Anda di halaman 1dari 20

Tata laksana

Convulsive
STATUS EPILEPTICUS
Dr Ronny Yoesyanto SpS
OMNI Hospital Pulomas

DEFINISI
Status epilepticus :
- Kejang yang terus menerus sehingga
diantara 2 kejang pasien belum sadar
benar
- Kejang yang berlangsung lebih dari 30
menit.
- Praktis : > 5 menit

Makin lama kejang berlangsung,


makin sulit kejang berhenti

Kematian : 17 23 %

Pang T. Curr Treat Option

Patofisiologi
Status epileptikus diakibatkan oleh

aktivitas sel yang berlebihan dan


kegagalan mekanisme sentral untuk
menekan aktivitas kejang.
Pada permulaan status epileptikus,
mekanisme penyebab yang utama
adalah kegagalan GABA yaitu
neurotransmiter penghambat pada
susunan saraf pusat untuk menekan
aktivitas fokus kejang.
Borris DJ et al. Epilepsy

Selanjutnya derivat asam amino ( N-

asetil D aspartat) akan menyebabkan


excitasi neuron dalam
mempertahankan keadaan kejang.
Struktur anatomis yang terlibat pada
status epileptikus adalah hipokampus
dan sistim limbik.

Wasterlain. CG. Epilepsia

Penyebab
Penghentian pemakaian alkohol secara
mendadak
Penghentian pemakaian obat anti epilepsi secara
mendadak
Pemakaian obat dengan dosis berlebihan
Infeksi susunan saraf pusat
Stroke iskemi atau hemoragis
Anoksia
Trauma kepala
Kelainan metabolisme
Tumor otak
Infeksi sistemik, sepsis
Kelainan bawaan otak
Idiopatis
Behrouz, R. : JAOA Vol 109 No 4 April 2009

Komplikasi convulsive status


epilepticus
Metabolic :

Lactic acidosis
Hypercapnea
Hypoglycemia
Hyperkalemia
Hyponatremia
CSF/serum leukocytosis
Sirven JI: Management of S

Autonomic

Hyperpyrexia
Failure of cerebral autoregulation
Vomiting
Incontinence

Sirven JI: Management of S

Renal

Acute renal failure from


rhabdomyolisis
Myoglobinuria

Cardiac / Respiratory

Hypoxia
Arrhytmia
Tachycardia
Hypertension
High output failure
Pneumonia
Sirven JI: Management of S

Tata laksana
Status epileptikus adalah keadaan yang
mengancam nyawa.

Tujuan pengobatan : menghentikan kejang

yang terjadi secara klinis dan elektrofisiologis.

Tatalakana :
1. Lakukan CAB (Circulation, Airway, Breathing)
2. Hentikan kejang
3. Cari penyebab
4. Mengatasi penyebab

Supaya obat anti kejang bekerja efektif,


obat harus diberikan intravena untuk bisa
mencapai otak dengan segera tanpa
resiko efek samping sistemik dan
neurologis.
Terdapat banyak obat, masing-masing
dengan keuntungan dan kerugiannya.

Behrouz, R. : JAOA Vol 109 No 4 April 2009

Algorithm for the Initial Management of Status Epilepticus


1. Assess and control airway
2. Monitor vital signs (including temperature)
3. Conduct pulse oximetry and monitor
cardiac function
4. Perform rapid blood glucose assay

Start intra

venous infusion

Administer thiamine (100 mg)


and glucose (50 ml of 50 percent dextrose)

Start anticonvulsant therapy


Take focused history and examine patient
Known seizure disorder or other illnesses?
Trauma?
Focal neurologic signs?
Signs of medical illnesses (e.g., infection,
hepatic or renal disease, substance abuse)?

DANIELH. LOWENSTEIN, M.D.,AND BRIAN K. ALLDREDGEPHARM.D


The New England Journal of Medicine April 2, 1998

Perform laboratory studies


Complete blood count
Serum electrolytes and
calcium
Arterial-blood gas
Liver function
Renal function
Toxicology
Serum antiepileptic-drug
concentrations

Undertake further workup to


define cause
Manage other medical problems

Behrouz, R. : JAOA Vol 109 No 4 April 2009

Behrouz, R. : JAOA Vol 109 No 4 April 2009 (modified)

Secure Airway, Breathing, Circulation


Initial Dose Intravenous Diazepam, 10
mg

0 -10 min

Initial Dose Intravenous Phenytoin


Sodium, 20 mg/kg
Repeat Dose Intravenous Diazepam,
10 mg
Additional Dose Intravenous
Phenytoin Sodium, 10 mg/kg
Supplemental Dose Intravenous
Phenobarbital, 10 20 mg/kg

10 - 20 min

20 - 30 min

Phenytoin intravenous administration

should not exceed 50 mg per minute in


adult.
In neonates, the drug should be
administered at a rate not exceeding 1
3 mg/kg/min
The addition of phenytoin solution to
intravenous infusion is not
recommended due to lack of solubility
and resultant precipitation.
The loading dose should be followed
by maintenance doses of phenytoin
100 mg orally or intravenously every 6
8 hours.
Phenytoin Sodium Injection

The addition of diazepam solution to


intravenous infusion is not recommended due to
lack of solubility and resultant precipitation.

Terima kasih