Anda di halaman 1dari 27

PERATURAN AKADEMIK UIM - 2013 Page 1

BAB I
KETENTUAN UMUM

PASAL 1

Dalam peraturan akademik ini yang dimaksud dengan:
1. Pendidikan tinggi adalah kelanjutan pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk
menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan
akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau
menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian.
2. Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi yang
dapat berbentuk akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, atau universitas.
3. Pendidikan akademik adalah pendidikan yang diarahkan terutama pada penguasaan ilmu
pengetahuan, teknologi dan/atau seni dan diselenggarakan oleh sekolah tinggi, institut, dan
universitas.
4. Pendidikan profesional adalah pendidikan yang diarahkan terutama pada kesiapan
penerapan keahlian tertentu dan diselenggarakan oleh akademi, politeknik, sekolah tinggi,
institut, dan universitas.
5. Menteri adalah menteri pendidikan nasional.
6. Universitas adalah Universitas Islam Makassar (UIM).
7. Rektor ialah pimpinan perguruan tinggi di UIM.
8. Fakultas adalah fakultas dalam lingkungan UIM.
9. Program Pascasarjana adalah PPs dalam lingkungan UIM.
10. Dekan adalah pimpinan fakultas yang memiliki kompetensi keilmuan dan kapasitas lainnya
dalam lingkungan UIM yang ditetapkan dengan Surat Keputusan (SK) Rektor
11. Direktur adalah pimpinan PPs dalam lingkungan UIM yang memailiki kompetensi
keilimuan dan kapasitas lainnya yang ditetapkan dengan SK Rektor .
12. Program Studi adalah program studi dalam lingkungan UIM.
13. Senat ialah senat Universitas Islam Makassar.
14. Ketua Program Studi (KPS) adalah dosen tetap yang sesuai dengan kompetensi
keilmuannya dan kapasitas lainnya ditetapkan oleh rektor menjadi ketua program studi.
15. Mahasiswa adalah peserta didik di UIM yang telah melunasi sumbangan pembinaan
pendidikan (SPP) dan biaya penyelenggaraan pendidikan (BPP) serta memenuhi persyaratan
lain yang ditetapkan universitas.
16. Mahasiswa baru adalah mahasiswa yang baru pertama kali terdaftar untuk mengikuti suatu
program studi di UIM dan bukan mahasiswa pindahan.
PERATURAN AKADEMIK UIM - 2013 Page 2

17. Mahasiswa pindahan adalah mahasiswa perguruan tinggi lain yang pindah ke UIM dan
mahasiswa UIM yang pindah dari program studi yang satu ke program studi yang lain.
18. Mahasiswa lanjut studi adalah mahasiswa terdaftar untuk mengikuti suatu program studi di
UIM sebagai kelanjutan program studi yang telah dilulusi dilusi sebelumnya dan atau alih
program dengan tujuan untuk memperoleh ijazah program sarjana (S1) yang sesuai
kebutuhan mahasiswa bersangkutan.
19. Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi
maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang
digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi.
20. Kurikulum inti merupakan penciri dari kompetensi utama.
21. Kurikulum institusional merupakan sejumlah bahan kajian dan pelajaran yang merupakan
bagian dari kurikulum pendidikan tinggi sebagai kompetensi pendukung.
22. Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki
seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan
tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu.
23. Program studi adalah kesatuan rencana belajar sebagai pedoman penyelenggaraan
pendidikan akademik dan/atau profesional yang diselenggarakan atas dasar suatu kurikulum
serta ditujukan agar mahasiswa dapat menguasai pengetahuan, keterampilan, dan sikap
sesuai dengan sasaran kurikulum.
24. Program reguler adalah program pendidikan yang diselenggarakan oleh UIM yang diikuti
oleh peserta didik secara penuh waktu pada program studi yang telah memperoleh ijin
penyelenggaraan dari Depdiknas.
25. Sistem kredit semester (SKS) adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan
menggunakan satuan kredit semester (sks) untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban
kerja dosen, pengalaman belajar, dan beban penyelenggaraan program.
26. Semester adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri atas 16 minggu kuliah, atau kegiatan
terjadwal lainnya, berikut kegiatan iringannya, termasuk 2 minggu kegiatan penilaian (ujian
tengah semester dan ujian akhir semester).
27. Satuan kredit semester (sks) adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang
diperoleh selama 1 semester melalui kegiatan terjadwal per minggu sebanyak 1 jam
perkuliahan atau 2 jam praktikum atau 4 jam kerja lapangan, yang masing-masing diiringi
oleh sekitar 1 sampai 2 jam kegiatan terstruktur dan sekitar 1 sampai 2 jam kegiatan
mandiri.
PERATURAN AKADEMIK UIM - 2013 Page 3

28. Semester pendek adalah satuan waktu kegiatan akademik yang terdiri atas 8 sampai 9
minggu kegiatan kuliah, termasuk kegiatan evaluasi, yang diselenggarakan antara semester
genap dan semester ganjil.
29. Garis-garis program pengajaran (GBPP) adalah program pengajaran yang meliputi satu
matakuliah untuk diajarkan selama 1 semester.
30. Satuan acara pengajaran (SAP) adalah program pengajaran yang meliputi 1 matakuliah
untuk diajarkan selama 1 kali atau beberapa pertemuan.
31. Matakuliah pengembangan kepribadian (MPK) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran
untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan
Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap, dan mandiri serta
mempunyai rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
32. Matakuliah keilmuan dan keterampilan (MKK) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran
ditujukan terutama untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan keterampilan tertentu.
33. Matakuliah keahlian berkarya (MKB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang
bertujuan menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan dasar ilmu dan
keterampilan yang dikuasai.
34. Matakuliah perilaku berkarya (MPB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang
bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya
menurut tingkat keahlian berdasarkan dasar ilmu dan keterampilan yang dikuasai.
35. Matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB) adalah kelompok bahan kajian dan
pelajaran yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah berkehidupan
bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya.
36. Matakuliah pilihan (MKP) adalah matakuliah yang dapat dipilih untuk melengkapi ilmu
pengetahuan dan keterampilan yang menopang kompetensi.
37. Indeks prestasi (IP) adalah angka prestasi akademik mahasiswa yang dihitung dari jumlah
perkalian nilai hasil belajar dengan bobot sks yang dibagi dengan jumlah kredit.
38. Tugas akhir adalah karya tulis akademik hasil studi dan/atau penelitian yang dilakukan
secara mandiri yang dilakukan oleh mahasiswa di bawah bimbingan tim pembimbing,
sebagai tugas akhir mahasiswa pada setiap jenjang pendidikan.
39. Transkrip akademik adalah daftar yang memuat nilai hasil belajar dan IP semua matakuliah
yang ditempuh mahasiswa selama mengikuti pendidikan.
40. Kalender akademik adalah jadwal kegiatan akademik tahunan.
PERATURAN AKADEMIK UIM - 2013 Page 4

41. Sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) adalah dana yang wajib dibayar oleh mahasiswa
satu kali selama menjadi mahasiswa, sedangkan biaya penyelenggaraan pendidikan (BPP)
adalah dana yang wajib dibayar pada setiap semester.

BAB II
TUJUAN DAN ARAH PENDIDIKAN

PASAL 2
TUJUAN PENDIDIKAN

Adapun tujuan pendidikan yang ingin dicapai UIM sesuai amanat Pasal 13 Statuta UIM
2011 adalah menghasilkan sarjana dan tenaga ahli yang beriman, bertaqwa, berilmu, dan
berakhlak mulia serta terampil dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni
(IPTEKS) sesuai ajaran Islam Ahlusunnah Wal Jamaah An Nahdiayah.
Tujuan tersebut di atas dijabarkan sebagai berikut :
1. Membentuk manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak muliah,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab berdasarkan ajaran Islam Ahlusunnah Wal Jamaah.
2. Membentuk manusia Indonesia yang bertanggung jawab atas kelangsungan hidup agama,
bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
3. Membentuk manusia yang bertanggung jawab atas pengetahuan, sikap, perilaku, dan
kesejahteraan masyarakat Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya.
4. Membentuk manusia secara pribadi yang bertanggung jawab mengusahakan ilmu
pengetahuan dan teknologi serta seni.
5. Membentuk manusia yang mampu memangku jabatan negara, jabatan penting lainnya, dan
pekerjaan masyarakat yang membutuhkan pendidikan, pengajaran, perencanaan, konseling,
evaluasi, dan pengetahuan lainnya.
6. Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai dasar penyelenggaraan
pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
7. Menghasilkan tenaga ahli yang profesional pada berbagai jenjang, jenis kemampuan dalam
menunjang kelancaran pelaksanaan pembangunan nasional.
8. Mengembangkan dan menghasilkan berbagai karya inovatif produktif untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat dalam menghadapi tantangan dan persaingan global.
9. Mengembangkan dan melaksanakan program pendidikan untuk kebutuhan tenaga
penunjang akademik di dalam dan di luar negeri.
PERATURAN AKADEMIK UIM - 2013 Page 5

10. Mengembangkan pelayanan dan sistem informasi manajemen untuk sivitas akademika
UIM dan masyarakat luas.
11. Menggalakkan dawah dan kajian ilmiah dalam semua cabang ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni dengan menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat.

PASAL 3
ARAH PENDIDIKAN AKADEMIK

1. Pendidikan akademik adalah program sarjana dan pascasarjana.
2. Program sarjana diarahkan pada hasil lulusan yang memiliki kualifikasi sebagai berikut:
a. Menguasai dasar-dasar ilmiah dan keterampilan bidang keahlian tertentu sehingga
mampu menemukan, memahami, menjelaskan dan merumuskan cara penyelesaian
masalah yang ada di dalam kawasan keahliannya.
b. Mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya sesuai
dengan bidang keahliannya dalam kegiatan produktif dan pelayanan kepada masyarakat
dengan sikap dan perilaku yang sesuai dengan tata kehidupan bersama.
c. Mampu bersikap dan berperilaku dalam membawakan diri berkarya di bidang
keahliannya maupun dalam kehidupan bersama di masyarakat.
d. Mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau seni yang
merupakan keahliannya.
e. Mampu mengaktualisasikan IPTEKS dan kepemimpinan Islami dengan jiwa
kewirausahaan yang berazaskan Islam Ahlusunnah Wal Jamaah.

3. Program Pascasarjana diarahkan pada hasil lulusan yang memiliki kualifikasi sebagai
berikut :
a. Program Magister
1) mampu menganalisis perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/ atau
seni dengan cara menguasai dan memahami pendekatan, metode dan kaidah
keilmuan disertai penerapannya sesuai dengan disiplin ilmunya dalam bidang
ilmu tertentu;
2) mampu memecahkan permasalahan di bidang disiplin ilmunya melalui
penelitian dan pengembangan berdasarkan kaidah ilmiah;
3) mampu mengembangkan kinerja dalam karir tertentu yang ditunjukkan
dengan ketajaman analisis permasalahan secara komprehensif;
PERATURAN AKADEMIK UIM - 2013 Page 6

4) mampu menggunakan bahasa Inggris baik pasif maupun aktif;
5) memiliki kemapuan mengintegrasikan ilmu dan pengetahuan keahliannya
dengan landasan ajaran Islam Ahlu Sunnah Wal Jamaah.
b. Program Doktor
1) mampu mengembangkan konsep ilmu, teknologi dan/atau seni dalam bidang
disiplin keilmuannya;
2) mampu melaksanakan, mengelola, memimpin, dan mengembangkan program
penelitian;
3) mampu melakukan pendekatan interdisipliner dalam berkarya;
4) mampu menemukan kebaruan (novelty) dalam teori dan berkarya;
5) mampu menggunakan bahasa Inggris baik pasif maupun aktif;
6) memiliki kemapuan mengintegrasikan ilmu dan pengetahuan keahliannya
dengan landasan ajaran Islam Ahlu Sunnah Wal Jamaah.

PASAL 4
ARAH PENDIDIKAN VOKASI

1. Pendidikan vokasi adalah merupakan pendidikan tinggi yang maksimal setara dengan
program sarjana yaitu dapat berupa Diploma I, Diploma II, Diploma III dan Diploma IV.
2. Pendidikan vokasi lebih diarahkan untuk mempersiapkan peserta didik memiliki pekerjaan
dengan keahlian terapan tertentu.

PASAL 5
ARAH PENDIDIKAN PROFESIONAL

1. Pendidikan profesional adalah merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana
yaitu dapat berupa pendidikan profesi umum, Spesialis I dan Spesialis II.
2. Program profesi diarahkan pada hasil lulusan yang menguasai dan berkemampuan dalam
melaksanakan pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus untuk memecahkan masalah
yang sudah akrab sifat-sifat maupun konteksnya secara mandiri, baik dalam bentuk
pelaksanaan maupun tanggungjawab pekerjaannya.
3. Arah pendidikan profesi yang dimaksud pada ayat 2 tersebut adalah :
a. Program Pendidikan Profesi Umum (seperti : dokter, pengacara, apoteker,
konselor, guru) :
1) mampu mengembangkan perilaku yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berbudi luhur, berkepribadian mantap, mandiri dan
PERATURAN AKADEMIK UIM - 2013 Page 7

mempunyai rasa tanggung jawab dan motivasi altruistik dalam pelayanan
profesi dan kehidupan kemasyarakatan pada umumnya;
2) menguasai landasan keilmuan dan keterampilan keahlian profesional yang
relevan dengan bidang ilmu yang diperoleh pada program sarjana sebagai
landasan keterampilan keahlian khusus dalam profesi yang dibangun;
3) mampu mengembangkan pelayanan keahlian profesional berkenaan dengan
praktik keahlian khusus profesional dengan penguasaan keterampilan keahlian
yang tinggi;
4) mampu mengembangkan perilaku pelayanan profesional berkenaan dengan
berkehidupan dan kegiatan pelayanan profesional berlandaskan dasar keilmuan
dan substansi profesi sesuai dengan karir profesi yang dipilih, terutama
berkenaan dengan etika profesional, riset dalam bidang profesi, dan
organisasi profesi;
5) mampu mengembangkan kehidupan bermasyarakat profesi, berkenaan
dengan kaidah-kaidah kerjasama profesional dalam berkehidupan masyarakat
profesi sesuai dengan karir profesi yang dipilih, terutama dalam hubungan
antar individu dan hubungan kolaboratif antar anggota profesi sendiri dan
profesi lain, yaitu dalam pembentukan tim kerjasama, pelaksanaan
kerjasama dan tanggung jawab bersama profesional;
6) memiliki kemapuan mengintegrasikan ilmu dan pengetahuan keahliannya
dengan landasan ajaran Islam Ahlu Sunnah Wal Jamaah An Nahdiayah.

b. Program pendidikan Spesialis Satu dan Spesialis Dua :
1) menguasai lebih mendalam aspek-aspek keilmuan dan substansi keahlian
profesional spesifik tertentu di atas penguasaan aspek-aspek keahlian
profesional umum yang telah diperoleh pada program pendidikan Profesi
Umum;
2) menguasai dan mampu mempraktikkan keahlian profesional yang lebih tinggi
terhadap substansi keahlian spesifik di atas aspek-aspek keahlian profesional
umum yang telah diperoleh pada program pendidikan Profesi Umum;
PERATURAN AKADEMIK UIM - 2013 Page 8

3) memiliki kemapuan mengintegrasikan ilmu dan pengetahuan keahliannya
dengan landasan ajaran Islam Ahlu Sunnah Wal Jamaah.

BAB III
BEBAN DAN MASA STUDI

PASAL 5
PROGRAM PENDIDIKAN VOKASI
1. Beban dan masa studi program Diploma I adalah minimal 40 SKS dengan lama studi 1 2
tahun
2. Beban dan masa studi program Diploma II adalah minimal 76 SKS dengan lama studi 2 3
tahun
3. Beban dan masa studi program Diploma III adalah minimal 112 SKS dengan lama studi 3
5 tahun
4. Beban dan masa studi program Diploma IV adalah minimal 144 SKS dengan lama studi 4 -
7 tahun
PASAL 6
PROGRAM SARJANA

Beban studi program sarjana sekurang-kurangnya 144 sks dan sebanyak-banyaknya 160 sks
yang dijadwalkan untuk 8 semester dan dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 8 semester dan
selama-lamanya 14 semester setelah pendidikan menengah.

PASAL 7
PROGRAM PASCASARJANA

1. Beban dan masa studi Program Magister adalah 36 SKS dengan lama studi 2 4
tahun diluar beban sks matrikulasi
2. Beban dan masa studi Program Doktor adalah 42 SKS dengan lama studi 3 5 tahun
diluar beban sks matrikulasi
3. Beban sks matrikulasi ditetapkan oleh Program studi maksimal 12 sks sesuai
dengan kebutuhan pencapaian kompetensi lulusan, atau diberikan untuk calon
peserta didik yang belum memenuhi standar mutu input.



PERATURAN AKADEMIK UIM - 2013 Page 9

PASAL 8
PROGRAM PROFESI

1. Beban dan masa studi program profesi umum adalah minimal 36 sks dengan lama
studi 1 3 tahun
2. Beban dan masa studi program profesi Spesialis I adalah minimal 36 sks dengan
lama studi 1 3 tahun
3. Beban dan masa studi program profesi Subspesialis (Spesialis II) adalah minimal 40
sks dengan lama studi 2 6 tahun

BAB IV
KURIKULUM

PASAL 9
KURIKULUM INTI DAN KURIKULUM INSTITUSIONAL

1. Kurikulum pendidikan tinggi yang menjadi dasar penyelenggaraan program studi terdiri atas
kurikulum inti dan kurikulum institusional.
2. Kurikulum inti terdiri atas kelompok matakuliah pengembangan kepribadian, kelompok
matakuliah yang mencirikan tujuan pendidikan dalam bentuk penciri ilmu pengetahuan dan
keterampilan keahlian berkarya, sikap berperilaku dalam berkarya, dan cara berkehidupan
bermasyarakat, sebagai persyaratan minimal yang harus dicapai peserta didik dalam
penyelesaian suatu program studi.
3. Kurikulum institusional terdiri atas tambahan dari kelompok ilmu dalam kurikulum inti
yang disusun dengan memperhatikan keadaan dan kebutuhan lingkungan serta ciri khas
UIM.

PASAL 10
PEMBOBOTAN DAN PENYUSUNAN KURIKULUM

1. Kurikulum inti program vokasi, program sarjana, pascasarjana dan program profesi terdiri
atas kelompok MPK, MKK, MKB, MPB, dan MBB.
2. Kurikulum inti program vokasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sekurang-kurangnya
40% dari jumlah sks kurikulum program vokasi, sedangkan kurikulum inti program sarjana
antara 40% sampai 80% dari jumlah sks kurikulum program sarjana.
3. Kompetensi hasil didik suatu program studi terdiri atas kompetensi utama, kompetensi
pendukung, dan kompetensi lain yang bersifat khusus dan gayut/ penunjang kompetensi
utama.
PERATURAN AKADEMIK UIM - 2013 Page 10

4. Perbandingan beban ekivalen dalam bentuk sks antara kompetensi utama dengan
kompetensi pendukung serta kompetensi lain di dalam kurikulum sebagaimana dimaksud
dalam ayat (3) berkisar antara 40-80%, 20-40%, dan 0-30%.
5. Kurikulum institusional program vokasi, sarjana, pascasarjana dan profesi terdiri atas
keseluruhan atau sebagian dari:
a. Kelompok MPK terdiri atas matakuliah yang relevan dengan tujuan pengayaan
wawasan, pendalaman intensitas pemahaman dan penghayatan MPK inti.
b. Kelompok MKK terdiri atas matakuliah yang relevan untuk memperkuat penguasaan
dan memperluas wawasan kompetensi keilmuan atas dasar keunggulan kompetitif serta
komparatif penyelenggaraan program studi bersangkutan.
c. Kelompok MKB terdiri atas matakuliah yang relevan, bertujuan untuk memperkuat
penguasaan dan memperluas wawasan kompetensi keahlian dalam berkarya di
masyarakat sesuai dengan keunggulan kompetitif serta komparatif penyelenggaraan
program studi bersangkutan.
d. Kelompok MPB terdiri atas matakuliah yang relevan, bertujuan untuk memperkuat
penguasaan dan memperluas wawasan perilaku berkarya sesuai dengan ketentuan yang
berlaku di masyarakat untuk setiap program studi.
e. Kelompok MBB terdiri atas matakuliah yang relevan dengan upaya pemahaman serta
penguasaan ketentuan yang berlaku dalam kehidupan di masyarakat, baik secara
nasional maupun global, yang membatasi tindak kekaryaan seseorang sesuai dengan
kompetensi keahliannya.
6. Kelompok MPK pada kurikulum inti yang wajib diberikan dalam kurikulum setiap program
studi/kelompok program studi vokasi dan program studi sarjana terdiri atas Pendidikan
Pancasila, Pendidikan Agama, dan Pendidikan Kewarganegaraan.
7. Kelompok MPK secara institusional terdiri atas Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa
Arab, dan Aswaja serta yang lainnya sesuai visi dan misi program studi.
8. Kurikulum program vokasi, sarjana, pascasarjana dan profesi disusun oleh satuan tugas
kurikulum yang dibentuk oleh Dekan/Direktur PPs atas usul ketua program studi dengan
berpedoman pada peraturan perundangan yang berlaku.
9. Kurikulum perlu ditinjau kembali minimal 1 kali dalam 4 tahun untuk disesuaikan dengan
perkembagan ilmu, teknologi dan seni serta kebutuhan masyarakat.
10. Untuk efektifitas dan efisiensi, penyelenggaraan pendidikan dan kurikulum disusun secara
matriks antara program studi dengan penyelenggara (jurusan/konsentrasi).

PERATURAN AKADEMIK UIM - 2013 Page 11

PASAL 11
MATAKULIAH

1. Isi dan luas bahasan suatu matakuliah harus mendukung tercapainya tujuan program
pendidikan dan diukur dengan sks.
2. Suatu matakuliah dapat diasuh oleh 1 dosen atau tim dosen yang ditetapkan oleh
Dekan/Direktur PPs atas usulan ketua Program Studi.
3. Suatu matakuliah yang ditawarkan dapat diajarkan jika diikuti oleh peserta sekurang-
kurangnya 5 orang, kecuali dalam hal-hal khusus yang ditetapkan oleh Dekan/Direktur PPs.

PASAL 12
KONTRAK PERKULIAHAN, GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN,
DAN SATUAN ACARA PENGAJARAN

1. Kontrak perkuliahan memuat komponen-komponen : tujuan/manfaat perkuliahan, deskripsi
perkuliahan, tujuan instruksional, organisasi materi, strategi perkuliahan, materi
perkuliahan, tugas-tugas, kriteria penilaian, jadwal perkuliahan dengan menyebutkan pokok
bahasan dan bahan bacaan yang relevan.
2. GBPP memuat komponen-komponen : judul mata kuliah, nomor kode/sks, deskripsi
singkat, tujuan instruksional umum, tujuan instruksional khusus, pokok bahasan, sub-pokok
bahasan, estimasi waktu dan daftar kepustakaan.
3. SAP memuat komponen-komponen : nama dan kode matakuliah, sks, waktu pertemuan,
urutan pertemuan, tujuan instruksional umum, tujuan instruksional khusus, pokok bahasan,
sub-pokok bahasan, kegiatan belajar mengajar, evaluasi, dan referensi.
4. Kontrak perkuliahan, GBPP dan SAP dibuat oleh dosen mata kuliah dan disampaikan
kepada mahasiswa pada minggu awal perkuliahan.
5. Monitoring pelaksanaan GBPP dan SAP dilakukan oleh ketua jurusan/bagian/ KPS dan
dilaporkan ke Universitas (Pembantu Rektor I dan Kepala BAAK) pada setiap akhir
semester.

BAB V
PENERIMAAN MAHASISWA

PASAL 13
MAHASISWA BARU

1. Penerimaan mahasiswa baru program vokasi, sarjana, pascasarjana dan profesi dilakukan
oleh Panitia yang ditunjuk dan diangkat oleh Rektor UIM.
PERATURAN AKADEMIK UIM - 2013 Page 12

2. Penerimaan mahasiswa baru program vokasi, sarjana, Pascasarjana dan profesi dilaksanakan
melalui ujian seleksi masuk.
3. Persyaratan administrasi dalam penerimaan mahasiswa pada program vokasi dan sarjana,
calon mahasiswa harus memiliki surat tanda tamat belajar dan surat tanda lulus SMA atau
sekolah menengah kejuruan (SMK) atau sederajat.
4. Persyaratan administrasi dalam penerimaan mahasiswa pada program pascasarjana dan
profesi umum, calon mahasiswa harus memiliki surat tanda tamat belajar program S1 bagi
yang akan mengikuti program magister dan profesi umum, dan surat tanda tamat belajar S2
bagi yang akan mengikuti program doktor
5. Persyaratan akademik dalam penerimaan mahasiswa baru pada program vokasi, sarjana,
pascasarjana dan profesi, calon mahasiswa harus lulus ujian seleksi masuk UIM.
6. Syarat lain tentang penerimaan mahasiswa baru ditetapkan oleh panitia seleksi masuk UIM.

PASAL 14
MAHASISWA ASING

Penerimaan mahasiswa asing di UIM berpedoman pada peraturan pemerintah, yayasan serta
peraturan UIM .

PASAL 15
MAHASISWA PINDAHAN DAN STUDI LANJUT

1. Mahasiswa pindahan dari perguruan tinggi negeri (PTN) atau swasta (PTS) terakreditasi
dapat diterima di program vokasi, sarjana, pascasarjana dan profesi yang sesuai dengan
program studi yang telah ditempuh oleh mahasiswa bersangkutan di perguruan tinggi asal,
apabila memenuhi syarat sebagai berikut:
a. Telah terdaftar secara syah pada PDPT dengan IPK 2,75;
b. Transkrip calon mahasiswa dimaksud harus dapat dipastikan keabsahannya oleh Bagian
Akademik sebelum yang bersangkutan melakukan registrasi pendaftaran;
c. Sisa masa studi yang akan ditempuh di UIM minimal 3 semester;
d. Pada masa mengajukan permohonan pindah ke UIM, masih tercatat sah sebagai
mahasiswa semester berjalan di perguruan tinggi asal bagi yang mengikuti program
sarjana. Untuk memastikan bahwa yang bersangkutan adalah benar sebagai mahasiswa
di perguruan tinggi;
e. Daya tampung program studi yang bersangkutan masih memungkinkan untuk dapat
menyelesaikan sisa sks-nya sesuai dengan sisa masa studi yang diperkenankan dan
PERATURAN AKADEMIK UIM - 2013 Page 13

sesuai dengan persyaratan tambahan yang ditetapkan oleh masing-masing program
studi.
2. Mahasiswa UIM yang akan pindah program studi harus memenuhi syarat sebagai berikut:
a. Tidak dikeluarkan dari UIM dan telah lulus evaluasi 3 semester pertama pada program
studi asal;
b. Mengajukan permohonan tertulis pada Rektor;
c. Daya tampung bagi program studi yang dituju oleh mahasiswa pindahan masih
memungkinkan;
b. Mendaftarkan diri pada biro administrasi akademik sesuai dengan jadwal pendaftaran
semester yang bersangkutan setelah permohonannya diterima. Mahasiswa yang pindah
dari program studi lain dalam lingkup fakultasnya/PPs mengajukan permohonan kepada
dekan/direktur yang bersangkutan dan tembusannya ke rektor. Persetujuan atau
penolakan terhadap permohonan tersebut ditentukan oleh Dekan atas pertimbangan
ketua jurusan/Program Studi 2 minggu sebelum kegiatan akademik berlangsung.
c. Seorang mahasiswa hanya diperkenankan 1 kali pindah selama belajar di UIM.
d. Penerimaan mahasiswa pindahan dilaksanakan pada setiap permulaan semester.
e. Penerimaan mahasiswa pindahan dari luar negeri ditetapkan tersendiri dengan
keputusan Rektor.
3. Mahasiswa lanjut studi adalah mahasiswa yang diterima sebagai mahasiswa baru di
Universitas Islam Makassar dengan tujuan untuk memperoleh gelar akademik yang
lebih tinggi dari gelar akademik yang telah diperoleh sebelumnya dan atau dalam
rangka penyesuaian gelar akademik yang dipersyaratkan oleh instansi pemberi kerja;
4. Prosedur penerimaan mahasiswa sebagaiman dimaksud pada ayat 1 tersebut diatur
sebagai berikut :
a. Memiliki ijazah dan transkrip nilai dari perguruan tinggi dan atau program studi
yang terdaftar secara syah dan atau terdaftar di PDPT Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi;
b. Nilai mata kuliah yang telah dilulusi pada perguruan tinggi asal akan diakui
setelah melalui proses konfersi yang dilakukan oleh tim yang dibentuk oleh
Dekan;
c. Masa studi minimal di Universitas Islam Makassar akan ditempuh minimal 3
semester sesuai capaian sks yang disetujui oleh tim konfersi;
PERATURAN AKADEMIK UIM - 2013 Page 14

d. Hak dan kewajiban mahasiswa yang dimaksud pada ayat 1 tersebut sama dengan
hak dan kewajiban yang dimiliki mahasiswa reguler yang lain;

PASAL 16
MAHASISWA TUGAS BELAJAR

Penerimaan mahasiswa tugas belajar dari instansi/lembaga mitra diatur tersendiri dengan surat
keputusan rektor.

BAB VI
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN

PASAL 17
PENDAFTARAN ULANG DAN PENGISIAN KARTU RENCANA STUDI (KRS)

1. Untuk mengikuti kegiatan akademik pada semester berikutnya, mahasiswa wajib mendaftar
ulang sesuai kalender akademik.
2. Mahasiswa yang tidak melakukan pendaftaran ulang, tidak berhak mengikuti kegiatan
akademik.
3. Mahasiswa yang tidak melakukan pendaftaran ulang 2 semester berturut-turut, status
kemahasiswaannya dibatalkan.
4. Mahasiswa yang telah mendaftar ulang diwajibkan mengisi KRS sesuai kalender akademik,
dengan sejumlah matakuliah yang diprogramkan untuk diikuti semester berikutnya.
5. Pengisian KRS bagi mahasiswa dilakukan dengan berkonsultasi/mendapat bimbingan
penasihat akademik (PA) mengenai mata kuliah dan jumlah sks yang akan diprogramkan.
6. Mahasiswa dinyatakan sah sebagai peserta mata kuliah bilamana mata kuliah tersebut
diprogramkan pada semester berjalan.
7. Pengesahan KRS dilakukan oleh Pembantu Dekan I/Asisten Direktur PPs bidang Akademik
dan BAAK.
PASAL 18
PEMBIMBING AKADEMIK

1. Penasihat akademik ialah dosen yang disamping melaksanakan fungsi tri dharma perguruan
tinggi, bertugas pula membimbing mahasiswa yang ditunjuk dengan surat keputusan
Dekan/Direktur PPs.
2. Penasihat akademik bertugas sebagai berikut:
a. Mengayomi dan membimbing sejumlah mahasiswa memasuki kehidupan akademik
untuk menjadi warga masyarakat akademik;
PERATURAN AKADEMIK UIM - 2013 Page 15

b. Menuntun perkembangan studi mahasiswa yang dibimbingnya sampai menyelesaikan
studi;
c. Membimbing mahasiswa tentang hak dan kewajibannya;
d. Menuntun mahasiswa untuk mengatasi kesulitan yang dihadapinya, jika perlu dengan
meminta bantuan bimbingan dan konseling;
e. Menuntun pengisian KRS, dan memberikan rekomendasi calon penerima beasiswa.
3. Pelaksanaan tugas penasihat akademik dalam jurusan/program studi dikoordinasi oleh ketua
jurusan/program studi.

PASAL 19
BIMBINGAN DAN KONSELING

1. Bimbingan dan konseling (BK) adalah unit kerja yang memberi bimbingan dan penyuluhan
serta berbagai keterampilan dasar kepada mahasiswa yang membutuhkan, terutama dalam
kesulitan belajar.
2. Tugas bimbingan dan konseling adalah:
a. Memberikan bimbingan dan penyuluhan serta berbagai keterampilan dasar kepada
mahasiswa terutama yang mengalami kesulitan belajar;
b. Memberi konsultasi kepada mahasiswa yang mengalami kesulitan emosional/psikologik
dan yang membutuhkan pembimbingan/konsultasi dalam upaya menyelesaikan
permasalahan pribadinya sehingga kembali meneruskan studi;
c. Membantu penasihat akademik yang membutuhkan bantuan dalam
membimbing/mendorong/menuntun mahasiswa guna mengatasi maslahnya.


PASAL 20
PEMBATALAN DAN PENGGANTIAN MATAKULIAH

1. Berdasarkan alasan yang dapat diterima, seorang mahasiswa dapat membatalkan atau
mengganti mata kuliah yang telah tercantum dalam KRS.
2. Pembatalan atau penggantian matakuliah harus dengan persetujuan penasihat akademik dan
ketua jurusan yang bersangkutan serta BAAK. Mata kuliah pengganti bobot kreditnya sama
atau lebih kecil dari bobot kredit mata kuliah yang diganti.
3. Pembatalan dan penggantian matakuliah dilakukan dengan mengisi formulir selambat-
lambatnya pada akhir minggu pertama semester yang sedang berjalan.
4. Dalam hal pembatalan dan penggantian mata kuliah, seorang mahasiswa wajib mengikuti
sekurang-kurangnya 12 sks pada program vokasi dan sarjana.
PERATURAN AKADEMIK UIM - 2013 Page 16

PASAL 21
CUTI AKADEMIK

1. Mahasiswa dapat mengajukan permohonan cuti akademik kepada rektor melalui dekan
fakultas/direktur PPs atas pertimbangan PA yang diketahui oleh ketua jurusan/ program
studi, selambat-lambatnya 2 minggu sebelum semester berjalan.
2. Mahasiswa program diploma, sarjana dan pascasarjana yang diberikan cuti akademik
dibebaskan dari kewajiban membayar BPP akan tetapi tidak diperkenankan mengikuti
kegiatan akademik dalam bentuk apapun selama masa cuti akademik.
3. Cuti akademik tidak diperhitungkan dalam batas waktu studi.
4. Mahasiswa baru program diploma, sarjana dan pascasarjana tidak diperkenankan
mengambil cuti akademik pada semester 1 dan 2.
5. Mahasiswa program diploma, sarjana dan pascasarjana yang telah melulusi semua
matakuliah, kecuali tugas akhir tidak diperkenankan menjalani cuti akademik.
6. Mahasiswa penerima beasiswa tidak diperkenankan mengambil cuti akademik.
7. Cuti akademik bagi mahasiswa program vokasi, sarjana, pascasarjana dan profesi diberikan
paling banyak dua kali selama masa studi, dan tidak diperbolehkan dua semester berturut-
turut, serta belum pernah mengundurkan diri dari semua matakuliah.

PASAL 22
PENGUNDURAN DIRI DARI MENGIKUTI MATAKULIAH

1. Mahasiswa diperbolehkan mengundurkan diri dari 1 atau lebih matakuliah yang
diprogramkan sah pada KRS, apabila mahasiswa yang bersangkutan dapat memberikan
alasan atau bukti yang kuat untuk diterima oleh penasihat akademik dan dosen matakuliah
yang bersangkutan.
2. Permohonan mengundurkan diri dari matakuliah diajukan lewat penasihat akademik, ketua
jurusan/KPS dan dekan/BAAK paling lambat satu bulan sebelum ujian akhir semester
dilaksanakan.
3. Mahasiswa program vokasi, sarjana, pascasarjana dan profesi yang mengundurkan diri dari
semua matakuliah pada semester berjalan dengan alasan sakit lebih dari empat minggu,
maka semester tersebut tidak diperhitungkan dalam batas masa studi.
4. Mahasiswa program vokasi, sarjana, pascasarjana dan profesi yang mengundurkan diri dari
semua matakuliah hanya dapat dilakukan maksimal dua kali, dan tidak dibolehkan dua
semester berturut-turut, serta belum pernah menjalani cuti akademik.
PERATURAN AKADEMIK UIM - 2013 Page 17

5. Mahasiswa program diploma, sarjana dan pascasarjana yang mengundurkan diri dari semua
matakuliah dengan alasan sakit mengajukan permohonan mengundurkan diri kepada rektor
melalui dekan dengan melampirkan surat keterangan dokter.

PASAL 23
SEMESTER PENDEK

1. Semester pendek dimaksudkan sebagai upaya universitas untuk membantu mahasiswa untuk
mempercepat penyelesaian studinya dan atau untuk memperbaiki nilai yang telah diperoleh
sebelumnya;
2. Mahasiswa program vokasi dan sarjana yang memprogramkan semester pendek harus
terdaftar pada semester genap tahun akademik yang berjalan.
3. Matakuliah yang boleh diprogramkan adalah matakuliah pengulangan karena tidak lulus dan
atau bernilai C apabila IP komulatif mahasiswa bersangkutan belum mencapai 2,75.
4. Mahasiswa telah melulusi praktikum bagi matakuliah yang mempunyai praktikum.

PASAL 24
KULIAH KERJA NYATA/PRAKTEK KERJA LAPANGAN

1. Kuliah kerja nyata (KKN) adalah suatu kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh mahasiswa
program sarjana secara terprogram selama jangka waktu tertentu.
2. Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah suatu kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh
mahasiswa program vokasi secara terprogram selama jangka waktu tertentu
3. Kegiatan KKN dan PKL dapat berupa kuliah kerja lapangan, kuliah kerja usaha, dan
kegiatan lain yang bentuknya ditentukan oleh Rektor.
4. Pola KKN/PKL yang diselenggarakan di UIM adalah KKN reguler dan KKN profesi.
5. KKN/PKL reguler adalah kegiatan KKN/PKL yang dilaksanakan secara reguler oleh
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIM
6. KKN/PKL profesi adalah kegiatan KKN/PKL yang dilaksanakan fakultas/program studi
sesuai dengan bidang profesi masing-masing dengan koordinasi LP2M.
7. Mahasiswa program sarjana dapat mengikuti KKN setelah memenuhi syarat-syarat sebagai
berikut:
a. Mengisi KRS untuk KKN yang ditandatangani oleh PA, ketua jurusan/BAAK dan PD I;
b. Telah menyelesaikan sekurang-kurangnya 130 sks mata kuliah wajib;
PERATURAN AKADEMIK UIM - 2013 Page 18

c. Matakuliah yang dapat diprogramkan bersama dengan KKN adalah matakuliah yang
pernah diikuti secara penuh dan sah, akan tetapi tidak lulus atau memperoleh nilai D
dan seizin dosen pengasuh matakuliah serta diketahui oleh ketua program studi/Dekan.
d. Matakuliah yang dapat diprogramkan bersama dengan pelaksanaan KKN adalah
maksimal 3 matakuliah dengan jumlah maksimal 9 sks.
8. Mahasiswa program vokasi dapat mengikuti PKL setelah memenuhi syarat-syarat sebagai
berikut:
a. Mengisi KRS untuk PKL yang ditandatangani oleh PA, ketua jurusan/BAAK dan PD I;
b. Telah menyelesaikan sekurang-kurangnya 100 % sks mata kuliah wajib;
c. Matakuliah yang dapat diprogramkan bersama dengan PKL adalah matakuliah yang
pernah diikuti secara penuh dan sah, akan tetapi tidak lulus dan seizin dosen pengasuh
matakuliah serta diketahui oleh ketua program studi/Dekan.
d. Matakuliah yang dapat diprogramkan bersama dengan pelaksanaan PKL adalah
maksimal 3 matakuliah dengan jumlah maksimal 9 sks.

PASAL 25
PEMBAYARAN BPP DAN SPP

1. Setiap mahasiswa wajib membayar BPP sesuai kalender akademik untuk semester yang
akan diikutinya sebelum mengisi KRS.
2. Pembayaran SPP diwajibkan bagi mahasiswa baru pada semester pertama.
3. Besarnya pembayaran BPP dan SPP mahasiswa ditetapkan setiap tahun oleh rektor.
4. Mahasiswa yang tidak dapat menyelesaikan studi pada akhir semester berdasarkan kalender
akademik, diwajibkan membayar BPP pada semester berikutnya.
5. Besarnya BPP bagi mahasiswa asing ditetapkan tersendiri.
6. Mahasiswa yang tidak mendaftar ulang selama 1 semester dan bermaksud melanjutkan studi
pada semester berikutnya diwajibkan membayar BPP semester yang tidak diikutinya.

BAB VII
MONITORING DAN EVALUASI HASIL PEMBELAJARAN

PASAL 26
BENTUK MONITORING DAN EVALUASI PROSES

1. Terhadap kegiatan dan kemajuan proses pembelajaran dilakukan monitoring dan evaluasi
secara berkala yang dapat berbentuk monitoring perkuliahan yang dilakukan oleh masing-
PERATURAN AKADEMIK UIM - 2013 Page 19

masing program studi dan atau unit jaminan mutu, ujian dan pemeberian tugas oleh dosen,
wawancara, penelitian, dan lain-lain;
2. Monitoring perkuliahan yang dilakukan oleh program studi dan atau unit jaminan mutu
secara berkala dapat berupa monitoring kehadiran mahasiswa dan dosen, kesesuaian SAP
dan GBPP;
3. Hasil monitoring yang dimaksud pasal 2 tersebut akan dijadikan bahan pertimbangan
program studi dalam proses perkuliahan selanjutnya;
4. Ujian dapat diselenggarakan melalui ujian tengah semester, ujian akhir semester, dan ujian
skripsi.

PASAL 27
TUJUAN PENYELENGGARAAN UJIAN SEMESTER

Maksud dan tujuan penyelenggaraan ujian semester adalah untuk menilai:
1. Sejauh mana mahasiswa memahami dan menguasai bahan dari satuan matakuliah yang telah
diajarkan selama 1 semester.
2. Sejauh mana pencapaian tujuan matakuliah yang diajarkan oleh dosen pengasuh matakuliah
tertentu.

PASAL 28
PERSYARATAN MENGIKUTI UJIAN SEMESTER

1. Matakuliah yang dapat diujikan oleh dosen pada akhir semester adalah matakuliah yang
telah dilaksanakan sekurang-kurangnya 80% dari yang diprogramkan.
2. Mahasiswa yang diperbolehkan mengikuti ujian akhir semester suatu matakuliah adalah
mereka yang telah mengikuti sekurang-kurangnya 80% dari semua kegiatan akademik
matakuliah tersebut selama satu semester.

PASAL 29
PENILAIAN HASIL BELAJAR

1. Penilaian hasil belajar program vokasi, sarjana, pascasarjana dan profesi dinyatakan dengan
huruf A, B, C, dan E yang masing-masing dapat di konversi menjadi angka 4, 3, 2, dan 0.
2. Nilai A, B, C adalah nilai lulus, sedangkan nilai E adalah nilai tidak lulus.
3. Nilai lulus tidak dapat diulang pada semester-semester berikutnya dan atau pada semester
pendek kecuali dalam hal-hal berikut ini:
a. Nilai C pada program vokasi dan sarjana dengan ketentuan:
PERATURAN AKADEMIK UIM - 2013 Page 20

a) Telah melulusi sekurang-kurangnya 110 sks untuk program sarjana, dengan IPK
2,75;
b) Matakuliah yang disajikan pada semester pendek;
c) Hanya diulang satu kali;
b. Perolehan nilai akhir yang diperhitugkan dalam transkrip nilai, selama batas waktu studi
yang diperkenankan belum dilampaui.
4. Selain nilai A sampai dengan E digunakan pula nilai K (kosong) dan nilai T (tunda).
5. Nilai K adalah nilai yang diberikan kepada mahasiswa yang mengundurkan diri secara sah
dan tertulis atas persetujuan Dekan dan atau bagi mahasiswa yang tidak mengikuti ujian
karena mahasiswa bersangkutan tidak sesuai yang dipersyaratkan pasal 28;
6. Nilai K tidak dapat diperbaiki kecuali dengan memprogram ulang pada semester regular
berikutnya;
7. Nilai T adalah nilai yang ditunda karena belum semua tugas akademik diselesaikan oleh
mahasiswa pada waktunya.
8. Batas waktu berlakunya nilai T adalah 1 (satu) bulan terhitung sejak nilai ujian akhir
semester matakuliah diumumkan. Apabila mahasiswa tidak menyelesaikan tugasnya dalam
waktu tersebut, maka nilai T diubah secara otomatis menjadi E oleh Biro Akademik.
9. Pemberian nilai hasil belajar mahasiswa dilakukan oleh masing-masing dosen atau tim
pengasuh mata kuliah.
10. Nilai hasil belajar pada akhir semester adalah gabungan nilai dari semua bentuk ujian
selama semester berjalan.
11. Nilai hasil belajar mahasiswa dicantumkan pada kartu hasil studi (KHS)

12. Nilai komulatif hasil belajar mahasiswa dikonfersi ke dalam masing masing nilai huruf dan
atau angka diatur sebagai berikut
Huruf Tingkat Penguasaan Materi (%) Skala
A > 85 100 4
B 75 85 3
C 65 75 2
D 55 65 1
E < 55 0


PERATURAN AKADEMIK UIM - 2013 Page 21

PASAL 30
PENYERAHAN NILAI

1. Nilai ujian diserahkan oleh dosen kepada BAAK selambat-lambatnya 2 minggu setelah
ujian mata kuliah diadakan yang selanjutnya diserahkan kepada Pembantu Dekan Bidang
Akademik.
2. Setelah nilai ujian dimasukkan, dosen tidak diperkenankan mengubah atau memperbaiki
nilai.
3. Bagian akademik akan menerbitkan KHS mahasiswa paling lambat 1 minggu sebelum
waktu registrasi semester berikutnya.

PASAL 31
INDEKS PRESTASI

1. Keberhasilan studi mahasiswa program diploma dan sarjana dinyatakan dengan indeks
prestasi (IP) yang dihitung melalui konversi nilai angka, seperti yang tercantum pada pasal
27 ayat (1) dari peraturan akademik ini.
2. Indeks prestasi semester (IPS) dihitung dari nilai ujian dan bobot kredit setiap matakuliah
yang tercantum dalam KRS dengan rumus sebagai berikut:

K = besarnya bobot kredit mata kuliah
N = nilai huruf setelah dikonversi ke dalam angka



3. Indeks prestasi kumulatif (IPK) dihitung semua nilai mata kuliah dari semua semester yang
sudah diikuti oleh mahasiswa dengan menggunakan rumus seperti yang tersebut pada ayat
(2) di atas dengan catatan bahwa tiap matakuliah hanya mempunyai 1 nilai.
4. Dalam menghitung IPS dan IPK nilai K dan nilai T tidak perhitungkan.

PASAL 32
MEMPROGRAMKAN SKS SEMESTER BERIKUTNYA

1. Jumlah sks yang boleh diprogramkan oleh mahasiswa pada setiap semester ditentukan oleh
besarnya IP pada semester sebelumnya.
2. Jumlah sks yang boleh diprogramkan oleh mahasiswa yang cuti akademik/mengundurkan
diri dari semua matakuliah karena sakit ditentukan oleh besarnya IP pada semester sebelum
cuti/mengundurkan diri.
(N x K)
IPS = --------------
K
PERATURAN AKADEMIK UIM - 2013 Page 22

3. Pedoman tentang penetapan jumlah sks yang dapat diambil oleh mahasiswa program
diploma dan sarjana adalah sebagai berikut:
IPS semester
ganjil/genap sebelumnya
Jumlah sks yang boleh diprogramkan pada
semester ganjil/genap berikutnya
3,00 4,00 21 24
2,00 2,99 18 20
1,00 1,99 15 17
0,00 0,99 12 14

4. Matakuliah yang boleh diprogramkan oleh mahasiswa adalah mata kuliah yang tercantum
dalam KRS dan ditawarkan pada semester yang berjalan.

PASAL 33
EVALUASI KELANJUTAN STUDI DAN PUTUS STUDI

1. Mahasiswa putus studi apabila mengundurkan diri atas prakarsa atau karena alasan
akademik.
2. Mahasiswa yang mengundurkan diri atas prakarsa sendiri harus secara tertulis mengajukan
surat pernyataan putus studi.
3. Bila mahasiswa program S1 yang dievaluasi pada akhir semester 4 tidak mencapai IPK
sekurang-kurangnya 2,00 yang diperhitungkan dari sekurang-kurangnya 48 sks yang telah
dilulusi, maka ia dinyatakan putus studi karena alasan akademik.
4. Mahasiswa yang putus studi karena alasan akademik atau mengundurkan diri diberi
keterangan putus studi yang ditandatangani oleh rektor dan transkrip nilai oleh pembantu
dekan I.
5. Evaluasi kedua bagi mahasiswa program sarjana akan dilakukan pada akhir semester
kedelapan.
6. Jika pada evaluasi 8 semester pertama mahasiswa program sarjana belum melulusi lebih dari
96 sks dengan IPK 2,00 maka ia harus diberi peringatan tertulis oleh Dekan.
7. Dua semester sebelum masa studi berakhir, dekan menyampaikan peringatan keras kepada
mahasiswa bahwa masa studinya tinggal 2 semester.

PASAL 34
BATAS WAKTU STUDI BAGI MAHASISWA PINDAHAN

1. Jumlah maksimum masa studi bagi mahasiswa pindahan ialah selisih jumlah semester yang
diperkenankan dengan jumlah yang sudah dijalani di tempat asal.
2. Jumlah semester minimum yang wajib diikuti bagi mahasiswa pindahan di UIM adalah 3
(tiga) semester
PERATURAN AKADEMIK UIM - 2013 Page 23

BAB VIII
PENYELESAIAN AKHIR PROGRAM STUDI

PASAL 35
KARYA ILMIAH TUGAS AKHIR

1. Karya ilmiah tugas akhir mahasiswa dapat berupa skripsi bagi program sarjana, tesis bagi
program magister dan atau disertasi bagi program doktor
2. Karya ilmiah tugas akhir mahasiswa merupakan hasil praktek lapang atau penelitian
3. Mahasiswa sebelum melakukan praktek lapang atau penelitian dalam rangka penyusunan
karya ilmiah tugas akhir, terlebih dahulu mengajukan proposal praktek lapang atau
penelitian kepada Ketua Program Studi untuk penetapan pembimbing praktek lapang atau
penelitian mahasiswa bersangkutan
4. Dosen pembimbing tugas akhir ditunjuk dan ditetapkan oleh Dekan Fakultas/Direktur PPs
atas usul Ketua Program Studi dengan syarat sebagai berikut :
a. Dosen pembimbing tugas akhir Program Diploma dan Sarjana :
1) minimal memiliki jabatan akademik Asisten Ahli dan berkualifikasi pendidikan
terakhir minimal Magister
2) pembimbing utama adalah dosen dengan jabatan dan pangkat akademik lebih tinggi
dibanding pembimbing pembantu
3) memiliki kompetensi keilmuan yang sesuai dengan tema penulisan tugas akhir
b. Dosen pembimbing tugas akhir mahasiswa Program Magister :
1) pembimbing utama adalah dosen dengan jabatan dan pangkat akademik serendah-
rendahnya adalah lektor dan berkualifikasi pendidikan Doktor
2) pembimbing pembantu adalah dosen dengan jabatan dan pangkat akademik
serendah-rendahnya adalah Asisten Ahli dan berkualifikasi pendidikan Doktor dan
atau Magister yang berpangkat/jabatan Lektor, III/d
3) memiliki kompetensi keilmuan yang sesuai dengan tema penulisan tugas akhir
c. Dosen pembimbing tugas akhir mahasiswa Program Doktor
1) pembimbing utama adalah dosen dengan jabatan dan pangkat akademik serendah-
rendahnya adalah Profesor atau Lektor Kepala dengan kualifikasi pendidikan
terakhir adalah Doktor
2) pembimbing pembantu adalah dosen dengan jabatan dan pangkat akademik
serendah-rendahnya adalah Lektor dan berkualifikasi pendidikan Doktor
3) memiliki kompetensi keilmuan yang sesuai dengan tema penulisan tugas akhir
5. Proposal praktek lapang atau penelitian diseminarkan di depan mahasiswa yang berjumlah
sekurang-kurangnya 10 orang setelah memperoleh persetujuan pembimbing dengan maksud
untuk mendapatkan masukan dalam rangka penyempurnaan metode pelaksanaan praktek
lapang atau penelitian tersebut
6. Hasil praktek lapang atau penelitian yang dimaksud menjadi bahan penulisan karya ilmiah
tugas akhir mahasiswa dengan sistematika dan tata cara penulisan diatur oleh masing-
PERATURAN AKADEMIK UIM - 2013 Page 24

masing program studi berdasarkan pedoman penulisan yang telah ditetapkan oleh dekan
atau direktur
7. Karya ilmiah tugas akhir mahasiswa UIM dalam penulisannya secara umum di UIM diatur
sebagai berikut :
a. Memuat minimal salah satu Ayat suci Al Quran dan atau Hadist yang maknanya
bersesuaian dengan tema karya ilmiah tugas akhir mahasiswa bersangkutan
b. Halaman ringkasan/abstrak dengan tiga bahasa yaitu masing-masing berbahasa
Indonesia, Arab dan Inggris serta telah memperoleh pengesahan dari Pusat Bahasa
Universitas Islam Makassar
8. Karya ilmiah tugas akhir mahasiswa sebelum diajukan kepada dewan penguji tugas akhir
terlebih dahulu diseminarkan di depan mahasiswa yang berjumlah sekurang-kurangnya 10
orang setelah disetujui oleh pembimbing untuk memperoleh masukan dalam rangka
perbaikan penulisan tugas akhir tersebut
9. Karya ilmiah tugas akhir mahasiswa sebelum diajukan pada dewan penguji tugas akhir
terlebih dahulu dibuatkan dalam bentuk jurnal ilmiah dan telah terbitkan pada salah satu
jurnal ilmiah yang memeliki ISSN dan dapat ditelusuri pada media on line yaitu :
a. Jurnal ilmiah tugas akhir masiswa diploma dan sarjana diterbitkan pada jurnal ilmiah
nasional
b. Jurnal ilmiah tugas akhir masiswa magister diterbitkan pada jurnal ilmiah nasional
terakreditasi
c. Jurnal ilmiah tugas akhir masiswa doktor diterbitkan pada jurnal ilmiah internasional

PASAL 36
UJIAN AKHIR PROGRAM STUDI

1. Ujian akhir program studi adalah ujian penutup studi pada program diploma dan sarjana.
2. Ujian akhir program diploma, sarjana dan pascasarjana dilaksanakan dengan tujuan untuk
menilai kemampuan mahasiswa dalam penguasaan ilmu secara komprehensif dan atau yang
menjadi pokok tugas akhir/skripsi/tesis/disertasi yang sebelumnya telah dinilai dan
dinyatakan memenuhi syarat oleh pembimbing/panitia penilai.
3. Sebelum menempuh ujian akhir program studi mahasiswa harus memenuhi syarat sebagai
berikut:
a. Bagi mahasiswa yang beragama Islam dapat menunjukkan keterangan bebas buta aksara
Al Quran dari Lembaga Kajian Studi Islam Ahlusunnah Wal Jamaah;
b. Mahasiswa bersangkutan dapat menunjukkan keterangan kemampuan berbahasa Inggris
dari Pusat Bahasa UIM atau lembaga bahasa lain yang diakui oleh UIM;
c. Menunjukkan karya ilmiah tugas akhir dalam bentuk laporan, atau skripsi, atau tesis,
atau disertasi yang telah disetujui oleh dosen pembimbing, dan disertai dengan artikel
ilmiah yang telah dipublikasikan
d. Telah melunasi uang SPP/BPP
PERATURAN AKADEMIK UIM - 2013 Page 25

e. Terdaftar sebagai mahasiswa pada semester yang sedang berjalan dan memprogramkan
tugas akhir pada KRS;
f. Pada program vokasi, sarjana, pascasarjana dan profesi telah melulusi semua matakuliah
wajib dan matakuliah pilihan sebagaimana yang tercantum dalam kurikulum dengan
IPK sekurang-kurangnya 2,75 untuk vokasi dan S1 serta 3,00 untuk pascasarjana dan
profesi;
4. Untuk menyelenggarakan ujian akhir program studi dibentuk panitia ujian.
5. Panitia ujian akhir program diploma dan sarjana ditetapkan oleh Dekan dan atau Direktur
bagi mahasiswa pascasarjana, atas usul ketua program studi yang terdiri atas ketua,
sekretaris, dan tiga sampai lima orang anggota penguji yang sesuai dengan bidang studinya
dan jumlah tim penguji tersebut harus ganjil.
6. Ujian akhir program studi hanya dapat diadakan apabila dihadiri sekurang-kurangnya 80%
dari jumlah tim penguji termasuk ketua dan sekretaris.
7. Ujian akhir program studi dilaksanakan secara lisan tanpa menutup kemungkinan ujian
tertulis.
PASAL 37
SYARAT KELULUSAN

1. Mahasiswa program vokasi dan sarjana dinyatakan lulus jika telah melulusi sejumlah sks
yang disyaratkan dengan IPK sekurang-kurangnya 2,75 dan hasil ujian akhir program studi
sekurang-kurangnya nilai B;
2. Mahasiswa pascasarjana dan profesi dinyatakan lulus jika telah melulusi sejumlah sks yang
disyaratkan dengan IPK minimal 3,00 dan nilai ujian akhir studi sekurang-kurangnya nilai
B.
PASAL 38
PREDIKAT KELULUSAN

Indeks Prestasi yudisium bagi lulusan Program diploma dan sarjana adalah sebagai berikut :

IPK Predikat Kelulusan
2,75 3,25 Memuaskan
3,26 3,74 Sangat Memuaskan
3,75 4,00 Cumlaude *

Predikat kelulusan Cumlaude* bagi mahasiswa yang menyelesaikan studinya maksimum sama
dengan masa studi minimal yang dipersyaratkan dan memperoleh nilai A ujian tugas akhir serta
memenuhi syarat penyelesaian tugas akhir lainnya. Apabila mahasiswa yang bersangkutan
menyelesaikan studinya lebih dari masa studi minimal yang dipersyaratkan dan memperoleh
nilai A ujian tugas akhir, mahasiswa bersangkutan hanya akan memperoleh yudisium Sangat
Memuaskan.

PERATURAN AKADEMIK UIM - 2013 Page 26

BAB VIII
IJAZAH, TRANSKRIP NILAI DAN GELAR AKADEMIK, DAN WISUDA

PASAL39
IJAZAH DAN TRANSKRIP NILAI

1. Ijazah adalah surat tanda tamat belajar pada lembaga pendidikan formal yang telah diakui
oleh pemerintah.
2. Transkrip nilai adalah daftar yang memuat nilai hasil belajar dan indeks prestasi semua
matakuliah yang ditempuh mahasiswa selama mengikuti pendidikan.
3. Setiap mahasiswa yang telah menyelesaikan program pendidikannya, diberikan ijazah
beserta transkrip akademik.
4. Ijazah ditandatangani oleh Rektor dan Dekan/Direktur PPs.
5. Transkrip akademik ditandatangani oleh Kepala Biro Administrasi Akademik dan Pembantu
Rektor I.
6. Ijazah dan transkrip akademik asli hanya diterbitkan satu kali oleh Universitas.

PASAL 40
TATA CARA PENERBITAN IJAZAH DAN TRANSKRIP NILAI

1. Ijazah dan transkrip akademik diberikan kepada mahasiswa sebagai pengakuan terhadap
prestasi belajar atau penyelesaian suatu jenjang pendidikan.
2. Penerbitan ijazah dan transkrip akademik diusulkan oleh Dekan/Direktur PPs ke Universitas
(BAAK) dengan melampirkan:
a. Fotocopy ijazah terakhir.
b. Fotocopy karpeg / SK. PNS (bagi PNS).
c. Transkrip nilai sementara yang ditandatangani oleh KPS.
d. Berita acara seminar proposal dan seminar hasil.
e. Berita acara ujian skripsi.
f. Keterangan lunas pembayaran SPP dan BPP dari BAUK.
g. Kuitansi pembayaran KKN.
h. Kuitansi pembayaran Wisuda.
i. Surat keterangan bebas pustaka.
j. Surat keterangan sumbangan buku.
k. Surat keterangan bebas laboratorium.
l. Surat keterangan penyetoran tugas akhir (Skripsi, Tesis, dan atau Disertasi)
m. Pas foto hitam putih ukuran 4 x 6 (6 lembar).
3. Setelah ijazah dan transkrip akademik selesai dibuat oleh BAAK, diusulkan ke masing-
masing yang berwewenang untuk ditandatangani.
PERATURAN AKADEMIK UIM - 2013 Page 27

4. Biaya pembuatan ijazah dan transkrip akademik dibebankan kepada mahasiswa.
5. Besarnya biaya pembuatan ijazah dan transkrip akademik ditetapkan dengan SK Rektor.
6. Pengamanan dan pengawasan dalam proses pembuatan ijazah dan transkrip akademik
sampai pendistribusian kepada yang berhak di bawah tanggung jawab Pembantu Rektor I
dan Pembantu Dekan/Asisten Direktur Bidang Akademik.
7. Penyerahan ijazah dan transkrip akademik asli kepada yang berhak dapat dilaksanakan
setelah mengikuti wisuda dan memenuhi seluruh persyaratan yang ditentukan.

PASAL 41
GELAR

1. Setiap mahasiswa yang telah menyelesaikan program pendidikannya, memperoleh derajat
dan hak untuk menyandang gelar sesuai dengan bidang ilmu yang ditempuh.
2. Gelar diberikan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

PASAL 42
WISUDA

Wisuda diselenggarakan sekurang-kurangnya sekali setahun dalam rapat senat terbuka luar biasa
Universitas.
BAB IX
KETENTUAN PENUTUP

PASAL 43
PENUTUP

1. Dengan berlakunya peraturan akademik ini, maka segala ketentuan yang diberlakukan
sebagai peraturan akademik atau yang setingkat dengan itu dinyatakan tidak berlaku lagi.
2. Hal-hal lain yang belum diatur dalam peraturan akademik ini akan ditetapkan tersendiri
dengan Keputusan Rektor setelah mendapat pertimbangan Senat.
3. Peraturan akademik ini mulai berlaku pada tahun akademik 2013/2014.

Ditetapkan di : Makassar
Pada Tanggal : 20 Ramadhan 1434 H
29 Juli 2013
Rektor,



Dr.Ir.Hj.A. Majdah M.Zain, M.Si.