Anda di halaman 1dari 8

UNSUR TRANSISI

NUNI WIDIARTI

Sifat-Sifat Unsur Transisi Periode Keempat


1. Sifat-sifat umum. Unsur transisi mempunyai siat-sifat khas yang membedakan dari unsure glongan utama, antara lain : a) Sifat logam, semua unsure transisi tergolong logam dengan titk cair dan titik didih yang relatif tinggi. b) Bersifat paramegnetik (sedikit tertarik ke dalam medan magnet). c) Membentuk senyawa-senyawa yang berwarna. d) Mempunyai beberapa tingkat oksidasi. e) Membentuk berbagai macam ion kompleks. f) Berdaya katalitik, banyak unsur transisi atau senyawanya yang berfungsi sebagai katalis, baik dalam proses industri maupun dalam metabolisme.

Sifat umum
UNSUR
Konfigurasi Elektron Massa jenis (g/mL) keelektronegatifan Bilangan oksidasi Titik lebur (oC) Energi ionisasi (kJ/mol) Jumlah elektron tunggal Sifat paramagnetik/ feromagnetik Warna ion M2+ Warna ion M3+ Ion-ion tak berwarna Catatan : MnO4- = ungu Cr2O72- = jingga Tak berwarna 0;3 0;2; 3;4
21Sc 22Ti 23V 24Cr 25Mn 26Fe 27Co 28Ni 29Cu 30Zn

[Ar] 3d14s2

[Ar] 3d24s2

[Ar] 3d34s2

[Ar] 3d54s1

[Ar] [Ar] [Ar] 3d64s2 3d54s2 3d74s2

[Ar] 3d84s2

[Ar] 3d104s1

[Ar] 3d104s2

Antara 3.4 - 8.92 (makin besar sesuai dengan arah panah) --------------------------------------------------------> Antara 1.3 - 1.9 (makin besar sesuai dengan arah panah) 0;2;3; 4;5 0;2; 3;6 0;2;3; 4;6;7 0;2;3 0;2;3 0;2;3 0;1;2 0;2

Di atas 1000oC (berbentuk padat) Antara 1872 - 2705 (sukar melepaskan elektron terluarnya) Satu Dua Tiga Enam Empat Tiga Dua Satu diamagnetik Biru -

Sifat yang disebabkan karena adanya elektron yang tidak berpasangan (=elektron tunggal) Makin banyak elektron tunggalnya, makin bersifat feromagnetik Ungu Ungu Hijau Biru Hijau Merah muda Hijau muda Kuning Merah muda Hijau -

Sc3+ , Ti4+ , Cu+ , Zn2+

UNSUR-UNSUR TRANSISI PADA UMUMNYA DITEMUKAN DI ALAM SEBAGAI OKSIDA DAN SULFIDA BIJIH LOGAM DAN METALURGI. Sebagian besar logam terdapat di alam dalam bentuk senyawa. Contohnya : Fe2O3, Cu2S, NiS, ZnS, MnO2. Pengolahan logam dari bijih disebutmetalurgi Ada tiga tingkat proses pengolahan, yaitu : 1. Menaikan konsentrasi bijih. 2. proses reduksi 3. Pembersihan, pembuatan aliase dan pemurnian

1. Menaikan Konsentrasi Bijih. Memisahkan bijih dari campurannya misalnya dengan ditumbuk, lalu dipisahkan dengan berbagai cara, misalnya : a. Dicuci dengan air. b. Diapungkan dengan deterjen atau zat pembuih (flotasi) c. Dipisahkan dengan magnet d. Dengan pemanggangan. Bijih dipanaskan di udara terbuka, menghasilkan oksidanya. 2 ZnS + 3 O 2ZnO + 2 SO 2 2 e. Dilarutkan sehingga terbentuk senyawa kompleks

2. Proses Reduksi Umumnya menggunakan reduktor yang murah yaitu karbon (kokes). Untuk logam yang reaktif digunakan reduktor yang lebih kuat seperti hidrogen, logam alkali tanah dan alumunium. Logam-logam yang sangat reaktif dilakukan reduksi elektrolisis (reduksi katodik) a. Reduksi dengan karbon (C) : b. Reduksi dengan logam yang lebih reaktif :
TiCl4 + 2 Mg Ti + 2MgCl2 Cr2O3 + 2 Al 2 Cr + Al2O3 ZnO + C Zn + CO Fe2O3 + 3 CO 2 Fe + 3CO2

Reduksi sendiri : Cu2S(s) + O2 (g) 2 Cu(s) + SO2(g)

3. Proses Pemurnian (refining)


Dengan proses-proses peleburan, destilasi atau dengan elektrolisis. Proses peleburan misalnya untuk memperoleh tembaga 99% untuk membuat baja dan sebagainya. Untuk memperoleh tembaga yang murni untuk keperluan teknik listrik dilakukan dengan elektrolisis. Dengan destilasi misalnya pada pembuatan air raksa dan seng. Berikut ikhtisar mineral dan cara memperoleh logam transisi periode 4.
Unsur Sc Ti V Cr Mn Fe Co Ni Cu Zn Bijih/mineral Senyawa yang direduksi Tidak dibuat dalam skala industri TiCl4 V2O5 Na2Cr2O7 Mn3O4 Fe2O3 Co3O4 NiO Cu2S ZnO Pereduksi Keterangan

Rutile, TiO2 Carnolite, V2O5 Chromite, FeCr2O4 Pyrolucite, MnO2 Haematite, Fe2O3 Magnetite, Fe3O4 Cobaltite, Co As S Millerite, NiS Copper glance, CuS Zink blende, ZnS

Mg atau Na Al C lalu Al Al C atau CO Al C S* C(CO)

Dapur tinggi

Dapur tinggi

BESI DIEKSTRAKSI DARI OKSIDA BESI DENGAN REDUKTOR KARBON PENGOLAHAN BESI BAJA
Bahan dasar : Bijih besi hematit Fe2O3, magnetit Fe3O4, bahan tambahan batu gamping, CaCO3 atau pasir (SiO2). Reduktor kokes (C) Dasar reaksi : Reduksi dengan gas CO, dari pembakaran tak sempurna C Tempat : Dapur tinggi (tanur tinggi), yang dindingnya terbuat dari batu tahan api.