Anda di halaman 1dari 2

Raras Paramasari

13101
Tugas Fisiologi Tumbuhan
Mekanisme Penyerapan dan Pengangkutan Air
Mekanisme penyerapan air:
Penyerapan air oleh tumbuhan dilakukan dengan dua cara yaitu:
a. Penyerapan air secara aktif
Penyerapan air secara aktif dilakukan oleh sel hidup. Pada penyerapan tersebut sel
memerlukan energi. Kemampuan penyerapan air dipengaruhi oleh kandungan O2.
Apabila akar tanaman mendapat O2 yang cukup proses penyerapan air oleh akar akan
berlangsung sangat lancar. Sebaliknya apabilla O2 sangat kurang, penyerapan air oleh
akar akan sangat lambat atau tidak terjadi sama sekali. Penyerapan air secara aktif
dibagi menjadi 2 yaitu: penyerapan aktif osmotik dan aktif non osmotik. Aktif non
osmotik merupakan mekanisme penyerapan air dimana yang menjadi sumber tenaga
penggerak adalah sel akar.
b. Penyerapan air secara pasif
Penyerapan air secara pasif terjadi sebagai akibat dari proses transpirasi pada daun.
Semakin lancar transpirasi pada daun, semakin lancar pula absorpsi air oleh akar.
Penyerapan secara pasif terdapat beberapa teori antara lain teori difusi, teori pertukaran
ion, dan teori aliran massa. Teori difusi menjelaskan bahwa apabila sel tumbuh
dipindahkan dari medium yang memiliki konsentrasi rendah ke tinggi maka adanya
gerak ion mengalir turun. Gejala ini menunjukkan bahwa sebagian jaringan tumbuh
terbuka untuk difusi ion secara bebas menuju kedua arah. Teori pertukaran ion
menjelaskan apabila jaringan tumbuh dicelupkan kedalam larutan, ion dari larutan di
luar jaringan akan bertukar dengan ion yang melekat pada yang melekat pada membran
jaringan. Teori aliran massa menjelaskan bahwa gerakan ion melalui akar (masuk
kedalam air) bersama aliran massa air dipengaruhi oleh transpirasi. Apabila transpirasi
meningkat maka proses absorbsi zat akan meningkat.

Teori pengangkutan air


a. Teori Vital

Di dalam tubuh tanaman jaringan xilem merupakan pipa yang saling berhubungan,
meskipun tidak selalu secara langsung. Di dalam pipa-pipa kapiler itu air naik dari akar
ke ujung batang menentang gaya berat dan harus mengatasi gesekan dari dinding pipa.
Teori vital menyatakan bahwa perjalanan air hanya dapat terlaksana karena pertolongan
sel-sel hidup seperti sel-sel parenkim kayu dan sel-sel jari empulur yang ada di sekitar
xilem.
b. Tekanan Akar
Tekanan akar tampak pada sebagian besar tanaman, tapi ini terjadi jika tanah memiliki
kelembaban cukup tinggi, artinya ketika transpirasi sangat rendah. Tetesan air akan
terlihat dari hidatoda pada ujung atau tepi daun rerumputan atau daun arbei. Fenomena
itu disebut gutasi. Jika tanaman ditempatkan dalam kondisi atmosfer yang cukup kering
atau di tanah yang berkelembaban rendah maka tekanan akar tidak muncul karena air
dalam batang berada di bawah tegangan bukan di bawah tekanan.
c. Teori Kohesi
Molekul air letaknya berderet-deret mulai dari dalam tanah (sistem perakaran) sampai
daun. Jika molekul air dari dalam daun melakukan proses transpirasi maka tempat yang
kosong tadi segera diisi oleh molekul air di bawahnya. Demikian seterusnya hingga
molekul air yang tepat berada diluar bulu akar mendapat kesempatan untuk masuk
kedalam sel akar.
d. Hukum Kapilaritas
Air yang naik didalam pembuluh xilem sebagai akibat dari gaya adhesi antara dinding
xilem dengan molekul air. Kapilaritas menyebabkan naiknya cairan ke dalam tabung
yang sempit karena zat cair tersebut membasahi dinding tabung (dengan daya adhesi)
lalu tertarik ke atas.