Anda di halaman 1dari 9

BAB V

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)


KAJIAN PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA
DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR
PERMUKIMAN PADA KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN
TAHUN ANGGARAN 2015

Uraian Pendahuluan
1. Latar Belakang

Kegiatan Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi


Wilayah
(PISEW/RISE)
merupakan
program
pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan sejak tahun
2008 yang bertujuan untuk mempercepat pembangunan
ekonomi masyarakat perdesaan dengan berbasis sumber
daya lokal dalam rangka pengentasan kemiskinan. Secara
spesifik program PISEW difokuskan pada Kawasan
Strategis Kabupaten (KSK) berbasis pengembangan
komoditi unggulan, seperti kopi, cokelat, padi, dan
sebagainya. Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui
Direktorat
Pengembangan
Kawasan
Permukiman
mendukung upaya pengembangan KSK tersebut melalui
pembangunan
infrastuktur
untuk
meningkatkan
produktivitas. Namun, untuk pengembangan KSK, hal
tersebut perlu didukung dangan upaya pengembangan
produksi komoditi unggulan yang mencakup peningkatan
investasi pemerintah daerah, mendorong investasi
swasta/masyarakat, dan meningkatkan produksi serta
pengolahan nilai tambah komoditi unggulan di wilayah
KSK.Salah satu upaya yang dilakukan dalam mendukung
pengembangan di wilayah KSK berbasis pengembangan
ekonomi lokal atau komoditas unggulan adalah melalui
penerapan Teknologi Tepat Guna.
Pada

Teknologi Tepat Guna yang selanjutnya disebut TTG


adalah teknologi yang sesuai dengan kebutuhan
masyarakat, dapat menjawab permasalahan masyarakat,
tidak merusak lingkungan, dapat dimanfaatkan dan
dipelihara oleh masyarakat secara mudah, serta
menghasilkan nilai tambah dari aspek ekonomi dan aspek
lingkungan. Melalui pengelolaan TTG diharapkan dapat
meningkatkan
usaha
ekonomi,
mengembangkan
kewirausahaan, dan memberikan manfaat secara
berkelanjutan. Pengembangan KSK melalui penerapan
TTG tersebut tidak hanya menjawab kebutuhan
masyarakat dalam peningkatan produksi namun juga

44

kebutuhan
terhadap
dukungan
pengembangan
infrastruktur yang dibutuhkan. Misalnya, penerapan TTG
yang mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas
produksi serta produk turunan dari komoditas unggulan
membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai.
Kajian penerapan Teknologi Tepat Guna dalam
mendukung pembangunan infrastruktur permukiman
pada Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) dilakukan untuk
melihat sejauh mana pengaruh penerapan TTG terhadap
produksi dan cakupan pemasaran, serta mengidentifikasi
kebutuhan infrastruktur dalam mengantisipasi penerapan
TTG. Kajian ini dilakukanmelalui pengumpulan data dan
informasi terhadap penerapan jenis TTG, jenis dan hasil
produksi usaha, dukungan infrastruktur eksisting, dan
kebutuhan pengembangan infrastruktur kedepannya
2. Maksud dan
Tujuan

Maksud diadakannya jasa konsultan ini adalah:


penyiapan kebutuhan pengembangan infrastruktur terhadap
penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) di lokasi KSK PISEW
dalam meningkatkan ekonomi lokal, mengembangkan
kewirausahaan, dan memberikan manfaat secara
berkelanjutan.
Tujuan diadakannya jasa konsultan ini adalah:
a) Mengidentifikasi jenis TTG, jenis dan hasil usaha di KSK;
b) Mengidentifikasi penerapan TTG dalam mendukung
peningkatan kualitas dan kuantitas produksi serta
produk turunan dari komoditas unggulan di KSK;
c) Mengidentifikasi pengelola dan pengguna TTG di KSK;
d) Mengidentifikasi kondisi infrastruktur eksisting di KSK;
e) Mengkaji kebutuhan infrastruktur dalam mengantisipasi
pengaruh penerapan TTG;
f) Mengkaji peran serta dan upaya Pemerintah dalam
dukungannya terhadap penerapan TTG dan kebutuhan
infrastruktur dalam mengantisipasi pengaruh penerapan
TTG di lokasi KSK;
g) Mengidentifikasi dan mengoptimalkan peluang investasi
ekonomi maupun infrastruktur yang diselenggarakan
sebagai pengaruh penerapan TTG pada komoditas unggulan
di lokasi KSK PISEW.

3. Sasaran

Sasaran dari kegiatan ini adalah


a) Teridentifikasinya jenis TTG, jenis dan hasil usaha di KSK;
b) Teridentifikasinya penerapan TTG dalam mendukung
peningkatan kualitas dan kuantitas produksi serta produk
turunan dari komoditas unggulan di KSK;
c) Teridentifikasinya pengelola dan pengguna TTG di KSK;
d) Teridentifikasinya infrastruktur eksisting di KSK;

45

e) Teridentifikasinya
kebutuhan
infrastruktur
dalam
mengantisipasi pengaruh penerapan TTG;
f) Kajian peran serta dan upaya Pemerintah dalam
dukungannya terhadap penerapan TTG dan kebutuhan
infrastruktur dalam mengantisipasi pengaruh penerapan
TTG di lokasi KSK;
g) Optimalisasi peluang investasi ekonomi maupun
infrastruktur yang diselenggarakan sebagai pengaruh
penerapan TTG pada komoditas unggulan di lokasi KSK
PISEW.
4. Lokasi Kegiatan

Kegiatan Jasa Konsultansi Kajian Penerapan Teknologi Tepat


Guna dalam Mendukung Pembangunan Infrastruktur
Permukiman pada Kawasan Strategis Kabupaten mencakup
Kabupaten Simalungun-Provinsi Sumut, Kabupaten MeranginProvinsi Jambi, Kabupaten Lebong-Provinsi Bengkulu,
Kabupaten Landak-Provinsi Kalbar, Kabupaten TabalongProvinsi Kalsel, Kabupaten Belitung-Provinsi Babel, Kabupaten
Bone-Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Mamuju-Provinsi
Sulbar, Kabupaten Lombok Timur-Provinsi NTB.

5. Sumber
Pendanaan

Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan : Dalam


melaksanakan kegiatan ini pekerjaan ini akan dibiayai melalui
dana
dari
APBN/DIPA
pada
Pejabat
Pembuat
KomitmenKegiatan Infrastruktur PendukungKegiatan Ekonomi
dan Sosial RISE-PISEW, Satuan Kerja Pengembangan Kawasan
Permukiman Berbasis Masyarakat, Kegiatan tahun anggaran
2015dengan Pagu Anggaran sebesarRp. 1.100.000.000,- (Satu
Milyar Seratus Juta Rupiah).
Nama Pejabat Pembuat Komitmen : Andreas Budi Wirawan, ST,
MT
Proyek/Satuan Kerja : Pejabat Pembuat Komitmen Pembinaan
Infrastruktur Wilayah (PISEW)/ Satuan Kerja Pengembangan
Kawasan Permukiman Berbasis Masyarakat

6. Nama dan
Organisasi
Pejabat Pembuat
Komitmen

Data Penunjang
7. Data Dasar

Sebelum memulai kegiatan pekerjaan, pemberi jasa harus


mengadakan konsultasi terlebih dahulu dengan Pengguna
Jasa/Kuasa
Pengguna
Anggaran/Pejabat
Pembuat
Komitmen/Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, yaitu untuk
mendapatkan konfirmasi mengenai data pelaksanaan program
tahun sebelumnya.
Adapun data-data yang diperlukan sebelum melaksanakan
pekerjaan sebagai berikut:
a. Surat Edaran Nomor 14/SE/DC/2014 tentang Pedoman
Pelaksanaan Pengembangan Permukiman Perdesaan

46

b.
c.
d.
e.
f.
g.
8. Standar Teknis

melalui Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi


Wilayah;
Pedoman Umum PISEW 2014;
Panduan Pelaksanaan PISEW 2014;
Exit Strategy PNPM PISEW;
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun
2010, Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelolaan
Teknologi Tepat Guna;
Dokumen Perencanaan dan business plan KSK di lokasi
PISEW;
Data-data sekunder lainnya yang diperlukan dan
dianggap penting.

Untuk melaksanakan kegiatan seperti yang dimaksud pada KAK


ini, harus memperhatikan persyaratan-persyaratan serta
ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
a) Persyaratan Umum Pekerjaan
Setiap bagian dari kegiatan harus dilaksanakan secara
benar dan tuntas dan memberikan hasil yang telah
ditetapkan dan diterima dengan baik oleh Pengguna
Jasa/Kuasa Pengguna Anggaran/ Pejabat Pembuat
Komitmen/Pengendali Kegiatan.
b) Persyaratan Obyektif
Pelaksanaan pekerjaan pengaturan dan pengamanan yang
obyektif untuk kelancaran pelaksanaan, baik yang
menyangkut macam, kualitas dan kuantitas dari setiap
bagian pekerjaan.
c) Persyaratan Fungsional
Kegiatan pelaksanaan pekerjaan harus dilaksanakan dengan
profesionalisme dan tanggung-jawab yang tinggi sebagai
Penyedia jasa.
d) Persyaratan Prosedural
Penyelesaian administrasif sehubungan dengan pelaksanaan
tugas/pekerjaan di lapangan harus dilaksanakan sesuai
dengan prosedur-prosedur dan peraturan-peraturan yang
berlaku.
e) Kriteria Lain-lain
Selain kriteria umum di atas, untuk berlaku pula ketentuanketentuan seperti standar, pedoman, dan peraturan yang
berlaku, antara lain ketentuan yang diberlakukan untuk
pekerjaan kegiatan yang bersangkutan, yaitu Surat
Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan (Kontrak), dan ketentuanketentuan lain sebagai dasar perjanjiannya.
Adapun standar teknis dalam melaksanakan Kajian penerapan
Teknologi Tepat Guna dalam mendukung pembangunan
infrastruktur permukiman pada Kawasan Strategis
Kabupaten (KSK) menggunakan daftar referensi teknis
sebagai dasar pelaksanaan, yaitu:
a) Pedoman UmumPISEW Tahun 2014;

47

b) Panduan Pelaksanaan PISEW 2014;


Peraturan yang berhubungan dengan PISEW secara khusus
dan PNPM Mandiri secara umum.
9. Studi Studi
Terdahulu

PPK PISEW pernah mengadakan studi penyusunan rencana


pembangunan infrastruktur KSK pada 9 provinsi, 35 kabupaten
di lokasi PISEW (rentang tahun 2010 2014)

10. Referensi
Hukum

a) UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;


b) UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional;
c) UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;
d) Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2005 tentang
Alih Teknologi Kekayaan Intelektual serta Hasil Kegiatan
Penelitian dan Pengembangan oleh Perguruan Tinggi
dan Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82
e) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun
2010, Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelolaan
Teknologi Tepat Guna.

11. Lingkup
Kegiatan

(1) Persiapan;
Menyiapkan rencana pelaksanaan kegiatan termasuk
jadwal dan persiapan pelaksanaan
(2) Pengumpulan Data/ Survey;
Mengidentifikasi jenis TTG, jenis dan hasil usaha di KSK;
Mengidentifikasi penerapan TTG dalam mendukung
peningkatan kualitas dan kuantitas produksi serta
produk turunan dari komoditas unggulan di KSK;
Mengidentifikasi pengelola dan pengguna TTG di KSK;
Mengidentifikasi kondisi infrastruktur eksisting di KSK;
Kebutuhan
infrastruktur
dalam
mengantisipasi
pengaruh penerapan TTG;
Informasi mengenai peran serta dan upaya Pemerintah
dalam
dukungannya
dalam
pengembangan
infrastruktur terhadap penerapan TTG.
(3) Pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD)
Melakukan pembahasan pengaruh penerapan TTG
terhadap kebutuhan infrastruktur
(4) Penyusunan Kajian Penerapan Teknologi Tepat GunaDalam
Mendukung Pembangunan Infrastruktur Permukiman pada
Kawasan Strategis Kabupaten;
Mengkaji
kebutuhan
infrastruktur
dalam
mengantisipasi pengaruh penerapan TTG;
Mengkaji peran serta dan upaya Pemerintah dalam
dukungannya terhadap penerapan TTG dan kebutuhan
infrastruktur
dalam
mengantisipasi
pengaruh
penerapan TTG di lokasi KSK;

48

Mengidentifikasi dan mengoptimalkan peluang investasi


ekonomi maupun infrastruktur yang diselenggarakan sebagai
pengaruh penerapan TTG pada komoditas unggulan di lokasi
KSK PISEW

12. Keluaran

Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah


Dokumen Kajian Penerapan Teknologi Tepat GunaDalam
Mendukung Pembangunan Infrastruktur Permukiman pada
Kawasan Strategis Kabupaten.

13. Peralatan
Material,
Personil dan
Fasilitas dari
Pejabat Pembuat
Komitmen

Data dan fasilitas yang disediakan oleh pengguna jasa yang


dapat digunakan dan harus dipelihara oleh penyedia jasa.
a. Laporan dan Data
Surat yang dikeluarkan oleh pengambil keputusan yang
berkaitan dengan pekerjaan, dan laporan penyedia jasa
sebelumnya.
b. Pengguna jasa akan mengangkat petugas atau wakilnya
yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping
(counterpart) dalam rangka pelaksanaan jasa lainnya.
c. Fasilitas yang disediakan oleh pengguna jasa
d. Pengguna Jasa tidak menyediakan fasilitas yang dapat
digunakan oleh penyedia jasa.

14. Jangka Waktu


penyelesaian
Kegiatan

Kegiatan Jasa Lainnya dilaksanakan sejak diterbitkannya SPMK


(Surat Perintah Mulai Kerja). Dalam hal ini waktu yang
disediakan untuk melaksanakan tugas yang diberikan kepada
Penyedia jasa adalah selama 6 (enam) bulan.

15. Personil

Posisi
Pendidi
kan

Kualifikasi
Keahlian Pengalaman

Jumlah
Orang Bulan

Tenaga Ahli:

Tenaga Ahli
Perencanaan
Wilayah (TL)

Tenaga Ahli
Industri
Tenaga Ahli
Agribisnis/So
sial Ekonomi
Pertanian/Pe
rtanian

S2
Planolo
gi
(Perenc
anaan
Wilayah
dan
Kota)
S1
T.Indust
ri
S1
Agribisn
is/
Sosial
Ekonom
i
Pertania

SKA

6 tahun

SKA

4 tahun

4 tahun

1 org/6 bln

1 org/6 bln

1 org/6 bln

49

Tenaga Ahli
Infrastruktur
Tenaga Ahli
Ekonomi

n/Perta
nian
S1
Teknik
Sipil
S1
Ekonom
i

Tenaga Pendukung:
S1
Agribisn
Asisten
is/
Tenaga Ahli
Sosial
Agribisnis/So Ekonom
sial Ekonomi
i
Pertanian
Pertania
n/Perta
nian
Asisten
S1
Tenaga Ahli
Teknik
Infrastruktur
Sipil
Tenaga Adm.
Adminis
Dan
trasi
Keuangan
Operator
Komputer

Komput
er

SKA

4 tahun

1 org/6 bln

4 tahun

2 tahun

2 tahun

1 org/6 bln

Administr
asi &
Keuanga
n

1 org/6 bln

Komputer

1 org/6 bln

1 org/6 bln

1 org/6 bln

16. Jadwal Tahapan


pelaksanaan
Kegiatan

Jadwal tahapan pelaksanaan kegiatan akan dibahas kemudian


dan disepakati bersama antara pengguna dan penyedia jasa.

17. Laporan
Pendahuluan

Laporan yang diserahkan kepada Pengguna Jasa adalah:


a. Laporan Pendahuluan, diserahkan pada akhir bulan pertama
dari masa pelaksanaan pekerjaan sebanyak 10 (sepuluh)
eksemplar. Isi dari laporan ini adalah uraian ringkas mengenai
kerangka pikir, rencana kerja, juga dimasukkan metodologi serta
pendekatan teknis pelaksanaan pekerjaan, mobilisasi tenaga ahli
dan jadwal penyelesaian pekerjaan.
Pada tahap laporan pendahuluan ini akan dilakukan diskusi
secara eksternal bersama tim teknis dengan mengundang
beberapa pihak lain yang terkait dan diharapkan dapat
diperolah satu kesepakatan mengenai sasaran serta pola kerja
yang akan dituju. Hasil diskusi dituangkan dalam bentuk satu
berita acara dan dijadikan pedoman dalam penyusunan laporan
berikutnya.
b. Laporan Antara, dibuat sebanyak 10 (sepuluh) eksemplar dan
diserahkan 4 (empat) bulan setelah penerbitan SPMK. Laporan
ini berisikan kemajuan pelaksanaan pekerjaan yang mencakup
Kajian Penerapan Teknologi Tepat Guna Dalam Mendukung

50

c.

d.

e.

f.

Pembangunan Infrastruktur Permukiman pada Kawasan


Strategis Kabupaten yang telah dibuat dan yang telahdisesuaikan
dengan tujuan dan sasaran pekerjaan. Pada tahap laporan antara
ini akan dilakukan diskusi secara eksternal bersama tim teknis
dengan mengundang beberapa pihak lain yang terkait dan
diharapkan dapat diperoleh satu kesepakatan mengenai kajian
tersebut. Hasil diskusi dituangkan dalam bentuk satu berita acara
dan dijadikan pedoman dalam penyusunan laporan berikutnya.
Laporan Akhir, berisikan bentuk akhir dari keseluruhan
rangkaian pelaksanaan pekerjaan. Laporan ini dibuat sebanyak
10 (sepuluh) eksemplar dan diserahkan pada akhir pelaksanaan
pekerjaan.Pada tahap laporan akhir ini akan dilakukan diskusi
secara eksternal bersama tim teknis dengan mengundang
beberapa pihak lain yang terkait untuk memperoleh masukan
lain/ tambahan untuk penyempurnaan hasil akhir dari
pelaksanaan pekerjaan ini, sehingga dapat diperoleh satu
kesimpulan yang mampu menampung banyak kepentingan
terkait.
Laporan Bulanan, berisikan laporan kegiatan yang dilapprkan
secara berkala/ perbulan selama pelaksanaan pekerjaan.
Laporan ini dibuat untuk mengetahui pencapaian substansial
dari setiap tahapan pelaksanaan kegiatan ini. Laporan ini dibuat
sebanyak 10 (sepuluh) rangkap dalam setiap bulan yang akan
disampaikan kepada Tim Teknis.
Dokumen Kajian Penerapan Teknologi Tepat Guna Dalam
Mendukung Pembangunan Infrastruktur Permukiman pada
Kawasan Strategis Kabupatensebanyak 10 (sepuluh) eksemplar
dan diserahkan pada akhir pelaksanaan pekerjaan.
Executive Summary, merupakan ringkasan laporan yang
disajikan secara komunikatif dalam tampilan yang menarik yang
ditujukan untuk disampaikan kepada pimpinan di lingkungan
Kementerian Pekerjaan Umum. Executive Summary dibuat
sebanyak 10 (sepuluh) eksemplar dan diserahkan pada akhir
pelaksanaan pekerjaan.

Seluruh data dan laporan termasuk ringkasan eksekutif dimuat ke


dalam CD sebanyak 10 (sepuluh) buah diserahkan bersamaan dengan
penyerahan Laporan Akhir..

18. Produksi dalam


Negeri
19. Persyaratan
Kerjasama

Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus


dilakukan di dalam wilayah Negara Republik Indonesia kecuali
ditetapkan lain dalam angka 4 KAK dengan pertimbangan
keterbatasan kompetensi dalam negeri.
Jika kerjasama dengan penyedia jasa lainnya diperlukan
untukpelaksanaan kegiatan jasa lainnya ini maka
pelaksanaannya mengacu pada peraturan yang berlaku.

51

20. Pedoman
Pengumpulan
data lapangan

Penyedia Jasa diwajibkan melaksanakan pengumpulan data di


lapangan sesuai persyaratan dan kaidah teknis maupun
regulasi yang berlaku di bidang/layanan pekerjaan Jasa
Lainnya.

21. Alih
Pengetahuan

Dalam proses penyusunan Kajian Penerapan Teknologi Tepat Guna


Dalam Mendukung Pembangunan Infrastruktur Permukiman pada
Kawasan Strategis Kabupaten, beberapa hal yang perlu

diperhatikan oleh
Penyedia Jasa dalam tahapan alih
pengetahuan adalah sebagai berikut:
1) Penyedia Jasa melakukan asistensi/ diskusi secara berkala
dan intensifbersama tim teknis sehingga dapat diperoleh
kajian yang dapat dipertanggungjawabkan.Selain itu,
asistensi/ diskusi juga dilakukan terkait dengan pelaksanaan
FGD, penyusunan buku kajian serta pelaksanaan presentasi
setiap tahapan pelaporan yang sifatnya periodik.
2) Penyedia Jasa setelah menerima pengarahan penugasan dan
semua bahan masukan dalam proses asistensi/ diskusi,
hendaknya memeriksa dan memproses semua bahan yang
ada serta mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan
untuk pekerjaan ini.
3) Untuk kesempurnaan pekerjaan tersebut diatas Penyedia Jasa
diminta mempelajari dan menganalisa lebih lanjut segala
informasi dan ketentuan-ketentuan yang berhubungan
dengan pekerjaan dimaksud

52