Anda di halaman 1dari 9

Dental Health Education Posted on November 16, 2011 1.

Definisi DHE (Dental Health Education) Dental Health Education atau Pendidikan Kesehatan Gigi adalah suatu proses belajar yang ditujukan kepada individu dan kelompok masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan gigi yang setinggi-tingginya. a. Menurut Prof. Soeria Soemantri Pendidikan kesehatan gigi adalah suatu usaha atau aktivitas yang mempengaruhi orang-orang untuk bertingkah laku sedemikian rupa sehingga baik untuk kesehatan gigi dan mulut pribadi maupun masyarakat. b. Menurut Bastian Semua aktivitas yang membantu menghasilkan penghargaan masyarakat akan kesehatan gigi dan memberikan pengertian akan cara-cara bagaimana memelihara mulut. 2. Tahapan DHE a. Plak Kontrol - Pengertian : Tindakan untuk memeriksa bersih tidaknya gigi dengan menggunakan bahan pewarna plak. - Maksud : 1. Untuk menunjukkan gigi sudah bersih atau masih kotor. 2. Untuk melihat apakah cara menyikat gigi sudah baik dan benar - Pelaksanaan: 1. Bila bahan pewarna berupa cairan, teteskan di ujung lidah dan dengan lidah dioleskan ke seluruh gigi. 2. Bila bahan pewarna berupa tablet, kunyahlah dan ratakan dengan lidah keseluruh pemukaan gigi. - Penilaian Melalui cermin dapat dilihat keadaan gigi yang masih kotor : Bagian gigi yang masih berwarna merah menunjukkan adanya plak. Bahan pewarna plak ada beberapa bentuk yaitu : berupa cairan, tablet, bubuk (sumbah kue). b. Cara Sikat Gigi Menggosok gigi tiap hari dengan cara yang salah tidaklah membantu dalam mengurangi akumulasi plak pada gigi. Metode penyikatan gigi harus dapat membersihkan semua permukaan gigi, khsususnya daerah leher gingiva dan daerah interdental. Gerakan sikat gigi tidak boleh melukai jaringan lukank maupun jaringan keras. Metode harus tersusun dengan baik sehingga setiap bagian gigi geligi dapat disikat bergantian dan tidak ada daerah yang terlewatkan. Beberapa metode penyikatan gigi yang dapat digunakan adalah sebagai berikut : 1. Tekhnik Horizontal Semua permukaan gigi di gogok dengan maju mundur seperti menggosok lantai. Teknik ini biasanya dianjurkan pada anak-anak. 2. Teknik Fone Gigi dalam keadaan okulasi, bulu sikat ditekan kuat-kuat dan digerakan melingkar selebar mungkin. Untuk permukaan oklusal, lingual digosok dengan gerakan maju mundur. Teknik ini baik untuk gigi yang lengkap dan memiliki oklusi yang baik. 3. Teknik Charter Bulu-bulu sikat mengarah ke permukaan oklusal membentuk sudut 45, sikat ditekan sehingga serabutserabutnya melengkung dengan ujung ditekan diantara kedua gigi kemudian dengan gerakan memutar pada gagangnya, ujung sikat dipertahankan pada posisi ini. Tehnik ini dianjurkan untuk pendertia dengan daerah interdental yang terbuka. 4. Teknik Roll Tehnik roll sangat bermanfaat bila digunakan pada gingival yang sensitive. Bagian samping sikat diletakkan

berkontak dengan bagian samping gigi dengan bulu sikat mengarah ke apikal dan sejajar terhadap sumbu gigi. Sikat kemudian diputar perlahan-lahan ke bawah pada rahang atas dan keatas pada rahang bawah sehingga bulu sikat menyapu daerah gusi dan gigi. Permukaan oklusal dapat disikat dengan gerakan rotasi. 5. Teknik Stillman Posisi bulu sikat sama dengan tehnik roll tetapi dekat dengan mahkota gigi, digerakan maju mundur, Tehnik ini dilakukan sebanyak delapan kali tiap daerah interproksimal, membersihkan dan memijat. 6. Teknik Fisiologik Menggunakan bulu sikat yang halus, digerakkan dari arah servical ke oklusal dengan gerakan untuk memijat gusi. Tehnik ini tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan penurunan gusi. 7. Teknik Bass Tehnik lain yang dapat digunakan adalah tehnik Bass. Tehnik ini baik digunakan bila gingival dalam keadaan sehat, karena tehnik ini dapat menimbulkan rasa sakit bila digunakan pada jaringan yang terinflamasi dan sensititf. Pada tehnik ini ujung sikat harus dipegang sedemikian rupa sehingga bulu sikat terletak 45 derajat terhadap sumbu gigi, dengan ujung bulu sikat mengarah ke leher ginggiva. Sikat kemudian ditekan kearah ginggiva dan digerakkan dengan gerakan memutar yang kecil sehingga bulu sikat masuk ke daerah leher ginggiva dan juga terdorong masuk diantara gigi. c. Edukasi Persiapan : 1) Identifikasi masalah 2) Pendekatan pada tokoh masarakat 3) menyiapkan jadwal penyuluhan 4) Menentukan metode penyuluhan 5) Menyiapkan materi dan alat peraga. Pelaksanaan : Dapat dilaksanakan di TK, SD, Pos Yandu atau pada pertemuan pertemuan keluarga, PKK Materi penyuluhan : Disesuaikan dengan sasaran dan keadaan. Metode penyuluhan : - Ceramah / tanya jawab - Demonstrasi sikat gigi. - Diskusi. - Konseling / konseling pribadi. Pemilihan metode disesuaikan dengan jenis dan jumlah kelompok sasaran dan tempat pelaksanaan. Alat peraga : Alat peraga yang dapat digunakan adalah : - Alat peraga utama : gigi geligi masing masing yang dapat diliat melalui cermin. - Alat peraga menurut sifatnya : Visual Audial Audio visual - Poster - Flipchart - Booklets - Pamflets - Models - Dan lain-lain Tape recorder - Piringan hitam - Telepon - Radio - Mikropon - Dan lain-lain Televisi - Vidio tape / film

- Simulasi - Sandiwara Pendekatan : Pendekatan langsung : Petugas berhadapan langsung dengan sasaran Pendekatan tak langsung: Petugas tidak langsung berhadapan dengan sasaran, sasaran dapat diberi penyul uhan melalui poster atau alat bantu lainnya. Evaluasi : Mengamati serta memperhatikan sasaran selama penyampaian penyuluhan Tanya jawab Kuensioner Penilaian terhadap perubahan prilaku dari hasil penyuluhan dilakukan enam bulan sekali disesuaikan dengan tenaga yang ada. d. Macam-Macam Perawatan Gigi Sikat gigi masal / bersama . 1. Pengertian : ialah kegiatan menyikat gigi yang dilakukan bersama sama di bawah bimbinganinstruktur (guru, petugaskesehatan, kader) 2. Maksud : - Melatih sasaran agar dapat melakukan sikat gigi dengan cara yang baik dan benar. - Meningkatkan kebersihan gigi dan mulut. 3. Persiapan : - Menentukan waktu pelaksanaan. - Menyiapkan bahan yang diperlukan : ( bahan pewarna plak, cermin, air bersih, gelas, sikat gigi, pasta gigi berflour). 4. Pelaksanaan : - Memberikan instruksi tentang cara menyikat dengan benar - Pemeriksaan plak dengan bahan pewarna. Menyikat gigi : - Ada beberapa metoda cara menyikat gigi seperti telah dijelaskan diatas, salah satu cara yang mudah dilakukan ialah sebagai berikut : 1. Siapkan sikat gigi dan pasta gigi yang mengandung flour, banyaknya pasta gigi sebesar butir kacang tanah. 2. Kumur kumur sebelum menyikat gigi. 3. Sikatlah semua permukaan gigi dengan gerakan maju mundur pendek-pendek selama 2 menitdan sedikitnya 8 gerakan setiap permukaan. 4. Sikatlah pemukaan gigi yang menghadap pipi dan bibir. 5. Sikatlah permukaan gigi yang yang menghadap langit-langit dan lidah. 6. Sikatlah gigi yang digunakan untuk mengunya. 7. Setelah semua selesai disikat, berkumurlah 1 kali saja dan bersikan sikat gigi dengan air dan simpanlag sikat gigi dalam posisi tegak, kepala sikat berada di atas Skaling supragingiva 1. Pengertian : Pembersihan atau pembuangan karang gigi yang terlatak pada permukaan gigi diatas gigi (supra gingiva) 2. Untuk mencegah terjadinya gingivitis. 3. Persiapan : - Menyiapkan alat-alat : alat diagnostic, alat-alat scalling. - Menyiapkan alat-alat :desinfektan, bahan polesing. 4. Pelaksana : - Sasaran duduk dengan posisi pemeriksa. - Pembersihan karang gigi dilakukan prerkwadran. - Dilakukan pemolesan. - Dilakukan desinfekta. - Penyuluhan kesehatan gigi.

5. Tindak lanjut : Pemeriksaan berkala setiap 6 bulan. Pencegahan Karies Dengan Flour : a. Kumur-kumur dengan larutan flour Pengertian : Kumur-kumur dengan larutan flour (NaF, 0,2%) Maksudnya : Untuk mencegah terjadinya karies gigi. Persiapan : menentukan jadwal. Menyediakan gelas plastik kumur. Menyediakan bahan flour dengan kepekatan 0,2% NaF. Kumur-kumur dilakukan setelah gosok denganbaik dan bebas dari sisa makanan serta karang gigi. Pelaksanaan : - Posisi kepala anak harus tunduk, gelas dipegang setinggi dada. - Guru / petugas memberi aba-aba mulai berkumur selama kurang lebih 3 menit. - Kumur-kumur larutan flour di ulangi 1 kali dalam 2mingguselama 2 tahun minimal 20 kali per tahun. b. Pengolesan Flour Pada Gigi. Pengertian : tindakan pengolesan flour pada gigi geligi. Tujuan : - Untuk mencegah terjadinya karies - Menghentikan perjalanan karies yang masih dini. Persiapan : - Menyiapkanalat-alat diagnostic, chip blower, kapas, kain kasa gulung, kapas butir - Menyiapkan bahan NaF 2% / SnF 8% /ApF 1,23% Pelaksanaan : - Mendeteksi adanya karies dini. - Membersikan permukaan gigi - Blokir daerah sekitar gigi perkwadran yang akan dioles dengan flour. - Gigi-gigi harus dalam keadaan kering. - Oleskan dan basahi gigi dengan larutan flour. NaF2% dibiarkan selama 2-3 menit SnF8% dibiarkan selama 2-3 menit Hanya setalah dioles penderita tidak diperbolehkan makan atau sikat gigi selama 3 jam. AFF1,2% dibiarkan selama 4menit. e. Makanan/Nutrisi Untuk Kesehatan Gigi Pada dasarnya karbohidrat dalam makanan merupakan substrat untuk bakteri, yang melalui proses sintesa akan diubah menjadi zat-zat yang merusak jaringan mulut. Adapun makanan yang dianjurkan adalah makanan yang banyak mengandung serat dan air, Jenis makanan ini memiliki efek cleansing yang baik serta vitamin yang terkandung didalamnya akan memberi daya tahan pada jaringan peyangga gigi. Pola makan yang sehat Pengertian : - Mengatur dan memilih jenis makanan yang berguna bagi kesehatan umum termasuk gigi. Maksud : - Untuk mengetahui kegunaan dan jenis makanan yang menyehatkan tubuh (4 sehat 5 sempurna) - Untuk mengetahui jenis makan yang menguntungkan dan merugikan bagi kesehatan gigi - Untuk mengetahui jenis dan frekuensi makanan diluar makanan pokok - Untuk mengetahui penggunaan makanan supleman yang tepat. Persiapan : - Menyiapkan materi penyuluhan mengenai pola makan sesui sasarsn ( bumil dan menyusui , balita ,anak sekolah) - Menyiapkan alat peraga Pelaksanaan : - Mengumpulkan sasaran - Penyuluhan dan demonstrasi khusus mengenai pola makan dan jenis makanan. - Memperlihatkan jenis makanan yang dapat merugikan gigi termasuk: permen, coklat, dll) - Menganjurkan mengatur waktu makan, pada waktu waktu tertentu saja. - Ajuran menggosok gigi selesai makan , minimal lakukan berkumur.

Evaluasi : tanya-jawab sebelum dan setelah penyuluhan f. Pemeriksaan Berkala Salah satu hal yang wajib dilakukan dan sangat penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah memeriksakan dan membersihkan gigi secara teratur. Hal ini bisa mencegah karang gigi, gusi sakit, gigi berblubang, kangker mulut, dan penyakit gigi lainnya. Lakukan kunjungan ke dokter gigi setiap enam bulan sekali untuk mengetahui kelainan dan penyakit gigi dan mulut yang mungkin terjadi secara dini. 3. Pengukuran OHI-S (Oral Hygine Index Simplified) a. Definisi OHI-S (Oral Hygine Index Simplified) adalah pemeriksaan gigi dan mulut dengan menjumlahkan Debris index (DI) dan kalkulus index (CI) . DI adalah skor dari endapan lunak yang terjadi karena adanya sisa makanan yang melekat pada gigi penentu. CI adalah skor dari endapan keras (karang gigi) terjadi karena debris yang mengalami pengapuran yang melekat pada gigi penentu. b. Tujuan - Mengumpulkan data kebersihan gigi dan mulut sasaran. - Merencanakan tindakan promotif preventif. c. Persiapan - Menyiapkan sasaran dan tempat. - Menyiapkan formulir OHI-S (terlampir). - Menyiapkan alat pemeriksaan dan bahan desinfektan. d. Elemen Gigi Penentu Menentukan gigi penentu untuk pemeriksaan debris index (DI) dan kalkulus index (CI). Rahang Atas : Gigi 6 kanan kiri permukaan bukal. Gigi 1 kanan permukaan labial. Rahang bawah : Gigi 6 kanan kiri permukaan lingual. Gigi 1 kiri permukaan labial. Buc lab buc 616 616 Rahang atas Rahang bawah Ling lab ling e. Pemeriksaan Debris Kriteria penilaian DI adalah sebagai berikut: KRIERIA Nilai a. Pada permukaan gigi yang terilahat tidak ada debris lunak dan tidak ada pewarna ekstrinsik b. pada permukaan gigi yang terlihat , ada debris lunak yang menitupi permukaan gigi seluas sepertiga permukaan gigi atau gusi. - Pada permukaan gigi yang terlihat tidak ada debris lunak akan tetapi ada pewarnaan ekstrinsik yang menutupi permukan gigi sebagian atau seluruhnya c. Pada permukaan gigi yang terlihat , ada debris lunak yang menutupi permukaan tersebut, seluas lebih dari sepertiga tetapi kurang dari dua pertig permukaan gigi dari tepi gingiva atau gusi d. Pada permukaan gigi yang terlihat ada debris yang menutupi pemukaan tersebut seluas lebih dari duapertiga permukaan gigi dari tepi gusi 0 Cara pemeriksaan DI: 1. Pemeriksaan dimulai bagian A3, kalau adadebris pada sonde diberi nilai 3. 2. Bila bagian A3 bersih pindahkan ke A2 , kalau ada debris pada sonde diberi nilai 2. 3. Bila bagian A2 bersih pindahlah ke A1 , kalau ada debris pada sonde diberi nilai 1. 4. Bila bagian A1 bersih maka di beri nilai 0

f. Pemeriksaan Calculus Kriteria penilaian CI adalah sebagai berikut: KRITERIA NILAI a. Tidak ada karang gigi b. Pada permukaan gigi yang ada karang gigi supra gingival yang menutupi gigi tidak lebih dari sepertiga permukaan dari tepi gusi. c. pada permukaan gigi yang terlihat ada karang supra gingival, kurang dari dua pertiga permukaan dari tepi gusi. - Sekitar bagian servikal gigi terdapat sedikit karang gigi subgingival. d. Pada permukaan gigi yang diperiksa ada karang gigi supra gingival yang menutupi permukaan gigi lebih daari dua per tiga permukaan dari tepi gusi. - Sekitar bagian servikal gigi ada karang gigi subgingival yang menutupi dan melingkari seluruh bagian servikal (continous band of subgingival calculus). Cara pemeriksaan CI: Pemeriksaan dimulai dari bagian insisal gigi, dan untuk penilaiannya perhatikan gambar-gambar berikut ini: Permukaan gigi bersih. Nilai = 0 Kurang dari sepertiga permukaan gigi (dihitung dari batas gusi) tertutup dengan karang gigi. Nilai = 1 Lebih dari sepertiga tetapi kurang dari dua pertiga permukaan gigi (dihitung dari batas gusi) tertutup dengan karang gigi. Nilai = 2 Lebih dari dua pertiga permukaan gigi (dihitung dari batas gusi ) tertutup dengan karang gigi. Nilai = 3 Permukaan gigi bersih tetapi pada bagian servikalnya tertadap bercak bercak karang gigi. Nilai = 2 Permukaan gigi bersih tetapi bagian servikalnya karang gigi meliputi seperti pita. Nilai = 3 Perhitungan CI: Keterangan : Baik debris indeks maupun calculus indeks bila gigi penentu tidak ada maka yang dinilai ialah gigi pengganti yang masih ada di sebelah mesial. Kalu gigi pengganti ini tidak ada juga maka tidak ada pengganti lagi. Untuk mendapatkan calculus Indeks minimal harus ada tiga gigi yang dapat dinilai. Daftar Kepustakaan: Depkes R.I. 1990. Pedoman Penyelenggara Upaya Kesehatan Gigi di PUSKESMAS. Jakarta: Direktorat Kesehatan Gigi, DEPKESMACAM-MACAM TEKNIK MENYIKAT GIGI

Ada beberapa macam teknik menyikat gigi : a. Teknik Horizontal Menyikat gigi dengan teknik horizontal merupakan gerakan menyikat gigi ke depan ke belakang dari permukaan bukal dan lingual (Ginanjar, 2006). Letak bulu sikat tegak lurus pada permukaan labial, bukal,

palatinal, lingual, dan oklusal dikenal sebagai scrub brush. Caranya mudah dilakukan dan sesuai dengan bentuk anatomi permukaan kunyah (Ginanjar, 2006). Abrasi yang disebabkan oleh penyikatan gigi dengan arah horizontal dan dengan penekanan berlebih adalah bentuk yang paling sering ditemukan .

Gambar 1. Menyikat dengan teknik horizontal b. Teknik vertical Menyikat gigi dengan metode teknik vertical merupakan cara yang mudah dilakukan, sehingga orangorang yang belum diberi pendidikan bisa menyikat gigi dengan teknik ini (Nio, B.K., 1987). Arah gerakan menyikat gigi ke atas ke bawah dalam keadaan rahang atas dan bawah tertutup. Gerakan ini untuk permukaan gigi yang menghadap ke bukal/labial, sedangkan untuk permukaan gigi yang menghadap lingual/palatal, gerakan menyikat gigi ke atas ke bawah dalam keadaan mulut terbuka. Cara ini terdapat kekurangan yaitu bila menyikat gigi tidak benar dapat menimbulkan resesi gusi sehingga akar gigi terlihat (Ginanjar, 2006).

Gambar 2. Menyikat gigi dengan teknik vertikal

c.

Teknik Roll Menyikat gigi dengan teknik roll merupakan gerakan sederhana, paling dianjurkan, efisien, dan menjangkau semua bagian mulut. Bulu sikat ditempatkan pada permukaan gusi, jauh dari permukaan oklusal. Ujung bulu sikat mengarah ke apex. Gerakan perlahan-lahan melalui permukaan gigi sehingga permukaan bagian belakang kepala sikat bergerak dalam lengkungan. Waktu bulu sikat melalui mahkota gigi, kedudukannya hampir tegak terhadap permukaan email. Ulangi gerakan ini sampai 12 kali sehingga tidak ada yang terlewat. Cara ini dapat menghasilkan pemijatan gusi dan membersihkan sisa makanan di daerah interproksimal (Ginanjar, 2006). Menyikat gigi dengan roll teknik untuk membersihkan kuman yang menempel pada gigi. Teknik roll adalah menggerakan sikat seperti berputar (Rubianto, 2006).

Gambar 3. Menyikat gigi dengan teknik roll

d.

Teknik Charters Teknik menyikat gigi ini dilakukan dengan meletakkan bulu sikat menekan pada gigi dengan arah bulu sikat menghadap permukaan kunyah/oklusal gigi. Arahkan 45 pada daerah leher gigi. Tekan pada daerah leher gigi dan sela-sela gigi kemudian getarkan minimal 10 kali pada tiap-tiap area dalam mulut. Gerak berputar dilakukan terlebih dulu untuk membersihkan daerah mahkota gigi. Metode ini baik untuk membersihkan plak di daerah sela-sela gigi, pada pasien yang memakai orthodontic cekat/kawat gigi dan pada pasien dengan gigi tiruan yang permanen (Donna Pratiwi, 2009)

e.

Teknik Bass Teknik penyikatan ini ditujukan untuk membersihkan daerah leher gingival dan untuk ini, ujung sikat dipegang sedemikian rupa sehingga bulu sikat terletak 45 terhadap sumbu gigi geligi. Ujung bulu sikat mengarah ke leher gingival. Sikat kemudian ditekan kearah gingiva dan digerakkan dengan gerakan memutar yang kecil sehingga bulu sikat masuk ke daerah leher gingival dan juga terdorong masuk diantara gigi geligi. Teknik ini dapat menimbulkan rasa sakit bila jaringan terinflamasi dan sensitive. Bila gingival dalam keadaan sehat, teknik bass merupakan metode penyikatan yang baik, terbukti teknik ini merupakan metode yang paling efektif untuk membersihkan plak (Depkes, 1991).

f.

Teknik Stillman Teknik ini mengaplikasikan dengan menekan bulu sikat dari arah gusi ke gigi secara berulang-ulang. Setelah sampai di permukaan kunyah, bulu sikat digerakkan memutar. Bulu sikat diletakkan pada area batas gusi dan gigi sambil membentuk sudut 45 dengan sumbu tegak gigi seperti pada metode bass (Donna Pratiwi, 2009).

g.

Teknik Fones / Teknik Sirkuler Metode gerakkan sikat secara horizontal sementara gigi ditahan pada posisi menggigit atau oklusi. Gerakan dilakukan memutar dan mengenai seluruh permukaan gigi atas dan bawah (Donna Pratiwi, 2009).

h.

Teknik Fisiologis Teknik ini digunakan sikat gigi dengan bulu-bulu sikat yang lunak. Metode ini didasarkan pada anggapan bahwa penyikatan gigi menyerupai jalannya makanan, yaitu dari mahkota kearah gusi. Letak bulu sikat tegak lurus pada permukaan gigi, sedangkan tangkai sikat gigi dipegang horizontal (Be Kie Nio., 1987).

i.

Teknik Kombinasi Teknik ini menggabungkan teknik menyikat gigi horizontal (kiri-kanan), vertical (atas-bawah) dan sirkular (memutar), (Rini, 2007). Setelah itu dilakukan penyikatan pada lidah di seluruh permukaannya,

terutama bagian atas lidah. Gerakan pada lidah tidak ditentukan, namun umumnya adalah dari pangkal belakanglidah sampai ujung lidah (Donna Pratiwi, 2009). R.I.