Anda di halaman 1dari 19

PRINSIP

PENATALAKSANAAN
FRAKTUR
Yuhelni

Thera Febrika Nur Fajri


Nanda Yudis P
Yogi MZ

Penatalaksanaan fraktur terdapat prinsip 4R,


yaitu :
Rekognisi

(Mengenali/Penilaian Fraktur)
Reduksi (Mengembalikan)
Retaining (Mempertahankan)
Rehabilitasi

REKOGNISI (MENGENALI)

Diagnosis dan penilaian fraktur.


Anamnesis

Pemeriksaan
Radiologi

Fisik

REDUKSI (MENGEMBALIKAN)

Mengembalikan jaringan atau fragmen ke posisi


semula (reposisi).

Jenis-jenis Reduksi :

Reduksi Tertutup (Close Reduction)


Reduksi Terbuka (Open Reduction)

REDUKSI TERTUTUP

Reduksi tertutup : untuk mensejajarkan tulang


secara manual dengan traksi atau gips .

REDUKSI TERBUKA

Reduksi terbuka dilakukan dengan metode


insisi dibuat dan diluruskan dengan
pembedahan, biasanya melalui internal fiksasi
dengan plat yang digunakan langsung di medula
tulang.
ORIF

(Open Reduction Internal Fixation )


OREF (Open Reduction External Fixation)

ORIF (Open Reduction Internal Fixation)

Suatu pembedahan dengan pemasangan fiksasi interna pada


tulang yang mengalami fraktur.
ORIF berfungsi untuk mempertahankan posisi fragmen
tulang agar tetap menyatu dan tidak mengalami
pergeseran.

OREF (Open Reduction External Fixation)


Adalah fiksasi eksterna digunakan untuk mengobati
fraktur terbuka dengan kerusakan jaringan lunak,
metode ini memberikan dukungan yang stabil untuk
fraktur komunutif (hancur atau remuk tulang)

RETAINING (MEMPERTAHANKAN)

Imobilisasi fraktur

Tujuannya mencegah pergeseran fragmen dan


mencegah pergerakan yang dapat mengancam
tulang.

REHABILITASI

Mengembalikan anggota yang sakit agar dapat


berfungsi kembali.

KOMPLIKASI

Komplikasi Awal
Kerusakan Arteri
Sindrom Kompartemen
Fat Embolism Syndrome (FES)
Infeksi
Nekrosis Avaskular
Syok

KERUSAKAN ARTERI

Pecahnya arteri karena trauma dapat ditandai


dengan tidak adanya nadi, CRT menurun,
sianosis pada bagian distal, hematoma melebar
dan dingin pada ekstremitas yang disebabkan
oleh tindakan darurat splinting perubahan posisi
pada yang sakit.

SINDROM KOMPARTEMEN
Merupakan komplikasi serius yang terjadi
karena terjebaknya otot, tulang syaraf, dan
pembuluh darah dalam jaringan parut.
Hal ini disebabkan oleh edema atau perdarahan
yang menekan otot, syaraf dan pembuluh darah,
atau karena tekanan dari luar seperti gips dan
pembebatan yang terlalu kuat.

FAT EMBOLISM SYNDROME (FES)

FES sering terjadi pada kasus fraktur tulang


panjang. FES terjadi karena sel-sel lemak yang
dihasilkan bone morrow kuning masuk ke aliran
darah yang menyebabkan kadar oksigen dalam
darah menjadi rendah, ditandai dengan
gangguan pernafasan, takikardi, hipertensi,
takipnea dan demam.

INFEKSI

Pada trauma tulang, infeksi biasanya dimulai


pada kulit (superfisial) dan masuk ke dalamnya.
Hal ini biasanya terjadi pada kasus fraktur
terbuka, tetapi dapat juga karena penggunakan
bahan lain pembedahan, seperti pin (ORIF dan
OREF) dan plat.

NEKROSIS AVASKULAR

Terjadi karena aliran darah ke tulang terganggu


sehingga menyebabkan nekrosis tulang.

SYOK

Terjadi karena kehilangan banyak darah dan


meningkatkanya permeabilitas kapiler sehingga
menyebabkan oksigenasi menurun.

Komplikasi

Delayed Union

Lama

Merupakan kegagalan fraktur berkonsulidasi sesuain


dengan waktu yang dibutuhkan. Hal ini terjadi
karena suplai darah ke tulang menurun.

Non-Union
Adalah fraktur yang tidak sembuh antara 6-8 bulan.
Mal-Union
Adalah keadaan ketika fraktur menyembuh pada
saatnya

TERIMAKASIH