Anda di halaman 1dari 9

c  

Y Y
     Y
   

Dina JE Lucky (P056090392.33E)

÷ %  
calas merupakan tanaman pangan yang termasuk dalam suku talas-
talasan Y‘ ) dan merupakan tanaman semusim atau sepanjang tahun. calas
mempunyai beberapa nama umum yaitu c   

Y dan  Y¶. Di beberapa negara dikenal dengan nama lain,
seperti: A  (Philipina), c  (Brazil),  (India),   (Malaya),
 
 (Japan), c   (Spanyol) dan  (China).
cumbuh liar di India dan Asia cenggara. Ditanam di India 4000 ± 7000
tahun yang lalu. Diduga dibawa oleh orang Indonesia ke Madagaskar tahun 500 M
yang kemudian menyebar di Afrika. Saat ini talas tumbuh diberbagai negara
seperti India Barat, Afrika Barat dan Utara.
Di Asia, tanaman talas ditanam secara luas di China dan diseluruh
Filipina, terutama di Visayas bagian timur dan tengah serta daerah Mindanao dan
Bikol. Di Indonesia tanaman talas bisa dijumpai paling banyak di Bogor, Malang,
dan Bali walaupun talas bisa dijumpai hampir di seluruh kepulauan dan tersebar
dari tepi pantai sampai pegunungan di atas 1000 m dpl., baik liar maupun di
tanam.

à  


calas termasuk tumbuhan tegak yang memiliki perakaran liar, berserabut
dan dangkal. canaman monokotil setinggi 90-180 cm. Batang yang tersimpan
dalam tanah pejal, bentuknya menyilinder (membulat), umumnya berwarna
cokelat tua, dilengkapi dengan kuncup ketiak yang terdapat diatas lampang daun
tempat munculnya umbi baru, tunas (stolon).
Daun talas berbentuk perisai besar dengan tangkai panjang dan besar,
lembaran daunnya 20-50 cm, dengan tangkai mencapai 1 meter panjangnya dan
warna pelepahnya bermacam-macam; sehingga dapat digunakan sebagai
pelindung kepala bila hujan. Permukaan daunnya ditumbuhi rambut-rambut halus
yang menjadikannya kedap air karena air akan mengalir langsung meninggalkan
permukaan daun.

canaman talas mengandung asam perusi (asam biru atau HCN).


Umbinya mempunyai jenis bermacam-macam. Umbi dapat mencapai 4 kg
atau lebih, berbentuk selinder atau bulat, berukuran 30 cm x 15 cm, berwarna
coklat. Perbungaannya terdiri atas tongkol, seludang dan tangkai. Bunga
jantan dan bunga betina terpisah, yang betina berada di bawah, bunga jantan di
bagian atasnya, dan pada puncaknya terdapat bunga mandul. Buah bertipe buah
buni. Bijinya banyak, bentuk bulat telur, panjangnya 2 mm.

ô  c

Berbagai jenis talas terdapat di daerah Bogor adalah calas Sutera, calas
Bentul dan calas Ketan.
c
  : memiliki daun yang berwarna hijau muda dan dan berbulu halus
seperti Sutera. Di panen pada umur 5-6 bulan. Umbinya kecoklatan yang dapat
berukuran sedang sampai besar.
c
  
: memiliki umbinya lebih besar dengan warna batang yang lebih
ungu di banding calas Sutera. calas Bentul dapat dipanen setelah berumur 8-10
bulan dengan umbi yang relatif lebih besar dan berwarna lebih muda kekuning-
kuningan.
c
  : warna pelepahnya hijau tua kemerahan.

  : di Bogor dikenal pula jenis talas yang disebut c

      c
    ô  c
    karena batang dan daunnya
berwarna unggu gelap. Jenis talas lain biasanya tidak di kosumsi karena
rasanya tidak enak atau gatal. Contohnya adalah c
  yang
berbatang dan berdaun besar, banyak digunakan untuk pajangan
dan daunnya sering digunakan untuk makanan ikan. Sedang c


 mempunyai rasa yang gatal dengan batang dan daun yang
bertotol-totol.

Adapun klasifikasi botani cALAS adalah sebagai berikut:


Kerajaan: Plantae (tidak termasuk) Monocots
Ordo: Alismatales
Famili: Araceae
Upafamili: Aroideae
Bangsa: Caladieae
Genus: V 

     c


Kandungan kimia dalam talas dipengaruhi oleh varietas, iklim, kesuburan


tanah, dan umur panen. Umbi talas segar sebagian besar terdiri dari air dan
karbohidrat. Kandungan gizi yang terdapat pada 100 gram umbi talas terdapat
dalam tabel berikut :

c ô
÷    c
 ÷ c


    c
   c
 ô
Energi (kal) 120 108
Protein (g) 1,5 1,4
Lemak (g) 0,3 0,4
Hidrat arang total (g) 28,2 25,0
Serat (g) 0,7 0,9
Abu (g) 0,8 0,8
Kalsium (mg) 31 47
Fosfor (mg) 67 67
Besi (mg) 0,7 0,7
Karoten total 0 0
Vitamin B1 (mg) 0,05 0,06
Vitamin C (mg) 2 4
Air (g) 69,2 72,4
Bagian yang dimakan (%) 85 100


  
    ! c "# Y$%&'
#   (  
"   # )
 *+, ,  ,
      -" .! 

calas mengandung banyak senyawa kimia yang dihasilkan dari


metabolisme sekunder seperti alkaloid, glikosida, saponin, essensial oil, resin,
gula dan asam-asam organik. Umbi talas mengandung pati yang mudah dicerna
kira-kira sebanyak 18,2% dan sukrosa serta gula pereduksinya 1,42%.

     c




Selama berabad-abad, talas merupakan makanan pokok di Asia dan


Kepulauan Pasifik. calas di Asia cenggara selain dikonsumsi juga dimanfaatkan
dalam festival keagamaan, sebagai obat - obatan masyarakat dan sebagai makanan
ternak.
calas mengandung karbohidrat yang tinggi, protein, lemak dan vitamin.
calas mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi. Umbi, pelepah daunnya
banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan, obat maupun pembungkus. Daun,
sisa umbi dan kulit umbi dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan secara
langsung maupun setelah difermentasi. canaman ini mempunyai keterkaitan
dengan pemanfaatan lingkungan dan penghijauan karena mampu tumbuh
di lahan yang agak berair sampai lahan kering.
Di Indonesia, talas digunakan sebagai makanan tambahan atau sayur.
Umbi talas digunakan untuk berbagai macam masakan. Umbi anak, tangkai dan
daunnya digunakan untuk sayur. Umbi dapat diolah menjadi keripik talas yang
gurih. Makanan khas yang dibuat dari daun talas adalah buntil. Daun talas dapat
dipakai sebagai pembungkus makanan Bubur akar rimpang talas dipercaya
sebagai obat encok dan cairan akar rimpang talas digunakan untuk obat bisul.
Bubur talas dapat melancarkan pencernaan sehingga dapat dikonsumsi untuk
makanan bayi dengan tingkat alergi yang rendah.
Di Papua, talas digunakan sebagai makanan pokok, untuk permainan
tradisional dan upacara adat. Di Jawa, permen dapat dibuat dari talas yang
beraroma semerbak dicampur dengan kelapa dan gula. yang dikenal sebagai
buntil. Daunnya juga bisa digunakan untuk pakan ikan gurame. Umbi talas dapat
diolah dengan dikukus, direbus atau digoreng setelah dipotong-potong kecil.
Awalnya talas di Filipina digunakan pada saat makanan pokok dan
sayuran hijau mengalami penurunan pasokan. Di Hawai dan beberapa bagian
Polynesia, umbi talas dikukus dan dihaluskan untuk dibuat pasta dan dapat diolah
untuk puding.
Rasa gatal yang tertinggal di mulut setelah memakan talas menjadi
masalah tersendiri. Rasa gatal tersebut disebabkan oleh suatu zat kimia yang
disebut (
 (
. Kalsium oksalat tidak menimbulkan gangguan serius.
Kalsium oksalat dapat dihilangkan dengan cara pencucian menggunakan banyak
air atau dengan cara pengukusan serta perebusan yang intensif. Sebuah penelitian
yang dilakukan oleh Riatyastie dan Arik Purwani menunjukkan bahwa rasa gatal
pada talas dapat dihilangkan dengan perendaman menggunakan garam (NaCl)
yang dilarutkan dalam air.
  cô
Di Indonesia tempat pengembangan talas adalah Kota Bogor dan
Malang yang menghasilkan beberapa kultivar yang enak rasa umbinya. cingkat
produksi tanaman talas tergantung pada kultivar, umur tanaman dan
kondisi lingkungan tempat tumbuh. Pada kondisi optimal produktivitas talas
dapat memcapai 30 ton/hektar.

÷ (

a) calas tumbuh tersebar di daerah tropis, sub tropis dan di daerah beriklim
sedang. Pembudidayaan talas dapat dilakukan pada daerah beriklim lembab (curah
hujan tinggi) dan daerah beriklim kering (curah hujan rendah), tetapi ada
kecenderungan bahwa produk talas akan lebih baik pada daerah yang beriklim
rendah atau iklim panas.
b) Curah hujan optimum untuk pertumbuhan tanaman talas adalah 175 cm
pertahun. calas juga dapat tumbuh di dataran tinggi, pada tanah tadah hujan dan
tumbuh sangat baik pada lahan yang bercurah hujan 2,000 mm/tahun atau lebih.
c) Selama pertumbuhan tanaman talas menyukai tempat terbuka dengan
penyinaran penuh serta tanaman ini mudah tumbuh pada lingkungan
dengan suhu 25-30 derajat C dan kelembaban tinggi.

à   c 
canaman talas menyukai tanah yang gembur, yang kaya akan bahan
organik atau humus. canaman ini dapat tumbuh pada daerah dengan berbagai
jenis tanah, misal tanah lempung yang subur berwarna coklat pada lapisan
tanah yang bebas air tanah, tanah vulkanik,andosol, tanah latosol. Untuk
mendapatkan hasil yang panen yang baik, harus tumbuh di tanah
berdrainase baik dan PH 5,5±6,5. canah yang bergambut sangat baik
untuk talas tetapi harus diberi kapur 1 ton/ha bila PH nya di bawah 5,0.
canaman talas membutuhkan tanah yang lembab dan cukup air, bila
tidak tersedia air yang cukup atau mengalami musim kemarau yang panjang,
tanaman akan sulit tumbuh. Musim tanam yang cocok ketika menjelang
musim hujan, sedang musim panen tergantung kepada kultivar yang ditanam.

    c  
calas dapat tumbuh pada ketinggian 0±1300 m dpl. Di Indonesia sendiri
talas dapat tumbuh di daerah pantai sampai pergunungan dengan
ketinggian 2000 m dpl, meskipun sangat lama dalam memanennya.


2   
2
V  tlil t l t
  
l
t ti         t l 
   t    l lti  
  
l   t i ; 
i t : tl  j    t
tl 
ltll itll
Mil i t B  tl
tl i   t l 
   

l   
i  lti  l
i 
  
  l
i   
 i i  i   li tl tl li   ti: tl t  
i      
l  
i
   lt lt 
t
  i
 i 
litl
i
 tl t ttl
i tl ttl
lit


 c
2


























à    
Rendemen untuk produksi talas dapat diukur dengan berapa banyak hasil
yang didapatkan pada pembuatan tepung talas dari umbi segar didapatkan yield
sebesar 60 %, sehingga untuk membuat 1 kg tepung dibutuhkan umbi talas 1.67
kg.

„ á (
Untuk pertumbuhan talas yang baik diperlukan tanah yang kaya akan
humus dan berdrainase baik dengan PH 5,5±6,5. calas berkembang biak dengan
anakan, sulur umbi anakan atau pangkal umbi serta bagian pelepah daunnya.
Anakan ini perlu dibuang agar umbi induk bisa tumbuh besar. Pada umumnya
tanaman ini telah dibudidayakan oleh para petani, tetapi pemupukan dan
pemberantasan hama/penyakit belum dilakukan secara intensif oleh para petani.

   ô   c

Selain sebagai bahan baku industri dibuat tepung yang selanjutnya
diproses menjadi makanan bayi (di USA) kue-kue (di Philippina dan Columbia)
serta roti (di Brazilia) di Indonesia dibuat menjadi makanan enyek-enyek, dodol
talas, chese stick talas dan juga untuk pakan ternak (termasuk daun dan
batangnya).
canaman khas Kota Bogor ini merupakan tanaman yang memiliki
potensi yang belum banyak digali. Pemanfaatannya masih berupa panganan atau
produk setengah jadi berupa pati, tepung, dan chips. Padahal talas memiliki
potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi produk yang bernilai tinggi, baik
untuk produk pangan maupun produk nonpangan. Potensi talas untuk produk
nonpangan diantaranya adalah sebagai kemasan bio-plastik pengemas pangan
yang ramah lingkungan.
Lewat serangkaian proses, talas bogor mampu menghasilkan glukosa
yang dapat digunakan sebagai bahan baku produksi asam polilaktat melewati
tahapan fermentasi oleh mikroba penghasil asam laktat dan proses esterifikasi
serta polimerisasi dengan bantuan enzim. Potensi tersebut dapat digunakan
sebagai peluang untuk memberikan nilai tambah pada talas bogor dengan
membuatnya sebagai kemasan bio-plastik. Plastik ramah lingkungan yang
dibuat seluruhnya dari polimer alami (bio-plastik) selain dapat turut berperan serta
dalam menurunkan laju pemanasan global, juga dapat membantu peningkatan
citra dan diversifikasi produk turunan dari talas bogor. Sehingga pada akhirnya
diharapkan mampu mensejahterakan petani talas karena adanya nilai tambah
komoditas. Dan lebih pentingnya lagi, kemasan bio-plastik mampu berfungsi
sebagai pengemas pangan yang mampu memperpanjang umur simpan produk dan
menjaga kualitas produk pangan. Kemasan bio-plastik ini juga aman dari bahaya
migrasi polimer kemasan ke dalam produk pangan.
Di masa mendatang, konsumsi bahan kemasan bio-plastik akan
berkembang dengan pesat. Sebab, bahan baku plastik sintetik yakni berasal dari
minyak bumi akan mengalami kelangkaan dan harga bahan baku yang semakin
tinggi.

 ã   ( 
? http://bogoraincity.wordpress.com/ (diakses 24 january 2010)
? http://id.wikipedia.org/wiki/calas (diakses 24 Januari 2010)
? http://www.kotabogor.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=
3234&Itemid=696 (diakses 24 January 2010)
? http://www.lautanindonesia.com/serbarasa/artikel/in-topic/talas-colocasia-
esculenta-l-umbi-mungil-yang-sarat-guna (diakses 24 Januari 2010)
? http://yellashakti.wordpress.com/2008/01/30/penghilangan-rasa-gatal-pada-
talas/ (diakses 24 Januari 2010)
? http://www.warintek.ristek.go.id/pertanian/talas.pdf (diakses 24 Januari 2010)
? Ý  
  Ý



       
   ! "