Anda di halaman 1dari 12

Discussion (FGD-LGD)

A. PENGERTIAN
. bagian dalam proses seleksi atau dalam pelaksanaan
psikotes.Peserta tes akan dibagi menjadi beberapa
kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 4 sampai 7
orang. Setiap kelompok akan diberikan sebuah kasus yang
harus didiskusikan bersama.
. LGD digunakan untuk mengamati perilaku seseorang,
sedangkan FGD digunakan untuk mengumpulkan data.
. pengertian FGD & LGD Group Discussion mengandung tiga
kata kunci:
1. Diskusi(bukan wawancara atau obrolan
2. Kelompok(bukan individual)
3. Terfokus/Terarah(bukan bebas).

PRINSIP-PRINSIP FGD & LGD


FGD adalah kelompokdiskusibukan
wawancara atau obrolan. Ciri khas
metode FGD yang tidak dimiliki oleh
metode riset kualitaif lainnya
(wawancara mendalam atau
observasi) adalah interaksi.
FGD adalahgroupbukan individu.
FGD adalah diskusiterfokusbukan
diskusi bebas.

PRINSIP-PRINSIP HOMOGENITAS DAN HETEROGENITAS


FGD / LGD MENURUT IRWANTO (2006: 75-76)
1. Pemilihan derajat homogenitas atau heterogenitas peserta
harus sesuai dengan tujuan awal diadakannya FGD & LGD
2. melibatkan variabel tertentu yang diupayakan untuk
heterogen atau homogen.
3. semakin homogen sebenarnya semakin tidak perlu
diadakan FGD & LGD
4. Semakin heterogen semakin sulit untuk menganalisis hasil
FGD & LGD karena variasinya terlalu besar.
5. Homogenitas-heterogenitas tergantung dari beberapa aspek
6. Pertimbangan utama dalam menentukan homogenitasheterogenitas adalah mana yang harus/boleh/tidak boleh
heterogen dan mana yang harus/boleh/tidak boleh
homogen.

KAPAN FGD & LGD TIDAK


DIPERLUKAN ?
1. Pewawancara ingin memperoleh konsensus dari
masyarakat/peserta.
2. Pewawancara ingin mengajarkan sesuatu kepada
peserta.
3. Pewawancara akan mengajukan pertanyaan
sensitif yang tidak akan bisa di-sharedalam
sebuah forum bersama kecuali jika pertanyaan
tersebut diajukan secara personal antara
pewawancara dan informan.
4. Pewawancara tidak dapat meyakinkan atau
menjamin kerahasiaan diri informan yang
berkategori sensitif.


KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN FGD & LGD

1. Efisiensi waktu, sehingga pemandu LGD dapat


membuat keputusan secara cepat karena LGD
mengungkap beberapa aspek sekaligus dari para
pelamar kerja.
2. Para pewawancara ingin melihat calon pekerja dari
berbagai aspek pekerjaan yang diinginkan.
3. Para pewawancara dapat melengkapi beberapa
informasi yang telah didapatkan pada tahap
sebelumnya.
4. Para pewawancara ingin melihat kemampuan calon
pekerja dalam berkomunikasi dalam situasi under
pressure

TEKNIS PERSIAPAN DAN DESAIN RANCANGAN FGD & LGD

A. MEMILIH DAN MENGATUR TEMPAT


. tempat yang netral, nyaman, aman, tidak bising,
berventilasi cukup, dan bebas dari gangguan yang
diperkirakan bisa muncul (preman, pengamen, anak kecil,
dsb).
. ruang dan tempat duduk yang memadai
. Posisi duduk peserta harus setengah atau tiga perempat
lingkaran dengan posisi moderator sebagai fokusnya.

B. JUMLAH PESERTA
Menurut beberapa literatur tentang FGD & LGD
(lihat misalnya Sawson, Manderson & Tallo, 1993;
Irwanto, 2006; dan Morgan D.L, 1998) jumlah yang
ideal adalah7 -11 orang,namun ada juga yang
menyarankan jumlah peserta LGD lebih kecil,
yaitu4-7 orang(Koentjoro, 2005: 7) atau6-8
orang(Krueger & Casey, 2000: 4).

C. PELAKSANAAN LGD (LEADERLESS GROUP DISCUSS)

1. Mengucapkan selamat datang.


2. Memaparkan singkat topik yang akan
dibahas(overview).
3. Membacakan aturan umum diskusi untuk
disepakati bersama (atau hal-hal lain yang
akan membuat diskusi berjalan mulus).
4. Mengajukan pertanyaan pertama sebagai
panduan awal diskusi. Untuk itu usahakan,
baik pertanyaan maupun respon dari
jawaban pertama tidak terlalu bertele-tele
karena akan menjadi acuan bagi efisisensi
proses diskusi tersebut.

D. KASUS SEPERTI APA YANG BIASA DIGUNAKAN DALAM LGD


Level

Aspek

yang

ingin

diungkap

Orientasi kasus
Kasus yang diberikan dapat
berupa

kasus

mengenai

Pada level ini aspek yang permasalahan kongkrit yang


biasanya lebih diperhatikan terjadi di lingkup pekerjaan
Staf

adalah kematangan sosial atau kasus yang sebenarnya


emosional,

potensi tidak menitik beratkan pada

kerjasama,

pengendalian keakuratan

diri, dan stabilitas emosi

penyelesaian

namun lebih kepada proses


dalam

mencapai

penyelesaian.
Kasus yang diberikan dapat
Pada

level

selain

ini

memperhatikan suatu

aspek-aspek
Supervis
ory / SC

biasanya berupa

diatas

memperhatikan

mengenai

permasalahan

juga menuntut penyelesaian yang


seperti yang

pengambilan

terlibat

didalamnya

keputusan, sehingga

inisiatif,

yang

aspek melibatkan beberapa faktor

kepemimpinan

persuasi,

kasus

pola

kemampuan kepemimpinan, pola pikir dan


dan

pola prioritas dalam pengambilan

pengembangan tim

keputusan

bisa

terlihat

di

sini.
Manageri
al/
leader/Ke
tua
pelaksan

Pada level ini aspek yang


diungkap

lebih

sehingga
memperhatikan

kompleks
selain
aspek-

Kasus yang diberikan dapat


berupa
suatu

kasus

mengenai

permasalahan

yang

melibatkansystemorganisas

E. CARA MENGAKHIRI LGD

1. Kesimpulan
Apakah kesimpulan yang diambil
sudah cukup mengcover seluruh
diskusi?
2. Pendapat akhir peserta
Minta peserta untuk merefleksi
kembali seluruh proses diskusi,
kemudian mengutarakan pendapat
atau sikap mereka
3. Pertanyaan akhir
Adakah sesuatu yang masih

F. DATA YANG PERLU DICERMATI SEBELUM PENILAIAN

Karena berhubungan dengan


kelompok, data-data yang muncul
dalam kasus LGD biasanya mencakup:
Konsensus
Perbedaan Pendapat
Pengalaman yang Berbeda
Ide-ide inovatif yang muncul, dan
sebagainya.

ASPEK YANG AKAN DINILAI DALAM DISKUSI/DINAMIKA KELOMPOK ADALAH

1.
2.
3.
4.
5.

Comunicating
Problem Solving
Decision Making
Impact
Coaching, Initiating Action, Planning
and Organizing