Anda di halaman 1dari 5

ACARA III

BUDIDAYA TUMPANGSARI JAGUNG DENGAN KACANG TANAH

A. Tujuan
Mempelajari budidaya tanaman jagung dan kacang tanah secara tumpangsari
B. Dasar Teori
Tumpangsari merupakan suatu usaha menanam beberapa jenis tanaman pada
lahan dan waktu yang sama, yang diatur sekedemikian rupa dalam barisan-barisan
tanaman. Untuk dapat melakukan pola tanaman tumpangsari secara baik perlu
diperhatikan beberapa faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh di antaranya
ketersediaan air, kesuburan tanah, sinar matahari dan hama penyakit. Penentuan
jenis tanaman yang akan ditumpangsarikan dan saat penanaman sebaiknya
disesuaikan dengan ketersediaan air yang ada selama pertumbuhan. Hal ini
dimaksudkan agar diperoleh pertumbuhan dan produksi secara optimal (Anonim,
2015).
Berdasarkan plantamor (2012), jagung dalam sistematika tumbuhan
diklasifikasikan ke dalam :
Kingdom
: Plantae (tumbuhan)
Subkingdom
: Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi
: Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisi
: Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
Kelas
: Liliopsida (berkeping satu/monokotil)
Sub Kelas
: Commelinidae
Ordo
: Poales
Famili
: Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus
: Zea
Spesies
: Zea mays L
Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang merupakan
bangun pita (ligalatus), ujung daun runcing (acutus), tepi daun rata (integer),
antara pelepah dan helai daun terdapat ligulla. Tulang daun sejajar dengan ibu
tulang daun, permukaan daun licin dan ada yang berambut (Andrean, 2014)
Berdasarkan plantamor (2012), kacang tanah dalam sistematika tumbuhan
diklasifikasikan ke dalam :
10

11

Kingdom
Subkingdom
Super Divisi
Divisi
Kelas
Sub Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies
Kacang tanah

: Plantae (tumbuhan)
: Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh)
: Spermatophyta (menghasilkan biji)
: Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
: Liliopsida (berkeping satu/monokotil)
: Rosidae
: Fabales
: Fabaceae (suku rumput-rumputan)
: Arachis
: Arachis hypogaea L.
berdaun majemuk bersirip genap. Daunnya terdiri atas empat

anak daun dengan tangkai daun agak panjang. Mulai berbunga umur 4-5 minggu,
bunga keluar pada ketiak daun, setiap bunga seolah-olah bertangkai panjang
berwarna putih, mahkota bunga berwarna kuning. Bendera dari mahkota
bunganya bergaris-garis merah pada pangkalnya. Bunga ini dapat melakukan
penyerbukan sendiri dan bersifat geotropis positif, terjadi sebelum bunganya
mekar. Bakal buah tumbuh memanjang yang disebut ginofora. Cara pembentukan
polong adalah ujung ginofora yang runcing mengarah ke atas, lalu ginofora
melengkung ke bawah dan masuk ke dalam tanah. Setelah menembus tanah
ginofora mulai membentuk polong. Pertumbuhan memanjang ginofora terhenti
setelah terbentuk polong. Bunganya terbentuk di udara, sedangkan polong
terbentuk di dalam tanah. Warna biji kacang tanah yaitu putih, merah, ungu dan
merah muda. Pada akar kacang tanah berakar tungggang dengan akar cabang
yang tumbuh tegak lurus, mempunyai bulu akar yang bersifat sementara.
Polongnya mempunyai alat penghisap seperti bulu akar yang dapat menyerap hara
makanan. Akar samping tanaman kacang terdapat bintil-bintil atau modul berisi
bakteri yang disebut Rhizobium sp yang mampu mengikat zat lemas (nitrogen)
bebas dari udara (Rasyid, 1985)
Beberapa keuntungan pada pola tumpangsari: akan terjadi peningkatan
efisiensi, populasi tanaman dapat diatur sesuai yang dikehendaki, dalam satu areal
diperoleh produksi lebih dari satu komoditas, tetap mempunyai peluang
mendapatkan hasil manakala satu jenis tanaman yang diusahakan gagal dan

12

kombinasi beberapa jenis tanaman dapat menciptakan beberapa jenis tanaman


dapat menciptakan stabilitas biologis sehingga dapat menekan serangan hama dan
penyakit serta mempertahankan kelestarian sumber daya lahan dalam hal ini
kesuburan tanah (Anonim, 2015).
C. Bahan dan Alat
1. Bahan : Benih jagung, benih kacang tanah, pupuk urea, KCL, SP36,
pestisida, fungisida
2. Alat
: peralatan budidaya dan peralatan ukur.
D. Metode Kerja
1. Menyangkul tanah sedalam 10-15 cm, mencacah dan membuang gulmanya
2. Membuat guludan menghadap ke barat-timur dengan lebar guludan 225 cm,
panjang 250 cm.
3. Membuat saluran di antara guludan selebar 20-30 cm untuk mengalirkan air
agar saat hujan tanah tetap dalam keadaan atus sehingga akar tanaman jagung
maupun kacang mm tidak tergenang.
4. Membuat lubang tanam dengan tugal sedalam 2-3 cm dengan jarak antar
barisan tanaman jagung 75 cm, tanaman kacang tanah 25 cm, jarak dalam
barisan tanaman jagung dan kacang tanah adalah 25 cm.
5. Memasukkan benih jagung 2 biji/lubang pada jarak tanam 75 x 25 cm, 2
biji/lubang benih kacang tanah dengan jarak tanam 25 x 25 cm.
6. Melakukan pemeliharaan tanaman yaitu pemupukan (saat tanam dan 1 BST)
dosis pupuk jagung adalah 120 kg Urea, 65 kg SP36, dan 50 kg KCL. Dosisi
pupuk untuk kacang tanah adalah 40 kg Urea, 80 kg SP36, penyulaman,
penyiangan, pembumbunan dan pengendalian hama dan penyakit.
E. Hasil dan Pembahasan
Tabel 3.1 Data Pengamatan Tanaman Jagung
Parameter
Tinggi
Bobot
Bobot tanpa
tanaman
basah
klobot
(cm)
(gram)
(gram)
Sampel 1
154
319
68
Sampel 2
153
356
71

13

Tabel 3.2 Data Pengamatan Tanaman Kacang Tanah


Parameter
Jumlah
Jumlah
Bobot
Jumlah

Sampel 1
Sampel 2

Bobot

cabang

polong

basah

biji

biji

(buah)
5
5

(buah)
8
10

(gram)
54
73

(buah)
15
15

(gram)
8
9

Tumpang sari merupakan suatu usaha menanam beberapa jenis tanaman pada
lahan dan waktu yang sama, yang diatur sekedemikian rupa dalam barisan-barisan
tanaman. Manfaat dari budidaya sistem tumpang sari adalah terjadi peningkatan
efisiensi, populasi tanaman dapat diatur sesuai yang dikehendaki, dalam satu areal
diperoleh produksi lebih dari satu komoditas, tetap mempunyai peluang
mendapatkan hasil manakala satu jenis tanaman yang diusahakan gagal dan
kombinasi beberapa jenis tanaman dapat menciptakan beberapa jenis tanaman.
Pada percobaan yang dilakukan ini mengambil tanaman jagung dan kacang tanah
yang digunakan untuk budidaya sistem tumpang sari, dengan maksud tanaman
jagung mempunyai akar yang keras, sedangkan tanaman kacang tanah berakar
pendek. Selain itu tanaman jagung memerlukan unsur N yang banyak, maka dari
itu dipilih kacang tanah dimana pada akarnya terdapat bintil akar yang berfungsi
mengikat N di udara. Berdasarkan data dan hasil pengamatan yang telah
dilakukan dapat dikatakan bahwa sistem tumpang sari antara tanaman jagung
dengan kacang tanah dapat dikatakan berhasil. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata
tinggi tanaman jagung yaitu 153,5 cm, rata-rata bobot basahnya 337,5 gram dan
rata-rata bobot tanpa klobot adalah 69,5 gram. Sedangkan data untuk tanaman
kacang tanah antara lain rata-rata jumlah cabangnya 5 buah, rata-rata jumlah
polong 9 buah, rata-rata bobot basah sebanyak 63,5, rata-rata jumlah biji 15 buah
dan rata-rata bobot bijinya 8,5 gram. Dalam berbudidayasistem tumpang sari yang
harus diperhatikan adalah jarak antar baisan serta jarak dalam barisan tanaman.
Karena system tumpang sari ini dalam satu areal lahan ditanami lebihdari satu

14

jenis tanaman, sehingga kebutuhan unsur hara, air serta cahaya matahari juga
berbeda.
F. Kesimpulan
Dari hasil percobaan dan praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan
bahwa setelah melakukan praktikum ini praktikan paham bagaimana berbudidaya
secara tumpang sari dan mampu mempraktekkan berbudidaya tanaman jagung
dan kacang tanah secara tumpang sari dan hasilnya baik

G. Daftar Pustaka
Andrean, Perdana. 2014. Morfologi, Klasifikasi, Ekologi Tumbuhan Jagung.
materibelajarinside.blogspot.com/2014/08/morfologi-klasifikasi-ekologitumbuhan-jagung.html. Diakses pada tanggal 31 Mei 2015 pukul 05.05 WIB
Anonim. 2015. Pengantar Praktikum Budidaya Tanaman Semusim. Yogyakarta.
Laboratorium Teknologi Budidaya Tanaman Prodi Agroteknologi Fakultas
Pertanian UPN Veteran Yogyakarta
Plantamor. 2012. Jagung. www.plantamor.com/index.php/plant=1301. Diakses
pada tanggal 30 Mei 2015 pukul 04.42 WIB
Plantamor. 2012. Kacang Tanah. www.plantamor.com/index.php/plant=122.
Diakses pada tanggal 30 Mei 2015 pukul 04.47 WIB
Rasyid Mazuki. 1985. Bertanam Kacang Tanah. Depok: Penebar Swadaya.