Anda di halaman 1dari 8

Petunjuk Aplikasi Pestisida

Oleh : Arnelis PP Penyelia


UPT BP4K2P Kec.Canduang Ka.Aga!
CARA KERJA
PESTISIDA Racun
Kontak
Pestisida jenis ini akan bekerja dengan baik jika terkena atau kontak
langsung dengan OPT sasaran. Untuk jenis insektisida, penggunaan
racun kontak sangat efektif untuk mengendalikan serangga yang
menetap, seperti ulat, kutu daun, dan semut. Racun ini kurang bekerja
baik terhadap serangga-serangga yang mempunyai mobilitas tinggi,
seperti lalat, kutu kebul, dan belalang.
Racun
Pernapasan
Cara kerja racun pernapasan hanya ada pada insektisida dan akan bekerja
jika terhisap melalui organ pernafasan. aktu penyemprotan yang paling
efektif adalah ketika hama sasaran sedang berada pada puncak
aktifitasnya, sehingga dengan pernapasan yang semakin cepat maka
semakin banyak pula racun yang dihisap.
Racun
Perut/Lambung
Racun dalam pestisida jenis ini akan bekerja jika bagian tanaman
yang sudah disemprot termakan oleh hama!serangga sasaran. "eberapa
rodentisida dan insektisida bekerja dengan cara ini.
Racun
Sistemik
Pestisida jenis ini akan bekerja jika racun yang disemprotkan ke bagian
tanaman sudah terserap masuk ke dalam jaringan tanaman baik
melalui akar maupun daun sehingga dapat membunuh OPT yang berada
di dalam jaringan tanaman, seperti bakteri!fungi. Pada insektisida
sistemik, serangga akan mati kalau sudah memakan atau menghisap
cairan tanaman yang sudah menyerap racun. Cairan atau bagian
tanaman yang dimakan akan
menjadi racun lambung bagi serangga. Racun sistemik sangat cocok
untuk mengendalikan serangga penghisap atau serangga yang sulit
dikendalikan menggunakan racun kontak.
Herbisida Purna Tumbu dan Pra
Tumbu
Pada herbisida purna tumbuh hanya akan bekerja pada bagian tanaman
yang sudah memiliki organ sempurna, seperti akar, batang, dan daun.
#edangkan herbisida pra tumbuh akan mematikan biji gulma yang
belum
berkecambah.
!"R#$LASI
PESTISIDA
%ater Dispersab&e 'ranu&e
(%D')
"entuk butiran halus, merupakan formulasi kering yang mudah
dilarutkan dalam air. Tetapi formulasi ini dalam air agak kurang stabil
sehingga mudah mengendap.
Emu&si*ab&e Concentrate
(EC)
$ibentuk dengan mencampurkan bahan aktif pestisida yang hanya larut
dalam minyak dengan penambahan emulsi. $engan demikian bahan aktif
yang hanya larut dalam minyak dapat larut dalam air dan
membentuk
cairan seperti susu. %ormulasi ini sangat stabil sehingga tidak
dibutuhkan
pengadukan berulang-ulang.
Sa&t Concentrate
(SC)
$ibentuk dengan menggabungkan bahan aktif dari turunan
&derifatif'
garam dengan air. "ersifat cepat larut dan menyebar merata dalam
air.
%ettab&e Po+der
(%P)
$ibentuk dari bahan aktif dengan daya larut rendah dan mengandung
bahan tambahan &filler'. "ahan aktif direkatkan pada bahan tambahan
dengan bahan perekat.
'ranu&e
(')
"erbentuk butiran padat dengan ukuran ber(ariasi sehingga formulasi ini
mudah ditebarkan. )erupakan campuran antara bahan aktif dengan
butiran yang mampu mengikat ion, seperti butiran liat atau (ermikulit,
atau
dengan cara melapisi bahan aktif dengan polimer seperti
kapsul.
$&tra Lo+ ,o&ume
($L,)
%ormulasi ini berbentuk cair dengan kandungan bahan aktif sangat tinggi.
$irancang untuk disemprotkan dengan alat khusus, yaitu U*+.
KARAKTERISTIK
PESTISIDA
E-ekti*tas
)erupakan daya bunuh pestisida terhadap OPT. Pestisida yang baik
memiliki daya bunuh yang cukup untuk mengendalikan OPT dengan dosis
yang rendah sehingga memperkecil dampat buruk terhadap lingkungan.
Se&ekti*t
as
)erupakan kemampuan pestisida membunuh beberapa jenis organisme.
$isarankan untuk menggunakan pestisida yang berisfat selektif atau
berspektrum sempit. $imana pestisida tersebut hanya membunuh
OPT
sasaran tanpa membahayakan organisme lain termasuk musuh alami
OPT.
!ototoksisi
tas
)erupakan suatu efek samping aplikasi pestisida yang dapat
menimbulkan keracunan bagi tanaman yang ditandai dengan
pertumbuhan abnormal
setelah aplikasi pestisida. Oleh karena itu tidak boleh menggunakan
pestisida secara tidak terukur atau berlebihan.
Resid
u
,dalah kemampuan pestisida bertahan dalam bentuk racun setelah
penyemprotan. Residu yang terlalu lama akan berbahaya bagi manusia
dan lingkungan, sedangkan residu yang terlalu pendek akan
mengurangi
efektifitas pestisida dalam pengendalian
OPT.
Persiste
nsi
-emampuan pestisida bertahan dalam bentuk racun di dalam tanah.
Pestisida yang memiliki persistensi tinggi akan sangat berbahaya bagi
lingkungan.
Resiste
nsi
)erupakan kekebalan OPT terhadap pestisida. Pestisida yang memiliki
potensi resistensi tinggi sebaiknya tidak digunakan. Untuk
mencegah resistensi pada hama!penyakit terhadap salah satu jenis
pestisida, sebaiknya dilakukan penggantian bahan aktif setiap kali aplikasi
pestisida.
LD ./ atau Leta& Dosage
./0
"esarnya dosis yang dapat mematikan ./0 dari jumlah mamalia
percobaan. Pestisida yang memiliki *$ ./ tinggi berarti hanya dengan
dosis yang sangat tinggi pestisida tersebut dapat mematikan mamalia.
$alam penerapan P1T disarankan untuk memilih pestisida dengan *$ ./
yang tinggi.
Kompatibi&it
as
,dalah kesesusaian antara satu jenis pestisida untuk dicampur dengan
pestisida lain tanpa menimbulkan dampak negatif dari pencampuran itu.
PERJALA1A1 PESTISIDA SETELAH
PE12E#PR"TA1
#etelah melakukan penyemprotan, maka pestisida akan terkena pengaruh
lingkungan. $engan mengetahui pengaruh yang akan terjadi
setelah
pestisida disemprotkan, maka akan sangat membantu untuk membuat
program penyemprotan sehingga pemakaian pestisida bisa mengikuti
prinsip
2 tepat.
#etelah penyemprotan, kemungkinan pertama yang akan terjadi adalah
tiupan angin terhadap kabut semprot, sehingga pestisida akan jatuh di
tempat yang tidak diharapkan. alaupun kabut semprot dapat mengenai
sasaran, tetapi sebarannya sudah tidak merata, atau terlalu banyak
kabut semprot yang terbuang, sehingga terjadi pemborosan pestisida.
-alau hal ini terjadi pada herbisida, maka tanaman utama akan beresiko
terkena kabut semprot. Oleh karena itu disarankan penyemprotan tidak
dilakukan saat angin bertiup kencang. -emungkinan lain yang akan terjadi
adalah 3
Run o4, sebagian kabut semprot yang membasahi daun akan mengalir dan
jatuh ke tanah, tetesan pestisida yang jatuh ke tanah ini berpotensi
menimbulkan pencemaran lingkungan.
Penguapan, sebaiknya penyemprotan tidak dilakukan saat matahari
terik.
%otodekomposisi, penguraian pestisida menjadi bentuk yang tidak
aktif karena pengaruh cahaya, sehingga efektifitas pestisida berkurang.
Penyerapan oleh partikel tanah, menyebabkan tertimbunnya sisa pestisida
di dalam tanah sehingga menyebabkan pencemaran tanah. #elain
itu penyerapan oleh tanah juga akan menurunkan efektifitas pestisida
yang memang ditujukan untuk mengendalikan OPT yang terdapat di dalam
tanah. Pencucian pestisida oleh air hujan dan terba5a ke dalam
lapisan tanah bagian ba5ah sehingga mencemari sumber air tanah.
Reaksi kimia, yaitu perubahan molekul pestisida menjadi bentuk yang
tidak
aktif atau tidak
beracun.
Perombakan oleh mikro organisme, bahan pembentuk pestisida setelah
jatuh
ketanah akan menjadi bagian tubuh mikro
organisme.
PET$1J$K PE1CA#P$RA1
PESTISIDA
6angan mencampur pestisida di tempat tertutup,
lakukan pencampuran di tempat terbuka.
6angan menyimpan campuran pestisida, pencampuran pestisida
dengan air hanya dilakukan saat
penyemprotan.
7unakan air bersih dan tidak mengandung kotoran yang dapat
menyumbat
no8el.
)asukkan air terlebih dahulu ke dalam tangki, baru
pestisida
dimasukkan dan
diaduk.
6angan menggunakan pestisida yang terlalu lama disimpan dan
sudah mengalami perubahan fisik, seperti terbentuknya garam
di sekitar tutup botol atau terjadi perubahan 5arna.
6angan melakukan pencampuran pestisida yang satu dengan yang
lain jika belum yakin bah5a kedua jenis pestisida tersebut dapat
dicampur. *akukan pengetesan, jika setelah pencampuran dua jenis
pestisida terbentuk endapan, atau terbentuk lapisan yang tidak
menyatu, seperti minyak dengan air, atau seperti santan pecah,
maka kedua jenis pestisida tersebut tidak kompatible untuk
dicampur.
6angan mencampur 9 pestisida atau lebih yang mempunyai cara
kerja sama, sebagai contoh3 Racun pernafasan dengan
racun pernafasan, kontak dengan kontak atau sistemik dengan
sistemik. 6angan mencampur 9 pestisida atau lebih dalam satu
golongan, sebagai contoh3 piretroid dengan piretroid atau
karbamat dengan karbamat.
"uatlah campuran pestisida sesuai perhitungan luas areal yang
akan
disemprot
.
6angan meningkatkan dosis atau konsentrasi lebih tinggi dari
kisaran
yang tertera pada label. 6ika pada dosis atau konsentrasi tertinggi
sesuai yang tercantum pada kemasan suatu pestisida tidak lagi
efektif mengendalikan OPT sasaran, maka disarankan untuk
mengganti dengan bahan aktif yang berbeda.
PE1''$1AA1
S$R!AKTA1
Penggunaan surfaktan sangat diperlukan dalam aplikasi pestisida.
Permukaan daun yang memiliki lapisan lilin atau bulu-bulu halus
menyebabkan kabut semprot tidak dapat melapisi secara sempurna. Oleh
karena itu pemakaian surfaktan sangat disarankan pada budidaya yang
berorientasi keuntungan. #urfaktan berfungsi untuk menurunkan
tegangan permukaan air, sehingga kabut semprot yang jatuh di atas
permukaan daun tidak membentuk butiran, tetapi menyebar ke seluruh
permukaan daun. #elain itu surfaktan juga berungsi sebagai perekat.