Anda di halaman 1dari 9

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PENYUSUNAN MASTER PLAN PELABUHAN UMUM MEULABOH

A.

UMUM Kerangka Acuan Kerja (KAK) Penyusunan Master Plan (Rencanan Induk) Pelabuhan Umum Meulaboh ini disiapkan oleh Dinas Perhubungan Komunikasi Informasi dan Telematika Aceh sebagai Pemprakarsa, agar didapatkan Rencana Induk Pelabuhan yang sesuai dengan kebutuhan seperti disebutkan dalam tujuan pekerjaan ini. 1. Gambaran Umum Pelabuhan Meulaboh-Aceh Barat. Pelabuhan Meulaboh adalah salah satu Perwakilan Pelabuhan Malahayati yang merupakan salah satu Cabang dari PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia I yang berlokasi di Kabupaten Aceh Barat, Propinsi Aceh. Status Pelabuhan Meulaboh adalah Pelabuhan Umum yang diusahakan dan dan terbuka untuk perdagangan Luar Negeri. Secara geografis pelabuhan initerletakpada kordinat 04O 07 50 LU dan 96O 08 00 BT, memiliki alur masuk sepanjang 1,5 mil laut dengan lebar 1000 m dan kedalaman 8 m LWS. Sedangkan kolam Pelabuhan mempunyai luas sebesar 19.075 Ha dengan kedalaman minimum 1 m LWS dan kedalaman maksimun 2 m LWS. Dalam hal Status Pemanduan, Pelabuhan ini tergolong pada Bukan Wajib Pandu dengan system komunikasi Stasiun Radio Pantai ditangani langsung oleh Sub Distrik Navigasi Meulaboh. Pasca tsunami Pemerintah Republik Singapura telah telah pula membangun sebuah dermaga baru di Pelabuhan Meulaboh sebagai bantuan dari masyarakat Singapura. Dermaga ini telah diserahterimakan dan kini dioperasikan oleh PT Pelabuhan Indonesia I. Dermaga yang baru ini berlokasi di kawasan Ujong Kareung Kelurahan Suak Indrapuri Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, berukuran 92 x 25 m2 dengan kedalaman kolam dermaga 5,9 m LWS dan dapat disandari kapal dengan bobot mati 3.000 DWT. Dengan dioperasikannya dermaga yang baru ini, diharapkan dapat mendukung proses peningkatan perekonomian daerah, melalui perdagangan antar wilayah khususnya di wilayah-wilayah pesisir barat. Akan tetapi masih banyak hal yang harus ditata dan dibenahi di Pelabuhan Meulaboh pada saat ini. Sebagai sebuah pelabuhan yang terbuka bagi perdagangan luar negeri, fasilitas Pelabuhan Meulaboh masih jauh dari memadai. Oleh karena itu, untuk merencanakan suatu pengembangan fasilitas pelabuhan ke depan diperlukan suatu Rencana Induk Pelabuhan yang terpadu sebagai suatu acuan pentahapan pengembangan pelabuhan, yang sejalan dengan rencana pengembangan disektorsektor pembangunan yang terkait dengan infrastruktur pelabuhan. 2. Latar Belakang.

Propinsi Aceh memiliki berbagai jenis potensi industri antara lain migas, pertambangan, perkayuan, perikanan, transportasi, perhotelan dan lain sebagainya. Disamping itu industri perkebunan (kelapa sawit) dan agroindustri lainnya jiga sedang digalakkan. Diharapkan dengan adanya berbagai kebijakan pemerintah dalam rangka mendukung pengembangan kawasan andalan, jumlah dan jenis industri yang menghasilkan barang maupun maupun jasa di Nanggroe Aceh Darusslam juga akan semakin banyak. Dengan proses industrialisasi ini diharapkan pertunbuhan ekonomi Propinsi Aceh dimasa mendatang akan semakin meningkat. Kabupaten Aceh Barat sebagai bagian dari Propinsi Aceh terletak pada geografis 4O06 04O47 Lintang Utara dan 95O52 96O30 Bujur Timur degan batas-batas wilayah sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. Sebelah Utara Sebelah selatan Sebelah Timur Sebelah Barat : Kabupaten Aceh Jaya dan Kabupaten Pidie. : Samudra Indonesia dan Kabupaten Nagan Raya. : Kabupaten Aceh Tengah dan Kab. Nagan Raya. : Samudra Indonesia.

Luas Wilayah Kabupaten ini adalah 2.927,95 km2 yang secara topografis, sebagian besar desa-desa yang ada di Kabupaten Aceh Barat merupakan wilayah dataran yaitu 233 desa (72,59 %) sisanya merupakan wilayah pantai, lembah dan lereng. Kabupaten yang berpenduduk sebanyak 151.594 jiwa (data 2006) ini merupakan salah satu daerah yang menjadi sentra produksi berbagai jenis komoditi pertanian, baik jenis tanaman pangan seperti padi, palawija buah-buahan, dan sayuran, maupun lenis tanaman perkebunan seperti kelapa sawit, kelpa dalam dan karet. Disamping itu lahan yang tersedia untuk budidaya pertanian masih cukup luas. Pelabuhan Meulaboh merupakan salah satu infrastruktur utama yang diharapkan dapat menggerakkan peningkatan ekonomi wilayah. Untuk itu, pelabuhan ini tengah dipersiapkan untuk dapat dikembangkan sejalan dengan berkembangnya perekonomian masyarakat. Pengembangan ini tentunya perlu mendapat tempat yang sinergis dengan prasarana perhubungan lainnya. Mensikapi terhadap rencana pengembangan yang akan terjadi di Pelabuhan Meulaboh tersebut, maka Dinas Perhubungan Komunikasi Informasi dan Telematika Aceh bermaksud untuk melaksanakan penyusunan Rencana Induk Pelabuhan Meulaboh secara terpadu mengikuti perkembangan lalu lintas kapal dan angkutan barang serta kecenderungan pola penanganan barang, penumpang, dan dengan tetap mengikuti RTRW Kabupaten yang berlaku di kabupaten Aceh Barat. 3. Sumber Dana Sumber dana untuk pelaksanaan pekerjaan ini berasal dari Anggaran DPA APBA Tahun 2012, PADA SKPA Dinas Perhubungan Komunikasi, Informasi dan Telematika Aceh. 4. Nama dan Organisasi Pengguna Jasa Pengguna Jasa adalah Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informasi dan Telematika Aceh yang diwakili oleh Kuasa Pengguna Anggaran yang beralamat di Jl. T. Hamzah Bendahara No.52 KutaAlam Banda Aceh. 5. Maksud dan Tujuan

Maksud dari pekerjaan ini adalah mengumpulkan data, melakukan studi dan analisis untuk dapatmenyusun Rencana Induk Pelabuhan Meulaboh. Tujuannya dari pekerjaan ini adalah: a. Agar diperoleh rencana Induk Pelabuhan Meulaboh yang akan mewujudkan pemanfaatan areal pelabuhan yang berkualitas, serasi dan optimal, sesuai dengan kebijaksanaan pembangunan serta sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan sesuai kemampuan daya dukung lingkungan, dalam kerangka Undang-undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, serta peraturan perundangan lainnya yang terkait; b. Dapat menjadi acuan dalam pengembangan fasilitas/pembangunan prasarana utama dan pendukung dari pelabuhan Meulaboh. B. RINCIAN RUANG LINGKUP KEGIATAN 1. Lingkup Pekerjaan dan Hasil Yang Diharapkan Lingkup pekerjaan penyusunan rencana Induk Pelabuhan Meulaboh ini adalah : a. Melakukan peninjauan lapangan; b. Mengumpulkan data yang diperlukan; c. Melakukan analisa data dan studi; d. Menetapkan kriteria dan perangkingan prioritas penanganan dan perbaikan; e. Menetapkan Visi, Misi, Tujuan dan Taerget pengembangan Pelabuhan; f. Mengevaluasi DLKP dan DLKR Pelabuhan g. Menyiapkan miniatur dan gambar tipikal pelabuhan; h. Menyusun Rencana Induk Pelabuhan Umum Pelabuhan. Sedangkan hasil yang diharapkan dari Konsultan adalah tersusunnya Rencana Induk dari Pelabuhan Meulaboh yang sesuai dengan Rencana umum Tata Ruang Kabupaten Aceh Barat dan RTRW Aceh. 2. Kegiatan yang Harus Dilaksanakan Konsultan Kegiatan yang harus dilaksanakan oleh Konsultan dalam menangani pekerjaan ini adalah : a. Melakukan peninjauan ke lokasi Pelabuhan Meulaboh dan daerah sekitarnya. b. Mengumpulkan data-data yang diperlukan guna menganalisis untuk kepentingan penyusunan Rencana Induk Pelabuhan. c. Menganalisa hinterland pelabuhan dalam hal kependudukan, produksi dan konsumsi. d. Menyusun data-data arus barang selama 10 (sepuluh) tahun terakhir berdasarkan komoditasnya dan menyiapkan proyeksi arus barang tahunan sampai dengan tahun 2032, dengan mempertimbangkan rencana pengembangan yang ada pada hinterland pelabuhan, serta faktor-faktor yang berhubungan dengan kondisi perekonomian nasional dan internasional. e. Menyusun proyeksi dan kecenderungan arus penumpang domestik dan internasional. f. Menganalisa sistem penaganan barang baik pada waktu lampau maupun dimasa mendatang khususnya pada sistem pengemasan barang serta penanganan barang dari kapal ke dermaga. g. Menganalisa kecenderungan pertumbuhan penumpang dan barang yang melalui pelabuhan umum, dermaga khusus serta terminal khusus.

h. Menganalisa peran Pelabuhan Meulaboh sebagaimana yang tercantum dalam Tatanan Kepelabuhanan nasional. i. Menentukan besaran kebutuhan fasilitas sisi darat dan sisi laut untuk pembangunan dermaga serta operasional kepelabuhanan termasuk alur pelayaran, kolam pelabuhan, area labuh (anchorage zone), area bisnis, pariwisata dan lainnya untuk ditata peruntukan lahannya (tata guna lahannya). j. Menentukan tahap-tahap kebutuhan perkembangan tahun 2017, 2022 dan 2032. k. Menentukan kebutuhan fasilitas untuk pelayaran penumpang, petikemas, gudang, general cargo, curah air/kering, ferry, kapal rakyat dll. l. Menentukan tata guna lahan : kolam pelabuhan, alur, jalan akses, dll. m. Untuk keselamatan pelayaran, melakukan analisa terhadap kondisi saat ini pada alur pelayaran, serta kemungkinan pengembangannya sehubungan dengan meningkatnya ukuran kapal. n. Mengkaji kondisi perairan pelabuhan yang relatif terbuka terhadap gelombang. o. Membuat kajian atas kebutuhan breakwater untuk pelindung perairan palabuhan. p. Menentukan lokasi/lay out pembangunan pelabuhan, termasuk daerah back up daratan di belakangnya. q. Mengevaluasi sarana bantu navigasi yang ada (SBN) dan menetukan jumlah kebutuhan sesuai dengan program tahapan pengembangan. r. Mengevaluasi kembali DLKP dan DLKR pelabuhan dalam kaitannya untuk kebutuhan pengembangan jangka panjang, serta mengusulakan/menentukan batasbatas yang baru jika diperlukan adanya revisi DLKP dan DLKR. s. Mengidentifikasi dampak penting yang mungkin terjadi. t. Membuat standar desain kriteria untuk dermaga, lapangan penumpukan, gudang / CFS, revetment dan fasilitas pendukungnya, serta bangunan penunjang kegiatan operasional kepelabuhan. 3. Jangka Waktu Jangka waktu penugasan konsultan adalah 5 (lima) bulan kalender dan dilaksanakan setelah terbitnya surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). 4. Kualifikasi Tenaga Ahli Yang Dibutuhkan 1) Team Leader Team Leader adalah seorang Sarjana S1 Teknik Sipil, dengan pengalaman minimal 7 (tujuh) tahun / S2 Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun dibidang penataan dan operasi pelabuhan guna medukung dicapainya hasil yang efektif dilapangan.Seorang Team Leader harus berpengalaman yang mendalam dalam bidang operasi pelabuhan. Tugas Team Leader adalah sebagai berikut : a. Membantu Pemberi Tugas atas pelaksanaan penyusunan rencana Induk Pelabuhan Meulaboh, b. Melakukan prediksi sampai dengan tahun 2032, terhadap realisasi data arus kapal, barang dan penupang berdasarkan historis angka pertumbuhan yang terjadi dan kecenderungan sistem tatanan transportasi laut, penanganan barang serta pertumbuhan ekonomi daerah, c. Menyajikan data lay-out eksisting yang ada, serta melakukan pengecekan/up dating dari data lokasi bangunan-bangunan, d. Menyusun angka kebutuhan fasilitas sesuai dengan tahapan program pengembangan baik fasilitas sipil maupun peralatan berdasarkan angka proyeksi yang dibuat, baik untuk fasilitas darat maupun fasilitas perairan,

e. Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk kelancaran pelaksanaan tugas-tugas yang diberikan, f. Bertanggung jawab penuh atas kelancaran hingga selesainya tugas-tugas yang diberikan, g. Melakukan presentasi-presentasi kepada Pemberi Tugas maupun pihak-pihak terkait seperti Pemerintah Kota maupun Pemerintah Kabupaten atas pelaksanaan studi Rencana Induk, h. Membuat laporan-laporan atas tahapan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan urutan kegiatan. 2) Ahli Pelabuhan (port planner) Ahli Pelabuhan adalah seorang Sarjana SI Teknik Sipil, dengan pengalaman kerja minimal 5 (lima) tahun dibidang perencanaan/pengembangan pelabuhan. Tugas Ahli Pelabuhan adalah sebagai berikut : a. Menyusun lay-out pengembangan fasilitas pelabuhan berdasarkan tahap pengembangan di tahun 2017, 2022 dan 2032. b. Menyusun tata letak fasilitas pokok seperti lapangan penumpukan, general cargo dan peti kemas, letak terminal penumpang, dermaga, trestle, talud/revetment, gudang serta fasilitas penunjang seperti fasilitas jalan akses, sehingga dari segi operasional dapat memberikan kemudahan bagi pengguna jasa kepelabuhanan, c. Menggabungkan fasilitas-fasilitas penunjang yang ada di kota seperti kawasan industri dan jalan penghubung (access road) serta hinterland pelabuhan dengan prospek pengembangan pelabuhan, d. Menentukan letak lay-out pengembangan dermaga berdasarkan jenis kapal dan jumlah kapal yang datang, e. Membantu Team Leader dalam menentukan/menghitung kebutuhan area pengembangan meliputi areal pengemabngan di darat maupun area pengembangan perairan, f. Menentukan luas pengembangan lapangan penumpukan, gudang, terminal penumpukan dan fasilitas lainnya. Lama penugasan sebagai Ahli Pelabuhan adalah 5 (lima) bulan. 3) Ahli Hidrolika Pantai (Coastal Engineer) Ahli Hidrolika Pantai adalah Sarjana S1 Teknik Sipil, dengan pengalaman minimal 3 (tiga) tahun dibidang kajian teknik pantai dan design perlindungan pantai. Tugas Coastal Engineer adalah sebagai berikut : a. Melakukan analisa data angin untuk perhitungan tinggi gelombang desain, b. Menghitung tinggi gelombang, refraksi dan defraksi gelombang, c. Menbuat kajian teknis pantai untuk perairan Meulaboh, d. Menbuat layout dan desain kontruksi pelindung pantai. 4) Ahli Ekonomi Transportasi (Transport Economist) Transport Economist adalah seorang Sarjana S1 Ekonomi, dengan pengalaman minimal 3 (tiga) tahun dibidang kajian ekonomi trasportasi khususnya pelabuhan. Tugas Transport Economist adalah sebagai berikut : a. Melakukan kajian kelayakan ekonomi dan finansial terhdap biaya investasi yang ditanamkan,

b. Melakukan perhitungan biaya investasiyang dperlukan berdasarkan program tahapan rencana kegiatan investasi; melakukan perhitungan return of investment (RO1) dari tahapan kegiatan investasi, bila pedanaan investasi melalui dan internal, pinjaman maupun kerjasama, c. Melakukan perhitungan sharing (bagi hasil) dan lama waktunya dari kemungkinan adanya kerjasama usaha dengan pihak investor (swata). 5) Ahli Teknik sipil/Ahli struktur (Civil/Structur Engineer) Civil/Stuctur Engineer adalah seorang Sarjana S1 Teknik Sipil, dengan pengalaman 3 (tiga) tahun dibidang rekayasa desain fasilitas pelabuhan. Tugas Civil/Structur Engineer adalah sebagai berikut : a. Menentukan tipe disain struktur yang ekonomis dan mudah dilaksanakan, layout dermaga, panjang dan lebar trestle, letak dermaga berdasakan garis kontur, b. Membuat standar kriteria disain untuk bangunan fasilitas pelabuhan, antara lain dermaga, lapangan penumpukan, gudang, revetment dan sebagainya, c. Meyusun technical method dari pekerjaan-pekerjaan struktur atas kegiatan investasi yang dlakukan, d. Menyusun jadwal waktu tahapan pelaksana pekerjaan dari investasi, e. Menbuat perencanaan-perencanaan elevasi dari tambahan fasilitas berdasarkan program tahapan pengembangan pelabuhan. 6) Ahli Mekanikal Elektrikal (Mechanical/Electrical Engineer) Mechanical/Electrical Engineer adalah seorang Sarjana S1 Teknik Elektro atau Teknik Mesin, dengan pengalaman minimal 3 (tiga) tahun dibidang utilitas pelabuhan dan peralatan bongkar muat. Tugas Mechanical/Electrical Engineer adalah sebagai berikut : a. Menentukan kebutuhan dan jumlah serta jenis-jenis fasilitas peralatan bongkar muat yang dibutuhkan, b. Menentukan besaran kapsitas dari masing-masing fasilitas peralatan yang dibutuhkan, c. Menentukan kapan/waktu kebutuhan dari masing-masing jenis fasilitas peralatan sesuai dengantahapan pengembangan pelabuhan, d. Menentukan letak penempatan fasilitas peralatan sepertih mesin pompa, mesin genset serta jaringan pipa supply dan power supply dari sumbernya ke masingmasing ourlet, e. Menentukan jumlah, jenis serta kapasitas dari kebutuhan alat-alat bongkar muat berdasarkan tahapan pengembangan pelabuhan, f. Menentukan jumlah kebutuhan pasokan listrik dan air bersih untuk keperluan operasional pelabuhan dan pengisian kapal. 7) Ahli Geologi Teknik/Mekanika Tanah Ahli Geologi Teknik adalah seorang yang berpendidikan Strata 1 (S1) Geologi dengan pengalaman minimal 3 (tiga) tahun dibidang dan perencana yang berhubungan dengan bangunan pantai dan fasilitas pelabuhan dan penugasan dalam tim selama 3 (tiga) bulan. Tugas Ahli Geologi Teknik adalah sebagai berikut :

a. Mengevaluasi hasil survey dan memastikan kesesuaian anatara hasil survey dengan kondisi lapangan, b. Merekomendasikan elevasi permukaan tanah rencana yang aman bagi area pelabuhan dalam kaitan dengan gelombang dan operasional pelabuhan, c. Menentukan area dan metode survey, serta mengawal tim survey dalam pelaksanaan pekerjaan. 8) Ahli Lingkungan (environment specialist) Ahli Lingkungan adalah sarjana S1 Teknik Lingkungan/Teknik Kimia/Teknik Sipil dengan pengelaman minimal 3 (tiga) tahun di bidang analisa lingkungan pantai untuk fasilitas pelabuhan. 9) Cost Estimator Cost Estimator adalah kualifikasi S1/D3 Teknik Sipil, lulusan Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta yang disamakan dan berpegalaman minimal 3 (tiga) tahun dalam penyusunan pembiayaan pembangunan. C. STANDAR TEKNIS DAN DATA PENUNJANG Seluruh hasil yang diperoleh dari pekerjaan perencanaan ini harus dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Apabila terjadi penyimpangan-penyimpangan dari prosedur tersebut maka Pengguna Jasa/Tim Evaluasi berhak memerintahkan Penyedia Jasa Konsultasi untuk melakukan pekerjaan ulang dan hal ini menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari Penyedia Jasa Konsultasi. D. KRITERIA PERENCANAAN Sebelum melaksanakan kegiatan, konsultan diharuskan membuat suatu kriteria perencanaan. Kriteria tersebut dipresentasikan dalam bentuk draft pada pengguna jasa untuk mendapatkan persetujuan. Persetujuan atas kriteria desain tersebut tidak serta merta menghilangkan tanggung jawab konsultan perencana terhadap kecukupan persyaratan teknis perencanaan. Kriteria desain memuat hal-hal berikut : Hasil-hasil dari kegiatan perencanaan. Metoda survey dan pengumpulan data yang dilakukan; Kriteria-kriteria lainnya yang dianggap perlu. E. METODA PELAKSANAN & TAHAPAN KEGIATAN Pelaksanaan penyusunan masterplan Pelabuhan Umum Meulaboh diawali dengan peninjaun lokasi dilapangan dan pengukuran atau pemetaan dalam areal lokasi pelabuhan dan fasilitas sekitarnya. Tahapan Kegiatan, anatar lain adalah sebagai berikut: a. Proses Pemetaan; b. Pengukuran polygon; c. Pengukuran sipat dasar; d. Pengolahan data dan penggambaran;

e. Pembuatan Maket / Miniatur Pelabuhan; f. Penyusunan Buku Master Plan Pelabuhan Umum Pelabuhan. F. PELAPORAN DAN PRODUK AKHIR KONSULTAN Jenis dan jumlah yang harus diserahkan Konsultan adalah sebagai berikut : a. Inception Report (Laporan Pendahuluan) Laporan Pendahuluan berisi langkah-langkah pelaksanaan pekerjaan dan metodologi, dilengkapi dengan jadwal pelaksanaan. Laporan akan disampaikan dan dipresentasikan kepada Pemberi Tugas dalam waktu 2 (dua) minggu setelah dimulainya pelaksanaan tugas. Laporan diserahkan dalam jumlah 3 (tiga) rangkap. b. Laporan Interim (Laporan Antara) Laporan Interim berisi hasil kunjungan lapangan serta data-data yang berhasil dikumpulkan serta rencan langkah-langkah selanjutnya untuk analisa data guna penyusunan Rencana Induk. Laporan Interim berisi hasil analisa sementara yang memberikan gambaran tentang kebutuhan dermaga serta fasilitas pendukung pelabuhan lainnya dimasa mendatang. Laporan Interim disampaikan dan dipresentasikan kepada Pemberi Tugas dalam waktu 1 (satu) bulan setelah Inception Report dah diserahkan dalam 3 (tiga) rangkap. c. Laporan Draft Final (Laporan Semi Rampung) Laporan Draft Final berisi hasil studi dan analisa yang berbentuk konsep Rencana Induk pelabuhan Meulaboh dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Dalam draft Rencana Induk ini akan disajikan pula alternatif-alternatif bila ada. Laporan Draft Final disampaikan dan dipresentasikan kepada Pemberi tugasdalam waktu 4 (empat) bulan sejak dimulainya pekerjaan dan diserhkan sebanyak 3 (tiga) rangkap. d. Laporan Final (Laporan Akhir) Laporan Final berisi Rencana Induk Pelabuhan Meulaboh dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang, yang telah disempurnakan berdasarkan masukanmasukan selama pembahasan dengan PemberiTugas, Direktorak Jenderal Perhubungan Laut dan Pemerintah daerah. Laporan Final disampaikan kepada Pemberi Tugas dalam waktu 5 (lima ) bulan sejak dimulainya pekerjaan dan diserahkan sebanyak 3 (tiga) rangkap. e. Executive Summary (Laporan Ringkas) Executive Summary disiapkan untuk Final Report dan disampaikan kepada Pemberi Tugas dan diserahkan sebanyak 3 (tiga) rangkap. f. Buku Master Plan Pelabuhan Umum Meulaboh Buku Masterplan Pelabuhan Umum Meulaboh disampaikan bersamaan dengan Final Report dan diserahkan sebanyak 5 (lima) rangkap.

G.

FASILITAS YANG HARUS DISEDIAKAN KONSULTAN Fasilitas berikut harus disediakan oleh konsultan pengawas sesuai dengan anggaraan yang tersedia : Kebutuhan operasional kantor; Sewa komputer, laptop, printer, kamera digital; Sewa kendaraan untuk Tenaga personil.

H. KETENTUAN TAMBAHAN Personil Tenaga Ahli yang diusulkan dalam Dokumen Penawaran adalah personil yang nantinya akan ditetapkan dalam Surat Perjanjian Kontrak, dan jika ada perubahan personil harus mendapat persetujuan dari Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Angaran dengan kualifikasi sesuai dengan Point 4 (Kualifikasi, Tugas dan Tanggung Jawab Personil) di atas.