Anda di halaman 1dari 28

EKOKINETIKA

Gerak suatu xenobiotik didalam ekosistem


Fate/ perjalanan/ nasib dari xenobiotik

Prediksi zat di
lingkungan
Zat tetap berada pada tempat dimana
dia mulai masuk atau diemisikan
Zat terbawa masuk ketanah, sedimen,
air, atau atmosfir
Zat bertransformasi atau terurai melalui
proses kimia, fisika atau biologi

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


EKOKINETIKA

Sumber
Media Transpor
Mudah/tidaknya ditranspor
Transformasi
Persistensi
Reaktifitas

Biokonsentrasi,Bioakumulasi,Biomagnifikasi

Emisi
Merupakan satu proses pelepasan ke
udara
Emisi tergantung pada tekanan
penguapan dan panas penguapan oleh
kimia, aliran udara yang memindahkan
bahan-bahan kimia dalam udara.(Aque
&Freed,1974)

Perbedaan Transport dan Transformasi


Transpor
Dapat Terjadi di
-Udara
-Air
-Tanah
-Organisme melalui
rantai makanan
-Tidak ada perubahan
struktur

Transformasi
Dapat terjadi di
-Udara
-Air
-Tanah
-Organisme
-Ada perubahan
struktur

Di udara dipengaruhi oleh


Inversi Atmosfir
Pengendapan
Kecepatan angin
Bahan kimia di udara

Di air dipengaruhi oleh:


Penguapan
Pengenceran
Biota air
Bahan kimia

Di tanah dipengaruhi oleh


Struktur/Porositas tanah
Penguapan
Leaching
Mikroorganisme
Run off

Processes Affecting :

Adsorption
Absorption
Microbial Degradation
Chemical Degradation
Photodegradation

Adsorption: chemicals bind


to soil particles

pesticide

soil

Absorption: chemicals are taken


up by plants or other organisms

Chemicals travel
through the roots
up to the leaves

Microbial Degradation: fungi or


bacteria break down pesticides

pesticide

Chemical Degradation: reactions


that change the pesticides
chemical structure
H
R C R

R C R

Cl C Cl

Cl C Cl

Cl

DDT

DDE

Photodegradation: sunlight
breaks down the pesticide

Persistensi

Zat kimia yang persistensi akan tinggal di tanah dalam


waktu yang lama, diuraikan oleh mikro organisme, reaksi
kimia dan cahaya matahari dengan kecepatan yang
berbeda.
Jika tanah lembab dan hangat, mikroba menguraikan zat
kimia sebagai sumber makanan dan mengubahnya
menjadi molekul yang merugikan seperti karbon dioksida.
Penguraian biasanya diukur dengan menggunakan isitilah
half-life, yaitu menunjukkan berapa lama waktu yang
diperlukan oleh 50 % zat kimia yang digunakan menjadi
tidak aktif secara biologi (terurai).
Residu dari zat kimia yang persisten akan tinggal lama
ditanah dan dapat tersapu oleh air seara vertikal.

Adsorpsi

Menunjukkan kekuatan ikatan antara molekulmolekul zat dengan partikel partikel tanah.
Adsorpsi dipengaruhi oleh karakteristik tanah
seperti bahan organik, pH, penyebaran partikel
tanah, suhu dan kelembaban.
Zat dengan dengan derajat adsorbsi yang tinggi
memiliki lebih sedikit kemungkinan untuk
mencapai air tanah karena perjalanan zat
tersebut juga akan semakin berkurang.

Solubilitas
Merupakan kemampuan suatu zat kimia untuk dapat
terlarut dalam suatu larutan.
Semakin tinggi derajat kelarutan zat kimia dalam air
maka akan semakin banyak zat kimia yang akan larut.
Contohnya: Pestisida dengan tingkat kelarutan 33.000
ppm dalam suhu 80 derajat Fahrenheit (27 derajat
Celcius) akan lebih banyak larut dalam air
dibandingkan pestisida dengan tingkat kelarutan 33
ppm dalam suhu yang sama.
Semakin tinggi solubilitasnya maka akan semakin
besar kemungkinan terjadinya leaching.

Leaching
Merupakan pencucian tanah oleh air dan
membawa zat-zat kontaminan yang
mengotori air tanah
Zat kimia yang terdapat ditanah mengalami proses leaching oleh air hujan atau
irigasi air yang bergerak secara vertikal
yang mengakibatkan terjadinya
kontaminasi air tanah

Surface Runoff

Leaching into Groundwater

Volatilitas
Kecenderungan air atau zat padat untuk
berubah menjadi gas.
Derajat volatilisasi menunjukkan cepat
lambatnya zat menguap ke udara
Zat yang memiliki derajat volatilisasi
yang tinggi, dapat dengan cepat menuju
atmosfer seperti Fumigan.

Wash off
Zat tertinggal di permukaan tanaman sampai
akhirnya dihanyut oleh air hujan dan dapat
menguap.
Surface Runoff
Pejalanan zat kimia yang dibawa oleh air hujan
Degradasi
Degradasi zat kimia merupakan satu proses
dimana zat paling banyak hilang setelah
digunakan.
Hal ini terjadi akibat fotokimia, kimia, dan
dekomposisi mikroba.

Permeabilitas
Suatu ukuran yang menunjukkan
seberapa cepat air dapat bergerak secara
vertikal dalam tanah, bergantung pada
tekstur dan struktur tanah.
Tekstur tanah yang kasar dan berpasir
memiliki permeabilitas yg lebih tinggi.
Semakin tinggi permeabilitas semakin
tinggi kemungkinan terjadinya kontaminasi
air tanah.

TeksturTanah
Menunjukkan persentasi dari tanah, batu-batuan
kecil dan tanah liat.
StrukturTanah
Menunjukkan kesatuan dari tanah.
Tanah yang kurang padat akan mengakibatkan
aliran air lebih banyak, misalnya adanya rongga
tempat binatang sepert cacing.
Hal ini mengakibatkan semakin tingginya
kemungkinan untuk terjadinya kontaminasi air
tanah.

Zat-zat Organik
Banyak pestisida yang diserap oleh zat-zat
organik dalam tanah sehingga mengurangi
angka pergerakan dari pestisida, sehingga
semakin tinggi zat-zat organik dalam tanah
cenderung mengikat lebih banyak air dan
berkurangannya air untuk proses leaching
dan mengurangi kemungkinan terjadi
kontaminasi air tanah.

Curah Hujan
Curah hujan dapat menghasilkan
banyaknya air yang jatuh ketanah
khususnya tanah pada saat terjadi runoff.
Hindari penggunaan pestisida pada saat
baru terjadi hujan deras dan irigasi.

KedalamanAir Tanah
Semakin rendah kedalaman air tanah
maka semakin berkuranglah jarak
perjalanan menuju air tanah, sehingga
semakin mudahlah terjadi kontaminasi
tanah.

Rongga Tanah dan Lapisan


Batu-Batuan
Adanya rongga-rongga dan serpihan atau
pecahan batu-batuan dalam
tanah,menyebabkan semakin mudah
terjadinya pergerakan air secara vertikal.
Hal ini memudahkan terlarutnya pestisida
secara bebas dan bergerak menuju air
tanah.

PESTISIDA
PERAIRAN
-Hidrolisis
-Fotolisa
-Oksidasi
-Degradasi
mikroba

Adsorbsi
Desorbsi,leaching,
run off
Penguapan

Deposisi kering dan basah

Mikroplankton
Zooplankton

Atmosfer
-Fotolisa

TANAH/SEDIMEN
-Fotolisa
-Degradasi
Penguapan
Pengendapan

Tanaman
-Toksik
-Residu
-Terurai

Hama
Predator
Organisme

Herbivora

Ikan kecil

Omnivora

Ikan besar

Karnivora
MANUSIA

Fate Pestisida Dalam


Lingkungan