Anda di halaman 1dari 7

Kiki Taurista / NIM.

140341808621

KONTROL GENETIK TERHADAP RESPON IMUN


Ketika subtansi asing yang disebut antigen (misalnya selubung protein
virus) masuk ke aliran darah mamalia, mereka memicu mekanisme pertahanan,
yaitu respon imun, yang menghasilkan kelompok protein yang sangat kecil yang
disebut antibodi. Antibodi-antibodi ini berikatan dengan antigen secara spesifik,
yang kemudian memfasilitasi pelepasan antigen dari sistem sirkulasi. Para
ilmuwan menemukan bahwa sintesis antibodi ini dikode oleh sekuen DNA yang
disusun selama diferensiasi sel-sel penghasil antibodi dengan penyusunan kembali
set baru genom (rearrangements genome).
Komponen Sistem Imun
Terdapat tiga tipe sel darah putih yang berperan dalam respon imun pada
vertebrata yaitu:
a. limfosit B (disebut sel B karena diproduksi di dalam sumsum tulang (bone
marrow)).
b. limfosit T (disebut sel T karena di produksi dalam kelenjar timus)
c. makrofag.
Sel B mensintesis antibodi dpada membrane permukaan sel B tergantung
kondisi tertentu. Antibodi kemudian berikatan dengan antigen bebas dalam sistem
sirkulasi dan mengaglutinasi antigen selama respon imun humoral. Kompleks
antigen-antibodi kemudian dicerna dan didegradasi oleh makrofag.
Sel T memerantarai respon imun seluler. Sel T mensintesis reseptor antigen
yang mengenali adanya antigen pada permukaan sel dan memicu lisisnya sel yang
mengandung antigen dengan mengaktivasi sel T. Secara umum, serangan sel T
pada sel yang mengandung antigen membutuhkan baik reseptor sel T spesifik
dengan satu atau lebih kecocokan reseptor antigennya.
Struktur Antibodi

merupakan kelas protein yang disebut dengan Immunoglobulin.

masing-masing antibodi merupakan tetramer yang berupa empat polipeptida,


dua rantai dengan berat molekul ringan yang identik, dan dua rantai dengan

Kiki Taurista / NIM. 140341808621

berat molekul lebih berat yang identik, digabungkan oleh ikatan disulfida
(Gambar 1).

Terdapat 5 kelas antibodi (IgM, IgD, IgM, IgE, dan IgA). Kelima kelas
antibodi fungsinya ditentukan oleh sturktur dari rantai berat pada daerah
konstan. Contohnya: IgD antibodi biasanya menyisakan ikatan di permukaan
sel dan disekretkan di aliran darah. Perpindahan kelas antibodi dari yang satu
ke yang lain melibatkn ekspresi segmen gen di area variabel yang sama tetapi
berbeda segemn gen di area konstan pada rantai beratnya. Jika suatu antigen
dikenali dan terikat pada antibodi di permukaan sel limfosit B yang sedang
berkembang maka sel terstimulasi untuk berdiferensiasi menjadi limfosit B
yang matang. Selama diferensiasi inilah, beberapa limfosit B akan berganti
dari menghasilkan antibodi kelas IgM menjadi produksi antibodi kelas
lainnya. Fenomena ini disebut perpindahan kelas, class switching.

Rantai ringan antibodi terdiri atas dua tipe, kappa dan lambda, dengan
jenisnya tersebut ditentukan oleh struktur area konstan pada rantai ringan.

Masing-masing rantai antibodi disintesis menggunakan informasi yang


terdapat dalam beberapa segmen gen yang berbeda.

Gambar 1. Struktur Antibodi

Kontrol Genetik pada Pembentukan Rantai Ringan Kappa Antibodi

sintesis rantai ringan kappa dikontrol oleh tiga segmen gen yang berbeda: (1)
segmen gen V, mengkode ujung N dengan 95 asam amino pada area

Kiki Taurista / NIM. 140341808621

variabel; (2) segmen gen J (J untuk joining segment), mengkode 13 asam


amino terakhir di daerah variabel; dan (3) segmen gen C mengkode area
konstan ujung C.

ekspresi gen-gen tersebut terjadi selama perkembangan sel limfosit B. Kontrol


genetik rantai ringan kappa ditunjukkan oleh Gambar 2.

Gen-gen rantai ringan lambda juga dirakit dari segmen-segmen yang berbeda
selama perkembangan limfosit B.

Gambar 2. Kontrol Genetik Rantai Ringan Kappa pada Antibodi


Manusia

Kontrol Genetik pada Pembentukan Rantai Berat Antibodi

informasi genetik untuk rantai berat antibodi dikelompokkan menjadi segmensegmen gen LH-VH, JH, dan CH yang analog dengan rantai ringan kappa; tetapi
terdapat satu segmen gen tambahan yang disebut D (untuk diversity), yang
mengkode 2 13 asam amino pada area variabel.

Keanekaragaman Antibodi

diferensiasi limfosit B berlangsung saat pemrosesan splicing RNA, limfosit


B tertentu yang telah matang menghasilkan antibodi IgM dan IgD. Antibodi-

Kiki Taurista / NIM. 140341808621

antibodi tersebut hanya berbeda pada fungsi efektor domainnya, sedangkan


sisi pelekatan domain antigennya identik, yang ditentukan oleh kesamaan
segmen gen yang menyatu misalnya VKJK atau (VJ) dan VHDJH.

tahap selanjutnya dari sintesis antibodi adalah tahap produksi antibodi terikat
membran dan bentuk antibodi yang disekresikan. Antibodi pertama yang
tampak pada perkembangan limfosit B adalah molekul IgM terikat membran,
selanjutnya sel-sel tersebut di switch untuk memproduksi bentuk IgM yang
disekresi.

sekuen sinyal mengontrol V-J, V-D dan penggabungan D-J mengandung 7


pasang basa (heptamer) dan 9 pasang basa (nanomer) panjang sekuens
dipisahkan oleh spacer pembeda namun panjangnya spesifik. Untuk
penggabungan Vk-Jk spacer pada sekuen sinyal Vk adalah 12 pasang panjang
nukleotida, sedangkan pada Jk adalah 22 pasang panjang nukleotida. Sekuen
heptamer dan nanomer berlokasi setelah segmen gen Vk komplementer
(kecuali satu pasangan basa) dengan segmen gen Jk sebelumnya. Sekuen
sinyal memiliki potensi untuk struktur stem and loop yang membawa gen V k
dan Jk untuk bergabung. Penggabungan hanya akan terjadi ketika sekuen
sinyal mengandung 12 pasang basa spacer dan yang lainnya mengandung 22
pasang basa spacer.

Keragaman antibodi juga dapat dijelaskan dengan variasi dalam tempat


terjadinya rekombinasi selama peristiwa penggabungan V-J. Beberapa
subtitusi banyak terjadi 1-2% dari pasangan nukleotida dari segmen gen yang
mengkode area variabel pada antibodi. Substitusi ini terjadi sangat cepat
melalui mekanisme mutase somatik. Karena perubahan variabel segmen
dalam gen antibodi terjadi sangat cepat dengan frekuensi yang tinggi, proses
itu disebut hipermutasi somatik. Hal ini terjadi sebagai respon imun dalam
menghadapi perubahan komposisi virus yang berlangsung sangat cepat atau
berubah-berubah.

Dalam limfosit B, 10 20 persen molekul mRNA ditranskripsikan. Proses


penataan kembali membawa promotor yang terletak di upstream dari segmen
gen LH - VH berpengaruh ke berbagai elemen enhancher yang terletak di intron
antara segmen gen JH dan segmen gen CH. Enhancher ini dapat langsung

Kiki Taurista / NIM. 140341808621

mengaktifkan transkripsi dari promotor yang terletak di upstream dari segmen


gen LH - VH. Enhancher yang terlibat dalam aktivasi sintesis rantai berat
adalah jaringan tertentu; yang akan mengaktifkan transkripsi hanya terdapat
dalam limfosit dan tidak memiliki efek pada sel yang berasal dari jaringan
lain.

mekanisme yang dilakukan oleh suatu organisme untuk melalukan inisiasi


sintesis antibodi spesifik terhadap antigen yang belum pernah diketahui
sebelumnya disebut seleksi klonal. Semua antibodi dihasilkan oleh limfosit B
tunggal yang mempunyai spesifikasi sisi pelekatan antigen yang sama, tetapi
sel tersebut akan mengalami penyusunan genomik yang berbeda sehingga
menghasilkan produksi antibodi yang berbeda pula.

teori seleksi klonal menyatakan bahwa pengikatan antigen asing khusus pada
suatu antibodi di permukaan limfosit B akan merangsang terjadinya
pembelahan sel, untuk menghasilkan sejumlah besar sel limfosit B (tiruan
dari sel yang identik) sehingga akan ada banyak limfosit B yang mengenali
antigen tersebut.

masing-masing limfosit B hanya membuat satu jenis antibodi. Sel mamalia


berupa diploid; mereka membawa dua set informasi kode genetik untuk
masing-masing rantai antibodi. Tetapi, hanya satu genom produktif yang
menyusun kembali sekuen pengkode rantai ringan dan satu genom produktif
yang menyusun kembali sekuen pengkode rantai berat yang terjadi pada
masing-masing limfosit B. Fenomena ini disebut dengan penyimpangan pada
alel karena satu alel menyimpang dari yg diekspresikan.

Limfosit T memperantarai respon imun seluler. Sel-sel T mengenali antigen


pada permukaan sel dan membunuh sel yang membawa antigen. Sel-sel T
menghasilkan membran-terikat reseptor yang sangat mirip dengan antibodi
yang diproduksi oleh limfosit B. Selain itu, keragaman spesifisitas reseptor sel
T yang diproduksi oleh penyusunan ulang genom analog dengan mereka yang
terlibat dalam produksi antibodi. Reseptor sel T terdiri atas dua rantai
polipeptida, dan , masing-masing dikodekan oleh L-V, D, J, dan segmen
gen C seperti rantai antibodi. Keragaman reseptor sel T dilakukan oleh
penyusunan ulang set genom aru selama diferensiasi sel T.

Kiki Taurista / NIM. 140341808621

Major Histocompability Complex (MHC)


Sejumlah besar komponen dari respon imun seperti halnya antigen
transplantasi yang secara garis besar bertanggung jawab untuk rejeksi jaringan
asing pada proses transplantasi dikontrol oleh multigen kompleks disebut dengan
Major Histocompability Complex (MHC). Pada manusia, protein MHC dikode
oleh lokus HLA (Human Leukocyte Antigen) pada kromosom 6. Pada tikus, lokus
MHC ditetapkan H-2 (histocompatibility lokus 2) yang terletak pada kromosom
17. Baik tikus maupun manusia, lokus MHC sangat besar (> 2 x 10 6 pasang
nukleotida) dan mengandung sejumlah besar gen. Gen-gen MHC sangat
polimorfik karena banyaknya alel dari gen individu yang biasanya memisahkan
dalam populasi tertentu.
Gen-gen MHC mengkode tiga kelas yang berbeda dari protein yang
terlibat dalam berbagai aspek dari respon imun. Protein MHC kelas I merupakan
antigen yang bertanggung jawab untuk rejeksi jaringan asing pada transplan
jaringan dan organ. Sebuah reseptor T tunggal sel mengenali antigen asing dan
antigen histokompatibilitas kelas I selama respon imun sel T sitotoksik.
Gen MHC kelas II mengkode polipeptida yang terletak dekat pada
permukaan limfosit B dan makrofag. Protein MHC kelas II menyediakan tipe
khusus T limfosit yang disebut "sel T helper" dengan kapasitas untuk pengenalan
diri dan memfasilitasi komunikasi antara berbagai jenis sel yang terlibat dalam
respon imun. Akhirnya, gen MHC kelas III mengkode protein komplemen yang
berinteraksi dengan kompleks antigen-antibodi dan menginduksi lisis sel.
Antigen MHC kelas I dan kelas II yang berada di membran sel memiliki
struktur yang sangat mirip dengan struktur reseptor sel T (lihat Gambar 6).
Namun, keragaman antigen MHC jauh lebih sedikit dibandingkan dengan antibodi
dan reseptor sel T, dan tidak ada penyusunan kembali genom yang terlibat dalam
kontrol genetik keragaman antigen MHC.
DAFTAR RUJUKAN
Gardner, E.J., Snustad, D. P. dan Simmons, M. J. 1991. Principles of Genetics,
Eigth Edition. Canada: John Wiley and Sons, Inc.

Kiki Taurista / NIM. 140341808621

Snustad, D. Peter dan Michael J. Simmons. 2012. Principle of Genetiks Sixth


Edition. United State of America. Aptara Inc.
1.

Pada tahap apa pembentukan molekul immunoglobulin menjadi


beraneka ragam?
Jawab:
Variabilitas terjadi melalui empat proses umum, antara lain : pilihan sub unit
gen mana yang mengalami kombinasi, pilihan bagaimana kombinasi gen-gen
subunit tersebut, generasi keragaman de novo pada titik-titik penggabungan,
dan ketidakumuman tingginya laju mutase. Pembentukan rantai kappa,
keragamannya ditambahi oleh (1) pilihan variabel yang mana dan gen-gen
gabungan yang berkombinasi; (2) variabilitas rekombinasi pada titik
terjadinya rekombinasi; (3) pembentukan segmen N pada titik-titik

2.

penggabungan; dan (4) hipermutasi somatik.


Gen-gen dari lokus MHC pada manusia dikatakan highly polymorphic.
Apa maksudnya?
Jawab:
Gen-gen MHC dikatakan polimorfis tinggi karena sejumlah besar alel dari
gen-gen individu selalu mengalami segregasi dalam suatu populasi.