Anda di halaman 1dari 28

TUGAS PENGAJARAN MIKRO

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


GELOMBANG BERJALAN DAN GELOMBANG TEGAK
Tugas ini disusun untuk memenuhi salah satu Tugas Mata Kuliah
Pengajaran Mikro
Dosen Mata Kuliah:
Diyah Mulhayatiyah, M. Pd

Disusun Oleh:
1112016300007
Iin Sanita
Pendidikan Fisika 7A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2015

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Madrasah

: MAN Bayah

Mata Pelajaran

: Fisika

Kelas/ Semester

: XII/1

Peminatan : MIA
Sub Materi Pokok : Persamaan Gelombang Berjalan
dan Gelombang Tegak
Alokasi Waktu

: 2 x 45 menit

Pertemuan ke-

:1

A. Kompetensi Inti (KI)


KI 1

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI 2

: Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun,


ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.

KI 3

: Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural


dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan,

kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait

fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada


bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
KI 4

: Mengolah,

menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak

terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara


mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar
3.2.Menganalisis besaran-besaran fisis gelombang tegak dan gelombang berjalan
pada berbagai kasus nyata
4.1Menyelidiki karakteristik gelombang mekanik melalui percobaan
C. Indikator
3.2.1 Mengidentifikasi besaran-besaran fisis gelombang berjalan dan gelombang tegak.
3.2.2 Menganalisis perbedaan persamaan gelombang berjalan fungsi sinus dan fungsi
cosinus.
3.2.3 Membedakan antara gelombang tegak ujung terikat dan ujung bebas.
3.2.4 Menentukan amplitudo gelombang tegak ujung terikat dan ujung bebas.

3.2.5 Menentukan letak simpul dan perut tertentu suatu gelombang tegak
3.2.6 Memformulasikan persoalan gelombang berjalan dan gelombang tegak
4.1.1 Menyelidiki bentuk gelombang tegak menggunakan peralatan percobaan melde

D. Tujuan Pembelajaran
Melalui proses mencari informasi, menanya, dan berdiskusi siswa dapat memahami
pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural tentang persamaan gelombang
berjalan dan gelombang tegak serta mampu membangun sikap ilmiah dan keterampilan
prosedural melalui proses mencoba, mengasosiasi dan mengomunikasikannya dalam
presentasi dan laporan tertulis. Setelah Proses pembelajaran diharapkan:
1. Siswa dapat mengidentifikasi besaran-besaran fisis gelombang

berjalan

dan

gelombang tegak.
2. Siswa dapat menganalisis perbedaan persamaan gelombang berjalan fungsi sinus
3.
4.
5.
6.

dan fungsi cosinus.


Siswa dapat membedakan antara gelombang tegak ujung terikat dan ujung bebas.
Siswa dapat menentukan amplitudo gelombang tegak ujung terikat dan ujung bebas.
Siswa dapat menentukan letak simpul dan perut tertentu suatu gelombang tegak
Siswa dapat memformulasikan persoalan gelombang berjalan dan gelombang tegak

dalam menyelesaikan soal.


7. Siswa dapat menyelidiki bentuk gelombang tegak menggunakan peralatan
percobaan melde
E. Materi Pembelajaran
Peta Konsep
Gelombang

Gelombang

Gelombang

Ujung

Ujung

Simpul

Perut

Simpul

Perut

Uraian Materi
Berdasarkan karakteristiknya gelombang dapat diklasifikasikan menjadi beberapa
kategori, diantaranya:
1. Berdasarkan Arah getar dan arah rambatnya
Klasifikasi gelombang berdasarkan arah getar dan arah perambatannya, gelombang
di kelompokkan menjadi dua, yaitu: gelombang transversal dan longitudinal.
a. Gelombang Transversal
Gelombang transversal adalah gelombang yang arah getaran dan arah
perambatannya saling tegak lurus terdiri dari lembah dan bukit. Contoh: gelombang tali,
gelombang riak air, dan gelombang cahaya.

b. Gelombang Longitudinal
Gelombang longitudinal, yaitu gelombang yang arah rambatannya sejajar dengan
arah getarannya terdiri dari rapatan dan renggangan. Contoh gelombang ini: gelombang
slinki, geombang bunyi dan lain-lain. gelombang slinki bisa berubah menjadi gelombang
transversal jika digerakan turun naik ke atas dan ke bawah seperti pada gelombang tali),
getaran sinar gitar yang dipetik, gelombang bunyi, dan lain-lain.

2. Berdasarkan Mediumnya
Klasifikasi gelombang berdasarkan

diperlukan

dan

tidaknya

medium

dalam

perambatan gelombang. Gelombang di kelompokkan menjadi dua, yaitu: gelombang


mekanik, dan elektromagnetik.
a. Gelombang mekanik
Gelombang mekanik adalah

gelombang

yang

memerlukan

medium

untuk

perambatannya. Medium berfungsi untuk memindahkan energi dari sumber ke tujuan.


Contoh : gelombang tali dan gelombang bunyi. Medium dapat memindahkan energi dari
satu tempat kepada lain tanpa mengakibatkan partikel medium berpindah secara
permanen.
b. Gelombang elektromagnetik
Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang tidak memerlukan medium
(berupa udara) untuk perambatannya. Contoh gelombang cahaya matahari.
3. Berdasarkan Amplitudo (amplitude) nya
Klasifikasi gelombang berdasarkan amplitudo (amplitude) nya, dikelompokkan
menjadi dua jenis gelombang, yaitu:
a. Gelombang berjalan (travelling wave)
Gelombang berjalan yaitu gelombang yang amplitudo (amplitude) nya tetap pada
setiap titik yang dilalui gelombang. Contoh gelombang berjalan adalah gelombang pada
tali.

b. Gelombang diam/berdiri/tegak (stasioner)


Gelombang diam/berdiri/tegak (stasioner)

yaitu

gelombang

yang

(amplitude) nya berubah/ amplitudonya tidak tetap pada titik yang dilewatinya.

amplitudo

Persamaan Gelombang Berjalan dan Gelombang Tegak


Banyak sekali jenis dan macam gelombang yang dapat kita temukan di alam, tetapi
tidak semua jenis gelombang akan dipelajari. Hanya gelombang mekanik yang akan
dikaji lebih dalam. Gelombang mekanik merupakan getaran yang berjalan di dalam
medium. Pada saat gelombang melewati medium, partikel-partikel medium bergeser
secara khas bergantung dari bentuk gelombang.
Pada bab ini akan dibahas tentang gelombang mekanik yang menjalar di dalam suatu
medium. Uraian akan dimulai dengan menjelaskan persamaan dasar untuk gelombang,
memberi penjelasan tentang bentuk penjalaran dan melihat perjalanan gelombang di
dalam tali. Persamaan pada gelombang yang akan dibahas

ada buku ini adalah

persamaan gelombang berjalan dan persamaan gelombang stasioner.


1. Gelombang Berjalan (traveling wave)
Gelombang berjalan adalah gelombang yang amplitudonya tetap pada titik yang
dilewatinya. Gelombang berjalan bisa disebut juga sebagai gelombang dengan amplitudo
dan fase sama di setiap titik yang dilalui gelombang. Contoh gelombang berjalan adalah
seutas tali yang salah satu ujungnya diikat pada tiang dan ujung lainnya digerakkan ke
atas dan ke bawah. Persamaan umum untuk getaran:

y= A sin t
Kita ketahui bahwa gelombang adalah getaran yang merambat, maka persamaan
getaran tersbut tidak akan diam di tempat tapi akan bergerak sejauh x. Dan waktu yang
diperlukan untuk sampai di x adalah x/v, dengan demikian persamaan akan berubah
menjadi persamaan gelombang:

y= A sin (t x / v)
Kita ketahui v adalah kecepatan gelombang yang besarnya sebanding (v=.f). Jika k
adalah bilangan gelombang dengan harga k=2/, maka persamaan gelombang di atas
akan berubah. Persamaan dasar untuk gelombang berjalan adalah:

y= A sin( t kx)
Persamaan gelombang di atas memiliki bentuk persamaan lainnya yaitu :

y= A sin 2 (t /T x / )
y= A sin (t x / )

y= A sin 2 f (t x / )
Berdasarkan keadaan awal simpangan gelombang, gelombang berjalan memiliki dua
bentuk persamaan, yaitu persamaan dalam bentuk sinus, dan persamaan cosinus.

a. Persamaan Gelombang Berjalan fungsi sinus


Pada sebuah tali panjang, jika salah satu ujung tali digetarkan, misalnya dari titik a,
maka getaran dari titik tersebut akan bergerak merambat melalui tali dan suatu saat
akan melalui titik p. Perhatikan gambar gelombang berjalan di bawah ini!

Gelombang pada saat t=0s, tidak memiliki simpangan (Y =0). Gambar tersebut
menunjukkan gelombang transversal pada seutas tali ab (cukup panjang). Pada ujung a
kita getarkan sehingga terjadi rambatan gelombang. Titik p adalah suatu titik yang
berjarak x dari a. Jika a digetarkan pertama kali ke atas, maka persamaan gelombangnya
adalah:

y= A sin( t kx)
Getaran merambat dengan kecepatan v, getaran akan sampai di p setelah selang
waktu x/v. Berdasarkan asumsi getaran terjadi konstan, persamaan gelombang di titik p
adalah:

Yp= A sin(tp kx)


tp adalah selang waktu perjalanan gelombang dari a ke p (x/v). Dengan =2f atau
2/ dan k = /v = 2/ serta v = f. = /T. Persamaan umum untuk gelombang berjalan
pada t=0s tidak memiliki simpangan adalah:

Yp= A sin(t kx )
Keterangan :
Yp : simpangan (m)
A : amplitudo (m)
k : bilangan gelombang = 2/
v : cepat rambat gelombang (m/s)
: panjang gelombang (m)
t : waktu (s)
x : jarak (m)

Arah getaran dan posisi simpangan pada saat awal menentukan bentuk persamaan
gelombang yang harus digunakan (dipakai). Ada beberapa keadaan yang bisa
menunjukkan bentuk persamaan yang berbedabeda, diantaranya:
1) Jika gelombang pada saat t=0s tidak memiliki simpangan dan digetarkan pertama
kali ke atas, dan gelombang bergerak ke kanan, maka persamaannya akan menjadi:

Yp= A sin(t kx)


2) Jika gelombang pada saat t=0s tidak memiliki simpangan dan digetarkan pertama
kali ke bawah, dan gelombang bergerak ke kanan, maka persamaannya akan
menjadi:

Yp= A sin( t kx)


3) Jika gelombang pada saat t=0s tidak memiliki simpangan dan digetarkan pertama
kali ke atas, dan gelombang bergerak ke kiri, maka persamaannya akan menjadi:

Yp= A sin(t + kx)


4) Jika gelombang pada saat t=0s tidak memiliki simpangan dan digetarkan pertama
kali ke bawah, dan gelombang bergerak ke kiri, maka persamaannya akan menjadi:

Yp= A sin( t+ kx)

b. Persamaan Gelombang Berjalan fungsi cosinus


Untuk memahami persamaan gelombang berjalan fungsi cosinus. Perhatikan gambar
di bawah ini!

Pergerakan gelombang periodik memiliki bentuk sinusoidal. Jika pertama kali tali
digetarkan ke arah atas, maka pada saat t = 0 dan x = 0, tali telah memiliki simpangan
(displacement) y sebesar A. Besarnya simpangan (displacement) setiap saat dengan
keadaan awal x = 0 adalah:

Yp= A cos( tp kx )
Getaran merambat dengan kecepatan v, getaran akan sampai di p setelah selang
waktu x/v. tp adalah selang waktu perjalanan gelombang dari a ke p (x/v). Oleh karena
itu, ada beberapa persamaan yang dapat digunakan untuk menyatakan persamaan
tersebut:

Yp= A cos(t kx) , atau

Yp= A cos (t x / v) , atau


Yp= A cos 2 (t /T x / )

Dengan = 2f atau 2/ dan k = /v = 2/ serta v = f. = /T. Persamaan umum


untuk gelombang berjalan pada t=0s tidak memiliki simpanganadalah:

Yp= A cos(t kx)


Ada beberapa keadaan yang bisa dinyatakan oleh persamaan tersebut, diantaranya:
1) Jika gelombang pada saat t=0s sudah memiliki simpangan sebesar A dan digetarkan
pertama kali ke atas, dan gelombang bergerak ke kanan, maka persamaannya akan
menjadi:

Yp= A cos( t kx)


2) Jika gelombang pada saat t=0s sudah memiliki simpangan sebesar A dan digetarkan
pertama kali ke bawah, dan gelombang bergerak ke kanan, maka persamaannya
akan menjadi:

Yp= A cos (t kx )
3) Jika gelombang pada saat t=0s sudah memiliki simpangan sebesar A dan digetarkan
pertama kali ke atas, dan gelombang bergerak ke kiri, maka persamaannya akan
menjadi:

Yp= A cos(t+ kx)


4) Jika gelombang pada saat t=0s sudah memiliki simpangan sebesar A dan digetarkan
pertama kali ke bawah, dan gelombang bergerak ke kiri, maka persamaannya akan
menjadi:

Yp= A sin( t+ kx)


Gelombang berdiri pada bunyi memiliki karakterisik simpangan (displacement) yang
berbeda dengan gelombang berdiri pada tali atau senar. Simpangan gelombang berdiri
pada tali merupakan pergeseran partikel-partikel tali, sedangkan Simpangan gelombang
berdiri pada bunyi merupakan pergeseran fluida atau tekanan fluida. Untuk tujuan
praktis, karena simpangan sejajar dengan pergetaran medium, Simpangan gelombang
berdiri pada bunyi disebut dengan simpul dan perut.
Simpul terjadi pada saat partikel fluida tidak bergerak, sedangkan simpangan perut
terjadi pada saat partikel fluida bergetar dengan simpangan (displacement) maksimum
(Amplitudo). Pada saat kedua partikel di kedua sisi berdekatan, molekul udara menjadi
tertekan, dan tekanannya meningkat. Ketika simpul terjadi, tekanan udara maksimum,
sedangkan partikel di sekitar perut bejauhan dan tekanannya menurun. Oleh karena itu
variasi tekanan udara di dalam pipa bertanggug jawab terhadap terbentuknya
gelombang berdiri pada bunyi.
2. Gelombang Tegak (Stasioner)
Gelombang diam/berdiri (stasioner) yaitu gelombang yang amplitudo (amplitude)
nya berubah / amplitudonya tidak tetap pada titik yang dilewatinya. Gelombang
stasioner pada kenyataannya tidak terlihat bergetar. Gelombang stasioner bukanlah
gelombang dalam arti sesungguhnya, gelombang ini terbentuk oleh peristiwa interferensi
terus menerus antara dua gelombang yaitu gelombang datang dan gelombang pantul

yang bergerak dengan kecepatan dan frekuensi yang sama, namun fasenya berbeda
(bergerak berlawanan arah) diantara dua titik tetap (biasanya ujungujung dari kawat
atau tali yang dihentakkan).
Berulangnya papasan dua gelombang itu menghasilkan interferensi. Jika interferensi
kedua gelombang itu sefase maka akan mengakibatkan resultan amplitudo gelombang
yang besar (lebih tinggi). Jika keduan gelombang tak sefase, maka resultan amplitudonya
akan kecil atau nol. Pada titiktitik tertentu yang disebut simpul amplitudonya akan nol.
Amplitudo dan frekuensi gelombang stasioner dalam tali atau kawat menentukan
amplitudo dan frekuensi gelombang stasioner dalam tali atau kawat menentukan
amplitudo dan frekuensi gelombang bunyi yang dihasilkan di udara. Panjang dan
tegangan tali atau kawat menentukan rentang dari frekuensi sehingga suara yang
dihasilkan akan tinggi. Contoh gelombang stasioner adalah gelombang pada senar gitar
yang dipetik. Ada dua jenis gelombang stasioner, yaitu gelombang stasioner ujung
terbuka dan ujung tertutup.

Ambilah seutas tali yang cukup panjang kemudian ujung tali lainnya diikat pada
sebuah pohon/tiang, hentakan/getarkan tali tersebut turun naik, maka gelombang
sinusoidal akan merambat sepanjang tali. Namun, apa yang akan terjadi jika gelombang
tali tersebut telah sampai pada ujung tali lainnya?

Gelombang akan dipantulkan kembali dan akan bertemu dengan gelombang datang.
Gelombang yang dipantulkan akan memiliki amplitudo dan frekuensi yang sama dengan
gelombang datang. Kedua gelombang ini berinterferensi menghasilkan gelombang
stasioner atau gelombang berdiri. Gelombang stasioner terjadi karena interferensi terus
menerus antara gelombang datang dan gelombang pantul, yang berjalan dengan arah
berlawanan dan memiliki amplitudo dan frekuensi yang sama. Gelombang stasioner bisa
terbentuk oleh dua keadaan:
a. gelombang stasioner yang terbentuk oleh ujung tali yang terikat (tetap)
b. gelombang stasioner yang terbentuk oleh ujung tali yang bebas (terbuka)

Ciri gelombang stasioner adalah terdiri dari simpul dan perut. Simpul yaitu tempat
kedudukan titik yang mempunyai amplitudo nol. Perut yaitu tempat kedudukan titik-titik
yang mempunyai amplitudo maksimum.
Keterangan :
S = Simpul
P = Perut

a. Persamaan Gelombang stasioner ujung bebas (terbuka)


Untuk memahami bagaimana persamaan gelombang stasioner ujung bebas,
perhatikan gambar berikut :

Persamaan yang dapat mendeskripsikan gerak gelombang pada gambar di atas


adalah sebagai berikut:
Gelombang datang (Yd), gelombang bergerak kearah kanan:

Yd= A sin (t kx)


Gelombang pantul (Yp), gelombang bergerak kearah kiri:

Yp= A sin(t + kx)


Gelombang stasioner adalah gelombang interferensi/perpaduan antara gelombang
datang dan gelombang pantul, sehingga gelombang yang terbentuk adalah:

Yc=Yd+Yp
Yc=A sin(t kx )+ A sin (t + kx)

2 A sin {(t kx )+(t+ kx)}. cos {(t kx )+(t + kx) }


2 A sin t cos kx

Yc=2 A cos kx sin t


Sebagaimana kita ketahui, persamaan gelombang sederhana adalah: Y = A sin wt,
sedangkan persamaan gelombang stasioner untuk ujung bebas adalah : Yc = 2A cos kx
sin t. Kedua persamaan tersebut dapat kita bandingkan sebagai berikut:

Y = A sin wt

Yc=2 A cos kx sin t


Maka 2A cos kx dapat dikatakan sebagai amplitudo baru untuk gelombang stasioner
ujung bebas (A).

Y = A sin wt

Pada persamaan tersebut Amplitudo A tergantung pada jarak suatu titik terhadap ujung
pemantul (x).

A =2 A cos kx

x diukur dari sini


1) Simpul Pada Gelombang Stasioner Ujung Bebas (Terbuka)
Simpul adalah gelombang interferensi dengan amplitudo nol (A=0), maka simpul
gelombang stasioner ujung bebas akan terjadi jika besar A = 0. A = O jika cos kx = 0,
cos kx akan berharga nol jika kx = 1/2, 3/2, 5/2,... Jadi secara berurutan letak-letak
simpul dari ujung bebas dapat ditentukan sebagai berikut :
Simpul pertama:

k x 1=1/2 x 1=(1/2 )/k ;(bilangan gelombang k=2 / )


x 1=1/4

Simpul pertama akan terbentuk/terjadi pada jarak dari ujung bebas.


Simpul kedua:
k x 2=3/2 x2 =(3 /2 ) /k ; (bilangan gelombang k =2 / )
x 2=3/4

Simpul pada gelombang stasioner ujung bebas dapat dinyatakan polanya


sebagai berikut:
x=( 2n1)

Keterangan:
x = jarak simpul dari ujung bebas
n = 1, 2, 3,... dan seterusnya (orde simpul ke...)
= panjang gelombang stasioner

2) Perut Pada Gelombang Stasioner Ujung Bebas (Terbuka)


Perut gelombang stasioner ujung bebas akan terjadi jika besar A = 1. A = 1
jika cos kx = 1, cos kx akan berharga 1 jika : kx = 0, , 2, 3, 4,...
Perut pertama:
k x 1=0 x 1=0 /k
x 1=0

Perut kedua:
k x 2= x 2= /k=0
x 2=1/2
Perut ketiga:
k x 3=2 x3 =2 /k =0
x 3=
Perut gelombang stasioner dari ujung bebas dapat dinyatakan dalam
persamaan:
1
x=( n1 )
2
Keterangan:
x = jarak perut gelombang dari ujung bebas
n = 1, 2, 3, dan seterusnya (orde perut)
b. Persamaan Gelombang stasioner ujung tetap (terikat)
Persamaan gelombang stasioner ujung terikat dapat dapat terlihat pada
gambar di bawah ini:

Untuk memahami bagaimana persamaan gelombang stasioner ujung terikat,


perhatikan gambar berikut:

Persamaan yang dapat mendeskripsikan gerak gelombang pada gambar di


atas adalah sebagai berikut:
Gelombang datang (Yd), gelombang bergerak kearah kanan:
Yd= A sin (t kx)
Gelombang pantul (Yp), gelombang bergerak kearah kiri:
Yp= A sin( t+ kx)

Gelombang stasioner adalah gelombang interferensi/perpaduan antara


gelombang datang dan gelombang pantul, sehingga gelombang yang
terbentuk adalah:
Yc=Yd+Yp
Yc=A sin(t kx ) A sin(t +kx )

A {sin( t kx ) A sin( t +kx )}


2 A cos 1 /2 {( t kx)+( t +kx )}. sin 1/2 {( t kx ) ( t+kx ) }

2 A cos t sin kx
Yc = 2A sin kx cos t
Sebagaimana kita ketahui, persamaan gelombang sederhana adalah: Y = A sin t ,
sedangkan

persamaan

gelombang

stasioner

untuk

ujung

terikat

adalah:

Yc=2 A sin kx cos t . Kedua persamaan tersebut dapat kita bandingkan sebagai berikut:
Y = A sin t

Yc=2 A sin kx cos t


Maka 2A sin kx dapat dikatakan sebagai amplitudo baru untuk gelombang stasioner
ujung terikat (A).

Y = A cos t
Pada persamaan tersebut Amplitudo A tergantung pada jarak suatu titik terhadap
ujung pemantul (x).
A = 2A sin kx

1) Simpul Pada Gelombang Stasioner Ujung Terikat


Simpul adalah gelombang interferensi dengan amplitudo nol (A=0), maka simpul
gelombang stasioner ujung terikat akan terjadi jika besar A = 0. A = O jika sin kx = 0,
sin kx akan berharga nol jika kx = 0, , 2, 3,... Jadi secara berurutan letak-letak simpul
(x) dari ujung terikat dapat ditentukan sebagai berikut:
Simpul pertama:

k x 1=0 x 1=0 /k ;(bilangan gelombang k=2 / )


x 1=0

Simpul pertama akan terbentuk/terjadi pada 0 l dari ujung terikat


Simpul kedua:

k x 2= x 2= /k ;(bilangan gelombang k=2 / )


x 2=1/2

Simpul pada gelombang stasioner ujung terikat dapat dinyatakan polanya sebagai
berikut:

1
x=( n1 )
2
Keterangan :
x = jarak simpul dari ujung terikat
n = 1, 2, 3,... dan seterusnya (orde simpul ke...)
= Panjang gelombang stasioner
2) Perut Pada Gelombang Stasioner Ujung Terikat
Perut gelombang stasioner ujung terikat akan terjadi jika besar A = 1. A = 1 jika sin
kx = 1, sin kx akan berharga 1 jika : kx = /2, 3/2, 5/2,...
Perut pertama,

k x 1= /2 x 1=( /2)/k
x 1=1/4

Perut kedua,

k x 2=3 /2 x2 =(3 /2)/k=0


x 2=1/4

Perut gelombang stasioner dari ujung terikat dapat dinyatakan dalam persamaan:

x=( 2n1)

Keterangan :
x = jarak perut gelombang dari ujung terikat
n = 1, 2, 3,..... dan seterusnya (orde perut)
Sama seperti gelombang transversal, gelombang longitudinal pun dapat mengalami
superposisi. Ketika gelombang bunyi menjalar di dalam pipa tertutup, ujung pipa tertutup
akan mematulkan gelombang yang datang pada ujung tersebut. Gelombang bunyi akan
bergabung dengan gelombang datang, sehingga terbentuk gelombang berdiri (mode
normal) di dalam pipa. Prinsip ini dimanfaatkan untuk dasar pembuatan alat musik, yaitu
pipa organa, alat musik tiup, dan lain-lain.
Penurunan Persamaan Gelombang
Persamaan umum untuk sebuah gelombang, merupakan fungsi dari jarak (x) dan
waktu (t) adalah sebagai berikut:

t kx
y (x ,t )=A sin )
y (x ,t )=A sin (t x /v )
y (x ,t )=A sin 2 (t /T x / )
Persamaan gelombang dapat diturunkan menjadi beberapa persamaan turunan,
diantaranya: kecepatan, dan percepatan. Kecepatan sebuah gelombang
diturunkan dari persamaan simpangan(displacement) di y(x,t) terhadap t.

v y ( x , t )=

y ( x , t)
=A sin(kxt )
t

v y (x,t) dapat

Sedangkan percepatan dapat diturunkan dari kecepatan

vy

(x,t) terhadap waktu

atau turunan kedua dari persamaan gelombang y (x,t). Persamaan percepatan ay(x,t)
setiap saat adalah:
2

a y ( x , t )=

y( x,t)
=2 A cos ( kxt )=2 y (x , t)
2
t

Karena persamaan simpangan (displacement) gelombang pada tali bergantung pada


waktu dan jarak x, maka pada jarak x tertentu lengkungan tali adalah

2 y ( x , t)
=k 2 A cos ( kxt )=k 2 y (x , t)
2
x
Dengan membagi persamaan 15.9 dengan 15.10 dan dihubungkan dengan w = vk
akan di dapat:

2 y (x , t)/ t 2 2 y( x , t) 2
=
=v
2 y (x , t)/ x 2 k 2 y ( x ,t )
2

y ( x , t) 1 y ( x , t)
= 2
x2
v
t2

()
()
()
()
222
2
222
,,
,,
yxttyxt
v
yxtxkyxt
-w
==
2()2()
222
y x, t 1 y x,t
xvt

1. Fenomena

a.
b.
1. Konsep
-

Gelombang air laut


Gelombang Tali
Besaran fisis gelombang
Jenis-jenis gelombang

3. Prinsip : Teori Melde


4. Prosedur

: Percobaan Hukum Melde

F. Pendekatan, Model dan Metode Pembelajaran


Pendekatan
Model
Metode

: Pendekatan Proses

: Saintifik
: Diskusi Kelompok, Demonstrasi dan Tanya Jawab

G. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

KEGIATAN PEMBELAJARAN
TAHAPAN

AK
Guru

Persiapan
Situasi
Kelas

Kegiatan Awal

Apersepsi

Guru mengabsen siswa


Mengkondisikan situasi
kelas dan menyiapkan
media pembelajaran

Siswa

TU

Siswa
mendengarkan

10
me
nit

Siswa bersiap-siap
mengikuti pelajaran
dan membaca doa

Bertanya tentang
Menjawab pertanyaan
macam-macam alat
guru
optik yang berfungsi
memperbesar benda

Motivasi

Sebutkan macammacam alat optik yang


berfungsi untuk
memperbesar benda!

Bagaimana prinsip kerja


alat-alat optik?

Menunjukkan alat-alat
optik pada siswa

Mengamati hipotesis
yang dibuat siswa

Orientasi
(Tujuan dan
Kegiatan)

Menyampaikan tujuan
dan kegiatan
pembelajaran

Siswa
mendengarkan
motivasi
mengenai
kejadian-kejadian
yang
berhubungan
dengan
persamaan
gelombang
berjalan dan
gelombang tegak
Siswa
mendengarkan
tujuan
pembelajaran
yang disampaikan
oleh guru

Siswa dibagi dalam kelompok,Siswa berkumpul bersama


masing- masing terdiri
kelompoknya
Mengamati

Siswa mengamati flash Peserta membaca hand


out yang diberikan
mengenai gelombang
berjalan dan gelombang oleh guru
tegak melalui
demonstrasi dan
animasi

Siswa mengidentifikasi
besaran fisis gelombang
berjalan dan gelombang
tegak dalam kehidupan
sehari-hari

Siswa mengidentifikasi
komponen-komponen

70
me
nit

H. Alat/ Bahan/ Sumber Belajar


Alat/Bahan

Komputer/Laptop

Tali

Sumber Belajar

Buku Fisika SMA

Buku yang relevan

Lembar Kerja Siswa


Media
: cetak dan elektronik (internet)
Alat
: karet, neraca pegas, pegas, mistar, statif, beban.
Sumber Belajar: buku pegangan Fisika jilid 1, Buku Fisika Penunjang
Aktivitas Peserta didik, mechanics 1 dan 2, dan hands out
VII. Sumber Belajar :
a. Sumber : Buku Fisika Kelas XII
( Penerbit Erlangga : Bob Foster )
b. Alat dan Bahan :
- Slinki , katrol, beban gantung, vibrator, power suplay
- Gambar-gambar tentang gelombang pada CD ( Media Presentase )

I. PENILAIAN
Teknik dan Bentuk Instrumen
Teknik
Bentuk Instrumen
Pengamatan sikap
Lembar Pengamatan
Tes untuk kerja
Tes Uji Petik Kerja
Tugas
Tertulis (konsep
Tes Tertulis
Tes

Penilaian Kognitif (Terlampir)


1. Teknik penilaian
2. Bentuk instrumen

: Tugas dan Tes tertulis


: Pilihan Ganda dan Lembar Kerja Siswa

3. Soal

: Terlampir

4. Kunci Jawaban

: Terlampir

Penilaian Aktivitas Siswa (Psikomotorik)

Nilai diperoleh dari hasil pengamatan guru terhadap kinerja kelompok selama
proses pembelajaran berlangsung yaitu pada saat melakukan percobaan. Unsur-unsur
yang dinilai meliputi:
Kelompok : ............................

N
o

Ni
la
i
to
ta
l

Skor

Aspek Keterampilan Proses


Sains

1
2
3
4
Jumlah Nilai
Keterangan Indikator Keterampilan Proses Sains:
1. Siswa dapat mencari konsep yang mendasari prinsip pembentukan bayangan
pada mata, lup, dan kamera.
2. Siswa menyadari bahwa suatu penjelasan perlu dibuktikan kebenarannya
dengan berdiskusi melalui gambar pembentukan bayangan pada prinsip kerja
alat-alat optik
3. Siswa dapat menggunakan konsep dan prinsip yang telah diberikan kasus lain
tentang alat-alat optik
4. Siswa dapat memakai alat optik dengan baik
Kriteria Penilaian:
Skor 5 bila anggap cara melakukan aspek keterampilan sangat tepat;
Skor 4 bila tepat;
Skor 3 bila agak tepat;
Skor 2 bila tidak tepat; dan
Skor 1 bila sangat tidak tepat;
Rekapitulasi penilaian dari 10 indikator KPS:

Nilai yang diperoleh adalah :

N=

jumlah skor yang diperoleh


x 100
skor total

Jakarta, 14 Mei 2015


Mengetahui:
Kepala Madrasah

Guru Bidang Studi,

Drs. Nurrahim

Iin Sanita, S.Pd

NIP. -

NIP.-

Lampiran:
1. Penilaian Kognitif
a. Teknik penilaian
b. Bentuk penilaian

No
1.

Indikator
pencapaian
kompetensi
Mengenal
bagianbagian mata dan
fungsinya

Teknik
penilaian
Tes tulis

Bentuk
penilaia
Instrumen
n
Isian/PG
1. Jelaskanlah pengertian mata
2. Sebutkanlah
bagian-bagian
mata
3. Jelaskanlah
fungsi
bagianbagian mata
Isian/PG
4. Sebutkanlah
macam-macam
cacat mata
5. Jelaskanlah
letak
jatuhnya
bayangan benda pada mata
6. Sebutkanlah
masing-masing
jenis
kaca
mata
untuk
membantu penderita cacat
mata
Isian/PG
7. Identifiksilah
perbesaran
anguler lup baik mata tidak
berakomodasi
maupun
berakomodasi

2.

Mengidentifikasi
berbagai
macam
cacat mata

Tes tulis

3.

Menentukan
perbesaran anguler
lup baik mata tidak
berakomodasi
maupun
berakomodasi
Mengenal bagianbagian dan cara
kerja kamera

Tes tulis

Tes tulis

Isian/PG

Menentukan
bayangan pada
kamera

Tes tulis

Isian/PG

4.

5.

c. Soal
d. Kunci Jawaban
N
Indikator
o.
1.

Soal

Mengenal
1. Alat optik yang
bagian-bagian
mempunyai cara
mata
dan
kerja seperti kamera
fungsinya
adalah....
a. Lup
b. Mata
c. Mikroskop
d. Teropong

8. Sebutkanlah
bagian-bagian
kamera
9. Jelaskanlah fungsi masingmasing bagian kamera
10.Jelaskanlah cara kerja kamera
11.Identifikasilah bayangan pada
kamera

Jawaban

Skor

Ranah
Kognit
if
C1

2.

3.

4.

5.

Mengidentifikas 2. Seseorang
i
berbagai
mempunyai titik jauh
macam
cacat
2 meter. Tentukanlah
mata
kekuatan lensa
kacamata dan jenis
kacamata yang harus
digunakan orang
tersebut.
a. 2 dioptri
b. -2 dioptri
c. dioptri
d. - dioptri
Menentukan
3. Sebuah lup
perbesaran
mempunyai jarak
anguler lup baik
fokus 5 cm,
mata tidak
digunakan untuk
berakomodasi
melihat benda kecil
maupun
yang berjarak 5 cm
berakomodasi
dari lup. Perbesaran
anguler lup itu
adalah....
a. 2 kali
b. 3 kali
c. 4 kali
d. 5 kali
Mengenal
4. Cara kerja kamera
bagian-bagian
sama dengan cara
dan cara kerja
kerja....
a. Teropong
kamera
b. Mata
c. Mikroskop
d. Lup
Menentukan
5. Gambarkan
cara
jarak bayangan
kerja pembentukan
pada kamera
bayangan
pada
kamera
dengan
menggunakan
prinsip
sinar
istimewa
Jumlah
5 Soal

N
o.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

C2

C3

C1

20

C4

(4x10) + 20 = 100

Rekapan Penilaian Kognitif


Nama Siswa
Butir Soal
Jumlah
soal
1
2
3
4
5

Nilai

7.
8.
9.
10
.
ds
t.

Penilaian Afektif
Nilai diperoleh dari hasil pengamatan guru terhadap sikap siswa selama proses
pembelajaran berlangsung yaitu pada saat melakukan pembelajaran.
Insrumen Penilaian Afektif
N
o

Aspek yang dinilai

Skor Penilaian
1

Aktif dalam merumuskan masalah

Aktif dalam membuat hipotesis

Aktif dalam melakukan pengamatan

Aktif dalam berdiskusi

Aktif dalam presentasi

Kerja sama dalam diskusi kelompok

Kerja sama dalam melakukan


pemecahan masalah

Jujur dalam mengerjakan tes

Teliti dalam melakukan pengamatan

10

Teliti dalam menganalisis data

11

Tanggung jawab dalam kegiatan


pembelajaran

12

Terbuka dalam kegiatan pembelajaran

13

Disiplin dalam kegiatan pembelajaran

14

Disiplin dalam melakukan pengamatan

15

Kritis dalam kegiatan pembelajaran

Jumlah Skor
*) Kriteria Penilaian:
skor 5 bila anggap aspek afektif sangat baik, skor 4 bila baik, 3 bila cukup, 2 bila tidak
baik, dan skor 1 bila sangat tidak baik

Penilaian keterampilan
FORMAT PENILAIAN PERCOBAAN
Mata pelajaran
:
Kelas/peminatan
:
Materi pokok
:
Aspek Penilaian
No

Nama
Siswa

Ketepatan
Menggunakan
Alat

Kerj
a
Sam
a

Tanggu
ng
Jawab

Disipl
in

Kejujura
n

Keaktifa
n

Ketelitia
n

Kebersih
an

Lapora
n Awal

Skor
RataRata

Nila
i

1.
2.
3.
Ds
t

Penilaian sikap
Observasi (sikap yang diamati jujur, kerjasama, disiplin, tanggung jawab)
Lembar observasi
Sikap Pribadi
No

Sikap Ilmiah

Nama Kelas
Jujur

1.
2.
3.
Ds
t

Jumla
h
Skor

Disipli
n

Tanggung
Jawab

Peduli
Lingkungan

Kritis

Toleransi

Objek

Rasa Ingin
Tahu

Nila
i

Penilaian diri sendiri


Aspek

Selalu

Sering

Kadangkadang

Tidak pernah

Jumlah skor

Tidak pernah

Jumlah skor

Saat guru menjelaskan saya memperhatikan


Saat guru menjelaskan saya mencatat
Saat guru memberikan latihan soal, saya mengerjakannya
Saat guru memberikan tugas kelompok, saya aktif bekerja
dalam kelompok
Saat presentasi tugas kelompok saya aktif menjawab

Aspek

Penilaian sejawat
Selalu
Sering

Apakah temanmu mendengarkan penjelasan guru saat di


jelaskan?
Apakah temanmu mencatat saat diterangkan?
Apakah temanmu mengerjakan latihan soal yang diberikan
oleh guru?
Apakah temanmu aktif bekerja dalam kelompok?
Apakah temanmu aktif menjawab dalam presentasi hasil
percobaan yaang kalian telah lakukan

Kadangkadang