Anda di halaman 1dari 12

CASE STUDY

1. Kasus
Enam bulan yang lalu telah terjadi bencana banjir bandang di kecamatan L
dengan skala bencana provinsi. Ny. P kehilangan anaknya dalam bencana
tersebut. Selama 2 minggu terakhir Ny. P merasa sangat sedih dan sering
menangis bila teringat anaknya susah tidur hampir tiap hari menolak untuk
beraktivitas sehari!hari mempunyai pikiran untuk mati tidak na"su makan dan
mengalami penurunan ## secara drastis selama 1 bulan terakhir. Ny. P pernah
mengalami masalah yang mirip dengan yang dihadapinya sekarang sekitar 2
minggu setelah bencana akan tetapi tidak separah ini dan dapat hilang dengan
sendirinya.
2. $asalah pada Kasus %i &tas
P'S% (Post 'raumatic Stress %isorder)
*. Pengkajian Kepera+atan P'S%
, Keluhan
%ua minggu terakhir merasa sangat sedih dan sering menangis bila
teringat anaknya.
, -i+ayat penyakit
Ny. P pernah mengalami masalah yang mirip dengan yang dihadapinya
sekarang setelah 2 minggu setelah bencana akan tetapi tidak separah ini
dan dapat hilang dengan sendirinya.
-i+ayat menyebutkan bah+a pasien pernah memiliki &S% (&cute Stress
%isorder).
.. Pengkajian %-E&$S
a. %etachment
$enolak untuk beraktivitas sehari!hari.
b. -e e/!periencing
1
Klien menjadi sedih dan sering menangis bila mengingat anaknya yang
meninggal dalam bencana banjir. Klien mengalami "lashback terhadap
kejadian traumatic yang menimpanya. Pada beberapa klien P'S% ada
yang sampai mengalami nightmare (mimpi buruk) tentang kejadian !
kejadian yang membuatnya sedih.
c. Event
#encana banjir yang merenggut anaknya.
d. &voidance
$enolak untuk beraktivitas
e. $onths
0 bulan yang lalu
". Sympathetic
Klien menjadi memiliki emosi yang dangkal dan mudah menangis.
1. Pengkajian Pola 2ungsional
a. &kti"itas dan istirahat
3 $enurunnya aktivitas "isik
3 $elamun berkepanjangan
3 Kehilangan minat terhadap semua hal
3 $enghindari aktivitas tempat berpikir merasakan atau percakapan
yang berhubungan dengan trauma.
3 4angguan tidur
3 'idak na"su makan dan mengalami penurunan berat badan secara
drastis selama satu bulan terakhir.
b. 5ntegritas ego.
3 $erasa sangat sedih dan sering menangis bila teringat anaknya.
3 P'S% kronik dengan gejala lebih dari * bulan
c. Neurosensori
3 Selalu teringat akan peristi+a yang menyedihkan yang telah dialami
(kehilangan anaknya).
3 4angguan kogniti" sulit berkonsentrasi
3 Perubahan perilaku (murung pesimistik berpikir yang menyedihkan
iritabel)
3 &"ek depresi.
2
d. Keamanan
Klien memiliki gagasan6 pikiran untuk mati
e. 5nteraksi sosial
3 Kehilangan minat sosial
3 $enolak untuk berakti"itas sehari!hari
3 $enghindari orang6 tempat6 kegiatan yang menimbulkan ingatan
tentang trauma penurunan responsi" mati rasa secara psikis
pemisahan emosi6 mengasingkan diri dari orang lain
0. 5ntervensi Kepera+atan P'S%
a. $endorong klien untuk berbicara mengenai traumanya.
b. $enyediakan lingkungan yang tenang aman dan nyaman bagi klien.
c. $emenuhi kebutuhan dasar klien dengan "okus pada rasa lapar kelelahan
kedinginan dan rasa kesepian klien.
d. $embangun rasa percaya antara klien dan pera+at dengan menunjukkan
perilaku yang positi" konsisten jujur dan perilaku non!judgemental.
e. #erkomunikasi dengan jelas dan singkat.
". $emoti"asi klien untuk berbicara dengan orang lain
g. $embantu klien memahami bah+a gejala yang ditunjukkannya
merupakan hal respon yang +ajar atau umum terhadap stressor.
h. $emasukkan klien kedalam terapi kelompok atau sel" health group.
i. $endorong klien menghadapi situasi tidak menyenangkan.
j. $embantu klien menghadapi gejala yang tidak menyenangkan.
k. $engidenti"ikasi masalah kesehatan ji+a lain pada klien.
l. #ila perlu re"er ke spesialis keji+aan.
m. $empersiapkan klien untuk pulang dan kembali ke masyarakat.
7. Strategi 'rauma 8ealing pada Ny. P
a. 'erapi modalitas yang digunakan pada kasus Ny. P adalah 9#' (Cognitive
Behavior Therapy) atau disebut juga terapi perilaku kogniti" dengan
menggunakan teknik menghentikan pikiran.
*
b. Pengertian 9#' (Cognitive Behavioral Therapy)
9#' merupakan model terapi terstruktur jangka pendek yang melibatkan
kolaborasi antara individu yang bermasalah dengan terapisnya dalam
rangka mencapai tujuan terapetik yang telah disepakati bersama.
c. 'ujuan 9#' (Cognitive Behavioral Therapy)
'ujuan terapi ini adalah mengidenti"ikasi pikiran pikiran yang tidak
rasional mengumpulkan bukti bah+a pikiran tersebut tidak rasional untuk
mela+an pikiran tersebut yang kemudian mengadopsi pikiran yang lebih
realistik untuk membantu mencapai emosi yang lebih seimbang. $etode
9#' ini berkaitan dengan cara ber"ikir seseorang dan keyakinan dengan
pola perilakunya.
d. 9iri!ciri 9#' (Cognitive Behavior Therapy)
9iri!ciri 9#' (Cognitive Behavioral Therapy) diantaranya adalah
melibatkan kerja sama akti" antara klien terapis dan key others atau
relevan others, psikolog6 terapis sebagai mediator dan "asilitator serta
menolong klien mengenali pola ber"ikir yang menjadi sebab timbulnya
dis"ungsi perilaku.
e. 'eknik!'eknik yang dapat digunakan dalam terapi 9#' (Cognitive
Behavioral Therapy)
#eberapa teknik!teknik yang dapat digunakan dalam terapi 9#'
(Cognitive Behavioral Therapy) adalah sebagai berikut:
1) 'erapi kogniti" perilaku: menghentikan pikiran.
%e"inisi: Salah satu teknik terapi kogniti" perilaku yang dilakukan
pera+at untuk membantu pasien menghentikan pikiran negati"nya.
'ujuan: Pasien terbebas dari pikiran negati" atau pikiran yang
menyimpang sehingga perilakunya adapti".
5ndikasi: Semua pasien yang memiliki pikiran negati" atau pikiran
menyimpang dan mengganggu perilaku (maladapti").
2) 'erapi kogniti" perilaku: mengganti pikiran.
%e"inisi: Salah satu teknik terapi kogniti" perilaku yang dilakukan
pera+at untuk membantu klien mengganti pikiran negati"nya dengan
yang positi" dan telah disepakati.
.
'ujuan: Klien telah terbebas dari pikiran negati" atau pikiran yang
menyimpang digantikan dengan pikiran yang positi" sehingga
perilakunya adapti".
5ndikasi: Semua klien yang memiliki pikiran negsti" atau pikirsn
menyimpang dan mengganggu perilaku (maladapti").
*) 'erapi kogniti" perilaku: penangkapan pikiran.
%e"inisi: Salah satu teknik terapi kogniti" dimana pera+at mengkaji isi
atau bentuk pikiran yang merusak atau menyimpang seperti:
generalisasi stempel pikiran dan lain!lain.
'ujuan:
a) $engidenti"ikasikan isi atau bentuk pikiran yang menyimpang.
b) $enentukan isi atau bentuk pikiran menyimpang yang akan
diintervensikan pada tahap berikutnya.
5ndikasi: Psikoneurosa dengan gangguan perilaku psikotik dengan
+aham dan halusinasi klien umum ingin menghilangkan perilaku
tertentunya.
.) 'erapi perilaku: guide imagery
%e"inisi: Salah satu teknik terapi perilaku dengan memberikan
petunjuk terbimbing kepada klien dalam berimaginasi6 khayal
6membayangkan sesuai dengan kemampuan dalam rangka mereduksi
stress "isik dan mental.
'ujuan:
a) -elaksasi otot!otot tubuh.
b) $emberikan rasa nyaman.
c) $engalihkan perhatian.
d) $engurangi rasa nyeri sakit.
e) $engurangi distress.
5ndikasi: Stress cemas depresi nyeri hipokondria.
1) 'erapi kogniti" perilaku: uji realitas
%e"inisi: Salah satu teknik terapi kogniti" dimana pera+at menguji
distorsi kogniti" klien sampai benar!benar logis dan rasional.
'ujuan:
a) $enetapkan distorsi kogniti" klien secara logis!rasional
1
b) 'ercapainya kata akhir bah+a klien benar benar ingin
menghilangkan distorsi kogniti" tersebut.
5ndikasi: 5ndikasi : klien dengan distorsi kogniti" baik psikotik
maupun neurotik.
;. Preplanning
Satuan &cara Pengajaran 'erapi Kogniti" Perilaku: $enghentikan Pikiran.
0
SATUAN ACARA PENGAJARAN
Pokok #ahasan : 'erapi Kogniti" Perilaku
Sub Pokok #ahasan : 'erapi Kogniti" Perilaku: $enghentikan Pikiran
Sasaran : Pasien Ny. < dengan 4angguan =i+a P'S%
>aktu Pertemuan : *? menit
'anggal : Kamis 0 =uni 2?1.
'empat : -umah Ny. <.
1. Latar Belakang
4angguan ji+a adalah suatu keadaan yang komplek yang
memerlukan pera+atan secara menyeluruh. #anyak pilihan terapi yang bisa
digunakan. Cognitive Behavioral Therapy atau terapi kogniti" perilaku adalah
bagian dari terapi modalitas dalam kepera+atan ji+a. 9#' merupakan model
terapi terstruktur jangka pendek yang melibatkan kolaborasi antara individu
yang bermasalah dengan terapisnya dalam rangka mencapai tujuan terapetik
yang telah disepakati bersama. Cognitive Behavioral Therapy (9#')
merupakan salah satu pendekatan psikoterapi yang paling banyak diterapkan
dan telah terbukti e"ekti" dalam mengtatasi berbagai gangguan termasuk
kecemasan dan depresi.
&sumsi yang mendasari Cognitive Behavioral Therapy (9#')
terutama untuk kasus depresi yaitu bah+a gangguan emosional berasal dari
distorsi (penyimpangan) dalam berpikir. Perbaikan dalam keadaan emosi
hanya dapat berlangsung lama kalau dicapai perubahan pola!pola berpikir
selama proses terapi. %emikian pula pada pasien pola berpikir yang
maladaptive (dis"ungsi kogniti") dan gangguan perilaku. Salah satu teknik
yang dapat diterapkan dalam 9#' adalah terapi perilaku kogniti":
menghentikan pikiran. 'erapi kogniti" perilaku dengan teknik menghentikan
pikiran dilakukan oleh pera+at untuk membantu pasien menghentikan pikiran
negati"nya. %engan kemampuan pasien untuk menghentikan pikiran!pikiran
negati"nya tersebut pasien diharapkan mampu melakukan perubahan cara
berpikir dan mampu mengendalikan gejala gejala dari gangguan yang dialami.
7
2. Tujuan
Setelah mengikuti proses terapi perilaku kogniti": menghentikan pikiran@ klien
dapat terbebas dari pikiran negati" atau pikiran yang menyimpang digantikan
dengan pikiran yang positi" sehingga perilakunya adapti".
*. Metode
a. %iskusi
b. %emonstrasi
c. 'anya ja+ab
.. Persiaan Alat
a. Kursi yang ada sandaran kepala dan tangan (satu pera+at A satu pasien).
b. %okumen distorsi kogniti" pasien.
1. Persiaan Te!at
a. -uangan yang nyaman dan tenang.
b. 'ertutup (minimalisir stimulus).
0. Setting Te!at
Klien dan terapis duduk di kursi dan saling berhadapan.
7. "riteria E#aluasi
a. Klien mengatakan pikiran menjadi lebih tenang setelah melakukan terapi
perilaku kogniti": menghentikan pikiran!pikiran negati".
b. Klien mampu menjelaskan pengertian tujuan serta langkah!langkah terapi
kogniti": menghentikan pikiran negati".
c. Klien mampu mempraktikkan dengan baik terapi perilaku kogniti" dengan
cara menghentikan pikiran!pikiran negati" sesuai yang diajarkan oleh terapis.
;
;. Susunan A$ara
No "egiatan %aktu "egiatan Peserta
1 Pendahuluan
, $emberi salam
, $engingatkan kembali nama pera+at
, $enegaskan kembali kontrak untuk
terapi
, $enjelaskan pengertian dan tujuan
terapi
, $enanyakan kesiapan klien untuk
terapi
1 menit , $enja+ab salam
, $endengarkan
2 Kegiatan inti
, $enanyakan keluhan utama atau
memberikan kesempatan klien bertanya
atau menyampaikan sesuatu (=ika perlu
tindak lanjuti sementara).
, $enjelaskan prosedur terapi sekaligus
mendemonstrasikan.
, $embantu pasien untuk melakukan
perasat!perasat sebagai berikut:
! Letakkan tubuh klien dan semua
anggota badan termasuk kepala
(bersandar) pada kursi senyaman
mungkin
! 'utup mata
! &mbil na"as melalui hidung
(secukupnya) tahan sebentar
keluarkan melalui mulut perlahan!
lahan (lakukan sampai merasa
tenang).
! $inta pasien untuk menghadirkan
pikiran!pikiran yang tidak
menyenangkan atau menyakitkan
yang telah disepakati untuk
11 menit , $enja+ab
, $emperhatikan
, $empraktikkan
B
dihentikan. (%ia+ali dari hal positi"
ke hal!hal negati" atau hal!hal
menyenangkan ke hal!hal
menyakitkan).
! Pastikan klien mampu menghadirkan
pikiran!pikiran negati" tersebut.
(Perhatikan responnya).
! $inta klien untuk mengatakan pada
dirinya CS'DPEF (%engan penuh
kesungguhan).
! #uka mata.
, $emberikan reinforcement (pujian)
kepada klien karena telah
melakukannya dengan baik.
* Penutup
, $enanyakan atau mengevaluasi respon
klien setelah melakukan terapi.
, $engevaluasi kemampuan klien
terhadap apa yang telah diajarkan.
($encakup pengertian tujuan langkah!
langkah sekaligus praktik).
, $enyimpulkan isi dari seluruh kegiatan
yang telah dilakukan.
, $emberikan follow up apa yang harus
dilakukan selanjutnya. ('erapkan dalam
kehidupan sehari A hari apabila datang
lagi pikiran seperti itu).
, $elakukan kontrak bila diperlukan
, $emberikan salam penutup
1 menit , $enja+ab
, $enja+ab dan
mempraktikkan.
, $endengarkan
, $endengarkan
, $enja+ab
, $enja+ab salam
1?
LAMP&RAN MATER&
Terai "ogniti' Perilaku( Meng)entikan Pikiran
1. Pengertian
$erupakan salah satu teknik terapi kogniti" perilaku yang dilakukan pera+at
untuk membantu pasien menghentikan pikiran negati"nya.
2. Tujuan
Klien dapat terbebas dari pikiran negati" atau pikiran yang menyimpang
digantikan dengan pikiran yang positi" sehingga perilakunya adapti".
*. Langka)*Langka)
! Letakkan tubuh klien dan semua anggota badan termasuk kepala
(bersandar) pada kursi senyaman mungkin.
! 'utup mata
! &mbil na"as melalui hidung (secukupnya) tahan sebentar keluarkan
melalui mulut perlahan!lahan (lakukan sampai merasa tenang).
! $ulai mencoba menghadirkan pikiran!pikiran yang tidak menyenangkan
atau menyakitkan yang telah disepakati untuk dihentikan. (%ia+ali dari
hal positi" ke hal!hal negati" atau hal!hal menyenangkan ke hal!hal
menyakitkan).
! Pastikan bah+a pikiran!pikiran negati" dapat dihadirkan.
! Katakan pada diri sendiri CS'DPEEF dengan penuh kesungguhan).
! #uka mata.
! -asakan respon yang ada setelah melakukan terapi.
! $asukkan ke dalam jad+al kegiatan.
! $engulang prosedur terapi ketika pikiran!pikiran negati" datang.
DA+TAR PUSTA"A
11
Prati+i &nggi. (2?1?). PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) %iakses dari
+++.scrib.com6doc6.122117*6askep!P'S% tanggal B =uni 2?1. jam 2?.??.
&nonim. (2?11). Terapi !odalitas" Standar #perating Procedure (S#P) Terapi
$ognitif Perilaku" !enghentikan Pikiran %iakses dari
http:66lovelylive.+ordpress.com62?116?;61B6terapi!modalitas pada tanggal B =uni 2?1.
jam 2?.??
-ini Parlina dkk. (2?1*). %suhan $eperawatan %nak Post Traumatic Stress Disorder
(PTSD) %iakses dari http:66+++.scribd.com6doc61.B0;;1B.6&skep!Ptsd!Lengkap
pada tanggal ; =uni 2?1. jam 1B.*?.
12