Anda di halaman 1dari 4

A.

PENGKAJIAN
1. Anamnesis
Identitas klien
Nama: Tn. F
Umur: 50 tahun
Riwayat penyakit sekarang
Klien mengeluh adanya tonjolan pada area pangkal paha. Nyeri tajam dirasakan
menyebar hingga buah jakar
2. Pemeriksaan Fisik
Menunjukkan adanya tonjolan massa pada pangkal paha kanan. Lebih terlihat ketika
klien batuk.
Pada pemeriksaan TTV menunjukkan:
-

TD

: 130/90 mmHg

Nadi

: 115 x/menit

Nafas : 26 x/menit

Suhu : 37 0C

B. ANALISA DATA
No

Data

Etiologi

Masalah

1.

DS: Klien mengataka adanya nyeri

Kondisi hernia

Gangguan rasa nyaman

tajam

dirasakan

menyebar

hingga buah jakar.


DO: Klien tampak adanya tonjolan
massa pada pangkal paha

(nyeri akut)

kanan dan lebih jelas terlihat


ketika klien batuk.
Pemeriksaan TTV:
- TD: 130/90 mmHg
- Nadi: 115 x/mnt
- Nafas: 26x/mnt
- Suhu: 37 OC
2.

DS: Klien mengatakan adanya

Adanya nyeri

Inefektif pola nafas

tonjolan pada area pangkal


paha.
DO: Klien tampak adanya tonjolan
massa pada pangkal paha
kanan dan lebih jelas terlihat
ketika klien batuk.
Pemeriksaan TTV:
- TD: 130/90 mmHg
- Nadi: 115 x/mnt
- Nafas: 26x/mnt
- Suhu: 37 OC

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Gangguan rasa nyaman (nyeri akut) berhubungan dengan Kondisi hernia.
2. Inefektif pola nafas berhubungan dengan Adanya nyeri

D. INTERVENSI KEPERAWATAN
DX I: Gangguan rasa nyaman (nyeri akut) berhubungan dengan Kondisi hernia. (00132)
Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam, diharapkan nyeri hilang
atau berkurang.
Kriteria Hasil:
1. Klien dapat mengungkapkan rasa nyeri berkurang.
2. Klien tampak tenang dan rileks.
3. Klien dapat menggunakan analgesik.
Intervensi
1. Pantau tanda-tanda vital

Rasional
1. Untuk mengenali adanya
perubahan dalam system
tubuh.

2. Anjurkan klien istirahat ditempat


tidur.

2. Istirahat dimaksudkan untuk


mengurangi intesitas nyeri
pada diri klien.

3. Atur posisi pasien senyaman


mungkin.

3. Posisi

yang

tepat

dapat

mengurangi penekanan dan


mencegah ketegangan otot
serta mengurangi rasa nyeri.

4. Ajarkan teknik relaksasi dan


4. Relaksasi dapat mengurangi
napas dalam.
ketegangan

dan

membuat

perasaan klien lebih nyaman.


5. Kolaborasi dengan petugas
5. Analgetik

berguna

untuk

kesehatan lainnya untuk

mengurangi nyeri sehingga

pemberian analgetik.

pasien menjadi lebih nyaman.

DX I: Inefektif pola nafas berhubungan dengan Adanya nyeri


Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam, diharapkan pola nafas
kembali efektif.
Kriteria Hasil:
1. Pola nafas klien kembali efektif.
2. Inspirasi dan ekspirasi kembali seimbang.
Intervensi
1. Pantau tanda-tanda vital.

Rasional
1. Untuk mengenali adanya
perubahan dalam system
tubuh.

2. Pertahankan pola nafas pasien

2. Posisi

yang

dengan meletakkan pasien pada

nyaman

akan

posisi yang nyaman.

ventilasidan

benar

dan

mendorong
menurunkan

tekanan pada diafragma.


3. Observasi frekwensi, kedalaman
pernafasan.

3. Dilakukan untuk memastikan


efektivitas pernafasan.