Anda di halaman 1dari 16

LEMBAR BOLAK-BALIK

NUTRISI IBU HAMIL

JENIS NUTRISI APA YANG DI BUTUHKAN....???


Vitamin B Kompleks Zat besi Kalsium Vitamin D Vitamin E Asam folat

Bila terjadi keracunan kehamilan/edema

BAGAIMANAKAH NUTRISI
PADA MASA-MASA KEHAMILAN..??
TRIMESTER I TRIMESTER II TRIMESTER III

PENGERTIAN NUTRISI IBU HAMIL


Nutrisi ibu hamil adalah makanan atau zat-zat gizi (baik makro dan mikro) yang dibutuhkan oleh seorang ibu yang sedang hamil baik pada trimester I, trimester II, dan trimester III dan harus cukup jumlah dan mutunya dan harus dipenuhi dari kebutuhan makan sehari-hari sehingga janin yang dikandungnya dapat tumbuh dengan baik serta tidak mengalami gangguan dan masalah.

Kegunaan makanan pada ibu hamil


1. Untuk pertumbuhan janin yang ada dalam kandungan. 2. Untuk mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan ibu sendiri. 3. Agar supaya luka-luka persalinan lekas sembuh dalam nifas. 4. Guna mengadakan cadangan untuk masa laktasi

Dampak nutrisi yang tidak terpenuhi


1. Pada janin : keguguran, lahir mati, kematian neonatus, mengalami kecacatan bawaan dan berat badan lahir rendah. 2. Pada ibu : anemia, pendarahan, BB tidak bertambah secara normal dan mudah terkena infeksi.
3. Pada persalinan : lahir prematur, persalinan sulit dan lama, perdarahan setelah melahirkan .

Jenis Nutrisi
Makanan dengan gizi seimbang dapat diperoleh dari karbohidrat dan lemak sebagai sumber zat tenaga, protein sebagai sumber zat pembangun, serta vitamin dan mineral sebagai zat pengatur. Sebagai sumber tenaga yang menghasilkan kalori, karbohidrat dapat diperoleh dari serealia, umbi-umbian. Sementara protein sebagai sumber zat pembangun dapat diperoleh dari daging, ikan, telur, kacang-kacangan, dan sebagai sumber zat pengatur, vitamin dan mineral dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayur-sayuran. Beberapa vitamin untuk meningkatkan kebugaran antara lain 1. Vitamin B Kompleks Dijumpai pada serealia, biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran hijau, ragi, telur dan produk susu. Vitamin B kompleks berguna untuk menjaga sistem saraf, otot dan jantung agar berfungsi secara normal. 2. Vitamin D Berguna untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang bayi. Sumbernya terdapat pada minyak hati ikan, kuning telur dan susu. 3. Vitamin E Berguna bagi pembentukan sel darah merah yang sehat. Yang terdapat dalam lembaga biji-bijian terutama gandum, kacang-kacangan, minyak sayur dan sayuran hijau.

4. Asam folat Berguna untuk perkembangan sistem saraf dan sel darah, dan banyak terdapat pada sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam, kembang kol dan brokoli. Pada buah-buahan, asam folat banyak terdapat pada jeruk, pisang, wortel dan tomat. Kebutuhan asam folat selama hamil adalah 800 mcg per hari, terutama pada 12 minggu pertama kehamilan. Kekurangan asam folat dapat mengganggu pembentukan otak, sampai cacat bawaan pada susunan saraf pusat maupun otak janin. 5. Zat besi Dibutuhkan ibu hamil agar terhindar dari anemia (kurang darah), banyak terdapat pada sayuran hijau (seperti bayam, kangkung, daun singkong, daun pepaya), daging dan hati. Salah satu makanan dengan kandungan gizi yang lengkap adalah susu. Susu mengandung kalsium bagi pertumbuhan tulang dan gigi janin, serta melindungi ibu hamil dari penyakit osteoporosis (keropos tulang). Jika kebutuhan kalsium ibu hamil tidak tercukupi, maka kekurangan kalsium akan diambil dari tulang ibunya. Sumber kalsium yang lain adalah sayuran hijau dan kacang-kacangan. Selain itu, susu juga mengandung banyak vitamin, seperti vitamin A, D, B2, B3, dan vitamin C. Zat-zat gizi ini juga terdapat pada produk olahan susu, seperti keju, es krim, yoghurt.

Gangguan masa kehamilan dapat diatur sebagai berikut :


1. Pada Trisemester I : Pada umur kehamilan 1-3 bulan kemungkinan kenaikan berat badan 0,5 kg/mg. Hal ini disebabkan adanya gangguan pusing, mual bahkan muntah. Untuk itu dianjurkan porsi makanan kecil tetapi sering. Bentuk makanan kering atau tidak berkuah. 2. Pada Trisemester II : Nafsu makan ibu membaik, makan makanan yang diberikan : 3 x sehari ditambah 1 x makanan selingan. Hidangan lauk pauk hewani seperti : telur, ikan, daging, teri, hati sangat baik dan bermanfaat untuk menghindari kurang darah. Kemungkinan kenaikan Berat badan 0,5 kg/mg (3-8 kg) 3. Pada Trisemester III : Makanan harus disesuaikan dengan keadaan badan ibu. Bila ibu hamil mempunyai berat badan kelebihan, maka makanan pokok dan tepung-tepungan dikurangi, dan memperbanyak sayur-sayuran dan buah-buahan segar untuk menghindari sembelit. Kemungkinan kenaikan berat badan 0,5 kg/mg (8-15 kg) 4. Bila terjadi keracunan kehamilan/edema (bengkak-bengkak pada kaki) maka tidak menambah garam dapur dalam masakan sehari-hari. Nama Bahan, Berat Gram Ukuran Rumah Tangga : Beras 300 grm 4 gelas nasi, Daging 75grm 3 potong sedang, Tempe 75 grm 3 potong kecil, Sayuran 300 grm 3 gelas, Buah 200grm 2 potong, Susu 200 1 gelas, Gula 1 sendok makan. Minyak 5 sendok makan.

Makanan yang harus dihindari


1) Kafein Kafein merupakan salah satu zat yang digunakan orang dalam obat maupun dalam makanan sehari-hari yang bisa didapatkan dengan mudah, misalnya saja, pada kopi, cokelat, berbagai teh maupun soft-drink, repotnya, kafein didalam berbagai makanan dan minuman itu sekalipun tidak dianggap sebagi obat, tetapi dapat mempengaruhi / meningkatkan denyut jantung. Dengan dosis tinggi, kafein dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan, dan rasa berdebar-debar. Kafein juga dapat menyebabkan peningkatan hormon epinefrin, dan menyebabkan ibu dan janinnya stress. Peningkatan kadar epinefrin ini akan mengurangi aliran darah ke rahim, sehingga mengurangi aliran oksigen dan nutrisi ke janin pula.

2) Merokok
Merokok pada saat hamil, menurut para peneliti dari The Karolinska Intitutet, Swedia, merokok di awal kehamilan dapat memicu terjadinya autisme pada bayi yang akan dilahirkan kelak. Para ibu hamil yang merokok, 1,4 kali lipat lebih beresiko melahirkan anak autisme, karena rokok yang diisap ibu dapat mempengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan, diduga rokok tersebut juga dapat memicu terjadinya autistik tadi.

3) Alkohol
Minum alkohol secara berlebihan dapat meningkatkan resiko keguguran, melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir rendah (BBLR), congenital deformities, dan berdampak buruk pada kecerdasan bayi.

4) Infeksi Listeria Bakteri Listeria monocytogenes dapat mencemari beberapa jenis makanan. Orang yang dalam keadaan sehat mungkin tidak merasakan dampak dari infeksi ini. Namun resiko yang besar akan dihadapi oleh wanita hamil. Bahaya terbesar akan dihadapi oleh bayi yang sedang dikandung, yakni dengan meningkatnya resiko keguguran, meninggal waktu lahir ataupun kelahiran prematur. Sebagai contoh adalah makanan yang belum dimasak, atau makanan beku yang tidak dihangatkan kembali, pate (pasta yang terbuat dari hati sapi), quiches (puding kering), delicatessen meats (daging olahan) seperti babi dan salami, Makanan yang tidak dipasteurisasi , Soft, serve ice cream , Keju lembut, seperti Brie dan Camembert , Organisme penyebab listeria akan musnah bila kena panas. Jadi makanan yang dimasak dengan baik tidak beresiko terpapar bakteri ini.

5) Salmonella
Salmonella merupakan penyebab keracunan yang dapat mencetuskan terjadinya keguguran. Sumber Salmonella yakni telur mentah dan daging unggas yang belum dimasak.

6) Merkuri pada Ikan The Australian Alcohol Guidelines menyarankan untuk mengkonsumsi satu atau dua porsi ikan setiap minggunya. Seorang wanita hamil dapat mengkonsumsi satu atau dua porsi ikan setiap minggunya, tapi mereka harus hati-hati dalam memilih ikan yang akan dikonsumsi. Ada beberapa jenis ikan yang

perlu dibatasi konsumsinya karena ikan-ikan jenis ini mengandung merkuri dalam jumlah cukup tinggi, yang berbahaya bagi perkembangan janin.

DISUSUN OLEH : PRISTA ESA WIJAYA P 27220010 153

2012

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA

JURUSAN KEPERAWATAN

KAFEIN MEROKOK

ALKOHOL INFEKSI LISTERIA

SALMONELLA

MERKURI PADA IKAN Untuk pertumbuhan janin yang ada dalam kandungan. Untuk mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan ibu sendiri. Agar supaya luka-luka persalinan lekas sembuh dalam nifas. Guna mengadakan cadangan untuk masa laktasi

PADA IBU

PADA JANIN PADA PERSALINAN