Anda di halaman 1dari 3

PATOFISIOLOGI

Kasus klasik Glomerulonefritis Akut (GNA) terjadi setelah infeksi streptokokus pada tenggorokan atau pada kulit sesudah masa laten 1 sampai 2 minggu. Organisme penyebabnya adalah streptokokus beta hemolitikum grup A tipe 12 atau dan 1. jarang ada penyebab lain untuk hal ini. Namun pada dasarnya bukan streptokokuslah yang menjadi penyebab utama rusaknya glomerulus pada GNA. !iduga penyebab kerusakan ini dikarenakan adanya kompleks antigen"antibodi dari streptokokus yang ada didalam sirkulasi darah masuk ke dalam sirkulasi glomerulus. #aat kompleks tersebut ada di dalam sirkulasi glomerulus se$ara mekanis kompleks tersebut terperangkap dalam Glomerulus %asal &embrane (G%&). #elanjutnya komplemen akan memfiksasi kompleks tersebut dan akan mengakibatkan lesi dan proses peradangan yang menarik leukosit polimerfonuklear ('&N) dan trombosit menuju tempat lesi. (agositosis dan pelepasan en)im lisosom berperan merusak endotel dan G%& sehingga sebagai respon dari lesi terjadi poliferasi endotel* sel mesangeal dan epitel. +al ini menyebabkan kebo$oran pada glomerulus* sehingga protein dan darah dapat keluar ke dalam urin disebut 'roteinuria dan +ematuria. Gangguan fisiologik utama pada GNA pas$astreptokokus* G(, biasanya menurun (meskipun aliran plasma ginjal biasanya normal). Akibatnya ekskresi air* natrium* dan )at")atnitrogen mungkin berkurang* sehingga terjadi oedema dan a)otemia. 'eningkatan Aldosteron dapat juga berperan terhadap resistensi air dan natrium. Keadaan inilah yang menyumbang peran atas terjadinya oedema pada tubuh* bukan dikarenakan hipoalbuminemia karena kerusakan pada glomerulus tidak $ukup besar dan tidak memberikan kontribusi berarti pada oedem karena albumin yang terbuang tidak $ukup banyak. +ipertensi hampir selalu terjadi meskipun peningkatan tekanan darah mungkin hanya sedang. +ipertensi terjadi akibat ekspansi -olume $airan ekstrasel (./() atau akibat -asospasme masih belum diketahui jelas.

Akti-itas -asodepresor meningkat G(, menurun

'roliferasi dan kerusakan glomerulus

-asospasme

Kerusakan kapiler generalisata

Aldosteron naik ,etensi Na6

,etensi +2O ./( naik Albuminuria +ematuria (#linder)

hipertensi

Oedema

Gbr. 1 Gangguan utama pada glomerulonefritis pas$a"streptokokus akut. GFR* laju filtrasi glomerulus0 ./(* $airan ekstraseluler.1

1. patofisiologi -olume 2 hal 121

K.#2&'34AN !ari kasus dan data yang didapat pada pasien ini* kami menyimpulkan bah5a pasien ini terkena Glomerulonefritis Aku (GNA) pas$astreptokokus. !itandai dengan adanya demam dan radang tenggorokan pada ri5ayat penyakit dahulu yang mengindikasikan adanya infeksi dari bakteri streptokokus beta hemolitikus* yaitu salah satu etiologi dari kerusakan glomerulus pada penyakit ini. 'engobatan yang diperlukan untuk pasien ini adalah pengobatan untuk mengatasi streptokokus dengan menggunakan antibiotik (penisilin)* karena jika masih ada infeksi dari bakteri streptokokus

penyembuhan G%& tidak akan efektif atau mungkin akan memperburuk keadaan menjadi Glomerulusnefritis kronik. &asa penyembuhan pasien ini akan memakan 5aktu namun menurut data yang kami dapat kemungkinan sembuh total pasien ini besar. !atanya yaitu 178 sembuh total* 28 menjadi kronik* 28 meninggal.