Anda di halaman 1dari 144

BUKU AJAR

RANCANG BANGUN ALAT PENANGKAPAN IKAN

BUKU AJAR RANCANG BANGUN ALAT PENANGKAPAN IKAN DISUSUN OLEH : Prof.Dr.Ir. Najamuddin, M.Sc. PROGRAM STUDI PEMANFAATA

DISUSUN OLEH :

Prof.Dr.Ir. Najamuddin, M.Sc.

IKAN DISUSUN OLEH : Prof.Dr.Ir. Najamuddin, M.Sc. PROGRAM STUDI PEMANFAATA N SUMBERDAYA PERIKANAN FAKULTAS

PROGRAM STUDI PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN

FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN

UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR

2011

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS HASANUDDIN LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN JL. Perintis

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS HASANUDDIN LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN

JL. Perintis Kemerdekaan Km.10 Makassar 90245 (Gedung Perpustakaan Unhas Lantai Dasar) Telp. (0411) 586 200, Ext. 1064 Fax. (0411) 585 188 e-mail : lkpp@unhas.ac.id

200, Ext. 1064 Fax. (0411) 585 188 e-mail : lkpp@unhas.ac.id HALAMAN PENGESAHAN HIBAH PENULISAN BUKU AJAR
200, Ext. 1064 Fax. (0411) 585 188 e-mail : lkpp@unhas.ac.id HALAMAN PENGESAHAN HIBAH PENULISAN BUKU AJAR

HALAMAN PENGESAHAN

HIBAH PENULISAN BUKU AJAR BAGI TENAGA AKADEMIK UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011

Judul Buku Ajar

: Rancang Bangun Alat Penangkapan Ikan

Nama Lengkap NIP Pangkat/Golongan

Jurusan/Program Studi : Perikanan/ Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Fakultas/Universitas Alamat e-mail Biaya

: Prof.Dr.Ir. Najamudin, M.Sc : 19600701 198601 1 001 : Pembina Utama Madya /IV.d

: Ilmu Kelautan dan Perikanan/Hasanuddin : najapsp@yahoo.co.id : Rp. 5.000.000,- (Lima juta rupiah) Dibiayai oleh dana DIPA BLU Universitas Hasanuddin Tahun 2011 Sesuai SK Rektor Unhas

Nomor :

/H4.2KU.10/2011 Tanggal……………

Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan

Makassar, 29 Nopember 2011

Penulis,

Prof. Dr. Ir. A. Niartiningsih, M.P. NIP. 19611201 198703 2 002

Prof.Dr.Ir. Najamudin, M.Sc NIP. 19600701 198601 1 001

Mengetahui :

Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan (LKPP) Universitas Hasanuddin

Prof. Dr. Ir. Lellah Rahim, M.Sc. NIP. 19630501 198803 1 004

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. sebab dengan rakhmat dan taufiq-Nya jualah sehingga penulisan buku ajar ini dapat diselesaikan dengan baik. Penulis menyusun buku ajar ini dilandasi oleh tanggung jawab moral untuk memperbaiki proses pembelajaran dalam mencapai target kompetensi yang diharapkan pada mata kuliah rancang bangun alat penangkapan ikan.

Dalam penyusunan buku ajar ini, penulis banyak menerima bantuan dan masukan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dari lubuk hati yang paling dalam, penulis menyampaikan penghargaan, rasa hormat dan terima kasih kepada :

1. Rektor Universitas Hasanuddin melalui LKPP yang telah memberikan kepercayaan kepada penulis untuk menyusun buku ajar ini.

2. Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan dan Ketua Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan yang telah mengusulkan dan menyetuji buku ajar ini.

3. Kepada semua teman-teman staf pengajar yang telah memberikan informasi dan motivasi sehingga penulisan buku ajar ini dapat diselesaikan.

4. Kepada semua pihak yang tidak sempat disebutkan namanya satu persatu, penulis menghaturkan banyak terima kasih atas segala bantuannya.

Akhirnya dengan segala kerendahan hati, penulis menyadari bahwa buku ajar ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritikan dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan demi penyempurnaan di masa mendatang. Semoga buku ajar ini dapat memberikan manfaat dan lebih mempermudah dalam memahami materi kuliah.

Makassar, 29 Nopember 2011

Penyusun

DAFTAR ISI

URAIAN

Hal

KATA PENGANTAR

 

…….

ii

DAFTAR ISI

 

…….

iii

BAB 1

PENDAHULUAN

 

…….

1

1.1 Gambaran

Lulusan

Program

Studi

Pemanfaaatan …….

1

 

Sumberdaya Perikanan

 
 

1.2 Analisis Kebutuhan Pembelajaran

 

…….

1

1.3 GBRP

 

…….

3

BAB 2

ALAT DAN SISTIM PENANGKAPAN IKAN

 

…….

6

2.1 Pendahuluan

 

…….

6

2.2 Uraian Bahan Pembelajaran

…….

6

 

2.2.1.

Teori

alat

penangkapan

ikan

dan

system …….

6

penangkapan ikan

 

2.2.2.

Klasifikasi alat penangkapan ikan

 

…….

9

2.2.3.

Disain alat penangkapan ikan

…….

16

2.2.4.

Faktor

yang

mempengaruhi

disain

alat …….

21

penangkapan ikan

 
 

2.3

Penutup

…….

BAB 3

GEOMETRI

JARING,

GAYA

DAN

MODEL

ALAT …….

27

PENANGKAPAN IKAN

 

3.1 Pendahuluan

 

…….

27

3.2 Uraian Bahan Pembelajaran

…….

27

 

3.2.1. Bahan dasar alat penangkapan ikan

 

…….

27

3.2.2. Analisis sistim pemotongan jaring

…….

33

3.2.3. Gaya yang bekerja pada alat penangkapan ikan

…….

37

3.2.4. Model alat penangkapan ikan

 

…….

43

 

3.3 Penutup

 

…….

49

BAB 4

DISAIN TRAWL

 

……

51

4.1 Pendahuluan

…….

51

4.2 Uraian Bahan Pembelajaran

…….

51

4.3 Penutup

 

…….

64

BAB 5

DISAIN PURSE SEINE

 

…….

66

5.1 Pendahuluan

…….

66

5.2 Uraian Bahan Pembelajaran

…….

66

5.3 Penutup

 

…….

80

BAB 6

DISAIN PAYANG

 

……

82

6.1 Pendahuluan

…….

82

6.2 Uraian Bahan Pembelajaran

…….

82

6.3 Penutup

 

…….

84

BAB 7

DISAIN GILL NET

…….

86

7.1 Pendahuluan

…….

86

7.2 Uraian Bahan Pembelajaran

…….

86

7.3 Penutup

…….

100

BAB 8

DISAIN SET NET

……

102

8.1 Pendahuluan

…….

102

8.2 Uraian Bahan Pembelajaran

…….

102

8.3 Penutup

…….

117

BAB 9

DISAIN FYKE NET

……

118

9.1 Pendahuluan

…….

118

9.2 Uraian Bahan Pembelajaran

…….

118

9.3 Penutup

…….

123

BAB 10

DISAIN PUKAT PANTAI DAN JARING ANGKAT

……

125

10.1 Pendahuluan

…….

125

10.2 Uraian Bahan Pembelajaran

…….

125

10.2.1.

Disain pukat pantai

…….

125

10.2.2.

Disain jarring angkat

…….

128

10.3 Penutup

…….

129

BAB 11

DISAIN PANCING

……

131

11.1 Pendahuluan

…….

131

11.2 Uraian Bahan Pembelajaran

…….

131

11.3 Penutup

…….

138

DAFTAR PUSTAKA

 

……

139

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1. Gambaran Profil Lulusan Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Kompetensi Utama :

1) Lulusan mampu menguasai dan menerapkan manajemen perikanan tangkap yang berkelanjutan 2) Lulusan mampu menguasai dan menerapkan ilmu dan teknologi rancang bangun alat tangkap dan kapal perikanan

3)

Lulusan mampu menguasai dan menerapkan ilmu dan teknologi penangkapan ikan yang berkelanjutan

4) Lulusan mampu menguasai dan menerapkan ilmu dan teknologi sistem informasi perikanan tangkap yang berkelanjutan

5) Lulusan mampu menguasai dan menerapkan ilmu dan teknologi sistem penanganan hasil tangkapan. Kompetensi Pendukung :

1. Lulusan mampu menguasai IPTEK pengolahan hasil perikanan; dan

2. Lulusan mampu menerapkan IPTEK pengolahan hasil perikanan

3. Lulusan mampu bekerjasama, berkomunikasi dan beradaptasi dalam lingkungan kerja

4. Lulusan mampu berkarya secara individu atau tim dalam usaha perikanan

tangkap Kompetensi Lainnya (Institusional) :

Lulusan mampu bekerja sama, menyesuaikan diri, mengembangkan diri dan berfikir logis, analitis & profesional.

1.2. Analisis Kebutuhan Pembelajaran

Mata Kuliah

:

Rancangbangun Alat Penangkapan Ikan

Kode mk.

:

302 L 233

Sasaran Belajar/TIU : Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan akan mampu membuat disain berbagai alat penangkapan ikan.

16
16

Membuat disain pancing

berbagai alat penangkapan ikan. 16 Membuat disain pancing Membuat disain pukat pantai & jarring angkat 11

Membuat disain pukat pantai & jarring angkat

11
11

Membuat disain gill net

 
10 Membuat disain payang
10
Membuat disain payang
9
9

Membuat disain purse seine

Membuat disain fyke net

Membuat disain set net

6-8 Membuat disain trawl
6-8
Membuat disain trawl

Menggambarkan geometri jarring, menghitung gaya-gay a yg bekerja, model alat penangkapan ikan

2-3
2-3

Alat & system penangkapan ikan serta perkembangannya

1
1

PendahuluanAlat & system penangkapan ikan serta perkembangannya 1 4-5 15 14 12-13 entry behaviour Bahan &

4-5
4-5
15
15
14
14
12-13
12-13

entry behaviour

Bahan & alat penangkapan ikan (prasyarat)

1.3.

GBRP

Mata Kuliah

Nomor/Kode SKS

Deskripsi Singkat : Mata kuliah ini merupakan lanjutan dari mk. bahan dan alat penangkapan ikan yang membahas tentang disain dan konstruksi berbagai alat penangkapan ikan, kalkulasi bahan serta hal-hal yang menjadi pertimbangan dalam disain masing-masing alat

: Rancangbangun Alat Penangkapan Ikan

:

302 L233 / 3

Mingg

SasaranPembelaja

Materi

Strategi

Indikator

Bob

u ke

ran

Pembelajaran

Pembelajaran

Penilaian

ot

Nilai

   

(%)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1

Menjelaskan

Kontrak

Kuliah

Kejelasan

 

kontrak

Pembelajaran

kontrak

pembelajaran,

perkuliahan

kompetensi

yg

akan dicapai

2-3

Menguraikan berbagai teori alat

Alat dan system penangkapan

Kuliah+tugas

Kejelasan mhs

8

kajian

pustaka

mengidentifik

dan

sistem

ikan

serta

(Cooperative

asi

sistem

penangkapan ikan, merumuskan

perkembangann

learning)

penangkapan

ya

ikan

&

yang mempengaruhi rancang bangun

faktor

Pertimbangan

merumuskan

rancang bangun

faktor

yg

alat penangkap

mempengaruh

 

ikan

i

rancang

bangun

4-5

Menggambarkan geometri jarring dan menghitung luar

gaya-gaya

Geometri

dari

Kuliah+kerja

Kejelasan

9

jarring,

kelompok+Present

menguraikan

kalkulasi bahan

asi

(Collaborative

dimensi

ja-

dan

gaya-gaya

learning)

ring

Ketepat-

yang

bekerja

&

luar

yang

an

menghi-

model

alat

bekerja

pada

tung

gaya

penangkapan ikan

jarring,

model

yang

bekerja,

alat

Ketepatan

penangkapan

model,

ikan

kerjasama tim.

6-8

Menjelaskan prinsip disain alat penangkap ikan & mendisain alat penangkap ikan trawl

Prinsip-prinsip

Kuliah+kerja

Kejelasan dan

13

disain

dan

individu+tutorial

ketepatan

mendisain

alat

(project

based

disain

alat

penangkapan

learning)

penangkapan

ikan trawl

ikan trawl

GBRP lanjutan …

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

9

Menjelaskan

Prinsip-prinsip

Kuliah+kerja

 

Kejelasan dan

6

prinsip disain

&

disain

dan

individu+tutorial

ketepatan

mendisain

alat

mendisain alat penangkapan ikan purse seine

(project

based

disain

alat

penangkap

ikan

learning)

 

penangkapan

purse seine

 

ikan

purse

 

seine

10

Menjelaskan

Prinsip-prinsip

Kuliah+kerja

 

Kejelasan dan

6

prinsip

disain

&

disain

dan

individu+tutorial

ketepatan

mendisain

alat

mendisain

alat

(project

based

disain

alat

penangkap

ikan

penangkapan

learning)

 

penangkapan

payang

ikan payang

 

ikan payang

11.

Menjelaskan

Prinsip-prinsip

Kuliah+kerja

 

Kejelasan dan ketepatan disain alat penangkapan ikan gill net

6

prinsip

disain

&

disain

dan

individu+tutorial

mendisain

alat

mendisain alat

(project

based

penangkap

ikan

penangkapan ikan gill net

learning)

 

gill net

 

12.-13

Menjelaskan

Prinsip-prinsip

Kuliah+kerja

 

Kejelasan dan ketepatan disain alat penangkapan ikan set net

9

prinsip

disain

&

disain

dan

individu+tutorial

mendisain

alat

mendisain alat penangkapan ikan set net

(project

based

penangkap

ikan

learning)

 

set net

 

14.

Menjelaskan

Prinsip-prinsip

Kuliah+kerja

 

Kejelasan dan ketepatan disain alat penangkapan ikan fyke net

6

prinsip

disain

&

disain

dan

individu+tutorial

mendisain

alat

mendisain alat penangkapan ikan fyke net

(project

based

penangkap

ikan

learning)

 

fyke net

 

15.

Menjelaskan

Prinsip-prinsip

Kuliah+kerja

 

Kejelasan dan

6

prinsip

disain

&

disain

dan

individu+tutorial

ketepatan

mendisain

alat

mendisain

alat

(project

based

disain

alat

penangkap

ikan

penangkapan

learning)

 

penangkapan

pukat

pantai

dan

ikan

pukat

 

ikan

pukat

jaring angkat

pantai

dan

pantai

dan

jaring angkat

jaring angkat

16.

Menjelaskan

Prinsip-prinsip

Kuliah+kerja

 

Kejelasan dan

6

prinsip

disain

&

disain

dan

individu+tutorial

ketepatan

mendisain

alat

mendisain

alat

(project

based

disain

alat

penangkap

ikan

penangkapan

learning)

 

penangkapan

pancing

ikan pancing

 

ikan pancing

17-18

Menyusun

Uji Kompetensi

Studi

Kasus

+

Kejelasan lang-

25

langkah

rancang

& Remedial

Presentasi (Problem solving learning)

kah

rancang

bangun

alat

bangun,

ke-

penangkap

hitungan

dengan

argumentasi

ikan,

disertai

jelasan

ketepatan

hitungan

kemampuan

alasan,

dan

analogi

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 1978. Catalogue of Fishing Gear Design. FAO-UN. Fishing News (Books) Ltd. London.

Anonim, 2007. Katalog Alat Penangkapan Ikan Indonesia. Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Departemen Kelautan dan Perikanan. Semarang.

Anonim, 2007. Klasifikasi Alat Penangkapan Ikan Indonesia. Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Departemen Kelautan dan Perikanan. Semarang.

Ayodhyoa, A.U. 1981. Metode Penangkapan Ikan. Yayasan Dewi Sri. Bogor.

Ben-Yami, M. 1994. Purse Seining Manual. Fishing News (Books) Ltd. London.

FAO. 1975. Catalogue of small scale fishing gear. Fishing News (Books) Ltd. London.

FRIDMAN, A. L. 1986. Calculation for Fishing Gear Designs. Fishing News (Books) Ltd. London. 241 p.

Kristjonson, H. 1959. Modern Fishing Gear of the World. Vol 1. Fishing News (Books) Ltd. London.

Kristjonson, H. 1964. Modern Fishing Gear of the World. Vol 2. Fishing News (Books) Ltd. London.

Kristjonson, H. 1972. Modern Fishing Gear of the World. Vol 3. Fishing News (Books) Ltd. London.

Martasuganda, S. 2005. Set net (Teichi Ami) ; Serial Teknologi Penagkapan Ikan Berwawasan Lingkungan. Departemen PSP FPIK. IPB Bogor.

Menon, T.R----. Hand Book on Tuna Long Lining. Central Institute of Fisheries, Nautical and Engineering Training. Ministry of Agriculture and Irrigation. Government of India.

Muslim, A. 2008. Studi Bio-Fisik Lokasi Pemasangan Set Net (Teichi Ami) Di Perairan Tanjung Palette Kabupaten Bone. Skripsi. PS. PSP, FIKP UNHAS. Tidak Dipublikasikan.

Muhraeni. 2008.

Jumlah Hasil Tangkapan Pada Alat Tangkap Set Net (Teichi Ami) Di Perairan Tanjung

PS. PSP, FIKP UNHAS. Tidak

Hubungan Beberapa Parameter Oseanografi Dengan Komposisi Dan

Pallette Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. Dipublikasikan

Skripsi.

NOMURA.

1978. Fishing Techniques. I & 2. Japan International Cooperation Agency.

Tokyo.

NIELSEN, L. A. AND D. L. JOHNSON [eds.]. 1983. Fisheries Techniques. American Fisheries Society, Bethesda, Maryland. 468 p.

Prichard, M. 1987. Let’s Go Fishing. Octopus Books Limited. Hong Kong.

Sadhori, N. 1985. Teknik Penangkapan Ikan. Angkasa, Bandung. 182 hal.

Subani, W. dan H.R. Barus. 1989. Alat Penangkapan Ikan dan Udang Laut di Indonesia. Balai Penelitian Perikanan Laut. Jakarta.

Von Brandt, A. 1984. Fishing Catching Method of the World. 3 rd Edition. Fishing news (Books) Ltd. England

BAB 2. ALAT DAN SISTEM PENANGKAPAN IKAN

2.1. Pendahuluan

Sasaran pembelajaran :

a) Menguraikan berbagai teori alat dan system penangkapan ikan

b) Merumuskan factor-faktor yang mempengaruhi rancangbangun alat penangkapan ikan

c) Menguraikan cara-cara mendisain alat penangkapan ikan

d) Menguraikan peranan ahli rancanbangun alat penangkapan ikan

2.2. Uraian Bahan Pembelajaran

2.2.1 Teori alat penangkapan ikan dan sistem penangkapan ikan Mata kuliah rancang bangun alat penangkap ikan adalah lanjutan dari mata kuliah bahan dan alat penangkapan ikan serta dasar penangkapan ikan. Pada kuliah seelumnya, mahasiswa sudah mendapatkan materi tentang bahan-bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan suatu alat penangkap ikan serta bagaimana bentuk dan cara pengoperasian berbagai alat penangkap ikan. Pada mata kuliah ini, mahasiswa akan diantar untuk merancang (design) suatu alat penangkap ikan. Perancangan (designing) alat penangkap ikan adalah proses mempersiapkan spesifikasi teknik dan menggambar alat penangkap ikan untuk memuaskan kebutuhan penanganan alat, teknik, operasi, ekonomi dan social. Penyelesaian masalah yang terlibat dalam pembuatan alat penangkap ikan untuk memuaskan karakteristik spesifk adalah sangat kompleks, pertama karena teknologi sangat kompleks dan kedua sebab jumlah karakteristik konflik harus diselesaikan. Teknologi penangkapan ikan, sebagai sebuah kajian ilmiah ditemukan dan dikembangkan pada abad ke 20 terutama oleh ilmuan Rusia dan Jepang. Itu mewakili generalisasi dari akumulasi pengalaman praktek oleh banyak generasi nelayan di seluruh dunia. Teori dikembangkan oleh Professor F.I. Baranov (Rusia) dan Professor Tauti (Jepang), demikian pula serangkaian pengamatan oleh pekerja lainnya, memberikan kontribusi pemahaman yang lebih baik tentang penangkapan ikan dan proses yang berhubungan serta interaksinya antara ikan, alat tangkap dan kapal penangkap ikan. Prosedur telah dilakukan secara obyektif membandingkan metode penangkapan ikan dan alat penangkapan ikan untuk membantu memilih yang paling sesuai dan memungkinkan evaluasi awal kelayakan secara tehnik dan ekonomi terhadap penyempurnaan teknologi dan inovasi.

Hanya pengetahuan yang banyak dimiliki oleh nelayan adalah pengalaman dan apa yang telah mereka warisi dari orang tuanya. Mereka sering tidak percaya terhadap hasil penelitian secara teoritis, terutama disebabkan mereka tidak mengetahui bagaimana mengambil keuntungan dari temuan baru tersebut. Namun demikian, dengan perubahan

dinamika yang telah terjadi pada akhir-akhir tahun pada perikanan dunia, perbaikan seleksi daerah penangkapan ikan, alat dan metode panangkapan ikan, dan melibatkan peralatan canggih seperti peralatan untuk memonitor, alat penangkapan ikan yang besar dan kuat dan mesin automatic, nelayan tipe baru dibutuhkan dimana mereka mampu menggabungkan pengalaman praktek dengan secara teori. Analisis secara teoritis dapat diaplikasikan untuk mencari solusi terhadap masalah- masalah keahlian teknik dan teknologi yang muncul dalam aktivitas nelayan, ahli teknologi penangkapan ikan, manajer perikanan dll. Beberapa yang sering ditemui adalah

:

1. Pemilihan alat penangkapan ikan dan tipe kapal sesuai dengan data sumberdaya perikanan pada daerah tertentu;

2. Penentuan parameter teknik yang optimal untuk alat penangkapan ikan, dengan memperhatikan karakteristik daerah, jenis ikan dan tipe kapal yang tersedia;

3. Disain alat penangkap ikan dan perhitungan kualitas dan banyaknya bahan yang dibutuhkan untuk konstruksi dan perlengkapan lainnya;

4. Penentuan pola operasi terbaik (kecepatan penarikan, posisi penangkapan ikan, pemasang perlengkapan secara rinci dsb) pada berbagai kondisi;

5. Demonstrasi kemungkinan untuk penyempurnaan dan implementasinya pada alat penangkap ikan yang digunakan pada lokasi tertentu;

6. Modifikasi alat penangkap ikan tradisional untuk beroperasi pada kondisi yang

berbeda. Kesemua hal tersebut di atas menyinggung banyak factor yang terlibat dalam disain dan perhitungan alat penangkap ikan. Beberapa diantaranya yang terpenting adalah :

1. Ikan (spesies, tipe dan ukuran konsentrasi, tingkah laku, kecepatan migrasi, karakteristik biomentrik individu ikan, dsb.);

2. Daerah penangkapan ikan (sumberdaya ikan, ketersediaan makanan, jarak dari pelabuhan, kedalaman, kecepatan arus, suhu, salinitas, ketersediaan umpan, dsb);

3. Tingkatan teknologi (keterampilan nelayan, ketersediaan dan tipe kapal penangkap ikan, kesesuaian alat penangkap ikan, ketersediaan bahan, dsb.);

4.

Kondisi ekonomi (permintaan umum dan preferensi pasar tertentu, jarak ke pasar,

ketersediaan modal, dsb.). Untuk membuat buku ajar ini bermanfaat, terutama bagi sebanyak mungkin pembacanya, matematik tingkat tinggi tidak digunakan dan perhatian lebih banyak dicurahkan pada masalah sederhana dan umum. Selain itu juga disertai dengan contoh perhitungan sehingga akan lebih mudah dipahami dan dipraktekkan di lapangan. Alat penangkapan ikan kelihatannya masih kebudayaan primitive seperti tombak, panah dan pancing yang terbuat dari batu, cangkang, tulang dan gigi binatang. Pada perangkap ikan di perairan dangkal, penghalang tanah dan batu, dikonstruksi tumpukan ranting kayu, kaleng penjebak dan labyrinths. Penangkapan ikan yang lebih aktif menggunakan panah, tombak, rakit, penjepit, penggaruk, juga dengan menggunakan tali dan joran. Perkembangan terakhir dari alat penangkapan ikan dan metode penangkapan ikan adalah perbaikan bentuk alat tangkap dan lebih khusus ukuran alat yang lebih besar dan meningkatkan kecepatan penarikan dan penanganan alat. Akibatnya, lebih besar volume air dapat disapu dan lebih cepat oleh alat tangkap, dengan meningkatkan potensi ikan tertangkap. Ini secara luas telah memungkinkan melalui penggunakan bahan sistetis dalam alat penangkap ikan komersil. Pada sisi lain, peningkatan ukuran alat penangkapan ikan dan pengoperasian pada perairan yang lebih dalam dan lebih jauh diperlukan kapal penangkap ikan yang lebih kuat, lebih cepat dan lebih besar, lebih banyak kekuatan mesin dan listrik per nelayan di atas kapal dan meningkatkan jangkauan operasi dari peralatan pendeteksi ikan. Perkembangan teknik ditambah perbaikan komunikasi dan pelayanan peramalan cuaca memungkinkan lebih banyak waktu dicurahkan untuk penangkapan melalui pengurangan waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan antara daerah penangkapan, untuk mendapatkan gerombolan ikan dan menangani alat penangkap ikan. Perkembangan peralatan untuk menemukan dan mengikuti pergerakan gerombolan ikan dan memonitor serta mengontrol alat penangkap ikan selama operasi telah ditingkatkan akurasinya untuk tujuan penangkapan ikan dan cenderung diset secara automatik. Tidak diragukan lagi, teknologi penangkapan ikan dapat berkontribusi terhadap perkembangan perikanan pada Negara berkembang khususnya memperbaiki alat dan metoda yang ada melalui intoduksi sesuatu yang baru. Alat penangkap ikan harus dipertimbangkan sebagai bagian dari system yang juga termasuk mesin pananganan alat, kapal penangkap ikan, peralatan untuk mendapatkan dan

memonitor keberadan ikan, ikan target dan lingkungannya. Efisiensi operasi penangkapan ikan tergantung dari derajat dimana system dipahami dan dikontrol, kesesuaian terhadap kondisi tertentu, kesesuaian dengan peralatan teknik, terhadap kondisi tertentu dimana parameter alat tangkap sudah dipilih untuk mengeksploitasi karakteristik tingkah laku ikan. Peranan yang dimainkan oleh unsur sistem penangkapan ikan modern akan lebih mudah dipahami dengan merujuk pada generalisasi model informasi (Lukashov, 1972) seperti diperlihatkan pada Gambar 1. Semua kotak kecuali ikan mewakili unsur tehnik untuk penangkapan ikan. Alat pendeteksi lokasi ikan adalah echosounder. Modifikasi tingkah laku ikan adalah sumber cahaya. Kotrol agen untuk modifikasi tingkah laku ikan dan untuk alat penangkap ikan termasuk anak buah kapal dan mesin-mesin dek. Peralatan monitor termasuk peralatan seperti alat pendeteksi jaring (net sounder) dan alat pengukur tegangan tali.

IKAN

ALAT PENDETEKSI LOKASI IKAN

pengukur tegangan tali. IKAN ALAT PENDETEKSI LOKASI IKAN MODIFIKASI TINGKAH LAKU IKAN ALAT PENANGKAP IKAN AGEN
pengukur tegangan tali. IKAN ALAT PENDETEKSI LOKASI IKAN MODIFIKASI TINGKAH LAKU IKAN ALAT PENANGKAP IKAN AGEN

MODIFIKASI

TINGKAH LAKU

IKAN

PENDETEKSI LOKASI IKAN MODIFIKASI TINGKAH LAKU IKAN ALAT PENANGKAP IKAN AGEN MONITOR KONTROL ALAT ALAT
PENDETEKSI LOKASI IKAN MODIFIKASI TINGKAH LAKU IKAN ALAT PENANGKAP IKAN AGEN MONITOR KONTROL ALAT ALAT

ALAT PENANGKAP IKAN

AGEN MONITOR KONTROL ALAT ALAT TANGKAP
AGEN
MONITOR
KONTROL
ALAT
ALAT
TANGKAP

MONITOR

MODIFIKASI

TINGKAH LAKU

AGEN

KONTROL

TINGKAH LAKU

MODIFIKASI TINGKAH LAKU AGEN KONTROL TINGKAH LAKU PUSAT KONTROL Gaambar 1. Generalisasi informasi model system
MODIFIKASI TINGKAH LAKU AGEN KONTROL TINGKAH LAKU PUSAT KONTROL Gaambar 1. Generalisasi informasi model system

PUSAT KONTROL

Gaambar 1. Generalisasi informasi model system penangkapan ikan

2.2.2. Klasifikasi alat penangkapan ikan (BPPI, 2007)

Klasifikasi alat penangkapan ikan disusun untuk menggolongkan dan mengelompokkan setiap jenis alat penangkapan ikan yang sesuai dengan perkembangan di perairan Indonesia berdasarkan spesifikasi teknis dan cara pengoperasiannya. Dalam pengklasifikasian alat penangkapan ikan juga tercantum singkatan dank ode yang disesuaikan dengan penamaan yang digunakan untuk setiap jenis alat untuk memudahkan pengidentifikasian dan pengelompokannya.

Klasifikasi ini dikeluarkan berdasarkan hasil inventarisasi dan identifikasi alat

penangkap ikan yang ada di Indonesia oleh Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan,

Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Departemen Kelautan dan Perikanan dengan

mengadopsi Klasifikasi yang dikeluarkan oleh FAO (Definition and Clasification of

Fishing Gear Categories, 1989) dan ditambahkan dengan penggolongan yang ada di

Indonesia.

Tabel 2.1. Klasifikasi Alat Penangkapan Ikan Berdasarkan ISSCFG

No.

Penggolongan

Singkatan

Kode

ISSCFG

(1)

(2)

(3)

(4)

1.

SURROUNDING NETS

-

01.0.0

 

With purse line (Purse Seines)

PS

01.1.0

 

- One boat operated purse seines

PS1

01.1.1

 

- Two boat operated purse seines

PS2

01.1.2

 

Without purse line (lampara)

LA

01.2.0

2.

SEINE NETS

 

02.0.0

 

Beach Seine

SB

02.1.0

 

Boat Or Vessel Seines

SV

02.2.0

 

- Danish seine (dogol)

SDN

02.2.1

 

- Scottish seine

SSC

02.2.2

 

- Pair seine

SPR

02.2.3

 

Seine nets (not specified)

SX

02.9.0

3.

TRAWL

 

03.0.0

 

Bottom trawl

 

03.1.0

 

- Beam Trawl

TBB

03.1.1

 

- Otter trawl

OTB

03.1.2

 

- Pair trawl

PTB

03.1.3

 

- Nephtops trawl

TBN

03.1.4

 

- Shrimp Trawl

TBS

03.1.5

 

- Bottom Trawl (not specified)

TB

03.1.9

Tabel 2.1. Lanjutan ….

 

(1)

(2)

(3)

(4)

 

Midwater trawl (Trawl Pertengahan )

 

03.2.0

 

- Trawl berpapan

OTM

03.2.1

 

- Trawl dua kapal

PTM

03.2.2

 

- Trawl udang

TMS

03.2.3

 

- Trawl pertengahan lainnya

TM

03.2.9

 

Trawl kembar berpapan

OTT

03.3.0

 

Trawl berpapan lainnya

OT

03.4.9

 

Trawl dua kapal lainnya

PT

03.5.9

 

Trawl lainnya

TX

03.9.0

4.

DGEDGES (PENGGARUK)

 

04.0.0

 

Boat dredges (Penggaruk berperahu/kapal)

DRB

04.1.0

 

Hand dredges (Penggaruk biasa)

DRH

04.2.0

5.

LIFT NETS (TANGKUL)

 

05.0.0

 

Tangkul biasa (Portable liftnet)

LNP

05.1.0

 

Bagan perahu (Boat operated liftnet)

LNB

05.2.0

 

Tangkul pantai

LNS

05.3.0

6.

FALLING GEARS (ALAT YG DIJATUHKAN)

 

06.0.0

   

Jala

FCN

06.1.0

 

Alat jatuh lainnya

FG

06.9.0

7.

GILL NETS & ENTANGLING NETS (JARING INSANG & JARING PUNTAL)

 

07.0.0

 

Jaring insang menetap

GNS

07.1.0

 

Jaring insang hanyut

GND

07.2.0

 

Jaring insang lingkar

GNC

07.3.0

 

Jaring insang berpancang

GNI

07.4.0

 

Jaring gondrong (trammel net)

GTR

07.5.0

 

Jaring kombinasi gillnet–trammel net

GTN

07.6.0

 

Jaring insang & jaring puntal lainnya

GEN

07.9.0

 

-

Jaring insang lainnya

GN

07.9.1

Tabel 2.1. lanjutan ….

 

(1)

 

(2)

(3)

(4)

8.

TRAPS

 

08.0.0

 

Stationary uncovered pound nets

FPN

08.1.0

 

Pots

FPO

08.2.0

 

Fyke nets

FYK

08.3.0

 

Stow nets

FSM

08.4.0

 

Barriers, Fences, weirs, etc.

FWR

08.5.0

 

Aerial traps

FAR

08.6.0

 

Traps (not specified)

FIX

08.9.0

9.

HOOK AND LINES (PANCING)

 

09.0.0

 

Pancing ulur dan pancing berjoran biasa

LHP

09.1.0

 

Pancing ulur dan pancing berjoran dimekanisasi

LHM

09.2.0

 

Rawai menetap

LLS

09.3.0

 

Rawai hanyut

LLD

09.4.0

 

Rawai lainnya

LL

09.5.0

 

Tonda

LTL

09.6.0

 

Pancing lainnya

LX

09.9.0

10.

GRAPPLING & WOUNDING (ALAT PENJEPIT & MELUKAI)

 

10.0.0

 

Harpoons (Tombak)

HAR

10.1.0

11.

HARVESTING MACHINES

 

11.0.0

 

Pumps

HMP

11.1.0

 

Mechanized dredges

HMD

11.2.0

 

Harvesting machines (not specified)

HMX

11.9.0

12.

Miscellaneous gear

MIS

20.0.0

13.

Recreational Fishing Gears

RG

25.0.0

14.

Gear not Known (not specified)

NK

99.0.0

Tabel 2.2. Klasifikasi alat penangkapan ikan (BPPI Semarang)

No.

Penggolongan

Singkatan

Kode

KAPI

(1)

 

(2)

(3)

(4)

1.

JARING LINGKAR

JL

01.0.0

 

Jaring lingkar bertali kerut (pukat cincin)

JLPC

01.1.0

 

- Pukat cincin satu kapal

JLPC-1K

01.1.1

 

- Pukat cincin dua kapal

JLPC-2K

01.1.2

 

Jaring lingkar tanpa tali kerut (lampara)

JLLA

01.2.0

2.

PUKAT TARIKa

PT

02.0.0

 

Pukat Tarik Pantai

PTP

02.1.0

 

Pukat Tarik Berkapal

PTK

02.2.0

 

- Payang

PTK-Py

02.2.1

 

- Dogol

PTK-Dg

02.2.2

 

- Cantrang

PTK-Cn

02.2.3

 

- Lampara Dasar

PTK-Ld

02.2.4

 

PUKAT TARIK LAINNYA

PTL

02.9.0

3.

PUKAT HELA

PH

03.0.0

 

Pukat Hela Pertengahan

PHT

03.1.0

 

- Pukat Hela Pertengahan Berpapan

PHT-Pp

03.1.1

 

- Pukat Hela Pertengahan Dua Kapal

PHT-2K

03.1.2

 

- Pukat Hela Pertengahan Lainnya

PHT-L

03.1.9

 

Pukat Hela Dasar

PHD

03.2.0

 

- Pukat Hela Dasar Berpalang

PHD-Pl

03.2.1

 

- Pukat Hela Dasar Berpapan

PHD-Pp

03.2.2

 

- Pukat Hela Dasar Dua Kapal

PHD-2K

03.2.3

 

- Pukat Hela Dasar Lainnya

PHD-L

03.2.4

 

Pukat Hela Lainnya

PHL

03.9.0

4.

PUKAT DORONG

PD

04.0.0

 

Pukat Dorong tidak Berkapal

PDTK

04.1.0

 

Pukat Dorong Berkapal

PDK

04.2.0

 

-

Pukat Dorong Berkapal Satu Jaring

PDK-1J

04.2.1

Tabel 2.2. Lanjutan …

(1)

 

(2)

(3)

(4)

 

-

Pukat Dorong Berkapal Dua Jaring

PDK-2J

04.2.2

 

Pukat Dorong Lainnya

PDL

04.9.0

5.

PENGGARUK

PG

05.0.0

 

Penggaruk Tanpa Kapal

PGTK

05.1.0

 

Penggaruk Berkapal

PGK

05.2.0

6.

JARING ANGKAT

JA

06.0.0

 

Jaring Angkat Menetap

JAM

06.1.0

 

- Anco Tanpa Kapal

JAM-A

06.1.1

 

- Bagan Tancap

JAM-BT

06.1.2

 

Jaring Angkat Tidak Menetap

JATM

06.2.0

 

- Bagan Rakit

JATM-BR

06.2.1

 

- Bagan Perahu

JATM-BP

06.2.2

 

- Anco Berkapal (Bouke Ami)

JATM-BA

06.2.3

 

Jaring Angkat Lainnya

JAL

06.9.0

7.

ALAT YANG DIJATUHKAN/DITEBARKAN

AJT

07.0.0

 

Jala Tebar

AJTT

07.1.0

 

Jala Jatuh

AJTJ

07.2.0

 

- Jala jatuh tanpa Kapal

AJTJ-TK

07.2.1

 

- Jala Jatuh Berkapal (Cast Net)

AJTJ-K

07.2.2

 

Alat Jatuh Lainnya

AJTL

07.9.0

8.

JARING INSANG

JI

08.0.0

 

Jaring Insang Hanyut

JIH

08.1.0

 

Jaring Insang Tetap

JIT

08.2.0

 

Jaring Insang Lingkar

JILR

08.3.0

 

Jaring Insang Berlapis

JIBL

08.4.0

 

Jaring Insang Lainnya

JIL

08.9.0

9.

PERANGKAP

PR

09.0.0

 

Perangkap Berpenaju (Sero, Belat)

PRP

09.1.0

 

Perangkap tanpa Penaju

PRTP

09.2.0

 

-

Penangkap

Bersayap

(Pukat

labuh,

Gombang,

PRTP-S

09.2.1

Apong)

 

Tabel 2.2. Lanjutan …

 

(1)

 

(2)

(3)

(4)

 

-

Perangkap

tanpa

Sayap

(Ambai,

Togo,

Jermal,

PRTP-TS

09.2.2

Pengeri)

 
 

Bubu

 

PRB

09.3.0

 

Perangkap Lainnya

 

PRL

09.9.0

 

- Perangkap Ikan Peloncat

 

PRIL

09.9.1

10.

PANCING

 

PC

10.0.0

 

Pancing Ulur

 

PCU

10.1.0

 

Pancing Berjoran

 

PCJo

10.2.0

 

Rawai Tetap

 

PCRT

10.3.0

 

Rawai Hanyut

 

PCRH

10.4.0

 

Tonda

 

PCT

10.5.0

 

Pancing Lainnya

 

PCL

10.9.0

11.

ALAT PENJEPIT DAN MELUKAI

 

APM

11.0.0

 

Ladung

 

LD

11.1.0

 

Tombak

 

TB

11.2.0

 

Panah

 

PN

11.3.0

 

Alat Penjepit dan Melukai Lainnya

 

APML

11.9.0

12.

ALAT-ALAT LAINNYA

 

AAL

20.0.0

 

Muro Ami

 

MA

20.1.0

2.2.3.

Disain alat penangkapan ikan

Perancangan (designing) alat penangkap ikan adalah proses mempersiapkan spesifikasi teknik dan menggambar alat penangkap ikan untuk memuaskan kebutuhan penanganan alat, teknik, operasi, ekonomi dan social. Penyelesaian masalah yang terlibat dalam pembuatan alat penangkap ikan untuk memuaskan karakteristik spesifk adalah sangat kompleks, pertama karena teknologi sangat kompleks dan kedua sebab jumlah karakteristik konflik harus diselesaikan. Pada prinsipnya, perancang alat penangkap ikan sudah cukup memiliki pengalaman praktek dan dapat melalukan perhitungan keteknikan. Dengan pengetahuan ini, rencana dan spesifikasi suatu alat penangkap ikan dapat dikembangkan dan alat dikontruksi serta diuji di laut. Jika sebuah alat penangkapan ikan

yang baru kurang memuaskan, boleh dimodifikasi atau yang terburuk adalah dibuat perancangan kembali mulai dari awal dengan memperhatikan kesalahan sebelumnya.

(A). Teori dengan pendekatan praktek Sebagian besar alat penangkap ikan diproduksi melalui metode coba-coba, yaitu dikonstruksi kemudian dicoba di lapangan. Apabila penampilan lapangan kurang memuaskan, dilakukan modifikasi, kemudian dicoba lagi, sampai akhirnya memuaskan. Cara seperti ini tidak salah, Cuma biayanya yang terlalu mahal dan memerlukan waktu yang lama. Oleh karena itu diperlukan perencanaan dan perhitungan yang matang sebelum dikontruksi. Sebagai informasi awal dapat menggunakan referensi dari catalog alat penangkapan ikan yang ada, secara Internasional dikeluarkan oleh FAO dan di Indonesia di keluarkan oleh Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan di Semarang. Cara lain dapat ditempuh melalui pembuatan model, kemudian model tersebut diuji di laboratorium, dengan mudah dapat dilakukan modifikasi dan disimulasi kondisi lapangan. Kalau penampilan model sudah memuaskan baru dilakukan konstruksi.

(1) Desain dengan sistem tukang jahit Perancang merencanakan dalam hayalan gambar 3 dimensi dari alat yang akan dibuat, kemudian dipindahkan ke atas kertas sebagai gambar atau kesan seniman. Untu mencapai hal ini beberapa dimensi fisika dari berbagai bagian jaring perlu ditambahkan, seperti : ukuran mata jaring (mesh size), nomor benang, diameter tali, shortening (S = hang in ratio) dan H (hanging ratio = E). Dari informasi ini, desain dapat digambar dan informasi yang diketahui tadi dipindahkan ke gambar. Jumlah mata jaring pada bagian

lebar dan dalam jaring pada setiap bagian tertentu dapat dihitung, dan selanjutnya ditambahkan pada spesifikasi. Seperti pada kegiatan desain pada umumnya, banyak keahlian perkiraan yang diperlukan sebagai dasar dari analisis perencanaan. Dalam kasus alat penangkap ikan,

sering dibutuhkan informasi dari nelayan yang pengalaman di lapangan dan tahu tentang kondisi daerah penangkapan dan kapal dimana alat tersebut akan digunakan. Keahlian dasar yang diperlukan pada pendekatan ini adalah pengetahuan mendalam tentang perhitungan yang berhubungan dengan teknik pemotongan jaring, hanging ratio

(H)

dan teknik penyambungan.

(2)

Desain dengan metode skala langsung

Pada teknik ini perencana mencoba dan menguji suatu desain jaring yang sudah ada. Untuk mendapatkan sesuai dengan ukuran yang diinginkan, maka dilakukan perbesaran atau perkecilan. Perubahan dimensi yang dibuat harus didasarkan pada beberapa data penunjang lainnya atau pengalaman tertentu dari perencana. Namun demikian proses perubahan ukuran alat penangkap ikan sebenarnya relatif sederhana. Hal ini akan menjadi lebih rumit apabila perencana ingin membuat perubahan radikal terhadap mata jaring dan ukuran benang. Sebagai contoh pada trawl atau alat lainnya pengaruh nyata pada tahanan alat merupakan pertimbangan yang perlu dikaji lebih dalam. Dengan kata lain tehnik yang digunakan untuk mengembangkan suatu kisaran desain alat penangkap ikan yang memadai sesuai dengan kekuatan kapal dan berdasarkan pengalaman di lapangan. Analisis terhadap data yang telah diketahui, akan dapat memberikan koreksi yang sangat berharga pada teknik desain. Teknik ini dapat diaplikasikan pada alat penangkap ikan seperti : fyke nets, beam trawls, trawl dasar tunggal dan ganda.

(3) Desain dengan menggunakan data sheets

Penggunaan data sheets diikuti oleh sistem pengambilan keputusan dan perhitungan yang dikembangkan oleh autor merupakan cara yang paling berhasil dalam desain trawl dasar dan trawl pelagis dan juga dapat diaplikasikan juga pada seine net. Data sheets harus digambar berdasarkan statistik yang diambil dari alat yang sedang dipakai, dan informasi yang dibutuhkan dapat dilihat pada contoh data sheet untuk trawl dasar.

Kenyataan penting sebagai berikut :

Diasumsikan HP kapal ikan dibuat dimana kapal dipertimbangkan displacement badan kapal untuk trawl dan menggunakan bollard penuh sekitar 1 ton/ 100 hp. Ukuran jaring dinyatakan sebagai panjang foot rope dalam fathom. Kisaran panjang footrope (tali ris bawah) diperlihatkan untuk dialokasikan dalam perbedaan disain kapal dan faktor lingkungan dan cenderung mempengaruhi ukuran alat yang digunakan pada lokasi yang berbeda.

(4) Disain melalui moodifikasi Perhatian dunia akhir-akhir ini ditujukan pada perikanan yang berkelanjutan. Pada prinsip ini, sumberdaya ikan harus diupayakan supaya tidak habis pada suatu wilayah tertentu. Dengan kata lain, alat penangkap ikan diusahakan tidak menangkap semua ikan yang ada pada areal tangkapan atau selektif. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak alat penangkap ikan yang tidak selektif. Untuk membuat alat penangkap ikan yang tidak selektif menjadi selektif, kalau dilakukan perombakan disain secara keseluruhan akan membutuhkan biaya yang sangat besar. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi terhadap kasus seperti ini dapat dilakukan melalui cara modifikasi. Modifikasi dapat dilakukan dengan membuatkan jendela pada bagian tertentu jarring yang memungkinkan ikan-ikan yang masih kecil dapat meloloskan diri. Cara seperti ini dapat diaplikasikan pada bagan, purse seine, trawl, set net dsb.

(B). Peranan ahli fishing gear Ahli fishing gear adalah pendisain sistem penangkapan ikan. Dia boleh secara murni terlibat dalam masalah disain jaring, tetapi jaring biasanya digunakan dari kapal penangkap ikan, dan beberapa komponen mesin-mesin yang digunakan diatas kapal. Ahli fishing gear seharusnya juga mempunyai pemahaman yang jelas tentang ikan, tingkah lakunya, sifat biologi dan reaksinya terhadap rangsangan, kecepatan renang, dan lingkungan dimana ikan hidup. Semua faktor ini mempengaruhi pemilihan sistem penangkapan ikan, jaring atau kapal, juga keberhasilan disain alat penangkapan ikan harus diperhitungkan pada semua titik atau aspek. Elektronik juga memainkan peranan yang sangat penting dalam penangkapan ikan dan pengembangan alat penangkapan ikan. Peralatan pendeteksi ikan modern sangat canggih dan ahli fishing gear seharusnya mengetahui dengan baik pemakaian dan

aplikasinya. Selain itu beberapa peralatan yang digunakan dalam penelitian fishing gear diatas kapal dikontrol secara elektronik. Komputer mikro juga dapat memainkan peranan yang tak ternilai dalam bidang desain fishing gear, seperti penyimpanan data, dan penggunaan dalam banyak kalkulasi. Hidrodinamika adalah dasar teknologi yang darinya dapat diperoleh pengetahuan teoritis tentang penampilan teknik dari fishing gear. Bidang fishing gear teknologi sangat unik karena melibatkan banyak faktor biologi dan lingkungan yang tidak dapat diduga. Mari kita tidak melupakan bahwa kita adalah masih pemburu, kemungkinan besar satu-satunya metode perburuan yang paling canggih di dunia. Untuk menjadi pemburu yang berhasil, kita harus mengetahui target buruan dan bagaimana dia hidup. Saya menyesal untuk mengatakan bahwa masalah tersebut tidak akan pernah terpecahkan pada papan gambar atau di komputer, walaupun dihadapi oleh beberapa tenaga ahli di dunia. Seorang ahli fishing gear seharusnya tidak pernah melupakan akan hal ini, layanannya, nelayan adalah pemburu, manusia terampil, dan banyak dari mereka "belajar memikirkan kesukaan dari buruannya". Ahli fishing gear adalah seni teknologi, yang mana harus mempunyai tingkat keterampilan yang tinggi jika ingin menjadi sukses, dan dapat diterima oleh langganannya. Secara teori tenaga ahli dapat berhasil dengan baik di stasion penelitiannya, sibuk menulis laporan akademik, tetapi saya sering mempertanyakan nilai sebenarnya dari kegiatannya dalam membantu nelayan menangkap ikan lebih banyak atau dalam membuat sistem pengoperasiaanya lebih efektif dari segi biaya. Jika dipertimbangkan bidang fishing gear desain; pada pandangan yang sempit dapat diikutii pengamatan berikut. Desain adalah semua tentang perubahan jaring ke bentuk tertentu yang cocok dengan menggabungkan karakter satu jaring dengan jaring lainnya dan merubah penampilannya dalam berbagai cara. Oleh sebab itu yang paling bernilai untuk kita adalah mengetahui sebanyak mungkin tentang penampilan jaring secara tehnik, dan pengaruh akibat barbagai variasi perubahan tali temali pada penampilannya. Penampilan teknik bukan jawaban untuk semua masalah, bidang lain yang terpenting adalah reaksi dari ikan terhadap fishing gear, mesh size, sudut jaring, gangguan aliran, lumpur, bising, getaran, warna dan cahaya. Makin luas pengetahuan tentang bidang tersebut akan semakin cocok dalam mengaplikasikan untuk memperbaiki keahliannya sebagai disainer fishing gear. Bidang lain dari disain adalah mengurangi pengeluaran seperti : biaya bahan bakar dan ini dapat dilakukan secara bersama antara naval architek dan ahli fishing gear

technologi. Satu harus diteliti aspek ekonomi dari operasi penangkapan ikan dan keefektifan biaya dari metode yang berbeda. Dengan mudah dapat kita lihat dua metode penangkapan ikan, dengan type dan ukuran kapal yang sebanding. Katakan bahwa kapal X selalu menangkap ikan lebih banyak dengan kapal Y, tetapi jika kapal X mengkonsumsi bahan bakar dua kali lipat dari Y, maka hal ini harus dilihat lebih jauh lagi. Teknik utama yang digunakan dalam hubungannya dengan disain jaring dan penghematan bahan bakar adalah coeficient tarikan untuk alat yang ditarik, dengan membuat alat lebih eficient secara hidrodinamik. Hal ini boleh jadi akan mengakibatkan kurangnya eficienci tangkapan ikan tetapi harus dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar. Bagian akhir dari desain adalah penemuan dimana penemu datang dengan revolusi tehnik dalam penangkapan ikan atau bagian lainnya.

2.2.4. Faktor yang mempengaruhi disain alat penangkapan ikan Alat penangkapan ikan yang akan didisain harus diperhitungkan kondisi perairan

dimana alat tersebut akan dioperasikan. Hal ini perlu diperhatikan mengingat factor-faktor

luar tersebut akan mempengaruhi penampilan alat penangkap ikan di dalam air. Oleh

karena itu perlu diidentifikasi factor-faktor yang mungkin berpengaruh terhadap alat

penangkap ikan dan sejauh mana berpengaruh terhadap berbagai jenis alat penangkap ikan.

Tujuan pembelajaran adalah mahasiswa mampu mengidentifikasi dan menghitung factor-

faktor yang berpengaruh terhadap berbagai alat penangkap ikan pada saat dioperasikan.

Banyak faktor yang mempengaruhi desain dan eficiensi dari sistem penangkapan

ikan, beberapa diantaranya harus dianalisa dengan detail, dan yang lainnya dapat diabaikan

atau merupakan faktor kedua, tetapi perlu diingat bahwa kesemuanya itu penting jika

analisis objektif akan dilakukan.

Faktor-faktor tersebut dapat diklasifikasikan pada topik berikut :

1. Faktor biologi

2. Faktor lingkungan

3. Kapal penangkap ikan

4. Pelabuhan perikanan dan fasilitas penunjang

5. Pasar untuk produksi

6. Peraturan perikanan

ad 1. Fakktor Biologi

Spesies Ikan

- ukuran

- bentuk

- demersal, pelagik atau semi pelagik

- tingkah laku biologi

- reaksi ikan terhadap alat tangkap

- kecepatan renang ikan

- kebiasaan makan ikan

- kebiasaan dan daerah memijah

- reaksi terhadap suara, cahaya dsb.

Pengaruh faktor-faktor tersebut dapat lebih terpusat pada daerah tertentu, dan ini harus selalu diingat. Kadang-kadang orang yang terbaik untuk memberi saran untuk masalah ini adalah nelayan pada daerah tersebut. Nelayan pada suatu daerah akan lebih memahami kondisi yang ada di wilayahnya, termasuk jenis-jenis ikan apa yang sering mereka tangkap dan bagaimana kecenderungan hasilnya. Ukuran dan bentuk ikan mempunyai pengaruh terhadap ukuran alat, ukuran mata jaring dan tipe benang. Lapisan perairan dimana ikan hidup akan mempengaruhi daerah operasi dan tipe dari alat penangkap ikan yang digunakan. Tingkah laku biologi adalah merupakan komponen penting bagi nelayan, walaupun migrasi vertikal dari beberapa jenis ikan pelagis akan mempunyai pengaruh khusus pada disain alat. Reaksi ikan terhadap alat penangkap ikan adalah ilmu yang relatif masih baru dan merupakan satu bagian yang banyak ditekuni oleh para peneliti. Bagian penting adalah rekasi ikan kepada tali, jaring, mata jaring yang besar dan kekeruhan dasar, dengan perangsang lain seperti suara, cahaya dan listrik. Kecepatan renang ikan sangat penting dalam hubungannya dengan efektifitas pengoperasian trawl dan menambah pengetahuan kita bagaimana cepatnya ikan akan melelahkan pada bagian alat yang ditarik atau didorong. Kebiasaan makan ikan cenderung mengikuti aturan pengetahuan lokal, tetapi yang penting untuk operasi optimum dari alat pancing dan alat pasif lainnya. Ada beberapa kasus dimana daerah penangkapan buatan dapat dibuat yang membawa ikan ke daerah tersebut. Pengetahuan ini penting karena dapat meningkatkan efektifitas dari sebahagian besar metode penangkapan ikan.

ad 2. Faktor lingkungan :

laut, sungai atau danau, kondisi dasar pasang surut dan arus upwelling thermocline pH oxygen suhu kecerahan

kondisi cuaca

Kondisi daerah penangkapan sangat penting dalam menentukan tipe alat untuk jenis ikan dasar, atau tali temali untuk alat tertentu terlepas dari feeding ground. Pasang surut dan arus memainkan pengaruh yang perlu dipertimbangkan terutama pada cara jaring dipasang atau arah tarikan. Mereka juga mempengaruhi disain dan metode pengikatan. Upwelling, thermocline, pH, kandungan oksigen, suhu, semuanya mengatur keberadaan ikan dan tempat yang cocok untuk menempatkan alat penangkap ikan. Turbidity akan mengatur penetrasi cahaya kedalam air dan sangat penting terutama dalam menarik perhatian jenis ikan pelagis di daerah perairan tropis dan subtropis. Kondisi cuaca dapat mempengaruhi siklus kegiatan penangkapan ikan, kekuatan system penjangkaran pada alat yang dipasang menetap.

ad 3. Kapal penangkap ikan tipe dari bentuk badan kapal panjang, lebar dan sarat tipe mesin dan kekuatan propeler dan reduksi propeler nozzle tata ruang dek mesin-mesin dek

Ukuran dan disain kapal akan mempunyai hubungan erat dengan tipe alat penangkap ikan yang akan dipilih, demikian pula ukuran alat yang akan digunakan. Ketersediaan mesin-mesin dek boleh jadi memberikan pengaruh yang sangat berarti pada pemilihan alat penangkap ikan, sebagaimana ini dapat berpengaruh kuat pada ukuran dan tipe alat penangkap ikan yang akan digunakan, kedalaman air, kondisi dasar perairan, dan beberapa faktor lain sehubungan dengan pengoperasian kapal. Bentuk kapal dan kekuatan adalah bagian penting dimana alat ditarik dan diseret terkonsentrasi. Sebagai contoh motor tempel tidak didisain untuk tenaga penggerak kapal ikan.

Sebagai contoh sebuah mesin tempel 40 HP akan menghasilkan sangat sedikit daya tersedia untuk menarik alat penangkap ikan dibandingkan dengan daya yang sama untuk mesin dalam.

ad 4.

pantai, pelabuhan, dok suplai bahan bakar urusan surat-syrat kapal dan fasilitas perbaikan fasilitas es pengujian kapal dan suplai peralatan pasar ikan transport dan cold storage Fasilitas-fasilitas tersebut di atas akan mempengaruhi tipe pengoperasian dari kapal yang dapat dilakukan, jika tidak mempengaruhi kapal secara langsung. Siklus penangkapan dapat dipengaruhi oleh keterbatasan masuk pelabuhan akibat perbedaan pasang surut yang tinggi. Pasar ikan dan berbagai fasilitas penunjang lainnya akan mempengaruhi ukuran dan keefektifan operasi penangkapan ikan.

Pelabuhan perikanan dan fasilitas penunjang

ad 5.

Pasar untuk hasil pasar lokal pelelangan pembekuan pengalengan pengasapan dealer ikan pengolahan di atas kapal

Pemasaran

efisien merupakan aspek yang terpenting dalam industri

penangkapan ikan - tidak ada gunanya menangkap ikan jika tidak dapat dijual atau dijual pada tingkatan ekonomi.

yang

ad 6. Peraturan Perikanan penutupan daerah penangkapan quota hasil tangkapan

pengaturan jaring dan ukuran mata jaring

Peraturan perikanan akan mempengaruhi kedua sisi, yaitu sisi pengoperasian alat dan disain jaring, terutama dalam hubungannya dengan pemesanan jaring (mata jaring tertentu). Pendisain alat penangkapan ikan atau nelayan ketika menset sistem penangkapan ikan tidak menampilkan analisis detail dari semua faktor-faktor yang disebutkan di atas, dimana perbedaan faktor akan mendominasi pada setiap kasus tertentu atau masalah. Banyak dari bagian yang tersebut di atas akan tidak lebih dari kharakter kedua setelah masalah individu dipertimbangkan. Walaupun komentar ini, sebagaimana pada setiap situasi, jika kita mendapatkan hasil terbaik, penelitian tentang masalah ini pada butir-butir di atas adalah sangat penting sebelum memulai mendisain atau memilih disain alat penangkap ikan.

2.3 Penutup Untuk dapat memahami materi yang telah diberikan, maka diperlukan diperlukan suatu alat evaluasi berupa penugasan atau pertanyaan terkait dengan materi. Sehubungan dengan hal tersebut maka beberapa poin yang perlu mendapat perhatian mahasiswa sebagai berikut :

1) Uraikan klasifikasi alat penangkapan ikan berdasarkan berdasarkan FAO dan BBPPI Semarang, serta kode KAPI dank kode internasional, serta berikan contoh nyata yang ada di lapangan. 2) Gambarkan alat penangkapan ikan tertentu sebagai system penangkapan ikan (pilih salah satu alat penangkap ikan yang ada di lapangan). 3) Berikan contoh proses disain alat penangkap ikan berdasarkan ke-3 cara yang telah diuraikan di atas. Lengkapi dengan contoh aplikasi ! 4) Sebagai ahli alat penangkap ikan, apa yang akan anda lakukan dalam mempertahankan sumberdaya ikan yang cenderung semakin menurun dari waktu ke waktu. 5) Uraikan factor-faktor yang kemungkinan berpengaruh pada alat penangkapan ikan sewaktu dioperasikan (pilih salah satu alat penangkapan ikan). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mahasiswa dibagi kelompok sesuai dengan jumlah kelas dalam klasifikasi yang ada. Mahasiswa dapat mengamati alat

penangkap ikan yang ada di lapangan, kemudian menjelaskan sesuai 3 poin tersebut di

atas.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 1978. Catalogue of Fishing Gear Design. FAO-UN. Fishing News (Books) Ltd. London.

Anonim, 2007. Katalog Alat Penangkapan Ikan Indonesia. Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Departemen Kelautan dan Perikanan. Semarang.

Anonim, 2007. Klasifikasi Alat Penangkapan Ikan Indonesia. Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Departemen Kelautan dan Perikanan. Semarang.

Ayodhyoa, A.U. 1981. Metode Penangkapan Ikan. Yayasan Dewi Sri. Bogor.

Ben-Yami, M. 1994. Purse Seining Manual. Fishing News (Books) Ltd. London.

FAO. 1975. Catalogue of small scale fishing gear. Fishing News (Books) Ltd. London.

FRIDMAN, A. L. 1986. Calculation for Fishing Gear Designs. Fishing News (Books) Ltd. London. 241 p.

Gunarso, W. 1985. Tingkah Laku Ikan dalam Hubungannya dengan Metode dan Teknik Penangkapan. Jurusan PSP, Fakultas Perikanan IPB, Bogor.

Kristjonson, H. 1959. Modern Fishing Gear of the World. Vol 1. Fishing News (Books) Ltd. London.

Kristjonson, H. 1964. Modern Fishing Gear of the World. Vol 2. Fishing News (Books) Ltd. London.

Kristjonson, H. 1972. Modern Fishing Gear of the World. Vol 3. Fishing News (Books) Ltd. London.

Menon, T.R----. Hand Book on Tuna Long Lining. Central Institute of Fisheries, Nautical and Engineering Training. Ministry of Agriculture and Irrigation. Government of India.

NOMURA.

1978. Fishing Techniques. I & 2. Japan International Cooperation Agency.

Tokyo.

NIELSEN, L. A. AND D. L. JOHNSON [eds.]. 1983. Fisheries Techniques. American Fisheries Society, Bethesda, Maryland. 468 p.

Prichard, M. 1987. Let’s Go Fishing. Octopus Books Limited. Hong Kong.

Sadhori, N. 1985. Teknik Penangkapan Ikan. Angkasa, Bandung. 182 hal.

Subani, W. dan H.R. Barus. 1989. Alat Penangkapan Ikan dan Udang Laut di Indonesia. Balai Penelitian Perikanan Laut. Jakarta.

Von Brandt, A. 1984. Fishing Catching Method of the World. 3 rd Edition. Fishing news (Books) Ltd. England

BAB 3.

GEOMETRI JARING, GAYA DAN MODEL ALAT PENANGKAPAN IKAN

3.1 Pendahuluan

Sasaran pembelajaran :

a) Menggabarkan geometri jaring

b) Menghitung bahan alat penangkapan ikan

c) Menghitung gaya-gaya luar yang bekerja pada alat penangkap ikan

d) Merancang model alat penangkapan ikan

3.2. Uraian Bahan Pembelajaran

3.2.1 Bahan Dasar Alat Penangkapan Ikan Secara umum bahan dasar alat penangkapan ikan yaitu jaring atau tali. Tali digunakan pada alat penangkapan ikan yang berasosiasi dengan pancing. Sedangkan jaring merupakan bahan dasar alat penangkapan ikan yang berasosiasi dengan jaring, baik jaring yang difungsikan sebagai penjerat ikan maupun sebagai dinding penghalang pada berbagai alat penangkapan ikan. Jaring yang tersedia di pasar secara garis besar terbagi dua, yaitu : jaring dengan bahan multifilament dan bahan monofilament.

100 yards = 91,4 1
100 yards = 91,4 1
100 yards = 91,4 1
100 yards = 91,4 1
100 yards = 91,4

100 yards = 91,4

100 yards = 91,4 1
100 yards = 91,4 1
100 yards = 91,4 1
100 yards = 91,4 1

1

100 yards = 91,4 1
100 yards = 91,4 1
100 yards = 91,4 1
100 yards = 91,4 1
100 yards = 91,4 1
100 yards = 91,4 1
100 yards = 91,4 1
100 yards = 91,4 1
100 yards = 91,4 1
N S H T n
N
S
H
T
n

Keterangan:

N = jumlah mata jaring pada bagian atas jaring

n = jumlah mata jaring pada bagian bawah jaring

H = jumlah mata jaring ke arah vertikal

100

S = mesh size

T = notasi benang

Luas permukaan benang (Twine surface area=TSA) Luas permukaan benang merupakan perhitungan permukaan benang secara keseluruhan pada suatu alat penangkapan ikan yang telah diketahui kebutuhan jaringnya. Perhitungan TSA diperlukan untuk kepentingan pendugaan gaya-gaya yang akan bekerja pada suatu alat penangkapan ikan di dalam air. TSA dihitung dengan menggunakan rumus berikut :

TSA = {(N + n)/2} x H x 4ad x 10 -6 dalam m 2 Dimana :

a

= panjang bar dalam mm

d

= diameter benang dalam mm

N

= jumlah mata jaring horizontal pada bagian atas (mata)

n

= jumlah mata jaring horizontal pada bagian bawah (mata)

H

= jumlah mata jaring ke arah vertikal (mata)

Diameter benang Dalam kondisi di laboratorium, diameter benang dapat diukur secara langsung dengan menggunakan micrometer. Namun pada kondisi lapangan dimana peralatan ukur halus tidak tersedia, maka diperlukan pendekatan lain. Sebagai rumus pendekatan, biasanya akurasi tergantung dari pabriknya, dan akan berbeda antara satu pabrik dengan pabrik lainnya. Perhitungan diameter benang (D) untuk bahan PA sebagai berikut :

D = 210 x nomor/5135

Perhitungan berat bahan (Wt)

1.

Wt =