Anda di halaman 1dari 4

DHE adalah Dental Health Education. A.

Teknik penyikatan gigi Sudah banyak teknik- teknik penyikatan gigi yang diperkenalkan dewasa ini, tetapi metode penyikatan gigi yang dapat memenuhi persyaratan ideal hanya ada beberapa saja: 1. Teknik penyikatan harus dapat membersihkan semua permukaan gigi, khususnya daerah leher gingival dan regio interdental. Teknik menggosok memang dapat membersihkan daerah konveksitas gigi tetapi 2. Gerakkan sikat gigi tidak boleh melukai jaringan lunak atau jaringan keras. Metode penyikatan vertikal dan horizontal dapat menimbulkan resesi. 3. Teknik penyikatan harus sederhana dan mudah dipelajari. Teknik yang dianggap mudah oleh individu tertentu mungkin saja dianggap sulit oleh individu lainnya; oleh karena itu, setiap individu memerlikan pengarahan khusus. 4. Metode harus tersusun dengan baik setiap bagian gigi geligi dapat disikat bergantian dan tidak ada daerah yang terlewatkan. Rongga mulut dapat dibagi menjadi beberapa kelompok tergantung pada besar lengkung rahang dan besar sikat gigi. Teknik penyikatan gigi dapat diperlihatkan baik dengan menggunakan model rahang atau langsung dalam pasien. Macam-Macam Tekhnik Penyikatan Gigi : 1. Teknik Roll Merupakan teknik yang relatif sederhana, yang sangat bermanfaat bila digunakan pada gingiva yang sensitif. Bagian samping sikat gigi berkontak dengan bagian samping gigi dengan bulu sikat mengarah ke apikal dan sejajar terhadap sumbu gigi; bagian belakang sikat terletak setinggi permukaan oklusal gigi geligi. Sikat kemudian diputar perlahan kebawah pada rahang atas dan keatas pada rahang bawah sehingga bulu sikat menyapu gusi dan gigi. Sekitar 10 putaran dilakukan untuk tiap bagian dan kemudian sikat digeser kebagian berikutnya. Bila lengkung pada segmen anterior sempit, sikat dapat digerakkan vertikal. Bila semua permukaan bukal dan lingual sudah dibersihkan, permukaan oklusal dapat disikat dengan gerak rotasi.

2. Teknik Bass Arah bulu sikat pada saat pertama kali akan menyikat gigi adalah pada margin gingival dengan ujung bulu sikat mengarah ke apikal kirakira 45 derajat dengan sumbu panjang gigi masuk ke sulkus gingiva. Dilakukan gerakan menggetarkan dengan tidak mengubah bulu sikat, sebanyak 20 kali pada setiap 3 gigi. Merupakan teknik yang dianjurkan untuk penggunaan rutin dengan atau tanpa penyakit periodontal untuk membersihkan sulkus. (Carranza, 2002) Teknik ini dapat menimbulkan rasa sakit bila jaringan terinflamasi dan sensitif. Bila gingiva dalam keadaan sehat, teknis Bass merupakan metode penyikatan yang baik; terbukti teknik ini merupakan metode yang paling efektif untuk membersihkan plak ( Manson,J.D, 1993 ). 3. Teknik modifikasi Stillman Arah bulu sikat pada saat pertama kali akan menyikat gigi adalah pada margin gingival dengan ujung bulu sikat horizontal. Dilakukan gerakan saat gigi-gigi beroklusi gerakan sikat dalam gerakan memutar ke arah permukaan gigi rahang atas dan rahang bawah serta margin gingiva, sebagian pada gigi sebagain pada gingival dan tidak boleh masuk ke sulkus gingival. Merupakan teknik yang dianjurkan untuk resesi gingival melindungi terhadap abrasi jaringan. (Carranza, 2002) 4. Teknik Charters Arah bulu sikat pada saat pertama kali akan menyikat gigi adalah setingkat dengan permukaan oklusal gigi dengan ujung bulu sikat mengarah ke oklusal kira-kira 45 derajat dengan sumbu panjang gigi. Dilakukan gerakan dengan menggetarkan sikat sambil menggerakkannya ke arah apikal terhadap margin gingiva. Merupakan teknik yang dianjurkan untuk massage gingiva dan cara pembersihan sementara setelah bedah periodontal. (Carranza, 2002) 5. Dengan sikat gigi elektrik Pasien hanya perlu berkosentrasi pada penempatan bulu sukat pada gigi di margin gingival dan sikat gigi akan melakukan proses secara sitematis. Penambahan tempat biasanya juga dapat dilakukan pada daerah yang susah dijangkau seperti distal M3. (Carranza, 2002)

Persyaratan Sikat Gigi yang Ideal Dewasa ini diapasarkan dapat dijumpai bermacam macam sikat gigi dengan berbagai ukuran dan bentuk, dengan bulu sikat gigi yang terbuat dari berbagai macam bahan, tekstur, panjang dan kepadatan. Pilihan yang ditawarkan dalam jumlah besar ini seringkali membuat pasien memilih sikat gigi dengan dasar karena sikat tersebut sama dengan corak kamar mandinya. Cukup banyak penelitian yang sudah dilakukan tentang spesifikasi sikat gigi yang ideal yang seringkali memberikan hasil hasil yang saling bertentangan pada hampir semua kharakteristik yang diteliti. Meskipun demikian, ada beberapa persyaratan dasar yang perlu ditaati: 1. Kepala sikat gigi harus cukup kecil untuk dapat dimanipulasi dengan efektif di daerah manapun di dalam rongga mulut, tetapi tidak boleh terlalu kecil sehingga harus digunakan dengan sangat hati hati untuk dapat menyikat seluruh permukaan gigi-geligi. Panjang kepala sikat 2,5 cm sudah cukup untuk orang dewasa, dan 1,5 cm untuk anak anak. 2. Bulu bulu sikat harus mempunyai panjang yang sama sehingga dapat berfungsi bergantian. Sikat yang konveks atau konkaf dengan bulu yang mempunyai panjang berbeda beda tidak dapat membersihkan permukaan yang datar tanpa menimbulkan tekanan pada beberapa bulu sikat. Bulu sikat yang pendek tidak dapat mencapai daerah interdental juga terlalu kaku dapat melukai jaringan. 3. Tekstur harus memungkinkan sikat digunakan dengan efektif tanpa merusak jaringan lunak maupun jaringan keras. Kekakuan tergantung pada diameter dan panjang filament dan elasitasnya. Juga tergantung pada apakah sikat digunakan dalam keadaan kering atau basah pada temperatur air. Sikat yang lunak tidak dapat membersihkan plak dengan efektif; kelakuan medium adalah yang biasa dianjurkan. Sikat gigi biasanya mempunyai 1600 bulu, panjangnya 11 mm dan diameternya 0,008 mm yang tersusun menjadi 40 rangkaian bulu dalam 3 atau 4 deretan. 4. Sikat harus mudah dibersihkan. Rangkaian bulu sikat yang tersusun terlalu rapat cenderung menahan kotoran dan pasta gigi pada dasar bulubulu tersebut. Bulu bulu nilon lebih terjaga kebersihannya daripada bulu-bulu natural.

5. Pegangan sikat gigi harus enak dipegang dan stabil. Pegangan sikat harus cukup lebar dan cukup tebal agar dapat dipegang dengan kuat dan di control dengan baik. ( Manson,J.D, 1993 ) B. Pembersihan Interdental Daerah interdental adalah daerah retensi plak yang paling sering ditemukan dan paling sulit dijangkau oleh sikat gigi, sehingga seringkali perlu digunakan metode pembersihan khusus. Untuk ini dapat digunakan floss, plester, tusuk gigi, sikat interdental dan semacam sikat botol dalam ukuran kecil. Sekali lagi perlu dinyatakan di sini bahwa selama tahap awal penyajian instruksi pembersihan gigi, teknik yang diperkenalkan harus cukup mudah untuk dapat diterapkan oleh pasien. Bila tidak, pasien akan segera bosan. Tujuan latihan penyikatan adalah membersihkan plak tanpa merusak jaringan lunak, sehingga penggunaan tusuk gigi dan floss atau tusuk gigi, yang sudah cukup membantu dalam upaya menghilangkan plak (Manson,1993). Dapus : Carranza, Fermin A et all. 2002. Carranzas Clinical Periodontology. NinethnEdition. St Louis: Elsevier . Manson,J.D., Eley,B.M. 1993. Buku Ajar Periodonti. Jakarta: Hipokrates.