mampu menganalisis bahan yang diberikan secara kelompok. keterampilan. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan. kreativitas. Laptop dan LCD Projector dilanjutkan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. OHP. Hasil pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa). Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. 2. dilakukan sebanyak 3 kali dengan tujuan untuk mempersiapkan diskusi kelompok. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. Bentuk kegiatan lain. anorganik.cara penggunaannya klinis. dan ujian akhir semester. Whiteboard. bekerja sama dengan teman satu kelompok. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut: dosen menyiapkan bahan diskusi yang diambil dari tugas yang diberikan dan yang telah diperiksa. dan leadership. merangkum pendapat-pendapat yang ada sehingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan C. dan tanya jawab -OHP insektisida. -LCD 2. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek penilaian Unsur Penilaian Skor Maksimal Persentase . Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Metode pembelajaran dilakukan dengan tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: dosen menerangkan dengan alat bantu buku ajar. aktif mengemukakan pendapat sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancar. yaitu diskusi dan pemberian tugas mandiri.

M. 11th. 3. GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN FARMAKOTERAPI A.. Ed..33 8. J. New York. 2005. 1994. McGraw-Hill. de Vries. Goodman and Gilman’s The Pharmacological Basis of Theurapeutics.33 8.Inc. New York. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1.J. J.... (Editor).. 4th. Laurence. Philadelphia. Modern Pharmacology. Deskripsi singkat mata kuliah Farmakoterapi .67 25 8. L. B. Principles and Applications.A. (Editor). Ed. and Hollinger . Liyye Brown Co. 9th. McGraw Hill. C.. Katzung..33 8. M.B. (Editor). DAFTAR PUSTAKA 1. Basic and Clinical Pharmacology.Inc. Ed. Basic Pharmacology in Medicine. 1990..33 8. Medicinal Surv. New York 2. Ed... 2004. Craig. 4. 5.. Toxicology. R.Pemahaman keterampilan Kreativitas Leadership Jumlah Tugas Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester Keaktifan dalam diskusi Membuat resume Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas 200 200 300 100 100 100 100 100 1200 16.67 16..33 100 D. Inc.B. 4th. London Niesink...R. CRC Press. Dipama.R.

Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus infeksii saluran nafas j. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus hipertensi f. Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada berbagai kasus penyakit sistem organ. Tujuan pembelajaran mata kuliah ini juga melatih ketrampilan mahasiswa menggunakan teknologi informasi (internet) untuk mengakses informasi mengenai perkembangan terapi terkini dan pengobatan berbasis bukti (evidence based medicines) pada kasus penyakit berbagai sistem organ.Secara keseluruhan mata kuliah Farmakoterapi tentang penatalaksanaan terapi rasional pada berbagai kasus penyakit sistem organ antara lain : tukak peptik. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus mual muntah c. 3. Jantung Iskemik. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus asma e. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a. Epilepsi. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi pada kasus diabetes mellitus l. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus jantung iskemik g. Skizoprenia. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi pada kasus gagal ginjal akut m. melatih kerja sama dalam kelompok dan ketrampilan dalam melakukan presentasi serta mengemukakan pendapat dalam diskusi kelas. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus skizoprenia h. Gagal Ginjal Akut. Penyakit Paru Obstruksi Kronik. Infeksi Saluran Nafas. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus tukak peptik b. Asma. Diabetes mellitus. mual muntah. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi pada kasus glomerulonefritis . Infeksi Saluran Kemih. hipertensi. 2. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus Penyakit Paru Obstruksi Kronik d. dan Glomerulonefritis. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus infeksi saluran kemih k. Memahami dan mengetahui penatalaksanaan terapi rasional pada kasus epilepsi i.

whitebo ard LCD viewer. Jadwal Kegiatan Mingguan Mingg Topik/Pokok u keBahasan I Pengantar Substansi materi -Metode / teknik pembelajaran . whitebo ard LCD viewer. Laptop. whitebo ard LCD viewer. Laptop. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. II Tukak peptik Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah tukak peptik III Mual muntah Tata laksana terapi rasional pada kasus mual Ceramah muntah IV Penyakit Paru Tata laksana terapi pada kasus Penyakit Ceramah Obstruksi Kronik Paru Obstruksi Kronik V Asma Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah asma VI Hipertensi Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah hipertensi VII Jantung iskemik Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah Jantung iskemik VIII Skizoprenia Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah skizoprenia IX Epilepsi Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah epilepsi . Laptop. Laptop.Sistem penilaian Metode Pembelajar an Ceramah Fasilitas LCD viewer. Laptop. Laptop. whitebo ard LCD viewer. whitebo ard LCD viewer. Laptop.B. whitebo ard LCD viewer. whitebo ard LCD viewer. whitebo ard LCD viewer. Laptop.

whitebo ard LCD viewer. Laptop.X Infeksi nafas saluran Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah infeksi saluran nafas Laptop. Kelompok penyaji wajib menyusun makalah sesuaii dengan kasus diskusi untuk diserahkan kepada dosen pengampu dan dibagikan kepada kelompok I dan II sebagai kelompok penanya/penyanggah. sedangkan mahasiswa lainnya (audiens) sebagai penanya/penyanggah. . Dengan model diskusi tersebut di atas diharapkan dapat memberikan kesempatan yang sama terhadap semua mahasiswa untuk terlibat dalam diskusi kelas. whitebo ard Soal ujian. whitebo ard LCD viewer. Kelompok I sebagai kelompok penyaji. kelompok II dan kelompok III sebagai kelompok penanya/penyanggah dan wakil kelompok IV sebagaii moderator. Laptop. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah dan Case Based Learning. Demikian seterusnya. Mahasiswa dibagi dalam 6 (enam) kelompok (sesuai dengan topik diskusi). Laptop. kelompok III dan IV sebagai penanya/penyanggah dan wakil kelompok V sebagai moderator. Laptop. kelompok II sebagai penyaji. whitebo ard LCD viewer. whitebo ard LCD viewer. lembar jawab XI XII Infeksi saluran Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah kemih infeksi saluran kemih Diabetes mellitus Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah diabetes mellitus XIII Gagal Akut Ginjal Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah Gagal Ginjal Akut XIV Glomerulonefritis Tata laksana terapi rasional pada kasus Ceramah Glomerulonefritis XV Ujian Semester Akhir Semua materi Ujian tertulis 2. Dosen pengampu memberikan kasus kepada kelompok penyaji yang sudah ditentukan.

2000. Philadelphia McPhee.D. PERENCANAAN PEMBELAJARAN . Komponen evaluasi antara lain meliputi aktivitas diskusi (keaktifan bertanya..L. A. L. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama proses pembelajaran (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa). Lange. D. Appleton & Lange. 2002.. J. L. Pharmacotherapy a Pathophysiological Approach. G. 3 rd ed. menjawab dan penguasaan materi).. Yee. 4rd ed. 2001. V. Penilaian (student assessment) Bobot Penilaian : Makalah Aktivitas diskusi Ujian Akhir Semester Konversi Nilai : * A jika nilai ≥ 75     65 ≤ B < 75 55 ≤ C < 65 45 ≤ D < 55 E < 45 : 20% : 30% : 50% D. L. penyusunan makalah dan Ujian Akhir Semester. W. G. 7th Ed.T. E. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. S.R.C. Textbook of Therapeutics Drug and Disease Management.C. J. Pathophysiology of disease: An introduction to Clinical Medicine. Lingappa. Gourley. 2002..R. R. Pharmacotherapy : A Pathophysiologic Approach.G. Appleton & Lange.. The McGraw-Hill Companies Inc.F.. Posey... 2005... DAFTAR PUSTAKA DiPiro.T. Talbert. Ganong. Matzke. 5th Ed.M.. Stamford Herfindal. Wells. 2. Pharmacotherapy Casebook : A Patient Focused Approach. McGraw-Hill Companies. GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN BIOKIMIA A. (Eds)... Lippincot Williams and Wilkins.R (Eds). Stamford Dipiro. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. New York Scwinghammer TL. New York. and Michael.

Menjelaskan konfigurasi molekul dan dapat menjelaskan sifat. peranan asam lemak dan lipid dalam kehidupan. bioenergetika. aktivitas enzim dan analisa darah. reaksi oksidasi biologis. asam amino. asam amino dan protein. RNA dan DNA Selain itu dibahas berbagai penyakit yang terjadi berkaitan dengan kelainan – kelainan yang terjadi serta contoh obat-obat yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit tersebut Praktikum biokimia berisi pokok-pokok bahasan pemeriksaan kualitatif berupa reaksi-reaksi umum untuk identifikasi lipid.1. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : Menjelaskan pengertian biomolekul dan hirarhi organisasi molekular sel Menjelaskan definisi. 3. Deskripsi singkat mata kuliah biokimia Mata kuliah biokimia berisi pokok-pokok bahasan biomolekul dan hirarhi organisasi molekular sel. karbohidrat. protein. metabolisme karbohidrat. metabolisme protein. lipid. Mahasiswa mengetahui konsep dasar bionergetika. enzim dan kinetika enzim. asam nukleat. karbohidrat. protein. peran vitamin sebagai kofaktor serta memahami sifat dan fungsi enzim sebagai katalis. klasifikasi. analisis urin dan fungsi ginjal serta pemeriksaan kuantitatif untuk uji aktivitas enzim dan analisa darah 2. teknik pemurnian protein. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini diharapkan mahasiswa dapat memahami sifat-sifat biomolekul lipid. lipid. asam nukleat. uji antioksidan vitamin. dan manfaat karbohidrat bagi kehidupan . aktivitas antioksidan vitamin. pemurnian potein. sifat-sifat fisika. karbohidrat. lipid. elektroforesis protein. DNA dan RNA serta fungsi atau peranannya dalam kehidupan. asam amino dan protein. karbohidrat. Dengan mengikuti praktikum. metabolisme lipid. analisis urin dan fungsi ginjal. reaksi oksidasi biologis. protein dan penyakit-penyakit akibat gangguan metabolisme.kimia. metabolisme karbohidrat. mahasiswa mampu melakukan percobaan kualitatif-kuantitatif dan mengetahui reaksi-reaksi umum untuk identifikasi asam amino. vitamin sebagai kofaktor. enzim.

ikatan peptida dan menjelaskan perbedaan asam amino esensial-nonesensial. serta kelainan klinis akibat gangguan metabolisme lemak - Menjelaskan proses pencernaan protein dalam tubuh. Menjelaskan transformasi energi yang terjadi pada proses oksidasi asam lemak. biosintesis asam amino dan protein serta hubungan antara metabolisme karbohidrat. energi bebas dan perubahan energi bebas. nukleosida. glikogenesis. siklus krebs dan glukoneogenesis. Memahami sifat-sifat protein dan asam amino . dan asam amino penyusun protein Menjelaskan penggolongan. proses oksidasi biologis dan aplikasinya dalam bioreaksi Menjelaskan perbedaan katabolisme dan anabolisme. sifat asam amino. nukleotida dan asam nukleat serta menjelaskan fungsi asam nukleat dan senyawa penyusun DNA-RNA Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : Melakukan percobaan dan menjelaskan reaksi–reaksi umum untuk identifikasi lipid Melakukan percobaan dan menjelaskan reaksi–reaksi umum untuk identifikasi karbohidrat. glikogenolisis dan glukoneogenesis serta gangguan klinis akibat gangguan metabolisme karbohidrat - Mengevaluasi jumlah energi yang dihasilkan atau diperlukan dalam tahap-tahap reaksi glikolisis. faktor-faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas enzim - Menjelaskan pengertian kofaktor dan hubungan antara vitamin dengan kerja enzim Menjelaskan tentang hukum termodinamika. sistem pengaturan aktivitas enzim. lipid dan protein. gula pentosa. persamaan Michaelis-Menten. sifat-sifat dan peranan protein dalam kehidupan Menjelaskan teknik-teknik pemurnian potein Menjelaskan nomenklatur. pembentukan senyawa keton dan kondisi klinis yang mendasarinya. Menjelaskan produk energi yang diperlukan bioproses. Melakukan percobaan dan menjelaskan reaksi–reaksi umum untuk identifikasi protein dan asam amino. penggolongan. - Mendefinisikan basa nitrogen.- Menjelaskan struktur umum. pembentukkan amonia dan siklus urea. definisi glikolisis. dan dapat menjelaskan aktivitas kerja. Menjelaskan proses pencernaan karbohidrat.

B. serta hirarhi organisasi molekular sel etode Fasilitas Ceramah -WB dan tanya -LCD jawab Minggu 2 Lipid Asam lemak Lipid penyusun utama membran Karbohidrat Karakteristik. makna absorbansi untuk penentuan aktivitas enzim serta faktor-faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas enzim - Melakukan percobaan dan mengetahui tentang proses oksidasi dan pengaruh zatzat antioksidan terhadap proses oksidasi Melakukan analisis biokimia urin (pemeriksaan fisik.- Menjelaskan hasil identifikasi asam amino. lipid dan karbohidrat berdasarkan jenis uji yang dilakukan serta sifat bahan yang diuji Melakukan percobaan pemurnian protein dengan teknik elektroforesis Melakukan percobaan dan menjelaskan pengaruh suhu terhadap aktivitas enzim Melakukan percobaan dan menjelaskan pengaruh konsentrasi enzim terhadap aktivitas enzim Menjelaskan prinsip kerja dan kegunaan spektrofotometer. pemeriksaan kimia) dan mampu menjelaskan hasil analisis biokimia urin Melakukan percobaan analisa darah dan mampu menjelaskan hasil analisa biokimia darah serta fungsi dan komponen-komponen darah. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. penggolongan dan fungsi lipid Sifat. a. susunan kimia dan penggolongan karbohidrat Asam amino peranan karbohidrat dan Peptida struktur umum dan sifat asamamino penggolongan asam amino Protein asam amino esensial-non esensial ikatan peptida Ceramah -WB dan tanya -LCD jawab Ceramah -WB dan tanya -LCD jawab Ceramah dan diskusi kelompok -WB -LCD Minggu 3 Minggu 4 Minggu 5 -WB Ceramah -LCD dan tanya . protein. Jadwal kegiatan mingguan kuliah Pertemuan Minggu 1 Topik Pendahuluan dan biomolekul Substansi Perkembangan ilmu biokimia dan manfaatnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pengertian biomolekul.

sifat-sifat protein -WB struktur dasar protein Ceramah -LCD penggolongan dan fungsi dan tanya protein jawab Enzim dan -WB kinetika elektroforesis Ceramah -LCD enzim kromatografi dan imunokimia diskusi Lanjutan kelompok -WB enzim nomenklatur dan penggolongan -LCD Vitamin enzim Ceramah sebagai kinetika katalitik enzim dan tanya kofaktor persamaan Michaelis Menten jawab inhibisi enzim enzim alosterik vitamin sebagai mikronutrien organik esensial fungsi vitamin dalam reaksi biologis Minggu 9 Bioenerge-tika hukum termodinamika dan Pengantar energi bebas dan entalpi metabolisme macam-macam jalur reaksi regulasi metabolisme sel senyawa fosfat berenergi tinggi Lanjutan (ATP) metabolisme katabolisme Metabolisme anabolisme karbohidrat glikolisis Lanjutan tinjauan energi pada proses metabolisme glikolisis karbohidrat glukoneogenesis glikogenesis.jawab Minggu 6 Teknik pemurnian enzim pengertian.glikogenolisis siklus krebs Metabolisme regulasi lipid masalah klinis Ceramah -WB dan tanya -LCD jawab Minggu 7 Minggu 8 Minggu 10 Ceramah -WB dan tanya -LCD jawab Minggu 11 Ceramah dan diskusi kelompok -WB -LCD Minggu 12 Metabolisme protein Ceramah pencernaan dan transpor lemak dan tanya oksidasi β dan sintesis asam jawab lemak badan keton -WB sintesis kolesterol Ceramah -LCD gangguan klinis dan tanya -WB -LCD .

topik dan tugas dan tanya praktikum jawab penggunaan alat selama praktikum praktek reaksi-reaksi umum identifikasi lipid identifikasi kolesterol praktek Fasilitas -WB -OHP -lab Minggu 2 Percobaan Lipid Percobaan karbohidrat Minggu 3 Minggu 4 -Lab -Lab Percobaan reaksi-reaksi umum identifikasi praktek asam amino karbohidrat dan protein reaksi-reaksi umum identifikasi diskusi hasil asam amino dan protein presentasi praktikum kelompok lipid dan karbohidrat hasil percobaan identifikasi diskusi hasil lipid dan karbohidrat presentasi praktikum kelompok asam amino dan protein hasil percobaa identifikasi percobaan asam amino dan protein praktek antioksidan percobaan elektroforesis praktek pengaruh antioksidan dalam Minggu 5 -WB -OHP Minggu 6 -WB -OHP Minggu 7 Minggu 8 -lab -lab .b.Minggu 13 Minggu 14 pencernaan protein pembentukkan amonia Asam nukleat siklus urea dan kerusakkan genetik pada siklus metabolisme urea biosintesis asam amino – protein hubungan antar metabolisme nukleosida. Jadwal kegiatan mingguan praktikum Pertemuan Minggu 1 Topik Pendahuluan Substansi metode Pembagian kelompok Ceramah Aturan. nukleotida asam nukleat DNA RNA metabolisme asam nukleat jawab -WB Ceramah -LCD dan tanya jawab 1.

reaksi oksidasi biologis Minggu 9 Minggu 10 Minggu 11 percobaan enzim I percobaan enzim II praktek pemurnian protein praktek pengaruh suhu aktivitas enzim terhadap -WB -OHP -lab -lab diskusi hasil presentasi praktikum kelompok enzim pengaruh konsentasi terhadap aktivitas enzim hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas enzim Minggu 12 percobaan analisa urin Minggu 13 Minggu 14 Praktikum urin normal Praktek Pemeriksaan badan keton. kreatinin urin. asam urat dan ureum dalam urin glikosuria Percobaan Praktek analisa darah hemolisis eritrosit hemoglobin Diskusi hasil Presentasi praktikum hasil percobaan analisa urin analisa urin dan darah dan darah -lab -lab -WB -OHP .

C. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. Monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan yang diperoleh dari kuisioner dan permintaan saran secara langsung ke mahasiswa 2. Penilaian dilakukan pada setiap pertemuan. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. White board. kemudian kelompok yang ditunjuk atau bersedia. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran.2. menjelaskan di depan kelas Bentuk kegiatan praktikum : mahasiswa melakukan praktikum sesuai jadwal yang ditetapkan dalam kelompok mengunakan penuntun praktikum yang telah disediakan. Selama proses menerangkan. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut: Dosen menerangkan dengan bantuan handout yang sudah dibagikan minimal 1 minggu sebelumnya. Skor tertinggi pada tingkat memahaman. komputer dan LCD projector. Tugas berupa makalah dan dipresentasikan pada jadwal yang telah ditetapkan. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi : Aspek penilaian Pemahaman kreativitas Leadership Unsur penilaian Makalah Ujian tengah semester Ujian akhir semester Keaktifan dalam diskusi Penyelusuran literature dalam pembuatan makalah Kedisiplinan dalam kuliah dan pengumpulan tugas Partisipasi di kelas Presentasi Aktivitas selama paktikum Skor maks 100 100 100 100 100 100 100 100 100 persentase 10 % 25 % 35 % 5% 5% 5% 5% 5% 5% Ketrampilan . kreativitas dan leadership. ujian tengah semester dan ujian akhir semester. didiskusikan dalam kelompok. mahasiswa dipersilahkan untuk bertanya. pertanyaan tersebut didiskusikan bersama kemudian baru ditarik kesimpulan Bentuk kegiatan lain: dosen memberi tugas pendek berkaitan dengan topik yang dibahas.

L. Jakarta... Horton R. New York. 2001.C. Biochemistry and Molecular Biology. Hipocrates . Inc.H. alih bahasa andri hartono. EGC 3. New Delhi 4. Rohm H-K. 5. and Elliot. united States of America 2.. John Willey & Sons. et al.H. Pearson Education. D.R.Jumlah D. 2003. 4th ed. 1996. ed 25. Jakarta. Tata Mc Graw Hill Co. Elliot W. Principles of Biochemistry. Lehninger A. alih bahasa Septelia Inawati.. Koolman J. Murray K. Atlas Berwarna dan Teks Biokimia. Principles of Biochemistry. DAFTAR PUSTAKA 900 100 % 1. 2006. et al. 2003. Biokimia Harper.

GC. baik sediaan monokomponen maupun multikomponen. semi padat. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa dapat memahami permasalahanpermasalahan yang dihadapi dalam analisis kuantitatif komponen aktif sediaan obat. 3. dan kosmetik serta mampu melaksanakan uji validasi metode analisis. semi padat. cair. TLC. mampu memahami kelebihan dan kekurangan berbagai metode analisis kuantitatif. fluorometri. RENCANA PEMBELAJARAN 1. validasi metode analisis sesuai yang tercantum dalam farmakope. 2. mampu memilih metode analisis yang sesuai dan mampu mengaplikasikan metode analisis kuantitatif yang dipilih itu untuk analisis sediaan obat. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a) Menjelaskan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam analisis kuantitatif komponen aktif sediaan obat monokomponen dalam sediaan padat. Deskripsi Singkat Mata Kuliah Membicarakan pokok bahasan masalah analisis kuantitatif komponen tunggal atau kompleks obat dalam sediaan padat.dan steril dan analisis kosmetik dengan metode spektrofotometri. b) Menjelaskan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam analisis kuantitatif komponen aktif sediaan obat multikomponen dalam sediaan padat. dan steril. . HPLC.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN ANALISIS FARMASI A. cair. dan elektrokimia. serta kosmetika.

Jadwal Kegiatan Mingguan a). dan pemisahan komponen aktif dari bahan pembantu sediaan obat. Metode-metode analisis kuantitatif. Komponen aktif dan bahan pembantu dalam sediaan obat. Substansi Metode Fasilitas Arti penting analisis kuantitatif Ceramah dan -WB komponen aktif sediaan obat tanya jawab -OHP dalam pengawasan mutu sediaan -LCD obat. cair. serta penerapannya dalam analisis komponen aktif dalam sediaaan obat. cair. g) Melaksanakan kosmetika. serta Minggu 2 Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB . kelebihan dan kekurangannya. d) Menjelaskan alasan-alasan yang menjadi dasar pemilihan metode analisis kuantitatif yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. serta melaksanakan uji validasi metode analisis. c) Menjelaskan kelebihan-kelebihan dan kekurangan-kekurangan metode-metode analisis kuantitatif. h) Melaksanakan kosmetika i) Menjelaskan penilaian atas hasil analisis kuantitatif yang dilakukan j) Mampu memahami tujuan dan pengertian dari parameter-parameter uji validasi metode analisis. cair. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. analisis kuantitatif komponen aktif sediaan obat multikomponen dalam sediaan padat.semi padat. serta kosmetika. Metode-metode preparasi sampel/ pemisahan komponen aktif dari bahan pembantu yang digunakan dalam pembuatan sediaan obat. e) Menjelaskan teknik preparasi sampel untuk setiap bentuk sediaan f) Menjelaskan tahapan-tahapan analisis yang harus dilakukan pada setiap metode analisis yang akan diterapkan. B. serta analisis kuantitatif komponen aktif sediaan obat monokomponen dalam sediaan padat. semi padat. dan steril. serta pemilihan metode analisis. dan steril. dan steril. semi padat. Kuliah Pertemuan Topik Minggu 1 Pendahuluan.

Pertemuan Topik obat monokomponen Substansi Metode Fasilitas -OHP -LCD kuantitatif obat monokomponen tanya jawab dalam sediaan obat padat dan semi padat secara spektrofotometri dan spektrofluorometri Minggu 3 Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB obat monokomponen kuantitatif obat monokomponen tanya jawab -OHP dalam sediaan obat cair dan steril -LCD spektrofotometri dan spektrofluorometri. semi -LCD padat. semi -LCD padat. Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB obat multikomponen kuantitatif obat multikomponen tanya jawab -OHP dalam sediaan obat padat. cair dan steril secara KLTDensitometri Ujian Tengah Semester Minggu 4 Minggu 5 Minggu 6 Minggu 7 Minggu 8 Minggu 9 Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB obat multikomponen kuantitatif obat multikomponen tanya jawab -OHP dalam sediaan obat padat. semi -LCD padat. tanya jawab -OHP spektrofluorometri dan KLT/KLT-LCD . Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB obat monokomponen kuantitatif obat monokomponen tanya jawab -OHP dalam sediaan obat padat. cair dan steril secara KGC Minggu 11 Analisis Kosmetika Preparasi dan tahapan analisis zat Ceramah dan -WB warna secara Spektrofotometri. cair dan steril secara spektrofluorometri. semi -LCD padat. Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB obat multikomponen kuantitatif obat multikomponen tanya jawab -OHP dalam sediaan obat padat. cair dan steril secara elektrokimia. cair dan steril secara KCKT Minggu 10 Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB obat multikomponen kuantitatif obat multikomponen tanya jawab -OHP dalam sediaan obat padat. semi -LCD padat. semi -LCD padat. cair dan steril secara spektrofotometri. Analisis kuantitatif sediaan Preparasi dan tahapan analisis Ceramah dan -WB obat multikomponen kuantitatif obat multikomponen tanya jawab -OHP dalam sediaan obat padat.

dan Tugas. spektrofotometri. dan Tugas. Parameter-parameter uji validasi Pelaksanaan uji validasi Ceramah dan -WB tanya jawab -OHP -LCD Diskusi -WB kelompok -OHP dan umpan -LCD balik Diskusi -WB kelompok -OHP dan umpan -LCD balik Minggu 13 Analisis kuantitatif sediaan Studi kasus obat padat multikomponen secara spektrofotometri/ spektrofluorometri /KLTDensitometri/KCKT/KGC Minggu 14 Analisis kuantitatif sediaan Studi kasus obat semi padat multikomponen secara spektrofotometri/ spektrofluorometri /KLTDensitometri/KCKT/KGC Minggu 15 Analisis kuantitatif sediaan Studi kasus obat cair multikomponen secara spektrofotometri/ spektrofluorometri /KLTDensitometri/KCKT/KGC Minggu 16 Ujian Akhir Semester Diskusi -WB kelompok -OHP dan umpan -LCD balik b). diskusi. presediaan padat pembuatan laporan test. Praktikum Pertemuan Topik Modul 1 Substansi Metode Fasilitas Alat-alat gelas. analisis. diskusi. analisis. dan Tugas. Potensiometri(elektrokimia) laporan praktikum.Alat-alat sediaan padat/semi padat pembuatan laporan test. analisis. spektrofl uoromet er Analisis komponen aktif Praktikum preparasi. laporan praktikum Modul 2 Modul 3 Modul 4 Analisis komponen aktif Praktikum preparasi. monokomponen secara praktikum.Pertemuan Topik Substansi Densitometri. dan analisis Hg dalam kosmetika secara AAS Metode Fasilitas Minggu 12 Validasi metode analisis Tujuan validasi metode analisis. laporan praktikum Analisis komponen aktif Praktikum preparasi. gelas. monokomponen secara praktikum. diskusi. potensio meter Alat-alat gelas. . spektrof otometer Alat-alat gelas. pre. monokomponen secara praktikum. Analisis komponen aktif Praktikum preparasi. dan Tugas. diskusi. analisis. presediaan padat/semi padat pembuatan laporan test. presediaan padat/semi padat pembuatan laporan test. spektrofluorometri.

pre. analisis. analisis. laporan praktikum Alat-alat gelas. Modul 5 secara Substansi Metode praktikum. diskusi.Alat-alat sediaan/semi padat / pembuatan laporan test. presediaan padat/semi padat/ pembuatan laporan test. analisis. laporan praktikum dan Tugas. pre. TLCSkener/ Desnsio meter Analisis komponen aktif Praktikum preparasi sediaan padat / semi/ derivatisasi. analisis. dan Tugas.Alat-alat pembuatan laporan test.Alat-alat sediaan padat/semi padat / pembuatan laporan test. AAS laporan praktikum Hasil dan permasalahan yang Diskusi -WB ditemukan dalam analisis kelompok -OHP kuantitatif dan umpan -LCD balik Hasil dan permasalahan yang Diskusi -WB ditemukan dalam analisis kelompok -OHP kuantitatif dan umpan -LCD balik Modul 11 Presentasi hasil praktikum Modul 12 Presentasi hasil praktikum . prekosmetika pembuatan laporan test. gelas. praktikum. spektrofl uoromet er Alat-alat gelas. praktikum. cair/steril padat pembuatan laporan multikomponen secara spektrofluorometri. predan test. gelas. diskusi. dan Tugas. diskusi. analisis. KCKT secara KCKT laporan praktikum Analisis komponen aktif Praktikum preparasi.Pertemuan Topik multikomponen spektrofotometri. gelas. Spektrof ometer/T LC/TLC -Skener / Densito meter Modul 8 Modul 9 Modul 10 Analisis kosmetika Hg dalam Praktikum preparasi. analisis. cair/steril multikomponen praktikum. laporan praktikum Fasilitas spektrof otometer Alat-alat gelas. diskusi. cair/steril multikomponen praktikum. dan Tugas. dan Tugas. KGC secara KGC laporan praktikum Analisis zat warna dalam Praktikum preparasi. Modul 6 Analisis komponen aktif Praktikum preparasi. pre. diskusi. diskusi. secara KLT-Densitometri laporan praktikum Modul 7 Analisis komponen aktif Praktikum preparasi. cair/steril multikomponen praktikum. praktikum. dan Tugas.

Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman. baik monokomponen maupun multikomponen. Pemberian tugas mandiri bersifat wajib. Laptop dan LCD projector. bekerja sama dengan teman satu jkelompo. keterampilan. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat dikukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. kreativitas. pre-test dan post-test praktikum. dilakukan sedikitnya satu kali. menggunakan metode analisis yang sesuai berdasarkan hasil diskusi kelompok yang telah dilakukan.2. dan kritik-saran dari mahasiswa). e) Tugas/praktikum analisis kuantitatif komponen aktif. dalam sediaan obat dan kosmetika. dan leadership. dengan tujuan mempersiapkan diskusi kelompok. OHP. White Board. d) Pemberian tugas mandiri dan diskusi. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan/praktikum (berupa kuesioner. Penilaian (Assesment) . 2. maka skor tertinggi diberikan untuk poin tugas-tugas. dan ujian-akhir semester. Karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah keahlian dan memerlukan latihan/praktikum yang intensif. Metode Pembelajaran dan bentuk kegiatan c) Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut : Dosen menerangkan dengan alat Bantu buku ajar. Komponen pemahaman dan keterampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan. ujian tengan semester. Bentuk diskusi ini bagai mahasiswa akan mampu menganalisis bahan yang diberikan secara kelompok. aktif memberikan mendapat (saling memberi masukan) sesuai dengan pokok bahasan sehingga diskusi akan berjalan lancer. Pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut : Dosen menyiapkan bahan diskusi yang diambil dati tugas mandiri yang diberikan dan yang telah diperiksa. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. dilanjutkan Tanya jawab antara mahasiswa dan dosen. merangkum pendapat-pendapat yang ada seshingga terjadi satu pemahaman mengenai satu pokok bahasan. f) Pemaparan dan diskusi hasil percobaan dalam praktikum yang telah dilakukan C.

Newburger’s Manual Cosmetic analysis. and Scypinski. A. Washington. Vol. D.. Chem. 3. DAFTAR PUSTAKA Skor Maks 200 200 300 100 100 100 100 100 1200 Presentase 16. Inc. AOAC Intern... 2 nd.. W. Academic Press. F. 2001. 1995.J.33 100 a) Ahuja. . Maryland.Aspek pemilaian meliputi : Aspek penilaian Unsur Penilaian Pemaham keterampilan Tugas mandiri Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester Kreativitas Kreativitas dalam diskusi Membuat resume Leadership Kedisiplinan pengumpulan tugas Presentasi Partisipasi di kelas Jumlah Hasil akhir ditentukan sebagai berikut : Nilai A untuk > 960 poin (> 80%) Nilai B untuk 840 -959 poin ( 70 – 80%) Nilai C untuk 720 – 839 poin (60 – 70%) Nilai D untuk 480 – 719 poin (40 – 60%) Kurang dari 480 dianggap tidak lengkap/tidak lulus. Handbook of Modern Pharmaceutical analysis. S... San Diego.33 8. b) Cunnif. Ed.00 8. 1977. d) Sanzel. S. 2005.17 25.33 8. New York c) Horwitz. G. AOAC International. An. Official Methods of Analysis. Official Methods of Analysis.33 8..W.33 8. Of. and Latimer...67 16.. 16th. Ed.

Teori-teori interaksi obatreseptor serta ikatan kimia yang terlibat. manfaat Kimia Medisinal bagi farmasis. Menjelaskan hubungan struktur dengan proses absorbsi. sejarah dan ruang lingkup Kimia Medisinal serta hubungannya dengan bidang ilmu lain. distribusi. Modifikasi molekul dan rancangan obat yang rasional dan beberapa contoh obat: obat antiinfeksi (antibiotika dan sulfonamida). ekskresi obat. Menjelaskan tujuan dan manfaat Kimia Medisinal bagi farmasis 2. Metabolisme obat dan senyawa organik asing lain. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan prinsip-prinsip dasar hubungan struktur. Menjelaskan sifat interaksi obat-biopolimer secara nonspesifik dan spesifik . Memahami proses interaksi obatreseptor dan metabolisme dengan aktivitas biologis obat. 3. sifat kimia fisika dengan aktivitas biologis obat.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN KIMIA MEDISINAL A. Deskripsi singkat matakuliah Kimia Medisinal Matakuliah Kimia Medisinal menyajikan materi yang berisi arti. Menjelaskan definisi. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. distribusi dan ekskresi obat b.Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: 1. hubungan kelarutan dengan aktivitas biologis. Aspek stereokimia dan aktivitas biologis. 2. untuk digunakan sebagai dasar untuk menjelaskan hubungan struktur dengan aktivitas biologis suatu kelompok turunan obat dan rancangan obat. ruang lingkup. b. a. a. Hubungan struktur dengan proses absorbsi. Hubungan kuantitatif struktur dan aktivitas biologis obat. Hubungan sifat kimia fisika dengan aktivitas bilogis obat. baik secara kualitatif maupun kuantitatif. prinsip Ferguson dan model kerja obat. Proses interaksi obat-biopolimer.

Menjelaskan hubungan prinsip Ferguson. Menjelaskan hubungan struktur dan interaksi spesifik antara obat dengan enzim biotransformasi dan reseptor. c. Memberikan contoh-contoh modifikasi isosterik dan perubahan aktivitas biologis yang ditimbulkannya. b. ion. pendudukan. Menjelaskan pengaruh perubahan pH. lemak dan asam nukleat d. Memberikan contoh-contoh aplikasi HKSA model Hansch e. 3. n-alkil resorsinol dan ester p-aminobenzoat. Menjelaskan ikatan-ikatan kimia yang terlibat pada interaksi obat reseptor (ikatan kovalen. d. 8. Menjelaskan hubungan kuantitatif struktur dengan aktivitas biologis obat menurut model Free-Wilson b. b. Menjelaskan pengaruh isomer cis-trans. Menjelaskan teori interaksi obat reseptor yaitu teori klasik. Menjelaskan peran modifikasi isosterik dalam pengembangan obat. 5. kecepatan. bentuk konformasi. a. van der Waals. Menjelaskan hubungan struktur. dan hidrofob) dan peran ikatan tersebut terhadap aktivitas biologis obat. . dipol-dipol. a. gangguan makromolekul dan teori pendudukan-aktivasi. c. b. 6. a. Menjelaskan keunggulan dan kelemahan HKSA model Hansch dibandingkan model Free-Wilson 7. dengan menggunakan parameter tetapan lipofilik. b. induced-fit. a. aktivitas Thermodinamik dengan Menjelaskan model kerja obat berstruktur tidak spesifik dan memberikan aktivitas obat anestesi sistemik dan antiseptik contohnya. diastereoisomer dan isomer optik terhadap aktivitas biologis obat dan memberikan contohnya. a. Menjelaskan hubungan struktur dengan interaksi nonspesifik antara obat dengan protein plasma. koefisien partisi dengan aktivitas antibakteri kelompok turunan n-alifatis alkohol. Menjelaskan hubungan kuantitatif struktur dengan aktivitas biologis obat menurut model LFER Hansch. elektronik dan sterik. pKa dan ionisasi terhadap aktivitas biologis obat. a. hidrogen.c. Menjelaskan parameter kimia fisika yang digunakan pada model HKSA dari Hansch. Menjelaskan hubungan kelarutan dengan aktivitas obat anestesi sistemik menurut teori Overton-Meyer 4.

Menjelaskan perubahan metabolik akibat reaksi hidrolisis dari gugus-gugus fungsi ester dan amida e. distribusi . atom C sistem C-N. potensial redoks dan aktivitas permukaan dengan aktivitas biologis obat dan memberikan contohnya. Menjelaskan hubungan pembentukan khelat. serta gugus alkohol dan aldehida. yaitu gugus cincin aromatik. Menjelaskan pengaruh ikatan hidrogen terhadap sifat kimia fisika dan aktivitas biologis obat. 9. Ceramah dan hubungan dengan bidang ilmu lain. Menjelaskan HSA senyawa kation aktif c. a. Menjelaskan proses bioaktivasi. glisin dan glutamin. ruang lingkup. gugus olefin. Ceramah dan dengan proses absorbsi. f. Menjelaskan perubahan metabolik akibat reaksi oksidasi dari gugus fungsi obat. distribusi dan tanya jawab ekskresi obat 2 Hubungan struktur dengan proses absorbsi. sejarah. Jadwal Kegiatan Mingguan Topik Pengantar Medisinal Kimia Substansi Metode Fasilit as -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD Minggu ke1 Definisi. serta memberikan contohnya. C-O dan C-S. nitro dan azo d. atom C-benzilik dan alilik. Menjelaskan senyawa induk atau penuntun b. Menjelaskan perubahan metabolik akibat reaksi konyugasi dengan asam glukuronat. contoh penisilin. d. b.PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. bioinaktivasi dan biotoksifikasi dalam metabolisme obat. c. atom Cα – karbonil dan imin. atom C-alifatik dan alisiklik. glutation dan asam merkapturat dari gugus fungsi obat. 10. sifat kimia fisika.b. tanya jawab tujuan dan manfaat Kimia Medisinal Hubungan struktur. a. Menjelaskan perubahan metabolik akibat reaksi asetilasi dan metilasi dari gugus fungsi obat. Menjelaskan perubahan metabolik akibat reaksi reduksi dari gugus-gugus fungsi aldehid dan karbonil. sulfat. sulfonamid B. Menjelaskan modifikasi senyawa induk menjadi turunan-turunan yang lebih baik.

Pengaruh isomer terhadap Ceramah dan aktivitas biologis obat tanya jawab Pendekatan HKSA Model de novo dari Free Wilson dan model LFER Ceramah dan dari Hansch tanya jawab Ikatan kimia yang terlibat pada interaksi obat-reseptor dan perannya Ceramah dan tanya jawab terhadap aktivitas bilogis obat Teori Interaksi Obat-reseptor Ceramah dan tanya jawab -WB -OHP -LCD 4 Hubungan struktur.Senyawa berstruktur tidak spesifik . kelarutan dan aktivitas biologis obat 5 Prinsip Ferguson dan Model kerja Obat Hubungan struktur. aspek stereokimia dan aktivitas biologis obat Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas Biologis Obat (HKSA) Interaksi reseptor 10 Interaksi Reseptor 11 Sifat Kimia Fisika dan aktivitas biologis obat Sifat Kimia Fisika ObatObat- -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD 6 7 8 9 Hubungan ionisasi dan ikatan hidrogen dengan aktivitas biologis obat Hubungan pembentukan khelat.Interaksi obat-biopolimer secara tanya jawab spesifik dan nonspesifik. .Interaksi spesifik obat dengan enzim biotransformasi dan Ceramah dan tanya jawab reseptor . .Hubungan koefisien partisi tanya jawab dengan aktivitas anestesi sistemik . .Interaksi nonspesifik obat dengan protein plasma.Prinsip Ferguson dan aktivitas Ceramah dan tanya jawab termodinamik . n-alkil resorsinol dan Ceramah dan ester p-amino benzoat. lemak dan asam nukleat. .Senyawa berstruktur spesifik Ceramah dan .Modifikasi isosterik dan aktivitas tanya jawab biologis obat .dan ekskresi obat 3 Interaksi biopolimer obatCeramah dan .Hubungan kelarutan dengan aktivitas biologis senyawa homolog turunan n-alifatis alkohol.

Senyawa penuntun (lead compound) . sebagai feed back untuk perbaikan perkuliahan di masa mendatang. OHP dan papan tulis. aktivitas biologis dan rancangan obat Substansi Metode 14. Materi kuliah diberikan dnegan peralatan Power Point. asetilasi dan metilasi dari gugus-gugus fungsi obat dikaitkan dengan aktivitas Ceramah dan biologik dan rancangan obat.dan aktivitas biologis obat potensial redoks dan aktivitas permukaan dnegan aktivitas biologis obat. 13 Topik Metabolisme. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. diedarkan kuesioner yang diisi oleh mahasiswa pada waktu kuliah.Modifikasi molekul dan tujuan rancangan obat rasional . Modifikasi molekul dan rancangan obat rasional (SAR) . tanya jawab . Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Bentuk kegiatan proses pembelajaran meliputi tatap muka dan tanya jawab/diskusi selama 100 menit. bioinaktivasi Ceramah dan dan biotoksikasi dalam tanya jawab metabolisme obat . yang terdiri dari pembahasan konsep-konsep materi kuliah dan tugas terstruktur.Contoh: penisilin dan turunannya Sulfonamid dan turunannya Fasilit as -WB -OHP -LCD -WB -OHP -LCD 2. Untuk memantau kinerja dosen pengampu. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran.Reaksi konyugasi. reduksi dan hidrolisis dari gugus-gugus obat . Minggu ke12.Perubahan metabolik obat akibat reaksi oksidasi. C. Penilaian (assessment) Aspek penilaian meliputi: . Hasil kuesioner akan diberikan kepada dosen pengampu. 2.Proses bioaktivasi. Evaluasi dilakukan dengan mengadakan Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS).

< 75 61 ..1995-1997. Essential of Medicinal Chemistry. Eds. Lippincott Foye W. Principles of Medicinal Chemistry. Ed..< 80 66 . DAFTAR PUSTAKA Delgado J....John Wiley & Sons. 2002. New York.O.Surabaya Wollf M. 9th ed.. Korolkovas A. 5th ed. New York Siswandono. Kimia Medisinal I. 1997..Wiley-VCH. 2000. 1991.W.Aspek Penilaian Pemahaman Unsur Penilaian Skor Tengah Semester (STS) Skor Akhir Semester (SAS) Jumlah Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai Huruf A B+ B C+ C D E Nilai Angka ≥ 80 75 . 2nd ed. Airlangga University Siswandono.N.< 66 55 .. New York . How Drugs Act and Why.. John Wiley and Sons.. 5th ed. Introduction to Medicinal Chemistry.. Wilson and Gisvold’s Textbook of Organic Medicinal and Pharmaceutical Chemistry.. and Remers A.Surabaya B. 2000. I-IV. Soekardjo Press. Lea and Febriger Gringauz A.. Airlangga University Press.< 61 45 -< 55 < 45 Skor Maks 100 100 100 Persentase 40 60 100 D. Vol. Kimia Medisinal II. Soekardjo B. Burger’s Medicinal Chemistry aand Drug Discovery . 1988.E.

Step-step dalam proses compounding Substansi Materi 15 . dan aspek-aspek khusus dalam praktek Compounding dan Dispensing. Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa memahami dan menguasai arti penting Compounding dan Dispensing dalam praktek Apoteker. dan klinis. farmasetis. langkah-langkah compounding. dan adanya interaksi obat. Program Studi Apoteker GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN COMPOUNDING dan DISPENSING I. . dan penyelesaian problema terapi obat berdasarkan aspek administrative.2. Mampu menyelesaikan problema pembuatan sediaan-sediaan tertentu. farmasetis dan klinis. medication error dan pengatasannya. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Ceramah dan LCD viewer. dispensing tanya jawab laptop. penentuan dosis dan beyond-use date obat yang diberikan pada pasien. Jadwal Kegiatan Mingguan Minggu Topik/Pokok keBahasan I Pendahuluan Praktek Farmasi Metode Fasilitas Pembelajaran Pengertian farmasi. A. Mengaplikasikan penentuan beyond-use date terhadap obat yang diberikan pada pasien. Memahami peranan Compounding dan Dispensing dalam praktek Apoteker b. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a. Mengaplikasikan teknik-teknik penyelesaian permasalahan yang berhubungan dengan aspek admistratif. compounding. 3. B. teknis compounding. dan klinis dalam pemberian obat pada pasien. penyakit.Proses dalam dispensing whiteboard . KULIAH PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. farmasetis. 2. seperti skrining obat dan pengatasan permasalahan aspek administrative. pemberian obat rasional secara individual. pendosisan obat pada kondisi khusus. Mengaplikasikan penentuan pendosisan berdasar pada kondisi pasien. penentuan beyond-use date. d. c. e. Deskripsi singkat kuliah Compounding dan Dispensing Secara keseluruhan mata kuliah Compounding dan Dispensing berisi materi tentang praktek Apoteker yang menyangkut Compounding dan Dispensing.

ditimbang whiteboard .Definisi medication error Ceramah dan LCD viewer. Berbagai macam tanya jawab laptop.Perlurnya beyond-use date Ceramah dan LCD viewer. fungsi kemandirian .Tahapan dalam pengobatan Ceramah dan LCD viewer. rasional tanya jawab laptop.Solusi masalah dispensing error . .Berbagai bentuk intervensi whiteboard terapeutik Berbagai penyebab problem terapi dengan obat . medication error whiteboard Berbagai tipe dan penyebab dispensing error .Membuat sediaan obat dengan stabilitas yang baik .Teknik menimbang dan Ceramah dan LCD viewer. dalam compounding diskusi laptop.Farmasi sebagai profesi tanya jawab laptop. whiteboard seperti serbuk. dan dispensing whiteboard Cara-cara penentuan beyond-use date Aplikasi penentuan beyond-use date III Pengobatan Rasional IV Medication error dan dispensing error V Teknik-teknik Compounding VI Teknik-teknik Compounding VII Beyond-use Date .II Fungsi Apoteker .Pengertian resep dan peresepan rasional . sediaan cair. fungsi teknik.Cara compounding yang Ceramah dan LCD viewer. baik untuk pembuatan diskusi laptop.Review perhitungan dalam compunding Langkah-langkah compounding . . fungsi administrasi. berbagai sediaan obat. dan semi padat . .Tahap kritis dalam dispensing .Karakteristik suatu profesi Ceramah dam LCD viewer. berat minimal boleh tanya jawab laptop.Fungsi-fungsi farmasis: whiteboard fungsi professional.

.Pendosisan geriatri Ceramah dan LCD viewer. Dispensing tentang berbagai diskusi laptop.Pendosisan untuk dewasa . Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Pembelajaran dilakukan dengan ceramah/tatap muka dan diskusi/tanya jawab.Penyesuaian dosis karena diskusi laptop. Dispensing tentang berbagai diskusi laptop.Aplikasi . permasalahan dalam praktek whiteboard IX Pendosisan X Problema Compounding Sediaan Padat Problema Sediaan Cair XI XII Problema Compounding dan Dispensing Problema Compounding dan Dispensing Problema Compounding dan Dispensing XIII XIV 2.Cara-cara pendosisan Ceramah dan LCD viewer. diserbuk diskusi laptop.Pendosisan untuk bayi diskusi laptop. interaksi obat whiteboard .Penggunaan wadah whiteboard . permasalahan dalam praktek whiteboard Diskusi Compounding dan Ceramah dan LCD viewer.Pemberian etiket . mikroba diskusi laptop.Pengatasan kontaminasi Ceramah dan LCD viewer. . permasalahan dalam praktek whiteboard Diskusi Compounding dan Ceramah dan LCD viewer.Pencampuran bahan sukar Ceramah dan LCD viewer.VIII Pendosisan . . Hasil Pembelajaran . .Pendosisan untuk anak dan whiteboard remaja . C. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Dispensing tentang berbagai diskusi laptop. Pengatasan problema whiteboard oksidasi Pengatasan problema pembuatan sediaan suspensi dan emulsi Diskusi Compounding dan Ceramah dan LCD viewer.

Marcel Dekker Inc.VII. and Mordenti. Applied Biopharmaceutics & Pharmacokinetics. 27th Ed. Lippincot Williams & Wilkins. Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach. Rockville.Talbert. 1990. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1.2002.. G. tanya jawab.G. Washington.. American Pharmaceutical Association. Philadelphia. New York. Anonim. 2nd Edition..M. Deskripsi singkat mata praktikum Compounding dan Dispensing Secara keseluruhan mata praktikum Compounding dan Dispensing berisi tentang kegiatan praktikum pelayanan resep yang mencakup skrining resep.C. A. Sinko. untuk memantau kegiatan dosen pengampu diberikan kuesioner yang diisi oleh mahasiswa di akhir sesi kuliah untuk masing-masing dosen. USP/NF. 2.. dan ujian akhir semester.C. and Kearns. G.. J.. R. L.2005.2004.L. Penilaian (student assessment) Bobot Penilaian : Kuis dan penugasan Ujian Akhir Semester Konversi Nilai : • A jika nilai ≥ 75 • 65 ≤ B < 75 • 55 ≤ C < 65 • 45 ≤ D < 55 • E < 45 D. D.2004. 5th Edition.V. Selanjutnya.. Science. Williams.B.C. Philadelphia.R.. New YorK II. penugasan.J.Wu-pong. L. Martin’s Physical Pharmacy and Pharmaceutical Science. 5th Edition. Matzke. B.2004.. A Practical Guide to Contemporary Pharmacy Practice.Hasil pembelajaran diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran yang meliputi keaktifan dalam diskusi. peracikan obat sampai kepada : 20% : 80% . Yee. Rational Therapeutics A Clinical Pharmacologic Guide for Health Professional. G. USP Convention Inc.. Handbook of Basic Pharmacokinetics Including Clinical Applications.. McGraw Hill.C. Brater. P. McGraw Hill. RL. Vol.T. 2 nd Edition. L...E.. Wells.. D. and Yu. Posey..A. P R A K T I K U M A. Thompson. Ritschel W. The Art.. J. D. American Pharmaceutical Association. J. Shargel. Washington. Boston.2005. 6th Edition.. DAFTAR PUSTAKA Allen Jr.L.C.2006. Lippincot Williams & Wilkins. S.. 6th Edition. and Technology of Pharmaceutical Compounding. DiPiro.

Laptop. Mahasiswa juga diharapkan mengenali jenis dan fungsin berbagai macam alat kesehatan. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Tujuan pembelajaran mata praktikum ini juga melatih ketrampilan mahasiswa dalam meracik obat (to compound) dan membekali mahasiswa untuk mahir melakukan praktik pelayanan resep sesuai dengan standar kompetensi yang telah ditentukan oleh ikatan Sarjana Farmasi Indonesia.diskusi resep II Praktik pelayanan resep 1 . Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa mampu mengaplikasikan praktik pelayanan resep di apotek atau rumah sakit. mengaplikasikan praktik pelayanan resep yang mencakup problem klinis d. mengaplikasikan praktik pelayanan resep yang mencakup problem administratif b.minikuis (semua materi minikuis) Praktik postes Fasilitas LCD viewer. 3. membekali praktik pelayanan resep untuk menghadapi ujian kompetensi ISFI e.minikuis singkatan latin Praktik .Tujuan Pembelajaran Khusus Setelah mengikuti mata praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu : a. 2. farmasetis serta problem klinis. Mata praktikum ini juga dilengkapi dengan penjelasan alat-alat kesehatan.minikuis khasiat dan penggolongan obat .Penjelasan umum materi Diskusi diskusi praktikum kelompok pendahuluan . Whiteboard dan Bahan obat dalam laboratorium III Praktik pelayanan resep 2 dan Bahan obat dalam laboratorium IV Praktik pelayanan resep 3 Praktik pelayanan Praktik postes Praktik postes dan Bahan obat dalam laboratorium dan Bahan dalam obat V .praktikum pelayanan resep kompehensif .praktikum pelayanan resep postes mencakup problem administratif dan farmasetis . Jadwal Kegiatan Mingguan Minggu Topik/Pokok Metode Substansi Materi keBahasan Pembelajaran I Asistensi dan . mengenal dan memahami jenis dan fungsi berbagai macam alat kesehatan B.praktikum pelayanan resep mencakup problem administratif. mengaplikasikan praktik pelayanan resep yang mencakup problem farmasetis c.penyerahan obat kepada pasien.minikuis sinonim obat dan sediaan lazim obat . farmasetis dan klinis . Skrining resep mencakup problem administratif.

pos perhitungan dosis dan penimbangan .diskusi resep dari praktik 14 . simulasi dokter dan pasien XI Responsi Bahan alat obat. obat darah.pos skrining resep . obat gastrointestinal.Tes obat-obatan III (obat Diskusi kardiovaskuler.praktikum pelayanan resep kompehensif . alat dispensing. Laptop. Laptop. Analgetik) . kelompok Antimikroba. . simulasi dokter dan pasien IX Evaluasi praktik 5 LCD viewer.pos peracikan obat . obat renal dan elektrolit) . obat saluran pernafasan) diskusi resep yang dipraktikkan pada praktik 5 Praktikum pelayanan resep Praktik seperti model ujian kompetensi ISFI yang terdiri dari 4 pos .tes obat-obatan II (obat Ujian tertulis antineoplastik.pos peracikan obat . kelompok obat kontrasepsi. Whiteboard VII Midterm Laboratorium VIII Praktik pelayanan resep 5 Bahan obat. alat dispensing.pos penyerahan obat dengan konseling .pos perhitungan dosis dan penimbangan .resep 4 VI Evaluasi praktik 1-4 . Whiteboard X Praktik pelayanan resep 6 Bahan obat.Ujian tertulis (mencakup penyelesaian 2 macam resep dan materi minikius keseluruhan) Praktikum pelayanan resep Praktik seperti model ujian kompetensi ISFI yang terdiri dari 4 pos .pos skrining resep . obat Hormonal.tes obat-obatan I (obat-obat Diskusi SSP.pos penyerahan obat dengan konseling Ujian praktik seperti model Ujian praktik ujian kompetensi ISFI laboratorium LCD viewer.

Selanjutnya dosen melakukan evaluasi berupa postes. Praktikum ini dilakukan dengan model 4 pos yaitu pos I tentang skrining resep. dan pos IV tentang penyerahan obat dan konseling pasien. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran.diskripsi dan fungsi nebulizer. tetes telinga. pos III tentang peracikan. Bentuk praktikum kompetensi dilakukan dengan mengadopsi prosedur kegiatan ujian kompetensi oleh ISFI. Sesi diskusi dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan praktikum sebelumnya. Penilaian (student assessment) Bobot penilian : . tetes mata. Mahasiswa diminta menyelesaikan soal resep dalam bentuk diversen dan sediaan obat. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan : Pembelajaran untuk materi pelayanan resep dilakukan dengan praktik di laboratorium dengan soal yang berupa resep dengan riwayat penyakit dan pengobatan pasien oleh dosen yang bertugas. inhaler. mahasiswa harus bisa menyelesaikan permasalahan resep sampai dengan konseling obatnya. aktivitas diskusi (keaktifan bertanya.diskripsi obat-obat khusus (kontrasepsi. pos II tentang perhitungan dosis dan penimbangan. dengan harapan ada perbaikan dalam pelaksanaan praktikum berikutnya. tes obat-obatab. tablet lepas lambat dll) dispensing. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. handihaler.Diskripsi alat kesehatan Pengamatan . Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama proses pembelajaran (berupa kuesioner dan kritik saran dari mahasiswa). 2. Masing-masing pos diberikan alokasi waktu 10 menit. Dengan mengkombinasikan model praktikum pelayanan resep dan model ujian kompetensi. Komponen evaluasi antara lain meliputi minikuis. tes gula darah. simulasi dokter dan pasien Alat kesehatan dan obat khusus XIII Tes alat Evaluasi dengan pengamatan Ujian tertulis kesehatan dan penjelasan fungsi alat kesehatan Alat kesehatan dan obat khusus 2. C. diharapkan mahasiswa mampu dan memiliki bekal yang cukup untuk melakukan pelayanan resep di apotek dan rumah sakit. midterm dan responsi. menjawab dan penguasaan materi). Dalam waktu 40 menit.XII Penjelasan alat kesehatan dan obat sediaan obat khusus . sphigmomanometer .

J.2004. A Practical Guide to Contemporary Pharmacy Practice. Pharmaceutical Care Practice.. Clinical Clerkship Manual. USA Thopson. 1979. J. . Ilmu Meracik Obat Teori dan Praktek. Mc Graw Hill. Applied Therapeutics Inc.Morley. 1995. Washington.E.E. L. USA. DAFTAR PUSTAKA : sebagai prasyarat mengikuti praktikum (70% : 30% : 10% : 10% : 15% : 25% : 10% Anief. PC. Lippincot Williams & Wilkins. Gadjah Mada University Press.. Edisi III. Depkes RI. L.1995. M.Minikuis benar) Praktik pelayanan resep dan Praktik kompetensi Diskusi Tes obat-obatan Midterm Responsi Ujian alat kesehatan Konversi Nilai : A jika nilai ≥ 75 65 ≤ B < 75 55 ≤ C < 65 45 ≤ D < 55 E < 45 D. Farmakope Indonesia.1998.. R.. Anonim..Strand. 1996.. Jakarta Anonim.M. Cipolle. Jakarta Boh. Depkes RI. Yogyakarta. Edisi IV.. Farmakope Indonesia.

Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus acne vulgaris. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus venous thromboembolism c. disfungsi ereksi. b. gout dan hiperurisemia. rhematoid arthritis. 3. melatih kerja sama dalam kelompok dan ketrampilan dalam melakukan presentasi serta mengemukakan pendapat dalam diskusi kelas. 2. Deskripsi singkat mata kuliah Farmakoterapi Terapan Secara keseluruhan mata kuliah Farmakoterapi Terapan meliputi penatalaksanaan terapi rasional pada berbagai kasus penyakit sistem organ antara lain : gagal ginjal kronik. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus lymphomas. lymphomas. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. atopic dermatitis. alergi pada obat. infeksi tulang dan sendi. . Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada berbagai kasus penyakit sistem organ. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a. inkontinensia urin. pankreatitis. gangguan pola makan (eating disorders). Penyakit Hubungan Seksual. Tujuan pembelajaran mata kuliah ini juga melatih ketrampilan mahasiswa menggunakan teknologi informasi (internet) untuk mengakses informasi mengenai perkembangan terapi terkini dan pengobatan berbasis bukti (evidence based medicines) pada kasus penyakit berbagai sistem organ. glaukoma. acne vulgaris.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN FARMAKOTERAPI TERAPAN A. venous thromboembolism. endometriosis. anemia dan Benign Prostatic Hyperplasia. psoriasis. obesitas. ansietas dan gangguan tidur. osteoporosis. kanker paru. multipel sklerosis.

q. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus pankreatitis. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus ansietas dan gangguan tidur. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus inkontinensia urin. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus osteomalasia. s. e. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus gangguan pola makan (eating disorders). w. h. v. menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus gagal ginjal kronik. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus alergi pada obat. whitebo . y. k. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus kanker paru. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus anemia. Laptop. B. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus disfungsi ereksi. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus Benign Prostatic Hyperplasia. t. i. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus glaukoma. menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus Penyakit Hubungan Seksual. n. p.d. r. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus infeksi tulang dan sendi. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus osteoporosis. Jadwal Kegiatan Mingguan pada Semester Gasal Mingg u keI Topik/Pokok Bahasan Pengantar Substansi materi -Metode / teknik pembelajaran . Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus gout dan hiperurisemia. l. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus multipel sklerosis. o. j.Sistem penilaian Metode Fasilitas Pembelajar an Ceramah LCD viewer. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. m. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus psoriasis. f. x. u. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus atopic dermatitis. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus obesitas. g. Menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus rhematoid arthritis. menganalisis penatalaksanaan terapi rasional pada kasus endometriosis.

whitebo ard LCD viewer. whitebo ard LCD viewer. Laptop. Laptop. whitebo ard LCD viewer. whitebo ard LCD viewer. Laptop. lembar jawab LCD viewer. Laptop. VI Rhematoid arthritis Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based Rhematoid arthritis Learning VII Atopic dermatitis Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based Atopic dermatitis Learning VIII Gout dan Tata laksana terapi rasional pada kasus Gout Case Based hiperurisemia dan hiperurisemia Learning Osteomalasia Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based osteomalasia Learning Inkontinensia urin Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based inkontinensia urin Learning IX X XI Glaukoma Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based Glaukoma Learning XII Anemia Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based Anemia Learning . whitebo ard LCD viewer. Laptop. whitebo ard Soal ujian. whitebo ard LCD viewer. Laptop. whitebo ard LCD viewer. Laptop.II Acne Vulgaris Tata laksana terapi rasional pada kasus acne Case Based vulgaris Learning III Venous thromboembolism Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based venous thromboembolism Learning IV Lymphomas Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based lymphomas Learning V Ansietas dan Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based ansietas dan gangguan tidur Learning gangguan tidur ard LCD viewer. Laptop.

Laptop. whitebo ard Soal ujian. whiteboard Case Based LCD Learning viewer. whiteboard Case Based LCD Learning viewer. Jadwal Kegiatan Mingguan pada Semester Genap Minggu Topik/Pokok ke Bahasan I Pengantar Substansi materi -Metode / teknik pembelajaran -Sistem penilaian Tata laksana terapi rasional pada kasus Gagal ginjal Kronik Tata laksana terapi rasional pada kasus endometriosis Tata laksana terapi rasional pada kasus Penyakit Hubungan Seksual Tata laksana terapi rasional pada kasus kanker paru Tata laksana terapi rasional pada kasus multipel sklerosis Tata laksana terapi rasional pada kasus gangguan pola makan (eating disorders) Tata laksana terapi rasional pada kasus alergi obat Metode Fasilitas pembelajaran Ceramah LCD viewer. Laptop. whiteboard Case Based LCD Learning viewer. whiteboard Case Based LCD Learning viewer. Laptop. lembar jawab XIV Ujian Semester Akhir Semua materi Ujian tertulis 2. Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based Benign Prostatic Hyperplasia Learning Laptop. whiteboard Case Based LCD Learning viewer. Laptop. whiteboard Case Based LCD Learning viewer. Laptop. Laptop.XIII Benign Prostatic Hyperplasia. Laptop. Laptop. whitebo ard LCD viewer. Laptop. whiteboard II Gagal Ginjal Kronik Endometriosis III IV Penyakit Hubungan Seksual Kanker paru V VI Multipel sklerosis Gangguan pola makan (eating disorders) Alergi pada obat VII VIII . whiteboard Case Based LCD Learning viewer.

menjawab atau menyanggah serta penguasaan materi dari masing-masing mahasiswa secara individu. sedangkan mahasiswa lainnya ( audiens) sebagai penanya/penyanggah. whiteboard Soal ujian. Laptop. whiteboard LCD viewer. Laptop. whiteboard LCD viewer. whiteboard LCD viewer. Dosen pengampu memberikan kasus kepada kelompok penyaji yang sudah ditentukan. Kelompok penyaji wajib menyusun makalah sesuaii dengan kasus diskusi untuk diserahkan kepada dosen pengampu dan dibagikan kepada kelompok I dan II sebagai kelompok penanya/penyanggah. Dengan model . Dosen pengampu membuat dan mengisi formulir / blangko penilaian diskusi pada saat pelaksanaan diskusi kelas. kelompok III dan IV sebagai penanya/penyanggah dan wakil kelompok V sebagai moderator. Laptop. kelompok II sebagai penyaji. Keaktifan mahasiswa dalam diskusi kelas dinilai berdasarkan keaktifan bertanya. Laptop. whiteboard LCD viewer. Laptop. Mahasiswa dibagi dalam 13 – 14 kelompok (sesuai dengan topik diskusi).IX Psoriasis Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based psoriasis Learning Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based infeksi tulang dan sendi Learning Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based obesitas Learning Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based disfungsi ereksi Learning Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based pankreatitis Learning Tata laksana terapi rasional pada kasus Case Based osteoporosis Learning Semua materi Ujian tertulis X Infeksi tulang dan sendi Obesitas XI XII Disfungsi ereksi XIII Pankreatitis XIV Osteoporosis XV Ujian Akhir Semester LCD viewer. Demikian seterusnya. whiteboard LCD viewer. Laptop. Kelompok I sebagai kelompok penyaji. kelompok II dan kelompok III sebagai kelompok penanya/penyanggah dan wakil kelompok IV sebagaii moderator. lembar jawab 2. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Pembelajaran dilakukan dengan metode Case Based Learning.

Wells. 7th Ed. (Eds).. W. 4rd ed. E. R... Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama proses pembelajaran (berupa kuesioner dan kritik-saran dari mahasiswa). G. Appleton & Lange.T. Pharmacotherapy Casebook : A Patient Focused Approach.. 2000. Pathophysiology of disease: An introduction to Clinical Medicine. 2001. 2.L.F. G.T. Stamford Dipiro. Textbook of Therapeutics Drug and Disease Management.M. McGraw-Hill Companies..R (Eds). L.R. New York .C. 3 rd ed. 5th Ed. and Michael. Talbert. Appleton & Lange. Matzke. Lippincot Williams and Wilkins. 2002. Posey. V.diskusi tersebut di atas diharapkan dapat memberikan kesempatan yang sama terhadap semua mahasiswa untuk terlibat dalam diskusi kelas. Komponen evaluasi antara lain meliputi aktivitas diskusi (keaktifan bertanya. New York Scwinghammer TL. J. L. menjawab dan penguasaan materi). D. 2002. J. Lange. Yee.. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran.. Philadelphia McPhee.. Penilaian (student assessment) Bobot Penilaian : Makalah Aktivitas diskusi Ujian Akhir Semester Konversi Nilai :      A jika nilai ≥ 75 65 ≤ B < 75 55 ≤ C < 65 45 ≤ D < 55 E < 45 : 20% : 30% : 50% D. Gourley. The McGraw-Hill Companies Inc.. penyusunan makalah dan Ujian Akhir Semester. Pharmacotherapy : A Pathophysiologic Approach. L. Stamford Herfindal. 2005. C. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. S.D... A. DAFTAR PUSTAKA DiPiro. Lingappa.R. Ganong...G. Pharmacotherapy a Pathophysiological Approach.

mengukur kinerja dan mengevaluasi kinerja farmasi. Memahami dalam penetapan harga obat di apotek dan perpajakan. Diskripsi singkat mata kuliah Manajemen Farmasi Mata kuliah manajemen Farmasi Komunitas ini mempelajari tentang pendirian apotek. dan obat bebas. d. perpajakan. dan pemusnahan Memahami pengelolaan obat-obat yang rusak dan ED. strategi pengembangan apotek serta memahami pengukuran dan evaluasi kinerja farmasi (Apotek) 3. administrasi. e. obat wajib apotek. b. Memahami pengendalian apotek (aset. harga dan uang. Tujuan pembelajaran Khusus Setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: a. strategi pengembangan apotek. studi kelayakan. resep. sumber daya manusia. bebas terbatas dan generik serta pelayanan informasi obat dan konselling. f. SDM. obat wajib apotek. 2. Tujuan pembelajaran: Mahasiswa mengenal dan memahami konsep manajemen Apotek. narkotika dan psikotropik Memahami pelayanan resep. yang dimulai dari pendirian apotek. administrasi. dan harga obat) . pasien. Mengerti dan memahami peran penting manajemen pengelolaan apotek Memahami dan dapat mendirikan apotek berdasarkan peraturan yang ada serta dapat membuat studi kelayakan apotek Memahami pengelolaan sumber daya manusia. jaminan mutu pelayanan farmasi.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN MANAJEMEN FARMASI A. jaminan mutu. studi kelayakan apotek. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. g. pendistribusian. pengelolaan apotek dari SDM.pengelolaan sediaan farmasi. narkotika dan psikotropik. pelayanan resep. manajemen keuanagan. obat bebas. manajemen keuangan. pembelian. c. penyimpanan. sediaan farmasi dari perencanaan. pengendalian apotek dari persediaan farmasi. sediaan farmasi. pengelolaan obat-obat expired date (ED).

tanya Whiteboard Perencanaan jawab dan kuis . SIA. Jadwal Kegiatan Mingguan Mingg Pokok Bahasan u ke I Pendahuluan Substansi II Pendiriaan Apotek Pengertian Apotek. OHP. APA. note Proses pendirian book. B. OHP. tanya Whiteboard pengelolaan narkotika jawab dan kuis . Soundsyste m. LCD dan whiteboard Kuliah. note Penyimpanan book. tanya Whiteboar Pengelolaan Sumber jawab dan kuis d. Apotek LCD. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. note Pengelolaan book. Apotek sound system Ceramah. sound system Ceramah. elayanan resep LCD. j. note psikotropika book.h. pengelolaan LCD. p . Daya Manusia LCD. Apoteker. OHP. elayanan obat wajib sound apotek system. Memahami tentang jaminan mutu pelayanan kefarmasian Memahami manajemen keuangan di apotek Memahami strategi pengembangan apotek Memahmi pengukuran dan evaluasi kinerja bisnis farmasi berdasar balanced scorecard. i. note p book. Tanya Whiteboar Persyaratan pendirian jawab d. Tanya jawab Fasilitas III Pengelolaan Apotek - IV Pengelolaan persediaan farmasi - V Pengelolaan resep dan obat-obat khusus - VI Pelayanan - OHP. OHP. OHP. Pembelian LCD. k. administrasi apotek sound system Ceramah. pengelolaan obat-obat sound rusak dan Expired date system pengelolaan resep Whiteboar P Ceramah Tanya jawab d. persyaratan APA Studi kelayakan apotek Metode Pembelajaran Kuliah.

sound system XI Strategi pengembangan Apotek - Ceramah Tanya jawab . TOR) Nilai waktu uang untuk studi kelayakan (PP. ROA. OHP. LCD. note book. LCD. LCD. OHP. net profit margin. sound system Whiteboar d. sound system Whiteboar d. sound system Whiteboar d. note book. note book. sound system VII Penetapan harga dan perpajakan - VIII Pengendalian Apotek - Ceramah Tanya jawab IX Manajemen keuangan - Studi kasus X Jaminan mutu pelayanan Apotek - Ceramah Tanya jawab Whiteboar d. note book. NPV. MIRR) Standar pelayanan di Apotek Indicator pelayanan apotek Merancang Jaminan mutu pelayanan di apotek Pengertian manajemen strategi Strategi bisnis terfragmentasi Strategi level corporate. LCD. IRR. LCD. note book. OHP.- elayanan obat bebas. bebas terbatas p elayanan obat generik p elayanan informasi obat dan konselling penetapan harga obat dengan resep penetapan harga obat tanpa resep jenis pajak dalam apotek Pengendalian sediaan farmasi Pengendalian harga Pengendalian uang Pengendalian pelayanan Pendahuluan analisis keuangan Neraca laba-rugi Break event point dan pay back periode Analisis keuangan (ROI. OHP. bisnis dan fungsional Strategi pengembangan apotek Ceramah Tanya jawab Whiteboar d. OHP.

Kepada masing-masing kelompok diberi tugas penelusuran jurnal atau case study terhadap kasus yang ada. Dosen pengampu membuat dan mengisi formulir/blangko penilaian diskusi pada setiap diskusi kelas. sedangkan kelompok lainnya (mahasiswa lain) sebagai penanya/penyanggah. evaluasi dan pengukuran kinerja dengan balanced scorecard. Keaktifan mahasiswa dalam diskusi kelas dinilai berdasarkan keaktifan bertanya. Dengan model diskusi tersebut diatas diharapkan dapat memberikan kesempatan yang sama terhadap semua mahasiswa untuk terlibat dalam diskusi kelas. sound system Whiteboard . note book. OHP. serta studi kelayakan pendirian apotek). OHP. sound system Lembar soal dan lembar jawaban Diskusi. C. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan Pembelajaran dilakukan dengan ceramah tatap muka dikelas. Dalam studi kasus mahasiswa dibagi menjadi 4-5 kelompok. Hasil Pembelajaran . kemudian dibuat makalah untuk semua topik diskusi (manajemen keuangan. menjawab dan menyanggah serta penguasaan materi dari masing-masing mahasiswa secara individu. LCD.XII dan XIII Mengukur kinerja dengan balanced Scorecard - XIV Presentasi studi kelayakan pendiriaan apotek - Pengertian balanced scorecard (BSC) Empat perspektif dalam balanced scorecard Mengukur kinerja dengan BSC Presentasi masingmasing kelompok Diskusi dengan studi kasus Whiteboar d. Hal ini dilakukan mengingat jumlah mahasiswa yang cukup besar. Pada pelaksanana diskusi kelas dipilih masing-masing 2-3 kelompok penyaji. studi kasus XV Ujian akhir semester - Semua materi kuliah Ujian tertulis termasuk makalah studi kasus 2. tanya jawab dan studi kasus dalam bentuk diskusi untuk merangsang mahasiswa belajar mandiri di rumah. note book. LCD. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1.

< 55 E jika nilai < 45 D. 2002.O.D. Kumarin Press. 1997. 2005. Solo . Keputusan Kesehatan RI No 1332/MenKes/SK/X/2002 tentang perubahan atas perubahan atas peraturan MenKes RI tentang ketentuan dan tata cara pemberian ijin Apotek.. Z.S. tentang obat wajib Apotek.Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi yang dilakukan yang meliputi: aktivitas diskusi (keaktifan bertanya.. 1993.< 75 C jika nilai 55 . P. J. Jakarta Anonim. Laing. yaitu: A.< 65 D.. M. jika nilai 45 . The McGraww-Hill Compony. Jakarta Anonim. jika nilai 65 .. 1990. tentang ketentuan dan tata cara pemberian ijin Apotek. second edition. USA Seto. 2..R. jika nilai >= 75 B. 2001. Jakarta Dessele. Manajemen Apotek Praktis. Surabaya Quick.R. menjawab dan penguasaan materi). penyusunan makalah dan ujian akhir semester.. David. keputusan menteri kesehatan no 347/MenKes/SK/VII/1990. P. Penilaian (student assessment) Aspek penilaian meliputi: Makalah Diskusi Ujian akhir TOTAL 15% 15% 70% 100% Penilaian berdasarkan standar yang sudah ditetapkan. R. Ar-rahman. Jakarta Anonim. Shane..W. J. DAFTAR PUSTAKA Anonim. USA Umar. Pharmacy Management Assentials for All Practice Setting. Keputusan MenKes RI No 1027/MenKes/SK/IX/2004 tentang standar Pelayanan Farmasi di Apotek. Manajemen Apoteker. West Harford. O’Connor. DepKes RI. 2004. Airlangga University Press. DepKes RI.. Rankin. 2005. Depkes RI. Managing Drug Supply. DepKes RI. Peraturan Menteri Kesehatan No 922/MenKes/per/X/1993.

kompetensi Apoteker praktek. Deskripsi singkat kuliah Pelayanan Kefarmasian Secara keseluruhan mata kuliah Pelayanan Kefarmasian berisi materi tentang praktek Apoteker dengan paradigma baru. kategori problema terapi obat dan penyebabnya.GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN PELAYANAN KEFARMASIAN (PHARMACEUTICAL CARE) A. . kendala-kendala praktek. Langkah-langkah menerapkan pelayanan kefarmasian. Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa memahami dan mampu membedakan praktek kefarmasian dengan pardigma lama dengan paradigma baru. kunci kebutuhan pasien akan terapi obat. kasus-kasus klinis dengan cara pengatasanny secara sistematik. melakukan langkah-langkah praktek pelayanan kefarmasian. metode-metode pengatasan problema terapi obat secara sistematik. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. menggunakan kategori problema terapi obat untuk diaplikasikan dalam menjelaskan peraturan yang berhubungan dengan praktek pelayanan kefarmasian. peraturan tentang pelayanan kefarmasian baik di Indonesia maupun di negara lain. 2. dan pemasaran pelayanan kefarmasian. definisi dan ruang lingkup. mengaplikasikan penggunaan obat yang rasional. Apoteker praktek. menjelaskan kendala dan pemasaran pelayanan kefarmasian. menjelaskan kompetensi praktek.

e. Kategori problema terapi obat Ceramah 2. 4. 2. B. Kompetensi dalam pelayanan Laptop. Mampu menggunakan cara-cara sistematik dalam pengatasan problema terapi obat. 3. f. Informasi yang diperlukan dalam penggunaan obat secara rasional 1. Lima kunci kebutuhan pasien akan Ceramah obat dan diskusi 2. kefarmasian (siklus terapi obat) whitebo Standar Pelayanan Kefarmasian ard LCD viewer. Mengaplikasikan kategori problema terapi obat dalam mengidentifikasi. whitebo ard LCD viewer.3. Menguraikan kompetensi Apoteker praktek. 4. dan mencegah problema terapi obat. Mengaplikasikan langkah-langkah praktek Apoteker dengan paradigma baru. III 1. Jadwal Kegiatan Mingguan Mingg u keI Topik/Pokok Bahasan Pendahulauan 1. Metode Fasilitas Pembelajar an Pelayanan kefarmasian dalam Ceramah LCD praktek Apoteker dan diskusi viewer. b. d. Mejelaskan perbedaan praktek Apoteker dengan paradigma lama dan paradigma baru. Pelayanan komprehensif whitebo Perbedan paradigma lama dan ard. paradigma baru sound system. OHP Kompetensi Apoteker Ceramah LCD Peningkatan kompetensi dan diskusi viewer. Laptop. 3. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu : a. g. Definisi dan ruang lingkup Laptop. Menguraikan kendala dan cara promosi pelayanan kefarmasian. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Berbagai penyebab terjadinya dan diskusi problema terapi obat IV Penggunaan Obat Rasional . Menguraikan problema terapi obat dan penyebabnya. c. 2. Laptop. whitebo ard Substansi materi II Kompetensi Apoteker Praktek dan Standar Pelyanan Penggunaan Obat Rasional 1. mengatasi.

V

Pendekatan Penyelesaian Problema terapi obat Kasus dengan Pendekatan SOAP Kasus dengan Pendektan SOAP (lanjutan) Kasus dengan pendekatan 5 kunci kebutuhan pasien akan terapi obat Kasus dengan Pendekatan PWDT

1. Tahap-tahap penyelesaian problema Ceramah terapi obat dan diskusi 2. Pendekatan 5 kunci kebutuhan pasien akan terapi obat 3. Pendekatan SOAP/FARM 1. Contoh kasus pasien dengan Ceramah problema terapi obat dan diskusi 2. Penyelesaian tahap demi tahap terhadap problema terapi obat 1. Beberapa contoh kasus lainnya Ceramah dengan pendekatan penyelesaian dan diskusi metode SOAP 1. Presentasi kasus Ceramah 2. Langkah-langkah penyelesaian dan diskusi dengan metode 5 kunci kebutuhan pasien akan terapi obat 1. Pendekatan PWDT 2. Presentasi kasus 3. Langkah-langkah problema Ceramah dan diskusi penyelesaian

LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer, Laptop, whitebo ard LCD viewer,

VI

VII

VIII

IX

X

Kendala-kendala Praktek Pelayanan Kefarmasian Kendala-kendala Praktek Pelayanan Kefarmasian (lanjutan) Pemasaran Pelayanan Kefarmasian Pemasaran Pelayanan Kefarmasian (lanjutan) Pemasaran Pelayanan

1. Perubahan perilaku 2. Komitmen untuk berubah 3. Kekurangan dalam ketrampilan 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. Hambatan sistem Hambatan sumber daya Hambatan intra-profesional Hambatan edukasi Priinsip-prinsip pemasaran Identifikasi pelanggan Penentuan pelayanan

Ceramah dan diskusi

XI

Ceramah dan diskusi

XII

Ceramah dan diskusi

XIII

1. Siklus pemasaran 2. Target pemasaran

Ceramah dan diskusi

XIV

3. Metode-metode pemasaran 4. Keberhasilan pemasaran

Ceramah dan diskusi

Kefarmasian (lanjutan)

Laptop, whitebo ard

2. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan: Pembelajaran dilakukan dengan ceramah/tatap muka dan diskusi/tanya jawab.

C. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran yang meliputi keaktifan dalam diskusi, tanya jawab, penugasan, dan ujian akhir semester. Selanjutnya, untuk memantau kegiatan dosen pengampu diberikan kuesioner yang diisi oleh mahasiswa di akhir sesi kuliah untuk masing-masing dosen. 2. Penilaian (student assessment) Bobot Penilaian : Kuis dan penugasan Ujian Akhir Semester Konversi Nilai :       D. DAFTAR PUSTAKA 1. Rovers, J.P., Currie, J.D., Hagel, H.P., McDonough, R.P., Sobotka, J.L., 2003, A Practical Guide to Pharmaceutical Care, 2nd Eddition, AphA, Washington, D.C. 2. Cipolle, R.J., Strand, L.M., and Morley, P.C., 1998, Pharmaceutical Care Practice, McGraw Hill, New york. 3. Tindall, W.N., and Millonig, M.K., 2003, Pharmaceutical Care: Insight from Community Pharmacists, CRC Press, Boca Raton. A jika nilai ≥ 75 65 ≤ B < 75 55 ≤ C < 65 45 ≤ D < 55 E < 45 : 20% : 80%

4. Tietze, K.J., 2004, Clinical Skill for Pharmacists A patient-Focused Approach, 2nd Edition, Mosby, St. Louis. 5. Ritschel W.A. and Kearns, G.L., 2004, Handbook of Basic Pharmacokinetics ... Including Clinical Applications, 6th Edition, American Pharmaceutical Association, Washington, D.C. 6. Williams, R.L., Brater, D.C., and Mordenti, J., 1990, Rational Therapeutics A Clinical Pharmacologic Guide for Health Professional, Marcel Dekker Inc, New York. 7. DiPiro, J.T., et al., 2005, Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach, 6th Edition, McGraw Hill, New York.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful