Anda di halaman 1dari 10

1

Created By: Khairul Afriadi



Dewasa Madya ( 40 tahun - 60 tahun )
Masa Dewasa Madya adalah masa peralihan dewasa yang berawal dari masa dewasa muda
yang berusia 40- 65 tahun. Pada masa dewasa madya, ada aspek- aspek tertentu yang
berkembang secara normal, aspek-aspek lainnya berjalan lambat atau berhenti. Bahkan ada
aspek- aspek yang mulai menunjukkan terjadinya kemunduran- kemunduran.
Aspek jasmaniah mulai berjalan lamban, berhenti dan secara berangsur menurun. Aspek-
aspek psikis (intelektual- sosial- emosional- nilai) masih terus berkembang, walaupun tidak
dalam bentuk penambahan atau peningkatan kemampuan tetapi berupa perluasan dan
pematangan kualitas. Pada akhir masa dewasa madya (sekitar usia 40 tahun), kekuatan aspek-
aspek psikis ini pun secara berangsur ada yang mulai menurun, dan penurunannya cukup
drastic pada akhir usia dewasa. Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan disajikan uraian secara
lebih rinci tentang perkembangan fisik, intelektual, moral, dan karier pada masa dewasa.
Menurut Lavinson, Masa Dewasa Madya berusia 40-50 tahun. Masa Dewasa Madya adalah
masa peralihan dari masa dewasa awal. Pada usia 40 tahun tercapailah puncak masa dewasa.
Setelah itu mulailah peralihan ke masa madya (tengah baya antara usia 40-45 tahun), dalam
masa ini seseorang memiliki tiga macam tugas:
1. Penilaian kembali pada masa lalu
2. Perubahan struktur kehidupan
3. Proses individuasi
Artinya seseorang menilai masa lalu dengan kenyataan yang ada saat ini, dan dengan
pandangan ke depan seseorang merubah struktur kehidupannya dengan penyesuaian
pemikiran rasional pada zaman ini pula. Proses individuasi akan membangun struktur
kehidupan baru yang berlangsung sampai fase penghidupan yang berikutnya yaitu permulaan
masa madya (45-50 tahun)



2

Created By: Khairul Afriadi

a) Perkembangan Fisik Masa Dewasa Madya
Masa usia dewasa madya diartikan sebagai suatu masa menurunnya keterampilan fisik dan
semakin besarnya tanggung jawab, suatu periode dimana orang menjadi sadar akan polaritas
muda-tua dan semakin berkuranggya jumlah waktu yang tersisa dalam kehidupan, suatu masa
ketika orang mencapai dan mempertahankan kepuasan dalam karier, dan suatu titik ketika
individu berusaha meneruskan suatu yang berarti pada generasi berikutnya.
Menurut Hurlock (1980), baik pria maupun wanita selalu terdapat ketakutan, dimana
penampilannya pada masa ini akan menghambat kemampuannya untuk mempertahankan
pasangan mereka, atau mengurangi daya tarik lawan jenis.
Selain itu, sebuah penelitian dalam Nowark (1977) sebagaimana yang dikutip oleh Jhon F.
Santrock (1995), menemukan bahwa perempuan berusia dewasa madya lebih memfokuskan
perhatiannya pada daya tarik wajah dari pada perempuan yang lebih muda atau tua. Dalam
penelitian ini, wanita dewasa madya lebih mungkin menganggap tanda-tanda penuaan
sebagai pengaruh negative terhadap penampilan fisiknya.
Adapun beberapa perubahan fisik mulai tampak lebih awan di usia 30 tahun, tetapi pada
beberapa titik atau bagian terjadi di usia 40 tahun, menurunnya perkembangan fisik
menunjukan bahwa masa dewasa madya telah datang.
Beberapa perubahan fisik yang terjadi pada masa dewasa madya antara lain:
1. Timbulnya Uban.
2. Kulit mulai keriput.
3. Gigi yang menguning.
4. Tubuh semakin lama semakin pendek karena otot-otot melemah.
5. Punggung orang dewasa melemah kerena piringan sendi di tulang belakang mengalami
penurunan.
6. Tulang-tulang bergeser lebih dekat antara yang satu dengan yang lainnya, misalnya,
seorang laki-laki yang tingginya 5 kaki 10 inci pada usia 30 tahun barang kali akan
3

Created By: Khairul Afriadi

menjadi 5 kaki 9 7/8 inci di usia 50 tahun, dan mungkin akan menjadi 5 kaki 9 1/4 pada
usia 60 tahun.
7. Sulit melihat objek-objek yang dekat. Daya akomondasi mata, kemampuan untuk
memfokuskan dan mempertahankan gambar pada retina mengalami penurunan paling
tajam pada usia 40 dan 59 tahun.
8. Penurunan pada sensitivitas pendengaran.
9. Menopause. pada usia dewasa madya ini mereka akan mengalami periode menopaose,
dimana pada periode ini haid dan kemampuan bereproduksi akan berhenti secara
keseluruhan, sehingga dapat menyebabkan gejala yang tidak menyenangkan bagi wanita,
seperti hot flushses, mual, letih, dan cepatya denyut jantung. hal ini disebabkan oleh
menurunnya produksi hormon ekstrogen oleh indung telur.
10. Penurunan kebugaran fisik. masalah kesehatan utama pada masa dewasa madya antara
lain penyakit kanker, kardivaskuler, dan obesita.

b) Perkembangan Psikis Dewasa Madya
Ciri-ciri masa dewasa madya :
1. Usia madya merupakan periode yang sangat ditakuti
Diakui bahwa semakin mendekati usia tua, periode usia madya semakin lebih terasa
menakutkan. Pria dan wanita banyak mempunyai alasan untuk takut memasuki usia madya.
Diantaranya adalah : banyaknya stereotip yang tidak menyenangkan tentang usia madya.
Yaitu : kepercayaan tradisional tentang kerusakan mental dan fisik yang diduga disertai
dengan berhentinya reproduksi.
2. Usia madya merupakan masa transisi
Usia ini merupakan masa transisi seperti halnya masa puber, yang merupakan masa transisi
dari masa kanak-kanak ke masa remaja. Dimana pria dan wanita meninggalkan ciri-ciri
4

Created By: Khairul Afriadi

jasmani dan perilaku masanya dan memasuki periode dalam kehidupan yang akan diliputi
oleh ciri-ciri jasmani dan perilaku baru.
3. Usia madya adalah masa stress
Bahwa usia ini merupakan masa stress. Penyesuaian secara radikal terhadap peran dan pola
hidup yang berubah, khususnya bila disertai dengan berbagai perubahan fisik, selalu
cenderung merusak nomeostatis fisik dan psikologis dan membawa ke masa stress, suatu
masa bila sejumlah penyesuaian yang pokok harus dilakukan di rumah, bisnis dan aspek
sosial kehidupan mereka.
4. Usia madya adalah usia yang berbahaya
Cara biasa menginterpretasi usia berbahaya ini berasal dari kalangan pria yang ingin
melakukan pelampiasan untuk kekerasan yang berakhir sebelum memasuki masa usia lanjut.
Usia madya dapat menjadi dan merupakan berbahaya dalam beberapa hal lain juga. Saat ini
merupakan suatu masa dimana seseorang mengalami kesusahan fisik sebagai akibat dari
terlalu banyak bekerja, rasa cemas yang berlebihan, ataupun kurangnya memperhatikan
kehidupan. Timbulnya penyakit jiwa datang dengan cepat di kalangan pria dan wanita dan
gangguan ini berpuncak pada suicide. Khususnya di kalangan pria.
5. Usia madya adalah usia canggung
Sama seperti pada remaja, bukan anak-anak bukan juga dewasa. Demikian juga pada pria dan
wanita berusia madya. Mereka bukan muda lagi, tetapi juga bukan tua.
6. Usia madya adalah masa berprestasi
Menurut Errikson, usia madya merupakan masa kritis diamana baik generativitas /
kecenderungan untuk menghasilkan dan stagnasi atau kecenderungan untuk tetap berhenti
akan dominan. Menurut Errikson pada masa usia madya orang akan menjadi lebih sukses
atau sebaliknya mereka berhenti (tetap) tidak mengerjakan sesuatu apapun lagi. Menurutnya
apabila orang pada masa usia madya memiliki keinginan yang kuat maka ia akan berhasi,
sebaliknya dia memiliki keinginan yang lemah, dia akan stag (atau menetap) pada hidupnya.

5

Created By: Khairul Afriadi

7. Usia madya adalah masa evaluasi
Pada usia ini umumnya manusia mencapai puncak prestasinya, maka sangatlah logis jika
pada masa ini juga merupakan saat yang pas untuk mengevaluasi prestasi tersebut
berdasarkan aspirasi mereka semula dan harapan-harapan orang lain, khususnya teman dan
keluarga-keluarga dekat.
8. Usia madya dievaluasi dengan standar ganda
Bahwa pada masa ini dievaluasi dengan standar ganda, satu standar bagi pria dan satu standar
bagi wanita. Walaupun perkembangannya cenderung mengarah ke persamaan peran antara
pria dan wanita baik di rumah, perusahaan perindustrian, profesi maupun dalam kehidupan
sosial namun masih terdapat standar ganda terhadap usia. Meskipun standar ganda ini
mempengaruhi banyak aspek terhadap kehidupan pria dan wanita usia madya tetapi ada dua
aspek yang perlu diperhatikan : pertama aspek yang berkaitan dengan perubahan jasmani dan
yang kedua bagaimana cara pria dan wanita menyatakan sikap pada usia tua.
9. Usia madya merupakan masa sepi
Dimana masa ketika anak-anak tidak lagi tinggal bersama orang tua. Contohnya anak yang
mulai beranjak dewasa yang telah bekerja dan tinggal di luar kota sehingga orang tua yang
terbiasa dengan kehadiran mereka di rumah akan merasa kesepian dengan kepergian mereka.
10. Usia madya merupakan masa jenuh
Banyak pria atau wanita yang memasuki masa ini mengalami kejenuhan yakni pada sekitar
usia 40 akhir. Pra pria merasa jenuh dengan kegiatan rutinitas sehari-hari dan kehidupan
keluarga yang hanya sedikit memberi hiburan. Wanita yang menghabiskan waktunya untuk
memelihara rumah dan membesarkan anak-anak mereka. Sehingga ada yang merasa
kehidupannya tidak ada variasi dan monoton yang membuat mereka merasa jenuh.



6

Created By: Khairul Afriadi

c) Perkembangan kognitif :
Pada tahap Formal Operasional
Pada tahap ini perkembangan intelektual dewasa sudah mencapai titik akhir puncaknya yang
sama dengan perkembangan tahap sebelumnya (tahap pemuda). Semua hal yang berikutnya
sebenarnya merupakan perluasan, penerapan, dan penghalusan dari pola pemikiran ini.
Orang dewasa mampu memasuki dunia logis yang berlaku secara mutlak dan universal
yaitu dunia idealitas paling tinggi.
Orang dewasa dalam menyelesaikan suatu masalah langsung memasuki masalahnya. Ia
mampu mencoba beberapa penyelesaian secara konkrit dan dapat melihat akibat langsung
dari usaha-usahanya guna menyelesaikan masalah tersebut.
Orang dewasa mampu menyadari keterbatasan baik yang ada pada dirinya (baik fisik
maupun kognitif) maupun yang berhubungan dengan realitas di lingkungan hidupnya.
Orang dewasa dalam menyelesaikan masalahnya juga memikirkannya terlebih dahulu
secara teoritis. Ia menganalisis masalahnya dengan penyelesaian berbagai hipotesis yang
mungkin ada. Atas dasar analisanya ini, orang dewasa lalu membuat suatu strategi
penyelesaian secara verbal. Yang kemudian mengajukan pendapat-pendapat tertentu yang
sering disebut sebagai proporsi, kemudian mencari sintesa dan relasi antara proporsi yang
berbeda-beda tadi.

d) Perkembangan psikososial:
Perkembangan psikososial pada masa ini berkaitan dengan beberapa hal :
1. Pernikahan dan cinta
Cinta kasih sayang atau sebagai teman meningkat pada masa dewasa tengah, khususnya
dalam pernikahan yang telah bertahan selama bertahun-tahun.
2. Sindrom Sarang kosong dan pengisiannya kembali
Sindrom sarang kosong menyebutkan bahwa kepuasan pernikahan akan mengalami
penurunan karena orang tua sudah memperoleh banyak kepuasan dari anak-anaknya, dan
7

Created By: Khairul Afriadi

oleh karena itu, kepergian anak dari keluarga akan meninggalkan orang tua dengan perasaan
kosong. Meskipun sindrom sarang kosong tersebut berlaku bagi beberapa orang tua yang
hidup melalui anak-anaknya. Sarang yang kosong tersebut biasanya tidak menurunkan
kualitas kepuasan pernikahan. Melainkan,sebaliknyalah yang terjadi, kepuasan pernikahan
meningkat pada tahun-tahun pasca membesarkan anak.
Jumlah anak-anak muda dewasa yang terus tinggal dengan orang tuanya atau mengisi sarang
yang kosong dengan kembali kerumah setelah pernikahan gagal, kesulitan ekonomi, kuliah,
atau kehilangan pekerjaan mengalami peningkatan. Pengisian kembali sarang kosong
memerlukan adaptasi yang sangat besar pada pihak orang tua dan anak-anak mereka yang
sudah dewasa.
3. Meningkatnya Hubungan persaudaraan dan persahabatan
Hubungan ini berlanjut sepanjang hidup. Banyak hubungan saudara kandung pada masa
dewasa sangat dekat, terutama jika mereka dekat pada masa anak-anak. Meskipun sebagian
ada yang tidak acuh atau sangat bertentangan. Persahabatan terus menjadi penting pada masa
dewasa tengah. Persahabatan yang berlangsung lama sering semakin dalam dan intim.
4. Hubungan antar generasi
Umumnya ada kontak yang berkelanjutan antar generasi dalam keluaraga. Kontinuitas yag
lebih besar terjadi dalam sikap-sikap politik dan agama. Kontinuitas yang lebih kecil terjadi
pada peran gender, gaya hidup, dan orientasi kerja.Ibu dan anak perempuan memiliki
hubungan paling dekat pada masa dewasa. Perempuan memainkan peranan penting dalam
memantau akses pada kerabat dan kedekatannya.Generasi usia tengah baya disebut generasi
sandwich, karena kewajiban financial dan pemberian perawatan pada yang masih muda dan
pada orang tua yang lanjut usia mungkin menimbulkan stres pada orang dewasa usia tengah
baya. Generasi usia tengah baya memainkan peran penting dalam menghubungkan generasi.



8

Created By: Khairul Afriadi

e) Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Orang Dewasa Dalam
Kehidupannya
Adapun faktor- faktor tertentu dalam kehidupan orang dewasa yang akan mempermudah
perkembangan orang dewasa. Faktor- faktor yang paling berpengaruh adalah :
A. Kekuatan Fisik
Bagi banyak individu, puncak kekuatan fisik dicapai dalam usia pertengahan dua puluhan.
Kekuatan fisik yang prima dapat mengatasi atau memecahkan persoalan- persoalan yang
timbul pada masa orang dewasa. Untuk memelihara kekuatan fisik yang prima perlu dijaga
kesehatan. Ada 6 kebiasaan hidup sehat yang perlu dilakukan oleh orang dewasa untuk
memelihara kekuatan fisik, yaitu:
1. Sarapan pagi.
2. Makan secara teratur.
3. Makan secukupnya untuk memelihara badan yang normal.
4. Tidak merokok.
5. Olahraga secukupnya.
6. Tidur secara teratur 7- 8 jam setiap malam.
Kekuatan fisik yang prima pada orang dewasa, memungkinkan mereka untuk optimal dalam
bekerja, berkeluarga, memperoleh keturunan, dan mengelola kehidupan keluarganya.
Sebaliknya, kekuatan fisik yang tidak prima menghambat orang dewasa untuk mengerjakan
apa yang seharusnya dilakukan oleh orang dewasa dan dapat menggagalkan sebagian atau
secara total tugas- tugas perkembangan orang dewasa.
B. Kemampuan Motorik
Kemampuan motorik orang dewasa mencapai kekuatannya antara usia 20-an dan 30-an.
Kecepatan respons maksimal terdapat antara usia 20-an dan 25-an dan sesudah itu
kemampuan ini sedkit demi sedikit menurun.
9

Created By: Khairul Afriadi

Kemampuan motorik ini mempunyai hubungan yang positif dengan kondisi fisik yang baik
dan kesehatan yang baik. Kondisi fisik yang kuat dan kesehatan yang baik memungkinkan
orang dewasa melatih keterampilan- keterampilannya secara lebih baik. Di samping itu,
orang dewasa yang mempunyai kemampuan motorik yang baik cenderung akan dapt
menyelesaikan dengan baik pekerjaan yang menuntut kemampuan fisik.
Dalam mempelajari keterampilan-keterampilan motorik baru, orang dewasa yang berusia 20-
an, menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan hasil mereka yang
mempelajarinya dalam usia mendekati masa setengah baya.
C. Kemampuan Mental
Kemampuan mental yang diperlukan untuk menyesuaikan diri pada situasi- situasi baru
adalah mengingat kembali hal-hal yang dulu pernah dipelajari, penalaran analogis dan
berpikir kreatif. Kemampuan mental ini mencapai puncaknya dalam usia 20-an, kemudian
sedikit demi sedikit menurun.
Kemampuan mental yang dimiliki orang dewasa ini sangat penting kedudukannya dalam
menyesuaikan diri terhadap tugas-tugas perkembangan, jauh melebihi pentingnya
kemampuan motorik.
Kemampuan mental seperti penalaran dengan menggunakan analogi, mengingat kembali
informasi yang telah dipelajari, dan berpikir secara kreatif sangat diperlukan dalam
mempelajari dan menyesuaikan diri terhadap keterampilan- keterampilan dan kecakapan-
kecakapan yang dituntut oleh tugas- tugas perkembangan orang dewasa. Baik pria maupun
wanita pada umumnya memiliki kemampuan berpikir yang sama dalam usaha- usaha mereka
memilih teman- teman bergaul sebagai calon istri naupun suami.
D. Motivasi Untuk Berkembang
Faktor lain yang mempengaruhi perkembangan orang dewasa adalah motivasi untuk
berkembang. Apabila remaja telah mencapai usia dewasa secara hukum, mereka berkeinginan
kuat untuk dianggap sebagai orang- orang dewasa yang mandiri oleh kelompok sosial
mereka. Hal ini menjadi motivasi bagi orang- orang dewasa untuk mengembangkan dirinya.
10

Created By: Khairul Afriadi

Pada masa dewasa, individu terdorong untuk mulai bekerja, memilih pasangan hidup, belajar
hidup dengan tunangan, mulai membina keluarga, mengasuh anak, mengelola rumah tangga,
mengambil tanggung jawab sebagai warga negara dan mencari kelompok sosial yang
menyenangkan.
Motivasi untuk berkembang memiliki peranan yang strategis dalam perkembangan orang
dewasa. Individu yang merasa butuh dan perlu untuk menuasai tugas- tugas perkembangan
orang dewasa cenderung mengarahkan perilakunya ke arah terkuasainya tugas- tugas
perkembangan orang dewasa. Sebaliknya individu yang tidak memiliki motivasi untuk
berkembang menjadi orang dewasa. Individu tersebut cenderung mengabaikan tugas- tugas
perkembangan orang dewasa yang harus dikuasainya.
E. Model Peran
Faktor lingkungan perkembangan orang dewasa sangat berpengaruh terhadap perkembangan
orang dewasa. Orang dewasa yang berinteraksi dengan orang dewasa lainnya mempunyai
model peran untuk diteladani. Karena berinteraksi dengan orang dewsa lainnya mereka
memperoleh motivasi untuk mencontoh perilaku sesuai dengan ketentuan- ketentuan yang
dianut oleh masyarakat orang dewasa.
Sebaliknya orang dewasa yang masih beriteraksi dengan remaja dan mengikuti garis- garis
perilaku remaja akan tetap berperilaku seperti remaja dan bukan pola perilaku dewasa. Jika
mereka tetap dalam status ketergantungan, mereka hampir tidak memperoleh kesempatan
atau motivasi untuk menguasai tugas- tugas perkembangan orang dewasa.