Anda di halaman 1dari 5

Yanet.muna@gmail.

com
KHOTBAH GYM KORPS TOWUA
TEMA: RAJA HIZKIA DAN PERGUMULANNYA
Jumat, 6 Juni 2014

PERSIAPAN:
LAI, KJV
Wikipedia
Buku : 1. Cara Mempersiapkan Khotbah
2. Penuntun Perjanjian Lama
3. Sejarah Kerajaan Allah

PENDAHULUAN:
Siapakah di antara kita yang tidak pernah bergumul? Adakah? Satu atau dua orang yang mau berkata:
ah.. Selama saya hidup, saya tidak pernah bergumul!. Benarkah?
Premis : Tidak ada manusia yang hidup di dunia ini yang tidak pernah bergumul dalam hidupnya.
Ya, sebagai siswa dan mahasiswa kita bergumul dengan tugas-tugas di sekolah maupun di kampus.
Memikirkan uang kost, memikirkan uang sekolah/kuliah, memikirkan uang kiriman orang tua.
Sebagai orang yang sudah bekerja kita bergumul dengan pekerjaan di manapun kita bekerja. Dengan
rekan kerja yang sok tahu atau bahkan menjatuhkan semangat kerja kita?
Sebagai anak muda.kita bergumul dengan Pujaan Hati kita masing. Dan mungkin tiap malam kita
bernyanyi dalam hati pujaan hati apa kabarmu? Kuharap kau baik-baik saja.
Itu untuk yang sudah memiliki kekasih atau Pujaan Hati atau bahasa kerennya not-available, tetapi
bagaimana dengan yang jomloh alias available (tanpa ikatan)? Coba saya ingin tahu ada berapa banyak kaum
Jomloh anak muda Galilea Youth Ministry di tempat ini (angkat tangan)!. Nah, buat yang jomloh boleh saling lirik
itu. Hahaha.. Pastilah kita memilih menyanyikan lagu yang lain, lagu Astrid setiap malam.. Im Single and Very
Happy. Atau yang sering kita lakukan yaitu membuat status-status galau di FB, Twitter, BBM, Path, Line atau
yang lainnya..
Atau mungkin kita menghibur diri dengan berkata: Jodohku masih jalan-jalan di hati orang. Toh, istilah
Jawa bilang Witing Tresno Jalanan Seko Kulino. Jodoh takkan lari kemana.
Atau yang lebih nasionalis lagi. Sebagai warga negara yang baik (yang berumur di atas 17 tahun) kita
diberikan hak untuk memilih calon Presiden. Kita tahu bersama bahwa 33 Hari lagi kita akan memilih
seorang yang akan memimpin bangsa kita 5 tahun kedepan.
Kita bergumul. Melihat di TV, di media social yang ada, betapa buruknya pemimpin bangsa kita. Bangsa
kita hancur oleh karena para pemimpin menyalahgunakan kekuasaan yang diberikan. Korupsi terjadi di
Yanet.muna@gmail.com
mana-mana seakan sudah membudaya. Bahkan data terakhir dari KPK mengatakan ada 311 kepala
daerah yang tersandung kasus korupsi. Seakan-akan tidak ada lagi harapan bagi bangsa kita.
Sekali lagi kita harus benar-benar bergumul dengan calon pemimpin bangsa ini.
Saat ini kita diperhadapkan oleh 2 orang calon pemimpin yang mungkin membuat kita galau untuk
memilih salah satu dari keduanya. Namun yang jelas sebagai warga negara yang baik, maka kita tidak
boleh GOLPUT. Karena GOLPUT bukan pilihan. Suara kita bisa dipermainkan alias diperjual belikan oleh
pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, bergumullah dalam doa setiap saat dan
carilah terus-menerus informasi mengenai calon pemimpin bangsa kita, karena harpan kita bergantung
pada mereka.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata gumul berarti bergulat; bergelut

KALIMAT PERALIHAN:
Tidak dapat kita sangkali bahwa kita yang hidup di dunia yang tidak lepas dari yang namanya
PERGUMULAN. Namun, apakah hanya kita yang hidup saat inilah yang sedang dan pernah mengalami
PERGUMULAN?
Saat ini, kita akan bersama-sama belajar dari seorang raja Yehuda yang juga pernah mengalami
pergumulan berat pada masa hidupnya. Yaitu raja Hizkia. Tema khotbah kita pada malam ini membahas secara
khusus tentang RAJA HIZKIA dan PERGUMULANNYA.
Mari membaca teks Alkitab dalam Perjanjian Lama: II Raja-raja 18:1-39
Di sana ada 2 perikop yaitu Hizkia raja Yehuda dan Yerusalem dikepung oleh Sanherib raja Asyur
TEKS:
Kitab II Raja-raja dalam Bahasa aslinya atau Ibrani-nya disebut TANAKH. Sebenarnya merupakan bagian
dari kesatuan 4 kitab dalam Perjanjian Lama, namun karena alasan-alasan redaksi maka kitab TANAKH ini dibagi
atas 4 bagian, yaitu 1 Samuel, 2 Samuel, 1 Raja-raja dan 2 raja-raja. Kitab ini ditulis oleh seorang nabi atau
sejumlah nabi yang menulis di Babel selama masa pembuangan.
2 Raja-raja pasal 18-21 membahas secara khusus tentang KERAJAAN YEHUDA. Dalam teks yang cukup
panjang yang telah kita baca bersama tadi, dituliskan bahwa raja Hizkia menghadapi banyak situasi yang gawat,
baik bagi bangsanya maupun bagi dirinya sendiri.
Raja Hizkia dan Pergumulannya.
Dalam catatan sejarah raja-raja Israel, raja Hizkia adalah salah satu raja yang paling banyak mengalami
pergumulan dalam hidupnya.
Apa saja Pegumulan-pergumulan yang dialami oleh Raja Hizkia?
1. Pergumulan yang pertama: Dari Dalam Dirinya
Mari membaca pada ayatnya yang ke-2 dari 2 raja-raja 18. Ia memerintah kerajaan Israel Selatan yaitu
Yehuda ketika umurnya masih sangat muda yaitu 25 tahun (2 raja-raja 18-2).
Bangsa Israel terpecah menjadi 2 pada jaman Rehabeam, anak raja Salomo. Yaitu 10 suku di Israel Utara yang
ibukotanya Samaria dan 2 suku di Israel Selatan yang ibukotanya Yerusalem.
Raja Hizkia menggantikan ayahnya yaitu raja Ahas untuk memimpin Kerajaan Yehuda. Saat itu umurnya
masih sangat muda, yaitu 25 tahun, kira-kira perawakannya seperti kak Ratno. Masih sangat muda, masih
Yanet.muna@gmail.com
segar, masih ganteng, namun ia harus melewatkan masa mudanya itu untuk menjadi pemimpin bangsa
pilihan Allah, yaitu bani Daud.
Raja Hizkia yang muda bergumul dengan usianya. Masih sangat muda, namun tanggung jawab yang
dipercayakan kepadanya sangat besar (memimpin kerajaan Yehuda).

2. Pergumulan yang ke-2: Dari Luar Dirinya
Mari kita melihat pergumulan Hizkia yang lain. Pada perikop yang ke-2 dari pembacaan kita tadi dituliskan
pada 2 Raja-raja 18:14b. Kemudian raja Asyur membebankan kepada Hizkia, raja Yehuda, 300 talenta
perak dan 30 talenta emas.. ayat 15 Hizkia memberikan segala perak yang terdapat dalam rumah TUHAN
dan dalam perbendaharaan istana raja.

Eksegese: Pada masa itu, belum mengenal mata uang sehingga yang menjadi ukuran kekayaan dan
kekuasaan adalah berapa jumlah emas dan perak yang dimiliki oleh seseorang/suatu bangsa.
Ukuran 1 talenta= 3.000 syikal= kurang lebih 34 kilo gram.
Kalau menghitung jumlah yang harus dibayar oleh raja Hizkia untuk menjamin keamanan bangsanya terhadap
bangsa Asyur adalah: 300 talenta perak x 34 kg = 10.200 kg ; 30 talenta emas x 34 kg = 1.020 kg
Kalau sekarang, cincin emas 5 gram saja harga sudah 2,5 jt. Apalagi 1.020 kg?
Namun itulah salah satu pergumulan Hizkia, ia harus membayar untuk bangsanya. Itulah harga yang
harus dibayar oleh seorang raja Yehuda untuk menjamin keamanan dan keselamatan bangsanya.
Raja Hizkia bergumul dengan bangsanya. Ia sangat tertekan oleh ancaman Sanherib, raja Asyur. Sehingga
mau tidak mau, demi ia harus membayar upeti (ayat 14b-15). Apa itu Upeti?. Upeti adalah uang, emas atau
sebagainya yang wajib dibayarkan (dipersembahkan) oleh negara kecil kepada raja atau negara yang berkuasa
atau yang menaklukan.


PERALIHAN:

Raja Hizkia menghadapi dua pergumulan sekaligus, yaitu pergumulan dari luar maupun dari dalam dirinya.

ISI:

Namun, apa yang bisa kita pelajari dari RAJA HIZKIA DAN PERGUMULANNYA?
1. Ayat 3. ia melakukan apa yang benar.di mata TUHAN.
Raja Daud adalah raja Israel yang ke 2 menggantikan Saul. Alkitab mencatat bahwa Allah mengasihi Daud
dan berjanji bahwa Ia akan mengokohkan kerajaannya sampai selama-lamanya.
Dalam satu kisah ketika Daud diurapi menjadi raja, yaitu dalam 1 Samuel 16:7 Tetapi berfirmanlah
TUHAN kepada Samuel: Janganlah pandang parasnya atau perawakannya yang tinggi; sebab Aku telah
menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi
TUHAN melihat hati.
Seringkali kita suka memperhatikan penampilan seseorang. Secara tidak sadar ketika kita
memperhatikan, kita akan menilai orang itu dalam hati kita. Misalnya: Dari penampilannya yang cuek, ternyata
hatinya baik dan sangat romantis. Biasanya yang pacaran-pacaran itu suka saling memperhatikan satu sama lain,
begitu juga yang jomloh.. suka memperhatikan cidaha-nya.
Ya, kita seringkali menilai seseorang baik atau buruknya dari apa yang terlihat, pakaiannya, tutur katanya,
dsb. Betul tidak? Ya, itulah nature manusia. Namun, tidak bagi Tuhan.
Yanet.muna@gmail.com
Allah melihat perbuatan Hizkia. Terlebih daripada itu, Allah melihat isi hati Hizkia. Dan Allah yang sama pula, yang
melihat hati kita. Dalam pergumulannya, Hizkia tetap melakukan yang benar di mata TUHAN.
Bagaimana dengan kita? Ketika kita menghadapi suatu pergumulan, apakah kita tetap melakukan yang
benar di mata Tuhan? Atau sebaliknya, kita melakukan apa yang salah di mata Tuhan?
Apa saja hal-hal yang dianggap benar di mata Tuhan? Dari mana kita tahu bahwa ini benar, itu salah? Dari
membaca Firman Tuhan seiang dan malam.
Jawaban dari pertanyaan itu ada di dalam hati saudara. Tidak ada seorangpun yang tahu. Tetapi ingat, Allah
melihat hati.

2. Ayat 5 ia percaya kepada TUHAN,..Allah Israel..

Alkitab mencatat bahwa sebelum dan sesudah raja Hizkia, tidak ada yang sama seperti dia. Jika kita
membaca pasal-pasal sebelumnya kita akan melihat bagaimana kehidupan dan kepemimpinan raja-raja Israel
maupun raja-raja Yehuda. Raja Hizkia berbeda. Ia anti-kompromi.
Termasuk ayahnya sendiri yaitu raja Ahas, masih memiliki kompromi dalam kepemimpinannya. Ia
membiarkan bangsanya untuk melakukan praktek sinkretisme. Sinkretisme berarti perpaduan antara budaya dan
agama. Teks yang kita baca pada perikop pertama, di sana kita melihat keberanian dan ketegasan seorang raja
Hizkia. Ia tidak mengenal kompromi. Ia mengajak rakyatnya untuk hanya percaya pada Tuhan Allah Nenek
Moyangnya saja dan hanya berpaut kepada-Nya.
Namun, pergumulan apa yang dihadapi oleh Hizkia pada saat itu?
Apa yang dilakukan bangsanya? Mereka membakar korban bagi patung ular tembaga yang namanya disebut
Nehustan. Menurut orang Israel pada waktu itu, ular tembaga membawa keselamatan bagi bangsa mereka.
Mereka terus-menerus mengenang peristiwa penting perjalanan bangsa Israel tersebut yaitu ketika Musa
memimpin bangsa Israel Keluar dari Tanah Mesir (Bilangan 21:9).
Praktek penyembahan berhala ini sudah ada sejak jaman Musa sampai kepada jaman raja Hizkia. Namun,
ketika kepemerintahannya, ia berani mengambil sikap tegas tanpa kompromi. Ia harus menghancurkan patung
ular tedung itu agar bangsanya mau berpaling kepada Allah Israel.
Hizkia berani mengambil sikap karena ia tahu apa yang benar di hadapan Tuhan. Ia tahu kepada siapa ia
harus percaya dan mempercayakan dirinya. Yaitu kepada Allah Israel, bukan kepada allah-allah lain.
Ia mau menunjukkan bahwa Allah yang ia percayai adalah Allah yang hidup, bukan seperti berhala-
berhala yang mati yang disembah oleh bangsa-bangsa yang ada di sekitarnya (allah negeri Hamat dan Arpad.
Allah negeri Sefarwaim, Hena dan Iwa. (2 raja-raja 18:34).

3. Ayat 6 ia berpaut kepada TUHAN
Raja Hizkia tidak hanya percaya saja kepada TUHAN. Namun, ia juga berpaut kepada TUHAN.
Eksegese: Arti Kata berpaut pada versi Alkitab KJV lebih mendekati pada arti bahasa aslinya yaitu
bahasa Ibrani. Kata ini disebutkan atau memakai kata clave atau slave yang berarti budak atau clue
mengikuti segala petunjuk.
Berarti kata berpaut di sini dapat diartikan bahwa Hizkia memposisikan dirinya sebagai budak. Seorang
budak tentunya akan tunduk kepada apapun yang diperintahkan tuannya, dan yang dilakukan haruslah sesuai
dengan petunjuk-petunjuk yang diarahkan kepadanya. (sekali lagi).
Apa akibatnya jika kita berpaut kepada Tuhan?
Ayat 7a
Maka TUHAN menyertai dia, ke mana pun juga ia pergi berperang, ia beruntung.
Yanet.muna@gmail.com
Sudahkah hidup kita berpaut kepada Tuhan? Sudahkah kita berjalan mengikuti petunjuk-petunjuk Tuhan?
Ataukah kita berjalan menurut petunjuk-petunjuk kita sendiri, apa yang menurut kita baik? Atau lebih parahnya
lagi kita mengikuti petunjuk ramalan Zodiak Setiap Hari? Tinggal ketik (search google: key word ramalan zodiac
hari ini)
Leo: Asmara Ada seseorang yang membuat anda kasmaran.
Warna keberuntungan : Merah Bata (maka kita memakai pakaian warna merah menyala sepanjang hari
dan menyilaukan mata setiap orang yang melihat).
Berpaut kepada Tuhan berarti tunduk di bawah ke-Maha Kuasaan Tuhan dan berjalan mengikuti
segala petunjuknya. Ketika kita berpaut, kita tidak mungkin tersesat.

PENUTUP:
Raja Hizkia dan Pergumulannya

Pada akhirnya, kita telah bersama-sama belajar dari Raja Hizkia dan Pergumuannya.
Pergumulan itu bisa datang kapan saja, di mana saja, kepada siapa saja dalam kehidupan kita. Masalah
dan Pergumulan bisa berasal dari dalam diri kita maupun dari luar diri kita.
Tidak masalah dari manakah pergumulan itu datang, kita dapat memilih menjadi seperti Raja Hizkia.
Meskipun dia bergumul, dia tetap:
1. melakukan apa yang benar.di mata TUHAN.
2. percaya kepada TUHAN,..Allah Israel..
3. berpaut kepada TUHAN
Adakah saat ini kita bergumul dengan suatu masalah yang seakan-akan tidak ada jalan keluarnya? Mau
maju salah, mau mundur salah, kita merasa sendirian, tidak seorangpun yang ada yang dapat mengerti, entah itu
sahabat dekat, entah itu orang tua, siapapun itu. Masalah-masalah membuat kita terjepit dan memaksa kita
untuk bergumul sendirian. Namun, kita belajar dari Firman Tuhan malam hari ini bahwa Allah tidak pernah
sedetikpun meninggalkan orang yang percaya kepadanya. Sebab Ia melihat, apa yang tidak dilihat oleh manusia,
yaitu HATI.

Hanya Dekat All ahkuRasa tenang hatiku
Kau sertai j al anku s panj ang hidupku
Hanya dekat pada-Mu ada kekuatan baru
Kaul ah perli ndunganku, kes lamatanku
Kui ngin s l al u bersekutu dengan-MuMeni kmati hadi rat-Mu
Biarkan Roh-Mu tinggal dalam hi dupku
Sungguh indah bersama-Mu sel amanya



S O L I D E O G L O R I A