Anda di halaman 1dari 9

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Manajemen babi bunting sampai dengan melahirkan mempunyai peranan
yang sangat penting disebuah peternakan, karena calon anak berasal dari induk yang
bunting, dilahirkan dan dibesarkan oleh induknya sampai saat penyapihan. Perawatan
yang benar dan pakan yang memenuhi kebutuhan untuk induk bunting dan beranak
sangat penting, dimana kelak anak-anaknya akan tumbuh sehat. Babi bunting akan
melahirkan 6-12 ekor anak dan bisa beranak 2 kali dalam satu tahun, ini merupakan
investasi yang cukup besar dalam produksi daging, oleh karena itu penulis tertarik
untuk mempelajari tehnik beternak babi bunting sampai dengan melahirkan (James
dan David, 1991). Pembudidayaan babi dalam perkembangan peternakan babi secara
modern di dunia ini menghasilkan berbagai jenis babi unggul, yang mana babi telah
menjadi ternak potong yang memegang peranan dalam memenuhi kebutuhan daging
bagi manusia. Babi terkenal karena produksinya yang berfluktuasi naik dan turun.
Dalam sejarah, pemasaran babi mengalami peningkatan dan penurunan dengan cepat,
seringkali cepat secara mendadak. Namun demikian usaha ini masih tetap
menguntungkan.
Pembudidayaan babi dalam perkembangan peternakan babi secara modern di
dunia ini menghasilkan berbagai jenis babi unggul, yang mana babi telah menjadi
ternak potong yang memegang peranan dalam memenuhi kebutuhan daging bagi
manusia. Babi terkenal karena produksinya yang berfluktuasi naik dan turun. Dalam
sejarah, pemasaran babi mengalami peningkatan dan penurunan dengan cepat,
seringkali cepat secara mendadak. Namun demikian usaha ini masih tetap
menguntungkan (James dan David, 1991). Budidaya babi dengan hasil yang
menguntungkan, maka para peternak babi harus beternak secara intensif tidak hanya
memperhatikan tentang pakan dan kandang serta kesehatanya tapi juga harus
mengetahui dan memahami tentang menejemen ternak babi yang baik dan benar
(Prasetya, 2012)

Tujuan
Tujuan penulisan ini untuk mengetahui manajemen pemeliharaan anak babi
terutama pemotongan tali pusar dan pemotongan gigi pada anak babi.
METODE
Mencari refresensi tentang menejemen pemeliharaan anak babi terutama pada
proses pemotongan gigi dan pemotongan tali pusar baik dari internet,artikel maupun
buku.
PEMBAHASAN
Pemotongan Tali Pusar
Tali pusar adalah organ yang sangat penting untuk pertumbuhan dan
perkembangan fetus selama kebuntingan tetapi menjadi suatu bagian yang tidak
diperlukan dan merupakan daerah yang berbahaya untuk masuknya infeksi setelah
anak babi lahir. Tali pusar harus dipotong dengan cara sederhana seperti berikut:
1.Ikat tali pusar kira-kira 2 cm dari pangkal dengan seutas benang steril untuk
meyakinkan tidak ada bahaya karena pendarahan melalui arteri tali pusar
2. Potong tali pusar dengan gunting atau pisau di bawah ikatan
Oleskan ditempat pemotongan tali pusar dengan yodium tincture keras untuk
mencegah infeksi atau sakit pada tali pusar (Didi 2009).
Pemotongan tali pusar menggunakan gunting dengan cara anak babi dipegang sambil
diangkat kemudian dilakukan pemotongan dengan ukuran 5 cm dari perut. Sesuai
dengan pendapat Sihombing (2006), tali pusar dipotong segera setelah lahir dengan
ukuran 5 cm dari pangkalnya.
Pemotongan Gigi

Anak babi lahir dengan empat pasang gigi atau delapan gigi tajam, dua pasang pada
tiap rahang disebut gigi hitam, gigi jarum atau gigi serigala. Meskipun gigi
tersebut cukup penting pada anak babi, namun gigi tersebut harus dipotong karena
lebih banyak menimbulkan kerugian daripada keuntungannya bagi peternak.
Pemotongan gigi harus dilakukan dengan beberapa alasan diantaranya yaitu gigi
sangat efektif menyebabkan luka pada ambing induk dan mengakibatkan induk
menolak untuk menyusui anak-anaknya, yang kedua apabila anak babi berkelahi
untuk merebut satu puting susu atau bermain sesamanya, gigi dapat menyebabkan
luka pada muka dimana luka tersebut dapat menjadi jalan masuknya penyakit yang
disebabkan oleh mikroorganisme (Didi 2009)
Salah satu tujuan dari peternakan babi adalah memaksimumkan anak babi dapat
hidup. Pemotongan gigi harus tidak menghasilkan gigi yang hancur dibawah garis
gusi dan harus dilakukan secara higienis. Pemotongan gigi biasanya dilakukan oleh
satu orang seperti berikut:
1. Pegang kuat anak babi dengan satu tangan dimana tiga jari menahan rahang dan
ibu jari menekan dari belakang leher dengan arah berlawanan
2. Masukkan jari telunjuk pada satu sisi dari mulut persis dibelakang gigi jarum
mendekati ujung lidah
3. Menggunakan alat pemotong gigi atau alat pemotong kuku biasa, potong gigi
diatas gusi. Hal yang penting unuk menghindari pemotongan gigi sampai dasarnya,
jangan membuat sudut yang tajam atau berberigi yang dapat menyababkan luka pada
gusi dan lidah.
Pemotongan gigi dilakukan pada saat masih anakan agar mempermudah pelaksanaan
dan mengurangi resiko pendarahan. Harus dilakukan secara steril dan higienis untuk
menghindari serta mengurangi terjadinya infeksi penyakit yang sangat mudah
menyerang anak babi. Operator pemotong sebaiknya harus memperhatikan

kemungkinan adanya anak babi yang sakit agar tidak ditempatkan bersama-sama
dengan ternak yang sehat (RMontong 2013)
Lama bunting rata-rata 114 hari, kematian embrio / fetus paling sering terjadi
atau fase kritis pada saat 30 35 hari awal kebuntingan. Perlakuan terhadap
temperatur yang ekstrim, pemberian pakan harus rendah pada awal kebuntingan ini
dan penggunaan obatobatan harus hati-hati (Sinaga, 2010). Proses kelahiran babi,
Induk sebaiknya ditempatkan ke kandang melahirkan 3 7 hari menjelang
melahirkan, dalam kandang harus bersih, tenang dan tanda induk mau melahirkan
gelisah, membuat sarang bila ada medianya, organ reproduksi dan kelenjar mamae
membesar dan susu akan keluar bila ditekan saat 12 48 jam menjelang kelahiran.
Laju pernapasan meningkat menjelang 12 jam kelahiran kelahiran paling sering
menjelang malam hari. Induk merebahkan diri pada satu sisi saat melahirkan
kelahiran dengan pola berurutan (satu-satu) selama kurang lebih 1 5 jam, anak yang
lahir biasanya 70 persen kaki depan dulu keluar, anak babi dengan kaki belakang
duluan paling banyak mati lahir, bila periode kelahiran cukup lama perlu dilakukan
perogohan kedalam alat reproduksi induk, mungkin ada yang sungsang. Perlakuan
anak setelah lahir adalah dibersihkan hidungnya dan badannya dari cairan rahim, dan
dibantu diberikan susu pertama (colostrum), berikan penghangat pada kandang
anakan yang baru lahir, selama proses kelahiran harus diawasi oleh anak kandang.
Induk yang terlalu tua, gemuk dan gelisah selalu lebih banyak mengalami masalah
saat melahirkan oleh sebab itu induk sebaiknya melahirkan sebanyak 8 10 kali
setelah itu diafkir. Pemotongan ari-ari dipotong dengan cara mengikat dulu pada
bagian dekat perut kemudian di gunting lalu diberikan antibiotik (betadin / yodium).
Induk akan birahi kembali tiga sampai lima hari setelah anaknya disapih / dipisahkan
oleh sebab itu induk dapat dikawinkan kembali untuk memperbanyak jumlah anak
yang lahir pertahun. Lama penyapihan biasanya dua bulan akan tetapi dapat
dipersingkat menjadi tiga minggu dengan perlakuan tertentu (Sinaga, 2010).
Perawatan anak babi setelah lahir, anak babi saat lahir sangat lemah, tidak
berbulu (tidak tahan dingin) perlu suhu kandang harus 35C, cadangan energi yang

ada dalam tubuh anak babi cukup hanya tujuh sampai delapan jam oleh sebab itu susu
induk sangat diperlukan setelah lahir, dan perlu ada kain/jerami pada lantai anak juga
diberi penghangat dengan lampu.
Pemotongan gigi taring anak babi harus dilakukan segera setelah lahir untuk
menjaga agar tidak melukai ambing (susu induk), dengan menggunakan tang
pemotongan ini harus hati-hati agar tidak kena gusi / lidah, pemotongan ekor dapat
dilakukan bila diperlukan untuk kebersihan dan menghindari perkelahian (Sinaga
2010). Untuk babi, yang terbaik sekarang adalah menyediakan kandang beranak
lengkap dengan terali besi. Terali ini semacam kurungan yang sempit, hanya cukup
untuk seekor induk dan hanya bisa untuk berdiri, bergerak maju dua langkah dan
mundur dua langkah, dan juga ada sedikit ruangan untuk rebahan lalu berdiri lagi, hal
ini dilakukan untuk membatasi ruang gerak induk, supaya mengurangi resiko ada
anak yang mati karena tergencet induk (Partodihardjo 1982). Defisiensi Besi (Fe)
atau anemia cepat muncul pada anak babi yang baru lahir yang dipelihara terkurung
hal ini disebabkan oleh persediaan Fe dalam tubuh babi cukup rendah, Fe dalam susu
cukup rendah, kontak babi dengan tanah sumber Fe dibatasi dan laju pertumbuhan
babi yang cepat. Ciri anak babi yang kekurangan Fe ini terlihat pucat, lemah, bulu
berdiri dan bernafas cepat oleh sebab itu jam zat besi harus diberikan dengan cara
disuntik dengan iron dextran kedalam otot leher atau paha.
Perebutan puting susu induk saat babi baru lahir biasanya berebut pada puting
susu bagian depan karena air susu yang paling banyak diproduksi. Oleh sebab itu
anak yang lemah atau kecil mendapat susu yangpaling sedikit maka anak tersebut
menjadi lebih kecil maka dengan itu perlu diberikan susu atau makanan tambahan
bagi anak selama menyusui. (Sinaga, 2010).

SIMPULAN
Salah satu menejemen penanganan pada anak babi adalah pemotongan gigi
dan pemotongan tali pusar,pemotongan gigi bertujuan agar gigi taring anak babi tidak
melukai putting induk sedangkan pemotongan tali pusar bertujuan agar anak babi
tidak mengalami infeksi.

DAFTAR PUSTAKA
Blakely James dan Bade David. 1991. Ilmu Peternakan edisi 4. Gadjah Mada
University press. Yogyakarta. Hal : 506, 510-511.
Didi. 2009. Manajemen Anakan Babi. Jakarta (ID) : Artikel Ternak Pr Publishing.
Partodihardjo, S. 1982. Ilmu Reproduksi Hewan. Jakarta[ID]: Mutiara.
Prasetya, H. 2012. Semakin Hoki dengan Beternak Babi Pedoman Penggemukan
Secara Intensif. Jakarta[ID]: Pustaka Baru Press.
RMontang. 2013. Pedoman Praktis dan Teori Manajemen Peternakan Babi.
Jakarta(ID]: Cahaya Publishing
Sihombing DTH. 2006. Ilmu Ternak Babi. Yogyakarta[ID]: Gadjah Mada University
Press.
Sinaga,

S.

2010.

Produksi

Babi.

http://blogs.unpad.ac.id/saulandsinaga/2010/02/18/pakan-dan-ransumbabitambahan/

Laporan Praktikum Ke- 2

Hari/Tanggal : Jumat /18 Maret 2016

Tek. Produksi Ternak Babi dan Kuda

Tempat

: Ruang Pascasarjana

Grup

: G1

PEMOTONGAN GIGI DAN TALI PUSAR SERTA PENANGGANAN ANAK


BABI BARU LAHIR

Fariza Junialfatiha
D14140118

DEPARTEMEN ILMU PRODUKSI DAN TEKNOLOGI PETERNAKAN


FAKULTAS PETERNAKAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2016