Anda di halaman 1dari 4

Aspartam

Aspartam[1]

Nama kimia

N-(L--Aspartyl)-L-phenylalanine,
1-methyl ester

Nama lain

[NutraSweet]]
Canderel
Equal

Rumus Kimia

C14H18N2O5

Massa Molekul

294.301 g/mol

CAS number

[22839-47-0]

Titik Lebur

246-247 C

Titik didih

terurai

SMILES

[NH3+] [C@@H](CC([O-])=O)C(N[C@@H]
(CC1=CC=CC=C1)C(OC)=O)=O
Disclaimer and references

Aspartam merupakan pemanis sintetis non-karbohidrat, aspartyl-phenylalanine-1-methyl


ester, atau merupakan bentuk metil ester dari dipeptida dua asam amino yaitu asam amino
asam aspartat dan asam amino essensial fenilalanina.
Aspartam dijual dengan nama dagang komersial seperti Equal, Nutrasweet dan Canderel dan
telah digunakan di hampir 6.000 produk makanan dan minuman di seluruh dunia. Terutama
digunakan di minuman soda dan permen.

Sejarah penemuan
Ditemukan pada tahun 1965 oleh James Schslatte pada tahun 1965 sebagai hasil percobaan
yang gagal. Aspartam merupakan dipeptida yang dibuat dari hasil penggabungan asam
aspartat dan fenilalanina. Khusus asam aspartat, ia juga merupakan senyawa yang berfungsi
sebagai penghantar atau neurotransmitter yang memacu eksitasi pada ujung sinaps saraf otak.

Sertifikasi kelayakan
Tahun 1981 aspartam mendapat persetujuan dari FDA untuk digunakan pada beberapa jenis
makanan. Untuk mendapat persetujuan ini, tentu banyak penelitian ilmiah yang harus ditinjau
terlebih dahulu. Setelah dinyatakan aman untuk dikonsumsi, barulah FDA mau
menyetujuinya. FDA telah melakukan evaluasi terhadap pemakaian aspartam dalam makanan
dan minuman sebanyak 26 kali sejak pertama kali menyetujui penggunaannya. Dan dari
bukti-bukti ilmiah yang ada, maka sejak tahun 1996 FDA menyetujui penggunaan aspartam
sebagai pemanis buatan yang dapat digunakan dalam semua makanan dan minuman.
Saat ini aspartam telah ada dalam berbagai bentuk, seperti cair, granular, enkapsulasi dan
juga tepung. Dengan demikian, aspartam dapat digunakan dalam berbagai bentuk dan jenis
makanan maupun minuman. Bentuk enkapsulasi bersifat tahan panas sehingga dapat
digunakan untuk produk-produk yang memerlukan suhu tinggi dalam pembuatannya.
Setelah persetujuan diperoleh, bukan berarti tidak ada lagi penelitian lain yang dilakukan.
Lebih dari 100 penelitian telah dilakukan sejak tahun 1981, dan sampai saat ini, FDA tidak
mengubah pendapatnya. Aspartam kini telah disetujui penggunaannya di lebih dari 100
negara termasuk Indonesia.

Sifat dan kegunaan


Kepala Laboratorium Biokimia Pangan dan Gizi IPB Prof.Dr.ir. Made Astawan MS
mengatakan aspartam merupakan pemanis rendah kalori dengan kemanisan 200 kali
kemanisan gula (sukrosa), sehingga untuk mencapai titik kemanisan yang sama diperlukan
aspartam kurang dari satu persen sukrosa. Seperti banyak peptida lainnya, kandungan energi
aspartam sangat rendah yaitu sekitar 4 kCal (17 kJ) per gram untuk menghasilkan rasa manis
sehingga kontribusi kalorinya bisa diabaikan sehingga menyebabkan aspartam sangat populer
untuk menghindari kalori dari gula.
Keunggulan aspartam yaitu mempunyai energi yang sangat rendah, mempunyai cita rasa
manis mirip gula, tanpa rasa pahit, tidak merusak gigi, menguatkan cita rasa buah-buahan
pada makanan dan minuman, dapat digunakan sebagai pemanis pada makanan atau minuman
pada penderita diabetes.

Metabolisme
Di antara semua pemanis tidak berkalori, hanya aspartam yang mengalami metabolisme.
Tetapi proses pencernaan aspartam juga seperti proses pencernaan protein lain. Aspartam
akan dipecah menjadi komponen dasar, dan baik aspartam maupun komponen dasarnya tidak
akan terakumulasi dalam tubuh.
2

Dalam keadaan normal, fenilalanina diubah menjadi tirosina dan dibuang dari tubuh.
Gangguan dalam proses ini (penyakitnya disebut fenilketonuria atau fenilalaninemia atau
fenilpiruvat oligofrenia, disingkat PKU) menyebabkan fenilalanina tertimbun dalam darah
dan dapat meracuni otak serta menyebabkan keterbelakangan mental. Penyakit ini diwariskan
secara genetik, tubuh tidak mampu menghasilkan enzim pengolah asam amino fenilalanina,
sehingga menyebabkan kadar fenilalanina yang tinggi di dalam darah, yang berbahaya bagi
tubuh.
Kedua jenis asam amino ini secara alamiah terkandung dalam berbagai makanan berprotein
seperti daging, biji-bijian dan juga produk-produk susu. Namun aspartam dapat dibuat secara
sintetis di laboratorium.
13 June 2012

Keamanan
Aspartam telah dinyatakan aman digunakan baik untuk penderita kencing manis, wanita
hamil, wanita menyusui bahkan anak-anak. Pengecualiannya hanya satu, penderita
fenilketonuria. Menurut US Food and Drug Administration (FDA), The Joint Expert
Committee on Food Additives (JECFA), Americam Medical association (AMA), The
American Council On Sience and Health (ACSH) aspartam merupakan bahan makanan yang
aman bagi kesehatan, hanya berpengaruh pada rasa manis.
Penelitian yang menggunakan aspartam secara bolus sebesar 34 mg/kg berat badan
memperlihatkan bahwa walaupun hasil metabolisme aspartam dapat melewati sawar darah
plasenta, jumlahnya tidak bermakna untuk sampai dapat menimbulkan gangguan saraf pada
janin. Penelitian besar yang dilakukan terhadap manusia, bukan hewan tikus menjelaskan
bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa minuman soda yang mengandung pemanis
aspartam dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. Aspartam dapat diurai oleh tubuh
menjadi kedua asam amino tersebut dan termasuk pemanis nutritif. Hanya, aspartam tidak
tahan suhu tinggi, karena pada suhu tinggi aspartam terurai menjadi senyawa yang disebut
diketopiperazin yang meskipun tidak berbahaya bagi tubuh, tetapi tidak lagi manis. Karena
itu, aspartam tidak dipakai dalam produk pembuat kue dan dipakai hanya untuk minuman, es
krim, dan yoghurt. Jika dicerna secara normal oleh tubuh, aspartam akan menghasilkan asam
aspartat dan fenilalanina. Dengan demikian, aman untuk dikonsumsi.
Fenilketonuria adalah penyakit di mana penderita tidak dapat memetabolisme fenilalanina
secara baik karena tubuh tidak mempunyai enzim yang mengoksida fenilalanina menjadi
tirosina dan bisa terjadi kerusakan pada otak anak. Dan karena itu perlu untuk mengontrol
asupan fenilalanina yang didapatnya. Penyakit ini tidak pernah ditemukan di Indonesia, tetapi
pada orang kulit putih, itupun kejadiannya hanya satu per 15.000 orang. Bukan hanya
aspartam, tapi juga segala macam makanan yang mengandung fenilalanina termasuk nasi,
daging dan produk susu. Karena itu, pada setiap produk yang mengandung aspartam ada
tanda peringatan untuk penderita fenilketonuria bahwa produk yang dikonsumsi tersebut
mengandung fenilalanina.
Untuk meningkatkan faktor keamanan dalam penggunaannya, FDA pun memberikan batasbatas pemakaian yang dianjurkan. Istilah yang dipakai adalah Acceptable Daily Intake (ADI)
yang berarti asupan harian yang diperbolehkan. Ukuran yang dipergunakan adalah jumlah
3

pemanis per kilogram berat badan per hari yang dapat dikonsumsi secara aman sepanjang
hidupnya tanpa menimbulkan risiko. ADI adalah tingkat yang konservatif, yang umumnya
menggambarkan jumlah 100 kali lebih kecil dibandingkan tingkat maksimal yang tidak
memperlihatkan efek samping dalam penelitian binatang. ADI untuk aspartam adalah 40
mg/kg berat badan.

Kontroversi aspartam
Belakangan ini muncul isu-isu mengenai aspartame, seperti aspartame dapat mengakibatkan
efek samping mulai dari pusing, tumor, atau limpoma, dimana isu tersebut merupakan hoax.
Aspartam merupakan salah satu pemanis, yang merupakan golongan protein (asam amino
fenilalanin & asam aspartat). Asam amino ini secara alami juga terdapat dalam makanan yang
mengandung protein, seperti daging, ikan, ayam, biji bijian dan produk susu. Aspartam aman
dan telah banyak dibuktikan melalui lebih dari 200 studi ilmiah. Penggunaan aspartame pada
produk pangan pun telah disetujui oleh Regulatory Authorities di lebih dari 100 negara di
dunia termasuk Indonesia (Badan Pengawasan Obat dan Makanan), FDA, The Center For
Disease Control, The European Commisions scientific Committee on Foods dan ahli-ahli
dari United Nation of Food and Agriculture Organization dan WHO.
Aspartame telah beberapa kali dijadikan issue oleh inidvidu yang tidak bertanggung jawab,
dengan membawa nama Badan dan organisasi. Adapun issue ini sudah diklarifikasi dan
dinyatakan aman oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).
http://id.wikipedia.org/wiki/Aspartam